shop-triptrus

Jul/16


Festival Tarian Caci

TripTrus.Com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadikan Festival Caci di Kabupaten Manggarai sebagai agenda tahunan wisata budaya.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Erwin Masyhur (@erwin_masyhur) Tarian Caci di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur sudah terjadwal kegiatannya, yaitu setelah panen dan tahun baru, menjadi agenda tahunan pariwisata untuk menarik minat pengunjung. Setiap kabupaten di NTT memiliki kekhasan seni budaya sendiri-sendiri yang bisa dijadikan sebagai agenda tahunan. Festival Caci ini adalah bagian dari kebudayan masyarakat Manggarai. Ini telah menjadi agenda tahunan seni dan budaya. Tarian itu dimainkan oleh dua penari laki-laki yang menari dan saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya. Tari Caci ini juga merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di Pulau Flores, NTT. Tarian ini sering ditampilkan pada berbagai acara, seperti saat syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), dan berbagai upacara adat lainnya. [Baca juga : "Parade Sandelwood & Festival Tenun Ikat"] Menurut sumber sejarah yang ada, Tari Caci ini berawal dari tradisi masyarakat Manggarai yaitu para laki-laki saling bertarung satu lawan satu untuk menguji keberanian dan ketangkasan mereka dalam bertarung. Tarian ini kemudian berkembang menjadi sebuah kesenian terdapat gerak tari, lagu, dan musik pengiring untuk memeriahkan acara. Nama Tari Caci sendiri berasal dari kata "ca" berarti "satu" dan "ci" yang berarti "uji", sehingga caci dapat diartikan sebagai uji ketangkasan satu lawan satu. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto  @muliadonan) 
...more

Jul/14


Manakarra Fair

TripTrus.Com - Event tahunan Kabupaten Mamuju, Manakarra Fair 2022 segera hadir pada tanggal 14 – 16 Juli mendatang, bertempat di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat. Manakarra Fair 2022 merupakan salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN 2022) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), yang digelar dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi di bidang pariwisata dan industri pariwisata kreatif.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh EMEFSI Management (@mfc.mks) Manakarra Fair merupakan festival tahunan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang telah dimulai sejak tahun 2016. Mengusung penyelenggaraan event yang beragam, mulai dari event seni budaya, karnaval, kuliner hingga musik dan beragam kontes perlombaan yang berbeda-beda setiap tahunnya. Pada gelaran tahun ini, Manakarra Festival akan menghadirkan beragam pertunjukkan seni budaya, tenant UMKM, dan berbagai kompetisi dan perlombaan, seperti E-Sport Mobile Legend dan PUBGM dengan total hadiah hingga belasan juta rupiah. Selain kompetisi E-Sport, Manakarra Fair 2022 juga sedang membuka pendaftaran untuk kontes modifikasi motor dengan 10 kelas kategori, 10 The Best Nominee and 2 The King of Professional & Non Professional. 10 kelas kategori yang dilombakan dalam kontes, yakni ketegori street racing open, novice & baby mothai, maxi fashion, ceper open, sunmori style, pemula, fashion daily, classic modif, custom open, dan restorasi fashion 2&4 TAK. Manakarra Fair terakhir kali digelar pada tahun 2019 dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-497 Kabupaten Mamuju. Pada event tersebut, terdapat 45 peserta pelaku usaha kuliner. Selain itu, ada 60 peserta dari pelaku usaha industri lokal dan nasional dan sekitar 100 team E-Sport dari berbagai wilayah di dalam dan luar Mamuju, termasuk dari Tarailu, Polman, Majene, Mamuju Tengah, Makassar, Soppeng dan Bone. Pada event tersebut juga menampilkan fashion show kain tenun khas Mamuju, lomba cipta karya puisi, dan lomba baca puisi serta berbagai tarian adat Sulawesi Barat, seperti tiga tarian khas Mamuju yang ditampilkan pada hari pertama Manakarra Fair 2019, yakni  Tari Topemana, Topandio dan Palle’bo. [Baca juga : "Festival Kaghati Kolope"] Adapula pertunjukan dari The Manakarra Fair, Lokal Heroes dan sejumlah artis lokal lainnya. Manakarra Fair 2019 ditutup dengan pesta kembang api dan acara tiup lilin serta pemberian hadiah kepada para pemenang lomba. Kembalinya Manakarra Fair di tahun 2022 diyakini dapat mendorong kebangkitan pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip berkelanjutan. (Sumber: Artikel gpriority.co.id Foto mfc.mks) 
...more

Jul/11


Parade Sandelwood & Festival Tenun Ikat

TripTrus.Com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya mengangkat Tenun Ikat Sumba ke ranah yang lebih luas lagi. Upaya ini tersirat dari akan digelarnya Festival Tenun Ikat Sumba yang akan berlangsung pada 11 hingga 12 Juli 2022 mendatang di Kabupaten Sumba Barat Daya.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh ♡Irsl♡ (@setya_rasih) Perlu dibangun kesadaran bagi masyarakat Sumba maupun masyarakat luas akan potensi, prospek serta upaya pelestarian dan pengembangan sehingga bukan saja menjadi nilai budaya, tetapi dapat menjadi nilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Festival Tenun Ikat Sumba selain untuk melestarikan dan mengembangkan keunikan warisan budaya pun turut melestarikan sekaligus mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Ende. [Baca juga : "Festival E'tu"] Penyelenggaraan festival budaya ini merupakan destinasi kelas dunia karena memiliki ikon Komodo, Danau Kalimutu, dan Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai destinasi prioritas dikembangkan sebagai Bali Baru. (Sumber: Artikel wartaevent.com Foto  @wiemessah) 
...more

Jul/10


Festival E'tu

TripTrus.Com - Kabupaten Nagekeo di Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mengembangkan atraksi budaya yang bisa menjadi daya tarik pariwisata lokal yaitu Tinju Etu. Budaya ini biasanya dilakukan kaum laki-laki masyarakat adat di Kabupaten Nagekeo dan Ngada, Flores, NTT. Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengatakan, tradisi ini bisa dilihat di 31 kampung adat dan dilakukan sepanjang bulan setiap tahunnya. “Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores menawarkan Etu ini sebagai pintu masuk Nagekeo. Etu sebagai pioneer pariwisata Nagekeo,” katanya. Untuk menunjang atraksi tersebut sebagai daya tarik wisata, pihaknya bersama Dinas Pariwisata NTT tengah menata ulang semua sistem pendukung wisata. Semua itu, seperti kerajinan, penerapan Sapta Pesona di Kampung Adat, penataan lingkungan, dan mengembangkan kamar di rumah penduduk yang layak sewa. Kabupaten Nagekeo juga mendapat bantuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), sehingga masyarakat adat, kamar-kamarnya bisa digunakan untuk menerima tamu.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh nagekeo_yes (@nagekeo_28) Tinju Etu merupakan sebuah atraksi budaya sebagai salah satu rangkaian acara adat untuk memperingati hari menanam hingga panen kebun. Biasanya, tinju Etu dilakukan pada Bulan Juni dan Juli setiap tahunnya. Selain itu, tradisi ini juga menjadi bagian integral dalam rangkaian adat Nageko dan Ngada yang sudah berlangsung berabad-abad. Tinju Etu juga merupakan bagian dari ritual adat lainnya yang wajib dilaksanakan di tempat tertentu, yaitu Kisa Nata (alun-alun) dan rumah adat (sa’o waja). Kedua tempat itu merupakan pusat dari aktivitas adat dan kebudayaan masyarakat Nagekeo dan Ngada. Wisatawan bisa mengikuti rangkaian atraksi budaya itu, bahkan sejak sehari sebelumnya. Ada serangkaian acara menarik yang diselenggarakan, seperti pertunjukkan seni musik dan tari dero. Pada hari bertarung tiba, wisatawan akan melihat para petarung terbaik mewakili masing-masing desa. [Baca juga : "Festival Inerie"] Ada yang menarik dalam atraksi ini. Para petarung di akhir pertandingan, petinju akan saling berpelukan dan melambaikan tangan ke penonton. Hal itu yang melambangkan sikap atau simbol perdamaian, persaudaraan, dan persatuan. Selain itu, juga karena motif atau latar belakang penyelenggaraan tinju adat ini adalah murni bagian adat untuk mempersatukan masyarakat. Selain bisa menonton tinju adat, para wisatawan juga bisa menyaksikan bagaimana para perempuan mengambil peran sebagai penyemangat petarung melalui lagu daerah yang mereka nyanyikan.  (Sumber: Artikel milenianews.com Foto   victorynews.id) 
...more

Jul/07


ARTJOG 2022

TripTrus.Com - Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, Daerah Istimewa Yogyakarta juga dikenal karena berbagai festival seninya. Kamu pasti enggak asing, dong, dengan ARTJOG? Yaps, pameran seni ini mulai diadakan sejak tahun 2008. Ratusan karya dari seniman dalam dan luar negeri udah pernah dipamerkan di event ini. Pada 7 Juli sampai 4 September 2022 nanti, ARTJOG 2022 siap hadir lagi di Jogja National Museum (JNM)!       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Alam (@alam_syahprakon) Yuk, simak detail acaranya. Oh iya, scroll sampai akhir biar kamu juga tahu berbagai galeri seni yang jadi destinasi wisata di Jogja. Masih ingat enggak, pada tahun 2019 silam, ARTJOG  mengenalkan satu tema besar "Arts in Common"? Nah, tema itu kemudian diturunkan dalam tiga sub tema yang dipresentasikan dalam tiga edisi festival.  Ada Common|Space (2019), Time (to) Wonder (2021), dan edisi yang terakhir adalah Expanding Awareness (2022). [Baca juga : "Festival Inerie"] Menurut bocoran dari tim kurator ArtJog 2022, festival seni rupa kontemporer #DiIndonesiaAja ini akan fokus pada segala sesuatu yang ada kaitannya dengan kesadaran. Jadi, kita bakal diajak buat refleksi diri. Para seniman bakal berkreasi, berimajinasi, dan berkarya melalui berbagai macam media yang bisa menggugah kesadaran kita soal berbagai macam masalah aktual sekaligus menumbuhkan optimisme.  Edisi kali ini juga bakal mengupayakan inklusivitas sekaligus mendorong kesenian sebagai media untuk melampaui berbagai batasan yang ada. Heri Pemad, pendiri ARTJOG, menyampaikan kalau event seni ini pengin mengambil andil kecil dalam menyoroti kembali pentingnya kontribusi kesenian terhadap kesadaran kebersamaan. Wah, pasti karya dan programnya bakal makin keren, nih!  (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto ofixokefix) 
...more

Jul/02


Festival Inerie

TripTrus.Com - Pelaksanaan Festival Inerie yang akan berlangsung sejak tanggal 2 hingga 10 Juli 2022 merupakan momentum promosi pariwisata Kabupaten Ngada. Menurut Bupati Soliwoa, pariwisata menjadi bagian penting dari pembangunan Ngada. Pembangunan Pariwisata dilakukan mulai dari potensi yang ada. Di Ngada, potensi itu seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata itu sendiri.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Dindra Nashriyah Putri (@dindranashriyah) Menurut dia, masyarakat Kabupaten Ngada harus dengan gegap gempita menyambut festival ini dan memberikan dukungan bagi penyelenggaraan kegiatan. Selain terlibat dalam berbagai kegiatan, masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan dan keamanan baik sebelum, selama, maupun sesudah kegiatan tersebut. [Baca juga : "Festival Rekka Lamak"] Paulus menjelaskan, kegiatan mempromosikan budaya Ngada akan merangsang iklim usaha bagi kelompok penenun di Ngada. Oleh karena itu, pihaknya juga melakukan pagelaran musik tradisional dari bambu dan sejumlah kegiatan lain yang didukung kelompok seni di Kabupaten Ngada. Semua kegiatan besar ini tentu membutuhkan kerja keras semua pihak agar dapat berjalan dengan baik dan sukses. (Sumber: Artikel ekorantt.com Foto  leni_lol) 
...more

Jul/01


Festival Komodo

TripTrus.Com - Labuan Bajo terus berbenah dan mempromosikan kekayaan budaya dengan menggelar Karnaval Komodo sebagai salah satu destinasi super prioritas di Tanah Air. Warga pun memeriahkan Karnaval Komodo dengan mengenakan pakaian adat Manggarai untuk menjaga kelestarian alam dan budaya.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Awy Ghozaly (@awy_ghozaly) Kegiatan yang masuk dalam daftar 100 Calender of Events premier skala internasional ini melibatkan seluruh masyarakat Manggarai Barat, pihak Pemerintah Daerah, serta instansi terkait. Festival akan berlangsung selama 6 hari, 5-10 Maret 2018 dengan menampilkan berbagai kesenian daerah, lomba bahari, dan berbagai lomba lainnya. Termasuk atraksi budaya, hiburan musik, dan lainnya. [Baca juga : "Festival Tarian Caci"] Sebelum acara pembukaan, diawali dengan parade patung komodo yang melewati rute jalan utama dan berakhir di venue utama Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung. (Sumber: Artikel medcom.id Foto  @ disparekraf.ntt) 
...more

Jul/01


Oceanman Bali 2022

TripTrus.Com - Sebagai pulau yang punya banyak pantai eksotis, enggak berlebihan kalau Bali jadi destinasi wisata water sports idaman para pencinta wisata olahraga. Bahkan, salah satu kompetisi renang perairan terbuka, Oceanman Bali 2022, bakal diadakan lagi di Pulau Dewata pada 1-2 Juli 2022. Kamu tertarik buat ikut berkompetisi di sport tourism event ini? Cek dulu informasi pentingnya sebelum mendaftar! Kenapa, sih, Oceanman Bali 2022 harus banget diikuti? Ada banyak banget alasannya. Salah satunya adalah event ini enggak cuma jadi ajang kompetisi renang. Berkolaborasi sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Millenium Aquatic sebagai pemegang lisensi Oceanman Indonesia bakal mengemas acara ini secara lebih kreatif dengan menghadirkan banyak hiburan yang menonjolkan kearifan lokal. Ada pementasan tarian tradisional Bali, pertunjukan musik, dan games seru di lokasi penyelenggaraan. Kamu juga bisa kulineran di Oceanman Bali 2022, lho, karena bakal ada bazar aneka makanan dan minuman. Kalau mau nyari oleh-oleh, langsung saja kunjungi bazar produk UMKM lokal. Nah, rangkaian kegiatan tersebut sengaja dibikin lengkap supaya wisatawan terkesan, sekaligus sebagai upaya untuk melibatkan pelaku ekraf lokal. Harapannya, event ini bisa memperkenalkan pesona sport tourism #DiIndonesiaAja ke kancah dunia sekaligus ngasih dukungan buat pelaku UMKM, seniman, maupun sanggar lokal. Sebelum bahas soal lokasi dan kategori, kamu sebenarnya sudah pernah dengar soal International Oceanman belum? Ini adalah kompetisi renang di perairan terbuka kelas dunia yang rutin diadakan sejak tahun 2015. Namun, acara ini baru diselenggarakan di Indonesia untuk pertama kalinya pada tahun 2021 silam. Nah, Oceanman Bali 2022 kali ini bakal jadi gelaran kedua dan mempertandingkan empat kategori. Ada Oceankid (1 km), Sprint Oceanman (2 km), Half Oceanman (5 km), dan Oceanman (10 km). Uniknya, rute kompetisi renang ini bakal membentuk sebuah segitiga. Jarak sisi terpendek 333,3 m, sisi menengah 666,6 m, dan sisi terluas untuk kategori Oceanman masing-masing sisi berjarak 1,66 km.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ibnu Rizal (@benullicious) Pantai Muaya, Jimbaran, dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Oceanman Bali 2022. Apa kamu udah siap buat menaklukkan arus di pantai ini? Sudah ada sekitar 200-an atlet yang siap buat berkompetisi, lho! Mereka enggak cuma dari Indonesia, tapi ada juga perenang dari Singapura, Thailand, Malaysia, Spanyol, dan negara lainnya. Oh iya, kamu juga akan tetap merasa nyaman selama berpartisipasi dalam event ini karena tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE. [Baca juga : "Eksitika Bromo Festival"] Bahkan, lanjutnya, pelibatan tujuh suku asli di Halmahera Barat, termasuk seluruh suku pendatang dalam kegiatan FTJ merupakan salah satu upaya untuk menjaga eksistensi atau keberadaan keragaman suku di daerah itu sekaligus memberdayakan sebagai sumber ekonomi melalui kegiatan pariwisata di Halbar.  (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @wswirjawan) 
...more

Jun/25


Batam Jazz Fest

TripTrus.Com - Halo, halo, para penikmat musik jazz. Mau dengar kabar gembira enggak? Pasti mau, dong! Kabarnya, #DiIndonesiaAja bakal ada jazz festival baru, nih. Namanya Batam Jazz Fest (BJF). Event di Batam ini lahir berkat kolaborasi antara penggiat jazz di Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, serta Kemenparekraf RI. Karena ini acara baru, kamu harus kenalan dulu sebelum nonton. #DiIndonesiaAja, ada festival jazz yang dilangsungkan di desa wisata, gunung, benteng, hingga candi. Nah, Batam Jazz Fest bakal menambahkan warna baru. Dengan konsep outdoor, panggung musiknya bakal ada di Taman Dang Anom dengan latar belakang Laluan Madani—flyover yang dikenal estetik dengan beragam ornamen khas Melayu. Taman ini sendiri juga punya banyak spot buat berswafoto, seperti menara hias setinggi 11 meter, sayap burung garuda, payung hias, dan lainnya. Tandai kalender kamu, BJF perdana siap digelar pada 25-26 Juni 2022. Wah, asyik banget bisa menghabiskan akhir pekan dengan menikmati konser musik. Acara di Batam  ini bakal menerapkan protokol kesehatan CHSE dan masyarakat bisa nonton tanpa dipungut biaya alias gratis! Catat, ya, rangkaian kegiatannya dimulai pukul 17.00-22.00 WIB. Kamu jangan sampai telat.        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Asep Toto Kartaman (@asepkartaman) Siapa yang udah nungguin bocoran lineup Batam Jazz Festival? Ryan, Project Manager BJF, mengatakan kalau perhelatan pertama ini akan melibatkan musisi lokal. Ada Coa, Tanaka Manalu, X Soul Chepy Soekardy Quintet, dan Malaykustik. Pada gelaran selanjutnya, BJF mungkin bakal menghadirkan musisi nasional dan internasional. Wah, mantap! Nonton festival jazz bakal makin asyik kalau sambil kulineran. Karena itulah, BJF juga menghadirkan bazar kuliner. Kamu bisa dengerin alunan musik jazz yang dibawakan musisi idola sembari menikmati makanan dan minuman favoritmu. Akhir pekan yang sempurna banget, ‘kan?  Oh iya, event ini sebenarnya diadakan bukan hanya sebagai obat rindu akan musik jazz di Batam.  [Baca juga : "Festival Loksado"] BJF sengaja melibatkan musisi lokal, penyelenggara event, hingga UMKM sebagai wujud dukungan buat mereka. Harapannya, dukungan ini bisa bikin mereka makin semangat buat bangkit dan terus berkarya sehingga perekonomian pun bakal berkembang dan lebih maju. Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengharapkan perhelatan ini juga bakal mendongkrak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.  (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto  @sivamdrumschool) 
...more
ButikTrip.com
remen-vintagephotography
×

...