TripTrus.Com - Ministry of Tourism and Creative Economy/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) ngasih support buat acara 1st Indonesia Mountain Tourism Conference (IMTC) buat nunjukin potensi wisata gunung yang keren banget di Indonesia.
Nah, buat yang gak tau, acara ini digelar pas hari Pariwisata Dunia, yakni tanggal 27 September nanti. Info ini kita dapet dari "The Weekly Brief With Sandi Uno" yang diadain di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Senin (18/9/2023).
Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf yang akrab disapa Itok Parikesit cerita kalo konferensi keren ini bakal diadain di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan ini juga jadi salah satu side event keketuaan Indonesia di ASEAN.
Dalam pembicaraannya, Itok ngarepin banget konferensi ini bisa jadi kesempatan buat ngerangkul semua pihak di Indonesia buat ngegali potensi wisata gunung yang keren abis. Tau gak, Indonesia punya banyak banget destinasi wisata gunung yang bisa bikin mata kita melek.
"Itu nih, Indonesia punya gunung lebih banyak dari negara lain di dunia, tapi masalah pengelolaan atraksi dan pengunjungnya masih rada ribet. Nah, di konferensi ini, kita bakal undang semua orang penting buat diskusiin cara mengembangkan wisata gunung di Indonesia," kata Itok.
[Baca juga : "Efek Wisata Halal, Jumlah Hotel Syariah Di Indonesia Melejit 500%"]
Nia Niscaya, si Ahli Utama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dari Kemenparekraf/Baparekraf, nambahin juga kalo selain membahas potensi wisata gunung, konferensi ini juga bakal ngebahas aturan-aturan yang harus diikutin sama para penggemar wisata gunung. Soalnya, wisata gunung jadi favorit banget buat para wisatawan selama pandemi COVID-19, dan trennya masih terus berlanjut.
"Di event ini, kita juga bakal bahas apa yang boleh dan nggak boleh dilakuin sama wisatawan dan pihak-pihak terkait. Semua itu buat bikin wisata gunung jadi sesuatu yang bisa berlanjut terus," kata Nia. (Sumber Foto @infopublik.id)
...moreTentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata.
Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut.
Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya.
Carica Dieng Wonosobo
Sumber: Foto manfaat.co.id
Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi.
Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo.
Keripik Jamur
Sumber: Foto drakemedia.net
Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain.
Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen.
Kacang Dieng (Kacang Babi)
Sumber: Foto wisatadieng.com
Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini.
Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng.
Purwaceng
Sumber: Foto viva.co.id
Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu.
Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana.
Kaos Khas Dieng
Sumber: Foto shop.triptrus.com
Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan.
Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...moreCari trip ke Bali di TripTrus: http://triptr.us/CU
TRIPTRUS - Bali sebagai destinasi wisata Indonesia yang paling terkenal di dunia, punya beragam keindahan alam dan kekayaan budaya yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Salah satu alasan yang membuat Bali jadi amat sangat menarik adalah banyaknya pantai yang dianggap ideal oleh para peselancar untuk menerjang ombak di atas papan selancar mereka.
Satu pantai yang kini mulai digemari oleh para peselancar dari luar negeri adalah Echo Beach di Canggu. Lepas dari hamparan pasir hitam di sepanjang Echo Beach, para peselancar berlomba ke tengah lautan untuk menaiki ombak tinggi. Di pantai sepanjang 10 kilometer yang terletak kurang lebih 10 kilometer dari Pantai Kuta ini kini mulai bermunculan penginapan bed & breakfast dan tempat-tempat makan yang menyajikan hidangan internasional untuk para peselancar. Bangun pagi atau menikmati sarapan sambil melihat deburan ombak kini bisa juga Anda nikmati di Echo Beach.
Untuk Anda yang ingin belajar berselancar, di Echo Beach juga terdapat beberapa sekolah surfing dengan pengajar yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia. Selain itu, di sekitar Canggu Anda juga bisa mengunjungi Pura Batu Bolong dan Pura Batu Mejan atau berkeliling melihat hamparan sawah padi dan perkebunan kelapa di sekitar pantai.
Photos taken from:
surf-forecast.com, puredataconsulting.com, flickr.com, surftravel.com.au
...moreTripTrus.Com - Bentar, bos! Gue punya nih lima tempat keren buat melepas lelah pas liburan tahun baru 2024. Pasti bikin lo bebas penat. Gue udah ngumpulin tempat yang bikin hati lo makin ceria. Makanya, buruan cek ini, guys!
View this post on Instagram
A post shared by Bali | Travel | Hotels (@discoverbalidaily)
1. Pulau Natuna, Kepulauan Riau
Gak cuma punya pantai yang bikin mata lo ngiler, di sini juga ada hutan mangrove di Pering yang bisa jadi spot alternatif buat liburan. Pantai Batu Kasah dan Pantai Teluk Selahang wajib banget lo cek!
2. Banyuwangi, Jawa Timur
Ini dia tempatnya yang anti mainstream! Banyuwangi punya segudang view keren dari pantai, teluk hijau, kawah Ijen, sampe air terjun. Gak bakal nyesel deh kalo lo pilih ini.
3. Seminyak, Bali
Kalau lo pengen nuansa mewah, eksklusif, dan modern, Seminyak jawaranya! Pantai Canggu dan Pantai Seminyak bisa lo masukin list kunjungan lo.
[Baca juga : "Rekomendasi Wisata 2024, Kali Biru Genyem Papua Surga Tersembunyi Yang Bikin Mata Ngiler!"]
4. Padang, Sumatera Barat Padang gak cuma punya Jam Gadang atau Batu Malin Kundang aja. Di sini ada air terjun Lubuak Tampuruang buat lo main air, Istana Pagaruyung buat lo yang mau kenal budaya Minang, dan jangan lupa cicipin kuliner khas Minang yang nendang banget!
5. Banda Aceh, Aceh Aceh juga punya spot keren lho! Ada Taman Sari Gunongan dan Pinto Khop yang mirip Taj Mahal, Kapal Apung, dan Pantai Ulee Lheue yang gak kalah oke. Plus, jangan lupa cobain kuliner khasnya, kayak Eungkot paya atau ikan payau yang hidup di rawa-rawa air tawar.
Nah, itu tadi lima destinasi super keren buat lo kunjungi di awal tahun 2024. Gak cuma gokil, tapi juga anti mainstream. Udah mulai nyiapin rencana liburan, belum, nih? (Sumber Foto @piknikyukindonesia)
...moreTripTrus.Com - Jadi, ceritanya nih, teman-teman Parekraf, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) udah pada ngerasain dampak pandemi COVID-19, kan? Tapi, setelah berjuang keras demi pemulihan ekonomi nasional, sektor ini di Indonesia mulai keliatan lagi yang namanya cahaya terang.
Gak nyangka, jumlah pergerakan wisatawan lokal dan kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia melesat tinggi. Nah, semester I-2023, pergerakan wisatawan nusantara naik 12,57% dari tahun sebelumnya, mencapai 433,57 juta perjalanan. Trus, kunjungan wisatawan mancanegara per Juli 2023 melesat 196,85%, mencapai 6,31 juta kunjungan.
Buat ngegasin pertumbuhan sektor Parekraf, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bikin survei dengan 84 pakar dan bos dari dunia akademisi, pemerintah, dan industri buat ngerancang "Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024".
Hasilnya, 76,19% pakar bilang pariwisata di Indonesia lagi pulih, loh. Dari pantauan 2022, 35,71% pakar optimis pariwisata balik normal kayak dulu sebelum pandemi di 2024. Malah, diperkirakan bakal ada 7-9 juta kunjungan wisatawan mancanegara di 2023.
View this post on Instagram
A post shared by Andri Pradana (@andryfpv)
Sebagian besar pakar (46,15%) meyakini, destinasi pariwisata yang keren dan inovatif bakal jadi kunci buat pertumbuhan sektor ini di masa depan. Dan ada faktor lain yang ngefek juga, kayak peran teknologi buat bantu wisata (43,59%), kenaikan duit di kalangan turis lokal (38,46%), dan perluasan infrastruktur sama rute penerbangan internasional (35,90%).
Bahkan, mayoritas pakar ngebayangin pasar wisatawan Asia Tenggara dan Asia Timur bakal ngejenguk pariwisata Indonesia. Negara-negara kayak Tiongkok, Malaysia, dan Australia disebut-sebut bakal jadi pendorong pertumbuhan pariwisata.
Nih yang seru, pariwisata berkelanjutan jadi tren di masa depan. Jadi, 56,76% pakar setuju kalau turis bakal cari opsi yang ramah lingkungan di 2023-2024.
Buat capai target-target ini, para pakar sarankan beberapa gerakan prioritas, misalnya fokus pada infrastruktur dan fasilitas buat nambah nilai pariwisata. Pelestarian dan pengembangan budaya lokal juga jadi penting buat bikin pengalaman turis jadi makin keren. Mereka juga dorong keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan dalam pembangunan dan aktivitas pariwisata, serta perbaikan aksesibilitas darat, laut, dan udara ke destinasi keren.
[Baca juga : "Jakarta, Gass Poll, Masuk List Destinasi Must-Visit 2024 Versi Lonely Planet!"]
Ngomongin ekonomi kreatif, mayoritas pakar (90,48%) ngejulukin sektor ini bakal tumbuh dibanding 2022. Kuliner diprediksi jadi yang paling ngehits pada 2023-2024, diikuti sama subsektor FAV (Film, Animasi, Video), Fesyen, Aplikasi, Kriya, Game Developer, Musik, Fotografi, dan Seni Pertunjukan.
Tapi ya, harus ada tiga kebijakan penting buat dorong pertumbuhan ekonomi kreatif ini: promosi dan pemasaran, perlindungan kekayaan intelektual, sama penguatan infrastruktur pendukung.
Uniknya, Experimental Experience jadi tren ekonomi kreatif paling keren di 2023-2024. Katanya sih, karena Experimental Experience bisa kasih pengalaman unik, bikin pelanggan makin cinta sama brand.
Abis itu, tren lain yang bakal hits itu prediksinya bakal pake data analytic dan machine learning. Katanya sih, ini bisa bantu banget buat produksi dan konsumen. Terus, ada juga sustainable product yang ngebantu bangun kesadaran lingkungan dan konsumsi yang sadar.
Mudah-mudahan, dengan semangat dari para pakar ini, target 8,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara, dan 4,4 juta lapangan kerja bisa tercapai di 2024, Bro! (Sumber Foto @isabella.cristie)
...moreTripTrus.Com - Puluhan desa wisata di Indonesia telah masuk dalam daftar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ragam potensi dan keunikan menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin berwisata ke desa tersebut. Desa-desa wisata ini memiliki beragam potensi, mulai dari ekonomi kreatif hingga kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat. Beberapa desa wisata yang masuk dalam ADWI 2023 terletak di dataran tinggi.
View this post on Instagram
A post shared by Manha Tour & Travel (@manhatourtravel)
Keindahan alam dan kearifan lokal dari desa wisata menjadi paket wisata yang lengkap dan menarik bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Berikut adalah daftar desa wisata yang memiliki lokasi tertinggi di Indonesia, mengutip laman resmi kemenparekraf.go.id:
1. Kampung Bena Inire
Berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Desa Tiwu Riwu, Jerebu'u, Ngada. Desa wisata ini berada di kaki Gunung Inerie dengan ketinggian mencapai 2.245 mdpl. Kampung Bena Inire memiliki udara dan hawa sejuk, lengkap dengan rumah-rumah adat yang sudah ada sejak zaman Megalitikum. Berbeda dengan bangunan rumah pada umumnya, rumah adat di Kampung Bena Inire masih sangat tradisional. Bahkan atap rumah terbuat dari alang-alang dan lantai rumahnya terbuat dari bebatuan gunung. Kearifan lokal yang terus dijaga di sini adalah menenun.
2. Desa Argosari
Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Desa Argosari di kaki Gunung Bromo termasuk dalam desa tertinggi di Indonesia. Tepatnya ada di Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Desa Argosari terkenal dengan pemandangan "Negeri di Atas Awan" yang mampu memukau siapa saja yang berkunjung. Desa ini merupakan tempat tinggal Suku Tengger, warga Desa Argosari juga masih sangat kental dengan adat istiadat. Salah satunya adalah Upacara Karo yang diadakan pada bulan ke-2 Tahun Saka Hindu Tengger. Upacara Karo bertujuan untuk mengembalikan kesucian dan penghapusan dosa warga Suku Tengger. Tentunya kearifan lokal seperti ini menjadi daya tarik wisata bagi Desa Wisata Argosari.
3. Desa Kete Kesu
Terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dan merupakan salah satu desa tertinggi di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi. Desa ini berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Sanggalangi, Toraja Utara, dengan ketinggian sekitar 1.400 mdpl di lereng-lereng pegunungan. Selain menikmati pemandangan perbukitan, Sobat Parekraf juga dapat menyaksikan budaya leluhur yang masih terjaga hingga kini.
Salah satu kearifan lokal yang lestari di Desa Kete Kesu adalah pemakaman adat yang diletakkan di gua-gua di atas tebing. Selain itu, Sobat Parekraf dapat melihat Tongkonan, rumah tradisional Toraja yang merupakan sebuah rumah panggung dengan atap seperti tanduk kerbau yang menjulang tinggi, lengkap dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
4. Desa Sembungan
Salah satu desa tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 2.300 mdpl, terletak di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Desa wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah dan kearifan lokal yang masih terjaga, sehingga mendapat peringkat 1 Desa Rintisan ADWI 2022. Desa Sembungan dijuluki Desa Tertinggi di Pulau Jawa dan menyediakan berbagai destinasi wisata populer yang mempesona, seperti Puncak Sikunir, Gunung Pakuwaja, Telaga Cebong, dan Curug Sikarim. Budaya lokal di Desa Sembungan juga dilestarikan, seperti adat Ruwat Gimbal yang diadakan setiap tanggal 1 dalam kalender Jawa Suro. Ruwat Gimbal adalah upacara adat pemotongan rambut pada anak berambut gimbal untuk membersihkan dari hal buruk dan biasanya digelar antara bulan Agustus-September.
[Baca juga : "Tempat Wisata Favorit Orang Indonesia Ternyata Bukan Hanya Bali!"]
5. Desa Wisata Ranupani
Desa tertinggi di Indonesia selanjutnya, terletak di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, dengan ketinggian 2.100 mdpl. Desa Wisata Ranupani adalah basecamp resmi pendakian Gunung Semeru dan memiliki daya tarik wisata berupa Danau Ranupani, danau tertinggi di Indonesia dengan luas sekitar 7.500 meter persegi. Selain itu, di desa wisata ini juga terdapat Rumah Budaya Ranupani yang sering digunakan untuk pergelaran tari dan musik tradisional. Desa Wisata Ranupani masih menjaga adat istiadat leluhur dengan menggelar tradisi Unan-unan setiap 5 tahun sekali, tepatnya pada tahun "Landung" menurut penanggalan tradisional. Tradisi Unan-unan adalah menanam kepala kerbau yang ditujukan untuk membersihkan desa agar selamat dari malapetaka. (Sumber Foto @indah_dp)
...moreTRIPTRUS - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dikenal sangat ramah. Bahkan ia kerap membantu orang-orang yang kebetulan tenggelam di dalam lautan. Lumba-lumba juga memiliki suara ultrasonik yang konon bisa digunakan untuk terapi orang yang memiliki sindrom autis. Terpenting lagi, lumba-lumba juga bisa dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi yang sangat hebat di lautan.
Barangkali anda semua sudah melihat lumba-lumba di tempat pertunjukan, atau di kebun binatang dan taman air. Tapi pernahkah anda semua menyaksikan lumba-lumba di alam terbuka? Melihat mereka berenang dan meloncat di pinggiran kapal yang melintas. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia memiliki banyak spot yang bisa anda gunakan untuk melihat lumba-lumba. Mari simak selengkapnya.
1. Perairan Misool, Raja Ampat – Papua
Perairan di Misool, Raja Ampat memang dikenal sangat indah. Lautnya yang masih jernih dipadu dengan pulau yang masih alami membuat lokasi ini bak secuil surga di bumi Papua. Anda yang menyukai pengalaman menyelam dan menyusuri keindahan bawah laut akan menyukai Misool yang tidak ada bandingannya.
Perairan di Misool dikenal sangat kaya akan biota laut. Di kawasan ini memiliki banyak spesies hiu kecil dan juga paus. Untuk anda yang menyukai lumba-lumba yang ramah, kawasan ini memiliki 3 spesies lumba-lumba. Biasanya mereka akan keluar dan mengikuti kapal-kapal wisatawan yang melintas.
2. Teluk Kiluan – Lampung
Teluk Kiluan dapat ditempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Bandar Lampung. Lokasi ini menjadi primadona wisatawan yang sangat menyukai petualangan bahari yang tiada batas. Pengunjung bisa menyewa kapal untuk berlayar sambil menikmati indahnya pemandangan dan jika beruntung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang sangat memukau.
Kawasan ini memiliki dua jenis lumba-lumba yang jumlahnya diperkirakan ada ratusan. Pertama adalah lumba-lumba hidung botol dan yang kedua adalah lumba-lumba paruh panjang. Lumba-lumba jenis paruh panjang memiliki tubuh yang relatif kecil dan suka sekali melompat di udara untuk menghibur semua orang.
3. Pantai Lovina – Bali
Pantai Lovina adalah pantai yang paling dikenal di Bali meski suasananya masih sangat alami. Terletak di ujung utara Bali, pantai ini menyajikan pengalaman berharga bagi semua wisatawan yang ingin menikmati kehidupan lumba-lumba. Biasanya, saat bagi datang, mereka akan meloncat-loncat di lautan beriringan dengan kapal laut di sebelahnya.
Atraksi dari lumba-lumba di Bali bagian Buleleng ini lambat laun menjadi incaran banyak orang. Terutama mereka yang tidak menyukai suasana gegap gempita di Bali bagian selatan. Pantai dengan puluhan lumba-lumba ini bisa membuat wisatawan, bahkan anda merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sana.
4. Kawasan Pulau Peucang – Banten
Pulau Peucang memang belum banyak diketahui oleh wisatawan di Indonesia. Meski demikian, kawasan ini menyajikan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah berenang dengan lumba-lumba di laut lepas. Ya, berenang dengan mamalia laut ini tanpa harus naik kapal laut yang kadang sangat berisik.
Di dunia ini, mungkin hanya ada dua spot wisata yang menyajikan pengalaman berenang dengan lumba-lumba. Pertama adalah di Florida, Amerika dan yang kedua di Pulau Peucang, Banten, Indonesia. Bila anda kebetulan berada di kawasan Banten, jangan lupa untuk mampir dan menikmati sensasi berenang dengan para lumba-lumba di laut lepas.
5. Perairan Taman Nasional Komodo – Nusa Tenggara Timur
Perairan di kawasan Taman Nasional Komodo juga dikenal menyajikan pengalaman bertemu dengan lumba-lumba yang mengesankan. Lumba-lumba ini biasanya keluar saat pagi hari. Kala matahari masih akan keluar di ufuk timur, lumba-lumba mulai melakukan aktivitas paginya dengan melompat-lompat di udara.
Biasanya mamalia laut ini terlihat di perairan yang menuju Pulau Padar dan Pulau Kalong. Pulau Padar adalah situs warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dari pulau ini, kadang anda bisa menyaksikan lumba-lumba yang bergerak dengan bebas di lautan.
6. Perairan Pulau Siladen – Sulawesi Utara
Pulau Siladen terletak di kawasan Taman Nasional Bunaken. Turis yang datang ke sini tak lagi hanya menikmati taman bawa laut yang sangat indah itu. Tapi juga mencari peruntungan untuk bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Biasanya mereka suka menampakkan diri permukaan laut atau berenang di dalam air.
Lumba-lumba biasanya akan muncul di pagi hari. Mereka suka sekali mengikuti kapal-kapal yang bergerak menuju Pulau Siladen. Mereka biasanya berjumlah 20-30 ekor dan akan mengawal wisatawan yang takjub menyaksikan tingkah mereka.
7. Kepulauan Derawan – Kalimantan Timur
Kepulauan Derawan adalah spot baru dalam tujuan penyelam di Indonesia. Setelah Bunaken dan raja Ampat, kawasan ini juag dikenal memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan Pulau Kalimantan. Di tempat ini pelancong juga bisa berenang di Danau Kakaban yang banyak menyimpan ubur-ubur tak beracun.
Selain wisata bawah laut serta ubur-ubur yang unik. Kawasan ini juga menyajikan pengalaman melihat lumba-lumba. Hewan ini biasanya suka keluar begitu mendengar suara mesin dari kapal. Mereka akan berenang di sisi kiri dan kanan kapal seperti seorang penyambut.
Inilah tujuh lautan di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sekali lumba-lumba. Pesona laut Indonesia yang sangat mempesona. (Sumber: Artikel boombastis.com Foto dw.com)
...moreTripTrus.Com - Indonesia memang terkenal banget sama destinasi pariwisatanya yang keren, termasuk yang bawah lautnya. Buat kalian yang suka banget sama dunia bawah laut, 5 tempat diving di Indonesia ini wajib banget dicoba, deh!
Selain bisa liat pemandangan bawah laut yang gokil, di sini juga bisa dapet sensasi seru banget yang bisa bikin adrenalin kamu naik. Kamu bakal bisa liat semua jenis biota laut langsung dari deket banget. Jadi, kalau kamu diving di 5 tempat ini, dipastikan kamu bakal nganga, guys!
Bunaken
Bunaken Pertama-tama, kita punya Bunaken, bro. Pemandangan bawah laut di sini juara banget. Bahkan walaupun udah sering dikunjungi, keindahan lautnya tetep nggak luntur, guys. Air lautnya jernih bening, banyak banget ikan warna-warni yang berenang di sini. Gak cuma itu, udaranya juga sejuk banget. Jadi, gak heran deh kalau Bunaken selalu rame pengunjung.
Wakatobi
Wakatobi Selanjutnya, ada Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Keindahan bawah laut di sini sebanding sama Raja Ampat, guys. Terumbu karangnya cantik banget, bikin mata kamu nggak mau berkedip. Ikan-ikan warna-warni berenang di bawah laut Wakatobi kayaknya udah jadi temen wajib para penyelam. Mereka friendly banget, kayaknya mau diajak main sama kamu. Makanya, Wakatobi dijuluki sebagai tempat diving terbaik di Indonesia.
Labuan Bajo
Labuan Bajo Nah, kalau kamu suka diving dan pengen liat pemandangan bawah laut yang keren, Labuan Bajo adalah pilihan yang oke banget, guys. Terumbu karangnya bagus banget, banyak juga ikan-ikan cantik yang bisa kamu temuin di sini. Kalau lagi beruntung, kamu bisa nemuin udang karang atau lobster di sela-sela terumbu karang. Selain itu, di sekitar Labuan Bajo, ada pulau-pulau cantik juga. Kamu bahkan bisa liat Komodo, hewan endemik yang langka, dari deket.
[Baca juga : "Pendakian Keren Bakal Dibuka Lagi Setelah Dua Tahun 'Liburan'!"]
Gili Trawangan
Gili Trawangan Nggak bisa lupain Gili Trawangan kalau kita lagi ngomongin tempat diving terbaik di Indonesia, guys. Pulau kecil ini ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantainya keren abis, air lautnya jernih dan pasir putihnya halus banget. Pemandangan bawah laut di sini juga nggak kalah seru.
Kep. Derawan
Kepulauan Derawan Terakhir, kita punya Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur. Di sini ada 31 pulau dengan keindahan bawah laut yang keren banget, guys. Terumbu karangnya masih bagus banget, dan banyak banget biota laut yang bisa kamu liat. Keanekaragaman biota lautnya yang unik bikin Derawan jadi destinasi wisata bahari yang populer banget. Yang paling keren, selain snorkeling dan diving, kamu juga bisa berenang bareng ubur-ubur di Derawan. Tempat yang paling oke buat snorkeling atau diving adalah Pulau Sangalaki, yang terkenal banget sebagai tempat penyu hijau bertelur.
Jadi, itu dia 5 tempat diving terbaik di Indonesia. Semoga bisa jadi inspirasi buat liburan kamu, bro! (Sumber Foto @3will_bunaken)
...moreTripTrus.Com - Gengs, lo tau nggak sih? Indonesia tuh makin dilirik dunia, apalagi di dunia traveling! Tahun 2025 ini, TripAdvisor baru aja ngumumin tiga destinasi terbaik di Indo yang berhasil bikin dunia ngelirik—dan yes, semuanya dapet penghargaan Travelers' Choice Awards: Best of the Best! Gokil banget gak tuh?
Dari yang suka healing di pantai tropis, city life yang hustle banget, sampai petualangan alam yang bikin lo speechless, semuanya lengkap. Dan tiga tempat kece itu adalah Bali, Jakarta, sama Flores. Udah siap explore lebih dalam bareng gue?
1. Bali – Surga Tropis Buat Lo yang Suka Healing + Budaya
View this post on Instagram
A post shared by DJBALI TOUR (@djbalitour)
Bali tuh beneran nggak ada matinya, bro! Tiap tahun masuk list top destinasi di dunia, dan 2025 pun masih eksis banget. Lo yang demen alam, budaya, plus hiburan, semua ada di sini. Bayangin aja, pagi lo bisa yoga di Ubud sambil liat sawah, siang lanjut ke pantai, dan malam nonton tari tradisional sambil makan babi guling. Kombo mantap, kan?
Kalau lo pengen vibes yang lebih nyatu sama alam, coba deh jalan ke Bukit Campuhan—adem parah! Dan kalo lo main ke Nusa Penida, mampir ke Pantai Kelingking yang bentuk tebingnya tuh epic banget. Bahkan pantai ini masuk top pantai terbaik dunia 2024 lho!
Jangan lupa ke Pura Luhur Uluwatu juga. Sunset-nya di tebing itu bener-bener bikin speechless. Bali tuh bukan cuma soal pantai, tapi juga soal pengalaman spiritual, kuliner lokal yang unik, sampe budaya yang super kaya. Lo bisa banget dapet semuanya di satu pulau ini doang!
2. Jakarta – Kota Sibuk Tapi Banyak Hidden Gem Buat Lo Jelajahi
Siapa bilang Jakarta cuma soal macet dan gedung tinggi? Ternyata kota ini berhasil juga masuk list destinasi terbaik Asia versi TripAdvisor. Lo bisa ngeliat dua sisi Jakarta—modern yang penuh mall megah dan klasik yang penuh sejarah. Lo udah pernah naik ke puncak Monas belum? View-nya tuh mantap, apalagi kalau langit cerah.
Terus, Kota Tua juga wajib banget lo kunjungin. Serasa balik ke jaman kolonial, sambil mampir ke Museum Fatahillah atau ngopi santai di sekitaran. Kalau laper, cus ke Glodok! Chinatown-nya Jakarta ini surganya kuliner—ada bakmi legendaris, kwetiau, sampe es kopi jadul yang masih eksis.
Buat lo yang doyan shopping, Grand Indonesia sampe Plaza Indonesia tuh udah kayak surganya barang branded. Nggak heran kalau banyak turis juga betah di sini. Jakarta tuh paket komplit buat lo yang pengen city vibes tapi tetap bisa nikmatin budaya lokal.
[Baca juga : "Tradisi Wisata Nyentrik Di Indo Yang Bikin Lo Takjub Dan Nggak Bisa Lupa!"]
3. Flores – Buat Lo yang Cari Petualangan Anti-Mainstream!
Lo suka alam yang masih raw dan pengalaman yang beda dari yang lain? Flores jawabannya! Pulau ini tuh hidden gem Indo yang makin naik daun. TripAdvisor sampai rekomendasiin Labuan Bajo sebagai base camp lo buat mulai petualangan. Dari sini, lo bisa island hopping ke Taman Nasional Komodo. Serius, ngeliat komodo dari dekat tuh bikin merinding saking epic-nya!
Pulau Padar juga nggak kalah cakep, dengan view bukitnya yang iconic. Flores juga punya desa-desa adat yang vibes-nya tuh kuat banget. Misalnya Kampung Bena, lo bisa liat langsung tradisi megalitik yang masih dilestarikan.
Terus, Wae Rebo? Wah ini sih definisi “worth the hike”! Letaknya di atas gunung, dengan rumah-rumah kerucut yang super aesthetic. Perjalanan ke sana emang butuh effort, tapi begitu sampe, lo bakal ngerasa kayak ada di dunia lain.
Yuk, Mulai Rencanain Trip Lo ke Spot Terbaik Indo!
Masuknya Bali, Jakarta, dan Flores ke dalam top destinasi 2025 versi TripAdvisor buktiin kalau Indonesia tuh kaya banget akan pesona. Dari yang demen rebahan di pantai, ngulik budaya kota, sampai lo yang adventurous sejati, semuanya ada. Lo bisa mulai dari destinasi yang deket rumah dulu, atau langsung tancap gas buat roadtrip ke daerah yang belum pernah lo jamah.
Pokoknya, jangan nunggu nanti-nanti, gengs! Atur jadwal liburan lo dari sekarang, siapin itinerary, dan ajak circle lo buat ikut seru-seruan bareng. Lo nggak cuma dapet foto kece buat feed IG, tapi juga pengalaman yang nggak bisa lo beli di mana-mana. Jadi, siap jelajahi Indo dan temuin keajaiban di setiap sudutnya? Let’s go! (Sumber Foto @danielkordan)
...more