shop-triptrus



Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun

TripTrus.Com - Nah, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, lagi gencar-gencarnya menggarap Pulau Mansinam jadi destinasi budaya dan wisata religi tahun depan, guys! Si Bupati Manokwari, Hermus Indou, cerita kalau mereka punya rencana ambisius buat Pulau Mansinam. Mulai dari bikin pulau itu jadi pusat budaya religi di Papua sampe jadi destinasi wisata religi yang kelas dunia gitu, loh.       View this post on Instagram A post shared by Habema Buzeleck (@habema_buseleck) "Pulau Mansinam bakal diubah total jadi pusat budaya religi di Tanah Papua dan destinasi wisata religi yang nggak kalah sama yang lain," ujar Hermus sambil nyengir. Diketahui, Pulau Mansinam itu pertama kali disinggahi dua misionaris, Carl Willhem Ottow dan Johan Gottlob Geissler, tahun 1855. Mereka berdua ngajak warga setempat ke jalan Kristen Protestan, dan sejak saat itu, agama Kristen jadi dominan di Papua. [Baca juga : "Liburan Gokil Di Biak! Dispar Siapkan Destinasi Keren Buat Tahun Baru 2024, Ada Yang Baru Nih!"] Gara-gara sejarah itu, Pemkab Manokwari pengin banget ngegantikan Pulau Mansinam jadi tempat ziarah dan wisata rohani, bahkan bukan cuma di Papua tapi di seluruh Indonesia! Katanya lagi, nanti bakal dibangun Ottow Geissler International Convention Center (OGICC) yang megah banget di Pulau Mansinam. Gokil, kan? Proyek pengembangan Pulau Mansinam dimulai dengan bikin jalan lingkar sepanjang 10 kilometer. Nah, dana buat jalan itu bakal disupport sama Kementerian PUPR. Keren juga ya, ada support dari pusat! “Setelah jalan selesai, kita langsung bikin event keren, kayak lomba lari 10 km, sepeda santai, sampe lomba balap motor di Mansinam. Biar Pulau Mansinam jadi ramai dan asyik lagi!” seru Hermus semangat. So, prepare diri buat liburan religi yang seru nih, guys! (Sumber Foto @yolanda_duwiri) 
...more

Stop! Pikiran inilah yang sering menghambat Anda untuk traveling.

TripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya. Mitos 1: Traveling Itu Mahal Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.   Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.    Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.   Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.   Mitos 5: Menghambat Karier Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.   Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”   Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan? (Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)
...more

Kaya Bangunan Kuno, Gombong Diusulkan Jadi Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen memiliki ratusan buah gedung tua yang megah. Ada yang difungsikan sebagai obyek wisata, rumah tinggal, sekolah maupun kantor pemerintah. Namun sayang baru satu gedung yang sudah diproses untuk menjadi bangunan cagar budaya yaitu SMP Negeri I Gombong. "Padahal ditilik umur dan keunikan arsitekturnya, banyak yang layak jadi cagar budaya seperti rumah nenek pengusaha Martha Tilaar di Jalan SEmpor Lama Gombong yang kini tengah dipugar oleh ahli warisnya," ujar Sekretaris LSM Lembah Luk Ulo Kebumen, Ir Misbah Sukmadi, Selasa (01/10/2013). Berdasarkan kajian LSM Lembah Luk Ulo, sebagian besar gedung-gedung itu berumur diatas 100 tahun seperti Benteng Van der Wijck yang berumur 195 tahun karena berdiri tahun 1818. Di dekat nya, ada ratusan gedung tua yang masih dipertahankan bentuk aslinya dan difungsikan sebagai kompleks Sekolah Calon Tamtama TNI AD, rumah-rumah dinas anggota TNI, Rumah Sakit Umum DKT Gombong dan rumah-rumah pribadi warga masyarakat. Terpisah, Wakil Kepala SMPN I Gombong, Drs Dharmadi, menjelaskan bahwa proses pemberian status cagar budaya bagi gedung SMP Negeri I Gombong sudah dilakukan sejak 2005 lalu. Bahkan, gaung pemberian status cagar budaya sudah didengar oleh sejumlah kolektor barang antik. Diantaranya ada berniat membeli lantainya yang terbuat dari potongan-potongan batu granit hitam buatan Swedia dengan penawaran Rp 1,1 miliar. "Namun tawaran itu kami tolak karena kami ingin mempertahankan keaslian bangunan ini yang dibangun hampir bersamaan dengan Benteng van der Wijck dan RSU DKT Gombong. Saat ini kami tengah menunggu penyerahan Surat Keputusan (SK) tentang status cagar budaya dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala sehingga ada sumber anggaran untuk pemeliharaan gedung ini. Saat ini yang sudah keluar baru SK Juru Kunci Cagar Budaya untuk petugas penjaga sekolah," jelas Dharmadi. (Sumber: Artikel-Foto beritakebumen.info)
...more

Gembus Kuliner Khas Gombong Untuk Buah Tangan

TripTrus.Com - Ada satu jenis makanan khas yang unik dan dijumpai di daerah Gombong Kabupaten Kebumen. Mungkin banyak orang yang belum tahu dan tentu saja belum pernah mencicipinya.  Di daerah Gombong atau tepatnya daerah wonokriyo perempatan kalitengah yakni dari Gombong ke selatan, maka dapat dijumpai satu makanan yang disebut Gembus. Gembus sebenarnya makanan yang relatif cukup enak, khususnya jika dimakan saat malam dan masih hangat selepas digoreng. Makanan ini berasal dari ubi singkong dengan rasa yang tidak kalah dengan makanan-makanan kota. Gembus berbentuk untingan macam klanthing tapi berukuran lebih besar. Kalau klanthing digoreng sampai kering, maka geblek ini tidak sampai kering sehingga masih terasa liat saat digigit. [Baca juga : Yuk Ke Kudus, Lihat Museum Jenang Pertama Di Indonesia] Saya sendiri belum pernah melihat proses pembuatannya tapi mendengar dari cerita bapak penjualnya. Jadi proses pembuatannya mulai dari pengupasan singkong, kemudian dicuci dan diparut dengan mesin. Setelah itu parutan singkong diberi bumbu dan dikukus untuk dijadikan adonan. Dengan ditambah sedikit tepung maka adonan ini kemudian dibentuk menjadi berbentuk panjang dan melingkar seperti cincin. Gembus ini siap untuk digoreng dan dimakan. Jadi biasanya Gembus disiapkan oleh penjualnya dalam bentuk siap goreng seperti itu.   Belajarlah menyalahkan diri sendiri, karena menyalahkan orang lain tak perlu belajar. #gembus #pagiku A post shared by DiDotc (@dotcfreakz) onMar 9, 2018 at 1:34pm PST Penjual Gembus biasa berjualan dengan menggunakan angkringan yang dipanggul. Satu bagian untuk wadah Gembus siap goreng. Bagian yang lainnya untuk tempat anglo dan wajan penggorengan. Untuk menggoreng Gembus ini digunakan anglo tanah liat dengan bahan bakar arang. Tetapi kalau sekarang lebih banyak penjual Gembus yang menggunakan kompor minyak tanah atau kompor gas. Setelah di lokasi, kemudian mulai menggoreng Gembus ini dan disajikan di tempat dasaran dari bambu. Gembus digoreng dalam minyak yang cukup panas sehingga diperoleh Gembus matang dan tidak keras. (Sumber: Artikel kabarkebumen.com, Foto catatanalamat.blogspot.com)
...more

10 Obyek Wisata di Pacitan Yang Patut Dikunjungi

Pacitan merupakan sebuah kabupaten, yang terletak di ujung barat daya Jawa Timur, lebih kurang sekitar 270 Km dari kota Surabaya. Untuk menuju Pacitan, akan memakan waktu sekitar 5 - 6 jam perjalanan. Secara geografis, Pacitan berbatasan dengan Samudera Hindia dan dikelilingi oleh pegunungan kapur (karst). Pacitan juga memiliki daya tarik wisata alam yang menawan karena kontur wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan. Di sini, Anda akan menjumpai banyak pantai-pantai indah yang bisa Anda kunjungi. Selain itu juga terdapat goa-goa yang akan memberi kesan menarik dalam kunjungan wisata Anda. Memiliki goa yang berjumlah cukup banyak, Pacitan juga mempunyai julukan Kota 1001 Goa. Wisata alam Pacitan ini sangat cocok bagi Anda yang gemar menjelajah alam. Beberapa tempat wisata Pacitan diantaranya adalah: 1. Goa Gong Goa gong merupakan objek wisata yang cukup terkenal di kawasan jawa timur. Goa ini terletak 37 km dari Pusat Kota Pacitan, tepatnya di desa bomo, kecamatan punung, pacitan, jawa timur. Untuk menuju ke Goa Gong dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Goa dengan stalagtit dan stalagmitnya yang dinominasikan sebagai goa terindah di Asia Tenggara ini mampu memukau setiap wisatawan baik domestik maupun mancanegara.Selain itu, Goa ini menjadi sangat menarik karena kondisinya yang sangat menakjubkan. Di goa ini para pengunjung dapat menikmati berbagai bentuk stalaktit dan stalakmitn yang tumbuh alami di dalam goa dengan panorama yang sangat cantik. Di dalam goa suasananya tidaklah gelap karena disetiap sisi goa terdapat lampu berwarna biru dan hijau yang semakin membuat kondisi goa sangat indah dengan perpaduan warna lampu yang menerangi setiap sudut goa. 2. Goa Tabuhan Gua Tabuhan merupakan salah satu gua yang memiliki keunikan tersendiri. Gua Tabuhan diambil dari bahasa jawa tabuhan yang mempunya arti alat musik yang dimainkan. Gua Tabuhan dihiasi oleh stalaktit stalagmit batu kapur yang menghasilkan bunyi sesuai tangga nada ketika dipukul. Gua ini menjadi salah satu situs peninggalan purbakala dengan berbagai temuan fosil, termasuk gigi manusia yang masih menempel di dindingnya. Debur ombak atau kicauan burung merupakan musik alam yang sangat khas. Akan tetapi, di Gua Tabuhan, Anda akan mendengar alunan musik gamelan Jawa dari stalaktit dan stalagmit yang dimainkan para seniman. Letaknya berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Pacitan. Begitu tiba di area gua yang berada kurang lebih 40 km dari Pacitan ini, mulut gua akan langsung menarik perhatian Anda. Lubang selebar 16 m di lereng kawasan karst ini dihiasi dengan puluhan stalaktit batu kapur berwarna putih. Stalaktit-stalaktit ini begitu kokoh, mengingatkan YogYES pada gigi-gigi taring raksasa yang sedang menguap. Rongga gua luas dan lebar, dengan beberapa ceruk gelap di pojok-pojoknya. Meski sebuah jalur setapak bersemen sudah dibangun di dalam gua, namun Anda harus tetap berhati-hati dalam melangkah. Beberapa stalaktit masih meneteskan air dan membuat licin di beberapa bagian.   3. Goa Lureng Jaran Luweng Jaran merupakan goa terpanjang di Indonesia. Luweng Jaran terletak di desa Jlubang, Kec. Punung, Pacitan, Jawa Timur. Ditemukan pertama kali oleh penduduk setempat, kemudian di eksplorasi pertama kali oleh tim Ekspedisi Gabungan Anglo – Australian, yang didampingi oleh Penelusur Gua dari Indonesia pada tahun 1984.Goa Luweng Jaran ini memang tidak setenar Goa Gong dan Goa Tabuhan. Tapi, goa ini menawarkan sensai yang tidak dimiliki goa-goa lainnya. Disinilah kamu bisa menikmati petualangan menuju ke perut bumi. Goa Luweng Jaran ini punya lorong yang sangat panjang dan terhubung dengan goa lainnya. Konon,panjang lorong goa ini mencapai 48kilometer. Sepanjang goa, kamu bisa menikmati pemandangan ornamen-ornamen unik yang terbentuk secara alami.   4. Goa Song Terus Masih di Kecamatan Punung, tepatnya di Desa Mendolo Lor, ada sebuah goa yang diyakini menjadi tempat tinggal manusia purba, yaitu Goa Song Terus. Sejak ditemukannya kerangka manusia purba berusia 10 ribu tahun pada 1999, goa ini menjadi destinasi utama para arkeolog untuk meneliti sejarah manusia purba.Tentu tidak ada yang tahu nama sebenarnya dari manusia purba ini. Namun, warga sekitar sepakat menamainya Mbah Sayem. Mbah Sayem sendiri adalah seorang laki-laki berusia sekitar 40-50 tahun. Ketika ditemukan, ia sedang menggenggam alat batu dan alat kerja dari tulang.   5. Pantai Taman Pantai Taman berlokasi di Desa hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan tepatnya di teluk Pacitan. Anda dapat mencapai pantai ini dari arah solo, yogya dan surabaya melalui jalur lintas selatan. Posisi pantai ini tidak jauh dari jalur tersebut. Pantai yang membentang luas beradu dengan ombak pantai selatan yang besar memberikan pemandangan pantai yang indah. Tapi tidak hanya itu saja yang akan anda dapatkan di pantai Taman ini. Di pantai ini juga terdapat penangkaran penyu langka yang terbuka untuk umum. Jangan lupa untuk ikut mencoba Flying Fox terpanjang di Indonesia sepanjang 450 meter dari puncak bukit hingga Pantai Taman. Anda bisa melakukan wisata edukasi, kegiatan alam bebas dan wisata keluarga di satu tempat.   6. Pantai Teleng Ria Pantai Teleng Ria ini berada di Teleng ria, Sidoharjo, Pacitan. Pantai ini berbentuk melengkung sempurna sebagai bibir teluk Pacitan. Pemandangan pantai yang indah semakin bertambah indah dengan hijaunya Gunung Limo yang mengelilingi pantai tersebut. Di pantai ini terdapat banyak gardu pandang yang dapat digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Jangan lupa untuk bermain-main dengan pasir putih di sepanjang pantai. Untuk oleh-oleh, anda bisa membeli ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan yang ada di pantai ini. Berbagai fasilitas yang ada di pantai ini antara lain gardu pandang, kolam renang, penginapan, rumah makan, bumi perkemahan dan pemancingan. Anda bisa merencanakan banyak hal untuk berkunjung ke tempat wisata ini. 7. Pantai Srau Tersembunyi dan masih alami, Pantai Srau bisa dibilang adalah salah satu pantai yang paling indah di Pulau Jawa. Letaknya diDesa Candi, Kecamatan Pringkuku, sekitar 25 km dari Pacitan.Saat berkunjung kemari, kamu tidak hanya disuguhi satu, melainkan tiga pantai yang punya kekhasannya sendiri.Di pantai pertama, pasir putih sehalus bedak berpadu dengan buih putih dari ombak besar khas pantai selatan. Pantai kedua, pasirnya lebih kasar dan dikelilingi jejeran batu karang sehingga kamu bisa bermain air dengan lebih aman. Pantai yang ketiga sedikit berbeda dengan dua pantai lainnya. Tanpa hamparan pasir, pantai ini berupa jejeran batu karang yang bisa kamu gunakan untuk duduk sembari menikmati pemandangan. 8. Pantai Klayar Pantai Klayar ini terletak di Kecamatan Donorojo, sekitar 45 km dari kota Pacitan. Di sinilah kita bisa menemukan seruling laut, keunikan Pantai Klayar yang tidak akan kalian temui di pantai-pantai lainnya. Pantai Klayar memiliki air laut yang biru dan ombak yang sangat besar, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang. Bibir pantai dihiasi tumbuhan pohon kelapa dan gubug-gubug/lincak-lincak yang beratap daun kering, karang-karang diwilayah pasang surut juga masih terawat dengan alami.   Wisatawan juga bisa menyusuri karang-karang untuk menemukan kerang-kerangan Mollusca, dan bintang laut Echinodermata. Disamping itu juga di sepanjang batuan juga terdapat limpet dan rumput laut yang tumbuh disekitar bebatuan, Wisatawan bisa melihat langsung masyarakat setempat memanjat pohon kelapa guna diambil air deresan (bahan baku untuk pembuatan gula jawa) atau hanya untuk disuguhkan langsung kepada wisatawan sambil menikmati keeksotisan alam pantai Klayar. 9. Pantai Banyu Tibo Pantai Banyu Tibo terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorejo, masih segaris dengan Pantai Klayar. Jika mau menikmati pantai ini, datanglah saat surut pada pagi atau sore hari. Jika pasang tiba, tempat ini tak akan bisa dinikmati karena pantainya tergolong sempit.   Banyu tibo mempunyai makna ‘air jatuh’.Ya, pantai berpasir putih ini dinamai demikian karena keberadaan air terjun mungil yang terletak tepat di bibir pantai.Meski di pantai, kamu tetap bisa menikmati segarnya air tawar yang tumpah dari air terjun. Ya, puas-puaskan bermain di pantai dan sebelum pulang ke rumah, basuh rasa lengket di tubuhmu dengan air terjun itu. Tak ingin berenang atau basah-basahan? Kamu cukup duduk di atas batu-batu karang di sekitar pantai sembari menikmati pemandangan.   10. Sungai Maron   Sungai Maron berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Sungai Maron mengalir bermuara menuju Pantai Ngiroboyo. Sungai Maron adalah sungai yang vital bagi Desa Dersono dan Desa Sendang. Makanya, sungai ini terlihat bersih dan asri karena menjadi sumber air dan habitat alami ikan air tawar yang bisa dimanfaatkan warga desa.   Yang menarik, di sungai ini sering diadakan lomba dayung setiap tahunnya. Lomba ini untuk senang-senang dan tertawa-tawa saja, bahkan banyak peserta yang ujung-ujungnya malah tercebur sungai dan bukannya berkonsentrasi untuk menaklukkan garis finish.
...more

Banda Neira, Pulau Pala dan jejak 4 rumah pengasingan dalam Sejarah Indonesia

TripTrus.Com - Banda Neira itu, salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku, bro. Walaupun nggak gede-gede banget, tapi pesonanya tuh udah go internasional. Keindahannya nggak cuma bisa lo denger di cerita-cerita aja, coy! 6 Fakta tentang Banda Neira. Zaman dulu, Banda Neira tuh udah terkenal banget sebagai pulau penghasil pala yang harganya mahal banget. Saking berharganya, Belanda dulu mau nuker Banda Neira sama Manhattan (Niuew Amsterdam) dari Inggris, loh. Pulau ini juga pernah dijajah gara-gara kekayaan alamnya yang gila-gilaan, terutama pala sama rempah-rempah lainnya. Nggak cuma itu, Banda Neira juga punya benteng-benteng yang dibangun pas zaman penjajahan. Dan lo tau nggak, keindahan Banda Neira sampai diabadikan di uang rupiah! Dulu, Belanda pernah ngirim empat pahlawan kita buat diasingin di Banda Neira. Nih, gue kasih tau rumah-rumah pengasingan mereka: 1. Rumah Pengasingan dr. Cipto Mangunkusumo Rumah pengasingan dr. Cipto Mangunkusumo itu lokasinya di Jalan Pendidikan, Kelurahan Dwiwarna, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Deket banget sama Istana Mini Banda Neira yang dulunya markasnya pemerintah Belanda, bro. Rumah pengasingan ini juga deket sama rumah pejabat dan kantor pemerintahan Belanda. Cipto diasingin di sini selama 13 tahun, sebelum akhirnya dipindahin ke Ujungpandang. Rumahnya bergaya Indis, atapnya perisai tumpuk, dan dibagi jadi rumah utama, gudang, dapur, sama kamar mandi. 2. Rumah Pengasingan Iwa Kusumasumantri Sebelum akhirnya dipindahin ke Ujungpandang sampai Jepang masuk ke Indonesia, Iwa Kusumantri diasingin di Banda Neira sampai tahun 1941. Gara-gara tulisan pedasnya di koran Matahari Indonesia pada 17 Juli 1930, bro. Selama di Banda Neira, dia tinggal di sebuah bangunan satu lantai yang luasnya 358 meter persegi, lokasinya di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Dwiwarna, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Letaknya deket banget sama Gedung Klasis Gereja Banda. [Baca juga : "6 Taman Makam Pahlawan Yang Bisa Jadi Tempat Wisata Alternatif Buat Ngerayain Kemerdekaan RI"] 3. Rumah Pengasingan Bung Hatta       View this post on Instagram A post shared by Els (@laelinuraj) Bareng sama Sutan Sjahrir, Bung Hatta juga diasingin ke Banda Neira. Bung Hatta nyewa rumahnya De Vries, tuan tanah lokal. Lokasinya nggak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Sjahrir, tepatnya di Jalan Dr. Rehatta, Nusantara, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Di rumah ini, banyak barang-barang bersejarah, kayak mesin ketik yang dipake buat nulis ide-ide brilian Hatta. Dulunya, di belakang rumah ini juga ada sekolah buat anak-anak Banda. Rumah ini sempat dibom sekutu pada 1944 dan hancur lebur, tapi dibangun lagi, dan sekarang jadi tempat wisata sejarah yang wajib lo kunjungi kalo ke Banda Neira. 4. Rumah Pengasingan Sutan Sjahrir Sutan Sjahrir diasingin ke Banda Neira selama 6 tahun, dari 11 Februari 1936, setelah dipindahin dari Boven Digoel. Rumah Pengasingan Sutan Syahrir ada di Jalan Said Tjong Baadillah, Kelurahan Nusantara, Kecamatan Banda, Maluku Tengah. Dulunya rumah ini milik keluarga Baadillah, terus disewa oleh Sutan Syahrir selama masa pengasingannya di Banda Neira. Di sana, lo bisa liat koleksi barang-barang Syahrir, kayak gramofon dengan piringan hitamnya, mesin ketik, dan foto-foto jadul. Lo cuma perlu bayar Rp20 ribu buat sekali kunjungan, dan rumah ini buka dari jam 07.00 sampai 18.00 WIT setiap hari. Banda Neira, pulau yang cakep ini punya pemandangan alam yang keren banget, hasil bumi yang melimpah, plus sejarahnya yang bener-bener bikin penasaran. (Sumber Foto @ukhtipetualang) 
...more

Mengenang Pertempuran Laskar Paling Heroik di Serpong

TripTrus.Com - Pertempuran  Serpong  yang terjadi pada 26   Mei  1946   merupakan pertempuran rakyat paling heroik  pada class I di daerah sekitar Jakarta.  Pasalnya,  inilah pertempuran laskar rakyat dengan modal semangat yang memakan waktu panjang. Dan korban dari kedua belah pihak yang cukup panjang. Pertempuran bermula dari informasi yang diterima laskar rakyat, bahwa Belanda telah mendarat dan mengusai daerah Serpong . Sekitar  300 tentara Belanda sudah menempati pos –pos strategis.  Salah satunya, mendirikan pos komando di pertigaan  Cilenggang  - Cisauk.      Mendengar  Belanda yang  mengedepankan tentara KNIL-nya sudah menduduki Serpong  23 Mei 1946 pasukan laskar dari Desa Sampeureun, Kecamatan Maja berangkat  dengan jalan kaki  menuju Serpong.   TMP Seribu Serpong, tempat peristirahatan 238 pejuang yang tewas saat melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang, tepatnya pada 25 Januari 1946. . . . . . #cagarbudaya #situssejarah #monumen #tamanmakampahlawan #TMPseribu #serpong #daanmogot #pahlawan #indonesia #exploretangsel #tangsel A post shared by Glorio Makaminan (@gloriogm) onJan 21, 2017 at 7:22pm PST Pasukan berkekuatan 400 orang dibawah pimpinan KH Ibrahim ini  sesampai di Tenjo pasukan bergabung dengan pasukan laskar dari Tenjo yang dipimpin oleh KH Harun, seorang ulama yang terkenal sebagai Abuya Tenjo. Laskar Tenjo berjumlah sekitar 290 orang. Alhasil, dengan bergabung lascar Tenjo, semangat pun makin berkobar. 25 Mei 1946 kedua pasukan tersebut dengan menggunakan senjata tajam terus berjalan kaki menuju Parung  Panjang, daerah yang terletak  di sebelah barat Serpong. Disepanjang perjalanan menuju sasaran pasukan bertambah terus , di antaranya bergabung  pasukan laskar dari Kampung Sengkol yang dipimpin  Jaro Tiking. Dan bergabung pula  pasukan dari Rangkasbitung pimpinan Mama Hasyim dan Pasukan Laskar pimpinan Nafsirin Hadi dan E.Mohammad Mansyur. [Baca juga : Candi Jiwa, Wisata Purbakala Di Pesisir Karawang] Pada  25 Mei 1946 malam, para pimpinan pasukan berunding di daerah Cisauk dan diteruskan di Cilenggang untuk mengatur siasat pertempuran. Esoknya, 26 Mei 1946  sekitar jam 08. 30 Serpong di serang. Pasukan Pimpinan KH Harun menyerang dari belakang sedangkan Pasukan Pimpinan KH Ibrahim, pasukan pimpinan Mama Hasyim dan pasukan pimpinan E.Mohammad Masyur menyerang dari depan dengan melalui jalan raya Serpong. Dalam gerakan menuju sasaran pasukan mengumandangkan takbir “Allahu Akbar”.  Pasukan laskar rakyat maju terus dengan mengumandakan takbir dan Pasukan Belanda gencar menembaknya sehingga korban berjatuhan. Suara Takbir lambat  terus berkumandang.  Pertempuran berlangsung seru. Banyak  anggota lascar yang berhasil merebut  senjata Belanda. Dan Senjata tersebut lalu ditembakan ke mereka. Banyak pasukan Belanda yang mati.  Pertempuran yang berlangsung hingga pukul 20.00  WIB  itu  membuat   sekitar 238 laskar gugur, termasuk KH Ibrahim dan Jaro Tiking. Sementara pihak Belanda sekitar 102 orang tewas.   Selamat Hari Pahlawan #haripahlawan #pahlawan #tamanmakampahlawan #tmpseribu #serpong #tangerang A post shared by Ibank Muhammad (@ibank_ant) onNov 9, 2017 at 4:36pm PST Setelah pertempuran yang sengit, pihak  laskar pun berunding dengan  pihak Belanda  untuk  menguburkan  jenazah rekan mereka . Kesepatan terjadi.  Hanya saja, Belanda hanya mengizinkan  empat orang yang bertugas  menguburkan. Tak heran  jika mereka dimakakam ditumpuk dalam dua lubang . Makam mereka terletak tak jauh dari pertigaan Cilenggang – Cisauk, Kelurahan Cilenggang, Serpong. Namun karena  perkembangan zaman, makan  mereka  dipindahkan   di Jalan Raya Puspiptek. Mereka dikuburkan satu kubur satu jenazah. Dan tempat pemakaman  tersebut diberi nama Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu. Letaknya di jalan Raya  Pahlawan Seribu , Kecamatan Setu, Tangsel tak jauh dari Taman Tekno di BSD City. Meski namanya “ TMP Seribu ”, bukan berarti ada 1.000 makam pahlawan yang ada di TMP yang memiliki luas 9.835 meter persegi ini.  Tapi hanya ada 238 makam pahlawan yang ada di sini, ditambah dua makam lagi, sehingga total semuanya adalah 240 makam. Dengan rincian 151 makam dengan nama. 87 pahlawan tanpa nama. Dengan tambahan   enam makam baru. (Sumber: Artikel cipasera.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Menilik Pesona Candi Mendut

Bila Anda berada di pusat Kota Yogyakarta, dan hendak menempuh perjalanan ke arah Magelang menuju Candi Borobudur, maka sebelum sampai ke Candi Borobudur Anda akan disajikan pemandangan candi yang terlihat tidak utuh. Candi tersebut bernama Candi Mendut. Candi yang bercorak Budha ini biasa digunakan sebagai tempat upacara-upacara pemujaan.Dilihat dari sejarahnya, berdasarkan Prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi, nama Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Namun beberapa peneliti masih meragukan nama itu, yang sebenarnya lebih cocok diberikan kepada Candi Ngawen.Pintu Candi Mendut menghadap ke barat. Pada bagian luarnya terdapat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah Dewa Budha. Sebelah utara candi, terdapat relief Dewi Tara yang diyakini sebagai sakti Budha. Di sebelah timur, terdapat relief Awalokiteswara. Di sebelah selatan, terdapat kisah Manjusri. Sementara, di bagian lainnya terdapat relief raja-raja dari Dinasti Sailendra.Pada dinding tangga tergambar relief cerita Jetaka. Cerita yang juga dikenal dengan nama cerita Tantri ini mengisahkan tentang makhluk-mahkluk khayangan seperti burung berkepala dua dan bidadari-bidadari. Memasuki ruangan dalam candi, pengunjung akan menemukan sebuah patung Budha Cakyamuni. Patung itu terlihat duduk dengan posisi tangan dalam sikap Dharmacakraprawartana Mudra. Salah satu yang menarik dari Candi Mendut adalah jika dilihat dari kejauhan bentuk candi ini seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh. Bagian atas Candi ini sempat runtuh dan tidak diperbaiki kembali. Beberapa bagian candi juga pernah runtuh dan mengalami pemugaran. Dasar Candi Mendut kini terbuat dari batu bata kemudian dilapisi dengan batu asli seperti yang bisa dilihat pengunjung saat ini.Di sekitar Candi Mendut terdapat berbagai penjual pernak-pernik khas Yogyakarta. Bagi pengunjung yang suka dengan wisata belanja, mengunjungi Candi Mendut bukanlah suatu hal membosankan. Apalagi suasana sekitar candi yang nyaman dan asri membuat pengunjung makin betah berlama-lama di tempat ini. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Ide Wisata Liburan Lebaran Yang Seru: 5 Destinasi Populer di Indonesia

TripTrus.Com - Hai Sobat Triptrus! Hari raya Idul Fitri atau Lebaran adalah momen spesial yang sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ini merupakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman tercinta setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Di samping itu, momen libur Lebaran juga bisa dimanfaatkan untuk berlibur ke berbagai tempat wisata seru di Indonesia. Berikut adalah lima opsi destinasi wisata yang menarik untuk mengisi liburan Lebaran di Indonesia: 1. Bali       View this post on Instagram A post shared by Snehal | Neeraj (@travel_with_snehal) Bali selalu menjadi destinasi wisata yang populer di Indonesia. Selain keindahan alamnya yang memukau, Bali juga terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan ramah tamah penduduknya. Saat liburan Lebaran, Sobat Triptrus dapat berjemur di pantai, berselancar, menikmati pemandangan dari puncak gunung, dan menikmati kuliner khas Bali seperti bebek betutu, sate lilit, dan ayam betutu. 2. Yogyakarta Yogyakarta adalah kota yang kaya akan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Terdapat banyak tempat wisata di Yogyakarta yang dapat dikunjungi, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Kraton Yogyakarta, dan Goa Jomblang. Selain itu, Yogyakarta juga terkenal dengan kuliner khasnya seperti gudeg, nasi kucing, dan bakpia. 3. Lombok Lombok adalah pulau yang terletak di sebelah timur Bali. Pulau ini terkenal dengan keindahan pantainya yang memukau seperti pantai Kuta, pantai Tanjung Aan, dan pantai Senggigi. Selain itu, di Lombok juga terdapat Gunung Rinjani, gunung tertinggi kedua di Indonesia yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. 4. Bandung Bandung adalah kota di Jawa Barat yang terkenal dengan keindahan alamnya seperti lembah Gunung Tangkuban Perahu, Kawah Putih, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Selain itu, Bandung juga terkenal dengan kulinernya seperti batagor, siomay, dan makanan khas Sunda. [Baca juga : "Ingin Liburan Yang Lebih Bermakna Dan Berkah Saat Bulan Ramadan? Simak Beberapa Tips Berwisata"] 5. Labuan Bajo Labuan Bajo adalah kota yang terletak di ujung barat Pulau Flores. Kota ini terkenal dengan keindahan alamnya seperti Pulau Komodo yang menjadi habitat hewan komodo, pulau-pulau kecil yang memukau seperti Pulau Padar dan Pulau Kelor, serta keindahan bawah lautnya yang menakjubkan. Saat liburan Lebaran, Sobat Triptrus dapat mengunjungi Labuan Bajo untuk menyaksikan hewan komodo secara langsung dan snorkeling di perairan Labuan Bajo. Itulah lima opsi destinasi wisata menarik untuk mengisi liburan Lebaran di Indonesia. Selamat menikmati liburan Sobat Triptrus! (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @jiaqianqianqian) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...