shop-triptrus



Misteri Candi Sukuh

Di bagian barat lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebuah bangunan bernama Candi Sukuh yang menyimpan misteri tersendiri. Sebagai salah satu dari beberapa candi yang terdapat di kaki Gunung Lawu, Candi Sukuh memiliki keunikan baik dalam hal bentuk bangunan dan relief serta patung-patung yang berada di sekitarnya. Di pertengahan abad ke-15, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran, dengan masuknya agama Islam yang menyebabkan makin berkurangnya penganut agama Hindu di Jawa. Tapi di saat itu para penguasa Majapahit mendirikan Candi Sukuh di kaki Gunung Lawu, yang dianggap sebagai tempat sakral untuk memuja para arwah leluhur dan sebagai perlambang kesuburan. Maka tidak heran apabila di Candi Sukuh ditemukan banyak relief lingga dan yoni, perlambang alat kelamin pria dan wanita.Sir Thomas Raffles, penguasa Jawa pada masa itu, mengunjungi Candi Sukuh dan melihat kondisi candi itu dalam keadaan yang penuh kerusakan. Banyak patung yang dirusak, bahkan sebuah patung lingga berukuran besar pecah menjadi dua bagian. Raffles menyimpulkan bahwa perusakan ini dilakukan oleh para penganut agama Islam di abad 16, berdasarkan pola kerusakan yang sama di daerah-daerah yang menjadi titik penyebaran agama Islam.Berbeda dengan kebanyakan candi agama Hindu lainnya, Candi Sukuh tidak menghadap ke arah terbitnya matahari, melainkan menghadap ke arah barat. Selain itu, bentuk bangunannya juga berbeda. Bisa dibilang bahwa bangunan Candi Sukuh sekilas mirip dengan bangunan suku Maya di Amerika Selatan yang lebih mirip dengan piramid terpotong yang dikelilingi oleh monolit dan patung-patung besar. Bentuk bangunan Candi Sukuh lebih menyerupai trapesium dengan tiga teras bertingkat dengan satu anak tangga di bagian tengah sisi depan candi tersebut. Bentuk ini diperkirakan dibuat karena semakin berkurangnya pengaruh agama Hindu, yang menyebabkan pembuat candi kembali menggunakan desain dengan pola animisme.Saat memasuki Candi Sukuh, jelas terlihat relief yang menggambarkan hubungan badan dengan penggambaran lingga dan yoni. Tapi jangan berpikiran kotor dulu, TripTroops, bentuk-bentuk itu merupakan lambang untuk menghilangkan atau menyembuhkan segala kekotoran di dalam hati. Dahulu, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Patung ini kemudian dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional di Jakarta. Di sisi sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat relief raksasa yang menggigit ekor ular. Relief ini merupakan lambang dari sengkalan memet (lambang tahun pembuatan) yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun diselesaikannya pembuatan Candi Sukuh. Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief raksasa memakan manusia, yang juga merupakan sangkalan memet dengan arti yang sama dengan gapura sisi utara.Selain bangunan candi, di Candi Sukuh juga dapat ditemui berbagai relief, seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Lalu ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa yang ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Selain itu, ada beberapa patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam (maaf) alat kelaminnya.Untuk mencapai Candi Sukuh, TripTroops bisa menggunakan jalur Solo, dengan menaiki bus jurusan Solo-Tawangmangu. Sebelum sampai di Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Pandan dan menaiki bus atau angkot menuju Pertigaan Nglorog. Sesampai di sana, Candi Sukuh bisa dicapai dengan menaiki ojek - kendaraan satu-satunya yang menuju Candi Sukuh karena jalannya yang cukup terjal. Kalau TripTroops tidak biasa berjalan di jalur menanjak yang terjal, disarankan untuk menumpangi ojek. Dan dengan menambah sedikit biaya, ojek dapat diminta menunggu karena tidak ada kendaraan yang menunggu di Candi Sukuh. Untuk masuk ke Candi Sukuh juga tidak mahal. Ada sedikit biaya untuk membayar tiket yang harganya berbeda untuk pengunjung lokal dan pengunjung mancanegara.   Photos courtesy of: Wikipedia
...more

Pulau Ini Lebih Mahal dari Manhattan

Pulau Rhun adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda Indonesia. Pulau ini memiliki panjang 3 km dan lebar kurang dari 1 km. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jarak pulau ini dari Bandaneira sekitar 1 setengah jam sampai 2 jam. Pulau ini sangat indah jika dilihat dari ketinggian atau dari atas. Dan harus kalian tahun bahwa pulau ini sekitar tahun 1665-1667 pernah ditukarkan dengan New Amsterdam yang sekarang bernama New York City. Sumber: Foto @nooneenine Pulau Rhun saat air meti atau surut, sangat terlihat jelas bahwa susunan karang yang timbul tenggelam membuat kapal-kapal yang ingin berlabu harus melewati sisi kanan kampung ketika menghadap ke arah rumah penduduk atau hanya berlabu di bagian luar. Ketika air surut selalu tenang dan di balik ketenangan ada kenyamanan dalam jiwa. Sumber: Foto @kaoslenganpanjang Mungkin kalau di Bandaneira sudah tidak asing lagi dengan jembatan jodoh, ya di Pulau Rhun juga terdapat jembatan jodoh yang bentuknya sama membentuk huruf T, namun bedanya kalau di Bandaneira di gunakan untuk orang-orang yang pergi mencari ikan atau sekedar berlabu kapal fiber kecil atau ketinting sedangkan di Pulau Rhun digunakan sebagai dermaga penumpang keluar masuk desa ini. Sumber: Artikel dan Foto barondamaluku.com
...more

Banyuwangi Sumbang Acara Paling Banyak untuk Kalender Wisata Indonesia

TripTrus.Com - Tahun 2018 ini, Banyuwangi akan mengadakan 77 acara festival dan karnaval yang mengundang wisatawan. Dari semuanya, ada tiga acara yang dipilih Kementerian Pariwisata untuk masuk menjadi 100 acara unggulan, di Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, mengatakan Banyuwangi jadi kota kecil yang paling banyak diambil acaranya menjadi 100 acara terbaik pariwisata Indonesia. Dari 77 festivalnya di 2018, ada tiga acara menjadi bagian dari program 100 CoE WI 2018. "Event yang masuk CoWI 2018 itu kriterianya dilihat dari cultural values, comercial values, konsistensi, jadi udah dilakukan berapa taun, dan reportnya bagaimana. Juga direct dan indirect impact," tuturnya di Kementerian Pariwisata. Berikut tiga festival di Banyuwangi yang masuk ke CoE WI 2018. 1. Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), 10 November 2018   Its not enough . Be brave and improve yourself. Prove that you can do it πŸ˜‡πŸ™πŸ’ͺ I give ma best not for fight, For BANYUWANGI to GOD πŸ™πŸ˜‡ #ArmyofGod #banyuwangiethnocarnival #banyuwangiethnocarnival2016 A post shared by CottonCandyπŸ₯1998 (@paulinapinkylim11__) onNov 7, 2016 at 6:28am PST Salah satu acara terbesar Banyuwngi ini masuk dalam TOP 10 Nasional Events (EoE WI) disejajarkan dengan acara ternama kelas internasional dari Indonesia. Banyuwangi Ethno Carnival atau Karnaval Etnik Banyuwangi atau sering disebut BEC adalah sebuah even karnaval busana yang setiap tahun digelar dalam rangkaian Banyuwangi Festival di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rute yang dilalui adalah dari Taman Blambangan hingga Kantor Bupati Banyuwangi melewati jalan-jalan protokol Kota Banyuwangi sepanjang 2,2 kilometer. 2. International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), 23-26 September 2018   #banyuwangi#isunbanyuwangi#etape2#internationaltourdebanyuwangiijen2016 A post shared by Lutfi Aldi Bing Sla πŸŽ– (@lutfialdibings12) onMay 11, 2016 at 7:53pm PDT Tur balap sepeda ini diselenggarakan tiap tahun sejak 2012. ITdBI diikuti para pembalap dari puluhan negara asing antara lain : Perancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. Tahun ini, ITdBI berlangsung selama 3 hari dari etape pertama sampai etape keempat. ITdBI menempuh total rute sejauh 555 kilometer. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan berpacu mendaki Gunung Ijen, yang terkenal di dunia dengan fenomena api birunya. 3. Gandrung Sewu, 20 Oktober 2018   Gandrung Sewu . #gandrungsewu #gandrungsewu2017 #banyuwangi #explorebanyuwangi #ayodolan #jawatimur #telkomselmerahputih #geonusantara #humanpotrait #canonindonesia #canon6d #canonphotography #canon70200mm #womaninframe #beutifuldestination #portrait #portraitmood #culture #people #human A post shared by Tri Junaedi Sabri (@tri.junaedi.sabri) onFeb 2, 2018 at 10:08am PST Acara tarian tradisional yang menyertakan 1000 penari secara masal ini masuk TOP 100 Nasional Events (CoE WI) 2018. Berlokasi di pinggir pantai, ribuan penari tersebut menarikan tari gandrung, dan ditonton ratusan ribu orang wisatawan. Selama gelaran tersebut terdapat beberapa sesi atau segmen. Dalam satu sesi, penari akan menarikan ragam gending, tarian tradisional Banyuwangi. Beberapa diantaranya ialah gending kembang pepe, seblang lukento, sekar jenang, sondreng-sondreng dan kembang dirmo. (Artikel: kompas.com, Foto flickr.com/harizzan)
...more

5 Spot Tempat Wisata Tersembunyi di Indonesia dengan Pemandangan Mewah!

TripTrus.Com - Pengen coba tempat liburan anti mainstream? Selagi masih ada waktu, coba deh visit tempat liburan terbaru. Destinasi wisata kekinian ini harus masuk ke daftar liburan 2018 kamu nih. Seru banget menjelajahi keindahan surga tersembunyi di Indonesia. Selain instagramable, kamu juga bisa menikmati ruang terbuka tempat berkumpul santai. Lumayan untuk menambah koleksi foto kece badai. Yuk, intip 5 spot tempat wisata tersembunyi di Indonesia dengan pemandangan mewah! 1. Sudah Berkunjung ke Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur? Nikmati Pemandangan Indah yang Spektakuler   Simply fall in love with life 🌻 . . . #travelgram #exploreindonesia #indotravellers #labuancermin A post shared by Vira Prisandi (@viraprisandi) onJun 21, 2018 at 2:14am PDT Jika berkunjung ke Danau Labuan Cermin, pasti kamu akan terpesona dengan air danau yang jernihnya memanjakan mata. Dikelilingi pepohonan hijau rimbun, sangat mendukung kalau kamu ingin melepaskan penat.  2. Pulau Moyo, Sumbawa Destinasi Menakjubkan Cocok untuk Kamu si Petualang Sejati   Legendary "Mata Jitu Waterfall", πŸ“Moyo Island, Sumbawa NTB - Indonesia #hiddenparadise #moyoisland #pulaumoyo #sumbawa #sumbawabesar #ntb #indonesia #photooftheday #dedikevinmolajake #pesonaindonesia #matajitu #travelblogger #travel #traveling #traveler #traveller #sumbawaisland #hiddenparadise #paradiseisland #beautiful #beautifuldestinations #pieceofheaven #matajituwaterfall #beautifulplace #pesonaindonesia #wonderfulindonesia #lensaindonesia #beautifulview #amazingplace #travelphotography A post shared by Dedi Kevin Molajake (@dedi_kevin_molajake) onJun 19, 2018 at 7:02am PDT Suasana Pulau Moyo masih sangat alami dan nggak ramai pengunjung. Jika kamu senang menjelajah, sebaiknya kamu harus liburan ke sini. Ada pantai, hutan tropis, hingga air terjun Mata Jitu yang airnya berwarna hijau kebiruan. 3. Tertarik Melihat Birunya Air di Pulau Labengki, Sulawesi Tenggara? Pasti Bikin Nggak Mau Pulang Deh   Blue Lagoon in Labengki is the definition of amazing. We had to do a vertical rock climbing a teeny bit before getting to the lagoon. Stones can be a bit sharp, be sure to bring hand gloves. Water was clear and cold, we just float around while some of us jumped into the water from the rock cliff. . #labengki #indonesia #wonderful #wonderfulindonesia #bluelagoon #kakabantrip #akujalanjalanloh #sultra #exploresultra #exploreindonesia #indahnyaindonesia #travelgram #travel #travelrack #asia #celebes #wanderlust #sulawesitenggara A post shared by Elisse (@elissems) onAug 21, 2018 at 7:26pm PDT Rasakan sensasi berkunjung ke mini Raja Ampat di Pulau Labengki. Surga tersembunyi Indonesia ini nggak terlalu jauh dari pusat kota Kendari. Ada sebuah laguna cantik bernama Blue Lagoon, memiliki air berwarna biru jernih dengan hamparan karang dan biota laut di dalamnya. 4. Dapatkan Pengalaman Seru Menginap Sambil Menikmati Jutaan Bintang dalam Pantai Ora, Maluku   PANTAI ORA Pantai Ora adalah suatu pantai yang terletak pulau Seram, kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Pantai yang berlokasi di ujung barat teluk Sawai ini berada di sebelah desa Saleman dan desa Sawai, di tepi hutan Taman Nasional Manusela. Pantai Ora memiliki karakteristik pantai yang berpasir putih dengan air yang sangat jernih dan tenang dengan kekayaan terumbu karang, ikan dan aneka ragam biota laut lainnya. Pantai Ora dan desa Sawai merupakan objek wisata di teluk Sawai yang setiap tahunnya dapat menyedot sekitar 500 wisatawan dari dalam dan luar negeri (2013). Pantai Ora memiliki resor penginapan yang mengambang di atas pantai. Sementara di desa Sawai terdapat pondok wisata yang berada di antara pemukiman penduduk yang juga terapung di pantai. Berbagai kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pantai Ora antara lain wisata alam, wisata tirta, snorkeling, selam, wisata kuliner, jelajah gua dan fotografi. #wisata #pantai #ora #pantaiora #maluku #wisatamaluku #wisataalam #wisataindonesia A post shared by Andika Tirta Dwi Saputra (@andika_tds) onAug 18, 2018 at 8:13pm PDT Mau liburan ke Maldives tapi mahal? Coba ke Pantai Ora, keindahan panoramanya begitu indah. Jernihnya laut di sini membuatmu dapat melihat karang dan ikan tropis tanpa harus menyelam. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Indonesia Yang Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Asing"] 5. Siapa yang Nggak Tau Taman Nasional Baluran, Banyuwangi? Kece banget kayak Little Africa   Ku tak perduli tentang apa yang orang katakan tentangku, karena yg ku tau inilah jalanku yg mungkin banyak diantara mereka memandang sebelah mata sehingga yg terlihat hanya sebuah kekurangan. Ku kan terus berjalan sehingga pada suatu hari mereka membuka kedua matanya dan melihat siapa aku ini. --------------------------------------------------------------- . ACE JALAN JALAN --------------------------------------------------------------- . " Jalan Lagi, Jalan Terus Yuk Jalan Jalan" ---------------------------------------------------------------- Lokasi. : Taman Nasional Baluran Banyuwangi Jawa Timur . -------------------------------------------------------------- #acejalanjalan #baluranbayuwangi #banyuwangi #baluran #banyuwangi #opentrip #opentripbanyuwangi #mypermatawisata #sapanusantara #vloger #vlogerbogor #dirgahayurepublikindonrsia #indibesiamerdeka #visitbanyuwangi #wonderfullbanyuwangi A post shared by ace burhanudin (@ace_burhanudin) onAug 20, 2018 at 5:16am PDT Di Taman Nasional Baluran kamu bebas menjelajah padang savana seluas di Afrika. Ditambah lagi ada satwa liarnya juga loh, seperti banteng, rusa, monyet, hingga burung merak. Kawasan ini memiliki gunung, hutan evergreen, hutan mangrove, dan pantai berpasir putih. So, manakah destinasi terkeren yang akan kamu kunjungi di liburan tahun 2018? Nggak perlu nunggu akhir tahun, kamu bisa ajukan cuti dari jauh hari kok. (Sumber: Artikel blog.jakmall.com Foto vakansinesia.com)
...more

Awal 20-an Adalah Usia Yang Paling Pas Untuk Memperbanyak Traveling. Kenapa?

Hidup ini tak ubahnya sebuah rangkaian perjalanan. Kita akan melewati fase-fase kehidupan dengan tingkat komplektivitas yang beragam. Semakin bertambahnya umur, semakin bertambah pula tanggung jawab yang harus kita pikul. Apa yang kita lakukan di masa muda adalah refleksi dari apa yang akan kita dapatkan di masa tua Di masa tua nanti, ada banyak hal yang akan membuat kita sadar lalu perlahan akan menyesalinya. Salah satu hal paling sering disesalkan oleh generasi lanjut adalah seringnya membuang-buang kesempatan untuk traveling saat masih muda. Hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah perusahaan travel di Inggris melalui sebuah survei. Hasil survei yang melibatkan responden dengan usia 35 tahun keatas tersebut menyebutkan bahwa 3/4 dari 2000 responden mengungkapkan penyeselannya karna tak sering traveling ketika masih muda Mark Twain, seorang penulis terkenal abad 19 juga pernah mengatakan hal yang kurang lebih sama "Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover" Selagi masih muda, kita memang sangat disarankan untuk sering-sering traveling mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan pula ragu untuk sesekali mencoba solo traveling guna menempa mental dan memperkuat jati diri. Dengan traveling, kita akan semakin sadar bahwa dunia ini ternyata sangatlah luas. Bahkan lebih luas dari yang kita banyangkan. Dari rentang waktu yang masuk dalam hitungan muda, awal 20-an adalah waktu yang paling ideal untuk memperbanyak traveling. Awal 20-an yang dimaksud disini adalah antara 20 s/d 24 tahun. Kenapa awal 20-an adalah waktu yang ideal untuk memperbanyak traveling. 1. Masih mudah mencari teman perjalanan Rata-rata, mereka yang saat ini masih berusia di pertengahan 20-an tahun masih aktif di kampus. Bertemu dengan teman pun masih sangat mudah karna kesibukan yang dijalani masih sama yakni kuliah. Frekuensi pertemuan yang masih tinggi akan membuat kita lebih mudah untuk ngobrol dan merencakan perjalanan bersama teman-teman kampus. Beda halnya dengan mereka yang sudah lulus. Frekuensi pertemuan yang semaking berkurang serta perbedaan aktivitias membuat mereka susah untuk merencakan liburan bersama. Selagi masih punya banyak waktu untuk bertemu dan main bareng sahabat, manfaatkanlah itu untuk sering-sering traveling bersama. Tidak harus jauh-jauh sampai ke luar pulau atau keluar kota. Jalan-jalan ke pantai saat weekend pun juga bisa manfaatkan untuk menikmati quality time bersama teman. 2. Tuntutan hidup belum tinggi Semakin bertambanya umur, semakin tinggi pula tuntutan hidup yang harus kita penuhi. Sebelum dihadapkan pada tuntutan hidup yang lebih tinggi dan kompleks, nikmatilah masa muda dengan cara anak muda. Di usia 20 s/d 24 tahun, tuntutan hidup setidaknya belum seberat ketika kita telah menginjak angka 25 keatas. Saat usia kita telah memasuki angka 25, mau tak mau kita harus siap untuk menerima tuntutan yang lebih tinggi. Salah satu yang paling umum adalah tuntutan untuk menikah. Setiap orang tentu sudah punya perhitungan sendiri tentang kapan ia harus menikah. Tapi, kita tak bisa mengelak pada digit angka pada umur. Apalagi jika kita mulai mendapati satu persatu teman telah menemukan cintanya masing-masing. Menikah hanyalah satu dari sekian banyak tuntukan hidup yang harus kita hadapi ketika usia kita mulai beranjak ke angka 25. Masih banyak tuntutan-tuntutan lain yang harus kita hadapi sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat. 3. Untuk menabur benih pertemanan Mempunyai banyak teman tidak akan pernah ada ruginya sama sekali. Kalau kita sering traveling, kesempatan kita untuk bertemu orang-orang dari berbagai daerah dengan latar yang berbeda akan semakin besar. Mereka yang kita temui dalam perjalanan akan mudah untuk dijadikan teman karna pada dasarnya, orang yang gemar traveling juga suka menjalin pertemanan dengan siapa saja. Semakin sering sering kita traveling, semakin banyak pula teman yang akan kita dapat. Hidup dengan banyak teman adalah hidup yang menyenangkan. (Sumber: Artikel yukpiknik.com Foto JKTjalanjalan)
...more

Wisatawan Indonesia Nomor 3 Paling Digital di Dunia

TripTrus.Com - Travelport merilis hasil risetnya tentang potret wisatawan dunia. Ada 19 negara yang disurvei potret wisatawannya. Dan wisatawan Indonesia menempati posisi ketiga paling digital di dunia, setelah India dan Cina. Berikut hasil lengkap hasil riset Travelport seperti dipaparkan Mark Meehan, Managing Director Asia Pasific Travelport dan Raymond Setokusumo Predir PT Galileo Indonesia Perdana yang juga di Restoran Plataran Menteng. Travelport melakukan survei pada 11 ribu responden wisatawan global dengan rentang usia 19-55 tahun, khusus melihat penggunaan alat digital dalam merencanakan, memesan dan melakukan perjalanan. Dari 19 negara wisatawan yang disurvei, salah satunya Indonesia. Hasilnya menarik, traveler Indonesia ternyata berada di posisi tiga bisa paling digital. Ada empat tahapan perjalanan wisatawan yang disurvei: planning (perencanaan), booking (pemesanan), the journey (perjalanan) dan in destination (di tempat tujuan). The Global Digital Traveler Research yang dilakukan Travelport ini merupakan survei online memanfaatkan sampel wisatawan Toluna Research pada bulan Agustus 2017. Resoponden yang disurvei setidaknya telah melakukan satu penerbangan kembali tahun lalu. Wisatawan Indonesia menjadi salah satu yang diriset dikatakan Meehan, mengingat pertumbuhan pariwisata di Indonesia tumbuh secara signifikan sekitar 25,68 persen pada tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya. “Kami berharap dengan paparan riset ini, bisa menjadi acuan penyedia layanan perjalanan, agar tetap relevan dalam memberikan alat dan konten digital yang tepat waktu yang merupakan sarana penting dalam menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia mulai dari mereka merencanakan perjalanan hingga kembali dari perjalanan mereka,” terang Meehan. Raymond menambahkan, itulah mengapa penting bagi pelaku di bisnis perjalanan dan wisata beradaptasi dengan perkembangan digital wisawatan Indonesia. Apakah itu agen wisata maupun airlines. Ia menyebut mengutip angka IATA (The International Air Transport Association) setidaknya ada 360 juta orang Indonesia akan melakukan perjalanan pada 2036. “Tahun 2016 saja angkanya sudah mencapai 120 juta, diprediksikan akan ada tambahan sekitar 235 juta penumbang baru,” imbuhnya. Menurut Raymond, dulu dukungan digital hanya untuk transaksi saja. “Sekarang dengan dukungan digital, airlines pun terus beradaptasi. Penumpang kini bisa menentukan posisi tempat duduk, menentukan maksimal bawaan mereka. Dulu dibatasi hanya satu batasan maksimal, sekarang dengan banyak pilihan. Kita jadi lebih fleksibel,” ujarnya. Meehan menambahkan temuan Travelport menunjukkan pentingnya alat digital bagi wisatawan sepanjang perjalanan mereka. “Kami mengindentifikasi adanya kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global nilainya 7,6 triliun dolar Amerika untuk beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan,” ujarnya. Travelport merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan solusi digital baik untuk agen travel maupun airlines. Di Indonesia, Travelport menjadi rekanan bagi Panorama, Dwidaya, Smilling Tour juga Traveloka dalam membangun digital platform mereka. Total ada 400 perusahaan termasuk airlines yang sudah menjadi rekanan mereka. Ketika melakukan perencanaan perjalanan (planning), 93% wisatawan Indonesia menggunakan video dan foto di media sosial yang diunggah temannya dalam menentukan tujuan wisata mereka. Angka ini sangat tinggi dibanding negara lain di Asia Pasifik yang hanya 76%. Dan 71% wisatawan yang diriset menggunakan pencarian suara ketika mencari tujuan wisata, angka ini kedua setelah Cina hanya beda 1 persen dengan 72%. “Walau demikian menariknya, mereka masih membutuhkan konsultasi dengan agen perjalanan profesional dalam memutuskan perjalanan wisata mereka. Ini ditunjukkan dengan 84 persen wisatawan menggunakan konsultasi agen perjalanan,” terangnya. Saat pemesanan perjalanan, saking digitalnya wisatawan Indonesia, mereka akan memilih hotel yang memiliki fasilitas wifi di dalam kamar mereka. “Wisatawan Indonesia akan menolak jika hotel men-charge untuk wifi, sekitar 63 persen angkanya, beda sedikit dari angka global 61 persen,” ungkap Meehan. Dan ketika booking, 68% wisatawan melakukannya melalui ponsel pintar mereka. Bahkan untuk corporate trip pun, 35% bahkan melakukannya melalui aplikasi mobile. Dan 43% responden menyatakan frustasi jika harus memesan elemen-elemen perjalanan secara terpisah, semisal booking tiket pesawat, hotel atau trip wisata mereka secara terpisah. Ketika dalam perjalanan pun demikian, wisatawan Indonesia ingin selalu terhubung dengan keluarga atau koleganya. Ini ditunjukkan dengan 84% menyatakan bahwa ingin selalu terhubung saat bepergian apakah melalui telepon internet maupun video call. “Dalam perjalanan mereka tidak ingin dibuat ribet dengan urusan print tiket, ini terlihat dari 80 persen menyatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan lebih mudah,” terangnya. Saat sudah tiba di tujuan, 64% wisatawan bisnis sangat menghargai layanan concierge di ponsel pintar mereka. “Lalu 57 persen pelancong lebih memilih check in hotel melalui aplikasi dan 80 persen yang disurvei menyatakan akan memberikan review pada hotel dan restoran yang mereka kunjungi, sedangkan riset global menunjukkan hanya 75 persen memberikan review,” ujarnya. (Sumber: Artikel swa.co.id)
...more

Berencana Traveling Di Indonesia Oktober 2024? Ini Semua Yang Harus Lo Tau!

TripTrus.Com - Indonesia itu terdiri dari lebih dari 13.000 pulau, masing-masing punya vibe yang unik dan keragaman yang kece abis. Makanya, gak heran deh kalo Indonesia jadi salah satu destinasi wisata paling hits, terutama di Asia Tenggara! Dari candi kuno yang megah sampai resort mewah di pinggir pantai, semua ada di sini. Nah, kalo lo mau kabur dari rutinitas yang hectic, bulan Oktober bisa jadi pilihan yang pas! Cuaca di bulan Oktober? Asik banget! Sinarnya matahari nongkrong hampir sepanjang hari, tapi tetep adem. Hujan juga kadang muncul, bikin suasana sejuk. Musim puncak udah lewat, bro, jadi Oktober tuh waktu yang tepat buat mendaki gunung berapi yang ada di kepulauan Indonesia. Suhu rata-rata sekitar 28°C pas siang dan 25°C pas malam. Kelembapan juga rendah, jadi jangan lupa bawa banyak air biar gak dehidrasi! Kalo lo mau trekking, bulan Oktober itu waktunya. Pulau-pulau kayak Sumatra dan Sulawesi lagi ngerasain bulan terpanas, dan hujan baru dateng di bulan November. Seru kan? Ngomongin aktivitas seru, Indonesia punya banyak pilihan! Lo bisa stay di resort Bali yang bikin betah, sambil nikmatin kuliner enak yang udah terkenal di seluruh dunia. Di Bali, villa-villa kece siap bikin lo nyaman. Santai sambil minum kopi atau koktail di samping kolam, sambil nikmatin sunset cakep, dijamin pengalaman liburan lo bakal gak terlupakan! Jangan sampe ketinggalan untuk jelajahi Candi Borobudur di Yogyakarta, candi Buddha terbesar di dunia. Candi ini ada lebih dari 500 patung Buddha unik yang dibangun sejak abad ke-8 SM. Lo juga bisa merasakan tradisi unik dari suku Toraja yang terkenal dengan cara pemakaman mereka yang beda. Kalo suka petualangan, trekking di hutan Kalimantan bisa jadi pilihan, nemuin berbagai satwa liar, dan jalan-jalan di jembatan kanopi. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Kekinian Di Lebak Yang Wajib Lo Kunjungi"] Kalo lo pengen pantai, Indonesia punya banyak pilihan yang menawan! Pantai Pink di Lombok dengan pasirnya yang cantik bisa bikin lo betah. Atau lo bisa berenang sama ubur-ubur di Pulau Derawan, yang unik banget! Naik perahu ke Kakaban dan nikmati keindahan bawah lautnya. Di Ulun Danu Bratan, lo bisa lihat arsitektur kuno yang kece di tengah Danau Beratan. Semua aktivitas ini bikin liburan lo makin berkesan!       View this post on Instagram A post shared by therealaditiya (@aditiyaleoadafa) Karena Oktober tuh hangat, pakai baju ringan itu keputusan yang tepat. Ikutin cuaca tropis Indonesia, suhu gak pernah dingin. Bawa pakaian dari bahan katun biar nyaman. Cewek, coba deh pakai rok panjang atau dress, bisa juga jeans biar terlindung dari matahari. Baju renang atau bikini juga bisa dipake di resort tanpa khawatir. Cowok? Pakaian kasual aja cukup. Celana pendek sama kaos lengan pendek itu pilihan yang oke! Udah siap untuk jalan-jalan di Indonesia bulan Oktober? Semua kegiatan yang udah disebutkan pasti bikin trip lo makin berkesan! Indonesia itu gede banget, jadi sediakan waktu yang cukup biar bisa nikmatin semuanya. Oh iya, di bulan Oktober, suhu mulai sejuk sebelum musim hujan tiba. Cuacanya nyaman banget, jadi lo bisa eksplor tanpa masalah. Musim hujan biasanya datang dari November sampai Maret, tapi bulan-bulan lainnya tetep hangat dan tropis, bro! Terus, Oktober itu waktu yang pas banget buat ke Bali. Dari April sampai Oktober adalah waktu terbaik buat jalan-jalan di sana. Kelembapan rendah, suhu nyaman, dan lo bisa jelajahi tempat-tempat dengan lebih santai. Plus, Oktober tuh low season, jadi budget liburan lo bisa lebih hemat! (Sumber Foto @peterandyen) 
...more

Libur Nataru, Tempat Wisata di Jawa Barat Terapkan PeduliLindungi

TripTrus.Com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan aturan di tempat wisata pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Aturan itu akan membatasi jumlah pengunjung ke objek wisata maksimal 75 persen. "Salah satu syarat masuknya (ke tempat wisata) mewajibkan wisatawan melakukan scan QR menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jadi tempat wisata dibatasi maksimal 75 persen," kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Desember 2021. Menurut Ridwan, momen libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan akan membuat tempat wisata di Jawa Barat didatangi banyak wisatawan. Maka, pihaknya akan melakukan skrining ketat bagi pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh EXPLORE JAWA BARAT (@explore.jawa.barat) Ridwan mengatakan penggunaan PeduliLindungi akan terus disosialisasikan kepada pengelola wisata agar aplikasi tersebut bisa digunakan secara maksimal bukan sebatas formalitas. “Kami melakukan sampling banyak ditemukan bahwa PeduliLindungi itu hanya formalitas yang tidak dipergunakan, seolah-olah ada di pintu gerbangnya tapi tidak dilakukan pengecekan,” ujarnya. Bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ridwan sedang menyiapkan mekanisme untuk menyosialisasikan kepada pengelola wisata terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang dirasa kurang maksimal. “Jadi kami sudah melakukan menyiapkan mekanisme sosialisasi dan akan memberikan sanksi penutupan dan sanksi lainnya jika ditemukan bahwa proses skrining kepada pengunjung terkait aplikasi PeduliLindungi itu tidak dipergunakan semestinya,” ujarnya. Kepolisian Daerah Jawa Barat juga akan turut mengamankan tempat wisata untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. [Baca juga : "Tempat Wisata Di Indonesia Yang Mendunia"] Ridwan Kamil meminta agar Satgas kabupaten/kota mengawasi ketat dan memastikan pengelola tempat wisata menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pemda diminta tegas kepada pengelola wisata yang melanggar. Pada masa libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah memutuskan membatalkan kebijakan PPKM Level 3 di semua daerah pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Dalam kebijakan baru, PPKM disesuaikan dengan kondisi faktual daerah, di mana tempat wisata dibuka dengan kapasitas 75 persen. (Sumber: Artikel travel.tempo.co Foto @bessmansionhotelsby) 
...more

Yuk ke Kudus, Lihat Museum Jenang Pertama di Indonesia

TripTrus.Com - Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia. Selain dikenal sebagai kota Kretek dan wisata religi, diam-diam Kudus juga mempunyai Museum Jenang. Namanya " Museum Jenang Kudus" . Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia. Dari alun-alun arah utara sekitar 300 meter. Museum Jenang meneguhkan bahwa Kudus juga kota penghasil jenang terbesar di Jawa Tengah. Ini melengkapi destinasi sebelumnya yaitu makam Syeh Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus dan Raden Umar Said atau Sunan Muria.   #museumjenangkudus# A post shared by Octa Kiem Ing (@octakieming) onMay 1, 2018 at 12:43am PDT Museum Jenang tepatnya di lantai dua, gedung dan showroom Mubarok Food Cipta Delicia Kudus. Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Muhammad Hilmy mengatakan, museum yang dibuatnya itu, menggambarkan suasana di wilayah Kabupaten Kudus. Selain itu, menceritakan aktvitas masyarakat setempat pada tahun 1930-an, di Pasar Bubar Menara, sebagai pasar pertama jenang Kudus. [Baca juga : 4 Kuliner Khas Kudus Yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang] " Museum Jenang ini satu-satunya dan pertama di Indonesia, kita ingin mengangkat citra Kudus melalui produk jenang," kata Hilmy, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 23 Juni 2017. Pria ini menjelaskan, di dalam Museum Jenang disajikan berbagai kisah Kudus tempo doeloe, awal adanya pembuatan jenang. Kemudian menggambarkan suasana komplek Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang tersusun rapi di dalam maket dan sebuah kitab Alquran besar di sampingnya. Tidak hanya itu. Di sebuah ruangan yang cukup luas tersebut, juga berdiri sebuah rumah adat khas Kudus. Selain itu, miniatur menara setinggi lima meter dan kisah perjalanan Mubarok Food Cipta Delisia dari masa ke masa. " Di sini bertemunya seni, budaya, bisnis, pariwisata, ekonomi dan berbagai aspek lainnya. Maka kami dedikasikan Mubarok Food sentra bisnis dan budaya," tandasnya. Menurut Hilmy, jika wisatawan ingin melihat peta wilayah Kudus, secara garis besar bisa melihat Musem Jenang. Sejarah produk jenang, sampai ramainya pengunjung di komplek menara dan masjid Al Quds serta makam Sunan Kudus juga tergambar lengkap. Adapun cerita jenang Khas Kudus, katanya, dimulai dari produk milik H Mabruri dan istrinya Hj Alawiyah. Pasangan suami istri tersebut memulai bisnisnya membuat jenang. Jenang tersebut dijual di Pasar Bubar Menara pada tahun 1930. " Awalnya belum ada merk, kemudian seiring jalannya waktu akhirnya dinamai Sinar 33. Nomor itu diambil dari nomor rumah, yang juga sebagai tempat produksi. Kini namanya Mubarok Food," imbuhnya.   setelah hampit 1,5th walk uot dari tempat kerja ini, dan sekarang kembali lagi jebule apik setengah kaget ora percoyo lek iki biyen aq melu gawe ngasi 80% walaupun akhire dipecat πŸ˜‚ #museumjenangkudus A post shared by yocky (@yockyjs) onMay 29, 2018 at 10:37pm PDT Menurut Hilmy, jumlah pengunjung Musem Jenang sampai saat ini cukup lumayan. Kebanyakan merupakan wisatawan yang ingin berbelanja jenang. Lalu penasaran mampir dan masuk. Mereka senang karena bisa mengetahui sejarah jenang sambil berfoto selfie secara gratis. " Jumlah pengunjung meski belum banyak, sudah lumayan, tujuan utamanya membeli oleh-oleh. Museum ini kami sediakan secara gratis untuk siapa saja yang ingin berkunjung," terangnya. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id, Foto youtube.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...