TripTrus.Com - Nih, ada acara keren banget, Stipram International Tourism Seminar (SITS) judulnya Tourism Trends 2023-2024 di kampus Stipram Jogja, tepatnya Sabtu (27/5/2023). Para ahli nih, mereka bilang, manfaatin banget nih waktunya endemi buat akselerasi, buka pintu lebih gede gitu.
Ada beberapa ahli yang jadi pembicara, kayak I Putu Astawa dari Politeknik Negeri Bali, Profesor Sugiarto dari Stipram, Felina Co Young dari Phillipine Woman University, Andre Lim dari Hotel School The Hague Netherlands, sama Oratai Krutwaysha dari Rajamangala University of Technology Lanna Chiang Mai Thailand. Mereka cerita soal peluang pariwisata setelah WHO resmi cabut status darurat Pandemi Covid-19.
View this post on Instagram
A post shared by WisataGunungKidul | ExploreGunungkidul | Wonosari | Yogyakarta (@gunungkidul.scenery)
Damiarsih, Ketua SITS 2023 dan ahli pariwisata, bilang tujuannya undang ahli dari mana-mana biar pandangan tentang masa depan pariwisata kita jadi beragam. Gitu kan, jadi bisa jadi panduan buat kembangin pariwisata, nggak cuma di tingkat nasional, tapi juga DIY.
Salah satu pokok pembahasannya adalah soal momen pandemi yang sekarang udah jadi endemi setelah dicabutnya status darurat pandemi oleh WHO. Nah, menurut dia, ini kesempatan bagus buat pariwisata buat buka peluang sebanyak-banyaknya, jangan sampe terlewat.
"Dulu waktu pandemi, pariwisata tuh yang pertama lesu, tapi yang pertama bangkit juga justru pariwisata. Momen endemi ini jangan dilewatkan, harus diangkat tanpa batas biar bisa maju. Kita teriakin aja, 'ayo semua mampir ke Indonesia, Jogja nih asik banget loh,'" katanya.
[Baca juga : "Destinasi Wisata Solo Traveling & Healing 2024, Pilihan Anti-Mainstream!"]
Si Wakil Ketua Stipram ini juga dorong semua pihak manfaatin baik-baik situasi yang sekarang udah nggak dianggep pandemi sama pemerintah. Industri pariwisata diperkirakan tetap naik terus dengan tren positif ke depan, termasuk di 2024, dan bakal berdampak ke sektor lain, kayak industri sampe budaya.
"Semua sektor mesti tumbuh dan saling bersinergi. Tapi harapannya sih, pariwisata jadi motor penggerak buat semua sektor, dari industri sampe budaya, semuanya harus bangkit. Soalnya sekarang udah reda dan jadi endemi," kata dia.
Ngomongin pentingnya juga, kata dia, layanan pariwisata mesti adaptasi sama zaman digital sekarang. Dengan menerapkan teknologi digital, bisa cepet banget nih kembangin suatu daerah. Apalagi digitalisasi udah nyampe ke mana-mana sekarang. Lewat digital juga bisa jadi edukasi buat masyarakat buat tetep ngerawat Jogja sebagai kota wisata dan pendidikan.
“Gara-gara era digital udah merajalela dari anak ke dewasa, jadi kita harus pintar-pintar milih yang bagus dan nggak. Jogja sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata harus tetep jadi tempat yang edukatif buat masyarakat,” ujarnya. (Sumber Foto @marthasela09)
...moreTripTrus.Com - Kalo udah denger Likupang, langsung terbayang suasana liburan yang asri dan sepi banget, kan? Nah, ini dia Destinasi Super Prioritas #DiIndonesiaAja yang punya pantai-pantai kece banget. Pengen tau lebih banyak tentang keindahan Likupang? Yuk, cek 5 pantai tersembunyi yang wajib kamu kunjungi di sana! Tapi tetep ya, jaga kesehatan dengan prokes biar liburan makin enjoy.
View this post on Instagram
A post shared by It's Time • Nilam Sari Lawira (@sultengbernilai)
1. Pengen santai dan nyaman? Pantai Surabaya jawabannya, Bro!
Eits, ini beneran ada Pantai Surabaya di Likupang lho. Pantai ini punya pasir hitam yang kece banget, di Wineru, Likupang Timur, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kalo dari Manado, sejam aja udah sampe ke pantai keren ini.
Kalo pengen main air, di Pantai Surabaya ombaknya nggak terlalu tinggi. Boleh banget buat yang nggak bisa berenang, sewa ban aja buat pelampung. Kalo cuma mau duduk santai, ada sabua dengan atap daun seho buat berteduh. Momen quality time kamu di pantai bakalan makin nyaman dan kece abis.
2. Pantai Pulisan, deket sama cagar alam, seru abis!
Pantai putih ini deket banget sama Cagar Alam Tangkoko Dua Saudara yang jadi rumah langka yaki dan burung maleo. Meski dua jam perjalanan dari Manado, Pantai Pulisan ini layak dikunjungi banget. Bisa main banana boat, snorkeling, dan foto-foto di bukit padang sabana deket pantai.
3. Pantai Sampiran, pasir putih buat pikiran jernih!
Likupang punya Pantai Sampiran dengan pasir putih yang bikin pikiran kamu jernih. Pantai ini ada di Desa Kalinaun, Likupang Timur, cuma 7,4 kilometer dari Pantai Pulisan. Cocok banget buat yang lagi stres atau butuh refreshing.
Jangan lupa eksplorasi Gua Pulisan, spot kece di mana ada tebing batu yang mirip gua. Di sekitarnya ada tebing bebatuan yang bikin spot ini makin cakep.
[Baca juga : "Puncak Waringin Labuan Bajo, Santai Dan Nge-Chill Sambil Menikmati Senja Dengan Gaya Gaul!"]
4. Pantai Paal, gradasi air lautnya bikin kagum!
Ini dia primadona Likupang, Pantai Paal dengan air biru tosca yang cantik banget. Pantai ini di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur. Air dan pasirnya masih bersih banget, bisa buat main air, naik banana boat, atau foto-foto cantik. Pantainya gede banget, jadi nggak perlu khawatir berdesak-desakan.
5. Keindahan bawah laut di Pantai Likupang, super cantik!
Kalo udah bosen sama gedung tinggi dan udara polusi, mending coba menyelam di Pantai Likupang, Sulawesi Utara. Pantai ini cuma 48 kilometer dari Manado dan punya pemandangan bawah laut yang keren banget. Bisa coba diving atau snorkeling buat liat keindahan bawah lautnya.
Gak perlu kendaraan pribadi buat ke pantai ini, bisa naik angkutan umum dari Terminal Paal 2 ke Terminal Likupang. Tapi kalo rombongan, lebih enak sewa mobil atau bawa kendaraan pribadi.
Likupang emang oke banget sebagai Destinasi Super Prioritas. Pantainya nggak cuma buat refreshing, tapi juga buat foto-foto kece di Instagram. Yuk, plan liburan ke Likupang sekarang juga! (Sumber Foto @andree_neru)
...moreMau mendaki salah satu dari tujuh pilar Pulau Jawa? Ikut tripnya di: http://triptr.us/Bt
TRIPTRUS - Sebagai negara yang masuk ke dalam jajaran Ring of Fire (cincin api), yaitu barisan gunung berapi di sekitar Samudera Pasifik, Indonesia juga terkenal dengan banyak gunung berapi. Pulau Jawa sendiri memiliki puluhan gunung berapi, baik yang aktif maupun tidak aktif. TripTrus akan mengajak kamu untuk melihat tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa yang terkenal dengan julukan Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Pulau Jawa).1. Gunung Semeru
Gunung yang terletak di antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahamerunya yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Untuk mendaki Semeru butuh persiapan dan keahlian serta daya tahan tubuh yang cukup, mengingat butuh empat hari untuk naik dan turun di Semeru. Ada dua jalur pendakian yang sering digunakan oleh para pendaki, yaitu lewat Kota Malang dan lewat Kota Lumajang. Pada ketinggian 2.400 mdpl di gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, para pendaki dapat beristirahat di Danau Ranu Kumbolo yang merupakan tempat untuk mengisi persediaan air. Selain itu ada tiga danau (ranu) lainnya di Semeru, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo dan Ranu Darungan. Pendaki juga disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko dan mendaki dari sisi selatan. Ini diakibatkan oleh gas beracun (wedhus gembel) dari Janggring Saloko dan aliran lahar. Salah seorang tokoh aktivis pemuda Indonesia, Soe Hok Gie, meninggal di Gunung Semeru akibat menghisap asap beracun pada tahun 1969.
2. Gunung Slamet
Tertinggi kedua setelah Gunung Semeru adalah Gunung Slamet yang berada di berada pada perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung yang puncak tertingginya berada pada 3.428 mdpl ini merupakan gunung berapi aktif pada keempat kawahnya. Pada pertengahan tahun 2010 hingga tahun 2011 Gunung Slamet sempat ditutup untuk kegiatan pendakian akibat aktivitas pada keempat kawahnya.Salah satu jalur favorit pendakian Gunung Slamet adalah lewat Kawasan Wisata Baturaden. Meski terkenal akan keindahannya, jalur Pada tanggal 8-10 November 2013 ini, kawasan wisata di kaki Gunung Slamet itu akan diramaikan oleh para petualang yang berkumpul untuk menghadiri Festival Petualang Nusantara 2013. 3. Gunung Sumbing
Sama seperti dua gunung sebelumnya, Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 mdpl terletak di tiga kabupaten Provinsi Jawa Tengah; Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, merupakan gunung berapi yang masih aktif. Tepat di sebelah Gunung Sumbing adalah saudara kembarnya, yaitu Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.150 mdpl. Lereng Sumbing-Sindoro banyak digunakan sebagai kawasan perkebunan dan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, terutama berupa perkebunan buah kelengkeng, tembakau, vanilla, dan kopi.Di kaki Gunung Sumbing juga terdapat desa wisata Tegalrejo, prasasti Gondosulu, dan pohon Walitis - pohon terbesar di lereng Sumbing-Sindoro. Pohon Walitis ini memiliki tinggi yang mencapai 30 meter dan diameter 7.5 meter. Selain itu, kawasan hutan Rasamala di lereng Sindoro-Sumbing yang terkenal tidak mempan oleh api. Wow.4. Gunung Arjuna
Sama seperti Gunung Sumbing yang memiliki saudara kembar, Gunung Arjuna yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur ini bersebelahan dengan Gunung Weilerang. Tapi kita akan bahas saudara kembar Gunung Arjuna ini nanti.Gunung Arjuna memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan dikelola oleh Taman Hutan Raya Raden Soeryo. Gunung Arjuna biasa didaki lewat bebera jalur pendakian; yaitu Lawang dari arah Timur, Tretes dari Utara, Batu dari arah Barat, arah Selatan di Karangploso, dan dari Desa Sumberawan di Kecamatan Singosari. Sejak zaman kejayaan Kerajaan Majapahit, Gunung Arjuna sudah dijadikan tempat pemujaan. Maka tidak heran apabila di sepanjang jalur pendakian hingga menuju puncaknya, ditemukan banyak arca dan candi peninggalan Majapahit. Situs-situs candi itu dapat dijumpai apabila pendaki menggunakan jalur pendakian Purwosari di Kabupaten Pasuruan. Gunung Arjuna juga terkenal dengan angin kencang yang bertiup di puncaknya. Puncak Gunung Arjuna dikenal dengan nama Puncak Ogal-Agil atau Puncak Ringgit. 5. Gunung Raung
Di posisi kelima gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Raung dengan ketinggian 3.332 mdpl. Gunung Raung punya keunikan yang berbeda dengan kebanyakan gunung di Pulau Jawa. Keunikan Raung terletak pada puncaknya yang berbentuk kaldera dengan lebar 2 kilometer dan dalamnya 500 meter. Kaldera ini selalu berasap dan menyemburkan api. Jalur pendakian favorit ke Gunung Raung adalah dari arah Kota Bondowoso. Nama Raung diambil dari angin yang selalu bertiup di puncak gunung ini. Angin kencang itu bertiup dengan kencang seperti meraung-raung di telinga pendengarnya. Angin kencang itu bahkan dapat menghempaskan orang-orang ke dasar jurang yang terjal di kawah puncak Gunung Raung. Dari puncak Gunung Raung, dapat terlihat pemandangan Kota Bondowoso dan Situbondo pada saat malam hari. Jalur lain untuk mencapai Gunung Raung adalah lewat jalur Kalibaru. Untuk mencapai dasar kawah Gunung Raung, tidak terdapat jalur yang jelas. Untuk itu diperlukan tali-temali untuk mencapai dasar kawah gunung ini.6. Gunung Lawu
Tepat di perbatasan Jawa Tengah (Kabupaten Wonogiri) dan Jawa Timur (Kabupaten Magetan), berdiri tegar Gunung Lawu. Gunung ini memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumling dan Puncak Hargo Dumilah. Di antara ketiga puncak tersebut, Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 3,265 mdpl. Jalur menuju puncak Gunung Lawu sebagian besar telah tertata dengan baik, membuat gunung ini menjadi salah satu gunung favorit oleh para pendaki pemula karena relatif tidak sulit mencapai puncak tertingginya. Untuk mencapai puncak Gunung Lawu, ada tiga jalur yang dapat digunakan. Jalur Selatan melalui Cemoro Sewu, jalur Barat melalui Cemoro Kandang, dan jalur Srambang yang jarang dilalui orang yang tidak mengenal baik jalur ini.7. Gunung Welirang
Gunung terakhir yang tingginya 3.156 mdpl ini, meski tingginya tidak sama, letaknya yang berdekatan dengan Gunung Arjuna membuat Gunung Welirang mendapatkan julukan sebagai saudara kembar Gunung Arjuna. Dalam bahasa Jawa, "Welirang" berarti belerang. Ini dapat dilihat pada puncak Welirang yang diselimuti asap putih dari kawahnya yang menyemburkan belerang. Hampir mirip dengan Gunung Arjuna, Gunung Welirang dapat didaki dari arah Utara (Tretes), arah Timur (Lawang), dan arah Barat (Batu-Selecta). Di puncak Welirang terdapat tumbuhan endemik yang oleh penduduk setempat diberi nama manis rejo atau cantigi (Vaccinium varingiaefolium). Pohon manisrejo hanya tumbuh di ketinggian 2700 mdpl ke atas. Manisrejo dapat dibuat untuk minuman seperti teh dan buahnya juga dapat dimakan.
Jadi, TripTroops sudah pernah ke gunung yang mana saja? Share dong di-comment di bawah.
...moreTripTrus.Com - Buat Anda yang suka traveling, tentunya ada banyak spot-spot indah yang bisa ditemukan di Indonesia. Saking kerennya, turis dari berbagai penjuru dunia sampai datang ke mari untuk melihat sendiri pulau-pulau indah yang tersebar di negara ini. Nah, Anda sebagai orang Indonesia asli jangan mau ketinggalan dong. Jangan sampai orang asing malah lebih mengenal budaya negeri kita ketimbang kita sendiri yang lahir di Indonesia.
Nah, salah satu tujuan wisata yang lagi hits di kalangan traveler saat ini adalah Banda Neira. Pulau yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Banda, Maluku, ini menyimpan sejuta pesona yang bakal bikin Anda takjub setengah mati. Supaya momen liburan Anda jadi terasa lebih seru.
1. Gunung Api Banda
View this post on Instagram
📍Gunung Api Banda Neira. . . . . #bandaneira #explorebandaneira #mollucas #malukutengah #gunungapibanda
A post shared by Andriansyah 🌴🌊🌈 (@andrikilua) onMay 30, 2018 at 5:20am PDT
Belum lengkap rasanya kalau ke Banda Neira tidak mendaki Gunung Api Banda. Gunung setinggi 670 meter ini pernah meletus pada bulan Mei 1988 silam. Jika Anda tertarik untuk mendaki gunung ini, dari pulau Neira menyeberanglah ke pulau Gunung Api yang hanya berjarak 10 menit. Untuk bisa sampai ke sana, Anda bisa menggunakan katiting, semacam perahu kecil yang hanya cukup dinaiki 3-4 orang.
2. Benteng Belgica
View this post on Instagram
THE PENTAGON VIEW, FORT BELGICA IN BANDANEIRA 🏰 . Kalau berbicara sejarah, Bandaneira tidak kalah menarik untuk di bahas. Buktinya disini ada banyak benteng walaupun tidak semuanya masih dalam keadaan utuh hanya 1 benteng yang masih terus dijaga dan dirawat sampai saat ini yaitu Benteng Belgica. Benteng ini di bangun di dataran tinggi di sekitar pulau Neira sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan rumah warga, pulau Gunung Api dan pulau Banda Besar. . Benteng ini biasanya di buka pada sore hari sekitar jam 4 sore atau ketika ada tamu kapal pesiar. . Lokasi: Benteng Belgica, Banda Neira - Maluku #ketemuanoo #jalanjalanbandanaira #bandaneira #bentengbelgica #fortbelgica
A post shared by ANO (@anoo_13) onApr 23, 2018 at 3:47am PDT
Ada satu lagi nih yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Banda Neira. Namanya Benteng Belgica. Peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad 16 ini memang menjadi salah satu daya tarik dari Banda Neira. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.
3. Spot Menyelam Terbaik
View this post on Instagram
Happy February to everyone in Europe and the northern hemisphere! GoPro handling by @emci_mathieu #bandaneiraislands #bandanaira #snorkeling #snorkelingbanda #molukku #snorkelingindonesia #backpackingindonesia #travelindonesia #moluccas #bandas #februaryweather #riodejaneiro #winterinsouthernhemisphere #pisangisland #indonesia #nutmegisland #bintanglaut
A post shared by Ben (@benji1861) onFeb 2, 2019 at 8:03am PST
Keindahan dunia bawah laut Banda Neira memang sudah tak diragukan lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelam di Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena hamparan terumbu karangnya penuh banget. Eits, tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya.
[Baca juga : "5 Surga Wisata Pulau Bintan, Rugi Kalau Belum Pernah Ke Sini!"]
4. Gereja Tua
View this post on Instagram
Selamat Hari Minggu Gereja Tua Banda Neira Maluku God Bless #gerejatuabandaneira
A post shared by Jona Sinulingga (@jona_sinulingga) onSep 1, 2018 at 6:43pm PDT
Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sempat luluh-lantak karena gempa bumi dahsyat. Sebagai gantinya, masyarakat kembali bergotong-royong untuk membangun gereja itu lagi pada tahun 1852.
5. Rumah Budaya
View this post on Instagram
To understand the long history of Banda Naira there is no other place to get detail story about Banda other than from Rumah Budaya of Banda. The house was built by Des Alwi, an important figure who introduced Banda to the world as a great travel destination so that it could tell the fascinating history of Banda to travellers. With only IDR 20k you can enter the house and also get a local guide that will explain everything you need to know about Banda. This "mini museum" display many things from old coins used by the Dutch hudreds of years ago, different type of dutch canons, painting of JP Coen, painting of Banda Genocide, old ceramics and many other things. Bang Iqbal is a native Bandanese and his knowledge about Banda was really impressive. He was our local guide and we spent around 2 hours listening, discussing, questioning and digging the history of Banda. I remember his message to us that he hopes we can spread good words about Banda to other people so more and more travellers visit Banda and respect its great history. #rumahbudayabanda #bandanaira #bandaislands #spicesislands #museum #historygeek #culturalhouse #eastmolucca #maluku #iloveindonesia #november #2017
A post shared by @esalmat (@esalmat) onMay 17, 2018 at 11:13pm PDT
Selanjutnya, Anda bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi dari situs bersejarah ini berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, para traveler akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu.
Karena bangunan sebelumnya dirasa sudah tak aman dihuni akibat gempa, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun ulang Istana Mini (atau Kantor Gubernur) di luar benteng. Karena bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur.
Tak perlu pergi ke luar negeri, karena ada banyak destinasi wisata keren di Indonesia yang belum Anda jelajahi. Jangan sampai keduluan sama orang asing! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)
...moreTripTrus.Com - Desa Poopoh terletak di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombariri. Desa tersebut pernah dikukuhkan sebagai role model Desa Ekowisata pada 17 Agustus 2018 silam. Namun desa ini seakan tenggelam oleh ingar bingar Taman Laut Bunaken di ranah pariwisata lokal maupun internasional.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa Poopoh Kec. Tombariri (@desa_poopoh)
Padahal, bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken, khususnya Poopoh seharusnya diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. Inilah yang menjadi salah satu agenda dari Asosiasi Pariwisata DPD IPI Sulut & GenPI Sulut untuk kembali mengangkat pariwisata Sulut, khususnya Poopoh sebagai Desa Ekowisata.
Berbagai macam kegiatan dilaksanakan pada 19 Februari 2022 lalu. Mulai dari kegiatan pembersihan pantai bersama-sama dengan para pejabat desa, juga dilakukan kegiatan promosi melalui akun-akun sosial media para anggota DPD IPI Sulut & GenPI Sulut maupun akun resmi dari GenPI sendiri. Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini juga termasuk di dalamnya diving dan snorkeling di pantai Tanjung Kelapa yang juga terkenal akan spot diving dan snorkeling yang tak kalah dengan Taman Laut Bunaken.
[Baca juga : "5 Wisata Paralayang Terbaik Di Indonesia, Wajib Dikunjungi"]"Dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di daerah Minahasa yang belum tersentuh seperti potensi wisata yang ada di Desa Poopoh agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," harap Kepala Seksi 2 BTNB, Hendriks A Rundengan yang turun langsung bersama dengan DPD IPI Sulut dan GenPI Sulut pada acara tersebut.
Bahkan, kata Hendriks, Poopoh akan didukung penuh oleh BTNB untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. "Semangat Poopoh, semangat kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Poopoh sebagai sustainable ecotourism yang bisa mengangkat pariwisata Desa Poopoh dan bisa memberdayakan masyarakat pesisir," ucap Hendrik. (Sumber: Artikel sulut.inews.id Foto @debrytiwow)
...moreTripTrus.Com - Lombok tuh kayak lawan dari Bali yang sibuk, semuanya lebih santai dan adem ayem. Lo bisa eksplor pake sepeda, motor, atau jalan kaki, nikmatin air terjun, sawah-sawah hijau, dan desa-desa suku tradisional. Pantai-pantainya emang gak mulus kayak di brosur, pasirnya dari abu gunung berapi gitu.
Tapi, pemandangan Gunung Rinjani yang megah bikin semua itu worth it. Kalo lo nyari pasir emas buat nyelupin jari-jari lo, langsung cabut ke Gili Islands. Gili Meno dan Air yang deket sama Lombok emang cocok banget buat lo yang pengen liburan total relax, sementara Gili Trawangan lebih pas buat lo yang mau vibes party non-stop.
View this post on Instagram
A post shared by CANRO SIMARMATA (@canro.simarmata)
Kalo lo doyan mendaki, Gunung Rinjani nih spot yang pas buat lo. Lo bakal liat spiral asap dari Lembah Sembalun di kaki gunung. Di sana, sawah-sawah basah dan kebun sayuran bertebaran, dari stroberi sampai bawang putih.
Buat orang Sasak, lereng-lereng yang tertutup hutan hujan itu sakral banget, dan udah jadi trek favorit komunitas pendaki. Tapi jangan kira gampang ya, mendaki ke puncak kawah Rinjani butuh perjuangan. Ini gunung tertinggi kedua di Indonesia loh, dengan trek 25 kilometer yang licin dan curam. Siap-siap ngos-ngosan deh!
[Baca juga : "Bali, Lebih Dari Sekadar Pantai, Yuk Eksplor Sisi Lainnya!"]
Nah, buat lo yang suka suasana pantai, Gili Islands bakal jadi surga lo. Duduk santai di pasir putih Gili Meno, liatin awan-awan lewat di atas Laut Bali aja udah bikin lo rileks. Lo bisa snorkeling, berenang, atau cuma chill di bar tepi pantai sambil nunggu sunset.
Gili Trawangan emang tempatnya para backpacker yang doyan pesta, tapi kalo lo nyari ketenangan, masih ada kok spot-spot eksklusif di sana, tinggal pilih pantainya. Gilis Meno dan Air? Ini tempatnya buat lo yang mau bener-bener leyeh-leyeh, pas banget buat honeymoon atau liburan keluarga yang pengen total santai. Kalo lo suka yang kayak gini, Lombok dan Gilis ini liburan yang wajib lo coba! (Sumber Foto @heyiosononico)
...moreTripTrus.Com - Bro dan Sis traveler, siap-siap deh buat pengalaman yang nggak cuma selfie doang! Pulau Bintan itu nggak cuma keren karena pantainya, resornya, atau sunsetnya, tapi dia nyimpen warisan budaya yang gue yakin bakal bikin lo chill sekaligus mikir. Dari desa tradisional yang rumah panggungnya unyu sampai kuil kuno yang penuh aura spiritual—semua bisa lo temuin di Bintan. Jadi jangan cuma bawa baju pantai, bawa juga rasa penasaran lo buat ngebongkar kisah di baliknya. Yuk, mulai jejak budaya kita!
1. Kampung Panglong – Rumah Panggung & Dapur Arang yang Khas
Di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, ada Kampung Panglong yang vibe-nya tuh beda, bro. Rumah-rumah panggung kayu berdiri di atas, jalurnya setapak, suasananya tuh kaya lo lagi time travel ke masa lalu Melayu. Nah, dapur arang kubah di situ itu, mirip rumah es-kimo, dulu Panglong ini jadi produsen arang terbesar di Bintan tahun 1920-an. Meskipun sekarang produksi arangnya udah nggak jalan, bangunan uniknya tetep ada, jadi saksi bisu sejarah. Lo bisa ngerasain banget atmosfer budaya tradisional yang udah berdiri kokoh meski zaman udah ganti.
2. Masjid Raya Sultan Riau – Majestic & Penuh Arsitektur Multikultur
View this post on Instagram
A post shared by Rizky Budiarto (@buruhurban)
Abis dari Panglong, lo bisa nyebrang ke Pulau Penyengat buat mampir ke Masjid Raya Sultan Riau. Warnanya kuning-hijau yang mencolok, bikin kesan kerajaan Melayu yang elegan. Arsitekturnya tuh ga biasa: campuran gaya Melayu, Arab, India, bahkan Turki. Uniknya lagi, bangunan ini pake putih telur sebagai bahan perekat, loh—ya, putih telur! Cocok sama pasir dan kapurnya, jadi selain indah juga awet strong. Di dalemnya ada Al-Quran tulisan tangan tua yang umurnya lebih dari 150 tahun, bikin suasana mistis plus ngebawa lo ke zaman dimana religi dan arsitektur jadi satu kesatuan sakral.
3. Desa Senggarang – Jejak Tionghoa & Kehidupan Nelayan yang Damai
Sis, kalo lo suka suasana adem, damai, dan tradisional, Desa Senggarang wajib masuk list. Ini tempat imigran Tionghoa periode abad ke-18 menetap. Ada kuil Lau Ya Keng dan Kuil Banyan Tree yang udah lebih dari 200 tahun umurnya, plus rumah panggung, gang-gang kecil, cermin di atas pintu (katanya tolak roh jahat) yang bikin nuansanya magis. Loe bisa nongkrong sambil ngerasain kayak di kampung halamannya orang-orang tua, sambil nyicipin jajanan lokal yang sederhana tapi rasanya ngena.
[Baca juga : "Liburan Santuy Dekat Pelabuhan Merak, Nih Spot Hitsnya!"]
4. Grotto Santa Maria – Ziarah & Kedamaian Tropis
Buat lo yang pengen merenung sambil adem udara laut, Grotto Santa Maria di dekat Pantai Trikora jadi spot yang pas. Ada jalan salib, ada patung Bunda Maria beratnya sekitar 250 kg yang menyambut lo di area ini. Tempat ini dibangun sejak tahun 1960-an oleh komunitas Katolik kecil, tapi spiritualitas dan ketenangannya tuh berasa banget. Alam tropis + suara ombak + doa + patung-patung di sepanjang jalan → kombinasi yang bikin hati relax tapi juga mikir betapa kayanya keragaman budaya dan iman di Bintan.
5. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva alias Kuil 500 Lohan – Patung Banyak & Meditasi Visual
Terakhir bro & sis, jangan lupakan Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, yang terkenal juga sebagai Kuil 500 Lohan. Begitu masuk halaman, lo bakal disuguhi ratusan patung Arhat / Lohan, masing-masing dengan ekspresi dan detail yang beda-beda, lo bisa liat wajah damai, serius, kontemplatif, semuanya tertata rapi. Atmosfernya sunyi tapi kuat, cocok banget buat yang pengen break sejenak dari hiruk pikuk. Di sinilah lo merasakan kekayaan spiritual dan visual yang bukan cuma Instagrammable, tapi juga punya kedalaman makna.
Bro & Sis traveler, Pulau Bintan itu bukan cuma destinasi liburan biasa—ini panggung hidup budaya, sejarah, religi, dan spiritualitas yang saling bersinergi. Setiap sudut punya cerita: dari Panglong yang kayak museum terbuka sampai kuil dan masjid yang berbicara lewat arsitektur dan ritual. Jadi waktu loe ke Bintan, jangan cuma selfie di pantai atau resort doang, tapi explore juga warisan budaya yang bikin lo makin ngerti tentang manusia, lingkungan, sejarah. Loe bakal pulang nggak cuma dengan kulit yang gosong, tapi dengan hati yang kaya oleh makna. Selamat jelajah, bro & sis, semoga petualangan budaya lo paling memorable! (Sumber Foto @genpiindonesia)
...moreCari trip ke Riau di sini: http://triptr.us/CY
TRIPTRUS - Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Di Sungai Kampar yang melintasi lima kabupaten di Riau (Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung) memiliki gelombang yang bernama gelombang Bono. Gelombang Bono terjadi di saat volume air sungai meningkat drastis di musim penghujan dan badan sungai yang membesar serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar memiliki gelombang tinggi. Ditambah pula, arus air dari Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar. Penyempitan pertemuan arus itu membentuk gelombang besar. Gelombang Bono dapat mencapai 4-6 meter di saat bulan purnama. Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga mengundang banyak peselancar dari luar negeri untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Bono bisa dibilang berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.Saat terjadi puncak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan kubah yang bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja. Kehebatan gelombang Bono dalam memanjakan para peselancar inilah yang membuatnya jadi sangat menarik.
Tetapi, gelombang Bono besar tidak disarankan untuk ditunggangi oleh peselancar pemula. Ini disebabkan oleh karena ganasnya gelombang Bono yang kabarnya tiap tahun memakan puluhan korban dari kapal yang tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi. Untuk memprediksi datangnya Puncak Bono, dapat diketahui lewat kalender tarikh qomariyah yaitu di pertengahan bulan (sekitar tanggal 10-20) di saat bulan purnama.Keberadaan Bono sebagai obyek wisata baru dimulai beberapa tahun lalu setelah beberapa peselancar dari Perancis dan Brazil mulai menjajal hebatnya Gelombang Bono. Kepopuleran Bono bahkan membuat seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris Steve King (48) mencoba memecahkan rekornya sendiri di Guiness World of Records dengan berselancar sejauh 40 kilometer. Wow!Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, dengan jalan darat sekitar lima jam. Untuk mencapai gelombang Bono ada baiknya menggunakan perahu motor atau jetski, mengingat Sungai Kampar juga merupakan habitat binatang pemangsa, yaitu buaya.Untuk bertemu dengan Gelombang Bono di Teluk Meranti, disarankan pada awal dan akhir musim hujan di saat gelombang sedang tinggi-tingginya. Jadi, tandai kalender di bulan Februari, Maret, Oktober, dan November. Jika bosan berselancar di siang hari, malam hari juga adalah waktu terbaik untuk berselancar di atas gelombang Bono.
Photos taken from: indonesia.travel, flickr.com, kimasurf.com, riverbreak.com
...moreAlat musik yang satu ini termasuk unik. Selain bentuknya yang tidak seperti alat musik, jika ditiup bunyinya pun terdengar nyaring. Inilah tahuri, alat musik berupa terompet kerang khas Maluku. Terompet kerang ini berkembang di masyarakat Maluku yang tinggal di kawasan pesisir pantai. Kesenian tahuri sendiri diketahui mulai berkembang sekitar tahun 1958 dengan menggabungkan sejumlah alat musik tradisional Maluku lainnya.Dahulu penggunaan tahuri memiliki tujuan untuk memanggil masyarakat atau kepala adat agar berkumpul di balai pertemuan atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan baileo. Menariknya, jumlah tiupan tahuri memiliki makna tersendiri. Seperti, satu kali tiupan tahuri menandakan ada warga yang meninggal dunia.
Selain untuk memanggil masyarakat, tahuri juga biasanya dimainkan untuk mengiringi beberapa tarian seperti salah satunya adalah tari cakalele. Biasanya tahuri dimainkan dengan alat musik lainnya dalam bentuk orkestra yang terdiri dari anak-anak dan remaja. Tahuri juga memiliki keunikan pada bentuk kerangnya. Semakin kecil ukuran kerang, semakin nyaring bunyinya. begitu juga sebaliknya, semakin besar kerang, bunyinya pun semakin rendah. Pembuatan tahuri juga tidaklah mudah, terlebih dahulu kerang dilubangi dengan bor lalu ditiupkan berulang kali untuk mendapatkan nadanya. Nada-nada pada alat musik ini terlebih dahulu dicocokan dengan bantuan alat musik lain seperti suling dan pianika.Selain di Maluku, tahuri juga di kenal di beberapa kawasan seperti di Kabupaten Biak, Papua. Sama seperti di Maluku, di sini tahuri juga biasa digunakan sebagai alat bantu untuk memanggil penduduk dan sesekali digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more