Mau lihat langsung keindahan bawah laut Gorontalo? Klik di: http://triptr.us/Bl
TRIPTRUS - Di bagian utara Sulawesi, banyak sekali keindahan yang bawah laut untuk dinikmati. Contoh saja Taman Laut Bunaken, Wakatobi, atau Togean yang keindahannya sudah dikenal oleh dunia. Di provinsi Gorontalo, ada dua taman laut yang tidak kalah indahnya dengan nama-nama itu.
Taman Laut Olele dan Taman Laut Bilitia, adalah gerbang tersembunyi yang menyimpan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Kedua taman laut ini terletak di Teluk Tomini, di arah selatan Gorontalo. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kedua taman laut ini punya pemandangan bawah air yang sama indahnya.
Taman Laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Dengan menempuh sekitar kurang lebih 1 jam dari Gorontalo dengan kendaraan darat, atau sekitar 30 menit jika menaiki speedboat dari Gorontalo. Sebelum menceburkan diri ke Taman Laut Olele, kita sudah bisa menghela nafas lega melihat sebaran pasir putih dan pemandangan birunya air laut yang seakan-akan mengundang kita untuk segera mengenakan tabung oksigen atau snorkel dan segera melihat pemandangan bawah air yang bisa membuat love at first sight.
Salah satu hal yang unik yang bisa ditemui di Taman Laut Olele adalah banyakknya bunga karang besar bernama Salvador Dali sponge (Petrosia lignosa) yang tersebar di sekitar Taman Laut Olele. Spon itu diberi nama karena bentuknya yang mengingatkan orang pada lukisan maestro aliran surealisme, Salvador Dali.
Jajaran berbagai jenis terumbu karang dengan beragam warna, ratusan spesies laut yang berenang di antara para penyelam. Ada sembilan dive spot di Olele yang punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Bagi penyelam pemula Taman Laut Olele adalah tempat yang pas untuk belajar menyelam atau snorkeling. Suasana pantai yang sepi dan air laut yang tenang sangat ideal untuk belajar menguasai peralatan olahraga bawah air.
Pesona Taman Laut Olele membuat banyak penyelam yang lebih senang terdiam menikmati pemandangan di depan mereka, sehingga seringkali terjadi kemacetan karena serombongan penyelam akan terhambat oleh penyelam lain yang sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan mereka.
Pemerintah Gorontalo menetapkan kawasan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sejak tahun 2006, setelah setahun sebelumnya menetapkan Desa Olele sebagai kawasan wisata. Di Olele juga mulai banyak muncul rumah-rumah penduduk yang ditawarkan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung.
Sementara itu, di seberang Pantai Botuhuwato, Desa Kramat, Kecamatan Managgu, terdapat Pulau Bitilia - dengan Taman Laut Bitilia - yang secara pesat mulai dijadikan incaran para wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai destinasi olahraga menyelam dan snorkeling. Untuk mencapai Pulau Bitilia diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Botuhuwato atau dari Pantai Boleamo Indah.
Sama seperti Olele, Taman Laut Bitilia juga memiliki daya tarik yang tidak henti-hentinya membuat para penyelam berdecak kagum. Tapi tidak seperti Olele, Ombak di Bitilia sedikit lebih besar, tapi relatif tidak akan menyulitkan kegiatan menyelam atau snorkeling.
Membayangkan keindahan bawah air Taman Laut Olele dan Taman Laut Bitilia rasanya tidak cukup jika tidak merencanakan untuk suatu hari, kalau bisa dalam waktu dekat, mengunjungi keduanya.
Photos courtesy of: indonesia.travel, fllickr.com, vivanews.co.id, murexdive.com
...moreTripTrus.Com - Tetapi tiket murah tak selamanya menyempurnakan liburan anda, kecuali 10 hal berikut ini juga anda siapkan. Perusahaan pencarian travel global, Skycanner berbagi tip tentang mempersiapkan perjalanan dengan tiket murah.
1. Rencanakan waktu kepergian
Mengantungi tiket pesawat murah seringkali menyebabkan Anda harus menempuh waktu perjalanan di tanggal yang belum direncanakan sebelumnya. Periksa tanggal keberangkatan minimal tiga kali untuk memastikan bahwa Anda dapat berpergian di waktu tersebut, karena tiket pesawat promo biasanya tidak dapat dikembalikan.
Bila konsumen tidak jeli memeriksa tanggal keberangkatan, besar kemungkinan mereka akhirnya mengeluarkan lebih banyak uang karena harus mengubah waktu kepergian setelah tiket dibeli. Pada kenyataannya, akan lebih baik apabila mereka membeli tiket yang sedikit lebih mahal, namun memiliki syarat dan ketentuan yang lebih fleksibel.
2. Pilih hari yang tepat
Mungkin banyak konsumen yang belum menyadarinya, tapi perbedaan satu hari saja dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada harga tiket pesawat. Hindari bepergian pada akhir pekan karena tiket pesawat cenderung lebih mahal dan bandara juga lebih penuh bila dibandingkan dengan hari biasa.
3. Bandingkan opsi maskapai
Banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang menawarkan promosi pada periode tertentu, terutama pada rute yang populer seperti Jakarta atau Bali. Periksa mesin pencari perjalanan onlineuntuk membandingkan maskapai yang tersedia dan harga termurah yang mereka tawarkan.
Terkadang, maskapai yang kurang populer dapat menawarkan harga yang lebih baik bagi wisatawan yang sadar anggaran.
4. Pertimbangkan puncak masa liburan
Perlu diingat bahwa bepergian selama puncak liburan seperti Natal atau Idul Fitri berarti Anda akan menghadapi suasana yang lebih ramai, terutama di magnet wisata Indonesia seperti Bali dan Lombok.
Pilihlah destinasi liburan yang belum terlalu terkenal agar liburan Anda bisa lebih berkesan. Untuk menghindarkan Anda dari kepusingan menghadapi macet di mana-mana, cobalah mengunjungi Medan, Belitung, Labuan Bajo, Bandar Lampung, atau Manado.
Destinasi lokal ini cenderung lebih tenang dan sepi di musim liburan, namun tetap memiliki banyak peluang dan potensi pariwisata yang sedang naik daun di Indonesia.
5. Rencanakan jadwal liburan
Buatlah daftar berisi tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi di destinasi tujuan. Lakukan penelitian terlebih dahulu sebelum berangkat agar Anda tidak melewatkan obyek wisata terkenal hanya karena kurang perencanaan.
Penelitian kecil-kecilan ini juga akan menentukan panjangnya durasi masa inap Anda sebelum membeli tiket pesawat.
6. Persiapkan pilihan transportasi
Mendapatkan tiket pesawat bukan berarti perencanaan liburan Anda sudah selesai. Anda juga harus memikirkan tentang opsi transportasi darat di destinasi tujuan. Hal ini terutama berlaku di tempat-tempat yang hanya memiliki pilihan transportasi umum terbatas.
Anda bisa menghemat uang dengan memesan kendaraan antar-jemput bandara dan menyewa mobil terlebih dahulu. Pastikan Anda membandingkan setiap harga penyedia rental mobil di web untuk mencari opsi sesuai anggaran.
7. Pesan penginapan
Jika liburan tidak direncanakan dengan baik, bisa-bisa aspek kenyamanan dan anggaran akan terkorbankan. Oleh karena itu, lakukan riset dengan baik dan pesanlah akomodasi lebih awal untuk menghindari adanya kekecewaan dan keluhan.
Jika bepergian dalam grup, Anda bisa menghemat anggaran dengan memesan vila secara online dibandingkan dengan memesan kamar hotel untuk masing-masing orang. Ini juga akan membuat pengalaman liburan Anda lebih berkesan.
8. Pikirkan tentang asuransi perjalanan
Asuransi adalah salah satu aspek yang paling sering diabaikan oleh kebanyakan wisatawan Indonesia. Jika Anda tidak ingin mengambil risiko dengan perencanaan Anda, pastikan untuk membeli asuransi perjalanan bersama dengan pembelian tiket pesawat murah Anda.
Tentu saja, tidak ada yang menginginkan kejadian yang tak terduga untuk terjadi, namun Anda bisa memastikan semua diamankan oleh asuransi apabila penerbangan tiba-tiba dibatalkan atau bagasi Anda bermasalah.
9. Siapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup
Tidak semua tempat menerima kartu kredit, apalagi di tempat tujuan wisata yang belum banyak dikenal. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengatur anggaran liburan dan mempersiapkan uang tunai yang cukup untuk keperluan makanan, belanja, serta transportasi Anda selama berlibur.
Selain itu, meminimalisir pengeluaran dari tiket pesawat dapat mempermudah Anda dalam mempersiapkan uang tunai.
10. Cek ulang kebutuhan visa Anda
Pada titik ini, Anda seharusnya sudah memeriksa persyaratan visa untuk destinasi Anda. Tetapi untuk memastikan semuanya baik-baik saja, cobalah memeriksanya sekali lagi. Jangan lupa, bila penerbangan Anda singgah di suatu negara sebelum mencapai tujuan akhir, Anda mungkin membutuhkan visa transit.
Persyaratan untuk visa seringkali berubah dan saran terbaik kami adalah agar Anda memeriksa travel agent, penerbangan, serta kedutaan besar (atau website resmi mereka) secara rutin sebelum membeli tiket pesawat. Ingatlah bahwa membawa surat-surat yang tepat sebelum bepergian adalah tanggung jawab pribadi dari setiap penumpang.
Jika Anda telah melakukan penelitian dan perencanaan yang baik sebelum membeli tiket pesawat, maka semuanya akan menjadi lebih mudah. Anda tidak perlu lagi menghadapi hambatan perjalanan pada umumnya.
Setelah itu, Anda pun bisa melepaskan semua beban dan menikmati perjalanan dengan optimal. Jangan mencoba untuk mengurus semua detil ketika perjalanan telah dimulai. Santai saja, rileks, dan isi media sosial Anda dengan foto-foto menyenangkan selama berlibur. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pexels.com)
...moreTripTrus.Com - Kini hidup sehat dan bebas stres menjadi gaya hidup yang diimpi-impikan setiap orang. Sebagian orang ada yang mencapainya dengan rutin berolahraga, ada juga yang menempuhnya lewat meluangkan banyak waktu untuk traveling ke destinasi wisata eksotis.
Namun, traveling sekaligus olahraga bukan tidak mungkin dikombinasikan. Banyak event lari yang menawarkan rute menarik untuk menggaet atlet maupun pelari amatir. Seperti di gunung, pantai, bahkan melewati desa-desa yang memiliki ciri khas budaya yang kental.
Tertarik untuk mencoba? Berikut kumparanrangkum event lari di 2018 yang cocok buat kamu yang hobi traveling:
1. Cap Go Meh Run Singkawang 2018 – 25 Februari
Upload foto lari pertama di tahun 2018. #capgomehrun #singkawang #runvacation
A post shared by Septyadi Pityanta (@pelaritua) onJan 11, 2018 at 6:30pm PST
Diadakan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, event lari ini ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh setempat. Cap Go Meh sendiri merupakan tradisi etnis Tionghoa yang dirayakan pada hari ke-15 pada bulan pertama Imlek.
Pelari akan melewati rute lari di Kota Seribu Klenteng yang makin unik dengan dekorasi perayaan Cap Go Meh. Tentunya tradisi Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan budaya lokal setempat. Cap Go Meh Run membuka kategori Kids Dash, 5K, dan 10K.
2. Goat Run Trail Running 2018 Series – 8 April dan 8 Juli
Its weekend, time to play! The Mountain is Calling! Have fun and stay safe outdoor GoatRunner Make sure you block your weekend calendar 7-8 April 2018. For more info visit www.goatrun.id #goatrun #goatrunguntur #trailrunningindonesia #trailrunning #mountain #trailrunner #trailraces #verticalkilometer #technical #weekendtrail
A post shared by Goat Run (@goat_run) onJan 26, 2018 at 6:52pm PST
Event ini mengklaim sebagai trail running race berseri pertama di Indonesia. Trail running adalah lari yang dilakukan di dataran menanjak atau disebut juga vertical running. Goat Trail Running mengajak pelari untuk menikmati rute berelevasi tinggi di lereng Gunung Guntur, Slamet, dan Lawu.
Seri pertama dihelat pada 8 April 2018 di Gunung Guntur dengan kategori jarak 20K dan 35K. Seri kedua di Gunung Slamet pada 8 Juli 2018, sedangkan seri ketiga belum diumumkan tanggal pelaksanaannya.
3. Lawu Trail Run 2018 – 8 Juli
You must expect great things from yourself before you can do them -Michael Jordan- . My first running event in 2016, its Half Marathon Lawu Trail Run . . . . . Capture by @n30x30 #nature #trailrunning #trailrun #trail #run #runner #running #worldrunners #lawurun2016 #ltr2016 #lawutrailrun #lawutrailrun2016 #tahura #mountainesia #mountainrunning #latepost #iphonesia #cncteamactive #vsco #marilari
A post shared by NICKY S (@n_xie) onFeb 26, 2016 at 4:42am PST
Sama halnya dengan Goat Run Trail Running, event ini juga menuntut kesiapan fisik yang matang dari pesertanya. Sebab, peserta akan lari lintas alam melewati medan yang beragam. Mulai dari bukit yang menanjak, jalan setapak, hingga melewati pedesaan di lereng Gunung Lawu, Surakarta. Lawu Trail Run menawarkan kategori jarak 15K dan 21K.
4. Ubud Run 2018 - 9 September
Finished not strong. 😜😤🏃🤣 #ubudrun #tanpapersiapan #finisher #20k
A post shared by De Gadjah (Big Daddy) (@de_gadjah) onSep 9, 2017 at 9:19pm PDT
Kapan lagi menikmati Ubud dengan sekumpulan pelari dari berbagai daerah di Indonesia? Pasti seru! Event lari ini akan mengajakmu melewati Desa Ubud yang asri, hijau, sekaligus kental dengan corak kebudayaan Bali.
Di tengah rute, biasanya pelari akan disuguhi hiburan berupa pertunjukan tarian tradisional dari penari-penari cilik yang menggemaskan. Tapi, jangan terpukau lama-lama, kamu harus tetap melanjutkan larimu. Ubud Run 2018 menawarkan rute 5K, 10K, dan setengah maraton (21K).
5. Borobudur Marathon 2018 – 18 November
Nanya nih gaes... Jawab di komen ya... Kira2 kenapa menjelang finish line banyak muka2 girang? . Ada cheering zone🔸 banyak kamera🔸 itu meringis nahan pegel🔸 penderitaan segera berakhir🔸 banyak yg ngasi salam tempel🔸 pencitraan aja🔸 temen2 komunitas pada 'njemput'🔸 disemangatin mas2 random🔸 merasa ketipu, kirain finish uda deket padahal masi jauh🔸 kaki mati rasa🔸 udah halu🔸 ada yg nungguin d finish (petugas timing system, karena uda mau COT)🔸 "why i'm doing this?" face🔸 nasi padang! 🔸disfungsi otot muka🔸SOP dari kantor (ternyata customer service)🔸 inget dia🔸 akutu orangnya emang fun banget gitu🔸 banyak mas2 pake toa trus aku ga denger jelas dia ngomong apa, jadi aku senyum aja 🔸 👨"girang itu hanya untuk orang yg gak percaya diri!!" 👩 "trus?" 👨"dan sekarang aku sedang gak percaya diri" (Dilan ikut lomba lari) . Event: @borobudur.marathon
A post shared by Iyan Molen (@pelarigalau) onJan 24, 2018 at 8:42pm PST
Inilah event lari yang ditunggu-tunggu pelari dari seluruh Indonesia. Borobudur Marathon telah digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak 2015 dan diminati karena tema budaya yang diusungnya.
Jangan dibayangkan peserta akan lari mengitari Candi Borobudur atau naik ke bagian candi. Rute lari akan diarahkan ke desa-desa sekitar Candi Borobudur. Di tengah rute kamu bisa menikmati pertunjukkan gamelan dan tari tradisional. Event ini menawarkan kategori 5K, 10K, 21K dan 42K.
Tertarik untuk ikut serta? (Sumber: Artikel kumparan.com, Foto Grace C)
...moreTripTrus.Com - Halo Sobat Triptrus, apa kabar? Selama Ramadan, ibadah religius biasanya meningkat, termasuk mengunjungi berbagai situs religi untuk mempelajari sejarah Islam lebih dalam. Salah satunya adalah dengan mengunjungi Masjid Terindah di Indonesia Selama Ramadan.
Namun, tidak hanya masjid yang besar dan megah, di Indonesia juga terdapat beberapa masjid cantik yang dapat memanjakan mata para pengunjungnya. Penasaran masjid apa saja? Yuk, simak artikel kami.
View this post on Instagram
A post shared by Ariswbr (@ariswbr)
1. Masjid Raya Baiturrahman, Aceh
Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon masjid dari kota Banda Aceh dan menjadi ikon monumental pasca Tsunami Aceh di tahun 2004. Arsitektur masjid ini bergaya kuno ala negara India, sehingga membuat masjid ini menjadi tempat wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Namun, tentu saja tidak boleh mengabaikan kegunaan utama masjid sebagai tempat ibadah. Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada tahun 1612 M oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi, seperti perluasan dan penambahan kubah.
2. Masjid Agung, Semarang
Masjid Agung Semarang dikenal karena memiliki arsitektur unik serta menjadi masjid termegah di Indonesia, salah satunya adalah memiliki payung hidrolik raksasa yang mirip dengan di Masjid Nabawi, Mekkah. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi objek wisata terpadu, pusat pendidikan, dan pusat syiar agama Islam. Masjid Agung Semarang dilengkapi dengan beragam fasilitas, seperti perpustakaan, auditorium, ruang akad nikah, serta museum perkembangan Islam.
3. Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin
Masjid ini merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar dengan konstruksi panggung yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah. Masjid Sultan Suriansyah merupakan simbol dimulainya pergerakan Islam di area Kalimantan Selatan. Meskipun sudah mengalami beberapa kali pemugaran, struktur dasar masjid ini masih dipertahankan karena termasuk dalam cagar budaya peninggalan Kesultanan Banjar. Sebagai salah satu ikon bersejarah di daerah Banjarmasin yang bersebelahan dengan Sungai Kuin, masjid ini bisa menjadi rekomendasi wisata religi yang dapat dikunjungi.
[Baca juga : "Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan"]
4. Masjid Jami, Malang
Masjid Jami Malang memiliki dua gaya arsitektur, yaitu Jawa dan Arab. Masjid yang sering dikenal dengan nama Masjid Agung Jami Kota Malang ini dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada tahun 1903. Selain sering didatangi oleh para jamaah untuk melakukan ibadah, Masjid Jami juga kerap dikunjungi wisatawan dan pecinta fotografi yang mengagumi keindahan bentuk bangunannya. Berlokasi strategis di tengah kota dan masih satu kawasan dengan alun-alun kota Malang. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @qeluyuran)
...moreTripTrus.Com - Indonesia negara yang kita cintai, memiliki alam yang indah. Diseluruh bentang pulau Indonesia sangat mudah mudah untuk menemukan tempat-tempat yang indah memanjakan mata. Sebagai orang Indonesia, kita patut berbangga hidup di negara yang dikelilingi oleh ribuan pulau yang tak tertandingi.
Hebatnya, banyak turis ingin datang dari negara lain untuk menikmati pemandangan Indonesia. Berikut adalah tempat wisata di Indonesia yang populer dan sering dikunjungi turis mancanegara.
1. Pantai Parai Tengiri (Bangka Belitung)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh ᕼEᖇᒪIᑎᗪᗩ ᒍEᑭᖇᗩTᒍEᑭᖇET (@linzherlinda)
Tentu saja beberapa dari anda pernah melihat film populer "Laskar Pelangi", yang berlatar di Pulau Belitung? Selain plot yang menarik, lokasi film juga menarik perhatian penonton. Tidak seperti pantai lainnya, pantai Parai Tenggiri memiliki struktur yang lembut dengan perairan berwarna biru kehijauan dan pasir putih yang lembut.
Ombak di pantai ini juga tenang, itulah salah satu alasan mengapa pantai ini menarik bagi para perenang. Selain berenang, Anda juga bisa memancing, parasailing, diving, snorkeling dan lainnya.
2. Nusa Dua (Bali)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nusa Penida Tour & Travel (@goexplorenusapenida)
Pulau dewata, keindahan dan pesona tempat ini memang tidak bisa dipungkiri. Untuk menarik wisatawan domestik dan asing Bali memiliki destinasi wisata yang sangat indah bernama Nusa Dua. Tempat pantai dengan pasir putih lembut dan air biru jernih. Berbagai fasilitas bisa Anda pilih dengan berkunjung ke sini. Dari hotel dan resor bergaya, restoran dan pusat perbelanjaan hingga berselancar di pantai.
Selain Pulau Gili Trawangan, Nusa Tenggar Barat memiliki wisata lain yang tak kalah populer dan cocok untuk para pendaki, yaitu Gunung Rinjani. Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia.
[Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"]
3. Gunung Rinjani (Lombok)
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Leham (@mardiasetyo_06)
Gunung Rinjanimenawarkan beberapa pemandangan terindah di Asia dengan hamparan bunga Edelweiss dan Danau Segara Anak. Ini juga bisa menjadi tempat yang menarik bagi pejalan kaki untuk mendirikan tenda, mandi air hangat atau memancing.
Namun sebelum itu, persiapan mental dan kekuatan fisik perlu dilakukan dengan matang sebelum memutuskan untuk mendaki agar tidak terjadi hambatan di tengah jalan. (Sumber: Artikel prsoloraya.pikiran-rakyat.com Foto @travellingwithjoyce)
...more
Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia.
Dari 1traveler1book.org:
#1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku.
Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah.
Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia.
Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku
Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin
Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo
Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti.
Kak Flo bersama dua anak Waerebo
Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran
Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini
Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang
Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.
Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Foto keluarga usai pembagian buku
#1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE!
Source: ZulfikarAlex.com
======================================================================================================
Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores.
Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...moreTripTrus.Com - Bro, bulan Agustus nanti, Tanah Datar bakal diramein dengan lima event keren banget! Kabarnya sih, menurut Kadis Kominfo Tanah Datar, si Yusrizal, dia udah cerita ke media jurnalsumbar, tepatnya hari Rabu tanggal 2 Agustus di Batusangkar.
Nah, event wisata ini bakal digelar di beberapa tempat asyik, loh. Cekidot ya:
Ada Pacu Jawi di Jorong Koto Tuo Nagari Simabua Kecamatan Pariangan. Jadi, tanggal 5, 12, 19, dan 26 Agustus 2023, catet deh!
Ada juga Semarak Tanjung Barulak di Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Batipuh, tepatnya tanggal 8 dan 9 Agustus 2023. Pasti seru nih!
Nah, yang ketiga ada Tabek Ganggam Festival di Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum. Kamu bisa dateng tanggal 12, 13, dan 14 Agustus 2023.
Jangan sampe ketinggalan Situmbuk Art and Culture di Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung ya. Tanggal 19, 20, dan 21 Agustus 2023, catet bro!
Terakhir, ada Salasoa Festival di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab. Bisa kamu datengin tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 2023.
[Baca juga : "Mantap! Ini Dia Libur Lima Hari Di Agustus 2023 Yang Bisa Kamu Nikmati!"]
Nah, si Yusrizal ini juga ngingetin kita yang doyan jalan-jalan, jangan sampe lupa deh tanggal dan tempat event-event keren ini. Jadi, jangan ketinggalan kesempatan buat ngerasain momen bersejarah yang kece abis! (Sumber Foto topsatu.com)
...moreTripTrus.Com - Kalau selama ini lo mikir museum itu cuma tempat pajangan benda tua yang bikin ngantuk, fix lo harus buang jauh-jauh anggapan itu. Di Rangkasbitung, ada satu spot yang justru bikin banyak anak muda penasaran karena nyimpen cerita cinta yang nggak kalah sedih dari film-film romantis zaman sekarang.
Namanya Museum Multatuli. Tapi tunggu dulu, daya tarik tempat ini bukan cuma soal bangunan bersejarah atau koleksi lawas. Ada satu kisah yang bikin banyak pengunjung langsung penasaran sejak pertama kali masuk: cerita Saidjah dan Adinda. Buat yang belum tahu, Saidjah dan Adinda adalah dua tokoh legendaris yang kisah cintanya dikenal luas lewat novel Max Havelaar karya Multatuli. Bukan cerita cinta ala happy ending yang penuh bunga-bunga. Justru sebaliknya, hubungan mereka dipenuhi penderitaan, perpisahan, sampai tragedi yang bikin hati nyesek
View this post on Instagram
A post shared by Instagramers Media Banten (@im.banten)
Menariknya, kisah yang dulu cuma hidup dalam lembaran buku sekarang bisa lo rasain atmosfernya secara langsung di Museum Multatuli. Begitu masuk area museum, lo bakal nemuin berbagai representasi tentang perjalanan hidup masyarakat Lebak pada masa kolonial. Di sinilah cerita Saidjah dan Adinda seolah dihidupkan kembali sebagai simbol penderitaan rakyat kecil yang terjebak dalam sistem penjajahan.
Banyak pengunjung datang awalnya cuma buat foto-foto. Tapi begitu mulai baca cerita dan melihat instalasi yang ada, suasananya langsung berubah. Lo jadi sadar kalau kisah cinta mereka bukan sekadar drama romantis, melainkan gambaran kerasnya kehidupan masyarakat pribumi saat itu.
Yang bikin museum ini beda dari kebanyakan museum lain adalah konsepnya. Museum Multatuli nggak cuma ngomongin sejarah kolonialisme, tapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana ketidakadilan pernah terjadi dan bagaimana perlawanan terhadap kolonialisme tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat. Tema besar yang diangkat memang anti-kolonialisme, jadi pengalaman yang lo dapet bukan cuma jalan-jalan, tapi juga refleksi sosial.
[Baca juga : "Senja Paling Gila Di Labuan Bajo: 5 Spot Sunset Yang Bikin Lo Nggak Mau Pulang"]
Di area luar museum, ada monumen interaktif yang menampilkan figur Multatuli, Saidjah, dan Adinda. Spot ini jadi salah satu lokasi favorit pengunjung buat berfoto sekaligus mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yang selama ini mungkin cuma mereka dengar dari pelajaran sejarah atau literatur klasik.
Nggak heran kalau Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah-Adinda sekarang makin sering masuk daftar destinasi wisata edukatif yang wajib dikunjungi saat mampir ke Kabupaten Lebak. Lokasinya strategis, aksesnya gampang, dan yang paling penting, pengalaman yang lo dapet nggak sekadar buat konten media sosial, tapi juga nambah perspektif tentang sejarah yang jarang dibahas dengan cara menarik.
Di tengah tren wisata yang serba estetik dan instagramable, ternyata masih ada tempat yang bisa bikin lo pulang bukan cuma bawa foto, tapi juga cerita. Dan jujur aja, setelah tahu bagaimana akhir perjalanan Saidjah dan Adinda, kemungkinan besar lo bakal lebih menghargai arti perjuangan, cinta, dan kebebasan. Jadi kalau suatu hari lo lagi nyari destinasi yang beda dari sekadar cafe hopping atau staycation, mungkin ini saatnya mampir ke Museum Multatuli. Karena kadang, cerita paling berkesan justru datang dari masa lalu yang hampir terlupakan. (Sumber Foto @mfauzanozn)
...moreTripTrus.Com - Kota Bukittinggi, yang jadi tempat lahirnya Wakil Presiden pertama sekaligus Proklamator RI, Bung Hatta, punya banyak destinasi seru, lho. Namanya juga Bukittinggi, kota ini ada di dataran tinggi Sumatera Barat, sekitar 100 km dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Suasana sejuk dan view bukit bikin perjalanan ke sana makin asyik, apalagi jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan tebing di kanan kiri.
View this post on Instagram
A post shared by Ikhsan Yody Farhan (@ikhsan.yody)
Bukittinggi juga terkenal sama Jam Gadang, tapi ada destinasi yang nggak kalah bersejarah dan bikin kita tambah pinter, yaitu Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta. Di sini kamu bisa ngintip kehidupan Bung Hatta kecil sampai perjuangannya buat memerdekakan Indonesia! Sebelum mampir, yuk cek dulu 6 fakta menarik tentang museum ini.
1. Dibangun Sekitar Tahun 1860
Rumah masa kecil Bung Hatta dibangun sekitar 1860-an dengan kayu sebagai material utama. Ada bangunan utama, paviliun, lumbung padi, dapur, dan kandang kuda. Bangunan utama buat ruang tamu, makan, dan kamar keluarga. Nah, paviliun jadi kamar tidur Bung Hatta kecil.
2. Bung Hatta Tinggal di Sini Sampai Umur 11
Bung Hatta lahir di Bukittinggi, dulu namanya Fort De Kock, tanggal 12 Agustus 1902. Di rumah ini, dia tinggal sampai usia 11 tahun sebelum pindah ke Padang buat sekolah. Meski cuma 11 tahun, rumah ini berperan besar banget dalam pembentukan karakter Bung Hatta. Di sini, dia belajar disiplin, sederhana, dan penuh kasih sayang.
[Baca juga : "5 Tempat Hits Di Bali Yang Bikin Lo Ngerasa Kayak Julia Roberts Di Eat Pray Love"]
3. Dibangun Ulang Tahun 1994
Rumah aslinya sempat runtuh tahun 1960-an, tapi kemudian dibangun ulang di tahun 1994 atas ide dari Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta. Proses pembangunan dimulai tanggal 15 Januari 1995, dan diresmikan pada 12 Agustus 1995, pas hari ulang tahun Bung Hatta dan 50 tahun Indonesia Merdeka.
4. Perabotannya Masih Asli, Lho!
Rumah ini dibangun ulang tapi tetep pakai konsep asli. Sebagian besar perabotan di dalam rumah juga masih asli, warisan dari masa kecil Bung Hatta. Bahkan sepeda ontel yang sering dipakai Bung Hatta masih ada, tersimpan di paviliun belakang.
5. Info Sejarah Bung Hatta Lengkap Banget
Di museum ini, kamu bisa lihat gimana sederhananya kamar Bung Hatta. Kamar kecil dengan lemari penuh buku. Selain itu, ada info tentang silsilah keluarga Bung Hatta dan foto-foto perjuangannya dalam meraih kemerdekaan Indonesia.
6. Lokasi Dekat Jantung Kota Bukittinggi
Museum ini gampang banget dijangkau, lokasinya di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi. Hanya butuh waktu jalan kaki 15 menit dari Jam Gadang. Serunya lagi, masuk museum ini gratis! Buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.Jadi, kapan mau ke sini? Jangan sampai kelewatan, ya! (Sumber Foto @khairawwrrr)
...more