shop-triptrus



Liburan Natal dan Tahun Baru 2024 Seru di Jakarta

TripTrus.Com - Wah, mau liburan Natal di Jakarta nih? Asyik, bro! Ada banyak tempat keren buat ngabisin waktu liburan, dan Jakarta punya spot-spot seru yang bisa jadi pilihan kamu buat ngerayain Natal 2023 dan tahun 2024 bareng keluarga.       View this post on Instagram A post shared by Faunaland Ancol (@faunaland_ancol) Gak cuma buat asik-asikan, tempat-tempat ini juga bisa jadi ajang edukasi buat anak-anak. Biar liburanmu makin berkesan, yuk cek rekomendasinya! 1. Museum MACAN, Biar Feed Instagram Meledak Museum seni yang lagi hits abis nih, guys! Ada karya seni modern dan kontemporer dari dalam dan luar negeri yang bisa kamu nikmatin. Salah satunya karya Yayoi Kusama, deh. Luasnya sekitar 7.100 meter persegi, jadi ada banyak ruang edukasi dan kegiatan keren. Buka setiap hari dari jam 10 pagi sampe 6 sore. Tiketnya? Rp70 ribu buat dewasa, Rp60 ribu buat senior dan pelajar, Rp50 ribu buat anak-anak 3-12 tahun, dan yang masih balita alias di bawah 3 tahun gratis! 2. Skyworld Indonesia, Wisata Luar Angkasa Ala Jakarta Kalo mau eksplorasi tentang angkasa, mampir ke Skyworld Indonesia di Taman Mini aja. Ada Planetarium terbesar se-Asia Tenggara, bioskop 5 dimensi, roket air, wall climbing, taman bermain air, sampe playground. Buka dari Sabtu sampe Kamis, mulai jam 9 pagi sampe jam 5 sore. Jumat tutup, ya. Tiketnya cuma Rp80 ribu. [Baca juga : "Jateng Geber Ratusan Event Buat Nge-boost Pariwisata Di 2024"] 3. Faunaland Ancol, Makin Dekat Sama Binatang Buat yang suka binatang, dateng aja ke Faunaland Ancol. Ada singa putih, kuda pony buat dinaiki, Pulau Burung buat main, Bird Show, sampe binatang unik kayak landak albino dan keledai mini. Tiketnya Rp80 ribu, buka Senin-Jumat dari jam 9 pagi sampe jam 4 sore, terus Sabtu-Minggu dari jam 9 pagi sampe jam 5 sore. Jadi, itu dia tiga destinasi keren buat liburan Natal di Jakarta. Selamat ngerayain Natal dan Tahun Baru, ya! Semoga liburannya seru abis! 🎄🥳  (Sumber Foto @andyhendrata) 
...more

5 Hal Kecil Yang Bikin Ngetrip Jadi Gak Oke

TripTrus.Com - Kita semua ingin trip yang sempurna. Apalagi, dengan waktu dan uang yang kita habiskan, liburan yang enggak bisa dinikmati membuat ngetrip jadi terasa sia-sia. TripTrus dan ZAP punya solusi untuk 5 hal kecil yang bikin ngetrip kurang oke jadi mengesankan. 1. Cuaca Tidak Mendukung Pasti pada enggak mau kan kalo sampai di tempat ngetrip terus seharian hujan, atau ada badai yang bikin kita gak bisa ke mana-mana? Sebenarnya tidak susah buat menghindari kejadian ini. Sebelum ngetrip, cek dulu ramalan cuaca daerah yang mau dikunjungi. Bikin juga tujuan alternatif yang bisa dikunjungi meskipun hujan. Jangan lupa bawa payung dan jas hujan untuk menghindari tubuh dari air hujan. 2. Kondisi Badan Tidak Fit Bayangkan begini, kamu ngetrip ke destinasi impian tapi begitu di sana kondisi badan ngedrop. Wah, jadi percuma repot-repot nabung dan bikin jadwal kunjungan ke sana-sini. Untuk itu, persiapkan kondisi tubuh sebelum ngetrip. Hindari deh yang namanya kurang tidur, beraktivitas yang berlebihan, makan-makanan yang bisa bikin pencernaan bermasalah. Bawa juga suplemen penambah tenaga dan cemilan sehat buat isi perut selama ngetrip. Jangan lupa minum air putih yang cukup ya. 3. Foto Ngetrip Kurang Oke Kamu pasti gak mau dong kalau foto-foto ngetrip kamu ternyata buram, tidak fokus, atau kena photobomb (ada penampakan yang tidak diinginkan di foto). Kalau yang ini bisa diatasi dengan cari tahu terlebih dulu cara menggunakan kamera kamu, baca berbagai tips dari para fotografer kawakan buat cara ambil foto-foto yang keren. Sebelum ambil foto, lihat juga keadaan sekeliling, untuk menghindari kejadian kayak gambar di atas. 4. Kurang Informasi Tujuan Ngetrip Pernah sampai di tempat ngetrip tapi enggak tahu mau ke mana atau apa yang mau dilakukan di sana? Kalau yang ini bisa diatasi dengan mengumpulkan informasi sebelum ngetrip. Cari tahu obyek-obyek yang bisa dikunjungi, tanya ke penduduk setempat dan traveler lain mengenai apa yang bisa dilakukan di sana. Atau, kalau mau nekad, langsung saja jalan. Kadang, sedikit nyasar malah bisa memberikan kita pengalaman ngetrip yang tak terlupakan. Kalau mau lebih gampang, ikutan ngetrip yang diadakan oleh trip operator yang handal. 5. Tumbuh Bulu di Area yang Tidak Diinginkan Tumbuhnya bulu di area yang tidak diinginkan adalah masalah umum yang hampir dimiliki oleh semua orang, apalagi wanita. Banyak cara untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan tersebut, namun, mana yang terbaik. Selama ini kaum wanita menghilangkan bulu dengan cara mencukur atau waxing, bahkan ada yang mencabut bulu. Tapi dengan Treatment Hair Removal dari ZAP bulu-bulu yang tidak diinginkan bisa hilang secara permanen. Bandingkan saja dengan teknik mencukur atau waxing yang hanya bersifat sementara dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Dengan Permanent Hair Removal dari ZAP, bulu-bulu akan tercabut sampai ke akarnya dan iritasi sangat jarang terjadi. Ini bisa dimungkinkan karena teknologi yang digunakan oleh ZAP telah memiliki sertifikasi nasional dan ZAP sendiri sudah sangat berpengalaman. Jadi, sebelum ngetrip, datang deh ke ZAP yang ada di sembilan lokasi (Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta). Atau, telepon ke 08 7878 927 927 untuk layanan ZAP Home Service di Jabodetabek dan Bandung yang memungkinkan kamu melakukan treatment di rumah.
...more

5 Fakta Sejarah Tentang Pulau Penyengat

TripTrus.Com - Pulau Penyengat adalah sebuah pulau di wilayah Kepulauan Riau. Belanda menyebutnya sebagai PUlau Mars. Pulau ini terletak di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam.  Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Berdasarkan informasi yang dihimpun batamnews dari wikipedia dan berbagai sumber, berikut adalah keistimewaan Pulau Penyengat.       View this post on Instagram Goes to Pulau Penyengat.. . Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, sedang bersiap untuk mengadakan Festival Pulau Penyengat 2019 yang diadakan pada 14-18 Februari. Acara ini dipusatkan di Balai Adat Melayu Pulau Penyengat. Banyak kegembiraan dapat ditemukan di Festival kali ini. Wisatawan yang datang dapat menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana, seperti lomba dayung, lomba dayung bantal di laut, lomba tangkap bebek di laut, lomba gurindam 12, dan kompetisi becak bermotor dekoratif. Tiga acara teratas adalah Malay Fashion Penyengat Serantau, Short Film Netizen Stinger Halal Competition, dan the Halal Competition Stinger Pattern Tour. #FestivalPulauPenyengat2019 #PulauPenyengatFest2019 #FestivalPulauPenyengatKepri #PesonaPulauPenyengatFest2019 #EnjoyPulauPenyengatFest2019 #WonderfulFestPulauPenyengat #YukKePenyangatFestival2019 #PesonaFestPulauPenyengat2019 #SemarakFestivalPenyengat2019 #PesonaWisataPulauPenyengat #PesonaIndonesia A post shared by Edy Singomoto (@singomoto) onFeb 13, 2019 at 5:35pm PST 1. Pusat pemerintahan Kerajaan Riau Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau. Ketika itu namanya menjadi Pulau Penyengat Inderasakti.  Pada 1803, Pulau Penyengat awalnya dibangun sebagai pusat pertahanan. Pulau ini kemudian dibangun menjadi negeri dan  berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga. Ketika itu, Sultan berkediaman resmi di Daik-Lingga. Pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat.  Sejak itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istiadat, agama Islam dan kebudayaan Melayu. 2. Pulau bersejarah Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah. Pulau ini memiliki kedudukan penting dalam peristiwa jatuh bangunnya Imperium Melayu.  Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911. 3. Jadi kubu pertahanan perang saudara di Johor Awalnya pulau ini hanya sebuah tempat persinggahan armada-armada pelayaran yang melayari perairan Pulau Bintan, Selat Malaka dan sekitarnya.  Namun pada tahun 1719 ketika meletus perang saudara memperebutkan tahta Kesultanan Johor. Perang tersebut antara Raja Kecil, keturunan Sultan Mahmud Syah melawan Tengku Sulaiman, keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah. Pulau Penyengat mulai dijadikan kubu pertahanan oleh Raja Kecil. Ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Kota Tinggi (Johor) ke Riau di Hulu Sungai Carang (Pulau Bintan).  Perang saudara itu dimenangkan oleh Tengku Sulaiman dan saudaranya. Mereka dibantu lima orang bangsawan Bugis Luwu, yaitu Daeng Perani, Daeng Marewah, Daeng Chelak, Daeng Kemasi dan Daeng Menambun.  Selanjutnya, Tengku Sulaiman mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Johor-Riau-Lingga, pada 4 Oktober 1722. Sedangkan Raja Kecil menyingkir ke Siak dan mendirikan Kesultanan Siak. 4. Ada banyak bangunan bersejarah Bangunan bersejarah di Pulau Penyengat di antaranya yaitu Masjid Raya Sultan Riau, Mushaf Al-Quran, Istana Kantor dan Balai adat Melayu. Monumen Bahasa Melayu juga didirikan di pulau ini. Pada tanggal 19 Agustus 2013, diletakkan batu pertama pembangunan Monumen Bahasa Melayu di areal dalam bekas Benteng Kursi, Pulau Penyengat, oleh Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani.  Pembangunan monumen ini merupakan wujud penghormatan dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap jasa-jasa Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa. Selain itu juga untuk lebih mengenalkan tentang asal dan arti bahasa Melayu yang dipakai di Kepulauan Riau dan Lingga, serta bahasa Indonesia yang digunakan saat ini. [Baca juga : "4 Tempat Bersejarah Di Kota Cilegon"] 5. Pulau Mas Kawin Pulau penyengat menjadi mas kawin Sultan Kasultanan Riau III Sultan Mahmud Syah untuk Raja Hamidah yang kemudian dikenal sebagai Engku Puteri Raja Hamidah. Mereka menikah pada tahun 1803. Engku Puteri Raja Hamidah merupakan putri dari Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IV, Raja Haji Fisabilillah. Setelah menikah dengan Sultan Mahmud Syah dan diberikan Pulau Penyengat, ia kemudian bermukim di pulau tersebut hingga akhir hayat pada 1844. Hingga saat ini, banyak keturunan Engku Puteri Raja Hamidah yang dimakamkan di tempat tersebut. Engku Puteri Raja Hamidah sendiri dimakamkan di kompleks pemakaman Dalam Besar.  Pada kompleks tersebut, juga dimakamkan Raja Ali Haji yang dikenal sebagai pengarang Gurindam Dua Belas dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Di kompleks itu pula dimakamkan Raja Ahmad dan Yang Dipertuan Muda (YDM) Riau IX, Raja Abdullah. (Sumber: Artikel batamnews.co.id Fotokebudayaan.kemdikbud.go.id)
...more

Cagar Budaya Tangerang Mendunia

TripTrus.Com - Setiap kota punya ceritanya sendiri-sendiri, termasuk Tangerang yang terkenal sebagai salah satu pusat kebudayaan China-Islam pada masa silam. Untuk melihat perkembangan kebudayaan itu, bisa dilihat dari cagar budaya yang ada. Sedikitnya ada sembilan cagar budaya yang bisa diselamatkan sebagai warisan dunia di kota industri dan jasa itu. Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh mengatakan, dari cagar budaya itu, masyarakat bisa lebih mengenal jati diri orang Tangerang. “Kami punya sembilan cagar budaya yang sudah ditetapkan dan semuanya sudah mendunia,” kata Rizal kepada KORAN SINDO kemarin.  Dia melanjutkan, budaya Tangerang terhubung dengan zaman Belanda, yakni Bendungan Pasar Baru atau Pintu Air 10. Kebudayaan kekukuhan bendungan itu bisa dianalogikan dengan budaya Tangerang dalam menahan terpaan masuknya budaya Barat dari berbagai sisi.  Selain itu, terjadi pula hubungan dengan masyarakat nonmuslim dalam hal ini warga Tionghoa. “Masjid Jami dan Makam Kalipasir ini berada di komunitas masyarakat Tionghoa dan menjadi bukti kerukunan antara komunitas Muslim dan Tionghoa yang ada di Tangerang,” tutur Rizal lagi.       View this post on Instagram Masjid Jami Kali Pasir . Masjid tertua di Kota Tangerang, Peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. . 📷 Kodak Signet s35 🎞 Kodak ColorPlus 200 #lugeugu #luguanalog #lugufilm #35mm #indo35mm #35mmphotography #35mmfilm #35analog #35mmstreetphotography #filmphotography #filmisnotdead #ishootfilm #analogcamera #kodak #kodaksignets35 #rollfilm #kodakcolorplus200 #kcp200 #pasarlama #masjidjamikalipasir #analogtangerang A post shared by LUGU (@lugeugu) onJan 11, 2018 at 8:28pm PST Dia menambahkan, pada masa itu Sungai Cisadane menjadi jalur lalu lintas perdagangan rempah-rempah dan tempat bersandar para pedagang Tionghoa di Tangerang. Mereka suka berhenti di Tangerang. “Banyak arsitektur bangunan di Tangerang sangat kental dengan nuansa China, mulai interior yang didominasi warna merah dengan hiasan China, seperti Medalion dan hewan mitologi dan sebagainya,” paparnya. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang mengajak pihak swasta untuk ikut serta menata kawasannya dan menyediakan tempat rekreasi dalam pengembangannya. “Sungai Cisadane yang merupakan persediaan air baku masyarakat Tangerang akan dikelola sebagai objek wisata yang menyerupai di luar negeri hingga menyediakan transportasi air setelah di darat yang terdampak macet,” ujarnya.  Arief R Wismansyah mengatakan, setiap cagar budaya memiliki nilai sejarah untuk dijadikan pelajaran bagi masyarakat luas sekarang maupun yang akan datang. [Baca juga : "Wisata Sejarah Menarik Di Tangerang"] Melalui program Tangerang Layak Dikunjungi, Pemkot Tangerang melakukan penataan cagar budaya dan mengenalkan potensi wisata lain kepada masyarakat luas. Mulai menjadikan taman sebagai tempat rekreasi dan mempromosikan UKM sebagai bekal oleh-oleh bagi wisatawan. “Rekreasi atau liburan menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, kita lakukan penataan dengan dasar kreativitas melalui potensi yang ada dengan peran serta masyarakat serta semua pihak. Kami pun mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Tangerang dan menggali sejarah yang ada karena sangat menarik,” ujarnya. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...more

5 Desa Wisata Terbaik di Indonesia, Ada yang Sudah Diakui Dunia!

TripTrus.Com - Paduan pesona alam dan budaya kelas dunia. Memasuki tahun 2022 masyarakat masih harus dihadapkan hidup berdampingan dengan virus corona. Status pandemi Covid-19 masih belum dicabut WHO, karena tren penyebarannya yang masih naik turun. Kondisi ini pun memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Tak hanya soal kebiasaan sehari-hari yang berubah, kini tren wisata masyarakat juga mulai berubah. Masyarakat yang sudah bosan di dalam rumah memilih berwisata ke tempat-tempat yang menjamin penerapan protokol kesehatannya. Salah satunya berwisata di alam terbuka. "Dari pemantauan kami, wisatawan nusantara saat ini tetap mengutamakan destinasi wisata yang memiliki protokol kesehatan terutama di destinasi wisata alam terbuka," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta. Mencari sesuatu yang berbeda untuk memulai liburan di masa pandemik? Cobalah mengunjungi beberapa desa tradisional. Rasakan sensasi liburan baru yang menawarkan pengalaman kehidupan tradisional dan berbaur dengan penduduk setempat. Indonesia yang kaya akan budaya memiliki desa wisata erbaiknya, lho. Bahkan, banyak yang keindahan dan kekayaan budayanya sudah diakui oleh dunia. 1. Desa Pemuteran, Bali       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Dedy Saputra (@dedylet) Berbeda dari banyak desa wisata yang menawarkan pelarian budaya dari hiruk pikuk kota metropolitan, Desa Pemuteran juga menjadi tujuan menyelam dan snorkeling. Hal ini gak bakal kamu dapat di desa mana pun. Di desa ini, kamu dapat menemukan clownfish, parrotfish, pari manta, dan hiu paus melewati perairan. Pada 2018, Lonely Planet memasukkan Desa Pemuteran sebagai salah satu 10 Destinasi Terbaik Asia yang direkomendasikan. Keren banget, kan? 2. Desa Penglipuran, Bali       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Yanuar Joko (@yanuarjp21) Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang dibangun secara tradisional dengan melestarikan arsitektur bambu dari Bali. Di sini, hampir segala sesuatu terbuat dari tanaman, mulai dari dapur, gerbang rumah, ambang pintu, furnitur, hingga atap. Desa ini terletak di Kintamani, tepatnya di sepanjang pedesaan yang terletak di antara perbukitan. Lebih dari sekadar desa wisata yang menyuguhkan banyak sajian budaya, daya tarik Desa Penglipuran juga terpancar dari kebersihannya. Pada 2018, Desa Penglipuran dinobatkan sebagai tiga desa terbersih di dunia menurut pilihan pembaca di majalah perjalanan CN Traveler. Bangga banget! 3. Desa Nglanggeran, Yogyakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Adit (@dhiee_traveller) Daya tarik utama desa ini tentu saja Gunung Api Purba Nglanggeran. Kagumi pemandangan Yogyakarta dari atas dan hirup udara segar begitu tiba di puncak. Selain itu, kamu juga dapat menjelajahi Kolam Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, dan berbagai aktivitas budaya, seperti karawitan, jatilan, batik topeng, dan lainnya. Desa ini pernah mendapatkan Penghargaan dari ASEAN Community Based Tourism (CBT) Awards pada Januari 2017, lho. 4. Desa Pentingsari, Yogyakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) Terletak 700 meter di atas permukaan laut dekat Gunung Merapi di Jawa Tengah, Desa Wisata Pentingsari baru-baru ini mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Bupati Sleman atas sistem ekonomi kerakyatan mereka. Masyarakat setempat masih melestarikan penggunaan alat tradisional dari alam. Menawarkan banyak perspektif tentang alam, budaya, dan pertanian yang terkait dengan lingkungan, Desa Pentingsari membawa pemahaman yang lebih dalam tentang alam, budaya tradisional, seni, dan kearifan lokal kepada pengunjungnya. [Baca juga : "Melihat Tren Wisata Masyarakat Di Tahun 2022"] 5. Desa Tamansari, Banyuwangi       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh DESA WISATA TAMANSARI (@desawisatatamansari) Meraih predikat Pemanfaatan Desa Wisata Terbaik dalam kategori jejaring usaha, desa ini menjadi pionir pengembangan potensi desa wisata. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan sejumlah usahanya dari sekadar potensi, seperti usaha peternakan madu, kendaraan wisata, jasa pemandu, dan beberapa UKM lainnya. Desa Tamansari juga terkenal dengan penghasil karet, cengkih, biji kopi, dan cokelat. Selain itu, ada juga sejumlah peternak sapi perah di sekitar daerah yang terlatih untuk menghasilkan produk susu berkualitas tinggi. Berlibur ke Desa Wisata yang kaya akan budaya dan alam indah tentu bakal jadi pengalaman berkesan. Berbaur dengan masyarakat setempat pun akan terasa menyenangkan. Desa wisata mana yang pengin kamu kunjungi terlebih dahulu?  (Sumber: Artikel idntimes.com Foto @desawisatatamansari) 
...more

Generasi Milenial Indonesia Lebih Suka Berwisata Dalam Negeri

TripTrus.Com - Kekayaan wisata Indonesia disadari betul oleh generasi milenial. Buktinya, mayoritas generasi milenial Indonesia lebih suka berwisata dalam negeri. Generasi milenial semakin memperluas jangkauan liburan mereka lebih dari gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan. Hal itu berdasarkan survei dari situs pemesanan hotel Agoda.com. "Millenials ingin bertualang lebih jauh dan melakukan banyak hal ketika traveling. Namun riset kami menunjukkan bahwa pilihan pertama mereka adalah menghabiskan waktu di keindahan alam Indonesia. 80 persen (responden) menyatakan pilihan ini sebagai nomor satu," tutur Country Director Agoda International Indonesia, Gede Gunawan dalam rilis yang diterima KompasTravel, Kamis (27/4/2017). Riset yang sama juga menyatakan bahwa mencari ketenangan dan nuansa alam menjadi pilihan pertama dari wish list anak muda Indonesia. Seiring musim hujan yang sebentar lagi selesai, para wisatawan domestik tengah mencari kesempatan untuk quick getaway di tengah musim liburan yang mulai memasuki peak season. Data dari Agoda menunjukkan bahwa reservasi hotel di bulan Mei 2017 meningkat sebesar 28,2 persen dibandingkan bulan April. Agoda.com menghimpun lima destinasi sekaligus tempat menginap yang bisa jadi referensi liburan untuk generasi milenial Indonesia. Pertama adalah Pertiwi Resorts & Spa di Ubud (Bali), kemudian Grand Ussu Hotel & Convention di Puncak (Bogor), Kelimutu Crater Lakes Eco Lodge (Flores), AlterNative Stay (Raja Ampat), dan Ijen Resort & Villas (Banyuwangi). (Sumber: Artikel kompas.com Foto jakpost.net)  
...more

Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?

TripTrus.Com - Lombok tuh kayak lawan dari Bali yang sibuk, semuanya lebih santai dan adem ayem. Lo bisa eksplor pake sepeda, motor, atau jalan kaki, nikmatin air terjun, sawah-sawah hijau, dan desa-desa suku tradisional. Pantai-pantainya emang gak mulus kayak di brosur, pasirnya dari abu gunung berapi gitu. Tapi, pemandangan Gunung Rinjani yang megah bikin semua itu worth it. Kalo lo nyari pasir emas buat nyelupin jari-jari lo, langsung cabut ke Gili Islands. Gili Meno dan Air yang deket sama Lombok emang cocok banget buat lo yang pengen liburan total relax, sementara Gili Trawangan lebih pas buat lo yang mau vibes party non-stop.       View this post on Instagram A post shared by CANRO SIMARMATA (@canro.simarmata) Kalo lo doyan mendaki, Gunung Rinjani nih spot yang pas buat lo. Lo bakal liat spiral asap dari Lembah Sembalun di kaki gunung. Di sana, sawah-sawah basah dan kebun sayuran bertebaran, dari stroberi sampai bawang putih. Buat orang Sasak, lereng-lereng yang tertutup hutan hujan itu sakral banget, dan udah jadi trek favorit komunitas pendaki. Tapi jangan kira gampang ya, mendaki ke puncak kawah Rinjani butuh perjuangan. Ini gunung tertinggi kedua di Indonesia loh, dengan trek 25 kilometer yang licin dan curam. Siap-siap ngos-ngosan deh! [Baca juga : "Bali, Lebih Dari Sekadar Pantai, Yuk Eksplor Sisi Lainnya!"] Nah, buat lo yang suka suasana pantai, Gili Islands bakal jadi surga lo. Duduk santai di pasir putih Gili Meno, liatin awan-awan lewat di atas Laut Bali aja udah bikin lo rileks. Lo bisa snorkeling, berenang, atau cuma chill di bar tepi pantai sambil nunggu sunset. Gili Trawangan emang tempatnya para backpacker yang doyan pesta, tapi kalo lo nyari ketenangan, masih ada kok spot-spot eksklusif di sana, tinggal pilih pantainya. Gilis Meno dan Air? Ini tempatnya buat lo yang mau bener-bener leyeh-leyeh, pas banget buat honeymoon atau liburan keluarga yang pengen total santai. Kalo lo suka yang kayak gini, Lombok dan Gilis ini liburan yang wajib lo coba! (Sumber Foto @heyiosononico) 
...more

Keindahan Bawah Laut Gorontalo

Mau lihat langsung keindahan bawah laut Gorontalo? Klik di: http://triptr.us/Bl TRIPTRUS - Di bagian utara Sulawesi, banyak sekali keindahan yang bawah laut untuk dinikmati. Contoh saja Taman Laut Bunaken, Wakatobi, atau Togean yang keindahannya sudah dikenal oleh dunia. Di provinsi Gorontalo, ada dua taman laut yang tidak kalah indahnya dengan nama-nama itu. Taman Laut Olele dan Taman Laut Bilitia, adalah gerbang tersembunyi yang menyimpan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Kedua taman laut ini terletak di Teluk Tomini, di arah selatan Gorontalo. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kedua taman laut ini punya pemandangan bawah air yang sama indahnya. Taman Laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Dengan menempuh sekitar kurang lebih 1 jam dari Gorontalo dengan kendaraan darat, atau sekitar 30 menit jika menaiki speedboat dari Gorontalo. Sebelum menceburkan diri ke Taman Laut Olele, kita sudah bisa menghela nafas lega melihat sebaran pasir putih dan pemandangan birunya air laut yang seakan-akan mengundang kita untuk segera mengenakan tabung oksigen atau snorkel dan segera melihat pemandangan bawah air yang bisa membuat love at first sight. Salah satu hal yang unik yang bisa ditemui di Taman Laut Olele adalah banyakknya bunga karang besar bernama Salvador Dali sponge (Petrosia lignosa) yang tersebar di sekitar Taman Laut Olele. Spon itu diberi nama karena bentuknya yang mengingatkan orang pada lukisan maestro aliran surealisme, Salvador Dali. Jajaran berbagai jenis terumbu karang dengan beragam warna, ratusan spesies laut yang berenang di antara para penyelam. Ada sembilan dive spot di Olele yang punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Bagi penyelam pemula Taman Laut Olele adalah tempat yang pas untuk belajar menyelam atau snorkeling. Suasana pantai yang sepi dan air laut yang tenang sangat ideal untuk belajar menguasai peralatan olahraga bawah air. Pesona Taman Laut Olele membuat banyak penyelam yang lebih senang terdiam menikmati pemandangan di depan mereka, sehingga seringkali terjadi kemacetan karena serombongan penyelam akan terhambat oleh penyelam lain yang sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan mereka. Pemerintah Gorontalo menetapkan kawasan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sejak tahun 2006, setelah setahun sebelumnya menetapkan Desa Olele sebagai kawasan wisata. Di Olele juga mulai banyak muncul rumah-rumah penduduk yang ditawarkan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung. Sementara itu, di seberang Pantai Botuhuwato, Desa Kramat, Kecamatan Managgu, terdapat Pulau Bitilia - dengan Taman Laut Bitilia - yang secara pesat mulai dijadikan incaran para wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai destinasi olahraga menyelam dan snorkeling. Untuk mencapai Pulau Bitilia diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Botuhuwato atau dari Pantai Boleamo Indah. Sama seperti Olele, Taman Laut Bitilia juga memiliki daya tarik yang tidak henti-hentinya membuat para penyelam berdecak kagum. Tapi tidak seperti Olele, Ombak di Bitilia sedikit lebih besar, tapi relatif tidak akan menyulitkan kegiatan menyelam atau snorkeling. Membayangkan keindahan bawah air Taman Laut Olele dan Taman Laut Bitilia rasanya tidak cukup jika tidak merencanakan untuk suatu hari, kalau bisa dalam waktu dekat, mengunjungi keduanya.   Photos courtesy of: indonesia.travel, fllickr.com, vivanews.co.id, murexdive.com
...more

Liburan Akhir Pekan di Pulau Sangiang yang Eksotis!

TripTrus.Com - Banten punya segudang destinasi wisata alam yang pas buat libur weekend ini. Pergilah ke Pulau Sangiang yang ramah nan eksotis. Dimulai dari Ujung Kulon di selatan Banten, menyeberanglah dari Pelabuhan Paku Anyer, Kabupaten Serang. Memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan perahu kecil. Merasakan ombak Selat Sunda menjadi tantangan tersendiri, apalagi dengan cuaca musim penghujan sekarang ini. Tapi tak usah khawatir, kapten kapal sudah biasa bolak-balik Anyer-Pulau Sangiang dan menjadi makanannya sehari-hari. Pulau Sangiang memang belum menjadi tujuan utama wisata di Banten. Masyarakat baik dari dan luar Banten biasanya memilih Anyer sebagai lokasi wisata untuk melepas penat setelah serius bekerja. Namun, tak ada salahnya jika berkunjung ke Pulau Sangiang untuk merasakan sensasi baru dalam berwisata. Sesampainya di dermaga kecil, keramahan warga Pulau Sangiang akan menyambut para wisatawan. Tak ada penginapan di sana, yang ada hanya rumah-rumah penduduk yang suatu saat bisa disinggahi untuk bermalam. Tak ada tiket masuk di sana, hanya saja, wisatawan dapat memberikan uang alakadarnya yang oleh warga disebut iuran swadaya.Jika sudah siap bertualang, traveler boleh meminta warga setempat untuk menjadi guide mengelilingi Pulau Sangiang. Sedikitnya ada 4 destinasi yang wajib dikunjungi seperti Puncak Harapan, Puncak Begal, dan Bukit Arjuna, tak ketinggalan Goa Kelelawar. Di Bukit Harapan, traveler bisa melihat betapa indahnya lautan Selat Sunda dilengkapi dengan bukit-bukit nan menawan. Jalanan naik-turun membuat wisatawan cukup berkeringat. Namun, keringat itu akan terbayar oleh pemandangan yang menakjubkan.Semilir angin saat tiba di Puncak Harapan dapat menghilangkan lelah setelah trekking sekitar 1 jam perjalanan. "Kalau di Goa Kelelawar ikan hiu itu kelihatan, kan di bawahnya itu ada air, jadi kelihatan tuh hiunya," kata salah seorang warga Pulau Sangiang, Lukman.Jika sudah puas menikmati keindahan dari bukit-bukit tersebut, kembalilah ke jalan awal mulai trekking. Mintalah guide untuk mengantarkan traveler ke pantai yang biasa dipakai untuk berkemah. Di sana Anda bisa menikmati sunset sambil bermain-main dengan ombak Selat Sunda. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto @jktjalanjalan)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...