shop-triptrus



Perbedaan Open Trip, Private Trip dan Paket Wisata Grup

TripTrus.Com - Kendati banyak sekali orang yang suka berpergian tentu sering dipusingkan dengan berbagai pilihan perjalanan yang mana belum semuanya mengerti tentang macam-macam perjalanan yang mereka pilih. Tentu ada 3 macam paket perjalanan yang biasanya ditawarkan oleh pihak agen travel kepada kalian ketika ingin pergi berlibur seperti Open Trip, Private Trip dan juga Paket Wisata Grup.   Dari ketiga macam paket perjalanan tersebut, berikut adalah Perbedaan Open Trip, Private Trip dan Paket Wisata Grup :   1.    Open Trip Untuk yang satu ini tentunya nanti kalia sebagai peserta akan melakukan liburan bersama dengan peserta yang lainnya digabungkan menjadi 1 dengan jadwal tour yang nantinya sudah ditentukan oleh panitia. Tentunya untuk paket perjalanan yang satu ini akan menggunakan kuota maksimal yang mana bisa menentukan kapan keberangkatannya jika kuota sudah memadai .  Jika kuota tidak memenuhi target yang ditentukan biasa nya peserta akan dihadapkan dengan 2 macam pilihan seperti yang pertama jadwal akan direschedule kembali dan yang kedua akan tetap berangkat namun ongkos atau biaya para peserta akan dinaikan harganya hingga sesuai dengan target kuota. Dan untuk tanggal keberangkatannya tentu untuk paket yang satu ini tidak bisa kalian tentukan sendiri karena semuanya akan diatur oleh admin atau agen travelnya.   2.    Private Trip Berbeda dengan Open trip untuk paket perjalanan yang satu ini dikhususkan untuk kebutuhan pribadi atau untuk 1 keluarga besar yang mana ingin pergi berlibur bersama-sama hanya dengan keluarga saja. Tentu untuk biaya yang dikenakan akan cukup tinggi, namun kalian bisa mengatur jadwal keberangkatan, tempat tujuan wisata, hingga fasilitas yang ingin kalian dapatkan. Jadi, untuk paket yang satu ini kalian dimanjakan sekali dan memang disesuaikan dengan kemauan kalian.   3.    Paket Wisata Grup Yang terakhir yakni paket wisata grup, tentu ini berbeda dengan kedua paket diatas, dimana untuk yang satu ini biasanya paket wisata yang peserta nya berasal dari 1 rombongan organisasi. Dimana paket wisata ini berbeda dengan open trip yang juga diikuti oleh rombongan peserta namun berasal dari tempat yang berbeda dan bisa jadi tidak mengenal satu sama lainnya. Untuk paket ini tujuan wisata pun bisa ditentukan oleh peserta rombongan dan biaya perjalanan nya ditanggung oleh 1 pihak organisasi.   Bagaimana sudah cukup jelas bukan? Tentunya jika kalian ingin melakukan perjalanan dengan memilih salah satu paket yang sudah dijelaskan diatas bisa mengerti dengan jelas paket yang mana yang cocok dengan kalian. Oke? Okelah sobat, kami akhiri dulu seputar Perbedaan Open Trip, Private Trip, dan Paket Wisata Grup, jika kalian ingin cari paket wisata open trip, silakan klik disini untuk meilihat informasi selengkapnya. (Sumber: Artikel paketwisatatour.net Foto vakansinesia.com)
...more

Petualangan Seru Di Papua Barat Dan Kepulauan Rempah-Rempah

TripTrus.Com - Lo pernah gak sih kepikiran buat kabur dari hiruk pikuk kota dan nyari ketenangan di pulau terpencil? Nah, lo bisa nemuin itu di Maluku dan Raja Ampat, yang terletak di ujung timur Indonesia, tepatnya di Papua Barat. Lo bakal ngerasain suasana liar dan alami, tebing-tebing batu yang ditutupin hijau, plus pantai pasir putih yang meliuk-liuk ngikutin garis pantai. Raja Ampat tuh surga buat lo yang suka snorkeling dan diving. Bayangin aja, lo berenang di atas terumbu karang yang katanya punya 75% dari seluruh spesies karang dunia! Lo bisa liat kuda laut kecil yang ngumpet di antara karang lunak, atau pari manta yang berenang santai di air yang lebih dalam. Bukan mewah dari sisi materi, tapi dari keindahan alam yang lo liat sama waktu yang lo punya buat menikmatinya.       View this post on Instagram A post shared by Raja Ampat - Sorido Bay Resort | Kri Eco Resort (@papuadivingresorts) Jalan ke sana emang gak gampang, perjalanan panjang dengan banyak transit, tapi buat lo yang punya jiwa petualang, worth it banget deh! Apalagi kalau lo penyelam yang rela jauh-jauh buat liat dunia bawah laut, atau cuma sekedar traveler yang pengen nyari pengalaman baru. Pulau-pulau ini bener-bener bikin lo lupa sama dunia nyata. Sebelum lo sampai di Raja Ampat, pasti lo bakal mampir dulu di Sorong. Emang sih kotanya rame dan agak kotor, tapi kalau lo liat lebih dalem, ada "soul"-nya. Kalau lo lewat Makassar, jangan lupa mampir ke Fort Rotterdam yang dari abad ke-16, atau liat perahu-perahu kayu di Pelabuhan Paotere. Seru abis! [Baca juga : "6 Spot Snorkeling Keren Di Sekitar Bali"] Dan buat lo yang pengen bener-bener lepas dari dunia modern, resort eco di Raja Ampat jadi pilihan lo. Misalnya di Sorido Bay Resort yang punya bungalow sederhana di atas laut. Lo bisa diving sepuasnya, atau snorkeling yang gak kalah keren. Dan di sini, lo juga bisa ikutan proyek konservasi biar lo bisa ninggalin jejak yang baik buat lingkungan. Terus, lo bisa lanjut ke Pulau Seram yang lebih liar lagi. Lo bakal liat rumah panggung tradisional, tinggal di cottage sederhana di atas air, dan naik perahu panjang buat snorkeling di Batu Supun. Kalau lo lebih berani, coba deh susuri sungai buat ketemu buaya air asin. Bener-bener pengalaman yang gak bakal lo lupain! Pokoknya, kalo lo bener-bener mau ngelupain kehidupan kota dan nyelam ke dalam alam yang belum tersentuh, Maluku dan Raja Ampat adalah destinasi yang bakal bikin lo speechless. Siap buat petualangan lo?  (Sumber Foto @rcapozzola) 
...more

Menikmati Eksotisnya Pulau Samalona di Bumi Makassar

Nusantara mempunyai beribu-ribu pulau yang indah. Pulau-pulau tersebut berderet dari Sabang hingga Merauke dalam kesatuan negara Republik Indonesia. Salah satu pulau terindah yang dimiliki Indonesia adalah Pulau Samalona. Pulau tersebut berada dalam wilayah Indonesia timur, tepatnya di kawasan administrasi pemerintahan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.Untuk menuju Pulau Samalona, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 km dengan menggunakan perahu motor. Jasa sewa perahu motor bisa ditemukan di dermaga Kota Makassar yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari. Lalu lintas di dermaga tersebut selalu sibuk. Pasalnya, dermaga ini tidak hanya melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau, tapi juga melayani lalu-lintas warga dan para pedagang.Harga sewa perahu motor bervariasi, tergantung tujuan dan sifat penyewaan. Terdapat dua sifat penyewaan perahu motor, yakni bersifat pribadi atau umum. Yang dimaksud pribadi di sini perahu motor disewa secara penuh dan akan menemani wisatawan sampai kunjungan selesai. Harga sewa perahu secara pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp500.000 – akan lebih murah jika pengunjung pandai menawar harga. Sedangkan jika bersifat umum, wisatawan akan bergabung dengan penumpang lain yang satu tujuan dan kembali sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Tentu dengan harga sewa yang berbeda.Dari dermaga Kota Makassar, perjalanan menuju Pulau Samalona dengan menggunakan perahu motor memerlukan waktu sekitar 30 menit. Ketika tiba di Pulau Samalona, pengunjung akan disambut hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Saking jernihnya, pengunjung dapat melihat indahnya terumbu karang langsung dari atas perahu.Luas Pulau Samalona semakin menyusut dari tahun ke tahun. Di penghujung 2012, luas pulau ini hanya sekitar 2 hektare. Walau kecil, pulau ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti penginapan, kamar bilas, dan kedai. Jika pengunjung ingin melihat keindahan bawah laut, juga tersedia jasa sewa alat-alat diving dan snorkeling lengkap dengan pemandu jika diinginkan. Harga sewa alat-alat snorkeling Rp50.000-Rp100.000, tergantung kepandaian pengunjung dalam menawar harga.Pamandangan bawah laut Pulau Samalona terkenal hingga penjuru dunia. Tidak heran jika setiap hari selalu ada wisatawan baik lokal maupun asing yang menyempatkan diri untuk datang ke pulau ini. Jika bosan bermain air, silakan merapat ke kedai. Di kedai ini, tersedia olahan masakan khas daerah pesisir, seperti ikan dan kepiting bakar.Pulau Samalona merupakan kekayaan milik nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai promosi wisata yang sedang digencarkan justru semakin merusak kealamian pulau ini. Apalagi banyak yang percaya bahwa Pulau Samalona yang luasnya selalu menyusut dari tahun ke tahun ini diyakini akan tenggelam di tahun 2020. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Pacitan, Spot Liburan Juara yang Lo Wajib Cek!

TripTrus.Com - Bro, lo udah tau belum tentang Pacitan? Kota kecil di ujung barat daya Jawa Timur yang cakepnya tuh nggak main-main! Pacitan ini lokasinya dempetan sama Jawa Tengah dan punya banyak banget hidden gem yang bakal bikin lo lupa pulang. Pokoknya, tempat ini tuh pas banget buat lo yang lagi nyari tempat healing seru sama keluarga, gebetan, atau geng lo. Yuk, gue kasih list spot paling keren di Pacitan! 1. Pantai Srau Lo suka sunrise atau sunset? Di Pantai Srau, lo bisa dapet dua-duanya, bro! Pantai ini ada di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, sekitar 25 km dari pusat kota Pacitan. Keunikan pantai ini tuh ada di tiga area berbeda: timur, tengah, dan barat. Kalau lo pengen nikmatin sunrise, area timur jawabannya. Tapi kalau lo lebih suka vibes sunset yang syahdu, lo wajib nongkrong di area barat. Di sini lo juga bisa camping sambil denger suara deburan ombak yang bikin pikiran auto fresh. Oh iya, pantainya nggak rame banget, jadi lo bisa nikmatin momen lo tanpa banyak gangguan. Jangan lupa bawa kamera, bro, karena spot di sini Instagramable banget! 2. Pantai Karang Bolong Nama pantainya aja udah menarik, kan? Nah, sesuai namanya, di sini lo bakal nemuin tebing karang gede yang tengahnya bolong, kayak pintu gerbang alami menuju laut lepas. Lokasinya ada di Desa Kendal, Kecamatan Sendang. Pantai ini cocok banget buat lo yang pengen menikmati suasana tenang jauh dari keramaian. Air lautnya jernih, dan anginnya sepoi-sepoi banget. Lo bisa duduk santai di atas batu karang sambil nikmatin pemandangan laut yang luas. Buat lo yang suka eksplor tempat anti-mainstream, Pantai Karang Bolong ini wajib masuk bucket list! 3. Pantai Kasap Kalau lo pengen vibes Raja Ampat tapi budget pas-pasan, lo nggak perlu jauh-jauh ke Papua, bro. Cukup ke Pantai Kasap di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku. Pantai ini punya air laut biru toska yang jernih banget, ditambah gugusan pulau-pulau kecil hijau yang cakep parah. Lo bisa naik ke bukit kecil di sekitar pantai buat dapet view dari atas yang lebih keren lagi. Selain itu, aktivitas kayak snorkeling atau main air juga seru banget di sini. Ombaknya nggak terlalu gede, jadi aman buat lo yang cuma mau santai-santai di pinggir pantai sambil nikmatin suasana. Pokoknya berasa kayak liburan di surga kecil, deh! [Baca juga : "Trenggalek, Hidden Gems Buat Lo Yang Mau Healing Maksimal!"] 4. Pantai Pidakan Bosan sama pantai yang isinya cuma pasir putih? Pantai Pidakan bakal kasih lo pengalaman yang beda. Di sini, 70% pantainya terdiri dari batuan alam dengan berbagai bentuk dan ukuran, sisanya baru pasir putih. Suasana di sini tenang banget, bro. Anginnya adem, cocok buat lo yang lagi pengen kabur dari hiruk-pikuk kota. Lokasinya ada di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, sekitar 50 km dari pusat kota Pacitan. Di pantai ini, lo juga bisa ngumpulin batuan unik yang cantik buat koleksi atau sekadar foto-foto. Kalau lo suka suasana natural yang tenang dan nggak terlalu ramai, Pantai Pidakan adalah pilihan yang pas. 5. Pantai Soge Ini nih pantai yang super gampang diakses karena lokasinya ada persis di samping Jalur Lintas Selatan. Lo nggak perlu ribet-ribet jalan kaki jauh buat sampai ke sini, bro. Banyak yang bilang Pantai Soge ini mirip banget sama Great Ocean Road di Australia. Dari pinggir jalan aja, lo udah bisa dapet pemandangan yang estetik banget. Pantainya luas, dengan pasir putih yang bersih, ditambah air laut biru yang tenang. Lo juga bisa nikmatin suara ombak sambil duduk santai di bawah pohon kelapa. Kalau lo bawa drone, foto aerial di sini bakal keren banget. Cocok buat bikin konten yang nge-hits di media sosial! 6. Goa Gong Buat lo yang pengen eksplorasi selain pantai, Goa Gong ini jawabannya. Goa yang ada di Desa Bomo, Kecamatan Punung ini katanya sih goa tercantik di Asia Tenggara, bro! Dengan panjang 256 meter, lo bakal diajak masuk ke dunia bawah tanah yang penuh stalaktit dan stalakmit keren abis. Nggak cuma itu, pencahayaan lampu warna-warni di dalam goa bikin suasana jadi makin epik. Ada juga ornamen goa yang bisa ngeluarin bunyi mirip gong kalau dipukul, makanya dinamain Goa Gong. Lo wajib cobain pengalaman masuk ke sini, karena setiap sudut goanya tuh kayak galeri seni alami. Jangan lupa pake sepatu yang nyaman, ya, soalnya jalannya licin. 7. Sungai Maron       View this post on Instagram A post shared by Travelling Indonesia (@pejuangtrip) Ini dia, Amazon versi lokal yang bikin lo nggak nyangka ada di Pacitan! Sungai Maron ini ada di Desa Pringkuku, Kecamatan Maron, dan panjangnya sekitar 4,5 km. Lo bisa susurin sungai ini pake perahu dengan biaya sekitar 100-200 ribu. Selama perjalanan, lo bakal disuguhin pemandangan deretan pohon hijau yang rimbun di sepanjang sungai. Air sungainya jernih banget, sampai lo bisa liat dasar sungainya. Suasananya adem dan tenang, cocok banget buat refreshing. Kalau lo lagi beruntung, lo juga bisa lihat burung-burung liar yang terbang bebas di sekitar sungai. Rasanya kayak lagi petualangan di alam liar, bro! Jadi, lo masih mikir-mikir buat liburan ke Pacitan? Jangan deh! Langsung aja susun itinerary lo sekarang juga. Pacitan bakal ngasih lo pengalaman liburan yang nggak bakal lo lupain. Gaskeun, ajak orang-orang terdekat lo, dan rasain sendiri serunya "Balinya" Jawa Timur ini. Yuk, buruan ke Pacitan, bro! Lo pasti balik dengan cerita seru buat dibagiin! (Sumber Foto @_louispundiarta) 
...more

7 Lautan Penuh Lumba-Lumba ini Ada di Indonesia, Keren!

TRIPTRUS - Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dikenal sangat ramah. Bahkan ia kerap membantu orang-orang yang kebetulan tenggelam di dalam lautan. Lumba-lumba juga memiliki suara ultrasonik yang konon bisa digunakan untuk terapi orang yang memiliki sindrom autis. Terpenting lagi, lumba-lumba juga bisa dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi yang sangat hebat di lautan. Barangkali anda semua sudah melihat lumba-lumba di tempat pertunjukan, atau di kebun binatang dan taman air. Tapi pernahkah anda semua menyaksikan lumba-lumba di alam terbuka? Melihat mereka berenang dan meloncat di pinggiran kapal yang melintas. Tak perlu jauh-jauh, Indonesia memiliki banyak spot yang bisa anda gunakan untuk melihat lumba-lumba. Mari simak selengkapnya. 1. Perairan Misool, Raja Ampat – Papua Perairan di Misool, Raja Ampat memang dikenal sangat indah. Lautnya yang masih jernih dipadu dengan pulau yang masih alami membuat lokasi ini bak secuil surga di bumi Papua.  Anda yang menyukai pengalaman menyelam dan menyusuri keindahan bawah laut akan menyukai Misool yang tidak ada bandingannya. Perairan di Misool dikenal sangat kaya akan biota laut. Di kawasan ini memiliki banyak spesies hiu kecil dan juga paus. Untuk anda yang menyukai lumba-lumba yang ramah, kawasan ini memiliki 3 spesies lumba-lumba. Biasanya mereka akan keluar dan mengikuti kapal-kapal wisatawan yang melintas. 2. Teluk Kiluan – Lampung Teluk Kiluan dapat ditempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Bandar Lampung. Lokasi ini menjadi primadona wisatawan yang sangat menyukai petualangan bahari yang tiada batas. Pengunjung bisa menyewa kapal untuk berlayar sambil menikmati indahnya pemandangan dan jika beruntung bisa melihat atraksi lumba-lumba yang sangat memukau. Kawasan ini memiliki dua jenis lumba-lumba yang jumlahnya diperkirakan ada ratusan. Pertama adalah lumba-lumba hidung botol dan yang kedua adalah lumba-lumba paruh panjang. Lumba-lumba jenis paruh panjang memiliki tubuh yang relatif kecil dan suka sekali melompat di udara untuk menghibur semua orang. 3. Pantai Lovina – Bali Pantai Lovina adalah pantai yang paling dikenal di Bali meski suasananya masih sangat alami. Terletak di ujung utara Bali, pantai ini menyajikan pengalaman berharga bagi semua wisatawan yang ingin menikmati kehidupan lumba-lumba. Biasanya, saat bagi datang, mereka akan meloncat-loncat di lautan beriringan dengan kapal laut di sebelahnya. Atraksi dari lumba-lumba di Bali bagian Buleleng ini lambat laun menjadi incaran banyak orang. Terutama mereka yang tidak menyukai suasana gegap gempita di Bali bagian selatan. Pantai dengan puluhan lumba-lumba ini bisa membuat wisatawan, bahkan anda merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sana. 4. Kawasan Pulau Peucang – Banten Pulau Peucang memang belum banyak diketahui oleh wisatawan di Indonesia. Meski demikian, kawasan ini menyajikan pengalaman yang sangat berharga, salah satunya adalah berenang dengan lumba-lumba di laut lepas. Ya, berenang dengan mamalia laut ini tanpa harus naik kapal laut yang kadang sangat berisik. Di dunia ini, mungkin hanya ada dua spot wisata yang menyajikan pengalaman berenang dengan lumba-lumba. Pertama adalah di Florida, Amerika dan yang kedua di Pulau Peucang, Banten, Indonesia. Bila anda kebetulan berada di kawasan Banten, jangan lupa untuk mampir dan menikmati sensasi berenang dengan para lumba-lumba di laut lepas. 5. Perairan Taman Nasional Komodo – Nusa Tenggara Timur Perairan di kawasan Taman Nasional Komodo juga dikenal menyajikan pengalaman bertemu dengan lumba-lumba yang mengesankan. Lumba-lumba ini biasanya keluar saat pagi hari. Kala matahari masih akan keluar di ufuk timur, lumba-lumba mulai melakukan aktivitas paginya dengan melompat-lompat di udara. Biasanya mamalia laut ini terlihat di perairan yang menuju Pulau Padar dan Pulau Kalong. Pulau Padar adalah situs warisan budaya dunia UNESCO sejak tahun 1991. Dari pulau ini, kadang anda bisa menyaksikan lumba-lumba yang bergerak dengan bebas di lautan. 6. Perairan Pulau Siladen – Sulawesi Utara Pulau Siladen terletak di kawasan Taman Nasional Bunaken. Turis yang datang ke sini tak lagi hanya menikmati taman bawa laut yang sangat indah itu. Tapi juga mencari peruntungan untuk bertemu dengan kawanan lumba-lumba. Biasanya mereka suka menampakkan diri permukaan laut atau berenang di dalam air. Lumba-lumba biasanya akan muncul di pagi hari. Mereka suka sekali mengikuti kapal-kapal yang bergerak menuju Pulau Siladen. Mereka biasanya berjumlah 20-30 ekor dan akan mengawal wisatawan yang takjub menyaksikan tingkah mereka. 7. Kepulauan Derawan – Kalimantan Timur Kepulauan Derawan adalah spot baru dalam tujuan penyelam di Indonesia. Setelah Bunaken dan raja Ampat, kawasan ini juag dikenal memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang terbaik di kawasan Pulau Kalimantan. Di tempat ini pelancong juga bisa berenang di Danau Kakaban yang banyak menyimpan ubur-ubur tak beracun. Selain wisata bawah laut serta ubur-ubur yang unik. Kawasan ini juga menyajikan pengalaman melihat lumba-lumba. Hewan ini biasanya suka keluar begitu mendengar suara mesin dari kapal. Mereka akan berenang di sisi kiri dan kanan kapal seperti seorang penyambut. Inilah  tujuh lautan di Indonesia yang dikenal memiliki banyak sekali lumba-lumba. Pesona laut Indonesia yang sangat mempesona. (Sumber: Artikel boombastis.com Foto dw.com)
...more

Pensiun Rasa Liburan? Nih 7 Kota Healing Buat Lo yang Mau Slow Living Tapi Tetep Gaul!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah mikir gak sih... Pensiun tuh harusnya bukan akhir, tapi justru momen buat hidup makin santuy dan nikmatin hidup kayak staycation tiap hari. Gak perlu ribet, gak harus mewah, yang penting: tenang, adem, dan bikin lo bahagia. Nah, daripada lo cuma rebahan sambil nonton drakor doang, mending lo cek deh 10 kota yang udah gue kurasi. Semuanya cocok banget buat lo yang pengen pensiun tapi vibes-nya tetep anak nongkrong Gen Z dan milenial banget. Siap? Langsung gas ke daftar kece ini! 1. Kota Sejuk yang Bikin Mager Produktif: Salatiga Gue kasih tau ya bro-sis, Salatiga tuh hidden paradise buat lo yang suka suasana chill-chill gimana gitu. Dikelilingin sama gunung Merbabu & Telomoyo, udara di sini tuh sejuknya gak ngotak! Lo bisa ngopi di café-café lokal sambil nulis jurnal atau baca buku, terus sorenya jogging santai. Kalo kangen city life, Semarang tinggal ngacir sebentar. Cocok buat lo yang pensiun tapi gak pengen jauh dari akses kota dan tetep pengen gaya hidup asik. 2. Slow Life Syahdu Ala Kedu Raya (Temanggung, Wonosobo, Purworejo)       View this post on Instagram A post shared by adjoem_jepret (@adjie_farizky) Sis, lo bakal jatuh cinta sih sama area yang satu ini. Gimana enggak? Lo dapet view sawah, vibe desa yang kental, tapi fasilitas lumayan lengkap. Tradisinya masih dijaga, warga lokal super ramah, dan yang paling penting: murah banget buat hidup harian. Apalagi Temanggung, tingkat kriminalitasnya low banget. Lo bisa pensiun damai sambil ngonten tentang budaya lokal, atau ngadain retreat bareng geng pensiun lo. 3. Solo: Kota yang Bikin Lo Nggak Move On Lo suka nostalgia dan kulineran? Solo jawabannya, bro! Kota ini punya kombinasi sempurna antara seni, makanan, dan suasana kalem tapi tetep rame. Di sini lo bisa nikmatin pensiun sambil keliling museum, nongkrong di warung-legendaris, sampe ikut komunitas seni. Rumah sakit dan tempat belanjanya juga lengkap, jadi lo gak akan ngerasa 'kudet' walau udah gak ngantor lagi. 4. Magelang: Candi, Sawah, dan Kehidupan Damai Bro-sis, Magelang tuh underrated abis sih! Orang cuma tau Borobudur, padahal kota ini punya suasana tinggal yang tenang dan penuh inspirasi. Lo bisa bangun pagi liat sawah, ngopi, dan sore jalan kaki ke spot-spot hidden gem. Fasilitas kesehatan aman, tempat wisata banyak, jadi pas lo pensiun pun tetap bisa healing on the go. Gak perlu nunggu weekend buat liburan, tiap hari pun bisa jalan-jalan! [Baca juga : "5 Festival Kece 2025 Yang Bikin Liburan Lo Nggak Cuma Healing Tapi Juga Berfaedah!"] 5. Malang Raya: Pensiun tapi Tetep Aesthetic Lo tipe yang suka udara dingin, cafe lucu, dan spot alam yang kece? Malang, Batu, dan Lumajang wajib masuk wishlist lo! Pensiun di sini tuh kayak hidup di dunia paralel: lo bangun tidur langsung liat gunung, brunch di cafe estetik, terus siangnya ke pantai. Mau akses ke kota juga gampang. Malang tuh kota yang pas buat lo yang pengen pensiun tapi tetep rasa anak tongkrongan banget. 6. Banyumas Raya: Suasana Desa Rasa Upgrade Lo kangen suasana kampung halaman tapi tetep pengen ada fasilitas modern? Banyumas jawabannya, bro! Di sini lo bisa healing sambil nostalgia, nongkrong sore di alun-alun, jajan mendoan legendaris, sampe main ke Baturraden yang adem banget. Plus, sinyal aman, layanan medis oke, dan masyarakatnya tuh friendly abis. Lo bakal ngerasa kayak pulang kampung tapi versi glow up! 7. Banyuwangi: Tropis, Tenang, dan Penuh Petualangan Ini dia, penutup epic buat daftar lo! Banyuwangi tuh kombinasi sempurna buat lo yang suka alam, tapi tetep pengen hidup tenang. Lo bisa tinggal deket pantai, ke gunung, dan punya akses bandara sendiri. Sunrise? Tinggal jalan kaki ke Pantai Boom. Sore ke Ijen, malem ngopi di kafe pinggir sawah. Ini bukan pensiun biasa, ini healing life edition yang bakal bikin lo susah move on. Udah deh, pensiun gak perlu lo bayangin harus diem di rumah dan nonton sinetron terus. Hidup gak berhenti pas pensiun, malah bisa makin hidup! Dari Salatiga yang sejuk sampe Banyuwangi yang tropis, semua kota ini siap nemenin lo buat mulai hidup versi slow, damai, tapi tetap aktif dan happy. So, lo lebih suka hidup adem di pegunungan atau chill di pinggir pantai? Yuk, mulai rencanain dari sekarang! Karena masa tua lo itu bukan akhir, tapi bab seru berikutnya dari hidup lo. (Sumber Foto @wowbanyuwangi)
...more

Duit Rp465 Miliar Dari Bank Dunia Untuk Kampanye Sadar Wisata 2024!

TripTrus.Com - Nih, bro, ada info seru nih! Kampanye Sadar Wisata 5.0 baru aja umumin Desa Wisata yang juara. Gila, tahun 2024 ini, duitnya mencapai Rp465 miliar dari Bank Dunia! Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bakal ngasih apresiasi buat desa-desa yang menang. Tujuannya? Supaya para pebisnis di desa wisata semangat bangun potensi daerahnya, bro! Katanya sih, malam penghargaan itu buat kasih semangat biar terus menggila dan promosiin produk desa mereka dengan presisi. Seru kan? Pemenangnya ada lima kategori. Ada desa-desa kece dari Yogyakarta sampe Sumatera Utara. Nama-namanya keren abis, kayak Kampung Wisata Sosromenduran dan Desa Wisata Lumban Suhi-suhi!       View this post on Instagram A post shared by Binuangsaiyo23 (@binuangsaiyo23) Nah, kategori kedua, Local Champion Terbaik. Mereka yang memimpin di sini adalah orang-orang hebat dari desa-desa kayak Candirejo, Kadipaten, Poncokusumo, Jerowaru, dan Papagarang. Keren banget, kan? Terus, ada juga yang dapet Diseminasi Sadar Wisata. Ini buat tiga desa juara, dari Wakatobi sampe Lombok Tengah. Bikin bangga deh! Yang keempat, Inovasi Produk dan Pemasaran. Juara pertamanya tuh dari Yogyakarta, Kampung Wisata Patehan. Ada juga juara dari Lumajang, Pasrujambe, dan Magelang, Kampung Wisata Mendut. Terakhir, kategori Kelembagaan. Kampung Wisata Purbayan di Yogyakarta bawa pulang juara pertama. Ada juga desa dari Malang dan Pulau Sibandang, Sumatera Utara, yang ikut jadi pemenang. Keren abis! Menurut Sandiaga Uno, desa-desa ini jadi pemain utama bangun Indonesia. Tahun depan, programnya bakal lebih gila lagi dengan stok sumber daya manusia yang oke! Dia bilang, program ini langkah nyata dari pemerintah buat sentuh langsung 45 juta orang di pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Mantap, kan? Tapi, ini nggak berhenti di sini. Ada langkah kolaboratif yang perlu dilakuin, katanya. Melibatkan institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah daerah, media, dan komunitas. Makanya, komunitas jadi tulang punggungnya! [Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"] Sandi juga ngomongin soal desa wisata yang akan diakui dunia suatu hari nanti. Udah masuk UNTWO, Organisasi PBB buat Pariwisata Dunia, loh! Keren banget! Nggak cuma itu, Bank Dunia juga ikutan meramaikan. Mereka setuju kucurin tambahan duit sekitar Rp465 miliar buat Kampanye Sadar Wisata 2024. Nggak main-main, kan? Selain dari Bank Dunia, Kemenparekraf juga siapkan duit tambahan. Mereka lagi ngebahas anggarannya, siapin semuanya dengan baik. Sandiaga pastiin nih, duitnya bakal bantu desa-desa wisata buat naikin SDM dan memperkuat kelembagaan. Biar hasilnya maksimal, pastinya harus diatur dengan baik, tepat sasaran, dan gak boleh telat. Pokoknya, acara ini seru banget, bro! Ada penghargaan, ada janji Bank Dunia, dan semangat buat bangun Indonesia lebih hebat lagi. Keren, kan? 🔥 (Sumber Foto @jumpareni) 
...more

Desa Adat Toraja Sillanan

Sillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Secara administratif, perkampungan ini masuk ke wilayah Desa Sillanan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Perkampungan yang struktur tanahnya berbatu-batu ini dihuni oleh penduduk yang bekerja sebagai petani kopi, dan terletak sekitar 35 kilometer ke arah selatan Rantepao. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia. Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja yaitu “tongkon” yang berarti duduk. Disebut tongkon karena memang bangunan ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan adat. Tongkonan bukanlah rumah pribadi perseorangan tetapi diwariskan secara turun temurun oleh keluarga atau marga suku Toraja. Di rumah adat inilah, keluarga Toraja biasanya berkumpul untuk berdiskusi ataupun bertukar pendapat. Tidak semua Tongkonan dapat dikunjungi, kecuali Tongkonan yang memang secara khusus dijadikan obyek wisata. Sementara Tongkonan milik keluarga Tana Toraja hanya boleh dikunjungi oleh anggota keluarga saja. Wisatawan bisa menanyakan tetua adat atau penduduk mengenai Tongkonan mana yang boleh dikunjungi. Tongkonan terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari daun nipa atau kelapa. Bangunan adat ini selalu dibangun menghadap ke utara, arah yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Jika dilihat dari bagian samping, bentuk atap Tongkonan akan mirip seperti tanduk kerbau. Di kehidupan masyarakat Toraja, kerbau memang dijadikan simbol status sosial. Ketika keluarga Toraja menyelenggarakan upacara adat pemakaman, mereka akan menyembelih kerbau yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga penyelenggara adat. Setelah disembelih, tanduk-tanduk kerbau dipasang pada Tongkonan milik mereka. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau pada Tongkonan, berarti semakin tinggi pula status sosial pemiliknya di kalangan masyarakat Toraja. Rumah adat Toraja ini berbentuk rumah panggung, dan kolong rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Di depannya terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung terbuat dari batang pohon palem (‘bangah‘) yang licin, sehingga tikus tidak dapat memanjat masuk ke dalam lumbung. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara. Orang Toraja menganggap tongkonan sebagai simbol ‘ibu‘, sedangkan alang sebagai ‘bapak‘. Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, tetapi juga sebagai tempat mengadakan kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah dan selatan. Bagian utara atau ‘tengalok’ berfungsi sebagai ruang tamu, ruang tidur anak-anak, dan juga tempat meletakkan sesaji. Bagian tengah yang disebut ‘sali‘ berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, tempat menyemayamkan orang mati, dan juga sebagai dapur. Dan bagian selatan disebut ‘sumbung‘, merupakan ruangan untuk kepala keluarga. Rumah adat Toraja memiliki beberapa ornamen ukiran khas Toraja yang terbuat dari tanah liat, biasanya menggunakan empat warna dasar yakni hitam, merah, kuning, serta putih. Bagi suku Toraja, keempat warna itu memiliki makna tersendiri. Warna hitam melambangkan kematian, kuning menjadi simbol anugerah dan kekuasaan Illahi, putih lambang warna daging dan tulang yang berarti suci, sementara merah menjadi simbol warna darah yang melambangkan kehidupan manusia. Sama halnya dengan jumlah tanduk kerbau, jumlah ornamen di dalam Tongkonan juga melambangkan tingkat kemewahan. Desa Sillanan juga menawarkan pemandangan alam yang indah dan agrowisata kopi dan sayur mayur. Sillanan dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum Makale – Mebali. Lalu perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkutan Mebali -Sillanan, naik ojek atau berjalan kaki. Di sekitar perkampungan ini, terdapat juga pemondokan untuk wisatawan. Sementara enam kilometer dari Sillanan,ada hotel bintang tiga. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Seru Abis! Tiga Event Keren di Bali yang Wajib Kamu Kunjungi!

TripTrus.Com - Bali memang selalu punya acara-acara seru yang sayang banget buat dilewatkan. Makanya, buat kalian yang suka sensasi-sensasi unik dan ingin merasakan budaya keren, ada tiga event spektakuler yang wajib banget masuk dalam daftar agenda kamu. Simak yuk, apa aja event-event keren yang bakal bikin liburanmu makin berkesan! 1. Mekepung Cup: Lombok Barat Pamerkan Budaya Asli yang Keren Abis Jelang tanggal 15 Oktober 2023, Jembrana bakal meriah banget nih. Ada event seru namanya Mekepung Cup di Jembrana. Acara ini nggak cuma seru, tapi juga punya misi penting, yaitu melestarikan budaya asli Jembrana yang nggak bisa ditemui di tempat lain, bro! Festival Mekepung Cup ini dibuat khusus buat ngejaga budaya leluhur yang ada di Jembrana. Gak hanya buat hibur-hiburan aja, tapi juga jadi wahana buat memastikan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan terjaga di hati masyarakat Jembrana. Selama acara ini berlangsung, kamu bakal diajak merasakan serunya balapan kerbau yang menegangkan. Iya, beneran, balapan kerbau! Asyik banget lihat kerbau-kerbau gagah berani ngebut di lintasan sambil didukung sorak-sorai penonton yang super excited. Jangan sampai ketinggalan momen seru ini, ya! Selain balapan kerbau, Mekepung Cup juga menghadirkan pameran dan beragam aktivitas menarik lainnya. Jadi, selain merasakan aksi seru dari kerbau-kerbau keren, kamu juga bisa ikutan meresapi kebudayaan Jembrana melalui berbagai kegiatan seru lainnya. 2. Bali Roller Marathon: Eksplorasi Asyik di Atas Roda Siap-siap, tanggal 1 November 2023, Denpasar bakal heboh lagi. Persosi menggelar Bali Roller Marathon, acara keren buat kamu yang doyan sepatu roda dan skate. Acara ini bukan cuma lomba biasa, tapi juga ajang seru buat menjalin persahabatan baru sambil memperbaiki skillmu di atas roda. Kota Denpasar bakal dipenuhi peserta dari berbagai penjuru, jadi kamu bisa kenalan dengan skate enthusiast lain yang mungkin bisa jadi teman baru sejalan. Buat kamu yang percaya diri dengan skillmu di atas sepatu roda, ini saatnya buktikan kebolehanmu. Slalom, race, atau sekadar mengejar teman di jalur bebas, semua serunya bisa kamu rasakan di sini. Persosi sudah menyiapkan hadiah-hadiah menarik untuk para peserta, mulai dari uang tunai hingga merchandise kece. Jadi, ini bukan hanya tentang skill, tapi juga tentang keberuntunganmu. Jangan sampai ketinggalan untuk mendaftar, ya! [Baca juga : "Seru-Seruan Di Besakih Festival Dan Buleleng Creative Movement!"] 3. Festival Mekepung Lampit: Temukan Akar Tradisi Jembrana Tanggal 5 November 2023, Festival Mekepung Lampit di Kota Jembrana siap mengajakmu merasakan tradisi khas daerah ini. Ini bukan cuma tentang hiburan semata, tapi juga tentang menjaga dan melestarikan tradisi leluhur kita. Kamu bisa menikmati pacuan kerbau yang spektakuler dan berpartisipasi dalam usaha melestarikan kerbau dan sapi Bali, yang tak lekang oleh waktu dalam identitas daerah kita. Festival ini cocok buat kamu yang sudah mencintai budaya atau yang ingin menjelajah akar tradisi baru. Jadi, catat tanggalnya dan siap-siap untuk merapat ke Kota Jembrana pada tanggal 5 November 2023. Jangan lupa ajak teman-temanmu biar seru acaranya! (Sumber Foto nusabali.com) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...