shop-triptrus



Perbedaan Open Trip, Private Trip dan Paket Wisata Grup

TripTrus.Com - Kendati banyak sekali orang yang suka berpergian tentu sering dipusingkan dengan berbagai pilihan perjalanan yang mana belum semuanya mengerti tentang macam-macam perjalanan yang mereka pilih. Tentu ada 3 macam paket perjalanan yang biasanya ditawarkan oleh pihak agen travel kepada kalian ketika ingin pergi berlibur seperti Open Trip, Private Trip dan juga Paket Wisata Grup.   Dari ketiga macam paket perjalanan tersebut, berikut adalah Perbedaan Open Trip, Private Trip dan Paket Wisata Grup :   1.    Open Trip Untuk yang satu ini tentunya nanti kalia sebagai peserta akan melakukan liburan bersama dengan peserta yang lainnya digabungkan menjadi 1 dengan jadwal tour yang nantinya sudah ditentukan oleh panitia. Tentunya untuk paket perjalanan yang satu ini akan menggunakan kuota maksimal yang mana bisa menentukan kapan keberangkatannya jika kuota sudah memadai .  Jika kuota tidak memenuhi target yang ditentukan biasa nya peserta akan dihadapkan dengan 2 macam pilihan seperti yang pertama jadwal akan direschedule kembali dan yang kedua akan tetap berangkat namun ongkos atau biaya para peserta akan dinaikan harganya hingga sesuai dengan target kuota. Dan untuk tanggal keberangkatannya tentu untuk paket yang satu ini tidak bisa kalian tentukan sendiri karena semuanya akan diatur oleh admin atau agen travelnya.   2.    Private Trip Berbeda dengan Open trip untuk paket perjalanan yang satu ini dikhususkan untuk kebutuhan pribadi atau untuk 1 keluarga besar yang mana ingin pergi berlibur bersama-sama hanya dengan keluarga saja. Tentu untuk biaya yang dikenakan akan cukup tinggi, namun kalian bisa mengatur jadwal keberangkatan, tempat tujuan wisata, hingga fasilitas yang ingin kalian dapatkan. Jadi, untuk paket yang satu ini kalian dimanjakan sekali dan memang disesuaikan dengan kemauan kalian.   3.    Paket Wisata Grup Yang terakhir yakni paket wisata grup, tentu ini berbeda dengan kedua paket diatas, dimana untuk yang satu ini biasanya paket wisata yang peserta nya berasal dari 1 rombongan organisasi. Dimana paket wisata ini berbeda dengan open trip yang juga diikuti oleh rombongan peserta namun berasal dari tempat yang berbeda dan bisa jadi tidak mengenal satu sama lainnya. Untuk paket ini tujuan wisata pun bisa ditentukan oleh peserta rombongan dan biaya perjalanan nya ditanggung oleh 1 pihak organisasi.   Bagaimana sudah cukup jelas bukan? Tentunya jika kalian ingin melakukan perjalanan dengan memilih salah satu paket yang sudah dijelaskan diatas bisa mengerti dengan jelas paket yang mana yang cocok dengan kalian. Oke? Okelah sobat, kami akhiri dulu seputar Perbedaan Open Trip, Private Trip, dan Paket Wisata Grup, jika kalian ingin cari paket wisata open trip, silakan klik disini untuk meilihat informasi selengkapnya. (Sumber: Artikel paketwisatatour.net Foto vakansinesia.com)
...more

Wisata Laut Di Pulau Pahawang

Pulau Pahawang dan beberapa pulau di sekitarnya mulai banyak dikunjungi traveler nusantara dan manca negara Selatan. Kalau selama ini Provinsi Lampung banyak dikenal dengan obyek wisata seperti Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas atau Teluk Kiluan, kini wilayah Lampung Selatan mulai jadi favorit para penggemar wisata bahari. Pahawang adalah nama desa yang terletak di kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesaran. Pulau seluas 1.084 hektar yang terletak tidak jauh dari Teluk Punduh ini terbagi menjadi dua pulau, yaitu Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Pulau Pahawang punya enam desa, yaitu Suakbuah, Penggetahan, Jeralangan, Kalangan, Pahawang, dan Cukuhnyai.Untuk mencapai Pulau Pahawang, traveler harus menggunakan perahu motor selama kurang lebih satu jam perjalanan dari Dermaga Ketapang, kecamatan Padang Cermin. Perjalanan menuju Pulau Pahawang Besar bisa dinikmati dengan melihat jernihnya air laut dan berbagai satwa laut yang dapat terlihat dari perahu yang ditumpangi. Perahu biasanya akan membawa ke Pulau Pahawang Besar, yang merupakan tempat tinggal sebagian besar penduduk. Para traveler biasanya menginap di penginapan atau homestay yang terdapat di Pulau Pahawang Besar. Untuk menikmati alam bawah air dan pemandangan di sekitar Pahawang, traveler dapat menggunakan perahu motor yang dapat disewa untuk satu hari penuh. Gugus karang di bawah laut Pulau Pahawang terasa sungguh menakjubkan. Ditambah air laut yang berwarna hijau toska serta ikan-ikan yang berkeliaran di antara karang membuat kita betah berlama-lama snorkeling di sini. Perahu juga bisa mampir di Pulau Pahawang Kecil, yang jaraknya 10 menit dari Pulau Pahawang Besar. Di Pulau Pahawang Kecil ini terdapat satu cottage pribadi yang dimiliki oleh warga negara asing. Pemandangan pasir putih di pantai serta latar belakang barisan bukit ditambah suasana yang tenang membuat Pulau Pahawang Kecil jadi sulit untuk ditinggalkan. Di Pahawang Kecil ada sebuah area bernama Tanjung Putus yang menyambungkan antara Pulau Tanjung Putus dan Pulau Pahawang Keci. Nama Tanjung Putus diberikan karena apabila air laut pasang jembatan alami ini terendam air, sehingga hanya dapat dijejaki jika air berada dalam kondisi surut. Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam atau snorkeling favorit traveler.  Spot snorkeling lain yang diminati oleh para traveler di sekitar Pulau Pahawang adalah Pulau Kelagian. Kelagian berjarak sekitar 45 menit dari Pahawang Besar. Sama seperti spot-spot snorkeling di Pahawang dan Tanjung Putus, Pulau Kalegian juga memiliki pemandangan alam bawah laut yang menawan. Pulau Kalegian juga memiliki pemandangan matahari terbenam yang luar biasa indahnya. Jadi, jangan lupa untuk menyaksikan ini sambil beristirahat setelah seharian sibuk snorkeling.
...more

Traveling Dengan Batita

TRIPTRUS - Berlibur dengan batita bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika Ibu telah menyiapkan segalanya dengan baik. Tapi bagaimana agar liburan jadi lebih menyenangkan? Banyak hal yang perlu disiapkan ketika akan berlibur dengan si Kecil. Dari mulai menentukan tempat tujuan berlibur, mengecek penginapan, transportasi dan berbagai hal penting lainnya. Tapi tentu saja hal terpenting yang perlu Ibu persiapkan adalah mental Ibu dan Ayah siap untuk membawa si Kecil menikmati waktu liburan.Persiapkan rencana berlibur sejak jauh hari. Sehingga Ibu dan Ayah bisa membuat jadwal liburan dengan matang. Ketika berlibur dengan anak usia 12-24 bulan, Ibu bisa membawanya pergi ke berbagai tempat yang dapat menambah wawasannya, misalnya ke kebun binatang atau pantai. Ingat bahwa Ibu membawa si Kecil jalan-jalan, sehingga jangan sampai ia tertidur atau kelelahan mengikuti jadwal liburan. Pastikan untuk mengecek jarak tempat wisata atau lokasinya, agar si Kecil tidak bosan dalam perjalanan.Kerjasama antara Ibu dan Ayah selama berlibur juga sangat penting. Pastikan Ibu membagi tugas menggendong, menyiapkan makanan, memandikan anak, dan lainnyaApa saja yang harus disiapkan?Keuntungan traveling dengan batita adalah ia sudah bisa mengonsumsi makanan orang dewasa, sehingga Ibu tidak perlu repot menyiapkan makanan untuknya. Dengan demikian, Ibu tidak perlu membawa seluruh peralatan makan si Kecil. Sebaiknya setiap akan pergi ke restoran, cek menu terlebih dahulu, pastikan ada menu makanan yang bisa disantap si Kecil. Apa saja yang harus disiapkan jika bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api atau pesawat terbang bersama batita? Simak tip berikut: Traveling dengan pesawat terbang :- Bawa makanan kecil, minuman atau permen untuk bekal di pesawat. Permen/minuman dapat diberikan pada saat take off dan landing untuk mengurangi tekanan udara. - Siapkan ear plug agar telinganya tidak sakit saat mengalami tekanan udara di kabin.- Bawa mainan favoritnya. Beberapa penerbangan selalu menyediakangoody-bag untuk anak kecil. Namun ada baiknya Ibu menyiapkan mainan favorit untuk membuatnya sibuk.- Siapkan tas khusus untuk keperluan si Kecil, agar Ibu tidak repot.-Jika bepergian ke luar negeri, pastikan si Kecil telah mendapatkan imunisasi standarnya.  -Bawa stroller yang ringan dan baby sling (gendongan bayi) agar tidak merepotkan Ibu. - Pastikan Ibu telah mengecek cuaca di tempat tujuan.Traveling dengan mobil/ kendaraan di darat- Jika bepergian dengan mobil, pastikan untuk berhenti setelah 2 jam untuk pergi ke toilet, memberi makan dan mengajak si Kecil untuk bermain sebentar.- Jika memungkinkan, sebaiknya perjalanan dilakukan menjelang waktu tidurnya agar ia tidak rewel atau kelelahan.- Siapkan tas berisi mainan favoritnya. Berikan mainan satu demi satu agar ia tidak bosan.- Siapkan CD lagu kesukaannya, jangan ragu untuk menyanyikan lagu tersebut agar ia tidak bosan.- Siapkan bantal kecil dan selimut kecil.- Jika bepergian dengan mobil, siapkan car seat.- Jika pergi dengan kereta, pastikan Ibu membawa tas perlengkapan si Kecil yang berisi makanan, popok, tisu basah, dan lainnya.Daftar barang untuk dibawa saat berlibur:- Jaket- Sepatu dan kaus kaki- Piyama- Selimut kecil- Topi- Popok- Krim popok- Obat-obatan- Tabir surya- Celemek makan- Mainan- Botol minum- 1 set peralatan makan- Sabun pencuci alat makan- CemilanJaga kesehatan tubuh si Kecil dengan asupan Nutrisi. Nutrisi adalah zat dalam makanan yang dibutuhkan organisme. Klik di sini untuk informasi menariknya.   Sumber: Artikel nutriclub.co.id Foto wisatain.com
...more

Liburan Januari Di Indonesia, Hujan-Hujan Asik Atau Skip Dulu?

TripTrus.Com - Lo lagi mikir buat liburan ke Indonesia bulan Januari? Udah siap-siap bawa payung atau malah siap-siap nyebur ke laut? Cuaca di Indo bulan itu rada tricky, ada yang ujan terus, tapi ada juga yang cerah banget!       View this post on Instagram A post shared by Việt Long (@vietlong__) Makanya, gue bakal kasih lo insight soal cuaca di beberapa tempat biar lo nggak salah pilih spot liburan. Cekidot, yuk! 1. Pulau Jawa: Banjir dan Hujan Deras, Mending Nunggu Dulu deh Jakarta pas Januari tuh basah banget! Badai petir dan hujan deras bisa bikin lo ribet. Suhunya sekitar 27°C, tapi malem-malem bisa nyampe 22°C, bro. Kalo pengen naik Gunung Bromo atau ke Ijen, jangan dulu. Jalannya licin parah dan berbahaya. 2. Pulau Bali: Hujan Tiba-Tiba, Tapi Masih Ada Sinar Matahari Januari itu bulan hujan di Bali, tapi hujannya nggak terus-terusan. Lo bisa dapet hari cerah, cuma siap-siap aja tiba-tiba ujan deras. Suhu sekitar 26°C, tapi kalo lo ke Kintamani atau Gunung Batur, malemnya bisa dingin sampe 15°C. Adem banget! 3. Pulau Nusa Tenggara: Hujan Kilat, Laut Kacau Lombok dan sekitarnya juga hujan deras kayak Bali, tapi cepet banget. Suhunya 28°C, kelembabannya tinggi banget. Kalo lo suka diving, skip dulu deh, lautnya lagi nggak oke. Ombaknya gede, pandangan bawah air juga jelek. 4. Pulau Sulawesi: Hujan Terus, Jangan Harap Kering Januari di Sulawesi? Hujan mulu, apalagi di Makassar. Suhunya 26°C, tapi kelembabannya bikin gerah banget. Buat lo yang suka diving di Teluk Manado, lebih baik tunda dulu, deh. Laut lagi nggak bersahabat. [Baca juga : "5 Gunung Seru Buat Hiking Tahun Baru, Bisa Jadi Opsi Buat Lo Yang Mau Lari Dari Keramaian!"] 5. Pulau Kalimantan: Hujan Deras Tapi Masih Bisa Jalan Kalimantan juga hujan deras, tapi nggak separah di Jawa. Suhu 26-27°C, kadang mendung, tapi lo masih bisa jalan-jalan asal bawa payung atau jas hujan. Cek dulu cuaca sebelum berangkat ya, biar nggak kehujanan. 6. Pulau Sumatra: Banjir di Selatan, Tapi Bagus di Utara Sumatra bagian utara kayak Medan udah agak mendingan cuacanya. Tapi, di Palembang dan Sumatra Selatan hujan lagi parah-parahnya. Jalanan bisa banjir, jadi hati-hati deh. Suhu sekitar 26-27°C dan kelembabannya nyampe 80% lebih, gerah banget! 7. Pulau Papua: Waktunya Diving! Raja Ampat lagi cakep banget buat nyelam, meskipun ada hujan sesekali. Lautnya kalem, visibilitas tinggi. Suhu sekitar 29-31°C, cocok banget buat nikmatin pantai. Di Papua juga adem-adem aja, suhunya 22°C di Baliem Valley. Hujan sih ada, tapi nggak ganggu liburan lo! 8. Pulau Maluku: Cuaca Paling Oke, Nih Kalo lo cari cuaca santai, Maluku kayak Ambon dan Seram bisa jadi pilihan. Suhunya nyaman banget 28-30°C dan hari-harinya cerah. Tapi, di Banda Islands hati-hati angin kenceng bisa ganggu jadwal kapal lo. Jadi gini, lo pilih yang mana? Liburan hujan-hujanan sambil nikmatin suasana atau malah cari spot yang cerah biar bisa foto-foto kece? Januari di Indonesia tuh punya banyak pilihan, jadi tinggal sesuaikan aja sama mood dan destinasi lo. Jangan lupa cek ramalan cuaca sebelum berangkat biar liburan lo makin seru dan nggak zonk! (Sumber Foto @veronikavallenn) 
...more

Jabodetabek Desember 2025: Bazar, Live Music & Holiday Vibes On!

TripTrus.Com - Yo gaes, Desember 2025 udah tinggal ngintip di kalender, dan kota-kota di Jabodetabek siap banget nge-hype akhir tahun lo! Dari Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, sampe Jakarta, semua kota punya event kece yang bakal bikin holiday lo colorful banget. Dari bazar, festival kuliner, live music, sampe lomba unik, semua ready buat bikin lo chill bareng squad atau keluarga. So, siapin kamera, sneakers kece, dan mood on, karena ini bakal jadi Desember yang memorable! Depok jelas gak mau kalah nih. Ada UI Ultra 2025 tanggal 6–7 Desember buat para runner, dari ultra marathon sampe kategori santai 7K. Buat lo yang foodie banget, Minangkabau Culinary Heritage Festival 10–21 Desember siap ngenalin lo sama rendang, dendeng balado, plus kesenian Minangkabau yang epic abis. Belum lagi Depok 24 Jam Festival tanggal 5–7 Desember—nonstop fun mulai dari food fest, talkshow, live music, lomba anak-anak, sampe noraebang yang bikin lo pengen stay lebih lama.       View this post on Instagram A post shared by Ella Herlany (@ellaherlany) Kalau lo nyari vibes romantis atau classy, Bogor punya Lovestival ID 20 Desember plus Jakarta International Jazz Festival tanggal yang sama. Buat yang suka adventure, Isekai Run Ancol 21 Desember bakal ngajak keluarga explore underwater fantasy world. Dan buat festival musik plus parade kostum kreatif, CIGWA Festival 21 Desember bakal nge-hype anak-anak sekaligus ngenalin kreativitas ramah lingkungan. [Baca juga : "Hidden Gem Vibes: Pantar, The Real Off-Grid Paradise"] Tangerang & Bekasi juga gak kalah seru. Festival Budaya 5–7 Desember di Metropolis Town Square, Tangerang, bakal bikin lo terkagum sama barongsai, tarian tradisional, musik modern, plus lomba seni tingkat nasional. Sementara Bekasi punya 90s Run Festival 14 Desember buat lo yang pengen nostalgia, dan Adventure Run 5K 7 Desember buat petualangan alam plus edukasi satwa. Semua event gampang diakses pake transport umum, jadi lo bisa move dari kota ke kota tanpa ribet. Jakarta? Masih jadi pusat event hits, bro-sis. Big Bang Festival 24 Desember–4 Januari ngegabungin cuci gudang plus konser hits Weird Genius, Kunto Aji, Whisnu Santika, plus JakJazz yang classy banget buat musik live lovers. Pokoknya, dari olahraga, musik, kuliner, sampe festival budaya, semua experience full vibes udah menanti lo. So, jangan cuma countdown doang, tapi nikmatin Desember 2025 full mode: hangout, kulineran, dengerin musik live, sampe hunting barang unyu di bazar. Keep your calendar open, squad ready, dan outfit on point—karena akhir tahun ini bakal jadi cerita epic yang lo nggak bakal lupain!  (Sumber Foto @tan.akimoto)
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Banten - Part 2

TripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M. Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat. Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Jami' Kalipasir       View this post on Instagram A post shared by Heru Santoso (@sirhumphreyappleby) onJan 5, 2019 at 7:22pm PST Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. Masjid Kali Pasir dibangun bersebelahan dengan Klenteng Boen Tek Bio yang saat itu sudah berdiri tegak. Masjid yang berukuran sekitar 288 meter persegi ini didirikan pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamit Wijaya yang berasal dari Kahuripan Bogor. Selain menjadi tempat ibadah dan syiar agama, Masjid Kali Pasir memiliki nilai sejarah yang tinggi. Masjid ini menjadi tempat akulturasi budaya dan saksi perjuangan anak bangsa melawan penjajah. 2. Masjid Agung Ar Rahman       View this post on Instagram A post shared by Idha Daffariz (@ida_nurwahida03) onMay 30, 2018 at 2:32am PDT Kabupaten Pandeglang sebagai kota santri memang sudah selayaknya memiliki masjid yang agung. Masjid Agung Ar-Rahman terletak di Jl. Masjid Agung No. 2 Kel Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kab. Pandeglang. Tepatnya berada di sebelah barat Alun-alun Pandeglang Tentu saja menjadi tempat cukup strategis sebagai tempat ibadah. Masjid Agung Ar-Rahman berdiri sejak tahun 1870 atas Tanah wakaf dari Raden Adipati Arya Natadiningrat atau Raden Alya atau Dalem Ciekek. Masjid Agung Ar-Rahman yang merupakan perpaduan gaya Hindu Jawa, Cina dan Eropa, dengan luas tanah 2.280 m2 dan luas bangunan 2.182 m2. Masjid Agung Pandeglang yang bernama Ar-Rahman ini memang tidak seramai masjid Banten Lama dalam sehari-harinya. 3. Masjid Kuno Kaujon       View this post on Instagram A post shared by indrasusenoSE (@indrasusenose) onOct 23, 2019 at 11:11pm PDT Masjid Kuno Kaujon terletak di Kaujon RT. 01 RW. 01 Kel. Serang, Kec. Serang, Kab. Serang. Menurut sesepuh yang ada di sekitar masjid ini, Masjid Kuno Kaujon jauh lebih tua dari usia jembatan Kaujon yang dibangun pada tahun 1875. Meski tidak seorang pun mengetahui kapan pendiriannya, masjid ini tergolong kuno karena masuk ke dalam daftar cagar budaya Provinsi Banten. Masjid Kuno Kaujon berdiri di atas pondasi masif yang tingginya 60 cm. Adapun luasnya adalah 703 m². Ruang utama yang berbentuk empat persegi dengan ukuran  10 m x 10 m, ditopang oleh empat buah tiang kayu /soko guru di bagian bawahnya terdapat empat buah umpak batu berbentuk labu. Mihrab terdapat pada dinding sebelah barat berupa ruang yang menjorok ke dalam. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 1"] 4. Masjid Salafiah Caringin       View this post on Instagram A post shared by ketan bintul (@ketan_bintul) onMar 17, 2018 at 8:26pm PDT Masjid Salafiah Caringin terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 31, Desa Caringin, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang. Masjid Salafiah Caringin menjadi peninggalan muslim Banten pada masa pemerintahan kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Hillem Daendels. Pada 1883 Desa Caringin ditinggalkan oleh penduduknya karena terjadi gempa bumi akibat Gunung Krakatau meletus. Keadaannya menjadi hancur dan gersang. Setelah setahun ditinggalkan akhirnya mereka kembali ke Caringin pada 1884. Sekembalinya mereka ke Caringin, tak lama kemudian ada seorang ulama yang bernama Syekh Asnawi bersama dengan penduduk secara gotong royong membangun masjid pada tahun 1884. Masjid ini diberi nama Masjid Caringin sampai sekarang. Syekh Asnawi adalah putra KH. Mas Abdurrahman (penghulu Caringin) dan ibunya Ratu Syafiah (keturunan Sultan Banten) yang lahir pada 1852. 5. Masjid Agung Carita (Al Khusaeni)       View this post on Instagram A post shared by Labuan Banten (@infolabuan) onMay 6, 2019 at 6:45pm PDT Di daerah wisata Pantai Carita lebih tepatnya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kec. Carita, Kab. Pandeglang, berdiri masjid tua peninggalan masa penjajahan. Masjid ini diberi nama Masjid Al-Khusaeni Carita. Menurut sejarah, pembangunan Masjid Al-Khusaeni Carita dipimpin oleh salah seorang murid Syekh Nawawi Al-Bantani, Al-Khusaeni. Ia mulai membangun masjid ini tahun 1889 selesai tahun 1895 masehi. Masjid Al Khusaeni ini memiliki arah hadap ke timur dengan empat serambi di setiap sisi mata angin. Pada bagian serambi ini, berdirilah tiang-tiang penyangga atap yang bentuknya berupa kolom seperti pada bangunan kolonial. i sisi barat masjid terdapat makam KHM Husein atau pendiri masjid beserta dengan keturunannya (4 makam) yang sudah diberikan atap dan berlantai keramik. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id Foto medcom.id)
...more

Pensiun Rasa Liburan? Nih 7 Kota Healing Buat Lo yang Mau Slow Living Tapi Tetep Gaul!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah mikir gak sih... Pensiun tuh harusnya bukan akhir, tapi justru momen buat hidup makin santuy dan nikmatin hidup kayak staycation tiap hari. Gak perlu ribet, gak harus mewah, yang penting: tenang, adem, dan bikin lo bahagia. Nah, daripada lo cuma rebahan sambil nonton drakor doang, mending lo cek deh 10 kota yang udah gue kurasi. Semuanya cocok banget buat lo yang pengen pensiun tapi vibes-nya tetep anak nongkrong Gen Z dan milenial banget. Siap? Langsung gas ke daftar kece ini! 1. Kota Sejuk yang Bikin Mager Produktif: Salatiga Gue kasih tau ya bro-sis, Salatiga tuh hidden paradise buat lo yang suka suasana chill-chill gimana gitu. Dikelilingin sama gunung Merbabu & Telomoyo, udara di sini tuh sejuknya gak ngotak! Lo bisa ngopi di café-café lokal sambil nulis jurnal atau baca buku, terus sorenya jogging santai. Kalo kangen city life, Semarang tinggal ngacir sebentar. Cocok buat lo yang pensiun tapi gak pengen jauh dari akses kota dan tetep pengen gaya hidup asik. 2. Slow Life Syahdu Ala Kedu Raya (Temanggung, Wonosobo, Purworejo)       View this post on Instagram A post shared by adjoem_jepret (@adjie_farizky) Sis, lo bakal jatuh cinta sih sama area yang satu ini. Gimana enggak? Lo dapet view sawah, vibe desa yang kental, tapi fasilitas lumayan lengkap. Tradisinya masih dijaga, warga lokal super ramah, dan yang paling penting: murah banget buat hidup harian. Apalagi Temanggung, tingkat kriminalitasnya low banget. Lo bisa pensiun damai sambil ngonten tentang budaya lokal, atau ngadain retreat bareng geng pensiun lo. 3. Solo: Kota yang Bikin Lo Nggak Move On Lo suka nostalgia dan kulineran? Solo jawabannya, bro! Kota ini punya kombinasi sempurna antara seni, makanan, dan suasana kalem tapi tetep rame. Di sini lo bisa nikmatin pensiun sambil keliling museum, nongkrong di warung-legendaris, sampe ikut komunitas seni. Rumah sakit dan tempat belanjanya juga lengkap, jadi lo gak akan ngerasa 'kudet' walau udah gak ngantor lagi. 4. Magelang: Candi, Sawah, dan Kehidupan Damai Bro-sis, Magelang tuh underrated abis sih! Orang cuma tau Borobudur, padahal kota ini punya suasana tinggal yang tenang dan penuh inspirasi. Lo bisa bangun pagi liat sawah, ngopi, dan sore jalan kaki ke spot-spot hidden gem. Fasilitas kesehatan aman, tempat wisata banyak, jadi pas lo pensiun pun tetap bisa healing on the go. Gak perlu nunggu weekend buat liburan, tiap hari pun bisa jalan-jalan! [Baca juga : "5 Festival Kece 2025 Yang Bikin Liburan Lo Nggak Cuma Healing Tapi Juga Berfaedah!"] 5. Malang Raya: Pensiun tapi Tetep Aesthetic Lo tipe yang suka udara dingin, cafe lucu, dan spot alam yang kece? Malang, Batu, dan Lumajang wajib masuk wishlist lo! Pensiun di sini tuh kayak hidup di dunia paralel: lo bangun tidur langsung liat gunung, brunch di cafe estetik, terus siangnya ke pantai. Mau akses ke kota juga gampang. Malang tuh kota yang pas buat lo yang pengen pensiun tapi tetep rasa anak tongkrongan banget. 6. Banyumas Raya: Suasana Desa Rasa Upgrade Lo kangen suasana kampung halaman tapi tetep pengen ada fasilitas modern? Banyumas jawabannya, bro! Di sini lo bisa healing sambil nostalgia, nongkrong sore di alun-alun, jajan mendoan legendaris, sampe main ke Baturraden yang adem banget. Plus, sinyal aman, layanan medis oke, dan masyarakatnya tuh friendly abis. Lo bakal ngerasa kayak pulang kampung tapi versi glow up! 7. Banyuwangi: Tropis, Tenang, dan Penuh Petualangan Ini dia, penutup epic buat daftar lo! Banyuwangi tuh kombinasi sempurna buat lo yang suka alam, tapi tetep pengen hidup tenang. Lo bisa tinggal deket pantai, ke gunung, dan punya akses bandara sendiri. Sunrise? Tinggal jalan kaki ke Pantai Boom. Sore ke Ijen, malem ngopi di kafe pinggir sawah. Ini bukan pensiun biasa, ini healing life edition yang bakal bikin lo susah move on. Udah deh, pensiun gak perlu lo bayangin harus diem di rumah dan nonton sinetron terus. Hidup gak berhenti pas pensiun, malah bisa makin hidup! Dari Salatiga yang sejuk sampe Banyuwangi yang tropis, semua kota ini siap nemenin lo buat mulai hidup versi slow, damai, tapi tetap aktif dan happy. So, lo lebih suka hidup adem di pegunungan atau chill di pinggir pantai? Yuk, mulai rencanain dari sekarang! Karena masa tua lo itu bukan akhir, tapi bab seru berikutnya dari hidup lo. (Sumber Foto @wowbanyuwangi)
...more

Kolam Susu di Perbatasan

Sekitar setengah jam dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, terdapat sebuah kolam alami yang bernama Kolam Susuk. Kabarnya, kolam ini adalah yang menginspirasi grup legendaris Koes Plus untuk menciptakan lagu Kolam Susu. Lagu itu juga mengingatkan Timor Timur yang menyatakan integrasi dengan Republik Indonesia pada tahun 1975.Kata "Susuk" sebenarnya berarti sarang nyamuk. Selain karena memang di Kolam Susuk terdapat banyak nyamuk, nama itu didapat saat Raja Lifao dari Oecusse mengirimkan tujuh putrinya untuk membersihkan diri di kolam itu. Untuk menjaga agar para putrinya tetap waspada dan tidak tertidur di pinggiran kolam, sang raja mengirimkan nyamuk untuk mengganggu mereka jika tertidur. Kolam Susuk memang dipenuh dengan nyamuk. Ini pula yang menginspirasikan masyarakat setempat untuk memulai budidaya ikan bandeng dan udang. Ikan bandeng yang dipelihara di Kolam Susuk akan menjaga populasi nyamuk di kolam itu dengan memakan larva nyamuk. Sampai saat ini, di Kolam Susuk para pengunjung dapat menikmati ikan bandeng bakar yang baru ditangkap. Mungkin ini pula yang menginspirasi Koes Plus untuk bercerita tentang ikan dan udang yang datang menghampiri kail.Sebuah sekolah dasar (SD) bahkan dibangun di tepian kolam itu sebagai tanda mata dari Koes Plus. Sekolah itu dibangun agar para anak di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak dapat mengenyam pendidikan dasar. Kini, kolam yang terletak di atas bukit itu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata masyarakat setempat pada tiap akhir pekan dan hari libur.Tapi Kakuluk Mesak tidak cuma punya Kolam Susuk saja. Tidak jauh dari Kolam Susuk, sekitar 3 kilometer, terdapat sebuah pelabuhan bernama Teluk Gurita. Teluk ini sejak zaman dahulu kala merupakan pelabuhan alam. Para pedagang dari berbagai negara menyandarkan kapalnya di teluk itu untuk mendapatkan cendana dan damar. Teluk ini juga mempunyai nama lain, yaitu Kuit Namon. Konon, ketika sebuah kapal pedagang Spanyol berlabuh di teluk itu, sebuah Kuit atau gurita raksasa melilit dan menenggelamkan kapal beserta awak kapalnya. Sampai saat ini reruntuhan kapal itu beserta isinya-yang telah menjadi fosil-masih dapat ditemukan di dasar Teluk Gurita. Pada masa Perang Dunia II, tentara Jepang menggunakan Teluk Namon sebagai pelabuhan untuk kepentingan perang. Ketika Jepang menyatakan menyerah dari tentara sekutu, semua peralatan perang Jepang dimusnahkan di Teluk Gurita. Di Teluk Gurita, wisatawan dapat memancing di sekitar teluk atau dari pinggiran pantainya. Bisa juga menggunakan perahu untuk memancing di Danau Konkas yang berhubungan dengan Teluk Gurita.Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Leste ini juga punya beberapa destinasi wisata yang indah berupa tiga pantai, yaitu Pantai Pasir Putih yang terletak di jalur Atambua-Mota'ain (kota perbatasan dengan Timor Leste), Pantai Moladikin yang berada di Kecamatan Malaka Tengah-sekitar 80 kilometer dari Atambua-dengan pemandangan yang hijau dan sejuknya, dan Pantai Sukaer Laran dengan pasir putih serta air yang jernih dan ombak yang tenang. Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, belouan.wordpress.com, picassa
...more

Wohoo! Event Seru di Jawa Tengah Agustus 2023 yang Gak Boleh Lu Lewatin, Bro!

TripTrus.Com - Nah, bro, pas banget lagi di bulan Agustus, bulan Kemerdekaan nih, di Jawa Tengah bakalan ada banyak event keren yang bikin mata enggak bisa diam! Gue rangkum dari beberapa sumber, jadi lu pasti nggak mau ketinggalan deh sama event-event seru bulan Agustus 2023 di Jawa Tengah ini!       View this post on Instagram A post shared by Dwi Agus M (@dwiagus2803) Kawula Jawa Wonosobo, Cek event ini, bro, Java Balloon Attraction! Bakal seru abis, tanggal 27 Agustus 2023 jam 06.00 WIB sampe selesai. Lokasinya ada di Taman Rekreasi Kalianget. Kota Solo, Kartasura, Nah, buat para pecinta musik, check it out, Solo City Jazz #12! Tanggal 4-5 Agustus 2023 di Pamedan Mangkunegaran. Ada penampilan istimewa dari Ardhito Pramono, Tompi, Soegi Bornean, Yan Vellia, Pecas Ndahe, Elizabeth Sudira, Jungkat Jungkit. Keren, kan? Trus buat yang hobi sepeda, jangan sampe kelewatan Tour de Borobudur 2023, tanggal 5-6 Agustus 2023. Startnya dari Pura Mangkunegaran. Info lebih lanjut dan buat daftar bisa cek di www.sambabikes.com. Keren nih buat kamu yang suka tantangan! SIPA Festival juga bakal meramaikan, bro, tanggal 31 Agustus sampe 2 September 2023 di Pamedan Pura Mangkunegaran. Pastinya asik banget buat yang suka festival-festival gaul! Wong Jowo Banjarnegara, Nah, buat kamu yang ada di Kabupaten Banjarnegara, ada event seru juga nih. Winong Lodrajaya Festival 2023 dari tanggal 30 Juli sampe 6 Agustus 2023 di Lapangan Tanggul Asri Desa Winong. Langsung cek aja Instagramnya @lodrajaya_festival, bro. Warga Banyumas, Buat para pecinta seni, ada Pertunjukan Seni Kontemporer ‘Saung Mercusi’ tanggal 6 Agustus 2023 jam 09.00 WIB di Café dan Resto Mercusi Desa Tambaknegara, Kec. Rawalo. Buat info lebih lanjut, bisa hubungi Novi (081283093914) atau cek Instagramnya @desawisata_menari. Jangan sampe kelewatan! Terus, ada Grebeg Sura Baturraden 2023 nih, tanggal 10 Agustus 2023 jam 08.00 WIB sampe selesai di Lokawisata Baturraden. Ada Kirab Budaya dan lomba rinjing hasil bumi yang bikin event ini makin seru! Jawa Dadi Klaten, Nah, buat kamu yang di Klaten, ada acara keren juga nih. Pentas Musik Terapung & Kembang Api tanggal 4 Agustus 2023 jam 17.00 WIB di Taman Nyi Ageng Rakit Jimbung. Keren abis, bro! Terus ada Festival Prahu Rakit juga tanggal 4 Agustus 2023 jam 17.00 WIB di Rowo Jombor. Dan buat yang suka lari-larian, Jombor Run tanggal 5 Agustus 2023 jam 06.00 WIB juga di Rowo Jombor. Buat penutup, Festival Keroncong Plesiran Bukiut tanggal 26-27 Agustus 2023 jam 19.00 WIB di Bukit Sidoguro. Gak kalah seru! Kota Semarang, Ojo Lali! Buat warga Semarang, ada Festival Arak-arakan Cheng Ho tanggal 18-19 Agustus 2023 di Klenteng Sam Poo Kong. Seru abis buat nambah pengetahuan! Kabupaten Batang, Ngebut! Last but not least, ada Lingkar Rupa Kembar Art Festival tanggal 22 Agustus 2023 di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah. Nggak boleh dilewatkan, bro! [Baca juga : "Seru Abis! Ada 3 Acara Keren Kabupaten Serang Yang Gak Boleh Dilewatkan Bulan Ini, Catat Tanggalnya"] Nah, itu dia daftar event-event keren bulan Agustus 2023 di Jawa Tengah versi gue yang pake bahasa gaul. Jadi, jangan sampai ketinggalan, bro! Semuanya seru-seru dan bisa bikin kamu ngerasain pengalaman yang beda dari biasanya. Jangan lupa di markir tanggalnya dan ajak temen-temen buat seru-seruan bareng! (Sumber Foto @indrapahlevi78) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...