TripTrus.Com - "emak, bapak si nona mati, sayang disayang tiap malam saya tangisin, Kramat Karem ada lagunya", tiga kalimat tersebut adalah lirik Keramat Karam, lagu yang dinyanyikan almarhum Masnah Pang Tjin Nio dengan iringan Gambang Kromong (GK) Naga Mustika. Lagu itu mengabadikan saat-saat ketika sekujur kawasan pantai Tangerang dilanda tsunami akibat letusan Gunung Krakatau.
Tidak diketahui siapa pencipta lagu ini. Cerita tutur masyarakat Tionghoa Tangerang, atau Cina Benteng, menyebutkan lagu itu muncul tidak lama setelah tsunami melanda sekujur kawasan pantai dan menewaskan banyak orang.
View this post on Instagram
Nothing can dim the light, which shines from within..
A post shared by Emma ( I am a nature lover ) (@tinjj88) onJul 30, 2017 at 9:25pm PDT
Versi lain lagu ini digubah Sanusi dan dinyanyikan dengan irama ragtime Orkes Kerontjong Sinar Djakarta. Yang membedakan, versi gambang keromong mendayu-dayu, versi keroncong agak sedikit menghentak. Liriknya juga relatif berbeda.
Cerita tentang letusan Gunung Krakatau 1883 dan dampaknya terhadap kawasan pantai Tangerang dan Batavia terekam dalam cerita tutur di Klenteng Tjoe Soe Kong dan ditulis Tio Tek Hong dalam buku Keadaan Jakarta Tempo Doeloe.
Tjoe Soe Kong adalah klenteng tertua di Tangerang. Letaknya di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Warga sekitar, terutama keturunan Tionghoa Benteng, lebih suka menyebutnya Klenteng Tanjung Kait. Sedangkan nama lain klenteng ini adalah Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao dan Qing Shui Zhu Sui.
Buku saku yang dikeluarkan pengelola menyebutkan Klenteng Tjoe Soe Kong dibangun akhir abad ke-17. Andries Teisseire, pedagang gula Belanda yang mencari komoditas sampai ke Tangerang, menulis adanya klenteng ini saat berkunjung ke Tanjung Kait tahun 1792.
Informasi resmi menyebutkan klenteng dibangun imigran dari Propinsi Anxi, Hokkian, Tiongkok Selatan. Semula, klenteng dibangun dengan sangat sederhana, dan menjadi daya tarik setelah mendapat banyak sumbangan benda-benda khas klenteng dari pedagang-pedagang Cina di Batavia.
Berbeda dari kebanyakan klenteng di pesisir Pulau Jawa, Klenteng Tjoe Soe Kong tidak dibangun untuk menghormati dewa, tapi seorang shinshe yang hidup di era Dinasti Song. Tjoe Soe Kong, nama tabib itu, berasal dari Propinsi Cuanciu, Propinsi Hokkian.
Selama hidup, Soe Kong mengabdikan diri untuk mengobati penduduk yang sakit. Ia mendatangi rumah-rumah penduduk yang sakit, mengobati, dan memberi obat, tapi tak pernah mau diberi imbalan. Versi lain menyebutkan Tjoe So Kong lahir saat Cina diperintah Kaisra Ren Cong dari Dinasti Song. Tahun 1083, wilayah Anxi dilanda kekeringan parah. Tjoe Soe Kong memimpin upacara meminta hujan, dan berhasil. Ia diminta menetap di Anxi, tepat di kaki Gunung Peng Lai. Setelah meningal, masyarakat Anxi yang petani tebu mendirikan klenteng untuk menghormati Tjoe Soe Kong.
Di Mauk, masyarakat Tionghoa -- yang juga menanam tebu dan membuat gula -- mendirikan klenteng yang sama. Semula, Klenteng Tjoe Soe Kong di Mauk berupa gubuk tapi menjadi bukti masyarakat yang mapan. Klenteng menjadi pusat pertemuan komunitas Tionghoa di Mauk dan kampung-kampung lain sepanjang pantai Tangerang.
[Baca juga : "Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan Yang Memukau"]
Tahun 1883, saat Gunung Krakatau meletus, Klenteng Tjoe Soe Kong adalah satu-satunya bangunan selamat dari tsunami. Rumah-rumah penduduk di sekitar klenteng tersapu air bah. Banyak keluarga kehilangan orang tercinta. Seorang seniman orkes gambang, saat itu gambang belum dikenal, mengabadikannya dalam lagu berjudul Kramat Karam atau Gambang Kramat.
Wirya Dharma, sesepuh warga Tionghoa Mauk dan generasi kelima imigran asal Anxi, mengatakan klenteng direnovasi tahun 1959 oleh Lim Tiang Pah -- anak Lim Tju Ban, anak Lim Tjeng Houw yang selamat dari tsunami karena berlindung di klenteng.
Kini, klenteng diperbesar, indah, dan menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang. Penduduk juga membangun altar untuk Hok Tek Ceng Sin, dewa bumi yang banyak dipuja penduduk Tionghoa di pesisir Pulau Jawa. Ada pula altar untuk Embah Rachman, Empe Dato, dan Dewi Neng. Bagian belakang klenteng adalah vihara Buddha. Pada hari-hari tertentu, klenteng menggelar acara yang dihadiri warga dari luar Tangerang.
Klenteng Tjoe Soe Kong juga saksi bisu Pembantaian Cina 1740 di Batavia. Saat itu, ratusan warga Tionghoa Batavia yang selamat melarikan diri ke Mauk. Sebagian menetap, dan lainnya melanjutkan pelarian sampai ke seberang Sungai Cisadane dan menetap di desa-desa di Kecamatan Panongan saat ini. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto onthehardway.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Proklamasi. Dari Jakarta, lalu disebarkan ke seantero negeri. Tercetuslah Indonesia sebagai sebuah negara yang bebas merdeka. Perjalanan proklamasi Indonesia memang sangat menarik diikuti. Ada banyak tempat wisata sejarah yang menceritakan perjuangan bangsa Indonesia. Menariknya, tempat-tempat tersebut berlokasi tak jauh dari Jakarta. Berikut 5 tempat wisata sejarah proklamasi Indonesia.
1. Rumah Rengasdengklok
Rumah ini merupakan saksi perjuangan proklamasi karena dijadikan tempat Soekarno-Hatta disembunyikan oleh golongan muda yang mendesak untuk segera diumumkan kemerdekaan Indonesia. Rumah ini dianggap aman karena saat itu Rengasdengklok merupakan wilayah kekuasaan tentara Peta dan jauh dari kekuasaan Jepang. Rumah ini milik Djiaw Kie Siong, seorang penduduk lokal yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Di sini masih ada dipan asli yang digunakan untuk tidur Bung Hatta. Sementara itu, dipan milik Soekarno sudah dibawa ke Bandung.
Alamat: Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41352 Jam buka: pukul 09.00–16.00 WIB
2. Monumen Kebulatan Tekad
Monumen yang dibangun pada 1950 ini dimaksudkan untuk memperingati peristiwa Rengasdengklok, peristiwa saat golongan muda dan tua sepakat memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Lokasi ini awalnya berdiri markas Peta. Di belakang tugu ada relief yang menceritakan peristiwa kemerdekaan. Menariknya, saat itu tugu ini dibangun dengan biaya Rp 17.500. Setiap tahun, pada 16 Agustus, tempat ini selalu diadakan acara renungan malam.
Alamat: Jalan Raya Tugu Proklamasi, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat Jam buka: 24 Jam
3. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Museum ini awalnya milik seorang petinggi militer Jepang Laksamana Tadashi Maeda. Soekarno dan Hatta yang dijemput oleh Ahmad Subardjo dari Rengasdengklok langsung ke rumah ini untuk melakukan perumusan teks proklamasi. Rumah ini dianggap aman karena Maeda merupakan sahabat Subardjo. Sebagai petinggi militer, rumah ini aman dari pengaruh dan pengawasan angkatan darat Jepang.
Alamat: Jalan Imam Bonjol Nomor 1, RT 009, RW 004, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310
4. Taman Proklamasi
Taman ini mempunyai sejumlah monumen penting. Di antaranya, patung proklamator Indonesia, Soekarno dan Moh Hatta; replika naskah proklamasi; dan tugu peringatan satu tahun kemerdekaan Indonesia. Berdekatan dengan patung para proklamator, menjulang Tugu Petir. Tugu Petir tak kalah monumental. Di sisi Tugu Petir ini, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno.
Alamat: Jalan Proklamasi, RT 010 RW 002, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Jam buka: Pukul 05.00–21.00 WIB
5. Radio Republik Indonesia
RRI punya peranan penting menyebarkan kabar proklamasi. Tepat pukul 19.00 WIB, teks proklamasi dari kantor berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara) sampai di tangan Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto. Mereka penyiar radio Hoso Kanri Kyoku (Sekarang RRI). Dari situ, RRI memiliki peran awal untuk menyebarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat ini, RRI masih mengudara dan tetap hadir untuk memberikan informasi berita kepada masyarakat.
Alamat: Jalan Medan Merdeka Barat 4–5, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110. Jam buka: Tidak terbuka untuk umum (Sumber: Artikel-Foto klasika.kompas.id)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh meluncurkan sebanyak 101 event wisata selama tahun 2022. Peluncuran itu digelar di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh.
101 event wisata yang dikemas dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 itu meliputi wisata berbasis alam, budaya dan sejarah. Dengan jumlah event yang terbilang banyak ini diharapkan bisa memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Indonesia. Dari jumlah itu, tiga event wisata unggulan Aceh masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kemenparekraf, yakni Aceh Festival Ramadhan, Aceh Culinary Festival, dan Aceh Perkusi.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Lasqi Aceh Official (@dpw.lasqiaceh)
Salah satunya terpilih dalam Top Ten KEN 2022, yakni Aceh Culinary Festival yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin meyakini semakin banyak atraksi wisata, akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong. Apalagi atraksi wisata tersebut juga akan dikemas dengan semenarik mungkin, agar wisatawan bisa betah dan bertahan lama di Aceh.
"Tahun ini Khazanah Piasan Nanggroe akan menampilkan 101 event wisata dan budaya yang merupakan hasil kurasi event-event berkualitas pengajuan dari 23 kabupaten/kota," kata Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, selaku ketua panitia kegiatan. Menurut Jamaluddin, peluncuran Khazanah Piasan Nanggroe dan Festival The Light Of Aceh hari ini sebagai momentum kebangkitan industri dan promosi pariwisata di Aceh untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, Khazanah Piasan Nanggroe 2022 atau yang selama ini dikenal sebagai Kalender of Event (CoE) merupakan kolaborasi Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan pemerintah kabupaten/kota serta instansi lainnya. “Event Khazanah Piasan Nanggroe dilandasi pada prinsip pembangunan keberlanjutan yakni meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan ekonomi lokal, dan memberikan dampak positif pada ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan,” katanya.
Aktivitas penyelenggaraan event dalam masa pandemi ini, kata Jamaluddin harus dilakukan dengan kombinasi online dan offline, adaptif dan inovatif, mengedepankan protokol kesehatan serta menerapkan CHSE atau 4K, yakni kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. “Semakin banyak jumlah atraksi wisata akan semakin berkembang destinasi baru di Aceh, dan semakin terbukanya Aceh kepada wisatawan sebagai destinasi yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut baik agenda wisata di Aceh setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Meskipun sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan, Gubernur Nova yakin, tahun ini semangat wisata Aceh kembali bergeliat. Untuk itu, Pemerintah Aceh bergerak cepat menyusun event wisata semenarik mungkin agar mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara untuk bisa berkunjung ke Aceh.
[Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"]
“Aktivitas wisata kita sempat mengalami penurunan akibat pandemi, namun kita harus yakin, tahun ini pandemi bisa mereda dan geliat wisata kembali bergeliat dan normal,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan.
Pembangunan pariwisata di Aceh, kata Gubernur, juga mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui tiga komponen yaitu Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi. Ia berharap masyarakat dunia bisa mengambil momentum ini untuk bisa mengenal lebih dekat wisata, seni dan budaya Aceh.
“Ini seperti perintah Presiden, kita harus melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui pintu-pintu industri pariwisata,” ujar Gubernur Aceh, sekaligus meluncurkan Khazanah Piasan Nanggroe 2022 dan Festival The Light Of Aceh. (Sumber: Artikel acehprov.go.id Foto @riza_azhari)
...moreTripTrus.Com - Berkunjung ke Cianjur, rasanya belum lengkap jika tidak singgah ke perkebunan teh atau ke Curug Cikondang di Desa Sukadana, Kecamatan Cempaka, Cianjur, Jawa Barat. Keindahan alam Cianjur ini jaraknya tidak jauh dari situs Gunung Padang, hanya 7 km.
Curug yang berada di ketinggian sekitar 50 meter, terletak di tengah perkebunan teh PTP VIII Penyairan ini akan membawa Anda pada situasi yang bisa memanjakan mata dan memanjakan pikiran. Karena disekitar lokasi terdapat juga sawah-sawah dengan sistem teras siring yang tidak kalah indah dengan yang ada di Bali.
Bahkan di situs National Geographic Indonesia di sebutkan jika Curug Cikondang ini adalah Niagara Mini-nya Indonesia. Pasalnya, aliran air yang mengalir dari mulut curug begitu deras dengan diameter aliran sekitar 30 meter.
Seperti wisata curug atau air terjun lainnnya, di Curug Cikondang juga diperlukan stamina yang ekstra. Karena untuk mencapai lokasi, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar satu kilometer lagi. Harga tiket masuk tidak mahal, hanya sayangnya karena dikelola warga sekitar, nominalnya sering berubah. Terkadang Rp 3.000 per orang dan di lain waktu bisa Rp 5.000 per orang.
Selain itu, karena masih asri, dianjurkan untuk Anda menggunakan sepatu olahraga agar bisa meringankan langkah.
Dengan kendaraan pribadi, dari Jakarta menuju Situs Gunung Padang butuh waktu perjalanan sekitar 2,5 jam ditambah 1 jam lagi jika ingin melanjutkan ke Curug Cikondang. Bahkan, untuk Anda yang berasal dari Bandung atau sekitarnya, Situs Gunung Padang dan Curug Cikondang bisa dinikmati satu hari tanpa menginap.
Larangan Mandi
Meski memiliki keindahan alam yang memanjakan mata dan pikiran. Ternyata, saat Anda ke curug ini lebih baik tidak melakukan aktivitas menceburkan diri atau coba-coba membasuh diri. Alasannya, Di sekitar curug ada penambangan emas dan timah yang sisa limbahnya mencemari air. Jika tidak tahan, kulit akan gatal-gatal atau memerah.
Lebih baik, Anda keluarkan kamera ponsel atau kamera DSLR Anda untuk memgambil momen keindahan sekitar curug atau tepat berada di bawah air terjun yang jatuh saja. (Sumber: Artikel/Foto netralnews.com)
...moreTripTrus.Com - Tak hanya megah, bandara yang baik juga harus memiliki fasilitas dan layanan yang memudahkan kehidupan penumpang selama berada di sana. Oleh karena itu setiap tahunnya Airports Council International (ACI) merilis daftar mengenai bandara terbaik yang diberi penghargaan 'Airport Service Quality (ASQ) Awards'.
Tahun ini, mereka merilis daftar pemenang dari pemantauan sepanjang tahun lalu. Dalam penilaiannya, mereka memantau kritik dan saran dari jutaan pengunjung di 343 bandara di 176 negara dunia.
Empat bandara di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut ialah Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Bandara-bandara tersebut menjadi yang terbaik karena mendapat nilai tinggi dalam 34 faktor, beberapa di antaranya; akses keluar masuk bandara, proses antre, proses keamanan, fasilitas dan layanan yang memanjakan penumpang, sampai kebersihan kamar mandi.
"Persaingan layanan antara bandara semakin ketat. Bandara-bandara yang keluar sebagai pemenang kami nilai sangat berdedikasi terhadap pengunjungnya," kata Angela Gittens, Direktur ACI, mengenai bandara yang menjadi pemenang pada tahun ini.
Berikut ini ialah daftar pemenang AQS Awards 2017:1. Best Airport by Region (over 2 million passengers per year) Asia Pacific - Second Place
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Ketika mata terpejam dan telinga tertutup, yang membedakan satu manusia dengan manusia yang lainya adalah : persepsi #bali #ngurahrai
A post shared by Handaru G Asmoro (@handaruasmoro) onAug 28, 2017 at 12:19am PDT
2. Best Airport by Size (2-5 million passengers per year)
Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung
Boarding Timeπ Morning view π#airport #bandara #lapanganterbang #travel#morning #instadaily #instalike #instagood #instafollow
A post shared by Budy π (@budy86id) onMar 15, 2018 at 5:08pm PDT
3. Best Airport by Size (5-15 million passengers per year) - Second Place
Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan
Sultan Aji Muhammad Sulaiman Airport.π« #sultanajimuhammadsulaimanairport #balikpapan #visitkalimantantimur #eastkalimantan #eastborneo #internationalairport
A post shared by Marzuki (@akhimarzuki5) onMar 12, 2018 at 5:23am PDT
4. Best Airport by Size (15-25 million passengers per year) - First Place
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Airbus330 #airbus #garudaindonesia #ngurahrai
A post shared by Pujo Hermawan (@pujo_hermawan) onMar 9, 2018 at 6:27pm PST
5. Best Airport by Size (15-25 million passengers per year) - Second Place
Bandara Internasional Juanda, Surabaya
#dusk #panorama #sunset #airport #kompasnusantara #citilink
A post shared by Ilham B Santoso (@santoso_ilham) onMar 15, 2018 at 3:36am PDT
6. Best Airport by Size and Region - Asia Pacific
Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
Dat Ass of Jetstar Airbus A320-232 • Stay tune on the Gate β . . . . . . . . . . . . #airlines #britishairways #spotting #lax #comment #emirates #aviation_lovers #aviationgeek #takeoff #aviationdaily #dreamliner #aviationworld #megavideo #aviationnerd #planespotter #megaplane #planepic #a330 #airbuslovers #boeing737 #a320 #ngurahrai #airbusa #boeing #garudaindonesia #lionair #citilink #airportlife #lyfe #tails
A post shared by Alfonsus Edwin Halim (@edwinliem_) onMar 11, 2018 at 5:33pm PDT
(Sumber: Artikel cnnindonesia.com, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Prosesi budaya seba Baduy bakal digelar di Serang, Banten pada 20 sampai 22 April 2018. Seba baduy selalu istimewa, bukan hanya even tersebut saja yang bisa dinikmati, potensi alam Banten dan wisata sejarahnya menjadi paket lengkap bagi wisatawan.
“Potensi pariwisata Provinsi Banten sangat besar dan sangat lengkap. Baik itu wisata bahari, wisata alam, wisata sejarah. Semua itu dibalut dengan budaya yang sangat kaya. Dengan Festival Exciting Banten on Seba Baduy kami akan mengangkat itu semua,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati dikutip sportourism.id.
Banten selama ini memang menjadi tujuan warga Jakarta tersebut untuk berwisata. Bukan hanya jaraknya yang dekat, tetapi juga pesonanya yang luar biasa. Banten punya beberapa pantai yang menarik. Diantaranya Pantai Anyer, Pantai Carita, Pantai Karang Bolong, Pantai Sawarna, serta kawasan Tanjung Lesung. Deretan pantai ini selalu menjadi pilihan warga ibukota untuk berwisata.
“Bahkan Pantai Sawarna merupakan salah satu spot favorit untuk berolahraga surfing. Karena, ombaknya cukup baik,” Eneng menambahkan.
"Lojor henteu meunang dipotong, pendek henteu meunang disambung" (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung) Filosofi itulah hingga kini tetap aktual bagi Masyarakat Baduy dipedalaman Lebak yang merayakan tradisi upacara Seba sebagai wujud ungkapan syukur kepada Bapak Bapak Gede (Bupati atau kepala pemerintahan daerah). Perayaan adat Seba, menurut warga Baduy, merupakan peninggalan leluhur tetua (Kokolot) yang harus dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Acara itu digelar setelah musim panen ladang huma, bahkan tradisi sudah berlangsung ratusan tahun sejak zaman Kesultanan Banten di Kabupaten Serang. Seba itu sediri merupakan menyerahan hasil tani atau hasil bumi pada pemerintah setempat yang biasa kita sebut dengan upeti pada kerajaan, itu semua merupakan rasa syukur masyarakat baduy luar dan baduy dalam karena mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah, kegiatan seba ini tanpa ada paksaan dari manapun masyarakat baduy luar yang dipimpin oleh Jaro maupun baduy dalam yang dipimpin oleh Puun, bersama-sama berbondong-bondong membawa hasil tani tersebut pada pemerintah. Diperkirakan Perayaan adat Seba tahun ini dimulai tanggal 20 April di Lebak, 21 April di Pandeglang dan berakhir 22 April di Kota Serang. Mari kita menonton Seba Baduy, Seba Baduy bukan sekadar kita menonton melainkan ada tuntunan didalamnya. Dok. Foto @explore_serang Seba Baduy 2016 #sebabaduy #lebak #pandeglang #kotaserang #banten #indonesia #excitingbanten #banten7wonders #ayokebanten #genpibanten #exploreserang #explorebanten #exploreindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Explore Serang (@explore_serang) onApr 18, 2018 at 6:41pm PDT
Banten juga mempunyai beberapa pulau yang sangat cantik. Sebut saja Pulau Tunda dengan panoramanya yang rupawan. Pulau Sangiang yang begitu eksotis. Atau Pulau Dua yang menjadi persinggahan burung-burung langka dari berbagai belahan dunia.
Belum lagi gunung api fenomenal, Gunung Anak Krakatau. Gunung yang juga menjadi bagian dari Provinsi Lampung itu, pernah menghebohkan dunia dengan letusannya. Letusan yang dirasakan diberbagai benua dan ikut mempengaruhi iklim dunia.
[Baca juga : Trip Sehari, Wisata Sejarah Di 3 Pulau]
“Mempunyai pantai dan pulau yang indah tentunya Banten juga memiliki pemandangan bawah laut yang sangat mempesona. Tidak kalah dengan pesona bawah laut daerah lainnya di Indonesia,” ucap Eneng.
Selain itu, Provinsi Banten juga memilik Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional ini menjadi rumah terakhir bagi badak bercula satu yang sangat langka.
Bukan itu saja Provinsi Banten memiliki banyak peninggalan cagar budaya masa lalu yang terhampar dari Tangerang Selatan hingga Banten Lama. Peninggalan cagar budaya tersebut berupa situs sejarah yang telah menjadi bagian perkembangan budaya Banten sejak dahulu kala.
“Kalau peninggalan sejarah, Banten punya banyak. Pasalnya Banten merupakan salah satu kota pelabuhan tertua di Pulau Jawa. Hal ini berlangsung sejak jaman kerajaan Banten. Ada Benteng Speelwijk, Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Vihara Avalokitesvara, Keraton Surosawan serat Museum Situs Purbakala Kerajaan Banten,” terang Eneng. (Sumber: Artikel palapanews.com, Foto Achmad Anwar Sanusi)
...moreTripTrus.Com - Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso mengatakan terdapat potensi besar untuk meningkatkan arus wisman asal Slowakia. Jumlah kunjungan wisatawan Slowakia ke Asia tercatat satu juta orang dan terbanyak ke Thailand sebanyak 20.705 orang, sedangkan yang ke Indonesia baru 6.000 orang.
Hal itu disampaikan Dubes Adiyatwidi pada pertemuan penyelenggara perjalanan Indonesia -Slowakia di KBRI Bratislava, Senin (5/3), demikian Counsellor KBRI Bratislava, Lely Meiliani kepada Antara London, Selasa.
Dubes RI mengharapkan adanya pertemuan operator Indonesia dan Slowakia dapat mendorong arus wisman Slowakia ke Indonesia.
Turis Asing Ikut Gebug Bantal . Lomba permainan gebug bantal, mengisi kegiatan Nusa Penida Festival (NPF) 2017, dihari kedua di pantai Mahagiri Desa Jungutbatu Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (7/12/2017). Lomba diikuti puluhan peserta, yang mana sebagian dari mereka merupakan wisatawan asing. . Lomba gebug bantal menarik wisatawan asing yang sedang berlibur di Nusa Penida. Mereka dengan antusias mendaftar dan mengikuti jalannya lomba dengan semangat bersama warga setempat. . Menurut salah satu peserta asal Amerika Serikat, Anderson mengaku senang dan bangga karena sudah diundang dan bisa mengikuti acara ini. Menurutnya, permainan ini sangat menarik dan menyenangkan serta menambah keakraban dan kebersamaan dengan warga. "Saya sangat senang bisa ikut bagian dalam kegiatan ini," ujarnya. . Anderson yang mengaku sedang berlibur bersama kerabatnya ini pun mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan serupa dalam event berikutnya. "Saya akan sangat senang kalau tahun depan saya bisa datang lagi ke Nusa Penida/Lembongan, saya pasti akan ikut lagi," akunya. . Selain lomba gebug bantal, dihari yang sama juga digelar lomba Gala-gala yang diikuti siswa SD di Nusa Lembongan. Lomba ini mendapat antusias peserta sebagai langkah melestarikan permainan tradisional. . #humasklungkung #nusapenidafestival #klungkung #turisasing #gebugbantal @infobalinews www.suluhbali.co
A post shared by www.suluhbali.co (@infobalinews) onDec 6, 2017 at 9:12pm PST
Kalangan biro perjalanan Indonesia memuji pertemuan dalam wujud pertemuan satu per satu ini karena dapat lebih rinci memberikan informasi mengenai destinasi wisata Indonesia dan menjajaki kerja sama dengan kalangan kalangan pariwisata yang belum menjual Indonesia.
Menurut mereka, walaupun Slowakia negara kecil hanya berpenduduk sekitar lima juta orang, potensi pasar wisman cukup menjanjikan, terlebih mereka senang bepergian ke negara-negara eksotik.
Biro perjalanan Slowakia yang ikut acara ini adalah Royal Travel dan Pax Travel yang belum pernah membuat paket ke Indonesia menyatakan minatnya untuk membawa tamu ke Indonesia dan meminta agen di Indonesia dapat menyediakan pemandu yang dapat berbahasa Slowakia atau Ceko.
Kegiatan ini merupakan promosi pariwisata Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Eropa Kementerian Luar Negeri ke negara-negara kawasan Eropa Tengah dan Eropa Utara dengan menggandeng perwakilan RI terkait, sebagai rangkaian partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2018. (Sumber: Artikel republika.co.id, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Sob, tahun 2024 nih, ada destinasi keren banget buat liburan, yaitu Kali Biru Genyem di Papua! Tempat ini bener-bener keren, bikin nganga deh. Mulai dari gunung sampe pantai, Papua punya potensi pariwisata yang nggak main-main, geng!
Kali Biru Genyem, located di Berab, Nimbokrang, Jayapura, Papua, adalah spot alam yang lagi hits banget. Kolam alami dengan air biru jernih yang masih alami banget. Bahkan, banyak yang upload foto Kali Biru di media sosial, loh.
View this post on Instagram
A post shared by Papua Digital Media Kabupaten Jayapura (@pdmkabupatenjayapura)
Nggak cuma itu, di sini juga bisa lihat burung Cenderawasih, yang mana langka banget. Udah kayak masuk surga gitu, bisa nyemplung di kolam air jernihnya, tapi tetep harus hati-hati ya, karena kedalamannya sampe 5 meter.
Siang hari paling oke buat mampir ke Kali Biru Genyem, pas matahari bisa bikin airnya keliatan makin kece. Selain renang, bisa juga selfie ria dengan latar belakang alam Papua yang alami banget.
Tempatnya di kaki gunung, udaranya seger banget. Pemandangan sungai yang cantik plus udara sejuk, cocok banget buat refreshing dari rutinitas yang bikin bosen.
Uniknya lagi, Kali Biru Genyem ini di hutan lindung, jadi bisa sambil ngelihat burung langka Papua, terutama burung Cendrawasih. Kalau beruntung, bisa aja ketemu hewan langka ini lagi asyik-asyiknya di hutan lindung.
[Baca juga : "Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun"]
Gak cuma alamnya, di sini juga bisa lihat kebudayaan lokal di Kampung Berab Genyem. Penginapan juga ada, atau bisa ikutan paket wisata edukasi, misalnya belajar menganyam noken langsung dari masyarakat setempat.
Perjalanan dari Bandara Sentani ke Kali Biru Genyem memang agak jauh, sekitar dua jam lah. Tapi jangan khawatir, pemandangan alam Papua bakal nemenin perjalanan kamu, geng! Selama perjalanan, kamu bisa nikmatin pemandangan perbukitan dan pegunungan yang bikin hati adem.
Jadi, gimana? Pengen coba explore Kali Biru Genyem di Jayapura, Papua? Mantap, deh! Nggak bakal nyesel, pasti bakal dapet pengalaman liburan yang beda dari yang lain! (Sumber Foto @seto.buntel)
...moreTripTrus.Com - Bangsa Portugis adalah bangsa Eropa yang pertama kali menjejakkan kaki di pulau Jawa pada abad ke-16 dalam rangka pencarian pulau rempah-rempah yang legendaris. Walau mereka tidak mendominasi pulau Jawa, peninggalan mereka masih nyata terlihat yaitu 2 gereja portugis dan musik keroncong.
Keroncong adalah musik Indonesia yang dipengaruhi oleh musik asli Portugis yang bernama Fado, diperkenalkan oleh para pelaut dan budak dari kapal-kapal dagang di abad 16. Perjalanan musik ini dimulai dari Goa di India ke Malaka sampai Tugu.
Keroncong mendampingi Moresco, tarian yang mengandung pengaruh Spanyol yaitu seperti Polka namun dibawakan dalam gerakan yang lebih perlahan.
Pada proses akulturasi keroncong yang aslinya dimainkan dengan akat musik gesek, dalam perjalanannya ditambahkan dengan sentuhan flute dan gamelan. Di tahun 1960, Keroncong sekali lagi dipopulerkan oleh Jenderal Polisi Hugeng bersama band nya The Hawaiian Seniors yang terkenal pada masa itu, dengan menambah elemen tertentu dari the Moluccas dan Hawaii.
Bangsa Inggris yang sempat berkuasa dalam masa yang cukup singkat yaitu selama masa Gubernur Jendral Sir Stamford Raffles (1811-1815) juga meninggalkan gereja Anglican yang sampai sekarang masih berdiri di area Menteng. (Sumber: Artikel-Foto jakarta-tourism.go.id)
...more