shop-triptrus



Candi Cangkuang

Salah satu candi peninggalan bersejarah agama Hindu dari abad ke-17 terdapat di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namanya Candi Cangkuang, yang di dalamnya terdapat patung Siwa Hindu. Candi ini berdiri di sebuah pulau kecil yang berada di tengah-tengah Situ Cangkuang. Wisatawan yang akan mengunjungi candi harus menyewa rakit yang tersedia di pinggir situ. Harga sewanya Rp. 4.000,- untuk orang dewasa, dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak. Nama Cangkuang berasal dari nama pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang memang banyak tumbuh di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad, tokoh penyebaran agama Islam di daerah ini. Arif Muhammad adalah seorang tentara Kerajaan Mataram yang pada abad ke-17 datang bersama rombongannya ke daerah ini untuk menyerang Belanda.  Penyerangan itu gagal, namun Arif Muhammad tetap berada di tempat ini untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar, tepatnya di Kampung Pulo yang kini menjadi tempat tinggal keturunannya. Jadi, Situ dan Candi Cangkuang menjadi salah satu bagian dari sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia. Konon, menurut cerita masyarakat setempat, Arif Muhammad dan teman-temannya jugalah yang membendung daerah ini hingga menjadi sebuah situ atau danau. Candi Cangkuang dibangun pada abad ke-8, yang kemudian ditemukan lagi pada tanggal 12 Desember 1966. Setelah ditemukan, candi ini kemudian digali dan diteliti pada tahun 1967 – 1968, dan dipugar pada tahun 1974 – 1976. Obyek wisata ini berada sekitar 16 kilometer ke arah utara Jota Garut atau 48 kilometer dari Bandung. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Berburu Lumba-lumba di Teluk Kiluan

Pilih trip ke Teluk Kiluan di: http://triptr.us/Bi TRIPTRUS - Provinsi Lampung tidak hanya menyimpan tujuan wisata seperti habitat gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas atau Anak Gunung Krakatau. Di Kabupaten Tenggamus, tepatnya di Kecamatan Kelumbayan, ada Teluk Kiluan yang terkenal dengan wisata baharinya. Sudah sejak lama teluk ini terkenal sebagai tempat "berburu" lumba-lumba. Tunggu dulu, TripTroops. Yang dimaksud dengan berburu di sini adalah menonton kawanan lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba hidung panjang yang bisa dilihat di Teluk Kiluan. Untuk mencapai Teluk Kiluan, TripTroops bisa menyewa mobil dari Bandar Lampung dan menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam. Meski perjalanan mencapai Teluk Kiluan bisa cukup melelahkan, tapi worth it  begitu TripTroops sampai di Teluk Kiluan. Sebelum melihat lumba-lumba, di Teluk Kiluan terdapat kolam alami di Pantai Laguna -- tidak jauh dari dermaga Teluk Kiluan. Perjalanan menuju kolam alami ini memakan waktu kurang lebih satu jam yang melibatkan sedikit trekking, mendaki dan melintasi batu-batu karang. Kolam alami ini terdapat tepat di pinggir tebing karang. Airnya yang jernih berasal dari ombak tinggi Samudera Hindia yang terbentang di lepas Pantai Laguna. Untuk melihat lumba-lumba di Kiluan, ada baiknya memulai perjalanan di pagi hari. Dengan menyewa perahu jukung (speedboat kecil) yang dikenal dengan nama Katir oleh penduduk setempat. Di atas perahu yang bisa memuat tiga orang ini, TripTroops akan diajak ke tengah laut melihat kawanan lumba-lumba yang berhabitat di sekitar Teluk Kiluan. Konon, kawanan lumba-lumba di Teluk Kiluan ini adalah yang terbesar di Asia, bahkan mungkin di dunia! Selain lumba-lumba, Teluk Kiluan juga merupakan habitat dari penyu hijau -- meski yang  satu ini tidak terlalu sering terlihat dibanding lumba-lumba. Bagi TripTroops yang tidak puas hanya melihat lumba-lumba saja, Teluk Kiluan juga merupakan salah satu tempat yang oke banget buat snorkeling atau diving. Meski keragaman spesies bawah laut di Kiluan tidak sebanyak yang bisa dilihat di Bunaken atau Raja Ampat, tapi kejernihan airnya membuat terjun ke air jadi sangat menyenangkan karena dapat melihat jelas satwa laut di Teluk Kiluan. Sore harinya, Teluk Kiluan adalah tempat yang tepat untuk mengabadikan pemandangan matahari terbenam yang memesona.Pantai-pantai yang ada di beberapa pulau sekitar Teluk Kiluan juga terkenal akan pemandangannya yang mengagumkan. Pasir putih dan pantai yang bersih serta tenang, seperti di Pulau Kiluan, akan membuat TripTroops betah berlama-lama di sini.   Photos taken from: Shutterstock
...more

Letusan Krakatau, Kramat Karam, dan Klenteng Tjoe Soe Kong

TripTrus.Com - "emak, bapak si nona mati, sayang disayang tiap malam saya tangisin, Kramat Karem ada lagunya", tiga kalimat tersebut adalah lirik Keramat Karam, lagu yang dinyanyikan almarhum Masnah Pang Tjin Nio dengan iringan Gambang Kromong (GK) Naga Mustika. Lagu itu mengabadikan saat-saat ketika sekujur kawasan pantai Tangerang dilanda tsunami akibat letusan Gunung Krakatau. Tidak diketahui siapa pencipta lagu ini. Cerita tutur masyarakat Tionghoa Tangerang, atau Cina Benteng, menyebutkan lagu itu muncul tidak lama setelah tsunami melanda sekujur kawasan pantai dan menewaskan banyak orang.       View this post on Instagram Nothing can dim the light, which shines from within.. A post shared by Emma ( I am a nature lover ) (@tinjj88) onJul 30, 2017 at 9:25pm PDT Versi lain lagu ini digubah Sanusi dan dinyanyikan dengan irama ragtime Orkes Kerontjong Sinar Djakarta. Yang membedakan, versi gambang keromong mendayu-dayu, versi keroncong agak sedikit menghentak. Liriknya juga relatif berbeda. Cerita tentang letusan Gunung Krakatau 1883 dan dampaknya terhadap kawasan pantai Tangerang dan Batavia terekam dalam cerita tutur di Klenteng Tjoe Soe Kong dan ditulis Tio Tek Hong dalam buku Keadaan Jakarta Tempo Doeloe. Tjoe Soe Kong adalah klenteng tertua di Tangerang. Letaknya di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Warga sekitar, terutama keturunan Tionghoa Benteng, lebih suka menyebutnya Klenteng Tanjung Kait. Sedangkan nama lain klenteng ini adalah Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao dan Qing Shui Zhu Sui. Buku saku yang dikeluarkan pengelola menyebutkan Klenteng Tjoe Soe Kong dibangun akhir abad ke-17. Andries Teisseire, pedagang gula Belanda yang mencari komoditas sampai ke Tangerang, menulis adanya klenteng ini saat berkunjung ke Tanjung Kait tahun 1792. Informasi resmi menyebutkan klenteng dibangun imigran dari Propinsi Anxi, Hokkian, Tiongkok Selatan. Semula, klenteng dibangun dengan sangat sederhana, dan menjadi daya tarik setelah mendapat banyak sumbangan benda-benda khas klenteng dari pedagang-pedagang Cina di Batavia. Berbeda dari kebanyakan klenteng di pesisir Pulau Jawa, Klenteng Tjoe Soe Kong tidak dibangun untuk menghormati dewa, tapi seorang shinshe yang hidup di era Dinasti Song. Tjoe Soe Kong, nama tabib itu, berasal dari Propinsi Cuanciu, Propinsi Hokkian. Selama hidup, Soe Kong mengabdikan diri untuk mengobati penduduk yang sakit. Ia mendatangi rumah-rumah penduduk yang sakit, mengobati, dan memberi obat, tapi tak pernah mau diberi imbalan. Versi lain menyebutkan Tjoe So Kong lahir saat Cina diperintah Kaisra Ren Cong dari Dinasti Song. Tahun 1083, wilayah Anxi dilanda kekeringan parah. Tjoe Soe Kong memimpin upacara meminta hujan, dan berhasil. Ia diminta menetap di Anxi, tepat di kaki Gunung Peng Lai. Setelah meningal, masyarakat Anxi yang petani tebu mendirikan klenteng untuk menghormati Tjoe Soe Kong. Di Mauk, masyarakat Tionghoa -- yang juga menanam tebu dan membuat gula -- mendirikan klenteng yang sama. Semula, Klenteng Tjoe Soe Kong di Mauk berupa gubuk tapi menjadi bukti masyarakat yang mapan. Klenteng menjadi pusat pertemuan komunitas Tionghoa di Mauk dan kampung-kampung lain sepanjang pantai Tangerang. [Baca juga : "Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan Yang Memukau"] Tahun 1883, saat Gunung Krakatau meletus, Klenteng Tjoe Soe Kong adalah satu-satunya bangunan selamat dari tsunami. Rumah-rumah penduduk di sekitar klenteng tersapu air bah. Banyak keluarga kehilangan orang tercinta. Seorang seniman orkes gambang, saat itu gambang belum dikenal, mengabadikannya dalam lagu berjudul Kramat Karam atau Gambang Kramat. Wirya Dharma, sesepuh warga Tionghoa Mauk dan generasi kelima imigran asal Anxi, mengatakan klenteng direnovasi tahun 1959 oleh Lim Tiang Pah -- anak Lim Tju Ban, anak Lim Tjeng Houw yang selamat dari tsunami karena berlindung di klenteng. Kini, klenteng diperbesar, indah, dan menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang. Penduduk juga membangun altar untuk Hok Tek Ceng Sin, dewa bumi yang banyak dipuja penduduk Tionghoa di pesisir Pulau Jawa. Ada pula altar untuk Embah Rachman, Empe Dato, dan Dewi Neng. Bagian belakang klenteng adalah vihara Buddha. Pada hari-hari tertentu, klenteng menggelar acara yang dihadiri warga dari luar Tangerang. Klenteng Tjoe Soe Kong juga saksi bisu Pembantaian Cina 1740 di Batavia. Saat itu, ratusan warga Tionghoa Batavia yang selamat melarikan diri ke Mauk. Sebagian menetap, dan lainnya melanjutkan pelarian sampai ke seberang Sungai Cisadane dan menetap di desa-desa di Kecamatan Panongan saat ini. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto onthehardway.blogspot.com)
...more

Kunjungi 7 Tempat Wisata Cilegon

TripTrus.Com - Cilegon adalah salah satu daerah di Provinsi Banten yang menawarkan beberapa wisata kekinian. Meskipun terkenal sebagai daerah industri, wisata Cilegon mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah. Untuk memaksimalkan waktu berkunjung kamu ke Cilegon, simak rekomendasi objek wisata hits yang pantas dicoba berikut. 1. Pulau Merak Besar dan Kecil       View this post on Instagram A post shared by Ani Triani (@ani_vaneza) Bicara soal wisata Cilegon tidak akan terpisahkan dari Pulau Merak. Baik Pulau Merak Besar maupun Pulau Merak Kecil, keduanya sama-sama dapat diakses menggunakan perahu dari Pelabuhan Merak. Dengan perpaduan birunya air laut dan pasir pantai yang penuh pecahan terumbu karang kecil, kamu sudah bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan. Suasana yang teduh akan mendukung kamu berlama-lama liburan di sini. Tidak hanya keindahan alamnya, kamu juga bisa menemukan situs sejarah di sini. Jika kamu meminta petunjuk warga lokal, kamu dapat menemukan situs tsunami Gunung Krakatau dan makam tokoh masyarakat. Jangan lupa juga untuk mencicipi keragaman kuliner di sana ya. 2. Pantai Anyer       View this post on Instagram A post shared by Info #ExploreSerang (@explore_serang) Objek wisata kedua yang juga tak kalah populer adalah Pantai Anyer dengan segala keindahannya. Pasir putih yang lebih lembut dibanding destinasi sebelumnya membuat kamu lebih leluasa jalan-jalan di bibir pantai tanpa alas kaki. Meski pemandangannya hampir sama dengan Pulau Merak, pantai ini menawarkan aktivitas seru yang lebih bervariasi. Mulai dari fasilitas snorkeling, banana boat, dan sebagainya. Sudah siapkah kamu dengan keseruan di Pantai Anyer? 3. Bukit Batu Gambir       View this post on Instagram A post shared by 𝓐𝓷𝓲 π“œπ“Ύπ“΅π”‚π“ͺ𝓷𝓲 (@lyani_am) Sesudah main ke pantai, saatnya kamu menjelajah ke pegunungan Cilegon. Bukit Batu Gambir adalah salah satu pegunungan yang terkenal di sini. Selain pemandangannya yang masih alami, jalur pendakian yang ada juga tidak akan membuat kamu bosan. Sesuai dengan namanya, kamu akan menemukan perbukitan dari batu yang keren sekali menjadi latar belakang swafoto bersama rombongan liburan. Karena perjalanan kesana membutuhkan stamina yang kuat, pastikan kamu dalam keadaan sehat, ya. 4. Situ Rawa Arum       View this post on Instagram A post shared by Zona Wisata Banten | Indonesia (@bantennature) Jika kamu mencari objek wisata yang menenangkan namun kurang menyukai pendakian, maka Situ Rawa Arum adalah solusinya. Menurut sejarah yang ada, lokasi danau ini terbentuk dari tsunami akibat letusan Gunung Krakatau ratusan tahun yang lalu. Di sekitar danau banyak ditumbuhi dengan tanaman teratai putih. Kalau kamu beruntung, kamu akan mencium harumnya bunga tersebut dari pinggir danau. Selain itu, kamu harus menambah koleksi foto dengan pemandangan danau dari atas tempat khusus yang sudah disediakan pengelola wisata. 5. Bukit Teletubbies       View this post on Instagram A post shared by Info Wisata Banten (@wowbanten) Bukit Teletubbies memiliki nama asli Bukit Kembang Kuning. Namun karena pemandangan yang ditawarkan mirip dengan bukit teletubbies yang terkenal itu, banyak wisatawan yang lebih mengenalnya dengan sebutan tersebut. Hamparan perbukitan dengan rerumputan hijau akan menyambut kamu ketika tiba di sana. Ketika musim kemarau, rumput-rumput tersebut akan dominan berwarna coklat. Meskipun begitu, udara yang ada disekitarnya masih bersih dan menyegarkan. [Baca juga : "Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang"] 6. Cilegon Green Waterpark       View this post on Instagram A post shared by Lis (@lisss.1607) Setelah menikmati serangkaian acara festival yang semarak dan meriah, kamu mungkin akan membutuhkan wisata yang seru sekaligus menyegarkan. Cilegon Green Waterpark adalah objek wisata yang direkomendasikan jika kamu mengajak anak kecil. Menjadi tempat bermain air yang hits tidak membuat lokasi ini menuntut harga yang mahal untuk menikmati semua wahananya. Mulai dari kolam anak, kolam olimpik, seluncuran air yang menantang, hingga kolam arus siap untuk dicoba. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @anyer_1883) 
...more

Grebek Sudiro, Tradisi Jawa-Tionghoa yang Gokil Abis di Solo!

TripTrus.Com - Lo udah denger belum soal Grebek Sudiro? Kalo belum, sini gue kasih tau, bro! Ini tuh acara keren yang jadi bukti nyata akulturasi budaya Jawa sama Tionghoa di Solo. Vibes-nya naik level banget, kayak Solo jadi panggung budaya internasional gitu!       View this post on Instagram A post shared by dhawisa07 (@dhawisa07) Grebek Sudiro tuh tradisi yang asalnya dari Jawa. Kata "Grebek" sendiri artinya syukuran ala Jawa, sedangkan "Sudiro" diambil dari nama kampung Sudiroprajan yang deket banget sama Pasar Gede. Nah, di acara ini, ada dua kegiatan utama yang nggak boleh lo skip: Sedekah Bumi – Ini tuh ajang syukuran buat warga sama pedagang Pasar Gede. Semacam doa bareng biar rezeki lancar. Kirab Budaya – Bayangin deh, tarian Jawa digabung sama barongsai dan liong. Vibes-nya estetik parah, bro! Pokoknya epic banget. Grebek Sudiro udah ngehits dari tahun 2007, gengs. Awalnya acara ini diinisiasi sama tiga tokoh keren: Oei Bengki, Sarjono Lelono Putro, sama Kamajaya. Mereka pengen banget bikin kampung Sudiroprajan jadi naik kelas, kayak Kampung Sewu gitu. Tiap tahun temanya beda-beda, bikin acara ini nggak pernah bosenin. [Baca juga : "Cap Go Meh Singkawang, Vibes Mistis, Atraksi Gila, Lo Harus Dateng!"] Lampion kece yang bikin Solo makin estetik? Udah pasti ada. Ditambah jajanan khas Tionghoa yang ngilerin abis. Lo tau nggak, pemerintah Solo udah masukin Grebek Sudiro ke kalender resmi mereka. Jadi, jangan sampai lo kudet soal acara ini. Grebek Sudiro ini juga bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) yang digarap sama Kemenparekraf. Jalan Jenderal Sudirman, Balai Kota Solo, dan Pasar Gede dihias full sama 5000 lampion cantik, gengs! Kebayang kan vibes-nya? Selain itu, ada 20 booth UMKM yang jualan makanan enak sama aksesoris kece. Plus, ada karnaval budaya yang ngegabungin Jawa sama Tionghoa. Pokoknya, seru banget buat lo yang suka vibes budaya unik dan instagrammable. Jadi, jangan lupa tandain kalender lo, bro. Grebek Sudiro tuh bukan sekadar event biasa, tapi pengalaman gokil yang bakal bikin lo makin cinta sama budaya Indonesia! (Sumber Foto @sevendrone)
...more

Ini 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Tahun 2021

TripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) terus mengembangkan destinasi wisata prioritas demi menaikkan kembali industri pariwisata yang melemah sejak adanya pandemi COVID-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan dan sertifikasi CHSE, berikut adalah 5 destinasi super prioritas yang dipilih untuk menjadi ikon pariwisata Indonesia di panggung dunia.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Christie Lienata (@christielienata) 1. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Walaupun terkenal dengan keunikan wisata komodo di Taman Nasional Komodo serta Pink Beach, di sini Anda bisa menyaksikan matahari terbenam di Bukit Sylvia karena daerah ini terkenal dengan istilah seribu sunset, trekking Pulau Padar dan Kanawa, kemudian merasakan pengalaman bawah laut penuh pesona di beberapa titik selam seperti Batu Bolong, Castle Rock dan Manta Point. 2. Mandalika, Nusa Tenggara Barat Hilangkan penat dan lelah dengan mengunjungi Permata Tersembunyi NTB. Tidak hanya menyuguhkan keindahan pantai alami dengan berselancar seperti Pantai Gerupuk, Pantai Kuta, Pantai Seger, atau Tanjung Aan, tetapi juga menawarkan wisata budaya bernilai untuk dipelajari. Yang paling terkenal adalah Festival Bau Nyale (sebuah acara lokal di Mandalika di mana masyarakat berkumpul untuk berburu cacing tanah). Sebagai salah satu destinasi super prioritas Indonesia, Kemenparekraf juga hendak mengembangkan reputasi dan infrastruktur Mandalika agar siap menjadi tuan rumah wisata olah raga (sports tourism). Ke depannya, Mandalika akan memiliki sirkuit MotoGP dengan dibangunnya Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar yang terdiri dari Sirkuit Balap Skala Internasional, Convention Center, dan 7 hotel mewah seiring dengan rancangan pengelolaan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika – sebuah kawasan berbasis pariwisata dari pemerintah Indonesia. 3. Danau Toba, Sumatera Utara Kemenparekraf menunjuk Danau Toba sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. Sebagai keajaiban dunia yang menakjubkan, danau kawah ini begitu besar dan di tengah danau ada sebuah pulau yang ukurannya hampir sebesar Singapura. Dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, Danau Toba sebenarnya lebih mirip lautan. Ini adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia. Nikmati pengalaman berkayak di Danau Toba dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau (Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara). Kemudian, segarkan pikiran dengan menikmati suasana danau sejuk dengan glamping (kemah mewah) di The Kaldera Toba Nomadic Escape yang terletak di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. 4. Likupang, Sulawesi Utara Likupang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Nama daerah ini menjadi perbincangan hangat di tahun 2020 karena pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah satu destinasi super prioritas. Artinya pemerintah akan memaksimalkan pembangunan pariwisata dari berbagai aspek. Daerah ini juga sedang dipersiapkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dengan jarak tempuh dua jam perjalanan mobil dari Manado, terdapat banyak pantai eksotis yang dapat menjadi pilihan, yaitu Pantai dan Bukit Pulisan, Pantai Paal, Pantai Lihaga, hingga Pulau Gangga. [Baca juga : "4 Tren Wisata Di Tahun 2021"] 5. Borobudur, Jawa Tengah Salah satu warisan budaya dunia UNESCO, Candi Borobudur, sering dianggap berada di Kota Yogyakarta, padahal sebenarnya berada Magelang, tepatnya di Jalan Badrawati dengan akses mudah karena terletak di pinggir jalan. Bagi masyarakat yang menjadikan kunjungan ke Candi Borobudur sebagai salah satu impian teratas, maka harus juga memasukkan beberapa lokasi wisata sekitar Candi Borobudur ke dalam rencana perjalanan yaitu Punthuk Setumbu, Bukit Rhema Gereja Ayam, Pemandian Candi Umbul, Pinus Kragilan, Candi Ratu Boko, hingga Tebing Breksi. (Sumber: Artikel rctiplus.com Foto freepik.com/wirestock) 
...more

Jembatan Gantung Situ Gunung Primadona Baru Wisata Sukabumi

TripTrus.Com - Jembatan gantung Situ Gunung menjadi kawasan favorit wisatawan di musim libur Lebaran 2018. Kunjungan wisatawan membeludak ke jembatan gantung yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara itu, sejak hari pertama dibuka pada H-1 Lebaran 2018. Terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, jembatan gantung tersebut menarik perhatian karena menyuguhkan panorama yang indah. Para wisatawan sengaja datang bukan hanya sekedar menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Namun juga ingin menguji nyali untuk berjalan di atas jembatan gantung berplat tali baja tersebut. Jembatan  yang menghubungkan objek wisata Situgunung kekawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian  mencapai 150 meter dari atas tanah. Adapun panjang membentang  hingga mencapai 250 meter.       View this post on Instagram life is journey with problems to solve and lessons to learn but most of all experiences to enjoy . #goodmorning A post shared by Situgunung Suspension Bridge (@situgunungsuspensionbridge) onMar 1, 2019 at 9:33pm PST Ini juga menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang senang berswafoto. “Memang jembatan memiliki sensasi tersendiri saat dilintasi. Terutama bagi pengunjung yang akan berswafoto," kata salah seorang pengunjung objek wisata jembatan gantung, Chepi. Chepi mengatakan jumlah pelintas jembatan dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Apalagi membludaknya jumlah wisatawan berlalu-lalang terpaksa para petugas membatasinya," katanya. Dia menuturkan, jembatan tersebut sangat menawan karena selain menawarkan keindahan dan kesejukan, para wisatawan juga dapat menikmati dua keindahan objek wisata dalam waktu bersamaan. “Memang panorama sangat indah, sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati jembatan ini,” katanya. Jembatan gantung Situ Gunung menjadi kawasan favorit wisatawan di musim libur Lebaran 2018. Kunjungan wisatawan membeludak ke jembatan gantung yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara itu, sejak hari pertama dibuka pada H-1 Lebaran 2018. Terletak di kaki Gunung Gede Pangrango, jembatan gantung tersebut menarik perhatian karena menyuguhkan panorama yang indah. Para wisatawan sengaja datang bukan hanya sekedar menikmati pesona hutan damar yang berada di aeral Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Namun juga ingin menguji nyali untuk berjalan di atas jembatan gantung berplat tali baja tersebut. Jembatan  yang menghubungkan objek wisata Situgunung kekawasan Curug Sawer itu, memiliki ketinggian  mencapai 150 meter dari atas tanah. Adapun panjang membentang  hingga mencapai 250 meter. Ini juga menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang senang berswafoto. “Memang jembatan memiliki sensasi tersendiri saat dilintasi. Terutama bagi pengunjung yang akan berswafoto," kata salah seorang pengunjung objek wisata jembatan gantung, Chepi. [Baca juga : "Menarik Dikunjungi Nih, 5 Wisata Seru Di Kota Gombong"] Chepi mengatakan jumlah pelintas jembatan dibatasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. "Apalagi membludaknya jumlah wisatawan berlalu-lalang terpaksa para petugas membatasinya," katanya. Dia menuturkan, jembatan tersebut sangat menawan karena selain menawarkan keindahan dan kesejukan, para wisatawan juga dapat menikmati dua keindahan objek wisata dalam waktu bersamaan. “Memang panorama sangat indah, sehingga banyak wisatawan datang dan menikmati jembatan ini,” katanya.  (Sumber: Artikel pikiran-rakyat.com Foto jayakartanews.com)
...more

Maret 2023, Solo Full Event, Ini Sederet Acara yang Akan Digelar

TripTrus.Com - Kota Solo terus mengadakan berbagai macam acara guna menarik wisatawan. Sejak kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka pada 2020 lalu, Kota Solo terus bertransformasi menjadi kota wisata yang penuh destinasi. Dilansir tim suaramerdeka.com dari akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta @pariwisatasolo, berikut sederet acara yang akan digelar di Kota Solo selama bulan Maret.       View this post on Instagram A post shared by wilis palupi (@wilis.palupi) Dari tanggal 7-9 Maret akan diadakan Pameran Seni Rupa Jawa Tengah yang bertempat di Taman Budaya Jawa Tengah. Pada tanggal dan lokasi yang sama, juga akan diselenggarakan Festival Seni Karawitan Pelajar SMA dan SMK Se- Jawa Tengah. Selanjutnya, dari tanggal 9 hingga 12 Maret akan diadakan Solo Indonesia Culinary Festival (SICF).  Festival ini merupakan festival tahunan yang diselenggarakan Pemkot Solo dan memamerkan beragam kuliner nusantara bertempat Benteng Vastenburg. Sendratari Candra Purnama juga turut meramaikan dan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2023 bertempat di Graha Wisata Niaga. Kemudian pada tanggal 13-16 Maret akan diperingati sebagai Hari Teater Dunia atau disingkat Hatedu yang ke-10. Pagelaran ini bertempat di Taman Budaya Jawa Tengah, Jebres. Memasuki bulan puasa, Pemkot Solo membuka Kampung Ramadhan sekaligus Ramadhan Lighht Festival dari tanggal 22 Maret-21 April dan bertempat di Balaikota Surakarta. Sedangkan untuk Bubur Samin dan Kampung Takjil juga akan terus digiatkan selama bulan puasa berlangsung.  Selain terdapat agenda tahunan dalam rangkaian acara di bulan Maret ini, terdapat beberapa kegiatan rutin yang bisa dinikmati wisatawan kapanpun. [Baca juga : "Inspirasi Event Malam Tahun Baru 2023 Di Bali"] Kegiatan rutin tersebut ialah Pementasan Wayang Orang Sriwedari yang main dari hari Senin-Sabtu pukul 19.30 bertempat di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Di tempat yang sama, setiap hari Kamis pukul 20.00, akan ada pula pementasan Kethoprak Sriwedari yang bisa ditonton wisatawan dengan harga tiket masuk Rp 10.000 saja. Pada pementasan bulan Maret ini, nantinya Wayang Orang Sriwedari akan mementaskan 31. Disusul Atraksi Prajurit Keraton yang diadakan setiap hari Sabtu pukul 16.00. Itulah agenda event selama bulan Maret yang dapat anda jadikan referensi sebelum berwisata di Kota Bengawan. (Sumber: Artikel suaramerdeka.com Foto @ferrykurniawan_7) 
...more

Traveling Hemat Bersama JKTjalanjalan

TripTrus.Com - Dalam melakukan perjalanan wisata, umumnya akan memakan biaya sedikit lebih mahal apabila dilakukan seorang diri. Namun, tidak demikian jika dilakukan bersama rombongan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Dhayan Amiey membentuk JKTjalanjalan pada 29 Maret 2012, bersama seorang teman semasa masih duduk di bangku sekolah menengah. “Kami bentuk komunitas supaya jika mau ke mana-mana itu sudah terjadwal. Tujuannya jelas, bisa arrange sendiri atau kalau pakai trip operator tidak bingung memilihnya, dan budget bisa ditekan,” kata Dhayan. Saat ini, JKTjalanjalan (Triple-J) telah memiliki 50-an anggota yang kebanyakan berasal dari kaum pekerja. Syarat untuk menjadi anggota sangatlah mudah. Dalam setahun, Triple-J memiliki agenda empat kali trip. Dengan ikut minimal dua kali saja, maka sudah dianggap sebagai anggota. “Kalau sekarang cukup dengan sering ikut kegiatan selain jalan-jalan, seperti ngopi bareng atau kegiatan charity sudah bisa dianggap anggota,” kata pria lajang kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1990 itu. Dhayan menjelaskan, dalam satu kali trip terdapat kuota minimal sebanyak 5-10 orang. Setiap trip bersifat terbuka, tidak hanya untuk member . Ada beberapa partisipan non-member yang rajin mengikuti trip Triple-J. Tak hanya itu, Triple-J juga aktif dalam kegiatan #1Traveler1Book , sebuah kampanye sosial di mana para traveler membawa minimal satu buah buku untuk dibagikan ke masyarakat sekitar destinasi wisata mereka. Buku-buku tersebut tentu saja buku bertema edukasi dengan target usia taman kanakkanak hingga SMP. Ada misi penting yang dibawa oleh komunitas ini. Mereka ingin mengajak masyarakat bukan hanya mengenal potensi wisata di Indonesia, juga memberi arti di setiap destinasi yang dikunjungi. “Tidak sekadar foto-foto lalu upload di media sosial,” kata Dhayan. Sumber: Artikel dan Foto infonitas.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...