TripTrus.Com - Komunitas sepeda dengan bagian bawah jok atau sadel yang dimodifikasi bisa bergerak lunak alias fleksibel di Kecamatan Lasem semakin dikenal. Komunitas sepeda yang lebih mudah dikenal sebagai sepeda kuno itu anggotanya banyak merupakan kalangan bocah remaja di kecamatan tersebut.
Meskipun berawal dari hobi bersepeda, ternyata dalam perkembangannya komunitas di bawah binaan Babinkamtibmas Polsek Lasem Brigadir Wisnu Santoso itu, memberikan lebih banyak manfaat. Yang paling menonjol adalah mengenalkan potensi wisata pusaka dan budaya Lasem kepada masyarakat.
Pasalnya, komunitas yang saat ini bernaggotakan sekitar 45 anak kerap menggelar pawai sepeda ulo dengan berkeliling ke titik-titik wisata pusaka di Lasem. Mereka kemudian berfoto dengan latar belakang wisata pusaka tersebut untuk selanjutnya mengunggahnya ke media sosial.
Kebiasaan itu ternyata cukup ampuh mengenalkan Lasem sebagai kota pusaka kepada khalayak umum. Sebab, banyak respons dari pengguna media sosial dengan menanggapi komunitas tersebut sekaligus destinasi wisata pusaka Lasem.
Pembina komunitas sepeda ulo, Brigadir Wisnu Santoso atau yang lebih sering disapa Wiwik mengatakan, manfaat lain keberadaan komunitas ini adalah membentengi bocah-bocah remaja Lasem dari potensi salah pergaulan.
Dengan keaktifan di dalam komunitas, membuat mereka tidak memiliki cukup waktu kosong untuk sekedar mencoba hal-hal negatif yang banyak bersebaran di lingkungan masyarakat. Kebiasaan berkumpul saat luang dengan bersepeda ulo membuat mereka benar-benar nyaman jauh dari barang-barang terlarang seperti narkoba.
“Disebut sepeda ulo, karena di bawah sadel sudah dimodifikasi, supaya jalannya sepeda dapat meliak–liuk seperti ulo (ular). Cukup menarik ketika pawai, karena tidak seperti laju sepeda pada umumnya. Nuansa humornya juga begitu kental,” kata Wiwik.
Biasanya, komunitas sepeda ulo kerap menggelar pawai dengan titik fokus Desa Bagan. Selain karena Wiwik merupakan Babinkamtibmas di desa tersebut, Bagan dipilih lantaran cukup banyak menjadi lokasi peninggalan-peninggalan sejarah masa lalu dan juga kampung batik.
“Tiap ada showroom batik, anggota komunitas selalu berkumpul di sana dan berpawai. Mereka berfoto dengan latar belakang batik tulis Lasem, kemudian diunggah ke berbagai media sosial. Biasanya finish diakhiri di halaman klentheng Gie Yong Bio Bagan,” ujarnya. (Sumber: Artikel-Foto suaramerdeka.com)
...moreBermain sepuasnya sambil menikmati hijaunya alam mungkin merupakan kesenangan langka terutama bagi yang tinggal di kota metropolitan. Tetapi kesempatan tersebut kini bisa Anda dapatkan dengan berkunjung ke Kandank Jurang Doank.
(Foto tiaraamelia1.wordpress.com)
Mendengar namanya, mungkin familiar dengan tempat wisata edukatif yang terletak di Kota Tangerang Selatan itu. Kandank Jurank Doank (KJD) merupakan sekolah alam yang didirikan oleh Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayeng Denada Kusuma. Pendiri yang lebih dikenal dengan nama Dik Doank tersebut membangun sekolahnya di Kompleks Alvita, Desa Sawah Baru, Ciputat, Tangsel. Mulanya, sekolah milik pelantun lagu Pulang tersebut dibuka untuk anak-anak sekitar rumahnya yang kurang mampu. Saat ini, Kandank Jurank juga telah dibuka sebagai tempat wisata edukatif.
Di Kandank Jurank Doank, pengunjung terutama anak-anak bebas melakukan aktivitas permainan apa saja. Kegiatan yang ada di sana khususnya berkaitan dengan tema alam. Putra-putri Anda bisa bermain lumpur di sawah, belajar menanam padi, atau memandikan kerbau. Bagi yang hobi menggambar, pemandangan di Kandank Jurank merupakan objek yang menarik. Ada pula event mendengarkan dongeng, mengenal satwa, serta memainkan permainan tradisional.
(Foto asaba-indo.com)
Pengelola Kandank Jurank Doank menawarkan beberapa paket outbond. Paket pertama meliputi hiking di sawah, menanam padi, memandikan kerbau, serta menangkap ikan. Paket outbond kedua tidak jauh berbeda dengan paket pertama dengan tambahan permainan flying fox. Paket aktivitas luar ketiga akan mengajak peserta menanam padi, menangkap ikan, bermain perahu karet, melintasi jembatan ranting, serta meluncur di wahana flying fox. Sedangkan paket terakhir mencakup kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan perahu karet, menggapai tali, jembatan ranting, tangga monyet, dan flying fox.
Di KJD juga terdapat museum bernama Museum Kandank Jurank Doank. Tempat bernuansa historis berada di lantai pertama dekat toko souvenir. Bagian dalam museum dipenuhi dengan koleksi lukisan karya pendiri Kandank Jurank. Seperti lagu-lagu yang kerap dibawakan, lukisan Dik Doank juga mengangkat tema sosial. Selain lukisan, di museum juga dipajang peralatan melukis, perlengkapan fotografi, koleksi sepeda, serta beberapa hasil kreasi berupa sampul kaset untuk Nike Ardilla, Broery Marantika, dan musisi lain. Di sana juga tersimpan lukisan lilin karya pelukis lilin bernama Ferry.
Kandank Jurank Doank dapat dikunjungi setiap hari tanpa dipungut biaya. Pengunjung baru dikenai tarif bila ingin menikmati wahana-wahana permainan yang umumnya dihargai antara Rp 15.000 – Rp 20.000. Sedangkan paket outbond-nya bisa diikuti dengan biaya minimal Rp 98.000. Untuk kunjungan kelompok (seperti rombongan pelajar) harap malakukan konfirmasi minimal 2 hari sebelumnya kepada pengelola.
Untuk menuju KJD, arahkan kendaraan Anda menuju Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Ikuti jalan bebas hambatan tersebut hingga masuk ke Jalan Tol Pondok Pinang-TMII dan diteruskan ke Jalan Tol Jakarta-Serpong. Selanjutnya keluar tol dan masuk ke Jalan Tegal Rotan Raya hingga Jalan Cendrawasih. Selanjutnya belok kiri menuju Jalan Garuda tempat Kandang Jurank Doank berada. Anda juga dapat menumpang kereta komuter atau kereta ekonomi dari stasiun Manggarai atau Jakarta Kota dan turun di Stasiun Jurangmangu. Dari tempat pemberhentian kereta ini anda tinggal berjalan kaki selama 15 menit ke Kandang Jurank Doank. (Sumber: Artikel panduanwisata.id Foto tangselmedia.com)
...moreTripTrus.Com - Menjelajahi Indonesia memang selalu menarik dan tidak ada habisnya. Ribuan destinasi yang sudah dan belum populer seakan-akan memanggil para traveler untuk berkunjung ke sana. Tapi banyak hal yang harus kita persiapkan sebelum ngetrip. Dari sekian banyak item yang harus disiapkan, berikut ini ada 5 hal yang tidak boleh ketinggalan saat ngetrip.
1. Informasi destinasi
Cari tahu dan gunakan teknologi yang ada untuk mendapatkan informasi mengenai destinasi yang akan kamu datangi. Ada banyak sekali faktor yang tidak ada salahnya untuk diketahui seperti; lokasi, jarak tempuh, transportasi, cuaca, adat dan kebiasaan masyarakat lokal, kuliner khas, dan lain-lain. Semakin banyak yang kamu tahu, semakin matang pula persiapan kamu untuk ngetrip. Cara mendapatkan informasi pun lebih mudah dengan adanya berbagai kanal di Internet atau melalui traveler lain yang pernah ke destinasi tersebut.
2. Peralatan dan perlengkapan trip
Setelah kamu mendapatkan berbagai informasi yang diperlukan, kamu akan jadi lebih mudah menyiapkan apa saja yang harus dibawa. Peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa, selain tergantung pada destinasinya, juga tergantung pada durasi trip kamu. Cari informasi mengenai cara mengemas barang bawaan supaya tidak perlu terlalu banyak tas, ransel atau koper yang harus dibawa. Jangan lupa cari tahu apa saja peralatan penting yang tidak boleh tidak dibawa.
3. Kebutuhan pribadi
Tiap orang pasti punya kebutuhan berbeda, untuk itu kamu harus bisa mengetahui apa saja yang harus dibawa pada saat ngetrip. Hal-hal yang berhubungan dengan ini adalah seperti; identitas diri, berapa banyak yang harus disiapkan untuk alokasi pengeluaran, cemilan yang dibawa/diperlukan, obat-obatan pribadi, pengisi daya untuk telepon dan peralatan elektronik, dan lain-lain. Semua itu harus kamu periksa kelengkapannya agar tidak menyulitkan diri kamu sendiri.
4. Sikap positif
Saat kamu ikutan trip yang pesertanya beragam, ini adalah salah satu hal paling penting yang harus selalu kamu bawa dan tampilkan. Jangan sampai hal-hal kecil yang terjadi pada saat trip membuat kamu bete dan jadi tidak bisa menikmati trip, bahkan sampai membuat para peserta trip lainnya jadi ikutan bad mood. Percaya, deh, senyum kamu akan membuat trip jadi lebih menyenangkan buat kamu dan teman-teman barumu.
5. Perlindungan asuransi
Banyak orang yang menyepelekan pentingnya perlindungan yang diberikan oleh asuransi. Tapi banyak juga orang yang telah merasakan manfaat yang diberikan oleh asuransi. Meskipun kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya melindungi diri sendiri atau orang-orang terdekat kita.
PT FWD Life Indonesia (FWD Life) menyediakan berbagai produk yang dapat membuat kamu merasa bebas pada saat ngetrip dengan perlindungan yang membuat kamu tidak perlu cemas dan khawatir apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perlindungan dari FWD Life dapat diberikan kepada nasabah dengan usia hingga 70 tahun dan jangka perlindungan yang sangat luas (kecuali kejadian bunuh diri atau melukai diri sendiri). Tidak hanya perlindungan terhadap jiwa saja, FWD Life juga memberikan penggantian biaya medis bagi nasabahnya. FWD Life juga memiliki produk yang dirancang secara khusus untuk memberikan perlindungan untuk menghadapi risiko kecelakaan yang dapat muncul setiap saat dan dimana saja
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perlindungan dari FWD Life, silahkan kunjungi http://www.fwd.co.id
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih, Indonesia tuh gak cuma punya alam yang kece badai, tapi juga punya segudang tradisi wisata yang unik, bikin lo mikir, “Ini beneran ada?” Serius deh, tradisi-tradisi ini gak cuma soal budaya doang, tapi juga punya makna dalem yang kadang gak bisa lo temuin di tempat lain. Dari ujung barat sampai timur Indo, banyak banget upacara yang digelar tiap tahun dan bisa jadi daya tarik wisata juga. Bukan cuma buat warga lokal, turis mancanegara pun sampe takjub liatnya. Dan yang paling penting, semua ritual ini tuh kaya banget akan nilai sejarah, spiritualitas, dan tentunya, vibe lokal yang khas abis!
1. Rambu Solo, Toraja – Gengsi dalam Berkabung
View this post on Instagram
A post shared by TORAJA STORY (@story___toraja)
Nah, kalo lo ke Toraja, Sulawesi Selatan, jangan kaget kalo nemu pemakaman yang keliatannya kayak pesta gede. Ini namanya Rambu Solo. Seriusan, ini bukan pemakaman biasa. Orang-orang ngumpul, motong kerbau, terus ada upacara adat yang ribet tapi sakral. Gak heran kalo acara ini bisa makan waktu berhari-hari bahkan sampe berminggu-minggu. Emang sih, butuh biaya gede, tapi buat orang Toraja, ini bentuk penghormatan terakhir yang paling tinggi buat keluarga yang udah meninggal. Jadi, makin gede acaranya, makin tinggi juga status sosialnya.
2. Manene, Toraja – Reuni Keluarga Akhirat
Masih dari Toraja nih, ada juga tradisi yang bisa bikin lo merinding tapi kagum. Namanya Manene. Di ritual ini, keluarga bakal buka kembali makam leluhur mereka, terus jenazahnya dibersihin dan dipakein baju baru. Iya lo gak salah baca, jenazahnya dikeluarin dan diperlakukan kayak masih hidup! Tapi tenang, ini bukan horor, ini bentuk rasa cinta dan hormat keluarga ke leluhur mereka. Bener-bener bikin lo mikir ulang soal hubungan keluarga dan kehidupan setelah mati.
3. Pasola, Sumba – Duel Kuda yang Penuh Makna
Lanjut ke NTT, di Sumba tepatnya, ada atraksi yang seru abis dan memacu adrenalin. Namanya Pasola. Ini tuh semacam perang-perangan pake kuda, di mana dua kelompok saling lempar tombak sambil ngebut di atas kuda. Wah, kayak film action! Tapi ini bukan cuma soal adu kekuatan, Pasola adalah bagian dari tradisi panen dan ritual buat minta berkah ke leluhur. Jadi selain seru, tradisi ini juga punya sisi spiritual yang kuat banget.
4. Ngaben, Bali – Api, Arwah, dan Perjalanan ke Nirwana
Kalo lo ke Bali, lo pasti pernah denger soal Ngaben. Ini tuh semacam pemakaman, tapi bukan yang suram gitu. Justru di Bali, kematian itu dirayakan karena dipercaya sebagai proses menuju kebebasan jiwa. Jenazah dibakar dengan upacara megah dan penuh warna. Musik, tarian, dan doa mengiringi arwah buat nyampe ke alam selanjutnya. Suasananya bisa campur aduk, antara haru dan meriah. Pokoknya, ini bukan pemakaman biasa, bro!
[Baca juga : "Mei Seru Di Jabar: Liburan Lo Gak Bakal Garing!"]
5. Tabuik, Sumbar – Drama Lautan dan Makna Spiritual
Kalo lo main ke Pariaman, Sumatera Barat pas bulan Muharram, siap-siap disambut sama tradisi Tabuik. Ini acara gede banget, kayak karnaval yang dipadukan sama spiritualitas tinggi. Puncaknya tuh pas "tabuik" alias menara raksasa yang udah dihias megah dilempar ke laut. Konon itu buat ngusir roh jahat dan sebagai simbol pelepasan duka. Warga rame-rame nangis, seneng, dan takjub dalam satu momen. Gokil kan?
6. Sekaten, Jogja & Solo – Dari Religi ke Festival Seru
Sekaten tuh acara yang diadain buat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi dikemas dalam nuansa festival budaya. Lo bisa liat gamelan sekaten ditabuh, pasar malam rame, dan berbagai pertunjukan seni tradisional. Di Jogja dan Solo, vibe-nya tuh beda tapi sama-sama pecah. Banyak warga lokal dan turis numpuk buat nonton, beli jajanan, dan nikmatin suasana. Tradisi ini buktiin kalo agama dan budaya bisa nge-blend dengan harmonis.
7. Debus, Banten – Aksi Mistis yang Mind-Blowing
Debus tuh salah satu tradisi Banten yang mistis tapi bikin lo penasaran. Lo bakal liat orang kerasukan, nusuk-nusuk diri pake benda tajam, tapi anehnya mereka gak kenapa-kenapa! Ini sebenernya ritual penyembuhan juga, dan diyakini punya energi spiritual gede. Lo bakal ngerasain atmosfer mistis yang kental banget. Seram, tapi menarik buat disimak, apalagi kalo lo suka hal-hal yang out of the box.
8. Bakar Batu, Papua – Hangatnya Tradisi di Tanah Timur
Nah kalo di Papua, ada tradisi keren namanya Bakar Batu. Jadi warga ngumpul, bakar batu sampai panas, terus batu itu dipake buat masak bareng-bareng satu kampung. Momen ini biasanya buat ngerayain kelahiran, perdamaian, atau upacara adat lain. Yang bikin spesial tuh kebersamaannya, lo bisa liat orang-orang kerja sama, masak bareng, makan bareng, dan ngerayain hidup bareng-bareng. Simple tapi penuh makna!
Intinya sih, tradisi-tradisi ini nunjukin kalo Indonesia tuh punya warisan budaya yang gak main-main. Setiap daerah punya cerita sendiri yang bikin lo mikir, “Gila, budaya kita sekaya ini ya?” Dari yang serem, nyentrik, sampe yang bikin haru, semuanya ada di negeri ini. Lo tinggal pilih, pengen jadi saksi sejarah di mana dulu nih? Tapi satu hal yang pasti, semua tradisi ini ngajarin kita buat lebih menghargai leluhur, alam, dan sesama. Siap jalan-jalan sambil belajar budaya? Yuk gaskeun! (Sumber Foto @jyikwa)
...moreTripTrus.Com - Buat Anda yang suka traveling, tentunya ada banyak spot-spot indah yang bisa ditemukan di Indonesia. Saking kerennya, turis dari berbagai penjuru dunia sampai datang ke mari untuk melihat sendiri pulau-pulau indah yang tersebar di negara ini. Nah, Anda sebagai orang Indonesia asli jangan mau ketinggalan dong. Jangan sampai orang asing malah lebih mengenal budaya negeri kita ketimbang kita sendiri yang lahir di Indonesia.
Nah, salah satu tujuan wisata yang lagi hits di kalangan traveler saat ini adalah Banda Neira. Pulau yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Banda, Maluku, ini menyimpan sejuta pesona yang bakal bikin Anda takjub setengah mati. Supaya momen liburan Anda jadi terasa lebih seru.
1. Gunung Api Banda
View this post on Instagram
📍Gunung Api Banda Neira. . . . . #bandaneira #explorebandaneira #mollucas #malukutengah #gunungapibanda
A post shared by Andriansyah 🌴🌊🌈 (@andrikilua) onMay 30, 2018 at 5:20am PDT
Belum lengkap rasanya kalau ke Banda Neira tidak mendaki Gunung Api Banda. Gunung setinggi 670 meter ini pernah meletus pada bulan Mei 1988 silam. Jika Anda tertarik untuk mendaki gunung ini, dari pulau Neira menyeberanglah ke pulau Gunung Api yang hanya berjarak 10 menit. Untuk bisa sampai ke sana, Anda bisa menggunakan katiting, semacam perahu kecil yang hanya cukup dinaiki 3-4 orang.
2. Benteng Belgica
View this post on Instagram
THE PENTAGON VIEW, FORT BELGICA IN BANDANEIRA 🏰 . Kalau berbicara sejarah, Bandaneira tidak kalah menarik untuk di bahas. Buktinya disini ada banyak benteng walaupun tidak semuanya masih dalam keadaan utuh hanya 1 benteng yang masih terus dijaga dan dirawat sampai saat ini yaitu Benteng Belgica. Benteng ini di bangun di dataran tinggi di sekitar pulau Neira sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan rumah warga, pulau Gunung Api dan pulau Banda Besar. . Benteng ini biasanya di buka pada sore hari sekitar jam 4 sore atau ketika ada tamu kapal pesiar. . Lokasi: Benteng Belgica, Banda Neira - Maluku #ketemuanoo #jalanjalanbandanaira #bandaneira #bentengbelgica #fortbelgica
A post shared by ANO (@anoo_13) onApr 23, 2018 at 3:47am PDT
Ada satu lagi nih yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Banda Neira. Namanya Benteng Belgica. Peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad 16 ini memang menjadi salah satu daya tarik dari Banda Neira. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.
3. Spot Menyelam Terbaik
View this post on Instagram
Happy February to everyone in Europe and the northern hemisphere! GoPro handling by @emci_mathieu #bandaneiraislands #bandanaira #snorkeling #snorkelingbanda #molukku #snorkelingindonesia #backpackingindonesia #travelindonesia #moluccas #bandas #februaryweather #riodejaneiro #winterinsouthernhemisphere #pisangisland #indonesia #nutmegisland #bintanglaut
A post shared by Ben (@benji1861) onFeb 2, 2019 at 8:03am PST
Keindahan dunia bawah laut Banda Neira memang sudah tak diragukan lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelam di Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena hamparan terumbu karangnya penuh banget. Eits, tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya.
[Baca juga : "5 Surga Wisata Pulau Bintan, Rugi Kalau Belum Pernah Ke Sini!"]
4. Gereja Tua
View this post on Instagram
Selamat Hari Minggu Gereja Tua Banda Neira Maluku God Bless #gerejatuabandaneira
A post shared by Jona Sinulingga (@jona_sinulingga) onSep 1, 2018 at 6:43pm PDT
Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sempat luluh-lantak karena gempa bumi dahsyat. Sebagai gantinya, masyarakat kembali bergotong-royong untuk membangun gereja itu lagi pada tahun 1852.
5. Rumah Budaya
View this post on Instagram
To understand the long history of Banda Naira there is no other place to get detail story about Banda other than from Rumah Budaya of Banda. The house was built by Des Alwi, an important figure who introduced Banda to the world as a great travel destination so that it could tell the fascinating history of Banda to travellers. With only IDR 20k you can enter the house and also get a local guide that will explain everything you need to know about Banda. This "mini museum" display many things from old coins used by the Dutch hudreds of years ago, different type of dutch canons, painting of JP Coen, painting of Banda Genocide, old ceramics and many other things. Bang Iqbal is a native Bandanese and his knowledge about Banda was really impressive. He was our local guide and we spent around 2 hours listening, discussing, questioning and digging the history of Banda. I remember his message to us that he hopes we can spread good words about Banda to other people so more and more travellers visit Banda and respect its great history. #rumahbudayabanda #bandanaira #bandaislands #spicesislands #museum #historygeek #culturalhouse #eastmolucca #maluku #iloveindonesia #november #2017
A post shared by @esalmat (@esalmat) onMay 17, 2018 at 11:13pm PDT
Selanjutnya, Anda bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi dari situs bersejarah ini berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, para traveler akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu.
Karena bangunan sebelumnya dirasa sudah tak aman dihuni akibat gempa, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun ulang Istana Mini (atau Kantor Gubernur) di luar benteng. Karena bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur.
Tak perlu pergi ke luar negeri, karena ada banyak destinasi wisata keren di Indonesia yang belum Anda jelajahi. Jangan sampai keduluan sama orang asing! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)
...moreTripTrus.Com - TMP alias Taman Makam Pahlawan, bukan sekadar tempat kuburan biasa lho. Ini tempat buat nguburin pahlawan kemerdekaan, pejuang, anggota militer, sama pejabat tinggi negara. Nggak cuma jadi tempat peristirahatan terakhir, TMP juga sering dipakai buat upacara penting kayak hari kemerdekaan atau peringatan hari bersejarah lainnya. Jadi, kalau lo pengen jalan-jalan dengan vibes yang beda pas hari kemerdekaan, mampir aja ke TMP buat inget-inget jasa para pahlawan yang udah berjuang buat negeri ini. Mantul banget kan?
1. TMP Nasional Kalibata, Jl. Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan
TMP Nasional Kalibata ini udah berdiri dari tahun 1953, terus diresmikan sama Presiden Soekarno pada 10 November 1954. Awalnya lokasi TMP ini di Ancol, tapi 121 pahlawan dipindahin ke Kalibata, dan jadi TMP Nasional sejak 10 November 1974 dengan persetujuan Presiden Soeharto. Pahlawan pertama yang dikubur di sini adalah Agus Salim, dan lokasinya deket pintu masuk. Di sini juga ada dinding yang berisi profil dan info singkat tentang pahlawan nasional serta pahlawan revolusi. Kalau lo ke sana, lo bakal lihat helm-helm sama lampu-lampu di setiap makam yang biasanya dinyalain deket-deket 17 Agustusan. TMP ini rutin dipakai buat upacara penghormatan dan peringatan nasional, kayak Hari Pahlawan pada 10 November atau 17 Agustus.
2. TMP Cikutra, Jl. Cikutra, Cibeunying, Bandung
View this post on Instagram
A post shared by miftahudin mulfi 🇮🇩 (@miftahudin.mulfi)
Awalnya tanah TMP Cikutra ini milik Odje, luasnya 13.670 meter persegi. Pemkot Bandung akhirnya barter tanah sama Odje, dan dibangun dari tahun 1958. Ada dua tugu yang menjulang tinggi sebagai ciri khas TMP ini, lengkap dengan nama-nama pahlawan serta monumen “Esa Hilang Dua Terbilang”. Di sini, ada tiga pahlawan nasional yang dimakamkan, yaitu Abdul Muis, Dr. Danudirja Setiabudi alias Ernest Douwes Dekker, dan Prof. Dr. Moestopo. Selain itu, ada enam pahlawan lain yang juga terkenal, kayak H. Niti Sumarintri, Ny. Emma Puradiredja, Ny. Ema Sumanegara, Sunarjo Gondokusumo, Domitian Aritohang, dan Lambret Palupessy.
3. TMP Kusuma Negara, Jl. Kusumanegara, Umbulharjo, Yogyakarta
Tanggal 4 Juni 1964, TMP ini diresmikan sama Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Ada ribuan pejuang kemerdekaan RI yang dikubur di sini, termasuk 1.065 makam TNI AD, 156 makam TNI AU, 56 makam TNI AL, dan 79 makam lainnya. Sembilan warga sipil juga dimakamkan di sini, plus 131 makam pejuang yang identitasnya belum tercatat. Biasanya pas acara kenegaraan, sering ada tabur bunga, ziarah ke makam Jendral TNI, dan upacara bendera, apalagi waktu Hari Pahlawan. Jadi pilihan keren buat jalan-jalan bareng temen-temen atau keluarga sambil belajar sejarah perjuangan bangsa.
4. TMP Sepuluh November, Jl. Mayjen Sungkono, Surabaya
TMP Sepuluh November di Surabaya ini punya kompleks pemakaman yang lengkap dengan perpustakaan, museum, dan taman bunga yang cantik. Di sini, lo bisa nemuin dua tokoh keren dari aksi heroik 10 November 1945, yaitu Dul Arnowo dan Haryo Kecik, yang jasadnya dimakamkan di sini. Ada juga prasasti yang nyebutin nama-nama pahlawan yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini.
[Baca juga : "Tradisi Unik 17 Agustus-an Di Berbagai Daerah Di Indonesia"]
5. TMP Giri Tunggal, Jl. Sriwijaya, Semarang
“Giri Tunggal” itu artinya “Gunung Tunggal”, yang jadi simbol kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan. Salah satu pahlawan yang dimakamkan di sini adalah seorang uskup nasionalis, Mgr. A. Soegijapranata. Total ada 1.843 jenazah pahlawan yang dimakamkan di TMP Giri Tunggal. Banyak monumen keren di sini yang nunjukin semangat juang dan pengorbanan para pahlawan.
6. TMP Tanjung Karang, Jl. Teuku Umar, Bandar Lampung
TMP Tanjung Karang diresmikan sama Presiden Soekarno pada tahun 1948, sementara tugu buat bendera diresmikan oleh Mantan Gubernur Lampung, Yasir Hadisubroto. Selain jadi tempat pemakaman, TMP ini juga bakal jadi spot wisata sejarah. Beberapa tokoh yang dimakamkan di sini antara lain Samaun Bakri, Mr. Gele Harun, Abdoel Moeloek, dan Raden Muhammad Mangundiprojo.
Jadi, selain enam TMP di atas, masih banyak taman makam pahlawan lain di Indonesia yang bisa lo kunjungi buat napak tilas perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Mantap, kan? (Sumber Foto @kemhanri)
...moreTripTrus.Com - Baduy menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini karena Baduy sendiri masih memiliki keasrian alam dan kearifan lokal yang cukup kental.
Tren dunia pariwisata Indonesia menunjukkan, banyak wisatawan yang memilih tempat dengan keaslian alam yang masih terjaga. Dengan tujuan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga melalui tradisi, kuliner, dan interaksi sosial dengan masyarakat Baduy.
Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mampir ke Baduy. Seiring dengan berkembangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Baduy, membuat kualitas lingkungan hidup di Baduy menjadi terancam.
Sepanjang jalan dari dan menuju ke Baduy, dapat dengan mudah ditemukan sampah. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya.
Ini menjadi sebuah keprihatinan di mana sampah ini tidak hanya akan memberikan pemandangan yang tidak sedap, tetapi juga mengancam kualitas air di Baduy. Padahal masyarakat Baduy sendiri kebanyakan masih menggantungkan hidupnya kepada alam.
Aturan baru di Baduy soal sampah
Untuk menanggulangi masalah tersebut, L Amri yang merupakan penggiat ecotourism Indonesia melakukan diskusi dengan kepala suku yang ada di Baduy, di mana akan memberlakukan aturan baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Baduy.
"Setiap wisatawan yang masuk ke Baduy akan diperiksa berapa banyak dia membawa barang yang berpotensi menjadi sampah. Entah itu plastik maupun kertas. Kemudian mereka mengisi formulir yang isinya berapa botol yang dibawa, tissue yang dibawa, dan mie instan yang dibawa. Ketika selesai berwisata dan kembali ke pos pendaftaran akan dicek ulang. Jumlah sampah yang dibawa turun harus sama dengan yang dibawa naik," ujar Amri dalam press conference NES 3 Tahun Berkarya di Mitra Hadiprana, Jakarta.
Perjalanan dari pintu masuk Baduy ke permukiman sendiri memakan waktu sekitar 6 jam. Jika Anda tidak membawa sampah sesuai yang Anda bawa sebelumnya, Anda akan diminta kembali naik ke atas dan mengambil sampah yang Anda tinggalkan di sana.
Membenahi perilaku menyampah wisatawan
Amri menambahkan, peningkatan wisatawan dari tahun ke tahun membuat isu sampah menjadi perhatian khusus. Tak hanya sekadar pengolahan yang menjadi fokus utama, melainkan juga perilaku menyampah itu sendiri.
Amri merasa percuma jika sistem pengolahan sampahnya sudah baik, tetapi perilaku menyampahnya tidak dibenahi. Dengan diberlakukannya aturan ini, diharapkan mampu membenahi perilaku masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke Baduy tentang budaya menyampah. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTRIPTRUS - Bagi penggemar kucing, mungkin nama Pulau Tashiro di Jepang sudah dikenal sebagai surga bagi kucing dan penggemarnya. Sebelum menuai kepopuleran sebagai pulau kucing, dengan diterbitkannya artikel mengenai seekor kucing di pulau itu, desa Tashiro adalah desa sepi yang sebagian besar penduduknya berusia di atas 60 tahun. Namun berkat kepopuleran artikel itu, para penggemar kucing dari Jepang dan seluruh dunia mulai ramai mengunjungi pulau yang mempunyai populasi ratusan kucing itu.
Tapi ternyata, tidak hanya di Tashiro saja yang penuh dengan kucing. Para pecinta kucing di Indonesia tidak harus jauh-jauh ke Jepang untuk menemukan pulau kucing. Di Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar, ada sebuah pulau bernama Pulau Dea-dea yang hanya dihuni oleh ratusan ekor kucing. Tidak ada satu manusiapun yang tinggal di pulau ini.
Kucing-kucing di pulau ini sudah berkembang biak sejak puluhan tahun lalu, meski tidak ada yang dapat memastikan kapan kucing mulai menghuni dan menguasai Pulau Dea-dea. Meskipun begitu, kucing-kucing di sana terlihat sehat dan dapat hidup mandiri tanpa adanya manusia.
Untuk mencapai Pulau Dea-dea, waktu perjalanan yang harus ditempuh adalah sekitar 15 menit dengan menggunakan speedboat atau taksi air (sebutan warga setempat untuk perahu penyeberangan antar pulau) dari dermaga Belang-belang di Desa Tonyamang. Kucing-kucing di Dea-dea awalnya berasal dari beberapa kucing yang dibuang oleh warga dari pulau lain di pulau tak berpenghuni itu.
Lama kelamaan, populasi kucing di pulau itu meningkat sehingga mencapai ratusan ekor kucing. Semua kucing di Dea-dea hidup tanpa ada campur tangan manusia ataupun pemerintah daerah setempat, sehingga pengunjung tidak dapat begitu saja bermain dan mengelus kucing-kucing di pulau ini karena kebanyakan bersifat liar.
Sebelum pergi ke pulau kucing di Sulawesi Barat ini, ada baiknya mengemas jas hujan atau payung, karena di sana tidak didirikan satupun bangunan oleh manusia yang dapat dijadikan tempat berteduh atau menginap. Ini dikarenakan karena dari dulu, Pulau Dea-dea adalah pulau yang tidak pernah dihuni oleh manusia.
Tapi rasanya pemandangan Pulau Dea-dea yang hijau dan penuh pepohonan rindang, meski tidak ada tempat beristirahat dan berteduh buatan manusia, sudah cukup untuk jadi daya tarik para pecinta kucing. Mungkin suasana asri pulau itu yang membuat pulau kucing di Kecamatan Binuang ini jadi tempat berkembang biak yang cocok untuk kucing-kucing di pulau ini. Mungkin ini juga cocok bagi pecinta kucing yang ingin berlama-lama bermain dengan kucing-kucing di pulau itu. Ditambah lagi, pemandangan pantai yang indah membuat kunjungan ke Pulau Dea-dea jadi semakin mengesankan.Photos taken from: Buzzfeed.com
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah pernah denger soal kawasan Banten Lama belum? Kalau belum, fix lo harus catet destinasi ini di bucket list lo! Tempat ini bukan cuma spot healing yang adem dan tenang, tapi juga sarat banget sama nilai sejarah era Kesultanan Banten. Jadi lo bisa liburan sambil nambah insight, apalagi buat lo yang demen vibes klasik dan budaya lokal yang kental. Yuk kita bahas spot-spot kece di sini!
1. Masjid Agung Banten: Ikonik Banget, Bro!
View this post on Instagram
A post shared by Rangga El Haris Fatin (@rangga_elharis)
Lo bakal langsung ngerasa vibes kesultanan pas nginjekin kaki di Masjid Agung Banten. Arsitekturnya tuh klasik Jawa banget, tapi ada sentuhan Belanda dan Tiongkok juga, hasil kolaborasi multikultur zaman dulu. Didirikan tahun 1566, masjid ini jadi saksi sejarah penting Kesultanan Banten. Menaranya ikonik dan bisa lo panjat buat liat view sekitar yang bikin hati adem. Wajib foto-foto di sini buat feed lo makin classy.
2. Benteng Speelwijk: Sisa Kolonial yang Masih Berdiri Gagah
Buat lo yang suka hunting foto dengan nuansa vintage, Benteng Speelwijk ini surganya! Dulu benteng ini dibangun sama Belanda buat ngadepin Kesultanan Banten, tapi sekarang jadi spot keren buat belajar sejarah dan nikmatin arsitektur kolonial yang megah. Lo bakal nemuin sisa-sisa bangunan bata merah yang makin estetik kalau difoto pas sunset. Bawa outfit vintage lo, terus explore deh!
3. Keraton Surosowan: Bekas Istana Raja, Sekarang Jadi Tempat Ngedate Sejarah
Nah ini dia, bro-sis, bekas pusat pemerintahan Kesultanan Banten yang vibe-nya masih kerasa sampe sekarang. Walaupun cuma tinggal puing-puing fondasi, Keraton Surosowan tetap punya daya tarik misterius yang kuat. Lo bisa bayangin gimana megahnya kerajaan ini dulu. Cocok juga buat lo yang pengin ngedate sambil ngobrolin sejarah, romantis plus intelek gitu deh.
4. Vihara Avalokitesvara: Toleransi Itu Nyata, Bro!
Lo kira kawasan Banten Lama cuma buat religi Islam doang? Nope! Di sini juga ada Vihara Avalokitesvara yang kece banget dan vibe-nya tenang parah. Vihara ini jadi bukti nyata toleransi dan keberagaman sejak zaman dulu. Banyak patung-patung keren dan arsitektur ala Tiongkok yang bikin lo ngerasa kayak lagi di film kolosal Asia. Respect banget buat nilai keberagaman di sini.
[Baca juga : "Trip Nostalgia Sejarah Dan Mistis: Jelajah Tiga Pulau, Tiga Cerita, Tiga Vibes!"]
5. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama: Belajar Tanpa Bosan
Buat lo yang pengin dapet konteks sejarah lebih deep, mampir ke museum ini deh. Di sini lo bisa liat koleksi benda-benda peninggalan zaman Kesultanan, mulai dari keramik, senjata, sampe artefak yang bikin lo amazed. Jangan takut bosen, bro-sis, karena penataannya udah cukup modern dan informatif. Worth it banget buat lo yang demen sejarah atau pengin ngerti akar budaya lokal.
6. Danau Tasikardi: Nyantai Sambil Flashback ke Zaman Sultan
Danau Tasikardi tuh dulunya dipakai buat tempat penampungan air buat keluarga Kesultanan. Tapi sekarang jadi spot piknik yang super chill. Lo bisa sewa perahu, duduk di tepi danau sambil nyemil dan ngobrol-ngobrol santai. Sambil menikmati pemandangan, lo juga bisa ngebayangin gimana kehidupan bangsawan Banten zaman old. Healing sambil belajar sejarah? Gaskan aja!
7. Makam Sultan Maulana Hasanuddin: Wisata Religi Bikin Hati Tenang
Ini nih, spot yang cocok banget buat lo yang pengin dapet ketenangan batin. Makam Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten, selalu ramai didatengin buat ziarah. Tempat ini dijaga banget kesuciannya, dan suasananya bikin lo refleksi diri. Jalan-jalan religi emang beda feels-nya, bro-sis. Selain wisata hati, lo juga bisa belajar banyak soal perjuangan dakwah Islam di Nusantara.
8. Menara Masjid Agung: Panjat Dikit, View-nya Goks!
Menara masjid ini tuh ikonik banget dan jadi spot wajib buat lo yang mau dapet view kota tua dari ketinggian. Desainnya unik, mirip mercusuar, dan lo bisa naik ke atas buat ngeliat keseluruhan area Banten Lama. Wajib bawa kamera atau HP lo full baterai, karena spot ini fotogenik abis. Dijamin story lo makin keren dan edukatif!
Bro-sis traveler, jangan cuma jadi penonton di sosmed liat orang healing ke tempat-tempat bersejarah. Sekali-kali, lo juga harus ngerasain vibes keren di Banten Lama. Selain dapet konten kece, lo juga bisa nambah ilmu dan rasa cinta ke sejarah negeri sendiri. Seru, mendidik, plus bisa jadi ajang quality time bareng keluarga atau temen. Yuk, ajak yang lain juga buat explore bareng! (Sumber Foto @tmidaliu_)
...more