shop-triptrus



5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Banten - Part 3

TripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M. Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat. Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Agung Serang (Agung Ats Tsauroh)       View this post on Instagram A post shared by @e_c_h_o_eko onOct 13, 2018 at 8:27pm PDT Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang yang dahulu disebut Masjid Pegantungan, dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Agung Serang, mulai dibangun oleh Raden Tumenggung Basudin Tjondronegoro (1870–1888 M) mantan Bupati Pandeglang dan Bupati Serang. Mewakafkan tanah yang ditempati sekarang oleh Masjid seluas ± 2,6 Ha. Nama Ats-Tsauroh yang berarti perjuangan disematkan pada masjid ini tahun 1974. Masjid pun direnovasi beberapa kali hingga bentuknya menjadi seperti saat ini. Cirinya sebagaimana tradisi bangunan di Pulau Jawa, yakni bentuk atap limas tumpang tiga dan bentuk ruang dengan konsep pendopo terbuka, khas rumah joglo. Konsep terbuka ini membuat masjid berkesan ramah dan bersahaja. 2. Masjid Al Khadra       View this post on Instagram A post shared by Budi Hartono (@bharton88) onApr 25, 2018 at 3:47am PDT Masjid Al Khadra terletak di Jl. Kyai Abdulhaq Achmad, Kampung Gesing, Kel. Samangraya, Kota Cilegon. Masjid yang lebih dikenal dengan Masjid Gesing merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Kota Cilegon. Dibangun masyarakat pada tahun 1932, sekaligus menjadi saksi sejarah perjuangan rakyat Cilegon melawan kolonial Belanda saat itu. Sejak awal pembangunannya hingga kini, masjid Al-Khadra (yang berarti “hijau atau subur”) ini tetap mempertahankan model dan bentuk bangunan utamanya tanpa ada banyak perubahan. Tebal tembok bangunan 30 cm disusun dari batu bata mentah, tanah dan kapur. Pintu dan jendela masjid terbuat dari kayu dengan model lama. Dinding masjid umumnya berwarna putih dan berwarna hijau dibagian kubahnya. 3. Masjid Baitul 'Arsy Masjid Baitul ‘Arsy terletak di Kampung Pasir Angin, Kel. Pagerbatu, Kec. Majasari, Kab. Pandeglang, di kaki gunung Karang. Masjid ini dahulu juga digunakan sebagai tempat persembunyian warga dari serangan Belanda. Beberapa bagian dinding masih berlubang yang diperkirakan merupakan bekas peluru senjata Belanda. Masjid Baitul ‘Arsy berupa rumah panggung, dengan ukuran sekitar 12 x 8 meter, dinding dan lantai dari kayu. Bangunannya menghadap ke Gunung Karang dan memiliki tiga pintu. Dua pintu samping (kiri-kanan) dan satu pintu masuk bagian depan. Di atap masjid terdapat kubah yang terbuat dari kayu, dan tiang-tiang masjid masih terlihat kokoh, termasuk umpak atau pondasi bawah masjid juga terbuat dari kayu. Sementara di samping kanan masjid terdapat sumber mata air yang mengalir tiada habisnya. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 2"] 4. Masjid Al Ikhlas       View this post on Instagram A post shared by Nurikhsan (@masaneapri) onFeb 26, 2020 at 7:53am PST Masjid yang keberadaanya terletak di RT. 06 Rw. 02, Kel. Cilenggang, Serpong ini memang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, letaknya yang berada persis di tengah perkampungan warga tak menghilangkan kesan sakral dan bersejarahnya masjid tersebut. Masjid Al-Ikhlas berdiri atas pakarsa Raden Muhammad Atief (Tubagus Atief) yang merupakan salah satu Panglima Perang Kesultanan Banten pada waktu itu. Saat itu Tubagus Atief ditugaskan Ayahandanya Sultan Ageng Tirtayasa untuk membantu masyarakat Tangerang melawan penjajahan Belanda sekaligus menyiarkan agama Islam. Atas Jasanya  kepada masyarakat Cilenggang,Serpong saat itu masyarakat kemudian menikahkan Raden Muhammad Atief dengan Siti Almiyah wanita asli Desa Cilenggang  dengan mas kawinnya Masjid Jami Al Ikhlas (dahulu disebut Surau atau Tajug). 5. Masjid Agung Al Jihad Masjid Al-Jihad Ciputat, Masjid yang tepat berada di arah utara Pasar Ciputat, Tangerang Selatan ini merupakan salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh di tengah pesatnya bangunan disekelilingnya. Masjid yang dibangun pada tahun 1940an ini, pada mulanya hanya musala kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk. Musala ini dibangun oleh seorang saudagar keturunan Arab, Tuan Salim yang telah lama menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa. Selain itu disebutkan pula, rumah ibadah ini merupakan yang pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi para penduduk muslim saat itu. Sisi sejarah Masjid inipun tak lepas dari peranan tokoh-tokoh besar ulama di Indonesia, salah satunya adalah  Buya Hamka. Sewaktu masih hidup ulama kharismatik yang pernah menjadi ketua MUI ini banyak memberikan kontribusi pada pengembangan Masjid Agung Al-Jihad. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id, tangerangnews.com Foto santidewi.com)
...more

Menilik Pesona Candi Mendut

Bila Anda berada di pusat Kota Yogyakarta, dan hendak menempuh perjalanan ke arah Magelang menuju Candi Borobudur, maka sebelum sampai ke Candi Borobudur Anda akan disajikan pemandangan candi yang terlihat tidak utuh. Candi tersebut bernama Candi Mendut. Candi yang bercorak Budha ini biasa digunakan sebagai tempat upacara-upacara pemujaan.Dilihat dari sejarahnya, berdasarkan Prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi, nama Candi Mendut berasal dari kata venu vana mandira yang memiliki arti candi yang berada di tengah hutan bambu. Namun beberapa peneliti masih meragukan nama itu, yang sebenarnya lebih cocok diberikan kepada Candi Ngawen.Pintu Candi Mendut menghadap ke barat. Pada bagian luarnya terdapat relief-relief yang menceritakan kisah-kisah Dewa Budha. Sebelah utara candi, terdapat relief Dewi Tara yang diyakini sebagai sakti Budha. Di sebelah timur, terdapat relief Awalokiteswara. Di sebelah selatan, terdapat kisah Manjusri. Sementara, di bagian lainnya terdapat relief raja-raja dari Dinasti Sailendra.Pada dinding tangga tergambar relief cerita Jetaka. Cerita yang juga dikenal dengan nama cerita Tantri ini mengisahkan tentang makhluk-mahkluk khayangan seperti burung berkepala dua dan bidadari-bidadari. Memasuki ruangan dalam candi, pengunjung akan menemukan sebuah patung Budha Cakyamuni. Patung itu terlihat duduk dengan posisi tangan dalam sikap Dharmacakraprawartana Mudra. Salah satu yang menarik dari Candi Mendut adalah jika dilihat dari kejauhan bentuk candi ini seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh. Bagian atas Candi ini sempat runtuh dan tidak diperbaiki kembali. Beberapa bagian candi juga pernah runtuh dan mengalami pemugaran. Dasar Candi Mendut kini terbuat dari batu bata kemudian dilapisi dengan batu asli seperti yang bisa dilihat pengunjung saat ini.Di sekitar Candi Mendut terdapat berbagai penjual pernak-pernik khas Yogyakarta. Bagi pengunjung yang suka dengan wisata belanja, mengunjungi Candi Mendut bukanlah suatu hal membosankan. Apalagi suasana sekitar candi yang nyaman dan asri membuat pengunjung makin betah berlama-lama di tempat ini. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Pasar Intan Martapura

Mendengar kata Martapura tentu akan mengingatkan kita dengan sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, ibukota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam. Jadi tidak heran kalau kota ini dijuluki kota intan karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khas Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Tapi pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 20.000 pengunjung.Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam empat blok pasar. Sementara tempat parkirnya bisa menampung lebih dari 380 mobil. Tetapi tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan pengunjung yang sudah tidak muat lagi bisa dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar.Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan ataupun kelangkaan jenis batu intan. Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya ada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura bisa dijual kembali dengan harga Rp 50.000 bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentu saja karena proses penggosokan batu intan masih dilakukan secara tradisional sehingga pesonanya kurang terpancar.Untuk menuju ke Martapura, pengunjung hanya memerlukan waktu setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar ini. Jika hanya modal pecaya saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli bisa saja membeli batu tiruan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Dayak Kuping Panjang

Tradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Kalender Event Bali 2024, Ada Nusa Penida Festival, UWRF, dan Denpasar Film Festival

TripTrus.Com - Bro, Dinas Pariwisata Bali baru aja ngeluarin Kalender Event 2024. Tahun depan, Bali bakal punya 58 event keren yang bisa bikin liburan kamu makin seru! Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata, bilang ada 48 festival seni dan budaya, 4 event olahraga, dan 6 MICE. Semua ini bakal tersebar di 9 kabupaten/kota se-Bali sepanjang tahun. “Ini bakal jadi pilihan asyik buat wisatawan yang mau liburan ke Bali,” kata Tjok Bagus saat peluncuran Selasa, 22 Januari 2024. Dia nambahin, tujuan kalender ini biar semua orang bisa tau event-event kece di Bali tahun depan. “Harapan kita, banyaknya event ini bikin wisatawan makin banyak yang datang ke Bali sesuai dengan slogan kita #marikeBaliaja. Makasih banyak buat semua yang udah bantu nyusun kalender event 2024,” lanjutnya. Tjok Bagus juga bilang, pariwisata Bali udah bangkit lagi setelah pandemi. Kunjungan wisatawan ke Bali tahun 2023 udah hampir balik kayak sebelum pandemi, dengan 10 juta wisatawan domestik dan 5,3 juta wisatawan asing. “Kami ajak semua masyarakat buat bareng-bareng jaga dan perkuat pariwisata Bali supaya makin maju,” ajaknya. Ini dia event-event seru di Bali bulan September dan Oktober 2024:       View this post on Instagram A post shared by Scared of Bums (Official) (@scaredofbums_official) Sanur Motor Show III Bakal ada event keren nih di Sanur tanggal 7-8 September 2024, jadi catet deh di kalender! Komunitas motor siap-siap ramein acara ini sebagai bagian dari Road to Sanur Festival. Buat lo yang doyan motor, pasti acara ini nggak bisa dilewatin gitu aja. Banyak banget jenis motor bakal dipamerin, mulai dari yang klasik sampe motor keluaran terbaru yang bikin ngiler. Nggak cuma liat-liat motor aja, ada juga kontes modif yang bikin motor lo makin keren, plus atraksi stunt yang bakalan bikin jantung deg-degan. Fest Gokil Petitenget Tanggal 14 - 16 September 2024, bakal ada festival seru abis buat ngerayain seni, budaya, kuliner, sama spot-spot eksotis di Petitenget, Badung. Selama tiga hari penuh, lo bisa puas nikmatin pertunjukan seni yang keren, kuliner Bali yang khas, plus eksplor tempat-tempat kece yang mungkin belum banyak orang tau. Selain seru-seruan, acara ini juga bantu banget buat naikin Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung, biar makin banyak wisatawan yang datang. Bali Hockey Festival Tanggal 16-17 September 2024, bakal ada event gede banget buat komunitas hockey, nggak cuma dari Indo aja, tapi juga internasional. Diadainnya di Lapangan Banteng, Badung, event ini jadi ajang ngumpul buat para pemain hockey buat tanding dan pamer skill. Nggak cuma pertandingan, ada juga berbagai kegiatan seru yang bikin suasana makin rame. Barong Festival Superstar Tanggal 21-22 September 2024, bakalan ada festival yang ngerayain dan ngejaga budaya Bali, khususnya Tari Barong sama Pura Taman Ayun yang udah diakui UNESCO. Selama dua hari itu, lo bisa nikmatin pertunjukan Tari Barong yang keren abis dan juga acara-acara budaya lainnya yang nunjukin indahnya tradisi Bali. Buat lo yang pengen lebih paham budaya Bali, ini kesempatan yang oke banget! Royal Creative Market Event ini adalah platform kreatif yang mengumpulkan berbagai visioner dan pelaku industri untuk berkolaborasi dan bertukar ide. Di sini, kamu bisa menemukan produk-produk keren dari berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan tangan, sampai fashion. Ini adalah tempat yang tepat buat kamu yang suka dengan inovasi dan kreativitas. [Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"] Nusa Penida Festival Dari tanggal 5 sampai 7 Oktober 2024, festival ini bakal ngerayain kekayaan sama keindahan budayanya Nusa Penida, bro! Fokusnya tuh ke cara bijak dan berkelanjutan buat ngelola wilayah pesisir. Selama tiga hari, lo bakal disuguhin pertunjukan seni, budaya, plus ada juga kegiatan seru yang ngasih edukasi tentang pelestarian lingkungan dan kearifan lokal di Nusa Penida. Seraya Culture Festival Tanggal 6-8 Oktober 2024 bakal ada festival buat ngerayain tradisi dari Seraya yang udah turun-temurun, buat minta hujan biar tanah jadi subur. Di event ini, ada banyak upacara adat dan ritual yang jadi bagian penting dari budaya lokal. Buat lo yang pengen lihat tradisi unik yang masih dilestarikan sama orang Bali, ini kesempatan yang nggak boleh dilewatin. Denpasar Film Festival Sejak 2010, festival ini sudah jadi ajang bagi para sineas muda di Denpasar untuk menunjukkan karya mereka. Dengan melibatkan siswa-siswi SMP dan SMA se-Kota Denpasar, festival ini bertujuan untuk merangsang kreativitas anak muda di bidang perfilman. Acara ini bakal menampilkan berbagai film pendek dan dokumenter yang bikin kamu terinspirasi. Makepung Jembrana Cup Tanggal 15 Oktober 2024, Event ini seru banget buat ngerayain tradisi Makepung di Jembrana. Selain ada lomba yang gokil abis, juga ada pertunjukan budaya lokal yang asik parah. Ini jadi cara keren buat ngerawat warisan budaya Jembrana sambil ngajak masyarakat buat terus ngejaga tradisi ini. D’Youth Festival 20 - 21 Oktober 2024 Event tahunan ini emang keren banget buat anak-anak muda Kota Denpasar. Selama dua hari, bakal ada banyak aktivitas kreatif yang seru, mulai dari lomba-lomba, UMKM, sampai hiburan yang gokil. Ini kesempatan yang pas banget buat generasi muda unjuk gigi dan ikutan kompetisi yang mantap! Kuta Beach Festival Dari tanggal 22 - 24 Oktober 2024, Pantai Kuta bakal jadi rame banget. Rangkaian acara seru bakal ada, mulai dari seni budaya, olahraga, sampe UMKM. Tujuannya biar Pantai Kuta makin hits dan makin banyak yang dateng. Bakal ada banyak kegiatan keren, dari pertunjukan seni yang bikin terpesona sampai lomba olahraga yang pastinya seru abis. Ubud Writers and Reader Festival Festival Internasional 23 - 27 Oktober 2024 bakal jadi momen seru banget, gengs! Ini adalah kesempatan langka buat lo semua yang pengen kenal sastrawan dan seniman keren dari seluruh dunia. Dalam lima hari itu, lo bisa ikut diskusi, dengerin pembacaan puisi, sama nonton pertunjukan seni yang bikin lo mikir. Jangan lupa, ini juga ajang buat nyambungin relasi sama kreator internasional, dan dapetin insight dalam tentang dunia sastra dan seni yang mengangkat isu-isu global. Dengan deretan event seru yang bakal digelar, tahun 2024 bakal jadi tahun yang penuh warna untuk Bali. Dari festival seni yang memukau hingga acara olahraga yang menghibur, semua ini pastinya bakal bikin pengalaman liburanmu semakin berkesan. Jangan sampai kelewatan dan siap-siap aja untuk ngerasain serunya setiap event di Pulau Dewata! (Sumber Foto @wincibola)   
...more

Di Labuan Bajo, Cuss Ke Desa Budaya Compang To'e Melo, Bro!

TripTrus.Com - Nusa Tenggara Timur (NTT) nggak cuma terkenal sama Labuan Bajo dan Pulau Komodo, Bro! Gak jauh dari Labuan Bajo, kita bisa merasakan eksotisme alam Indonesia Timur di Desa Budaya Compang To'e Melo, guys! Yosef Ugis, sang ketua adat di Desa Budaya Compang To'e Melo, cerita, desa mereka resmi jadi desa wisata tahun 1993 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, NTT. Desa Compang To'e Melo sendiri diambil dari kata "Melo," yang berarti pergi duluan, dan "To'e" adalah nama suku di Kampung Melo.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh 🍣HARUKA🍣 (@haruka_jalanjalan) Desa Budaya Compang To'e Melo tuh sekitar 70 kilometer dari pusat Labuan Bajo, loh. Jalanannya bagus, jadi bisa nyampe dalam sekitar 1 jam naik mobil atau motor. Lokasinya juga deket dari jalan utama Trans Flores, Bro! Banyak seru banget yang bisa kita rasain di Desa Budaya Compang To'e Melo, guys! 1. Nonton Tarian Khas Manggarai dan Nyobain Tuak Lokal Desa ini siapin acara spesial buat kita yang datang. Begitu nyampe, kita bakal disambut sama Tari Caci, tarian khas Manggarai yang ditarikan sama cowok-cowok asli Desa Budaya Compang To'e Melo pake kostum tradisional. Seru banget, Bro! Abis nonton tari, kita juga bisa nyicip tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Menurut Yosef, ini bentuk penghormatan mereka buat kita yang liburan ke desa mereka. Ini tradisi turun-temurun, lho! "Sofi" ini sebagai tanda bahwa mereka anggep kita sebagai saudara, kata Yosef. 2. Nikmatin Wisata Alam Eksotis dari Atas Ketinggian Di Desa Liang-Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Desa Budaya Compang To'e Melo punya pemandangan keren banget. Dari ketinggian 624 meter di atas laut, kita bisa lihat keindahan Pulau Flores, guys! Liat Manggarai Barat dari atas itu pengalaman yang nggak bisa dilupain. Apalagi di NTT yang penuh dengan alam indah, dari sawah hijau, langit biru, sampe pantai dan pulau-pulau yang cakep banget. [Baca juga : "Labuan Bajo, Tempat Keren Di Ujung Indonesia"] 3. Rasain Udara Pegunungan yang Adem Banget Wisata di NTT biasanya pantai, laut, dan pulau-pulau, kan? Tapi, di Desa Budaya Compang To'e Melo ini beda, guys! Di sini kita bisa merasakan udara sejuk pegunungan tanpa harus panjat gunung berkilometer-kilometer. Suasana dinginnya bikin tempat ini pas banget buat ngehabisin liburan setelah jalan-jalan di Labuan Bajo. 4. Saksikan Kegiatan Warga dan Pelajari Budaya Lokal Liburan ke kampung budaya itu nggak lengkap kalo nggak ikut nonton kegiatan warga dan belajar budaya setempat, Bro! Kita bisa mampir ke rumah warga buat lihat aktivitas sehari-hari mereka. Di situ, kita bisa belajar budaya NTT, dan gak usah khawatir, warga Desa Budaya Compang To'e Melo ramah banget sama wisatawan. 5. Belanja Produk Ekraf Warga Desa Budaya Compang To'e Melo sebagian besar petani. Selain itu, mereka juga bikin berbagai kerajinan tangan, seperti tenun songket, keranjang, topi, compang (peci khas Manggarai), dan kesetan. Ada juga produk makanan seperti kopi khas NTT dan gula aren. Kita bisa belanja ini semua sebagai oleh-oleh, dan gak perlu khawatir kalo nggak bawa uang tunai, di sini bisa bayar pakai QRIS, guys! Ingat, sebelum berangkat, pastikan udah vaksin dan daftar di PeduliLindungi, ya! Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M, guys! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @widiyanti1982) 
...more

Melintasi Hadangan Pulau Sangiang

Ayo ikuti trip ke Pulang Sangiang di: http://triptr.us/Br TRIPTRUS - Provinsi Banten memiliki satu destinasi wisata yang kini mulai dilirik. Destinasi itu bernama Pulau Sangiang yang berada dalam wilayah Kabupaten Serang. Terletak di antara Pulau sumatera dan Pulau Jawa, Pulau Sangiang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 45 menit dari Anyer dengan menggunakan kapal atau perahu bermotor. Pulau yang dijadikan Taman Wisata Alam oleh Pemerintah Indonesia ini awalnya ditetapkan sebagai cagar alam yang memiliki luas 700, 35 hektar (Ha). Kemudian pada tahun 1991, wilayah perairan di sekitarnya ditetapkan jadi Taman Wisata Alam Laut seluas 720 Ha, sehingga total Taman Wisata Alam Pulau Sangiang menjadi 1420,35 Ha. Lalu pada tahun 1993, Taman wisata Alam Pulau Sangiang ditetapkan menjadi seluas 528, 15 Ha. Pada waktu masa penjajahan Belanda, Pulau Sangiang memiliki nama Dwars-in-den-weg, atau kurang lebih berarti menghalangi jalan. Nama ini diambil karena lokasi Pulau Sangiang tepat berada di tengah penyempitan Selat Sunda yang membatasi Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Lalu menurut cerita penduduk setempat, pada masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo, Pulau Sangiang merupakan tempat pertemuan para wali untuk mengadakan rapat dan mengambil keputusan menjalankan penyebaran agama. Di masa penjajahan Jepang, Pulau Sangiang merupakan titik penyimpanan berbagai kekayaan bumi yang diambil Jepang di Indonesia sebelum dibawa ke negaranya. Sebagian besar Pulau Sangiang tidak dihuni oleh manusia untuk menjaga kelestarian alamnya. Tetapi di Pulau Sangiang terdapat sebuah pemukiman yang hanya berjumlah sekitar 50 kepala keluarga yang bernama Legon Waru. Para penduduk perkampungan ini berkomunikasi menggunakan 3 bahasa, yaitu Bahasa Sunda, Jawa, dan Lampung. Daya tarik Pulau Sangiang terdapat pada kelestarian alamnya baik kawasan daratan pulau yang masih dijaga keindahannya, maupun kawasan wisata laut penuh dengan biota laut seperti karang dan ratusan spesies ikan yang dapat dilihat di air yang jernih. Untuk penggemar wisata laut, Pulau Sangiang menyediakan fasilitas snorkeling maupun diving di beberapa kawasan seperti perairan Batu Raden, Pantai Perawan dan Legon Waru. Sementara, untuk penggemar trekking dan wisata budaya, Pulau Sangiang memiliki banyak gua dan benteng-benteng peninggalan masa penjajahan Jepang serta gua kelelawar yang di bawahnya merupakan tempat berkeliarannya ikan hiu yang siap memakan kelelawar yang jatuh dari atas gua. Keindahan alam Pulau Sangiang membuat banyak pengunjung yang pernah datang menobatkannya sebagai salah satu dari Seven Wonders of Banten (Tujuh Keajaiban Banten).   Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, gunungtukung.blogspot.com, savingfunvacation.blogspot.com, panoramio.com
...more

Rekomendasi Wisata Yang Bisa Dikunjungi Selama Libur Lebaran Di Kota Medan

TripTrus.Com - Kota Medan menempati urutan keempat sebagai kota terbesar di Indonesia setelah DKI Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Selain itu, sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa dan di Pulau Sumatera, destinasi Kota Medan menjadi pilihan populer bagi pengunjung saat libur Lebaran, terutama untuk liburan keluarga. Berikut adalah beberapa tempat yang bisa dikunjungi bersama keluarga saat libur Lebaran di Kota Medan.       View this post on Instagram A post shared by Richie Kevin (@richie_kevin) 1. Istana Maimun Salah satu destinasi wisata yang terkenal di Kota Medan adalah Istana Maimun. Dalam situs Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, bangunan yang selesai dibangun pada tahun 1988 tersebut dikategorikan sebagai peninggalan Kerajaan Deli pada masa pemerintahan Sultan Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Struktur bangunan Istana Maimun menggabungkan unsur arsitektur dari Eropa, Persia, dan Indonesia. Sebaliknya, bangunan di Desa Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, memiliki corak arsitektur Melayu dan Islami. Karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau, Istana Maimun hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat Kota Medan. 2. Masjid Agung Al Mashun Wisatawan dapat mengunjungi tempat wisata religi seperti Masjid Agung Al Mashun yang terletak sekitar 1 km dari Istana Maimun. Menurut Jakarta Islamic Center, masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan merupakan peninggalan Kesultanan Deli. Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus objek wisata budaya dan sejarah. Arsitektur Masjid Al Mashun menggabungkan unsur-unsur arsitektur dari Timur Tengah, India, dan Spanyol. Bangunan Masjid Agung Al Mashun memiliki bentuk segi delapan dan memiliki sayap di sisi selatan, timur, utara, dan barat. 3. Gereja Maria Annai Velangkanni Gereja Maria Annai Velangkanni merupakan tempat selanjutnya yang dapat dikunjungi untuk merasakan pengalaman religi dan budaya di Kota Medan. Gereja ini terkenal dengan bangunannya yang unik dan menyerupai candi. Menurut situs resminya, kata "graha" berarti rumah, pura, atau tempat suci. Bunda Maria dikenal sebagai Annai Velangkanni Arokia Matha di India. Gereja Maria Annai Velangkanni terletak di Jalan Sakura III 7-10, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. 4. Tjong A Fie Mansion Bagi pecinta budaya dan sejarah, perjalanan ke Tjong A Fie Mansion merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan saat berada di Kota Medan. Tjong A Fie, seorang pengusaha dan dermawan keturunan Tionghoa, terkenal karena membangun toko-toko di sepanjang Jalan Kesawan (kini Jalan Ahmad Yani) dan memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi Kota Medan. Menurut informasi yang terdapat di situs resminya, gedung Tjong A Fie Mansion memiliki 35 kamar yang terletak di dua lantai. Bangunan yang berasal dari tahun 1895 ini telah dijadikan museum dan diakui sebagai bangunan bersejarah dan budaya yang penting. Fitur arsitekturnya mencakup pengaruh gaya Cina, Melayu, dan Art Deco. Tjong A Fie Mansion terletak di Kesawan, Kota Medan, di sebelah Jalan Ahmad Yani Nomor 105, dengan luas keseluruhan 8.000 meter persegi. 5. Mangrove Sicanang Ekowisata Mangrove Sicanang adalah salah satu objek wisata alam di Kota Medan yang terletak di Jalan Pulau Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Pengunjung dapat menjelajahi kawasan hutan bakau dari jembatan kayu. Menurut situs Dinas Pariwisata Kota Medan, Mangrove Sicanang menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Kota Medan selain berfungsi sebagai sarana pengaman pantai. Setelah menikmati pemandangan hutan bakau, pengunjung dapat menikmati makanan di Pondok Lesehan yang tersedia di lokasi. 6. Taman Cadika Pramuka Taman Cadika Pramuka adalah salah satu taman yang dapat dikunjungi oleh wisatawan di Kota Medan. Terletak di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Johor, di kawasan Desa Pangkalan Masyhur, Kota Medan. Pengunjung dapat mengakses informasi dan beberapa lokasi foto Instagramable Taman Cadika Pramuka melalui website Pesona Indonesia. Taman ini memiliki danau buatan seluas 5.000 meter persegi yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Nama taman ini menunjukkan bahwa ada fasilitas perkemahan di sana, serta dilengkapi dengan fasilitas taman bermain, mushola, gazebo, dan kamar mandi. 7. Taman Avros Taman Avros merupakan salah satu ruang terbuka hijau di Kota Medan. Menurut situs Dinas Pariwisata Kota Medan, pengalaman unik dapat dirasakan oleh pengunjung yang menyusuri Sungai Deli di taman ini. Pengunjung dapat menikmati keindahan Kota Medan sambil berjalan-jalan di sepanjang Sungai Deli, dan menggunakan perahu panjang atau speed boat dengan akses pemandu wisata untuk melintasi sungai. Taman Avros juga dilengkapi dengan fasilitas flying fox, outbone, dan panahan. Awalnya, tempat rekreasi air ini dikenal dengan nama Taman Pendidikan Avros dan terletak di Jalan Avros, lingkungan Medan Polonia, Kota Medan. 8. Penangkaran Buaya Asam Kumbang Salah satu objek wisata khas Kota Medan yang terkenal. Menurut Tribun Medan, penangkaran buaya ini merupakan penangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara. Tempat ini terletak di Jalan Bunga Raya II, di kawasan Asam Kumbang, Kecamatan Selayang, Kota Medan. Di lahan seluas 2 hektar, lebih dari 2.800 buaya ditempatkan di penangkaran ini. Ada dua jenis buaya yang dapat dilihat di sana, yaitu buaya muara dan buaya sinyulung. Menariknya, Penangkaran Buaya Asam Kumbang menampung buaya tertua yang berusia 60 tahun dengan panjang 5 hingga 6 meter. [Baca juga : "5 Destinasi Wisata Tasikmalaya Yang Cocok Untuk Dikunjungi Saat Liburan Lebaran Bersama Keluarga"] 9. Wisata Merci Themepark and Restaurant Merupakan taman hiburan populer di Kota Medan yang terletak di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Dibutuhkan waktu sekitar 37 menit untuk menempuh jarak 13 kilometer menuju pusat Kota Medan. Wisata Merci Themepark and Restaurant memiliki semua fasilitas taman hiburan serta tempat wisata kuliner. Pengunjung dapat bersenang-senang di Waterpark di Taman Wisata Merci dan menikmati berbagai wahana selain permainan seluncuran air. Setelah puas bermain, pengunjung dapat menikmati keajaiban kuliner di restoran. Objek wisata ini juga menyediakan toko oleh-oleh dan suvenir. 10. Hairos Waterpark Terletak di Jalan Jamin Ginting Km. 14.5, Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Wisata ini adalah taman bermain air yang populer dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 36 menit dengan menempuh jarak 15 kilometer ke pusat Kota Medan. Pengunjung dapat bersenang-senang dengan berbagai permainan air. Menurut informasi di situs resminya, wisata ini memiliki kolam renang dengan ombak buatan, kolam bermain anak-anak, dan wahana perosotan air. Selain itu, wisata ini juga menyediakan fasilitas restoran dan area parkir. Jadi, sudah siap untuk menentukan destinasi liburan lebaran tahun ini? Ayo, tunggu apalagi, atur jadwal dan selamat bersenang-senang! (Sumber Foto @alfiqqi_fiky) 
...more

Inspirasi Event Malam Tahun Baru 2023 di Bali

TripTrus.Com - Tahun baru tinggal menghitung hari, nih! Banyak di antara kalian yang mungkin berencana untuk merayakan malam tahun baru di Bali. Itu adalah pilihan yang tepat karena Pulau Dewata memang memiliki sederet spot ciamik yang menjadi lokasi penyelenggaraan pesta untuk menyambut malam pergantian tahun. Pssst, beberapa pesta itu akan menghadirkan musisi-musisi ternama, lho. Kalau mau tahu, ayo simak dulu informasi penting ini! 1. Atlas Beach Fest       View this post on Instagram A post shared by Aditya Dimas Prasetyo (@adityadimas68) Siapa yang ingin berpesta ria di pinggir pantai selama tiga hari, dari 30 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023, bareng belasan musisi? Yuk, datang ke Holyfest: New Year New Hope. Acara ini akan digelar di Atlas Beach Fest khusus untuk merayakan malam tahun baru. Enggak tanggung-tanggung, ada empat panggung spesial yang disiapkan untuk memberikan pengalaman terbaik buat kamu. Jadi, bersiaplah untuk nyanyi bareng Krewella, Timmy Trumpet, Kshmr, Niki, Clean Bandit, Fiersa Besari, Lyodra, Vierratale, dan masih banyak lagi. Siapkan juga kostum dan outfits terkece karena akan ada OOTD Competition dan Costume Competition. 2. Garuda Wisnu Kencana       View this post on Instagram A post shared by Indra Ardiaputra (@pakindro) Menghabiskan liburan akhir tahun di Bali, sempatkan mampir ke Garuda Wisnu Kencana! Tepat pada saat malam pergantian tahun, kamu dapat ikut seru-seruan di Bali Countdown 2023. Acara ini akan menampilkan pertunjukan kembang api musikal pertama dan terbesar di Bali. Selain itu, ada banyak musisi papan atas yang bakal tampil. Sebut saja Sheila on 7, Kahitna, Ungu, Navicula, Dialog Dini Hari, dan lainnya. Sebelum nonton penampilan mereka, kamu bisa isi energi dulu sambil icip-icip aneka makanan di Pasar Kuliner. 3. Finns Beach Club       View this post on Instagram A post shared by Raymond Howe (@raymaxhowe) Penyuka electronic music, ayo merapat ke Pulau Dewata saat malam tahun baru.  Di salah satu beach club di Canggu, Finns Beach Club, akan ada pertunjukan spesial dari sederet DJ ternama dunia. Ada yang bisa nebak atau mungkin sudah sempat dengar sekilas tentang Finns New Years Eve 2023? Mereka adalah Diplo, Gorgon City, Hayden James, dan Elderbrook. 4. Savaya       View this post on Instagram A post shared by Glamor And Luxury (@glamorandluxury) Kamu merasa sudah terlalu sering menghabiskan pesta tahun baru di tengah kota? Kali ini, kamu mau sesuatu yang beda? Ada rekomendasi bagus, nih. Kamu bisa menghabiskan malam tahun baru di Savaya, salah satu beach club yang punya pemandangan hutan Uluwatu dan berlatar belakang Samudera Hindia. Mantap banget, kan? Eits, itu baru keistimewaan pertama. Pada 31 Desember 2022 nanti, kamu juga bisa menikmati penampilan salah satu musisi pemenang Grammy Award. Dia adalah DJ sekaligus penulis lagu, Black Coffee. Yuk, segera ajak teman, keluarga, atau pasanganmu untuk menikmati momen langka ini! [Baca juga : "Simak 5 Tips Hadiri Event Tahun Baru 2023 Berikut!"] 5. Sundays Beach Club       View this post on Instagram A post shared by iqafadzul• (@ah.wanderlust) Menghabiskan malam pergantian tahun di tepi pantai sambil mendengarkan alunan musik dan melihat api unggun, itulah pengalaman yang akan kamu dapatkan kalau datang ke NYE Beach Festival. Event ini akan digelar pada 31 Desember 2022 di Sundays Beach Club, Bali. Selain keseruan yang sudah disebutkan tadi, di pesta malam tahun baru di Bali ini, kamu juga bisa menikmati pertunjukan fire dancers, water drum performance, dan pesta kembang api tepat saat tengah malam. Lengkap banget, kan? Itulah tadi lima rekomendasi tempat untuk merayakan malam tahun baru di Bali. Masing-masing tempat menawarkan pemandangan, aktivitas, ambience, dan line-up musisi yang berbeda. Kamu tinggal pilih sesuai seleramu. Supaya kamu dan semua orang yang datang ke event tersebut tetap nyaman dan aman di tengah kerumunan, pihak penyelenggara melangsungkan acara dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kamu sendiri juga harus tetap pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan secara berkala, ya! (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @sumberkimabeach) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...