TripTrus.Com - Gak diragukan lagi, keindahan Indonesia selalu bikin banyak orang, termasuk selebriti dan pesohor dunia, ngiler abis. Nggak cuma buat turis biasa, tapi juga buat para seleb global yang nggak tahan sama pesonanya Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Job Wind (@_monkeystation)
Ini nggak cuma jadi pundi-pundi duit buat pariwisata Indonesia, tapi juga buat ekonomi kreatif di sana. Makanya, para pesohor dunia ini suka mampir ke tempat-tempat keren di Indonesia. Ini dia destinasi-destinasi keren yang pernah disambangi pesohor dunia:
1. Pulau Moyo
Ini tuh pulau eksklusif di Nusa Tenggara Barat yang sering jadi tempat persembunyian para seleb dunia. Ada Lady Diana, Mick Jagger, David Bowie, sampe David Beckham yang pernah mampir. Ada Air Terjun Mata Jitu yang keren banget, dijuluki "Queen Waterfall" gara-gara Lady Diana pernah dateng kesini. Bener-bener bikin kamu speechless!
2. Gunung Merapi
Nicole Kidman, si Ratu Atlantis di film Aquaman, dateng ke sini loh! Dia ikutan Lava Tour Merapi pas liburan di Yogyakarta. Kamu bisa lihat sisa-sisa letusan Gunung Merapi langsung dari Merapi Lava Tour ini. Gak cuma itu, di sekitar Gunung Merapi juga ada Museum Gunung Merapi, The World Landmark Merapi Park, dan The Lost World Castle buat kamu jelajahi.
3. Bali
Siapa yang gak kenal Bali? Tempat ini terkenal banget di mata pesohor dunia. Tempat-tempat keren di Bali sempet jadi lokasi syuting film Hollywood, Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Pesohor macem Paris Hilton, Justin Bieber, Selena Gomez, sampe Katy Perry juga pernah mampir ke sini!
4. Candi Borobudur
Ini candi Buddha terbesar di Indonesia yang terkenal banget di dunia. Barack Obama, Mark Zuckerberg, Richard Gere, David Beckham, sampe Maria Sharapova pernah datang ke sini. Candi ini memang nggak main-main, diakui sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia, lho!
5. Pulau Komodo
Keindahan Pulau Komodo berhasil memikat Gwyneth Paltrow dan Valentino Rossi. Mereka gak cuma lihat komodo, tapi juga cobain living on board alias tinggal di atas kapal di sekitar Pulau Komodo. Bener-bener petualangan seru!
[Baca juga : "Lebak Outfest Sawarna Karst Festival 2023, Pesta Pantai Karang Bokor Yang Seru Abis!"]
6. Taman Nasional Gunung Leuser
Leonardo DiCaprio aja terpesona sama keindahan flora dan fauna di sini. Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Aceh punya lebih dari 4.000 jenis tumbuhan hidup, 84 jenis mamalia, dan 380 burung. Masuk UNESCO, lho!
7. Kepulauan Mentawai
Pemeran di Fast Furious, Paul Walker, suka surfing di Kepulauan Mentawai. Tempat ini surganya peselancar dunia dengan ombak indah di Samudera Hindia. Ada Pulau Masokut, Pulau Siberut, Pulau Sipora, dan Pulau Sikakap buat kamu explore.
Nah, itu dia 7 tempat keren di Indonesia yang udah dijajahi pesohor dunia. Udah pernah ke mana aja nih? Kalau belum, buruan ke sana, siapa tahu kamu ketemu pesohor dunia lagi! (Sumber Foto @genpi.co)
...moreTripTrus.Com - Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia. Kota Metropolitan Ini katanya Jakarta menjadi Kota dengan Mall terbanyak di Dunia. Tapi perlu diingat, Jakarta enggak hanya Mall dan gedung-gedung pencakar langit, banyak tempat-tempat menarik yang ada di Kota ini. Jadi jangan keliling Jakarta hanya singgah di Mall, kalian wajib mengunjungi tempat ini:
1. Museum di Tengah Kebun
Pada mulanya Museum di Tengah Kebun merupakan sebuah rumah tinggal yang akhirnya digunakan sebagai ruang pameran koleksi sang pemilik. Museum yang berada di tengah keramaian Kota Jakarta tepatnya di Jl, Kemang Timur Raya No. 66, Jakarta Selatan ini menyimpan +-4.000 koleksi seni dan sejarah Indonesia dan Luar Negeri. Tedapat 17 ruangan penyimpanan sesuai dengan jenis koleksi. Secara pribadi museum ini dimiliki oleh Sjahrial Djalil salah satu tokoh periklanan Indonesia.
2. Art Mon Decor
Museum yang terletak di Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3, Sawah Besar – Jakarta Pusat ini awal mulanya adalah sebuah galeri seni yang didirikan pada tahun 1983 oleh Martha Gunawan. Sempat berlokasi di Plaza Senayan, Wisma Mulia hingga Grand Indonesia Shopping Town. Dengan bertambahnya koleksi dan untuk memamerkan karya seni yang lebih banyak maka pada tahun 2011 maka dibukalah Art Mon Décor yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 8 menit dari Stasiun Rajawali. Jika anda penikmat karya seni, Art Mon Décor wajib masuk daftar kunjungan anda.
3. Yayasan Buddha Tzu Chi
Bangunan megah bewarna keabu-abuan tampak jelas di Kawasan Pantai Indah Kapuk merupakan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Bergerak dalam amal dan social ini berasal dari Taiwan, hingga kini telah memiliki ribuan relawan di Indonesia. Berdiri diatas lahan 10 ha ini terdiri dari 3 gedung utama yaitu: Gan En Lou (Gedung Gan En), Aula Jing Si, dan Daai Lou (Gedung Daai). Masih banyak lagi sisi indah dari Yayasan Buddha Tzu Chi ini. Kalian bisa datang langsung ke Yayasan Buddha Tzu, Setiap harinya, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi siap membawa anda tour keliling.
Sumber: Foto panoramio.com
4. Galeri Nasional Indonesia
Cikal bakal berdirinya Galeri Nasional Indonesia sudah dirintis tahun 1960an, tapi baru pada tahun 1995 Ibu Prof. Edi Sedyawati (Direktur Jendral Kebudayaan, pada masa itu) memperjuangkan berdirinya Galeri Nasional Indonesia. Dan pada tanggal 8 Mei 1999 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Yuwono Sudharsono meresmikan operasionalnya. Di Galeri Nasional Indonesia, kalian bisa menjumpai karya seni rupa seperti lukisan,sketsa ,grafis,patung,keramik,fotografi,seni kriya dan seni instalasi. Ada sekitar 1785 koleksi karya seniman baik dari Indonesia maupan Mancanegara. Kegiatan lainnya Galeri Nasional Indonesia yaitu: melaksanakan pameran (permanen, temporer, keliling), melaksanakan preservasi (konservasi, restorasi), akuisisi dan dokumentasi, seminar, diskusi, workshop, performance art, pemutaran film / video ( screening) , festival, lomba, dan lain-lain yang berkenan dengan peningkatan pemahaman, keterampilan dan apresiasi seni rupa.
Sumber: Foto museumindonesia.com
Mungkin 4 tempat diatas cukup menggambarkan kalau Jakarta enggak hanya Mall. Masih banyak tempat yang bisa membuat kamu keliling Jakarta bukan hanya untuk belanja. Tertarik untuk dating dan mengunjungi salah satu tempat diatas? Jadwalkanlah bersama orang-orang tersayang (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Bandung jadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan. Setiap akhir pekan, tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke Kota Kembang.
Bukan tanpa alasan, mengingat wilayah tersebut punya beragam objek wisata yang bisa didatangi pelancong. Namun belakangan, sejumlah pengelola objek wisata memutuskan tutup sementara akibat Kabupaten Bandung Barat berada di zona merah penyebaran Covid-19.
Awalnya penutupan objek wisata hanya berlangsung selama sepekan sejak 16--22 Juni 2021. Penutupan objek wisata kembali diperpanjang hingga tujuh hari ke depan hingga 29 Juni 2021.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Raisa Jihan (@raishashin_)
Penutupan objek wisata di KBB berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. PLT Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan pun menerbitkan Surat Edaran yang berlaku sejak 22 Juni 2021-- 5 Juli 2021.
"Surat Edaran ini berlaku mulai sejak tanggal 22 Juni 2021 sampai dengan tanggal 5 Juli 2021, dan pada surat Edaran ini berlaku, maka Surat Edaran Bandung Barat Nomor 360/1588-BPBD/2021 tentang Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Wilayah Kabupaten Barat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi Surat Edaran tersebut tertanggal 22 Juni 2021.
Sejumlah pengelola tempat wisata Bandung yang mengumumkan tutup sementara di antaranya Lembang Park & Zoo, Farm House, Orchid Forest Cikole, The Grea Asia Africa Lembang, Dusun Bambu, dan Jendela Alam. Pihak pengelola objek wisata mengumumkan penutupan sementaranya lewat akun Instagram.
[Baca juga : "Pandemi Bikin Tren Wisata Berubah, Ini Destinasi Yang Digemari Oleh Wisatawan"]
"Dengan berat hati mimin mau nyampein kabar ini. Penutupan Lembang Park & Zoo diperpanjang sampai tanggal 29 Juni 2021. Sahabat Satwa dimana pun kalian berada, yukkk protokol kesehatannya jangan kendor, selalu terapkan 3M yaa Semoga wabah covid-19 bisa secepatnya mereda dan kita dapat kembali berlibur sekaligus belajar di LPZ," tulis akun Lembang Park & Zoo, Selasa, 22 Juni 2021.
Hal yang sama juga ditulis pihak Orchid Forest Cikole. Mereka mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. "Orchid Forest Cikole tutup sementara diperpanjang hingga tanggal 29 Juni 2021 ya," tulisnya. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @rzk.da )
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, pernah nggak lo mikir kalau di tengah hiruk-pikuk Jakarta ada satu spot yang nggak cuma sunyi tapi juga penuh cerita perjuangan bangsa? Yup, TPU Karet Bivak, yang awalnya cuma kebun karet milik seorang keturunan Tionghoa, Tan Tieng Sien, sekarang jadi rumah terakhir banyak tokoh penting Indonesia. Bayangin deh, tanah seluas 16,2 hektar ini nyimpen ribuan kisah, dari pejuang kemerdekaan sampe seniman legendaris yang kontribusinya bikin Indonesia kayak sekarang.
1. Dari Kebun Karet ke Makam Legendaris
Awalnya, bro-sis, area ini tuh cuma hamparan kebun karet yang rindang. Tapi zaman berubah, dan di awal abad 20, lahan ini bertransformasi jadi pemakaman umum yang sekarang dikenal sebagai TPU Karet Bivak. Nggak cuma luasnya yang bikin melongo—sekitar 48 ribu makam ada di sini—tapi juga kisah di balik nama-nama yang dimakamkan. Lo bakal ngerasa kayak lagi baca buku sejarah terbuka, tapi dalam bentuk nyata.
2. Peristirahatan Para Pahlawan Kemerdekaan
View this post on Instagram
A post shared by Jakarta Walking Tour (@jktgoodguide)
Di sini, lo bisa nemuin makam Fatmawati, Ibu Negara pertama RI yang menjahit bendera pusaka Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945. Ada juga Mohammad Husni Thamrin, tokoh Betawi yang lantang melawan penjajahan Belanda, serta Chairul Saleh, pejuang revolusi yang perannya nggak kecil di masa awal kemerdekaan. Jalan di TPU ini tuh kayak lorong waktu yang bikin lo nyadar, kemerdekaan yang kita nikmati sekarang itu ada harga yang dibayar mahal sama mereka.
[Baca juga : "17an Anti Mainstream Di TPU Tanah Kusir, Ziarah, Nostalgia, Dan Ngisi Spirit Kemerdekaan"]
3. Napak Tilas & Penghormatan
Ziarah ke TPU Karet Bivak bukan cuma soal doa, tapi juga kesempatan buat lo ngerasain getaran perjuangan yang pernah berkobar di hati para pahlawan. Setiap batu nisan jadi saksi bisu perjuangan yang nggak lekang dimakan waktu. Di momen kayak Hari Kemerdekaan atau Hari Pahlawan, suasana di sini terasa beda—lebih hangat, lebih haru, kayak ada bisikan sejarah yang ngajak kita buat nggak lupa sama pengorbanan mereka.
Jadi, bro-sis traveler, TPU Karet Bivak bukan cuma tumpukan batu nisan di tengah kota, tapi monumen hidup yang menyimpan jejak perjuangan. Napak tilas ke sini adalah cara kita buat mengingat, menghargai, dan menjaga semangat para pahlawan kemerdekaan. Mereka udah kasih segalanya buat kita, sekarang giliran kita yang rawat memori itu. Jadi kalau lo lagi main di Jakarta, sempetin mampir, resapi sejarahnya, dan bawa pulang rasa bangga jadi bagian dari negeri ini. (Sumber Foto @fitri_nurvita12)
...moreTripTrus.Com - Usai sudah PAS (Penilaian Akhir Semester). Para pelajar telah menerima rapor (laporan nilai akhir semester) dengan perasaan beragam. Ada yang pasrah dan sedih. Banyak pula pelajar yang senang karena mendapatkan nilai akademik rapor yang baik. Kini mereka memasuki masa liburan sekolah semester ganjil. Beberapa pelajar berencana berlibur ke luar kota bersama teman-temannya ataupun dengan keluarga.
Liburan merupakan waktu yang paling dinantikan pelajar walaupun untuk liburan banyak hal yang bisa dilakukan dari mulai yang sederhana hingga liburan yang menggunakan biaya mahal. Baik liburan dalam kota ataupun luar kota. Liburan di dalam negeri ataupun ke luar negeri.
Berikut ini ada 10 manfaat dan pentingnya liburan bagi para pelajar :
1. Menyegarkan tubuh, jiwa dan pikiran
Mengisi liburan membuat tubuh, jiwa dan pikiran pelajar diharapkan kembali segar setelah jenuh melakukan aktivitas dan rutinitas selama sekitar satu semester berkutat dengan kegiatan belajar yang padat dan melelahkan.
2. Bertemu dengan teman baru
Tidak sedikit para pelajar yang memperoleh teman baru selama kegiatan liburan berlangsung.
3. Membangkitkan semangat baru
Liburan dapat mengembalikan mood pelajar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, sehingga memiliki semangat baru untuk meraih prestasi akademik pada semester mendatang.
#liburanmurah #liburansekolah #belajardialam
A post shared by lembah pasir sumbul park (@pineglamping) onJun 19, 2018 at 6:22pm PDT
4. Menikmati waktu berkualitas dengan sahabat dan keluarga tercinta
[Baca juga : Ini Yang Perlu Dilakukan Di Minggu Pertama Setelah Menikah]
5. Mengagumi ciptaan Allah
Liburan menjadi ajang untuk mengagumi alam semesta ciptaan Allah.
6. Hidup relatif labih lama
Suatu penelitian menyebutkan bahwa orang yang mengisi waktu dengan liburan memiliki peningkatan signifikan dalam penurunan serangan jantung.
7. Menjaga sel otak
Hasil penelitian melaporkan bahwa ada hubungan positif antara liburan dengan fungsi intelektual (sel otak). Hal ini sangat bermanfaat buat pelajar.
8. Meningkatkan kepuasan hidup
Hasil penelitian lain mengungkapkan bahwa ada suatu peningkatan dalam kepuasan hidup setelah liburan
9. Menurunkan ketegangan
Latepost.....keseruan pagi ini #ancolbeachcitymall #jalan2 #mainairlaut #edisiliburanlebaran #liburansekolah #pantaiancol
A post shared by irfan safwan (@irfan.safw4n) onJun 19, 2018 at 10:53am PDT
Penelitian menemukan bahwa perasaan tertekan menurun signifikan setelah liburan. Pelajar tidak mengalami stres usai menjalani liburan sekolah.
10. Memperbaiki hubungan persahabatan dan keluarga
Liburan ternyata dapat memperbaiki hubungan persahabatan dan keluarga menjadi lebih harmonis. Hubungan pelajar dengan teman-temannya dan keluarga kian terjalin dengan baik usai liburan bersama mereka.
Demikian 10 manfaat dan pentingnya liburan bagi pelajar. Mengisi kegiatan liburan bersama teman-teman ataupun keluarga bisa menjadikan para pelajar memiliki semangat baru menyongsong kegiatan belajar, sehingga diharapkan para pelajar mencapai prestasi akademik secara optimal. Selamat liburan! (Sumber: Artikel bernas.id, Foto freepik.com)
...moreSelain dikenal dengan objek wisata jam gadang, Sumatera Barat juga ternyata memiliki satu destinasi eko-wisata yakni Pusat Konservasi Penyu di Kota Pariaman. Di sini, kita dapat melihat bagaimana penyu-penyu yang hidup di kawasan Pariaman dipelihara dalam sebuah penangkaran.
Untuk bisa menuju pusat konservasi yang terletak di Jalan Syeh Abdul Arif, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, tidaklah begitu sulit. Dari Pusat Kota Pariaman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai ke destinasi ini.
Begitu sampai di pusat konservasi ini, aneka jenis tukik seperti menyambut keberadaan kita. Ada beberapa jenis tukik yang bisa kita lihat di sini seperti penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Setelah melewati masa penangkaran, sebagian besar tukik-tukik tersebut kemudian dilepaskan ke laut.
Untuk dapat lebih dekat dan bahkan ingin menyentuh tukik-tukik ini, UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi pengunjung seperti, ruang inkubasi peneluran penyu, hacthery, dan ruang karantina. Pengelola juga menyediakan ruang informasi untuk pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai tukik-tukik yang ada di pusat konservasi ini.
Selain berfungsi sebagai pusat konservasi, saat ini UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman juga menjadi salah satu objek eko-wisata. Tidak hanya wisatawan dari Pariaman dan Padang pada umumnya, namun wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi wisata ini sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi ketika berada di Pariaman.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Nah, di Sungai Musi ada tradisi lomba perahu yang keren banget, namanya perahu bidar. Biasanya sih lomba ini digelar tiap tahun buat ngerayain Hari Jadi Kota Palembang pada 17 Juni dan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Sayangnya, tahun 2020 nggak ada lomba ini gara-gara pandemi COVID-19.
View this post on Instagram
A post shared by Muhammad Naufal (@mnaufallf)
Lomba perahu bidar di Sungai Musi ini ternyata udah lama banget, lho. Katanya sih, pertama kali diadain pas ulang tahun Ratu Wilhelmina dari Belanda pada tahun 1898 di Palembang, Sumatera Selatan. Sejak itu, lomba ini rutin diadain buat ngerayain Hari Jadi Kota Palembang dan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bidar itu artinya "perahu perang". Bentuknya tuh kayak perahu pencalang yang panjang tapi nggak ada tutupnya. Pencalang itu dalam bahasa Melayu artinya cepat melaju atau cepat pergi. Sejarawan bilang, perahu pencalang ini dipake prajurit di zaman Kedatuan Sriwijaya atau Kerajaan Palembang buat perang, abis turun dari kapal utama mereka.
Perahu bidar biasanya dibuat dari kayu, biasanya dari pohon rengas. Ada beberapa jenis perahu bidar, kayak Bidar Kecik (mini) yang pendayungnya 5-11 orang, Bidar Pecalangan sekitar 35 pendayung, dan Bidar Besak (besar) yang bisa angkut 57-58 pendayung. Perahu Bidar Besak itu panjangnya sekitar 26 meter, lebar 1,37 meter, dan tinggi 70 sentimeter di bagian tengahnya.
[Baca juga : "7 Summits Of Java"]
Terlepas dari sejarahnya yang panjang, tradisi perahu bidar ini selalu dinantikan masyarakat Palembang tiap tahun. Ada kampung namanya Kampung Keramasan, di Sungai Keramasan, anak Sungai Musi. Dari dulu, Keramasan terkenal menghasilkan pendayung-pendayung handal yang sering disewa sama pemerintah, organisasi, atau perusahaan buat ikut lomba perahu bidar.
Selain Kampung Keramasan, ada juga Kampung Kertapati dan 1 Ulu di tepi Sungai Ogan, juga anak Sungai Musi, yang menghasilkan pendayung perahu bidar hebat. Banyak atlet dayung Sumatera Selatan yang lahir dari masyarakat kampung-kampung ini yang punya tradisi kuat di bidang ini.
Pendayung-pendayung ini lahir secara alami, nggak ada pendidikan khusus. Mereka cuma dapet pelatihan dari pendayung sebelumnya. Tradisi turun-temurun ini bikin mereka jadi pendayung yang andal. (Sumber Foto palembang.go.id)
...moreTRIPTRUS - Danau Habema memang bisa dikatakan sebagai danau di atas. Walapun lokasinya di kaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua, danau ini merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Terletak di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, oleh Masyarakat Dani, penduduk Jayawijaya, danau itu dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan. Untuk mencapai Danau Habema, yang dalam bahasa setempat bernama Yuginopa berada di zona inti Taman Nasional Lorenz, Papua. Area Habema mempunyai luas kurang lebih sekitar 224,35 hektar dengan keliling 9.79 kilometer Nama Habema diambil dari seorang perwira Belanda yang bernama Letnan D Habema, yang mengawal ekspedisi HA Lorentz untuk mencapai puncak Ettiakup (sebutan masyarakat lokal untuk Gunung Trikora) pada tahun 1909. Pada masa pemerintahan Belanda, Gunung Trikora dikenal dengan nama Wilhelminatop. Baru pada 1963 namanya berubah menjadi Trikora (Tri Komando Rakyat) setelah perintah Presiden pertama Indonesia, Soekarno, untuk merebut Papua Barat. Dahulu, puncak Gunung Trikora dan sekitar Danau Habema dihiasi dengan salju. Tapi beberapa tahun terakhir, salju di Trikora menipis dan Habema juga tidak pernah lagi dihiasi salju di sekitarnya. Tetapi Danau Habema masih punya banyak keindahan lain yang bisa dinikmati. Mulai dari bentang pemandangan padang rumput yang terlihat sejauh mata memandang, embun di ujung dedaunan dan rerumputan, lalu air danau yang tenang, serta masih banyak lagi. Banyak pendaki Pegunungan Jayawijaya dan Cartenz mampir di danau ini sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak tujuan mereka. Dari kota Wamena, Danau ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jalur menuju Habema pun juga jadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan off-road. Jalan berliku yang sempit dan diapit oleh hutan jadi tantangan tersendiri bagi orang-orang penggemar olahraga pemacu adrenalin itu. Film Denias, Senandung di Atas Awan juga menggunakan indahnya Danau Habema sebagai salah satu lokasi syuting. Para penggemar kegiatan birdwatching juga pasti tidak akan menyesal datang ke Danau Habema. Area di sekitar Danau Habema adalah habitat bagi puluhan spesies burung endemik dan tentu saja burung kebanggaan sekaligus maskot Provinsi Papua, Burung Cenderawasih. Selain birdwatching, di sekitar Danau Habema kabarnya juga bisa ditemui anggrek hitam yang teramat sangat langka. Jika ingin mengunjungi Danau Habema, setelah mencapai gerbang checkpoint, berupa sebuah bangunan gardu sederhana, harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam lagi dengan melewati tanah yang penuh dengan lumpur, lumut dan kubangan air. Dan, jangan lupa mengenakan pakaian yang bisa melindungi dari udara dingin, karena suhu di sekitar Danau Habema rata-rata mencapai 7-8 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai 4 derajat celcius. Brrrr!!
...moreTripTrus.Com - Seperti kembali ke masa lalu!
Setiap kota di Indonesia, tentu memiliki sejarah tersendiri. Kisah-kisah kuno dan historis dari tiap kota bisa dilihat dari bangunan tua di masing-masing daerah. Hebatnya, Indonesia memiliki banyak lokasi dengan nuansa oldies, retro dan vintage.
Kerennya lagi, kota tua di Indonesia cukup banyak. Bagi kamu yang tertarik mengunjungi kota tua di Indonesia, 14 area ini bisa menjadi referensi untuk sesi liburan berikutnya.
1. Kota Tua Bandung
View this post on Instagram
This Uzbek lady is just can’t moving on from Bandung. πΊπΏπ²π¨ #uzbekinindonesia #uzbekindo #uzbekistan
A post shared by Flavia Domitilla Walma Jelena (@walmajelena) onJan 4, 2019 at 7:05pm PST
Bandung adalah salah satu kota yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan. Jika ingin berburu nuansa vintage di Bandung, langsung saja menuju Jl. Asia Afrika dan Braga. Banyak bangunan dengan gaya artdeco yang kokoh dan menjadi ciri dari bangunan tua.
Atmosfer retro juga dipertahankan, menjadikan wisata belanja dan wisata kuliner ini lebih menyenangkan untuk dikunjungi. Dijamin, rasanya seperti back to old times.
2. Kota Tua Jakarta
View this post on Instagram
Ada rindu yang selalu jatuh" di terik matahari yang lupa berteduh.. #kotatuajakarta
A post shared by bodim_widiatmoko (@bodimajja01) onJan 6, 2019 at 7:54am PST
Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia yang tentu saja ada banyak sejarah di dalamnya. Sisa-sisa Batavia bisa dilihat dengan jelas di beberapa bangunan antik tua, namun tetap indah seperti Jembatan Kota Intan, Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahilah yang kini semakin eksotis setelah mendapat sentuhan perbaikan.
Semuanya itu memiliki keunikan tersendiri dan menjadi magnet bagi wisatawan domestik serta mancanegara. Daerah ini juga menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Jakarta bagi mereka yang tertarik melihat nuansa oldies dan retro.
3. Kota Tua Kediri
View this post on Instagram
Pecinan Kediri Tipikal kawasan Pecinan di Kediri hampir sama dengan Pecinan di kota lain di Indonesia. Sebuah klenteng yang didominasi warna merah, kuning, dan hijau dibangun di dekat sungai untuk beribadah. Adalah Klenteng Tjoe Hwie Kiong nama dari klenteng tersebut. Klenteng ini sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Selain itu di sekitar klenteng berjajar rumah warga keturunan yang kebanyakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal namun juga sebagai toko untuk mencari nafkah. Kegigihan, keuletan, dan sifat pantang menyerah mereka dalam berdagang yang membuat usaha mereka bertahan puluhan tahun. Berbeda dengan kawasan Pecinan lainnya yang satu wilayah dengan pasar besar, Pecinan Kediri ini tidak terletak satu wilayah dengan pasar. Pasar terdekat dengan kawasan Pecinan ini dipisahkan oleh Sungai Brantas. Menyusuri kawasan Pecinan itu seperti sedang menyusuri kota tua. Warga keturunan cenderung mempertahankan model rumah mereka yang lawas. Di kawasan Pecinan Kediri ini, meski bangunan modern juga sudah dibangun, rumah-rumah gaya kolonial hindis/ Indische yang ditandai dengan pilar besar dan kokoh di depan rumah beserta tiga pintu dengan masing-masing memiliki dua daun pintu masih bisa ditemui. Pintu bergaya China Hindia yang terdiri dari dua lapis pintu dengan salah satu pintu lebih rendah juga masih ada. Sayangnya di beberapa toko rumah yang sudah tidak dipakai sudah "dihiasi" vandalisme π₯ Kediri City Tour di sepanjang kawasan Pecinan Kediri merupakan potensi wisata yang bagus. Kita tidak hanya jalan-jalan melepas penat tapi juga sambil belajar sejarah dan budaya. Kita juga bisa menikmati kuliner khas Kediri yang dijual di sepanjang kawasan Pecinan. Ah, satu paket lengkap!
A post shared by Dian Pratiwi (@deeduniaku) onDec 15, 2017 at 8:23am PST
Kamu bisa menelusuri Jl. Doho di Kediri untuk merasakan salah satu nuansa kota tua di Indonesia. Meskipun banyak bangunan telah dimodernisasi, namun di sini kamu masih bisa merasakan suasana tua.
4. Kota Tua Mataram
View this post on Instagram
harus tetap di lestarikan.. #kotatuaampenan #rodaduasampetua
A post shared by Mr.Chan'd (@mr.jadoel) onApr 25, 2018 at 4:34am PDT
Daerah Ampenan di Mataram begitu kentara dengan sentuhan Eropa masa lalu. Di sini kamu disuguhkan dengan banyak bangunan kokoh bernuansa oldies yang menghiasi area ini. Gak sedikit warga yang menjadikan salah satu kawasan kota tua di Indonesia ini sebagai latar belakang foto prewedding.
5. Kota Tua Medan
View this post on Instagram
I remember it now it takes me back to when it all first started But I've only got myself to blame for it, and I accept it now It's time to let it go, go out and start again • KODALINE~high hopes • Taken byπΈ: @uchiwooland14 • #latepost#kodaline#highhopes#lyrics#song#oldbuilding#history#stylehijab#style#adidas#instagram#instagood#instatravel#me#holiday#photography#photooftheday#like4like#building#kotamedan#medan#shotoniphone#kotatua#kotatuamedan#iphone#iphoneography#ootdhijab
A post shared by Evi O'Donoghue (@evi_odonoghue) onJul 31, 2018 at 2:53am PDT
Medan juga memiliki banyak bangunan tua yang indah dan menakjubkan, khususnya di daerah Kesawan. Sebut saja gedung London Sumatra yang dibangun sejak tahun 1906. Diberi nama demikian, karena mirip bangunan Belanda tetapi berada di Sumatera.
London Sumatra menjadi gedung 5 lantai pertama yang memiliki lift pada saat itu. Sampai sekarang, gedung ini telah menjadi perkantoran dan dengan perubahan nama menjadi PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra.
Selain itu, di daerah Kesawan juga ada kesan kota tua lainnya, yaitu sebuah rumah dari Chong A Fie, yang merupakan seorang pengusaha Cina di masa lalu.
6. Kota Tua Padang
View this post on Instagram
#Pekanbaruprewedding #pkuphoto #prewedding #wedding #weddingdress #bride#photo #beauty #photowedding #weddingdestination #bridestory#idenikah #weddingpekanbaru #pekanbaru #kotatuapadang #prowedclub #photovisionprints#profilmlab #PNwedding #heckyeahpresets#belovedstories #moodchemical #lookslikefilm#weddinginspiration #liveauthentic #artofvisuals#thebridestory #photobugcommunity#junebugweddings #wildelopements
A post shared by Andha Serenade (@andhaserenade) onMar 8, 2018 at 2:28am PST
Penduduk setempat menyebut salah satu daerah perkotaan tua di Indonesia ini dengan sebutan Padang Lama. Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sini, mulai dari gedung kolonial tua hingga kafe dengan nuansa retro yang legendaris. Mengunjungi kawasan ini dijamin memberi kesan mendalam tentang masa lalu.
7. Kota Tua Palembang
View this post on Instagram
Kampung Arab Al -Munawar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.kampung yang didirikan 300 tahun yang lalu oleh pedagang asal Yaman, Almunawar. Kampung ini sudah setahun dibuka sebagai destinasi wisata sejarah oleh pemerintah provinsi sumatera selatan. Terdapat 8 bangunan bersejarah yang berusia 200-300 tahun. #almunawar #kampung #kampungarab #kampungarabalmunawar #kampungarabpalembang #wisatasejarah #wisataislami #wisataziarah #kotatua #kotatuapalembang #kotapalembang #wisatakotapalembang #budayaarab #arabicculture #traveltopalembang #triptopalembang #palembangtourism #wisatapalembang #jalanjalan #trip #travel #wisata #jalanjalankepalembang #liburan
A post shared by ignatius ferry (@tourismvaganza) onSep 2, 2017 at 1:57am PDT
Di kota tertua Indonesia yang berdiri sejak 682 masehi, yaitu Palembang, memiliki ratusan bangunan tua, bersejarah dan ikonik. Ingin menikmati momen masa lalu di Palembang? Langsung saja ke daerah Sekanak atau menelusuri setiap bangunan di Jl. Jenderal Sudirman sampai Jembatan Ampera.
[Baca juga : "Cagar Budaya Tangerang Mendunia"]
8. Kota Tua Salatiga
View this post on Instagram
Kota Salatiga Heritage #heritage #kotasalatiga #salatigahitz #salatigakeren #salatigacity #heritagebuilding #instagram #instagood #instasalatiga #instaplace #instaday #instasalatiga #visitsatiga #wisatasejarahkotasalatiga #salatigaheritage
A post shared by Deny A Prasetyo (@densprast) onSep 23, 2016 at 6:45am PDT
Salatiga adalah kota di antara Semarang dan Solo. Gak seperti Semarang yang panas, Salatiga cenderung sejuk karena dekat dengan Gunung Merbabu. Salatiga sendiri adalah salah satu kota dengan gelar penuh sejarah dan tua di Indonesia yang terus dilestarikan, terbukti dengan keberadaan bangunan kuno yang masih ada.
Di antaranya ada gereja tua bernama Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang masih berdiri kokoh dengan arsitektur bergaya Belanda yang kental. Dan dari GPIB ke arah Jl. Diponegoro, nuansa oldies dan retro sangat terasa. Bahkan, beberapa bangunan tua di Salatiga masih difungsikan hingga kini untuk perkantoran atau tempat wisata.
9. Kota Tua Semarang
View this post on Instagram
Karena SUKSES itu AKIBAT bukan TUJUAN ππ . . #aslisemarang #semarang #kotalamasemarang #pesonajawatengah #wisatasemarang
A post shared by YES OR NO (@arif_mahfut) onDec 27, 2018 at 3:28am PST
Bangunan terkenal di kota tua Semarang adalah Gereja Blenduk, yaitu gereja dengan kubah bundar seperti masjid dan Lawang Sewu dengan susunannya yang antik serta sangat memanjakan mata. Kota yang kaya akan wisata sejarah ini memang bisa membuat siapa saja terpukau dengan serangkaian bangunan tuanya.
Selain itu, banyak bangunan antik yang tersebar di kawasan Kota Tua Semarang yang fungsinya masih dipertahankan. Kafe dengan nuansa vintage juga tersebar di sejumlah lokasi, menambahkan keunikan tersendiri untuk classic feel di kota Semarang.
10. Kota Tua Singkawang
View this post on Instagram
“Parade” Perayaan Cap Go Meh dikota Singkawang menghadirkan parade atraksi tatung mengelilingi kota sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi. yok Ikutan : @harivo_santoso @lukmanhakum15051991 @reza_novriandi Lomba foto Wow Singkawang : @wow.singkawang @asiaworksid #wowdaysingkawang #20anniversary #merangkulkemangusiaan #asiaworksjakarta #asiaworksindonesia #singkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawangcity #singkawangheritage
A post shared by Teguh Yanu Priyatna (@priyatna_teguh) onOct 30, 2018 at 11:35pm PDT
Salah satu daerah perkotaan tua di Indonesia yang menawarkan nuansa sedikit berbeda adalah di Singkawang, tepatnya di daerah Pasar Hong Kong di pusat kota. Bangunan perbelanjaan yang ada saat ini identik dengan nuansa Tiongkok di masa lalu.
Beberapa tempat ikonik lainnya adalah Kuil Tri Dharma Bumi Raya yang terletak di pusat kota dan rumah tua keluarga Tjhia, yang menunjukkan nuansa vintage gaya Cina.
11. Kota Tua Solo
View this post on Instagram
Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berperan sebagai pusat kedaton yang baru setelah runtuhnya Kasultanan Mataram Kartasura pada masa SISKS Pakubuwono II. Dibangun pada tahun 1745 dengan daerah kekuasaan dari sisa wilayah mataram kartasura. Pada tahun 1755 terjadi perjanjian giyanti yang menandai pembagian wilayah antara Surakarta dan Ngayogyakarta. Dan merupakan tahun dimana berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Lokasi: kori kamandungan lor, kompleks keraton kasunanan. @wisata_solo @soloinfo @surakarta.hitz_ @jelajahsolo #wisatasolo #keratonsolo #sejarahsolo #royalsurakartaheritage #wisatasejarahsolo #kotatuasolo #jelajahsolo #surakarta Nb: mohon koreksi jika ada kesalahan
A post shared by Rikho Ade Mahendra (@rmmahendra) onDec 30, 2018 at 10:51pm PST
Selain Semarang dan Yogyakarta, ada juga Solo, kota kecil yang juga memiliki daya tarik wisata tersendiri. Di kota ini ada banyak bangunan tua yang memanjakan mata dan untuk hunting foto keren.
Yang paling populer dan banyak dibicarakan adalah Omah Lowo. Selain itu, istana-istana dan benteng di kota ini masih sangat menawan.
12. Kota Tua Surabaya
View this post on Instagram
Choose happy ππ #kotatuasurabaya#exploresurabaya#surabayakotapahlawan#exploreindonesia
A post shared by Hyedvi Rahma Fitroh (@hyedvirahma) onOct 10, 2018 at 1:44am PDT
Surabaya, ibu kota Jawa Timur adalah salah satu kota tertua di Indonesia. Banyak bangunan yang masih terawat dalam keindahannya untuk menyimpan sejarah yang tersimpan di dalamnya. Gak sedikit bangunan tua di Surabaya yang masih digunakan untuk hotel, kantor atau bahkan museum.
Ada beberapa tempat yang oldies, retro dan vintage. Namun, nuansa kota tua akan sangat terasa ketika mengunjungi kawasan Jembatan Merah dan Tugu Pahlawan. Mulai dari gedung-gedung yang bertebaran di kiri dan kanan jalan menuju rumah-rumah warga, semuanya masih menjadi ciri bangunan tua yang kokoh dengan interior tempo dulu.
Pemerintah kota Surabaya juga benar-benar melindungi warisan budaya ini dan bahkan memperindahnya, membuat area ini jadi tambah instagramable.
13. Kota Tua Tegal
View this post on Instagram
Kalian tidak tahu banyak rahasia yang persiapan disini... #kotatuategal
A post shared by edo saputra (@ode.artupas) onJul 9, 2016 at 3:40am PDT
Di kota ini ada banyak sekali bangunan tua yang bisa dijadikan objek wisata di masa sekarang. Ikon kota ini adalah menara air yang berasal dari bangunan tua. Selain menara air, Tegal memiliki banyak bangunan tua yang masih berfungsi hingga saat ini. Salah satunya adalah Pangkalan TNI AL Tegal.
14. Kota Tua Yogyakarta
View this post on Instagram
Titik Nol Kilometer tempat dimulainya segala kisah tentang Jogja. Di persimpangan ini bisa melihat Jogja secara utuh. Jogja yang semrawut namun syahdu, Jogja yang modern namun tetap mempertahanan lokalitas, Jogja yang mencipta kelu juga rindu.. ππ
πππ€ #Latepost #Arquitectura #Architecture #Arsitektur #ArchitectureArtDeco #ArtDeco #ArsitekturKolonial #Herritage #HindiaBelanda #Eropa #BangunanLondo #GedungBankBNIYogyakarta #MonumenSeranganSatuMaret #Prapatan #TitikNolKM #TitikNolKilometerYogyakarta #KotaTuaYogyakarta #Yogyakarta #DaerahIstimewaYogyakarta #DIY #Indonesia
A post shared by Thoriq Septiawan K Oyiiex (@thoriqseptiawan_k.oyiiex) onDec 25, 2017 at 7:44pm PST
emua setuju bahwa Yogyakarta adalah kota yang sangat kental dengan sejarah dan berbagai tradisi yang membuatnya rindu. Dari pusat kota, tepatnya di Jl. Jendral Sudirman sampai titik KM 0 Yogyakarta, ada banyak bangunan bersejarah dengan nuansa oldies dan vintage yang berpadu antara gaya Jawa kuno dan gaya Eropa.
Di antaranya, adalah Bank BNI, Gedung Agung, Gedung Bank Indonesia dan Kantor POS. Sementara di daerah Kota Gede, ada bangunan bergaya vintage yang masih terawat keasliannya, lho!
Atur jadwal untuk ke kota-kota tua di atas dan bawa pulang oleh-oleh khas daerahnya serta jangan lupa untuk berfoto! (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...more