shop-triptrus



Gaung Festival Pesona Takabonarate 2017 Angkat Wisata Bahari Selayar

Triptrus.Com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sebentar lagi punya gawean besar. Kepulauan yang ada di Sulawesi Selatan itu bersiap menggelar kegiatan Festival Pesona Takabonerate 2017 yang akan berlangsung pada 23 hingga 27 Oktober 2017 mendatang. Seperti kesuksesan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, Festival Pesona Takabonerate yang ke-9 ini diharapkan dapat menjadi daya tarik maksimal sekaligus mendatangkan banyak wisatawan ke daerah yang dikenal dengan keindahan wisata baharinya itu. "Meski acaranya di bulan Oktober, tapi kita akan melakukan peluncuran festival dalam waktu dekat ini. Berbarengan dengan Hari Jadi Kabupaten Selayar bulan September ini, kami memiliki unggulan di wisata bahari, pantai-pantai kami sangat indah, festival ini harus mengangkat pesona wisata bahari kami," ujar Bupati Kepulauan Selayar Muh Basli Ali. Berbagai kegiatan dan acara menarik telah dipersiapkan guna menarik minat lebih banyak lagi wisatawan ke daerah yang dikenal dengan Taman Nasional Takabonerate itu. Diantaranya lomba atraksi bahari seperti balap sampan, besak hias, renang massal serta lomba jolloro hias. "Yang menarik juga tidak ketinggalan lomba tarik tambang di atas kapal," ujar Bupati Basli Ali.Berbagai acara seru lainnya juga dapat dinikmati masyarakat serta wisatawan. Seperti wisata kuliner seafood, lomba wisata pantai Tinabo, snorkling, transplantasi karang, pelepasan tukik dan acara penanaman bibit pohon yang mengangkat tema "Sebuah Nama Untuk Sejuta Pohon". "Melalui kegiatan ini kami sekaligus ingin mengajak keterlibatan langsung masyarakat dan wisatawan dalam pelestarian alam di Takabonerate," ujar bupati. Selain itu juga akan diisi pementasan seni suku Bajo dan permainan rakyat yang dipusatkan di Benteng Kepulauan Selayar. Ada juga atraksi seni tari dan musik, under water exhibition (eksibisi bawah laut) dan jelajah pulau Suku Bajo. Lebih lanjut Basli Ali mengatakan, pariwisata memang menjadi salah satu sektor yang tengah diperhatikan Pemkab Kepulauan Selayar. Hal ini tidak lepas dari ragam potensi yang dimiliki salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan ini. Bahkan ia mengatakan telah mempersiapkan 50 kegiatan pariwisata di tahun 2018. Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas rencana festival di Takabonerate itu. Wisata bahari dengan sentuhan budaya atau culture akan membuat Kepulauan Selayar semakin populer di negeri ini. "Selamat berfestival! Salam Pesona Indonesia!," ujar Arief Yahya. Ia mengatakan, penyelenggaraan festival merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebuah event, ujar Menpar Arief Yahya, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan. Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan. “Tidak kalah pentingnya sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata Arief Yahya. Karena itu Menpar yakin "Festival Pesona Takabonerate" dan deretan kegiatan pariwisata lainnya akan menjadi salah satu ikon yang bisa mencitrakan Kepulauan Selayar sebagai destinasi pariwiasta berkualitas sehingga makin menarik kedatangan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. (Sumber: Artikel indopos.co.id Foto indonesia-tourism.com)
...more

Suku Polahi Tidak Lagi Menutup Diri

TRIPTRUS - Di belantara hutan Gunung Boliyohuto, terdapat sekelompok orang yang hidup terpisah dengan masyarakat di kaki gunung itu. Mereka dijuluki sebagai Suku Polahi. Kabarnya, anggota Suku Polahi dahulu adalah pelarian dari Belanda yang menjajah Gorontalo di abad ke-17. Meski sudah ratusan tahun berlalu, tetapi mereka tetap tidak mau meninggalkan hutan. Suku Polahi pun menutup dirinya dari dunia luar. Mereka hidup berpindah-pindah di dalam hutan. Namun kini Suku Polahi berada di daerah Paguyaman, Suwawa, dan Sumalata di Gorontalo. Karena hidup di hutan, Suku Polahi pun hidup dari apa yang dihasilkan hutan. Untuk itu, mereka hidup berpindah-pindah mencari lokasi tanah untuk bercocok tanam dan sumber air yang mudah dijangkau. Hutan belantara pun sudah seperti halaman depan rumah mereka. Pemerintah Gorontalo pernah mencoba memberikan rumah untuk merelokasi suku Polahi. Sembilan rumah layak huni (Mahayani) yang dibangun di Desa Bina Jaya untuk ditempati kini malah terbengkalai karena menurut suku Polahi rumah itu tidak nyaman untuk dihuni. Semua yang ada di hutan digunakan oleh suku Polahi untuk mendukung kehidupan mereka. Mereka bahkan tidak memercayai obat-obatan dari dokter, dan lebih memilih ramuan dari tumbuhan yang ada di hutan. Namun, sebagian kelompok suku Polahi mulai membuka diri mereka kepada dunia luar. Akibat maraknya pertambangan liar dan pencari rotan, para penambang dan pencari rotan yang beristirahat di hutan bisa menumpang menginap di rumah suku Polahi. Sebagian suku Polahi juga mulai bercocok tanam dan memperdagangkan hasil kebun mereka setiap kali hari pasar. Para petambang juga yang mulai mengenalkan nilai uang kepada suku Polahi, dengan mempekerjakan mereka sebagai buruh angkut. Dengan uang yang diperoleh sebagai buruh angkut, suku Polahi bisa membeli makanan dan tidak hanya makanan yang dihasilkan oleh hutan. Suku Polahi yang dahulu dikenal tidak mengenakan busana, mulai mengenakan pakaian, bahkan kini beberapa orang telah memiliki telepon seluler. Satu tradisi unik suku Polahi adalah mereka bisa menikah dengan anggota keluarga sendiri. Misalnya seorang anak laki-laki bisa saja menikahi adiknya, ataupun ibunya sendiri. Menurut mereka, tindakan inses itu adalah sesuatu yang wajar karena mereka hidup terisolir sehingga tidak banyak orang yang ada di suku mereka. Suku Polahi juga tidak memiliki agama tertentu. Mereka hanya mengenal alam dan percaya kepada alam. Meski hidup dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan di dalam hutan, suku Polahi enggan tinggal dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, ada sebagian kecil anggota suku Polahi yang hidup dengan berbaur dengan masyarakat. Sementara, yang lainnya tetap memilih berada di hutan karena nenek moyang mereka memperingati agar jangan pernah ada suku Polahi yang meninggalkan hutan, agar mereka tidak ditimpa bencana. Photos & Sources taken from: Kompas.com, Indopos.co.id, Tribunnews.com
...more

Pesona Kelembutan Pasir Putih Pantai Bandengan

Selain dikenal sebagai kota ukiran, Jepara juga dikenal dengan wisata pantainya. Ada beberapa pantai indah nan eksotis di kota kelahiran R.A. Kartini ini. Salah satunya adalah Pantai Bandengan yang memiliki pesona pasir putih yang lembut. Pantai Bandengan berada dekat dengan pusat Kota Jepara. Diperlukan sekitar 30 menit dari pusat kota untuk bisa merasakan nikmatnya suasana Pantai Bandengan. Hembusan angin pantai yang sejuk, mendengar suara deburan ombak, dan memandang laut lepas yang indah merupakan pesona yang bisa Anda dapatkan di sini. Putihnya pasir dengan teksturnya yang lembut membuat Anda betah berlama-lama bermain dengan hamparan pasir di pantai yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara.Selain menikmati pemandangan pantai, Anda dapat pula mencoba olahraga air seperti jetski. Kapal karet yang biasa digunakan untuk berarum jeram di sungai juga dapat Anda coba untuk bersenang-senang menikmati arus ombak di pantai ini. Keasyikan bermain perahu karet di laut lepas dengan deburan ombak yang menghantam perahu akan memberikan kesenangan yang berbeda ketika Anda menghabiskan waktu di Pantai Bandengan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Tips Menjadi Tour Guide Handal

TripTrus.Com - Menjadi tour guide tidaklah mudah. Seperti yang termuat dalam artikel cara menjadi tour guide, ada banyak sekali faktor yang harus diperhatikan ketika ingin menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata. Namun, mengetahui hal dasar saja tidak akan membuat karir Anda berkembang pesat. Oleh karenanya, di bawah ini kami akan menyajikan beberapa tips menjadi tour guide yang handal agar Anda selalu dicintai oleh wisatawan yang Anda dampingi dan tentu dapat membangun citra positif Anda sebagai pemandu wisata. Tips Menjadi Tour Guide Handal Tips yang akan disajikan dibawah terbagi menjadi 4 bagian, yaitu tips mengenai pengetahuan seorang pemandu wisata, penampilan, kesehatan dan perilaku. 1. Pengetahuan Seorang pemandu wisata harus cerdas. Tidak hanya dapat menghapal kelebihan-kelebihan suatu destinasi wisata, tapi lebih dari itu, seorang pemandu wisata harus bisa merangkai kata agar menarik minat wisatawan untuk mendengarkan. Keterampilan merangkai kata ini tentu membutuhkan banyak pengetahuan. Berikut beberapa tipsnya. Seperti yang telah di muat dalam tulisan cara menjadi tour guide, penguasaan terhadap informasi dari destinasi tempat kita memandu wisatawan adalah mutlak. Informasi yang dimaksud di sini bukan hanya seputar letak obyek wisata dan toko cinderamata saja, tapi harus lebih lengkap lagi, seperti Jalur alternatif menuju ke tempat-tempat yang akan di kunjungi wisatawan. Mengetahui jalan alternatif akan memberikan kemudahan bagi seorang pemandu wisata untuk bisa menghindarkan rombongannya dari kemacetan maupun jika suatu saat terjadi hal-hal yang membahayakan di jalan yang sering digunakan. Selain jalan alternatif, seorang pemandu wisata juga sebaiknya mengetahui lokasi fasilitas-fasilitas umum yang penting bagi wisatawan, seperti rumah sakit, toilet umum, ATM, restoran maupun pusat kuliner, serta fasilitas transportasi umum. 1.2. Kuasai lebih dari satu bahasa asing Seorang tour guide tentu menguasai setidaknya satu bahasa asing, yaitu bahasa inggris. Namun, jika Anda ingin menjadi pemandu wisata yang handal, satu bahasa asing tidaklah cukup. Tidak jarang (bahkan bisa dikatakan sering) ada wisatawan mancanegara yang tidak bisa berbahasa inggris dengan lancar.Ini akan menjadi penghambat komunikasi antara Anda dengan wisatawan yang anda dampingi. Oleh karenanya, salah satu tips menjadi tour guide yang handal adalah dengan menguasai beberapa bahasa asing. Bahasa asing yang anda prioritaskan untuk dipelajari dapat disesuaikan dengan negara asal wisatawan yang datang ke destinasi wisata tempat Anda bekerja. Misalnya Anda adalah tour guide di Yogyakarta, maka Anda sebaiknya meguasai bahasa Belanda, Jepang, Perancis, dan Jerman karena memang mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta berasal dari negara-negara tersebut. Dengan menguasai bahasa asli wisatawan, Anda akan lebih mudah memberikan penjelasan serta wisatawan pun akan semakin nyaman berwisata bersama Anda. 1.3. Miliki pengetahuan selain pengetahuan mengenai wisata Pengetahuan akan seluk beluk wisata memang merupakan hal mutlak yang harus dikuasai oleh seorang pemandu wisata. Namun, pengetahuan itu saja tidak cukup. Salah satu pengetahuan yang perlu Anda kuasai adalah pengetahuan mengenai ilmu P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Sering terjadi wisatawan yang tiba-tiba mabuk perjalanan, kejang-kejang, sesak nafas bahkan sakit jantung selama dalam kegiatan wisata. Anda sebaiknya dapat menguasai keadaan seperti ini, meskipun ada Tour Leader yang berkewajiban mendampingi wisatawan, namun jika Anda juga memiliki pengetahuan P3K, tentu akan sangat memudahkan pertolongan untuk wisatawan yang tiba-tiba sakit tersebut. Selain itu, Anda juga sebaiknya mengetahui secara umum budaya wisatawan yang Anda dampingi. Beberapa perilaku maupun tidakan yang kita anggap sopan belum tentu dianggap demikian oleh wisatawan. Dari pada terjadi kesalahpahaman, Anda tentu lebih baik mempelajari secara umum budaya wisatawan yang akan Anda dampingi. 2. Penampilan Ada sebuah kata mutiara berbunyi “Pandangan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”. Meskipun makna dari kata mutiara tersebut sedikit bernuansa sarkasme, namun seorang pemandu wisata haruslah dapat “menggoda” pada pandangan pertama. Menggoda dapat diartikan menarik perhatian namun namun tidak mencolok. Tentu Anda tidak ingin menjadikan wisatawan kurang nyaman dengan berdandan terlalu berlebihan atau malah tidak mempersiapkan penampilan sama sekali. Tour guide biasanya sudah dibekali dengan seragam, sehingga Anda tinggal memastikan bahwa seragam yang Anda pakai selalu bersih dan rapi. 3. Kesehatan Yang satu ini mungkin tidak banyak menjadi perhatian kebanyakan tour guide. Namun, jangan sampai Anda yang ingin menjadi seorang tour guide handal juga tidak memperhatikan kesehatan Anda. Pekerjaan menjadi pemandu wisata adalah sebuah pekerjaan berat, di mana Anda dituntut untuk banyak memberikan penjelasan, bersabar menghadapi wisatawan yang kadang “menjengkelkan”, serta tentu saja mengajak wisatawan berkeliling. Seorang pemandu wisata dituntut untuk selalu sehat dan bugar ketika bekerja. Wisatawan tidak akan nyaman mendengarkan Anda jika Anda sering batuk selama menjelaskan atau wajah Anda terlihat pucat dan lusuh. Berolahraga dan makan-makanan sehat akan membuat kebugaran tubuh Anda terjaga. Jika sedang dalam musim ramai, Anda bisa menyempatkan olahraga selama 1 atau 2 jam beberapa hari sekali. 4. Perilaku Poin terakhir ini mungkin merupakan poin yang paling penting. Memang dalam memandu wisatawan yang perlu dikuasai terlebih dahulu adalah pengetahuan dalam hal kepariwisataan. Namun, kecerdasan Anda menjelaskan berbagai keindahan destinasi wisata tidak akan berarti apa-apa bagi wisatawan jika para wisatawan merasa perilaku Anda tidak menyenangkan. Banyak sekali contoh keluhan wisatawan akibat dari perilaku pemandu wisata yang tidak baik ini. Seperti pada berita yang menyajikan informasi bahwa wisatawan mengeluhkan adanya pemandu wisata yang memaksa menggunakan jasanya meskipun wisatawan sudah menolak. Kalau sudah begini, bagaimana dengan tanggungjawab si pemadu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata Indonesia? Jika banyak kejadian seperti ini, citra pariwisata Indonesia akan menjadi buruk di mata negara lain. Kesimpulan Pemandu wisata yang handal selalu ingin menjadi lebih baik setiap waktu. Pengetahuan yang luas, penampilan yang menarik, kesehatan prima serta perilaku yang menyenangkan akan mempercepat karir Anda menjadi pemandu wisata yang profesional. Demikian beberapa tips menjadi tour guide atau pemandu wisata yang handal. Apakah Anda sekarang sudah menjadi tour guide? Jika iya, faktor apakah yang paling penting dikuasai oleh seorang pemandu wisata berdasarkan pengalaman Anda? Jika Anda belum menjadi tour guide, apakah tips yang menurut Anda paling sulit dilakukan untuk menjadi tour guide? (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)
...more

Tempat Wisata Religi Yang Populer di Jawa Tengah Untuk Libur Lebaran: 3 Masjid Yang Harus Dikunjungi

TripTrus.Com - Menjelang libur Lebaran 2023, ada banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi bersama keluarga, salah satunya adalah wisata religi ke masjid. Di Jawa Tengah, terdapat beberapa masjid ikonik yang memiliki ciri khas dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin melakukan wisata religi.       View this post on Instagram A post shared by Avicenna NA (@cennavi) Beberapa masjid populer di Jawa Tengah yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat wisata religi saat libur Lebaran 2023 antara lain: 1. Masjid Agung Jawa Tengah Masjid Agung yang berada di Semarang ini memiliki arsitektur yang menarik karena merupakan campuran dari Jawa, Romawi, dan Islam. Ada 25 pilar di pelataran masjid yang menjadi daya tarik karena merupakan peninggalan bangsa Romawi. Masjid ini juga memiliki payung hidrolik raksaksa yang dapat terbuka dan tertutup secara otomatis. 2. Masjid Agung Surakarta Sebelumnya bernama Masjid Ageng Keraton, masjid ini dibangun oleh Pakubuwono III. Arsitekturnya mengadaptasi dari bangunan Jawa Kuno. Interior masjid ini berbasis kayu jati yang diisi dengan berbagai prasasti bertuliskan Jawa Kuno di dinding ruang utama. Masjid ini dapat menampung 2.000 jemaah dan sangat cocok untuk salat tarawih dan idulfitri saat libur Lebaran 2023. [Baca juga : "Mengenal 5 Fakta Menarik Tentang Alas Purwo, Hutan Keramat Di Jawa Timur"] 3. Masjid Agung Demak Masjid Agung Demak merupakan masjid tertua di Indonesia dan merupakan peninggalan dari Raden Patah yang sebelumnya merupakan tempat singgah Wali Songo. Atap masjid berbentuk limas tiga susun yang bermakna tiga akidah Islam, yakni Iman, Islam, dan Ihsan. Bagi para wisatawan religi yang ingin mengunjungi masjid bersejarah, Masjid Agung Demak sangat direkomendasikan. Jadi, itulah tiga masjid populer di Jawa Tengah yang wajib dikunjungi sebagai tempat wisata religi saat libur Lebaran 2023. (Sumber Foto @aulliawidya) 
...more

Cari Udara Segar Saat Long Weekend? Yuk ke Sukabumi

TripTrus.Com - Liburan panjang akhir pekan, asyiknya mencari tempat yang sejuk dan dekat. Coba ke Sukabumi saja! Menuju daerah Jawa Barat, bukan cuma Bandung dan Bogor yang bisa dijadikan destinasi wisata. Tetapi bagi traveler yang suka suasana segar dan nyaman, Sukabumi bisa jadi pilihan. Wisata alam menjadi daya tarik utamanya. Sukabumi punya berbagai atraksi alam dengan berbagai pilihan. Wilayah seluas 4.128 km2 ini punya danau, sungai, lereng gunung sampai pantai yang mempesona. Komplit untuk traveler yang suka menjelajah berbagai spot-spot natural. Pantai Pelabuhan Ratu misalnya, yang menjadi incaran wisatawan saat menuju Sukabumi. Meskpun terbilang mainstream, pantai ini masih menjadi idola lho.   Stand alone on sand beach - #vsco #vscocam #vscofilm #momentpalabuhanratu A post shared by M.Radi Abdul G (@l2adi) onDec 12, 2017 at 1:56pm PST Destinasi lainnya yang juga bisa dikunjungi adalah berbagai wisata air yang seru. Seperti Air Terjun Curug Cingangsa, Sungai Citarik dan Sungai Ciratih. Sukabumi juga terkenal dengan tempat wisata rafting atau arung jeram. Bisa liburan bersama juga pastinya.   sungai citarik Sukabumi #ArungJeram #Rafting #Sukabumi #Citarik #sungaicitarik #CitarikRiver #PelabuhanRatu ~ by @bogorrayanews A post shared by The Jawa Barat Post (@jawabaratpost) onNov 25, 2017 at 7:12am PST Salah satu yang menjadi daya tarik Sukabumi akhir-akhir ini adalah kemping dengan fasilitas seperti hotel. Di dalam tenda, sudah ada kasur, bahkan makanan pun sudah disediakan. Beberapa pilihannya adalah Tanakita atau Bravo Camp.Mau wisata serba lengkap? Cobalah ke Kawasan Geopark Ciletuh di selatan Sukabumi. Ini adalah kawasan alam yang memiliki teluk, pantai cantik, air terjun, perbukitan indah, semua tumplek dalam satu area.   A post shared by Geopark Ciletuh (@geoparkciletuh) onJul 30, 2015 at 7:51am PDT Salah satu yang harus dikunjungi adalah Pantai Kunti. Namanya mungkin agak seram, namun pemandangannya pun luar biasa indah. Traveler yang suka memancing, tempat ini bisa jadi alternatifnya.   Pulau Kunti.. Menuju ke Pulau Kunti, harus pake perahu sekitar 30 menitan dari Pantai Palangpang. Menyusuri pantai bebatuan, dan pasir putih rasanya sesuatu. Pantai ini namanya "kunti" mengingatkan pada sosok horor. Tapi suer..yang mejeng itu bukan kunti yaa.. #geopark #ciletuh #geoparkciletuh #pulaukunti #pantaikunti #pesonajawabarat #pesonaindonesia #wonderfulindonesia A post shared by Nchie Hanie (@nchiehanie) onAug 3, 2017 at 4:14pm PDT Jangan pulang traveling tanpa oleh-oleh. Dari Sukabumi, kamu bisa membawa mochi atau bika ambon khas sukabumi. Dua-duanya enak dan pas untuk buah tangan kerabat.Perjalanan ke Sukabumi, paling cocok ditempuh dengan mobil pribadi. Traveler bisa pergi ke satu tempat dengan tempat lainnya, tanpa harus memikirkan jam berangkat dan membuat traveling lebih efektif dan efisien. Yuk ke Sukabumi! (Sumber: Artikel detik.com Foto vakansinesia.com)
...more

7 Summits of Java

TripTrus.Com -  7 Summits of Java yang Bikin Gak Sabar Buat Mendaki. Ingat, Puncak Itu Bonus, Pulang dengan Selamat Tujuan Utama Buat kamu yang suka naik gunung pasti udah gak asing lagi sama istilah "seven summits" atau tujuh puncak tertinggi di dunia. Indonesia juga punya versi keren nih, namanya "Seven Summits of Indonesia" bahkan "Seven Summits of Java".       View this post on Instagram A post shared by Abdurahman (@abd.rahmaan_) Nah, seven summits of Java ini adalah tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa. Penasaran apa aja? Yuk, cek ulasannya! 1. Gunung Semeru (3.676 mdpl) Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Secara administratif, Gunung Semeru terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang, serta masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Semeru punya lima danau yang dikenal sebagai ranu, yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Tompe, dan Ranu Darungan. Ranu Kumbolo adalah yang paling terkenal dan romantis di antara semua. 2. Gunung Slamet (3.428 mdpl) Gunung Slamet adalah gunung berapi tidur yang terletak di Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang. Ada beberapa jalur buat mencapai puncaknya, seperti Bambangan, Guci, Tegal, atau Kaliwadas. Mendaki Gunung Slamet bisa dibilang sulit karena medan ekstrem dan sulitnya menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian. Selain itu, kabut sering banget berubah-ubah. Jalur favorit pendaki adalah Bambangan, dan dari puncak Surono, kamu bisa menikmati indahnya kawah Segara Wedi. 3. Gunung Sumbing (3.372 mdpl) Gunung Sumbing, yang berada di Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo), punya dua puncak: puncak Buntu (3362 mdpl) dan puncak Sejati (3371 mdpl). Ada tiga jalur untuk mendaki Gunung Sumbing: via Garung Wonosobo, Cepit Parakan di Wonosobo, dan Bowongso di Wonosobo. Jalur Bowongso cukup ramah buat pendaki pemula karena treknya gak terlalu curam. Jadi, kalau kamu pendaki pemula, bisa coba jalur ini. 4. Gunung Arjuno (3.339 mdpl) Gunung Arjuno adalah gunung berapi kerucut yang terletak di Kota Batu, Malang, dan Pasuruan. Gunung ini dikelola oleh Taman Hutan Raya Radan Soerjo dan bisa didaki via jalur Lawang, Tretes, atau Batu. Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang dan tidak memiliki kawah, jadi asap putih yang sering terlihat berasal dari Gunung Welirang. Puncak Arjuno, yang disebut puncak Ogal Agil (3.399 mdpl), menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah. 5. Gunung Raung (3.332 mdpl) Gunung Raung, gunung api kerucut yang terletak di Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur, adalah destinasi favorit pendaki dengan trek menantangnya. Kalau kamu suka tantangan, wajib coba nih! Puncak sejati Gunung Raung menawarkan pemandangan kaldera besar dengan kepulan asap tipis di atasnya. Berani coba mendaki Gunung Raung? [Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"] 6. Gunung Lawu (3.265 mdpl) Gunung Lawu, terletak di perbatasan Wonogiri, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur, punya tiga puncak: Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Hargo Dumling. Puncak Hargo Dumilah adalah yang tertinggi (3.265 mdpl). Ada tiga jalur untuk mendaki Gunung Lawu: jalur selatan via Cemoro Sewu, jalur barat via Cemoro Kandang, dan Srambang. Jalur Srambang jarang dilewati pendaki. 7. Gunung Welirang (3.156 mdpl) Gunung Welirang, yang dijuluki kembaran Gunung Arjuna, terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto. Kata "Welirang" berarti belerang dalam bahasa Jawa, sesuai dengan puncaknya yang selalu diselimuti asap putih dan mengeluarkan belerang. Gunung ini punya trek menantang dan pemandangan memukau. Dari puncak Welirang, kamu bisa melihat indahnya Gunung Semeru dan Gunung Arjuna. Kamu bisa mendaki lewat jalur Desa Jubel, Kecamatan Pacet, Mojokerto atau Tretes. Nah, itu dia tujuh gunung yang termasuk dalam seven summits of Java. Jadi, kapan mau mendaki? (Sumber Foto @putusimbah_) 
...more

Gaskeun, 7 Festival Paling Gokil 2025 Buat Lo Healing, Hunting & Explore!

TripTrus.Com - Yo bro-sis traveler! Tahun 2025 udah kayak panggung raksasa buat lo yang demen jalan-jalan plus eksplor budaya lokal. Gak cuma sekadar ngumpulin likes dari foto liburan, tapi beneran lo bisa ngerasain vibe asli dari tiap tempat. Mulai dari ujung timur Papua sampe Lampung, dari laut sampe gunung, dari bunga sampe buah—semuanya kece banget dan pastinya ready buat jadi itinerary lo. Nih gue acak-acak dulu ya, biar makin greget bacanya! 1. Krakatau 2025: Epic, Serem, dan Spooky Tapi Seru Banget       View this post on Instagram A post shared by Parekraf Lampung Barat (@pariwisata_lampungbarat) Lo udah pernah nonton letusan gunung dari deket belum? Di Festival Krakatau, bro-sis bakal disajiin pengalaman yang beneran ngena! Dari naik kapal ke tengah laut, dengerin sejarah meletusnya Krakatau, sampe momen puncaknya—liat letusan mini yang nyala di kegelapan malam. Ditambah lagi ada musik tradisional, ritual budaya, dan jajanan laut yang fresh banget. Vibes-nya tuh antara serem, sakral, tapi juga eksotis. Cocok buat lo yang doyan tantangan dan konten beda dari yang lain. Trust me, ini festival bukan kaleng-kaleng! 2. Festival Bunga dan Buah Karo: Biar Feed Lo Warna-Warni! Sis, lo yang pengen liburan penuh warna wajib mampir ke Karo, Sumatera Utara. Di sana, Festival Bunga dan Buah tuh literally kaya taman surga. Ladang bunga celosia dan mawar sepanjang mata memandang, ditambah buah-buah tropis kayak jeruk, alpukat, sampe pisang khas Karo—semuanya bisa lo foto, makan, dan jadi konten kece. Lo juga bisa ikutan demo masak, merangkai bunga, bahkan hunting budaya lokal. Dijamin fresh banget suasananya, apalagi udaranya adem dan sejuk. Perfect buat lo yang pengen healing dengan gaya stylish! 3. Danau Lindu: Ketika Alam dan Tradisi Bersatu Bro, lo mesti cobain nginep dan festivalan di Danau Lindu, Sulawesi Tengah. View-nya kayak lukisan, dan vibe-nya super tenang. Ada lomba perahu tradisional, tur ke gua-gua dan air terjun, sampe night fishing pake cara lokal yang unik. Musik etnik dan makanan khas daerahnya juga nambahin suasana makin syahdu. Tempat ini pas banget buat lo yang pengen santai, connect sama alam, dan ngobrol-ngobrol bareng warga lokal. Satu kata: damai! 4. Penglipuran Village: Feel Bali yang Beda dari Biasanya Kalau lo bosan sama Bali yang ramai banget, yuk cabut ke Kampung Penglipuran. Di Festival Penglipuran lo bisa explore kampung yang bener-bener terjaga kearifan lokalnya. Jalan kaki keliling gang batu, ikut workshop masak dan tenun, sampe nikmatin atraksi seni kayak tari kecak dan gamelan. Suasananya tenang, hijau, dan bersih banget—kayak healing dengan bonus pelajaran budaya. Feed Instagram lo bakal classy dan deep. Nggak cuma travel, tapi juga nambah wawasan. [Baca juga : "Juli 2025 Gak Cuma Liburan, Ini Event Kece Buat Lo Keliling Indo!"] 5. Gunung Slamet: Naik Gunung Gak Cuma Buat Capek-capekan Buat lo yang anak alam banget, Festival Gunung Slamet bisa jadi pilihan epic. Ada pendakian bareng, kompetisi foto alam, sampe workshop pelestarian hutan dan hidup ala survival. Yang seru, lo bisa nikmatin sunrise dari puncak bareng komunitas hiking sambil dengerin live musik akustik di pos pendakian. Nggak cuma naik gunung, tapi juga jadi lebih deket sama alam dan punya kesadaran lingkungan yang naik level. Plus, momen lo disana bakal super keren buat dijadiin konten! 6. Festival Batanghari: Ngopi-ngopi Manja di Pinggir Sungai Bayangin lo naik kapal tradisional sambil nikmatin kuliner lokal kayak pangek ikan lais, lapis legit, atau soto khas Jambi. Di Festival Batanghari ini, lo bakal diajak chill di pinggiran sungai sambil liat seni dan musik Melayu, plus bisa ngobrol-ngobrol santai sama warga. Vibenya tuh tropical chill tapi tetap kental sama budaya. Pas banget buat lo yang pengen nikmatin suasana tenang tapi tetep dapet sensasi traveling yang meaningful. 7. Biak Munara Wampasi: Tradisi Khas Papua yang Anti-Mainstream Last but not least, Festival Biak Munara Wampasi di Papua adalah pengalaman travel yang gak bisa lo dapetin di tempat lain. Lo bakal diajak liat langsung tradisi snap mor—anak-anak muda nangkep ikan rame-rame di laut pake tangan kosong! Terus lanjut bakar batu bareng warga, parade budaya, dan tarian adat. Healing di pantai Bosnik dan diving di pulau Padaido juga bisa jadi bonus. Full experience yang lo dapetin dari budaya, alam, dan masyarakat lokal yang ramah abis! Bro-sis traveler, semua festival ini tuh nggak cuma seru, tapi juga penuh makna. Lo bisa nikmatin budaya, makan enak, dapet konten keren, dan pastinya ngerasa lebih hidup. Lo tinggal pilih: mau suasana pantai, pegunungan, danau, atau kota adat—semuanya ada! Pokoknya, jangan sampe tahun ini lo cuma scroll medsos liat orang lain yang jalan-jalan. Yuk, bareng-bareng kita bikin tahun 2025 jadi paling memorable! LOSSS, gaskeun itinerary lo sekarang juga! (Sumber Foto @ruraltrips)
...more

4 Destinasi Wisata Indonesia Yang Pernah Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood

TripTrus.Com - Keindahan panorama serta budayanya yang agung membuat Indonesia dilirik banyak sineas film luar negeri. Beberapa dari mereka bahkan pernah menjadikan destinasi-destinasi wisata di Indonesia sebagai tempat syuting film mereka. Berikut tempat wisata di Indonesia yang pernah muncul di film-film Hollywood. Hutan mangrove di Kalimantan ternyata pernah dijadikan latar tempat untuk film populer Anaconda - The Hunt of Blood Orchid. Film yang dibintangi oleh Johnny Messner dan KaDee Strickland ini menampilkan hutan belantara di Kalimantan dan kehidupan hewan-hewan di dalamnya. Candi Prambanan, Yogyakarta Keagungan Candi Prambanan pernah muncul di film The Philosophers pada tahun 2013 lalu. Film yang dibintangi Cinta Laura dan Bonnie Wright ini memiliki genre fiksi ilmiah. Tidak hanya Candi Prambanan saja, destinasi wisata lain seperti Pulau Belitung dan Gunung Bromo juga menjadi tempat syuting film ini.  Ubud, Bali Bali menjadi tempat wisata di Indonesia yang paling populer bagi turis mancanegara. Beberapa tempat eksotis di Bali bahkan pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood seperti Desa Ubud. Desa Ubud pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh aktris ternama Julia Roberts. Karangasem, Bali Tidak hanya Ubud saja yang berhasil menarik perhatian sineas film Hollywood, Karangasem ternyata juga pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood berjudul Alex Cross. Film yang disutradari oleh Rob Cohen ini menampilkan panorama indah Karangasem yang dikelilingi pegunungan dan pantai. (Sumber: Artikel-Foto teen.co.id)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...