shop-triptrus



5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Banten - Part 2

TripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M. Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat. Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Jami' Kalipasir       View this post on Instagram A post shared by Heru Santoso (@sirhumphreyappleby) onJan 5, 2019 at 7:22pm PST Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. Masjid Kali Pasir dibangun bersebelahan dengan Klenteng Boen Tek Bio yang saat itu sudah berdiri tegak. Masjid yang berukuran sekitar 288 meter persegi ini didirikan pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamit Wijaya yang berasal dari Kahuripan Bogor. Selain menjadi tempat ibadah dan syiar agama, Masjid Kali Pasir memiliki nilai sejarah yang tinggi. Masjid ini menjadi tempat akulturasi budaya dan saksi perjuangan anak bangsa melawan penjajah. 2. Masjid Agung Ar Rahman       View this post on Instagram A post shared by Idha Daffariz (@ida_nurwahida03) onMay 30, 2018 at 2:32am PDT Kabupaten Pandeglang sebagai kota santri memang sudah selayaknya memiliki masjid yang agung. Masjid Agung Ar-Rahman terletak di Jl. Masjid Agung No. 2 Kel Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kab. Pandeglang. Tepatnya berada di sebelah barat Alun-alun Pandeglang Tentu saja menjadi tempat cukup strategis sebagai tempat ibadah. Masjid Agung Ar-Rahman berdiri sejak tahun 1870 atas Tanah wakaf dari Raden Adipati Arya Natadiningrat atau Raden Alya atau Dalem Ciekek. Masjid Agung Ar-Rahman yang merupakan perpaduan gaya Hindu Jawa, Cina dan Eropa, dengan luas tanah 2.280 m2 dan luas bangunan 2.182 m2. Masjid Agung Pandeglang yang bernama Ar-Rahman ini memang tidak seramai masjid Banten Lama dalam sehari-harinya. 3. Masjid Kuno Kaujon       View this post on Instagram A post shared by indrasusenoSE (@indrasusenose) onOct 23, 2019 at 11:11pm PDT Masjid Kuno Kaujon terletak di Kaujon RT. 01 RW. 01 Kel. Serang, Kec. Serang, Kab. Serang. Menurut sesepuh yang ada di sekitar masjid ini, Masjid Kuno Kaujon jauh lebih tua dari usia jembatan Kaujon yang dibangun pada tahun 1875. Meski tidak seorang pun mengetahui kapan pendiriannya, masjid ini tergolong kuno karena masuk ke dalam daftar cagar budaya Provinsi Banten. Masjid Kuno Kaujon berdiri di atas pondasi masif yang tingginya 60 cm. Adapun luasnya adalah 703 m². Ruang utama yang berbentuk empat persegi dengan ukuran  10 m x 10 m, ditopang oleh empat buah tiang kayu /soko guru di bagian bawahnya terdapat empat buah umpak batu berbentuk labu. Mihrab terdapat pada dinding sebelah barat berupa ruang yang menjorok ke dalam. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 1"] 4. Masjid Salafiah Caringin       View this post on Instagram A post shared by ketan bintul (@ketan_bintul) onMar 17, 2018 at 8:26pm PDT Masjid Salafiah Caringin terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 31, Desa Caringin, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang. Masjid Salafiah Caringin menjadi peninggalan muslim Banten pada masa pemerintahan kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Hillem Daendels. Pada 1883 Desa Caringin ditinggalkan oleh penduduknya karena terjadi gempa bumi akibat Gunung Krakatau meletus. Keadaannya menjadi hancur dan gersang. Setelah setahun ditinggalkan akhirnya mereka kembali ke Caringin pada 1884. Sekembalinya mereka ke Caringin, tak lama kemudian ada seorang ulama yang bernama Syekh Asnawi bersama dengan penduduk secara gotong royong membangun masjid pada tahun 1884. Masjid ini diberi nama Masjid Caringin sampai sekarang. Syekh Asnawi adalah putra KH. Mas Abdurrahman (penghulu Caringin) dan ibunya Ratu Syafiah (keturunan Sultan Banten) yang lahir pada 1852. 5. Masjid Agung Carita (Al Khusaeni)       View this post on Instagram A post shared by Labuan Banten (@infolabuan) onMay 6, 2019 at 6:45pm PDT Di daerah wisata Pantai Carita lebih tepatnya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kec. Carita, Kab. Pandeglang, berdiri masjid tua peninggalan masa penjajahan. Masjid ini diberi nama Masjid Al-Khusaeni Carita. Menurut sejarah, pembangunan Masjid Al-Khusaeni Carita dipimpin oleh salah seorang murid Syekh Nawawi Al-Bantani, Al-Khusaeni. Ia mulai membangun masjid ini tahun 1889 selesai tahun 1895 masehi. Masjid Al Khusaeni ini memiliki arah hadap ke timur dengan empat serambi di setiap sisi mata angin. Pada bagian serambi ini, berdirilah tiang-tiang penyangga atap yang bentuknya berupa kolom seperti pada bangunan kolonial. i sisi barat masjid terdapat makam KHM Husein atau pendiri masjid beserta dengan keturunannya (4 makam) yang sudah diberikan atap dan berlantai keramik. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id Foto medcom.id)
...more

Di Labuan Bajo, Cuss Ke Desa Budaya Compang To'e Melo, Bro!

TripTrus.Com - Nusa Tenggara Timur (NTT) nggak cuma terkenal sama Labuan Bajo dan Pulau Komodo, Bro! Gak jauh dari Labuan Bajo, kita bisa merasakan eksotisme alam Indonesia Timur di Desa Budaya Compang To'e Melo, guys! Yosef Ugis, sang ketua adat di Desa Budaya Compang To'e Melo, cerita, desa mereka resmi jadi desa wisata tahun 1993 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, NTT. Desa Compang To'e Melo sendiri diambil dari kata "Melo," yang berarti pergi duluan, dan "To'e" adalah nama suku di Kampung Melo.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh 🍣HARUKA🍣 (@haruka_jalanjalan) Desa Budaya Compang To'e Melo tuh sekitar 70 kilometer dari pusat Labuan Bajo, loh. Jalanannya bagus, jadi bisa nyampe dalam sekitar 1 jam naik mobil atau motor. Lokasinya juga deket dari jalan utama Trans Flores, Bro! Banyak seru banget yang bisa kita rasain di Desa Budaya Compang To'e Melo, guys! 1. Nonton Tarian Khas Manggarai dan Nyobain Tuak Lokal Desa ini siapin acara spesial buat kita yang datang. Begitu nyampe, kita bakal disambut sama Tari Caci, tarian khas Manggarai yang ditarikan sama cowok-cowok asli Desa Budaya Compang To'e Melo pake kostum tradisional. Seru banget, Bro! Abis nonton tari, kita juga bisa nyicip tuak lokal dari pohon enau dan pinang sirih. Menurut Yosef, ini bentuk penghormatan mereka buat kita yang liburan ke desa mereka. Ini tradisi turun-temurun, lho! "Sofi" ini sebagai tanda bahwa mereka anggep kita sebagai saudara, kata Yosef. 2. Nikmatin Wisata Alam Eksotis dari Atas Ketinggian Di Desa Liang-Ndara, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Desa Budaya Compang To'e Melo punya pemandangan keren banget. Dari ketinggian 624 meter di atas laut, kita bisa lihat keindahan Pulau Flores, guys! Liat Manggarai Barat dari atas itu pengalaman yang nggak bisa dilupain. Apalagi di NTT yang penuh dengan alam indah, dari sawah hijau, langit biru, sampe pantai dan pulau-pulau yang cakep banget. [Baca juga : "Labuan Bajo, Tempat Keren Di Ujung Indonesia"] 3. Rasain Udara Pegunungan yang Adem Banget Wisata di NTT biasanya pantai, laut, dan pulau-pulau, kan? Tapi, di Desa Budaya Compang To'e Melo ini beda, guys! Di sini kita bisa merasakan udara sejuk pegunungan tanpa harus panjat gunung berkilometer-kilometer. Suasana dinginnya bikin tempat ini pas banget buat ngehabisin liburan setelah jalan-jalan di Labuan Bajo. 4. Saksikan Kegiatan Warga dan Pelajari Budaya Lokal Liburan ke kampung budaya itu nggak lengkap kalo nggak ikut nonton kegiatan warga dan belajar budaya setempat, Bro! Kita bisa mampir ke rumah warga buat lihat aktivitas sehari-hari mereka. Di situ, kita bisa belajar budaya NTT, dan gak usah khawatir, warga Desa Budaya Compang To'e Melo ramah banget sama wisatawan. 5. Belanja Produk Ekraf Warga Desa Budaya Compang To'e Melo sebagian besar petani. Selain itu, mereka juga bikin berbagai kerajinan tangan, seperti tenun songket, keranjang, topi, compang (peci khas Manggarai), dan kesetan. Ada juga produk makanan seperti kopi khas NTT dan gula aren. Kita bisa belanja ini semua sebagai oleh-oleh, dan gak perlu khawatir kalo nggak bawa uang tunai, di sini bisa bayar pakai QRIS, guys! Ingat, sebelum berangkat, pastikan udah vaksin dan daftar di PeduliLindungi, ya! Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 6M, guys! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @widiyanti1982) 
...more

Masjid Jogokariyan, Bukan Cuma Tempat Ibadah, Tapi Juga Mesin Penggerak Ekonomi Umat!

TripTrus.Com - Kalau lo lagi di Jogja, pasti pernah denger nama Masjid Jogokariyan. Masjid ini bukan sekadar tempat sholat, tapi juga jadi pusat pemberdayaan ekonomi yang bikin warga sekitar makin sejahtera. Dari bagi-bagi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sampai bikin UMKM lokal naik kelas, masjid ini sukses membuktikan kalau tempat ibadah juga bisa jadi penggerak ekonomi! Dari Mushola Kecil Jadi Masjid Viral Awalnya, Masjid Jogokariyan cuma seukuran mushola kecil di pinggiran Jogja. Dibangun di tahun 1960-an, tempat ini cuma dipakai buat sholat dan ngaji. Tapi, karena makin banyak warga yang pengen belajar agama, akhirnya dibangunlah masjid lebih besar di lahan 700 m² dan diresmikan tahun 1967. Sayangnya, dulu jamaahnya masih dikit. Masjid baru rame kalau ada sholat Maghrib, Isya, Tarawih, atau pengajian. Sampai akhirnya di tahun 1999, Ustadz Muhammad Jazir diangkat jadi ketua masjid. Dari sini, berbagai program kece mulai digagas buat bikin masjid ini makin hidup! Strategi Gokil Biar Masjid Selalu Rame! Gimana cara biar warga rajin ke masjid? Pengurus Masjid Jogokariyan punya cara unik! Sholat Berjamaah Berhadiah Umroh Lo sering sholat di masjid? Nah, makin rajin ke sini, makin gede peluang lo buat dapet doorprize umroh! Strategi ini sukses bikin orang yang tadinya males ke masjid jadi semangat dateng. Jaminan Keamanan Full Di sini, ada CCTV dan petugas keamanan 24 jam. Kalau ada jamaah kehilangan barang, masjid bakal langsung ganti barang yang hilang dengan yang baru. Mindsetnya? “Masjid harus jadi tempat paling aman buat semua orang.” Beras Gratis untuk Warga Kurang Mampu Masjid ini juga punya sistem ATM Beras buat warga miskin. Tinggal gesek kartu, langsung dapet beras buat kebutuhan sehari-hari! Semua datanya dicatat rapi biar bantuan tepat sasaran. [Baca juga : "KEN 2025, List Event Paling Kece Buat Liburan Lo!"] Kas Masjid Selalu Nol Rupiah, Kok Bisa? Di sini, saldo infak gak boleh numpuk! Semua dana yang masuk harus langsung disalurin buat jamaah, kayak bantuan modal usaha, renovasi rumah warga yang gak layak, sampai sembako buat fakir miskin. Lo tau gak? Dari dulu cuma bisa ngumpulin Rp 5-8 juta per bulan, sekarang donasi yang masuk tembus Rp 3,4 miliar per bulan! Kenapa? Karena warga percaya, uang mereka bakal langsung dimanfaatin dengan baik, bukan cuma disimpen di rekening masjid. “Masyarakat itu butuh fasilitas dan pelayanan yang baik. Kalau puas, mereka pasti mau infaq dengan senang hati.” – Ustadz Jazir Warga Makin Makmur Berkat Masjid Masjid Jogokariyan gak cuma fokus ke ibadah, tapi juga bantu ekonomi warga naik kelas. Banyak yang dulunya pengangguran, sekarang punya usaha sendiri. Bahkan ada yang bisnisnya udah jalan sampai Rp 5 miliar per bulan! Contohnya, ada pedagang bakmi jawa yang dulunya cuma keliling, sekarang bisa buka warung di lokasi strategis berkat bantuan masjid. Ada juga UMKM yang produknya dibeli buat kebutuhan acara masjid, jadi omzetnya makin naik! Kampung Ramadhan Jogokariyan: Surga UMKM & Takjil Gratis!       View this post on Instagram A post shared by banyu_bieru (@banyu_bieru) Setiap Ramadhan, masjid ini bikin event Kampung Ramadhan Jogokariyan. Lebih dari 300 UMKM ikut jualan di sini! Dari makanan berbuka, pakaian muslim, sampai pernak-pernik Islami, semuanya ada. Yang paling keren? 3.200 paket takjil & makan berat gratis disiapin tiap hari buat semua yang mampir ke masjid! Selain itu, ada juga acara talkshow, tabligh akbar, buka bersama, dan banyak lagi buat bikin Ramadhan makin seru. Masjid yang Bikin Hidup Makin Hidup! Masjid Jogokariyan berhasil membuktikan kalau tempat ibadah bisa jadi pusat ekonomi, sosial, dan keagamaan sekaligus. Dari program-programnya yang unik, warga sekitar gak cuma makin rajin ibadah, tapi juga makin sejahtera. Kalau lo main ke Jogja, mampir ke Masjid Jogokariyan, ya! Siapa tau lo dapet inspirasi buat bikin masjid di daerah lo jadi sekeren ini. 🚀✨ (Sumber Foto @el_garage_malang)
...more

Dua Festival Siap Meriahkan Gombong

TripTrus.Com - Dua perhelatan budaya akan digelar pada bulan April ini di Gombong. Yakni Kirab Budaya Nusantara pada 22 April dan Festival Dolanan Tradisional yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Bumi Internasional pada 29 April.   Memperingati Hari Bumi & International Haritage Day Festival Dolanan Traditional Minggu, 24 April 2016 Pukul 08.00 - 16.00 Bertempat di Roemah Martha Tilaar Kebumen #kebumen #kebumenkeren #festivaldolanantradisional A post shared by Kebumen Keren (@kebumenkeren) onApr 22, 2016 at 4:23am PDT Panitia Kirab Budaya Nusantara Christine Chandrayani menjelaskan, kirab budaya merupakan rangkaian dari peresmian gedung Klenteng Hok Tek Bio Gombong. Bangunan yang dimulai pembangunannya sejak tiga tahun yang lalu akan mulai digunakan secara resmi pada 21 April. Yang menarik, Kirab Budaya Nusantara juga akan dimeriahkan defile panji dan tandu dari 15 klenteng yang mewakili 15 kota seperti Jakarta, Magelang, Purwokerto dan lain-lain. Penampilan kontingen dari berbagai klenteng ini dipastikan akan menjadi atraksi yang menarik karena baru pertama kali dilakukan di Gombong. "Ini semakin menegaskan bahwa Kirab Budaya Nusantara bukan hanya milik Klenteng Hok Tek Bio, tapi milik masyarakat Gombong, bahkan bangsa Indonesia," terang Christine,Selasa (3/4). [Baca juga : Ingin Jalan-Jalan Ke Baduy? Ada Aturan Baru Soal Sampah] Terkait Festival Dolanan Tradisional, Marcomm Roemah Martha Tilaar, Alona Novensa menerangkan, kegiatan itu merupakan agenda tahunan dan saat ini telah memasuki tahun ketiga. Selain mengangkat berbagai permainan tradisional, festival itu juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat khususnya anak-anak untuk semakin mencintai alam dan terpanggil untuk memelihara lingkungan. Lebih jauh Alona berharap munculnya berbagai festival budaya di Gombong akan semakin mendorong masyarakat untuk semakin peduli pada potensi budayanya. "Pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya. (Sumber: Artikel suaramerdeka.com, Foto Roemah Martha Tilaar)
...more

Pengalaman Berbeda di Pulau Bali Selama Libur Lebaran: Festival Budaya dan Aktivitas Outdoor

TripTrus.Com - Pulau Bali, sebuah destinasi wisata yang terkenal di Indonesia, menawarkan pengalaman liburan yang berbeda selama perayaan Lebaran. Selain keindahan alamnya yang memukau, Pulau Bali juga terkenal dengan budaya dan tradisinya yang kaya. Salah satu acara menarik yang dapat dikunjungi selama liburan Lebaran adalah Festival Budaya Bali, di mana wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan tarian dan musik tradisional Bali, seperti gamelan dan barong.       View this post on Instagram A post shared by SpyDuniawi (@mata.relani) Selain acara budaya, Pulau Bali juga menyajikan banyak aktivitas outdoor yang menyenangkan selama liburan Lebaran. Contohnya, wisatawan dapat melakukan trekking di Gunung Batur atau Gunung Agung, dua gunung terkenal di Bali. Biasanya, trekking dimulai di pagi hari dan wisatawan dapat menikmati pemandangan matahari terbit yang menakjubkan dari puncak gunung. Tidak hanya itu, Bali juga memiliki pantai-pantai yang indah dan menjadi tempat yang ideal untuk berenang, berselancar, dan berjemur di bawah sinar matahari. Pantai-pantai populer di Bali termasuk Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua. [Baca juga : "Pulau Komodo, Destinasi Wisata Seru Untuk Mengisi Libur Lebaran Tahun Ini"] Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Bali, mereka dapat mencoba berbagai hidangan tradisional Bali seperti nasi campur Bali atau babi guling. Ada juga banyak restoran yang menawarkan makanan internasional, sehingga wisatawan dapat menemukan banyak pilihan makanan yang sesuai dengan selera mereka. Namun, wisatawan perlu memperhatikan beberapa hal sebelum berkunjung ke Pulau Bali, seperti keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghormati budaya dan tradisi Bali. (Sumber Foto @kintamanijeeptours) 
...more

Trenggalek, Hidden Gems Buat Lo yang Mau Healing Maksimal!

TripTrus.Com - Lo udah pernah denger Trenggalek? Kota kecil di Jalur Lintas Selatan ini ternyata punya banyak tempat kece yang cocok banget buat liburan lo. Dari pantai, bukit, sampe spot buat foto-foto aesthetic, semua ada! Nih, gue kasih list tempat seru yang wajib lo kunjungi di Trenggalek. Jangan lupa ajak bestie atau keluarga lo, ya! 1. Desa Wisata Durensari       View this post on Instagram A post shared by Ini Trenggalek (@trenggalekini) Pengen vibe kampung yang tenang? Gaskeun ke Desa Wisata Durensari. Di sini, lo nggak cuma bisa ngeliat pemandangan indah, tapi juga nyobain aktivitas seru kayak river tubing. Bayangin lo hanyut pelan-pelan di sungai jernih yang dikelilingin pohon-pohon hijau, pasti relaxing banget. Selain itu, kalau lo dateng pas musim durian, lo bisa metik durian fresh langsung dari pohonnya. Rasanya manis, legit, dan aromanya bikin nagih! Cocok banget buat lo yang pengen reconnect sama alam sekaligus nyari pengalaman baru di tempat yang damai dan asri. 2. Tebing Lingga Wisata Ini spot buat lo yang demen outdoor vibes! Tebing Lingga punya banyak aktivitas seru yang bakal bikin adrenalin lo terpacu. Ada flying fox yang panjangnya lumayan, jadi lo bisa meluncur sambil nikmatin pemandangan hijau yang keren banget. Anak kecil juga bisa ikutan main, jadi nggak cuma buat orang dewasa aja. Selain itu, fasilitas di sini juga lengkap banget: ada mushola buat ibadah, toilet yang bersih, gazebo buat lo nyantai, dan area parkir luas yang bikin lo nggak ribet nyari tempat buat mobil. Weekend biasanya rame, jadi vibes-nya seru banget buat quality time bareng keluarga atau geng lo. 3. Bukit Gembes Kalo lo suka nge-chill sambil nikmatin pemandangan dari ketinggian, Bukit Gembes jawabannya. Dari sini, lo bisa ngeliat panorama Kota Trenggalek yang luas banget. Sunrise dan sunset dari sini tuh aesthetic parah, bikin lo berasa ada di dunia lain. Suasana di Bukit Gembes juga asri banget dengan pohon-pohon rindang di sekitar. Bawa tikar, duduk santai, dan nikmatin angin sepoi-sepoi sambil ngobrol bareng temen-temen lo bakal jadi pengalaman yang nggak terlupakan. Jangan lupa bawa kamera buat ngabadikan momen, karena banyak spot foto kece yang bakal bikin feed Instagram lo makin keren. 4. Banyu Nget Ini nih tempat healing yang nggak cuma bikin rileks, tapi juga edukatif buat keluarga. Kolam alaminya bening banget, airnya dingin dan segar, cocok buat lo yang pengen main air sambil nge-refresh pikiran. Anak-anak biasanya seneng banget main di sini, karena selain airnya jernih, ada juga area taman kecil yang dihias cantik dengan bunga-bunga warna-warni. Lo bisa piknik bareng keluarga sambil nikmatin suasana yang tenang dan fasilitas lengkap kayak tempat duduk, toilet, dan warung kecil yang jual makanan lokal. Spot ini juga Instagramable banget, jadi jangan lupa foto-foto ya. 5. Pantai Pelang Pantai ini punya ombak yang cukup kalem, jadi cocok banget buat lo yang pengen santai di pinggir pantai tanpa takut kebasahan. Pasirnya lembut banget, bikin lo betah jalan-jalan nyeker sambil nikmatin suasana. Nggak cuma itu, di sekitar pantai juga ada air terjun kecil yang bisa lo datengin. Kombinasi antara pantai dan air terjun ini bikin Pantai Pelang jadi tempat favorit buat piknik, main air, atau sekedar jalan-jalan sore sambil nikmatin angin laut yang seger. Di sini juga banyak warung yang jual makanan khas, jadi lo bisa sambil kulineran. [Baca juga : "Liburan Akhir Tahun Happy Tapi Kantong Tetep Aman? Gaspol, Bro!"] 6. Lembah Watu Pawon Mata lo bakal dimanjain di sini! Lembah Watu Pawon ini deket sama Pantai Kuyon, jadi lo bisa dapetin dua destinasi sekaligus. Pemandangan perahu-perahu nelayan yang berjajar rapi plus hamparan sawah hijau yang membentang luas bikin suasananya tenang banget. Lo bisa jalan-jalan sambil foto-foto di spot-spot yang super aesthetic. Udara di sini juga sejuk karena campuran angin laut dan hawa sawah yang adem. Kalau lo suka suasana pedesaan dengan view alam yang keren, tempat ini harus banget lo datengin. 7. Pantai Pasir Putih Sunset hunter mana suaranya? Pantai Pasir Putih ini jadi spot wajib buat lo yang suka ngeliat pemandangan matahari terbenam. Pas golden hour, warna langitnya berubah jadi jingga keemasan, romantis banget! Pasir pantainya halus dan bersih, bikin lo betah main-main di sini. Air lautnya juga jernih banget, cocok buat main air atau sekedar nyelupin kaki. Selain itu, di sekitar pantai ada banyak warung kecil yang jual makanan lokal, jadi lo bisa nyicipin kuliner khas Trenggalek sambil nikmatin view pantai yang indah. 8. Goa Lowo Goa Lowo ini eksotis banget, bro! Begitu masuk, lo bakal disuguhin pemandangan stalaktit dan stalagmit yang bentuknya unik-unik. Suasana di dalam goa juga sejuk dan agak mistis karena dihuni ribuan kelelawar yang beterbangan di langit-langit goa. Tapi tenang aja, jalur eksplorasi di dalam goa udah dikasih penerangan, jadi aman buat lo yang baru pertama kali masuk goa. Tempat ini nggak cuma keren buat pecinta alam, tapi juga cocok buat lo yang suka wisata sejarah karena Goa Lowo punya nilai budaya yang tinggi. 9. Bukit Tunggangan Pernah kebayang paralayang di atas Kota Trenggalek? Bukit Tunggangan tempatnya. Lo bisa liat pemandangan kota dari atas sambil terbang bebas dengan paralayang. Rasanya pasti seru banget, kayak terbang di atas awan. Selain itu, bukit ini juga punya banyak aktivitas lain kayak camping, trekking, atau sekedar foto-foto di spot yang keren. Buat lo yang suka adventure, ini destinasi yang nggak boleh dilewatin. Sunset dari sini juga cakep banget, jadi jangan lupa bawa kamera lo buat nge-capture momen-momen indah. 10. Hutan Mangrove Cengkrong Butuh vibe hijau yang seger? Hutan Mangrove Cengkrong jawabannya. Lo bisa naik perahu kecil keliling di antara pohon-pohon mangrove yang rimbun dan tinggi-tinggi. Udara di sini super fresh, cocok buat lo yang lagi pengen refreshing dari hiruk-pikuk kota. Selain itu, ada beberapa spot foto kece yang pastinya bakal bikin feed Instagram lo makin aesthetic. Dateng pagi atau sore biar terhindar dari panas terik matahari, dan lo bisa lebih puas explore tanpa kelelahan. Jadi, kapan lo mau ke Trenggalek? Tempat-tempat ini worth it banget buat healing atau cuma sekedar kabur dari rutinitas. Jangan lupa bawa kamera buat capture momen seru lo. Ayo, bro, buruan liburan ke sini! (Sumber Foto @tsukihoshiii) 
...more

Pasar Intan Martapura

Mendengar kata Martapura tentu akan mengingatkan kita dengan sebuah kota penghasil intan terbesar di Indonesia. Kota Martapura merupakan ibukota Kabupaten Banjar yang terletak di provinsi Kalimantan Selatan. Sejak tahun 1950 hingga sekarang, pedagang intan tradisional tetap melakukan transaksi jual beli di kota yang dulunya bernama Kayutangi, ibukota Kesultanan Banjar di masa pemerintahan Sultan Adam. Jadi tidak heran kalau kota ini dijuluki kota intan karena batu mulia tersebut telah menjadi ciri khas Kota Martapura. Wisatawan pencinta batu perhiasan pun datang berkunjung dan berburu intan ke pusat transaksi intan yang sekaligus tempat penggosokan intan terkenal ini.Pasar Intan Martapura berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada hari biasa, pasar ini bisa dikunjungi oleh sekitar 10.000 orang. Tapi pada akhir pekan atau hari libur nasional, Pasar Intan Martapura bisa dipadati hingga sekitar 20.000 pengunjung.Kompleks pertokoan di Pasar Intan Martapura menyediakan 87 toko intan yang dibagi dalam empat blok pasar. Sementara tempat parkirnya bisa menampung lebih dari 380 mobil. Tetapi tidak perlu khawatir kehabisan tempat parkir, kendaraan pengunjung yang sudah tidak muat lagi bisa dititipkan di parkiran Masjid Al Karomah yang berdekatan dengan pasar.Batu intan yang diperjual belikan di pasar ini sudah diolah dalam bentuk perhiasan. Harganya berkisar antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung keunikan ataupun kelangkaan jenis batu intan. Peluang bisnis batu intan Martapura tidak hanya ada di kota ini. Intan yang dibeli seharga Rp 20.000 di Pasar Intan Martapura bisa dijual kembali dengan harga Rp 50.000 bahkan Rp 100.000 di pulau Jawa. Sungguh bisnis yang cukup menguntungkan. Murahnya harga batu intan di pasar ini tentu saja karena proses penggosokan batu intan masih dilakukan secara tradisional sehingga pesonanya kurang terpancar.Untuk menuju ke Martapura, pengunjung hanya memerlukan waktu setengah jam dari Bandara Syamsudin Noor. Sementara dari kota Banjarmasin, pengunjung harus melakukan perjalanan yang memakan waktu hingga satu jam dengan menggunakan kendaraan. Tentu saja, berkunjung ke pasar ini tidak dikenai biaya.Salah satu hal yang perlu diperhatikan jika berminat membeli intan adalah untuk selalu ingat memeriksa keaslian intan dengan alat yang dimiliki oleh hampir semua toko di pasar ini. Jika hanya modal pecaya saja, tanpa memeriksakan keasliannya, pembeli bisa saja membeli batu tiruan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 3

TripTrus.Com – Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut. Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Jami' Kaujon       View this post on Instagram A post shared by RIZKY AJHARIE (@rizky_ajharie) onJun 28, 2017 at 7:01am PDT Langgardalem, adalah sebuah desa yang konon dulunya adalah tempat tinggal Sunan Kudus. Di desa ini terdapat delapan dukuh, yang masing-masing dukuh itu memiliki masjid sendiri. Di dukuh Kaujon ada sebuah masjid yang berada di atas kontur tanah yang tinggi, Kaujon pula namanya. Nama yang sama dengan dukuhnya dikarenakan tidak ada yang tahu kapan dan oleh siapa masjid ini dibangun. Masjid ini dulunya kecil, dan tanah sekeliingnya kala itu adalah milik Nitisemito. Kemungkinan masjid ini sudah ada sejak zaman Nitisemito. Luas bangunan masjid awalnya hanya 70 m2. Masjid Kaujon direnovasi pertama kali pada tahun 1989 dengan diprakarsai oleh K.H. Ma’ruf Irsyad yang kala itu menjadi nadhir masjid dan H. Mukhlis, BA yang menjadi wakil nadhir. Pelebaran hingga teras depan dilakukan karena semakin banyaknya jamaah. Hingga sekarang, luas masjid sekitar 345 m2 dan dapat menampung 800 jamaah. Dengan daya tampung tersebut, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terbesar di desa Langgardalem. 2. Masjid Agung Kudus       View this post on Instagram A post shared by KUDUS (@sekitarkudus) onMay 18, 2018 at 1:26am PDT Pada awalnya masjid ini tidak seperti sekarang. Masjid ini dulunya bernama Masjid Kriyan yang letaknya ada di belakang “Toko Sidodadi”5 . Berdasarkan cerita, keberadaan Masjid Kriyan sebenarnya masih ada, akan tetapi jalur akses untuk menuju ke lokasi sudah tidak bisa. Pada tahun 1991 Masjid Kriyan ini dipindahkan ke lokasi Masjid Agung Kudus yang sekarang ini. Berdirinya Masjid Agung Kudus, merupakan salah satu dari beberapa syarat yang harus ada dalam keberadaan pemerintahan. Pada zaman kolonial syarat adanya pusat pemerintahan harus mencakup tiga komponen, (Tiga Adat Jawa) yaitu: 1. Pendapa Kabupaten (dulu Kadipaten), 2. Adanya alun-alun dan 3. Adanya pohon besar yang terletak bersebelahan dengan kadipaten atau 1. Masjid, 2. Pendopo dan 3. Pembinaan Umat. Atas dasar tersebut, oleh prakarsa dari Muhammad Idris atau Raden Tumenggung Aryo Condro Negoro ke-IV (Bupati Kudus ke-4) pada tahun 1853 M/1274 H pembangunan Masjid mulai berlangsung. 3. Masjid Al-Firdaus Masjid Al-Firdaus merupakan masjid Muhammadiyah terbesar se-Kabupaten Kudus. masjid dominan warna merah marun itu dibangun sekitar tahun 1925. Masjid terakhir mulai direnovasi pada tahun 2012, hingga sekarang sudah hampir tujuh tahun mengalami perbaikan, biaya pembangunan diambil dari hasil swadaya masyarakat. Masjid berdiri di atas tanah luas sekitar 2 ribu meter persegi.  Sebelum direnovasi, masjid dulu berdiri seluas tanah 100 meter persegi. Masjid yang terletak di Jl. Raya Sudimoro, Desa Gribig, Kec. Gebog, ini memiliki dua buah menara yang menjulang tinggi. Menara tersebut mengapit kubah berwarna merah berkombinasi putih. Di bagian depan masjid, terdapat kubah-kubah kecil berwarna emas mengelilingi halaman masjid sebagai pagar. Dua buah menara di bagian depan mengadopsi desain dari Masjid Nabawi di Madinah. Di ruang utama masjid bagian dalam kubah bertuliskan lafal Ayat Kursi yang melingkar seirama bentuk kubah. Depan masjid dan bagian imam, tertuliskan lafal Allah dan Muhammad. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 2"] 4. Masjid Kyai Telingsing       View this post on Instagram A post shared by M.Sholachudin.AL_AYUBI (@al_ayubi.54) onJun 10, 2019 at 9:06am PDT Menurut H.J. De Graff & Th. Pigeaud (1985:108-122) Sunan Kudus merupakan salah satu imam masjid Kerajaan Demak pada akhir masa Sultan Trenggana, dan pada awal masa Sultan Prawata. Kyai Telingsing sebagai Guru Sunan Kudus dalam hal ilmu kanuragan atau kasekten adalah mubalig yang berasal dari Yunnan, Tiongkok Selatan. Selain menjadi mubalig, beliau juga seorang pedagang, serta pelukis terkenal dengan motif lukisan Dinasti Sung dari Tiongkok. Setelah datang ke Kudus untuk menyebarkan Islam, ia kemudian mendirikan Masjid Kyai Telingsing dan pesantren di Kampung Nganguk. Masjid yang diyakini sebagai tempat syiar agama untuk orang-orang yang nyantri pada Kiai Telingsing. Hanya saja, bangunan masjid itu tampak modern, jauh dari kesan kuno. Konon, dulu bangunnaya dari kayu jati berbentuk panggung. Di depan masjid, ada bangunan berbentuk Joglo Pencu, ciri arsitektural rumah di Kudus. Ada teras yang luas. Jejak lain sang kiai yang bisa dijumpai makam yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid. 5. Masjid Darussalam Masjid yang dibangun pada tahun 1938, berlokasi di Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, RT. 05 RW. 04, Kaliwungu. Masjid ini memiliki luas tanah 925 m2 , luas bangunan 2.700 m2 dengan status tanah Wakaf. Jumlah daya tampungnya 50 - 100 jamaah. Semenjak terakhir direnovasi, halaman masjid jadi terlihat lebih luas dan bangunan masjidnya juga jadi lebih bagus. (Sumber: Artikel sknews.com, betanews.id, kemdikbud.go.id, lokadata.id, dkm.or.id Foto instagram.com/al_ayubi.54) 
...more

Sehari di Kudus? Gaskeun Bro-Sis! Kota Religi yang Diam-Diam Aesthetic Banget

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah gak sih kepikiran buat eksplor kota yang gak terlalu rame tapi punya aura misterius dan vibe adem banget? Nah, Kudus nih, kota di Jawa Tengah yang sering dibilang kota santri, ternyata punya banyak hidden gem yang gak kalah sama destinasi viral lain. Sekali lo dateng, dijamin bakal ngerasa kayak balik ke masa lalu tapi tetep ada sentuhan modernnya. Bayangin aja: jalan kecil berhiaskan bangunan tua, suasana religi yang kental, dan orang-orangnya yang ramah abis. Ini kota bukan cuma buat ziarah, tapi juga cocok banget buat healing santai dan konten Instagram lo biar makin aesthetic. Jadi, siap-siap ya, bro-sis, kita bakal explore Kudus dengan gaya “lo-gue” yang santai tapi tetep berisi. 1 – Menara Kudus & Spot Religi yang Gokil Abis       View this post on Instagram A post shared by مُحَمَّد بِلَال (@boonnttee) Bro, kalo lo tipe traveler yang suka spot bersejarah dengan aura magis, Masjid Menara Kudus wajib masuk bucket list lo! Masjid ini dibangun sama Sunan Kudus sekitar abad ke-16, dan yang bikin mindblowing, arsitekturnya tuh campuran antara Hindu, Buddha, dan Islam. Serius, menaranya mirip candi, tapi pas lo masuk ke dalam, atmosfernya adem dan damai banget. Lo bakal ngerasa kayak “anjir, ternyata dulu budaya bisa nyatu tanpa ribet!” Abis dari situ, lo bisa lanjut ke Makam Sunan Muria yang letaknya di pegunungan. Perjalanannya emang agak nanjak, tapi view di atas sana juara banget! Selain dapet ketenangan, lo juga bisa ngelihat pemandangan hijau sejauh mata memandang. Jangan lupa mampir ke Air Tiga Rasa Rejenu — katanya air di sini punya rasa yang beda di tiap pancurannya, dan banyak yang percaya air ini punya makna spiritual. Cuma inget, bro-sis, tetap sopan, jangan asal foto atau bercanda di tempat suci ya. Respect dulu baru konten! 2 – Kulineran Wajib: Dari Soto Kudus sampe Jenang Legit Abis muter-muter tempat religi, perut pasti minta diisi. Nah, lo belum ke Kudus kalo belum nyobain Soto Kudus yang legendaris itu. Kuahnya bening, topping ayam suwirnya lembut, dan disajikan di mangkok kecil yang khas. Jangan kaget kalo lo pengen nambah dua kali, karena porsinya emang “nggoda tapi nanggung” buat yang doyan makan. [Baca juga : "Siap Liburan Anti-Mainstream Ke Pulau-Pulau Kece Serang!"] Abis itu, sempetin jajan Jenang Kudus buat oleh-oleh. Teksturnya legit banget, rasanya manis pas, dan varian rasanya banyak—dari pandan, durian, sampe cokelat. Buat lo yang pengen nongkrong santai sambil ngopi, ada beberapa kafe di sekitar pusat kota yang cozy banget. Banyak juga spot dengan konsep jadul tapi aesthetic, cocok buat foto OOTD atau reels TikTok lo. Pokoknya Kudus itu kombinasi sempurna antara cita rasa tradisional dan vibe chill kekinian. 3 – Kota yang Tenang Tapi Gak Ngebosenin  Lo pikir kota kecil kayak Kudus itu flat dan gak ada hiburannya? Wah lo salah besar, sis! Meskipun bukan kota yang “megah banget”, tapi suasananya tuh punya daya tarik tersendiri. Di Kudus lo bisa jalan sore di alun-alun sambil liatin aktivitas warga, beli jajanan kaki lima, atau sekadar nongkrong sambil ngobrol ngalor-ngidul sama warga lokal. Banyak juga spot mural dan bangunan heritage yang masih terjaga, jadi lo bisa dapet banyak angle foto keren tanpa harus rebutan kayak di tempat wisata mainstream. Kalo lo suka hal yang slow tapi meaningful, Kudus tuh cocok banget buat recharge dari penatnya kerja atau kuliah. Banyak traveler muda yang bilang, “Kudus itu kota yang ngajarin lo buat berhenti sebentar dan nikmatin momen kecil.” Dan bener aja—karena makin lo santai, makin lo bisa ngerasain sisi autentik dari kota ini. Nah, bro-sis traveler, itulah sekelumit cerita dari Kudus yang ternyata punya banyak kejutan. Sekali lo ke sini, lo bakal sadar kalo traveling gak melulu soal tempat hits atau destinasi fancy. Kadang yang lo butuhin cuma suasana sederhana, orang yang ramah, dan vibe yang bikin hati adem. Kudus punya semuanya: sejarah, kuliner, budaya, dan ketenangan yang sulit lo dapet di kota besar. Jadi, buat lo yang pengen short escape tapi tetep meaningful, Kudus tuh jawabannya. Jangan lupa siapin kamera, outfit kece, dan playlist chill biar trip lo makin maksimal. Gaskeun deh, bro-sis traveler! Kudus nunggu lo buat datang dan bikin cerita baru yang gak bakal lo lupain. 💫 (Sumber Foto @m.fardh)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...