TripTrus.Com - Bro, bulan Agustus nanti, Tanah Datar bakal diramein dengan lima event keren banget! Kabarnya sih, menurut Kadis Kominfo Tanah Datar, si Yusrizal, dia udah cerita ke media jurnalsumbar, tepatnya hari Rabu tanggal 2 Agustus di Batusangkar.
Nah, event wisata ini bakal digelar di beberapa tempat asyik, loh. Cekidot ya:
Ada Pacu Jawi di Jorong Koto Tuo Nagari Simabua Kecamatan Pariangan. Jadi, tanggal 5, 12, 19, dan 26 Agustus 2023, catet deh!
Ada juga Semarak Tanjung Barulak di Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Batipuh, tepatnya tanggal 8 dan 9 Agustus 2023. Pasti seru nih!
Nah, yang ketiga ada Tabek Ganggam Festival di Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum. Kamu bisa dateng tanggal 12, 13, dan 14 Agustus 2023.
Jangan sampe ketinggalan Situmbuk Art and Culture di Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung ya. Tanggal 19, 20, dan 21 Agustus 2023, catet bro!
Terakhir, ada Salasoa Festival di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab. Bisa kamu datengin tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 2023.
[Baca juga : "Mantap! Ini Dia Libur Lima Hari Di Agustus 2023 Yang Bisa Kamu Nikmati!"]
Nah, si Yusrizal ini juga ngingetin kita yang doyan jalan-jalan, jangan sampe lupa deh tanggal dan tempat event-event keren ini. Jadi, jangan ketinggalan kesempatan buat ngerasain momen bersejarah yang kece abis! (Sumber Foto topsatu.com)
...moreTripTrus.Com - Lo lagi bosen liburan ke tempat yang itu-itu aja? Waktunya coba glamping, bro! Ini bukan camping biasa, tapi lo bisa nikmatin suasana alam tanpa harus ribet bawa perlengkapan kayak biasa. Bayangin, lo bisa tidur di tenda mewah, sambil dikelilingi pemandangan alam yang keren abis. Glamping itu bisa jadi pilihan tepat buat lo yang pengen liburan di spot-spot kece yang susah dijangkau, tapi tetep pengen feel ala hotel bintang lima. Penasaran di mana aja? Langsung aja cek 8 destinasi glamping kekinian buat liburan bareng keluarga!
1. Bali Beach Glamping, Tanah Lot
View this post on Instagram
A post shared by Escape Nomade | Luxury Tented Villas (@escapenomade)
Lo bisa langsung nikmatin pantai, guys! Glamping di Bali Beach ini bikin lo bisa nge-chill sambil dengerin deburan ombak. Tenda glampingnya nyaman banget, ditambah ada infinity pool yang ngadep laut, spa, dan restoran romantis yang langsung di pinggir pantai. Pasti seru banget buat liburan bareng keluarga atau pacar!
2. Kaldera Toba, Danau Toba
Buat lo yang pengen ngerasain glamping dengan vibe beda, coba ke Kaldera Toba! Di sini, tenda glampingnya tuh unik banget, berbentuk bubble transparan yang bikin lo bisa liat langit malam yang penuh bintang. Ditambah fasilitas kasur queen, sofa, dan meja kecil buat nongkrong santai. Pemandangan Danau Toba yang luas pastinya bikin liburan lo makin memorable.
3. Sang Giri Mountain Glamping, Bali
Bali gak cuma soal pantai, bro! Di Sang Giri Mountain Glamping yang ada di Desa Jatiluwih, lo bakal ngerasain glamping dengan tenda-tenda bergaya Afrika, lengkap dengan pemandangan hutan tropis dan pegunungan yang keren banget. Dijamin bikin lo betah!
4. The Highland Park, Bogor
Di sini lo bisa nikmatin pemandangan Gunung Salak yang kece, apalagi kalo malam bisa liat langit penuh bintang. Konsep glampingnya nggabungin budaya Barat dan Timur, ada pilihan tempat glamping kayak Apache Camps, Mongolia Camps, atau Tree House. Plus fasilitasnya lengkap banget, mulai dari TV, AC, mini zoo, sampai waterboom buat anak-anak. Jadi, buat yang bawa keluarga, ini pilihan tepat!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
5. Jeeva Beloam Beach Camp Resort, Lombok
Lokasinya langsung di Pantai Beloam, lo bakal bangun tidur sambil dengerin suara ombak! Tenda-tendanya unik banget, bergaya rumah tradisional Suku Sasak dengan atap alang-alang. Ini glamping yang bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam, tapi tetap dengan kenyamanan yang top.
6. Glamping De Loano, Purworejo
Buat lo yang nyari ketenangan, tempat ini cocok banget! Glamping di tengah hutan pinus yang sepi banget, suara alam dan lampu kekuningan di malam hari bakal bikin suasana liburan lo jadi lebih hangat dan nyaman. Lo bisa nikmatin fasilitas lengkap kayak wifi dan colokan listrik, plus seru-seruan BBQ atau off-road bareng keluarga.
7. Glamping Songgolangit, Yogyakarta
Di tengah hutan pinus yang asri, Glamping Songgolangit di Yogyakarta punya spot foto yang kece banget! Lo bisa dapetin fasilitas lengkap kayak kasur empuk dan kamar mandi pribadi. Kalau lo suka tantangan, ada flying fox dan jeep tour yang seru banget. Jangan lupa foto di jembatan kayu panjang atau rumah Hobbit, pasti Insta-worthy!
8. Rancabali Glamping
Glamping di pinggir danau, dikelilingi hutan dan kebun teh, seru banget kan? Di sini, lo bisa pilih tenda dengan view langsung ke danau atau ke kebun teh. Jangan lupa makan di Pinisi Resto yang bentuknya kayak kapal, sambil nikmatin pemandangan danau yang indah. Lo juga bisa naik perahu keliling Situ Patenggang. Dijamin, liburan lo bakal berkesan!
Udah kebayang kan serunya glamping? Gak perlu jauh-jauh ke luar negeri, Indonesia punya banyak destinasi glamping yang gak kalah kece. Selain bisa nikmatin alam, lo juga tetep bisa dapetin kenyamanan kayak di hotel. Jadi, buruan pilih destinasi favorit lo dan ajak keluarga liburan bareng! Siap-siap bawa pulang kenangan indah yang gak bakal terlupakan! (Sumber Foto @whatsnewindonesia_official)
...more
Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia.
Dari 1traveler1book.org:
#1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku.
Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah.
Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia.
Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku
Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin
Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo
Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti.
Kak Flo bersama dua anak Waerebo
Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran
Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini
Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang
Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.
Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik.
Foto keluarga usai pembagian buku
#1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE!
Source: ZulfikarAlex.com
======================================================================================================
Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores.
Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...moreHidup ini tak ubahnya sebuah rangkaian perjalanan. Kita akan melewati fase-fase kehidupan dengan tingkat komplektivitas yang beragam. Semakin bertambahnya umur, semakin bertambah pula tanggung jawab yang harus kita pikul.
Apa yang kita lakukan di masa muda adalah refleksi dari apa yang akan kita dapatkan di masa tua
Di masa tua nanti, ada banyak hal yang akan membuat kita sadar lalu perlahan akan menyesalinya. Salah satu hal paling sering disesalkan oleh generasi lanjut adalah seringnya membuang-buang kesempatan untuk traveling saat masih muda. Hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah perusahaan travel di Inggris melalui sebuah survei. Hasil survei yang melibatkan responden dengan usia 35 tahun keatas tersebut menyebutkan bahwa 3/4 dari 2000 responden mengungkapkan penyeselannya karna tak sering traveling ketika masih muda
Mark Twain, seorang penulis terkenal abad 19 juga pernah mengatakan hal yang kurang lebih sama
"Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover"
Selagi masih muda, kita memang sangat disarankan untuk sering-sering traveling mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan pula ragu untuk sesekali mencoba solo traveling guna menempa mental dan memperkuat jati diri. Dengan traveling, kita akan semakin sadar bahwa dunia ini ternyata sangatlah luas. Bahkan lebih luas dari yang kita banyangkan.
Dari rentang waktu yang masuk dalam hitungan muda, awal 20-an adalah waktu yang paling ideal untuk memperbanyak traveling. Awal 20-an yang dimaksud disini adalah antara 20 s/d 24 tahun. Kenapa awal 20-an adalah waktu yang ideal untuk memperbanyak traveling.
1. Masih mudah mencari teman perjalanan
Rata-rata, mereka yang saat ini masih berusia di pertengahan 20-an tahun masih aktif di kampus. Bertemu dengan teman pun masih sangat mudah karna kesibukan yang dijalani masih sama yakni kuliah. Frekuensi pertemuan yang masih tinggi akan membuat kita lebih mudah untuk ngobrol dan merencakan perjalanan bersama teman-teman kampus. Beda halnya dengan mereka yang sudah lulus. Frekuensi pertemuan yang semaking berkurang serta perbedaan aktivitias membuat mereka susah untuk merencakan liburan bersama.
Selagi masih punya banyak waktu untuk bertemu dan main bareng sahabat, manfaatkanlah itu untuk sering-sering traveling bersama. Tidak harus jauh-jauh sampai ke luar pulau atau keluar kota. Jalan-jalan ke pantai saat weekend pun juga bisa manfaatkan untuk menikmati quality time bersama teman.
2. Tuntutan hidup belum tinggi
Semakin bertambanya umur, semakin tinggi pula tuntutan hidup yang harus kita penuhi. Sebelum dihadapkan pada tuntutan hidup yang lebih tinggi dan kompleks, nikmatilah masa muda dengan cara anak muda.
Di usia 20 s/d 24 tahun, tuntutan hidup setidaknya belum seberat ketika kita telah menginjak angka 25 keatas. Saat usia kita telah memasuki angka 25, mau tak mau kita harus siap untuk menerima tuntutan yang lebih tinggi. Salah satu yang paling umum adalah tuntutan untuk menikah. Setiap orang tentu sudah punya perhitungan sendiri tentang kapan ia harus menikah. Tapi, kita tak bisa mengelak pada digit angka pada umur. Apalagi jika kita mulai mendapati satu persatu teman telah menemukan cintanya masing-masing.
Menikah hanyalah satu dari sekian banyak tuntukan hidup yang harus kita hadapi ketika usia kita mulai beranjak ke angka 25. Masih banyak tuntutan-tuntutan lain yang harus kita hadapi sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat.
3. Untuk menabur benih pertemanan
Mempunyai banyak teman tidak akan pernah ada ruginya sama sekali. Kalau kita sering traveling, kesempatan kita untuk bertemu orang-orang dari berbagai daerah dengan latar yang berbeda akan semakin besar. Mereka yang kita temui dalam perjalanan akan mudah untuk dijadikan teman karna pada dasarnya, orang yang gemar traveling juga suka menjalin pertemanan dengan siapa saja. Semakin sering sering kita traveling, semakin banyak pula teman yang akan kita dapat. Hidup dengan banyak teman adalah hidup yang menyenangkan. (Sumber: Artikel yukpiknik.com Foto JKTjalanjalan)
...moreWisata bahari di pantai selatan Jember mulai dilirik investor asing. Bahkan, perusahaan Korea sudah menyurvei tiga pantai unggulan di Jember. Mereka tertarik serta ingin menanamkan modal. Sebab, pantai di Jember dinilai potensial.
Plt Kepala Kantor Wisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember M. Satuki menyatakan, tiga pantai tersebut adalah Pantai Watu Ulo, Papuma, dan Payangan. ”Belum ada kesepakatan apa pun. Namun, mereka sangat mengapresiasi keindahan laut Jember,” katanya.
Selain potensi wisata laut, mereka sempat melihat wisata pegunungan. Bahkan, lanjut Satuki, investor Jakarta juga turut melakukan survei. ”Yang paling antusias adalah investor Korea. Siang hari sudah diantar keliling pantai, mereka minta datang lagi malamnya,” jelasnya.
Pihaknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan keindahan Pantai Papuma. Pihaknya men-setting makan malam di tepi pantai seperti di Legian Bali untuk meyakinkan para investor. Bahkan, mereka diyakinkan langsung oleh Bupati Faida.
Sejumlah investor yang singgah di Jember tersebut datang setelah menyaksikan karnaval dunia JFC. Mereka semakin yakin setelah tiga menteri dan kepala daerah di Jatim turut datang ke Jember. ”Karena kami menangkap peluang itu,” imbuhnya.
Satuki optimistis kedatangan para investor tersebut berdampak baik bagi kemajuan Jember. Selain itu, multiplier effect bakal terus mengalir ke Jember. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terealisasi dengan optimal.
Dia menambahkan, pergelaran JFC selama empat hari pekan lalu mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan asing mencapai 200 ribu orang. ”Apalagi pada pekan bersamaan ada Mata Najwa yang dihadiri tiga menteri,” ujarnya.
Dia mengaku seluruh hotel di Jember penuh. Bukan hanya hotel kelas bintang, hotel kelas melati pun dipenuhi pengunjung. ”Banyak homestay yang dihuni wisatawan,” ucapnya.
Multiplier effect lain selama pelaksanaan JFC juga dirasakan pelaku UMKM di Jember. Meski demikian, mereka mengakui bahwa penjualan suvenir perlu ditingkatkan.
Perjalanan paket wisata juga perlu direalisasikan selama ada momen agenda wisata semacam itu. Sebab, konsep terintegrasi sangat diperlukan dalam menunjang efektivitas promosi potensi wisata di Jember. (Sumber: Artikel jawapos.com Foto eruvierda.wordpress.com)
...moreTripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) terus mengembangkan destinasi wisata prioritas demi menaikkan kembali industri pariwisata yang melemah sejak adanya pandemi COVID-19.
Dengan menerapkan protokol kesehatan dan sertifikasi CHSE, berikut adalah 5 destinasi super prioritas yang dipilih untuk menjadi ikon pariwisata Indonesia di panggung dunia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Christie Lienata (@christielienata)
1. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Walaupun terkenal dengan keunikan wisata komodo di Taman Nasional Komodo serta Pink Beach, di sini Anda bisa menyaksikan matahari terbenam di Bukit Sylvia karena daerah ini terkenal dengan istilah seribu sunset, trekking Pulau Padar dan Kanawa, kemudian merasakan pengalaman bawah laut penuh pesona di beberapa titik selam seperti Batu Bolong, Castle Rock dan Manta Point.
2. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Hilangkan penat dan lelah dengan mengunjungi Permata Tersembunyi NTB. Tidak hanya menyuguhkan keindahan pantai alami dengan berselancar seperti Pantai Gerupuk, Pantai Kuta, Pantai Seger, atau Tanjung Aan, tetapi juga menawarkan wisata budaya bernilai untuk dipelajari. Yang paling terkenal adalah Festival Bau Nyale (sebuah acara lokal di Mandalika di mana masyarakat berkumpul untuk berburu cacing tanah).
Sebagai salah satu destinasi super prioritas Indonesia, Kemenparekraf juga hendak mengembangkan reputasi dan infrastruktur Mandalika agar siap menjadi tuan rumah wisata olah raga (sports tourism). Ke depannya, Mandalika akan memiliki sirkuit MotoGP dengan dibangunnya Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar yang terdiri dari Sirkuit Balap Skala Internasional, Convention Center, dan 7 hotel mewah seiring dengan rancangan pengelolaan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika – sebuah kawasan berbasis pariwisata dari pemerintah Indonesia.
3. Danau Toba, Sumatera Utara
Kemenparekraf menunjuk Danau Toba sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. Sebagai keajaiban dunia yang menakjubkan, danau kawah ini begitu besar dan di tengah danau ada sebuah pulau yang ukurannya hampir sebesar Singapura. Dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, Danau Toba sebenarnya lebih mirip lautan. Ini adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia.
Nikmati pengalaman berkayak di Danau Toba dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau (Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara). Kemudian, segarkan pikiran dengan menikmati suasana danau sejuk dengan glamping (kemah mewah) di The Kaldera Toba Nomadic Escape yang terletak di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir.
4. Likupang, Sulawesi Utara
Likupang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Nama daerah ini menjadi perbincangan hangat di tahun 2020 karena pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah satu destinasi super prioritas. Artinya pemerintah akan memaksimalkan pembangunan pariwisata dari berbagai aspek.
Daerah ini juga sedang dipersiapkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dengan jarak tempuh dua jam perjalanan mobil dari Manado, terdapat banyak pantai eksotis yang dapat menjadi pilihan, yaitu Pantai dan Bukit Pulisan, Pantai Paal, Pantai Lihaga, hingga Pulau Gangga.
[Baca juga : "4 Tren Wisata Di Tahun 2021"]
5. Borobudur, Jawa Tengah
Salah satu warisan budaya dunia UNESCO, Candi Borobudur, sering dianggap berada di Kota Yogyakarta, padahal sebenarnya berada Magelang, tepatnya di Jalan Badrawati dengan akses mudah karena terletak di pinggir jalan. Bagi masyarakat yang menjadikan kunjungan ke Candi Borobudur sebagai salah satu impian teratas, maka harus juga memasukkan beberapa lokasi wisata sekitar Candi Borobudur ke dalam rencana perjalanan yaitu Punthuk Setumbu, Bukit Rhema Gereja Ayam, Pemandian Candi Umbul, Pinus Kragilan, Candi Ratu Boko, hingga Tebing Breksi. (Sumber: Artikel rctiplus.com Foto freepik.com/wirestock)
...moreTripTrus.Com - Dalam melakukan perjalanan wisata, umumnya akan memakan biaya sedikit lebih mahal apabila dilakukan seorang diri. Namun, tidak demikian jika dilakukan bersama rombongan.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan Dhayan Amiey membentuk JKTjalanjalan pada 29 Maret 2012, bersama seorang teman semasa masih duduk di bangku sekolah menengah. “Kami bentuk komunitas supaya jika mau ke mana-mana itu sudah terjadwal. Tujuannya jelas, bisa arrange sendiri atau kalau pakai trip operator tidak bingung memilihnya, dan budget bisa ditekan,” kata Dhayan. Saat ini, JKTjalanjalan (Triple-J) telah memiliki 50-an anggota yang kebanyakan berasal dari kaum pekerja. Syarat untuk menjadi anggota sangatlah mudah. Dalam setahun, Triple-J memiliki agenda empat kali trip. Dengan ikut minimal dua kali saja, maka sudah dianggap sebagai anggota. “Kalau sekarang cukup dengan sering ikut kegiatan selain jalan-jalan, seperti ngopi bareng atau kegiatan charity sudah bisa dianggap anggota,” kata pria lajang kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1990 itu. Dhayan menjelaskan, dalam satu kali trip terdapat kuota minimal sebanyak 5-10 orang. Setiap trip bersifat terbuka, tidak hanya untuk member . Ada beberapa partisipan non-member yang rajin mengikuti trip Triple-J. Tak hanya itu, Triple-J juga aktif dalam kegiatan #1Traveler1Book , sebuah kampanye sosial di mana para traveler membawa minimal satu buah buku untuk dibagikan ke masyarakat sekitar destinasi wisata mereka. Buku-buku tersebut tentu saja buku bertema edukasi dengan target usia taman kanakkanak hingga SMP. Ada misi penting yang dibawa oleh komunitas ini. Mereka ingin mengajak masyarakat bukan hanya mengenal potensi wisata di Indonesia, juga memberi arti di setiap destinasi yang dikunjungi. “Tidak sekadar foto-foto lalu upload di media sosial,” kata Dhayan.
Sumber: Artikel dan Foto infonitas.com
...moreDi saat bulan Ramadhan, berbagai jenis makanan yang biasanya jarang didapat tiba-tiba bisa muncul selama sebulan penuh. Mulai dari pusat penjualan makanan berbuka puasa sampai ke rumah makan dan restoran ternama di bulan Ramadhan menghidangkan berbagai jenis makanan yang mengundang selera untuk langsung disantap begitu tiba waktu berbuka puasa. Apa saja ragam hidangan khas berbuka puasa? Baca di sini, dong.
KolakYang satu ini sudah pasti dikenal sebagai hidangan khas berbuka puasa yang paling populer. Potongan pisang, ubi jalar, singkong, nangka dan kolang-kaling direbus di dalam kuah santan dengan gula aren yang diberi daun pandan dan kayu manis serta jahe. Rasa kuah kolak yang manis dan kandungan karbohidrat yang ada di buah-buahan dalam kolak akan menggantikan tenaga yang hilang setelah berpuasa.
KurmaBuah yang sekilas terlihat seperti buah kelapa sawit ini datang dari Timur Tengah. Menurut hadits, Nabi Muhammad selalu menyantap tiga butir kurma pada saat berbuka puasa. Kandungan gula yang tinggi tapi ramah untuk tubuh dari buah kurma dapat membantu mengembalikan energi yang hilang saat berpuasa. Di saat bulan Ramadhan, berbagai jenis kurma dari berbagai daerah di Timur Tengah dapat ditemukan di mana-mana. Buah kurma sendiri punya banyak kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh sehingga tepat untuk dijadikan hidangan khas berbuka puasa.
Kolang-kalingBiasanya yang satu ini mungkin cuma bisa dinikmati kalau kamu beli es campur jika sedang tidak bulan Ramadhan. Tapi di saat bulan Ramadhan, buah yang berasal dari pohon Aren (arenga pinnata) ini lebih sering terlihat dibuat jadi bahan minuman atau campuran minuman segar untuk hidangan khas berbuka puasa. Buah yang juga dikenal dengan nama buah atap ini juga memiliki kandungan air yang tinggi. Juga memiliki kandungan serat, karbohidrat, dan berbagai kandungan mineral, sehingga dapat melegakan dahaga dan rasa lapar sekaligus meski tidak dikonsumsi dengan jumlah banyak. Ini yang menyebabkan kolang-kaling jadi salah satu bahan makanan ideal untuk yang sedang berdiet.
Jajanan PasarKalau yang ini banyak sekali jenisnya. Mulai dari berbagai macam kue basah seperti kue pisang, kue cucur, gandasturi, kue bugis, bika ambon, kue lapis, dan lain-lain. Lalu belum lagi berbagai makanan lain seperti lemper, arem-arem, sosis solo, bacang, risoles, pastel, tahu goreng, pisang goreng, bakwan udang, panada, dan ratusan makanan lain yang terlalu banyak untuk dibayangkan, sudah pasti jadi bagian penting hidangan khas berbuka puasa bagi banyak orang. Rasanya yang gurih dan porsinya yang relatif tidak besar bisa memancing selera makan sebelum lanjut ke makanan besar.
Blewah & Timun SuriApakah teman-teman pernah memperhatikan, kalau tiap bulan Ramadhan buah Timun Suri dan Blewah mudah sekali ditemukan di mana-mana dan harganya pun relatif murah. Tapi di luar bulan Ramadhan, hidangan khas berbuka puasa ini tidak begitu mudah ditemukan. Meski keduanya berasal dari jenis tanaman yang berbeda, tapi warna dan rasanya tidak jauh berbeda. Keduanya mempunyai rasa manis yang menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.
Es BuahTampaknya tidak perlu menyebut satu-persatu buah apa saja yang ada di Indonesia yang bisa dicampurkan menjadi es buah. Jenisnya pun bermacam-macam seperti Es Ketimun Serut dari Aceh atau Es Palu Butung dari Sulawesi, tapi tujuannya tetap sama, yaitu menghilangkan dahaga setelah satu hari penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rasa buah yang segar serta berbagai vitamin dan kandungan bergizi lainnya ditambah dengan sirup dan susu kental manis akan membuat dahaga hilang dengan sekejap. Meski di luar bulan Ramadhan es buah tetap dapat dijumpai, tapi kesegarannya membuatnya jadi hidangan khas berbuka puasa yang digemari oleh banyak orang.
Nah, itu dulu hidangan khas berbuka puasa yang kita bahas. Apa hidangan khas berbuka puasa yang jadi favorit kamu? Ceritain dong di comment di bawah.
...moreTripTrus.Com - Generasi millennial, dikenal sebagai generasi yang lebih memilih menghabiskan uang untuk berlibur dibandingkan membeli rumah. Demi memperoleh pengalaman liburan yang sedang tren, mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit.
"Jelas bukan sembarangan destinasi liburan, generasi millennial memiliki beberapa kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan layak atau tidaknya mereka mengunjungi destinasi wisata."
Selain berjuta misteri masa lampau, Lasem memiliki Batik motif yang sangat khas. Dikarenakan motif Batik Lasem tercipta dari berbagai unsur, seperti: Sejarah, Alam dan Budaya perpaduan antara Jawa dengan Tionghoa. Coraknyapun menggambarkan falsafah hidup dan moral. Serta warnanya yang memiliki cirri khas serupa merah darah ayam atau dalam bahasa Jawa “abang getih pitik”. Setidaknya setelah UNESCO pada tahun 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, batik Lasem mengalami perkembangan. Usaha batik di Lasem memang semakin menggeliat, berbagai showroom, workshop batik baru tumbuh dan menjadi salah satu tujuan turis ke Lasem. Setidaknya ada satu hal yang mesti diperhatikan, yaitu regenerasi pembatik yang memasuki usia senja. Karena hal tersebut menjadi kunci keberlangsungan Batik Lasem. Regram 📷@iwetramadhan
A post shared by Vakansi Indonesia (@vakansinesia) onJan 8, 2018 at 5:28pm PST
Destinasi berkarakter instagramable merupapak salah satu kriteria generasi millennial menentukan destinasi liburan. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan travel Expedia, studi pada traveler muda usia 18-34 menemukan bahwa 2 dari 3 responden mengatakan, Instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting sebelum mereka memesan tiket.
Bagi generasi millennial, Lasem bisa dimasukkan ke dalam salah satu detinasi liburan mereka. Berbagai sudut Lasem sangat instagramable., dikarenakan begitu banyak bangunan tua bergaya Cina Hindia, yang masih berdiri kokoh. Aksen bangunan seperti jendela dan pintu berbagai warna menjadi pemanis dalam bingkai foto. Beberapa workshop batik dan juga beberapa klenteng bisa menjadi latar untuk berfoto.
Selain berkarakteristik instagramable, Lasem juga bisa memberikan berbagai pengetahuan bagi generasi millennial. Karena Lasem sendiri dikenal sebagai Tiongkok Kecil yang memiliki sejarah serta budaya yang menarik untuk diketahui.
Tunggu apalagi? Siapkan perlengkapan berfotomu sebelum berkunjung ke Lasem ya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more