TripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota :
1. Masjid Jami' Al-Anwar, Angke
View this post on Instagram
Masjid yg didirikan oleh seorang muslimah tionghoa yg bergaya hindu Bali, Eropa dan tionghoa pada tahun 1700-an. . Sudah menjadi cagar alam nasional sejak thn 1993 . #wisataedukasi #wisatakemasjid #wisatasekolah #masjid #masjidjamiangke @wisatasekolah
A post shared by shinta aryani dewi (@_shintaad) onJun 1, 2018 at 11:00pm PDT
Sejarah pendirian masjid ini berkaitan erat dengan peristiwa di zaman Jenderal Adrian Valckenier (1737-1741), beberapa kali terjadi ketegangan antara VOC dengan rakyat dan orang Tionghoa. Ketegangan memuncak pada tahun 1740 ketika orang-orang Tionghoa bersenjata menyusup dan menyerang Batavia. Karena kejadian ini, sang jenderal sangat marah dan memerintahkan pembunuhan massal terhadap orang-orang Tionghoa. Peristiwa ini diketahui Pemerintah Belanda, sang jenderal dimintai pertanggungjawaban dan dianggap sebagai gubernur jenderal tercela. Akibatnya, ia kemudian dipenjarakan Pemerintah Belanda pada tahun 1741. Dan tak lama kemudian sang jenderal pun akhirnya mati di penjara.
Sewaktu terjadi pembunuhan massal itu, sebagian orang Tionghoa yang sempat bersembunyi dilindungi oleh orang-orang Islam dari Banten, dan hidup bersama hingga tahun 1751. Mereka inilah yang kemudian mendirikan Masjid Angke pada tahun 1761 sebagai tempat beribadah dan markas para pejuang menentang penjajah Belanda. Masjid konon juga sering dipakai sebagai tempat perundingan para pejuang dari Banten dan Cirebon.
Berdasarkan sumber Oud Batavia karya Dr F Dehan, masjid didirikan pada hari Kamis, tanggal 26 Sya’ban 1174 H yang bertepatan dengan tanggal 2 April 1761 M oleh seorang wanita keturunan Tionghoa Muslim dari Tartar bernama Ny. Tan Nio yang bersuamikan orang Banten, dan masih ada hubungannya dengan Ong Tin Nio, istri Syarif Hidayatullah. Arsitek pembangunan masjid ini adalah Syaikh Liong Tan, dengan dukungan dana dari Ny. Tan Nio. Makam Syaikh Liong Tan, arsitek Masjid Jami Angke, yang berada di bagian belakang Masjid Jami Angke.
Menurut sejarawan Heuken dalam bukunya Historical Sights of Jakarta, kampung di sekitar Masjid Angke dulu disebut Kampung Goesti yang dihuni orang Bali di bawah pimpinan Kapten Goesti Ketut Badudu. Kampung tersebut didirikan tahun 1709. Banyak orang Bali tinggal di Batavia, sebagian dijual oleh raja mereka sebagai budak, yang lain masuk dinas militer karena begitu mahir menggunakan tombak, dan kelompok lain lagi datang dengan sukarela untuk bercocok padi. Selama puluhan tahun orang-orang Bali menjadi kelompok terbesar kedua dari antara penduduk Batavia (A Heuken SJ, 1997:166).
Selain orang-orang Bali, kampung sekitar masjid dulunya juga banyak dihuni masyarakat Banten dan etnis Tionghoa. Mereka pernah tinggal bersama di sini sejak peristiwa pembunuhan massal masyarakat keturunan Tionghoa oleh Belanda. Bahkan jika kita berkunjung ke tempat tersebut saat ini, akan kita lihat masih banyak warga etnis Tionghoa yang tinggal di perkampungan tersebut.
2. Masjid Jami Tambora, Tambora
View this post on Instagram
With mosques, it's often difficult to guess if they're old or new. Some people get overzealous with upgrading or renovating them. Little expansion here, adding ceramic panels there, and the mosques look totally unrecognisable from the original. I'd thought that Masjid Jami Tambora (pictured above) and Tangerang's Masjid Jami Kalipasir were built pretty recently, perhaps in the last 30 or 40 years. It wasn't until I saw signs in front of the mosques that I came to understand that both were actually built in the 18th century.
A post shared by Heru Santoso (@sirhumphreyappleby) onFeb 3, 2019 at 6:23am PST
Masjid Jami Tambora dibangun pada tahun 1181 H (1761 M) oleh Kiai Haji Moestoyib, Ki Daeng, dan kawan-kawan. Mereka berasal dari Makasar dan lama tinggal di Sumbawa tepatnya di kaki Gunung Tambora. Pada tahun 1176 H (1756 M) KH. Moestodijb dan Ki Daeng dikirim ke Batavia oleh Kompeni karena menentang dan dihukum kerja paksa selama lima tahun.
Setelah hukuman selesai mereka tidak kembali ke Sumbawa, tetapi menetap di Kampung Angke Duri (sekarang Tambora) dan berkenalan dengan ulama setempat. Kemudian mereka menemukan ide untuk membangun sebuah masjid sebagai tanda syukur. Lokasinya sengaja dibuat di tepi Kali Krukut karena saat itu air kali masih jernih sehingga bisa dipakai untuk berwudlu.
Sumber lain menyebutkan, konon Masjid Tambora ini dibangun oleh H. Moestoyib, bersama seorang kontraktor Tionghoa Muslim yang berasal dari Makasar pada tahun 1761, kedua Muballigh itu ditahan oleh penguasa Belanda selama kurang lebih 5 Tahun dengan tuduhan makar, tetapi tuduhan itu tidak terbukti dan mereka pun dibebaskan, lalu penguasa Belanda memberikan sebidang tanah di luar tembok Batavia yang kemudian dibangun Masjid Tambora.
Sejak masjid selesai dibangun, peribadatan dimasjid ini dipimpin oleh K.H. Moestoyib sampai wafat. Haji Mustoyib dikuburkan di halaman depan masjid ini demikian pula dengan Ki Daeng. Guna kelanjutan kegiatan masjid setelah mereka wafat maka pada tahun 1256 H (1836 M) pimpinan masjid dialihkan kepada Imam Saiddin sampai wafat. Setelah itu masjid telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan. Terakhir pada tahun 1370 H (1950 M) pimpinan dipegang oleh Mad Supi dan kawan-kawannya dari gang Tambora. Masjid ini diperluas dan dipugar menyeluruh pada tahun 1980.
3. Masjid Jami Almubarak, Krukut
View this post on Instagram
Diantara kebaikan Di bulan Ramadhan adalah menuntut Ilmu
A post shared by arfan latif (@arfan_latif) onJun 2, 2017 at 7:04pm PDT
Masjid Jami Almubarak atau Masjid Krukut adalah salah satu masjid tua di Jakarta, dibangun sesudah tahun 1785 di atas sebidang tanah luasnya 1.000 m2 yang disebut Cobong Baru. Dibangun oleh kaum peranakan Tionghoa di Batavia, setelah memperoleh izin dari Gubemur Jenderal Alting. Izin tersebut diberikan kepada kapitan Cina peranakan (Muslim) yang bernama Tamien Dosol Seeng. Pada abad ke-19 dan abad ke20 masjid ini mengalami perubahan besar. Sebuah mimbar kayu pantas dianggap karya besar seni ukir Tionghoa. Sayang sekali, bentuk ukiran mimbar itu tak tajam lagi akibat dilapisi cat perak tebal pada tahun 1975 dan kini mimbar tersebut raib tak jelas keberada’annya.
Perombakan dan pembangunan total masjid ini dilakukan tahun 1994 14 Januari 1994, diperluas oleh tanah wakaf yang diberikan Syech Abdul Khaliq A Bakhsh dan dilaksanakan oleh Abdul Malik Muhammad Aliun sebagai wakaf untuk umat Islam. Di kawasan Krukut kini sudah hampir tak ada lagi muslim Tionghoa yang bermukim disana dan justru lebih banyak di dominasi muslim keturunan arab.
[Baca juga : "5 Fakta Sejarah Tentang Pulau Penyengat"]
4. Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Kebon Jeruk
View this post on Instagram
Masjid Jami Kebon Jeruk Jakarta Kota Markaz Dakwah dan Tabligh Indonesia Malam Markaz setiap malam jum'at di seluruh dunia #masjidkebonjeruk #malammarkaz #markazdakwahtablighindonesia #dsas #khurujindonesia
A post shared by Jefry Berahim (@jefryberahim) onDec 21, 2018 at 2:07am PST
Menurut data dari Dinas Museum dan Pemugaran Provinsi Jakarta, Masjid Jami’ Kebon Jeruk, Kebon Jeruk didirikan oleh seorang Muslim Tionghoa bernama, Chau Tsien Hwu atau Tschoa atau Kapten Tamien Dosol Seeng di tahun 1786. Beliau adalah salah seorang pendatang dari Sin Kiang, Tiongkok yang kabur dari negerinya karena ditindas oleh pemerintah setempat.
Sesampai di Batavia, ia menemukan sebuah surau yang tiangnya telah rusak serta tidak terpelihara lagi. Kemudian di tempat tersebut, ia dan teman-temannya, sesama pendatang dari Tiongkok mendirikan mesjid dan diberi nama Masjid Kebon Jeruk. Alasan diberinya nama Masjid Kebon Jeruk, menurut petugas Istiqbal (humas-red) Masjid Kebon Jeruk, Abdul Salam, karena memang pada waktu itu di daerah ini ditumbuhi banyak pohon jeruk.
Jauh sebelumnya, tahun 1448 Masehi, di lokasi ini telah berdiri sebuah mesjid surau atau langgar. Bangunannya bundar, beratap daun nipah, bertiang empat, masing-masing penuh dengan ukiran. Siapa saja pendirinya tidak diketahui. Chan tsin Hwa beserta istrinya Fatima hwu tiba di Batavia pada tahun 1718, dan menetap di daerah Kebon Jeruk sekarang ini. Mereka ini adalah rombongan muhajirin (pengungsi) yang memeluk agama Islam, yang terpaksa meninggalkan negrinya karena terdesak oleh penguasa Dinasti Chien yang menganut agama leluhur mereka, Budha.
Selain nilai historisnya, masjid ini menjadi terkenal karena Masjid Kebon Jeruk sebagai pusat kegiatan tabligh dan dakwah Islam di Indonesia. Masjid Jami’ Kebon Jeruk ini menjadi markas kegiatan Jemaah Tabligh untuk wilayah Indonesia dengan kegiatan jamaahnya adalah melakukan penyebaran Islam dengan mengunjungi berbagai tempat di seluruh nusantara dan berbagai negara.
5. Masjid Az-Zawiyah, Pekojan
View this post on Instagram
Masjid Az Zawiyah adalah salah satu masjid tua yang berada di kawasan Pekojan, Jakarta Barat. Masjid yang terletak di jalan Pekojan Kecil dibangun oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas dari Tarim, Yaman Selatan. Biasanya di 10 malam terakhir Ramadhan ada tradisi buka bersama di beberapa masjid tua di Jakarta salah satunya adalah masjid Azzawiyah di setiap tanggal ganjil. Dengan adanya buka bersama ini, terlihat semakin eratnya umat muslim di Indonesia, terbukti tidak dari Jakarta saja yang menghadiri acara buka bersama ini, ada yang dari Jonggol, Bogor, Depok dan sekitarnya. Semoga dengan adanya tradisi seperti ini umat muslim di Indonesia semakin mesra hubungannya dengan sang Maha Pencipta. __ Foto : @sugoroaprian __ #iwashere #bukber #masjidazzawiyah #pekojan #jakarta #detikdetikterakhirramadhan #indonesia
A post shared by Irfan Ramdhani (@ramdhani_irfann) onJun 22, 2017 at 3:28am PDT
Masjid Az-Zawiyah merupakan salah satu masjid tua Jakarta yang berada di kawasan Pekojan. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Habib Ahmad bin Hamzah Alatas pada tahun 1812M, Beliau adalah seorang ulama yang berasal dari Tarim, Hadramaut, Yaman. Dan juga dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan kitab “Fathul Mu’in” atau kitab kuning yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai rujukan di kalangan pesantren tradisional.
Habib Ahmad bin Hamzah Alatas juga merupakan guru dari Habib Abdullah bin Muhsin Alatas, seorang ulama besar yang kemudian berdakwah di daerah Bogor. Ketika dibangun, masjid ini tidak saja merupakan sebuah bangunan untuk ibadah semata namun juga merupakan tempat penyelenggaraan pendidikan islam. Kini bangunan masjid ini dikelola oleh Yayasan Wakaf Al-Habib Ahmad Bin Hamzah Alatas.
Masjid Azzawiyah berada tidak jauh dari jalan Pekojan Kecil, awalnya hanya berupa mushola kecil, Mushola ini kemudian diwakafkan hingga sekarang dan kemudian menjadi sebuah masjid. Kawasan Pekojan juga dikenal sebagai Kampung arab meskipun pada awalnya dihuni oleh Muslim dari India. Saat ini di Pekojan terdapat 4 Masjid Jami’ dan 26 mushola beberapa diantaranya sudah eksis sejak era kolonial.
Masjid kecil ini begitu ramai dikunjungi oleh muslim keturunan arab terutama di hari Lebaran hingga hari ketiga. Tepat di depan Mushola ini berdiri rumah tua bergaya Moor, rumah tersebut sekarang ditempati keluarga Saleh Aljufri. Keluarga Saleh Al-Jufri ini adalah salah satu keturunan Arab yang masih tinggal di kawasan Pekojan. (Sumber: Artikel situsbudaya.id Foto bujangmasjid.blogspot.com)
...moreTRIPTRUS - Jet lag atau pengar udara adalah kelainan waktu tidur sementara atau merasa lelah dan kebingungan setelah perjalanan panjang dengan melintasi beberapa zona waktu menggunakan pesawat terbang. Akibat dari jet lag, gejala yang umumnya terjadi adalah gangguan pada pola tidur Anda dan membuat Anda merasa selalu mengantuk dan kelelahan.
Foto: klikhotel.com
Gejala-gejala Jet Lag
Jet lag memiliki gejala yang berbeda-beda antara orang satu dengan orang lainnya. Jarak dan jumlah zona waktu yang dilintasi akan berpengaruh kepada tingkat keparahan gejala yang muncul.
Kasus jet lag biasanya mulai dirasakan setelah melintasi setidaknya tiga zona waktu. Jika Anda melakukan penerbangan pendek dan melintasi kurang dari tiga zona waktu, Anda hanya akan merasakan gejala ringan dari jet lag. Gejala yang terjadi biasanya membaik dalam dua hari, tergantung kepada kecepatan tubuh Anda dalam menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru, gejala-gejalanya antara lain:
Gangguan tidur. Ini adalah gejala yang paling umum dari jet lag, misalnya insomnia, tidur berlebihan, bangun terlalu cepat.
Gangguan pencernaan seperti konstipasi atau diare.
Merasa kelelahan dan kehabisan energi.
Merasa tidak enak badan.
Kebingungan, sulit untuk konsentrasi, atau berpikir seperti biasanya.
Gangguan menstruasi pada wanita.
Kehilangan selera makan.
Mual dan muntah.
Gangguan ingatan.
Cemas dan mudah marah.
Pusing dan sakit kepala.
Otot-otot terasa sakit.
Jika Anda sering melakukan perjalanan antar zona waktu, baik untuk urusan bisnis atau berlibur, disarankan bagi Anda untuk menemui dokter spesialis gangguan tidur.
Foto: kabarimbocom
Apa yang Menyebabkan Terjadinya Jet Lag?
Jet lag adalah dampak dari perjalanan jarak jauh dengan pesawat hingga melintasi beberapa zona waktu. Akibatnya, kebiasaan fisik tubuh menjadi terganggu. Di bawah ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi risiko Anda mengalami jet lag:
Jam internal Jam internal atau ritme sirkadian adalah jam biologis yang mengatur siklus tubuh selama 24 jam. Jika jam internal terganggu, tubuh dapat mengalami jet lag. Jam biologis sendiri tersebar di seluruh tubuh dan terdiri dari kelompok-kelompok sel yang saling berinteraksi. Seluruh kelompok sel ini dikendalikan oleh jam utama di dalam otak yang bertugas menyelaraskan seluruh jam internal tubuh. Secara berkelanjutan, tubuh memiliki respons tersendiri terhadap cahaya dan kegelapan, yaitu kondisi yang juga menentukan waktu bangun dan tidur. Rutinitas ini akan terganggu ketika seseorang melakukan perjalanan jauh menuju zona waktu yang berbeda. Hanya dalam penerbangan selama beberapa jam, tubuh sudah bisa berada di zona waktu yang berbeda. Perjalanan yang cukup cepat ini membuat tubuh harus menyelaraskan dan menyusun ulang ritme sirkadian. Beberapa penyesuaian yang harus dilakukan tubuh antara lain:
Perbedaan kemunculan cahaya.
Perbedaan datangnya gelap atau malam.
Perbedaan waktu makan.
Perbedaan suhu udara.
Arah perjalanan Arah perjalanan Anda juga akan menentukan tingkat keparahan jet lag yang dialami. Saat bepergian ke arah barat, gejala jet lag yang dialami biasanya juga lebih ringan. Hal ini disebabkan tubuh lebih mudah menyesuaikan diri dengan hari yang lebih panjang. Dengan kata lain, waktu yang dijalani akan bertambah saat bepergian ke barat dan begitu pula sebaliknya. Lebih mudah untuk menunda waktu tidur beberapa jam daripada memaksakan untuk tidur lebih cepat.
Faktor risiko Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami jet lag atau memperparah kondisi jet lag yang Anda alami:
Jumlah zona waktu yang dilintasi cukup banyak.
Usia yang sudah senja.
Sering bepergian menggunakan pesawat, terutama bagi seorang pilot, awak pesawat, dan pebisnis yang sering ke luar negeri.
Mengalami dehidrasi.
Mengonsumsi minuman keras dan kopi selama penerbangan.
Kurang tidur.
Mengalami stres.
Pengobatan Jet Lag
Jet lag bukanlah kondisi medis yang serius dan berkelanjutan. Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu sekitar dua hari. Untuk mengurangi dampak dari jet lag, Anda bisa berusaha membuat penyesuaian pada jam biologis di zona waktu yang baru, terutama dalam hal:
Makan. Usahakan makan sesuai dengan jam makan di zona waktu yang baru.
Tidur. Ikuti jam tidur pada zona waktu yang baru.
Beraktivitas. Lakukan aktivitas di luar ruangan agar tubuh lebih mudah menyesuaikan dengan rutinitas yang baru.
Jika Anda diharuskan mengonsumsi obat ketika bepergian jauh dan melintasi beberapa zona waktu, tanyakan kepada dokter sebelum Anda pergi. Dokter akan memberi tahu waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat setelah Anda tiba di lokasi tujuan.
Melatonin Melatonin adalah hormon yang dikeluarkan tubuh pada malam hari dan berfungsi memberi tahu otak jika tubuh membutuhkan tidur. Selain melatonin, jam internal di dalam tubuh juga dipengaruhi oleh cahaya alami. Hormon melatonin akan berhenti diproduksi saat cahaya menyinari tubuh dan membantu Anda untuk bangun. Saat Anda kesulitan untuk tidur di malam hari setelah tiba di zona waktu yang baru, Anda mungkin akan diberikan obat yang mengandung melatonin untuk memudahkan tidur. Obat yang mengandung melatonin sangat efektif jika dikonsumsi tiga jam sebelum waktu tidur Anda. Tapi kepastian apakah obat ini efektif untuk mengatasi jet lag masih belum bisa dibuktikan secara pasti. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi atau membeli obat-obatan jenis apa pun untuk mengatasi jet lag.
Pil tidur Obat ini sangat membantu bagi beberapa orang yang mengalami jet lag. Tapi karena obat ini bisa membuat kecanduan, maka dokter jarang menganjurkan konsumsi obat ini lebih dari beberapa hari. Obat ini juga menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, diare, dan hidung berair.
Mencegah Jet Lag
Tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mencegah jet lag, terlebih jika Anda bepergian melintas beberapa zona waktu. Tapi Anda bisa menurunkan efek dari jet lag itu sendiri. Jika perjalanan yang Anda lakukan tidak terlalu lama, misalnya sekitar 3 hari, Anda bisa tetap menjalani zona waktu daerah asal agar jam biologis tubuh tidak terganggu. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan efek dari jet lag:
Mengubah rutinitas tidur. Sesuaikan waktu tidur dengan waktu tempat tujuan Anda beberapa hari sebelum berangkat.
Tidur yang cukup. Usahakan untuk tidur secukupnya sebelum Anda melakukan penerbangan. Kelelahan bisa memperburuk gejala jet lag yang Anda alami.
Check in secara daring. Hindari stres dengan melakukan check in secara daring. Keramaian di bandara bisa menimbulkan stres, suatu kondisi yang akan memperparah jet lag.
Menghindari dehidrasi. Pastikan untuk mengonsumsi banyak air putih ketika dalam perjalanan dan setelah Anda sampai di tujuan. Hal ini bertujuan melawan efek dari udara kering di dalam kabin pesawat dan mencegah dehidrasi.
Batasi konsumsi kafein dan minuman keras. Sebaiknya hindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein. Kedua bahan ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi dan memperparah gejala jet lag yang dialami.
Istirahat selama perjalanan. Lakukan tidur beberapa waktu selama Anda dalam perjalanan.
Sampai di tujuan lebih awal. Jika Anda bepergian jauh misalnya untuk sebuah rapat yang penting, Anda bisa tiba di tujuan beberapa hari lebih awal. Ini untuk memberikan tubuh waktu untuk beradaptasi dengan perubahan pola tidur yang terjadi. (Sumber: Artikel alodokter.com Foto jogja.semberani.com)
...moreIngin tahu seperti apa Baluran yang dibilang sepotong Afrika di Pulau Jawa? Ikuti tripnya di: http://triptr.us/Bm
TRIPTRUS - Dataran sabana di Benua Afrika yang penuh dengan satwa liar berkeliaran dengan bebas tidak hanya bisa disaksikan di layar kaca atau cuma dilihat foto-fotonya di Internet saja. Di pesisir Utara Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur hamparan sabana yang menguning seperti di Afrika terhampar di Taman Nasional Baluran.Nama Baluran diambil dari puncak tertinggi di area itu, yaitu Gunung Baluran (1,294 mdpl). Pada tahun 1937 Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Baluran sebagai kawasan perlindungan dengan menjadikannya suaka margasatwa. Pemerintah Indonesia, lewat Menteri Pertanian dan Agraria, menetapkan Baluran sebagai suaka margasatwa pada tahun 1962.
Lalu Suaka Margasatwa Baluran mendapatkan status sebagai Taman Nasional. Keputusan ini diumumkan bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia pada tanggal 6 Maret 1980. Pemandangan sabana di Baluran adalah salah satu sabana terindah di Indonesia. Untuk itu, Baluran juga dikenal dengan nama Afrika Kecil di Pulau Jawa.Dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam kilometer dari kota Banyuwangi, Jawa Timur, kita dapat mencapai gerbang masuk taman nasional ini. Taman nasional seluas 250 kilometer persegi ini hampir setengahnya (40%) merupakan dataran sabana. Di sini, berbagai satwa seperti Banteng Jawa, Kerbau liar dan Rusa dapat dilihat berkeliaran. Selain itu, sabana Baluran juga merupakan habitat bagi monyet ekor panjang, burung merak, burung rangkong, dan ayam hutan. Daerah yang paling terkenal di sabana Baluran adalah Bekol. Padang rumput yang luas inilah yang membuat Baluran mendapatkan julukannya sebagai "tiruan" sabana Afrika. Di pinggir sabana Bekol, terdapat hutan rimbun yang menyambut sejak kita memasuki gerbang masuk TN Baluran. Tapi Baluran tidak hanya berupa lansekap sabana saja. Pantai Bama yang terletak sekitar 15 kilometer dari gerbang masuk TN Baluran menampilkan pemandangan laut yang menakjubkan dengan air yang biru kehijauan dan ombak yang yang tak henti bergulung. Pantai Bama juga merupakan tempat yang keren untuk olahraga air seperti snorkeling, diving dan canoing.
Lalu bagi penggemar mendaki gunung, Gunung Baluran yang berdiri menjulang di pinggir sabana Baluran mengundang kita untuk mendakinya. Di atas gunung Baluran terdapat kawah dengan lebar 600 meter dan sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Selain itu, terdapat pula Gua Jepang, yang jadi sakti pertempuran tentara Indonesia dengan tentara Jepang. Gua dengan luas 12 kilometer ini terbagi menjadi dua ruangan. Dulunya, salah satu ruangan dijadikan tempat penyimpanan senjata oleh tentara Jepang, sementara ruangan satu lagi untuk menjaga dari serangan tentara Indonesia.
Photos taken from: commons.wikimedia.org, travelboogie.wordpress.com, indonesia.travel
...moreWilayah Kecamatan Sukasari yang berada di seberang Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, selama 50 tahun lalu nyaris tak pernah dilirik investor untuk menanamkan modal di bidang apa pun.Sebab, lokasinya tak bisa dijangkau kendaraan roda empat akibat tak tersedianya jaringan jalan yang memadai. Salah satu moda transportasi yang ada hanya lewat jalur Waduk Jatiluhur dengan ojek perahu. Itu pun ongkosnya sangat mahal.Tapi, sejak 2015, ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka jalan kabupaten dengan betonisasi, Sukasari ternyata menyimpan potensi pariwisata yang memukau. Dan investor pun satu per satu mulai berdatangan dan menyatakan siap menanamkan modalnya, terutama di bidang pariwisata.Pemantauan Tempo, Jumat, 2 September 2016, menunjukkan sejumlah potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi wisata oleh para investor dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yakni Tanggul Kutamanah, tebing Gunung Buleud, Gunung Manik, Pantai Paranggombong, serta panorama eksotik kawasan Gunung Pasirmuncang.Tanggul Kutamanah, yang berfungsi membendung bagian barat daya Waduk Jatiluhur, memiliki ciri khas panorama indah yang menjorok ke perairan lepas waduk, sangat pas jika dijadikan obyek wisata rumah peristirahatan terapung lengkap dengan kuliner cobek ikan betutu, ikat khas waduk Jatiluhur yang konon punya daya tahan seksual.Lalu tebing Gunung Buleud serta Manik yang menjulang ke langit dan masih perawan bisa dieksplorasi buat destinasi petualangan panjat tebing serta pendakian. Pantai Paranggombong cocok buat wisata pantai dengan ojek perahu menuju perairan lepas waduk dan kuliner seafood. Adapun kawasan gunung Pasirmuncang bisa disulap menjadi kawasan wisata alam dan petualangan.Menurut Bupati Dedi, saat ini sudah ada satu investor yang siap membangun kawasan wisata rumah terapung dengan mengadaptasi destinasi wisata Sampireun di Garut. "Izinnya sudah saya teken dan akan mulai melakukan pekerjaan medio awal 2017," katanya.Dedi berujar, Kecamatan Sukasari, yang terdiri atas Desa Kutamanah, Kertamanah, Sukasari, Tajur Sidang, Parung Banteng, dan Ciririp, memang disiapkan untuk pengembangan pariwisata, perikanan, dan peternakan. "Tapi semuanya harus berkonsepkan alam dan budaya lokal," ucapnya.Bupati yang konsen terhadap persoalan budaya, terutama budaya Sunda, itu menuturkan, dua tiga tahun mendatang, daerah sendang Waduk Jatiluhur yang sebelumnya terisolasi selama 50 tahunan pasca-pembangunan Waduk Djuanda itu akan menjelma menjadi sebuah kawasan pariwisata yang menggiurkan dan menjanjikan serta dipastikan bisa mengalahkan kawasan wisata seperti Pasawahan-Wanayasa-Bojong.Sebab, setelah dibangunnya jalan lingkar barat sejauh 63 kilometer dengan lebar 8 meter, lokasinya akan menjadi sangat strategis. Sebab, jalur jalannya akan terkoneksi dengan jalur Karawang, Jonggol, dan Cianjur. Jadi para pelancong yang datang dari Jabodetabek, Cianjur, dan Bandung akan dengan mudah menjangkaunya.Camat Sukasari Fauzi mengatakan, sejak ada jalan lingkar barat, di sejumlah titik lokasi sudah bermunculan vila, tempat wisata kuliner, dan pemancingan. "Berderet, mulai Desa Kutamanah hingga Ciririp. "Kami bersyukur, selain menghidupkan denyut pergaulan sosial, hal itu mulai mendongkrak perekonomian warga," ujarnya. (Sumber: Artikel traveli.tempo.co Foto piknikasik.com)
...moreTripTrus.Com - Wisata Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, yakni antara Jawa dan Sumatra, tepatnya di Kabupaten Serang. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten.
Dulu pulau ini di jadikan cagar alam. Namun seiring berjalannya waktu, pulau ini dijadikan taman wisata alam laut. Belum banyak yang tahu tentang pulau kebanggaan Kabupaten Serang tersebut. Terbukti dari sedikitnya wisatawan yang mengunjungi sehingga keindahan pulaunya masih terjaga sampai saat ini.
Berikut adalah daftar beberapa spot menarik yang sayang untuk kamu lewatkan jika kebetulan berkunjung ke Pulau Sangiang seperti dikutip dari IDN Times.
View this post on Instagram
A post shared by Jakarta Jalan Jalan (@jktjalanjalan) onMar 30, 2020 at 7:01pm PDT
1. Pemandangan nuansa hijau sebelum sampai di dermaga
Spot indah yang pertama kali menyambut kedatangan wisatawan adalah nuansa hijau dari hutan bakau dan anak sungai menuju ke dermaga Pulau Sangiang, seperti sungai Amazon nuansa yang tergambar pada spot ini
2. Goa Kelelawar
Bukan hanya Bali, di Pulau Sangiang kalian dapat menjumpai goa kelelawar dan menyaksikan ratusan kelelawar bermain – main dengan deburan ombak yang memasuki goa tersebut. Pada bagian ujung gua terlihat lubang sebagai tempat masuknya air. Wajar saja jika permukaan gua terendam oleh air laut. Ada satu yang unik dari terendamnya permukaan gua ini yakni ikan hiu datang untuk menunggu kelelawar yang jatuh untuk menjadi santapan.
Namun untuk melihat peristiwa yang langka tersebut pengunjung harus menunggu momen yang pas. Biasanya pagi sampai siang hari di bulan Mei hingga Agustus menjadi waktu yang pas untuk melihat hiu melahap kelelawar yang jatuh dari langit-langit di Gua Kelelawar, Pulau Sangiang
3. Puncak Begal
Pengalaman paling menarik dari Puncak Begal adalah wisatawan disuguhkan keindahan sunset di sore hari. Dan di Puncak Begal ini kalian dapat melihat pemandangan laut lepas serta sensasi ombak yang bertabrakan dengan tebing – tebing di sekitar serta memiliki pemandangan yang indah untuk jadi spot foto.
[Baca juga : "2021, Pemkab Bogor Targetkan Geopark Pongkor Mendunia"]
4. Bukit Harapan
Di spot ini kalian dapat beristirahat sejenak setelah melakukan perjalan dari spot sebelumnya. Bukit Harapan menyuguhkan pemandangan indah dan asri serta anginnya yang sepoi-sepoi dijamin bikin kalian betah berlama-lama di spot ini
5. Pantai Sangiang
Di Pantai Sangiang sendiri kalian dapat menikmati pemandangan yang indah dari pasir putih dan biru laut serta hijau tebing. Tidak seperti pantai kebanyakan, Pantai Sangiang ini tidak begitu di penuhi wisatawan sehingga kalian bebas berfoto di spot ini tanpa terganggu keramaian orang berlalu-lalang. For your information, kalian bisa menginap di sekitar pantai dengan menggunakan tenda bersama teman – teman kalian
Selain itu saat berwisata ke Pulau Sangiang, jangan lewatkan pemandangan bawah lautnya yang indah dengan cara melakukan snorkeling. Jika kamu tidak membawa alat snorkeling, jangan khawatir sebab banyak persewaan alat snorkeling di Pulau Sangiang. (Sumber: Artikel bantennews.co.id Foto jktjalanjalan)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk mengaktifkan kereta wisata menuju Gunung Padang, sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke situs prasejarah peninggalan kebudayaan megalitikum.
' Ready To Journey ' , sejumlah penumpang di #stasiunlampegan #lampegan menunggu @keretaapikita dari arah #sukabumi menuju #cianjur, #nicepose #travel #trainlover #savetheheritage #geonusantara
A post shared by santosan (@simplyishot) onSep 29, 2017 at 9:37pm PDT
"Kami akan mengoptimalkan angka kunjungan wisatawan ke Gunung Padang dengan mengunakan kereta yang berhenti di Stasiun Lampegan, selanjutnya wisawatan dapat mengunakan kendaraan wara-wiri dari stasiun menuju situs," kata Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Minggu.Dia menuturkan Pemkab Cianjur sempat merencanakan pembuatan kereta wisata sebagai sarana dan prasarana penunjang tempat wisata di Situs Meghalitik Gunung Padang, sehingga rencana tersebut akan segera dilaksanakan. "Wisatawan yang tidak mengunakan kendaraan pribadi dapat memanfaatkan kereta untuk sampai ke Gunung Padang," katanya.
Situs Gunung Padang Situs Gunung Padang di Cianjur merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Lokasi situs ini berada di di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Situs Gunung Padang adalah tanda bahwa Indonesia memiliki peradaban yang jauh lebih maju dibanding peradaban di belahan bumi lainnya. Saat memasuki kawasan Gunung Padang, kita akan disuguhkan pemandangan berupa balok-balok batu yang berserakan. Di gunung, di sawah, di rumah-rumah penduduk, dan di bawah bukit semua dipenuhi balok-balok batu. Untuk sampai di puncak, pengunjung harus melewati ratusan anak tangga. Sesampainya di puncak, kita akan melihat ribuan bebatuan yang membentuk punden berundak. Letak Gunung Padang ini ada di tengah-tengah bukit. Dari sana, kita bisa melihat pemandangan Gunung Gede dari kejauhan. Tak jauh dari Gunung Padang, juga ada air terjun Curug Cikondang yang tak kalah indahnya. Situs ini berasal dari periode 2500-4000 SM, sekitar 2800 tahun sebelum dibangun Candi Borobudur, bahkan lebih tua dari Machu Picchu di Peru. Diperkirakan, Situs Gunung Padang sezaman dengan bangunan pertama Piramida di Mesir. Untuk menuju lokasi, pertama kita harus sampai ke Cianjur terlebih dahulu. Perjalanan bisa dimulai dengan menuju Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, lalu memilih jalur Pal Dua. Dari jalur Pal Dua, kita harus ke Desa Warungkondang, melewati Cipadang, Cibokor, Lampegan, Pal Dua, Ciwangin, Cimanggu, dan berakhir di Dusun Gunung Padang. #explorecianjur #gunungpadang
A post shared by RendyHimawan (@rendyhimawan2) onMar 14, 2017 at 7:14pm PDT
Selama ini, ungkap dia, wisatawan yang datang mengunakan kereta cukup meningkat berdasarkan data yang diterima pihaknya, namun angka tersebut akan terus ditingkatkan dengan menyediakan kereta wisata yang khusus membawa wisatawan sampai ke Stasiun Lampegan dan selanjutnya disediakkan kendaraan khusus untuk sampai ke lokasi."Tahun depan akan kita realisasikan sehingga wisatawan yang datang mengunakan kereta dengan tarif murah ditambah kendaraan wara-wiri dengan harga yang terjangkau pula, sehingga angka kunjungan akan terus meningkat karena biaya yang dikeluarkan tidak mahal," katanya. Dia menambahkan untuk saat ini, pemkab masih menyelesaikan sejumlah fasilitas penunjang, seperti rest area di Lampegan dan jalan alternatif menuju Gunung Padang. "Harapan kami setelah ada kereta dan fasilitas penunjang lainnya, angka kunjungan akan terus meningkat setiap harinya," kata orang nomor dua di Cianjur itu.Sementara itu, berdasarkan keterangan, sejumlah pengunjung yang datang ke Gunung Padang, mengunakan kereta api Siliwangi jurusan Cianjur-Sukabumi. Mereka harus membayar ongkos ojek dari stasiun ke Gunung Padang yang mencapai Rp100.000 untuk pulang pergi karena tidak ada angkutan umum ke lokasi tersebut."Harapan kami ada angkutan murah yang disediakan pemerintah dari Lampegan ke Gunung Padang karena kalau pake ojek untuk pulang pergi kembali ke Lampegan, kami harus membayar Rp100.000 untuk satu ojek, sedangkan tiket kereta api hanya Rp6.000 untuk pulang pergi," kata Yoyoh (36) warga Kelurahan Sayang, Cianjur. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto vakansinesia.com)
...moreFenomena ojek motor di kota-kota besar Indonesia seakan sudah menjadi kebutuhan. Kehadirannya dianggap sebagai jawaban atas permasalahan kemacetan di jalanan perkotaan. Perlahan namun pasti tren ojek motor mulai menginspirasi tumbuhnya usaha jasa serupa di kota kecil. Salah satunya Banyuwangi.
Meskipun arus kendaraan di Kabupaten Banyuwangi tidak termasuk yang mengalami kendala kemacetan, namun ternyata hal ini tidak menyurutkan tekad beberapa kelompok masyarakat setempat untuk terjun dalam bisnis jasa transportasi ojek motor.Sebagai kabupaten wisata, Banyuwangi memiliki wilayah yang luas, dengan sebaran lokasi wisata yang merata di berbagai penjuru dan jaraknya cukup berjauhan satu dengan lainnya, maka kebutuhan transportasi wisata yang efisien sangat dibutuhkan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi. Utamanya bagi Anda yang akan menjelajahi alias mbolang ke kota yang berjuluk Kota Gandrung menggunakan transportasi umum seperti para backpacker atau traveler yang terdiri 2-3 orang, maka selama di Banyuwangi tentu sangat membutuhkan jasa transportasi yang mampu mengakomodasi rencana perjalanan yang fleksibel dan ekonomis. Ojek motor adalah jawaban yang tepat.Jasa ojek motor di Banyuwangi umumnya dilakukan baik oleh komunitas maupun perorangan yang terbagi dalam beberapa jenis layanan.Ada ojek motor yang memang mengkhususkan diri melayani pengantaran ke obyek wisata di Banyuwangi, ada ojek motor yang menyediakan aneka jasa, seperti sewa motor dan tour guide.Selain itu juga ada ojek yang fokus melayani jasa pengiriman barang, namun tidak tertutup kemungkinan bersedia melayani jasa ojek wisata.Berikut ini beberapa alternatif jasa ojek motor yang tersedia dan bisa dimanfaatkan para solo traveller selama berwisata di Banyuwangi.
1. MoJek Wisata Banyuwangi
MoJek (Motor Ojek) Wisata Banyuwangi melayani jasa pelayanan wisata ke seluruh Banyuwangi. Pengelola MoJek siap mengantarkan kemanapun dan kapanpun wisatawan dengan motto : Aman, Nyaman, Ramah, safety dijalan, dan menyenangkan.
Pihak MoJek membagi rute trip wisata Banyuwangi dalam beberapa jelompok, yaitu :1. Wisata Banyuwangi wilayah Barat : Kawah Ijen, air terjun , perkebunan Kalibendo.2. Wisata Banyuwangi wilayah Timur : Pantai Boom, Pantai cemara , wisata kota-kota, pantai blimbingsari3. Wisata Banyuwangi wilayah Utara : Baluran, Watudodol, Bangsring, villa Ketapang4. Wisata Banyuwangi wilayah Selatan : Pulau merah, wedi ireng, teluk hijau, pantai rejegwesi, pantai mustika.5. Wisata Banyuwangi wilayah ujung timur : alas purwo, G-land ,wisata ikan muncar, mangrove bedul, grajagan. Untuk menggunakan jasanya, pihak MoJek mematok tarif Rp 150.000/orang per trip wilayah. Tarif tersebut belum termasuk tiket masuk wisata yang harus ditanggung pengguna jasa.
Bagi traveler yang berminat menggunakan jasa MoJek, dapat menghubungi via : Telepon : 082335355915 Pin BB : 5CE1EE4D
2. Karangasem Trans
Karangasem Trans yang bermarkas di depan Stasiun Karang Asem Banyuwangi menyediakan aneka jasa seperti ojek wisata, sewa motor dan homestay.
Untuk jasa antar-jemput ke obyek wisata, mereka mematok harga sesuai dengan jarak lokasi, diantaranya : - Kawah ijen: 175 rb- TN Baluran: 175 rb (antar jemput)- Air terjun Kembar: 50 rb - Pantai Boom : 35 rb - Pulau Merah + Teluk Hijau (green bay): 400rb Sedangkan untuk sewa motor, penyewa akan dikenai tarif Rp 75 ribu per-24 jam. Kapanpun Anda membutuhkan jasa ojek wisata, Karangasem Trans siap dihubungi selama 24 jam.
Alamat Karangasem Trans :Jl.stasiun karang asem BANYUWANGICall/WA :082 332 582 004 (rudy)085 331 273 535 (koko)Pin BB : 5A19DA70
3. Motocy
Motocy adalah sebuah perusahaan yang melayani jasa persewaan sarana transportasi dan akomodasi perjalanan pariwisata di kota Banyuwangi. Selain memiliki jasa ojek motor dan sewa motor, Motocy juga memberikan jasa lain seperti sewa mobil/jeep dan homestay. Dengan support selama 24 jam pelanggan akan mendapat kemudahan jika sewaktu-waktu datang ke Banyuwangi, karena Motocy siap memberikan layanan antar jemput.
Motocy Banyuwangi :JL.Ikan Wijinongko Gg I Barat SDN Model No.5Kel. Sobo-BanyuwangiTelpon : 0333 3381434Mobile: 082 143 968 770
4. Bang Oji
Bang Oji (Banyuwangi Ojek Wisata) dinahkodai oleh Marcellinus Franky Triawan, seorang pemandu wisata Banyuwangi yang juga anggota Kopiwangi (Komunitas Peduli Wisata Banyuwangi), sebuah komunitas resmi yang terdaftar di Pemkab Banyuwangi.
Seakan ingin mensinergikan dengan profesinya, selain melayani jasa ojek ke berbagai tujuan obyek wisata di Banyuwangi, Franky - nama panggilannya - juga sekaligus menawarkan jasa sebagai pemandu wisata jika dibutuhkan oleh pengguna jasanya. Tentunya dengan tambahan ongkos.Untuk layanan jasa yang diberikan, Bang Oji mematok tarif yang bersahabat, sesuai dengan mottonya "Wisata Asik & Ga Bikin Kantong Berisik". Harga dan layanan fleksibel. Sebagai contoh, untuk jasa ojek ke Kawah Ijen, Bang Oji memasang tarif standar Rp 150 ribu untuk antar jemput dari starting point Stasiun Karang Asem atau Bandara Blimbingsari.Jika Anda tertarik menggunakan jasa Bang Oji, silakan menghubunginya melakukan kontak/WA di 081 357 054 740 atau 085 101 426 990. Anda juga bisa menghubungi Franky melalui akun medsosnya di www.facebook.com/marcellino.ndeso untuk mengenalnya lebih dekat.
5. Mas Jek
Sesuai dengan informasi di laman Facebook-nya, MASJEK yang beralamat di jalan KH Agus Salim Banyuwangi ini juga melayani jasa ojek online. MASJEK membagi jam operasionalnya dalam dua kelompok, untuk hari Kamis dan Sabtu aktif selama 24 jam, sedangkan untuk hari lainnya mulai aktif pada malam hari, yaitu pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Tidak ada informasi tentang tarif jasanya, namun bagi Anda yang berminat menggunakan jasa MASJEK dapat menghubungi di nomer kontak 085 722 222 088 untuk melakukan pemesanan.
6. Bang Jek
Bang Jek atau Banyuwangi Jasa Kirim, fokus utamanya memang melayani jasa pengiriman ke seluruh Banyuwangi, seperti antar barang, antar jemput anak sekolah, belanja di toko/mall, dan pesan antar makanan. Namun diluar jasa kurir, Bang Jek ternyata juga menerima aneka jasa lain seperti sebar brosur, laundri, cleaning service rumah.
Bukan tidak mungkin Bang Jek juga tidak akan menolak rejeki lain yang datang, semisal memberikan layanan ojek ke tempat-tempat wisata di sekitar Banyuwangi. Apalagi saat ini Bang Jek memiliki tim yang terdiri dari 6 orang yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya.
Alamat kantor Bang Jek :Jl. Al Hilal no. 3 (belakang kantor KPU) Krasak, BanyuwangiKontak : 081 335 590 008Atau Anda juga bisa langsung menghubungi personil Bang Jek yang terdiri :
Bang Jek 1
Tlp. 082 245 515 541
Pin 28BC2E3D
Bang Jek 2
Tlp. 082 245 515 540
Pin 29CCA8F7
Bang Jek 3
Tlp. 082 245 515 564
Pin 2AD07C8E
βͺBang Jek 4
Tlp. 082 234 747 600
Pin 5D0388DB
Bang Jek 5
Tlp 082 232 450 130
Pin 5D1D95F0
Bang jek 6
Tlp 082 231 747 413
Pin 5E669AF6
7. OL Jek
Ol Jek alias Oline Ojek adalah sebuah layanan jasa transportasi antar jemput dan jasa pengiriman dengan tarif terjangkau. Seperti juga Bang Jek, fokus Ol Jek sebenarnya adalah melayani jasa pengiriman barang, namun sejauh ada yang membutuhkan jasa ojek juga akan dilayani.
Ol Jek mematok jasanya sebagai berikut :- Jasa antar/jemput Rp 8 ribu untuk 6 km pertama, selanjutnya dihitung Rp 2 ribu/km.- Jasa antar barang, belanja, kirim paket/dokumen dan sebagainya dipatok Rp 7 ribu untuk tujuan kota Banyuwangi dan sekitarnya.
Jika Anda yang membutuhkan membutuhkan jasa Ol Jek, silahkan langsung menghubungi :Alamat: Jl. Bromo 76 BanyuwangiHP/WA: 085 656 002 160
Dengan keberadaan ojek motor di Banyuwangi yang menawarkan beragam jasa, tidak hanya wisatawan backpacker yang berencana mbolang ke Banyuwangi mendapatkan keuntungan dari banyaknya pilihannya, namun masyarakat lokal Banyuwangi pun dapat merasakan manfaatnya. Ojek online adalah suatu keniscayaan yang hadir karena faktor kebutuhan masyarakat modern yang didukung oleh kemajuan teknologi. Memang ojek motor di Banyuwangi belum secanggih ojek di kota besar yang sudah menerapkan aplikasi, namun kalau tujuannya baik dan manfaatnya sama-sama bisa dirasakan oleh penggunanya, mengapa tidak?
Happy travelling! (Sumber: Artikel banyuwangibagus.com Foto murianews.com)
...moreTripTrus.Com - Deretan destinasi wisata mini Eropa yang bisa dikunjungi yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Di tempat-tempat ini kamu bisa melihat miniatur landmark-landmark terkenal di dunia seperti miniatur menara Eiffel, Arc de Triompe hingga kawasan Venice. Dilansir berbagai sumber, Tribun Travel merangkum 5 destinasi wisata mini Eropa yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia.
1. Merapi Park, Yogyakarta
View this post on Instagram
Belanda cabang Jogja π . #Merapipark #Sleman #Yogyakarta . #Yogyakartacity Credit to @anitamae11 : Jogja have it all π
A post shared by YOGYAKARTA CITY (@yogyakartacity) onJun 23, 2018 at 10:32pm PDT
Di Merapi Park, Yogyakarta kamu bisa melihat replika sejumlah landmark ternama Eropa, mulai dari menara Eiffel di Paris, menara Pisa hingga kincir angin khas Belanda.
Lokasi: Jalan Kaliurang KM. 22, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam buka: Dari Rabu-Senin, mulai 09.00-17.00.
Harga tiket: 15,000 IDR per orang.
2. Little Venice, Bogor
View this post on Instagram
Tempat yang lagi hits niih. Ajak keluarga, sahabat, atau mantan kamu kesini π #destinasinusantara today by @deejase at Little Venice, Kota Bunga, Cianjur #littlevenicebogor #littlevenicecianjur
A post shared by NUSANTARA DESTINATION (@destinasinusantara) onDec 2, 2016 at 4:21pm PST
Di Little Venice, Bogor kamu bisa bergondola menyusuri kanal-kanal seperti berada Kota Venezia, Italia.
Lokasi: Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.30-18.00.
Harga Tiket: 25,000 IDR untuk dewasa dan 20,000 IDR untuk anak-anak di hari biasa, 40,000 IDR untuk dewasa dan 30,000 IDR untuk anak-anak di hari libur.
[Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"]
3. Little Europe, Lampung
View this post on Instagram
Jika kehidupan adalah suatu sajak yang berirama, aku hidup pada bait ketiga di mana tak banyak orang yang bisa membacanya. Mereka hanya menerka tanpa tahu seperti apa aku sebenarnya. . . . #quotesoftheday #alonequotes #quotesaboutlife #strongman #distance #myself #romantic #life #lifestory #happyquotes #life #smile #streetstyle #str #son #littleeurope #citragarden #citragardenlampung
A post shared by RA Ferza Rusdiansyah Isuades (@ferzarusdiansyahisuades) onApr 6, 2018 at 10:55pm PDT
Little Europe di Lampung mempunyai gaya arsitektur seperti berada di Eropa yang juga mempunyai banyak spot untuk berfoto yang apik.
Lokasi: Perumahan Citra Garden, Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung
Jam buka: Setiap hari, mulai 08.00-23.00.
Harga tiket: Gratis.
4. Kota Mini Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Life move so fast, so stop and look around or you could just miss it π‘ Here’s a snap of one of my favorite spots in Bandung, just because I’m missing this beautiful city already. Gotta say hello in the upcoming month ππ» Couldn’t wait to explore more and immerse in the beauty of nature . . . . . #placetogo #explorebandung #wonderfulindonesia #travel #artofvisuals #bandungphotography #hellonusantara #kotaminilembang #floatingmarket #traveldestination #bandung #fujifilmid #bandunginframe #beautybloggerindonesia #styleblogger #whatiwore #fashion #beauty #clozetteid #ulzzang #summerstyle #μΈμ€νν¨μ
#μΌμ€νκ·Έλ¨ #ν¨μ
μ€νκ·Έλ¨ #μ
μ€νκ·Έλ¨ #νλ‘μ° #μ€μ€ν°λ #ν¨μ
A post shared by Ghina Aulia Megaputri (@ghinaaulia) onJan 8, 2019 at 2:52am PST
Kota Mini Lembang, Bandung juga mempunyai pemandangan seperti kota-kota yang ada di Eropa dengan nuansa khas Eropa yang mirip.
Lokasi: Jl. Grand Hotel No.33, Lembang, Bandung, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 15,000 IDR per orang untuk hari biasa, 20,000 IDR per orang untuk akhir pekan dan hari libur.
5. Farmhouse Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Kali ini kita jalan2 ke @farmhouselembang bersama keluarga di bandung. Alhamdulillah anak2 seneng bgt muter2 disana, walaupun lokasi menuju farmhouse lumayan macet padat merayap. Bisa make baju ala2 none belanda keliling farmhouse skalian foto2 cantik di spot2 yg kueceee. . . #bandung #farmhouselembang #farmhouselembangbandung #bandungdestination #bandungdestinations
A post shared by Zulhan Hanafiah aka Dehan (@dehancolding) onFeb 14, 2019 at 3:13am PST
Sama-sama di Lembang, Bandungm Farmhouse juga menjadi satu destinasi dengan nuansa Eropa yang khas. Kamu bisa melalukan selfie di banyak spot seperti bangunan dengan gaya Art Deco, kamu juga bisa mencoba mengenakan kostum khas Belanda.
Lokasi: Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 25,000 IDR per orang, kamu akan mendapatkan welcome drink susu dengan rasa pilihan. (Sumber: Artikel travel.tribunnews.com Foto cybertokoh.com)
...moreTripTrus.Com - Yang tinggal di Jakarta tentunya dapat mengingat arah dan nama jalan-jalan besar. Namun, dapat mengingat nama jalan bukan berarti mengenal kota Jakarta dengan baik. Berikut 5 fakta tentang Jakarta yang mungkin tidak kamu ketahui.
Pernahkah kamu mendengar tentang lidah api Monas? Atau fakta tentang mall di Jakarta? Nah, untuk sedikit membuka mata, simak fakta-fakta di bawah ini.
1. 13 Kali Ganti Nama
Jika kamu pikir Jakarta hanya pernah berganti nama sebanyak dua kali? Maka kamu salah besar. Dahulu, Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta.
Lalu, pemerintahan Belanda menduduki Jayakarta dan berganti nama menjadi Sta Batavia, yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.
Pada tahun 1942, pendudukan Jepang membuat nama Batavia dubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu setelah Jepang menyerah kepada sekutu, namanya menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Dan, pada 24 Maret 1950 diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta. Pada 18 Januari 1985 bernama Kota Praja Djakarta Raya.
Kemudian pada 1961 terbentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
2. Maskot Jakarta
Masih banyak orang yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas. Yang sebetulnya adalah Elang Bondol dan Salak Condet. Maskot ini diresmikan pada tahun 1989.
Mengapa elang bondol dan salak condet? Dahulu, Jakarta masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang. Karena kesejukannya, elang bondol kerap terlihat di langit Kota Jakarta. Sedangkan salak condet merupakan buah asli dari Jakarta yang tumbuh di kawasan Condet.
Jika kamu ingin melihat patung maskot DKI Jakarta, datanglah ke kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
3. Mitos Patung-Patung Di Jakarta
Jangan salah sangka, saya tak akan membicarakan tentang hal gaib ataupun mistis. Namun, ini cukup unik .
Lihatlah Monas. Apa kamu pernah menyadari kalau bentuk lidah api Monas menyerupai sosok perempuan yang sedang bersimpuh menghadap Istana Negara? Ya, hal tersebut benar adanya. Tapi tak ada jawaban pasti tentang siapa sosok perempuan ini.
Satu hal lagi yang harus kamu ketahui, bahwa patung yang berada di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, bukanlah bernama Patung Pancoran, melainkan Patung Dirgantara.
4. Mall Berjaya
Entah ini hal yang baik atau buruk. Namun, tahukah kamu bahwa Jakarta merupakan kota dengan mall terbanyak di dunia. Ditekankan, DI DUNIA!
5. Banyaknya Museum
Mengingat fakta di atas, jika kamu warga Jakarta yang tauladan, maka jangan hanya pergi ke mall saja dan kunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. Museum apa saja yang ada di Jakarta? Oh, banyak sekali! Terhitung ada 47 museum tersebar di ibukota Jakarta. (Sumber: Artikel jakartapunyacerita.com Foto jkt.life)
...more