shop-triptrus



Wisata Lokal Lebih Disukai oleh Generasi Millennial dan Gen Z

TripTrus.Com - Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sejak Februari 2020, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan drastis. Puncaknya terjadi pada bulan April 2020, di mana jumlah wisatawan hanya mencapai 158 ribu.       View this post on Instagram A post shared by Yan's Project (@yanpw_id) Namun, sekarang pariwisata di Indonesia mulai bangkit kembali dan wisatawan mulai memadati lokasi wisata kembali. Menurut laporan dari situs penjualan tiket daring, generasi muda lebih memilih destinasi wisata yang berdekatan dengan rumah mereka. Hal ini membuat destinasi wisata di Indonesia menjadi pilihan favorit saat ini. Senior Public Relations Manager Sandra Darmosumarto mengungkapkan bahwa destinasi wisata domestik masih menjadi primadona di kalangan generasi muda untuk berlibur. "Karena pandemi, orang-orang cenderung ingin berlibur di tempat yang dekat dengan rumah. Lebih banyak orang yang melakukan staycation dan tren Work From Bali masih terjadi sampai sekarang. Bali tetap menjadi tujuan wisata favorit generasi milenial setelah pandemi ini. Selain itu, kota-kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Belitung juga mengalami peningkatan kunjungan wisata," kata Sandra. [Baca juga : "Rekomendasi Desa Wisata Di Indonesia Yang Cocok Untuk Generasi Z Dan Milenial!"] Pemerintah telah menyiapkan lima destinasi pariwisata super prioritas, dua di antaranya menjadi pilihan teratas bagi wisatawan. Sedangkan, dua destinasi wisata DPSP yang paling banyak dikunjungi oleh generasi muda adalah Mandalika dan Labuan Bajo. Berkat penggunaan media sosial yang masif dalam mengungkap lokasi wisata baru, beberapa destinasi wisata baru seperti desa wisata di kawasan Mandalika mengalami peningkatan kunjungan saat MotoGP Mandalika berlangsung. Generasi muda tidak hanya berlibur di tempat-tempat wisata tersebut, tapi juga memanfaatkan waktu untuk melakukan hobinya, seperti bersepeda dan meditasi. Akhirnya, desa-desa wisata juga semakin dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi alternatif pilihan untuk memberikan pengalaman liburan yang mengesankan. (Sumber Foto @nanaputrii._) 
...more

Kapan Waktu Terbaik Buat Jalan-Jalan Berbagai Tempat Di Indonesia?

TripTrus.Com - Waktu yang pas buat jalan-jalan ke Indonesia itu antara Mei sampai September. Di sini, cuaca kering, enak buat eksplorasi! Nah, Indonesia kan ada 17.508 pulau, jadi cuacanya beda-beda di setiap tempat. Di pulau-pulau barat dan tengah kayak Bali, Jawa, Gili, Lombok, dan Komodo, saat kering itu yang paling banyak dikunjungi. Tapi jangan lupa, musim hujan dari Oktober sampai April juga nggak kalah seru! Jadi gini, kalau lo mau ke Bali, waktu keringnya itu dari April sampai September, cuacanya cerah dan bikin betah. Momen paling oke itu di bulan Mei, Juni, dan September. Orang-orang yang pengen ke pantai kayak Jimbaran, Sanur, dan Seminyak juga gak bakal ketemu kerumunan yang bikin stress. Musim hujan di Bali itu antara Oktober sampai Maret, tapi biasanya hujannya cuma sebentar, bukan hujan lebat seharian.       View this post on Instagram A post shared by Yaron bindels (@yaronbindels) Di Jawa, waktu terbaik itu juga sama, dari Mei sampai September. Suasana cerah, kering, dan enak buat yang mau naik gunung kayak Bromo atau Ijen. Musim hujan di sini antara November sampai Maret, dan hujan yang paling banyak itu di bagian barat. Suhu di Jawa tetap hangat, sekitar 28-30°C, tapi malamnya bisa dingin di daerah pegunungan. Terus di Nusa Tenggara, kayak Lombok dan Gili, musim keringnya dari April sampai September. Cocok banget buat yang mau diving atau naik gunung Rinjani. Musim hujan di sini antara Oktober sampai Maret, dengan curah hujan tertinggi di November sampai Januari. Suhunya mirip Bali, sekitar 27-29°C. [Baca juga : "Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!"] Nah, Sumatra itu juga unik. Di Medan dan Sumatra Utara, hujan bisa turun kapan saja, terutama di daerah hutan. Hujan paling deras itu biasanya antara Oktober sampai Januari. Tapi, Palembang dan Sumatra Selatan lebih teratur, musim kering dari April sampai Oktober, dan hujan dari November sampai Maret. Suhunya ada di kisaran 27-28°C, tapi bisa sampai 33-34°C di bulan-bulan kering. Kalau lo ke Kalimantan, musim keringnya dari Juni sampai September, dengan bulan Agustus dan September jadi yang paling kering. Suhunya bisa panas banget, dari 23°C di malam hari sampai 33°C di siang hari. Orangutan juga bisa lo liat di Tanjung Puting, tapi lebih susah dicari saat musim hujan. Sulawesi itu juga beda-beda cuacanya. Di Toraja, hujan datang antara November sampai April, sedangkan Manado di utara itu hujan terus. Suhu di pantai bisa sampai 34°C, sedangkan di pegunungan bisa turun jadi 24°C. Di Moluccas, cuacanya juga beda. Antara Juni dan September ada hujan, jadi lebih baik ke sana antara Oktober dan Mei. Ke pulau-pulau di Moluccas selatan, waktu terbaiknya juga sama, antara Mei dan September. West Papua dan Raja Ampat sih bisa dikunjungi kapan aja, karena suhu di sini stabil. Di Raja Ampat, suhu harian sekitar 30°C sampai 34°C. Tapi dari Juni sampai September, ada kemungkinan hujan dan angin kencang, jadi hati-hati kalo mau naik perahu. Intinya, lo bisa nikmatin keindahan Indonesia dengan waktu yang tepat! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @sacadosetcrustaces) 
...more

Liburan Gokil Di Biak! Dispar Siapkan Destinasi Keren Buat Tahun Baru 2024, Ada Yang Baru Nih!

TripTrus.Com - Gais, ada kabar nih buat kalian yang bingung mau liburan tahun baru ke mana. Kabarnya, Dispar Biak Numfor, Papua lagi persiapin tempat seru buat liburan Tahun Baru 2024, loh! Si bos Dispar, Onny Dangeubun, minggu kemarin ngomong kalau berbagai tempat wisata di Biak udah ready buat dicicipin pas Tahun Baru 2024 nanti. Katanya sih, pemerintah udah bangun berbagai destinasi keren, jadi wisatawan bakal betah banget.       View this post on Instagram A post shared by YenNy Raha Idhabalqhissabrina (@yenny_farida) "Ini tahun baru 2024, harapannya kunjungan wisatawan ke Biak Numfor makin naik terus, ya. Kita doain bareng-bareng, guys!" ujar Dangeubun semangat. Tempat-tempat seru yang bakal dibuka buat pengunjung di antaranya pantai Samau yang dulunya jadi lokasi acara Sail Teluk Cenderawasih 2023, pantai Yenyabo Sorido, pantai Nirmala Beach, Pantai Waterbasis Lanal, pantai Segara Indah Bosnik, pantai Anggupi, Tiga Raja Adoki, pantai Anggaduber, pantai Wari, kampung nelayan modern Samber-Binyeri, Tanjung Sarur. [Baca juga : "Kaltara Rilis Kalender Wisata 2024 Dengan 30 Event Keren Yang Bakal Bikin Liburan Makin Seru!"] Nggak cuma itu, buat yang suka sejarah, ada juga tempat keren kayak Goa Jepang, monumen Perang Dunia II, taman Mandouw, taman merah putih, dan taman terbuka hijau di kota Biak. "Nah, target kita, semoga pembangunan ini selesai pertengahan Desember 2023 ya, guys," tambah Kadispar sambil ngasih harapan. Oh iya, pas acara Sail Teluk Cenderawasih 2023 kemarin, jumlah wisatawan yang dateng ke Biak mencapai 6.521 orang, loh. Duit yang berputar di sana juga gila, sekitar Rp78,2 miliar! Luar biasa nih buat perekonomian daerah. Jadi, siapa yang udah excited buat liburan ke Biak tahun baru nanti? Siap-siap aja, guys! (Sumber Foto @reynoldvangobel) 
...more

Nongkrong Seru di Danau Toba! Nikmatin Pinisi Kenzo, Wisata Unik dan Kekinian!

TripTrus.Com - Eh, udah pernah nge-danau Toba di Sumatera Utara, guys? Kalo udah ato belom, kayaknya kudu banget deh mampir ke spot wisata terkenal Indonesia ini. Gak cuma pesona alamnya yang bikin baper, sebentar lagi bakal ada pinisi wisata pertama di Danau Toba nih. Namanya Pinisi Kenzo, rencananya bakal operasi mulai Agustus 2023.       View this post on Instagram A post shared by Kenzo Toba 2 by Tora Toba Indah (@phinisitoba.kenzo2) Pak Sandiaga Salahuddin Uno, seneng banget dengan hadirnya Pinisi Kenzo ini, loh. "Jadi, ini bakal jadi pinisi pertama yang mangkal di kawasan wisata Danau Toba. Asyik kan, kaya live on board di beberapa tempat wisata lain," ungkap Sandiaga pas dia lagi tinjauin Ruang Terbuka Publik di Pantai Parapat. Sandiaga berharap Pinisi Kenzo ini bisa bawa rasa aman dan nyaman buat para wisatawan yang jalan-jalan di Danau Toba. "Demi keamanan dan kenyamanan para wisatawan, kita pastiin nih kalau Pinisi ini dibangun dengan bener pake kearifan lokal, ada ukiran khas Batak Toba dan ornamen yang melambangkan delapan kabupaten/kota," tambah Sandiaga. Kehadiran pinisi di Danau Toba yang dikelola profesional juga diharapkan bisa bantu capai target kunjungan wisman sebesar 8,5 juta. "Bayangin aja, nanti Pinisi Kenzo ini bisa buka paket wisata yang nginep di atas kapal. Pasti bakal ngeliat peluang usaha dan lapangan kerja tambahan banget, khususnya di sektor pariwisata. Lagian, tambah variasi transportasi ke Samosir dan pelabuhan lain yang udah dibangun pemerintah," jelas Sandiaga. Punya Anthony Sitorus, Pinisi Kenzo ini rencananya beroperasi mulai Agustus 2023. Buat kamu yang mau ikut, bisa coba paket wisata berkeliling Danau Toba dan bermalam di atas kapal ini. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Pinisi Kenzo punya fasilitas keren, ada 4 kamar tidur lengkap sama kamar mandi, ada juga 2 kamar mandi di luar. Plus, ada bar buat nyantai. Buat yang suka petualangan, di sini juga ada kegiatan kayak canoeing, paddling, sampe mancing ikan. "Dalam satu trip, Pinisi ini bisa bawa 11 wisatawan. Ada paket full day buat jalan pagi sampe sore, makan siang, dan snack, harganya 20 juta rupiah. Atau ada yang 2 hari 1 malam seharga 35 juta rupiah, udah termasuk sarapan, makan siang, makan malam, dan semua aktivitas yang seru abis," papar Anthony. Ngikutin acara Menparekraf, Jimmy Bernando juga ikutan dampingin dalam kesempatan itu. Wah, seru banget nih, makin banyak opsi buat nge-danau Toba dengan gaya yang beda. Jadi, siap-siap ajak temen-temen buat liburan yang gak bakal terlupakan di Danau Toba! (Sumber Foto @phinisitoba.kenzo2) 
...more

Pulau Bawean: Antara Legenda Dan Keindahan Alam - 2

Masih ingat  heboh  penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir  yang  menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan  Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi  Orang Boyan dan Kampung Boyan. LEGENDA AKSARA JAWA Dari dusun  penangkaran  rusa perjalanan  dilanjutkan  dengan  mengendarai  sepeda motor  ke  arah  barat  pulau, kira-kira  berjarak  7 km,  terdapat  sebuah  Pantai  Kubur Panjang  (Jherat Lanjheng)  yang sarat  dengan  legenda  kelahiran  aksara  jawa.  Makam  yang  panjangnya  sekitar  11 meter  itu  dipercayai  sebagai  makam  pembantu  setia  Aji  Saka,  tokoh  utama  Babad Tanah Jawa,  Doro  dan  pedang pusakanya.  Pemandangan  yang  luar  biasa  saat  sang  surya  perlahan turun  terpampang megah  di kawasan  ini.  Bias  jingga,  langit  biru  dan  hamparan  karang karena laut surut  mempesona  indah.  Tetapi tak bisa berlama-lama  di pantai ini, selain karena sepi tidak ada hunian dan warung  makanan,  faktor  jalan rusak dan gelap juga memicu rasa khawatir untuk berlama-lama di kawasan tersebut. Kuburan Panjang (Jherat Lanjeng) Segenap  lelah  bisa  dibasuh dengan mandi  air panas di Dusun Kebun Daya, Desa Sawah Mulia, yang berjarak sekitar 3 km dari  pelabuhan.  Tempat mandi umum ini berukuran sekitar 2,5 X 3 meter  dan dipakai bergantian oleh kaum pria dan perempuan.  Semakin  malam  semakin  banyak  warga  Bawean yang mandi, kendati  hanya diterangi  sebuah lampu dan sekelilingnya sawah, namun tidak menyurutkan niat  merendam  badan dalam suhu sekitar 34 derajat Celsius ini.  Orang Bawean mempunyai 2 tempat pemandian air panas yang sumbernya belum diketahui, karena airnya tidak mengeluarkan bau menyengat seperti bau sulfur.   SUNSET, SUNSET DAN SUNSET Hari berikutnya, Pantai  Selayar, Danau Kastoba, Pantai Labuan dan bukit tempat  lapangan udara sedang dibangun adalah tujuan kami.  Dari pantai Selayar bisa ke Pulau Selayar dengan berjalan kaki atau naik motor  jika air laut  surut.  Pulau tak berpenghuni  itu nampak asri  dan nyaman untuk dipakai sebagai  tempat piknik sambil menikmati bekal  dan kelapa  muda  yang dipetik langsung dari  pohon ditepi  pantai.  Air jernih  semata kaki  dan  pasir putih mengundang minat  berjalan kaki  hingga ke batas  laut biru  sambil memotret  kemolekan alam sekitar  pantai Selayar.  Pulau dan Pantai Selayar Sedangkan kecantikan  alami  Danau  Kastoba  bisa dinikmati sambil  makan siang  karena  hanya sekitar 45 menit jaraknya  dari  Pantai  Selayar.  Lelah  mendaki  bukit  setinggi  sekitar 500 meter  segera  terbayar  begitu  melihat  teduh dan tenangnya Danau Kastoba.  Penduduk Bawean  biasanya  suka berpiknik  rombongan dan membakar ikan di tepi danau. Kekuatiran kami adalah sisa api yang ditinggalkan bisa memicu kebakaran  hutan di Cagar Alam Bawean ini.  Terlebih pada musim kemarau yang membuat tumbuhan kering dan meranggas.  Saat kami berkunjung ke Danau Kastoba, sekelompok orang meninggalkan api sisa bakar ikan dan harus dipadamkan hingga benar2 tidak ada asap.  Seharusnya sebagai  kawasan  Cagar Alam yang dilindungi  pemerintah, danau  dan  kawasan sekitarnya dijaga ketat dari kemungkinan pengrusakan alam baik yang disengaja  maupun  tidak. Pemandangan Danau Kastoba Lewat tengah hari  adalah  waktu yang tepat  untuk  beranjak  ke  lokasi  wisata  berikutnya,  yakni  pantai  Labuan.  Pantai  ini  tempat  berlabuh  kapal2 besar  agar  terlindung  dari  terjangan  ombak  dan  gelombang  laut  tinggi.  Menikmati  secangkir  kopi,  makan  baso  ikan  di warung sederhana  tepi  pantai  merupakan  keasyikan  tersendiri.  Di kejauhan tampak  bukit  kecoklatan yang disiapkan untuk  lapangan terbang  perintis.   Sore hari di Pantai Labuan Hanya 15 menit  bermotor untuk mencapai  kawasan bandara Pulau Bawean yang telah dibangun sejak 2-3 tahun lalu. Bandara ini masih jauh dari  rapi.  Pembangunan  infrastruktur, sarana dan prasarana untuk sebuah lapangan udara yang siap didarati pesawat  perintis sekalipun  masih  jauh  dari  sempurna. Jika diprosentase bisa dibilang baru sekitar 45 % saja.  Landasan pacu masih belum diaspal  dan yang sudah diaspal  pun sudah  mulai  rusak lapisannya.  Infrastruktur  jalan  masih  sangat  minim, baik di dalam kawasan bandara  maupun  dari atau ke  pusat  kota   kecamatan  Sangkapura  atau  dari  dan ke arah kota  pelabuhan.  Padahal  lapangan  udara  ini bisa menjadi  tumpuan harapan  untuk membuka Pulau Bawean  sebagai destinasi  kunjungan wisata utama  di  Jawa  Timur. Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini. Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...more

Nikmati Banyaknya Tanggal Merah di Bulan Juni 2023 dengan Menyusun Rencana Liburan Anda dari Sekaran

TripTrus.Com -  Pertengahan tahun sudah dekat, dan saatnya Anda merencanakan liburan dan waktu santai bersama keluarga. Bulan Juni 2023 akan memberikan banyak kesempatan untuk acara liburan bersama. Tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2023 adalah kabar baik bagi mereka yang telah merencanakan agenda liburan sejak jauh-jauh hari. Selain tanggal merah, bulan Juni 2023 juga memiliki beberapa hari libur nasional dan cuti bersama.       View this post on Instagram A post shared by Tempat Wisata di Indonesia (@beautyofindonesia.com_) Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, terdapat tiga tanggal merah yang ditetapkan sebagai hari libur nasional di bulan Juni 2023. Berikut adalah daftar tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2023: Kamis, 1 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Lahir Pancasila. Minggu, 4 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Raya Waisak 2567 BE. Kamis, 29 Juni 2023: Hari Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah. Selain tiga tanggal merah tersebut, ada satu lagi tanggal merah sebagai cuti bersama yang ditetapkan di bulan Juni 2023. [Baca juga : "Ini Adalah Daftar Dan Jadwal Lengkap Acara Yang Tercantum Dalam Kalender Event Palembang Selama Bula"] Dalam SKB 3 Menteri, disebutkan bahwa selain Hari Libur Nasional Hari Raya Waisak yang jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023, pemerintah juga menetapkan cuti bersama pada Jumat, 2 Juni 2023, sebagai tambahan tanggal merah untuk Hari Raya Waisak. Dengan demikian, jumlah tanggal merah pada peringatan Hari Raya Waisak 2023 menjadi 2. (Sumber Foto @trip.banyuwangi) 
...more

6 Tempat Wisata di Banda Neira

TripTrus.Com - Buat Anda yang suka traveling, tentunya ada banyak spot-spot indah yang bisa ditemukan di Indonesia. Saking kerennya, turis dari berbagai penjuru dunia sampai datang ke mari untuk melihat sendiri pulau-pulau indah yang tersebar di negara ini. Nah, Anda sebagai orang Indonesia asli jangan mau ketinggalan dong. Jangan sampai orang asing malah lebih mengenal budaya negeri kita ketimbang kita sendiri yang lahir di Indonesia. Nah, salah satu tujuan wisata yang lagi hits di kalangan traveler saat ini adalah Banda Neira. Pulau yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Banda, Maluku, ini menyimpan sejuta pesona yang bakal bikin Anda takjub setengah mati. Supaya momen liburan Anda jadi terasa lebih seru. 1. Gunung Api Banda       View this post on Instagram 📍Gunung Api Banda Neira. . . . . #bandaneira #explorebandaneira #mollucas #malukutengah #gunungapibanda A post shared by Andriansyah 🌴🌊🌈 (@andrikilua) onMay 30, 2018 at 5:20am PDT Belum lengkap rasanya kalau ke Banda Neira tidak mendaki Gunung Api Banda. Gunung setinggi 670 meter ini pernah meletus pada bulan Mei 1988 silam. Jika Anda tertarik untuk mendaki gunung ini, dari pulau Neira menyeberanglah ke pulau Gunung Api yang hanya berjarak 10 menit. Untuk bisa sampai ke sana, Anda bisa menggunakan katiting, semacam perahu kecil yang hanya cukup dinaiki 3-4 orang. 2. Benteng Belgica       View this post on Instagram THE PENTAGON VIEW, FORT BELGICA IN BANDANEIRA 🏰 . Kalau berbicara sejarah, Bandaneira tidak kalah menarik untuk di bahas. Buktinya disini ada banyak benteng walaupun tidak semuanya masih dalam keadaan utuh hanya 1 benteng yang masih terus dijaga dan dirawat sampai saat ini yaitu Benteng Belgica. Benteng ini di bangun di dataran tinggi di sekitar pulau Neira sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan rumah warga, pulau Gunung Api dan pulau Banda Besar. . Benteng ini biasanya di buka pada sore hari sekitar jam 4 sore atau ketika ada tamu kapal pesiar. . Lokasi: Benteng Belgica, Banda Neira - Maluku #ketemuanoo #jalanjalanbandanaira #bandaneira #bentengbelgica #fortbelgica A post shared by ANO (@anoo_13) onApr 23, 2018 at 3:47am PDT Ada satu lagi nih yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Banda Neira. Namanya Benteng Belgica. Peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad 16 ini memang menjadi salah satu daya tarik dari Banda Neira. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC. 3. Spot Menyelam Terbaik       View this post on Instagram Happy February to everyone in Europe and the northern hemisphere! GoPro handling by @emci_mathieu #bandaneiraislands #bandanaira #snorkeling #snorkelingbanda #molukku #snorkelingindonesia #backpackingindonesia #travelindonesia #moluccas #bandas #februaryweather #riodejaneiro #winterinsouthernhemisphere #pisangisland #indonesia #nutmegisland #bintanglaut A post shared by Ben (@benji1861) onFeb 2, 2019 at 8:03am PST Keindahan dunia bawah laut Banda Neira memang sudah tak diragukan lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelam di Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena hamparan terumbu karangnya penuh banget. Eits, tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya. [Baca juga : "5 Surga Wisata Pulau Bintan, Rugi Kalau Belum Pernah Ke Sini!"] 4. Gereja Tua       View this post on Instagram Selamat Hari Minggu Gereja Tua Banda Neira Maluku God Bless #gerejatuabandaneira A post shared by Jona Sinulingga (@jona_sinulingga) onSep 1, 2018 at 6:43pm PDT Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sempat luluh-lantak karena gempa bumi dahsyat. Sebagai gantinya, masyarakat kembali bergotong-royong untuk membangun gereja itu lagi pada tahun 1852.  5. Rumah Budaya       View this post on Instagram To understand the long history of Banda Naira there is no other place to get detail story about Banda other than from Rumah Budaya of Banda. The house was built by Des Alwi, an important figure who introduced Banda to the world as a great travel destination so that it could tell the fascinating history of Banda to travellers. With only IDR 20k you can enter the house and also get a local guide that will explain everything you need to know about Banda. This "mini museum" display many things from old coins used by the Dutch hudreds of years ago, different type of dutch canons, painting of JP Coen, painting of Banda Genocide, old ceramics and many other things. Bang Iqbal is a native Bandanese and his knowledge about Banda was really impressive. He was our local guide and we spent around 2 hours listening, discussing, questioning and digging the history of Banda. I remember his message to us that he hopes we can spread good words about Banda to other people so more and more travellers visit Banda and respect its great history. #rumahbudayabanda #bandanaira #bandaislands #spicesislands #museum #historygeek #culturalhouse #eastmolucca #maluku #iloveindonesia #november #2017 A post shared by @esalmat (@esalmat) onMay 17, 2018 at 11:13pm PDT Selanjutnya, Anda bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi dari situs bersejarah ini berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, para traveler akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu.  Karena bangunan sebelumnya dirasa sudah tak aman dihuni akibat gempa, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun ulang Istana Mini (atau Kantor Gubernur) di luar benteng. Karena bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur. Tak perlu pergi ke luar negeri, karena ada banyak destinasi wisata keren di Indonesia yang belum Anda jelajahi. Jangan sampai keduluan sama orang asing! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)
...more

8 Tempat Wajib Dikunjungi Saat di Lasem

Sudah pernah dengar cerita tentang Lasem? Sebuah kecamatan kecil di pesisir utara Pulau Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Rembang. Lokasinya yang relatif jauh dari kota besar membuat Lasem terkadang agak terlupakan. Daerah yang telah menjadi saksi peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu ini menyimpan berjuta misteri dan potensi wisata sejarah yang siap digali. Ada apa sajakah disana? Berikut 8 tempat yang wajib dikunjungi di Lasem; 1. Kelenteng Cu An Kiong (Foto: travel.kompas.com) Gerbang dengan ornamen naga menyambut para pengunjung di halaman kelenteng. Aroma hio menyeruak seisi ruangan. Beberapa patung dewa disimpan di altar, di depannya terdapat sesaji persembahan berupa aneka buah-buahan. Membuat terpaku, takjub dengan aura kelenteng ini yang begitu kuat. Kelenteng tua di Desa Soditan Lasem ini sudah berusia ratusan tahun dan termasuk salah satu yang bersejarah. Interiornya unik, dindingnya dipenuhi rangkaian lukisan tentang dewa-dewi. 2. Omah Lawang Ombo (Foto: kesemsemlasem.com) Entah mengapa bulu kuduk langsung berdiri begitu memasuki rumah kuno ini. Rumah bergaya Tiongkok ini adalah salah satu bekas gudang candu pada masa abad 18 dulu. Opium/candu adalah komoditi yang sangat berharga namun terlarang. Sehingga perdagangannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sekarang tidak sembarangan orang bisa masuk kesini karena harus mendapat ijin dulu dari pengelolanya. 3. Kelenteng Gie Yong Bio (Foto: clara-indonesia.com) ‘Ah, kelenteng doang! Apa menariknya?’ Eits! Jangan underestimate dulu. Jika biasanya hanya ada patung dewa-dewi di kelenteng, maka lain halnya disini. Untuk menghormati & mengenang jasa Raden Panji Margono, seorang tokoh masyarakat muslim Lasem dari suku Jawa ketika masa perjuangan melawan penjajahan dulu, di kelenteng ini ada altar khusus untuk Raden Panji Margono yang diletakkan di ruangan khusus. Besarnya pun sama dengan altar kongco yang lain. Tak jarang mereka yang bersembahyang di kelenteng ini juga menghampiri pula altar Raden Panji Margono. Disini kita merasakan betapa indahnya nilai-nilai toleransi dan saling menghargai. 4. Masjid Jami’ Lasem (Foto: lasemsyarifah.blogspot.com) Bukan sekedar masjid biasa. Interiornya penuh dengan kaligrafi dan ukiran kayu khas pantura timur Jawa. Lokasinya yang berada di jalan raya utama membuat masjid ini mudah dijangkau. Orang-orang datang kesini selain untuk menunaikan ibadah sholat, banyak juga yang datang untuk berziarah ke makam waliullah yang disemayamkan di sekitar masjid. Diantaranya ada makam Mbah Sambu, salah seorang penyebar agama Islam zaman Kerajaan Majapahit. Ada juga makam Adipati Tejakusuma 1 dan makam simbah KH Ma’shum, salah seorang ulama besar Lasem yang dihormati hingga sekarang. Sebutan lain untuk Lasem adalah kota santri, karena banyaknya pondok pesantren disini. 5. Kampung Batik Karangturi (Foto: cbfmrembang.wordpress.com) Belum ke Lasem kalau belum belanja batik. Salah satu juragan batik favorit adalah rumah batik Bu Sutera yang ada di desa Karangturi. Jadi bentuknya ya hanya rumah kuno khas Lasemgitu. Sekedar saran, jika ingin mencarinya, bertanyalah kepada orang kampung sekitar. Yang khas dari batik Bu Sutera adalah motif & teknik pembuatan batiknya yang masih asli menjaga tradisi turun temurun. Ada motif kricak, laseman, gunung ringgit, tiga negeri, dan motif klasik lainnya. Harganya juga relatif terjangkau. 6. Pantai Caruban (Foto: tribunnews.com) ‘Memang di Lasem ada pantai yang bagus?’ Ada dong! Pantai Caruban terletak tak begitu jauh dari terminal Lasem. Kita bisa kesana dengan naik delman atau ojek dengan menyusuri jalan sempit diantara tambak garam dan bandeng. Pantai ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada masanya, karena konon disinilah salah satu lokasi pangkalan armada maritim Majapahit kala itu. Bahkan tak jarang kini masih ditemukan pecahan-pecahan gerabah di sekitar pantai. 7. Wisata Kuliner Lontong Tuyuhan (Foto: uckywiicky.blogspot.com) Bagi penikmat wisata kuliner, wajib hukumnya icip-icip kuliner khas Lasem yang satu ini. Lontong Tuyuhan namanya. Sejenis opor ayam kuah kuning beraroma rempah yang disajikan dengan irisan-irisan besar lontong. Tuyuhan merupakan nama sebuah kawasan tempat menu ini berasal. Murah meriah dan dijamin kenyang. Yang unik adalah kita bisa memilih lauk bagian dari ayam mana yang ingin kita santap. Kalau yang menjadi favorit pengunjung adalah bagian kerangka perut ayam betina yang masih penuh dengan calon telur. Di Lasem, tidak perlu menunggu lebaran untuk bisa makan opor. 8. Warung Kopi (Foto: jointkopi.com) ‘Monggo mas, ini pisang gorengnya masih panas.’ Ibu penjual menyodorkan secangkir kopi susu panas dan sepiring pisang goreng yang baru diangkatnya dari penggorengan. Duduk di bangku kecil berdampingan dengan bapak-bapak warga sekitar Kampung Karangturi yang siang itu sedang nongkrong di warung kopi. Nongkrong di warung kopi sudah menjadi bagian dari keseharian warga Lasem rupanya dan itu tak mengenal waktu, dari pagi sampai malam sah-sah saja. Biasanya ada 2 pilihan sajian kopi, mau kopi hitam/kopi tubruk ataupun kopi susu. Tergantung selera masing-masing. Kopi dari perkebunan sekitar Kab Rembang ini ditumbuk hingga sangat halus, bahkan ada yang 10 kali proses penggilingan. Inilah khasnya kopi Lasem. (Sumber: Artikel phinemo.com Foto geografientrepreneur.yolasite.com)
...more

Melihat Situs Waruga di Minahasa Utara

Memasuki salah satu situs bersejarah di Minahasa Utara ini butuh sedikit perjuangan untuk mencarinya. Letaknya yang berada di belakang perumahan dan lahan penduduk membuat salah satu situs bersejarah di Sulawesi Utara ini agak tersembunyi. Inilah Situs Waruga Sawangan yang merupakan kuburan tua peninggalan zaman megalitik orang Minahasa. Waruga di Minahasa diperkirakan berkembang pada sekitar awal abad ke-13 sebelum Masehi. Kemunculan Waruga pertama kali di daerah Bukit Kelewer, Treman, dan Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara. Kemunculan Waruga kemudian terus berkembang di berbagai daerah di Sulawesi Utara hingga awal abad ke-20 Masehi. Pada zaman pra-sejarah masyarakat Minahasa masih percaya jika roh leluhur memiliki kekuatan magis. Untuk itu, kuburan dibuat secara khusus dengan seindah mungkin. Waruga terdiri dari dua bagian, bagian badan dan bagian tutup. Bagian badan berbentuk kubus dan bagian tutup berbentuk menyerupai atap rumah. Uniknya, waruga tidak dibuat oleh kerabat atau keluarga dari orang yang meninggal akan tetapi dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggal. Ketika orang itu akan meninggal maka dengan sendirinya akan memasuki waruga yang dibuatnya itu setelah diberi bekal kubur lengkap. Suatu hari bila itu dilakukan dengan sepenuhnya akan mendatangkan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebenarnya di Sulawesi Utara banyak terdapat situs Waruga, salah satunya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat 143 buah Waruga di desa ini yang dibagi dalam beberapa ukuran yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama, Waruga berukuran kecil dengan ketinggian antara 0-100 cm sebanyak 10 buah. Kedua, Waruga berukuran sedang dengan ketinggian antara 101-150 cm sebanyak 52 buah. Ketiga, Waruga berukuran besar dengan ketinggian antara 151-250 cm sebanyak 81 buah. Waruga sendiri berasal dari bahasa Tombulu, yakni dari suku kata Wale Maruga yang memiliki arti rumah dari badan yang akan kering. Waruga juga memiliki arti lainnya yakni Wale Waru atau kubur dari Domato atau sejenis tanah lilin. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
10 - 12 Jul 2026
Treaking Gunung Papandayan
10 - 11 Jul 2026
Open Trip Pulau Pari
11 - 12 Jul 2026
Open Trip Pulau Tidung
11 - 12 Jul 2026
×

...