TripTrus.Com - Gak diragukan lagi, keindahan Indonesia selalu bikin banyak orang, termasuk selebriti dan pesohor dunia, ngiler abis. Nggak cuma buat turis biasa, tapi juga buat para seleb global yang nggak tahan sama pesonanya Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Job Wind (@_monkeystation)
Ini nggak cuma jadi pundi-pundi duit buat pariwisata Indonesia, tapi juga buat ekonomi kreatif di sana. Makanya, para pesohor dunia ini suka mampir ke tempat-tempat keren di Indonesia. Ini dia destinasi-destinasi keren yang pernah disambangi pesohor dunia:
1. Pulau Moyo
Ini tuh pulau eksklusif di Nusa Tenggara Barat yang sering jadi tempat persembunyian para seleb dunia. Ada Lady Diana, Mick Jagger, David Bowie, sampe David Beckham yang pernah mampir. Ada Air Terjun Mata Jitu yang keren banget, dijuluki "Queen Waterfall" gara-gara Lady Diana pernah dateng kesini. Bener-bener bikin kamu speechless!
2. Gunung Merapi
Nicole Kidman, si Ratu Atlantis di film Aquaman, dateng ke sini loh! Dia ikutan Lava Tour Merapi pas liburan di Yogyakarta. Kamu bisa lihat sisa-sisa letusan Gunung Merapi langsung dari Merapi Lava Tour ini. Gak cuma itu, di sekitar Gunung Merapi juga ada Museum Gunung Merapi, The World Landmark Merapi Park, dan The Lost World Castle buat kamu jelajahi.
3. Bali
Siapa yang gak kenal Bali? Tempat ini terkenal banget di mata pesohor dunia. Tempat-tempat keren di Bali sempet jadi lokasi syuting film Hollywood, Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts. Pesohor macem Paris Hilton, Justin Bieber, Selena Gomez, sampe Katy Perry juga pernah mampir ke sini!
4. Candi Borobudur
Ini candi Buddha terbesar di Indonesia yang terkenal banget di dunia. Barack Obama, Mark Zuckerberg, Richard Gere, David Beckham, sampe Maria Sharapova pernah datang ke sini. Candi ini memang nggak main-main, diakui sebagai salah satu Tujuh Keajaiban Dunia, lho!
5. Pulau Komodo
Keindahan Pulau Komodo berhasil memikat Gwyneth Paltrow dan Valentino Rossi. Mereka gak cuma lihat komodo, tapi juga cobain living on board alias tinggal di atas kapal di sekitar Pulau Komodo. Bener-bener petualangan seru!
[Baca juga : "Lebak Outfest Sawarna Karst Festival 2023, Pesta Pantai Karang Bokor Yang Seru Abis!"]
6. Taman Nasional Gunung Leuser
Leonardo DiCaprio aja terpesona sama keindahan flora dan fauna di sini. Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Aceh punya lebih dari 4.000 jenis tumbuhan hidup, 84 jenis mamalia, dan 380 burung. Masuk UNESCO, lho!
7. Kepulauan Mentawai
Pemeran di Fast Furious, Paul Walker, suka surfing di Kepulauan Mentawai. Tempat ini surganya peselancar dunia dengan ombak indah di Samudera Hindia. Ada Pulau Masokut, Pulau Siberut, Pulau Sipora, dan Pulau Sikakap buat kamu explore.
Nah, itu dia 7 tempat keren di Indonesia yang udah dijajahi pesohor dunia. Udah pernah ke mana aja nih? Kalau belum, buruan ke sana, siapa tahu kamu ketemu pesohor dunia lagi! (Sumber Foto @genpi.co)
...moreTripTrus.Com - Beragam acara disiapkan oleh panitia Solo Imlek Festival 2018 selama sebulan penyelenggaraan dalam rangka perayaan Hari Raya Imlek 2018, Februari mendatang. Di satu sisi, gaung perayaan Imlek di Kota Solo sudah terasa dengan dipasangnya lampion di Pasar Gede Solo yang nantinya menjadi venue utama.
Di sisi lain, panitia Imlek dihadapkan pada dilema larangan penggunaan kembang api yang sebelumnya sudah diterapkan saat pergantian malam tahun baru 2018 lalu. Tokoh Masyarakat Tionghoa Solo yang juga panitia Imlek, Sumartono Hadinoto, menyampaikan panitia Imlek tahun ini berencana membuat pesta kembang api dua kali.
“Pesta kembang api yang kami laksanakan dalam rangka Imlek ini digelar di tempat khusus, yaitu di halaman Balaikota Solo. Kami juga pakai tenaga ahli. Oleh karena itu, kami akan coba ajukan izin resmi sampai ke Polda”.
Berikut daftar agenda Solo Imlek Festival 2018 yang diterima Solopos.com dari panitia Imlek Solo.
Pemasangan lampion 12 shio, neon box 12 shio, lampion 5 shio anjing, lampion Dewa Rejeki, dan lampiom Werkudoro di koridor Jalan Jenderal Sudirman. Lampion ini akan dinyalakan 6 Februari 2018 – 6 Maret 2018.
Pemasangan gapura Imlek dan kurang lebih 5.000 lampion di kompleks Pasar Gede, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Urip Sumoharjo. Lampion ini akan dinyalakan 6 Februari 2018 – 6 Maret 2018.
Pemasangan lampion Punakawan di kawasan Pasar Gede dan akan 6 Februari 2018 – 6 Maret 2018.
Lomba jurnalistik Imlek, lomba foto hobbies Imlek, dan lomba video drone Imlek. Pengumpulan paling lambat 20 Februari 2018 melalui email sugiharto68@yahoo.com dan panitiaimlek2018@gmail.com
Mendukung acara Solo Great Sale 2018, 1-28 Februari 2018.
Solo Imlek Fair di Benteng Vastenburg, 10-14 Februari 2018. Ada kuliner, handycraft, panggung hiburan, pertunjukan musik, barongsai, shufa, fortune teller, street magician.
Mendukung acara Grebeg Sudiro 11 Februari 2018 pukul 14.00 WIB.
Aksi donor darah dan pemeriksaan cek darah di Solo Paragon Mall pada 24 Februari 2018.
Kirab barongsai dan liong keliling Solo pada Cap Go Meh, 2 Maret 2018.
Perayaan Imlek bersama Pemkot di Pendapi Gede Balaikota, 2 Maret 2018.
Demikan beberapa rangkaian acara Solo Imlek Festival 2018, semoga bisa menjadi salah satu agenda liburan kalian! (Sumber: Artikel solopos.com, Foto solokomunitas.wordpess.com)
...moreTripTrus.Com - Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayah keseluruhan 39,5 km2 dan terbagi menjadi 4 Kecamatan dan 27 Desa. Kota Tegal merupakan sebuah Kota Tua yang berusia lebih dari 4 abad. Wilayah yang kaya akan jejak sejarah, terlihat dari berbagai bangunan legendaris peninggalan masa lampau yang menandakan Kota Tegal sudah berkembang sejak jaman dulu.
Secara historis menjelaskan bahwa Kota Tegal sejak Zaman Belanda dikenal sebagai pusat perdagangan era kolonial. Secara letak yang strategis, tahun 1927 Kota Tegal menjadi Ibukota Keresidenan terdiri dari daerah Tegal, Pemalang, dan Brebes.
Jadi tidak hanya Jakarta yang memiliki Kota Tua, Kota Tegal juga memiliki Kota Tuanya tersendiri dan teramat sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke sana. Berikut ini merupakan bangunan-bangunan bersejarah dan menjadi cagar budaya Kota Tegal yang wajib dikunjungi
1. Dansional
(Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id)
Dansional Tegal yang terletak di Jalan Proklamasi, dibangun tahun 1914. Bangunan ini dulunya adalah Nederlandsch-Indisch Handelsbank yang sekarang digunakan oleh TNI sebagai markas besar di Tegal. Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tegal menjadi lokasi didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) yang merupakan cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini.
2. Pasar Pagi
(Sumber foto: panoramio.com)
Pasar Pagi Tegal berdiri dibekas Benteng Kaloran. Bentuk benteng yang terbuat dari batu bata tebal dengan pilar-pilar berbentuk benteng berdiameter panjang 6 meter lebar 6 meter dan tinggi 3,5 meter. Meskipun telah banyak perubahan dikarenakan renovasi sana-sini, Pasar Pagi Tegal tidak menghilangkan jejak sejarahnya sebagai sebuah benteng.
3. Waterleideng
(Sumber foto: traveluxion.web.id)
Pada jaman Belanda di tahun 1917, Tower Woterleideng Bedrif of Province Maden Java (Watertoren) dibangun guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Tegal. Pada era tahun 60-an, sirine bagian atas menara difungsikan sebagai sirine tanda buka puasa dan tanda imsak. Bangunan ini sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
4. Gedung DPRD
(Sumber foto: simpanglima.wordpress.com)
Bangunan peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1750an oleh Mathijs Willem de Man (1720-1763) semula menjadi rumah pribadi Residen Tegal. Fungsi bangunan ini berubah menjadi Balai Kota Tegal, pada tahun 1987. Dan gedung ini resmi menjadi kantor DPR Tegal setelah Balaikota Tegal pindah dari Jl. Pemuda ke Jl. Kigede Sebayu.
5. Kantor Pos Besar
(Sumber foto: metropolispos.wordpress.com)
Diperkirakan Kantor Pos Besar Tegal dibangun sekitar tahun 1930an yang digunakan untuk Markas Angkatan Laut. Kemudian diserahkan kepada PTT (Posts Telegraafend Telefoon Diensts) pada tahun 1954 dan pada tahun 1961 PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi.
6. Stasiun Kereta Api
(Sumber foto: panoramio.com)
Perusahaan trem Belanda JSM (Java Spoorweg Maatschappij) membangun Stasiun Kereta Api Tegal apda tahun 1885. Kemudian pada tahun 1897 Stasiun Kereta Api Tegal dibeli oleh maskapai perkeretaapian SCS (Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. Sebagian bangunannya pada tahun 1918 direnovasi dengan karya arsitek Henri Maclaine Pont.
7. Pendopo Balaikota
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Pendopo Balaikota Tegal (Pendopo Ki Gede Sabayu) berdiri tahun 1825, yang sebelumnya berada di Kompleks Kaloran. Pada masa awal Kemerdekaan Gedung ini digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal. Pada Masa pimpinan Sjamsuri Mastur Gedung ini di tempati Pemerintah Kota Tegal.
8. Gedung Birao (SCS)
(Sumber foto: achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id)
Gedung Birao atau pada masa Belanda Gedung SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij) dibangun Belanda pada tahun 1913. Dengan konsep arsitektur eropa pada Negara jajahan (Euroeesche Stoomtram Maatschappij). Pada tahun 1980 bekas gedung SCS di Jl. Pancasila No 2 sempat digunakan sebagai Kampus UPS (Universitas Panca Sakti)
9. Masjid Agung Kota Tegal
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Berdasarkan cerita, pembangunan Masjid Agung Kota Tegal berbarengan dengan pembangunan Pendopo Balaikota pada tahun 1825. Meskipun pada akhirnya pembangunan Masjid Agung Kota Tegal dilakukan secara bertahap. Berdiri di atas tanah wakaf pemberian seorang Penghulu I di Tegal bernama Kiai Abdul Aziz yang dikenal juga sebagai seorang mubaligh
10. Kelenteng Tek Hay Kiong
(Sumber foto: ditegal.com)
Kelenteng Tek Hay Kiong didirikan pada tahun tahun ke 17 pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti QING (1837 M) oleh Kapiten Tan Koen Hway (Chen Kun Huai) bersama rekan-rekannya serta masyarakat Tegal. Berdasarkan prasasti yang ada, pembangunan Kelenteng Tek Hay Kiong ini dianggap sebagai restorasi yang pertama. Yang kemudian disusul oleh restorasi kedua pada dilaksanakan pada tahun 1897, ketiga tahun 1957 dan restorasi keempat dilaksanakan pada tahun 1982.
11. Bioskop Dewa dan Bioskop Dewi
(Sumber foto: artonortega74.blogspot.co.id)
Bioskop Dewa (Rex) dan Bioskop Dewi (Roxy) merupakan bioskop pertama yang hadir di Kota Tegal. Bioskop Dewa dibangun di sebelah selatan alun-alun Kota Tegal sedangkan Bioskop Dewi dibangun di sebelah utara alun-alun. Tidak ada catatan yang jelas, di antara kedua bioskop tersebut siapa yang paling duluan beroperasi. Namun diperkirakan kedua bioskop tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930an. (Sumber: Artikel @Amieykha Foto wovgo.com)
...moreSelain populer dengan ragam keseniannya, Jawa Tengah juga menyimpan potensi wisata yang tak kalah menariknya di daerah daerah lain. Jika Anda berkunjung ke Purwodadi, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke tempat wisata Bledug Kuwu yang menyimpan pemandangan cukup eksotis.Menurut legenda yang dipercaya masyarakat setempat, keberadaan Bledug Kuwu ini merupakan lubang yang menghubungkan tempat tersebut dengan Laut Selatan. Konon, lubang tersebut merupakan jalan pulang Joko Linglung menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar.Bisa dibilang, tempat wisata ini cukup unik. Beberapa wisatawan bahkan menobatkan tempat ini sebagai miniatur Salt Lake yang terdapat di Amerika Serikat. Letupan letupan lumpur yang terdapat di kawasan wisata inilah yang menjadikan tempat wisata ini berbeda dari yang lainnya.Untuk bisa mengunjungi tempat ini Anda bisa menempuh perjalanan darat dari Semarang melalui Purwodadi sampai ke desa Kluwu. Pemandangan selama perjalanan menuju tempat ini seperti hamparan sawah hijau serta hijaunya langit dan juga bukit-bukit seakan menjadi bonus tambahan yang sayang untuk dilewatkan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreDi bagian barat lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebuah bangunan bernama Candi Sukuh yang menyimpan misteri tersendiri. Sebagai salah satu dari beberapa candi yang terdapat di kaki Gunung Lawu, Candi Sukuh memiliki keunikan baik dalam hal bentuk bangunan dan relief serta patung-patung yang berada di sekitarnya. Di pertengahan abad ke-15, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran, dengan masuknya agama Islam yang menyebabkan makin berkurangnya penganut agama Hindu di Jawa. Tapi di saat itu para penguasa Majapahit mendirikan Candi Sukuh di kaki Gunung Lawu, yang dianggap sebagai tempat sakral untuk memuja para arwah leluhur dan sebagai perlambang kesuburan. Maka tidak heran apabila di Candi Sukuh ditemukan banyak relief lingga dan yoni, perlambang alat kelamin pria dan wanita.Sir Thomas Raffles, penguasa Jawa pada masa itu, mengunjungi Candi Sukuh dan melihat kondisi candi itu dalam keadaan yang penuh kerusakan. Banyak patung yang dirusak, bahkan sebuah patung lingga berukuran besar pecah menjadi dua bagian. Raffles menyimpulkan bahwa perusakan ini dilakukan oleh para penganut agama Islam di abad 16, berdasarkan pola kerusakan yang sama di daerah-daerah yang menjadi titik penyebaran agama Islam.Berbeda dengan kebanyakan candi agama Hindu lainnya, Candi Sukuh tidak menghadap ke arah terbitnya matahari, melainkan menghadap ke arah barat. Selain itu, bentuk bangunannya juga berbeda. Bisa dibilang bahwa bangunan Candi Sukuh sekilas mirip dengan bangunan suku Maya di Amerika Selatan yang lebih mirip dengan piramid terpotong yang dikelilingi oleh monolit dan patung-patung besar. Bentuk bangunan Candi Sukuh lebih menyerupai trapesium dengan tiga teras bertingkat dengan satu anak tangga di bagian tengah sisi depan candi tersebut. Bentuk ini diperkirakan dibuat karena semakin berkurangnya pengaruh agama Hindu, yang menyebabkan pembuat candi kembali menggunakan desain dengan pola animisme.Saat memasuki Candi Sukuh, jelas terlihat relief yang menggambarkan hubungan badan dengan penggambaran lingga dan yoni. Tapi jangan berpikiran kotor dulu, TripTroops, bentuk-bentuk itu merupakan lambang untuk menghilangkan atau menyembuhkan segala kekotoran di dalam hati. Dahulu, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Patung ini kemudian dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional di Jakarta. Di sisi sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat relief raksasa yang menggigit ekor ular. Relief ini merupakan lambang dari sengkalan memet (lambang tahun pembuatan) yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun diselesaikannya pembuatan Candi Sukuh. Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief raksasa memakan manusia, yang juga merupakan sangkalan memet dengan arti yang sama dengan gapura sisi utara.Selain bangunan candi, di Candi Sukuh juga dapat ditemui berbagai relief, seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Lalu ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa yang ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Selain itu, ada beberapa patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam (maaf) alat kelaminnya.Untuk mencapai Candi Sukuh, TripTroops bisa menggunakan jalur Solo, dengan menaiki bus jurusan Solo-Tawangmangu. Sebelum sampai di Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Pandan dan menaiki bus atau angkot menuju Pertigaan Nglorog. Sesampai di sana, Candi Sukuh bisa dicapai dengan menaiki ojek - kendaraan satu-satunya yang menuju Candi Sukuh karena jalannya yang cukup terjal. Kalau TripTroops tidak biasa berjalan di jalur menanjak yang terjal, disarankan untuk menumpangi ojek. Dan dengan menambah sedikit biaya, ojek dapat diminta menunggu karena tidak ada kendaraan yang menunggu di Candi Sukuh. Untuk masuk ke Candi Sukuh juga tidak mahal. Ada sedikit biaya untuk membayar tiket yang harganya berbeda untuk pengunjung lokal dan pengunjung mancanegara.
Photos courtesy of: Wikipedia
...moreTripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya.
Mitos 1: Traveling Itu Mahal
Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.
Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya
Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.
Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri
Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir
Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.
Mitos 5: Menghambat Karier
Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.
Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman
Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”
Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk
Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan?
(Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)
...moreTripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut.
Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid At Taqwa Sunan Kedu
Pada tahun 1576 M Sunan Kedu sudah berada di Kudus dan sangat gigih menyebarkan syiar Islam dan pemerintahan mengingat pada saat itu Sunan Kedu dipercaya Kesultanan Demak menjadi Tumenggung/Wedono. Tahun 1599 M, Sunan Kedu mendirikan Masjid At–Taqwa bertepatan dengan hari Jumat Pahing dengan dibantu para santri dan juga Kanjeng Sunan Kudus selama 3 minggu. Dilengkapi batu alam yang dikenal ” Watu Kenong ” khusus bermunajat dan berdoa khusus Syeih Abdul Basir. Saat ini batu tersebut berada di belakang masjid. Sebagai tempat ibadah tempat itu juga dilengkapi sumber mata air kehidupan dan sebagai tempat berwudhlu yang dinamakan “Mbelik Sumber Joyo” atau menurut masyarakat sekitar disebut Mbelik Pundung. Keberadaan Sunan Kedu akhirnya beliau wafat pada tahun 1612 M dan dimakamkan di area masjid yang terletak di sebelah Barat. Lalu di sebelah Barat dari makam beliau adalah makan Siti Nadhiroh dan Dewi Maryam yang merupakan putri beliau.
2. Masjid Sunan Muria
View this post on Instagram
A post shared by KUDUS JOURNEY🇮🇩 (@kudusjourney) onOct 31, 2019 at 10:43pm PDT
Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang kapan Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said ini lahir dan membangun masjidnya tersebut, karena di antara para Walisongo. Sunan Muria adalah wali yang paling sedikit penjelesan biografinya dalam catatan sejarah. Masjid ini diperkirakan dibangun pada masa hidup Sunan Muria yaitu sekira abad ke-15 hingga 16 M. Masjid menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria. Masjid yang menjadi salah satu situs penting sejarah Islam di Indonesia ini, berada di ketinggian 1.600 meter. Masjid ini telah dipugar beberapa kali, sehingga sudah tidak terlihat sebagai bangunan tua dan asli. Hanya beberapa bagian saja yang masih nampak asli sampai sekarang.
3. Masjid Wali Jepang (Al Makmur)
View this post on Instagram
A post shared by edy kurniawan (@idiwaekey) onJul 8, 2016 at 5:15pm PDT
Dahulu Desa Jepang adalah sebuah rawa yang besar, di rawa itu Aryo Penangsang sering menambatkan perahunya, setelah menempuh perjalanan dari Kadipaten Jipang (sekarang wilayah Kabupaten Blora) untuk menuju Pondok Pesantren Sunan Kudus untuk menimba ilmu agama. Sunan Kudus yang mengetahui kebiasaan dari muridnya tersebut, membuat Sunan Kudus iba dan kemudian mendirikan sebuah Masjid di lokasi itu, sebagai tempat ibadah dan istirahat sang murid. Proses pembangunan Masjid yang dilakukan Sunan Kudus, akhirnya dilanjutkan oleh Aryo Penagsang sekitar abada ke-16 M. Selanjutnya, Masjid yang dikerjakan guru dan murid itu diberi nama Masjid Wali karena memiliki Soko Papat (terbuat dari kayu utuh) seperti masjid-masjid yang dibangun oleh para wali. Selain itu, masjid Wali Al Makmur ini memiliki gapura seperti Masjid Menara Kudus. Berdasarkan prasasti yang ada, pemberian imbuhan nama Al Makmur oleh seorang Ulama dari Desa Karangmalang, yang benama Sayyid Dloro Ali pada tahun 1917 M.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 1"]
4. Masjid Jami' Manarul Huda
Masjid Jami’ Manarul Huda adalah masjid tertua yang berdiri di Dukuh Baran-Kiringan Desa Samirejo Dawe. Sebuah warisan nenek moyang yang dibangun pada masa hidup Mbah Kyai Abdullah ‘Asyiq bin Abdussyakur atau lebih akrab masyarakat menyebutnya dengan julukan ‘Mbah Kyai Udan Panas’. Beliau diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Desa Baran, pada waktu itu Beliua 'babat alas' tak kenal lelah walau saat teriknya panas matahari dan hujan sekalipun Beliau tetap tegar demi misinya menyebarkan agama islam diwilayah tersebut. Masjid Manarul Huda sendiri mempunyai icon menara yang khas tampak seperti bangunan kuno menyerupai menara pada Masjid Menara Kudus. Masjid ini berkali-kali mengalami pemugaran,dimana renovasi terahir dilakukan pada tahun 1993-1994 yang dicanangkan oleh KH. A. Musa Maulani MA dan diresmikan pada tahun 1995. Masjid ini mempunyai management yang cukup solid dan mengalami kemajuan pesat di era moderen ini.
5. Masjid Baitul Azis Hadiwarno
Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan Walisongo yaitu Masjid Baitul Aziz. Kebaradaan Masjid ini menjadi bukti akan perjalan dakwah Walisongo dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. Pada masjid ini terdapat Gapuro Padurekso dengan panjang 3 m, lebar 176 cm, dan tinggi 270 cm. Ditengah gapuro terdapat pintu jati dan bagian atas pintu terukir Tri Sula Naga, Tri Sula Naga merupakan bahasa Sansekerta, dimana Tri berarti tiga, Sula berarti enam dan Naga berarti delapan atau secara keseluruhan diartikan sebagai tahun 836 Hijriah dalam kalender Islam. Gaya bangunan Padurekso merupakan campuran dari dua kebudayaan yaitu antara Hindu dan Islam. Arsitekturnya seperti Masjid Agung Demak, dimana tiap penyangga terdiri dari 4 soko dilandasi dengan umpak batu. (Sumber: Artikel isknews.com, alif.id, irmamadagroup.wordpress.com, hadiwarnokudus.blogspot.com Foto betanews.id)
...moreTripTrus.Com - Lagi rame nih, lima gunung di Indonesia resmi ditutup buat pendakian. Lo pasti penasaran, kan? Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, ngumumin penutupan ini karena cuaca lagi ngambek, alias ekstrem banget akhir-akhir ini. Nih, lima gunung yang ditutup: Gunung Gede Pangrango, Merbabu, Halimun Salak, Merapi, sama Rinjani.
View this post on Instagram
A post shared by Boyke Jaguar (@bjaguars)
"Gue kasih tau ya, pendakian ke lima gunung itu ditutup demi keamanan. Masukan dari BMKG, PVMBG, dan pengelola taman nasional bikin keputusan ini makin mantap," kata Raja Juli waktu inspeksi ke TWA Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (27/12).
Jadi, lo jangan maksa naik gunung deh, soalnya cuaca ekstrem ini beneran bahaya. Belom ada tanggal pasti kapan jalur pendakian dibuka lagi. "Nanti kita umumkan kalau BMKG sama PVMBG udah kasih lampu hijau," tambahnya.
Tenang, penutupan ini nggak cuma diem aja. Selama jalur ditutup, Balai Taman Nasional bakal sibuk benerin ekosistem dan fasilitas. Jadi pas dibuka lagi nanti, pendakian makin asik!
[Baca juga : "Pendakian Semeru Tutup Sementara, Lo Jangan Nekat!"]
Eh, tapi Gunung Lawu nggak kena aturan ini ya. Kata Raja Juli, pengelolaan Lawu tuh di bawah Perhutani, bukan Kementerian Kehutanan. Jadi buat lo yang ngebet mendaki, mungkin bisa coba ke sana. Tapi inget, tetap waspada cuaca ya!
Ada kabar baik juga nih. Jalur pendakian ke Gunung Semeru udah dibuka lagi, tapi cuma sampai Ranu Kumbolo. "Dari puncak masih ada batas jarak aman 3,5 km," jelasnya. Jadi buat lo yang mau naik Semeru, siap-siap aja nikmatin Ranu Kumbolo.
Penutupan ini juga pas banget momennya sama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Presiden Prabowo katanya mau momen ini jadi damai, aman, nyaman, dan tentunya seru! Menteri Raja Juli sendiri lagi muter-muter ngecek total 134 TWA dan 57 taman nasional biar semua siap nerima pengunjung. "Gue pastiin, semuanya harus ready buat lo semua yang mau liburan," ujarnya.
Jadi, buat lo yang udah planning naik gunung akhir tahun ini, coba deh cek ulang lokasi pendakian lo. Kalau masuk daftar lima gunung yang ditutup, ya mending tunda dulu. Lo juga bisa manfaatin waktu buat explore gunung atau destinasi lain yang aman.
Inget, keselamatan itu yang utama. Jangan sampe lo nekat dan malah kenapa-kenapa. Cuaca bisa berubah kapan aja, dan kita harus respect sama alam. Keep safe dan selamat berpetualang! (Sumber Foto @annissa.fauziah)
...moreTripTrus.Com - Bulan ramadan menjadi bulan yang dinanti oleh umat Muslim di dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, menjelang bulan Ramadan, dilakukan sejumlah kegiatan.
Bahkan kegiatan ini telah dilakukan secara turun-menurun. Biasanya masyarakat di berbagai daerah melakukan tradisi untuk menggelar acara menyambut bulan Ramadhan. Berikut tradisi unik di Indonesia menyambut Ramadhan.
1. Apeman
Tradisi Apeman dilakukan masyarakat Yogya menjelang datangnya bulan Ramadan. Tradisi dilakukan dengan membuat kue apem secara tradisional oleh anggota keluarga Keraton Yogyakarta Hadiningrat.
Tradisi Apeman dipimpin oleh permaisuri sultan serta diikuti bersama para perempuan dari keluarga keraton lainnya. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah serta ungkapan rasa terima kasih.
2. Nyadran
Nyadran adalah tradisi yang dilakukan dengan serangkaian kegiatan. Mulai dari membersihkan makam keluarga, membawa makanan hasil bumi (sadranan), kemudian makan bersama (kenduri), yang dilakukan satu bulan sebelum dimulainya puasa.
Tradisi Nyadran ini dipercaya sebagai ritual pembersihan diri menjelang puasa Ramadan, bentuk bakti kepada anggota keluarga yang telah meninggal dengan membersihkan makam hingga mengirim doa. Tradisi ini kerap dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah.
[Baca juga : "Warna-Warni Tradisi Unik Saat Ramadan"]
3. Munggahan
Tradisi Munggahan ini dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat. Munggahan dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban atau beberapa hari menjelang bulan Ramadan. Pelaksanaan tradisi Munggahan dapat dilakukan beragam cara. Mulai dari silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat, saling meminta maaf, makan bersama, hingga melakukan ziarah anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Munggahan dilakukan sebagai cara untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadan serta wujud rasa syukur kepada Allah.
4. Meugang
Di Aceh terdapat tradisi yang dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, yaitu Meugang. Tradisi Meugang ini telah dilakukan sejak masa Kerajaan Aceh pada 1607-1636 Masehi. Ketika itu, Sultan Iskandar Muda memotong hewan dalam jumlah besar yang kemudian membagikannya kepada seluruh warga Aceh.
Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur serta tanda terima kasih kepada warga Aceh. Hingga saat ini, tradisi ini pun mengakar di tengah masyarakat serta dilaksanakan untuk menyambut hari besar umat Islam. Tradisi Meugang dilakukan dengan memasak daging dalam jumlah besar, yang kemudian akan disantap bersama keluarga atau kerabat. Selain itu, daging yang telah dimasak ini juga dibagikan ke masjid. Hal ini dilakukan agar semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kebersamaan. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @mirroreye)
...more