TripTrus.Com - Alas Purwo terletak di Banyuwangi, Jawa Timur dan memiliki luas 434 ribu kilometer, menjadikannya hutan terbesar di Indonesia. Meskipun terkenal dengan cerita mistis yang berkembang di kalangan masyarakat, Alas Purwo berada di dalam kawasan wisata Taman Nasional Alas Purwo. Berikut adalah 5 fakta unik tentang Alas Purwo.
View this post on Instagram
A post shared by Jasa Foto Banyuwangi (@osingstudio)
1. Pantangan
Alas Purwo dikenal sebagai tempat yang sangat dikeramatkan, sehingga ketika mengunjungi tempat tersebut, jangan pernah melanggar pantangan. Jika melanggar pantangan, bisa jadi sial akan menimpa selama berada di Alas Purwo. Beberapa pantangan yang harus dihindari, antara lain pikiran buruk atau niat jelek.
2. Orang Hilang
Karena hutan ini sangat luas dan ditumbuhi pohon yang lebat, akan sangat sulit mencari orang yang hilang di Alas Purwo. Beberapa kasus orang hilang pernah terjadi di Alas Purwo, diduga karena melanggar pantangan atau melakukan hal-hal yang tidak baik selama berada di hutan. Ada yang percaya bahwa orang-orang yang hilang tersebut masuk ke portal gaib yang ada di Alas Purwo. Jika benar masuk ke portal dimensi gaib, tentu manusia mana pun akan kesulitan untuk menemukan orang hilang tersebut.
3. Tempat Pertapaan
Di Alas Purwo terdapat beberapa tempat sakral yang dijadikan lokasi pertapaan. Di dalam Alas Purwo terdapat banyak gua, salah satunya adalah Gua Istana. Gua Istana sering didatangi oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, untuk bertapa. Di dalam Gua Istana, terdapat berbagai benda pusaka yang telah tersimpan sejak dulu. Ada mitos yang berkembang bahwa siapa yang bertapa dan tertidur dalam tidurnya bertemu seorang sosok ratu, maka hal baik akan didapatkannya. Sampai sekarang, Gua Istana masih sering didatangi oleh orang-orang yang ingin mencalonkan diri untuk mendapatkan kekuasaan, seperti menjadi pejabat publik, kepala daerah, hingga calon legislatif atau wakil rakyat.
4. Makhluk Halus
Salah satu pakar spiritual, Ki Joko Gondrong, mengatakan bahwa Alas Purwo dihuni oleh banyak sosok gaib seperti genderuwo, jin, dan setan berwujud lain. Para makhluk halus di Alas Purwo adalah pengikut Nyi Roro Kidul. Selain itu, sering bermunculan siluman-siluman berwujud hewan di kawasan hutan tersebut. "Alas Purwo angker karena letaknya strategis di paling ujung dan banyak pertapa di sana. Angkernya hutan tersebut menjadi sarang dedemit dan jin yang menjadi penganut ratu pantai selatan," ujar Ki Joko Gondrong seperti dilansir dari Detik Travel.
[Baca juga : "Mudik Tapi Tidak Bosan: Tips Menghabiskan Waktu Liburan Lebaran Di Kota Asal"]
5. Pemandangan Indah
Manfaatkan momen Lebaran untuk menghadiri acara budaya atau agama yang ada di kota asal dan memperdalam pengetahuan kita tentang budaya atau agama, serta merasakan suasana Lebaran yang berbeda dari kota tempat tinggal kita. (Sumber Foto @baayx__)
...moreTripTrus.Com - Twin Geopark Pongkor dan Ciletuh merupakan satu dari delapan isu strategis, yang dibahas dalam Borderline Economic Summit (BES) di Hotel Royal Tulip, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Berada di wilayah barat Kabupaten Bogor dengan luas 130.157,47 Ha, Geopark Pongkor berlokasi di 15 kecamatan berbeda. Geopark yang secara resmi diakui sebagai salah satu geopark yang diakui secara Nasional dan International ini setidaknya memiliki 98 objek wisata.
“Geopark Pongkor ini juga terbagi dalam dalam 11 area. Seperti geosite pongkor, panenjoan, manapa, tenjoleat, sundamanik, pabangbon, cianten, pamijahan, cibalay, tenjolaya dan area gunung panjang,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.
Tak hanya terkenal dengan wisata edukasi pertambangan, geopark yang berhasil menyabet sertifikat Geopark Nasional dari Menteri Pariwisata Arief Yahya pada November 2018 silam ini, juga memiliki sejumlah keindahan alam lainnya, seperti curug atau air terjun. Curug Cibalay, Curug Lontar, Curug Piit di Desa Malasari, Curug Macan, Curug Cikaung, dan Curug Sawer. Merupakan sederet air tejun yang ada di Geopark Pongkor. Geopark ini juga memiliki potensi wisata geoheritage (warisan geologi yang terbentuk secara alami,red).
Selain curug, ada pula Tasaring Malasari, di bagian depan ada Undergrund Park, kemudian Kawaci (Kawasan Wist Cikaret), Kebun Teh Nirmala, Museum Tambang, Stone Park, dan Prasasti Pasir Jambu Batutulis, yang saat ini masih dikembangkan secara serius. Dengan segala kekayaan dan keindahan yang ada di Geopark Pongkor, rencananya geopark tersebut bakal digabungkan dengan Geopark Ciletuh, yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Bahkan, wacana ini juga masuk dalam salah satu dari delapan isu yang dibahas pada DES.
Geopark Ciletuh memiliki luas wilayah 126.100 Ha, yang mencakup delapan kecamatan berbeda dengan 50 objek wisata, yang terbagi dalam tiga area. Diantaranya, geoarea ciletuh, geoarea simpenan dan geoarea cisolok.
View this post on Instagram
A post shared by Indra Sutanto (@indrasutantoo) onFeb 1, 2020 at 7:55pm PST
Geopark Ciletuh dikenal dengan kelompok batuan tua di pulau jawa lengkap degan keindahan air terjunnya. Keunikan dan keindahan yang luar biasa yang belum banyak diketahui orang, pada kedua gopark tersebut, menjadi alasan fokusnya BES untuk membenahi kedua potensi wisata ini. “Geopark Pongkor dengan edukasi pertambangan alamdan keindahan ratusan curug di antara hutan tropisserta, Geopark Ciletuh dengan keunikan kelompokbatuan tua serta garis pantai yang memukau, bakal menjadi daya tarik untuk masyarakat untuk datang kedua geopark ini,” ujarnya.
Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menilai, secara umum keduanya memiliki karakteristik alam yang saling melengkapi. Malah jarak kedua geopark yang tidak terlalu jauh, menjadi dasar untuk mendorong kedua destinasi ini menjadi satu, dengan nama TwinGeopark. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan mengembangkan akses transportasi udara dan jalan penghubung menuju kedua geopark. Sehingga memudahkan wisatawan untuk dapat melihat keindahan alam di kedua geopark tersebut dengan lebih mudah.
Untuk akses jalan penghubung, sambung Ade, pihaknya berencana akan membangun jalan sepanjang 70 kilometer. Mulai dari gerbang Geopark Pongkor di Leuwiliang, hingga Pelabuhan Ratu Sukabumi. Pihaknya juga akan mengembangkan jalan eksisting yang melintas kawasanTaman Nasional Gunung Halimun Salak, hingga kawasan Cikidang yang merupakan kawasan perkebunan. Sementara untuk jalur udara, Atang Sanjaya rencananya bakal dirubah menjadi bandara komersial.
“Pengembangan ini juga didukung dengan upaya pengembangan landasan udara Atang Sanjaya menjadi bandara komersial. Pengembangan bandara komersial ini, akan membuka gerbang bagi wisatawan mancanegara. Upaya ini tentu membutuhkan kerjasama lintas sektoral terutama terkait pembiayaandan pembangunan infrastruktur yang ada,” bebernya.
[Baca juga : "Catat Tanggal Libur Nasional 2020 Dan Tentukan Liburanmu!"]
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku sangat menyambut baik akan wacana ini. Pasalnya, Jawa Barat sendiri memili potensi alam yang sangat luar biasa, yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UU menilai, konsep tersebut merupakan cerminan dari kolaborasi, komunikasi dan inovasi dari dua daerah berbeda, yang memiliki komitmen dan cita-cita yang sama. TwinGeopark sendiri, merupakan salah konsep pengembangan pariwisata yang ada di Jawa Barat.
“Tentu saya sangat mendukung konsep dan gagasan ini. Apalagi tujuan dari konsep ini sangat jelas, ingin meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Jawa Barat, tentu kami akan dukung ini. Tapi tetap semuanya jangan sampai ada yang melanggar rule. Itu saja,” singkat Uu. (Sumber: Artikel-Foto metropolitan.id)
...moreTripTrus.Com - Selain berguna untuk merekatkan kembali hubungan keluarga yang merenggang akibat rutinitas keseharian, liburan keluarga juga menjadi momen yang tepat untuk mengajarkan anak tentang segala hal yang ada di alam terbuka.
"Namun, alih-alih ingin bersenang-senang, banyak keluarga yang justru kesulitan saat traveling bersama keluarga."
Sisa kemaren.... meskipun air terjunnya setenga alami... tp bagi anak" ketemu air itu sangat mengasikan... #liburanawaltahun #liburankeluargabesar #lahat #tanggemanik
A post shared by Ayin Warika (@ayin_warika) onJan 1, 2018 at 5:57pm PST
Seperti disusun tim Liputan6.com, berikut beberapa tips agar aktivitas wisata bersama keluarga menjadi menyenangkan dan meninggalkan kesan yang mendalam.
1. Booking di AwalMembayar segala sesuatunya di awal akan membantu Anda agar tidak perlu repot saat sedang di perjalanan maupun saat sampai di lokasi tujuan wisata. Jangan sampai anak-anak Anda tidur di rumah ibadah atau di pelataran stasiun karena Anda kehabisan tempat penginapan.
2. Perhatikan IklimTerdengar sederhana memang. Namun tahu lebih awal mengenai iklim dan cuaca selama di perjalanan dan di tempat tujuan wisata, akan membantu orang tua untuk memilihkan pakaian yang tepat dan nyaman bagi anak-anak. Dengan semua perlengkapan pakaian yang tersedia, tidak ada alasan bagi anak untuk berpakaian yang sama pada cuaca dan iklim normal.
3. Libatkan AnakMelibatkan anak dalam memilih tempat wisata yang akan dituju, lebih baik ketimbang harus berlama-lama di depan monitor dengan perangkat browsing. Mengetahui lebih awal kehendak dan minat anak, dapat meminimalisasi kebosanan anak saat berada di tempat tujuan wisata, dan tentu menjadikan perjalanan wisata bersama mereka menjadi sangat menyenangkan.
4. Beri Mereka KameraIni tidak berlebihan. Bagi anak-anak setelah balita, pemberian kamera saat berwisata akan mendorong mereka mengamati lingkungan dari sudut pandang mereka sendiri. Anda akan terkejut dengan hasil jepretan mereka, sudut pandang anak-anak terhadap suatu kejadian akan memudahkan Anda untuk memetakan minat mereka saat dewasa.
5. Buat Jurnal PerjalananBiasakan untuk mengajak mereka menggambar atau menulis segala hal yang telah mereka lihat saat berwisata, baik pemandangan alam, keindahan fauna, maupun makanan yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Ajaklah mereka untuk menulis apapun yang pernah mereka lihat, di balik kartu pos bergambar tujuan wisata yang Anda kunjungi, akan menjadi kenangan liburan keluarga yang tak akan terlupakan saat mereka dewasa kelak. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Pulau Bali, sebuah destinasi wisata yang terkenal di Indonesia, menawarkan pengalaman liburan yang berbeda selama perayaan Lebaran. Selain keindahan alamnya yang memukau, Pulau Bali juga terkenal dengan budaya dan tradisinya yang kaya. Salah satu acara menarik yang dapat dikunjungi selama liburan Lebaran adalah Festival Budaya Bali, di mana wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan tarian dan musik tradisional Bali, seperti gamelan dan barong.
View this post on Instagram
A post shared by SpyDuniawi (@mata.relani)
Selain acara budaya, Pulau Bali juga menyajikan banyak aktivitas outdoor yang menyenangkan selama liburan Lebaran. Contohnya, wisatawan dapat melakukan trekking di Gunung Batur atau Gunung Agung, dua gunung terkenal di Bali. Biasanya, trekking dimulai di pagi hari dan wisatawan dapat menikmati pemandangan matahari terbit yang menakjubkan dari puncak gunung.
Tidak hanya itu, Bali juga memiliki pantai-pantai yang indah dan menjadi tempat yang ideal untuk berenang, berselancar, dan berjemur di bawah sinar matahari. Pantai-pantai populer di Bali termasuk Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua.
[Baca juga : "Pulau Komodo, Destinasi Wisata Seru Untuk Mengisi Libur Lebaran Tahun Ini"]
Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Bali, mereka dapat mencoba berbagai hidangan tradisional Bali seperti nasi campur Bali atau babi guling. Ada juga banyak restoran yang menawarkan makanan internasional, sehingga wisatawan dapat menemukan banyak pilihan makanan yang sesuai dengan selera mereka.
Namun, wisatawan perlu memperhatikan beberapa hal sebelum berkunjung ke Pulau Bali, seperti keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghormati budaya dan tradisi Bali. (Sumber Foto @kintamanijeeptours)
...moreTripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya.
Mitos 1: Traveling Itu Mahal
Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.
Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya
Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.
Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri
Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir
Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.
Mitos 5: Menghambat Karier
Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.
Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman
Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”
Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk
Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan?
(Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)
...moreTripTrus.Com - Objek wisata di Pulau Sumba semakin hari semakin diminati wisatawan, khususnya mancanegara. Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole mengatakan, hingga 2015 wisatawan Asing masih mendominasi pengunjung di Pulau Sumba ."Jumlah wisatawan asing 9 ribu dan domestiknya 4 ribu," kata Agustinus di Kementrian Pariwisata, Jakarta Pusat.
Tiga wisawatan Asing yang kerap datang ke Sumba ialah dari warga negara Singapura, Prancis, dan Jepang. Wisata Alam menjadi wisata favorit yang ditawarkan di pulau Sumba , maka pengunjung yang datang ke Sumba harus memilih waktu yang tepat agar terhindar dari musim hujan. Ini penting untuk Anda yang ingin surfing.Agustinus menambahkan waktu yang terbaik untuk wisawatan mengunjungi pulau Sumba ialah Juli. "Bulan Juli paling bagus untuk surfing di pantai, cuacanya cerah , " tambahnya.Selain pantai, pulau Sumba juga memiliki air terjun yang indah yaitu air terjun lapopu yang airnya begitu jernih. Rumah- rumah di pedesaan Sumba juga begitu unik."Rumah bangunan di perkampungan Sumba ada tiga tingkat, tingkat pertama buat taruh makanan kemudian tingkat kedua buat tidur dan masak, tingkat ketiga buat duduk/ bale-bale pertemuan," tutupnya. (Sumber: Artikel metrotvnews.com Foto Lewaguy)
...moreTripTrus.Com - Bro sis, lo udah siap belum buat April 2025 yang bakal rame banget kayak pasar malam? Abis Lebaran, vibes-nya gak cuma chill, tapi langsung dihajar sama segudang event seru dari ujung barat sampe timur Indo! Dari yang suka makan, dengerin musik, sampe pencinta budaya tradisional yang estetik banget—semuanya ada! Nah, daripada cuma scroll TikTok doang, mending catet nih event-event kece yang bisa lo samperin bareng temen, gebetan, atau sendirian juga boleh, yang penting happy!
View this post on Instagram
A post shared by Wahid IE (@wahidie88)
1. Tjap Toendjoengan 2025 – Pasar Malam Rasa Nostalgia (28 Feb – 6 Apr 2025) Lo pernah ngerasain vibe-nya pasar malam jadul yang campur Tionghoa-Peranakan gitu gak sih? Nah di Surabaya, Pasar Malam Tjap Toendjoengan ini bener-bener kayak portal waktu! Lo bisa ngemil lontong kupang, sate klopo, sampai jajanan yang udah jarang ditemuin sekarang. Terus sambil makan, ada barongsai, wayang potehi, musik keroncong—vibes-nya tuh kayak ngumpul bareng keluarga besar di malam Imlek, tapi versi Indonesia banget!
2. Golo Mori Jazz 2025 – Jazz di Tengah Surga Alam (12 April 2025) Coba bayangin lo duduk santai, angin laut semilir, terus ada musisi jazz kelas dunia yang perform di depan lo. Gak lebay, tapi itulah yang bakal lo rasain di Golo Mori Jazz Festival di NTT. Ini bukan sekadar konser, men. Ini healing, meditasi musikal, dan liburan yang classy banget. Lo bakal lupa sama stress kantor atau skripsi gara-gara tempatnya tuh surreal parah!
3. Melanda Fest 2025 – Line-Up Musik Lokal yang Gila! (19 April 2025) Siapa yang gak kenal Juicy Luicy, The Changcuters, NDX AKA, sampe Nadin Amizah? Nah, semua ini ada di satu panggung, bro! Di Melanda Fest yang digelar di Sentul, lo gak cuma diajak goyang, tapi juga jajan di area kuliner, sambil ngeliat bazar kreatif anak muda yang vibes-nya artsy banget. Lo yang anak tongkrongan, wajib merapat sih. Bisa sekalian cari mutualan, siapa tau jodoh kan?
[Baca juga : "Mudik? Biar Gak Gitu-Gitu Aja, Cobain 5 Aktivitas Seru Ini!"]
4. M2M Live in Jakarta – Soundtrack Masa Remaja Comeback! (26 April 2025) Lo generasi 90-an yang dulu demen dengerin “Pretty Boy” dan “Mirror Mirror”? Wah, kabar bahagia nih: M2M bakal konser lagi di Jakarta! Beneran, Marion sama Marit bakal bawa lo balik ke era kaset dan radio. Lokasinya di Ecovention Ancol, jadi sekalian bisa nongkrong tepi pantai abis konser. Nostalgia maksimal, tapi tetep kece dan relevan buat story IG lo!
5. Semarang Color Run LightFest – Lari Tapi Gaya! (27 April 2025) Mau olahraga tapi tetep estetik? Ikutan Color Run di Semarang aja! Ini tuh bukan lari biasa. Malem-malem, tapi penuh lampu warna-warni kayak EDM festival. Lo lari sambil diterangi lampu LED, cat warna-warni nempel di baju, plus musik nge-beat yang bikin semangat lari sampe finish. Super Instagramable dan pastinya full of fun!
Selain lima event tadi, masih banyak acara lokal yang gak kalah gokil. Di Banyuwangi ada Puter Kayun Boyolangu Culture Fest (6-9 April), terus di Pati ada Lomban Kupatan Tayu dan Festival Kali Silugonggo tanggal 8 April. Lo yang doyan budaya bisa juga mampir ke Festival Topeng di Cirebon tanggal 25 April, atau nonton Festival Larung Sesaji di Juwana. Mau yang vibes-nya lebih chill? Coba cicipin kuliner di Makassar Culinary Night (25-27 April) atau ajak temen ke Menoreh Food Festival di Waduk Sermo, Yogyakarta.
Intinya sih, bulan April ini tuh bukan bulan rebahan. Ini bulan buat explore Indo lebih jauh, kenal budaya lokal, nikmatin musik, jajan sepuasnya, dan bikin feed lo makin kece. Jangan nunggu diajak, lo yang harus ngajak! Jadi, dari semua event ini, lo mau gas ke yang mana dulu, nih? (Sumber Foto @step_acoustic
...moreIndonesia menyimpan ribuan potensi wisata dan salah satu yang terkenal hingga ke mancanegara adalah Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional Way Kambas Adalah salah satu perwakilan ekosistem hutan dataran rendah, dimana di salah satu lokasinya ada tempat pelatihan gajah pertama di Indonesia.Gajah-gajah yang dilatih, ditempatkan di pusat latihan gajah. Dan dapat dijadikan gajah tunggang, atraksi, pengangkut kayu atau membantu membajak sawah. Pusat pelatihan gajah ini berdiri tahun 1985.Pengunjung juga dapat berkemah di lokasi perkemahan yang ada di dalam lokasi Taman Nasional Way Kambas.Menarik bukan? Jangan lupa mampir ke Way Kambas saat Anda berkunjung ke Lampung.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Bulan Juni akan segera tiba, apakah Anda memiliki rencana liburan dalam 30 hari mendatang? Jika iya, ada beberapa acara menarik yang bisa Anda kunjungi untuk mengisi tanggal merah bulan Juni 2023.
Pada bulan Juni 2023, terdapat tiga tanggal merah dan satu cuti bersama yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur. Meskipun libur Waisak dan Iduladha akan diisi dengan ibadah bagi umat Buddha dan Muslim, Anda yang tidak merayakan keduanya juga bisa merencanakan kunjungan ke beberapa acara menarik. Berikut ini beberapa rekomendasinya, dikutip dari berbagai sumber.
View this post on Instagram
A post shared by Muhammad Safii (@mhd_syafii90)
1. Gelar Melayu Serumpun
Gelar Melayu Serumpun, yang diadakan sebagai upaya promosi pariwisata Kota Medan, merupakan acara yang mempertemukan Etnis Melayu dari berbagai wilayah dan negara dengan budaya lain. Kegiatan ini, seperti yang dilansir oleh situs web Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan menghadirkan atraksi seni kearifan lokal.
Event ini melibatkan negara-negara tetangga yang memiliki kedekatan budaya dengan Etnis Melayu, serta diikuti oleh hampir seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatra Utara dan beberapa provinsi di Indonesia. Dalam tahun ini, yang merupakan penyelenggaraan ke-6, tema yang diangkat adalah "Takkan Melayu Hilang di Bumi". Acara ini akan berlangsung pada momen tanggal merah bulan Juni 2023.
2. Festival Salo Karajae
Festival Salo Karajae adalah acara tahunan yang diadakan untuk mempromosikan pariwisata Sulawesi Selatan, terutama di Kota Parepare. Acara ini menjadi festival pesisir sungai terbesar di wilayah tersebut, yang mengeksplorasi kearifan lokal masyarakat sekitar pesisir Sungai Karajae.
Festival ini berlangsung di kawasan wisata Tonrangeng River Side, dan menampilkan berbagai lomba unik, seperti lomba perahu hias, lomba perahu naga, perahu kayak, lomba memancing, dan lomba tangkap bebek. Tahun ini, lomba tarik tambang perahu juga akan menjadi bagian dari serangkaian lomba yang diselenggarakan.
Selain itu, festival ini juga menyelenggarakan lomba tari kreasi, lomba tari mappadendang, lomba tari gandrang bulo, serta lomba masak makanan laut untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lomba-lomba tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM.
3. Pesona Belitung Beach Festival
Pesona Belitung Beach Festival Tahun 2023 akan menampilkan keragaman seni budaya yang berkembang di Kabupaten Belitung dengan sentuhan kebaharian. Festival ini juga akan memadukan pesona alam pantai yang memukau dan keberlanjutan geopark Belitong.
Rangkaian kegiatan festival ini akan diawali dengan parade budaya yang memukau, fun walk yang menyenangkan, serta berbagai lomba dengan nuansa kebaharian. Selain itu, festival ini juga akan menyelenggarakan pameran pelaku ekonomi kreatif dan menampilkan produk kuliner yang khas.
Event dengan Tema "Kotabaru Gerbang Nusantara" Mendorong Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Kotabaru
Di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akan diselenggarakan event yang mengangkat tema "Kotabaru Gerbang Nusantara". Event ini bertujuan untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Kotabaru dalam rangka menyambut peranannya sebagai gerbang menuju ibu kota Nusantara. Acara ini akan mengedepankan seni pertunjukan sebagai landasan pengembangan pariwisata.
4. Festival Bunga dan Buah "The Beauty of Karo"
Tahun 2023 akan menyaksikan kembalinya Festival Bunga dan Buah dengan tema "The Beauty of Karo". Festival ini bertujuan untuk memperlihatkan keindahan Kabupaten Karo melalui Karnaval Mobil Hias yang akan berlangsung di sepanjang jalan arteri Kota Berastagi. Karnaval ini akan dihiasi dengan beragam bunga yang berasal dari Kabupaten Karo.
Selama berlangsungnya festival, para pengunjung akan diberikan kesempatan untuk menikmati buah-buahan secara gratis dengan total berat mencapai satu ton. Festival ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam Kabupaten Karo sambil menikmati buah-buahan segar.
[Baca juga : "Menyingkap 5 Destinasi Wisata Yang Jarang Diketahui Di Sumatera Utara"]
5. Semasa Piknik
Semasa Piknik merupakan event tahunan yang diadakan oleh Semasa dengan tujuan mengajak warga Jakarta untuk mendukung ekonomi kreatif dan UMKM lokal sambil menikmati kegiatan outdoor melalui piknik bersama. Tahun ini, acara tersebut akan dilaksanakan di Taman Lapangan Banteng Jakarta. Festival ini menjadi kesempatan bagi para pengunjung untuk menikmati suasana piknik yang menyenangkan sambil mendukung dan membeli produk-produk dari pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Semasa Piknik dan nikmati serunya kegiatan piknik di tengah kota Jakarta. (Sumber Foto @manateasoftserve)
...more