shop-triptrus



6 Aplikasi Wajib Traveler

TRIPTRUS - Era teknologi seperti sekarang ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh traveler. Salah satu caranya yaitu dengan menginstal beberapa jenis aplikasi traveling ke smartphone yang akan membantu traveler merencanakan liburan.Sebenarnya ada banyak sekali aplikasi yang bisa dicoba oleh traveler. Namun, 6 jenis aplikasi inilah yang paling populer. Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, inilah 6 jenis aplikasi traveling untuk lebih mudah merencanakan liburan. 1. Peta dan navigasi Sumber: Foto tech.blorge.comJenis aplikasi pertama yang harus ada di gadget traveler adalah aplikasi peta dan navigasi, alias penunjuk arah. Ada beberapa aplikasi yang bisa traveler coba. Yang paling gampang dan cukup diandalkan adalah Google Maps, atau yang terbaru dan cukup ngetren adalah Waze.Interface Waze yang cukup menarik membuat traveler bisa dengan mudah mendapat arahan menuju destinasi yang ingin traveler datangi. Selain itu, Waze juga memungkinkan traveler mendapatkan informasi dari pengguna Waze lainnya untuk mengkalkulasi daerah-daerah macet dan menyediakan rute yang paling efisien untuk menuju tempat tujuan.Dengan aplikasi peta dan navigasi, traveler bisa merancang rencana perjalanan dengan akurat. Ketika sedang traveling, aplikasi ini juga membantu mobilitas traveler.2. Aplikasi pemesanan Sumber: Foto shop.triptrus.comAda banyak aplikasi pemesanan yang bisa traveler coba, mulai dari Agoda sampai AirBnB, yang berasal dari luar negeri hingga Traveloka, TripTrus.com dan Tiket yang produk dalam negeri. Semuanya punya keunggulan masing-masing. Mulai dari pesan hotel, paket liburan, sampai pesan tiket pesawat.Aplikasi pemesanan paket liburan akan sangat membantu traveler dalam rangka merencanakan liburan impian. Apakah ingin liburan 3 hari 2 malam atau bahkan seminggu, semuanya bisa dipesan dari gadget yang berada di genggaman tangan Anda. Dari jauh-jauh hari sebelum liburan, hingga di detik terakhir hendak berangkat pun bisa!3. Konverter mata uang Sumber: Foto direktconcept.comTak kalah penting dengan jenis aplikasi lainnya, aplikasi konverter mata uang juga wajib untuk traveler miliki di gadget pribadi. Saat keluar negeri, aplikasi ini sangat penting agar traveler tidak kena tipu money changer lokal. Misalnya ada aplikasi The Converted yang bisa traveler coba install.Seringnya karena kurang informasi, traveler diakali oleh pedagang yang curang. Namun setelah ada aplikasi The Converted, hal itu bisa diminimalisasi. Selain mata uang, The Converted juga bisa untuk mengonversi satuan yang tidak lazim seperti feet atau pon, menjadi satuan yang lebih familiar seperti meter atau kilogram.4. Social mediaSumber: Foto media4.onsugar.com Inilah aplikasi yang paling populer sejagat raya. Meskipun bukan aplikasi khusus traveling, Facebook, Twitter, hingga baru-baru ini Path, menjadi patokan bagi traveler untuk berburu tiket pesawat murah, diskon hotel, hingga berbagai info menarik lainnya.Traveler bisa memanfaatkan momen istimewa ini dengan cara menjadi pengikut akun Twitter maskapai penerbangan atau hotel tertentu, guna mendapat info yang update mengenai potongan harga ataupun info menarik lainnya. Layak dicoba!Aplikasi social media juga membantu traveler memberikan informasi aktivitas kita kepada kerabat dan teman-teman. Saatnya eksis!5. Pembuatan itineraryUntuk pengguna iPhone, ada aplikasi Kayak Travel Pro yang bisa dijajal. Aplikasi ini akan menemani saat Anda sedang berpergian. Fiturnya pun terhitung cukup lengkap, ada pencarian hotel, tiket pesawat, rental mobil, hingga mengatur serta mengedit rencana perjalanan alias itenirari, semuanya bisa dilakukan di Kayak.Selain Kayak, ada pula TripIt, salah satu aplikasi terbaik untuk merencanakan perjalanan. Traveler hanya perlu masukan email atau bukti booking pemesanan, lalu Anda sudah bisa mendapatkan rencana perjalanan yang lengkap yang dirancang TripIt. Aplikasi ini mudah diakses dan itinerary ala TripIt ini pun bisa disebarkan ke keluarga ataupun teman anda. Seru bukan?6. PackingJenis aplikasi terakhir adalah aplikasi yang bisa membantu traveler dalam packing barang. Tak percaya? Coba saja pakai Packing Pro, niscaya kegiatan packing akan jadi lebih mudah dan tidak mendatangkan masalah.Tugas utama aplikasi ini adalah membantu traveler membuat daftar barang bawaan berdasarkan jumlah orang yang bepergian dan lama waktu bepergian. Aplikasi Packing Pro harus dimiliki bagi traveler yang pelupa karena akan sangat membantu dalam merencanakan liburan. Sumber: Artikel detikTravel Foto jalansanasini.com
...more

5 Tren Wisata yang Berubah di Masa New Normal Pandemi Covid-19

TripTrus.Com - Aktivitas wisata mulai kembali menggeliat di masa new normal pandemi Covid-19. Kendati wabah corona masih terjadi, roda perekonomian tetap harus bergerak, meski belum sekencang dulu. Pengelola destinasi wisata dan wisatawan wajib menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona, sekaligus menggeliatkan usaha mereka. Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya menyatakan setidaknya ada lima tren wisata yang berubah di masa new normal pandemi Covid-19 ini. Tren wisata tersebut, menurut dia, diubah oleh pemerintah, pengelola destinasi wisata, ataupun wisatawan itu sendiri. Berikut 5 tren wisata yang berubah di masa kebiasaan baru wabah corona ini: 1. Wisata ramai-ramai menjadi individual I Nyoman Sriadijaya mengatakan sudah jarang agen travel yang menawarkan paket wisata rombongan, kecuali untuk keluarga atau komunitas, di mana setiap anggotanya saling mengenal satu sama lain. Wisatawan, menurut dia, kini cenderung memilih jalan-jalan sendiri, berdua, atau dalam kelompok kecil. "Ini dilakukan untuk menghindari potensi penularan dan penyebaran Covid-19," kata I Nyoman Siradijaya dalam diskusi daring bertajuk Hasil Hutan Bukan Kayu dan Pengembangan Sektor Wisata Berbasis Lingkungan di Landscape Lariang Taman Nasional Lore Lindu di Palu, Kamis 30 Juli 2020. 2. Wisata alam jadi tujuan Wisatawan sekarang lebih memilih destinasi wisata alam untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan setelah selama beberapa bulan di rumah saja. Mereka juga memilih destinasi wisata alam untuk menghirup udara segar dan meningkatkan imunitas tubuh. 3. Pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan Wisatawan harus lebih memperhatikan pedoman kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan atau Clean, Healty, Safety, Environment CHSE) di destinasi wisata. Sebelum tiba di objek wisata tertentu, mereka tentu ingin memastikan seberapa siap dan patuhnya pengelola akan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. [Baca juga : "Pelaku Industri Wisata Siap Terapkan Protokol Kesehatan"] 4. Wisatawan domestik Dinas pariwisata kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata menyasar wisatawan lokal atau regional di masa new normal wabah corona. Sebagian daerah juga belum mengizinkan mancanegara untuk datang. Bahkan wisatawan domestik yang berasal dari zona merah Covid-19 juga harus memenuhi berbagai persyaratan untuk memastikan dia dalam kondisi sehat. 5. Pembukaan destinasi wisata bertahap Desatinasi wisata di sejumlah daerah mulai dibuka secara bertahap sesuai dengan kesiapan pengelolanya dalam menerapkan protokol kesehatan. Kategori wisatawan yang disasar juga secara perlahan mulai meluas. Mulai dari wisatawan lokal yang satu area, kemudian wisatawan lokal antar-daerah, dan wisatawan domestik antar-provinsi. (Sumber: Artikel travel.tempo.co Foto freepik.com)   
...more

Tumbak, Permata Yang Tersembunyi di Minahasa Tenggara

Untuk Trip ke Tumbak, pilih langsung di: http://triptr.us/Bj TRIPTRUS - Kalau menyebutkan tempat menyelam di Sulawesi Utara, hampir semua orang pasti langsung mengatakan Bunaken. Tapi, ternyata di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, ada sebuah tempat bernama Desa Tumbak. Untuk yang ingin menemukan sebuah tempat yang sunyi dengan pemandangan laut yang tenang, biru dan mengagumkan, Tumbak adalah tempatnya. Kami yakin kunjungan TripTroops ke Tumbak akan membuat TripTroops ingin datang lagi ke sana secepatnya. Nama Tumbak tidak banyak diketahui oleh orang yang berasal dari luar Sulawesi Utara. Bahkan, masyarakat Sulawesi Utara juga kurang begitu mengenal desa Tumbak yang punya tujuan wisata tersembunyi. Untuk mencapai Tumbak, dibutuhkan perjalanan kurang lebih 3 jam dengan kendaraan pribadi dari Kota Manado, atau 2 jam jika memulai perjalanan dari Kota Amurang. Tumbak sepertinya diberkahi dengan keindahan alam yang sangat mengagumkan. Hamparan laut biru dan pemandangan di bawah air tidak kalah menakjubkan jika dibandingkan dengan tempat lain yang lebih terkenal, Taman Laut Bunaken. Tidak cukup menghabiskan satu hari saja di Tumbak. Minimal dibutuhkan 2 hari untuk dapat menjelajahi keindahan Tumbak. Atau, mungkin malah tidak ingin meninggalkan keindahan alam Tumbak, setelah sampai di sana. Desa Tumbak bukan desa wisata seperti di Bunaken. Para warga Tumbak kebanyakan berprofesi sebagai nelayan yang sebagian besar masyarakatnya adalah anggota Suku Bajo. Tapi tidak perlu khawatir Untuk menginap di Tumbak, tersedia cottage yang berada di tengah laut. Cottage ini berlokasi dekat dengan hutan bakau seluas kurang lebih setengah hektar. Untuk mencapai satu-satunya cottage di Tumbak ini dibutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit dengan menggunakan speedboat. Perjalanan dengan speedboat yang singkat ini pun bisa dinikmati dengan melihat jernihnya air di Pantai Tumbak. Mulai dari Pulau Ponteng dengan pasirnya yang putih, dan Pulau Baling-Baling yang begitu memesona. Atau ada juga beberapa homestay yang mulai dibuka oleh masyarakat desa Tumbak. Pulau Baling-Baling juga terkenal sebagai tempat paling ideal di Tumbak untuk melihat matahari terbit.Di pulau yang berbentuk bulat ini, terdapat sebuah bukit kecil. Untuk mencapai titik ideal menikmati sunset dibutuhkan sekitar 15 menit untuk mendaki lalu menuruni jalan setapak di ujung tanjung. TripTroops mungkin harus lebih hati-hati di sini karena bukit ini relatif curam dan tidak ada pijakan atau tempat berpegangan kecuali tanaman dan rerumputan yang tumbuh. Tetapi usaha ini akan terbayar dengan pemandangan yang mengagumkan, apalagi saat matahari mulai menampakkan diri dari tepi lautan di sisi kanan Pulau Baling-Baling. Lalu, di Pantai Bentenan yang terhampar memanjang di dekat water cottage, bisa jadi tempat untuk menikmati matahari terbenam. Sambil menunggu waktu sunset, banyak tempat-tempat untuk olahraga air seperti diving dan snorkeling. Kurang lebih ada 20 spot di sekitar Tumbak, seperti Napo Kipas, hutan bakau Bohaga, Bohaga Kecil, dan lain-lain. Air laut yang hangat dan indahnya alam bawah laut, yang dinikmati dengan snorkeling dan diving, akan membuat TripTroops bisa lupa mengambil nafas karena terkesima dengan pemandangan bawah laut yang penuh dengan ratusan spesies ikan dari berbagai jenis seperti lionfish, clown fish, surgeon fish, parrot fish, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi, hamparan terumbu karang seluas kurang lebih 100 hektar yang dipenuhi dengan berbagai bentuk karang yang indah dan berwarna-warni. Beberapa titik snorkling juga bisa menjadi tempat melihat pulau-pulau kecil yang dikelilingi tebaran pasir putih. Hutan bakau (mangrove) di sekitar Tumbak juga bisa dijadikan petualangan dengan menggunakan perahu sampan. Pulau-pulau kecil di sekitar Tumbak juga bisa menjadi tempat untuk trekking, atau bisa juga sebagai spot memancing yang tenang dan penuh dengan banyak ikan yang bisa dilihat hilir mudik di air laut yang jernih. Rasanya tidak ingin berhenti menceritakan keindahan Desa Tumbak dan pulau-pulau serta alam bawah laut di sekitarnya. Sayang rasanya kalau tinggal di Indonesia tapi tidak menjelajahi permata tersembunyi seperti Tumbak.   Photos: Leonard Seran (@manado_fun_trip) Sumber: travel.kompas.com, seputarsulut.com, wisatasulut.com, sulutexplorer.com
...more

10 Masjid Bersejarah di Indonesia

TRIPTRUS - Sepuluh Masjid Bersejarah di Indonesia yang patut dikunjungi di Bulan Ramadhan. Salah satu alternatif wisata Ramadhan untuk para traveller adalah mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Meski banyak sekali masjid yang sudah lama berdiri dan penuh dengan sejarah, TripTrus menyajikan sepuluh masjid yang paling terkenal di Indonesia.   1. Masjid Raya Baiturrahman Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.   2. Masjid Raya Medan Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Kemegahan masjid ini memang disengajakan oleh Sultan, yang menganggap masjid ini harus lebih megah dari istananya, Istana Maimun. Sebagian bahan bangunan untuk masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.   3. Masjid Raya Ganting Menurut sejarah, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1700. Namun bangunannya beberapa kali dipindah sampa pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805. Atapnya yang berbentuk persegi delapan itu dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Masjid ini juga tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan pada saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, juga pernah mengungsi ke masjid ini sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942.   4. Masjid Istiqlal Masjid terbesar di Asia Tenggara ini diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951. Diarsiteki Frederich Silaban, masjid ini baru mulai dibangun pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan.” Bangunan yang ditetapkan sebagai masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj. Masjid ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah yang bisa memenuhi satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya.  Masjid Istiqlal dibangun di atas reruntuhan bekas benteng Belanda, benteng Prins Frederik – yang didirikan pada tahun 1873.   5. Masjid Agung Banten Masjid dengan atap bangunan yang menyerupai pagoda ini dibangun oleh arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya. Sementara, menara masjid yang tingginya 24 meter, terdapat di sisi timur dan menjadi atraksi bagi para wisatawan karena keunikan bentuk bangunannya. Menara itu dibangun oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi.   6. Masjid Agung Cirebon Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di bulan Ramadhan, sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.   7. Masjid Menara Kudus Sunan Kudus mendirikan masjid di kota Kudus pada tahun 1549 dengan menggunakan batu pertama dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi menunjukkan percampuran pengaruh agama Hindu dan Budha, seperti cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam agar lebih mudah dimengerti oleh penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu. Menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.   8. Masjid Agung Demak Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.   9. Masjid Sunan Ampel Di tahun 1421, Sunan Ampel bersama dua sahabatnya, yang dikenal dengan Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, mendirikan Masjid Ampel. Bangunan seluas kurang lebih 2 km persegi itu memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel di sekitar halaman masjid. Di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.   10. Masjid Kotagede Di Yogyakarta, selain Masjid Agung Kauman, juga terkenal Masjid Kotagede. Masjid Kotagede adalah masjid tertua di Yogyakarta, yang didirikan oleh Sultan Agung, pemimpin kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Bangunan ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha pada masjid ini. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai 1.000 meter persegi. Di bulan Ramadhan, Masjid Kotagede punya keunikan berupa sholat tarawih yang dilakukan pada saat jam 24.00.
...more

Jatim Gaspol! 11 Festival Kece Tembus Karisma Event Nusantara 2025

TripTrus.Com - Jawa Timur (Jatim) lagi-lagi unjuk gigi nih di dunia pariwisata! Tahun ini, Jatim jadi provinsi paling banyak nyumbang festival di Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, total ada 11 festival yang lolos kurasi Kementerian Pariwisata. Gokil! 🔥       View this post on Instagram A post shared by Chandra Performing Art School (@chandraperformingartschool) Nah, ini dia daftar festival kece yang bakal bikin pariwisata Jatim makin bersinar: 🎭 Ngawi Batik Fashion 🦁 Festival Nasional Reog Ponorogo & Grebeg Suro 🥁 Festival Musik Tong-Tong Sumenep 🎭 Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang 🎊 Festival Ronthek Pacitan 🏔️ Eksotika Bromo 🎭 Banyuwangi Ethno Carnival 💃 Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 🌆 Tong Tong Night Market Malang 🍲 Festival Rujak Uleg Surabaya 👗 Jember Fashion Carnaval [Baca juga : "Jabar Makin Kece! 3 Event Keren Masuk Karisma Event Nusantara 2025"] Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bangga banget nih sama pencapaian ini. Gimana nggak? Jatim udah tiga tahun berturut-turut jadi penyumbang festival terbanyak di KEN! "Alhamdulillah, ini prestasi yang harus kita syukuri. Ini bukti kalau Jatim terus berkembang dan punya peran besar buat industri pariwisata Indonesia," kata Khofifah, Senin (24/2/2025). Bukan cuma banyak festival, Jember Fashion Carnaval juga masuk Top 10 KEN 2025! Udah pada tahu dong, ini salah satu karnaval mode terbesar di dunia? Nggak cuma soal fashion, tapi juga menggabungkan budaya, seni, dan pariwisata. Selain itu, festival-festival ini diprediksi bakal ngebantu ekonomi lokal karena bisa narik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tahun 2024 aja kunjungan turis asing tertinggi dalam 5 tahun! Tahun depan, siapa tahu lebih gila lagi? Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim juga gaspol buat terus dukung festival daerah. Kepala dinasnya, Evy Afianasari, bilang kalau mereka bakal all out supaya event-event ini makin berkembang dan dikenal lebih luas. "Kami berkomitmen buat promosiin festival ini biar makin dikenal dan bawa dampak positif buat masyarakat, sekaligus memperkenalkan Jatim sebagai destinasi wisata kelas dunia!" katanya. Jatim makin di depan nih urusan wisata! Lo udah siap belum buat nonton langsung festival-festival kece ini? 🎉✨ (Sumber Foto @banyuwangiethnocarnival.id)
...more

5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar dan Aman di Jalan!

TripTrus.Com - Liburan akhir tahun 2024 udah di depan mata, bro! Gue tau banget, lo pasti udah ga sabar buat jalan-jalan, pulang kampung, atau nyantai di destinasi favorit buat ngerayain Natal dan Tahun Baru. Tapi, gimana caranya biar perjalanan lo aman, nyaman, dan ga ganggu mood liburan lo? Tenang aja, gue kasih nih 5 tips yang wajib lo tahu sebelum ngedumel di jalan! 1. Jangan Lupa Rencanain Rute Lo, Bro!       View this post on Instagram A post shared by BATU FUNOFFROAD -BROMO TRIP EVERYDAY (@batu_offroad) Sebelum gas, lo harus siapin rute dulu. Pakai aplikasi navigasi, biar lo bisa tau jalan tercepat dan teraman. Jangan lupa cek juga kondisi jalan sama cuaca, ya! Kalo ada jalan rusak atau macet, siapin jalur alternatif, biar lo nggak stuck di tengah jalan. 2. Cek Kendaraan Lo Dulu! Jangan asal jalan aja, cek kendaraan lo! Cek ban, rem, lampu, oli, dan cairan lainnya. Lo nggak mau kan tiba-tiba mogok di tengah perjalanan? Apalagi kalo lagi jauh-jauh, kudu banget pastiin kendaraan lo dalam kondisi terbaik! 3. Istirahat, Jangan Sampai Kelelahan! Tidur yang cukup sebelum perjalanan, penting banget. Kelelahan bisa bikin lo ngantuk dan konsentrasi lo turun. Kalo perjalanan lebih dari dua jam, berhenti dulu, ambil nap, makan, dan rileksin badan lo. Biar perjalanan lo makin smooth dan fokus. [Baca juga : "Liburan Akhir Tahun Di Jakarta? Cek 8 Tempat Hits Yang Wajib Lo Kunjungi!"] 4. Utamakan Safety, Jangan Buru-Buru! Santai aja, ga usah buru-buru! Patuhi batas kecepatan dan aturan lalu lintas. Kalo lo naik motor, pastiin pake helm, dan kalo naik mobil, sabuk pengaman wajib! Jangan sekali-sekali nyetir sambil main HP, ya. Kalo lo perlu telepon, berhenti dulu di tempat yang aman. Jaga jarak sama kendaraan lain, dan jangan bawa emosi pas nyetir. 5. Bawa Perlengkapan Darurat! Siapin perlengkapan darurat kayak kotak P3K, segitiga pengaman, senter, dan alat bantu lainnya. Jangan lupa simpan juga nomor darurat yang bisa lo hubungin kalo ada masalah. Bawa cadangan air minum, makanan ringan, sama obat pribadi juga. Siapa tau lo butuh di tengah jalan, kan? Pokoknya, siapin semuanya dengan matang biar liburan lo tetep asik dan bebas masalah di jalan. Dengan tips ini, perjalanan lo bakal aman, nyaman, dan pastinya, lebih seru. Selamat liburan akhir tahun, bro! Jangan lupa nikmatin setiap momennya! (Sumber Foto @betin_bali) 
...more

Mei Gak Boleh Rebahan Doang! Ini Deretan Event Keren Buat Healing & Eksis

TripTrus.Com - Bro sis, lo udah nyiapin agenda buat Mei 2025 belum? Jangan sampe cuma scroll medsos doang sambil rebahan ya. Soalnya, sepanjang bulan Mei ini, Indonesia rame banget sama event kece dari ujung barat sampe timur. Ada yang nuansanya budaya, ada juga yang bisa lo nikmatin sambil kulineran atau ngejoget bareng crowd di festival musik. Cocok banget buat lo yang pengen liburan sambil eksplor hal-hal baru dan tetap eksis di feed Instagram lo! ✨ SEBA BADUY (1–4 Mei 2025 – Lebak, Banten)       View this post on Instagram A post shared by Iwan Kristiana (@iwankristiana) Event ini vibes-nya beda banget, sob. Lo bisa ngintip budaya Baduy yang masih super tradisional tapi magis abis! Kegiatan ini jadi ajang warga Baduy Luar nganterin hasil bumi ke Pemda Banten sebagai simbol perdamaian dan rasa syukur. Lo bakal ngerasain atmosfer yang damai, jauh dari hiruk-pikuk kota, cocok buat lo yang lagi pengen detoks digital. 🎭 SEMARANG NIGHT CARNIVAL (4 Mei 2025 – Semarang, Jateng) Lo suka lampu-lampu gemerlap dan kostum nyentrik? Nah, SNC ini tuh parade malam yang bikin jalanan Semarang jadi panggung catwalk penuh warna. Banyak performance unik dari berbagai komunitas dan pelajar. Lo bisa hunting foto estetik buat feed lo. Pokoknya, vibes-nya asik banget! 🧘‍♀️ BALI SPIRIT FESTIVAL (7–11 Mei 2025 – Gianyar, Bali) Lo yang suka yoga, meditasi, dan healing vibes ala-ala Ubud, wajib banget datang ke sini. Festival ini bukan cuma soal gerakan, tapi juga jiwa dan pikiran. Banyak banget workshop, kelas spiritual, sampai pertunjukan seni dari penjuru dunia. Bisa banget buat recharge energi lo yang udah mulai soak! 🍜 FESTIVAL KULINER LEGENDARIS SURABAYA (8–10 Mei 2025 – Surabaya, Jatim) Geng perut lapar, mari merapat! Lo bisa nyobain makanan legendaris khas Suroboyo yang udah melegenda dari zaman kakek-nenek. Dari rawon, rujak cingur, sampe lontong balap, semua ada di sini. Sambil makan, lo juga bakal disuguhi live music dan pertunjukan seni. Bener-bener paket lengkap! 🏖️ PESONA BELITUNG BEACH FESTIVAL (8–12 Mei 2025 – Belitung, Babel) Pantai, musik, dan sunset kece, siapa yang nolak? Di event ini, lo bisa ngerasain keindahan pantai Belitung sambil nikmatin festival musik dan lomba seru kayak beach volleyball sampe lomba layangan. Pas buat lo yang doyan vitamin-sea tapi tetep pengen ada hiburannya juga. 📚 MINANGKABAU LITERACY FESTIVAL (8–12 Mei 2025 – Padang, Sumbar) Buat lo yang suka dunia literasi, ini surganya! Banyak diskusi buku, workshop penulisan, sampai pertunjukan budaya Minang yang kece banget. Bisa ketemu penulis-penulis top juga. Lo gak cuma dapet ilmu, tapi juga kenalan baru. Siapa tau jodoh juga, kan? 💃 FESTIVAL MUARO PADANG (8–12 Mei 2025 – Padang, Sumbar) Kalo lo demen sama vibes festival rakyat, ini cocok! Ada parade budaya, kuliner khas Minang, sampe atraksi seru di tepi sungai Muaro. Acaranya tuh gabungan antara adat dan hiburan kekinian. Lo bisa happy-happy sekaligus belajar soal budaya lokal. 🎨 SEMARAK BUDAYA INDONESIA (9–10 Mei 2025 – Solo, Jateng) Solo gak pernah kehabisan ide buat bikin acara kece. Di event ini, lo bakal disuguhin tarian tradisional, pameran kriya, sampe fashion show kain-kain etnik. Lo bisa banget liat langsung gimana budaya Indonesia dipoles jadi kekinian. Estetik parah! ⛰️ FESTIVAL PARALAYANG BUKIK MARANDO (16–23 Mei 2025 – Pasaman Barat, Sumbar) Lo adrenaline junkie? Wajib terbang ke Sumbar! Paralayang di sini tuh epic, view-nya gunung dan sawah yang hijau banget. Selain itu, ada juga hiburan lokal dan stand-stand kuliner buat ngisi tenaga abis terbang. Lo bakal ngerasa kayak burung, tapi tetep stylish! 🚤 LOMBA PERAHU LAYAR (17 Mei 2025 – Surabaya, Jatim) Balik lagi ke Suroboyo, kali ini ada event seru di laut! Lomba perahu layar ini bukan cuma adu cepat, tapi juga adu estetik perahu yang dihias kece abis. Bisa sekalian piknik pinggir laut sambil nonton. Bawa sunscreen, jangan lupa! [Baca juga : "Mei 2025, Liburan Panjang, Waktunya Ngebebas Dan Manfaatin Semua Tanggal Merah!"] 🌺 FESTIVAL ISEN MULANG (17–23 Mei 2025 – Palangka Raya, Kalteng) Festival ini tuh semacam all-in-one package buat lo yang mau liat budaya Dayak lebih dekat. Dari lomba masak tradisional, seni bela diri, sampe fashion show etnik, semua ada! Bener-bener kaya budaya tapi dikemas kekinian. Jangan heran kalo tiba-tiba lo pengen stay lebih lama di Kalimantan. 🍉 FESTIVAL RUJAK ULEG (17–18 Mei 2025 – Surabaya, Jatim) Lo suka rujak? Di sini bukan cuma makan doang, tapi lo juga bisa ikutan nguleg rame-rame bareng ratusan orang. Seru, unik, dan rame! Ini tuh salah satu tradisi Suroboyo yang paling pecah, lo bakal dapet pengalaman yang gak biasa. 🥁 GELAR MELAYU SERUMPUN (20–24 Mei 2025 – Medan, Sumut) Event ini cocok buat lo yang pengen kenalan sama budaya Melayu. Ada musik, tari, kuliner, dan fashion yang semuanya berbau Melayu. Lo bakal ngerasa kayak lagi di negeri seberang tapi masih di Indonesia. Estetik dan edukatif! 🍴 JOGJA INTERNATIONAL FOOD EXPO (20–24 Mei 2025 – Bantul, DIY) Kalo lo foodie sejati, ini surganya! Dari makanan lokal sampe internasional, semuanya ada. Lo bisa nyobain kuliner unik dari berbagai negara, sambil nikmatin suasana Jogja yang hangat. Siapin perut kosong dan memori HP buat foto makanan!  🌍 KIRAB 1000 TENONG (20–24 Mei 2025 – Banjarnegara, Jateng) Tenong alias tempat makanan khas Jawa ini bakal dirayain dalam bentuk parade unik. Ada 1000 tenong diarak sambil diramein musik tradisional dan performance budaya. Lo bakal ngerasain momen spiritual dan kekeluargaan yang hangat banget. 🎶 KERONCONG PLESIRAN IX (24 Mei 2025 – Kulon Progo, DIY) Musik keroncong emang klasik, tapi jangan salah, dibawain dengan gaya modern tuh jadi beda vibes-nya. Festival ini ngebuktiin kalau musik jadul bisa banget jadi tren baru asal dikemas kreatif. Lo bisa chill di alam sambil dengerin musik santai. 🌊 FESTIVAL TUMPAH RUAH (27–31 Mei 2025 – Jambi) Festival ini literally tumpah ruah! Semua elemen budaya dan kreativitas warga Jambi disatuin jadi satu event meriah. Dari seni, musik, sampe lomba-lomba lucu ada semua. Cocok buat lo yang demen eksplor kota-kota non-mainstream. 🏝️ FESTIVAL PESONA AEKHULA (28 Mei–1 Juni 2025 – Nias Barat, Sumut) Nias tuh gak cuma surfing doang! Di festival ini, lo bakal liat budaya Nias yang unik banget, dari tarian perang, pameran kerajinan tangan, sampe kuliner lokal yang bikin nagih. Lo bakal sadar, Indonesia tuh kaya banget sama budaya yang belum tentu lo kenal sebelumnya. 🖼️ PALEMBANG ART AND CULTURE FESTIVAL (28 Mei–1 Juni 2025 – Palembang, Sumsel) Seni dan budaya Palembang gak boleh diremehkan, gengs! Di event ini, semuanya dipamerin dari lukisan, kerajinan, sampe tari tradisional. Lo bisa banget belajar sejarah sambil nikmatin suasana festival yang fun dan penuh warna. 🍲 UBUD FOOD FESTIVAL (30 Mei–1 Juni 2025 – Gianyar, Bali) Ubud tuh udah dikenal sebagai surga kuliner, dan festival ini jadi bukti nyatanya. Banyak chef top hadir, demo masak, talkshow, dan tentunya, makan-makan! Cocok buat lo yang pengen eksplor rasa baru sekaligus healing di alam Bali. Nah, lo udah liat sendiri kan betapa serunya bulan Mei 2025 ini? Event-nya gak kaleng-kaleng, dari budaya, kuliner, sampe extreme sport juga ada. Tinggal pilih yang sesuai mood lo. Jangan sampe lo nonton doang di Instastory orang lain. Yuk, siapin waktu, ajak bestie lo, dan buruan cus ke salah satu event kece ini. Karena hidup tuh soal momen, bukan cuma scroll-scroll doang! (Sumber Foto @rifkybombogie)
...more

Kapan Waktu Terbaik Buat Jalan-Jalan Berbagai Tempat Di Indonesia?

TripTrus.Com - Waktu yang pas buat jalan-jalan ke Indonesia itu antara Mei sampai September. Di sini, cuaca kering, enak buat eksplorasi! Nah, Indonesia kan ada 17.508 pulau, jadi cuacanya beda-beda di setiap tempat. Di pulau-pulau barat dan tengah kayak Bali, Jawa, Gili, Lombok, dan Komodo, saat kering itu yang paling banyak dikunjungi. Tapi jangan lupa, musim hujan dari Oktober sampai April juga nggak kalah seru! Jadi gini, kalau lo mau ke Bali, waktu keringnya itu dari April sampai September, cuacanya cerah dan bikin betah. Momen paling oke itu di bulan Mei, Juni, dan September. Orang-orang yang pengen ke pantai kayak Jimbaran, Sanur, dan Seminyak juga gak bakal ketemu kerumunan yang bikin stress. Musim hujan di Bali itu antara Oktober sampai Maret, tapi biasanya hujannya cuma sebentar, bukan hujan lebat seharian.       View this post on Instagram A post shared by Yaron bindels (@yaronbindels) Di Jawa, waktu terbaik itu juga sama, dari Mei sampai September. Suasana cerah, kering, dan enak buat yang mau naik gunung kayak Bromo atau Ijen. Musim hujan di sini antara November sampai Maret, dan hujan yang paling banyak itu di bagian barat. Suhu di Jawa tetap hangat, sekitar 28-30°C, tapi malamnya bisa dingin di daerah pegunungan. Terus di Nusa Tenggara, kayak Lombok dan Gili, musim keringnya dari April sampai September. Cocok banget buat yang mau diving atau naik gunung Rinjani. Musim hujan di sini antara Oktober sampai Maret, dengan curah hujan tertinggi di November sampai Januari. Suhunya mirip Bali, sekitar 27-29°C. [Baca juga : "Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!"] Nah, Sumatra itu juga unik. Di Medan dan Sumatra Utara, hujan bisa turun kapan saja, terutama di daerah hutan. Hujan paling deras itu biasanya antara Oktober sampai Januari. Tapi, Palembang dan Sumatra Selatan lebih teratur, musim kering dari April sampai Oktober, dan hujan dari November sampai Maret. Suhunya ada di kisaran 27-28°C, tapi bisa sampai 33-34°C di bulan-bulan kering. Kalau lo ke Kalimantan, musim keringnya dari Juni sampai September, dengan bulan Agustus dan September jadi yang paling kering. Suhunya bisa panas banget, dari 23°C di malam hari sampai 33°C di siang hari. Orangutan juga bisa lo liat di Tanjung Puting, tapi lebih susah dicari saat musim hujan. Sulawesi itu juga beda-beda cuacanya. Di Toraja, hujan datang antara November sampai April, sedangkan Manado di utara itu hujan terus. Suhu di pantai bisa sampai 34°C, sedangkan di pegunungan bisa turun jadi 24°C. Di Moluccas, cuacanya juga beda. Antara Juni dan September ada hujan, jadi lebih baik ke sana antara Oktober dan Mei. Ke pulau-pulau di Moluccas selatan, waktu terbaiknya juga sama, antara Mei dan September. West Papua dan Raja Ampat sih bisa dikunjungi kapan aja, karena suhu di sini stabil. Di Raja Ampat, suhu harian sekitar 30°C sampai 34°C. Tapi dari Juni sampai September, ada kemungkinan hujan dan angin kencang, jadi hati-hati kalo mau naik perahu. Intinya, lo bisa nikmatin keindahan Indonesia dengan waktu yang tepat! Selamat jalan-jalan! (Sumber Foto @sacadosetcrustaces) 
...more

Lembah Harau Salah Satu Lembah Terindah di Indonesia

Perjalanan 1,5 jam dari Bukittinggi ke arah barat tidak akan sia-sia karena Anda akan disuguhkan suasana alam pegunungan dihiasi jejeran air terjun indah setinggi sekitar 100 meter. Belum lagi tempatnya dilalui empat buah sungai yang jernih siap memanjakan mata Anda. Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.  Transportasi umum siap mengantarkan Anda yang datang melalui Bukittinggi. Menyewa minivan atau sepeda motor akan memastikan waktu berkunjung Anda di dataran tinggi Minangkabau lebih tepat. dan inilah salah satu lembah terindah di Indonesia. Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, istilah lokal yang artinya suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan. Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau. Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’. Bila anda ingin membaca artikel ini lebih detail silahkan klik website dibawah ini. Sumber:pasaharau.com/lembah-harau-salah-satu-lembah-terindah-di-indonesia/  travel.kompas.com Foto:https://travel.akurat.co/id   Kindly inform all of you we will have spectacular event on July, 13th to 15th 2018, these traditions of the Minangkabau will be presented at the Pasa Harau Art & Cultural Festival, the will be centered at the beautiful Harau Valley in Limo puluah koto Regency. Located about an hour’s drive from Bukittinggi city. The Harau Valley dubbed the Yosemite of Indonesia, has green rice fields hemmed in by huge granite rocks. Where refreshing waterfalls tumble down to irrigate the fields!!! ❤❤❤❤ Check it out and DON'T MISS IT!!!!! https://pasaharau.com/ Are you ready to find another heaven in Indonesia? Come on! #indonesia #pasaharau #pasaharauartandculturefestival #minangkabau #westsumatera #limopuluahkota #limapuluhkota #art #culture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #ayokeindonesia #welcometoindonesia #travelling #event #duniamenujuharau #roadtopasaharau2018 #beautifuldestinations A post shared by siska oktaviani (@chu8y) onApr 10, 2018 at 2:17am PDT
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...