TripTrus.Com - Buat Anda yang suka traveling, tentunya ada banyak spot-spot indah yang bisa ditemukan di Indonesia. Saking kerennya, turis dari berbagai penjuru dunia sampai datang ke mari untuk melihat sendiri pulau-pulau indah yang tersebar di negara ini. Nah, Anda sebagai orang Indonesia asli jangan mau ketinggalan dong. Jangan sampai orang asing malah lebih mengenal budaya negeri kita ketimbang kita sendiri yang lahir di Indonesia.
Nah, salah satu tujuan wisata yang lagi hits di kalangan traveler saat ini adalah Banda Neira. Pulau yang masih menjadi bagian dari Kepulauan Banda, Maluku, ini menyimpan sejuta pesona yang bakal bikin Anda takjub setengah mati. Supaya momen liburan Anda jadi terasa lebih seru.
1. Gunung Api Banda
View this post on Instagram
📍Gunung Api Banda Neira. . . . . #bandaneira #explorebandaneira #mollucas #malukutengah #gunungapibanda
A post shared by Andriansyah 🌴🌊🌈 (@andrikilua) onMay 30, 2018 at 5:20am PDT
Belum lengkap rasanya kalau ke Banda Neira tidak mendaki Gunung Api Banda. Gunung setinggi 670 meter ini pernah meletus pada bulan Mei 1988 silam. Jika Anda tertarik untuk mendaki gunung ini, dari pulau Neira menyeberanglah ke pulau Gunung Api yang hanya berjarak 10 menit. Untuk bisa sampai ke sana, Anda bisa menggunakan katiting, semacam perahu kecil yang hanya cukup dinaiki 3-4 orang.
2. Benteng Belgica
View this post on Instagram
THE PENTAGON VIEW, FORT BELGICA IN BANDANEIRA 🏰 . Kalau berbicara sejarah, Bandaneira tidak kalah menarik untuk di bahas. Buktinya disini ada banyak benteng walaupun tidak semuanya masih dalam keadaan utuh hanya 1 benteng yang masih terus dijaga dan dirawat sampai saat ini yaitu Benteng Belgica. Benteng ini di bangun di dataran tinggi di sekitar pulau Neira sehingga dari sini kita bisa melihat pemandangan rumah warga, pulau Gunung Api dan pulau Banda Besar. . Benteng ini biasanya di buka pada sore hari sekitar jam 4 sore atau ketika ada tamu kapal pesiar. . Lokasi: Benteng Belgica, Banda Neira - Maluku #ketemuanoo #jalanjalanbandanaira #bandaneira #bentengbelgica #fortbelgica
A post shared by ANO (@anoo_13) onApr 23, 2018 at 3:47am PDT
Ada satu lagi nih yang wajib Anda kunjungi saat berlibur ke Banda Neira. Namanya Benteng Belgica. Peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad 16 ini memang menjadi salah satu daya tarik dari Banda Neira. Benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.
3. Spot Menyelam Terbaik
View this post on Instagram
Happy February to everyone in Europe and the northern hemisphere! GoPro handling by @emci_mathieu #bandaneiraislands #bandanaira #snorkeling #snorkelingbanda #molukku #snorkelingindonesia #backpackingindonesia #travelindonesia #moluccas #bandas #februaryweather #riodejaneiro #winterinsouthernhemisphere #pisangisland #indonesia #nutmegisland #bintanglaut
A post shared by Ben (@benji1861) onFeb 2, 2019 at 8:03am PST
Keindahan dunia bawah laut Banda Neira memang sudah tak diragukan lagi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyelam di Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena hamparan terumbu karangnya penuh banget. Eits, tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya.
[Baca juga : "5 Surga Wisata Pulau Bintan, Rugi Kalau Belum Pernah Ke Sini!"]
4. Gereja Tua
View this post on Instagram
Selamat Hari Minggu Gereja Tua Banda Neira Maluku God Bless #gerejatuabandaneira
A post shared by Jona Sinulingga (@jona_sinulingga) onSep 1, 2018 at 6:43pm PDT
Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Namun, gereja ini sempat luluh-lantak karena gempa bumi dahsyat. Sebagai gantinya, masyarakat kembali bergotong-royong untuk membangun gereja itu lagi pada tahun 1852.
5. Rumah Budaya
View this post on Instagram
To understand the long history of Banda Naira there is no other place to get detail story about Banda other than from Rumah Budaya of Banda. The house was built by Des Alwi, an important figure who introduced Banda to the world as a great travel destination so that it could tell the fascinating history of Banda to travellers. With only IDR 20k you can enter the house and also get a local guide that will explain everything you need to know about Banda. This "mini museum" display many things from old coins used by the Dutch hudreds of years ago, different type of dutch canons, painting of JP Coen, painting of Banda Genocide, old ceramics and many other things. Bang Iqbal is a native Bandanese and his knowledge about Banda was really impressive. He was our local guide and we spent around 2 hours listening, discussing, questioning and digging the history of Banda. I remember his message to us that he hopes we can spread good words about Banda to other people so more and more travellers visit Banda and respect its great history. #rumahbudayabanda #bandanaira #bandaislands #spicesislands #museum #historygeek #culturalhouse #eastmolucca #maluku #iloveindonesia #november #2017
A post shared by @esalmat (@esalmat) onMay 17, 2018 at 11:13pm PDT
Selanjutnya, Anda bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasi dari situs bersejarah ini berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, para traveler akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu.
Karena bangunan sebelumnya dirasa sudah tak aman dihuni akibat gempa, pemerintah setempat memutuskan untuk membangun ulang Istana Mini (atau Kantor Gubernur) di luar benteng. Karena bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur.
Tak perlu pergi ke luar negeri, karena ada banyak destinasi wisata keren di Indonesia yang belum Anda jelajahi. Jangan sampai keduluan sama orang asing! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto kebudayaan.kemdikbud.go.id)
...moreTripTrus.Com - Banyak tempat-tempat yang indah dan menarik untuk anda kunjungi di karawang jawa barat. Tidak hanya keindahan pantai, curug atau air terjunnya saja namu berbagai macam seperti kuliner bisa anda dapatkan jika anda berwisata ke karawang. Banyak kuliner-kuliner khas karawang dan jawa barat berhamburan di sepanjang jalan dan emperan pantai di karawang. Sungguh beberapa kuliner ini mampu memanjakan lidah anda dan membuat anda ketagihan akan cita rasanya. Tempat wisata di karawang jawa barat juga sangat di minati oleh masyarakat, banyak wisatawan-wisatawan yang berbondong-bondong mengunjungi karawang terutama saat-saat libur tiba.
Tempat wisata di karawang jawa barat ini cocok untuk mengisi hari libur anda sekaligus menghilangkan penat anda, namun kali ini tidak hanya kedaerah pantai dan pegunungan saja yang bisa anda kunjungi namun tempat-tempat bersejarah juga. Karawang di kenal sebagai daerah dengan kawasannnya yang subur, maka dari itu orang asing tertarik untuk berkunjung ke daerah karawang. Banyak juga pendatang dari cina dan eropa berwisata ke tempat-tempat bersejarah yang ada di karawang, adapun tempat bersejarah di daerah karawang.
1. Stasiun Karawang
Old station of Karawang #train #trains #station #stasiunkarawang #sepurmania #keretaapi #kai #keretaapiindonesia
A post shared by Hariyo RiyanTOMO (@hariyoriyantomo) onSep 16, 2017 at 4:50pm PDT
Stasiun ini terletak di ketinggian +16 ini termasuk pada operasi I Jakarta, stasiun ini merupakan stasiun yang bersejarah karena dibangun dari zaman dahulu kala, saat ini stasiun karawang hanya mengangut penumpang dari Jakarta ke Purwakarta saja. Stasiun karawang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim, Nagasari, Karawang Barat, Karawang, Propinsi Jawa Barat.
2. Bendungan Walahar
Bendungan ini sudah digunakan sejak tanggal 30 November 1925 yang dibangun pada masa kolonial pemerintahan Belanda. Namun banyak yag mengatakan khususnya tetua masyarakat sekitar, bahwa bendungan tersebut dibangun saat masa penjajahan dari Portugis yang dilanjutkan oleh kekuasaan dari Penjajah Belanda.Bendungan Walahar merupakan bangunan yang memiliki pesona tersendiri yang menarik. Tak hanya sebagai pengatur air saja. Namun kita juga bisa mempelajari berbagai nilai historis yang sangat berharga untuk perkembangan sejarah di Karawang. #bendunganwalahar #wisatakarawang #karawang #pangkalperjuangan #superadventure #idare
A post shared by Superior Karawang (@karawangsuperior) onMar 22, 2018 at 9:17pm PDT
Bendungan ini merupakan salah satu bendungan yang bersejarah karena memang di bangun pada masa penjajahan belanda. Pembangunan pun hanya mengandalkan tenaga pribumi, bukan tenaga teknologi seperti saat ini. Maka dari itu bangunannya yang masih terlihat kuno dan menggunkan arsitektur belanda. Bendungan ini sengaja di buat untuk mengatur debit dan sirkulasi air yang mengaliri area persawahan. Selain fungsinya untuk mengairi persawahan juga menahan air ketika daerah karawang di landa banjir.
3. Rumah Penculikan Proklamator
A house where our founding father arranged a declaration of our home. A house for a home, Nusantara. #rumahRengasdengklok #soekarnohatta #sajutimelik #proklamasi
A post shared by Sintong Sihombing (@sinsihombing) onNov 20, 2015 at 3:05am PST
Rumah yang terletak di Rengasdengklok, rengasdengklok merupakan tempat di mana Soekarno dan Moh. Hatta di culik oleh pemuda Soekarni. Di rumah ini lah proklamasi kebangsaan Indonesia dirumuskan.
[Baca juga : 3 Destinasi Wisata Heritage Menarik Wajib Dikunjungi]
4. Tugu Kebulatan Tekad
Karawangku😎🚴 #latepost #rengasdengklok #tugukebulatantekad #paros
A post shared by Dwi MiLda Apriyani (@dwimilda) onJan 2, 2018 at 7:01am PST
Tugu ini terletak di Kampung Bojong Tugu, Ds. Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat. Letak tugu ini juga tidak terlalu jauh dari tempat penculikan Soekarno dan Moh. Hatta, kira-kira sekitar 100 m jaraknya. Tugu kebulatan tekad ini di bangun sebagai mengenang tekad dari para pemuda bangsa.
5. Monumen Rawa Gede
Just Me.. #monumenrawagede #like4like
A post shared by Dewi Adianti (@dewi_adianti) onOct 7, 2017 at 11:07pm PDT
Monumen yang bentuknya yang unik dan membentuk segitiga atau pyramid ini terletak di Kecamatan Rawamerta 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang. Monumen Rawa Gede sengaja di bangun untuk mengenang tewasnya orang warga sipil yang berjumlah 431 orang yang teguh mempertahankan tempat untuk persembunyian para Pejuang Kemerdekaan, yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Beberapa tempat bersejarah di atas memang terlihat kuno, namun dengan berkunjung dan datang ke tempat-tempat bersejarah tersebut anda juga akan mendapatkan beberapa pembelajaranm serta ilmu sejarah. Itulah tempat wisata di karawang jawa barat yang bersejarah. (Sumber: Artikel sandiegohills.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTRIPTRUS - Provinsi Gorontalo memiliki Hutan Nantu yang merupakan rimba kaya raya akan keragaman flora dan fauna endemik. Pohon-pohon besar di Hutan Nantu berdiri tinggi seakan-akan sedang mencoba menggapai awan di langit biru di atas hutan itu. Pohon-pohon Rao (Dracontomelon dao) raksasa tumbuh berdekatan di antara pohon-pohon lainnya.
Hutan Nantu terletak di dalam daerah garis Wallacea. Garis Wallacea adalah garis yang ditetapkan oleh ilmuwan Inggris Alfred Russel Walace dalam bukunya The Malay Archipelago pada tahun 1869 sebagai garis imajiner berupa zona transisi margasatwa antara Asia dan Australasia bercampur menjadi binatang yang hanya ditemukan di tempat ini. Di dalam zona ini, fauna dari Asia dan Asia Luas Suaka Margasatwa Nantu mencapai 31,215 ribu hektar di tepi sungai Paguyaman dan Boliyohuto.
Hutan Nantu menjadi habitat endemik bagi mamalia seperti anoa (Bubbalus depresicornis), babi rusa (Babyrousa Babirussa), primata kecil bernama tarsius (Tarsius Spectrum), dan 35 spesies burung endemik lainnya. Babi rusa dengan tanduknya yang melengkung adalah salah satu ikon Hutan Nantu. Untuk melihat Babi rusa di Nantu, tempat terbaik adalah sebuah kolam air asin bernama Kubangan Adudu. Di Adudu, hampir tiap hari dapat terlihat Babi rusa minum dan memakan lumpur kubangan itu.
Menurut ilmuwan Lynn Marion Clayton yang meneliti Babi rusa, kandungan mineral yang terdapat di dalam air dan lumpur itu untuk menawarkan racun buah Pangi, atau yang lebih dikenal dengan nama keluak (Pangium edule). Clayton mulai meneliti Babi rusa pada tahun 1986, dengan membantu Dr. Anthony J. Whitten membuat buku The Ecology of Sulawesi. Lalu di tahun 1989, Clayton mendapatkan informasi mengenai kubangan Adudu dari seorang fotografer berkebangsaan Prancis saat mencari tempat untuk mengamati Babi rusa. Lynn Clayton pula yang pada tahun 1990 mendirikan Yayasan Adudu Nantu International (YANI), sebuah yayasan pelestarian lingkungan. YANI didirikan oleh Clayton untuk menjaga pelestarian Babi rusa dan Hutan Nantu. Kini sudah lebih dari 20 tahun Lynn Clayton meneliti dan menjaga kelestarian Babi rusa dan Hutan Nantu.
Sebelum maraknya perkebunan kelapa sawit, pertambangan liar, dan perambahan hutan untuk transmigrasi, di Nantu ada tiga kubangan lain, yaitu Nooti, Moliulo, dan Abati. Tapi kini ketiganya sudah punah dan hanya tersisa Adudu saja. Cara Babi rusa di Nantu bisa dibilang unik, karena di beberapa daerah lain di Sulawesi, Babi rusa menawarkan racun dengan cara berendam di sumber air panas. Hanya di Nantu saja para Babi rusa berkumpul dan menikmati lumpur dan air bermineral Kubangan Adudu. Sejak tahun 1996, Babi rusa ditetapkan sebagai binatang berkategori langka yang dilindungi oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan The Convention on The International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).
Mulai tahun 1999, Pemerintah Indonesia menetapkan Hutan Nantu sebagai kawasan suaka margasatwa. Lalu pada tahun 2009, status Hutan Nantu "naik pangkat" menjadi Taman Nasional. Perubahan status ini adalah hasil kerja DPRD Provinsi Gorontalo yang me-lobby kepada Departemen Kehutanan RI. Gubernur Gorontalo juga mendukung pelestarian Hutan Nantu. Kerusakan Hutan nantu akan berdampak pada generasi yang akan datang.
Hutan Nantu adalah salah satu dari sedikit hutan di Sulawesi yang kondisinya masih utuh. Selain sebagai penyangga Daerah Aliran Sungan (DAS) Sungai Paguyaman, Nantu juga mendukung ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem. Hutan ini juga merupakan salah satu hutan hujan terbesar di Asia Tenggara. Hutan Nantu oleh ilmuwan dan media di seluruh dunia sebagai laboratorium terbaik dan terlengkap dalam pengembangan ilmu pengetahuan satwa dan flora endemik Sulawesi.
Sebagai orang Indonesia, kita juga dapat membantu pelestarian keragaman hayati di Nantu dan Indonesia. Jangan sampai hutan kita malah dilindungi orang dari luar negeri saja.
Photos taken from: commons.wikimedia.org, gorontalotravelwisata.com, readersblog.mongabay.co.id
...moreTripTrus.Com - Lu dan doi suka tantangan dan pengen naikin adrenalin pas lagi liburan berdua? Tempat-tempat keren di alam Sumatera Utara bisa jadi pilihan seru buat bulan madu yang penuh petualangan. Gak cuma satu atau dua tempat doang, Bro-sis bisa coba macem-macem aktivitas keren di lima spot wisata alam terbaik di Sumatera Utara.
View this post on Instagram
A post shared by Annur Suci (@annur_suci)
1. Nge-Trekking ke Bukit Simarjarunjung
Buatin pemanasan buat bulan madu yang full petualangan, mulai aja dengan nge-trekking ke Bukit Simarjarunjung. Pemandangan hijau bakal nemenin sepanjang perjalanan. Pas udah sampe puncak, lu dan doi bakal dihadapin sama panorama Danau Toba yang luar biasa. Luasnya persawahan hijau, kebun teh, dan kebun kopi nambahin romantis banget.
Eh, buat yang mau bulan madu lancar, pastiin kondisi badan lu oke dan dateng pas lagi cuaca cerah!
2. Eksplorasi Surga Tersembunyi di Tangkahan
Pastiin banget momen bulan madu lu sama doi ga bakal dilupain seumur hidup. Nah, Tangkahan, The Hidden Paradise in Sumatera, bisa jadi jawaban yang pas. Destinasi wisata unik di Sumatera Utara ini punya konsep ekowisata. Ajak doi buat ikutan aktivitas seru di Tangkahan, kayak mandiin gajah, trekking di Hutan Tangkahan, patroli hutan sama gajah jinak, sampe berendam air hangat di Pemandian Air Panas Gelugur.
3. Coba Adrenalin dengan Arung Jeram di Sei Bingei
Lu suka sama aktivitas air yang ekstrem? Ayo, langsung aja ajak doi buat merasakan sensasi main arung jeram di Sei Bingei. Arusnya masih lumayan santai, jadi buat yang baru nyobain juga bisa. Durasinya sekitar 3 jam. Selain air sungainya yang jernih, pemandangan hijau sepanjang sungainya juga keren banget.
[Baca juga : "Target Ngebet, Indonesia Incar 1,5 Juta Turis Tiongkok Di 2024 Dengan 13 Penerbangan Super Gokil!"]
4. Kenalan Sama Orang Utan di Bukit Lawang
Ketemu orang utan di kebun binatang rasanya mainstream banget, kan? Bawa pasangan lu buat pengalaman baru dengan jalan-jalan ke hutan buat liat orang utan di Bukit Lawang, Sumatera Utara. Kalo beruntung, bisa juga ketemu sama satwa liar langka lain yang belum pernah lu liat. Ada langur, siamang, simpai, kukang, dan masih banyak lagi. Kalo masih ada waktu, ajak juga pasangan lu buat seru-seruan lagi dengan naik ban karet di Sungai Bahorok.
5. Eksplor Keindahan Danau Toba
Tempat wajib buat bulan madu di Sumatera Utara pastinya Danau Toba. Bareng pasangan, lu bisa nge-trekking ke beberapa bukit di sekitarnya dan explore spot-spot keren buat liat Danau Toba dari sisi yang beda. Yang paling populer dan gampang aksesnya tuh Bukit Holbung. Kalo mau yang lebih challenging, Puncak Gunung Pusuk Buhit pilihannya. Pengen nikmatin keindahan Danau Toba sambil main paralayang? Coba ke Huta Ginjang deh! (Sumber Foto @lodisey)
...moreTripTrus.Com - Lo pernah kepikiran gak sih, pengen liburan tapi yang bukan cuma sekadar pindah tempat doang? Nah, 2025 bakal jadi tahunnya healing yang bener-bener nyentuh hati, bukan cuma demi likes di IG. Para raja traveling kayak Airbnb sampe Booking.com udah ngintip data dan ngeluarin ramalan tren wisata buat tahun depan. Bukan ngasal, mereka pake riset dan kebiasaan user buat ngebentuk tren. Bahkan kata si Jenny Southan, CEO-nya Globetrender, tren liburan tuh bantu kita paham dunia yang makin chaos ini. Intinya, liburan tuh bukan cuma soal destinasi, tapi soal makna dan arah hidup juga, bro.
1. Kencan Sama Malem: Wisata Noctourism yang Bikin Merinding tapi Nagih
View this post on Instagram
A post shared by Visit Norway (@visitnorway)
Lo anak malem banget? Sini merapat. Tahun depan tren jalan-jalan malem alias noctourism bakalan makin rame. Tapi bukan yang keluyuran random ya, ini lebih ke eksplor tempat yang magical banget kalo diliat malem-malem. Contohnya pantai bioluminesensi yang nyala sendiri sampe aurora borealis yang makin terang gegara aktivitas matahari yang gila. Spot kece kayak Islandia, Norwegia, dan Svalbard bakal rame dikunjungi. Dan ini tuh bukan sekadar konten doang, tapi lo juga bisa ngerasain keindahan alam yang beda banget vibes-nya sama siang bolong.
2. Calmcation: Mode Diam Aktif, Gadget Mati, Jiwa Nyala
Bosan sama notifikasi? Telinga lo capek denger suara klakson? Lo butuh calmcation, bro. Ini tipe liburan yang ngejauhin lo dari dunia digital dan nyambungin lo ke alam. Banyak banget tempat di Eropa, terutama di Finlandia dan Norwegia, yang nyediain kabin anteng, tanpa sinyal, tanpa keramaian. Contohnya di Majamaja, lo bisa ngerasain hidup tanpa gadget dan connect ke alam asli. Ada juga yang nyediain alat pengukur kebisingan, biar lo sadar betapa hectic-nya dunia yang lo tinggalkan. Liburan ini buat yang pengen recharge hati dan refresh pikiran, bukan cuma selfie doang.
3. Robot Jadi Tour Guide? Gak Masalah, Asal Itinerary Makin Kece
Lo tim males mikir pas liburan? Udah waktunya lo serahin semua ke AI. Di 2025, teknologi makin masuk ke dunia traveling. Dari mulai bikin itinerary, booking, sampe nyari spot hidden gem, AI bisa bantu semua. Kayak Byway yang bikin rute anti-pesawat pake AI, sampe TripAdvisor yang udah integrate AI biar lo bisa nemuin tempat idaman lo lebih gampang. Di bandara juga makin canggih, koper lo disortir otomatis, bro. Tapi kalo lo oldschool, tenang… brosur fisik masih eksis kok. Teknologi dan nostalgia bisa jalan bareng, kayak duet Gen Z sama boomer.
4. Jodoh Datangnya di Jalan-Jalan: Cinta Lokasi Is Real
Lo udah capek swipe kanan-kiri di dating apps tapi tetep jomblo? Mungkin jodoh lo lagi nunggu di next destinasi liburan. Sekarang makin banyak orang yang nemuin pasangan pas lagi traveling. Banyak travel agent yang nawarin trip buat solo traveler yang pengen ketemu temen baru, bahkan cinta baru. Contohnya Flash Pack sama G Adventures. Lo tinggal join trip, ngobrol, sharing cerita, siapa tau pulang-pulang udah gak sendiri lagi. Ini jauh lebih natural dan seru daripada cuma chatting di app doang, seriusan!
[Baca juga : "Lo Belum Keren Kalo Belum Ke Sumba, Bro! Destinasi Hidden Gem Yang Lagi Naik Daun Di 2025!"]
5. Tempat Sepi = Surga Baru Buat Liburan
Lo pernah ngerasa sumpek banget pas liburan karena rame banget? Nah, lo gak sendirian. Di 2025, orang mulai ngehindarin destinasi yang udah terlalu mainstream. Sekarang malah banyak yang nyari tempat antah-berantah tapi vibes-nya dapet banget, kayak Zanzibar, Madagaskar, sampe Uzbekistan. Bahkan tempat kayak Norfolk yang dulu kalah saing sama Cornwall sekarang mulai naik daun. Airbnb juga mulai nyodorin lokasi yang underrated tapi cakep maksimal kayak East Sussex. Intinya, liburan sekarang bukan soal pamer tempat, tapi soal nemuin ketenangan yang asli.
6. Safari Anti Panas-Panasan: Nyari Adem, Bukan Keringetan
Iklim makin gak bisa ditebak, jadi orang-orang mulai males ke tempat panas. Makanya sekarang banyak yang milih destinasi dingin buat healing. Kayak Norwegia, Islandia, dan Finlandia yang jadi favorit baru. Safari pun ikut bergeser waktunya—biasanya Desember, sekarang mending Maret. Jadi buat lo yang pengen liat singa, zebra, gajah, jangan lupa atur ulang rencana. Ini bukti kalo kita harus lebih peka sama bumi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada, bukan maksa cuaca ngikutin maunya kita.
7. Nostalgia Trip: Balik ke Era yang Bikin Lo Senyum-Senyum Sendiri
Lo kangen masa kecil? Pengen flashback ke jaman Polly Pocket atau dengerin Oasis sambil makan ciki di warung? Nah, nostalgia trip adalah jawabannya. Tren ini makin hype karena banyak orang nyari perasaan “dulu enak banget ya.” Di Eropa dan AS, kamp dewasa yang vibe-nya kayak summer camp zaman dulu mulai rame. Bahkan Airbnb punya penginapan tema nostalgia, kayak rumah ala 90-an sampe tempat nginep ala Barbie. Seru banget buat lo yang pengen healing sambil throwback.
Lo sekarang tim mana, bro? Tim aurora hunter, pencari damai, atau penggali memori masa kecil? Apapun pilihannya, 2025 tuh waktunya lo ngejalanin liburan dengan hati yang lebih tulus dan kepala yang lebih ringan. Udah gak zaman liburan cuma buat konten doang. Sekarang saatnya liburan yang nyambungin lo sama diri sendiri, sama orang lain, sama alam juga. Yuk, gas dari sekarang rencanain liburan yang bukan cuma berkesan, tapi juga bermakna. Dunia nunggu lo buat dijelajahi dengan cara yang lebih real dan jujur. (Sumber Foto @kytourism)
...moreTRIPTRUS - Selamat datang di Festival Teluk Jailolo 2016. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat – Maluku Utara kembali akan menggelar Festival Teluk Jailolo 2016 pada tanggal 2 hingga 7 Mei 2016 mendatang. Festival Teluk Jailolo yang ke-delapan ini akan mengangkat tema “Pesona Budaya Kepulauan Rempah ”.
Dalam catatan sejarah dunia internasional, Maluku Utara adalah bumi penghasil rempah-rempah terbaik se-dunia. Karena itulah bangsa-bangsa Eropa berlomba menjelajah setengah bumi hanya untuk menjalin hubungan dagang dengan wilayah nusantara yang kaya akan rempah-rempah, khususnya Maluku Utara.
Maluku, secara historis meliputi empat kerajaan besar Islam yang sejak masa nya (abad XV – XVIII) memainkan peranan penting dan strategis dalam jalur perdagangan rempah-rempah, terutama sebagai produsen cengkeh terbesar di dunia.
Keempat kerajaan besar di Maluku Utara – Jailolo, Bacan, Ternate, Tidore, menjalin ikatan persaudaraan dalam falsafah Moloku Kie Raha. Dalam bahasa lokal, Moloku Kie Raha berarti persaudaraan penguasa empat gunung, dimana gunung diartikan sebagai kerajaan. Dengan demikian, Moluku Kie Raha dapat dimaknai sebagai persaudaraan empat kerajaan besar.
Sejarah Maluku Utara tidak bisa dipisahkan dari kekayaan rempah-rempah yang dimilikinya, terutama cengkih. Di Maluku Utara, cengkih baru dibudidayakan mulai tahun 1450. Kekayaan akan rempah-rempah tersebut telah menyebabkan para pedagang Cina, Melayu, Jawa, Arab, Persia, dan Gujarat datang di daerah-daerah ini dengan membawa tekstil, beras, perhiasan dan kebutuhan hidup lainnya untuk ditukar dengan rempah-rempah. Rempah-rempah ini juga yang mendatangkan Portugis sebagai bangsa Eropa yang pertama kali mengunjungi Maluku pada tahun 1511, yang disusul Spanyol dan Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa sejak jaman dulu Maluku Utara telah mampu memikat bangsa-bangsa asing untuk datang.
Penasaran dengan menariknya sejarah akan Moluku Kie Raha dan eksistensi Kepulauan Rempah di Nusantara? Ini waktunya Anda berkemas, siapkan ransel atau koper, pesan tiket pesawat, dan kemudian berangkat ke Festival Teluk Jailolo. Siap berpetualang dalam Pesona Budaya Kepulauan Rempah? (Sumber: Artikel-Foto jailolofest.com)
...moreTripTrus.Com - Bro, lo udah tau belum tentang Pacitan? Kota kecil di ujung barat daya Jawa Timur yang cakepnya tuh nggak main-main! Pacitan ini lokasinya dempetan sama Jawa Tengah dan punya banyak banget hidden gem yang bakal bikin lo lupa pulang. Pokoknya, tempat ini tuh pas banget buat lo yang lagi nyari tempat healing seru sama keluarga, gebetan, atau geng lo. Yuk, gue kasih list spot paling keren di Pacitan!
1. Pantai Srau
Lo suka sunrise atau sunset? Di Pantai Srau, lo bisa dapet dua-duanya, bro! Pantai ini ada di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, sekitar 25 km dari pusat kota Pacitan. Keunikan pantai ini tuh ada di tiga area berbeda: timur, tengah, dan barat. Kalau lo pengen nikmatin sunrise, area timur jawabannya. Tapi kalau lo lebih suka vibes sunset yang syahdu, lo wajib nongkrong di area barat. Di sini lo juga bisa camping sambil denger suara deburan ombak yang bikin pikiran auto fresh. Oh iya, pantainya nggak rame banget, jadi lo bisa nikmatin momen lo tanpa banyak gangguan. Jangan lupa bawa kamera, bro, karena spot di sini Instagramable banget!
2. Pantai Karang Bolong
Nama pantainya aja udah menarik, kan? Nah, sesuai namanya, di sini lo bakal nemuin tebing karang gede yang tengahnya bolong, kayak pintu gerbang alami menuju laut lepas. Lokasinya ada di Desa Kendal, Kecamatan Sendang. Pantai ini cocok banget buat lo yang pengen menikmati suasana tenang jauh dari keramaian. Air lautnya jernih, dan anginnya sepoi-sepoi banget. Lo bisa duduk santai di atas batu karang sambil nikmatin pemandangan laut yang luas. Buat lo yang suka eksplor tempat anti-mainstream, Pantai Karang Bolong ini wajib masuk bucket list!
3. Pantai Kasap
Kalau lo pengen vibes Raja Ampat tapi budget pas-pasan, lo nggak perlu jauh-jauh ke Papua, bro. Cukup ke Pantai Kasap di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku. Pantai ini punya air laut biru toska yang jernih banget, ditambah gugusan pulau-pulau kecil hijau yang cakep parah. Lo bisa naik ke bukit kecil di sekitar pantai buat dapet view dari atas yang lebih keren lagi. Selain itu, aktivitas kayak snorkeling atau main air juga seru banget di sini. Ombaknya nggak terlalu gede, jadi aman buat lo yang cuma mau santai-santai di pinggir pantai sambil nikmatin suasana. Pokoknya berasa kayak liburan di surga kecil, deh!
[Baca juga : "Trenggalek, Hidden Gems Buat Lo Yang Mau Healing Maksimal!"]
4. Pantai Pidakan
Bosan sama pantai yang isinya cuma pasir putih? Pantai Pidakan bakal kasih lo pengalaman yang beda. Di sini, 70% pantainya terdiri dari batuan alam dengan berbagai bentuk dan ukuran, sisanya baru pasir putih. Suasana di sini tenang banget, bro. Anginnya adem, cocok buat lo yang lagi pengen kabur dari hiruk-pikuk kota. Lokasinya ada di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, sekitar 50 km dari pusat kota Pacitan. Di pantai ini, lo juga bisa ngumpulin batuan unik yang cantik buat koleksi atau sekadar foto-foto. Kalau lo suka suasana natural yang tenang dan nggak terlalu ramai, Pantai Pidakan adalah pilihan yang pas.
5. Pantai Soge
Ini nih pantai yang super gampang diakses karena lokasinya ada persis di samping Jalur Lintas Selatan. Lo nggak perlu ribet-ribet jalan kaki jauh buat sampai ke sini, bro. Banyak yang bilang Pantai Soge ini mirip banget sama Great Ocean Road di Australia. Dari pinggir jalan aja, lo udah bisa dapet pemandangan yang estetik banget. Pantainya luas, dengan pasir putih yang bersih, ditambah air laut biru yang tenang. Lo juga bisa nikmatin suara ombak sambil duduk santai di bawah pohon kelapa. Kalau lo bawa drone, foto aerial di sini bakal keren banget. Cocok buat bikin konten yang nge-hits di media sosial!
6. Goa Gong
Buat lo yang pengen eksplorasi selain pantai, Goa Gong ini jawabannya. Goa yang ada di Desa Bomo, Kecamatan Punung ini katanya sih goa tercantik di Asia Tenggara, bro! Dengan panjang 256 meter, lo bakal diajak masuk ke dunia bawah tanah yang penuh stalaktit dan stalakmit keren abis. Nggak cuma itu, pencahayaan lampu warna-warni di dalam goa bikin suasana jadi makin epik. Ada juga ornamen goa yang bisa ngeluarin bunyi mirip gong kalau dipukul, makanya dinamain Goa Gong. Lo wajib cobain pengalaman masuk ke sini, karena setiap sudut goanya tuh kayak galeri seni alami. Jangan lupa pake sepatu yang nyaman, ya, soalnya jalannya licin.
7. Sungai Maron
View this post on Instagram
A post shared by Travelling Indonesia (@pejuangtrip)
Ini dia, Amazon versi lokal yang bikin lo nggak nyangka ada di Pacitan! Sungai Maron ini ada di Desa Pringkuku, Kecamatan Maron, dan panjangnya sekitar 4,5 km. Lo bisa susurin sungai ini pake perahu dengan biaya sekitar 100-200 ribu. Selama perjalanan, lo bakal disuguhin pemandangan deretan pohon hijau yang rimbun di sepanjang sungai. Air sungainya jernih banget, sampai lo bisa liat dasar sungainya. Suasananya adem dan tenang, cocok banget buat refreshing. Kalau lo lagi beruntung, lo juga bisa lihat burung-burung liar yang terbang bebas di sekitar sungai. Rasanya kayak lagi petualangan di alam liar, bro!
Jadi, lo masih mikir-mikir buat liburan ke Pacitan? Jangan deh! Langsung aja susun itinerary lo sekarang juga. Pacitan bakal ngasih lo pengalaman liburan yang nggak bakal lo lupain. Gaskeun, ajak orang-orang terdekat lo, dan rasain sendiri serunya "Balinya" Jawa Timur ini. Yuk, buruan ke Pacitan, bro! Lo pasti balik dengan cerita seru buat dibagiin! (Sumber Foto @_louispundiarta)
...moreMemasuki salah satu situs bersejarah di Minahasa Utara ini butuh sedikit perjuangan untuk mencarinya. Letaknya yang berada di belakang perumahan dan lahan penduduk membuat salah satu situs bersejarah di Sulawesi Utara ini agak tersembunyi. Inilah Situs Waruga Sawangan yang merupakan kuburan tua peninggalan zaman megalitik orang Minahasa.
Waruga di Minahasa diperkirakan berkembang pada sekitar awal abad ke-13 sebelum Masehi. Kemunculan Waruga pertama kali di daerah Bukit Kelewer, Treman, dan Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara. Kemunculan Waruga kemudian terus berkembang di berbagai daerah di Sulawesi Utara hingga awal abad ke-20 Masehi.
Pada zaman pra-sejarah masyarakat Minahasa masih percaya jika roh leluhur memiliki kekuatan magis. Untuk itu, kuburan dibuat secara khusus dengan seindah mungkin. Waruga terdiri dari dua bagian, bagian badan dan bagian tutup. Bagian badan berbentuk kubus dan bagian tutup berbentuk menyerupai atap rumah.
Uniknya, waruga tidak dibuat oleh kerabat atau keluarga dari orang yang meninggal akan tetapi dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggal. Ketika orang itu akan meninggal maka dengan sendirinya akan memasuki waruga yang dibuatnya itu setelah diberi bekal kubur lengkap. Suatu hari bila itu dilakukan dengan sepenuhnya akan mendatangkan kebaikan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebenarnya di Sulawesi Utara banyak terdapat situs Waruga, salah satunya di Desa Sawangan Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat 143 buah Waruga di desa ini yang dibagi dalam beberapa ukuran yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok.
Kelompok pertama, Waruga berukuran kecil dengan ketinggian antara 0-100 cm sebanyak 10 buah. Kedua, Waruga berukuran sedang dengan ketinggian antara 101-150 cm sebanyak 52 buah. Ketiga, Waruga berukuran besar dengan ketinggian antara 151-250 cm sebanyak 81 buah.
Waruga sendiri berasal dari bahasa Tombulu, yakni dari suku kata Wale Maruga yang memiliki arti rumah dari badan yang akan kering. Waruga juga memiliki arti lainnya yakni Wale Waru atau kubur dari Domato atau sejenis tanah lilin.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Menelusuri destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti tidak pernah ada habisnya. Bukan hanya ada wisata pantai atau susur goa saja yang memang sudah terlebih dahulu moncer.
Kini di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen menyajikan wisata alam Air Terjun Gedad, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.
Kepala Desa Banyusoco, Sutiyono mengatakan Air Terjun Gedad kini didorong menjadi salah satu unggulan dari beberapa potensi wisata yang ada di Banyusoco. Saat ini pihaknya terus membenahi pengelolaan objek wisata tersebut agar dapat menarik perhatian para pelancong.
“Akses jalan sudah kami benahi, sepanjang 350 meter menuju lokasi sudah kami cor blok. Sementara fasilitas lain seperti kamar mandi untuk pengunjung juga sudah ada,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (9/7/2017).
Rencananya sejumlah sarana dan prasarana penunjang lain akan segera dibangun. Seperti halnya pembangunan irigasi untuk menjaga ailiran air, supaya debit air terjun tetap stabil. Dengan menggunakan irigasi, maka pada saat musim kemarau debit air tidak akan menurun.
Menurutnya jika debit air tetap stabil, air terjun akan semakin terjaga keindahannya. Dengan demikian semakin menarik minat wisatawan untuk datang. “Kalau tidak musim kemarau, pas debit airnya besar air terjunnya itu terlihat bagus sekali,” kata dia.
Kendati masih mengandalkan datangnya musim penguhujan, namun diakuinya pengunjung di Air Terjun Gedad cukup lumayan. Kemarin saja saat satu pekan libur lebaran, pengunjung mencapai 2.000 orang.
Menurutnya jumlah kunjungan tersebut sudah sangat lumayan. Karena jika dibandingkan pada hari biasa, pengunjung hanya mencapai 50-an orang.
Salah seorang wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah, Umi mengaku puas saat berkunjung ke Air Terjun Gedad. Suasananya yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuatnya betah berlama-lama bermain di air terjun tersebut. “Suasananya enak banget, belum terlalu ramai jadi bebas di sini [Air Terjun Gedad],” kata dia.
Sama halnya dengan Umi, Novi yang juga wisatawan asal Klaten pun mangaku terkesan dengan keindahan Air terjun Gedad. Meskipun jarak tempuh menuju Air Terjun Gedad cukup jauh, namun hal itu terbayarkan dengan keindahan yang ada di Air Terjun Gedad.
“Tadi dari rumah [Klaten] ke sini sekitar dua jam lebih. Tapi capek di jalan langsung terobati begitu sampai sini,” ungkapnya. (Artikel: harianjogja.com Foto gunungkidulku.com)
...more