TripTrus.Com - Paduan pesona alam dan budaya kelas dunia. Memasuki tahun 2022 masyarakat masih harus dihadapkan hidup berdampingan dengan virus corona. Status pandemi Covid-19 masih belum dicabut WHO, karena tren penyebarannya yang masih naik turun. Kondisi ini pun memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
Tak hanya soal kebiasaan sehari-hari yang berubah, kini tren wisata masyarakat juga mulai berubah. Masyarakat yang sudah bosan di dalam rumah memilih berwisata ke tempat-tempat yang menjamin penerapan protokol kesehatannya. Salah satunya berwisata di alam terbuka.
"Dari pemantauan kami, wisatawan nusantara saat ini tetap mengutamakan destinasi wisata yang memiliki protokol kesehatan terutama di destinasi wisata alam terbuka," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta.
Mencari sesuatu yang berbeda untuk memulai liburan di masa pandemik? Cobalah mengunjungi beberapa desa tradisional. Rasakan sensasi liburan baru yang menawarkan pengalaman kehidupan tradisional dan berbaur dengan penduduk setempat.
Indonesia yang kaya akan budaya memiliki desa wisata erbaiknya, lho. Bahkan, banyak yang keindahan dan kekayaan budayanya sudah diakui oleh dunia.
1. Desa Pemuteran, Bali
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dedy Saputra (@dedylet)
Berbeda dari banyak desa wisata yang menawarkan pelarian budaya dari hiruk pikuk kota metropolitan, Desa Pemuteran juga menjadi tujuan menyelam dan snorkeling. Hal ini gak bakal kamu dapat di desa mana pun.
Di desa ini, kamu dapat menemukan clownfish, parrotfish, pari manta, dan hiu paus melewati perairan. Pada 2018, Lonely Planet memasukkan Desa Pemuteran sebagai salah satu 10 Destinasi Terbaik Asia yang direkomendasikan. Keren banget, kan?
2. Desa Penglipuran, Bali
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Yanuar Joko (@yanuarjp21)
Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang dibangun secara tradisional dengan melestarikan arsitektur bambu dari Bali. Di sini, hampir segala sesuatu terbuat dari tanaman, mulai dari dapur, gerbang rumah, ambang pintu, furnitur, hingga atap.
Desa ini terletak di Kintamani, tepatnya di sepanjang pedesaan yang terletak di antara perbukitan. Lebih dari sekadar desa wisata yang menyuguhkan banyak sajian budaya, daya tarik Desa Penglipuran juga terpancar dari kebersihannya.
Pada 2018, Desa Penglipuran dinobatkan sebagai tiga desa terbersih di dunia menurut pilihan pembaca di majalah perjalanan CN Traveler. Bangga banget!
3. Desa Nglanggeran, Yogyakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Adit (@dhiee_traveller)
Daya tarik utama desa ini tentu saja Gunung Api Purba Nglanggeran. Kagumi pemandangan Yogyakarta dari atas dan hirup udara segar begitu tiba di puncak.
Selain itu, kamu juga dapat menjelajahi Kolam Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, dan berbagai aktivitas budaya, seperti karawitan, jatilan, batik topeng, dan lainnya. Desa ini pernah mendapatkan Penghargaan dari ASEAN Community Based Tourism (CBT) Awards pada Januari 2017, lho.
4. Desa Pentingsari, Yogyakarta
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno)
Terletak 700 meter di atas permukaan laut dekat Gunung Merapi di Jawa Tengah, Desa Wisata Pentingsari baru-baru ini mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Bupati Sleman atas sistem ekonomi kerakyatan mereka.
Masyarakat setempat masih melestarikan penggunaan alat tradisional dari alam. Menawarkan banyak perspektif tentang alam, budaya, dan pertanian yang terkait dengan lingkungan, Desa Pentingsari membawa pemahaman yang lebih dalam tentang alam, budaya tradisional, seni, dan kearifan lokal kepada pengunjungnya.
[Baca juga : "Melihat Tren Wisata Masyarakat Di Tahun 2022"]
5. Desa Tamansari, Banyuwangi
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh DESA WISATA TAMANSARI (@desawisatatamansari)
Meraih predikat Pemanfaatan Desa Wisata Terbaik dalam kategori jejaring usaha, desa ini menjadi pionir pengembangan potensi desa wisata. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan sejumlah usahanya dari sekadar potensi, seperti usaha peternakan madu, kendaraan wisata, jasa pemandu, dan beberapa UKM lainnya.
Desa Tamansari juga terkenal dengan penghasil karet, cengkih, biji kopi, dan cokelat. Selain itu, ada juga sejumlah peternak sapi perah di sekitar daerah yang terlatih untuk menghasilkan produk susu berkualitas tinggi.
Berlibur ke Desa Wisata yang kaya akan budaya dan alam indah tentu bakal jadi pengalaman berkesan. Berbaur dengan masyarakat setempat pun akan terasa menyenangkan. Desa wisata mana yang pengin kamu kunjungi terlebih dahulu? (Sumber: Artikel idntimes.com Foto @desawisatatamansari)
...moreTripTrus.Com - Wilayah DKI Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia akan disuguhkan sebuah fenomena alam yang sangat jarang terjadi. Tepatnya pada malam hari ini, Rabu 31 Januari 2018, masyarakat Tanah Air bakal bisa menyaksikan gerhana bulan total yang disebut-sebut membuat tatanan langit menjadi lebih "cantik".
Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DKI Jakarta, Rabu 31 Januari 2018, gerhana bulan total akan berbarengan dengan fenomena supermoon dan blue moon yang terjadi mulai pukul 19.51 hingga 21.07 WIB. Ketika itu posisi bumi berada di antara matahari dan bulan di satu garis lurus yang sama.
Jangan lewatkan fenomena langka ‘Super Blue Blood Moon’ Rabu (31/1/2018) malam. Super Blue Blood Moon pernah terjadi 152 tahun lalu (13 Maret 1866). Saksikan secara Live Streaming hanya di Okezone.com, pukul 18.15 WIB. #okezone #okezonedotcom #infographic
A post shared by Okezone.com (@okezonecom) onJan 30, 2018 at 4:35pm PST
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mengatakan, guna menindaklanjuti instruksi Gubernur Anies Rasyid Baswedan, pihaknya telah menyiapkan tujuh lokasi pengamatan untuk warga Ibu Kota yang ingin menyaksikan secara langsung fenomena alam yang terakhir terjadi 150 tahun lalu itu.
Tempat-tempat itu berada di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Monumen Nasional, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Taman Fatahillah Kota Tua, Kepulauan Seribu, Taman Mini Indonesia Indah, dan Taman Impian Ancol.
Ia menambahkan, dari setiap lokasi pengamatan gerhana bulan total tersebut, pihaknya telah menyiapkan sebuah penanggung jawab untuk melayani warga yang hendak berdatangan ke lokasi. Masyarakat bisa datang ke sana guna menyaksikan kejadian alam itu sejak pukul 17.00 hingga pukul 23.00 WIB.
Berikut ini ketujuh lokasi pengamatan gerhana bulan total di DKI Jakarta disertai nama penanggung jawabnya:
1. Planetarium Taman Ismail Marzuki dan Plaza Teater Jakarta (gratis)
Kontak: Pak Eko (08128563352)
2. Monumen Nasional, Kawasan Monas (gratis) dan Tugu Monas (membayar tiket masuk)
Kontak: Bu Ratih (0817876862) dan Pak Budi (0811984200)
3. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan (gratis)
Kontak: Bu Rofiqoh (081282354360)
4. Taman Fatahillah Kota Tua (gratis)
Kontak: Pak Norvi (08159929011)
5. Kepulauan Seribu (gratis)
Kontak: Bu Neneng (082298765661)
6. Taman Mini Indonesia Indah (membayar tiket masuk)
Kontak Protokol TMII: Ibu Lis (0813 982 691 91)
Kontak Anjungan dan Graha Wisata: Fitri (021-8400418)
7. Taman Impian Ancol (membayar tiket masuk)
Kontak: Ancol Contact Center (021-29222222)
Demikianlah 7 lokasi di Jakarta untuk warga Ibu Kota yang ingin menyaksikan secara langsung fenomena alam yang terakhir terjadi 150 tahun lalu itu. (Sumber: Artikel okezone.com)
...moreTripTrus.Com - Wisatawan yang akan berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Maret 2023 ini akan disuguhkan dengan berbagai event wisata menarik. Event wisata itu akan digelar di berbagai daerah di Provinsi Kepri.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri bersama Dispar kabupaten/kota dan berkolaborasi dengan pihak swasta mengagendakan atau menjadwalkan 13 event wisata dengan tujuan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Provinsi Kepri.
“13 event wisata ini akan digelar tersebar di kabupaten dan kota di Kepri, yang bertemakan seni, budaya, kreasi dan juga ekonomi kreatif yang berkaitan dengan wisata,” kata Plt Kadispar Kepri, Raja Hery Mokhrizal di Tanjungpinang.
View this post on Instagram
A post shared by PLCC RODAJAYA TEAM (@plccrodajaya)
Menurut Hery, semua event tersebut sudah diagendakan dan akan digelar penuh dalam satu bulan Maret ini. Sehingga sangat beruntung bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri pada Maret ini. Ia menambahkan, adapun kalender wisata Kepri pada Maret 2023 ini, dimana akan dibuka dengan event Gebyar Anniversary SMP Negeri 2 di Kabupaten Natuna yang akan digelar pada 6–10 Maret 2023 mendatang. “Setelah itu dilanjutkan dengan event Local Art Parade juga digelar di Natuna pada 10–11 Maret 2023,” ujarnya.
Event wisata lainnya lanjut Hery yakni event Wonderfood Ramadan dan Festival Ekraft yang akan digelar di Taman Dang Anom, Kota Batam dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bazaar Ramadan yang juga digelar di Kota Batam.
Pihaknya berharap event yang akan berlangsung selama bulan suci Ramadan itu, dapat berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. “Selain itu event Nestle International Batam Marathon 2023 yang digelar di Alun-alun Egku Putri pada 10-12 Maret dengan penyelenggara ASPABRI, dan ada sejumlah event lainnya yang digelar juga di Batam” tuturnya.
“Untuk gelaran event wisata di Karimun tentunya digelar di bulan Maret 2023 ini,” katanya. (***)
Event wisata di Provinsi Kepri pada Maret 2023 yakni :
1. Gebyar Anniversary SMPN2Lokasi : NatunaWaktu : 06 – 10 MaretPenyelenggara : Dispar Natuna
2. Local Art ParadeLokasi : NatunaWaktu : 10 – 11 MaretPenyelenggara : Dispar Natuna
3. Nestle International Batam Marathon 2023Lokasi : Alun – alun Engku Putri, BatamWaktu : 10 – 12 MaretPenyelenggara : ASPABRI
4. Turnamen Olah raga Lokasi : AnambasWaktu : 10 MaretPenyelenggara : Dispar Anambas
5. Wonderfood Ramadhan dan Festival EkraftLokasi : Taman Dang Anom, Kota BatamWaktu : 27 Maret- 9 AprilPenyelenggara : Dispar Batam
6. Asita Bike Fest 2023Lokasi : BatamWaktu : MaretPenyelenggara : DPD ASITA
7. Tering Bay seri I Ramadhan CharityLokasi : BatamWaktu : MaretPenyelenggara : Tering Bay Golf
8. Perwara Vaganza 2023Lokasi : BatamWaktu : MaretPenyelenggara : Perwara
9. PHRI Bazaar RamadhanLokasi : BatamWaktu : MaretPenyelenggara : PHRI
10. Duta Wisata KarimunLokasi : KarimunWaktu : MaretPenyelenggara : Dispar Karimun
11. Event Dalam dan Luar Negeri KarimunLokasi : KarimunWaktu : MaretPenyelenggara : Dispar Karimun
12. Enjoy Karimun EventLokasi : KarimunWaktu : MaretPenyelenggara : Dispar Karimun
13. Dendang PiwangLokasi : NatunaWaktu : MaretPenyelenggara : Dispar Natuna
[Baca juga : "Inspirasi Event Malam Tahun Baru 2023 Di Bali"]
Sedangkan gelaran event wisata lainnya digelar di Kabupaten Anambas yakni Turnamen Olah raga yang alan digelar pada 10 Maret. Dan gelaran wisata di Kabupaten Karimun seperti Duta Wisata Karimun, Event Dalam dan Luar Negeri Karimun, Enjoy Karimun Event. (Sumber: Artikel kepridays.co.id Foto @plccrodajaya)
...moreTripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta.
Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok.
[Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan]
Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok.
Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.
Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (金德院) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (观音亭).
A post shared by Tommy 🐻 (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT
Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa.
Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19.
Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika
Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda.
Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Bocoran dari pemerintah NTB, khususnya Dinas Pariwisata, mereka baru aja ngelempar Calendar of Event NTB buat tahun ini. Ada 36 acara pariwisata yang siap banget ngeramein NTB sepanjang tahun, guys!
Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata NTB, ceritanya pas lagi ngeluncurin kalender itu di Desa Wisata Bilabante, Lombok Tengah, pada Selasa (2/1/2024), dia bilang, "Ada 36 event kita luncurkan, tapi ini bisa saja bertambah dan jumlahnya bisa lebih karena ada beberapa event juga belum masuk."
View this post on Instagram
A post shared by Tiara and Friends band (@tiarandfriends)
Nah, katanya sih kalender ini mencakup segala macam event, mulai dari yang bercorak budaya, olahraga, sampe yang religi gitu. Dia berharap para pebisnis pariwisata, kayak transportasi, hotel, tour guide, dan travel pariwisata, bisa siap-siap dengan baik.
"Jadi, nanti saat mereka ajak tamu, baik yang lokal atau turis internasional, pasti ada tempat keren buat dikunjungin atau acara seru yang bisa dinikmati," ujarnya semangat.
[Baca juga : "Liburan Seru Di Jogja 2024, Daftar Event Gokil Yang Harus Kamu Datengin!"]
Trus, dia berdoa banget sih tahun ini gak ada halangan kayak pandemi Covid-19 yang bikin ribet. Targetnya dari 36 event ini, Pemprov NTB mengharapkan sekitar 2,5 juta wisatawan bakal mampir dan merasakan pesona NTB.
"Semoga dengan kalender event ini, pariwisata NTB bisa makin melesat dan ngasih pengalaman seru buat setiap pengunjungnya," begitu harapannya. Seru, kan? Tunggu aja apa lagi yang bakal muncul di tahun ini! (Sumber Foto @insmedia_indonesia)
...moreTripTrus.Com - Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Purbasari mengatakan sektor pariwisata bisa menjadi primadona baru bagi perekonomian Indonesia. Sektor tersebut terus memberikan kontribusi positif. "Dalam banyak aspek, pariwisata bisa menjadi harapan Indonesia," katanya di KSP, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.
Denni mengatakan indeks daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat sejak 2013. Saat itu Indonesia berada di peringkat ke-70. Pada 2015, posisinya meningkatkan ke posisi ke-50 dan tahun ini berada di peringkat ke-42.
(Sumber: Artikel disbudpar.acehprov.go.id)
Dia menuturkan pemerintah melakukan beragam cara untuk mendorong sektor tersebut. Salah satunya meningkatkan pelayanan dan melakukan promosi destinasi wisata baru.
Pemerintah telah menetapkan 10 daerah wisata baru. Kesepuluh destinasi tersebut di antaranya Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Selain itu, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara.
Dari sisi devisa, sektor pariwisata menyumbang US$ 12 miliar pada 2016. Sebanyak 11 juta orang bekerja di sektor tersebut pada tahun yang sama. Jumlahnya kini tercatat meningkat menjadi 12 juta orang.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun lalu sebesar 4,03 persen dan pada 2015 sebesar 4,25 persen. "Tahun ini kontribusinya 5,5 persen," ujar Denni.
Wisatawan mancanegara tercatat melakukan 10 juta kunjungan pada 2015 dan 12 juta kunjungan pada 2016. Sedangkan untuk wisatawan Nusantara tercatat melakukan 256 juta kunjungan pada 2015 dan 264 juta kunjungan pada tahun berikutnya. (Sumber: Artikel tempo.co)
...moreTripTrus.Com - Salah satu cara untuk menantang diri sendiri adalah dengan melakukan solo traveling. Berpetualang menyusuri tempat baru seorang diri akan memberikan banyak hal positif untuk Anda. Mulai dari kepercayaan diri dan keberanian yang bertambah, lebih mengenal siapa Anda sebenarnya, hingga punya banyak kenalan baru.
Sayangnya, keinginan untuk bersolo traveling seringkali tertunda karena mitos-mitos sepele yang membuat Anda enggan untuk melakukannya. Kira-kira apa saja ya? Dirangkum dari notable.ca, Rabu berikut ini mitos tentang solo traveling yang tak boleh Anda percaya.
1. Solo Traveling Membosankan
Selama melakukan solo traveling Anda tentu akan pergi ke tempat-tempat menarik seperti objek wisata atau cafe bukan? Perasaan bosan tak akan menghantui Anda saat mengunjungi destinasi seperti ini. Ditambah lagi canggihnya teknologi bisa membuat Anda bertemu dan berkenalan dengan traveler lain dari penjuru dunia dengan mudah. Anda bisa berkomunikasi dengan teman baru dan momen traveling pun jadi lebih menyenangkan.
2. Solo Traveling Tidak Aman
Tak ada tempat yang aman di dunia ini. Tapi, kalau terus dihantui dengan pikiran kalau solo traveling tidak aman, justu tak akan membuat Anda maju. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan selama perjalanan liburan seperti berpakaian seperti cari informasi tempat wisata, penduduk lokal, dan masih banyak lagi.
3. Solo Traveling Tidak Menyenangkan
Traveling sendirian adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan baik untuk jiwa Anda. Sensasi yang berbeda pun bakal Anda rasakan selama melakukan kegiatan ini. Hal membahagiakan yang dapat dirasakan adalah Anda bisa menantang sejauh mana keberanian yang dimiliki serta lebih mengenal diri sendiri. Anda pasti akan merasa bangga akan pencapaian ini.
4. Solo Traveling Bukan Hal yang Keren
Keren mana jadi mandiri atau bergantung dengan orang lain saat traveling? Anda tentu setuju kalau bisa berkeliling dan menjelajah tempat baru seorang diri adalah hal yang membanggakan. Anda tak perlu merepotkan teman, kekasih, atau keluarga. Selain itu, banyak hal yang bisa Anda dapatkan selama melakukan kegiatan ini. Pengalaman ini pasti akan jadi sesuatu yang tak akan terlupakan seumur hidup Anda.
Jadi, tunggu apalagi. Lakukan solo traveling selagi Anda bisa. (Sumber: Artikel liputan6.com)
...moreRasakan pesona Pantai Sukamade dengan trip ke Taman Nasional Meru Betiri di: http://triptr.us/CW
TRIPTRUS - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur punya sekeping surga dalam bentuk Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Pesanggran. Terletak kurang lebih 97 km ke arah barat daya Kota Banyuwangi, TNMB punya banyak sekali destinasi yang bisa dikunjungi oleh traveler.Salah satu daya tarik TNMB tentu saja adalah Pantai Sukamade. Pantai ini mulai terkenal sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1927. Daerah di sekitar Pantai Sukamade pada saat itu dijadikan perkebunan berbagai tanaman komersil seperti karet, kopi, dan coklat. Pemerintah Indonesia sendiri baru menyatakan Meru Betiri sebagai taman nasional pada tahun 1997.Untuk mencapai TNMB, traveler bisa melalui Kabupaten Banyuwangi di timur, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bisa juga melalui Kabupaten Jember di sebelah barat dengan waktu tempuh yang sedikit lebih lama. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju TNMB cukup terjal dan tidak mulus. Beberapa jalur bahkan hanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua.Selama perjalanan menuju Sukamade ada banyak titik yang bisa dikunjungi. Sebelum mencapai Sukamade, ada baiknya mengunjungi Teluk Hijau. Teluk kecil ini mempunyai air yang berwarna hijau dari warna ganggang berpigmen hijau di air teluk itu. Pengunjung dapat mendatangi Goa Jepang di Pantai Bandealit, yang pada masa Perang Dunia II dijadikan tempat pertahanan tentara Jepang. Lalu, jika beruntung bisa juga melihat bunga Rafflesia zollingeriona di hutan TMNB. Perjalanan juga tidak akan sepi karena banyaknya monyet ekor panjang di hutan tersebut. Hutan TMNB merupakan habitat dari berbagai spesies fauna seperti banteng, macan tutul jawa, tupai terbang, dan dulunya TMNB merupakan habitat terakhir harimau jawa (Panthera tigris sondaica) - yang kini sudah punah. Selain itu, ada pula hutan mangrove (bakau) di dekat pantai Sukamade yang sering digunakan untuk kegiatan canoeing, berenang, berlatih selancar angin, hingga belajar berlayar dengan perahu kecil.Pantai Sukamade punya keunikan berupa sebagai habitat penyu bertelur. Dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia, Indonesia merupakan tempat bertelur bagi enam spesies penyu. Dan empat dari spesies penyu itu bertelur di Pantai Sukamade. Keempat spesies tersebut adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae). Pantai Sukamade adalah tempat yang paling mudah untuk melihat penyu hijau bertelur.Dahulu, penyu di Sukamade sempat terancam keberadaannya karena diburu oleh masyarakat sekitar. Tapi kini ada penangkaran khusus penyu yang mengumpulkan telur yang ditanam untuk kemudian dilepaskan setelah anak-anak penyu (tukik) menetas. Untuk melihat penyu yang bertelur, pengunjung dapat mengikuti tur dengan pemandu yang dimulai pada malam hari -- karena biasanya para penyu mulai naik ke pantai sekitar pukul 19.30 dan kembali ke laut setelah pukul 24.00. Para peserta yang menyaksikan penyu bertelur dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu kilat untuk kamera dan tidak membuat gaduh. Ini disebabkan oleh karena penyu takut pada suara berisik dan cahaya. Penyu memilih tempat bertelur yang jauh dari jangkauan ombak karena telur penyu sulit menetas jika terkena air laut. Ratusan telur penyu yang dipendam kemudian dibawa ke tempat penangkaran. Setelah melalui waktu 60-75 hari telur-telur akan menetas dan setelah 2 minggu berlalu, tukik akan dilepaskan di pantai. Pengunjung juga bisa berpartisipasi melepaskan tukik ke pantai. Tukik-tukik itu pada nantinya akan kembali ke Pantai Sukamade untuk menyimpan telurnya. Tapi sayangnya, dari ribuan tukik yang dilepas, mungkin hanya sedikit jumlahnya yang mampu bertahan hingga dewasa dan kembali bertelur di Pantai Sukamade akibat banyak sekali predator alami di lautan maupun diburu oleh manusia.
Photos taken from: commons.wikimedia.org, wwf.or.id
...morePacu kuda bogi atau pacu kuda menggunakan kereta joki sampai saat ini masih sering di pertandingkan di Solok, Sumatra Barat. Meski pesertanya sudah jauh berkurang, beberapa daerah yang masih memiliki kuda bogi seperti Sawahlunto, Padang, Solok, Agam, Bukittinggi, serta Payakumbuh tidak pernah absen dalam setiap pertandingan. Ini guna mempertahankan keberadaan pacu kuda bogi agar tidak punah.Pacu kuda bogi berbeda dengan pacu kuda biasa. Bila biasanya joki menggunakan pelana di punggung kuda, namun kuda bogi memakai kereta roda dua. Pacu kuda bogi sudah dikenal di Minangkabau sejak zaman Belanda. Dulunya, kereta bogi biasa dipakai bangsawan Belanda atau pejabat-pejabat pemerintahan di zaman itu.
Sumber:http://news.liputan6.com/read/ Foto:http://www.tabloidbijak.com/2015/09/pacuan-kuda-di-paguh-duku-kecamatan-vii.html
...more