shop-triptrus



Model Bisnis Wisata Halal Ini Bakal Booming di Indonesia

TRIPTRUS - Laporan Indonesia Islamic Finance Report menyebut Indonesia menyimpan berbagai peluang bisnis syariah. Ini salah satunya. Bisnis keuangan syariah Indonesia diyakini tengah memasuki tahap baru yang lebih menjanjikan. Dengan populasi muslim terbesar, beragam peluang bisnis Islami terhampar luas di Tanah Air. Mengutip laporan terbaru Indonesia Islamic Finance Report (IIFR) 2016, peluang bisnis syariah di Indonesia diantaranya terbentang di sektor wisata halal, kuliner halal, dan fashion Islami. Khusus di bisnis wisata halal, IIFR menyebut Indonesia masih memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor ini. Dilihat dari jumlah wisatawan, Indonesia baru bisa mendatangkan 936 ribu wisatawan muslim pada 2013. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan Malaysia 3,264 juta dan Uni Emirate Arab 2,143 juta orang. "Saat ini bisnis hotel khusus syariah masih sangat terbatas, ini menjadi peluang investasi di sektor perhotelan dan jasa," kata IIFR dalam laporannya. IIFR mencatat Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini baru mencatat dua hotel yang mengantongi lisensi syariah. Yaitu Sofyan Hotel Betwai di Jakarta dan Tuara Natama Hotel di Sidempuan, Jawa Barat. Sertifikasi halal memang belum kewajiban bagi semua hotel. Namun ini menjadi pijakan bagi traveler muslim yang butuh pelayanan penunjang ibadah. Hotel yang menyediakan sajadah, arah kiblat, pemisahan ruang olahraga dan fasilitas rekreasi bakal mengundang turis asing. Selain hotel syariah, IIFR juga melihat peluang bisnis syariah di jasa travel. Bahkan peluang ini terus bertumbuh seiring meningkatkan kebutuhan para turis muslim. Beberapa diantara bisnis travel yang berpeluang tumbuh adalah wisata sejarah dan budaya, wisata alam dan ecotourism, wisata belanja, wisata olahraga, dan wisata kuliner. Jadi buruan mulai kembangkan bisnis wisata halal, sebelum kembali menjadi penonton. (Sumber: Artikel dream.co.id)
...more

Festival Pasola, Seru-Seruan di Tengah Kuda & Tombak Kayu!

TripTrus.Com - Lo pernah denger Festival Pasola di Pulau Sumba, gak? Kalo lo pengen ngerasain pengalaman budaya yang bener-bener beda, acara tahunan ini wajib banget lo masukin ke dalam list. Festival Pasola ini udah terkenal banget, dan ngundang banyak orang dari seluruh dunia buat ikut ngerayain tradisi dan serunya pertarungan di atas kuda. Jadi, apaan sih Festival Pasola itu? Festival Pasola ini udah ada sejak abad ke-16, gaes! Dulu, festival ini digelar sebagai bentuk penghormatan buat Dewa Pertanian supaya panen lancar dan masyarakat bisa sejahtera. Pada dasarnya, festival ini adalah perayaan musim panen yang tujuannya buat menenangkan roh dan berharap panen di tahun depan makin melimpah. Tapi yang bikin seru, festival ini ngadain pertarungan antara dua kelompok penunggang kuda yang saling lempar tombak kayu. Udah gitu, mereka bakal tancap gas pake kuda sambil saling serang, asik kan?       View this post on Instagram A post shared by Nona Ceko (Nikolas) (@nonaceko) Tombaknya sih terbuat dari bambu yang ujungnya tumpul, tapi jangan salah, meskipun nggak tajam bisa aja bikin cedera serius. Para penunggang kuda pake kostum tradisional dan penutup kepala, jadi suasananya tuh bener-bener penuh semangat dan bikin deg-degan! Kalo lo pikir Pasola cuma tentang pertarungan doang, lo salah! Di festival ini banyak banget kegiatan yang bikin lo betah. Ada tarian tradisional, musik-musik khas Sumba, dan pameran budaya yang asik banget. Salah satu acara yang menarik adalah parade budaya dengan kostum-kostum warna-warni dan kuda-kuda yang dihias. Lo juga bisa ikut workshop seru kayak ngerajut, masak makanan tradisional, sampe belajar bikin obat herbal. Gak cuma hiburan, tapi juga jadi kesempatan buat lo kenalan langsung sama budaya Sumba yang unik. [Baca juga : "Baduy Dalam Lagi Nutup, Jangan Ngeyel. Kawalu Lagi Jalan, Wisatawan Cuma Bisa Ke Baduy Luar, Bro!"] Kapan sih festivalnya? Festival Pasola ini biasanya digelar sekitar bulan Februari atau Maret. Dan, karena ini acara besar, biasanya bakal berlangsung beberapa hari. Waktu-waktu sebelum acara utama juga banyak kegiatan seru yang bikin suasananya makin heboh. Jadi, kalau lo berniat buat dateng, pastikan lo siapin akomodasi dan perjalanan lebih awal, karena festival ini selalu ramai banget. Jangan lupa juga buat jaga sikap dan hormatin adat setempat! Apa aja yang harus dibawa? Ini nih, barang-barang yang wajib lo bawa kalo mau ke Pasola: Air minum, sunscreen, dan topi! Matahari di Sumba bener-bener panas banget, jadi lo harus siap melindungi diri. Kamera (beserta charger cadangan!) atau power bank, karena lo pasti gak mau kelewatan momen-momen keren, kan? Uang tunai! ATM sih ada, tapi kadang suka kehabisan uang, jadi mending siapin duit dari awal buat beli makanan atau oleh-oleh di festival. Kenapa lo harus dateng ke Festival Pasola? Festival Pasola adalah pengalaman yang gak bisa lo dapetin di tempat lain. Selain seru, lo bakal ngerasain langsung gimana tradisi dan kepercayaan yang masih dijaga masyarakat Sumba. Jadi, buat lo yang suka budaya, sejarah, atau sekadar nyari pengalaman baru, festival ini wajib banget masuk daftar perjalanan lo. Tandain tanggalnya, siapin semuanya, dan nikmatin serunya Festival Pasola di Sumba! (Sumber Foto @sisilsiel)
...more

Wisata Laut Di Pulau Pahawang

Pulau Pahawang dan beberapa pulau di sekitarnya mulai banyak dikunjungi traveler nusantara dan manca negara Selatan. Kalau selama ini Provinsi Lampung banyak dikenal dengan obyek wisata seperti Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas atau Teluk Kiluan, kini wilayah Lampung Selatan mulai jadi favorit para penggemar wisata bahari. Pahawang adalah nama desa yang terletak di kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesaran. Pulau seluas 1.084 hektar yang terletak tidak jauh dari Teluk Punduh ini terbagi menjadi dua pulau, yaitu Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Pulau Pahawang punya enam desa, yaitu Suakbuah, Penggetahan, Jeralangan, Kalangan, Pahawang, dan Cukuhnyai.Untuk mencapai Pulau Pahawang, traveler harus menggunakan perahu motor selama kurang lebih satu jam perjalanan dari Dermaga Ketapang, kecamatan Padang Cermin. Perjalanan menuju Pulau Pahawang Besar bisa dinikmati dengan melihat jernihnya air laut dan berbagai satwa laut yang dapat terlihat dari perahu yang ditumpangi. Perahu biasanya akan membawa ke Pulau Pahawang Besar, yang merupakan tempat tinggal sebagian besar penduduk. Para traveler biasanya menginap di penginapan atau homestay yang terdapat di Pulau Pahawang Besar. Untuk menikmati alam bawah air dan pemandangan di sekitar Pahawang, traveler dapat menggunakan perahu motor yang dapat disewa untuk satu hari penuh. Gugus karang di bawah laut Pulau Pahawang terasa sungguh menakjubkan. Ditambah air laut yang berwarna hijau toska serta ikan-ikan yang berkeliaran di antara karang membuat kita betah berlama-lama snorkeling di sini. Perahu juga bisa mampir di Pulau Pahawang Kecil, yang jaraknya 10 menit dari Pulau Pahawang Besar. Di Pulau Pahawang Kecil ini terdapat satu cottage pribadi yang dimiliki oleh warga negara asing. Pemandangan pasir putih di pantai serta latar belakang barisan bukit ditambah suasana yang tenang membuat Pulau Pahawang Kecil jadi sulit untuk ditinggalkan. Di Pahawang Kecil ada sebuah area bernama Tanjung Putus yang menyambungkan antara Pulau Tanjung Putus dan Pulau Pahawang Keci. Nama Tanjung Putus diberikan karena apabila air laut pasang jembatan alami ini terendam air, sehingga hanya dapat dijejaki jika air berada dalam kondisi surut. Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam atau snorkeling favorit traveler.  Spot snorkeling lain yang diminati oleh para traveler di sekitar Pulau Pahawang adalah Pulau Kelagian. Kelagian berjarak sekitar 45 menit dari Pahawang Besar. Sama seperti spot-spot snorkeling di Pahawang dan Tanjung Putus, Pulau Kalegian juga memiliki pemandangan alam bawah laut yang menawan. Pulau Kalegian juga memiliki pemandangan matahari terbenam yang luar biasa indahnya. Jadi, jangan lupa untuk menyaksikan ini sambil beristirahat setelah seharian sibuk snorkeling.
...more

Party Bareng! Nusa Penida Festival 2023 Bikin Heboh Pulau Nusa Penida

TripTrus.Com - Nusa Penida Festival (NPF) bakal bikin heboh Pulau Nusa Penida, Klungkung, Bali, nih, pada bulan Oktober 2023. NPF ini comeback setelah tiga tahun ga ada gegara COVID-19. Menurut jadwal Dispar Klungkung, Nusa Penida Festival bakal berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 5 sampai 7 Oktober 2023. Lokasinya di Lapangan Umum Sampalan, Nusa Penida, Klungkung.       View this post on Instagram A post shared by ayupuspa17 (@ayupuspa11189) Pertama, tanggal 5 Oktober 2023, ada pembukaan dengan acara ritual di Pantai Batununggul. Ritual ini diiringi Tari Pendet Pasepan yang ditarikan oleh 500 cewek dari Desa Sampalan. Selain itu, ada pameran UMKM, pementasan tari Bali, fashion show, bondres, dan musik. Nah, tanggal 6 Oktober 2023, ada kegiatan bersih pantai, penanaman terumbu karang, pelepasan tukik, pementasan seni janger dan kecak (Jangecak) kolosal, juga hiburan dan pemeran. Terakhir, tanggal 7 Oktober 2023, bakal ada perlombaan perahu tradisional dan banyak hiburan musik serta budaya lainnya. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, cerita kalau acara ini bakal ngefokusin kebangkitan pariwisata setelah pandemi dan kunjungan wisata ke Nusa Penida yang mulai ramai lagi dari April 2023. Ada upacara pakelem dan doa buat lancarin acara, sekaligus buat bersyukur atas perkembangan pariwisata Nusa Penida setelah COVID-19. Ritualnya akan diikuti oleh 500 penari dari Desa Adat Dalem Setra Batununggul. NPF juga bakal diselingi dengan musik, pembersihan pantai, lomba perahu layar, dan senam zumba. Duit yang disiapin buat acara ini sekitar Rp 700 juta dari APBD Klungkung. Pastinya, rangkaian acara ini bakal bawa banyak turis ke Nusa Penida. Selain promosi dari Dispar Klungkung, agen perjalanan wisata juga diharapkan ikut andil dalam acara ini. Nusa Penida Festival udah digelar sejak tahun 2014 saat waktu kunjungan wisata lagi pada puncaknya. Tempat dan waktunya bakal pindah-pindah antara tiga pulau di Nusa Penida (Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan). [Baca juga : "9 Event Besar Di Jawa Timur Oktober 2023"] NPF udah masuk dalam kalender wisata nasional juga, jadi satu dari tujuh event di Bali, Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2023. Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, udah launch event ini. Ini bener-bener jadi promosi buat wisata, dengan menghormati warisan budaya para leluhur dalam ngelola wilayah pesisir dengan kearifan lokal, budaya seni tetep terjaga, dan perekonomian serta kemasyarakatan yang tumbuh terus. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, bilang promosi pariwisata lewat Nusa Penida Festival udah bawa perubahan besar di Nusa Penida. Makanya, di gelaran Nusa Penida Festival tahun ini, ada pertunjukan keren banget, yaitu tarian kecak dan janger kolosal yang ceritanya tentang pembelajaran dari manusia pasca COVID-19. Mereka bakal tampil dengan mencampurkan Tari Sanghyang, yang khas dari Nusa Lembongan. (Sumber Foto @genpi_id) 
...more

Beberapa Nada Tunggu di Stasiun Kereta

TripTrus.Com - Di antara banyak moda transportasi, kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang nyaman digunakan untuk berpergian. Terlebih PT. KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api beberapa tahun belakangan ini mulai berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang perjalanan kereta api semakin nyaman. Selain memiliki jalur tersendiri yang membuat kereta api bisa menghemat waktu perjalanan, perjalanan dengan kereta api menyuguhkan pemandangan yang indah. Di balik itu semua, jika dicermati, di beberapa stasiun memiliki nada tunggu kereta yang unik dan berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya. Biasanya nada-nada tersebut merupakan instrument dari beberapa lagu keroncong di Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa stasiun dengan nada tunggunya: 1. Stasiun Jatinegara – Juwita Malam 2. Stasiun Cirebon – Warung Pojok 3. Stasiun Purwokerto – Di Tepi Sungai Serayu 4. Stasiun Solo Balapan – Bengawan Solo 5. Stasiun Tawang – Gambang Semarang 6. Stasiun Cepu – Suwe Ora Jamu 7. Stasiun Tugu – Sepasang Mata Bola 8. Stasiun Pasar Turi – Jembatan Merah Itukah beberapa nada tunggu stasiun kereta di Pulau Jawa, bikin kalian jadi ingin berkertaria kembalikan? (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more

Cagar Alam Rawa Danau, Hutan Rawa Air Tawar Terbesar di Jawa

TripTrus.Com - Kawasan Cagar Alam Rawa Danau atau disebut juga Rawa Dano ini digadang-gadang sebagai hutan air tawar terbesar di Pulau Jawa. Semula merupakan kepundan gunung berapi tak aktif yang kemudian berubah menjadi danau dan akhirnya menjadi rawa-rawa. Terletak di Kampung Panenjoan, Desa Luwuk, Serang. Rawa Danau yang berstatus cagar alam seluas 2.000 hektar ini mulai muncul ke permukaan sebagai salah satu destinasi wisata yang unik. Ia berada di wilayah yang termasuk 3 kecamatan, yaitu Padarincang, Pabuaran, atau Mancak. Untuk mencapai Rawa Danau, kita harus trekking sekitar 1 jam dengan rute yang kerap licin dan berlintah di musim hujan.       View this post on Instagram A post shared by Dean Puji Firmansyah (@deanpujifirmansyah) onSep 26, 2016 at 8:53am PDT Karakter objek wisata ini adalah hutan yang dikelilingi oleh rawa-rawa dan danau. Mata akan dimanjakan oleh dominasi warna hijau yang teduh dari warna dedaunan. Konon, Cagar Alam Rawa Danau atau Rawa Dano semula merupakan kepundan gunung berapi tak aktif yang kemudian berubah menjadi danau dan akhirnya menjadi rawa-rawa. Yang unik, rawa ini berair tawar. Karena itu, ia juga berperan sebagai sumber cadangan air untuk masyarakat sekitar. Keindahan Rawa Danau begitu kentara ketika kita berada di kaki bukit pegunungan. Perpaduan antara kabut, semburat matahari, dan padang hijau seluas kita memandang, sangat indah. Tak hanya menikmati keindahan alam, kita juga melakukan aktivitas lain yang seru. Mulai dari mengenal flora dan fauna lebih dekat, menyusuri rawa dengan sampan, sampai menginap di villa yang terletak di ketinggian dengan pemandangan danau. [Baca juga : "Menelusuri Lembah Hijau Rawa Dano"] Kini, terdapat sekitar 250 jenis burung hidup di wilayah ini, serta tak lupa aneka reptil, seperti buaya dan ular. Berbagai jenis tanaman dan hewan yang dilindungi, seperti burung bangau tongtong, elang jawa, dan gelatik jawa, juga hidup di sini. Untuk mencapai Rawa Dano, salah satu rutenya kita bisa berangkat menuju arah Cinangka, Anyer. Lalu, setelah bertemu Pasar Padarincang, kita menuju Desa Citasuk. Namun, karena statusnya sebagai cagar alam, untuk dapat memasuki kawasan Rawa Dano, kita harus mengantongi izin terlebih dulu dari Balai Besar KSDA Jawa Barat. (Sumber: Artikel-Foto pesona.travel)
...more

Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta dengan Dinas Pariwisata

TripTrus.Com -  Gunung Pancar tak hanya menyajikan suasana alam pedesaan yang adem dan asri. Gunung yang berada di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini juga dikenal dengan penghasil kopi robusta. Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkolaborasi menjadikan kawasan itu sebagai kampung lopi.  Disebut demikian karena Babakan Madang sebagai penghasil kopi terbesar di Jawa Barat untuk jenis robusta. "Produksi kopi robusta sebanyak 2.844.528 kilogram per tahun," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Irma Villayanti di Cibinong, Senin, 6 Agustus 2018.       View this post on Instagram Diveraifikasi perkeebunan kopi dengan sayur. Ada enaknya Ada ga enaknya Enaknya, kita bisa memiliki dua penghasilan. Tanah padat termanfaatkan maksimal. Habis jual kopi lalu panen sayur. Asyik kan, duitnya banyak Xixixixi Salah satu ga enaknya adalah ketika salah satu tanaman sayur atau kopi terkena hama. Dan menular ke pohon lain, lalu terjadilah transfer penyakit. Jadi kami harus telaten menyemprot dengan fungisida. Kami sedang riset fungisida alami menggunakan bahan yang ada di kebun. Bahannya sangat mudah ditemui misalnya gadung, mimba, mahkota dewa, lengkuas, jahe, kunyit, dan serai. Ah, bertani itu penuh tantangan, kesabaran dan mengasyikkan. Bangga saat hasilnya memuaskan, sabar ketika belum sesuai harapan. Semua itu tak lain agar kita pandai bersyukur dan selalu ikhtiar. Sudah sore ya, siap-siap pulang kerja ya bosku? Pulangnya ngopi dulu☕☕☕ #pirocoffee #kopisukabumi #kopijabar #javapreanger #scai #kopigayo #kopimalaysia #kopibogor #kopijakarta #kopibekasi #kopidepok #kopibali #kopitoraja #kopipapua #kopijogja #kopisurabaya #kopibandung #kopicianjur #kopijatim #kopipuntang #manualbrew #coffeeroaster #sukabumi #sukabumi_ #sukabumifoodies #sukabumikuliner #sukabumiupdate #sukabumitoday #geoparkciletuh #arabika A post shared by Piro Coffee Halimun Sukabumi (@kopigununghalimunsukabumi) onOct 5, 2018 at 3:06am PDT Luas area tanaman kopi saat ini, berdasarkan catatan Irma, mencapai 6.059 hektare terdiri dari 408 hektare kopi jenis arabika dan 5.651 hektare robusta. Data rata-rata produksi 750  sampai 800 kilogram per hektare. Hasil ini belum mengarah ke produktivitas maksimal. "Hasil yang sesungguhnya seharusnya bisa mencapai 1.500 sdampai 2.000 kilogram perhektare." Tak kurang dari 40 kelompok tani kopi di Gunung Pancar berhimpun. Mereka mendapat binaan, berupa pelatihan peningkatan produksi dan promosi. "Menurut data, pecapain tersebut setelah ada 40 kelompok tani yang menjadi binaan," kata Irman. Untuk meningkatkan produktivitas, menurut Irma, perlu adanya sistematika dan sinergisitas dengan Dinas Pariwisata. "Ini sistematika membuka peluang usaha agar tercapainya kemandirian dan penyegaran di bidang pariwisata guna menjadikan kampung wisata kopi," ujar Irman sembari menambahkan bahwa sektor pariwisata, hasil perkebunan dan hasil bumi harus bersinergi menjadi obyek wisata alam. Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, petani kopi robusta memasuki akhir panen. Berdasarkan pantauan di Desa Tepusen, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, harga biji kopi robusta di tingkat petani pada awal panen Rp 24 ribu per kilogram, saat ini turun menjadi Rp 23 ribu per kilogram. [Baca juga : "Festival Kopi Temanggung Sediakan 1000 Gelas Kopi Gratis"] Menurut petani kopi di Dusun Nolopo, Desa Tepusen, Mujiono, mengatakan meskipun harga biji kopi turun, namun harga kopi gelondong masih bertahan Rp 5.500 per kilogram untuk petik campur, yakni merah dan hijau, sedangkan petik merah bisa mencapai Rp6.000 sampai 6.300 per kilogram. "Penurunan harga kemungkinan karena produksi kopi tahun ini melimpah dibanding tahun lalu," kata pria 60 tahun ini. Petani warga Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Eko Susilo, menjelaskan produksi kopi tahun ini memang lebih baik dari tahun lalu karena pada saat berbunga disertai hujan yang cukup. "Kami menyayangkan harga biji kopi turun di akhir masa panen ini," kata Eko yang memprediksi pada akhir Agustus ini kemungkinan panen kopi selesai. (Sumber: Artikel tempo.co Foto pixabay.com)
...more

Perbedaan Open Trip, Private Trip dan Paket Wisata Grup

TripTrus.Com - Kendati banyak sekali orang yang suka berpergian tentu sering dipusingkan dengan berbagai pilihan perjalanan yang mana belum semuanya mengerti tentang macam-macam perjalanan yang mereka pilih. Tentu ada 3 macam paket perjalanan yang biasanya ditawarkan oleh pihak agen travel kepada kalian ketika ingin pergi berlibur seperti Open Trip, Private Trip dan juga Paket Wisata Grup.   Dari ketiga macam paket perjalanan tersebut, berikut adalah Perbedaan Open Trip, Private Trip dan Paket Wisata Grup :   1.    Open Trip Untuk yang satu ini tentunya nanti kalia sebagai peserta akan melakukan liburan bersama dengan peserta yang lainnya digabungkan menjadi 1 dengan jadwal tour yang nantinya sudah ditentukan oleh panitia. Tentunya untuk paket perjalanan yang satu ini akan menggunakan kuota maksimal yang mana bisa menentukan kapan keberangkatannya jika kuota sudah memadai .  Jika kuota tidak memenuhi target yang ditentukan biasa nya peserta akan dihadapkan dengan 2 macam pilihan seperti yang pertama jadwal akan direschedule kembali dan yang kedua akan tetap berangkat namun ongkos atau biaya para peserta akan dinaikan harganya hingga sesuai dengan target kuota. Dan untuk tanggal keberangkatannya tentu untuk paket yang satu ini tidak bisa kalian tentukan sendiri karena semuanya akan diatur oleh admin atau agen travelnya.   2.    Private Trip Berbeda dengan Open trip untuk paket perjalanan yang satu ini dikhususkan untuk kebutuhan pribadi atau untuk 1 keluarga besar yang mana ingin pergi berlibur bersama-sama hanya dengan keluarga saja. Tentu untuk biaya yang dikenakan akan cukup tinggi, namun kalian bisa mengatur jadwal keberangkatan, tempat tujuan wisata, hingga fasilitas yang ingin kalian dapatkan. Jadi, untuk paket yang satu ini kalian dimanjakan sekali dan memang disesuaikan dengan kemauan kalian.   3.    Paket Wisata Grup Yang terakhir yakni paket wisata grup, tentu ini berbeda dengan kedua paket diatas, dimana untuk yang satu ini biasanya paket wisata yang peserta nya berasal dari 1 rombongan organisasi. Dimana paket wisata ini berbeda dengan open trip yang juga diikuti oleh rombongan peserta namun berasal dari tempat yang berbeda dan bisa jadi tidak mengenal satu sama lainnya. Untuk paket ini tujuan wisata pun bisa ditentukan oleh peserta rombongan dan biaya perjalanan nya ditanggung oleh 1 pihak organisasi.   Bagaimana sudah cukup jelas bukan? Tentunya jika kalian ingin melakukan perjalanan dengan memilih salah satu paket yang sudah dijelaskan diatas bisa mengerti dengan jelas paket yang mana yang cocok dengan kalian. Oke? Okelah sobat, kami akhiri dulu seputar Perbedaan Open Trip, Private Trip, dan Paket Wisata Grup, jika kalian ingin cari paket wisata open trip, silakan klik disini untuk meilihat informasi selengkapnya. (Sumber: Artikel paketwisatatour.net Foto vakansinesia.com)
...more

Daftar 16 Event Pariwisata Danau Toba 2022, Balige Jadi Tuan Rumah Dua Kegiatan

TripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengumumkan Calendar of Event Pariwisata Danau Toba tahun 2022. Peluncuran tersebut dihadiri Menparkeraf, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Jimmy Bernando Panjaitan dan Direktur Pemasaran Pariwisata, Wahyu Dito Galih Indharto.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh wiki syafril (@wiki_pravda) Sebanyak 16 kegiatan akan mengisi acara mulai bulan April sampai Oktober 2022. Diantara kegiatan itu, Balige, Kabupaten Toba akan menjadi tuan rumah dua kegiatan. Berikut daftarnya: 1. 16-17 April Festival Gondang Naposo, di Pangururan, Samosir.  2. 26-27 Juni, Danau Toba Rally 2022, Parapat, Simalungun.  3. 01-03 Juli Festival Bunga dan Buah di Berastagi, Karo.  4. 19-21 Juli W20 Summit di Parapat Simalungun.  5. 22-24 Juli Toba Caldera World Music Festival di Toba Caldera Resort, Toba.  6. Pesta Oang-oang, Salak Pakpak Bharat.  7. Festival Sisingamangaraja di Bakti Raja, Humbang Hasundutan. 8. 20-21 Agustus Samosir Jamming Paradise di Pangururan Samosir.  9. 23-35 Agustus Pesta Budaya Njuah-Njuah di Sidikalang Dairi.  10. 26-28 Agustus Toba Fashion Week di Balige, Toba.  11. 4 September Tour de Sinabung, Merek, Karo.  12. 16-17 September Samosir Lake Toba Ultra Marathon di Pusuk Buhit, Samosir.  13. 16-18 September Tao Silalahi Arta Festival di Silalahi, Dairi.  14. 23-25 September Lake Toba Asia Pasific Rally Championship (APRC) di Parapat Simalungun.  15. 20-22 Oktober Kongres I Kebudayaan Batak Toba di Balige Toba.  16. 29-30 Oktober Karo Music Camp di Tongging, Karo. Menparkeraf, Sandiaga Uno, menyampaikan agar semua pihak turut menyukseskan enam belas event besar itu. Calendar of Event Pariwisata Danau Toba tahun 2022 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten, komunitas se-kawasan Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan juga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  "Saya mengajak semua pihak termasuk teman-teman dunia usaha untuk bisa memanfaatkan event-event tersebut melalui kolaborasi aktif agar bisa menggarap semua potensi lapangan usaha yang ada," harap Sandiaga. [Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"] Sementara itu, Jimmy menyampaikan rasa bahagianya mengingat Provinsi Sumatera Utara mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan event nasional berdasar hasil keputusan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.  "Terimakasih kepada Bapak Menteri Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ibu Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (events), dan Panitia Seleksi KEN atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” pungkas Jimmy. (Sumber: Artikel wahananews.com Foto @goadvmdn) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...