TripTrus.Com - Mei 2025 bakal jadi bulan yang penuh kejutan! Tanggal merahnya banyak banget, jadi lo bisa banget ngerencanain liburan panjang yang bikin pikiran lo fresh lagi. Entah itu buat healing, ngebebas dari rutinitas, atau cari kegiatan seru, Mei ini bener-bener waktu yang pas buat lo ngerasain liburan seru dan tetep produktif. Cuaca juga katanya oke banget buat jalan-jalan keluar, jadi siapin rencana liburan lo dari sekarang, biar gak kelewatan momen seru yang ada!
View this post on Instagram
A post shared by COCONUT LODGE | Feel the Peace (@coconutlodge_resort)
Jangan lupa, sektor pariwisata, hotel, dan transportasi pada siap kasih promo-promo kece buat lo yang pengen liburan. Jadi, selain lo bisa ngebebas, liburan lo bisa jadi lebih hemat! Yuk, langsung aja cek tanggal merah Mei 2025 yang bakal bikin liburan lo makin panjang dan maksimal!
Jadwal Tanggal Merah dan Cuti Bersama Mei 2025:
Kamis, 1 Mei 2025: Hari Buruh Internasional (Libur Nasional)
Senin, 12 Mei 2025: Hari Raya Waisak
Selasa, 13 Mei 2025: Cuti Bersama Waisak
Kamis, 29 Mei 2025: Kenaikan Isa Almasih
Jumat, 30 Mei 2025: Cuti Bersama Kenaikan Isa Almasih
Gimana? Seru kan? Libur panjangnya ada di awal, tengah, dan akhir bulan, jadi lo bisa pilih liburan kapan aja! Ga ada alasan buat nggak manfaatin waktu-waktu ini buat ngerasain liburan seru!
[Baca juga : "Purwokerto Emang Nggak Glamor, Tapi Nyamannya Bikin Lo Males Balik!"]
Rekomendasi Seru Buat Manfaatin Tanggal Merah Mei 2025:
Liburan Singkat, Healing ala Lo! Dari 1-4 Mei, lo bisa ambil cuti tanggal 2 Mei dan cabut ke Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, atau Belitung. Mau ke puncak, pantai, atau glamping deket Jakarta? Semua bisa banget! Liburan singkat tapi banget ngebantu lo buat relax sejenak dari penatnya aktivitas. Hati tenang, pikiran fresh!
Family Time atau Mudik Mini Mei itu waktu yang tepat buat mudik mini atau ketemu keluarga. Nggak cuma bisa ngobrol-ngobrol dan lepas kangen, tapi juga bisa ngerasain energi positif dari orang-orang tercinta. Ideal buat recharge energi emosional, biar bisa semangat lagi buat hadapi segala tantangan ke depan. Waktu berkualitas banget!
Staycation Tapi Produktif Lo bisa banget manfaatin promo staycation dari hotel-hotel di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Nggak cuma buat istirahat, lo juga bisa ngelakuin hal produktif, misalnya nulis, belajar skill baru, atau sekadar me-time buat nyusun rencana hidup lo. Staycation sambil merencanakan masa depan, siapa takut?
Wisata Budaya dan Festival Seru! Jangan sampai lo kelewatan festival Waisak di Borobudur, yang bakal digelar tanggal 12-13 Mei 2025. Lo juga bisa ikutan event-event lokal kayak food festival, pameran seni, atau konser musik yang sering banget ada di long weekend. Nambah pengalaman budaya sekaligus seru-seruan bareng temen atau keluarga, kenapa nggak?
Tips Cerdas Biar Libur Panjang Lo Makin Keren:
Booking Tiket dan Hotel dari Jauh-jauh Hari: Jangan sampe harga tiket dan hotel naik drastis pas udah deket H-7. Lebih baik lo booking dari sekarang, biar budget liburan lo tetap terjaga.
Ambil Cuti Strategis: Tambahin cuti 1-2 hari di antara tanggal merah biar liburan lo jadi makin panjang! Cuti 1 hari, liburan bisa 5 hari penuh, kan enak?
Cek Cuaca: Pastikan destinasi liburan lo cuacanya oke, biar gak kecewa pas udah jauh-jauh hari nyiapin liburan.
Gunakan Transportasi Publik: Hindarin kemacetan yang biasa nyerang jalur-jalur populer. Naik transportasi publik bisa jadi pilihan, lebih cepat dan hemat!
Dengan perencanaan yang pas, libur panjang Mei 2025 bisa jadi waktu healing, ngerangkul keluarga, nambah pengalaman budaya, dan tentunya nge-charge semangat hidup lo buat ngejalanin hari-hari ke depan! Jadi, udah siapin liburan lo? Let's go! (Sumber Foto canva.com)
...moreTripTrus.Com - Gais, ada kabar nih buat kalian yang bingung mau liburan tahun baru ke mana. Kabarnya, Dispar Biak Numfor, Papua lagi persiapin tempat seru buat liburan Tahun Baru 2024, loh!
Si bos Dispar, Onny Dangeubun, minggu kemarin ngomong kalau berbagai tempat wisata di Biak udah ready buat dicicipin pas Tahun Baru 2024 nanti. Katanya sih, pemerintah udah bangun berbagai destinasi keren, jadi wisatawan bakal betah banget.
View this post on Instagram
A post shared by YenNy Raha Idhabalqhissabrina (@yenny_farida)
"Ini tahun baru 2024, harapannya kunjungan wisatawan ke Biak Numfor makin naik terus, ya. Kita doain bareng-bareng, guys!" ujar Dangeubun semangat.
Tempat-tempat seru yang bakal dibuka buat pengunjung di antaranya pantai Samau yang dulunya jadi lokasi acara Sail Teluk Cenderawasih 2023, pantai Yenyabo Sorido, pantai Nirmala Beach, Pantai Waterbasis Lanal, pantai Segara Indah Bosnik, pantai Anggupi, Tiga Raja Adoki, pantai Anggaduber, pantai Wari, kampung nelayan modern Samber-Binyeri, Tanjung Sarur.
[Baca juga : "Kaltara Rilis Kalender Wisata 2024 Dengan 30 Event Keren Yang Bakal Bikin Liburan Makin Seru!"]
Nggak cuma itu, buat yang suka sejarah, ada juga tempat keren kayak Goa Jepang, monumen Perang Dunia II, taman Mandouw, taman merah putih, dan taman terbuka hijau di kota Biak.
"Nah, target kita, semoga pembangunan ini selesai pertengahan Desember 2023 ya, guys," tambah Kadispar sambil ngasih harapan.
Oh iya, pas acara Sail Teluk Cenderawasih 2023 kemarin, jumlah wisatawan yang dateng ke Biak mencapai 6.521 orang, loh. Duit yang berputar di sana juga gila, sekitar Rp78,2 miliar! Luar biasa nih buat perekonomian daerah.
Jadi, siapa yang udah excited buat liburan ke Biak tahun baru nanti? Siap-siap aja, guys! (Sumber Foto @reynoldvangobel)
...moreTripTrus.Com - Negeri ini memang terkenal dengan alamnya yang keren dan tempat-tempat wisata yang oke banget. Enggak cuma destinasi yang sudah pada tahu, tapi ada juga tempat kece yang masih tersembunyi dengan pemandangan ciamik, terselip di berbagai sudut Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
Pemerintah juga lagi semangat banget buat ramein pariwisata. Mereka udah tentuin 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (atau bisa disebut 10 Bali Baru). Nah, buat kalian yang suka jalan-jalan dan pengen eksplorasi tempat baru, nih ada 10 destinasi keren buat kalian cekidot!
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Ini dia danau vulkanik terbesar di dunia, bro! Selain danau keren, di sekitarnya masih ada banyak tempat asik lainnya. Ada Desa Paropo yang punya pemandangan bikin adem, Air Terjun Situmurun yang keren abis, juga Bukit Simarjarunjung dan Siadtaratas yang nggak kalah bikin mata melotot.
2. Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
Dulu daerah ini sepi, sekarang jadi KEK alias Kawasan Ekonomi Khusus. Tempat ini punya banyak surga tersembunyi buat kalian, seperti Pulau Kepayang dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Batu Berlayar yang punya batu eksotis banget, dan Pulau Lengkuas yang cantik abis.
3. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Candi ini salah satu candi Buddha tergede di dunia, sudah terkenal banget. Di sini selain ngeliatin candi yang megah, kalian bisa nikmatin sunrise yang bikin mata terbelalak. Setelah puas liat candi, bisa juga mampir ke museum sekitar candi atau mampir ke Desa Wisata Wanurejo buat kenalan sama budaya lokal.
4. Bromo, Jawa Timur
Bromo udah jadi andalan pariwisata di Jawa Timur. Gunung ini punya kawah, padang pasir, dan bukit-bukit yang bikin kagum. Banyak aktivitas seru, seperti jalan-jalan naik mobil jip, hunting matahari terbit, eksplorasi pasir berbisik, sampe nonton tradisi Suku Tengger.
5. Likupang, Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara ada surga yang nggak ada duanya, namanya Likupang. Pantai Likupang aja udah bikin mata melek dengan pasir putihnya yang bersih, air lautnya yang jernih, dan pulau-pulau cantik di sekitarnya. Ada juga banyak resor dan spot instagramable yang enggak boleh dilewatin.
6. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Wakatobi tuh surga bawah laut di Sulawesi. Banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke sini. Di Wakatobi, kalian bisa snorkeling atau menyelam di Taman Nasional Wakatobi, liat lumba-lumba di Pulau Kapota, kunjungi Desa Liya Togi, atau nikmatin pemandangan di Puncak Khayangan.
7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Mandalika namanya lagi naik daun berkat MotoGP 2022. Ini tempat punya banyak pantai keren. Pantai Mawun punya pasir putih yang memanjakan mata, Pantai Semeti punya tebing batu dengan laut biru, dan Pantai Mawi jadi favorit para surfer.
[Baca juga : "Pesona Indonesia Bikin Pesohor Dunia Kepincut Liburan!"]
8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo jadi pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo. Selain cantik, Labuan Bajo punya banyak kegiatan seru, kayak main ke Pink Beach, trekking ke Pulau Padar, explore Goa Rangko, dan tentu aja ketemu langsung sama komodo.
9. Morotai, Maluku Utara
Morotai di Timur Indonesia ini surga tersembunyi yang cocok buat yang pengen liburan beda. Pantainya indah banget dengan terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Ada Pulau Dodola yang bisa kalian jalan kaki menyeberangi lautnya, dan Pulau Kokoya dengan pasir putih, laut biru, dan pepohonan hijau yang memikat.
10. Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat adalah rajanya gugusan pulau-pulau yang punya keindahan tanpa tandingan. Udah banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini buat nikmatin pemandangan, ketenangan, dan kedamaian. Ada banyak destinasi wisata dan resor mewah, jadi pasti ada yang sesuai buat kalian.
Jadi, itu dia 10 tempat keren buat liburan kalian. Indonesia emang kaya akan tempat wisata yang oke banget. Sebelum berangkat, jangan lupa vaksin booster dan selalu patuhi protokol kesehatan, ya! Have fun, Sobat Pesona! (Sumber Foto @oceanic.society)
...moreUntuk Trip ke Tanjung Bira, klik di: http://triptr.us/Ba
TRIPTRUS - Suku Bugis dan Makassar terkenal akan ketangguhan mereka di laut. Dengan Pinisi, mereka mengarungi tujuh samudra. Di Tanah Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pembuatan Pinisi sudah dilakukan secara turun temurun. Hampir semua pria yang ada di Tanah Beru bekerja sebagai pembuat perahu pinisi. Perahu buatan para pengrajin ini bahkan sudah dikenal ke seluruh dunia.
Kisah awal pembuatan pinisi berasal dari legenda yang menceritakan sebuah kapal yang terpecah jadi tiga bagian di desa Ara, Tanah Beru, dan Lemo-lemo. Legenda ini menjadi pemersatu ketiga desa tersebut, yaitu dengan bekerjasama mereka dapat menaklukkan lautan. Kapal pinisi terbagi menjadi dua jenis, Lamba atau lambo. Kapal pinisi modern berukuran besar ini lebih populer dan menggunakan tenaga motor sebagai penggerak – selain layar. Jenis lain adalah Palari, yang berukurang lebih kecil dan banyak digunakan sebagai kapal nelayan.
Yang unik dari pembuatan pinisi adalah, meski kapal dibuat di Tanah Beru, tapi tidak ada satupun pria dari desa itu yang berlayar dengan pinisi. “Tugas” itu diserahkan kepada para pelaut dari Tanjung Bira. Sementara dari desa Lemo, kebanyakan bertindak sebagai pemodal pembuatan kapal pinisi.
Kini, pinisi tidak terbatas pada penggunaan sebagai kapal dagang atau kapal nelayan. Banyak pesanan pinisi datang dari luar negeri. Dan di Tanah Beru Anda bisa melihat beberapa orang asing yang berlibur menikmati pantai pasir putih di Tanjung Bira, sekaligus melihat perkembangan pembuatan kapal yang mereka pesan.
...moreTripTrus.Com - Kalo lo lagi nyari tempat buat healing dengan gaya ala film ‘Eat, Pray, Love’ yang dibintangi Julia Roberts, Bali bisa jadi pilihan yang pas banget. Film ini bikin Bali jadi magnet wisata gratis yang bikin orang-orang kepincut buat berkunjung. Lo juga bisa niru gaya Gilbert di film itu dengan mengunjungi tempat-tempat kece di Bali. Nah, ini dia 7 spot yang bisa jadi referensi healing lo di Pulau Dewata!
1. Eksplor Pantai
Pantai Padang-padang di Uluwatu jadi lokasi pertama Gilbert party di Bali. Pantai ini terkenal dengan pemandangan yang dramatis, dikelilingi oleh tebing-tebing curam dan laut biru yang luas. Sayangnya, bar yang ada di film itu cuma dibangun untuk syuting aja, jadi lo gak bakal nemuin bar beneran di sini. Namun, di sekitar Uluwatu banyak tempat kongko lainnya yang bisa lo coba, dengan pemandangan lautan yang gak kalah keren. Kalau lo mau nikmatin suasana pantai, siap-siap aja capek karena banyak anak tangga yang harus lo naiki untuk sampai ke pesisir. Jangan lupa bawa alas kaki yang nyaman!
2. Gowes Santai
View this post on Instagram
A post shared by 🎥🎬 Sarai (@saraispain)
Di film ‘Eat, Pray, Love’, Gilbert sering terlihat bersepeda menjelajahi Ubud. Aktivitas ini bukan cuma seru, tapi juga cara yang asyik untuk menikmati pemandangan hijau di sekitar Ubud. Lo bisa menjelajahi area persawahan Tegallalang yang terkenal atau mencari lokasi persawahan lain yang juga menawarkan pemandangan yang mempesona. Pastikan sepedanya dalam kondisi baik dan nyaman untuk digunakan, karena lo bakal banyak berputar-putar. Ingat, meskipun jalanan di Ubud sering kali sepi, tetap waspada terhadap kendaraan yang melintas, terutama di jalan-jalan utama.
3. Vila Santai di Sawah
Kalau lo pengen merasakan pengalaman menginap ala Gilbert, coba deh sewa vila di Ubud yang dikelilingi sawah. Vila ini punya desain khas rumah Bali yang bikin lo berasa bener-bener nyemplung dalam suasana lokal. Lo bisa cek tempat ini di AirBnB. Perlu diingat, vila ini telah didandani khusus untuk film, jadi jangan kaget kalau penampilannya agak berbeda dari yang lo lihat di layar. Tapi tenang aja, Ubud juga punya banyak pilihan penginapan lainnya yang menyajikan pemandangan sawah atau sungai, dengan fasilitas yang nyaman seperti dapur dan bar 24 jam. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan lo, apakah lo mau tinggal di tempat yang sepi atau yang dekat dengan keramaian Ubud.
4. Jelajah Pasar Lokal
Pasar Ubud adalah tempat yang wajib dikunjungi buat lo yang mau merasakan suasana lokal. Setiap hari pasar ini dipenuhi dengan warga lokal dan wisatawan yang berburu barang unik. Lo bisa menemukan berbagai kerajinan tangan Bali, mulai dari perhiasan hingga tekstil yang berwarna-warni. Jangan lupa bawa duit tunai yang cukup, karena meskipun beberapa toko menerima tawar-menawar, tetap lebih baik untuk bandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Kalau lo malas bawa-bawa oleh-oleh berat, minta aja penjual untuk mengemas barang yang lo beli dan mengirimkannya ke rumah lo.
5. Trekking di Gunung
Mendaki gunung bisa jadi pengalaman yang bikin lo tak terlupakan. Dalam film, Gilbert mendaki Gunung Batur untuk menikmati matahari terbit. Gunung ini terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang menakjubkan, jadi pastikan lo siap bangun pagi-pagi banget untuk menikmati keindahan alam ini. Selain Gunung Batur, lo juga bisa coba trekking di tempat lain seperti Taman Nasional Bali Barat atau Campuhan Ridge Walk. Banyak agen perjalanan yang menawarkan paket trekking dengan pemandu, jadi lo bisa pilih sesuai kemampuan fisik lo. Trekking adalah cara yang asik buat menghilangkan penat dan menikmati keindahan alam Bali dari sudut pandang yang berbeda.
[Baca juga : "Kalender Event Bali 2024, Ada Nusa Penida Festival, UWRF, Dan Denpasar Film Festival"]
6. Temukan Tempat "Penyembuhan"
Bali, terutama Ubud, dikenal dengan berbagai tempat spa dan yoga yang menawarkan pengalaman penyembuhan holistik. Di film tersebut, Gilbert mengunjungi rumah Ketut Liyer dan klinik herbal Wayan Nuriasih. Meskipun Ketut Liyer sudah meninggal, masih banyak tempat penyembuhan tradisional lainnya yang bisa lo kunjungi, seperti Cokorda Rai atau Ibu Jero. Sebelum pergi, pastikan lo booking tempat terlebih dahulu dan tanyakan soal tarifnya agar gak ada kejutan saat tiba. Lo juga bisa bertanya kepada penduduk lokal mengenai tempat-tempat penyembuhan terbaik yang mereka rekomendasikan.
7. Kuliner Khas Bali
Liburan ke Bali rasanya belum lengkap kalau lo gak mencicipi makanan khasnya. Selain restoran dan kafe internasional, coba deh lo makan di tempat makan tradisional Bali yang menyajikan hidangan autentik. Ada banyak tempat makan legendaris yang bisa lo temukan, dan beberapa di antaranya bahkan bisa lo pesan lewat layanan antar. Kalau lo malas keluar, buka aja aplikasi ojek online untuk menemukan restoran lokal yang populer di kalangan warga. Selain itu, jangan lupa untuk mencoba buah-buahan lokal yang segar dan eksotis yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional saat musim panen.
Jadi, siap-siap deh buat healing dan bersenang-senang ala Gilbert di Bali. Dengan spot-spot kece ini, lo bisa ngerasain langsung pengalaman seru yang bikin lo makin betah di Pulau Dewata. Selamat liburan dan semoga healing lo makin maksimal! (Sumber Foto @filmdudeau)
...moreTripTrus.Com - Lo tau gak sih, Karawang di Jawa Barat itu bukan cuma soal rumah pengasingan Bung Karno sama Bung Hatta aja, tapi juga ada spot-spot wisata sejarah yang gak kalah keren. Misalnya, ada Monumen Kebulatan Tekad yang dibangun tahun 1950, dulunya markas PETA, nih. Monumen ini bukan cuma jadi tempat buat foto-foto, tapi juga bikin lo nambah ilmu sejarah, apalagi ada relief yang ceritain perjuangan para pahlawan pas masa perang dulu. Kece abis, kan?
Gak cuma itu, ada juga Monumen Perjuangan Rawagede sama Taman Makam Pahlawan (TMP) Sampurnanaga yang berada di Desa Balongsari. Di sana, lo bisa ngeliat makam para pahlawan yang diatur super rapi, lengkap dengan nama-nama mereka di tiap petak makam. Serius deh, tempat ini jadi salah satu destinasi favorit buat orang-orang yang pengen napak tilas perjuangan bangsa.
Nah, kalau lo pengen ngeliat peninggalan masa kolonial, mampir deh ke Bendung Walahar yang udah ada sejak tahun 1923. Ini tempat keren banget buat liat gimana Belanda dulu bangun bendungan yang sampai sekarang masih difungsikan buat irigasi sawah luas. Lo juga bisa sekalian jalan-jalan ke SDN Pisangsambo 1 yang masih berdiri kokoh walaupun dibangun sejak tahun 1912. Uniknya, bangunan sekolah ini awalnya dibangun di Dusun Kutaampel, tapi karena sering kebanjiran, akhirnya dipindahin ke Desa Pisangsambo tahun 1928.
View this post on Instagram
A post shared by PWI Kabupaten Karawang (@pwikarawang)
Jangan lupa juga buat mampir ke Tugu Bojong Rengasdengklok yang berbentuk tiga buah tangan. Tugu ini sering banget dijadiin tempat upacara peringatan Hari Kemerdekaan dan napak tilas sejarah. Gak heran sih, soalnya tugu ini emang dibangun buat memperingati Proklamasi Kemerdekaan di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
[Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"]
Jadi, buat lo yang demen sejarah Buddha, jangan lupa mampir ke Kompleks Percandian Batujaya, bro! Di sini ada empat candi Buddha kece, yaitu Candi Jiwa, Candi Blandongan, Candi Serut, dan Candi Telagajaya. Lokasinya dulu sih merupakan danau atau rawa, dan candi-candinya dibangun di tepian. Tempat ini bener-bener mantap buat nambah wawasan sejarah dan spiritual lo!
Kalau udah puas muterin tempat bersejarah, langsung aja deh cicipin kuliner khas Karawang. Karawang emang dikenal kota industri, tapi jangan salah, bro! Di sini banyak banget kuliner legendaris yang udah ada dari dulu dan rasanya tuh unik banget. Ada Sorabi Kuntilanak atau Sorabi Hijau M. Kasim Rengasdengklok yang wajib dicoba. Nama Sorabi Kuntilanak diambil dari lokasinya yang deket banget sama Tempat Pemakaman Umum, tapi jangan khawatir, sorabinya tuh bikin nagih! SUdah eksis sejak 1995 dan jadi salah satu kuliner legendaris Karawang. Keunikan dari sorabi ini adalah pembuatannya yang masih tradisional tanpa tambahan zat perasa atau gula buatan. Dijamin lo bakal ketagihan!
Selain itu, jangan lewatkan Pepes Walahar H. Dirja yang udah terkenal banget. Kedai ini udah ada sejak 1986, awalnya jualan ikan jambal dari Sungai Citarum, sekarang udah jadi bisnis pepes yang sukses besar. Menu andalannya tentunya pepes ikan jambal yang rasanya bikin lo ketagihan!
Jadi, kalau lo lagi di Karawang, pastiin mampir ke tempat-tempat ini. Lo nggak cuma dapet pengalaman wisata, tapi juga bisa nambah wawasan sejarah yang bikin lo makin cinta sama Indonesia! Plus, jangan lupa foto-foto biar trip lo makin keren dan hits! (Sumber Foto @nugroho_ajo)
...moreTripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota :
1. Masjid Al-Alam, Cilincing
View this post on Instagram
Masih seputar Cilincing Jadi ternyata Cilincing itu juga punya sejarah dan peranan penting untuk Indonesia pada masa kolonial. Misalnya ini, ini adalah bangunan utama dari masjid al alam di daerah Cilincing yang didirikan untuk mengelabui kolonial belanda agar tidak datang ke Masjid Al - Alam Si pitung di daerah Merunda yang merupakan salah satu basecamp pejuang2 kita.. Karena itu lah, masjid ini jadi salah satu cagar budaya di Jakarta. Dan, sebagai cagar budaya bangunan utama masjid ini harus tetap dipertahankan sebagaimana bentuk aslinya. . . . . . - Upload bersama @instanusantara #instanusantara #instanusantarajakarta #inub3377 #injkt3377 . . . . . #cilincing #jakarta #enjoyjakarta #jakartagoodguide #jakartawalkingtour #history #masjidalalam #Skygasm #skyporn #bluesky #architecture #mosque #nikon #nikonphotography #iamnikon #nikonid #nikonindonesia #nikon1j5
A post shared by Rizka Dwi Mulyani (@zka.rizka) onFeb 28, 2018 at 4:51am PST
Kejayaan Jayakarta berahir pada tanggal 12 Maret 1619, kota Kejayaan itu luluh lantak dan bersisa oleh serbuan pasukan V.O.C Belanda dibawah pimpinan J.P. Coen yang kemudian melakukan bumi hangus terhadap kota Jayakarta dan kemudian mengganti nama kota tersebut dengan nama Batavia. Perlawanan terhadap penjajahan Belanda tak pernah usai di Batavia, salah satu tokoh Pahlawan Masyarakat Betawi yang begitu melenda adalah Si-Pitung.
Menurut penuturan tokoh masyarakat Marunda, Pahlawan tanah Betawi ini banyak menghabiskan waktunya untuk istirahat dan bersembunyi dari kejaran kompeni di Masjid Al-Alam yang dibangun oleh Fatahillah ini. Dulu Bang Pitung menggunakan masjid ini untuk sembunyi dari kejaran tentara Belanda. Konon, bila beliau bersembunyi di masjid ini, dia bisa tidak terlihat oleh Belanda. Itu sebabnya, masjid ini seringkali disebut sebagai Masjid Si Pitung.
Di bangunan masjid terdapat lubang kecil berbentuk setengah oval di bagian kiri masjid. Konon, kala itu lubang tersebut sering digunakan untuk mengintai tentara musuh. Telepas dari semua kisah legenda pada masjid ini, bila melihat tahun pembangunannya, Masjid Al Alam ini merupakan masjid tertua di Jakarta, wajar bila kemudian di tahun 1975 pemerintah provinsi DKI Jakarta menetapkan Masjid Al Alam sebagai Cagar Budaya.
2. Masjid Jami’ As-Salafiyah, Jatinegara Kaum
View this post on Instagram
Merayakan tahun baru hijriyah.serunya pawai obor
A post shared by Yusuf Hamad (@yusufhamad86) onOct 1, 2016 at 7:48am PDT
Masjid Jami’ Assalafiyah atau juga dikenal sebagai Masjid Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Klender, Jakarta Timur ini, tak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan Pangeran Jayakarta, penguasa terahir Jayakarta sebelum kekalahannya menghadapi serbuan pasukan VOC (Belanda) dibawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen pada tanggal 30 Mei 1619. Kekalahan pasukan Pangeran Jayakarta dalam perang melawan VOC itu berakibat pada dibumihanguskannya Jayakarta oleh pasukan VOC termasuk keraton dan Masjid Kesultanan Jayakarta yang berdiri megah di sekitar kawasan yang kini dikenal sebagai Hotel Omni Batavia.
Belanda menganggap Pangeran Jayakarta tewas di dalam sebuah sumur di kawasan Mangga Dua, Jakarta, namun nyatanya yang diberondong peluru oleh pasukan Belanda di dalam sumur tersebut tak lebih dari selembar jubah dan sorban Pangeran Jayakarta yang sengaja dilemparnya ke dalam sumur tersebut untuk mengelabui pasukan Belanda, sedangkan beliau bersama para pengikutnya berhasil melarikan diri ke wilayah yang kini dikenal sebagai Jatinegara Kaum, membuka daerah baru serta mendirikan masjid yang kini dikenal dengan nama Masjid Jami’ Assalafiyah.
Bahkan putra beliau yang bernama Pangeran Senapati diperintahkan untuk pergi sejauh mungkin dari Jayakarta untuk menghindari kejaran Belanda sekaligus menyebarkan ajaran Islam ke luar Jayakarta, pada ahirnya menetap di wilayah Cibarusah kabupaten Bekasi dan mendirikan Sebuah masjid yang dikemudian hari menjadi pusat perjuangan pasukan Hisbullah melawan penjajahan Belanda di wilayah Bekasi, masjid tersebut kini bernama Masjid Al-Mujahidin Cibarusah.
3. Masjid Jami’ Al Atiq, Kampung Melayu
View this post on Instagram
Merayakan tahun baru hijriyah.serunya pawai obor
A post shared by Yusuf Hamad (@yusufhamad86) onOct 1, 2016 at 7:48am PDT
Melihat bentuk arsitektur masjid yang berdiri pada abad ke-16 ini, tampak pada atap bangunannya yang bersusun dan lambang panah sebagai simbol bersejarah seperti beberapa masjid yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, antara lain Masjid Demak, Masjid Sunan Giri, dan Gresik.
Kesamaan itu di antaranya adalah bentuk atap masjid sebelumnya yang tidak menggunakan genteng dari tanah liat, melainkan kayu sirap. Anehnya, peninggalan bersejarah seperti omamenbagian langit-langit yang terdapat di dalam masjid, raib entah ke mana rimbanya. Ada yang mengatakan, telah diamankan oleh Dinas Museum Pemda DKI Jakarta.
Berdirinya Masjid Al-Atiq konon bertepatan dengan berdirinya masjid yang berada di Banten dan Karang Ampel, Jawa Tengah, se- hingga dikatakan sebagai cabang masjid yang didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin, namun, masjid tersebut merupakan bangunan yang terakhir penyelesaiannya.
Mengikuti perkembangan zaman, masjid ini telah beberapa kali direnovasi, kendati luas masjid sebelumnya dapat dilihat pada batas keempat tiang yang berdiri kokoh di dalamnya. Pada tahun 1619, ketika VOC masih berkuasa, keadaan bangunan masjid sangat memprihatinkan. Maka, ketika pengikut Pangeran Jayakarta tengah menelusuri Batavia melalui Sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu, salah satu rombongan secara kebetulan melihat sebuah bangunan masjid yang tidak terpelihara, bahkan nyaris roboh, sehingga akhimya rombongan segera memutuskan untuk menetap di wilayah itu, sekaligus memperbaiki bangunan masjid yang telah ada sebelumnya.
Keterangan lain yang pemah dituturkan oleh jamaah Masjid Al- Atiq dari generasi ke generasi, konon masjid ini merupakan tempat persembunyian Si Pitung dan Ji’ih, jagoan Betawi yang terkenal karena membela rakyat kecil dan menentang Kolonial Belanda saat itu, setelah melarikan diri dari penjara Meester Comelis (kini Jatinegara) pada tahun 1890-an. Si Pitung dan Si Ji’ih disembunyikan di masjid ini selama berbulan-bulan atas perintah mualim (kiai) setempat.
[Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"]
4. Masjid Al Anshor, Pekojan
View this post on Instagram
Inilah masjid tertua di Jakarta yang masih ada. Karena sebenarnya masjid tertua di Jakarta pernah dibangun di sekitar Jl. Kalibesar, Kota Tua, namun sudah hancur . Sumber pustaka menyebutkan bahwa masjid ini mulai diketahui keberadaannya sejak 1648. Dibangun oleh orang-orang Moor yang pada masa itu disebut sebagai orang Khoja. Itulah mengapa kampungnya disebut Pekojan . Agak gamang saya menulisnya sebagai MASJID TERTUA. Lebih mudah bagi saya menyebutnya sebagai LOKASI masjid tertua. Karena, satu-satunya yang tua di masjid ini tinggal sumurnya. Bahkan makam kunonya pun sudah berubah bentuk seperti yang sering kita lihat sekarang . Bentuk, bangunan, semua telah dirombak total dari aslinya. Sedikit menyisakan atap limasan, namun itu pun sudah bukan aslinya. Penjaga masjid yang saya temui menjelaskan, palang kayu di bagian atap masih merupakan kayu asli. Namun saya tak merasakan unsur tuanya sama sekali. Sedih . Bukan cuma kondisi fisik masjid yang menyedihkan, demikian pula kondisi lingkungannya. Sebuah media pernah menyebutnya sebagai masjid empat abad yang terkepung jemuran. Dan itu benar . Lho, ini kan cagar budaya? Mungkin akan ada yang bertanya. Saya tak punya jawabnya . #jakartawalkingtour #sejarahjakarta #ceritajakarta #wisatajakarta #wisatasejarah #wisatasejarahjakarta #jelajahjakarta #jakarta #jelajahbudaya #jelajahsejarah #pekojan #kampungarabpekojan #masjidtuajakarta #masjidalanshorpekojan #jalanjalan #jalankaki #travelling #myheritagetrip #bubublusukan
A post shared by Renni Indritha (@rennindritha) onMar 26, 2018 at 2:43am PDT
Keberadaan masjid ini untuk pertama kalinya diketahui dari sebuah laporan berangka tahun 1648 yang ditujukan kepada Dewan Gereja di Batavia. Mesigit ini berada di perkampungan yang ketika itu ditinggali terutama oleh orang-orang koja (juga disebut kojah atau khoja, pedagang) kaum Moor, yakni muslim dari pesisir Koromandel, India. Belakangan, orang-orang Arab dari Hadramaut juga turut berdatangan menghuni kampung yang kini dinamai Pekojan.
Masjid al-Anshor berdiri di atas tanah wakaf dari seorang-orang India dengan sertifikat nomor: M.166 tanggal 18-03-92 AIW/PPAIW: W3/011/c/4/1991 tanggal 8-5-1991. Kini, masjid ini juga dimasukkan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang-undang di bawah pengawasan Dinas Musium dan Sejarah DKI Jakarta. Status cagar budaya ini ditetapkan melalui SK Gubernur No.cb.11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 (dimuat dalam Lembaran Daerah no.60/1972).
Masjid al-Anshor adalah masjid tertua di Jakarta yang masih berdiri hingga saat ini. Masjid yang pertama didirikan di Batavia, setidaknya yang pertama tercatat, kemungkinan adalah masjid milik Gouw Cay alias Jan Con, seorang sekretaris dari Souw Beng Kong -kapitan Cina pada masa Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Gouw Cay, seorang tukang kayu Tionghoa muslim dari Banten, pada tahun 1621 memperoleh sebidang tanah di Kampung Bebek, yang terletak di sebelah utara Angke. Di atas tanah tersebut ia berniat mendirikan sebuah masjid. Tidak diketahui setepatnya mengenai pelaksanaan rencana pendirian masjid itu selanjutnya, namun pada beberapa peta dari abad-19 dapat dilihat adanya sebuah masjid di Kampung Bebek.
5. Masjid Raya Al-Arif, Pasar Senen
View this post on Instagram
Nungguin dia sholat jumat 😌😌
A post shared by Rif & Mel's trip (@rizkiamelia) onAug 25, 2016 at 8:48pm PDT
Pada mulanya masjid ini disebut Masjid Jami Jagal Senen, Karena memang dibangun ditengah tengah perkampungan para tukang jagal hewan ternak di pasar Senen, baru kemudian di tahun 1969 namanya diganti dengan nama Masjid Raya Al-Arif Jagal Senen.
Masjid ini didirikan oleh seorang pedagang dari Bugis, Upu Daeng H Arifuddin bersama dengan masyarakat setempat sekitar tahun 1695. Selain untuk syiar Islam, juga sebagai tempat beribadah para pedagang, masyarakat dan perantau. Dengan dana seadanya ditambah sumbangan para jamaah, masjid itu akhirnya berdiri dengan nama Masjid Jami’ Kampung Jagal.
Upu Daeng Arifuddin, dikenal sebagai keturunan Raja Goa dan juga pejuang yang disegani saat melawan kolonial Belanda. Arifuddin wafat pada tahun 1745. Makamnya terletak di bagian barat masjid. Ada pula makam empat sahabat Arifuddin. Masjid ini pernah direnovasi atas sumbangan pengusaha garmen asal Pondokkopi, Jakarta Timur, sebesar Rp 400 juta. Masjid Al-Arif sempat terancam dibongkar pada tahun 1969 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, yang berniat melebarkan area Pasar Senen.
Pemerintah Jepang saat menjajah Indonesiajuga berencana membongkar masjid, namun gagal. Dia mengungkapkan, saat pejabat pemerintah Jepang mengabadikan masjid itu, sebelum dibongkar, pada foto hasil cetakannya muncul sosok lelaki berjubah putih yang tak lain adalah sosok Arifuddin. (Sumber: Artikel-Foto situsbudaya.id)
...moreTripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengumumkan Calendar of Event Pariwisata Danau Toba tahun 2022.
Peluncuran tersebut dihadiri Menparkeraf, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Jimmy Bernando Panjaitan dan Direktur Pemasaran Pariwisata, Wahyu Dito Galih Indharto.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh wiki syafril (@wiki_pravda)
Sebanyak 16 kegiatan akan mengisi acara mulai bulan April sampai Oktober 2022. Diantara kegiatan itu, Balige, Kabupaten Toba akan menjadi tuan rumah dua kegiatan. Berikut daftarnya:
1. 16-17 April Festival Gondang Naposo, di Pangururan, Samosir.
2. 26-27 Juni, Danau Toba Rally 2022, Parapat, Simalungun.
3. 01-03 Juli Festival Bunga dan Buah di Berastagi, Karo.
4. 19-21 Juli W20 Summit di Parapat Simalungun.
5. 22-24 Juli Toba Caldera World Music Festival di Toba Caldera Resort, Toba.
6. Pesta Oang-oang, Salak Pakpak Bharat.
7. Festival Sisingamangaraja di Bakti Raja, Humbang Hasundutan.
8. 20-21 Agustus Samosir Jamming Paradise di Pangururan Samosir.
9. 23-35 Agustus Pesta Budaya Njuah-Njuah di Sidikalang Dairi.
10. 26-28 Agustus Toba Fashion Week di Balige, Toba.
11. 4 September Tour de Sinabung, Merek, Karo.
12. 16-17 September Samosir Lake Toba Ultra Marathon di Pusuk Buhit, Samosir.
13. 16-18 September Tao Silalahi Arta Festival di Silalahi, Dairi.
14. 23-25 September Lake Toba Asia Pasific Rally Championship (APRC) di Parapat Simalungun.
15. 20-22 Oktober Kongres I Kebudayaan Batak Toba di Balige Toba.
16. 29-30 Oktober Karo Music Camp di Tongging, Karo.
Menparkeraf, Sandiaga Uno, menyampaikan agar semua pihak turut menyukseskan enam belas event besar itu. Calendar of Event Pariwisata Danau Toba tahun 2022 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten, komunitas se-kawasan Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan juga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Saya mengajak semua pihak termasuk teman-teman dunia usaha untuk bisa memanfaatkan event-event tersebut melalui kolaborasi aktif agar bisa menggarap semua potensi lapangan usaha yang ada," harap Sandiaga.
[Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"]
Sementara itu, Jimmy menyampaikan rasa bahagianya mengingat Provinsi Sumatera Utara mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan event nasional berdasar hasil keputusan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.
"Terimakasih kepada Bapak Menteri Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ibu Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (events), dan Panitia Seleksi KEN atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” pungkas Jimmy. (Sumber: Artikel wahananews.com Foto @goadvmdn)
...moreIndonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi.
Berbagai macam keindahan alam yang dimiliki Indonesia banyak yang diangkat untuk menjadi daya tarik dalam sebuah film, baik itu film nasional maupun film yang berasal dari luar negeri :matabelo. Meskipun terkadang beberapa dari film film tersebut kurang dalam segi pendapatan karena kalah pamor dengan film film absurd yang justru lebih menarik perhatian masyarakat awam.Berikut ini 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia:
1. Laskar Pelangi
Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an. Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
2. Lost In Papua
Di pedalaman rimba Papua, Rangga (Edo Borne) beserta timnya menjalankan sebuah misi eksplorasi mencari titik tambang. Tanpa mereka sadari telah memasuki wilayah terlarang yang dikenal dengan sebutan RKT 2000. Tak berapa lama, terjadilah sebuah petaka yang menyebabkan hilangnya anggota tim satu persatu.Tiga tahun kemudian. Nadya (Fanny Fabriana), mantan tunangan Rangga, masih terbayang dengan kejadian di Papua itu. Disisi lain, David (Fauzy Baadillah) yang pernah di campakkan Nadia, masih terus mengejar Nadya dengan segala cara. Nadya tak menghiraukan David dan mencoba menjauhinya dengan menerima tugas ke Papua yang di berikan oleh bosnya, Pak Wijaya (Didi Petet), yang tak lain adalah ayah David, dan juga Kayla (Fahrani), teman Nadya.Nadya, David dan Kayla berangkat ke Papua membawa sebuah titipan cinderamata dari kakeknya (Piet Pagau) untuk kepala suku Korowai yang pernah menyelamatkan nyawanya di masa perjuangan lalu. Nadya yang baru pertama kali datang ke Papua, jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Namun dibalik itu, misteri hilangnya Rangga masih terus membayangi Nadya, lalu berangkatlah David, Kayla dan Nadya mencari Rangga ke Suku Korowai.
3. Negeri 5 Menara
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.
4. Eat, Pray, Love
Film yang bercerita tentang perjalanan seorang perempuan yang mengelilingi dunia untuk menemukan jati dirinya setelah perceraian ini juga merupakan film yang sangat ditunggu di Indonesia. Hal ini tidak lain karena mengambil keindahan Bali sebagai salah satu lokasi syuting film yang diarahkan oleh Ryan Murphy.Sementara banyak film besar Hollywood mengambil tema fiksi, bintang-bintang Eat Pray love, Julia Roberts dan Javier Bardem mengatakan film mereka berbeda karena diangkat dari kisah nyata. Dan dalam beberapa hal diakui Julia dan Bardem telah merubah kehidupan mereka sendiri.
5. Ekspedisi Madewa
Sebuah film Action-Adventure yang menitik-beratkan tema kepahlawanan modern yang cukup sederhana dan gampang dicerna oleh penonton segala umur namun penuh intrik-intrik kejadian dan visualisasi yang bertaraf box-office skala regional. Dengan berlatar-belakang eksplorasi keindahan flora dan fauna alam Indonesia serta suatu legenda kebudayaan bangsa kita, film ini berusaha mengangkat sebuah genre film yang terus-terang tidak pernah sebelumnya di jamah dan digarap secara kolosal oleh sineas-sineas bangsa kita.Film ini menceritakan tentang pengalaman seorang Ahli Ekspedisi muda bernama Tiro Mandawa (Tora Sudiro) yang tanpa sengaja menemukan sebuah artifak kuno misterius saat sedang memandu sebuah misi penggalian purbakala. Tanpa disengaja, penemuan Tiro itu akan mengakibatkan berbagai rangkaian kejadian yang nantinya mengarah pada sebuah petualangan terbesar dalam hidupnya. Artifak itu dipercaya sebagai sebuah potongan terakhir dari sebuah prasasti kuno yang berkaitan dengan seuntai cerita rakyat kuno Indonesia. Sebuah legenda yang tersurat secara turun-temurun, dari mulut ke mulut jauh sebelum masa kita di bumi pertiwi ini. Sebuah legenda tentang kebaikan dan kejahatan.
6. Tanah Air Beta
Tahun 1998. Timor-Timur berpisah dari Indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. Banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di Indonesia, yakni di Kupang, atau memutuskan berpindah ke Timor Timur. Sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. Merry (Griffit Patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di Indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, Tatiana (Alexandra Gottardo).Mereka berdua berpisah dengan kakak Merry, Mauro yang memilih tinggal di Timor Timur bersama pamannya. Dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang).Disekolah, Merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, Carlo (Yahuda Rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. Ia dirawat oleh seorang keturunan Arab bernama Abu Bakar (Asrul Dahlan) yang juga bersahabat dengan Tatiana setelah Ibu Carlo meninggal. Tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama Lukman (Lukman Sardi) untuk mencari tahu info mengenai Mauro.
7. The Mirror Never Lies
Kekayaan kehidupan laut di Wakatobi dan kebijakan local suku Bajo direkam dan divisualisasikan lewat film drama tentang seorang gadis kecil bernama, Pakis (12) berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika berada di lautan. Pakis melakukan ritual suku Bajo di mana mereka percaya dengan menggunakan cermin, Pakis berharap dan terus menanti melihat bayangan ayahnya. Namun, apa yang diharapkannya tak kunjung terlihat. Harapan Pakis tersebut sering dihancurkan oleh ibunya, Tayung yang mencoba menutupi kejadian yang sebenarnya. Penyangkalan yang dilakukan Tayung membuat ia memakai bedak putih di wajahnya, sebuah tradisi di suku Bajo. Meskipun coba untuk dihancurkan oleh ibunya, namun harapan Pakis tetap besar. Bersama sahabat karibnya, Lumo, Pakis terus mencari jawaban di Laut Wakatobi. Persoalan dan konflik Pakis dengan ibunya semakin pelik ketika Tudo, seorang peneliti lumba-lumba muncul kedalam hidup mereka. Ke empat karakter ini kemudian saling berinteraksi di kehidupan sehari-hari dan mereka juga punya penafsiran masing-masing terhadap laut. Namun, mereka sepakat bahwa lautlah yang membantu mereka menemukan jati diri mereka.
8. Denias – Senandung di Atas Awan
Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak suku pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.Sebuah film yang harus ditonton oleh mereka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia.Sebuah film yang dapat membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak terjadi diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal. Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya.
9. 3 Hari Untuk Selamanya
Yusuf adalah seorang pemuda usia 21 tahun yang serius. Atas ajakan sepupunya Ambar, yang lebih muda (19 th) dan lebih liar perilakunya, Yusuf setuju pergi meninggalkan acara keluarga mereka untuk minum-minum di klub malam.Keesokan harinya mereka terbangun dan menemukan bahwa mereka telah tertinggal pesawat dan acara keluarga mereka yang lain di kota lain. Dengan mengendarai mobil keluarga, perjalanan yang semula mereka kira bisa dihabiskan dalam waktu satu hari berubah menjadi 3 hari. Yang di mana di ke-3 hari itu mereka dihadapkan pada banyak hal, orang-orang yang aneh dan diskusi panjang soal seks, agama, dan pernikahan, sementara mereka semakin dekat hampir melebihi sepupunya.
10. Petualangan Sherina
Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak darimajikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet).
Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya.
Dalam film ini banyak scene yang menampilkan keindahan alam di kota Bandung khususnya Lembang plus keindahan kebun teh dan Observatorium Bosscha.
Itulah 10 Film yang Menampilkan Keindahan Alam Indonesia. Kalau dari kesepuluh film itu ada yang belum ditonton, maka segerlah untuk menonton. Selain view yang ditampilkan sangat indah, semoga saja dengan menonton film-film tersebut, kita semua bisa makin bangga menjadi warga negara Indonesia tercinta ini. (Sumber: Artikel dejulogy.wordpress.com Foto psychopath-diary.blogspot.com)
...more