TripTrus.Com - Harus diakui kalau Indonesia punya keindahan alam yang begitu luar biasa. Kamu bisa memilih mau menikmati keindahan hijaunya pegunungan atau merdunya desiran ombak di pantai.
Keindahan ini telah diakui dunia, banyak situs dari negara lain yang mengulas keindahan alam Indonesia. Salah satunya yang dilakukan Thrillist belum lama ini.
Situs dari Group Nine Media ini mengulas tentang pantai terindah di Indonesia. Mereka memilih dua diantara sekian banyaknya pantai dan ternyata bukan di Bali. Pantai apa saja itu?
[Baca juga : Menu Buka Puasa Gratis Di 5 Masjid Yogyakarta Ini Seperti Rumah Makan]
1. Gili Trawangan, Lombok
Caught sunset at Gili Trawangan 😁 pardon the slanted photo but I thought it made it look more artistic. Great island! Enjoyed the stay! 😄😄 . . . . . #gili #gilitrawangan #giliislands #travel #lombok
A post shared by Sherly (@_sherx) onMay 29, 2018 at 8:59pm PDT
Gili Trawangan memang menyajikan keindahan yang tidak bisa didapat di tempat lain. Gili Trawangan merupakan pulau terbesar dari tiga pulau kecil di barat laut Lombok. Di Gili Trawangan kamu tak akan menemukan satupun kendaraan bermotor.
Nah, menurut Trillist, Gili Trawangan menawarkan kenikmatan 'surga' bagi para pengunjung. Di sana kamu dapat melakukan berbagai aktivitas seperti snorkeling atau melihat matahari terbenam. Trillist juga menyarankan pembacanya untuk datang ke Gili Meno dan Gili Air.
2. Pulau Tuangku, Aceh
Petit village de pêcheurs de Haloban 🐙 🐟 🦀 #village #beautifulsky #paradise #southeastasia #backpaking #backpaker #travel #travelling #beach #island #islandlife #islandvibes #islandparadise #sky #fishermen #tropical #palmtrees #banyakisland #pulaubanyak #haloban #sumatra #pulautuangku #exploreindonesia #aceh #frenchtraveler #travelphotography #traveltheworld #travelpics #instatraveling #instapasspor
A post shared by @ ilies.j onApr 14, 2017 at 6:04pm PDT
Pulau Tuangku merupakan salah satu bagian dari Pulau Banyak yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera. Tuangku adalah pulau terbesar. Terdapat pula pulau lain seperti Pulau Panjang, Pulau Ashok, Pulau Biawak, Pulau Lambudung, Pulau Tailana dan Pulau Palambak Besar.
Situs Trillist mengatakan Pulau Tuangku masih sangat asri. Kamu bisa berselancar sepuasnya di sana. Sayangnya, Trillist menjelaskan kalau akses ke pulau ini masih sangat sulit dijangkau. (Sumber: Artikel merahputih.com, Foto flickr.com)
...moreTripTrus.Com - Sumatera Utara, dengan wilayah seluas 72.981,23 kilometer persegi, telah lama dikenal memiliki keindahan alam yang memukau. Tidak dapat dipungkiri, provinsi ini diberkahi dengan berbagai potensi wisata yang dapat memanjakan mata. Ketika berbicara tentang wisata di provinsi paling utara Pulau Sumatera ini, pasti yang pertama terlintas adalah Danau Toba. Danau alami yang begitu luas ini bahkan telah menjadi salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP) di Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Erwinsyah Pasaribu (@erwinpasaribu_)
Namun, di balik pesona yang dimiliki Danau Toba, ternyata terdapat surga-surga tersembunyi lainnya di daerah ini.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda juga dapat menikmati panorama indah di beberapa destinasi "tersembunyi" yang ada di Sumatera Utara, tentunya ketika situasi telah membaik dan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Berikut ini adalah informasi mengenai destinasi-destinasi tersebut.
1. Air Terjun Efrata
Air Terjun Efrata adalah salah satu surga tersembunyi yang tak akan mengecewakan mata Anda. Saat Anda mengunjungi tempat ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan aliran air yang menuruni bukit-bukit.
Lokasi air terjun ini berada di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, Samosir. Memotong-lika bukit yang membentang luas, air terjun ini mengalirkan air dari Bukit Barisan dan memiliki tinggi sekitar 20 meter.
Anda dapat duduk santai menikmati pemandangan di sekitar air terjun. Namun, Anda juga dapat bermain air dan merasakan kesegaran bermain di bawah aliran air terjun.
Rute menuju Air Terjun Efrata sangat mudah dijangkau, karena lokasinya yang dekat dengan Danau Toba. Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi destinasi ini jika Anda berada di sekitar Danau Toba.
2. Air Terjun Namu Belanga
Air Terjun Namu Belanga, terletak di Desa Rumah Galuh, Kabupaten Langkat, adalah destinasi selanjutnya yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Sumatera Utara. Aliran airnya tidak hanya tenang, tetapi juga jernih bak kristal. Pemandangan ini benar-benar memukau dan dapat memberikan ketenangan serta melepaskan penat.
Kejernihan airnya memungkinkan Anda dengan mudah melihat dasar permukaan air tanpa ada hambatan. Namun, perlu diingat bahwa pemandangan ini hanya dapat dinikmati pada waktu-waktu tertentu, seperti saat musim penghujan.
Untuk mencapai Air Terjun Namu Belanga, Anda harus melewati jalur trekking yang menantang namun menawarkan panorama yang memukau. Destinasi wisata ini masih belum banyak diketahui orang, sehingga sangat cocok bagi Anda yang menginginkan ketenangan dan kedamaian.
3. Bukit Singgolom
Ketika mengunjungi Danau Toba, jangan lupa meluangkan waktu untuk mengunjungi Bukit Singgolom yang terletak di Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba. Dari bukit ini, Anda dapat menikmati pesona keindahan Danau Toba yang memukau.
Tempat ini menjadi salah satu spot favorit bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan luasnya danau biru dari Danau Toba serta keindahan Pulau Samosir. Bukit ini merupakan tempat yang sempurna bagi Anda yang ingin mencari ketenangan sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.
Selain itu, Anda juga dapat menyaksikan matahari terbenam yang memukau saat hari telah menjelang pukul 18.00 WIB. Tidak hanya menikmati pemandangan, para petualang juga dapat mendirikan tenda di puncak bukit ini untuk menghabiskan malam yang seru.
4. Kawah Putih Tinggi Raja
Salah satu objek wisata dengan pesona alam yang unik adalah Kawah Putih Tinggi Raja. Kawah ini terletak di kawasan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja dan memiliki luas sekitar 4 hektar di tengah hutan yang lebat.
Sesampainya di sana, Anda akan terpesona oleh keindahan bukit kapur yang memukau dan aliran air panas yang menakjubkan. Tidak hanya itu, kolam air panas juga mempesona dengan warna biru kehijauan yang memikat.
Kawah ini terbentuk akibat panas bumi yang mengandung belerang. Dari sinilah terbentuk bukit putih dengan sumber air panas yang suhunya mencapai 90 derajat Celsius. Aliran air panas ini membentuk undakan batuan kapur dan kawah yang dapat digunakan untuk berendam.
Keberadaannya yang tersembunyi di dalam hutan lebat menjadikan Kawah Putih Tinggi Raja tidak diketahui banyak wisatawan. Untuk mencapainya, Anda harus menempuh perjalanan sejauh 95 kilometer dari Kota Medan.
Namun, segala lelah perjalanan melintasi jalan berbatu akan terbayar lunas begitu Anda tiba di sana. Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah dan tempat yang tenang untuk relaksasi.
[Baca juga : "Nikmati Banyaknya Tanggal Merah Di Bulan Juni 2023 Dengan Menyusun Rencana Liburan Anda Dari Sekaran"]
5. Kolam Abadi Pelaruga
Kolam Abadi Pelaruga terletak di Kota Langkat, lebih tepatnya di Desa Galuh, Kecamatan Sungai Bingai. Nama "Pelaruga" berasal dari komunitas Pelaruga (Pemandu Alam Rumah Galuh) yang bertanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan keindahan kolam pemandian alami ini.
Objek wisata ini awalnya dikenal dengan nama Air Terjun Teroh-Teroh, yang dalam bahasa Batak berarti "bawah". Selain itu, air di tempat wisata alam ini berasal dari mata air yang jernih dan bersih, sehingga aman untuk diminum.
Salah satu hal yang membuat kolam abadi ini begitu eksotis adalah kejernihan airnya yang berwarna biru kebiruan. Suasana di sekitar kolam sangat tenang, dengan udara sejuk yang mengalun di tengah hutan.
Sebenarnya, kolam abadi ini terbentuk dari mata air yang mengalir seperti air terjun di bagian atasnya. Ketika sinar matahari menyinari kolam ini, cahaya yang memantul menciptakan efek yang memukau, sehingga dasar kolam terlihat jelas seperti kaca yang transparan. (Sumber Foto @toky.harahap)
...moreTripTrus.Com - Sebagai seorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya kepada sang buah hati. Tidak heran jika Nila sudah memboyong putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen berpergian jauh sejak masih berusia tiga bulan.
Enjoying the view of Mount Cook after a heavy hike 600m uphill... someone did it sleeping... #babycarrier #ergobaby
A post shared by reizenmetspuitluiers (@reizenmetspuitluiers) onJan 3, 2018 at 12:42am PST
Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.
"Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu.
"Menurut wanita yang sudah berkunjung ke 32 negara itu, mengenalkan traveling sedini mungkin kepada anak adalah bagian dari proses pembentukan karakternya."
"Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.
Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.
Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?
Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.
1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan
Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu. 2. Light Traveling,
Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.
"Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.3. Wajib Bawa Selimut
Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat
Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi. (Sumber: Artikel detik.com, Foto freepik.com)
...moreTahun 2017 lalu, tim infoSumbar berkesempatan hadir di event Pasa Harau, sebuah event pariwisata yang digagas oleh masyarakat di Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Di event ini kita bisa menikmati kuliner, keindahan alam dan pertunjukkan tradisi sekaligus. Untuk urusan kuliner ada satu yang menarik dari Lembah Harau ini. Dan kuliner ini konon hanya ada di dua daerah di Kabupaten Limapuluh Kota, satu di Lembah Harau dan satu lagi di Limposi Tigo Nagari.
Kuliner minang yang satu ini adalah Goreng Pucuk Daun Kopi. Sesuai dengan namanya kuliner minang ini terbuat dari pucuk daun kopi. Pucuk Daun Kopi ini kemudian digoreng sampai krenyes bersama cabe halus dengan minyak yang tidak terlalu banyak.
Hasilnya adalah pucuk daun kopi yang gurih, krenyes dan sedikit pedas. Cocok untuk jadi cemilan sebenarnya. Tapi di Lembah Harau, goreng pucuk daun kopi disajikan sebagai lauk utama saat makan. Dengan hidangan nasi yang agak lembek atau lambiak dalam bahasa minang. Selain Goreng Pucuk Daun Kopi biasanya juga ada pengganti samba lado, yaitu parutan kelapa yang dicampur lado (cabe) sehingga warnanya menjadi merah.Menikmati kuliner tersebut di tepi persawahan Lembah Harau dengan diapit oleh tebing-tebing yang megah, rasanya sungguh syahdu.
Sumber:http://pasaharau.com/kuliner-enak-di-lembah-harau/ infosumbar.net Foto:pasaharau.com
...moreTripTrus.Com - Bukit Kapur Ciampea, Bosen liburan yang gitu-gitu aja? Nah, buat lo yang di Jakarta atau sekitarnya, coba deh mampir ke Bukit Kapur Ciampea di Bogor. Gak cuman seru, tapi juga hemat, bro!
Lokasinya sekitar 17 km dari pusat Kota Bogor, di kawasan Cibadak, kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Dijamin, pemandangan Bogor dan gunung Salak dari sini keren abis.
Pemandangan Bogor dan gunung Salak yang gagah banget bisa lo nikmatin dari sini. Tingginya juga pas buat semua usia, jadi ga perlu khawatir.
View this post on Instagram
A post shared by BOGOR TOURISM | Enjoy Bogor | Eat, Play & Relax (@enjoybogor)
Oke, sebelum lo pada nyoba, dengerin dulu nih 7 tips ke Bukit Kapur Ciampea:
1. Gak punya kendaraan? Santai aja, transportasi umum gampang di sini. Naik angkot atau ojek aja, bisa banget!
Ga usah khawatir buat lo yang gak punya kendaraan sendiri. Lo bisa naik angkot dari Stasiun Bogor, pilih aja nomor 02 atau 03 menuju Terminal Laladon (Rp4.000), terus dari situ naik lagi angkot ke arah Leuwiliang (Rp5.000).
Nah, tergantung tujuan lo, kalo lo mau ke Puncak Batu Roti atau Goa AC, turun aja di Pertigaan Cibadak. Kalo ke Puncak Lalana, turun aja di 300 meter dari Pertigaan Cibadak, deket Gang Ashshibyan. Kalo Puncak Galau, turun aja di SMK Pandu. Ojek? Turun di basecamp Batu Roti, Lalana, atau Galau aja.
2. Mulai perjalanan di pagi hari atau camping aja di malam sebelumnya. Destinasi pertama cuma 15 menit treking doang, kok!
Bikin perjalanan lo lebih seru, mulai deh pagi-pagi atau camping di Puncak Batu Roti buat nungguin sunrise. Jalur pendakian dari basecamp ke Puncak Batu Roti ada dua, yang landai dan yang terjal. Sekitar 15 menit aja dari basecamp, tapi hati-hati kalo malam karena jalurnya agak terjal. Bisa pasang tenda di area camping ground buat nikmatin lampu Bogor dan gunung Salak yang keren. Sinyal buat nelpon temen atau keluarga juga masih oke, jadi ga usah khawatir.
3. Nikmatin sunrise di Puncak Batu Roti sambil liatin Gunung Salak yang gagah.
Ini dia spot paling oke buat nikmatin pagi di Bukit Kapur Ciampea. Puncak Batu Roti punya pemandangan yang keren banget ke arah timur. Kalo lagi beruntung dan ga berkabut, lo bisa liat Gunung Salak yang indah banget dari puncak ini. Harganya? Cuma Rp5.000 per orang, atau Rp10.000 kalo mau stay. Parkir motor cuma Rp5.000.
4. Jelajah Goa AC, tapi hati-hati barang lo, banyak monyet!
Abis nikmatin sunrise, waktunya jalan-jalan ke hutan di sisi barat menuju Goa AC. Goa ini unik banget, ada monyetnya juga. Ga perlu bayar tiket lagi kalo lo udah bayar buat Puncak Batu Roti. Buat yang pengen turun ke dasar Goa AC, harus bareng pengelola dan pake perlengkapan keselamatan yang cukup. Jalan setapak ke Goa AC gampang dan jelas arahnya, sekitar 15-20 menit dari camping ground. Di area Goa AC, lo bisa nemuin sisa-sisa batuan berukir yang ngasih petunjuk sejarah.
5. Ke Puncak Lalana, rasain sensasi berbeda!
Dari basecamp Puncak Batu Roti, kalo bawa kendaraan bisa lewat Raya Bogor Leuwiliang, kalo jalan kaki bisa lewat jalan setapak ke arah barat sampe di basecamp Puncak Lalana. Kalo ga bawa peralatan camping, lo bisa sewa di basecamp. Mereka juga punya guide buat bantu lo ke Puncak Galau tanpa turun ke bawah dan mendaki lagi. Puncak Lalana ini puncak tertinggi, ketinggian 385 mdpl. Harganya cuma Rp5.000.
[Baca juga : "Gunung Kapur Ciampea, Liburan Alternatif 2024 Di Bogor Yang Makin Kece Dan Low Budget, Bro!"]
6. Terakhir, jangan lewatkan sunset di Puncak Galau!
Destinasi terakhir nih, Puncak Galau. Ketinggian 354 mdpl, dan punya heli pad di puncaknya. Bisa diakses langsung dari Puncak Lalana atau dari basecamp Puncak Galau. Buat yang lanjut dari Puncak Lalana, disarankan mulai perjalanan saat matahari udah tinggi karena masih ada hewan berbahaya kayak ular hijau di semak-semak. Puncak Galau bisa jadi penutup hari lo yang udah jelajah Bukit Kapur Ciampea. Harganya Rp5.000 kalo start dari basecamp.
7. Ingat, pake pakaian outdoor dan sepatu yang nyaman! Meski gak tinggi-tinggi amat, medannya lumayan licin dan terjal.
Walau Bukit Kapur ini ga sampe 500 mdpl, jalurnya tetep agak terjal, jadi tetep cocok buat pemula. Buat keselamatan, pastiin lo pake sepatu atau sandal yang pas buat mendaki, khususnya yang ga licin karena bakalan lewat beberapa batuan. Baju yang nyaman penting banget, dan ga disaranin pake bahan jeans.
Nah, itu dia 7 tips buat lo yang mau menjelajahi Bukit Kapur Ciampea. Ayo, rencanain liburan lo sekarang, bisa one day trip atau cuma mampir ke salah satu destinasi, sesuai sama waktu dan kebutuhan lo. Jadi, kapan lo mau ke Bukit Kapur Ciampea, bro? Langsung ajak temen-temen lo buat liburan seru! (Sumber Foto @yourjourney_96)
...moreJakarta, 6 Oktober 2023 - Andre Husada selaku Co-Founder & CEO HOLEO menghadirkan sebuah buku bisnis yang bertajuk “Startup Safari”. Startup Safari bukan sekadar buku bisnis biasa. Buku ini dapat menjadi playbook dan panduan bagi para pemuda yang ingin menciptakan perubahan. Buku ini punya 3 kelebihan yang menjadikan buku ini ramah bagi anak muda.
View this post on Instagram
A post shared by Startup Safari Book (@startupsafaribook)
Memadukan Penciptaan Startup dan Perancangan Target PribadiBuku Startup Safari menarik karena memadukan dua tema utama, yaitu seputar startup dan perancangan target pribadi. Kedua hal ini disatukan dengan metode yang sering digunakan di dunia startup, yaitu Design Thinking. Startup Safari menjelaskan bahwa metode Design Thinking tidak hanya dapat digunakan untuk mendirikan startup, tetapi juga untuk merancang target pribadi.
Mempersembahkan Contoh Nyata dari Berbagai StartupStartup Safari mempersembahkan 100 contoh perusahaan startup yang beroperasi di Amerika Utara dan Asia Tenggara agar anak muda mendapatkan gambaran tentang proses berdirinya sebuah startup dan strategi yang digunakan startup tersebut untuk terus maju.
[Baca juga : "Holeo Atraksi Wisata Pertama Di Indonesia Yang Cocok Untuk Berekreasi Dan Berelasi"]
Buku yang Bersifat InteraktifSelain memaparkan contoh-contoh strategi bisnis yang diterapkan oleh beberapa startup, buku ini juga mengajak anak muda untuk berinteraksi dan merefleksikan tujuan hidup. Di setiap akhir bab buku ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang mendorong pembaca untuk merefleksikan tujuan pribadi mereka. Lalu, di bagian akhir buku, pembaca diajak untuk menyusun roadmap masa depan.
Segera dapatkan buku Startup Safari di Tokopedia dan Amazon seharga Rp 129.000. Info lebih lanjut tentang Startup Safari dapat diakses di akun Instagram dan TikTok Startup Safari di @startupsafaribook.
...moreTripTrus.Com - Ceritanya nih, ada serial terbaru di Netflix yang lagi hits abis, judulnya "Gadis Kretek." Eh, ramai dibicarain lho di medsos semenjak muncul tanggal 2 November kemarin. Nah, ini ceritanya fokus ke industri kretek gitu. Jadi, di Gombong, ada pabrik rokok keren banget yang punya "Gadis Kretek" zaman old sampe sekarang masih berjuang, meski udah masuk umur senja. Kalo lo penasaran sama kisah para mbah-mbah yang bikin rokok ini, bisa jadi tujuan wisata heritage, loh.
Gombong, guys! Sebuah kota keren di Kebumen, Jawa Tengah, yang sayangnya banyak yang belum pada tau. Padahal, Gombong itu punya cerita budaya seru banget, nggak kalah sama daerah-daerah lain. Salah satunya, ada rokok klembak menyan khas Gombong yang legendaris banget, mereknya Sintren. Udah jualan sejak zaman 1950-an, lo, dan sampe sekarang masih ada!
Pabrik rokok keren ini punya pendiri, yaitu pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati). Mereka berdua pengusaha Tionghoa yang meneruskan tradisi keluarga. Nah, sekarang, anaknya, Edi Hartanto, yang jadi bos. Generasi kedua yang tetep berjuang di dunia rokok. Bangunan pabriknya masih berdiri megah di Jl. Puring, Kel. Wonokriyo, Kec. Gombong. Mantap, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Frisco Marendra (@friscomarendra)
Lu tau nggak, bro, pabrik rokok ini bikin rokok siong. Rokok siong ini sebenernya rokok klembak menyan. Bahannya tembakau jadi bahan utama, dicampur klembak dan sejimpit menyan. Terus dibalut pake kertas (papir), jadilah rokok keren.
Klembak ini katanya jagoan, bisa ngurangin risiko kanker. Edi Hartanto, bosnya, bilang gitu. Dan klembak ini juga jadi bahan penting di pengobatan ala Tionghoa. Nah, si Edi biasanya ambil bahan dari mana aja, klembak dari Wonosobo sama Magelang, menyan dari Tapanuli, dan tembakau dari Mutilan, Magelang. Kertas buat lilit-lilit rokoknya biasanya dari Malang. Keren, ya?
Gak cuma Sintren, pabrik rokok ini juga bikin merk keren lainnya, kayak Togog dan Bangjo. Setiap merk punya pasar sendiri. Togog biasa dijual di Purbalingga, Magelang, Wonosobo, sama Jawa Barat. Nah, Bangjo dijual di Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Sidareja, Majenang, Aji barang, sama Sumatra, terutama Jambi. Harganya Rp 52.000,- buat 200 batang rokok. Asyik, kan?
Ceritanya di tahun 1987, Edi Hendrawanto lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi di Untar Jakarta. Trus, dia disuruh nge-handle Pabrik Rokok Sintren. Ditarbiyahin sama bokapnya selama 2 tahun, baru setelah itu dia beneran pegang kendali Pabrik Rokok Sintren.
Edi ini punya dua adek, Budi Susanto yang urus bahan bakunya dan Adi Hartanto yang urus kertas rokok plus saus rokoknya. Bertiga mereka brainstorming buat tetep jalanin pabrik ini biar tetep bisa bikin rokok klembak menyan. Yang bikin deg-degan bukan cuma gulung tikar, tapi karena udah susah nyari pekerja muda yang mau ngurusin produksi rokok ini. Banyak yang udah pensiun karena tua bahkan meninggal dunia.
[Baca juga : "Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Makin Ngegas Di 2024"]
Pabrik Rokok Sintren Gombong dulu ngehits banget, bro, sekitar 1970-an sampe 1980-an. Waktu itu, karyawannya sampe 1200 orang, dan pasar rokoknya nggak cuma di Jawa, tapi sampe pelosok lainnya. Tapi, zaman terus berubah, ya. Rokok juga ikutan alur zaman, dari kretek sekarang sampe vapor.
Jadi, produksinya agak merosot karena zaman yang makin ke depan. Meski banyak yang bilang rokok klembak menyan ini ada nuansa mistisnya, tapi ternyata banyak yang suka. Mungkin karena wanginya yang khas dan rasanya yang nendang banget.
Pas lagi ngerokok, bau kemenyan yang keluar kayak manggil makhluk halus gitu, bro. Di beberapa daerah, misalnya Kebumen, rokok klembak menyan ini bahkan jadi bagian dari kesenian Ebleg, loh.
Bungkusnya simpel, cuma kertas minyak yang dilipat-lipat plus rokok yang ujungnya kayak pengeras suara. Ukurannya lebih panjang dari rokok pabrikan biasa, dan buat ngisep satu batang bisa sampe 15 menit, bro. Menarik, kan?
Yang kerja di pabrik ini bukan anak muda-muda, tapi nenek-nenek dan kakek-kakek usia 65-90 tahun. Mereka bekerja dari zaman rokok Sintren berdiri sampe sekarang, gak pensiun, yang penting sehat terus dan masih bisa bekerja. Pake baju kebaya, jarit, dan penutup rambut khas nenek-nenek jaman dulu, tanpa seragam kaya di pabrik modern. Karyawan kurang dari 50 orang, dan jumlahnya makin berkurang karena ada yang meninggal dan gak pernah ada rekrutan baru.
Yang bikin kagum, yang pegang alat potong kertas, urus bahan baku, keuangan, sampe yang ngerokok udah bungkuk-bungkuk, kulit kriput, rambut udah putih semua. Kerja dari pagi jam 6 pagi sampe jam 1 siang. Gak ada target kerja harian atau bulanan, boleh pulang kalo udah lelah, sesuai kemampuan masing-masing.
Wasiat dari Ortu Pak Edi bilang, jangan pecat para karyawan di sini. Katanya, udah banyak bantuan dari mereka. Legend, kan? (Sumber Foto @vakansinesia)
...moreHidup ini tak ubahnya sebuah rangkaian perjalanan. Kita akan melewati fase-fase kehidupan dengan tingkat komplektivitas yang beragam. Semakin bertambahnya umur, semakin bertambah pula tanggung jawab yang harus kita pikul.
Apa yang kita lakukan di masa muda adalah refleksi dari apa yang akan kita dapatkan di masa tua
Di masa tua nanti, ada banyak hal yang akan membuat kita sadar lalu perlahan akan menyesalinya. Salah satu hal paling sering disesalkan oleh generasi lanjut adalah seringnya membuang-buang kesempatan untuk traveling saat masih muda. Hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah perusahaan travel di Inggris melalui sebuah survei. Hasil survei yang melibatkan responden dengan usia 35 tahun keatas tersebut menyebutkan bahwa 3/4 dari 2000 responden mengungkapkan penyeselannya karna tak sering traveling ketika masih muda
Mark Twain, seorang penulis terkenal abad 19 juga pernah mengatakan hal yang kurang lebih sama
"Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover"
Selagi masih muda, kita memang sangat disarankan untuk sering-sering traveling mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan pula ragu untuk sesekali mencoba solo traveling guna menempa mental dan memperkuat jati diri. Dengan traveling, kita akan semakin sadar bahwa dunia ini ternyata sangatlah luas. Bahkan lebih luas dari yang kita banyangkan.
Dari rentang waktu yang masuk dalam hitungan muda, awal 20-an adalah waktu yang paling ideal untuk memperbanyak traveling. Awal 20-an yang dimaksud disini adalah antara 20 s/d 24 tahun. Kenapa awal 20-an adalah waktu yang ideal untuk memperbanyak traveling.
1. Masih mudah mencari teman perjalanan
Rata-rata, mereka yang saat ini masih berusia di pertengahan 20-an tahun masih aktif di kampus. Bertemu dengan teman pun masih sangat mudah karna kesibukan yang dijalani masih sama yakni kuliah. Frekuensi pertemuan yang masih tinggi akan membuat kita lebih mudah untuk ngobrol dan merencakan perjalanan bersama teman-teman kampus. Beda halnya dengan mereka yang sudah lulus. Frekuensi pertemuan yang semaking berkurang serta perbedaan aktivitias membuat mereka susah untuk merencakan liburan bersama.
Selagi masih punya banyak waktu untuk bertemu dan main bareng sahabat, manfaatkanlah itu untuk sering-sering traveling bersama. Tidak harus jauh-jauh sampai ke luar pulau atau keluar kota. Jalan-jalan ke pantai saat weekend pun juga bisa manfaatkan untuk menikmati quality time bersama teman.
2. Tuntutan hidup belum tinggi
Semakin bertambanya umur, semakin tinggi pula tuntutan hidup yang harus kita penuhi. Sebelum dihadapkan pada tuntutan hidup yang lebih tinggi dan kompleks, nikmatilah masa muda dengan cara anak muda.
Di usia 20 s/d 24 tahun, tuntutan hidup setidaknya belum seberat ketika kita telah menginjak angka 25 keatas. Saat usia kita telah memasuki angka 25, mau tak mau kita harus siap untuk menerima tuntutan yang lebih tinggi. Salah satu yang paling umum adalah tuntutan untuk menikah. Setiap orang tentu sudah punya perhitungan sendiri tentang kapan ia harus menikah. Tapi, kita tak bisa mengelak pada digit angka pada umur. Apalagi jika kita mulai mendapati satu persatu teman telah menemukan cintanya masing-masing.
Menikah hanyalah satu dari sekian banyak tuntukan hidup yang harus kita hadapi ketika usia kita mulai beranjak ke angka 25. Masih banyak tuntutan-tuntutan lain yang harus kita hadapi sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat.
3. Untuk menabur benih pertemanan
Mempunyai banyak teman tidak akan pernah ada ruginya sama sekali. Kalau kita sering traveling, kesempatan kita untuk bertemu orang-orang dari berbagai daerah dengan latar yang berbeda akan semakin besar. Mereka yang kita temui dalam perjalanan akan mudah untuk dijadikan teman karna pada dasarnya, orang yang gemar traveling juga suka menjalin pertemanan dengan siapa saja. Semakin sering sering kita traveling, semakin banyak pula teman yang akan kita dapat. Hidup dengan banyak teman adalah hidup yang menyenangkan. (Sumber: Artikel yukpiknik.com Foto JKTjalanjalan)
...moreCari trip ke Bali di TripTrus: http://triptr.us/CU
TRIPTRUS - Bali sebagai destinasi wisata Indonesia yang paling terkenal di dunia, punya beragam keindahan alam dan kekayaan budaya yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Salah satu alasan yang membuat Bali jadi amat sangat menarik adalah banyaknya pantai yang dianggap ideal oleh para peselancar untuk menerjang ombak di atas papan selancar mereka.
Satu pantai yang kini mulai digemari oleh para peselancar dari luar negeri adalah Echo Beach di Canggu. Lepas dari hamparan pasir hitam di sepanjang Echo Beach, para peselancar berlomba ke tengah lautan untuk menaiki ombak tinggi. Di pantai sepanjang 10 kilometer yang terletak kurang lebih 10 kilometer dari Pantai Kuta ini kini mulai bermunculan penginapan bed & breakfast dan tempat-tempat makan yang menyajikan hidangan internasional untuk para peselancar. Bangun pagi atau menikmati sarapan sambil melihat deburan ombak kini bisa juga Anda nikmati di Echo Beach.
Untuk Anda yang ingin belajar berselancar, di Echo Beach juga terdapat beberapa sekolah surfing dengan pengajar yang sebagian besar berasal dari luar Indonesia. Selain itu, di sekitar Canggu Anda juga bisa mengunjungi Pura Batu Bolong dan Pura Batu Mejan atau berkeliling melihat hamparan sawah padi dan perkebunan kelapa di sekitar pantai.
Photos taken from:
surf-forecast.com, puredataconsulting.com, flickr.com, surftravel.com.au
...more