TripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan dapat mendorong 1,2--1,4 miliar kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2023. Generasi Z dan milenial menjadi harapan utama untuk mencapai target tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by Mei (@mvn_m3)
Menurut hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah generasi Z di Indonesia mencapai 75,49 persen atau setara dengan 27,94 persen dari total populasi di Indonesia. Sementara itu, generasi milenial mencapai 69,38 juta jiwa atau sekitar 25,87 persen. Dengan demikian, persentase populasi milenial dan generasi Z di Indonesia mendominasi dengan 53,81 persen. Menurut data IDN Research Institute 2022, 49 persen responden kalangan milenial menyatakan telah siap berwisata, sedangkan proporsi generasi Z lebih besar dengan 55 persen. Milenial yang dimaksud adalah mereka yang berusia antara 26 hingga 40 tahun, sedangkan generasi Z adalah yang berada pada rentang usia 13 hingga 25 tahun.
"Generasi milenial dan generasi Z ini merupakan target yang mudah ditemui. Dari segi nilai, mereka tidak tinggi, tetapi jumlahnya banyak, sehingga purchasing power-nya tinggi. Mereka harus dikenalkan tentang Indonesia dan pariwisata di Indonesia saja," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Ni Made Ayu Marthini dalam Rakornas Kemenparekraf 2022 di Grand Sahid, Jakarta, Jumat (16/12/2022).
Mayoritas dari generasi Z dan milenial sensitif terhadap harga, sehingga wisata domestik menjadi pilihan utama. "Kalau murah, langsung mencari tiket, tetapi kalau mahal, mereka menunda untuk sementara waktu," ucap Made. Tak heran jika mayoritas dari mereka memilih bepergian menggunakan mobil (50 persen), sedangkan yang memilih naik pesawat mencapai 50 persen.
[Baca juga : "Wisata Lokal Lebih Disukai Oleh Generasi Millennial Dan Gen Z"]
Prioritas mereka saat berwisata hampir sama, yaitu wisata alam, kuliner, urban, dan staycation. Namun, generasi Z juga menyelipkan budaya sebagai atraksi wisata yang juga dinikmati. Selain itu, Made memprediksi bahwa sport tourism akan menjadi tren wisata ke depan di kalangan generasi muda.
"Dengan sport tourism, mereka bisa berkeliling ketika ada acara. Ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan KONI, misalnya satu cabang olahraga, satu acara, dibuat 34 acara cabang olahraga untuk junior. Yang akan datang nanti tidak hanya peserta, tetapi juga orangtuanya, kakaknya, adiknya, dan lainnya. Jadi, sangat cocok jika BBWI (Bangga Berwisata di Indonesia) menargetkan generasi milenial dan generasi Z," jelasnya. (Sumber Foto @komodo_wisata)
...moreGerakan tari yang lincah dan sedikit riang terlihat dari tarian yang satu ini. Mimik-mimik wajah penuh senyum tawa terlihat dari ekspresi wajah para penari yang menampilkan tari ini di atas panggung. Inilah tari rondang bulan, tarian khas dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Tari rondang bulan merupakan tarian yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis Mandailing. Ini terlihat dari ekspresi penari yang mencerminkan keceriaan sepanjang tarian.
Di atas panggung para penari ini melakukan aksi gerakan-gerakan lenggak lenggok sambil sesekali membentuk lingkaran. Sambil mengitari lingkaran para penari ini menjentikan jari jemari dengan sesekali bertepuk tangan. Tari rondang bulan di Tapanuli Selatan biasanya ditarikan dengan riang gembira di bawah pancaran sinar bulan purnama. Rondang Bulan sendiri dalam bahasa Tapanuli Selatan berarti terang bulan.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Twin Geopark Pongkor dan Ciletuh merupakan satu dari delapan isu strategis, yang dibahas dalam Borderline Economic Summit (BES) di Hotel Royal Tulip, Gunung Geulis, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Berada di wilayah barat Kabupaten Bogor dengan luas 130.157,47 Ha, Geopark Pongkor berlokasi di 15 kecamatan berbeda. Geopark yang secara resmi diakui sebagai salah satu geopark yang diakui secara Nasional dan International ini setidaknya memiliki 98 objek wisata.
“Geopark Pongkor ini juga terbagi dalam dalam 11 area. Seperti geosite pongkor, panenjoan, manapa, tenjoleat, sundamanik, pabangbon, cianten, pamijahan, cibalay, tenjolaya dan area gunung panjang,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.
Tak hanya terkenal dengan wisata edukasi pertambangan, geopark yang berhasil menyabet sertifikat Geopark Nasional dari Menteri Pariwisata Arief Yahya pada November 2018 silam ini, juga memiliki sejumlah keindahan alam lainnya, seperti curug atau air terjun. Curug Cibalay, Curug Lontar, Curug Piit di Desa Malasari, Curug Macan, Curug Cikaung, dan Curug Sawer. Merupakan sederet air tejun yang ada di Geopark Pongkor. Geopark ini juga memiliki potensi wisata geoheritage (warisan geologi yang terbentuk secara alami,red).
Selain curug, ada pula Tasaring Malasari, di bagian depan ada Undergrund Park, kemudian Kawaci (Kawasan Wist Cikaret), Kebun Teh Nirmala, Museum Tambang, Stone Park, dan Prasasti Pasir Jambu Batutulis, yang saat ini masih dikembangkan secara serius. Dengan segala kekayaan dan keindahan yang ada di Geopark Pongkor, rencananya geopark tersebut bakal digabungkan dengan Geopark Ciletuh, yang berada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Bahkan, wacana ini juga masuk dalam salah satu dari delapan isu yang dibahas pada DES.
Geopark Ciletuh memiliki luas wilayah 126.100 Ha, yang mencakup delapan kecamatan berbeda dengan 50 objek wisata, yang terbagi dalam tiga area. Diantaranya, geoarea ciletuh, geoarea simpenan dan geoarea cisolok.
View this post on Instagram
A post shared by Indra Sutanto (@indrasutantoo) onFeb 1, 2020 at 7:55pm PST
Geopark Ciletuh dikenal dengan kelompok batuan tua di pulau jawa lengkap degan keindahan air terjunnya. Keunikan dan keindahan yang luar biasa yang belum banyak diketahui orang, pada kedua gopark tersebut, menjadi alasan fokusnya BES untuk membenahi kedua potensi wisata ini. “Geopark Pongkor dengan edukasi pertambangan alamdan keindahan ratusan curug di antara hutan tropisserta, Geopark Ciletuh dengan keunikan kelompokbatuan tua serta garis pantai yang memukau, bakal menjadi daya tarik untuk masyarakat untuk datang kedua geopark ini,” ujarnya.
Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menilai, secara umum keduanya memiliki karakteristik alam yang saling melengkapi. Malah jarak kedua geopark yang tidak terlalu jauh, menjadi dasar untuk mendorong kedua destinasi ini menjadi satu, dengan nama TwinGeopark. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan mengembangkan akses transportasi udara dan jalan penghubung menuju kedua geopark. Sehingga memudahkan wisatawan untuk dapat melihat keindahan alam di kedua geopark tersebut dengan lebih mudah.
Untuk akses jalan penghubung, sambung Ade, pihaknya berencana akan membangun jalan sepanjang 70 kilometer. Mulai dari gerbang Geopark Pongkor di Leuwiliang, hingga Pelabuhan Ratu Sukabumi. Pihaknya juga akan mengembangkan jalan eksisting yang melintas kawasanTaman Nasional Gunung Halimun Salak, hingga kawasan Cikidang yang merupakan kawasan perkebunan. Sementara untuk jalur udara, Atang Sanjaya rencananya bakal dirubah menjadi bandara komersial.
“Pengembangan ini juga didukung dengan upaya pengembangan landasan udara Atang Sanjaya menjadi bandara komersial. Pengembangan bandara komersial ini, akan membuka gerbang bagi wisatawan mancanegara. Upaya ini tentu membutuhkan kerjasama lintas sektoral terutama terkait pembiayaandan pembangunan infrastruktur yang ada,” bebernya.
[Baca juga : "Catat Tanggal Libur Nasional 2020 Dan Tentukan Liburanmu!"]
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku sangat menyambut baik akan wacana ini. Pasalnya, Jawa Barat sendiri memili potensi alam yang sangat luar biasa, yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UU menilai, konsep tersebut merupakan cerminan dari kolaborasi, komunikasi dan inovasi dari dua daerah berbeda, yang memiliki komitmen dan cita-cita yang sama. TwinGeopark sendiri, merupakan salah konsep pengembangan pariwisata yang ada di Jawa Barat.
“Tentu saya sangat mendukung konsep dan gagasan ini. Apalagi tujuan dari konsep ini sangat jelas, ingin meningkatkan potensi pariwisata yang ada di Jawa Barat, tentu kami akan dukung ini. Tapi tetap semuanya jangan sampai ada yang melanggar rule. Itu saja,” singkat Uu. (Sumber: Artikel-Foto metropolitan.id)
...moreTRIPTRUS - Tempat wisata di kebumen.Kebumen, sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Di Kebumen ini ternyata memiliki berbagai macam lokasi wisata yang wajib di telusuri. Jadi apa aja lokasi wisatanya? pensaran?
1. Pantai Ayah
Pantai ini memiliki area yang cukup luas, dengan warung-warung di sekitar pantai yang sudah di pindah dan di tata rapi agar tidak menggangu keindahan pantai. Sehingga para penelusur bisa lebih asik dan puas menikmati pemandangan pantai. Di pantai ini para penelusur bisa menikmati sejuknya udara yang masih segar. Dan tidak hanya itu, di pantai ini para penelusur bisa bermain sepakbola, voli pantai, maupun hanya sekedar duduk-duduk santai menikmati keindahan alamnya. Setelah puas atau bosen dengan pantai, kita juga bisa juga bermain ke hutan yang berdekatan dengan pantai ayah ini.
Sumber: Foto kebumenberiman24.blogspot.com
2. Goa Jatijajar
Berada di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten kebumen yang terletak sekitar 42km di arah barat daya pusat kota kebumen ini mencakup luas kawasan seluas 5.5 hektare. Goa Jatijajar ini merupakan sebuah goa yang terbentuk dari batu kapur. Goa Jatijajar ini memiliki panjang dari pintu masuk utama ke pintu keluar adalah sepanjang 250 meter dengan lebar goa rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata di dalam goa ini adalah 12 meter. Sedangkan untuk ketebalan pada langit-langitnya rata-rata memiliki ketenalan 10 meter, dan ketinggian dari permukaan laut adalah 50 meter. Di goa ini kita bakal di suguhi macam-macam diorama yang menceritakan sejarah awal mula nama goa ini.
Sumber: Foto id.wikipedia.org
3. Pantai Menganti
Pantai Menganti ini berlokasi di Desa Karangduwur, kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Berlokasi kurang lebih 40km dari kecamatan Gombong. Di pantai ini para penelusur bisa menikmati syahdunya udara pantai yang masih segar. Dan bisa juga bercengkrama dengan para nelayan di atas pasir putih yang membentang sepanjang Pantai Menganti ini. Di sini juga terdapat juga mercusuar setinggi 20 meter yang bisa di pakai untuk memandangi keindaham seluruh pantai.
Sumber: Foto travel.detik.com
4. Benteng Van Der Wijck
Benteng Van Der Wijck adalah sebuah benteng yang di bangun oelh pemerintah Hindia-Belanda pada abad ke 18 sebagau sebuah benteng pertahanan. Lokasi benteng ini berada di sebelah barat pusat Kota Kebumen dengan jarak sekitar 35km. Nama benteng ini menurut kabar yang beredar merupakan sebuah nama yang di ambil dari nama komandan pada saat itu. Sekarang benteng ini di jadikan oleh Pemerintah Kebumen sebagai objek wisata sejarah.
Sumber: Foto spadepicnic.wordpress.com
5. Gunung Pranji
Gunung Pranji berada di perbatasan antara Desa Pengaringan dan Desa Watulawang. Pemandangan di Gunung Pranji ini malah lebih indah jika di liat pada waktu malam hari. Karena pada saat malam di atas puncak gunung seakan-akan bintang-bintang mengelilingi kita dan di tambah dengan lampu-lampu rumah penduduk sekitar yang membuat suasana menjadi romantis.
Sumber: Foto blogspot.com
6. Pantai Lembupurwo
Pantai Lembupurwo berada di Desa Lembupurwo yang lokasinya di bagian timur dari pusat kota Kebumen. Jalan untuk menuju lokasi ini sudah sangat bagus dan mudah unuk dilalui menggunakan kendaraan pribadi. Walaupun pantai ini berpasir hitam namun dengan air laut yang bersih akan membuat kita betah untuk bersantai-santai di pantai ini. Sambil menikmati hembusan angin yang sepoy-sepoy, kita bisa sambil makan tempe mendoan dengan rasa khas dari daerah sini. Serta ada juga Rempeyek undur-undur yang rasanya hampir mirip seperti udang.
Sumber: Foto lintaskebumen.wordpress.com
7. Pantai Petanahan
Pantai Petanahan berada di selatan dari pusat kota kebumen. Tepatnya berada pada kecamatan petanahan. Pasirnya putih dan dipadukan dengan ombak yang tidak terlalu besar bakal membuat para penelusur betah disini deh. Apalagi lokasi wisata ini masih belum ramai. Jadi sangat enak buat nyantai-nyantai menikmati semilirnya angin pantai yang segar.
Sumber: Foto blogspot.com
8. Pantai Karangbolong
Pantai Karangbolong berada di Kecamatan Cinangka Kebumen. Dengan pasirnya yang berwarna kelabu yang berukuran kasar dan halus. Di kawasan pantai karangbolong terdapat juga Gua Karangbolong yang terletak disisi timur. Gua ini sendiri berukuran panjang 30meter dan lebar 10meter serta memiliki tinggi 5 meter.
Sumber: Foto blogspot.com
9. Gua Petruk
Berada di kawasan wisata eko-karst Gombong selatan yang tepatnya di Dukuh Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah atau ke selatan sekitar 4.5 dari jati jajar. Gua Petruk ini memiliki 3 lantai gua, yang pertama adalah gua dasar ,gua hindu dan gua petruk. Gua dasar untuk wisata umum panjangnya hanya 100 meter,stalaktit dan stalakmitnya. Kalau ingin menelusuri hingga ujung harus dengan pemandu. Setelah sampai pada ujung gua para penelusur bisa mengunjungi pantai ataupun air terjun yang berada dekat di ujung gua
Sumber: Foto cholidpoetra.wordpress.com
10. Arum Jeram Padegolan
Wisata arum jeram ini bisa di mulai dari Desa Sendang Dalem, Kecamatan Prembun, kawasan Waduk Lintang Kebumen dan dengan lokasi finish berada du Bendungan Pejengkolan. Karateristik sungainya sendiri berkelok-kelok dengan dihiasi batu-batu besar dan arus yang lumayan deras bakal membuat adrenalin para penelusur naik!
Sumber: Foto greensty.org
Bagaimana? tertarik untuk liburan dan telusuri wisata di kebumen dengan berbagai macam keindahan dan keunikannya?
Ayo ajak keluarga, teman, pacar, atau siapalah untuk kesini!!
Ayo Kunjungi Indonesiamu!
Sumber: Artikel telusurindonesia.com Foto kebumeninda.blogspot.com
...moreTripTrus.Com - Desember udah deket, guys! Banyak event keren pariwisata Sulawesi Selatan yang bakal digelar nih. Info lengkapnya udah diumumin sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan dalam Calender of Event Sulawesi Selatan 2023.
View this post on Instagram
A post shared by RUNTORAJA (@runtoraja)
Dalem kalender itu dijelasin ada 20 event seru yang bakal diadain di beberapa kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Ada Tana Toraja, Parepare, Enrekang, Bulukumba, Toraja Utara, sampe Maros.
Jangan sampe gak kebagian ya, catet tanggal dan lokasinya buat event pariwisata di Sulsel menjelang akhir tahun 2023 ini.
[Baca juga : "Nih, 3 Event Asik Di Kepri Bulan November - Desember 2023"]
Agenda Event Pariwisata Tana Toraja: Hias Pohon Natal 1 Desember, Panduan Suara (Toraya Mala'bi Coir Competition) 2 Desember, Toraja Run Maraton 3 Desember, Jelajah Sepeda Wisata 4 Desember, Sepeda Gunung 4 Desember, Lomba Foto Wisata 7 Desember, Pameran Ekraf (Pasar UMKM), 7 Desember, Gelar Kuliner/Pangan Lokal 7 Desember, Rafting (Arum Jeram) 9 Desember, Panjat Tebing10 Desember, Tenun & Fashion 11 Desember, Pesona Kopi Toraja 11 Desember dan Puncak Lovely (Artraksi Budaya) 14 Desember
Agenda Event Pariwisata Parepare: Event Lokal Mingguan 10-24 Desember.
Agenda Event Pariwisata Enrekang: Maccerang Manurung (Desa Wisata Pasang) 18 Desember
Agenda Event Pariwisata Bulukumba: Pesta Musik 30-31 Desember dan Festival Sejuta Kembang Api 30-31 Desember
Agenda Event Pariwisata Toraja Utara: Festival Panduan Suara 31 Desember
Agenda Event Pariwisata Maros: Festival Koleksi Museum 31 Desember dan Kejuaraan Renang 31 Desember 2023
Nah, itu dia rangkuman acara keren di Sulawesi Selatan buat bulan Desember 2023. Sayangnya, Makassar belum ada jadwal event. Semoga info ini membantu kalian!🌟(Sumber Foto @tempo.co)
...moreTripTrus.Com - Keindahan panorama serta budayanya yang agung membuat Indonesia dilirik banyak sineas film luar negeri.
Beberapa dari mereka bahkan pernah menjadikan destinasi-destinasi wisata di Indonesia sebagai tempat syuting film mereka. Berikut tempat wisata di Indonesia yang pernah muncul di film-film Hollywood.
Hutan mangrove di Kalimantan ternyata pernah dijadikan latar tempat untuk film populer Anaconda - The Hunt of Blood Orchid. Film yang dibintangi oleh Johnny Messner dan KaDee Strickland ini menampilkan hutan belantara di Kalimantan dan kehidupan hewan-hewan di dalamnya.
Candi Prambanan, Yogyakarta
Keagungan Candi Prambanan pernah muncul di film The Philosophers pada tahun 2013 lalu. Film yang dibintangi Cinta Laura dan Bonnie Wright ini memiliki genre fiksi ilmiah. Tidak hanya Candi Prambanan saja, destinasi wisata lain seperti Pulau Belitung dan Gunung Bromo juga menjadi tempat syuting film ini.
Ubud, Bali
Bali menjadi tempat wisata di Indonesia yang paling populer bagi turis mancanegara. Beberapa tempat eksotis di Bali bahkan pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood seperti Desa Ubud. Desa Ubud pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh aktris ternama Julia Roberts.
Karangasem, Bali
Tidak hanya Ubud saja yang berhasil menarik perhatian sineas film Hollywood, Karangasem ternyata juga pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood berjudul Alex Cross. Film yang disutradari oleh Rob Cohen ini menampilkan panorama indah Karangasem yang dikelilingi pegunungan dan pantai. (Sumber: Artikel-Foto teen.co.id)
...moreWilayah Kecamatan Sukasari yang berada di seberang Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, selama 50 tahun lalu nyaris tak pernah dilirik investor untuk menanamkan modal di bidang apa pun.Sebab, lokasinya tak bisa dijangkau kendaraan roda empat akibat tak tersedianya jaringan jalan yang memadai. Salah satu moda transportasi yang ada hanya lewat jalur Waduk Jatiluhur dengan ojek perahu. Itu pun ongkosnya sangat mahal.Tapi, sejak 2015, ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka jalan kabupaten dengan betonisasi, Sukasari ternyata menyimpan potensi pariwisata yang memukau. Dan investor pun satu per satu mulai berdatangan dan menyatakan siap menanamkan modalnya, terutama di bidang pariwisata.Pemantauan Tempo, Jumat, 2 September 2016, menunjukkan sejumlah potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi wisata oleh para investor dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yakni Tanggul Kutamanah, tebing Gunung Buleud, Gunung Manik, Pantai Paranggombong, serta panorama eksotik kawasan Gunung Pasirmuncang.Tanggul Kutamanah, yang berfungsi membendung bagian barat daya Waduk Jatiluhur, memiliki ciri khas panorama indah yang menjorok ke perairan lepas waduk, sangat pas jika dijadikan obyek wisata rumah peristirahatan terapung lengkap dengan kuliner cobek ikan betutu, ikat khas waduk Jatiluhur yang konon punya daya tahan seksual.Lalu tebing Gunung Buleud serta Manik yang menjulang ke langit dan masih perawan bisa dieksplorasi buat destinasi petualangan panjat tebing serta pendakian. Pantai Paranggombong cocok buat wisata pantai dengan ojek perahu menuju perairan lepas waduk dan kuliner seafood. Adapun kawasan gunung Pasirmuncang bisa disulap menjadi kawasan wisata alam dan petualangan.Menurut Bupati Dedi, saat ini sudah ada satu investor yang siap membangun kawasan wisata rumah terapung dengan mengadaptasi destinasi wisata Sampireun di Garut. "Izinnya sudah saya teken dan akan mulai melakukan pekerjaan medio awal 2017," katanya.Dedi berujar, Kecamatan Sukasari, yang terdiri atas Desa Kutamanah, Kertamanah, Sukasari, Tajur Sidang, Parung Banteng, dan Ciririp, memang disiapkan untuk pengembangan pariwisata, perikanan, dan peternakan. "Tapi semuanya harus berkonsepkan alam dan budaya lokal," ucapnya.Bupati yang konsen terhadap persoalan budaya, terutama budaya Sunda, itu menuturkan, dua tiga tahun mendatang, daerah sendang Waduk Jatiluhur yang sebelumnya terisolasi selama 50 tahunan pasca-pembangunan Waduk Djuanda itu akan menjelma menjadi sebuah kawasan pariwisata yang menggiurkan dan menjanjikan serta dipastikan bisa mengalahkan kawasan wisata seperti Pasawahan-Wanayasa-Bojong.Sebab, setelah dibangunnya jalan lingkar barat sejauh 63 kilometer dengan lebar 8 meter, lokasinya akan menjadi sangat strategis. Sebab, jalur jalannya akan terkoneksi dengan jalur Karawang, Jonggol, dan Cianjur. Jadi para pelancong yang datang dari Jabodetabek, Cianjur, dan Bandung akan dengan mudah menjangkaunya.Camat Sukasari Fauzi mengatakan, sejak ada jalan lingkar barat, di sejumlah titik lokasi sudah bermunculan vila, tempat wisata kuliner, dan pemancingan. "Berderet, mulai Desa Kutamanah hingga Ciririp. "Kami bersyukur, selain menghidupkan denyut pergaulan sosial, hal itu mulai mendongkrak perekonomian warga," ujarnya. (Sumber: Artikel traveli.tempo.co Foto piknikasik.com)
...moreTripTrus.Com - Kalo lo mau nyoba suasana kencan beda di Jakarta, cobain deh yang lagi hits: Museum Date! Nggak cuma dapet vibes romantis, lo juga bakal punya banyak spot foto aesthetic buat nge-update Instagram atau TikTok lo. Di sini gue kasih daftar museum date paling keren di Jakarta, dijamin gak ngebosenin dan bisa jadi pengalaman yang memorable bareng doi.
View this post on Instagram
A post shared by Anis (@anislisis)
1. Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ini bisa banget lo jadiin spot date yang beda dari biasanya! Gak cuma pameran artefak budaya Indonesia yang udah ada sejak dulu, di sini lo juga bisa nikmatin pameran temporer dan pertunjukan imersifA yang kayak bawa lo ke suasana lain. Cocok buat lo yang pengen belajar sambil have fun. HTM buat pameran temporernya mulai dari Rp20 ribu, dan buat pertunjukan imersifA Rp35 ribu. Lo juga bisa beli tiketnya online, jadi lebih praktis buat yang gak suka ribet. Pokoknya, selain dapet konten keren, lo juga dapet vibes baru yang unik bareng pacar.
2. Galeri Nasional Indonesia
Nah, kalo lo pengen yang punya vibe artistik banget, langsung aja cus ke Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Galnas ini udah populer banget bahkan sebelum museum date trend di kalangan anak muda. Pameran di sini selalu ganti tiap beberapa minggu atau bulan, jadi nggak akan pernah ngebosenin. Museum ini punya koleksi karya seni rupa dari Indonesia sampe internasional, mulai dari lukisan, patung, seni instalasi, sampe kriya! Enaknya lagi, HTM-nya gratis, cuma perlu reservasi lewat website mereka.
3. Atsiri di Sarinah
Atsiri di Sarinah ini unik banget karena beda dari museum lainnya! Lokasinya ada di lantai 5 Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sini lo bisa cobain pameran interaktif buat tebak-tebakan aroma dan nikmatin ruangan glow in the dark. Bikin kencan lo makin asik karena interaktif dan beda dari museum biasanya! Setelah puas explore, lo bisa mampir ke toko atau restoran yang ada di sana buat chill bareng pacar. HTM Atsiri di Sarinah sekitar Rp45 ribu, jadi worth it banget buat dapetin pengalaman date yang memorable.
4. Museum MACAN
Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi yang pas banget buat lo yang suka seni kontemporer. Terletak di AKR Tower, Jakarta Barat, museum ini punya berbagai koleksi seni modern yang nggak cuma dari Indonesia, tapi juga mancanegara. Pameran di sini sering ganti, jadi lo nggak akan pernah ngerasa bosen buat balik lagi. HTM-nya mulai dari Rp56 ribu pas weekdays dan Rp72 ribu weekend. Yang bikin spesial, museum ini punya instalasi seni yang Instagramable banget, bikin lo bisa dapet banyak spot foto yang aesthetic.
5. Art:1 New Museum & Art Space
Art:1 New Museum di Gunung Sahari ini punya koleksi seni rupa modern dan kontemporer yang keren banget! Museum ini berdiri sejak 1983 dan punya tiga lantai yang isinya macem-macem. Selain ruang pameran buat lukisan dan patung, ada juga Art Space yang khusus buat video art dan fotografi. Cocok banget buat lo yang nyari spot foto kreatif dan beda. HTM-nya mulai dari Rp35 ribu sampe Rp75 ribu tergantung umur, dan jam bukanya Selasa-Minggu mulai dari pukul 10.00 pagi.
[Baca juga : "Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?"]
6. MoJA Museum
Buat yang mau kencan seru dan beda, MoJA Museum jawabannya! MoJA punya wahana MoJA 2.0 yang berisi 17 ruang labirin interaktif, dan semuanya Instagramable. Di sini, lo bisa foto-foto, eksplor ruang interaktif yang keren, dan banyak area foto estetik buat IG atau TikTok. Lokasinya di Kompleks GBK, Jakarta. HTM sekitar Rp115 ribu weekday dan Rp135 ribu weekend, tapi worth it banget karena suasananya yang playful dan beda dari museum biasanya.
7. Dialogue Artspace
Dialogue Artspace yang ada di Kemang Selatan ini beda dari museum biasa karena juga jadi tempat event kaya workshop, seminar, sampe bazaar. Lo bisa foto-foto bareng karya seni yang dipajang atau sekedar duduk chill sambil ngopi. Dialogue ini gratis tiketnya, jadi lo bisa bawa pasangan buat liat-liat atau ikut workshop yang lagi diadain di sana.
8. Museum Hakka Indonesia
Museum ini ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan cocok banget buat lo yang pengen tau lebih dalam tentang budaya Tionghoa Indonesia. Koleksinya mulai dari artefak budaya, makanan, sampai jamu tradisional. HTM-nya gratis, dan ini cocok banget buat lo yang pengen belajar sambil foto-foto estetik!
9. Magic Art 3D Museum
Kalo lo suka foto-foto 3D, Magic Art 3D Museum di Kota Tua, Jakarta Barat ini wajib banget dikunjungi! Banyak spot foto ilusi 3D dan juga ada wahana seru kayak ruang labirin kaca, kursi ilusi, sampe ruang ajaib yang bikin foto lo jadi makin keren. HTM mulai dari Rp40 ribu weekdays, jadi nggak bikin kantong bolong tapi lo bisa dapet konten foto yang lucu-lucu.
10. Galeria Sophilia
Museum dengan vibes klasik ini cocok buat yang suka seni gaya Eropa dan Cina. Letaknya di Calvin Tower, Kemayoran, Jakarta Utara, Galeria Sophilia ini punya banyak koleksi barang antik dan artefak unik dari berbagai budaya. Suasananya megah banget dan HTM-nya gratis buat anak-anak dan mulai Rp25 ribu buat usia 7 tahun ke atas.
Jadi, mana museum date yang bakal lo kunjungin duluan? Setiap tempat punya pengalaman dan vibes uniknya sendiri yang pastinya bakal bikin kencan lo makin memorable. Gak cuma buat foto-foto, tapi lo juga bisa nikmatin seni dan explore hal-hal baru bareng pasangan! (Sumber Foto @vian.syj)
...moreMasih ingat heboh penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir yang menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi Orang Boyan dan Kampung Boyan.
KEINDAHAN PULAU NOKO & TANJUNG GHE'ENG
Warna lain dalam kegiatan wisata di pulau yang nyaris bulat bentuknya ini, adalah wisata yang agak bernuansa alam liar. Seperti ke pulau Noko, Gili Noko dan mendaki bukit batu pualam menuju Tanjung Ghe’eng. Di pulau gosong seperti Noko pengunjung bisa snorkeling dan jika cuaca mendukung bisa lanjut berlayar ke Pulau Gili Noko yang juga memiliki kecantikan luar biasa di alam bawah airnya. Karena gelombang laut sedang tinggi, sekitar 1,5-2 meter, kami tidak bisa mencapai Pulau Gili Noko dan cukup puas menikmati hamparan pasir putih dan laut jernih di Pulau Noko.
Hamparan pasir putih dan laut biru di Pulau Noko
ZIARAH DAN ALAM INDAH
Sedikit lebih liar adalah menembus jalan desa, jalan setapak dan mendaki bukit batu marmer menuju bukit batu karang yang cukup berbahaya jika lengah sedikit saja saat melangkah. Tanjung Ghe’eng. Pemandangan yang fantastis bisa dinikmati dari puncak bukit ini. Ikan-ikan dan terumbu karang bisa dilihat dari atas bukit. Nampak beberapa gua yang menanti dieksplorasi karena keelokan sekitarnya. Perbukitan yang ada di sekeliling Tanjung Ghe’eng menghamparkan nuansa alam yang tak kalah indah seperti di Tanah Lot Bali saat matahari mulai terbenam.
Masih banyak lagi obyek wisata yang menakjubkan di Pulau Bawean. Termasuk tempat-tempat ziarah yang bertebaran di pulau ini. Namun sayangnya potensi alam, wisata kuliner dan kekayaan budaya yang bisa mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah Bawean ini belum sungguh-sungguh digali dan dimaksimalkan untuk kemakmuran dan kemajuan masyarakat.
Meski begitu, setahun belakangan ini Bawean memang mulai berbenah diri. Termasuk membangun pembangkit listrik yang tidak lagi tergantung pada pasokan BBM. Sehingga mati hidupnya listrik tergantung pada faktor cuaca yang mempengaruhi pelayaran kapal pembawa BBM. Sejumlah ruas jalan utama yang rusak mulai diperbaiki dan disesuaikan dengan sifat tanahnya dengan membuat jalan konblok daripada aspal yang mudah hancur dan tidak menyerap air.
KENDALA SEBAGAI DESTINASI UTAMA
Berikut adalah catatan kami mengenai kendala yang dihadapi untuk mengembangkan Pulau Bawean sebagai tujuan utama wisata Jawa Timur :
Transportasi laut masih sangat tergantung pada kondisi cuaca, apalagi jika kapal terbuat dari bahan yang mudah pecah dihantam gelombang besar
Minimnya sarana keselamatan yang memadai, seperti life jacket terutama pada perahu2 kayu yang melayani tamu berkeliling (hoping island)
Infrastruktur jalan, air dan listrik (penerangan jalan) ke lokasi wisata masih sangat minim dan perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak terkait.
Prasarana umum seperti toilet dan kamar mandi bilas masih menggunakan milik penduduk di kawasan wisata – kurag layak sebagai fasilitas umum destinasi wisata.
Angkutan umum sangat terbatas jumlahnya dan beroperasi hanya sampai jam 10.00 pagi, sedangkan sewa mobil atau motor untuk berkeliling menuju tempat2 wisata cukup menguras kantong jika berniat tinggal lebih dari 2 hari.
8 penginapan dengan 75 kamar tersedia semuanya berada di kawasan pemukiman/pusat kota, tetapi tidak ada yang di kawasan wisata. Satu2nya home stay ada di pulau Gili Noko
Lapangan terbang adalah sebuah solusi jitu mengatasi kendala transportasi dari dan ke Bawean, sayangnya realisasi proyek ini bandara ini masih jauh dari sempurna.
Masyarakat Bawean yang sudah merasa makmur karena kiriman uang dari TKI asal Bawean masih belum berorientasi pada upaya melayani tamu/wisatawan secara professional. Sikap terbuka, tulus hati dan ramah menjadi modal utama. Tetapi pengunjung tetap diminta untuk berpenampilan sopan selama berada di pulau Bawean. Masyarakat Bawean pada umumnya belum “touristic oriented”. Perlu sosialisasi oleh tokoh masyarakat dan didukung generasi muda yang berpikiran ingin maju tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Bawean.
Pemandian air panas masih sangat tradisional dan bisa jadi mengundang kontroversi jika dikomersilkan. Padahal debit airnya yang cukup tinggi diperkirakan bisa mengisi kolam pemandian yang lebih besar dan kamar-kamar privat untuk mandi para tamu.
Jarak tempuh pendek tetapi memakan waktu lama karena buruknya infrastruktur jalan padahal nuansa dan pemandangan alam Bawean banyak yang luar biasa menakjubkan
Masyarakat perlu diberi kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam dengan tidak membiarkan hutan terbakar.
Perlu melatih lebih banyak lagi tour guide yang memahami dengan baik budaya, lokasi dan pengetahuan tentang sejarah serta destinasi-destinasi yang ada di Bawean; untuk mengantisipasi jumlah kunjungan wisatawan yang makin meningkat ketika pulau Bawean semakin dipublikasikan dan semakin diminati untuk dikunjungi.
Kesenian asli Bawean disarankan untuk lebih disiapkan sebagai sajian kesenian yang bisa ditampilkan kepada pengunjung/wisatawan pada malam ramah tamah menyambut tamu. Misalnya disiapkan dalam gedung/ruangan tertentu sambil makan malam bersama
Perlunya dibuat standar itinerary atau rute wisata yang efektif, yang menyesuaikan dengan jadwal kapal cepat; sehingga wisatawan dapat mengunjungi sebagian besar atau seluruh point of interest Bawean dalam 3 hari.
Sebelum lapangan terbang siap beroperasi, jika berminat melihat keindahan Pulau Bawean, disarankan untuk berkunjung pada bulan April, Mei, Juni, Oktober, Nopember dan Desember karena gelombang laut tidak terlalu besar . Tetapi tidak dianjurkan untuk dating pada bulan Januari, Pebruari, Maret, Juli, Agustus dan September karena ombak sangat terasa kuat dan kapal cepat belum tentu berlayar. Naik kapal ferry jika tahan dengan goyangan kapal selama 8 jam juga bisa dilakoni, namun beberapa tempat yang berhubungan dengan wisata bawah laut mungkin tidak bisa dinikmati.
Ayo berkunjung ke Pulau Bawean !
Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini.
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...more