shop-triptrus



Spot Favorit Menikmati Keindahan Kota Bogor dari Gunung Kapur Ciampea

TripTrus.Com - Bogor, kota yang terletak di dataran tinggi ini dikelilingi oleh banyak pegunungan yang tampak indah. Bahkan, beberapa puncak pegunungannya menjadi spot terbaik untuk menikmati pemandangan Kota Bogor.       View this post on Instagram Appealing Travelling Photo by @wahyunina . . . 📷 by @rahmancosta92_ . . . 📍Gunung Kapur, Ciampea, Bogor, Jawa Barat A post shared by Explore Indonesia (@travellerindokece) onJan 22, 2018 at 7:06am PST Salah satu pegunungan yang menjadi tempat favorit traveler kekinian untuk menikmati pemandangan Kota Bogor adalah Gunung Kapur Ciampea. Gunung Kapur sebenarnya adalah perbukitan karena di sini terdapat beberapa gua. Tetapi masyarakat kerap menyebutnya Gunung Kapur. [Baca juga : "Bingung Tamasya Long Weekend? Coba Wisata Tembakau Di 2 Tempat Ini"] Gunung Kapur memiliki beberapa puncak, yaitu Puncak Galau, Lalana, Batu Roti, dan Karang Gantung. Ketinggiannya yang kurang dari 500 MDOL membuat Gunung Kapur ramai dikunjungi. Traveler yang datang kebanyakan hanya untuk mengejar sunrise sambil menikmati keindahan Kota Bogor yang memesona. Salah satu puncak favorit para traveler adalah Batu Roti. Ada dua pilihan untuk mencapai puncak ini, yaitu jalur landai yang agak lebih jauh dan terjal yang lebih singkat. Untuk melewati jalur terjal, Anda akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang berbatu besar. Namun, sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah. Berada di puncak, Anda jangan sampai melewatkan pemandangan sunrise. Ini merupakan momen yang paling dinantikan traveler. Biasanya traveler akan menginap di sini dan dapat menikmati matahari pertama di atas puncak. Jika cuaca cerah, cahaya matahari terlihat indah berlatarkan Gunung Pangrango dan Gunung Salak. (Sumber: Artikel inews.id Foto youtube.com)
...more

Jangan Khawatir, Traveling dengan Keluarga Sebenarnya Tidak Ribet Kok!

TripTrus.Com - Pergi traveling dengan keluarga bisa menjadi momen yang sangat menyenangkan. Tapi, bisa jadi super ribet juga. Berbeda dengan traveling bersama teman, traveling dengan keluarga lebih kompleks karena adanya perbedaan generasi, perbedaan selera, dan perbedaan kemampuan fisik.   Kedua kalinya, dan ibu d paringi sehat... sehat trs nggih bu. #borobudurtemple #liburankeluargabesar A post shared by Mom Eva05 (@evavanezie6273) onDec 28, 2017 at 8:37am PST "Agar momen traveling dengan keluarga bisa tetap nyaman dan menyenangkan, Anda harus bisa menempatkan diri sebagai orang yang bisa diandalkan selama traveling." Anggota keluarga yang masih dianggap muda biasanya memang diharapkan untuk membuat kegiatan traveling keluarga jadi seru. Oleh sebab itu, cek tips-tips di bawah ini, ya! 1. Buat Rencana Perjalanan Rencana perjalanan sudah pasti dibutuhkan setiap kali Anda pergi traveling. Namun, jika pergi traveling dengan keluarga, pastikan rencana yang Anda buat sudah benar-benar rinci! Rencanakan sejak sebelum berangkat, tempat apa saja yang akan dikunjungi dan kegiatan per harinya. Tak ada salahnya mencari terlebih dahulu di mesin pencari Google soal tempat-tempat yang akan dikunjungi tersebut, mulai dari lokasinya, transportasi apa yang akan digunakan, hingga harga tiket masuknya. Hal ini perlu dilakukan agar tak membuang waktu saat sampai di tujuan dan tidak membuat anggota keluarga yang lain ikut bingung. Spontanitas bukan hal yang cocok untuk dilakukan saat traveling bersama keluarga. 2. Sesuaikan Tempat Tujuan Orang tua, orang dewasa, dan anak kecil memiliki selera yang berbeda ketika pergi traveling. Nah, pastikan tidak ada yang boleh egois dalam menentukan tempat tujuan, ya! Pilihlah tempat-tempat wisata yang family-friendly. Misalnya, berkeliling di taman wisata lebih cocok untuk keluarga dibandingkan mencoba olahraga ekstrem. Hindari juga tempat-tempat yang terlalu luas, banyak tanjakan, atau banyak anak tangga agar orang tua dan anak kecil tidak kelelahan, kecuali jika ada fasilitas khusus yang bisa mereka gunakan. Agenda traveling juga jangan terlalu padat, ya! Beri waktu rehat bagi orang tua dan anak kecil. Nikmatilah setiap momennya dengan santai dan penuh kenyamanan. 3. Menentukan Tempat Makan Ketika berkunjung ke suatu tempat, biasanya kita sudah semangat ingin mencoba kuliner lokal khas tempat tersebut atau restoran hits yang ada di sana. Namun, lagi-lagi selera makan keluarga belum tentu cocok mencoba makanan-makanan yang baru. Usahakan untuk mencari tempat makan yang memiliki beragam menu sehingga setiap anggota keluarga mempunyai pilihan makanan yang disuka. Sesekali makan di restoran dengan menu yang familiar dengan makanan di rumah juga tak apa jika Anda tidak ingin repot. Dan jangan lupa, jadwal makan tak boleh terlambat ya! 4. Sediakan Waktu Terpisah Pergi berlibur bersama keluarga bukan berarti harus terus bersama setiap waktu. Berilah agenda untuk pergi sendiri agar tiap individu bisa menikmati suasana di tempat berlibur. Tak perlu yang jauh-jauh, kok! Misalnya, beri sedikit waktu di pagi hari agar orang tua bisa jalan pagi di sekeliling hotel. Waktu ini juga bisa dimanfaatkan untuk melihat toko-toko lokal di sekitarnya dan membeli cenderamata. Anda juga bisa hang outsendiri di malam hari setelah anggota keluarga yang lain sudah duluan beristirahat. 5. Jaga Emosi Meskipun terdengar klise, tapi yang satu ini perlu untuk selalu diingat. Anda bersama keluarga Anda ingin menciptakan banyak kenangan yang indah saat berlibur bersama. Jadi, jangan sampai ada momen yang rusak karena rasa kesal atau marah. Ingatlah bahwa semua hambatan yang dihadapi saat traveling pasti ada solusinya. Jernihkan pikiran Anda dan ajak keluarga untuk bekerja sama ketika mengalami hambatan. (Sumber: Artikel journal.sociolla.com, Foto freepik.com)
...more

Pulau Ini Lebih Mahal dari Manhattan

Pulau Rhun adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda Indonesia. Pulau ini memiliki panjang 3 km dan lebar kurang dari 1 km. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jarak pulau ini dari Bandaneira sekitar 1 setengah jam sampai 2 jam. Pulau ini sangat indah jika dilihat dari ketinggian atau dari atas. Dan harus kalian tahun bahwa pulau ini sekitar tahun 1665-1667 pernah ditukarkan dengan New Amsterdam yang sekarang bernama New York City. Sumber: Foto @nooneenine Pulau Rhun saat air meti atau surut, sangat terlihat jelas bahwa susunan karang yang timbul tenggelam membuat kapal-kapal yang ingin berlabu harus melewati sisi kanan kampung ketika menghadap ke arah rumah penduduk atau hanya berlabu di bagian luar. Ketika air surut selalu tenang dan di balik ketenangan ada kenyamanan dalam jiwa. Sumber: Foto @kaoslenganpanjang Mungkin kalau di Bandaneira sudah tidak asing lagi dengan jembatan jodoh, ya di Pulau Rhun juga terdapat jembatan jodoh yang bentuknya sama membentuk huruf T, namun bedanya kalau di Bandaneira di gunakan untuk orang-orang yang pergi mencari ikan atau sekedar berlabu kapal fiber kecil atau ketinting sedangkan di Pulau Rhun digunakan sebagai dermaga penumpang keluar masuk desa ini. Sumber: Artikel dan Foto barondamaluku.com
...more

3 Perbedaan Tour Leader dan Tour Guide

TripTrus.Com - Banyak orang yang masih salah kaprah dengan istilah Tour Leader dan Tour Guide. Secara sepintas, kedua jenis pekerjaan ini sangat mirip sehingga sulit untuk dibedakan. Tour Leader dan Tour Guide sama-sama dibayar ketika menemani wisatawan jalan-jalan. Tour Leader dan Tour Guide pun memiliki tanggung jawab yang mirip dalam hal memberikan pengalaman yang indah kepada wisatawan selama melakukan perjalanan wisata. Namun, dibalik kesamaan ini, Tour Leader dan Tour Guide memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan ini tidak hanya berhubungan dengan penamaan saja, melainkan tugas dan tanggugjawab dari kedua jenis pekerjaan ini. Perbedaan antara Tour Leader dan Tour Guide dapat dibagi menjadi 3, yaitu: 1. Jadwal dan Durasi Perjalanan Tour Leader memiliki jadwal dan durasi perjalanan yang sama dengan para wisatawan yang dipimpinnya. Artinya seorang Tour Leader harus menemani wisatawan dan mengikuti seluruh rangkaian tur dari awal hingga akhir. Tour Guide hanya bertugas menjelaskan destinasi yang merupakan tanggung jawabnya saja. Misalnya seorang Tour Guide untuk Kota Yogyakarta hanya menjelaskan kepariwisataan di Kota Yogyakarta saja. Jika wisatawan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di luar wilayah tanggung jawab dari Tour Guide, maka tugas dari Tour Guide sudah selesai. 2. Tanggung Jawab Seorang Tour Leader tidak hanya bertanggung jawab untuk menemani wisatawan selama melakukan perjalanan wisata saja. Tour Leader juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur agar perjalanan wisata dapat berlangsung dengan lancar seperti melakukan morning call serta ontime scedhule dengan menyesuaikan antara kondisi saat itu dan itinerary yang telah disusun sebelumnya. Tour Leader juga bertanggung jawab dalam memastikan keadaan dari wisatawan yang dipimpinnya dan harus selalu memeriksa apakah rombongannya lengkap atau ada yang tertinggal. Namun, jika ada wisatawan yang memisahkan diri dari kelompok ketika sedang melakukan kegiatan wisata tanpa meminta izin dari Tour Leader, maka Tour Leader juga tidak memiliki bertanggung jawab terhadap wisatawan tersebut. Untuk Tour Guide, tanggung jawab yang diemban hanyalah menjelaskan secara rinci (dan menyenangkan) mengenai seluk beluk kepariwisataan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya. Karen penjelasan dari Tour Guide ini sangat berpengaruh terhadap persepsi wisatawan akan destinasi yang sedang dikunjungi, maka seorang Tour Guide harus memiliki lisensi resmi dari dinas pariwisata setempat. Ini juga menjadi batasan terhadap Tour Leader, bahkan tidak dianjurkan bagi Tour Leader untuk memberikan penjelasan secara rinci mengenai destinasi yang sedang dikunjungi kecuali Tour Leader memiliki lisensi sebagai Tour Guide di destinasi tersebut. 3. Pengetahuan Sejarah dan Budaya Tour Leader memiliki cakupan kerja yang luas yaitu semua destinasi yang dikunjungi oleh rombongannya. Oleh karena itu, Tour Leader tidak dibebankan untuk mengetahui secara rinci mengenai sejarah dan budaya di masing-masing destinasi yang dikunjungi. Selain itu, tugas utama seorang Tour Leader bukanlah menjelaskan suatu destinasi melainkan memimpin rombongannya. Namun, Tour Leader sebaiknya memiliki pengetahuan secara umum mengenai destinasi yang sedang dikunjungi, serta sedikit memahami bahasa daerah dari destinasi tersebut (jika terdapat perbedaan bahasa) sehingga komunikasi antara masyarakat lokal dengan rombongan dapat terjalin dengan baik. Karena telah memiliki lisensi untuk memandu wisatawan di destinasi yang menjadi tanggung jawabnya, maka Tour Guide wajib untuk mengetahui secara detail mengenai sejarah dan budaya di destinasi tersebut. Oleh karenanya, biasanya Tour Guide adalah penduduk lokal. Tour Guide juga harus menyampaikan penjelasannya secara menyenangkan agar rombongan wisatawan tidak bosan. Kesimpulan Tour leader dan Tour Guide memiliki perbedaan dari sisi jadwal, tanggung jawab dan pengetahuan mengenai destinasi yang dikunjungi. Seorang Tour Leader tugas utamanya adalah memimpin rombongan agar perjalanan wisata dapat berlangsung dengan lancar, sedangkan seorang Tour Guide memiliki tanggung jawab untuk memberikan penjelasan yang lengkap mengenai destinasi yang dikunjungi oleh rombongan wisatawan. (Sumber: Artikel studipariwisata.com Foto vakansinesia.com)
...more

Hal-Hal Menarik Lain Selain Kemacetan di Jakarta!

TripTrus.Com - Bila berbicara tentang Jakarta pasti ada satu hal yang paling melekat dengan Kota ini, yaitu “Kemacetan”. Memang kemacetan menjadi sesuatu hal biasa di Jakarta. Segala bentuk sumpah serapah selalu terlontar setiap hari oleh penduduknya maupun pendatang yang berkatifitas di Jakarta. Bagaimana tidak, kemacetan sudah seperti menu yang harus mereka santap setiap hari. Kota Jakarta tercinta ini memang keras dan hanya orang-orang bermental baja yang bisa bertahan katanya. Di luar dari kemacetan serta segala sumpah serapah juga banyak hal-hal menarik yang bisa kita sebut kebahagian lain Kota Jakarta. Dan semestinya pula kita bisa menikmati Jakarta dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dari itu kita intip hal-hal menarik apa saja yang bisa kita nikmati di Jakarta: 1.      Jingga Senja Menggoda “Bersepeda di kala senja. Mengejar mentari tengelam. Hangat jingga temani rasa, nikmati Jakarta”. Mengutip sepenggal lirik dari Banda Neira berjudul Senja di Jakarta, tidak ada salahnya kita menikmati kota ini dalam bentuk senja. Karena senja di Jakarta tidak kalah mengagumkan dari kota-kota lain di Indonesia. Banyak tempat-tempat yang bisa menyajikan senja yang menggoda, contoh: Pelabuhan Sunda Kelapa Sumber: Foto indahfajarwatii.blogspot.com Stasiun Gambir Sumber: Foto panoramio.com Jembatan Four Season Kuningan Sumber: Foto geospotter.org 2.      Sejarah Dari Museum Jika ada yang bilang Jakarta itu kotanya Mall, itu benar adanya. Tapi, ada yang perlu kita ketahui bahwa Jakarta adalah Kota pemilik Museum terbanyak di Indonesia. Tercatat ada sekitar 47 Museum ada di Jakarta. Selain harga tiket masuknya yang murah, museum-museum juga bisa menjadi tempat kita belajar sejarah bangsa Indonesia dan benda-benda karya seni lainnya yang menjadi koleksi museum tersebut, contoh: Museum Fatahillah Sumber: Foto yukpiknik.com Museum Basoeki Abdullah Sumber: Foto wikimedia.org Museum Wayang Sumber: Foto sindonews.net 3.      Berburu Kuliner Malam Jakarta kalau urusan kuliner jangan ditanya lagi. Juara!!! Berbagai jenis kuliner, mulai dari harga kaki lima hingga bintang lima semua tumpah ruah tersedia di Jakarta. Jadi jangan takut susah kulineran di Jakarta. Terlebih jika malam tiba, pusat kuliner malam bisa menjadi salah satu obat pusing dari kemacetan yang menyergap kota ini. Beberapa tempat kuliner malam bisa menjadi rekomendasi kalian untuk menuntaskan lapar,contoh: Pasar Santa Sumber: Foto 30harikotakubercerita.poscinta.com Jajanan Rawamangun Sumber: Foto jajanbeken.blogspot.com 4.      Kesejukan Taman Kota Di Kota tetangga tepatnya di Kota Bandung, banyak sekali taman-taman Kota yang disulap menjadi lebih menarik. Tanpa perlu membandingkannya, Jakarta juga memiliki taman-taman kota yang tidak kalah sejuknya. Meski tidak terlihat semanarik taman-taman Kota di Bandung, Taman Kota di Jakarta bisa menjadi tempat bersantai, berolah raga, foto-foto juga mengeluarkan segala ekspersi, contoh: Taman Menteng Sumber: Foto forumtempatwisata.com Taman Ayodya Sumber: Foto jakartakita.com Taman Suropati Sumber: Foto tripadvisor.com Mungkin hal-hal menarik di atas bisa menjadi tempat kita untuk sedikit bersembunyi dari kemacetan Kota Jakarta. Banyak orang berkata: “Bahagia Itu Sederhana”., jadi mari kita buat sederhana untuk menikmati Kota ini dan berbaghagialah di Jakarta. Enjoy Jakarta! (Sumber: Artikel Amieykha, Foto tourist-destinations.com)
...more

2024 Gass! Ini Dia 4 Tren Pariwisata Yang Bakal Jadi Booming

TripTrus.Com - Bro, 2024 nih, pariwisata lagi seru banget, loh! Ada empat tren yang diprediksi bakal jadi hits abis. Dengerin deh prediksinya dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesodibjo. Pertama, ada yang namanya "Deep and Meaningful," bro! Jadi, tempat wisata yang ngasih pengalaman bermakna bakal jadi primadona. Salah satunya, Candi Borobudur. Lu bisa dapetin kekayaan budaya dan cerita seru di balik kemegahan candi itu, bikin liburan lo nggak terlupakan.       View this post on Instagram A post shared by @itsyooshot Terus, yang kedua, "Business and Leisure." Karena pandemi, kerja remote udah jadi hal biasa. Nah, sekarang banyak yang bisa kerja sambil liburan, salah satunya di Labuan Bajo. Keren, kan? Selanjutnya, "Wellness Experience." Kesehatan lagi jadi perhatian banget, jadi tempat wisata yang tawarin pengalaman kesehatan bakal dicari. Di Indonesia, misalnya, ada KEK Sanur buat tujuan wisata kesehatan. [Baca juga : "Yo, Guys, Februari 2024, F1 Powerboat Bakal Bikin Geger Pariwisata Sumut!"] Terakhir, yang keempat, "Tempat Shooting Film." Tempat yang jadi lokasi syuting film atau serial bakal jadi tren. Pemandangan keren dari tempat wisata itu bisa jadi promosi buat kawasan wisata. Salah satu contohnya, kawasan Danau Toba, bro! Jadi, itu dia nih tren pariwisata yang bakal jadi hits di 2024. Keren-keren, kan? Mau nyobain yang mana dulu? (Sumber Foto @fshion_1214_) 
...more

Cerita Perjalanan #1Traveler1Book di Waerebo

Senang juga akhirnya Flores Trip bisa mencapai Waerebo. Lebih senang lagi saat bertemu adik-adik desa adat tersebut dan membagikan buku pelajaran dalam program #1Traveler1Book.Apa itu #1Traveler1Book? Sebuah gerakan sosial dari para traveler untuk traveling sambil berbagi kecerdasan dan pengetahuan bagi anak-anak Indonesia. Dari 1traveler1book.org: #1Traveler1Book adalah gerakan sosial dimana para traveler yang bepergian dan menjelajah ke berbagai pelosok Indonesia menyebarkan atau membantu menyebarkan buku-buku kepada anak-anak usia sekolah 6-15 tahun di berbagai destinasi yang dikunjungi oleh para traveler. Gerakan ini adalah hal kecil yang dibuat untuk membantu membuat Indonesia menjadi bangsa yang besar dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan lewat buku. Sejak awal trip Flores, saya memang mengusulkan untuk membawa minimal satu buku pelajaran. Untuk apa? Untuk diberikan kepada adik-adik yang ditemui di destinasi. Waerebo kami pilih sebagai lokasi #1Traveler1Book karena desa ini relatif sulit dijangkau. Bayangin aja, anak-anak Waerebo harus jalan kaki 8 km selama tiga jam untuk pergi sekolah. Beratnya gendongan ransel berisi puluhan buku dan rasa capek trekking 3 jam langsung hilang saat tiba di Waerebo. Guide kami, Pak Martin, jadi perantara dan mengkoordinasi anak-anak di desa ini untuk berkumpul saat pembagian buku. Beberapa di antara mereka masih belum lancar bahasa Indonesia. Anak-anak Waerebo pada main bola sebelum kumpul menerima buku Persiapan pembagian buku, dikoordinir oleh Pak Martin Kak Flo membagikan buku-buku pelajaran pada anak-anak Waerebo Satu demi satu buku dibagikan. Anak-anak ini sempat berebut. Mereka sangat antusias. Senyum dan tawa bahagia bisa dilihat dari wajah polos mereka, meski dengan tutur bahasa yang tidak saya mengerti. Kak Flo bersama dua anak Waerebo Wajah-wajah anak Waerebo antusias menerima buku pelajaran Tak ketinggalan dua anak perempuan Waerebo ini Cheers! Foto bareng anak-anak Waerebo di depan rumah adat Mbaru Niang   Selain buku pelajaran, adik-adik ini juga menerima alat tulis. Buku-buku pelajaran ini nantinya akan dikumpulkan dan di perpusatakaan desa yang letaknya tak jauh dari bangunan Mbaru Niang, rumah adat Waerebo.   Benar kata Pak Martin, Waerebo mengajarkan pada kami bahwa ada yang lebih bernilai daripada rupiah. Ilmu pengetahuan dan pendidikan. Semoga buku-buku ini bisa bermanfaat dan membawa mereka meraih masa depan yang lebih baik. Foto keluarga usai pembagian buku #1Traveler1Book di desa adat Waerebo, YOU SHOULD BE HERE! Source: ZulfikarAlex.com ======================================================================================================   Zulfikar Aleksandri, pekerja IT di sebuah perusahaan tour travel nasional. Masih studi S2 di Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Suka traveling dan backpacking Indonesia dan Asia Tenggara. Destinasi favorit Indonesia Timur, terutama bawah laut Flores. Untuk info sehari-hari dan interaksi, follow di Twitter, Facebook, dan Instagram.
...more

Ada Sederet Potensi Wisata di Seberang Waduk Jatiluhur

Wilayah Kecamatan Sukasari yang berada di seberang Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, selama 50 tahun lalu nyaris tak pernah dilirik investor untuk menanamkan modal di bidang apa pun.Sebab, lokasinya tak bisa dijangkau kendaraan roda empat akibat tak tersedianya jaringan jalan yang memadai. Salah satu moda transportasi yang ada hanya lewat jalur Waduk Jatiluhur dengan ojek perahu. Itu pun ongkosnya sangat mahal.Tapi, sejak 2015, ketika Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka jalan kabupaten dengan betonisasi, Sukasari ternyata menyimpan potensi pariwisata yang memukau. Dan investor pun satu per satu mulai berdatangan dan menyatakan siap menanamkan modalnya, terutama di bidang pariwisata.Pemantauan Tempo, Jumat, 2 September 2016, menunjukkan sejumlah potensi wisata yang bisa dijadikan destinasi wisata oleh para investor dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, yakni Tanggul Kutamanah, tebing Gunung Buleud, Gunung Manik, Pantai Paranggombong, serta panorama eksotik kawasan Gunung Pasirmuncang.Tanggul Kutamanah, yang berfungsi membendung bagian barat daya Waduk Jatiluhur, memiliki ciri khas panorama indah yang menjorok ke perairan lepas waduk, sangat pas jika dijadikan obyek wisata rumah peristirahatan terapung lengkap dengan kuliner cobek ikan betutu, ikat khas waduk Jatiluhur yang konon punya daya tahan seksual.Lalu tebing Gunung Buleud serta Manik yang menjulang ke langit dan masih perawan bisa dieksplorasi buat destinasi petualangan panjat tebing serta pendakian. Pantai Paranggombong cocok buat wisata pantai dengan ojek perahu menuju perairan lepas waduk dan kuliner seafood. Adapun kawasan gunung Pasirmuncang bisa disulap menjadi kawasan wisata alam dan petualangan.Menurut Bupati Dedi, saat ini sudah ada satu investor yang siap membangun kawasan wisata rumah terapung dengan mengadaptasi destinasi wisata Sampireun di Garut. "Izinnya sudah saya teken dan akan mulai melakukan pekerjaan medio awal 2017," katanya.Dedi berujar, Kecamatan Sukasari, yang terdiri atas Desa Kutamanah, Kertamanah, Sukasari, Tajur Sidang, Parung Banteng, dan Ciririp, memang disiapkan untuk pengembangan pariwisata, perikanan, dan peternakan. "Tapi semuanya harus berkonsepkan alam dan budaya lokal," ucapnya.Bupati yang konsen terhadap persoalan budaya, terutama budaya Sunda, itu menuturkan, dua tiga tahun mendatang, daerah sendang Waduk Jatiluhur yang sebelumnya terisolasi selama 50 tahunan pasca-pembangunan Waduk Djuanda itu akan menjelma menjadi sebuah kawasan pariwisata yang menggiurkan dan menjanjikan serta dipastikan bisa mengalahkan kawasan wisata seperti Pasawahan-Wanayasa-Bojong.Sebab, setelah dibangunnya jalan lingkar barat sejauh 63 kilometer dengan lebar 8 meter, lokasinya akan menjadi sangat strategis. Sebab, jalur jalannya akan terkoneksi dengan jalur Karawang, Jonggol, dan Cianjur. Jadi para pelancong yang datang dari Jabodetabek, Cianjur, dan Bandung akan dengan mudah menjangkaunya.Camat Sukasari Fauzi mengatakan, sejak ada jalan lingkar barat, di sejumlah titik lokasi sudah bermunculan vila, tempat wisata kuliner, dan pemancingan. "Berderet, mulai Desa Kutamanah hingga Ciririp. "Kami bersyukur, selain menghidupkan denyut pergaulan sosial, hal itu mulai mendongkrak perekonomian warga," ujarnya. (Sumber: Artikel traveli.tempo.co Foto piknikasik.com)
...more

5 Desa Wisata Terbaik di Indonesia, Ada yang Sudah Diakui Dunia!

TripTrus.Com - Paduan pesona alam dan budaya kelas dunia. Memasuki tahun 2022 masyarakat masih harus dihadapkan hidup berdampingan dengan virus corona. Status pandemi Covid-19 masih belum dicabut WHO, karena tren penyebarannya yang masih naik turun. Kondisi ini pun memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Tak hanya soal kebiasaan sehari-hari yang berubah, kini tren wisata masyarakat juga mulai berubah. Masyarakat yang sudah bosan di dalam rumah memilih berwisata ke tempat-tempat yang menjamin penerapan protokol kesehatannya. Salah satunya berwisata di alam terbuka. "Dari pemantauan kami, wisatawan nusantara saat ini tetap mengutamakan destinasi wisata yang memiliki protokol kesehatan terutama di destinasi wisata alam terbuka," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Jakarta. Mencari sesuatu yang berbeda untuk memulai liburan di masa pandemik? Cobalah mengunjungi beberapa desa tradisional. Rasakan sensasi liburan baru yang menawarkan pengalaman kehidupan tradisional dan berbaur dengan penduduk setempat. Indonesia yang kaya akan budaya memiliki desa wisata erbaiknya, lho. Bahkan, banyak yang keindahan dan kekayaan budayanya sudah diakui oleh dunia. 1. Desa Pemuteran, Bali       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Dedy Saputra (@dedylet) Berbeda dari banyak desa wisata yang menawarkan pelarian budaya dari hiruk pikuk kota metropolitan, Desa Pemuteran juga menjadi tujuan menyelam dan snorkeling. Hal ini gak bakal kamu dapat di desa mana pun. Di desa ini, kamu dapat menemukan clownfish, parrotfish, pari manta, dan hiu paus melewati perairan. Pada 2018, Lonely Planet memasukkan Desa Pemuteran sebagai salah satu 10 Destinasi Terbaik Asia yang direkomendasikan. Keren banget, kan? 2. Desa Penglipuran, Bali       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Yanuar Joko (@yanuarjp21) Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang dibangun secara tradisional dengan melestarikan arsitektur bambu dari Bali. Di sini, hampir segala sesuatu terbuat dari tanaman, mulai dari dapur, gerbang rumah, ambang pintu, furnitur, hingga atap. Desa ini terletak di Kintamani, tepatnya di sepanjang pedesaan yang terletak di antara perbukitan. Lebih dari sekadar desa wisata yang menyuguhkan banyak sajian budaya, daya tarik Desa Penglipuran juga terpancar dari kebersihannya. Pada 2018, Desa Penglipuran dinobatkan sebagai tiga desa terbersih di dunia menurut pilihan pembaca di majalah perjalanan CN Traveler. Bangga banget! 3. Desa Nglanggeran, Yogyakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Adit (@dhiee_traveller) Daya tarik utama desa ini tentu saja Gunung Api Purba Nglanggeran. Kagumi pemandangan Yogyakarta dari atas dan hirup udara segar begitu tiba di puncak. Selain itu, kamu juga dapat menjelajahi Kolam Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, dan berbagai aktivitas budaya, seperti karawitan, jatilan, batik topeng, dan lainnya. Desa ini pernah mendapatkan Penghargaan dari ASEAN Community Based Tourism (CBT) Awards pada Januari 2017, lho. 4. Desa Pentingsari, Yogyakarta       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) Terletak 700 meter di atas permukaan laut dekat Gunung Merapi di Jawa Tengah, Desa Wisata Pentingsari baru-baru ini mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari Bupati Sleman atas sistem ekonomi kerakyatan mereka. Masyarakat setempat masih melestarikan penggunaan alat tradisional dari alam. Menawarkan banyak perspektif tentang alam, budaya, dan pertanian yang terkait dengan lingkungan, Desa Pentingsari membawa pemahaman yang lebih dalam tentang alam, budaya tradisional, seni, dan kearifan lokal kepada pengunjungnya. [Baca juga : "Melihat Tren Wisata Masyarakat Di Tahun 2022"] 5. Desa Tamansari, Banyuwangi       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh DESA WISATA TAMANSARI (@desawisatatamansari) Meraih predikat Pemanfaatan Desa Wisata Terbaik dalam kategori jejaring usaha, desa ini menjadi pionir pengembangan potensi desa wisata. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan sejumlah usahanya dari sekadar potensi, seperti usaha peternakan madu, kendaraan wisata, jasa pemandu, dan beberapa UKM lainnya. Desa Tamansari juga terkenal dengan penghasil karet, cengkih, biji kopi, dan cokelat. Selain itu, ada juga sejumlah peternak sapi perah di sekitar daerah yang terlatih untuk menghasilkan produk susu berkualitas tinggi. Berlibur ke Desa Wisata yang kaya akan budaya dan alam indah tentu bakal jadi pengalaman berkesan. Berbaur dengan masyarakat setempat pun akan terasa menyenangkan. Desa wisata mana yang pengin kamu kunjungi terlebih dahulu?  (Sumber: Artikel idntimes.com Foto @desawisatatamansari) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
31 Jul - 01 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
31 Jul - 02 Aug 2026
Open Trip Pulau Pahawang Lampung
31 Jul - 02 Aug 2026
×

...