shop-triptrus



Yow! Kepoin Nih, Ada Trend Wisata Kece Di Indonesia Buat Tahun 2024!

TripTrus.Com - Jadi ceritanya, setelah diterjang pandemi COVID-19, industri pariwisata dan ekonomi kreatif kita makin naik daun, guys. Dan yang paling asyik, tren wisatanya beda banget sama yang sebelum-sebelumnya, loh! Menurut bos besar dari Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto, ada beberapa tren keren yang bakal ngehits di 2024, guys. Pertama, ada tren 'culture immersion', di mana kita bakal jalan-jalan ke tempat yang bener-bener beda dari tempat tinggal kita. Nah, tujuannya sih buat meresapi, ngertiin, dan belajar budaya masyarakat setempat. Seru, kan?       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh ivasadili (@ivasadili) Selain itu, masih ada tren 'wellness tourism' alias wisata kebugaran, yang masih jadi favorit banyak orang. Biasanya sih, ini dilakuin di tempat yang punya budaya lokal dan alam yang kental. Katanya sih, ini bisa ngasih pengalaman spiritual yang dalam. Jadi, selain buat jaga kesehatan, juga buat nyari keseimbangan hidup gitu. Eh, ada lagi nih tren yang nyeret, namanya 'Work from Destination'. Jadi, sebagian besar orang kreatif dan teknologi udah kebiasaannya kerja dari mana aja, gak harus di kantor, gitu. Asik banget, kan? [Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Gak Ngebuat Dompet Jebol Di Akhir Tahun!"] Terus, ada juga yang namanya 'off grid travel', diprediksi bakal makin populer. Dan yang terakhir, 'sport tourism', alias wisata olahraga, jadi salah satu yang banyak digemari turis lokal. Luar biasa, ya? Oh iya, soal pemilu 2024, katanya gak bakal ganggu pertumbuhan pariwisata kita. Justru, tiket.com dan Kemenparekraf RI optimis banget buat tahun 2024. Mereka bilang, pemilu bakal memberikan kontribusi positif buat pertumbuhan industri pariwisata kita. Keren, kan? Jadi, kita harus siap-siap buat merasakan sensasi liburan yang beda dan ngikutin tren kekinian nih, guys! (Sumber Foto @whereshegoingnext) 
...more

Pantai Padang Bai

Rasanya tak berlebihan jika menyebut Bali sebagai surganya pantai. Pantai lain yang juga tak kalah menariknya di Pulau Bali adalah Pantai Padang Bai.Pantai ini terletak di pelabuhan penyeberangan Bali - Lombok. Meskipun pantai ini merupakan jalur penyebrangan, namun kebersihannya tidak lantas terlupakan. Pantai ini cukup akrab terutama bagi para pecinta olahraga memancing dan juga menyelam. Meskipun posisinya bersebelahan dengan pelabuhan namun biota laut yang terdapat di panta ini masih sangat terjaga dengan baik. Arus yang tidak stabil dan kadangkala kencang, menjadi perhatian tersendiri terutama bagi Anda yang berniat melakukan penyelaman di lokasi ini.Sedikit berbeda dengan pantai-pantai lain di Bali. Pantai ini menawarkan sebuah suasana wisata pantai yang tenang dengan kondisi yang kontras dengan Pantai Kuta yang ramai dengan hiruk pikuk pengunjungnya.Nah, jika Anda penasaran, jangan lewatkan kunjungan Anda ke Pantai Padang Bai. Sebuah pengalaman wisata pantai yang mungkin saja berbeda dari yang pernah Anda rasakan sebelumnya. Smber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Wisata Edukasi ke Rumah Sejarah Kalijati di Subang Jawa Barat

TripTrus.Com - Subang, salah satu kabupaten di bagian utara Jawa Barat menjadi saksi sejarah penting di Indonesia. Terdapat museum berbentuk rumah yang menjadi saksi bisu kejadian penting pada masa itu. Di mana rumah tersebut menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang di Indonesia.   Biasa ke Kalijati (Subang) sesuka hati sih kalau lagi mumet banget. Tapi berasa seperti pecinta sejarah yang jahat karena selalu nggak punya waktu buat datang ke sini. Ini padahal nggak jauh amat dari rumah uwak sendiri -_- #RumahSejarahKalijati #8Maret1942 A post shared by Fajar Muhammad Rivai (@fajar.reconquista96) onSep 13, 2016 at 6:23pm PDT Sebagaimana kita tahu, Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya. Dan tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kemudian menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang. Rumah Sejarah Kalijati sendiri diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986. Rumah Sejarah Kalijati dibangun untuk mengenang kejadian penting pada masa itu. Agar pengunjung yang datang dan mengunjungi lokasi tersebut mengetahui dengan jelas seperti apa kejadian dan bisa melihat foto-foto sejarah yang ada disana. [Baca juga : 4 Wisata Sejarah Dan Edukasi Di Bogor Ini Cocok Untuk Liburan] Berlokasi di kawasan Pangkalan Udara TNI AU Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Rumah Sejarah Kalijati cukup mudah diakses dan mudah ditemukan keberadaannya. Perjalanan yang ditempuh baik dari Bandung maupun dari Jakarta kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan darat. Rumah Sejarah Kalijati berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Subang. Rumah yang menjadi museum ini berbentuk seperti rumah biasa pada umumnya yang terdiri atas beberapa ruangan dan terpajang foto maupun keterangan cerita kronologis peristiwa penting yang terjadi di rumah tersebut. Beberapa ruangan yang ada didalamnya juga menjelaskan miniatur kejadian yang terjadi saat penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang. Dimana terdapat ruangan yang ada seperangkat kursi dan di atas kursi tersebut ada keterangan nama-nama tokoh yang melakukan perundingan di masa itu. Pengunjung yang datang akan dipandu oleh petugas yang bertugas menjaga dan memandu pengunjung disana. Rumah yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Perwira ini kini masih dalam kondisi terawat. Karena ada 3 petugas juga yang bertugas untuk menjaga dan membersihkan Rumah Sejarah Kalijati. Dengan mengunjungi museum Rumah Sejarah Kalijati, pengunjung merasa terbawa suasana masa lalu. Selain itu pengunjung bisa lebih mengenal sejarah dan kejadian penting yang terjadi saat itu. (Sumber: Artikel purwasuka.id, Foto tempatangker.com)
...more

Brown Canyon Semarang, Pemandangan Yang Indah

TRIPTRUS - Brown Canyon Semarang merupakan tempat sebagai proyek galian C yang sudah berumur 10 tahun lebih. Dan disinilah sebagai tempat mengais rejeki bagi sebagian orang dengan melakukan penggalian pasir, penggalian tanah urug dan batu padas. Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata melainkan perbukitan biasa, namun karena penambangan material yang dilakukan setiap hari selama bertahun-tahun ahirnya berubah wujud seperti layaknya Green Canyon yang ada di Amerika. Keindahan panorama alam yang eksotik membuat Brown Canyon Semarang ini menjadi salah satu obyek wisata dan tempat yang terbaik bagi para pecinta fotografi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dipadu dengan adanya pohon-pohon di puncaknya membuat tempat ini sebagai pemandangan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak dikunjungi. Dikarenakan Brown Canyon sebenarnya bukanlah tempat wisata tentu saja para wisatawan harus mencari petunjuk arah sendiri, karena warga sekitar hanya tahu bahwa tempat tersebut hanyalah sebagai tempat penambangan material berupa pasir, tanah urug dan batu padas. Brown Canyon terletak di daerah Rowosari Meteseh Tembalang Semarang, tempat yang lumayan jauh dari pusat keramaian kota Semarang. Merupakan tantangan tersendiri bagi para wisatawan yang ingin datang ke tempat ini, dimana para wisatawan dalam sepanjang perjalanannya harus bertemu dengan debu-debu yang beterbangan dan bersimpangan dengan truk-truk pengangkut bahan material. Rute menuju Brown Canyon Semarang. Lokasi Brown Canyon Semarang bisa dijangkau dari berbagai arah. Pengunjung bisa melewati pasar Meteseh via Tembalang, Kedungmundu atau RSUD Klipang. Rute Brown Canyon dari Semarang timur bisa melewati jalan Fatmawati menuju RSUD Kota Semarang (Ketileng), kemudian mengambil arah kiri (arah perum Klipang) dan menuju lokasi Klipang Golf. Setelah sampai Klipang Golf, lanjutkan dengan melewati jembatan besi. Setelah jembatan besi ketiga (jembatan dengan sungai yang besar) akan ada pertigaan ke arah selatan (belok kanan). Lurus saja kurang lebih 2 KM Anda akan melihat keindahan Brown Canyon Semarang. Rute Brown Canyon dari arah Batang, Kendal dan Simpang Lima Semarang atau dari arah barat bisa melewati pertigaan “pasar kambing”, melewati Mrican, Kedung Mundu, Sambiroto, pertigaan Intan Permai belok kiri (Jl. Elang), kemudian sampai perempatan Pasar Meteseh belok kiri. Rute Brown Canyon dari arah Solo, Yogya dan Semarang atas bisa melewati Banyumanik, Tembalang, UNDIP dan kemudian menuruni Sigar Bencah sampai perempatan Pasar Meteseh langsung ambil jalan lurus. Yang perlu dipersiapkan saat menuju Brown Canyon di Semarang. Karena tempat ini merupakan tempat panambangan bahan material dan masih aktif maka datanglah pada waktu diluar jam kerja, jika terpaksa harus datang disaat jam kerja maka jangan lupa persiapkan masker atau buff sebagai penutup mulut dan kacamata. Karena kondisi jalan pedesaan yang cukup jelek, berdebu dan bergelombang maka gunakanlah sepeda motor yang fleksibel atau jika menyukai tantangan Anda bisa menggunakan sepeda onthel. Tidak disarankan menggunakan mobil mewah apalagi mobil dengan full variasi atau mobil ceper. (Sumber: Artikel dan Foto semarangplus.com)
...more

Nicolas Tagliafico, Pemain Timnas Argentina Dan Lyon, Asyik Liburan Di Pulau Komodo, Nih!

TripTrus.Com - Pulau Komodo, destinasi keren abis di Indonesia, lagi ngehits buat jadi tempat liburan favorit buat turis dari seluruh dunia. Gak mau ketinggalan, pemain timnas Argentina dan Lyon, Nicolás Tagliafico, juga ikutan santai di pulau eksotis ini setelah pertandingan melawan timnas Indonesia semalem. Serunya aktivitas Tagliafico selama liburan dijamin bikin gregetan, yang pasti keliatan banget di Instagram Story-nya yang bikin fans heboh. Tagliafico, yang jago banget main di posisi bek kiri dan punya skill tingkat tinggi, berbagi momen asyik selama petualangannya di Pulau Komodo lewat Instagram Story. Kayanya pemandangan keren dan keanekaragaman hayati Pulau Komodo berhasil bikin Tagliafico betah di sana. Liburan di Pulau Komodo bukan cuma buat Tagliafico buat santai dan nikmatin alamnya yang indah, tapi juga buat refreshing pikiran setelah pertandingan seru melawan timnas Indonesia. Pilihan dia buat liburan ke pulau ini nunjukin minatnya sama wisata alam dan pengen eksplor tempat baru di luar lapangan sepak bola. [Baca juga : "Curug Di Sentul Emang Asyik Buat Anak-Anak, Bro!"] Enggak bisa dipungkiri, kunjungan Nicolás Tagliafico ke Pulau Komodo udah nambahin pengalaman seru banget dan ninggalin kesan mendalam. Aktivitas-aktivitas menarik yang dia bagikan di Instagram Story-nya jadi inspirasi buat banyak fans dan turis lainnya buat mau jelajah kekayaan alam Indonesia, khususnya Pulau Komodo. Dengan gabungan keindahan alam yang nggak ada duanya dan aktivitas seru, kunjungan Nicolás Tagliafico ke Pulau Komodo jadi bukti bahwa olahraga dan petualangan alam bisa saling melengkapi. Semoga kunjungannya ini bisa jadi inspirasi buat pemain sepak bola lainnya dan ajak lebih banyak orang buat eksplor kekayaan alam Indonesia yang bikin melongo. (Sumber Foto Nicolas Tagliafico) 
...more

Arab & Indian Heritage di Jakarta

TripTrus.Com - Ada dua mesjid di area Batavia Tua yang dibangun pada abad 18 dan 19, yaitu Mesjid An-Nawier dan Mesjid Langgar Tinggi di Pekojan, yang sekarang dikenal dengan Kampung Arab terletak di Jakarta Barat. Langgar Tinggi Mosque Nama Pekojan konon adalah kependekan dari kata “Khoja” atau “Kaja” sebuah area di India. Tetapi, “Khoja” ini juga adalah nama ikat kepala yang dikenakan oleh kaum pria di prooinsi Banten. Itulah mengapa tentara Banten yang bertikai dengan Pageran Fatahillah, penemu Jakarta, aman tinggal di area ini. Tentunya, Jakarta dan Batavia menjadi pelabuhan internasional yang sibuk, penuh dengan para pedagang dari kelompok etnis yang berbeda-beda yang masing-masing membentuk komunitasnya, dan kemudian bergabung di tempat yang dinamakan “Kampung”. An-Nawier Mosque Mesjid An-Nawier-yang dikenal juga sebagai Mesjid Pekojan, di area Pekojan- dibangun tahun 1749 AD (atau 1880 H menurut kalender Islam), oleh Syarifa Fatimah binti Husen Al Idrus. Mesjid ini mesjid terbesar dan tertua di Jakarta Tua serta memiliki lemen-elemen yang unik. Denah mesjid ini berbentuk L dengan kapasitas 2,000 orang. Atapnya disangga oleh 33 pilar, melambangkan 33 holy verses yang biasa dilantunkan setelah shalat usai. Di luar mesjid terdapat kubah setinggi 17 meter menyerupai mercusuar. Menurut cerita yang beredar, pada masa lalu ketika berlangsung pemberontakan melawan Kolonial, tentara pejuang Indonesia biasanya berlindung di tempat sempit ini dan merasa nyaman. Berjalan dari mesjid ini ke mesjid Langgar Tinggi, kita akan melewati jembatan Kambing di atas sungai Angke. Jembatan ini dulunya menghubungkan kita ke tempat penjagalan kambing. Kini  tempat penjagalan ini sudah tidak ada lagi, namun masyarakat Arab yang masih tinggal di sini masih memlihara kambing dan memperjualbelikannya, sebagimana mereka telah melakukannya selama 200 tahun. Menjejak di mesjid Langgar Tinggi atau Mesjid Tinggi, orang akan mengerti mengapa mesjid ini dinamakan demikian, tak lebih karena mesjid ini terdiri dari 2 lantai, yang amat jarang ditemukan di masa ini.  Mesjid Langgar Tinggi, yang treletak di sepanjang sungai Angke konon dibangun pada tahun 1829 AD (atau di 1249 H menurut kalender Islam). Lantai atas tempat orang shalat terbuat dari kayu, dan masih dalam kondisi yang baik sampai sekarang. Sementara di lantai bawah, terdapat tempat untuk penjaga mesjid Arsitekturnya adalah perpaduan antara moroislam dan kolonial yang menggunakan elemen  Cina dan Jawa. Disain pilarnya bergaya klasik Eropa, penyangga pilarnya bergaya Cina dan lantainya bergaya Jawa. Mimbarnya didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. (Sumber: Artikel jakarta-tourism.go.id Foto panoramio.com)
...more

Traveling Ternyata Obat Penyakit Paling Mujarab

TripTrus.Com - Siapa bilang hobi traveling itu adalah hobi yang paling mahal. Bahkan traveling bisa mengobati penyakit yang suatu saat akan mengancam kesehatan Anda.Singkirkan pikiran bahwa traveling itu mahal, karena dengan biaya terjangkau Anda bisa mengeksplorasi tempat-tempat keren yang mungkin belum terjamah. Bonus plusnya Anda juga terbebas dari segala penyakit seperti rematik, obesitas, serangan jantung dan lainnya.Lantas bagaimana bisa hobi seperti itu bisa menyembuhkan penyakit. Sederhana sekali sebenarnya,boys. Tubuh Anda yang bergerak saat berjalan menikmati alam pegunungan atau keindahan kota pastinya akan memacu jantung untuk bekerja lebih baik.Selain itu, dengan jalan kaki lemak yang menumpuk selama beberapa hari bekerja akan terbakar. Dengan berjalan kaki Anda bisa terhindar dari penyakit seperti stroke, kanker, kencing manis, obesitas dan semacamnya. Jadi, jika Anda sedang traveling, pilih saja jalan kaki. Selain hemat juga sehat.Traveling ke pantai pun juga memiliki banyak khasiat. Selain relekasasi menikmati ombak dan deburan pantai, air pantai juga bisa menyembuhkan luka yang Anda alami dengan cara berendam.Air laut yang mengandung garam ternyata telah lama dikenal sebagai media untuk mensterilkan luka dengan efektif. Luka akan bersih dan cepat sembuh setelah terkena air laut. Namun, satu hal yang harus diperhatikan, boys. Usahakan pantai yang Anda kunjungi masih alami dan belum terkontaminasi, sebab  air laut saat ini sudah tidak steril lagi.Traveling juga sangat pas bagi penderita asma dengan memilih tempat yang alami dan berudara segar seperti pegunungan ataupun hutan. Isi paru-paru Anda dnegan udara segar yang bebas polusi. Hirup sedalam-dalamnya agar leluasa bernafas. Di Indonesia sendiri daerah pengunungan sangatlah banyak dan mudah dijangkau, tinggal pilih kemana Anda ingin melangkah. (Sumber: Artikel sooperboy.com, Foto jadiberita.com)  
...more

Daftar 16 Event Pariwisata Danau Toba 2022, Balige Jadi Tuan Rumah Dua Kegiatan

TripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengumumkan Calendar of Event Pariwisata Danau Toba tahun 2022. Peluncuran tersebut dihadiri Menparkeraf, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Jimmy Bernando Panjaitan dan Direktur Pemasaran Pariwisata, Wahyu Dito Galih Indharto.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh wiki syafril (@wiki_pravda) Sebanyak 16 kegiatan akan mengisi acara mulai bulan April sampai Oktober 2022. Diantara kegiatan itu, Balige, Kabupaten Toba akan menjadi tuan rumah dua kegiatan. Berikut daftarnya: 1. 16-17 April Festival Gondang Naposo, di Pangururan, Samosir.  2. 26-27 Juni, Danau Toba Rally 2022, Parapat, Simalungun.  3. 01-03 Juli Festival Bunga dan Buah di Berastagi, Karo.  4. 19-21 Juli W20 Summit di Parapat Simalungun.  5. 22-24 Juli Toba Caldera World Music Festival di Toba Caldera Resort, Toba.  6. Pesta Oang-oang, Salak Pakpak Bharat.  7. Festival Sisingamangaraja di Bakti Raja, Humbang Hasundutan. 8. 20-21 Agustus Samosir Jamming Paradise di Pangururan Samosir.  9. 23-35 Agustus Pesta Budaya Njuah-Njuah di Sidikalang Dairi.  10. 26-28 Agustus Toba Fashion Week di Balige, Toba.  11. 4 September Tour de Sinabung, Merek, Karo.  12. 16-17 September Samosir Lake Toba Ultra Marathon di Pusuk Buhit, Samosir.  13. 16-18 September Tao Silalahi Arta Festival di Silalahi, Dairi.  14. 23-25 September Lake Toba Asia Pasific Rally Championship (APRC) di Parapat Simalungun.  15. 20-22 Oktober Kongres I Kebudayaan Batak Toba di Balige Toba.  16. 29-30 Oktober Karo Music Camp di Tongging, Karo. Menparkeraf, Sandiaga Uno, menyampaikan agar semua pihak turut menyukseskan enam belas event besar itu. Calendar of Event Pariwisata Danau Toba tahun 2022 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten, komunitas se-kawasan Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan juga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.  "Saya mengajak semua pihak termasuk teman-teman dunia usaha untuk bisa memanfaatkan event-event tersebut melalui kolaborasi aktif agar bisa menggarap semua potensi lapangan usaha yang ada," harap Sandiaga. [Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"] Sementara itu, Jimmy menyampaikan rasa bahagianya mengingat Provinsi Sumatera Utara mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan event nasional berdasar hasil keputusan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.  "Terimakasih kepada Bapak Menteri Menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ibu Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (events), dan Panitia Seleksi KEN atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” pungkas Jimmy. (Sumber: Artikel wahananews.com Foto @goadvmdn) 
...more

Sensasi Perpaduan Kopi, Kuliner, dan Wisata Merapi

TripTrus.Com - Ternyata ada keterkaitan antara kopi, kuliner, dan wisata. Buktinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melirik Kedai Kopi Merapi di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Tak main-main memang, kedai kopi itu dijadikan potensi wisata kuliner yang prospektif di daerah tersebut karena diminati wisatawan mancanegara dan nusantara. "Kedai Kopi Merapi ini sangat potensial menjadi wisata kuliner minat khusus andalan di Kabupaten Sleman," ucap Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Sleman, Jumat, 20 April 2018, dilansir Antara.       View this post on Instagram Kopi adalah media . . #kedaikopimerapi #kopimerapi #jogja #bukantraveler #enjoythefreedom A post shared by vanz (@van_iponkz) onJul 18, 2018 at 2:26am PDT Menurutnya, Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mempromosikan Kedai Kopi Merapi ini sebagai potensi wisata kuliner andalan di Kabupaten Sleman. "Wisatawan di lereng Merapi di kawasan Kaliurang maupun Lava Tour Cangkringan dapat menikmati kopi khas lereng Gunung Merapi di kedai ini setelah menikmati suasana alam dengan jip wisata Merapi," katanya. [Baca juga : "Begini Kolaborasi Petani Kopi Robusta Dengan Dinas Pariwisata"] Ia menjelaskan, saat ini Kopi Merapi sudah banyak dikenal di masyarakat luas baik lokal Sleman, DIY, luar daerah, hingga mancanegara. "Bahkan, saat ini, Bupati Sleman Sri Purnomo sedang mempromosikan kopi Merapi ini di Finlandia karena negara tersebut tertarik dengan rasa maupun keunikan kopi Merapi," katanya. Pengelola Kedai Kopi Merapi, Sumijo mengatakan, saat ini, pengunjung di Kedai Kopi Merapi sudah mulai ramai didatangi berbagai kalangan. "Ada dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, selebritas, dan kalangan artis banyak yang berkunjung ke sini," ujarnya. Awal Mula Desa Wisata Kopi Rata-rata dalam satu bulan pengunjung di Kedai Kopi Merapi ini mencapai 10 ribu lebih. Sedangkan yang paling ramai biasanya pada akhir pekan dan musim liburan. "Kalau omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta dari penjualan minuman kopi, bubuk kopi, berbagai makanan khas Merapi maupun suvenir," Sumijo memaparkan. Awal mula kedai kopi berdiri, yakni dari usaha perkebunan kopi yang banyak digeluti masyarakat Dusun Petung sebelum erupsi Merapi pada 2010. "Dusun Petung awalnya memang disiapkan sebagai desa wisata kopi karena memang dusun ini ada kebun kopi. Kemudian, kami berinisiatif untuk mendirikan kedai kopi," katanya. Rintisan Desa Wisata Petung sebelum sempat dibuka, kedai tersebut sudah ada terlebih dahulu sebelum terkena bencana erupsi Merapi 2010 yang menghancurkan bangunan kedai maupun kebun kopi di daerah ini. "Setelah erupsi kami bersihkan semua. Baru dibuka lagi pada 2012. Seiring berjalannya waktu, Kopi Merapi semakin dikenal dan disukai masyarakat," ucapnya. Pengelola Kedai Kopi Merapi akan terus membuat inovasi-inovasi untuk menarik wisatawan. Satu di antaranya akan membuat destinasi wisata baru dengan konsep Wisata Edukasi Kopi. Nantinya, wisatawan akan diajak melihat proses pembuatan kopi mulai dari budi daya, pengolahan hingga teknik penyeduhan kopi. "Nanti pengunjung bisa camping, outbound, dan tracking dengan tema kopi," katanya. (Sumber: Artikel-Foto liputan6.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...