shop-triptrus



Snorkeling Seru di Pulau Harapan

TRIPTRUS -- Bagi kamu yang ingin menikmati snorkeling di air yang biru dan pemandangan laut yang tidak kalah indah dengan Kepulauan Karimun Jawa, gak usah jauh-jauh ke luar Jakarta. Kamu bisa snorkeling seru di Pulau Harapan di Kabupaten Kepulauan Seribu yang dapat dicapai dalam waktu kurang lebih tiga jam dari pelabuhan Muara Angke. Pulau Harapan adalah pusat dari kelurahan Pulau Harapan -- bagian dari Kecamatan Kepulauan Seribu Utara -- yang di dalamnya terdapat 30 pulau dan dulunya memiliki nama Pulau Pelemparan, karena dijadikan tempat pengasingan bagi masyarakat suku Bugis dari Sulawesi. Untuk mencapai Pulau Harapan, kamu harus berjalan kaki dari dermaga di Pulau Kelapa, yang letaknya bersebelahan dengan Pulau Harapan dan terhubung dengan satu jembatan. Warna air hijau kebiruan yang jernih membuat kamu makin tidak sabar untuk segera mengenakan goggle, fin dan snorkel lalu menikmati snorkeling seru di Pulau Harapan. Di sekitar Pulau Harapan ada banyak sekali titik snorkel yang bisa kamu kunjungi, sehingga satu atau dua hari saja rasanya tidak cukup untuk memuaskan diri menikmati semua titik bermain air yang menyenangkan itu. Titik-titik snorkeling seru di Pulau Harapan adalah di Pulau Genteng, Pulau Bira, Pulau Perak, Pulau Macan dan beberapa gosong (pulau pasir) di sekitar Pulau Harapan. Keindahan alam bawah laut yang ada di sekitar Pulau Harapan sangat bertolak belakang dengan kondisi ibukota Jakarta. Terumbu karang yang masih terjaga dan pantai pasir putih yang begitu indah, menjadi hiburan bagi mata yang penat melihat kemacetan dan keruwetan Ibukota. Ikan-ikan yang berkeliaran pun tidak takut menghampiri tangan yang memegang roti. Tapi hati-hati, banyak sekali Menurut salah seorang penduduk Pulau Harapan, dibutuhkan waktu satu tahun lebih untuk membiasakan ikan-ikan dengan kehadiran manusia yang menyelam atau snorkeling. Dulu setelah terumbu karang di Kepulauan Seribu mulai pulih, ikan-ikan yang tinggal di sekitar terumbu karang tidak mau mendekati manusia. Tapi perlahan-lahan ikan-ikan itu mulai terbiasa dengan kehadiran manusia. Mereka bahkan langsung menghampiri tangan yang ditepukkan di permukaan air. Setelah puas snorkeling seru di Pulau Harapan, jangan lupa untuk segera menuju ke Pulau Bulat. Pulau yang jika dilihat dari atas memiliki garis pantai yang berbentuk lingkaran ini, adalah tempat paling oke buat kamu yang suka duduk termenung sambil menikmati sunset. Tidak hanya itu saja, di sekitar Pulau Harapan kamu juga bisa mengunjungi pusat penangkaran penyu sisik di Pulau Kelapa Dua dan pusat penangkaran dan rehabilitasi elang bondol di Pulau Kotok Besar. Buat kamu yang belum tahu, Elang Bondol adalah maskot kota Jakarta. Sayangnya banyak Elang yang ada di pusat rehabilitasi ini adalah burung yang tidak bisa terbang karena bulunya dicabuti oleh pemilik atau orang yang menangkapnya. Selain Elang Bondol, di pulau itu juga jadi tempat penangkaran Elang Laut. Jadi, gak usah bingung kalau mau snorkeling seru di Pulau Harapan. Tinggal pilih aja trip yang ada di TripTrus terus langsung cuss deh ke sana.
...more

Persiapkan Liburan Sehabis Lebaran dengan Tips Ini

TripTrus.Com - Libur Lebaran tahun 2018 dipastikan lebih lama daripada biasanya, yaitu total 10 hari. Ada rencana traveling atau berkunjung ke destinasi wisata selama hari itu? Liburan kapan pun asyik-asyik saja, tapi perhatikan juga timing-nya. Sesaat libur Lebaran, semua destinasi wisata akan disesaki pengunjung. Arus kendaraan datang dan keluar pun sudah pasti bikin suasana hatimu nggak karuan. Nah, kalau kamu nggak mau rencana liburanmu rusak gara-gara salah perhitungan, ikuti tips berikut ini. Liburan ke tempat wisata yang dekat dengan domisili   Jembatan kali kuto, tol batang-semarang . . #mudik A post shared by Agus Setia (@agusbroo) onJun 19, 2018 at 7:36pm PDT Sebenarnya, pergi wisata setelah Lebaran bisa ke mana saja kok. Tapi, menghindari jebakan kemacetan arus balik mudik seringkali jadi alasan malas ke mana-mana. Kamu nggak harus ke destinasi favorit yang lokasinya jauh dari kota asal. Coba cari tahu lagi, yang penting lokasinya nggak jauh dari tempat tinggalmu. Nggak ada salahnya berkunjung ke museum, taman, atau kebun binatang yang dekat dengan domisilimu. Siapa tahu masih banyak tempat yang ternyata belum pernah kamu ketahui sebelumnya. [Baca juga : Kuliner Khas Pecinan Cianjur] Kunjungi tempat wisata baru Sebaiknya, pilih hari setelah Lebaran daripada menjelang akhir liburan. Seperti juga kamu, orang-orang ingin berlibur ke destinasi impian saat liburan panjang. Jadi, bisa dipastikan destinasi wisata akan sangat ramai waktu libur Lebaran. Ini nggak cuma membuat traveler kurang leluasa eksplorasi, tapi juga ‘merusak’ mood senang-senang kamu. Karena itu, lebih baik mengunjungi tempat baru yang belum sempat kamu kunjungi. Lebih baik di tengah minggu sebelum weekend Jangan lupa mempertimbangkan waktu kunjungan jika ingin berlibur sehabis Lebaran. Saran kami, berkunjunglah di pertengahan minggu, saat suasana liburan masih terasa, tetapi nggak terlalu ramai. Liburan di hari biasa akan lebih leluasa. Kenapa mesti di tengah minggu? Kalau berkunjung saat weekend, ini bertepatan dengan liburan keluarga. Belum lagi jika weekend yang kamu pilih bertepatan dengan hari terakhir anak sekolah libur. Jadi, objek wisata pasti akan ramai. Pilih destinasi yang letaknya berlawanan dengan arah mudik Naik mobil pribadi ataupun kendaraan umum sama-sama memiliki keuntungan. Jika lokasi liburanmu cukup dekat dengan rumah atau penginapan, sebaiknya naik kendaraan umum saja selama bisa dijangkau. Hindari destinasi yang ditempuh dengan menyambung kendaraan umum lebih dari sekali apalagi kalau membawa anak-anak. Jika kamu memutuskan naik mobil pribadi untuk liburan bersama keluarga, pastikan sudah menyadari konsekuensinya. Selain itu, periksa kembali kesiapan kendaraanmu sebelum meluncur ke jalan. Padatnya mobil pribadi yang mudik serta kondisi jalanan yang sulit diprediksi mewajibkanmu waspada akan terjadinya musibah jalan raya, seperti kecelakaan. (Sumber: Artikel asuransisimasnet.com, Foto freepik.com)
...more

Dayak Kuping Panjang

Tradisi memanjangkan cuping telinga menjadi salah satu keunikan budaya di Kalimantan. Meski sebenarnya tidak semua suku melakukannya, tapi budaya ini sudah terlanjur melekat dengan masyarakat dayak secara umum. Namun sayangnya dari waktu ke waktu, tradisi ini semakin menghilang, dan saat ini hanya tinggal sedikit orang Dayak yang masih memiliki cuping telinga panjang, itu pun umumnya generasi tua.Salah satunya di Kampung Bena Baru yang dihuni sekitar 700 jiwa penduduk. Kampung Bena Baru adalah salah satu kampung pedalaman suku Dayak Kenyah yang berada di Sungai Kelay, Kecamatan Sambaliung. Kehidupan masyarakat di tempat ini masih berjalan berdampingan dengan tradisi dan kultur lokal, lengkap dengan upacara adat dan tari-tarian khasnya. Sebagian peralatan kerja dan rumah tangga merupakan hasil buatan tangan sendiri. Tapi bukan berarti penduduk kampung ini merasa asing terhadap perkembangan teknologi seperti televisi, telepon seluler, dan alat-alat elektronik lainnya. Kampung yang baru dibuka pada tahun 1980-an ini memiliki sekitar 20 orang nenek yang memiliki telinga cuping panjang. Daun telinga cuping panjang tidak hanya diperuntukkan bagi wanita, tetapi juga untuk laki-laki. Proses pemanjangan cuping telinga mulai dilakukan sejak bayi. Hal ini umumnya dikaitkan dengan tingkatan sosial seseorang dalam masyarakat Dayak. Bagi suku Dayak Kayan, misalnya, telinga cuping panjang menunjukkan kalau orang tersebut berasal dari kalangan bangsawan. Sementara bagi perempuan, telinga cuping panjang menunjukkan apakah dia seorang bangsawan atau budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang.Di kalangan masyarakat Dayak Kayan, pemanjangan cuping daun telinga ini biasanya menggunakan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang atau berbentuk gasing ukuran kecil. Dengan pemberat ini daun telinga akan terus memanjang hingga beberapa sentimeter.Di desa-desa yang berada di hulu Sungai Mahakam, telinga cuping panjang digunakan sebagai identitas yang menunjukkan umur seseorang. Begitu bayi lahir, ujung telinganya diberi manik-manik yang cukup berat. Jumlah manik-manik yang menempel di telinganya akan bertambah satu untuk setiap tahun.Tetapi ada juga anggapan yang mengatakan kalau tujuan pembuatan telinga panjang bukanlah untuk menunjukkan status kebangsawanan, tetapi justru untuk melatih kesabaran. Jika dipakai setiap hari, kesabaran dan kesanggupan menahan derita semakin kuat.Sementara bagi suku Dayak Kenyah, antara laki-laki dan perempuan memiliki aturan panjang cuping telinga yang berbeda. Kaum laki-laki tidak boleh memanjangkan cuping telinganya sampai melebihi bahunya, sedangkan perempuan boleh memanjangkannya hingga sebatas dada. Proses memanjangkan cuping daun telinga ini diawali dengan penindikan daun telinga sejak masih berumur satu tahun. Setiap tahun, satu buah anting atau subang perak digantungkan di telinga mereka. Gaya anting atau subang perak yang digunakan pun berbeda-beda, yang akan menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Gaya anting kaum bangsawan tidak boleh dipakai oleh orang-orang biasa. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

7 Spot Eksotis di Wisata Pulau Sangiang, Wajib Eksplor!

TripTrus.Com - Wisata Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, yakni antara Jawa dan Sumatra, tepatnya di Kabupaten Serang. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten. Dulu pulau ini di jadikan cagar alam. Namun seiring berjalannya waktu, pulau ini dijadikan taman wisata alam laut. Belum banyak yang tahu tentang pulau kebanggaan Kabupaten Serang tersebut. Terbukti dari sedikitnya wisatawan yang mengunjungi sehingga keindahan pulaunya masih terjaga sampai saat ini. Berikut adalah daftar beberapa spot menarik yang sayang untuk kamu lewatkan jika kebetulan berkunjung ke Pulau Sangiang seperti dikutip dari IDN Times.       View this post on Instagram A post shared by Jakarta Jalan Jalan (@jktjalanjalan) onMar 30, 2020 at 7:01pm PDT 1. Pemandangan nuansa hijau sebelum sampai di dermaga Spot indah yang pertama kali menyambut kedatangan wisatawan adalah nuansa hijau dari hutan bakau dan anak sungai menuju ke dermaga Pulau Sangiang, seperti sungai Amazon nuansa yang tergambar pada spot ini 2. Goa Kelelawar Bukan hanya Bali, di Pulau Sangiang kalian dapat menjumpai goa kelelawar dan menyaksikan ratusan kelelawar bermain – main dengan deburan ombak yang memasuki goa tersebut. Pada bagian ujung gua terlihat lubang sebagai tempat masuknya air. Wajar saja jika permukaan gua terendam oleh air laut. Ada satu yang unik dari terendamnya permukaan gua ini yakni ikan hiu datang untuk menunggu kelelawar yang jatuh untuk menjadi santapan. Namun untuk melihat peristiwa yang langka tersebut pengunjung harus menunggu momen yang pas. Biasanya pagi sampai siang hari di bulan Mei hingga Agustus menjadi waktu yang pas untuk melihat hiu melahap kelelawar yang jatuh dari langit-langit di Gua Kelelawar, Pulau Sangiang 3. Puncak Begal Pengalaman paling menarik dari Puncak Begal adalah wisatawan disuguhkan keindahan sunset di sore hari. Dan di Puncak Begal ini kalian dapat melihat pemandangan laut lepas serta sensasi ombak yang bertabrakan dengan tebing – tebing di sekitar serta memiliki pemandangan yang indah untuk jadi spot foto. [Baca juga : "2021, Pemkab Bogor Targetkan Geopark Pongkor Mendunia"] 4. Bukit Harapan Di spot ini kalian dapat beristirahat sejenak setelah melakukan perjalan dari spot sebelumnya. Bukit Harapan menyuguhkan pemandangan indah dan asri serta anginnya yang sepoi-sepoi dijamin bikin kalian betah berlama-lama di spot ini 5. Pantai Sangiang Di Pantai Sangiang sendiri kalian dapat menikmati pemandangan yang indah dari pasir putih dan biru laut serta hijau tebing. Tidak seperti pantai kebanyakan, Pantai Sangiang ini tidak begitu di penuhi wisatawan sehingga kalian bebas berfoto di spot ini tanpa terganggu keramaian orang berlalu-lalang. For your information, kalian bisa menginap di sekitar pantai dengan menggunakan tenda bersama teman – teman kalian Selain itu saat berwisata ke Pulau Sangiang, jangan lewatkan pemandangan bawah lautnya yang indah dengan cara melakukan snorkeling. Jika kamu tidak membawa alat snorkeling, jangan khawatir sebab banyak persewaan alat snorkeling di Pulau Sangiang. (Sumber: Artikel bantennews.co.id Foto jktjalanjalan)
...more

Berenang Bersama Hiu

TRIPTRUS - Mendengar nama ikan hiu, banyak orang mungkin akan merasa takut untuk berada di dalam air dengan mamalia laut yang dikenal sebagai karnivora itu. Tapi di Teluk Cenderawasih, para penyelam bisa berenang tenang bersama ikan hiu paus (Rhincodon typus). Meski memiliki tubuh raksasa yang mencapai panjang belasan meter dari moncong sampai ujung sirip ekor, dan berat mencapai belasan ton, hiu paus bukanlah pemangsa daging - tidak seperti sepupunya yang lain misalnya hiu putih atau hiu banteng. Ikan hiu paus memakan ikan-ikan kecil dengan cara menghisap kumpulan ikan. Banyaknya bagan (tempat penangkapan ikan) terapung di Teluk Cenderawasih menarik para hiu paus untuk berada di dekat bagan-bagan tersebut. Para nelayan juga menganggap hiu paus sebagai pembawa keberuntungan dan seringkali melemparkan ikan-ikan kecil yang tidak diinginkan ke kumpulan hiu paus. Ada banyak tempat di mana hiu paus berkumpul: Pulau Natal, Galapagos, Belize, Kepulauan Seychelles, pesisir barat Australia, bahkan di perairan sekitar Taman Nasional Ujung Kulon, Banteng. Tidak seperti tempat-tempat lain yang disebutkan tadi, di Teluk Cenderawasih keberadaan hiu paus dapat ditemui sepanjang tahun - sementara di tempat lain mereka hanya melintas atau berkumpul untuk beberapa waktu saja. Teluk Cenderawasih adalah taman laut nasional yang keindahan bawah lautnya dikenal sebagai salah satu dive spot terbaik dan terindah di dunia. Pakar ichtyologi (ilmu yang mempelajari tentang ikan), Dr. Gerald Allen, menyebut perairan Teluk Cenderawasih sebagai "Galapagos dari Timur." Keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang unik, serta ratusan spesies binatang bawah laut adalah surga bagi para ilmuwan dan peneliti dari seluruh dunia. Sebagai taman laut nasional terbesar di Indonesia, Teluk Cenderawasih adalah salah satu perairan yang menyimpan gugus karang yang hampir tidak pernah terjamah oleh manusia.Teluk ini dulunya secara geologis terpisah dari arus Samudera Pasifik, sehingga menyebabkan banyak spesies endemik yang hanya hidup di teluk ini. Taman Nasional Teluk Cenderawasih terletak pada Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Nabire,  Papua Barat. Dengan 600 spesies karang dan 955 spesies ikan yang berhabitat di teluk ini, Teluk Cenderawasih juga menawarkan keistimewaan sebagai tempat diving di mana ikan hiu paus bisa  terlihat sepanjang tahun. Selain menyelam bersama ikan hiu paus, kawasan Teluk Cenderawasih juga punya banyak sekali tujuan wisata untuk didatangi, seperti: Pulau Rumberpon yang terkenal sebagai lokasi pengamatan burung dan penangkarang rusa, Pulau Mioswaar dengan sumber air panasnya, serta pulau-pulau lain yang memiliki bentangan alam yang menakjubkan. Di lepas pantai beberapa pulau, juga terdapat hamparan kapal perang karam dari zaman Perang Dunia II. Untuk mencapai Teluk Cenderawasih, dapat menggunakan pesawat Biak yang selanjutnya meneruskan penerbangan ke Manokwari atau Nabire. Selanjutnya, Taman Nasional Teluk Cenderawasih dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor.
...more

Melirik Pantai Wisata Jember

Wisata bahari di pantai selatan Jember mulai dilirik investor asing. Bahkan, perusahaan Korea sudah menyurvei tiga pantai unggulan di Jember. Mereka tertarik serta ingin menanamkan modal. Sebab, pantai di Jember dinilai potensial. Plt Kepala Kantor Wisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember M. Satuki menyatakan, tiga pantai tersebut adalah Pantai Watu Ulo, Papuma, dan Payangan. ”Belum ada kesepakatan apa pun. Namun, mereka sangat mengapresiasi keindahan laut Jember,” katanya. Selain potensi wisata laut, mereka sempat melihat wisata pegunungan. Bahkan, lanjut Satuki, investor Jakarta juga turut melakukan survei. ”Yang paling antusias adalah investor Korea. Siang hari sudah diantar keliling pantai, mereka minta datang lagi malamnya,” jelasnya. Pihaknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan keindahan Pantai Papuma. Pihaknya men-setting makan malam di tepi pantai seperti di Legian Bali untuk meyakinkan para investor. Bahkan, mereka diyakinkan langsung oleh Bupati Faida. Sejumlah investor yang singgah di Jember tersebut datang setelah menyaksikan karnaval dunia JFC. Mereka semakin yakin setelah tiga menteri dan kepala daerah di Jatim turut datang ke Jember. ”Karena kami menangkap peluang itu,” imbuhnya. Satuki optimistis kedatangan para investor tersebut berdampak baik bagi kemajuan Jember. Selain itu, multiplier effect bakal terus mengalir ke Jember. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terealisasi dengan optimal. Dia menambahkan, pergelaran JFC selama empat hari pekan lalu mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan asing mencapai 200 ribu orang. ”Apalagi pada pekan bersamaan ada Mata Najwa yang dihadiri tiga menteri,” ujarnya. Dia mengaku seluruh hotel di Jember penuh. Bukan hanya hotel kelas bintang, hotel kelas melati pun dipenuhi pengunjung. ”Banyak homestay yang dihuni wisatawan,” ucapnya. Multiplier effect lain selama pelaksanaan JFC juga dirasakan pelaku UMKM di Jember. Meski demikian, mereka mengakui bahwa penjualan suvenir perlu ditingkatkan. Perjalanan paket wisata juga perlu direalisasikan selama ada momen agenda wisata semacam itu. Sebab, konsep terintegrasi sangat diperlukan dalam menunjang efektivitas promosi potensi wisata di Jember. (Sumber: Artikel jawapos.com Foto eruvierda.wordpress.com)
...more

7 Objek Wisata Religi di Bali

TripTrus.Com - Sudah jelas bahwa Bali merupakan sebuah pulau wisata yang keindahannya berada di tiap sudutnya. Mulai dari pantai sampai pura, tempat ibadah umat Hindu yang berdiri di tiap sisi kotanya memberikan keindahan dan ciri khas tersendiri bagi Bali. Sampai-sampai Bali mendapat predikat sebagai museum hidup. Berikut ini ada tujuh objek wisata religi di Bali yang masing-masing menyajikan suatu aspek spiritual tersendiri. Bagi Anda wisatawan yang ingin mengetahui dan merasakan atmosfirnya, silahkan berkunjung ke objek wisata religi berikut ini, jangan lupa untuk tetap hening, sopan, dan bersikap anggun ya! 1. Klenteng Ling Li Miao Klenteng merupakan tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang menganut kepercayaan Konghucu. Di Bali, ada sebuah klenteng bernama Klenteng Ling Li Miao yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat berkumpul masyarakat Tionghoa di Bali untuk membahas banyak hal. Yang unik, di dalam klenteng ini Anda bisa menjumpai sebuah pura. Alamat Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan Akses Anda bisa melalui Jl. Griya Anyar sampai ke tujuan Anda di kota Denpasar 2. Pura Paluang Di Pura Paluang tidak hanya pura sebagai sebuah tempat ibadah yang dapat Anda jumpai. Tapi ada yang istimewa dari pura tersebut, yakni keberadaan pelinggih menyerupai mobil Volkswagen Beetle dan Jimny. Keunikan pelinggih mobil ini mendatangkan rasa ingin tahu di kalangan wisatawan mancanegara seperti Spanyol, Perancis, Australia, Inggris, dan lain-lain. Anda penasaran juga? Segera datangi lokasinya secara langsung. Alamat Dusun Karang Dawa, Pulau Nusa Penida, Bali Akses Anda harus menyeberang melalui Pelabuhan Pantai Sanur, dengan menggunakan Speed Boat menuju pelabuhan di Nusa Penida Harga Menggunakan jukung Rp 40.000,- per orang, atau speed boat berkisar Rp 90.000,- per orang 3. Pura Rambut Siwi Pura Rambut Siwi juga merupakan pura terbesar di Bali. Pura Rambut Siwi juga tergolong sebagai Pura Puncak karena letaknya pun juga berada di ketinggian yang lebih tinggi dari Pura Segara dan Pura Penataran. Di Pura Rambut Siwi Anda bisa menapaki tangga yang jumlahnya puluhan untuk mencapai pintu gerbangnya, sebelum itu, di sisi kanan dan jalan menuju pintu gerbang, Anda akan disambut oleh patung penjaga yang mirip dengan singa. Mau tahu lebih banyak? Langsung saja meluncur ke Denpasar Bali. Alamat Di Jalan Denpasar—Gilimanuk, Desa Yehembang, Kec. Mendoyo, Jembrana Akses Anda bisa menjangkaunya dari pelabuhan Gilimanuk, hanya dengan melalui Jalan Denpasar—Gilimanuk, mampirlah sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lain 4. Pura Ulun Mumbul Pura Ulun  Mumbul berada di area Taman Mumbul. Taman tersebut sangat hijau dan asri, udaranya masih bersih dan sejuk. Sedangkan pura berada di tengah danau di antara Taman Mumbul tersebut.  Bagi masyarakat sekitar, Taman Mumbul dan Pura Ulun Mumbul merupakan sebuah kawasan suci. Tempat ini memang sering dipergunakan sebagai tempat Upacara Melasti. Selain itu, danau di tengah-tengah taman juga menjadi sumber air bagi masyarakat Desa Sangeh, untuk mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Alamat Kawasan desa wisata Sangeh, Abiansemal, Badung Akses Kurang lebih 1 km dari Desa Sangeh, dapat dijangkau dari kota Denpasar dalam waktu kurang lebih 60 menit 5. Pura Dalem Balingkang Dengan berkunjung ke Pura Dalem Balingkang, Anda tidak hanya dapat memberi penghormatan pada Ida Dalem Kepogan saja. Anda bisa menyaksikan bangunan-bangunan lain seperti Paruman Agung sebagai stana Ida Bhatara Sami dan melihat pelinggih Ratu Ayu Subandar. Ada juga bangunan peribadatan khas Tionghoa di kompleks Pura Dalem Balingkang. Oleh karena itu, di tempat ini Anda bisa merasakan multikultural yang kental. Alamat Desa Pakraman Pinggan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli Akses Anda bisa menjangkaunya melalui Pura Pucak Penulisan menuju Banjar Paketan di Desa Pakraman Sukawan, Anda akan melalui jalan turun dan naik nan berliku sebelum sampai di Pura Dalem Balingkang 6. Pura Mekah Mendengar nama Mekah, Anda pasti teringat Makkah yang ada di Arab Saudi ya? Mekah yang satu ini adalah sebuah pura di Bali yang dipergunakan oleh pemeluk agama Islam untuk ibadah. Di depan pura, Anda bisa melihat dua ekor naga berada di sisi kanan dan kiri pura. Bentuknya tinggi menjulang, bernama Ratu Gede Dalem Mekah dan ada Pura Dalem Mekah Kukuh. Ingin tahu seperti apa? Lihat saja langsung wujud akulturasi budaya masyarakat Bali dengan kepercayaan Islam tersebut. Alamat Desa Kubutambahan, Buleleng Akses Dari terminal Bus Ubung, Anda bisa menjangkau lokasi saat menuju Singaraja. Kedua pura ada di sisi jalan raya, sehingga Anda bisa langsung mampir 7. Pura Catur Lokapala Pura ini dibangun dengan konsep sebagai pelindung dan menjaga rasa aman dan nyaman bagi empat alam yang dikuasai oleh empat pemuka Dewa.  Di sekitar Pura, Anda bisa merasakan sejuknya danau buatan yang berukuran kecil, serta kesejukan wilayah sekitar Pura. Suasana syahdu akan mengantarkan Anda pada kedamaian ditambah lagi pepohonan rindang yang tumbuh di sekeliling pura menambah kenyamanan wisatawan. Alamat Desa Besakih, Kec. Rendang, Kab. Karangasem Akses Dari Denpasar, lokasi dapat dijangkau melalui Jl. Prof. Ida Bagus Mantra dan Jl. Raya Besakih Begitu banyak aspek religi yang ada di Pulau Dewata, Anda bisa mengabadikan salah satunya atau semuanya bila waktu liburan mencukupi. Selamat berjalan-jalan! (Sumber: Artikel bali.panduanwisata.id Foto pixabay.com)
...more

Misteri Candi Sukuh

Di bagian barat lereng Gunung Lawu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sebuah bangunan bernama Candi Sukuh yang menyimpan misteri tersendiri. Sebagai salah satu dari beberapa candi yang terdapat di kaki Gunung Lawu, Candi Sukuh memiliki keunikan baik dalam hal bentuk bangunan dan relief serta patung-patung yang berada di sekitarnya. Di pertengahan abad ke-15, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran, dengan masuknya agama Islam yang menyebabkan makin berkurangnya penganut agama Hindu di Jawa. Tapi di saat itu para penguasa Majapahit mendirikan Candi Sukuh di kaki Gunung Lawu, yang dianggap sebagai tempat sakral untuk memuja para arwah leluhur dan sebagai perlambang kesuburan. Maka tidak heran apabila di Candi Sukuh ditemukan banyak relief lingga dan yoni, perlambang alat kelamin pria dan wanita.Sir Thomas Raffles, penguasa Jawa pada masa itu, mengunjungi Candi Sukuh dan melihat kondisi candi itu dalam keadaan yang penuh kerusakan. Banyak patung yang dirusak, bahkan sebuah patung lingga berukuran besar pecah menjadi dua bagian. Raffles menyimpulkan bahwa perusakan ini dilakukan oleh para penganut agama Islam di abad 16, berdasarkan pola kerusakan yang sama di daerah-daerah yang menjadi titik penyebaran agama Islam.Berbeda dengan kebanyakan candi agama Hindu lainnya, Candi Sukuh tidak menghadap ke arah terbitnya matahari, melainkan menghadap ke arah barat. Selain itu, bentuk bangunannya juga berbeda. Bisa dibilang bahwa bangunan Candi Sukuh sekilas mirip dengan bangunan suku Maya di Amerika Selatan yang lebih mirip dengan piramid terpotong yang dikelilingi oleh monolit dan patung-patung besar. Bentuk bangunan Candi Sukuh lebih menyerupai trapesium dengan tiga teras bertingkat dengan satu anak tangga di bagian tengah sisi depan candi tersebut. Bentuk ini diperkirakan dibuat karena semakin berkurangnya pengaruh agama Hindu, yang menyebabkan pembuat candi kembali menggunakan desain dengan pola animisme.Saat memasuki Candi Sukuh, jelas terlihat relief yang menggambarkan hubungan badan dengan penggambaran lingga dan yoni. Tapi jangan berpikiran kotor dulu, TripTroops, bentuk-bentuk itu merupakan lambang untuk menghilangkan atau menyembuhkan segala kekotoran di dalam hati. Dahulu, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Patung ini kemudian dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional di Jakarta. Di sisi sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat relief raksasa yang menggigit ekor ular. Relief ini merupakan lambang dari sengkalan memet (lambang tahun pembuatan) yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun diselesaikannya pembuatan Candi Sukuh. Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief raksasa memakan manusia, yang juga merupakan sangkalan memet dengan arti yang sama dengan gapura sisi utara.Selain bangunan candi, di Candi Sukuh juga dapat ditemui berbagai relief, seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Lalu ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa yang ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Selain itu, ada beberapa patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam (maaf) alat kelaminnya.Untuk mencapai Candi Sukuh, TripTroops bisa menggunakan jalur Solo, dengan menaiki bus jurusan Solo-Tawangmangu. Sebelum sampai di Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Pandan dan menaiki bus atau angkot menuju Pertigaan Nglorog. Sesampai di sana, Candi Sukuh bisa dicapai dengan menaiki ojek - kendaraan satu-satunya yang menuju Candi Sukuh karena jalannya yang cukup terjal. Kalau TripTroops tidak biasa berjalan di jalur menanjak yang terjal, disarankan untuk menumpangi ojek. Dan dengan menambah sedikit biaya, ojek dapat diminta menunggu karena tidak ada kendaraan yang menunggu di Candi Sukuh. Untuk masuk ke Candi Sukuh juga tidak mahal. Ada sedikit biaya untuk membayar tiket yang harganya berbeda untuk pengunjung lokal dan pengunjung mancanegara.   Photos courtesy of: Wikipedia
...more

Traveling di Bulan Ramadhan Siapa Takut? Berikut Ini Tipsnya!

TRIPTRUS - Traveling bukanlah sekedar lifestyle, tetapi hobi yang begitu menyenangkan. Wajar saja bulan Ramadan tidak menghalangi sebagian orang untuk melakukan traveling. Akan tetapi, untuk traveling di saat puasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini karena kondisi fisik yang berbeda dibandingkan dengan bulan biasa.   Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan jika ingin traveling saat bulan puasa   1. Destinasi Adalah Utama Jangan sampai kamu memilih destinasi traveling yang menguras banyak energi. Tidak ada salahnya kamu memilih tujuan traveling yang berbau religi saat puasa. Kamu bisa mengunjungi museum keagamaan atau masjid. Selain menghemat tenaga, tujuan wisata tersebut bisa memperkaya jiwa.   2. Perlengkapan Ibadah Meskipun traveling, ibadah tetap harus dijalankan. Bawalah perlengkapan ibadah saat kamu sedang bepergian di bulan puasa. Jangan sampai kamu mengandalkan perlengkapan ibadah di tempat umum.   3. Tetap Konsumsi Menu Yang Sehat Makanan sangat penting saat puasa. Setelah menentukan destinasi traveling, kamu juga perlu tahu makanan apa saja yang bisa kamu nikmati di tempat tersebut. Pilihlah makanan yang sehat untuk berbuka atau sahur. Selain itu, kamu juga harus perlu tahu apakah harus reservasi atau tidak untuk makan di tempat tersebut.   4. Dokumentasi Jangan lupa untuk membawa kamera atau videocam saat traveling. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan smartphonemu. Dokumentasi saat traveling di bulan Ramadan sangatlah istimewa. Kamu bisa mengambil atau merekam video tentang tradisi setempat yang hanya bisa ditemui saat bulan Ramadan.   5. Eksplorasi Budaya Setempat Tidak hanya melihat atau merekam saja, cobalah kamu mengikuti secara aktif tradisi di daerah tersebut. Kamu bisa sholat tarawih atau ikut tradisi keagamaan di tempat tersebut. Jika memungkinkan, kamu bisa menginap di salah satu rumah warga. (Sumber: Artikel brilio.net ; Foto liputan6.com)
...more

ButikTrip.com
remen-vintagephotography
×

...