shop-triptrus



Wae Rebo: Kampung Adat yang Mengglobal

Anda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai  akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014. Katarine misalnya, seorang turis asal Firlandia, meninggalkan moment Natal bersama keluarga untuk traveling ke Flores untuk mengunjungi Kampung yang namanya mulai tersehor di daratan Eropa sejak penetapan UNESCO. Begitu juga dengan para pengunjung dari berbagai Negara, mereka menganggap Wae Rebo seperti magnet yang baru muncul yang energinya mulai menarik para pengunjung di seluruh dunia. Kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo mempunyai makna "mata air". Wae Rebo secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini  juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Selain unik dari sisi arsitek dan pemilihan lokasinya, pola susun rumah adat Wae Rebo juga unik, karena polanya melingkar dan tepat di tengah-tengahnya terdapat batuan yang disusun membentuk persegi. Pada bagian persegi itu terdapat semacam altar yang terbuat dari bambu untuk meletakan sesembahan para leluhur. Susunan batuan itu disebut sebagai Compang untuk upacara adat. Bentuk rumah adat ini selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku Manggarai. Pola pembagian sawah ini juga menyerupai sarang laba-laba yang mengerucut dibagian tengah, dengan alur pembagian seperti petak-petak yang dibuat oleh laba-laba untuk menjerat mangsanya. Anda dapat menemukan sawah yang berbentuk sarang laba-laba ini di Lembor dan Cancar, saat perjalanan menuju Kota Ruteng. Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama. Jika Anda mengunjungi kampung adat Wae Rebo, banyak hal yang akan Anda dapatkan, di antaranya adalah nikmatnya kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat, selain itu juga perpaduan antara rumah adat dan hijaunya hutan bagaikan permadani  menyelimuti kokohnya gunung-gunung yang mengelilingi kampung Wae Rebo.  Perpaduan ini menjadi sebuah kolaborasi apik yang akan memanjakan mata Anda di sana. BAGAIMANA KE SANA? Wae Rebo dapat di tempuh dengan start perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Labuan Bajo, yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya  Anda harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan Anda dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar. setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo.    Profile Campa Tour: Create awareness of history by traveling all around the world. Discover the hidden treasures and enjoy cross-century experience. We aim to take our customer into unforgettable journey when they are taken out of their comfort zones, discover new stories, reveal the truth about ancient history, experience land before times and traditional culture, and find their true selves. Website: http://www.campatour.com/ Twitter: @CampaTour      
...more

Nggak Cuma Healing, Di Sini Bisa Ngerasain Kisah Cinta Paling Tragis yang Pernah Ada di Tanah Lebak

TripTrus.Com -  Kalau selama ini lo mikir museum itu cuma tempat pajangan benda tua yang bikin ngantuk, fix lo harus buang jauh-jauh anggapan itu. Di Rangkasbitung, ada satu spot yang justru bikin banyak anak muda penasaran karena nyimpen cerita cinta yang nggak kalah sedih dari film-film romantis zaman sekarang. Namanya Museum Multatuli. Tapi tunggu dulu, daya tarik tempat ini bukan cuma soal bangunan bersejarah atau koleksi lawas. Ada satu kisah yang bikin banyak pengunjung langsung penasaran sejak pertama kali masuk: cerita Saidjah dan Adinda. Buat yang belum tahu, Saidjah dan Adinda adalah dua tokoh legendaris yang kisah cintanya dikenal luas lewat novel Max Havelaar karya Multatuli. Bukan cerita cinta ala happy ending yang penuh bunga-bunga. Justru sebaliknya, hubungan mereka dipenuhi penderitaan, perpisahan, sampai tragedi yang bikin hati nyesek       View this post on Instagram A post shared by Instagramers Media Banten (@im.banten) Menariknya, kisah yang dulu cuma hidup dalam lembaran buku sekarang bisa lo rasain atmosfernya secara langsung di Museum Multatuli. Begitu masuk area museum, lo bakal nemuin berbagai representasi tentang perjalanan hidup masyarakat Lebak pada masa kolonial. Di sinilah cerita Saidjah dan Adinda seolah dihidupkan kembali sebagai simbol penderitaan rakyat kecil yang terjebak dalam sistem penjajahan. Banyak pengunjung datang awalnya cuma buat foto-foto. Tapi begitu mulai baca cerita dan melihat instalasi yang ada, suasananya langsung berubah. Lo jadi sadar kalau kisah cinta mereka bukan sekadar drama romantis, melainkan gambaran kerasnya kehidupan masyarakat pribumi saat itu. Yang bikin museum ini beda dari kebanyakan museum lain adalah konsepnya. Museum Multatuli nggak cuma ngomongin sejarah kolonialisme, tapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana ketidakadilan pernah terjadi dan bagaimana perlawanan terhadap kolonialisme tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat. Tema besar yang diangkat memang anti-kolonialisme, jadi pengalaman yang lo dapet bukan cuma jalan-jalan, tapi juga refleksi sosial. [Baca juga : "Senja Paling Gila Di Labuan Bajo: 5 Spot Sunset Yang Bikin Lo Nggak Mau Pulang"] Di area luar museum, ada monumen interaktif yang menampilkan figur Multatuli, Saidjah, dan Adinda. Spot ini jadi salah satu lokasi favorit pengunjung buat berfoto sekaligus mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yang selama ini mungkin cuma mereka dengar dari pelajaran sejarah atau literatur klasik. Nggak heran kalau Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah-Adinda sekarang makin sering masuk daftar destinasi wisata edukatif yang wajib dikunjungi saat mampir ke Kabupaten Lebak. Lokasinya strategis, aksesnya gampang, dan yang paling penting, pengalaman yang lo dapet nggak sekadar buat konten media sosial, tapi juga nambah perspektif tentang sejarah yang jarang dibahas dengan cara menarik. Di tengah tren wisata yang serba estetik dan instagramable, ternyata masih ada tempat yang bisa bikin lo pulang bukan cuma bawa foto, tapi juga cerita. Dan jujur aja, setelah tahu bagaimana akhir perjalanan Saidjah dan Adinda, kemungkinan besar lo bakal lebih menghargai arti perjuangan, cinta, dan kebebasan. Jadi kalau suatu hari lo lagi nyari destinasi yang beda dari sekadar cafe hopping atau staycation, mungkin ini saatnya mampir ke Museum Multatuli. Karena kadang, cerita paling berkesan justru datang dari masa lalu yang hampir terlupakan. (Sumber Foto @mfauzanozn)
...more

Persiapkan Liburan Sehabis Lebaran dengan Tips Ini

TripTrus.Com - Libur Lebaran tahun 2018 dipastikan lebih lama daripada biasanya, yaitu total 10 hari. Ada rencana traveling atau berkunjung ke destinasi wisata selama hari itu? Liburan kapan pun asyik-asyik saja, tapi perhatikan juga timing-nya. Sesaat libur Lebaran, semua destinasi wisata akan disesaki pengunjung. Arus kendaraan datang dan keluar pun sudah pasti bikin suasana hatimu nggak karuan. Nah, kalau kamu nggak mau rencana liburanmu rusak gara-gara salah perhitungan, ikuti tips berikut ini. Liburan ke tempat wisata yang dekat dengan domisili   Jembatan kali kuto, tol batang-semarang . . #mudik A post shared by Agus Setia (@agusbroo) onJun 19, 2018 at 7:36pm PDT Sebenarnya, pergi wisata setelah Lebaran bisa ke mana saja kok. Tapi, menghindari jebakan kemacetan arus balik mudik seringkali jadi alasan malas ke mana-mana. Kamu nggak harus ke destinasi favorit yang lokasinya jauh dari kota asal. Coba cari tahu lagi, yang penting lokasinya nggak jauh dari tempat tinggalmu. Nggak ada salahnya berkunjung ke museum, taman, atau kebun binatang yang dekat dengan domisilimu. Siapa tahu masih banyak tempat yang ternyata belum pernah kamu ketahui sebelumnya. [Baca juga : Kuliner Khas Pecinan Cianjur] Kunjungi tempat wisata baru Sebaiknya, pilih hari setelah Lebaran daripada menjelang akhir liburan. Seperti juga kamu, orang-orang ingin berlibur ke destinasi impian saat liburan panjang. Jadi, bisa dipastikan destinasi wisata akan sangat ramai waktu libur Lebaran. Ini nggak cuma membuat traveler kurang leluasa eksplorasi, tapi juga ‘merusak’ mood senang-senang kamu. Karena itu, lebih baik mengunjungi tempat baru yang belum sempat kamu kunjungi. Lebih baik di tengah minggu sebelum weekend Jangan lupa mempertimbangkan waktu kunjungan jika ingin berlibur sehabis Lebaran. Saran kami, berkunjunglah di pertengahan minggu, saat suasana liburan masih terasa, tetapi nggak terlalu ramai. Liburan di hari biasa akan lebih leluasa. Kenapa mesti di tengah minggu? Kalau berkunjung saat weekend, ini bertepatan dengan liburan keluarga. Belum lagi jika weekend yang kamu pilih bertepatan dengan hari terakhir anak sekolah libur. Jadi, objek wisata pasti akan ramai. Pilih destinasi yang letaknya berlawanan dengan arah mudik Naik mobil pribadi ataupun kendaraan umum sama-sama memiliki keuntungan. Jika lokasi liburanmu cukup dekat dengan rumah atau penginapan, sebaiknya naik kendaraan umum saja selama bisa dijangkau. Hindari destinasi yang ditempuh dengan menyambung kendaraan umum lebih dari sekali apalagi kalau membawa anak-anak. Jika kamu memutuskan naik mobil pribadi untuk liburan bersama keluarga, pastikan sudah menyadari konsekuensinya. Selain itu, periksa kembali kesiapan kendaraanmu sebelum meluncur ke jalan. Padatnya mobil pribadi yang mudik serta kondisi jalanan yang sulit diprediksi mewajibkanmu waspada akan terjadinya musibah jalan raya, seperti kecelakaan. (Sumber: Artikel asuransisimasnet.com, Foto freepik.com)
...more

Festival Musik Outdoor Paling Kece Di Indonesia, Ngerasain Sensasi Asik Nonton Konser Di Alam Bebas

TripTrus.Com - Pernah ngebayangin nonton musisi favorit lo, tapi tempatnya bukan venue biasa? Di festival musik outdoor ini, lo nggak cuma nikmatin musik, tapi juga bisa dapet vibes alam yang keren abis! Dari suasana gunung berkabut, aliran sungai yang jernih, sampe ombak pantai yang berdebur, lo bakal ngerasain sensasi yang beda banget dan pastinya memorable.       View this post on Instagram A post shared by tohpati (@tohpati) Festival-festival outdoor ini lagi hits banget di Indonesia, tiap festival punya konsep unik dengan vibes yang beda-beda, bikin lo makin nyatu sama alam. Buat yang suka musik sekaligus pengen healing, list festival ini wajib banget lo masukin ke bucket list. Gimana, udah siap kan buat ngerasain serunya konser sambil nikmatin view alam Indonesia? 1. Jazz Gunung Bromo Bayangin lo duduk santai di tengah gunung Bromo, ditemenin jazz keren dari musisi lokal dan internasional. Panorama pegunungan Bromo yang cakep abis makin syahdu pas digabung sama musik jazz yang bikin merinding! Event tahunan ini bener-bener kudu lo coba minimal sekali dalam hidup kalau ngaku pecinta jazz sejati. 2. Jazz Pinggir Kali Purbalingga (Festival JazzGirLi) Di Purbalingga, jazz nggak cuma jadi hiburan, tapi juga punya misi mulia buat ngebangkitin cinta sama alam, khususnya sungai. Lo bisa camping tiga hari dua malam, belajar soal sungai, tanem pohon di pinggir kali, sampe nonton konser jazz dengan alat musik yang sebagian dibikin dari sampah daur ulang. Bener-bener eco-friendly dan asik banget, kan? 3. Beach Jazz Festival Banyuwangi Buat lo yang pengen ngerasain jazz di pinggir pantai, Beach Jazz Festival di Banyuwangi bisa jadi pilihan. Acara ini juga sekalian buat promosiin keindahan kota Banyuwangi, jadi nggak cuma nonton konser, tapi lo juga bisa explore kota ini. Banyak musisi lokal top kaya Tulus, Raisa, dan White Shoes & the Couples Company yang pernah manggung di sini. 4. Mahakam Jazz Fiesta Samarinda Jazz di pinggir Sungai Mahakam, Samarinda? Kenapa nggak! Mahakam Jazz Fiesta ini bikin lo bisa nikmatin alunan jazz sambil liat sungai yang cantik. Event ini udah jadi salah satu daya tarik Samarinda, dan tentunya banyak musisi jazz, baik lokal maupun internasional, yang tampil di sini. [Baca juga : "Jalan Santuy Keliling Museum Di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!"] 5. Jazz Atas Awan Dieng Jazz Atas Awan di Dataran Tinggi Dieng ini punya nuansa magis yang bikin banyak turis lokal dan mancanegara penasaran. Lo bisa nonton konser jazz di ketinggian sambil nikmatin dinginnya udara pegunungan Dieng yang terkenal. Festival ini biasanya jadi bagian dari Dieng Culture Festival yang digelar tiap bulan Juli atau Agustus. 6. Moker Camp Pontianak Ini dia, buat lo yang doyan camping dan musik indie. Moker Camp di Pontianak punya konsep konser yang mirip camping trip, dimana lo bisa nginep di tenda, makan bareng, nanem mangrove, sampe bikin api unggun sambil ditemenin band indie Pontianak. Lokasinya juga keren, di pantai Pulau Temajo, cocok banget buat yang pengen ngilangin stress. 7. Eco Music Camp Terakhir, ada Eco Music Camp di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Bogor. Di sini, lo bisa nikmatin berbagai genre musik dari religi sampai jazz sambil camping tiga hari. Selain konser, ada juga workshop, diskusi, dan screening film buat lo yang haus akan ilmu. Kombinasi antara musik dan alam yang bener-bener bikin rileks! Nah, gimana? Udah kebayang kan serunya? Dari gunung sampai pantai, dari jazz sampai indie, festival outdoor ini bakal kasih lo pengalaman nonton musik yang lebih dari sekadar dengerin lagu. Nggak cuma hiburan, tapi juga refreshing sambil bikin momen yang nggak bakal lo lupain. Jadi, siapa tau kita bisa ketemu di salah satu festival ini, ya kan? (Sumber Foto @eventjawatimur) 
...more

Oleh-Oleh Khas Dieng Wonosobo

Tentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata. Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut. Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya. Carica Dieng Wonosobo Sumber: Foto manfaat.co.id Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi. Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo. Keripik Jamur Sumber: Foto drakemedia.net Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain. Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen. Kacang Dieng (Kacang Babi) Sumber: Foto wisatadieng.com Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini. Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng. Purwaceng Sumber: Foto viva.co.id Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu. Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana. Kaos Khas Dieng Sumber: Foto shop.triptrus.com Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan. Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...more

Cunca Wulang

Cunca Wulang merupakan salah satu obyek wisata air terjun di daerah Manggarai Barat, Flores. Kata “cunca” memang berarti air terjun. Tempat ini berjarak sekitar 30 kilometer ke arah timur Labuan Bajo, yang bisa dicapai dalam waktu sekitar satu jam perjalanan. Lokasi ini memiliki aliran air lembah sungai yang jernih, dan dikelilingi formasi batu-batuan, sehingga membuat air terjun ini menjadi seperti miniatur Grand Canyon yang terdapat di Arizona, Amerika. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Keindahan Wonosobo Temanggung

TripTrus.Com - Wisata kekinian identik dengan lokasi yang mampu menyajikan pemandangan spektakuler bila direkam oleh kamera foto dan keren di media sosial. Apalagi kalau bukan merekam pemandangan dari suatu ketinggian yang ekstrem. Karena itu, tidak menghe­rankan jika di Yogyakarta, wisatawan milenial selalu antre untuk bisa naik dan berfoto di sebuah gardu pandang. Tempat serupa mulai bermunculan, yang lama ikut berbenah dan lang­sung diserbu kalangan penyuka foto wisata. [Baca juga : "Bingung Tamasya Long Weekend? Coba Wisata Tembakau Di 2 Tempat Ini"] Salah satu area yang sekarang makin merebak di Instagram adalah kaki Gunung Sindoro dan Sumbing atau antara Wonosobo dan Temang­gung. Gunung Sumbing dengan ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan Sindoro 3.150 Mdpl yang terletak di Kabu­paten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah ini, di balik kegagahan­nya tersembunyi keindahan yang menakjubkan. Di kaki kedua gunung itu tumbuh subur ribuan hektare ladang tembakau. Keberadaan Gunung Sindoro dan Sumbing memang mendatang­kan banyak fenomena alam yang luar biasa. Bila menjelang malam, maka daerah di kaki kedua gunung tersebut akan tertutup kabut. Dari jalan aspal utama sampai jalan batu ke perdesaan seperti diselimuti tabir putih yang dingin. Inilah saatnya untuk memainkan kamera merekam atau berfoto dengan situasi yang begitu misteri. Persis di dekat gerbang perbatas­an Kota Wonosobo–Temanggung, berdirilah Hotel Dieng Kledung Pass. Berada di jalur utama antarka­bupaten sehingga sering dijadikan tempat singgah atau sering disebut sebagai Rest Area Kledung Pass Te­manggung. Hotel ini memiliki 32 kamar standar. Hebatnya, setiap kamar memiliki teras yang bisa dijadikan gardu pandang. Untuk kamar bagian belakang hotel, setiap tamu bisa me­lihat dengan jelas Gunung Sindoro serta hamparan ladang tembakau. Sementara deretan kamar ba­gian depan menjadi pos pandang bagi Gunung Sumbing di kejauhan. Karena dibatasi oleh jalan raya, untuk mendapatkan pemandangan Gunung Sumbing yang jelas, maka lebih asyik lagi kalau menyeberang lalu bersantai di Rest Area Kledung Pass. Di sini tempatnya terbuka dan langsung berada di kaki gunung. Dari tempat ini, desa terjauh dekat puncak gunung bisa terlihat dengan jelas. Di area ini, bila sudah puas ber­foto maka bisa dilanjutkan dengan menikmati minuman kopi serta makanan kecil yang dijual di kedai kopi seputar rest area. Menunggu Fajar       View this post on Instagram 😆😆😆mung hiburane cah ndeso kok😆😆😆 #sunrise #sunriseposong #temanggung #temanggunghits A post shared by fian_ (@fian_guwex) onJun 25, 2018 at 4:35am PDT Jika kebetulan wisatawan tengah bermalam di Hotel Dieng Kledung Pass Wonosobo, jangan lewatkan juga untuk mengejar terbitnya mata­hari. Tempat yang dituju adalah Po­song, Desa Tlahab, Temanggung. Ini adalah area perkebunan tembakau milik rakyat yang jaraknya hanya 10 menit dari hotel. Posong merupakan sebuah lokasi persis di kaki Gunung Sindoro. Di tempat itu terdapat beberapa gardu pandang untuk menunggu matahari terbit dari balik Gunung Sumbing. Untuk mencegat sang fajar, pengun­jung harus sudah berada di sana sejak jam 4 pagi. Dari gerbang tiket menuju area gardu pandang memerlukan waktu sekitar setengah jam. Melewati jalan berbatu yang menanjak, membelah perkebunan tembakau dan kopi. Bila tiba saat panen tembakau, pe­ngunjung dilarang menggunakan kendaraan roda empat karena akan mengganggu pergerakan kendaraan para petani. Dari pinggir jalan raya, pengun­jung bisa menggunakan ojek dengan tarif 15 ribu rupiah. Sampai di pos pengamatan, angin gunung yang kencang langsung menyambut, semakin membekukan udara di mu­sim kering yang berkepanjangan ini. Ada empat area pandang, beberapa di antaranya dikenakan tiket masuk lagi karena gardu pandangnya dibuat kekinian, seperti altar kayu yang keren bila difoto. Sekitar pukul 05.30 WIB semua mata memandang ke arah Gunung Sumbing, perlahan-lahan matahari pagi muncul dari balik Gunung Sumbing. Segera saja bayangan siluet gigir gunung yang memanjang, membe­lah perkebunan dan memantulkan sinar emas dari matahari. Inilah saatnya mengoperasikan penuh alat fotografi. Saling memotret atau selfie terus berjalan. Memanfaatkan ber­bagai sudut gardu pandang dengan latar belakang sinar matahari yang lembut. Adalah Zunianto, pemuda dari Desa Tlahab yang pada 2007 be­kerja di hotel dan menjadi guide bagi tamu hotel yang berkunjung ke Borobudur sampai Dieng. Menurut­nya, yang banyak dicari wisatawan adalah sunrise, seperti di Bukit Situ­mbu dekat Borobudur dan beberapa lokasi di kawasan Dieng. Setiap pulang ke rumah setelah subuh, Zunianto selalu berhenti di sekitar pom bensin Kecamatan Kledung, Temanggung. Di dataran tinggi Kledung ini, dirinya melihat sunrise yang indah dan selalu meng­abadikan sunrise tersebut dengan kameranya. Dirinya mulai tergoda untuk mencari lokasi sunrise yang ideal dan berhasil menemukan area Posong. Lewat pendekatan de­ngan pihak pemda, akhirnya area Posong dibangun menjadi area titik pandang sunrise yang berkembang menjadi badan usaha milik desa (BUMDes), Desa Tlahab. Kini, di area tersebut banyak dibuka warung kopi dan makanan yang membuat para pengunjung se­makin betah. Tiket masuk ke area ini 10.000 rupiah per orang. Waduk Mini Embung Kledung       View this post on Instagram Niliki ingon-ingon 😆😆 . . 🌏 Embung Kledung, Temanggung 📷 @ardhimo_ongsukoco . #embungkledung #embungkledungtemanggung #temanggunghits #beautifulview #beautifuldestination #viewgunungsumbing A post shared by Maya Kartika (@tikaa_may) onOct 15, 2018 at 7:28am PDT Puas menikmati sang fajar di Posong, jangan langsung kem­bali ke hotel, tapi habiskan waktu untuk kembali memandang keindahan Gunung Sindoro dan Sumbing dari lokasi yang berbeda. Kali ini ke Embung Kledung yang berada di lereng Gunung Sindoro. Embung Kledung merupakan waduk mini yang dibangun di lereng Gunung Sindoro bagian selatan. Tepatnya di Desa Kledung, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, dengan ukuran seluas 83 meter x 83 meter. Ini adalah embung buatan yang dibuat pada 2010. Embung yang berada di atas lahan bekas perkebunan tembakau seluas empat hektare ini dibangun dengan menggunakan dana hasil cukai tembakau pada 2010. Embung ini dibangun dengan tujuan mengatasi kesulitan air pada musim kemarau dan pengembangan kawasan wisata baru. Daya tarik yang ditawarkan oleh objek wisata ini adalah pemandangan waduk mini dengan latar Gunung Sindoro dan melihat keindahan Gunung Sumbing dari kawasan perbukitan. Kembali, setiap sisi embung menjadi gardu pandang untuk memandang ke arah gunung yang disukai. Di kawasan ini juga terdapat kebun teh yang cukup luas serta tanaman sayuran dan holtikultura serta tanaman tembakau. Untuk ke Embung Kledung bukan soal yang sulit. Kalau dari Jogja (Yogyakarta) ambil rute menuju Wonosobo melewati Temanggung dan Parakan. Dari Parakan langsung menuju Desa Kledung. Di sana cukup bertanya dengan penduduk setempat, atau membaca papan petunjuk yang ada di pinggir jalan. Setiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar 3.000 rupiah per orang. Kopi Tembakau       View this post on Instagram Arabika Cigarillo Gelanggu Pohon kopi di Lereng Gunung ini tak hidup sendiri, mereka hidup sama sama dengan tanaman yang lain, utamanya tanaman hortikultur dataran tinggi. Bisa sayur bisa tembakau. Tembakau, seperti yang ditahu, tak bisa ditanam sepanjang tahun. Harus nunggu musim kemarau, yang hanya terjadi setahun sekali itu. Biasanya pada caturwulan di tengah-tengah. Saat musim kemarau yang kemlentheng itu, dan saat dingin di dataran tinggi bisa sampai mengkristalkan embun-embun pagi di dedaunan, kalau masa nya bebarengan dengan masa matang ceri ceri kopi merah, maka bisa migrasi itu karakter tembakau ke kopi. Hal ini yang mendasari nama 'Cigarillo', karena tanaman sela yang ditandur itu memanglah tembakau, Sang Nicotiana Tabacum. Sedangkan 'Gelanggu' adalah singkatan dari 'Gelangan Gunung', tempat kopinya diproses. Semoga kehadiran Arabika Cigarillo Gelanggu ini bisa semakin nambah warna warna majemuk kopi Nuswantara yang eksotis. Nuswantara, begitu nulisnya dalam Bahasa Krama Inggil di Pustaka Babad Kedu. Seru ya ? Tak hanya kopi, namu juga merasuk sampai sejarah. Nilai nilai kopi memang tak berhenti dalam tegukan saja. Juga sosial dan budayanya. Kita sedia stok Red Honey, Natural, dan Fullwash Arabika satu ini. Silahkan kontak nomor bersangkutan di atas kalau mau pinarak, juga, kalau penasaran sama si Cigarillo Gelanggu. #kopi #coffee #arabika #arabica #kopijawa #javacoffee #sindoro #sumbing #sindorosumbing #kopitemanggung #temanggungcoffee #roasteryhouse #roastery #rumahkopi #kedaikopi #warungkopi #kopiindonesia #indonesiancoffee #kopinusantara #nusantaracoffee #kopitembakau A post shared by java.tobacco (@java.tobacco) onDec 14, 2016 at 3:52am PST Ketika matahari pagi mulai utuh bersinar, itulah saat yang pas untuk ngopi. Apalagi berada di tengah perkebunan tembakau dan kopi. Di Posong, Temanggung, ada kafe yang menjadi gardu pandang sekaligus menjual kopi dari hasil perkebunan sekitar. Adalah Tuhar (51) warga Dusun Tlahab, temanggung yang menekuni kopi khas daerah tersebut. Yang menarik, di daerah Temanggung bisa dikatakan tembakaulah yang masih menjadi komoditas utamanya. Di sisi lain, kota ini sebenarnya penyuplai kopi di Jawa Tengah. Hampir 60 persen kopi di Jawa Tengah berasal dari kota ini. Kualitas kopi Temanggung sendiri sekarang sudah mulai dikenal dunia. Di sekitaran Dusun Tlahap, Kabupaten Temanggung, pohon kopi ini ditanam. Secara geografis, ini dataran yang sangat tinggi, lebih kurang sekitar 1.600 Mdpl. Curah hujan di Posong juga cukup tinggi. Makanya, kesuburan tanah tidak perlu diragukan lagi. Tanaman di sekitaran Posong tumbuh produktif, subur, hijau, dan sejuk. Kopi posong ini bitter-nya cukup menonjol, tajam, dan keras. Kopi ini merupakan varietas Catimor, hasil persilangan antara jenis Robusta dan Arabika. Untuk masalah aroma, banyak yang menyebutkan kopi Posong memiliki karakteristik “Tobacco acidity”. Menurut Tuhar, Temanggung dan Wonosobo adalah daerah di mana pohon-pohon tembakau tumbuh subur dan mendominasi tanah perkebunan. “Jika pohon kopi ditanam dekat pohon tembakau, atau tanah bekas pohon tembakau, maka hasil akhir­nya akan muncul aroma tembakau. Karakteristik tembakaunya cukup kuat,” kata Tuhar. Di antara kesejukan udara pe­gunungan, Tuhar meracik kopi posong untuk jenis original, segera saja uap kopi menyebarkan aroma yang berbaur dengan harumnya tembakau.  (Sumber: Artikel koran-jakarta.com Foto bppkad.temanggungkab.go.id)  
...more

8 Trik Hemat untuk Anak Kost Agar Bisa Traveling

TRIPTRUS - Siapa bilang tiap mau traveling mesti minta uang orang tua terus? Kamu bisa kok sekali-sekali traveling dengan mengandalkan uang tabungan sendiri, meskipun kamu cuma anak kost yang jauh dari orangtua. Beriku ini tips yang bisa anak kos lakukan: 1. Cari tempat kost yang strategis Lokasi rumah kos juga dapat memengaruhi pengeluaranmu. Jadi, carilah tempat kost yang strategis atau dekat dengan kampus atau sekolah agar kamu nggak perlu mengeluarkan ongkos besar ketika berangkat ke kampus. Tempat kost yang sedikit lebih mahal, tapi lokasinya dekat dengan kampus lebih baik daripada tempat kost murah, tapi lokasinya jauh dari kampus dan yang lebih baik lagi jika tempat kost murah dan dekat dengan kampus. Selain bisa menghemat ongkos, kamu juga bisa menghemat tenaga dan waktu. 2. Bawa uang cash secukupnya Kalau ikutin kata teman-teman yang boros, pergi ke kampus bawa uang sedikit itu nggak keren. Namun, kalau kamu ingin uang bulananmu tetap banyak sampai akhir bulan, kamu harus membiasakan diri sendiri untuk membawa uang cash secukupnya. Walapun, uang kamu di ATM masih tersisa banyak. Membawa uang cash terlalu banyak di dompet, bakal bikin kamu tergoda untuk menghabiskannya secara cepat. 3. Masak Sendiri Kamu yang suka masak bisa menghemat uang dengan cara masak sendiri di kost-an, jadi kamu nggak perlu beli makanan di luar. Karena, biaya memasak sendiri biasanya jauh lebih murah. Buat yang nggak bisa masak, kamu bisa mencoba belajar masak atau minta diajari teman memasak. Jika di kosan kamu nggak boleh memasak, kamu bisa memilih makanan yang harganya lebih murah, tapi kamu harus tetap memerhatikan gizinya, ya! 4. Hiburan murah = nonton bareng di kost Pengin berhemat, bukan berarti nggak boleh refreshing ketika weekend. Apalagi, kamu sudah stres banget dengan tugas kuliah yang menumpuk. Tapi, jangan sampai hiburan weekend kamu dihabiskan dengan banyak nongkrong di mall. Coba aja ajak teman nonton bareng DVD di kosan dan ditemani cemilan yang bisa kamu beli di mini market. Atau, kamu bisa cari hiburan lain yang bisa dilakukan di rumah, misal main game atau surfing internet. 5. Aktif dikegiatan kampus atau sekolah Biasanya jika kamu aktif di kegiatan kampus, kamu dapat menjadi perwakilan untuk menghadiri acara-acara, seperti seminar dan berbagai acara lain yang menguntungkan. Karena, jika sering mengikuti acara tersebut, biaya transportasi dan makan telah disediakan oleh pihak acara. Lumayan kan buat berhemat, sekaligus menambah koneksi. Beberapa kampus juga ada organisasi AIESEC (Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales) yang memungkinkan mahasiswanya bisa menghadiri banyak acara di luar kota, bahkan luar negeri. Asyik kan bisa sekalian traveling gratis. 6. Bikin quotes yang memotivasi diri Tidak ada salahnya untuk menghipnotis diri dengan menempel quotes bijak, misalnya “HEMAT PANGKAL KAYA” di dinding kamar kostmu. Atau kata-kata lain yang bisa memotivasi kamu untuk berhemat. Kamu juga bisa menuliskan tempat tujuan traveling yang ingin dikunjungi atau menempel fotonya di dinding kamar agar makin semangat. 7. Prioritaskan kebutuhan kamu Hidup sendiri di kota besar, kamu harus pintar menentukan prioritas pengeluaran. Bedakan mana yang menjadi keinginan atau kebutuhan. Jika bulan ini kamu punya banyak pengeluaran untuk tugas kuliah, kamu harus memprioritaskan kebutuhan tersebut. Tunda aja kebutuhan lain yang kurang penting hingga bulan depan. 8. Cari penghasilan tambahan Selain berhemat dengan menyisihkan uang bulanan, kamu juga bisa mencari penghasilan tambahan sebagai tabungan untuk traveling. Misalnya, jadi guru les, mencari kerja freelance, seperti menulis artikel, menjadi seorang blogger, atau buka bisnis online shop. selain itu jika kamu mempunayai smartphone Android kamu bisa menggunakan aplikasi Android untuk menghasilkan uang. Nah, itu adalah 8 trik yang bisa kasih untuk kamu anak kost yang ingin banget traveling. Saat ini, traveling mudah banget kok buat dilakukan, asal ada niat yang kuat. (Sumber: Artikel erudisi.com)
...more

Info Keren, Kemenparekraf Pastikan Ada Beberapa Event Keren di Indonesia

TripTrus.Com - Gengs, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pastiin kita bakal diberikan sejumlah event kelas dunia yang keren banget, seperti konser Coldplay dan Piala Dunia U-17 yang bakal diselenggarain bulan November 2023 buat bangunin ekonomi kita. Vinsensius Jemadu, yang urusin urusan event dan produk wisata di Kemenparekraf, bilang di acara "The Weekly Brief with Sandi Uno" kalau mereka lagi ngobrolin semua persiapan yang perlu dijalanin buat dua event gede ini.       View this post on Instagram A post shared by Coldplay (@coldplay) Coldplay, band top asal Inggris, bakal menggebrak panggung musik Indo di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta Pusat tanggal 15 November 2023. Ini bukan main-main, gengs, konsernya bakal dibanjiri penonton. Pastinya, ini bakal nambahin kunjungan turis lokal dan mancanegara, loh! Selain ngecek hotel buat para pengunjung, kita juga harus pastiin kualitas pelayanan hotelnya oke nih, biar wisnus dan wisman yang dateng puas banget. Mereka jadi lebih lama tinggal setelah konser. [Baca juga : "Jelajahi Event Keren Di Solo, Dari Haul Habib Ali Hingga Sendratari Ramayana!"] Sementara itu, Piala Dunia FIFA U-17 bakal diselenggarain dari 10 November sampe 2 Desember 2023. Ada sekitar 52 pertandingan yang diperkirain bakal nontonin 10 hingga 18 ribu penonton tiap pertandingan. Harapannya, ini bakal nambahin permintaan tinggi buat hotel, transportasi, kuliner, sampe produk ekonomi kreatif, bro! Gak cuma itu, event-event keren ini juga bakal bantu kita memperkuat citra Indo sebagai tuan rumah event internasional, gak cuma olahraga, tapi juga MICE, dan festival. Citra yang lebih bagus ini pastiin bakal buka peluang buat investasi, kerja sama internasional, dan promosi budaya serta destinasi wisata Indo. Keren, kan? Jadi, buat temen-temen yang punya bisnis di industri pariwisata dan ekonomi kreatif, ini waktu yang pas buat kasih pelayanan terbaik di hotel, restoran, dan jualan produk ekonomi kreatif. Gaspol! (Sumber Foto @pankaj.nangia) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
Dieng Culture Festival 2026
27 - 30 Aug 2026
×

...