shop-triptrus



Suku Polahi Tidak Lagi Menutup Diri

TRIPTRUS - Di belantara hutan Gunung Boliyohuto, terdapat sekelompok orang yang hidup terpisah dengan masyarakat di kaki gunung itu. Mereka dijuluki sebagai Suku Polahi. Kabarnya, anggota Suku Polahi dahulu adalah pelarian dari Belanda yang menjajah Gorontalo di abad ke-17. Meski sudah ratusan tahun berlalu, tetapi mereka tetap tidak mau meninggalkan hutan. Suku Polahi pun menutup dirinya dari dunia luar. Mereka hidup berpindah-pindah di dalam hutan. Namun kini Suku Polahi berada di daerah Paguyaman, Suwawa, dan Sumalata di Gorontalo. Karena hidup di hutan, Suku Polahi pun hidup dari apa yang dihasilkan hutan. Untuk itu, mereka hidup berpindah-pindah mencari lokasi tanah untuk bercocok tanam dan sumber air yang mudah dijangkau. Hutan belantara pun sudah seperti halaman depan rumah mereka. Pemerintah Gorontalo pernah mencoba memberikan rumah untuk merelokasi suku Polahi. Sembilan rumah layak huni (Mahayani) yang dibangun di Desa Bina Jaya untuk ditempati kini malah terbengkalai karena menurut suku Polahi rumah itu tidak nyaman untuk dihuni. Semua yang ada di hutan digunakan oleh suku Polahi untuk mendukung kehidupan mereka. Mereka bahkan tidak memercayai obat-obatan dari dokter, dan lebih memilih ramuan dari tumbuhan yang ada di hutan. Namun, sebagian kelompok suku Polahi mulai membuka diri mereka kepada dunia luar. Akibat maraknya pertambangan liar dan pencari rotan, para penambang dan pencari rotan yang beristirahat di hutan bisa menumpang menginap di rumah suku Polahi. Sebagian suku Polahi juga mulai bercocok tanam dan memperdagangkan hasil kebun mereka setiap kali hari pasar. Para petambang juga yang mulai mengenalkan nilai uang kepada suku Polahi, dengan mempekerjakan mereka sebagai buruh angkut. Dengan uang yang diperoleh sebagai buruh angkut, suku Polahi bisa membeli makanan dan tidak hanya makanan yang dihasilkan oleh hutan. Suku Polahi yang dahulu dikenal tidak mengenakan busana, mulai mengenakan pakaian, bahkan kini beberapa orang telah memiliki telepon seluler. Satu tradisi unik suku Polahi adalah mereka bisa menikah dengan anggota keluarga sendiri. Misalnya seorang anak laki-laki bisa saja menikahi adiknya, ataupun ibunya sendiri. Menurut mereka, tindakan inses itu adalah sesuatu yang wajar karena mereka hidup terisolir sehingga tidak banyak orang yang ada di suku mereka. Suku Polahi juga tidak memiliki agama tertentu. Mereka hanya mengenal alam dan percaya kepada alam. Meski hidup dengan penuh keterbatasan dan kesederhanaan di dalam hutan, suku Polahi enggan tinggal dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, ada sebagian kecil anggota suku Polahi yang hidup dengan berbaur dengan masyarakat. Sementara, yang lainnya tetap memilih berada di hutan karena nenek moyang mereka memperingati agar jangan pernah ada suku Polahi yang meninggalkan hutan, agar mereka tidak ditimpa bencana. Photos & Sources taken from: Kompas.com, Indopos.co.id, Tribunnews.com
...more

5 Event Seru Dari November Sampe Desember Bikin Gebrakan di Tangerang

TripTrus.Com - Ada lima acara keren yang bakal menggelegar dari sekarang sampe Desember akhir di Kota Tangerang, guys! Infonya, nih!       View this post on Instagram A post shared by KOTRET (@komunitastamanpotret) Banyak acara seru yang bakal bikin gempar dunia pariwisata, keagamaan, dan olahraga di kota ini. Ada lima acara keren yang pastinya bikin Kota Tangerang makin asik. Nah, buat kalian yang di sini, diharap mampir dan ikutan ramein setiap acaranya. Bos Disbudpar, Rizal Ridolloh, ngomong kalo empat acara ini diharapkan bisa nambahin pundi-pundi ekonomi dan wisata di Kota Tangerang, lho. Gak cuma itu, diharapkan juga bisa nambahin jumlah pengunjung yang datang ke Kota Tangerang. Dia juga ngebocorin kalo semua acara ini bisa dihadiri semua orang, alias terbuka untuk umum dan gratis! Buat warga Kota Tangerang dan yang di luar kota, jangan lupa dateng ya, bawa keluarga, teman, sahabat, atau pacar biar makin rame! [Baca juga : "Event Pariwisata Sulawesi Selatan Di Desember 2023"] Oke, ini dia empat acara keren yang bakal digelar di Kota Tangerang: Festival Cisadane: 22-26 November di Bantaran Sungai Cisadane. Ada seni, budaya, kuliner, sampe olahraga. Kejuaraan Jantung Sehat Tingkat Nasional: 2-3 Desember di GOR Dimyati Kecamatan Tangerang. Pesertanya dari seluruh Indonesia, loh! Kejurnas Panjat Tebing: 14-17 Desember di Tangerang City Sport Climbing Center. Bakal ada atlet panjat tebing top dari seluruh Indonesia. Cullinary Day: Desember 2023 di Taman Elektrik. Kuliner khas Kota Tangerang nongol semua, guys! Kejurnas Balap Motor: Desember 2023 di Selapajang. Pembalap motor keren dari seluruh Indonesia bakal ngegas di sini. Buat yang mau dateng, cari info lebih lanjut di sosial media resmi Pemkot Tangerang, misalnya @tangerangkota, @tangerangtv, atau @humas_kota_tangerang. Kabarnya, bisa aja nih acara makin nambah. Kalo ada yang baru, pasti diumumin terus, jadi stay tuned aja terus, guys. (Sumber Foto @tempo.co) 
...more

TMII Makin Keren, Revitalisasi Selesai, Siap Bikin Gebrakan di 18 Agustus!

TripTrus.Com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bakal buka dengan full power pada tanggal 18 Agustus nanti! Asik banget, kan? Keren, kan? Mereka udah rampungin proses revitalisasi miniatur Indonesia ini, dan udah siap buat dinikmati sama kita semua bulan depan!       View this post on Instagram A post shared by Alli Sabil (@allisabil) TMII itu tempat keren yang luasnya 150 hektare dan baru aja direvitalisasi sama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), perusahaan BUMN nih. Biayanya sekitar Rp 1,2 triliun, dikerjain dari anggaran pemerintah, dan selesai dalam waktu setahun di tahun 2022. Makanya, Direktur Pemasaran, Pelayanan, dan Pengembangan Usaha PT TWC, Hetty Herawati, berharap TMII bisa jadi tempat alternatif yang seru buat masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Nah, gak cuma itu, Hetty juga bilang TMII bisa jadi destinasi yang beda dari yang lain buat kita semua biar bisa kenal lebih dekat sama budaya bangsa kita yang kaya banget. Pokoknya, TMII ini bukan cuma tempat wisata biasa, guys. Ini adalah tempat yang bisa menghadirkan segudang keragaman dan cerita tentang Indonesia, yang gak bakal ada habisnya, gitu kata Hetty pas dia ngeliat fasilitas di TMII pada Kamis (6/7/2023). TWC ini termasuk salah satu anggota holding BUMN pariwisata dan InJourney, dan mereka punya semangat tinggi banget buat merevitalisasi TMII ini karena mereka tahu potensinya besar dan sarat dengan sejarah. Maka dari itu, TMII sekarang dikelola dengan konsep yang baru, yang mengedepankan green tourism, digital based, edukasi, budaya, dan inklusif. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Claudia Ingkiriwang, Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia (anak perusahaan TWC), bilang mereka lagi siap-siap buat acara peresmian TMII yang bakal dihadiri sama Presiden Joko Widodo (Jokowi)! Wow, pasti seru banget tuh acaranya! Tanggal 18 Agustus itu bakal jadi hari bersejarah karena TMII bakal tampil beda banget! Kereta gantung, dancing fountain keren yang bikin air mancur berdansa di danau yang dipetakan kayak peta Indonesia, taman burung, museum Indonesia, museum kontemporer, dan anjungan-anjungan dari seluruh provinsi di Indonesia, semuanya bakal buka buat kita! Eh, gak cuma itu, guys! Nanti di bulan Desember juga bakal ada tambahan-tambahan lainnya, tapi tanggalnya masih rahasia. Nunggu aja kabar selanjutnya, ya! Seru banget, kan? Ayo, pada datang ke TMII dan rayain kebanggaan Indonesia kita! Mantap! (Sumber Foto @klikinisaja) 
...more

Tari Piso Surit, Tari yang Terinspirasi Kicau Burung

Tarian ini merupakan salah satu tarian khas suku Batak Karo. Biasanya tarian ini dipertunjukkan untuk menyambut para tamu kehormatan dalam sebuah acara. Inilah tarian piso surit, salah satu tarian yang menjadi kekayaan budaya nusantara. Tari piso surit adalah sebuah tari yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan sang kekasih. Penantian ini digambarkan sangat lama dan menyedihkan serta digambarkan bagaikan seekor burung piso surit yang sedang memanggil-manggil. Dalam bahasa Batak Karo sendiri, piso memiliki arti pisau. Arti ini membuat banyak masyarakat mengira piso surit merupakan nama sejenis pisau khas yang dimiliki orang Batak Karo. Namun sebenarnya, piso surit adalah sejenis burung yang suka bernyanyi. Dalam tarian ini, penari yang terdiri dari beberapa gadis melakukan gerakan tarian yang lemah gemulai. Gerakan-gerakan ini seperti menggambarkan seorang gadis yang bersedih menantikan kekasihnya. Dalam tarian ini, penari melakukan gerakan-gerakan naik turun sambil sesekali melentikan jari jemarinya. Dalam satu gerakan digambarkan mereka saling berhadap-hadapan dengan diiringi lagu piso surit yang diciptakan oleh seorang komponis yang berasal dari Batak Karo bernama Djaga Depari. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Tumbuh 25,68%, Pariwisata Indonesia Lampaui Pertumbuhan Asia Pasifik

TripTrus.Com - Masyarakat Indonesia rupanya hobi berwisata dan menjelajah destinasi yang baru di dunia. Tak sekadar dadakan, akan tetapi tren masyarakat Indonesia ingin berlibur juga memiliki perencanaan yang matang. Hal itu terungkap dalam survei Travelport, platform travel niaga yang melakukan survei terhadap wisatawan global dengan 11 ribu responden. Di dalam survei terungkap, wisatawan Indonesia menyukai kegiatan penelitian untuk membuat rencana perjalanan. Sebanyak 93 persen menggunakan video dan foto dari media sosial. Padahal, rata-rata masyarakat Asia Pasifik adalah 76 persen. Sebanyak 71 persen wisatawan Indonesia menggunakan pencarian suara atau voice search. Angka itu tertinggi kedua setelah masyarakat China di 72 persen. Sebanyak 84 persen masyarakat Indonesia masih lebih memilih untuk berkonsultasi dengan agen perjalan profesional. "Sektor pariwisata Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan 25,68 persen sepanjang tahun ini, melampaui kawasan Asia Pasifik dan pasar negara berkembang lainnya," ujar Managing Director Asia Pacific Travelport, Mark Meehan dalam keterangan tertulis, Rabu (15/11). Sebanyak 68 persen pelancong Indonesia memesan perjalanan mereka melalui smartphone. Angka ini tertinggi di seluruh dunia. Saat dalam perjalanan, sebanyak 80 persen wisatawan Indonesia mengatakan boarding pass digital dan e-ticket membuat perjalanan menjadi lebih mudah. Lalu sebanyak 84 persem wisatawan merasa penting untuk dapat tetap dapat berhubungan atau melakukan kontak saat bepergian. Lalu saat tiba di tempat tujuan sebanyak 83 persen pelancong Indonesia menghargai waktu untuk diri mereka sendiri selama dalam perjalanan bisnis. Mark menilai kebutuhan bagi industri perjalanan dan perhotelan global bahkan mencapai USD 7,6 triliun. "Karena itu perhotelan wajib beradaptasi secara terus menerus untuk memberikan layanan yang responsif, relevan dan tepat waktu bagi pelanggan," katanya. Dia mendorong penyedia layanan perjalanan harus tetap relevan, memberikan alat dan konten digital tepat waktu yang merupakan sarana penting untuk menjangkau dan memuaskan wisatawan Indonesia. Hal itu dimuli sejak saat mereka melakukan penelitian sampai mereka kembali dari perjalanan mereka. "Kami platform travel niaga perjalanan Travelport siap mendukung pertumbuhan digital industri di Indonesia," katanya. (Sumber: Artikel jawapos.com)
...more

Pariwisata Jadi Primadona Baru Perekonomian Indonesia

TripTrus.Com - Deputi III Kantor Staf Kepresidenan Denni Purbasari mengatakan sektor pariwisata bisa menjadi primadona baru bagi perekonomian Indonesia. Sektor tersebut terus memberikan kontribusi positif. "Dalam banyak aspek, pariwisata bisa menjadi harapan Indonesia," katanya di KSP, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2017.  Denni mengatakan indeks daya saing pariwisata Indonesia terus meningkat sejak 2013. Saat itu Indonesia berada di peringkat ke-70. Pada 2015, posisinya meningkatkan ke posisi ke-50 dan tahun ini berada di peringkat ke-42. (Sumber: Artikel disbudpar.acehprov.go.id) Dia menuturkan pemerintah melakukan beragam cara untuk mendorong sektor tersebut. Salah satunya meningkatkan pelayanan dan melakukan promosi destinasi wisata baru.  Pemerintah telah menetapkan 10 daerah wisata baru. Kesepuluh destinasi tersebut di antaranya Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, dan Candi Borobudur di Jawa Tengah. Selain itu, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Wakatobi di Sulawesi Tenggara. Dari sisi devisa, sektor pariwisata menyumbang US$ 12 miliar pada 2016. Sebanyak 11 juta orang bekerja di sektor tersebut pada tahun yang sama. Jumlahnya kini tercatat meningkat menjadi 12 juta orang.  Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun lalu sebesar 4,03 persen dan pada 2015 sebesar 4,25 persen. "Tahun ini kontribusinya 5,5 persen," ujar Denni.  Wisatawan mancanegara tercatat melakukan 10 juta kunjungan pada 2015 dan 12 juta kunjungan pada 2016. Sedangkan untuk wisatawan Nusantara tercatat melakukan 256 juta kunjungan pada 2015 dan 264 juta kunjungan pada tahun berikutnya.  (Sumber: Artikel tempo.co)
...more

14 Kota Tua di Indonesia yang Sangat Apik dan Instagramable

TripTrus.Com - Seperti kembali ke masa lalu! Setiap kota di Indonesia, tentu memiliki sejarah tersendiri. Kisah-kisah kuno dan historis dari tiap kota bisa dilihat dari bangunan tua di masing-masing daerah. Hebatnya, Indonesia memiliki banyak lokasi dengan nuansa oldies, retro dan vintage. Kerennya lagi, kota tua di Indonesia cukup banyak. Bagi kamu yang tertarik mengunjungi kota tua di Indonesia, 14 area ini bisa menjadi referensi untuk sesi liburan berikutnya. 1. Kota Tua Bandung       View this post on Instagram This Uzbek lady is just can’t moving on from Bandung. πŸ‡ΊπŸ‡ΏπŸ‡²πŸ‡¨ #uzbekinindonesia #uzbekindo #uzbekistan A post shared by Flavia Domitilla Walma Jelena (@walmajelena) onJan 4, 2019 at 7:05pm PST Bandung adalah salah satu kota yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan. Jika ingin berburu nuansa vintage di Bandung, langsung saja menuju Jl. Asia Afrika dan Braga. Banyak bangunan dengan gaya artdeco yang kokoh dan menjadi ciri dari bangunan tua. Atmosfer retro juga dipertahankan, menjadikan wisata belanja dan wisata kuliner ini lebih menyenangkan untuk dikunjungi. Dijamin, rasanya seperti back to old times. 2. Kota Tua Jakarta       View this post on Instagram Ada rindu yang selalu jatuh" di terik matahari yang lupa berteduh.. #kotatuajakarta A post shared by bodim_widiatmoko (@bodimajja01) onJan 6, 2019 at 7:54am PST Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia yang tentu saja ada banyak sejarah di dalamnya. Sisa-sisa Batavia bisa dilihat dengan jelas di beberapa bangunan antik tua, namun tetap indah seperti Jembatan Kota Intan, Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahilah yang kini semakin eksotis setelah mendapat sentuhan perbaikan. Semuanya itu memiliki keunikan tersendiri dan menjadi magnet bagi wisatawan domestik serta mancanegara. Daerah ini juga menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Jakarta bagi mereka yang tertarik melihat nuansa oldies dan retro. 3. Kota Tua Kediri       View this post on Instagram Pecinan Kediri Tipikal kawasan Pecinan di Kediri hampir sama dengan Pecinan di kota lain di Indonesia. Sebuah klenteng yang didominasi warna merah, kuning, dan hijau dibangun di dekat sungai untuk beribadah. Adalah Klenteng Tjoe Hwie Kiong nama dari klenteng tersebut. Klenteng ini sudah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Selain itu di sekitar klenteng berjajar rumah warga keturunan yang kebanyakan tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal namun juga sebagai toko untuk mencari nafkah. Kegigihan, keuletan, dan sifat pantang menyerah mereka dalam berdagang yang membuat usaha mereka bertahan puluhan tahun. Berbeda dengan kawasan Pecinan lainnya yang satu wilayah dengan pasar besar, Pecinan Kediri ini tidak terletak satu wilayah dengan pasar. Pasar terdekat dengan kawasan Pecinan ini dipisahkan oleh Sungai Brantas. Menyusuri kawasan Pecinan itu seperti sedang menyusuri kota tua. Warga keturunan cenderung mempertahankan model rumah mereka yang lawas. Di kawasan Pecinan Kediri ini, meski bangunan modern juga sudah dibangun, rumah-rumah gaya kolonial hindis/ Indische yang ditandai dengan pilar besar dan kokoh di depan rumah beserta tiga pintu dengan masing-masing memiliki dua daun pintu masih bisa ditemui. Pintu bergaya China Hindia yang terdiri dari dua lapis pintu dengan salah satu pintu lebih rendah juga masih ada. Sayangnya di beberapa toko rumah yang sudah tidak dipakai sudah "dihiasi" vandalisme πŸ˜₯ Kediri City Tour di sepanjang kawasan Pecinan Kediri merupakan potensi wisata yang bagus. Kita tidak hanya jalan-jalan melepas penat tapi juga sambil belajar sejarah dan budaya. Kita juga bisa menikmati kuliner khas Kediri yang dijual di sepanjang kawasan Pecinan. Ah, satu paket lengkap! A post shared by Dian Pratiwi (@deeduniaku) onDec 15, 2017 at 8:23am PST Kamu bisa menelusuri Jl. Doho di Kediri untuk merasakan salah satu nuansa kota tua di Indonesia. Meskipun banyak bangunan telah dimodernisasi, namun di sini kamu masih bisa merasakan suasana tua. 4. Kota Tua Mataram       View this post on Instagram harus tetap di lestarikan.. #kotatuaampenan #rodaduasampetua A post shared by Mr.Chan'd (@mr.jadoel) onApr 25, 2018 at 4:34am PDT Daerah Ampenan di Mataram begitu kentara dengan sentuhan Eropa masa lalu. Di sini kamu disuguhkan dengan banyak bangunan kokoh bernuansa oldies yang menghiasi area ini. Gak sedikit warga yang menjadikan salah satu kawasan kota tua di Indonesia ini sebagai latar belakang foto prewedding. 5. Kota Tua Medan       View this post on Instagram I remember it now it takes me back to when it all first started But I've only got myself to blame for it, and I accept it now It's time to let it go, go out and start again • KODALINE~high hopes • Taken byπŸ“Έ: @uchiwooland14 • #latepost#kodaline#highhopes#lyrics#song#oldbuilding#history#stylehijab#style#adidas#instagram#instagood#instatravel#me#holiday#photography#photooftheday#like4like#building#kotamedan#medan#shotoniphone#kotatua#kotatuamedan#iphone#iphoneography#ootdhijab A post shared by Evi O'Donoghue (@evi_odonoghue) onJul 31, 2018 at 2:53am PDT Medan juga memiliki banyak bangunan tua yang indah dan menakjubkan, khususnya di daerah Kesawan. Sebut saja gedung London Sumatra yang dibangun sejak tahun 1906. Diberi nama demikian, karena mirip bangunan Belanda tetapi berada di Sumatera. London Sumatra menjadi gedung 5 lantai pertama yang memiliki lift pada saat itu. Sampai sekarang, gedung ini telah menjadi perkantoran dan dengan perubahan nama menjadi PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra. Selain itu, di daerah Kesawan juga ada kesan kota tua lainnya, yaitu sebuah rumah dari Chong A Fie, yang merupakan seorang pengusaha Cina di masa lalu. 6. Kota Tua Padang       View this post on Instagram #Pekanbaruprewedding #pkuphoto #prewedding #wedding #weddingdress #bride#photo #beauty #photowedding #weddingdestination #bridestory#idenikah #weddingpekanbaru #pekanbaru #kotatuapadang #prowedclub #photovisionprints#profilmlab #PNwedding #heckyeahpresets#belovedstories #moodchemical #lookslikefilm#weddinginspiration #liveauthentic #artofvisuals#thebridestory #photobugcommunity#junebugweddings #wildelopements A post shared by Andha Serenade (@andhaserenade) onMar 8, 2018 at 2:28am PST Penduduk setempat menyebut salah satu daerah perkotaan tua di Indonesia ini dengan sebutan Padang Lama. Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sini, mulai dari gedung kolonial tua hingga kafe dengan nuansa retro yang legendaris. Mengunjungi kawasan ini dijamin memberi kesan mendalam tentang masa lalu. 7. Kota Tua Palembang       View this post on Instagram Kampung Arab Al -Munawar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.kampung yang didirikan 300 tahun yang lalu oleh pedagang asal Yaman, Almunawar. Kampung ini sudah setahun dibuka sebagai destinasi wisata sejarah oleh pemerintah provinsi sumatera selatan. Terdapat 8 bangunan bersejarah yang berusia 200-300 tahun. #almunawar #kampung #kampungarab #kampungarabalmunawar #kampungarabpalembang #wisatasejarah #wisataislami #wisataziarah #kotatua #kotatuapalembang #kotapalembang #wisatakotapalembang #budayaarab #arabicculture #traveltopalembang #triptopalembang #palembangtourism #wisatapalembang #jalanjalan #trip #travel #wisata #jalanjalankepalembang #liburan A post shared by ignatius ferry (@tourismvaganza) onSep 2, 2017 at 1:57am PDT Di kota tertua Indonesia yang berdiri sejak 682 masehi, yaitu Palembang, memiliki ratusan bangunan tua, bersejarah dan ikonik. Ingin menikmati momen masa lalu di Palembang? Langsung saja ke daerah Sekanak atau menelusuri setiap bangunan di Jl. Jenderal Sudirman sampai Jembatan Ampera. [Baca juga : "Cagar Budaya Tangerang Mendunia"] 8. Kota Tua Salatiga       View this post on Instagram Kota Salatiga Heritage #heritage #kotasalatiga #salatigahitz #salatigakeren #salatigacity #heritagebuilding #instagram #instagood #instasalatiga #instaplace #instaday #instasalatiga #visitsatiga #wisatasejarahkotasalatiga #salatigaheritage A post shared by Deny A Prasetyo (@densprast) onSep 23, 2016 at 6:45am PDT Salatiga adalah kota di antara Semarang dan Solo. Gak seperti Semarang yang panas, Salatiga cenderung sejuk karena dekat dengan Gunung Merbabu. Salatiga sendiri adalah salah satu kota dengan gelar penuh sejarah dan tua di Indonesia yang terus dilestarikan, terbukti dengan keberadaan bangunan kuno yang masih ada. Di antaranya ada gereja tua bernama Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang masih berdiri kokoh dengan arsitektur bergaya Belanda yang kental. Dan dari GPIB ke arah Jl. Diponegoro, nuansa oldies dan retro sangat terasa. Bahkan, beberapa bangunan tua di Salatiga masih difungsikan hingga kini untuk perkantoran atau tempat wisata. 9. Kota Tua Semarang       View this post on Instagram Karena SUKSES itu AKIBAT bukan TUJUAN 😎😎 . . #aslisemarang #semarang #kotalamasemarang #pesonajawatengah #wisatasemarang A post shared by YES OR NO (@arif_mahfut) onDec 27, 2018 at 3:28am PST Bangunan terkenal di kota tua Semarang adalah Gereja Blenduk, yaitu gereja dengan kubah bundar seperti masjid dan Lawang Sewu dengan susunannya yang antik serta sangat memanjakan mata. Kota yang kaya akan wisata sejarah ini memang bisa membuat siapa saja terpukau dengan serangkaian bangunan tuanya. Selain itu, banyak bangunan antik yang tersebar di kawasan Kota Tua Semarang yang fungsinya masih dipertahankan. Kafe dengan nuansa vintage juga tersebar di sejumlah lokasi, menambahkan keunikan tersendiri untuk classic feel di kota Semarang. 10. Kota Tua Singkawang       View this post on Instagram “Parade” Perayaan Cap Go Meh dikota Singkawang menghadirkan parade atraksi tatung mengelilingi kota sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi. yok Ikutan : @harivo_santoso @lukmanhakum15051991 @reza_novriandi Lomba foto Wow Singkawang : @wow.singkawang @asiaworksid #wowdaysingkawang #20anniversary #merangkulkemangusiaan #asiaworksjakarta #asiaworksindonesia #singkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawangcity #singkawangheritage A post shared by Teguh Yanu Priyatna (@priyatna_teguh) onOct 30, 2018 at 11:35pm PDT Salah satu daerah perkotaan tua di Indonesia yang menawarkan nuansa sedikit berbeda adalah di Singkawang, tepatnya di daerah Pasar Hong Kong di pusat kota. Bangunan perbelanjaan yang ada saat ini identik dengan nuansa Tiongkok di masa lalu. Beberapa tempat ikonik lainnya adalah Kuil Tri Dharma Bumi Raya yang terletak di pusat kota dan rumah tua keluarga Tjhia, yang menunjukkan nuansa vintage gaya Cina. 11. Kota Tua Solo       View this post on Instagram Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Berperan sebagai pusat kedaton yang baru setelah runtuhnya Kasultanan Mataram Kartasura pada masa SISKS Pakubuwono II. Dibangun pada tahun 1745 dengan daerah kekuasaan dari sisa wilayah mataram kartasura. Pada tahun 1755 terjadi perjanjian giyanti yang menandai pembagian wilayah antara Surakarta dan Ngayogyakarta. Dan merupakan tahun dimana berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Lokasi: kori kamandungan lor, kompleks keraton kasunanan. @wisata_solo @soloinfo @surakarta.hitz_ @jelajahsolo #wisatasolo #keratonsolo #sejarahsolo #royalsurakartaheritage #wisatasejarahsolo #kotatuasolo #jelajahsolo #surakarta Nb: mohon koreksi jika ada kesalahan A post shared by Rikho Ade Mahendra (@rmmahendra) onDec 30, 2018 at 10:51pm PST Selain Semarang dan Yogyakarta, ada juga Solo, kota kecil yang juga memiliki daya tarik wisata tersendiri. Di kota ini ada banyak bangunan tua yang memanjakan mata dan untuk hunting foto keren. Yang paling populer dan banyak dibicarakan adalah Omah Lowo. Selain itu, istana-istana dan benteng di kota ini masih sangat menawan. 12. Kota Tua Surabaya       View this post on Instagram Choose happy πŸƒπŸŒž #kotatuasurabaya#exploresurabaya#surabayakotapahlawan#exploreindonesia A post shared by Hyedvi Rahma Fitroh (@hyedvirahma) onOct 10, 2018 at 1:44am PDT Surabaya, ibu kota Jawa Timur adalah salah satu kota tertua di Indonesia. Banyak bangunan yang masih terawat dalam keindahannya untuk menyimpan sejarah yang tersimpan di dalamnya. Gak sedikit bangunan tua di Surabaya yang masih digunakan untuk hotel, kantor atau bahkan museum. Ada beberapa tempat yang oldies, retro dan vintage. Namun, nuansa kota tua akan sangat terasa ketika mengunjungi kawasan Jembatan Merah dan Tugu Pahlawan. Mulai dari gedung-gedung yang bertebaran di kiri dan kanan jalan menuju rumah-rumah warga, semuanya masih menjadi ciri bangunan tua yang kokoh dengan interior tempo dulu. Pemerintah kota Surabaya juga benar-benar melindungi warisan budaya ini dan bahkan memperindahnya, membuat area ini jadi tambah instagramable. 13. Kota Tua Tegal       View this post on Instagram Kalian tidak tahu banyak rahasia yang persiapan disini... #kotatuategal A post shared by edo saputra (@ode.artupas) onJul 9, 2016 at 3:40am PDT Di kota ini ada banyak sekali bangunan tua yang bisa dijadikan objek wisata di masa sekarang. Ikon kota ini adalah menara air yang berasal dari bangunan tua. Selain menara air, Tegal memiliki banyak bangunan tua yang masih berfungsi hingga saat ini. Salah satunya adalah Pangkalan TNI AL Tegal. 14. Kota Tua Yogyakarta       View this post on Instagram Titik Nol Kilometer tempat dimulainya segala kisah tentang Jogja. Di persimpangan ini bisa melihat Jogja secara utuh. Jogja yang semrawut namun syahdu, Jogja yang modern namun tetap mempertahanan lokalitas, Jogja yang mencipta kelu juga rindu.. πŸ˜„πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‹πŸ€— #Latepost #Arquitectura #Architecture #Arsitektur #ArchitectureArtDeco #ArtDeco #ArsitekturKolonial #Herritage #HindiaBelanda #Eropa #BangunanLondo #GedungBankBNIYogyakarta #MonumenSeranganSatuMaret #Prapatan #TitikNolKM #TitikNolKilometerYogyakarta #KotaTuaYogyakarta #Yogyakarta #DaerahIstimewaYogyakarta #DIY #Indonesia A post shared by Thoriq Septiawan K Oyiiex (@thoriqseptiawan_k.oyiiex) onDec 25, 2017 at 7:44pm PST emua setuju bahwa Yogyakarta adalah kota yang sangat kental dengan sejarah dan berbagai tradisi yang membuatnya rindu. Dari pusat kota, tepatnya di Jl. Jendral Sudirman sampai titik KM 0 Yogyakarta, ada banyak bangunan bersejarah dengan nuansa oldies dan vintage yang berpadu antara gaya Jawa kuno dan gaya Eropa. Di antaranya, adalah Bank BNI, Gedung Agung, Gedung Bank Indonesia dan Kantor POS. Sementara di daerah Kota Gede, ada bangunan bergaya vintage yang masih terawat keasliannya, lho! Atur jadwal untuk ke kota-kota tua di atas dan bawa pulang oleh-oleh khas daerahnya serta jangan lupa untuk berfoto! (Sumber: Artikel sindonews.com Foto republika.co.id)
...more

10 Museum Date Hits Jakarta Yang Bikin Feed Lo Tambah Aesthetic & Romantis!

TripTrus.Com - Kalo lo mau nyoba suasana kencan beda di Jakarta, cobain deh yang lagi hits: Museum Date! Nggak cuma dapet vibes romantis, lo juga bakal punya banyak spot foto aesthetic buat nge-update Instagram atau TikTok lo. Di sini gue kasih daftar museum date paling keren di Jakarta, dijamin gak ngebosenin dan bisa jadi pengalaman yang memorable bareng doi.       View this post on Instagram A post shared by Anis (@anislisis) 1. Museum Nasional Indonesia Museum Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat ini bisa banget lo jadiin spot date yang beda dari biasanya! Gak cuma pameran artefak budaya Indonesia yang udah ada sejak dulu, di sini lo juga bisa nikmatin pameran temporer dan pertunjukan imersifA yang kayak bawa lo ke suasana lain. Cocok buat lo yang pengen belajar sambil have fun. HTM buat pameran temporernya mulai dari Rp20 ribu, dan buat pertunjukan imersifA Rp35 ribu. Lo juga bisa beli tiketnya online, jadi lebih praktis buat yang gak suka ribet. Pokoknya, selain dapet konten keren, lo juga dapet vibes baru yang unik bareng pacar. 2. Galeri Nasional Indonesia    Nah, kalo lo pengen yang punya vibe artistik banget, langsung aja cus ke Galeri Nasional di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Galnas ini udah populer banget bahkan sebelum museum date trend di kalangan anak muda. Pameran di sini selalu ganti tiap beberapa minggu atau bulan, jadi nggak akan pernah ngebosenin. Museum ini punya koleksi karya seni rupa dari Indonesia sampe internasional, mulai dari lukisan, patung, seni instalasi, sampe kriya! Enaknya lagi, HTM-nya gratis, cuma perlu reservasi lewat website mereka. 3. Atsiri di Sarinah Atsiri di Sarinah ini unik banget karena beda dari museum lainnya! Lokasinya ada di lantai 5 Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sini lo bisa cobain pameran interaktif buat tebak-tebakan aroma dan nikmatin ruangan glow in the dark. Bikin kencan lo makin asik karena interaktif dan beda dari museum biasanya! Setelah puas explore, lo bisa mampir ke toko atau restoran yang ada di sana buat chill bareng pacar. HTM Atsiri di Sarinah sekitar Rp45 ribu, jadi worth it banget buat dapetin pengalaman date yang memorable. 4. Museum MACAN Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi yang pas banget buat lo yang suka seni kontemporer. Terletak di AKR Tower, Jakarta Barat, museum ini punya berbagai koleksi seni modern yang nggak cuma dari Indonesia, tapi juga mancanegara. Pameran di sini sering ganti, jadi lo nggak akan pernah ngerasa bosen buat balik lagi. HTM-nya mulai dari Rp56 ribu pas weekdays dan Rp72 ribu weekend. Yang bikin spesial, museum ini punya instalasi seni yang Instagramable banget, bikin lo bisa dapet banyak spot foto yang aesthetic. 5. Art:1 New Museum & Art Space  Art:1 New Museum di Gunung Sahari ini punya koleksi seni rupa modern dan kontemporer yang keren banget! Museum ini berdiri sejak 1983 dan punya tiga lantai yang isinya macem-macem. Selain ruang pameran buat lukisan dan patung, ada juga Art Space yang khusus buat video art dan fotografi. Cocok banget buat lo yang nyari spot foto kreatif dan beda. HTM-nya mulai dari Rp35 ribu sampe Rp75 ribu tergantung umur, dan jam bukanya Selasa-Minggu mulai dari pukul 10.00 pagi. [Baca juga : "Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?"] 6. MoJA Museum Buat yang mau kencan seru dan beda, MoJA Museum jawabannya! MoJA punya wahana MoJA 2.0 yang berisi 17 ruang labirin interaktif, dan semuanya Instagramable. Di sini, lo bisa foto-foto, eksplor ruang interaktif yang keren, dan banyak area foto estetik buat IG atau TikTok. Lokasinya di Kompleks GBK, Jakarta. HTM sekitar Rp115 ribu weekday dan Rp135 ribu weekend, tapi worth it banget karena suasananya yang playful dan beda dari museum biasanya. 7. Dialogue Artspace Dialogue Artspace yang ada di Kemang Selatan ini beda dari museum biasa karena juga jadi tempat event kaya workshop, seminar, sampe bazaar. Lo bisa foto-foto bareng karya seni yang dipajang atau sekedar duduk chill sambil ngopi. Dialogue ini gratis tiketnya, jadi lo bisa bawa pasangan buat liat-liat atau ikut workshop yang lagi diadain di sana. 8. Museum Hakka Indonesia Museum ini ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan cocok banget buat lo yang pengen tau lebih dalam tentang budaya Tionghoa Indonesia. Koleksinya mulai dari artefak budaya, makanan, sampai jamu tradisional. HTM-nya gratis, dan ini cocok banget buat lo yang pengen belajar sambil foto-foto estetik! 9. Magic Art 3D Museum Kalo lo suka foto-foto 3D, Magic Art 3D Museum di Kota Tua, Jakarta Barat ini wajib banget dikunjungi! Banyak spot foto ilusi 3D dan juga ada wahana seru kayak ruang labirin kaca, kursi ilusi, sampe ruang ajaib yang bikin foto lo jadi makin keren. HTM mulai dari Rp40 ribu weekdays, jadi nggak bikin kantong bolong tapi lo bisa dapet konten foto yang lucu-lucu. 10. Galeria Sophilia  Museum dengan vibes klasik ini cocok buat yang suka seni gaya Eropa dan Cina. Letaknya di Calvin Tower, Kemayoran, Jakarta Utara, Galeria Sophilia ini punya banyak koleksi barang antik dan artefak unik dari berbagai budaya. Suasananya megah banget dan HTM-nya gratis buat anak-anak dan mulai Rp25 ribu buat usia 7 tahun ke atas. Jadi, mana museum date yang bakal lo kunjungin duluan? Setiap tempat punya pengalaman dan vibes uniknya sendiri yang pastinya bakal bikin kencan lo makin memorable. Gak cuma buat foto-foto, tapi lo juga bisa nikmatin seni dan explore hal-hal baru bareng pasangan! (Sumber Foto @vian.syj) 
...more

Menarik Dikunjungi Nih, 5 Wisata Seru di Kota Gombong

TripTrus.Com - Para traveler tentu akan merencanakan tujuan wisatanya jauh-jauh hari. Apalagi Indonesia memiliki destinasi wisata yang banyak sekali dari Sabang hingga Merauke. Meski tak sepopuler kota lainnya di Jawa Tengah, Gombong, kecamatan di wilayah kabupaten Kebumen rupanya menyimpan banyak tempat wisata menarik. Tak hanya alam, tapi beberapa bangunan kuno yang masih berdiri tegak. Bahkan beberapa di antaranya masih dimanfaatkan hingga saat ini. Bangunan kuno itu menjadi tempat tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Berikut ini beberapa tempat wisata seperti dirangkum dari buku Jelajah Pusaka, yang merupakan salah satu program Roemah Martha Tilaar, yang bisa dikunjungi untuk berlibur. 1. Benteng Van Der Wijck       View this post on Instagram Ya, sudah sepatutnya kita berbangga menjadi orang Indonesia sendiri, dengan ciri khasnya sendiri, keramah tamahan, adat istiadat yang penuh dengan nilai luhur yang banyak di sukai para turis serta berbagai macam budaya yang wajib kita jaga supaya bisa berkelanjutan dan tidak punah karena itu merupaka aset wisata dan menjadi daya tarik tersendiri. Rasa bangga bisa kita wujudkan khususnya buat orang Gombong dengan terus menimba ilmu dan berkarya supaya bisa menjadi generasi yang cerdas dan kreatif yang mampu melahirkan ide ide baru untuk dunia, termasuk untuk dunia pariwisata. . Regrann from @vanderwijc . #kebumenzone #kebumenindah #bentengvanderwijck #kebumenkeren #kebumenhits #wisatakebumen #wisatajateng #tamansejarah #dolankebumen #explorekebumen #visitkebumen #plesirkebumen A post shared by kebumenzone (@kebumenzone) onJun 25, 2018 at 9:06am PDT Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. 2. Waduk Sempor       View this post on Instagram This is kebumen 😎 #waduksempor #kebumenkeren #jelajahkebumen #kebumenexplore #piknik #kembaranvillage #renokartikasewamobilkebumen A post shared by Adi Kencleng33 (@adi_kencleng33) onFeb 22, 2019 at 7:50pm PST Berjarak 7 kilometer dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serba guna yang mendukung daerah sungai Cincingguling atau yang biasa disebut sebagai sungai Sempor yang mengalir dari utara kaki Gunung Serayu Selatan. Pada tahun 1967, sempat terjadi peristiwa memilukan di waduk ini. Saat itu waduk jebol dan memakan korban jiwa hingga 127 orang. Nama-nama korban lalu diabadikan dalam monumen Sempor yang berdiri hingga saat ini. Air dari waduk itu banyak digunakan untuk irigasi sawah-sawah penduduk dan pembangkit listrik tenaga air. Pemandangan yang indah dan suasana yang tenang, membuat tempat ini kerap dijadikan tujuan wisata masyarakat lokal atau luar daerah. 3. Pabrik Rokok Sintren       View this post on Instagram Simbah masih tetap setia nglinting rokok klembak menyan dari jaman masih gadis. #rokoksintrenklembakmenjan #gombongheritage #pesonaindonesia A post shared by Ade CS (@adecsetyawan) onJan 7, 2017 at 6:54am PST Pabrik rokok ini diawali dari pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati) yang memproduksi rokok klembak menyan merek Sintren, Togog dan Bangjo. Saat ini usaha tersebut masih dijalankan oleh tiga anak dari sembilan anak keturunannya. Pabrik rokok ini terletak di daerah Wonokriyo, Gombong. [Baca juga : "10 Destinasi Menarik Pulau Morotai"] 4. Klenteng Hok Tek Bio       View this post on Instagram Selamat malam semoga kita tidak menjadi orang yang sibuk mengurusi moral orang lain. Have a good day aheadπŸ˜„ #explorekebumen #kebumenkeren #klentenghoktekbiogombong A post shared by wiw (@prtwirhm_) onFeb 6, 2019 at 8:45am PST Klenteng ini berada di tepi sungai Gombong, di kawasan Pecinan Kedung Ampel, Gombong. Sebagai tuan rumah atau dewa pelindung adalah Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi. Klenteng ini disebut juga Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD), karena di sini dilakukan juga ibadah dari tiga aliran agama, Kong Hu Chu, Tao dan Buddha. Klenteng ini sendiri berdiri tahun 1950-an. 5. Kerkhof (Makam Belanda)       View this post on Instagram lonely broken angel..... Gombong Dutch cemetery.... A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onOct 20, 2017 at 5:55am PDT Merupakan kelengkapan dari kompleks militer Belanda. Di kompleks makam ini masih terdapat makam Letnan C.F.H Campen yang dibunuh di salah satu jalanan Gombong pada 23 Januari 1886. Campen sendiri ditempatkan di Gombong untuk menjadi salah satu instruktur di Pupillenschool. Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer.  (Sumber: Artikel viva.co.id Foto brobali.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...