shop-triptrus



5 Museum Kereta Api Indonesia Ini Cocok Buat Destinasi Long Weekend

TripTrus.Com - Suka berpergian dengan kereta api? Atau justru baru mau coba untuk pertama kalinya? Nah, kalau iya, kamu juga wajib mengenal sejarah kereta api, minimal soal asalnya, deh. Indonesia memiliki sejarah panjang dengan kereta api, tepatnya sejak zaman penjajahan Belanda. Semua kisah dan seluk-beluknya bisa kamu temui di museum-museum kereta api yang ada di Indonesia. Nggak cuma soal sejarah tertulis, di museum kereta api, kamu juga bisa menikmati berbagai macam koleksi, mulai dari gerbong hingga lokomotif jadul yang nilai sejarahnya besar banget. Nah, buat kamu yang long weekend ini punya rencana memperdalam ilmu kereta api, kami punya daftar lima museum kereta api yang ada di Indonesia. Siapa tahu bisa jadi referensi kamu travelling ya! 1. Museum Kereta Api Sawahlunto   See you Sawahlunto πŸ‘‹πŸ‘Œ . . . #instalike #traveling #traveller #adventure #exploresawahlunto #museumkeretaapisawahlunto #mesjidagungnurulislamsawahlunto #gudangransumsawahlunto #loebangmbahsoero #puncakcemara #visitsumbar #wonderfulindonesia A post shared by Defriansyah (@defriansyah26) onJul 30, 2017 at 11:17pm PDT Terletak di Sawahlunto, Sumatera Barat, Museum Kereta Api Sawahlunto awalnya berfungsi sebagai stasiun. Namun, karena nggak banyak yang dapat dioperasikan secara komersil, pada 2005 lalu, stasiun ini diubah menjadi museum. Dari koleksi, Museum Kereta Api Sawahlunto memiliki 106 buah koleksi rangkaian dan perlengkapan kereta api yang terdiri dari lima unit gerbong, satu unit lokomotif uap, dua buah jam, 34 buah alat-alat sinyal atau komunikasi, puluhan foto dokumentasi, sembilan unit miniatur lokomotif, tiga buah brankas , lima unit dongkrak rel, tiga set label pabrik, tiga buah timbangan, sebuah lonceng penjaga, dan sepasang baterai lokomotif. 2. Museum Kereta TMII Jakarta Kalau Sawahlunto terlalu jauh buat kamu, di Jakarta juga ada museum kereta api, lho! Letaknya ada d Taman Mini Indonesia. Di sini, kamu bisa menemukan koleksi kereta api yang cukup beragam, terutama koleksi di era 70-80an dengan kondisi yang terawat. Di sini, kamu bisa melihat 24 koleksi lokomotif uap hingga diesel yang dipajang. Terdapat juga Kereta Api Luar Biasa (KLB) yang sempat menjadi kereta api operasional Presiden Soekarno dan wakilnya, Mohammad Hatta Museum saat kemerdekaan. Stasiun ini diresmikan pada tahun 1991 lalu dan masih menjadi salah satu daya tarik wisata yang berkunjung ke TMII. 3. Museum Kereta Api Bondowoso   #MuseumKeretaApiBondowoso #AyoKeMuseum #SelfieStasiun A post shared by @ luqmanarif87 onJan 1, 2017 at 5:43am PST Stasiun ini menjadi salah satu elemen penting di zaman perjuangan. Pasalnya, di Museum Kereta Api Stasiun Bondowoso, kamu bisa bersua dengan “Gerbong Maut”! Buat yang belum tahu, Gerbong Maut adalah tiga gerbong yang ditumpangi sekitar 100 pejuang Indonesia yang menjadi tawanan Belanda. Mereka disekap dalam perjalanan 16 jam dari Bondowoso ke Surabaya dengan menahan lapar dan udara tipis hingga akhirnya semua pejuang tersebut meninggal dunia. Tertarik buat mengulik? SIlahkan datang ke kota Bondowoso di Jawa Timur. 4. Museum Kereta Api Graha Parahyangan Bandung   History of railway station #railfans #indonesia #grahaparahyangan #museum #bandung A post shared by Yusuf Maulana (@cupexpert) onDec 19, 2014 at 6:08pm PST Kalau kamu lagi ke Bandung, bisa mampir ke Jalan Dayang Sumbi No 10, deh. Di sana, tereletak Museum Kereta Api Bandung dengan nama Graha Parahyangan. Berbeda dengan ketiga museum kereta di atas, di Graha Parahyangan, kamu bisa melihat beberapa barang bersejarah seperti mesin pembuat karcis, mesin cetak tanggal karcis, alat komunikasi telegraf, telepon kayu, serta alat hitung odhever. Mesin pembuat karcis itu sendiri telah digunakan PT KA sebagai mesin untuk mencetak tiket kereta selama 100 tahun lebih! Di sana, juga terdapat banyak foto koleksi kereta api Indonesia dari zaman Belanda. 5. Museum Kereta Api Ambarawa   Ternyata gede dan luas stasiunnya #ambarawarailwaymuseum #museumkeretaapiambarawa #keretaapi #train #trainmuseum #ambarawahitz #keretaapikuno #ancientrailway #lokomotif #lokomotifuapambarawa #piknikmurah #piknikmurmer #wisatakeretaambarawa A post shared by SEN2 (@senjunsen) onJan 21, 2018 at 5:08pm PST Bisa dibilang, museum yang satu ini menjadi bagian terpenting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Letaknya di kota Ambarawa yang sejuk membuat museum ini banyak dikunjungi para pelancong yang kebetulan singgah dari perjalanan Yogyakarta-Semarang atau Semarang-Solo. Soal koleksi, Museum Kereta Api Ambarawa memiliki 22 buah lokomotif uap beserta rangkaian gerbong tua yang terbuat dari kayu. Belum puas? Kamu juga bisa menikmati wisata kereta dari Stasiun Ambarawa-Bendono, Ambarawa Railway Mountain Tour dengan kereta uap dan hamparan pemandangan alam yang mengagumkan. (Sumber: Artikel pegipegi.com, Foto Amieykha)
...more

Serunya Bermain di Kandank Jurank Doank

Bermain sepuasnya sambil menikmati hijaunya alam mungkin merupakan kesenangan langka terutama bagi yang tinggal di kota metropolitan. Tetapi kesempatan tersebut kini bisa Anda dapatkan dengan berkunjung ke Kandank Jurang Doank. (Foto tiaraamelia1.wordpress.com) Mendengar namanya, mungkin familiar dengan tempat wisata edukatif yang terletak di Kota Tangerang Selatan itu. Kandank Jurank Doank (KJD) merupakan sekolah alam yang didirikan oleh Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayeng Denada Kusuma. Pendiri yang lebih dikenal dengan nama Dik Doank tersebut membangun sekolahnya di Kompleks Alvita, Desa Sawah Baru, Ciputat, Tangsel. Mulanya, sekolah milik pelantun lagu Pulang tersebut dibuka untuk anak-anak sekitar rumahnya yang kurang mampu. Saat ini, Kandank Jurank juga telah dibuka sebagai tempat wisata edukatif. Di Kandank Jurank Doank, pengunjung terutama anak-anak bebas melakukan aktivitas permainan apa saja. Kegiatan yang ada di sana khususnya berkaitan dengan tema alam. Putra-putri Anda bisa bermain lumpur di sawah, belajar menanam padi, atau memandikan kerbau. Bagi yang hobi menggambar, pemandangan di Kandank Jurank merupakan objek yang menarik. Ada pula event mendengarkan dongeng, mengenal satwa, serta memainkan permainan tradisional. (Foto asaba-indo.com) Pengelola Kandank Jurank Doank menawarkan beberapa paket outbond. Paket pertama meliputi hiking di sawah, menanam padi, memandikan kerbau, serta menangkap ikan. Paket outbond kedua tidak jauh berbeda dengan paket pertama dengan tambahan permainan flying fox. Paket aktivitas luar ketiga akan mengajak peserta menanam padi, menangkap ikan, bermain perahu karet, melintasi jembatan ranting, serta meluncur di wahana flying fox. Sedangkan paket terakhir mencakup kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan perahu karet, menggapai tali, jembatan ranting, tangga monyet, dan flying fox. Di KJD juga terdapat museum bernama Museum Kandank Jurank Doank. Tempat bernuansa historis berada di lantai pertama dekat toko souvenir. Bagian dalam museum dipenuhi dengan koleksi lukisan karya pendiri Kandank Jurank. Seperti lagu-lagu yang kerap dibawakan, lukisan Dik Doank juga mengangkat tema sosial. Selain lukisan, di museum juga dipajang peralatan melukis, perlengkapan fotografi, koleksi sepeda, serta beberapa hasil kreasi berupa sampul kaset untuk Nike Ardilla, Broery Marantika, dan musisi lain. Di sana juga tersimpan lukisan lilin karya pelukis lilin bernama Ferry. Kandank Jurank Doank dapat dikunjungi setiap hari tanpa dipungut biaya. Pengunjung baru dikenai tarif bila ingin menikmati wahana-wahana permainan yang umumnya dihargai antara Rp 15.000 – Rp 20.000. Sedangkan paket outbond-nya bisa diikuti dengan biaya minimal Rp 98.000. Untuk kunjungan kelompok (seperti rombongan pelajar) harap malakukan konfirmasi minimal 2 hari sebelumnya kepada pengelola. Untuk menuju KJD, arahkan kendaraan Anda menuju Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Ikuti jalan bebas hambatan tersebut hingga masuk ke Jalan Tol Pondok Pinang-TMII dan diteruskan ke Jalan Tol Jakarta-Serpong. Selanjutnya keluar tol dan masuk ke Jalan Tegal Rotan Raya hingga Jalan Cendrawasih. Selanjutnya belok kiri menuju Jalan Garuda tempat Kandang Jurank Doank berada. Anda juga dapat menumpang kereta komuter atau kereta ekonomi dari stasiun Manggarai atau Jakarta Kota dan turun di Stasiun Jurangmangu. Dari tempat pemberhentian kereta ini anda tinggal berjalan kaki selama 15 menit ke Kandang Jurank Doank. (Sumber: Artikel panduanwisata.id Foto tangselmedia.com)
...more

Melirik Pantai Wisata Jember

Wisata bahari di pantai selatan Jember mulai dilirik investor asing. Bahkan, perusahaan Korea sudah menyurvei tiga pantai unggulan di Jember. Mereka tertarik serta ingin menanamkan modal. Sebab, pantai di Jember dinilai potensial. Plt Kepala Kantor Wisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember M. Satuki menyatakan, tiga pantai tersebut adalah Pantai Watu Ulo, Papuma, dan Payangan. ”Belum ada kesepakatan apa pun. Namun, mereka sangat mengapresiasi keindahan laut Jember,” katanya. Selain potensi wisata laut, mereka sempat melihat wisata pegunungan. Bahkan, lanjut Satuki, investor Jakarta juga turut melakukan survei. ”Yang paling antusias adalah investor Korea. Siang hari sudah diantar keliling pantai, mereka minta datang lagi malamnya,” jelasnya. Pihaknya memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan keindahan Pantai Papuma. Pihaknya men-setting makan malam di tepi pantai seperti di Legian Bali untuk meyakinkan para investor. Bahkan, mereka diyakinkan langsung oleh Bupati Faida. Sejumlah investor yang singgah di Jember tersebut datang setelah menyaksikan karnaval dunia JFC. Mereka semakin yakin setelah tiga menteri dan kepala daerah di Jatim turut datang ke Jember. ”Karena kami menangkap peluang itu,” imbuhnya. Satuki optimistis kedatangan para investor tersebut berdampak baik bagi kemajuan Jember. Selain itu, multiplier effect bakal terus mengalir ke Jember. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat terealisasi dengan optimal. Dia menambahkan, pergelaran JFC selama empat hari pekan lalu mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan asing mencapai 200 ribu orang. ”Apalagi pada pekan bersamaan ada Mata Najwa yang dihadiri tiga menteri,” ujarnya. Dia mengaku seluruh hotel di Jember penuh. Bukan hanya hotel kelas bintang, hotel kelas melati pun dipenuhi pengunjung. ”Banyak homestay yang dihuni wisatawan,” ucapnya. Multiplier effect lain selama pelaksanaan JFC juga dirasakan pelaku UMKM di Jember. Meski demikian, mereka mengakui bahwa penjualan suvenir perlu ditingkatkan. Perjalanan paket wisata juga perlu direalisasikan selama ada momen agenda wisata semacam itu. Sebab, konsep terintegrasi sangat diperlukan dalam menunjang efektivitas promosi potensi wisata di Jember. (Sumber: Artikel jawapos.com Foto eruvierda.wordpress.com)
...more

Lasem, Pecinan di Pantura Yang Instagramable!

TripTrus.Com - Generasi millennial, dikenal sebagai generasi yang lebih memilih menghabiskan uang untuk berlibur dibandingkan membeli rumah. Demi memperoleh pengalaman liburan yang sedang tren, mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit. "Jelas bukan sembarangan destinasi liburan, generasi millennial memiliki beberapa kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan layak atau tidaknya mereka mengunjungi destinasi wisata."   Selain berjuta misteri masa lampau, Lasem memiliki Batik motif yang sangat khas. Dikarenakan motif Batik Lasem tercipta dari berbagai unsur, seperti: Sejarah, Alam dan Budaya perpaduan antara Jawa dengan Tionghoa. Coraknyapun menggambarkan falsafah hidup dan moral. Serta warnanya yang memiliki cirri khas serupa merah darah ayam atau dalam bahasa Jawa “abang getih pitik”. Setidaknya setelah UNESCO pada tahun 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, batik Lasem mengalami perkembangan. Usaha batik di Lasem memang semakin menggeliat, berbagai showroom, workshop batik baru tumbuh dan menjadi salah satu tujuan turis ke Lasem. Setidaknya ada satu hal yang mesti diperhatikan, yaitu regenerasi pembatik yang memasuki usia senja. Karena hal tersebut menjadi kunci keberlangsungan Batik Lasem. Regram πŸ“·@iwetramadhan A post shared by Vakansi Indonesia (@vakansinesia) onJan 8, 2018 at 5:28pm PST Destinasi berkarakter instagramable merupapak salah satu kriteria generasi millennial menentukan destinasi liburan.  Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan travel Expedia, studi pada traveler muda usia 18-34 menemukan bahwa 2 dari 3 responden mengatakan, Instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting sebelum mereka memesan tiket. Bagi generasi millennial, Lasem bisa dimasukkan ke dalam salah satu detinasi liburan mereka. Berbagai sudut Lasem sangat instagramable., dikarenakan begitu banyak bangunan tua bergaya Cina Hindia, yang masih berdiri kokoh. Aksen bangunan seperti jendela dan pintu  berbagai warna menjadi pemanis dalam bingkai foto.  Beberapa workshop batik dan juga beberapa klenteng bisa menjadi latar untuk berfoto. Selain berkarakteristik instagramable, Lasem juga bisa memberikan berbagai pengetahuan bagi generasi millennial.  Karena Lasem sendiri dikenal sebagai Tiongkok Kecil yang memiliki sejarah serta budaya yang menarik untuk diketahui. Tunggu apalagi? Siapkan perlengkapan berfotomu sebelum berkunjung ke Lasem ya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more

Jejak Sejarah Belanda yang Keren di Lebak, Seru Banget Eksplorasi Budaya dan Peninggalan yang Wow!

TripTrus.Com - Kabupaten Lebak enggak cuma terkenal sama Hutan Adat Baduy, kebudayaan adiluhung masyarakat adat Kaolotan (Kasepuhan), atau tempat wisata alamnya yang keren. Di sini, ada banyak cerita legendaris tentang peninggalan jaman Belanda yang asyik buat diexplore, mulai dari tempat bersejarah sampe perkembangan literasi yang lagi ngehits. Banyak situs bersejarah dari zaman penjajahan Belanda yang masih ada di daerah ini, Geng. Ada Stasiun Kereta Api, Residentie Van Max Oil yang dulunya pabrik minyak terkenal di Lebak, tempat penyimpanan air, benteng kuno, sampe Museum Multatuli yang baru-baru ini jadi pusat kegiatan literasi. Semua tempat itu punya daya tarik sendiri. Rangkasbitung, sebagai kota yang ramai dan modern, punya pengalaman pariwisata yang gak terlupakan. Terutama sekarang, ojek online lagi ngetren banget, jadi gampang buat jalan-jalan di kota ini. Salah satu tempat yang seru banget buat dikunjungi adalah Rumah Residence VOC. Tempatnya ada di seberang BNI yang terkenal sama tahu gejrotnya, enggak jauh dari rumah dinas polisi Kabupaten Lebak. Bisa naik kendaraan atau jalan kaki, lo bisa explore berbagai situs bersejarah yang jadi saksi berdirinya kota Rangkasbitung, yang dulunya dikenal juga sebagai Rangkasbetung. Perjalanan dimulai dari rumah Multatuli yang ada sekitar jembatan dua. Jembatan itu gak jauh dari jalan protokol yang sering dilewatin mobil dan kereta api. Alun-alun pusat juga tempat yang romantis buat warga kota yang mau singgah atau transit pas pulang kampung. Rangkasbitung punya daya tarik sendiri, mulai dari makam pahlawan yang kokoh berdiri di dekat Water Torn, tempat penyimpanan air dengan nilai sejarah yang penting. Ada banyak cara buat menikmati jejak sejarah di kota kecil ini, Geng. Selain jalan-jalan santai di pusat kota, lo juga bisa naik motor, becak, atau angkot yang masih aktif beroperasi di sekitar alun-alun. Liburan di kota ini enggak cuma seru, tapi juga gak bikin kantong bolong, loh. Lo dengan mudah bisa merasakan cerita yang tersembunyi selama perjalanan yang asik antara hunian kota dan aktivitas perdagangan di pinggir jalan, semuanya itu jadi daya tarik wisata yang keren. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Lanjut dari Alun-alun Rangkasbitung menuju Plaza Rangkasbitung Indah, lo bakal nemuin banyak bangunan kuno yang warisan budaya dan peninggalan Belanda VOC. Salah satunya adalah Residentie Van Max Oil, bekas pabrik minyak yang sekarang jadi pusat belanja dan landmark kota Rangkasbitung. Walaupun bangunannya udah hampir rubuh, tapi masih menjadi saksi bisu perjalanan ekonomi antara penduduk lokal sama VOC. Bangunan itu tetap jadi tempat penting sejak pertama kali didirikan dan jadi pusat aktivitas ekonomi yang berarti. Enggak cuma di dalam kota, warisan budaya juga ada di luar Rangkasbitung, Geng. Di Sajira, banyak rumah tua peninggalan Belanda yang masih terjaga dengan baik, jadi saksi sejarah yang hidup dan seru banget buat diexplore. (Sumber Foto @b.liong) 
...more

Hutan Mati Gunung Papandayan

Semua pasti setuju bahwa Gunung Papandayan itu cocok buat pendaki yang baru mau memulai pendakian. Selain karena treknya yang relatif tidak terlalu sulit, dengan sumber air melimpah, spot-spot pemandangannya pun bakal bikin siapapun ketagihan. Nah, salah satu spot paling ikonik di Gunung Papandayan, selain Taman Edelweiss Tegal Alun, adalah Hutan Mati. Namanya memang agak seram, tapi alih-alih seram, Hutan Mati Gunung Papandayan akan memberi kesan eksotisme yang tidak ada duanya. Terletak tepat di atas kawah utama Gunung Papandayan, kayu-kayu cantigi ini mati diterpa letusan vulkanik bertahun-tahun silam. Kini, asap belerang dari kawah pun seringkali diterpa angin ke arah Hutan Mati. Letaknya yang cukup dekat dengan camping ground Pondok Saladah membuat Hutan Mati menjadi spot yang harus dikunjungi baik di kala senja, maupun ketika menunggu sunrise. Hanya sekitar 10 hingga 15 menit dari tenda di Pondok Saladah Travelmate sudah bisa menikmati Hutan Mati. Travelmate juga akan melewati jalur Hutan Mati ini untuk meneruskan pendakian ke taman edelweiss Tegal Alun. Untuk pendaki pemula, tentu pemandangan ini adalah trigger untuk melakukan pendakian lebih jauh. Sehingga tentu saja orang bisa berkata : “hutan ini memang mati, tapi disinilah petualangan itu mulai hidup… yup, the forest is dead, but the adventure has just lived.”
...more

6 Objek Wisata di Bandung Perpanjang Periode Tutup Sementara

TripTrus.Com - Bandung jadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan. Setiap akhir pekan, tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke Kota Kembang. Bukan tanpa alasan, mengingat wilayah tersebut punya beragam objek wisata yang bisa didatangi pelancong. Namun belakangan, sejumlah pengelola objek wisata memutuskan tutup sementara akibat Kabupaten Bandung Barat berada di zona merah penyebaran Covid-19. Awalnya penutupan objek wisata hanya berlangsung selama sepekan sejak 16--22 Juni 2021. Penutupan objek wisata kembali diperpanjang hingga tujuh hari ke depan hingga 29 Juni 2021.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Raisa Jihan (@raishashin_) Penutupan objek wisata di KBB berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. PLT Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan pun menerbitkan Surat Edaran yang berlaku sejak 22 Juni 2021-- 5 Juli 2021. "Surat Edaran ini berlaku mulai sejak tanggal 22 Juni 2021 sampai dengan tanggal 5 Juli 2021, dan pada surat Edaran ini berlaku, maka Surat Edaran Bandung Barat Nomor 360/1588-BPBD/2021 tentang Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Wilayah Kabupaten Barat dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi Surat Edaran tersebut tertanggal 22 Juni 2021. Sejumlah pengelola tempat wisata Bandung yang mengumumkan tutup sementara di antaranya Lembang Park & Zoo, Farm House, Orchid Forest Cikole, The Grea Asia Africa Lembang, Dusun Bambu, dan Jendela Alam. Pihak pengelola objek wisata mengumumkan penutupan sementaranya lewat akun Instagram. [Baca juga : "Pandemi Bikin Tren Wisata Berubah, Ini Destinasi Yang Digemari Oleh Wisatawan"] "Dengan berat hati mimin mau nyampein kabar ini. Penutupan Lembang Park & Zoo diperpanjang sampai tanggal 29 Juni 2021. Sahabat Satwa dimana pun kalian berada, yukkk protokol kesehatannya jangan kendor, selalu terapkan 3M yaa Semoga wabah covid-19 bisa secepatnya mereda dan kita dapat kembali berlibur sekaligus belajar di LPZ," tulis akun Lembang Park & Zoo, Selasa, 22 Juni 2021. Hal yang sama juga ditulis pihak Orchid Forest Cikole. Mereka mendukung program pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. "Orchid Forest Cikole tutup sementara diperpanjang hingga tanggal 29 Juni 2021 ya," tulisnya. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @rzk.da ) 
...more

Kunjungi 7 Tempat Wisata Cilegon

TripTrus.Com - Cilegon adalah salah satu daerah di Provinsi Banten yang menawarkan beberapa wisata kekinian. Meskipun terkenal sebagai daerah industri, wisata Cilegon mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah. Untuk memaksimalkan waktu berkunjung kamu ke Cilegon, simak rekomendasi objek wisata hits yang pantas dicoba berikut. 1. Pulau Merak Besar dan Kecil       View this post on Instagram A post shared by Ani Triani (@ani_vaneza) Bicara soal wisata Cilegon tidak akan terpisahkan dari Pulau Merak. Baik Pulau Merak Besar maupun Pulau Merak Kecil, keduanya sama-sama dapat diakses menggunakan perahu dari Pelabuhan Merak. Dengan perpaduan birunya air laut dan pasir pantai yang penuh pecahan terumbu karang kecil, kamu sudah bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan. Suasana yang teduh akan mendukung kamu berlama-lama liburan di sini. Tidak hanya keindahan alamnya, kamu juga bisa menemukan situs sejarah di sini. Jika kamu meminta petunjuk warga lokal, kamu dapat menemukan situs tsunami Gunung Krakatau dan makam tokoh masyarakat. Jangan lupa juga untuk mencicipi keragaman kuliner di sana ya. 2. Pantai Anyer       View this post on Instagram A post shared by Info #ExploreSerang (@explore_serang) Objek wisata kedua yang juga tak kalah populer adalah Pantai Anyer dengan segala keindahannya. Pasir putih yang lebih lembut dibanding destinasi sebelumnya membuat kamu lebih leluasa jalan-jalan di bibir pantai tanpa alas kaki. Meski pemandangannya hampir sama dengan Pulau Merak, pantai ini menawarkan aktivitas seru yang lebih bervariasi. Mulai dari fasilitas snorkeling, banana boat, dan sebagainya. Sudah siapkah kamu dengan keseruan di Pantai Anyer? 3. Bukit Batu Gambir       View this post on Instagram A post shared by 𝓐𝓷𝓲 π“œπ“Ύπ“΅π”‚π“ͺ𝓷𝓲 (@lyani_am) Sesudah main ke pantai, saatnya kamu menjelajah ke pegunungan Cilegon. Bukit Batu Gambir adalah salah satu pegunungan yang terkenal di sini. Selain pemandangannya yang masih alami, jalur pendakian yang ada juga tidak akan membuat kamu bosan. Sesuai dengan namanya, kamu akan menemukan perbukitan dari batu yang keren sekali menjadi latar belakang swafoto bersama rombongan liburan. Karena perjalanan kesana membutuhkan stamina yang kuat, pastikan kamu dalam keadaan sehat, ya. 4. Situ Rawa Arum       View this post on Instagram A post shared by Zona Wisata Banten | Indonesia (@bantennature) Jika kamu mencari objek wisata yang menenangkan namun kurang menyukai pendakian, maka Situ Rawa Arum adalah solusinya. Menurut sejarah yang ada, lokasi danau ini terbentuk dari tsunami akibat letusan Gunung Krakatau ratusan tahun yang lalu. Di sekitar danau banyak ditumbuhi dengan tanaman teratai putih. Kalau kamu beruntung, kamu akan mencium harumnya bunga tersebut dari pinggir danau. Selain itu, kamu harus menambah koleksi foto dengan pemandangan danau dari atas tempat khusus yang sudah disediakan pengelola wisata. 5. Bukit Teletubbies       View this post on Instagram A post shared by Info Wisata Banten (@wowbanten) Bukit Teletubbies memiliki nama asli Bukit Kembang Kuning. Namun karena pemandangan yang ditawarkan mirip dengan bukit teletubbies yang terkenal itu, banyak wisatawan yang lebih mengenalnya dengan sebutan tersebut. Hamparan perbukitan dengan rerumputan hijau akan menyambut kamu ketika tiba di sana. Ketika musim kemarau, rumput-rumput tersebut akan dominan berwarna coklat. Meskipun begitu, udara yang ada disekitarnya masih bersih dan menyegarkan. [Baca juga : "Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang"] 6. Cilegon Green Waterpark       View this post on Instagram A post shared by Lis (@lisss.1607) Setelah menikmati serangkaian acara festival yang semarak dan meriah, kamu mungkin akan membutuhkan wisata yang seru sekaligus menyegarkan. Cilegon Green Waterpark adalah objek wisata yang direkomendasikan jika kamu mengajak anak kecil. Menjadi tempat bermain air yang hits tidak membuat lokasi ini menuntut harga yang mahal untuk menikmati semua wahananya. Mulai dari kolam anak, kolam olimpik, seluncuran air yang menantang, hingga kolam arus siap untuk dicoba. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @anyer_1883) 
...more

Wisata Religi Islam di Masjid Lautze Jakarta

TripTrus.Com - Pesona nuansa heritage Islami muslim Tionghoa di Masjid Lautze yang merupakan masjid unik dan bersejarah yang berlokasi di Jakarta Pusat. Jakarta tidak hanya memiliki obyek wisata yang berisikan waha permainan, namun kawasan Ibukota indonesia ini memiliki obyek wisata heritage yang menarik dikunjungi yang menyebar di beberapa kawasan daerah bilangan sawah besar Pasar Baru Kota Jakarta. Menurut catatan sejarah, Pasar Baru merupakan suatu area pusat perbelanjaan di Jakarta, dan sebuah kawasan yang memiliki bangunan yang berdiri kokoh sejak jaman Belanda dengan nuansa khas Eropa dan Tiongko tempat wisata heritage yang berlokasi di kecamatan Sawah besar jakarta Pusat ini bukan hanya menjadi central perekonomian masyarakat Jakarta saja, namun memiliki kisah catatan sejarah panjang dari sisi-sisi keunikan bangunan yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Jakarta Konon, sejak dulu kala masyarakat Tionghoa terkenal dengan keuletannya. maka tidaklah heran jika usaha gula dan tebu semakin berkembang pada waktu itu masih bernama Batavia membuat masyarakat etnis Tionghoa lainnya untuk datang dan mengadu nasib di Batavia yang kini disebut dengan nama jakarta.       View this post on Instagram Pengalaman yg menarik sembahyang disini. Mereka putih putih, gw item. Mereka sipit sipit, gw belo. A post shared by @ daanandraan onMay 26, 2018 at 4:49am PDT Perbauran masyarakat membuat muslim Tionghoa kian hari kian bertambah dengan salah satu buktinya kita bisa melihat sebuah bangunan Masjid Lautze yang merupakan masjid muslim Tionghoa pertama di Jakarta yang berlokasi di Jalan lautze Sawah Besar, Jakarta Jejak muslim Tionghoa kini dapat kita temukan di kawasan Sawah Besar Jakarta yaitu Masjid Lautze yang menjadi pusat aktifitas muslim Tionghoa ini berdiri sejak tahun 1991 dan berada di bawah Yayasan Karim Oei yaitu seorang muslim Tionghoa yang berperan mengenalkan ajaran agama Islam di kalangan masyarakat etnis Tionghoa. Nama masjid ini merujuk pada alamat lokasi berdirinya bangunan masjid itu sendiri yaitu di jalan Lautze yang merupakan sebuah kawasan pecinan di jakarta Pusat. Nama Masjid Lautze ini juga mengingatkan kepada kita akan sebuah nama seorang tokoh yang bernama Lautze yaitu seorang yang bijak dari negeri Tiongko. Tidak hanya nama masjidnya yang unik, namun kegiatan di Masjid Lautze ini pun juga terbilang unik, karena masjid ini hanya dibuka pada waktu tertentu saja. Sekilas bangunan ini tidak terlihat seperti tampaknya bangunan masjid pada umumnya. Keberadaan masjid ini tidak lepas dari keteguhan pengelola untuk menegakan syiar Islam khususnya bagi warga keturunan Tionghoa yang tidak pernah tersentuh oleh para ustad atau kiyai. Nama “Lautze” dalam bahas Tiongkok yang berarti guru bagai penerang jiwa, sosok inspirasi penyebar dakwah Islam hdair dibawah naungan masjid. Beragam aktifitas keagamaan seperti tilawah berada di masjid ini.Mulai dari tilawah anak hingga tilawah biasa. Namun Masjid Lautze Pasa Baru jakarta ini berbeda dari masjid pada umum dimana masjid ini hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB hal ini menyesuaikan dengan katifitas jemaahnya dan kondisi lingkungan sekitar. Karena jemaah masjid ini sebagian berprofesi sebagai pedagang yang tidak lagi berkegiatan diatas pukul 17.00 sore hari. Kegiatan rutin positif di masjid ini biasa dimulai seusai kegiatan tilawah pada akhir pekan. Konon, informasi yang Direktori Wisata terima, tidak terhitung warga Tionghoa yang datang dan belajar tentang agama Islam di masjid ini. Selama bulan Ramadhan akhir pekan dipilih sebagai waktu silaturahmi jamaah masjid. Mulai dari kegiatan buka puasa bersama hingga sholat tarawih berjamaahyang dilakukan di masjid ini. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Bagi sahabat dan pembaca setia Direktori Wisata indonesia yang akan merasakan nuansa Islami sambil silturahmi dengan jamaah di sini bisa langsung datang menuju lokasi yang berada di dekatPasar Baru Jakarta yang dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan bermotor dan mobil menuju lokasi. Dari perjalanan wisata religi Islam di Masjid Lautze jakarta ini, kita bisa mengambil pembelajaran tentang arti kerukunan, kebersamaan bawa di mata Alloh SWT semua makhluk ciptaanNya adalah sama, dan yang hanya membedakannya hanya nilai ketaqwaannya saja. (Sumber: Artikel direktori-wisata.com Foto nusantaranews.co)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...