Sudah pernah dengar cerita tentang Lasem? Sebuah kecamatan kecil di pesisir utara Pulau Jawa yang masih masuk wilayah Kabupaten Rembang. Lokasinya yang relatif jauh dari kota besar membuat Lasem terkadang agak terlupakan.
Daerah yang telah menjadi saksi peradaban manusia sejak jutaan tahun lalu ini menyimpan berjuta misteri dan potensi wisata sejarah yang siap digali. Ada apa sajakah disana? Berikut 8 tempat yang wajib dikunjungi di Lasem;
1. Kelenteng Cu An Kiong
(Foto: travel.kompas.com)
Gerbang dengan ornamen naga menyambut para pengunjung di halaman kelenteng. Aroma hio menyeruak seisi ruangan. Beberapa patung dewa disimpan di altar, di depannya terdapat sesaji persembahan berupa aneka buah-buahan. Membuat terpaku, takjub dengan aura kelenteng ini yang begitu kuat. Kelenteng tua di Desa Soditan Lasem ini sudah berusia ratusan tahun dan termasuk salah satu yang bersejarah. Interiornya unik, dindingnya dipenuhi rangkaian lukisan tentang dewa-dewi.
2. Omah Lawang Ombo
(Foto: kesemsemlasem.com)
Entah mengapa bulu kuduk langsung berdiri begitu memasuki rumah kuno ini. Rumah bergaya Tiongkok ini adalah salah satu bekas gudang candu pada masa abad 18 dulu. Opium/candu adalah komoditi yang sangat berharga namun terlarang. Sehingga perdagangannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun sekarang tidak sembarangan orang bisa masuk kesini karena harus mendapat ijin dulu dari pengelolanya.
3. Kelenteng Gie Yong Bio
(Foto: clara-indonesia.com)
‘Ah, kelenteng doang! Apa menariknya?’
Eits! Jangan underestimate dulu. Jika biasanya hanya ada patung dewa-dewi di kelenteng, maka lain halnya disini. Untuk menghormati & mengenang jasa Raden Panji Margono, seorang tokoh masyarakat muslim Lasem dari suku Jawa ketika masa perjuangan melawan penjajahan dulu, di kelenteng ini ada altar khusus untuk Raden Panji Margono yang diletakkan di ruangan khusus. Besarnya pun sama dengan altar kongco yang lain. Tak jarang mereka yang bersembahyang di kelenteng ini juga menghampiri pula altar Raden Panji Margono. Disini kita merasakan betapa indahnya nilai-nilai toleransi dan saling menghargai.
4. Masjid Jami’ Lasem
(Foto: lasemsyarifah.blogspot.com)
Bukan sekedar masjid biasa. Interiornya penuh dengan kaligrafi dan ukiran kayu khas pantura timur Jawa. Lokasinya yang berada di jalan raya utama membuat masjid ini mudah dijangkau. Orang-orang datang kesini selain untuk menunaikan ibadah sholat, banyak juga yang datang untuk berziarah ke makam waliullah yang disemayamkan di sekitar masjid. Diantaranya ada makam Mbah Sambu, salah seorang penyebar agama Islam zaman Kerajaan Majapahit. Ada juga makam Adipati Tejakusuma 1 dan makam simbah KH Ma’shum, salah seorang ulama besar Lasem yang dihormati hingga sekarang. Sebutan lain untuk Lasem adalah kota santri, karena banyaknya pondok pesantren disini.
5. Kampung Batik Karangturi
(Foto: cbfmrembang.wordpress.com)
Belum ke Lasem kalau belum belanja batik. Salah satu juragan batik favorit adalah rumah batik Bu Sutera yang ada di desa Karangturi. Jadi bentuknya ya hanya rumah kuno khas Lasemgitu. Sekedar saran, jika ingin mencarinya, bertanyalah kepada orang kampung sekitar. Yang khas dari batik Bu Sutera adalah motif & teknik pembuatan batiknya yang masih asli menjaga tradisi turun temurun. Ada motif kricak, laseman, gunung ringgit, tiga negeri, dan motif klasik lainnya. Harganya juga relatif terjangkau.
6. Pantai Caruban
(Foto: tribunnews.com)
‘Memang di Lasem ada pantai yang bagus?’
Ada dong! Pantai Caruban terletak tak begitu jauh dari terminal Lasem. Kita bisa kesana dengan naik delman atau ojek dengan menyusuri jalan sempit diantara tambak garam dan bandeng. Pantai ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit pada masanya, karena konon disinilah salah satu lokasi pangkalan armada maritim Majapahit kala itu. Bahkan tak jarang kini masih ditemukan pecahan-pecahan gerabah di sekitar pantai.
7. Wisata Kuliner Lontong Tuyuhan
(Foto: uckywiicky.blogspot.com)
Bagi penikmat wisata kuliner, wajib hukumnya icip-icip kuliner khas Lasem yang satu ini. Lontong Tuyuhan namanya. Sejenis opor ayam kuah kuning beraroma rempah yang disajikan dengan irisan-irisan besar lontong. Tuyuhan merupakan nama sebuah kawasan tempat menu ini berasal. Murah meriah dan dijamin kenyang. Yang unik adalah kita bisa memilih lauk bagian dari ayam mana yang ingin kita santap. Kalau yang menjadi favorit pengunjung adalah bagian kerangka perut ayam betina yang masih penuh dengan calon telur. Di Lasem, tidak perlu menunggu lebaran untuk bisa makan opor.
8. Warung Kopi
(Foto: jointkopi.com)
‘Monggo mas, ini pisang gorengnya masih panas.’
Ibu penjual menyodorkan secangkir kopi susu panas dan sepiring pisang goreng yang baru diangkatnya dari penggorengan. Duduk di bangku kecil berdampingan dengan bapak-bapak warga sekitar Kampung Karangturi yang siang itu sedang nongkrong di warung kopi.
Nongkrong di warung kopi sudah menjadi bagian dari keseharian warga Lasem rupanya dan itu tak mengenal waktu, dari pagi sampai malam sah-sah saja. Biasanya ada 2 pilihan sajian kopi, mau kopi hitam/kopi tubruk ataupun kopi susu. Tergantung selera masing-masing. Kopi dari perkebunan sekitar Kab Rembang ini ditumbuk hingga sangat halus, bahkan ada yang 10 kali proses penggilingan. Inilah khasnya kopi Lasem. (Sumber: Artikel phinemo.com Foto geografientrepreneur.yolasite.com)
...moreTripTrus.Com - Bocoran dari pemerintah NTB, khususnya Dinas Pariwisata, mereka baru aja ngelempar Calendar of Event NTB buat tahun ini. Ada 36 acara pariwisata yang siap banget ngeramein NTB sepanjang tahun, guys!
Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata NTB, ceritanya pas lagi ngeluncurin kalender itu di Desa Wisata Bilabante, Lombok Tengah, pada Selasa (2/1/2024), dia bilang, "Ada 36 event kita luncurkan, tapi ini bisa saja bertambah dan jumlahnya bisa lebih karena ada beberapa event juga belum masuk."
View this post on Instagram
A post shared by Tiara and Friends band (@tiarandfriends)
Nah, katanya sih kalender ini mencakup segala macam event, mulai dari yang bercorak budaya, olahraga, sampe yang religi gitu. Dia berharap para pebisnis pariwisata, kayak transportasi, hotel, tour guide, dan travel pariwisata, bisa siap-siap dengan baik.
"Jadi, nanti saat mereka ajak tamu, baik yang lokal atau turis internasional, pasti ada tempat keren buat dikunjungin atau acara seru yang bisa dinikmati," ujarnya semangat.
[Baca juga : "Liburan Seru Di Jogja 2024, Daftar Event Gokil Yang Harus Kamu Datengin!"]
Trus, dia berdoa banget sih tahun ini gak ada halangan kayak pandemi Covid-19 yang bikin ribet. Targetnya dari 36 event ini, Pemprov NTB mengharapkan sekitar 2,5 juta wisatawan bakal mampir dan merasakan pesona NTB.
"Semoga dengan kalender event ini, pariwisata NTB bisa makin melesat dan ngasih pengalaman seru buat setiap pengunjungnya," begitu harapannya. Seru, kan? Tunggu aja apa lagi yang bakal muncul di tahun ini! (Sumber Foto @insmedia_indonesia)
...moreTripTrus.Com - Bro, traveling pas puasa tuh emang PR banget! Lo harus tahan laper, haus, plus tetep fit biar perjalanan tetep asik. Tapi santai, ada cara biar lo gak loyo meskipun lagi road trip atau jalan-jalan di bulan Ramadan. Nih, simak tipsnya biar lo tetep strong dan puasanya lancar!
View this post on Instagram
A post shared by ROAM (@experiencesbyroam)
1. Bawa Bekal Sendiri, Jangan Ngandelin Takdir!
Gak semua tempat yang lo datengin jual makanan yang cocok buat sahur atau buka. Makanya, lo wajib bawa bekal sendiri! Pilih makanan yang banyak proteinnya, serat, dan lemak sehat biar tenaga lo tahan lama.
Kalau ribet bawa makanan berat, lo bisa sedia camilan sehat kayak kurma, kacang-kacangan, atau granola. Praktis, gampang dibawa, dan bikin lo tetep bertenaga sampai magrib!
2. Minum yang Cukup, Jangan Sampai Kekeringan!
Dehidrasi pas puasa itu nyiksa banget, apalagi kalau lo lagi di perjalanan jauh. Solusinya? Maksimalin asupan cairan pas sahur dan buka.
Hindarin kopi atau teh berlebihan, soalnya bikin badan makin kering. Mending pilih air putih, infused water, atau air kelapa biar elektrolit lo tetep seimbang.
[Baca juga : "10 Event Paling Kece Di Karisma Event Nusantara 2025! Lo Wajib Merapat!"]
3. Jangan Maksa! Kurangin Aktivitas Berat
Emang sih, traveling itu bikin pengen jalan-jalan terus. Tapi inget, lo lagi puasa! Jangan kebanyakan jalan kaki atau aktivitas yang bikin energi lo cepet abis.
Kalau bisa, pilih transportasi yang nyaman biar gak gampang capek. Mau ngebolang ke tempat wisata? Atur jadwalnya setelah buka puasa biar lo tetep bisa enjoy tanpa harus ngos-ngosan!
4. Makan yang Sehat Pas Buka, Jangan Kalap!
Pas azan magrib berkumandang, jangan langsung hajar makanan manis berlebihan! Lonjakan gula darah bisa bikin lo makin lemes.
Pilih makanan yang seimbang, kayak karbo kompleks, protein, dan lemak sehat biar tenaga lo tetep stabil. Kalau susah cari makanan sehat di perjalanan, bawa cadangan kayak sup instan bergizi atau makanan kemasan tinggi protein dan serat. Praktis dan tetep sehat!
5. Batasi Minuman Manis, Jangan Ketipu!
Gue tau banget, pas buka tuh suka kepengen minum es teh manis atau soda. Tapi hati-hati, kebanyakan gula malah bikin badan makin drop!
Mending pilih minuman yang bikin badan lo tetep fresh, kayak jus buah asli tanpa gula tambahan, teh herbal, atau cukup air putih aja. Badan lo bakal lebih segar dan gak gampang capek!
Jadi gitu, guys! Traveling pas puasa emang butuh trik biar tetep strong dan gak gampang KO. Yang penting, jaga pola makan, minum yang cukup, dan atur ritme biar lo bisa tetep jalan-jalan tanpa ganggu ibadah puasa. Siap ngebolang meskipun lagi Ramadan? (Sumber Foto @canva.com)
...moreTRIPTRUS - Laporan Indonesia Islamic Finance Report menyebut Indonesia menyimpan berbagai peluang bisnis syariah. Ini salah satunya. Bisnis keuangan syariah Indonesia diyakini tengah memasuki tahap baru yang lebih menjanjikan. Dengan populasi muslim terbesar, beragam peluang bisnis Islami terhampar luas di Tanah Air.
Mengutip laporan terbaru Indonesia Islamic Finance Report (IIFR) 2016, peluang bisnis syariah di Indonesia diantaranya terbentang di sektor wisata halal, kuliner halal, dan fashion Islami.
Khusus di bisnis wisata halal, IIFR menyebut Indonesia masih memiliki peluang besar dalam mengembangkan sektor ini.
Dilihat dari jumlah wisatawan, Indonesia baru bisa mendatangkan 936 ribu wisatawan muslim pada 2013. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan Malaysia 3,264 juta dan Uni Emirate Arab 2,143 juta orang.
"Saat ini bisnis hotel khusus syariah masih sangat terbatas, ini menjadi peluang investasi di sektor perhotelan dan jasa," kata IIFR dalam laporannya.
IIFR mencatat Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini baru mencatat dua hotel yang mengantongi lisensi syariah. Yaitu Sofyan Hotel Betwai di Jakarta dan Tuara Natama Hotel di Sidempuan, Jawa Barat.
Sertifikasi halal memang belum kewajiban bagi semua hotel. Namun ini menjadi pijakan bagi traveler muslim yang butuh pelayanan penunjang ibadah.
Hotel yang menyediakan sajadah, arah kiblat, pemisahan ruang olahraga dan fasilitas rekreasi bakal mengundang turis asing.
Selain hotel syariah, IIFR juga melihat peluang bisnis syariah di jasa travel. Bahkan peluang ini terus bertumbuh seiring meningkatkan kebutuhan para turis muslim.
Beberapa diantara bisnis travel yang berpeluang tumbuh adalah wisata sejarah dan budaya, wisata alam dan ecotourism, wisata belanja, wisata olahraga, dan wisata kuliner.
Jadi buruan mulai kembangkan bisnis wisata halal, sebelum kembali menjadi penonton. (Sumber: Artikel dream.co.id)
...moreTripTrus.Com - Lo tau nggak sih, Indonesia tuh gak cuma punya alam yang kece badai, tapi juga punya segudang tradisi wisata yang unik, bikin lo mikir, “Ini beneran ada?” Serius deh, tradisi-tradisi ini gak cuma soal budaya doang, tapi juga punya makna dalem yang kadang gak bisa lo temuin di tempat lain. Dari ujung barat sampai timur Indo, banyak banget upacara yang digelar tiap tahun dan bisa jadi daya tarik wisata juga. Bukan cuma buat warga lokal, turis mancanegara pun sampe takjub liatnya. Dan yang paling penting, semua ritual ini tuh kaya banget akan nilai sejarah, spiritualitas, dan tentunya, vibe lokal yang khas abis!
1. Rambu Solo, Toraja – Gengsi dalam Berkabung
View this post on Instagram
A post shared by TORAJA STORY (@story___toraja)
Nah, kalo lo ke Toraja, Sulawesi Selatan, jangan kaget kalo nemu pemakaman yang keliatannya kayak pesta gede. Ini namanya Rambu Solo. Seriusan, ini bukan pemakaman biasa. Orang-orang ngumpul, motong kerbau, terus ada upacara adat yang ribet tapi sakral. Gak heran kalo acara ini bisa makan waktu berhari-hari bahkan sampe berminggu-minggu. Emang sih, butuh biaya gede, tapi buat orang Toraja, ini bentuk penghormatan terakhir yang paling tinggi buat keluarga yang udah meninggal. Jadi, makin gede acaranya, makin tinggi juga status sosialnya.
2. Manene, Toraja – Reuni Keluarga Akhirat
Masih dari Toraja nih, ada juga tradisi yang bisa bikin lo merinding tapi kagum. Namanya Manene. Di ritual ini, keluarga bakal buka kembali makam leluhur mereka, terus jenazahnya dibersihin dan dipakein baju baru. Iya lo gak salah baca, jenazahnya dikeluarin dan diperlakukan kayak masih hidup! Tapi tenang, ini bukan horor, ini bentuk rasa cinta dan hormat keluarga ke leluhur mereka. Bener-bener bikin lo mikir ulang soal hubungan keluarga dan kehidupan setelah mati.
3. Pasola, Sumba – Duel Kuda yang Penuh Makna
Lanjut ke NTT, di Sumba tepatnya, ada atraksi yang seru abis dan memacu adrenalin. Namanya Pasola. Ini tuh semacam perang-perangan pake kuda, di mana dua kelompok saling lempar tombak sambil ngebut di atas kuda. Wah, kayak film action! Tapi ini bukan cuma soal adu kekuatan, Pasola adalah bagian dari tradisi panen dan ritual buat minta berkah ke leluhur. Jadi selain seru, tradisi ini juga punya sisi spiritual yang kuat banget.
4. Ngaben, Bali – Api, Arwah, dan Perjalanan ke Nirwana
Kalo lo ke Bali, lo pasti pernah denger soal Ngaben. Ini tuh semacam pemakaman, tapi bukan yang suram gitu. Justru di Bali, kematian itu dirayakan karena dipercaya sebagai proses menuju kebebasan jiwa. Jenazah dibakar dengan upacara megah dan penuh warna. Musik, tarian, dan doa mengiringi arwah buat nyampe ke alam selanjutnya. Suasananya bisa campur aduk, antara haru dan meriah. Pokoknya, ini bukan pemakaman biasa, bro!
[Baca juga : "Mei Seru Di Jabar: Liburan Lo Gak Bakal Garing!"]
5. Tabuik, Sumbar – Drama Lautan dan Makna Spiritual
Kalo lo main ke Pariaman, Sumatera Barat pas bulan Muharram, siap-siap disambut sama tradisi Tabuik. Ini acara gede banget, kayak karnaval yang dipadukan sama spiritualitas tinggi. Puncaknya tuh pas "tabuik" alias menara raksasa yang udah dihias megah dilempar ke laut. Konon itu buat ngusir roh jahat dan sebagai simbol pelepasan duka. Warga rame-rame nangis, seneng, dan takjub dalam satu momen. Gokil kan?
6. Sekaten, Jogja & Solo – Dari Religi ke Festival Seru
Sekaten tuh acara yang diadain buat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi dikemas dalam nuansa festival budaya. Lo bisa liat gamelan sekaten ditabuh, pasar malam rame, dan berbagai pertunjukan seni tradisional. Di Jogja dan Solo, vibe-nya tuh beda tapi sama-sama pecah. Banyak warga lokal dan turis numpuk buat nonton, beli jajanan, dan nikmatin suasana. Tradisi ini buktiin kalo agama dan budaya bisa nge-blend dengan harmonis.
7. Debus, Banten – Aksi Mistis yang Mind-Blowing
Debus tuh salah satu tradisi Banten yang mistis tapi bikin lo penasaran. Lo bakal liat orang kerasukan, nusuk-nusuk diri pake benda tajam, tapi anehnya mereka gak kenapa-kenapa! Ini sebenernya ritual penyembuhan juga, dan diyakini punya energi spiritual gede. Lo bakal ngerasain atmosfer mistis yang kental banget. Seram, tapi menarik buat disimak, apalagi kalo lo suka hal-hal yang out of the box.
8. Bakar Batu, Papua – Hangatnya Tradisi di Tanah Timur
Nah kalo di Papua, ada tradisi keren namanya Bakar Batu. Jadi warga ngumpul, bakar batu sampai panas, terus batu itu dipake buat masak bareng-bareng satu kampung. Momen ini biasanya buat ngerayain kelahiran, perdamaian, atau upacara adat lain. Yang bikin spesial tuh kebersamaannya, lo bisa liat orang-orang kerja sama, masak bareng, makan bareng, dan ngerayain hidup bareng-bareng. Simple tapi penuh makna!
Intinya sih, tradisi-tradisi ini nunjukin kalo Indonesia tuh punya warisan budaya yang gak main-main. Setiap daerah punya cerita sendiri yang bikin lo mikir, “Gila, budaya kita sekaya ini ya?” Dari yang serem, nyentrik, sampe yang bikin haru, semuanya ada di negeri ini. Lo tinggal pilih, pengen jadi saksi sejarah di mana dulu nih? Tapi satu hal yang pasti, semua tradisi ini ngajarin kita buat lebih menghargai leluhur, alam, dan sesama. Siap jalan-jalan sambil belajar budaya? Yuk gaskeun! (Sumber Foto @jyikwa)
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat.
Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_)
“Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021.
[Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"]
Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021.
“Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 )
...moreTripTrus.Com - Liburan di Lampung Timur bakalan makin menarik dengan adanya aneka event wisata tahun 2017. Berikut daftarnya.Pemerintah Kabupaten Lampung Timur makin serius mengembangkan pariwisata di sana. Agar traveler makin tertarik berkunjung, berbagai acara wisata pun diselenggarakan. Sepanjang 2017, dari Festival Panen Padi hingga Festival Way Kambas bakalan makin menyemarakkan suasana liburan di Lampung Timur.Kalau penasaran ingin merasakan kemeriahan festivalnya, simak dulu kalender wisata Lampung Timur yang telah cukup banyak beredar melalui media sosial. Seperti dilihat detikTravel dari akun Instagram resmi Kementerian Pariwisata, Selasa (3/1/2017), berikut ini aneka event wisata di Lampung Timur selama 2017:Festival Panen Padi (2 Maret), Lampung Timur BMX Festival (19 Maret), Festival Kicau Burung (26 Maret), Tasyakuran Laut (8 April), Pekan Seni Lampung Timur (20 April), Muli Mekhanai (21 April), Begawi Adat Lampung (14 Mei), Festival Kuliner Ramadan (17-23 Mei), Petualangan Motor Cross (28 Juni), Gebyar Wisata Mudik (27-30 Juni), Festival Layang-layang Maringgai (2 Juli), Festival Petik Lada (9 Juli), Festival Membaca (22 Juli), Festival Kuda Lumping (30 Juli), Festival Bersih Danau (11 Agustus), Festival Dayung Way Bungur (13 Agustus), Festival Musik Kreatif (9 September), Festival Tari Melinting (23 September), Festival Hijau Tanam Seribu Pohon (10 Oktober), Festival 10.000 Rebana (22 Oktober), Festival Napak Tilas Purbakala (28 Oktober) dan Festival Way Kambas (11-13 November) yang meliputi: Festival Film Rimba (11 November), Fotografi Hutan Lampung Timur (11 November), Festival Kuliner (11 November), Sketsa Way Kambas (11 November), Lomba Kreasi Souvenir (12 November), Jejak Petualang (12 November), Lomba Lari (12 November), Pesta Buah (13 November), Sepeda Santai (13 November) (Sumber: Artikel detik.com Foto pariwisatalampung.com)
...moreTripTrus.Com - Banyuwangi udah masuk dalam daftar tempat yang lo pengen kunjungi? Gokil! Lo udah pilih tempat yang tepat banget, deh. Banyuwangi itu nggak cuma punya gunung keren sama kawah yang super epic, tapi juga ada taman nasional yang siap bikin lo betah berpetualang. Nih, gue kasih 5 hal yang wajib banget lo lakuin kalo lo lagi main ke Banyuwangi.
1. Ngeliat Api Biru di Kawah Ijen
Kalo lo suka petualangan yang bikin lo deg-degan, naik Gunung Ijen bisa jadi pilihan. Lo bakal liat fenomena api biru yang muncul di kawah, yang ternyata tuh api yang muncul karena proses pembakaran belerang. Perjalanan ke puncak Ijen lumayan ngetes fisik, tapi pemandangannya nggak bohong, sangat worth it. Jangan lupa, lo harus berangkat tengah malem banget, soalnya api biru ini muncul pas fajar. Dan yang paling penting, siapin masker karena belerangnya bisa bikin sesak napas. Biar nggak ribet, mending sewa guide yang udah biasa bawa orang naik ke puncak.
2. Safari Seru di Taman Nasional Meru Betiri
View this post on Instagram
A post shared by Shri Sainis (@shri.sainis)
Kalo lo suka sama alam liar, Meru Betiri bisa jadi destinasi yang nggak boleh lo lewatin. Taman nasional ini jadi rumah buat macan Jawa yang katanya udah punah (tapi katanya sih masih ada). Ada juga Pantai Sukamade yang terkenal banget buat konservasi penyu. Lo bisa ikutan tur yang udah disediain, biasanya ada mobil dan driver yang jadi guide lo. Tapi, kalo lo pengen jelajah sendiri, pastiin lo naik jeep off-road, soalnya jalanannya bumpy abis.
3. Menyatu Sama Alam di Taman Nasional Alas Purwo
Alas Purwo emang penuh misteri, banyak cerita horor yang beredar. Tapi sebenernya, taman nasional ini jauh lebih dari itu. Luas banget, sekitar 434 km², ada hutan mangrove, sabana, sampai pantai berkarang. Di sini lo bisa liat banteng Jawa yang hampir punah, atau hewan langka lainnya kayak lutung Jawa, merak hijau, ayam hutan merah, sampai kucing hutan yang jarang kelihatan. Kalo lo mau yang lebih seru, bisa jelajah bareng guide lokal yang ngerti banget jalurnya.
[Baca juga : "10 Spot Wajib Di Banyuwangi Yang Bikin Lo Makin Keren Abis!"]
4. Surfing Asyik di G-Land
G-Land atau Pantai Plengkung terkenal banget di kalangan surfer lokal sama internasional. Pantainya itu unik, bentuknya bikin ombaknya gede-gede banget, bisa sampe 2-4 meter! Kalo lo pengen belajar surfing, ada beberapa surf camp di sekitar sini. Atau kalo udah jago, join aja sama para surfer yang udah nyelam di sana seharian. G-Land bisa dijangkau lewat perahu dari Bali, tapi kalo lo mau petualangan darat, lo bisa lewat Alas Purwo juga.
5. Belajar Sejarah di Pura Agung Blambangan
Pura Agung Blambangan itu salah satu pura terbesar di Pulau Jawa, setelah yang ada di Gunung Salak. Ini tempat yang sakral buat umat Hindu dan juga spot yang pas buat lo yang mau belajar sejarah Banyuwangi. Biasanya ada festival besar di sini pas hari-hari tertentu. Kalo lo dateng, pastiin pake pakaian yang sopan, ya, karena ini tempat ibadah.
Jadi, buat lo yang lagi nyari tempat petualangan seru, Banyuwangi tuh pilihan yang nggak bakal bikin lo kecewa. Dari ngeliat fenomena api biru di Kawah Ijen, safari liar di Meru Betiri, sampai ngejelajahin pantai dan hutan yang masih asri di Alas Purwo, semuanya ada di sini. Kalo lo hobi surfing, G-Land bakal jadi tempat yang lo nggak bakal lupain. Jangan lupa juga buat mampir ke Pura Agung Blambangan buat nyelami sejarah Banyuwangi yang penuh makna. So, tunggu apa lagi? Saatnya lo buat #JelajahBanyuwangi dan ngerasain langsung semua keindahannya! (Sumber Foto @mlorensoo)
...morePacu kuda bogi atau pacu kuda menggunakan kereta joki sampai saat ini masih sering di pertandingkan di Solok, Sumatra Barat. Meski pesertanya sudah jauh berkurang, beberapa daerah yang masih memiliki kuda bogi seperti Sawahlunto, Padang, Solok, Agam, Bukittinggi, serta Payakumbuh tidak pernah absen dalam setiap pertandingan. Ini guna mempertahankan keberadaan pacu kuda bogi agar tidak punah.Pacu kuda bogi berbeda dengan pacu kuda biasa. Bila biasanya joki menggunakan pelana di punggung kuda, namun kuda bogi memakai kereta roda dua. Pacu kuda bogi sudah dikenal di Minangkabau sejak zaman Belanda. Dulunya, kereta bogi biasa dipakai bangsawan Belanda atau pejabat-pejabat pemerintahan di zaman itu.
Sumber:http://news.liputan6.com/read/ Foto:http://www.tabloidbijak.com/2015/09/pacuan-kuda-di-paguh-duku-kecamatan-vii.html
...more