TripTrus.Com - Bila berbicara tentang Jakarta pasti ada satu hal yang paling melekat dengan Kota ini, yaitu “Kemacetan”. Memang kemacetan menjadi sesuatu hal biasa di Jakarta. Segala bentuk sumpah serapah selalu terlontar setiap hari oleh penduduknya maupun pendatang yang berkatifitas di Jakarta. Bagaimana tidak, kemacetan sudah seperti menu yang harus mereka santap setiap hari.
Kota Jakarta tercinta ini memang keras dan hanya orang-orang bermental baja yang bisa bertahan katanya. Di luar dari kemacetan serta segala sumpah serapah juga banyak hal-hal menarik yang bisa kita sebut kebahagian lain Kota Jakarta. Dan semestinya pula kita bisa menikmati Jakarta dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Dari itu kita intip hal-hal menarik apa saja yang bisa kita nikmati di Jakarta:
1. Jingga Senja Menggoda
“Bersepeda di kala senja. Mengejar mentari tengelam. Hangat jingga temani rasa, nikmati Jakarta”. Mengutip sepenggal lirik dari Banda Neira berjudul Senja di Jakarta, tidak ada salahnya kita menikmati kota ini dalam bentuk senja. Karena senja di Jakarta tidak kalah mengagumkan dari kota-kota lain di Indonesia. Banyak tempat-tempat yang bisa menyajikan senja yang menggoda, contoh:
Pelabuhan Sunda Kelapa
Sumber: Foto indahfajarwatii.blogspot.com
Stasiun Gambir
Sumber: Foto panoramio.com
Jembatan Four Season Kuningan
Sumber: Foto geospotter.org
2. Sejarah Dari Museum
Jika ada yang bilang Jakarta itu kotanya Mall, itu benar adanya. Tapi, ada yang perlu kita ketahui bahwa Jakarta adalah Kota pemilik Museum terbanyak di Indonesia. Tercatat ada sekitar 47 Museum ada di Jakarta. Selain harga tiket masuknya yang murah, museum-museum juga bisa menjadi tempat kita belajar sejarah bangsa Indonesia dan benda-benda karya seni lainnya yang menjadi koleksi museum tersebut, contoh:
Museum Fatahillah
Sumber: Foto yukpiknik.com
Museum Basoeki Abdullah
Sumber: Foto wikimedia.org
Museum Wayang
Sumber: Foto sindonews.net
3. Berburu Kuliner Malam
Jakarta kalau urusan kuliner jangan ditanya lagi. Juara!!! Berbagai jenis kuliner, mulai dari harga kaki lima hingga bintang lima semua tumpah ruah tersedia di Jakarta. Jadi jangan takut susah kulineran di Jakarta. Terlebih jika malam tiba, pusat kuliner malam bisa menjadi salah satu obat pusing dari kemacetan yang menyergap kota ini. Beberapa tempat kuliner malam bisa menjadi rekomendasi kalian untuk menuntaskan lapar,contoh:
Pasar Santa
Sumber: Foto 30harikotakubercerita.poscinta.com
Jajanan Rawamangun
Sumber: Foto jajanbeken.blogspot.com
4. Kesejukan Taman Kota
Di Kota tetangga tepatnya di Kota Bandung, banyak sekali taman-taman Kota yang disulap menjadi lebih menarik. Tanpa perlu membandingkannya, Jakarta juga memiliki taman-taman kota yang tidak kalah sejuknya. Meski tidak terlihat semanarik taman-taman Kota di Bandung, Taman Kota di Jakarta bisa menjadi tempat bersantai, berolah raga, foto-foto juga mengeluarkan segala ekspersi, contoh: Taman Menteng
Sumber: Foto forumtempatwisata.com
Taman Ayodya
Sumber: Foto jakartakita.com
Taman Suropati
Sumber: Foto tripadvisor.com
Mungkin hal-hal menarik di atas bisa menjadi tempat kita untuk sedikit bersembunyi dari kemacetan Kota Jakarta. Banyak orang berkata: “Bahagia Itu Sederhana”., jadi mari kita buat sederhana untuk menikmati Kota ini dan berbaghagialah di Jakarta. Enjoy Jakarta! (Sumber: Artikel Amieykha, Foto tourist-destinations.com)
...moreTripTrus.Com - Wohoo! Nih, Jateng siap bikin heboh di 2024 dengan enam event keren yang bakal jadi bahan obrolan kita! Gak kalah nih sama kalender kegiatan Jakarta!
Gini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah udah nentuin enam event seru banget buat Jawa Tengah Calendar of Events (Jtcoe) bulan Januari 2024. Solo juga bakal jadi tuan rumah satu acara keren, loh!
View this post on Instagram
A post shared by Magelang Travel Photografer (@badrikaaa)
Ini dia daftarnya yang bisa lo samperin di awal tahun 2024:
Festival Durian di Kabupaten Pekalongan, Januari 2024. Khusus buat pecinta durian yang doyan sensasi kuliner unik, loh!
Sadran Lepen Lamuk Gunung di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Januari 2024. Acara tradisional yang bakal nampilin tarian dan musik khas Jawa Tengah. Betah deh pasti!
Haul Syekh Sjangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, 27 Januari 2024. Momen keagamaan yang penuh makna, bro!
Haul Sunan Prawoto di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Januari 2024. Ini acara sakral buat ngumpul, doa-doa, dzikir, dan serangkaian kegiatan keagamaan lainnya.
Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede, Solo, 28 Januari 2024. Solo bakal rame dengan karnaval budaya yang pamerin kekayaan tradisional dan seni khas Jawa Tengah.
Perayaan Ta’sis Menara di Desa Kauman, Kudus, 30 Januari 2024. Ritual perayaan yang penuh makna dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, pasti seru!
Nah, ini baru awalnya, bro! Peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events tahun 2024 jadi tanda dimulainya rangkaian event keren di sini.
Jtcoe 2024 bakal hadirin 220 event seru, tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini gak cuma soal seni pertunjukan dan festival, tapi juga ada event olahraga dan MICE, lho!
[Baca juga : "Surabaya, Ngeventnya Makin Seru, Delapan Event Asyik Di Januari 2024"]
Jateng juga punya event unggulan yang masuk nominasi Karisma Event Nusantara 2024. Ada Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur.
Gak cuma itu, Jateng juga siap bikin kita kagum dengan event olahraga dan kreatif berskala nasional dan internasional, kayak Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (Fespin), Borobudur Marathon, Tour De Borobudur, dan Mesastila 100.
Jadi, prepare diri lo buat dihibur dan kagum sama kekayaan budaya, olahraga, dan kreativitas Jawa Tengah lewat rangkaian event spektakuler sepanjang tahun 2024! Let's get the party started! (Sumber Foto @solonyaman)
...moreTripTrus.Com - Indonesia itu terdiri dari lebih dari 13.000 pulau, masing-masing punya vibe yang unik dan keragaman yang kece abis. Makanya, gak heran deh kalo Indonesia jadi salah satu destinasi wisata paling hits, terutama di Asia Tenggara! Dari candi kuno yang megah sampai resort mewah di pinggir pantai, semua ada di sini. Nah, kalo lo mau kabur dari rutinitas yang hectic, bulan Oktober bisa jadi pilihan yang pas!
Cuaca di bulan Oktober? Asik banget! Sinarnya matahari nongkrong hampir sepanjang hari, tapi tetep adem. Hujan juga kadang muncul, bikin suasana sejuk. Musim puncak udah lewat, bro, jadi Oktober tuh waktu yang tepat buat mendaki gunung berapi yang ada di kepulauan Indonesia. Suhu rata-rata sekitar 28°C pas siang dan 25°C pas malam. Kelembapan juga rendah, jadi jangan lupa bawa banyak air biar gak dehidrasi!
Kalo lo mau trekking, bulan Oktober itu waktunya. Pulau-pulau kayak Sumatra dan Sulawesi lagi ngerasain bulan terpanas, dan hujan baru dateng di bulan November. Seru kan?
Ngomongin aktivitas seru, Indonesia punya banyak pilihan! Lo bisa stay di resort Bali yang bikin betah, sambil nikmatin kuliner enak yang udah terkenal di seluruh dunia. Di Bali, villa-villa kece siap bikin lo nyaman. Santai sambil minum kopi atau koktail di samping kolam, sambil nikmatin sunset cakep, dijamin pengalaman liburan lo bakal gak terlupakan!
Jangan sampe ketinggalan untuk jelajahi Candi Borobudur di Yogyakarta, candi Buddha terbesar di dunia. Candi ini ada lebih dari 500 patung Buddha unik yang dibangun sejak abad ke-8 SM. Lo juga bisa merasakan tradisi unik dari suku Toraja yang terkenal dengan cara pemakaman mereka yang beda. Kalo suka petualangan, trekking di hutan Kalimantan bisa jadi pilihan, nemuin berbagai satwa liar, dan jalan-jalan di jembatan kanopi.
[Baca juga : "5 Tempat Wisata Kekinian Di Lebak Yang Wajib Lo Kunjungi"]
Kalo lo pengen pantai, Indonesia punya banyak pilihan yang menawan! Pantai Pink di Lombok dengan pasirnya yang cantik bisa bikin lo betah. Atau lo bisa berenang sama ubur-ubur di Pulau Derawan, yang unik banget! Naik perahu ke Kakaban dan nikmati keindahan bawah lautnya. Di Ulun Danu Bratan, lo bisa lihat arsitektur kuno yang kece di tengah Danau Beratan. Semua aktivitas ini bikin liburan lo makin berkesan!
View this post on Instagram
A post shared by therealaditiya (@aditiyaleoadafa)
Karena Oktober tuh hangat, pakai baju ringan itu keputusan yang tepat. Ikutin cuaca tropis Indonesia, suhu gak pernah dingin. Bawa pakaian dari bahan katun biar nyaman. Cewek, coba deh pakai rok panjang atau dress, bisa juga jeans biar terlindung dari matahari. Baju renang atau bikini juga bisa dipake di resort tanpa khawatir. Cowok? Pakaian kasual aja cukup. Celana pendek sama kaos lengan pendek itu pilihan yang oke!
Udah siap untuk jalan-jalan di Indonesia bulan Oktober? Semua kegiatan yang udah disebutkan pasti bikin trip lo makin berkesan! Indonesia itu gede banget, jadi sediakan waktu yang cukup biar bisa nikmatin semuanya.
Oh iya, di bulan Oktober, suhu mulai sejuk sebelum musim hujan tiba. Cuacanya nyaman banget, jadi lo bisa eksplor tanpa masalah. Musim hujan biasanya datang dari November sampai Maret, tapi bulan-bulan lainnya tetep hangat dan tropis, bro!
Terus, Oktober itu waktu yang pas banget buat ke Bali. Dari April sampai Oktober adalah waktu terbaik buat jalan-jalan di sana. Kelembapan rendah, suhu nyaman, dan lo bisa jelajahi tempat-tempat dengan lebih santai. Plus, Oktober tuh low season, jadi budget liburan lo bisa lebih hemat! (Sumber Foto @peterandyen)
...moreSelain memiliki pantai-pantai yang eksotis, Banyuwangi juga memiliki beberapa air terjun indah nan permai yang letaknya bersembunyi di balik kaki gunung dengan pepohonan rimbun. Air Terjun Antogan salah satunya, destinasi wisata ini menjadi salah satu pilihan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten paling timur dari Pulau Jawa ini.
Begitu tiba di air terjun ini, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh pemandangan jernihnya air yang jatuh dari ketinggian sekitar 7 meter. Suasana sejuk juga begitu terasa di sekitar lokasi air terjun ini. Perasaan tenang dan santai menjadi momen menyenangkan apalagi saat kaki kita merasakan kesejukan air terjun ini.
Air Terjun Antogan terletak di Dusun Krajan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Air terjun di kawasan ini berasal dari mata air Longon di Kaki Gunung Raung. Selain air terjun, di kawasan ini juga terdapat tempat pemandian Antogan Indah yang dapat menjadi alternatif bagi pengunjung sehabis menikmati sejuknya Air Terjun Antogan.
Konon Air Terjun Antogan dahulu dijadikan tempat bertapanya Pangeran Jogo Pati atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Jogo Pati. Selain itu, kawasan sekitar air terjun ini dahulu juga digunakan para pejuang untuk bersembunyi sambil terus melawan penjajah Belanda. Banyaknya lorong persembunyian yang berada di antara batu-batu besar menjadi tempat yang aman untuk bersembunyi. Antogan sendiri berasal dari kata Pesantogan, yang berarti tempat berkumpul.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Di Indonesia, terdapat banyak sekali peninggalan sejarah di masa lampau. Salah satunya Candi, banyak candi-candi yang merupakan peninggalan masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Sebagi generasi penerus, wajib bagi kita untuk melestarikan sejarah yang mulai terlupakan.
Selain sebagai peninggalan sejarah, saat ini candi merupakan salah satu destinasi wisata yang cocok dikunjungi untuk belajar sejarah. Berikut 10 candi termegah di Indonesia:
1. Candi Cetho - Karanganyar, Jawa Tengah
View this post on Instagram
Udah punya rencana buat weekend besok..????tag kancamu sing ngajak lungo Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen. (wikipedia) . . Dibuka setiap hari Jam 07.00 - 17.00 WIB HTM : Rp.8000,- (Domestik/lokal) Rp.25.000 (mancanegara/asing) ๐ท@theopranindya . . . . ๐Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah #candiceto #candicetho #candikaranganyar #wisatausa #wisataungaran #eventungaran #exploreungaran #visitungaran #kulinerungaran #wisatabandungan #wisataambarawa #exploreambarawa #visitambarawa #kulinerambarawa #wisatasalatiga #eventsalatiga #exploresalatiga #visitsalatiga #kulinersalatiga #wisatasemarang #ungaranhits #ungaranhitz #ambarawahitz #ambarawahits #salatigahitz #salatigahits #eventsemarang #exploresemarang
A post shared by WISATA UNGARAN SALATIGA AMB (@wisatausa) onFeb 14, 2019 at 7:07pm PST
Candi Ceto candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut, dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen.
Laporan ilmiah pertama mengenai Candi Ceto dibuat oleh Van de Vlies pada tahun 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dan penemuan objek terpendam dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala (Commissie vor Oudheiddienst) Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya.
2. Candi Gedong Songo - Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
View this post on Instagram
I hate pink ๐ฅ . . ๐ Candi Gedong Songo, Semarang ๐ธ @adi_mrizal . . #NatGeoIndonesia @natgeoindonesia #voyaged @voyaged #moodygrams #awesomelifestyle @artofvisuals #artofvisuals #livefolk #folkgreen @folkindonesia #livefolkindonesia #folkscenery @beautifuldestinations #beautifuldestinations #wonderfulindonesia #exploreindonesia @agameoftones #AGameOfTones #stayandwander #TravelAwesome #AwesomeLifeStyle #Indonesia #discoverearth #instagram @instagram #DestinationEarth #Discover_Earthpix @earthfocus #earthfocus @earthofficial #earthofficial @destination.earth #destinationearth @stayandwander
A post shared by ATIKA MUTHMAINNAH (@atika_muth) onAug 20, 2018 at 5:20am PDT
Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini terdapat sembilan buah candi.
Candi ini diketemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi). Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C)
Lokasi sembilan candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Selain itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan pemandian air panas dari mata air yang mengandung belerang, area perkemahan, dan wisata berkuda. Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari objek wisata Bandungan.
3. Kompleks Candi Dieng - Dieng, Jawa Tengah
View this post on Instagram
#candiarjuna #komplekcandidieng #potongrambutgembel #ritual
A post shared by @ zenastri onAug 3, 2015 at 6:52am PDT
Kompleks Candi Dieng adalah kelompok kompleks candi Hindu abad ke-7 terletak di Dataran Tinggi Dieng, dekat Wonosobo, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan-bangunan ini berasal dari Kerajaan Kalingga. Dataran tinggi ini adalah tempat berdirinya delapan candi Hindu kecil yang merupakan salah satu bangunan keagamaan tertua yang masih bertahan yang pernah dibangun di Jawa.
Nama sebenarnya dari candi tersebut, sejarah, dan raja yang bertanggung jawab atas pembangunan candi-candi ini tidak diketahui. Hal ini karena kelangkaan data dan prasasti yang terkait dengan pembangunan candi-candi ini. Penduduk Jawa lokal menamakan setiap candi sesuai dengan tokoh wayang Jawa, kebanyakan diambil dari epos Mahabharata.
Tidak jelas kapan candi-candi tersebut dibangun, dan diperkirakan berkisar dari pertengahan abad ke-7 sampai akhir abad ke-8 Masehi; mereka merupakan bangunan menhir tertua yang diketahui di Jawa Tengah. Mereka semula diperkirakan berjumlah 400 namun hanya delapan yang tersisa.
Setelah mempelajari gaya arsitektur candi Jawa, arkeolog mengelompokkan candi-candi Dieng dalam gaya Jawa Tengah bagian Utara, bersama dengan candi-candi Gedong Songo, dan sampai batas tertentu juga mencakup Candi Badut Jawa Timur, dan Candi Cangkuang dan Bojongmenje Jawa Barat, dan mengemukakan bahwa semua candi ini dibangun dalam periode yang sama, berkisar antara abad ke-7 sampai abad ke-8. Sebuah prasasti yang ditemukan di dekat Candi Arjuna di Dieng bertarikh sekitar tahun 808-809 M, yang merupakan contoh aksara Jawa kuno tertua yang masih bertahan, yang mengungkapkan bahwa candi Dieng terus dihuni dari pertengahan abad ke-7 sampai awal abad ke-9.
4. Candi Borobudur - Magelang, Jawa Tengah
View this post on Instagram
Keep your face towards the sunshine and shadows will fall behind you ๐งก . #speechless #sunriseview #jogja #girlaroundworld #jogjatrip #wonderfuljogja #globelletravel #exploreyogyakarta #sunrisesky #candiborobudur #wearetravelgirls #yogyakarta #girldiscoverers #sheisnotlost #dametraveler #sky_perfection #girlswhotravel #travelgirl #jogjakarta #girlsmusttravel #darlingescapes #borobudursunrise #sunriselovers #skylovers #girlsthatwander #borobudurtemple #shetravels #borobudur #girlsdreamtravel #explorerbabes
A post shared by Yvette Lisanne โ (@yvettheworld) onFeb 17, 2019 at 10:59am PST
Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia[1][2], sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran (perbaikan kembali). Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun waktu 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia.
Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
5. Candi Ratu Boko - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
View this post on Instagram
Coba sebutkan nama-nama candi yang ada di Jogja yang kamu ketahui! ๐ • Explore eksotika Jogja photo by @ngeliasalim taken at Candi Ratu Boko, Yogyakarta ๐ • โโโโโโโโโ Gunakan hastag #eksotikajogja untuk membagikan pengalaman wisata eksotismu di Yogyakarta ๐ โโโโโโโโโ • #pesonaindonesia #pesonaalam #pesonaid_travel #indotravellers #explorenusantara #thisisindonesia #wonderfulindonesia #indonesiaituindah #livefolkindonesia #hellonusantara #instanusantara #instapetualang #penikmatalam #panoramaindonesia #keindahanalam #pesonaairterjunindonesia #pecintaalamindonesia #pejalansantai #sebataspendaki #instapetualangindonesia #penjelajahgunung #idpendaki #wisatajogja #pesonajogja #candiratuboko
A post shared by Wisata Jogja | Eksotika Jogja (@eksotika_jogja) onMar 15, 2019 at 3:35am PDT
Situs Ratu Baka atau Candi Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Situs Ratu Baka terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.
Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.[2] Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.
Nama "Ratu Baka" berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang.
6. Candi Ijo - Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
View this post on Instagram
๐๐ด ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ด๐ถ๐ฏ ๐๐๐ก๐ก๐จ ๐
. . ๐ธ: @andrewtaswin / #๐โ๏ธ๐ฎ๐ฉ
A post shared by Angelia Salim (@ngeliasalim) onMar 19, 2019 at 3:26am PDT
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram.
Kompleks percandian Ijo dibangun pada punggungan bukit yang disebut Gumuk/Bukit Ijo. Nama ini telah disebut dalam prasasti Poh berangka tahun 906 Masehi berbahasa Jawa Kuno, dalam penggalan " ... anak wanua i wuang hijo ..." (anak desa, orang Ijo).
Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Kompleks percandian utama berada pada ujung timur. Di bagian barat terdapat reruntuhan bangunan candi yang masih dalam proses ekskavasi dan belum dipugar. Setelah disela oleh kebun kecil, terdapat teras yang lebih tinggi dengan cukup banyak reruntuhan yang diperkirakan berasal dari sekumpulan candi-candi pemujaan kecil (candi perwara). Salah satu candi ini telah dipugar pada tahun 2013.
7. Candi Plaosan - Klaten, Jawa Tengah
View this post on Instagram
Discover stuning experience at Plaosan Temple, Kalasan - Yogyakarta Captured by @syahdiea __________________________________________________ . ๐ ๐ฌ ๐ฟ ๐ท ๐ฎ๐ฉ . Be a 'Responsible Traveler' and respect for the destinations we visit. Help sustain the natural and cultural beauty of a destination by leaving it untouched and by reducing your use and waste of precious resources such as water, food and energy. __________________________________________________ . Tag your best discovery #DiscoverIndonesia #DiscoverYogyakarta ________________________________________________
A post shared by DISCOVER INDONESIA™ (@discoverindonesia) onMar 20, 2019 at 12:08am PDT
Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno.
Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Pada masa lalu, Kompleks percandian ini dikelilingi oleh parit berbentuk persegi panjang. Sisa struktur tersebut masih bisa dilihat sampai saat ini di bagian timur dan barat candi.
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.
Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu. Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.
Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar.
8. Candi Sewu - Klaten, Jawa Tengah
View this post on Instagram
Suasana senja di Candi Sewu - Prambanan, kompleks candi yang terletak di sebelah utara Candi Prambanan ini merupakan kompleks candi Buddha lebih tua dari Borobudur dan Prambanan. . Apakah kamu tahu?โจPhoto by @toto.handoko #kompasnusantara #candisewu #prambanan
A post shared by Kompas Nusantara (@kompasnusantara) onMay 14, 2018 at 5:15am PDT
Candi Sewu atau Manjusrighra adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Sewu berusia lebih tua daripada Candi Borobudur dan Prambanan. Meskipun aslinya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan "Sewu" yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang.
Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 dan Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 dan ditemukan pada tahun 1960, nama asli candi ini adalah ”Prasada Vajrasana Manjusrigrha”. Istilah Prasada bermakna candi atau kuil, sementara Vajrajasana bermakna tempat Wajra (intan atau halilintar) bertakhta, sedangkan Manjusri-grha bermakna Rumah Manjusri. Manjusri adalah salah satu Boddhisatwa dalam ajaran buddha. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Rakai Panangkaran (746–784) adalah raja yang termahsyur dari kerajaan Mataram Kuno.
9. Candi Prambanan - Klaten, Jawa Tengah
View this post on Instagram
. . . #candiprambanan #peninggalansejarah #jamandulu #yogyakartatrip #yogyakartahits #travel #traveling #travelphotography
A post shared by Sam (@anwarhisam) onMar 13, 2019 at 12:11am PDT
Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.
Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
[Baca juga : "6 Objek Wisata Yang Bisa Disinggahi Saat Napak Tilas Banten Lama"]
10. Candi Tikus - Mojokerto, Jawa Timur
View this post on Instagram
impossible to get . . . Foto by @alilamour_ #lfl #hitsmojokerto #exploremojokerto #polresmojokertokota #canditikus #happy #tfl #photooftheday #tff #pesonaindonesia #cagarbudayaindonesia
A post shared by J L O _ (@andrijlo1) onMar 16, 2019 at 5:50am PDT
Candi ini terletak di kompleks Trowulan, sekitar 13 km di sebelah tenggara kota Mojokerto. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, di perempatan Trowulan, membelok ke timur, melewati Kolam Segaran dan Candi Bajangratu yang terletak di sebelah kiri jalan. Candi Tikus juga terletak di sisi kiri jalan, sekitar 600 m dari Candi Bajangratu.
Candi Tikus yang semula telah terkubur dalam tanah ditemukan kembali pada tahun 1914. Penggalian situs dilakukan berdasarkan laporan bupati Mojokerto, R.A.A. Kromojoyo Adinegoro, tentang ditemukannya miniatur candi di sebuah pekuburan rakyat. Pemugaran secara menyeluruh dilakukan pada tahun 1984 sampai dengan 1985. Nama ‘Tikus’ hanya merupakan sebutan yang digunakan masyarakat setempat. Konon, pada saat ditemukan, tempat candi tersebut berada merupakan sarang tikus.
Belum didapatkan sumber informasi tertulis yang menerangkan secara jelas tentang kapan, untuk apa, dan oleh siapa Candi Tikus dibangun. Akan tetapi dengan adanya miniatur menara diperkirakan candi ini dibangun antara abad ke-13 sampai ke-14 M, karena miniatur menara merupakan ciri arsitektur pada masa itu. (Sumber: Foto wikipedia.org)
...moreTripTrus.Com - Sebagai kota dengan tingkat heterogen yang sangat tinggi, Jakarta menyimpan begitu banyak tempat ibadah bersejarah, yang tersebar di berbagai kawasannya. Terutama bagi Umat Islam, terdapat beberapa masjid yang menjadi tonggak sejarah keberadaan agama ini di Jakarta.
Masjid tersebut telah menjadi saksi perjalanan Umat Muslim di Jakarta selama puluhan bahkan ratusan tahun. Meski pada perkembangannya sudah melalui renovasi, tapi keberadaannya belum tergoyahkan sebagai lokasi ibadah.
1. Masjid Almakmur Cikini
Masjid Almakmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua yang ada di Jakarta. Sempat mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda, masjid Almakmur Cikini akhirnya diresmikan berdiri oleh Agus Salim pada 1932 dan diperlebar ke belakang pada 1962 menyerupai bangunan aslinya.
2. Masjid Istiqlal
Meski bukan termasuk salah satu masjid tertua di Jakarta, namun Masjid Istiqlal mempunyai sejarah unik seputar pendiriannya. Masjid Istiqlal dibangun atas prakarsa beberapa tokoh nasional, seperti Agus Salim dan Wahid Hasyim.
Masjid yang dibangun sebagai simbol kemerdekaan RI ini merupakan masjid terbesar yang ada di Asia Tenggara. Uniknya, Masjid Istiqlal dibangun oleh arsitek keturunan Batak bernama Frederich Silaban yang justru beragama Kristen.
[Baca juga : "4 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Ramadan"]
3. Masjid Luar Batang
Masjid yang berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki sejarah yang panjang. Dibangun pada 1756, masjid ini awalnya hanya berbentuk mushala kecil. Bangunan Masjid Luar Batang terpengaruh budaya Tiongkok, India, dan Arab.
Pengaruh ini tak lepas dari peran Jakarta Utara sebagai kota pelabuhan dan tempat singgah orang-orang dari berbagai latar belakang etnis dan negara. Di awal tahun 2000, Masjid Luar Batang diresmikan sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah. (Sumber: Artikel liputan6.com Foto @fakhmizakky)
...moreTRIPTRUS - Jangan ngaku pecinta laut jika masih merusaknya. Laut bukan hanya dinikmati tanpa memikirkan kelestarian biota yang hidup di dalamnya. Laut juga bukan tebu yang dinikmati manisnya setelah sepah kemudian dibuang. Beberapa pantangan berikut wajib kamu ketahui sebelum memutuskan masuk ke dalam laut.
Snorkeling merupakan kegiatan air yang sangat menyenangkan. Dengan ini traveler bisa melihat keindahan terumbu karang serta ikan warna-warni yang cantik. Snorkeling biasanya dilakukan di perairan yang dangkal dengan karakteristik ombak yang tenang. Namun tak banyak dari traveler yang memahami aturan mainnya. Berikut Travelingyuk lansir dari Detik Travel 5 pantangan saat snorkeling di laut.
1. Menginjak Terumbu Karang
resiko paling besar yang dihadapi para terumbu karang ini adalah kaki-kaki para snorkeler. Bagaimana tidak hampir semua traveler yang berenang di laut baik sengaja maupun tidak sengaja pasti pernah menginjak terumbu karang. Terlebih mereka para pemula yang hanya snorkelingan karena ikut-ikutan tren, mereka tidak peduli atau tidak mau peduli dengan kelestarian alam bawah laut.
Menginjak atau menabrak karang sama halnya dengan membunuh mereka. Tabrakan ini bisa terjadi baik saat melakukan kayuhan dengan sepatu katak atau saat berdiri mengambil nafas. Menginjak atau menabrak karang sebetulnya adalah dua hal yang sangat haram dilakukan saat snorkelingan. So, lebih berhati-hati lagi ya saat berenang di atas terumbu karang.
2. Menyentuh atau Menabrak Terumbu Karang
Deretan terumbu karang yang tumbuh di perairan dangkal akan terlihat menarik terlebih jika terkena sorotan cahaya matahari. Warna-warni terumbu karang sangat menggoda untuk disentuh. Kebanyakan snorkeler penasaran bagaimana rasanya menyentuh karang di dasar laut tersebut hingga akhirnya baik disengaja atau pun tidak mereka menyentuh terumbu karang tersebut.
Padahal sentuhan manusia terhadap terumbu karang dapat meningkatkan potensi kematian pada spesies itu. Kalau sudah mati karang ini akan berubah menjadi cokelat dan tidak indah lagi. So, sebaiknya jika snorkeling cukuplah menikmati keindahan terumbu karang dengan melihat atau memfotonya saja tanpa menyentuhnya langsung.
3. Memberi Makan Ikan
Mungkin Anda pernah memperhatikan bagaimana para wisatawan yang melakukan snorkeling, memancing ikan agar mau mendekatinya. Tepat sekali, mereka membawa makanan berupa roti atau mie instan dan menebarkan di wilayah penyelamannya. Kegiatan memberi makan ikan ini memang menyenangkan, ikan-ikan akan datang mengerubungi kita dan saat itu adalah waktu terbaik untuk berfoto-foto.
Tapi perlu diketahui bahwa memberi makan ikan akan memberikan efek negatif pada hewan air itu. Mereka akan terbiasa dengan makanan pemberian dan buruknya lagi mereka akan ketergantungan yang berujung pada hilangnya nafsu makan mereka pada makanan alami. Hasilnya mereka akan mati kelaparan karena hal tersebut.
4. Memegang Biota Laut
Kadang untuk menujukkan ekspresi snorkeling yang paling kece seseorang rela melakukan hal-hal yang di larang. Melihat teman bisa foto bareng ikan-ikan imut membuat kita termotivasi untuk menyaingi dan melakukan lebih salah satunya dengan tidak hanya berfoto bareng ikan tapi memegangnya pula.
Hal ini sebenarnya sangat berbahaya bagi si ikan itu sendiri. Banyak kasus ikan mati di spot snorkeling yang disebabkan oleh manusia yang menangkap dan memainkannya. Seharusnya tidak perlu menyentuh ikan apalagi menangkap dan bermain-main dengan hewan ini. Cukup dekati dari jarak yang aman dan ambil gambar yang bagus dengan kamera kedap air.
5. Buang Sampah ke Laut
Biasanya wisatawan yang berenang sambil memberi makan ikan akan membuang sampahnya begitu saja di laut. Sampah ini berasal dari botol plastik yang digunakan sebagai wadah roti atau jajanan lain untuk memberi makan ikan. Mereka malas untuk membawanya lagi hingga ke tepi pantai hasilnya tinggal saja di tengah laut.
Tak heran jika beberapa perairan di Indonesia yang menjadi spot snorkeling makin dipenuhi dengan sampah plastik. Sampah yang menumpuk ini akan membuat alam bawah laut rusak parah dan tidak ada yang tersisa untuk generasi yang hidup setelah kita. So, nikmati pantainya tapi jangan merusaknya guys! (Sumber: Artikel travelingyuk.com Foto JKTjalanjalan)
...moreTripTrus.Com - Di antara banyak moda transportasi, kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang nyaman digunakan untuk berpergian. Terlebih PT. KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api beberapa tahun belakangan ini mulai berbenah untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang perjalanan kereta api semakin nyaman.
Selain memiliki jalur tersendiri yang membuat kereta api bisa menghemat waktu perjalanan, perjalanan dengan kereta api menyuguhkan pemandangan yang indah.
Di balik itu semua, jika dicermati, di beberapa stasiun memiliki nada tunggu kereta yang unik dan berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya. Biasanya nada-nada tersebut merupakan instrument dari beberapa lagu keroncong di Indonesia.
Berikut ini merupakan beberapa stasiun dengan nada tunggunya:
1. Stasiun Jatinegara – Juwita Malam
2. Stasiun Cirebon – Warung Pojok
3. Stasiun Purwokerto – Di Tepi Sungai Serayu
4. Stasiun Solo Balapan – Bengawan Solo
5. Stasiun Tawang – Gambang Semarang
6. Stasiun Cepu – Suwe Ora Jamu
7. Stasiun Tugu – Sepasang Mata Bola
8. Stasiun Pasar Turi – Jembatan Merah
Itukah beberapa nada tunggu stasiun kereta di Pulau Jawa, bikin kalian jadi ingin berkertaria kembalikan? (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata.
Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut.
Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya.
Carica Dieng Wonosobo
Sumber: Foto manfaat.co.id
Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi.
Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo.
Keripik Jamur
Sumber: Foto drakemedia.net
Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain.
Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen.
Kacang Dieng (Kacang Babi)
Sumber: Foto wisatadieng.com
Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini.
Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng.
Purwaceng
Sumber: Foto viva.co.id
Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu.
Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana.
Kaos Khas Dieng
Sumber: Foto shop.triptrus.com
Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan.
Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...more