Apa kamu adalah termasuk yang sedang seru-serunya bermain Pokemon Go dan juga termasuk penikmat kopi? Ini saatnya kalian untuk bermain keluar hunting mereka di perkebunan kopi! Yap, main Pokemon Go sambil mengeksplor kebun kopi Indonesia memang hal yang cukup unik dan dapat kalian coba apalagi lebih seru jika dikerjakan bersama teman-teman. Hal ini bisa dikatakan bagaikan satu perjalanan baru bagi kalian. Merancang sebuah perjalanan baru yang pastinya mungkin tidak pernah kamu lakukan sebelumnya memang patut dicoba. Jika biasanya kalian traveling dengan dating ke suatu daerah dengan kegiatan mengunjungi destinasi-destinasi tertentu dan mencicipi kuliner khasnya, kali ini kamu memiliki satu misi yaitu berburu pokemon di kebun kopi Indonesia sambil menikmati lezatnya kopi khas daerah-daerah di Indonesia!
Indonesia bisa dikatakan bagaikan penghasil kopi terbesar nomor empat di dunia dan di berbagai daerah di Indonesia ditemukan bermkacam sentra-sentra produksi kopi. Di Indonesia ada dua macam kopi yang paling famous yaitu kopi Arabika dan Kopi Robusta. Tiap kopi yang diproduksi setiap wilayah di Indonesia memang mempunyai cirri khasnya tersendiri.
Nah, Untuk memuaskan animo kamu para pecinta kopi, tidak ada salahnya kamu merencanakan liburan ke wilayah yang mempunyai kubun kopi dengan hasil kopinya yang berkualitas dan karena sekarang sedang semaraknya permainan Pokemon Go, kalian bisa menemukan lebih banyak poke ball dan kumpulan pokemon-pokemonnya di kebun kopi Indonesia. Berikut ini adalah 7 daerah perkebunan kopi terbaik di Indonesia dan dapat juga menjadi tempat berburu pokemon.
1. Aceh
(Sumber: lintasgayo.co)
Pertama, kalian dapat melancong ke Aceh. Nah, di Aceh tersohor dengan Kopi Gayo-nya. Siapa hayo yang tidak kenal dengan kopi gayo? Kopi Gayo dihasilkan dan dikembangkan tepatnya di dikawasan Aceh. Di wilayah Aceh sendiri terdapat 3 kabupaten yang sangat terkenal dengan hasil Kopi Gayo-nya yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Karena Kopi Gayo dihasilkan dari daerah yang terdapat di dataran tinggi ini yang kemudian membuat Kopi Gayo memiliki aroma serta rasa yang sangat khas. Hal inilah yang membuat Kopi Gayo banyak sekali diekspor ke Negara-negara Eropa. Untuk kalian pemburu pokemon, barang kali saat kalian berkunjung ke sini sambil menikmati secangkir Kopi Gayo kalian bisa menemukan Dugtrio di sana.
2. SUMATERA UTARA
(Sumber: kopi-sidikalang.blogspot.com)
Turun sedikit dari Aceh, kamu bisa coba mendatangi Sumatera Utara. Selain tenar dengan Danau Toba dan makanannya yang sedap, Sumatera Utara juga tergolong ke dalam tempat penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kopi Sidikalang, kopi yang kerap dikenal sebagai ikonnya Kopi Sumatera. Kopi ini sangat special karena diperoleh dari dataran tinggi vulkanis yang bertanah pegunungan yang berlimpah akan mineral. Nama kopi ini diambil dari sebuah nama dari kecamatan yang ada di Sumatera Utara yaitu Kabupaten Dairi. Karena kelezatan kopi ini yang sangat khas, tidak heran kopi Sidikalang pun sudah diakui bisa bersaing dengan kopi Brazil. Berburu pokemon di daerah ini? Bisa banget! Siapa tahu kalian banyak menemukan jenis pokemon yang kalian cari.
3. JEMBER(Sumber: kopi-jember.blogspot.com)
Ingin Mencoba kopi terenak yang berada di pulau Jawa? Berkunjunglah ke Jember. Di daerah ini terdapat kopi yang diolah dengan cara yang unik, namanya Kopi Arang. Sebelumnya kopi ini di proses dengan cara digosongkan, lalu sesudah kopi tersebut diseduh dengan air panas, seketika akan tercium layaknya aroma cabai dari kopi itu. Saat kalian menikmati secangkir Kopi Arang di sini, kamu juga dapat keliling perkebunan kopi di daerah sana, perkebunan adalah habitat yang cocok untuk Pikachu, sembari menyelam minum air, ini adalah waktu yang cocok untuk kamu berburu Pikachu!
4. TORAJA
(Sumber: kopitoraja.co)
Terbang ke Sulawesi Selatan, di sana terdapat komoditas kopi yang juga sudah mendunia yaitu Kopi Toraja. Uniknya Kopi Toraja ini terdapat dua macam yaitu Arabika dan Robusta. Kopi Toraja memiliki cita rasa yang sangat khas dengan adanya suatu percampuran dengan rasa tanah. Kandungan asamnya dari Kopi Toraja pun bisa dikatakan rendah. Jika bermacam jenis kopi akan meninggalkan rasa pahit yang agak lama di mulut jika meminumnya, justru Kopi Toraja tidak, rasa pahitnya seketika akan langsung hilang. Setelah menyecap nikmatnya Kopi Toraja waktunya kembali berburu pokemon. Eits, tapi coba cari dulu poke ball di sini untuk menambah amunisi kalian saat menangkap pokemon nanti.
5. BALI(Sumber: balebengong.net)
Siapa yang tak kenal Bali? Wilayah Bali pun tidak lewat dari tempat terbaik penghasil kopi di Indonesia. Bangli, Bali, menjadi daerah yang menghasilkan Kopi Kintamani yang terkenal itu. Kopi Kintamani ini didapatkan dari sebuah kebun di Bangli yang memakai sistem pengairan subak atau bisa dikenal dengan sistem irigasi yang membikin Kopi Kintamani ini mempunyai cita rasa serta aroma yang lembut juga manis. Santai di pesisir pantai sambil menyeruput secangkir Kopi Kintamani siap menemani kalian berburu pokemon!
6. NUSA TENGGARA TIMUR(Sumber: kopitravel.blogspot.co.id)
Tidak hanya pemandangan pesisir pantainya aja yang bisa kalian nikmati di sini. Bagi kalian pecinta kopi, daerah yang satu ini pun harus kalian masukkan ke dalam list destinasi traveling. Kenapa? Karena di sini surganya dari Kopi Flores. Yap, kopi yang dinikmati oleh market di Amerika ini sudah tidak dapat diremehkan lagi kelezatannya. Kopi Flores ini dihasilkan dari kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dengan bijinya yang besar, warna yang berkilau, serta aroma cokelatnya yang sangat kuat dapat memanjakan rasa yang wah di lidah dengan tingkat keasamannya yang tinggi. Dengan lezatnya Kopi Flores yang khas, bisa menambah semangat kalian mencari pokemon jika kalian sedang berkunjung ke sana, tidak ada yang tahu kan, bisa saja kalian bertemu Meowth!
7. PAPUA(Sumber: organik.arabika.biz)
Di lembah pegunungan Jaya Wijaya Papua ada sebuah kota kecil bernama Wamena sebagai penghasil kopi enak yaitu Kopi Wamena. Yang menarik dari kopi arabika yang tumbuh di sekitar Lembah Baliem ini adalah ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia dan diolah dengan organic dan tradisional. Tapi jangan salah, walaupun diolah secara tradisional, rasa yang dihasilkan sangat berkualitas. Sudah mencicipi lezatnya Kopi Wamena, siap-siap lanjut berburu pokemon, ya! Semoga kalian beruntung menemukan Moltres atau pokemon legendaris lainnya di sini!Nah, itulah beberapa tempat penghasil kopi terbaik yang ada di Indonesia dan juga bisa jadi lokasi liburan baru kamu untuk mencari dan menemukan para pokemon. Tidak ada salahnya kan sembari melihat keindahan daerahnya, minum kopinya juga, dan dapat menemukan pokemon favorit kalian. (Sumber: Artikel/Foto hellomalangku.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler! Kalo lo lagi cari pantai vibe santai tapi tetap seru buat surfing, foto sunset, atau sekadar healing bareng squad, Batu Karas tuh salah satu destinasi paling worth it di Pangandaran, Jawa Barat. Pantai ini punya pasir hitam yang unik, ombak yang friendly buat pemula, dan suasana yang ga terlalu riweh kayak pantai lainnya. Di sini lo bisa bangun pagi sambil nyeruput kopi, nunggu sunrise sambil denger suara ombak tenang yang bikin pikiran lo chill abis, atau sore harinya nungguin matahari turun sambil foto OOTD yang langsung viral di feed lo. Gak cuma itu, suasana alamnya yang masih natural banget bikin lo ngerasa kayak nemu hidden gem sendiri di Selatan Jawa.
View this post on Instagram
A post shared by Antonius Rangga (@antoniusrangga)
1. Surfing & Main Air: Ombak Santai Buat Semua Level
Bro-sis traveler, kalo lo belum pernah surfing tapi pengen nyoba sensasinya, Batu Karas tuh spotnya paling pas! Ombaknya itu landai, stabil, dan panjang—pas banget buat pemula yang mau latihan berdiri di papan pertama kali, tapi juga seru buat yang udah bisa dikit-dikit ngacir di laut. Lo bisa sewa papan, ikutan kursus singkat, atau sekadar ngejar ombak kecil sambil nyebur bareng temen-temen lo. Gak perlu takut, vibe surf di sini tenang banget, bukan yang crowded kayak spot surfing terkenal lain, jadi lo bisa santai nikmatin tiap momen dari air. Pokoknya, pengalaman lo bakal beda banget dari pantai biasa karena lo bisa main air sepuasnya, latihan teknik dasar, bahkan foto aksi lo yang epik buat konten TikTok atau Reels!
2. Sunset & Sunrise: Spot Foto Hits yang Bikin Feed Lo Kece
Sis bro, serius deh—Pantai Batu Karas itu ga cuma soal ombak, tapi juga soal sunrise & sunset yang bikin feed Instagram lo makin aesthetic! Bayangin deh lo duduk di pasir hitam, kopi di tangan, sambil nungguin matahari nongol atau turun di balik laut—warna langitnya pink-orange yang ngeblend banget sama vibe chill lo. Banyak traveler yang datang cuma buat momen ini karena scenery-nya tuh literally Instagrammable sekaligus zen banget buat healing. Pas sore, suasana jadi romantis abis, cocok buat lo yang dateng bareng pasangan atau squad buat foto bareng sambil lowkey ngerasain vibes beach day yang ga terlupakan. Jangan lupa bawa kamera atau smartphone lo buat abadikan golden hour epic itu ya!
3. Kuliner & Penginapan: Asik Tanpa Bikin Kantong Kecut!
Bro sis traveler, lo pikir Batu Karas cuma soal laut doang? Nggak dong! Area sekitar pantai ini punya banyak warung makan kecil yang nyediain seafood segar—ikan bakar, cumi-cumi, sama menu lokal lainnya yang rasanya juara banget sambil lo nongkrong di warung pinggir pantai. Buat nginep? Banyak homestay murah yang vibe-nya tropis banget, sampe pilihan eco-lodge yang langsung nghadap ke pantai buat lo nikmatin ocean breeze tiap pagi. Lo juga bisa camping tepi pantai kalo pengen ngerasain tidur di bawah bintang sambil suara ombak jadi lullaby lo—super chill! Pokoknya, Batu Karas itu gabungan surf, kuliner, dan penginapan seru yang bikin liburan lo makin lengkap tanpa bikin kantong lo kebakar
[Baca juga : "Batu Karas: Bali-nya Jawa Barat Yang Low Budget Tapi Vibes-nya High Class"]
4. Tips & Itinerary Santai Buat Bro-Sis Traveler
Nah, biar perjalanan lo makin smooth, nih beberapa tips kece buat lo: dateng pas musim kemarau biar cuacanya cerah dan ombaknya pas buat surfing; bawa sunblock & topi karena sinar matahari bisa lumayan terik; dan siapin cash karena semua warung kecil kadang belum full support payment digital. Akses ke Batu Karas itu cukup gampang kok—jalanannya sudah bagus dan bisa dilalui motor atau mobil, jadi lo bisa roadtrip bareng temen lo sambil nikmatin scenery sepanjang jalan menuju pantai. Pokoknya, campurin itinerary lo: surfing pagi, kuliner siang, chill sunset, dan nongkrong malam buat smoothing vibes lo di Batu Karas!
Batu Karas Itu Liburan yang Ga Biasa!
Bro-sis traveler, kalau lo cari liburan yang beda dari yang lain—yang bukan cuma santai doang tapi juga penuh pengalaman seru—Batu Karas harus banget masuk list lo! Pantainya yang tenang, ombak yang ramah buat surfer pemula, panorama alam sunrise-sunset yang bikin hati adem, plus spot kuliner & homestay yang bikin betah, bikin tempat ini jadi paket wisata yang komplit banget. Lo bisa dateng buat solo trip, couple getaway, atau squad trip sambil bikin konten yang bakal nge-boost feed lo secara organic. Jadi, kapan nih lo ready buat roadtrip ke Batu Karas? ππΈβ¨ (Sumber Foto @adambrasco_)
...moreTripTrus.Com - Dulu Banda Neira dan pulau-pulau di kepulauan Banda mengundang Bangsa Eropa dengan rempah-rempah. Tapi kini dengan wisata sejarah.
Persis seperti yang tertera di buku sejarah, Bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah. Dimulai ekspedisi Portugis dan Spanyol, sampai pendudukan Belanda yang menyebabkan pertumpahan darah.
Salah satu tempat penghasil rempah yang menjadi rebutan yaitu Kepulauan Banda di Maluku tengah. Tempat di mana pohon-pohon pala berkualitas tinggi tumbuh sebagai primadona.
Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda. Secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa, yakni Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata. Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dan fuli dunia. Pada 1621, Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) membangun kota di sana dengan membantai penduduk Banda untuk mendapatkan pala.
Hingga saat ini, banyak bangunan bersejarah sisa pendudukan Bangsa Eropa di Banda. Seperti Benteng Belgica di Neira dan Benteng Hollandia di Lonthoir, Banda Besar. Tidak hanya dua benteng tersebut, beberapa peninggalan seperti Benteng Concordia, Benteng Nassau dan Benteng Revengie juga siap membawa Sahabat Sporto kembali ke abad 17an.
Selain itu, di Neira juga terdapat Istana Mini yang pernah ditempati gubernur jenderal pertama di Indonesia, yaitu Joen Pieterszoen Coen. Istana tersebut konon dibangun Belanda satu tahun sebelum didirikan Istana Merdeka dan Gedung Putih di Bogor.
Di sekitar Neira, ada pulau-pulau kecil yang juga memendam sejarah dan menarik untuk ditelisik. Seperti Pulau Hatta yang pernah menjadi tempat pengasingan Wakil Presiden pertama Indonesia Mohammad Hatta dan Pulau Syahrir, tempat yang begitu sunyi bagi tokoh kemerdekaan Sutan Syahrir.
Jadi, Jika dulu Bangsa Eropa datang Banda Neira untuk mencari rempah-rempah, sudah selayaknya saat ini Bangsa Indonesia melancong untuk berwisata sejarah. Penasaran merasakan sensasi kembali ke abad ke-17? (Sumber: Artikel sportourism.id/Suki Asmarandana Foto pesonaindonesia)
...moreTripTrus.Com - Bali gak ada matinya, bro! Dinas Pariwisata Bali baru aja nge-launch Calendar of Events 2025 yang bakal nge-hype banget. Ada 56 acara kece yang bakal bikin turis, baik lokal maupun asing, makin betah dan pengen lama-lama di Bali. Event-event ini bakal diselenggarain dari Februari sampai Desember 2025, mulai dari 5th Multilateral Naval Conference di Pelabuhan Benoa, Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar, sampai Mekotek di Desa Munggu, Badung. Ada juga Pesta Kesenian Bali XLVII di Denpasar, Penglipuran Village Festival di Desa Penglipuran, dan Festival Taman Sukasada Ujung di Karangasem.
View this post on Instagram
A post shared by Adi Prayogo (@adi_py)
Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Bali, bilang kalau acara-acara ini tujuannya biar wisatawan bisa stay lebih lama. Soalnya, Bali tuh nggak cuma terkenal karena wisata budaya, tapi juga event-event keren yang bakal selalu rame. "Kami harap acara-acara ini bisa bikin wisatawan betah dan ingin datang lagi," ujarnya.
[Baca juga : "Sumut Gaskeun! Kalender Event 2025 Siap Bikin Wisatawan Ketagihan"]
Meskipun beberapa event udah ada sebelumnya, tahun ini bakal ada beberapa yang baru, dan Tjok berharap dampaknya lebih besar dari sebelumnya. Tjok juga bilang kalau event-event ini selalu laku banget di kalangan turis, baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri. "Kami minta pengelola acara buat nyatet gak cuma jumlah transaksi, tapi juga seberapa banyak orang asing yang dateng dan pengen balik lagi. ASITA juga jadi andalan buat jualin event-event ini ke calon wisatawan," lanjutnya.
Tjok percaya banget kalau Calendar of Events 2025 bisa ningkatin kunjungan turis ke Bali. Targetnya sih, 6-6,5 juta turis asing dan 10-10,5 juta turis domestik datang ke Bali sepanjang tahun ini.
Tapi, ada tantangan juga nih. Masalah jalan macet, sampah, dan alih fungsi lahan masih jadi PR, tapi Dispar Bali udah siap nge-solve itu. "Kami udah punya peta masalah, tinggal ditindaklanjuti," kata Tjok.
Ngomong-ngomong, Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, bilang buat capai target kunjungan turis 2025, perlu strategi. Salah satunya dengan nambahin direct flight bareng airline dan promosi bareng buat ngenalin event-event internasional yang bakal rame banget! (Sumber Foto @dekz_chotz11)
...moreTripTrus.Com - "emak, bapak si nona mati, sayang disayang tiap malam saya tangisin, Kramat Karem ada lagunya", tiga kalimat tersebut adalah lirik Keramat Karam, lagu yang dinyanyikan almarhum Masnah Pang Tjin Nio dengan iringan Gambang Kromong (GK) Naga Mustika. Lagu itu mengabadikan saat-saat ketika sekujur kawasan pantai Tangerang dilanda tsunami akibat letusan Gunung Krakatau.
Tidak diketahui siapa pencipta lagu ini. Cerita tutur masyarakat Tionghoa Tangerang, atau Cina Benteng, menyebutkan lagu itu muncul tidak lama setelah tsunami melanda sekujur kawasan pantai dan menewaskan banyak orang.
View this post on Instagram
Nothing can dim the light, which shines from within..
A post shared by Emma ( I am a nature lover ) (@tinjj88) onJul 30, 2017 at 9:25pm PDT
Versi lain lagu ini digubah Sanusi dan dinyanyikan dengan irama ragtime Orkes Kerontjong Sinar Djakarta. Yang membedakan, versi gambang keromong mendayu-dayu, versi keroncong agak sedikit menghentak. Liriknya juga relatif berbeda.
Cerita tentang letusan Gunung Krakatau 1883 dan dampaknya terhadap kawasan pantai Tangerang dan Batavia terekam dalam cerita tutur di Klenteng Tjoe Soe Kong dan ditulis Tio Tek Hong dalam buku Keadaan Jakarta Tempo Doeloe.
Tjoe Soe Kong adalah klenteng tertua di Tangerang. Letaknya di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Warga sekitar, terutama keturunan Tionghoa Benteng, lebih suka menyebutnya Klenteng Tanjung Kait. Sedangkan nama lain klenteng ini adalah Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao dan Qing Shui Zhu Sui.
Buku saku yang dikeluarkan pengelola menyebutkan Klenteng Tjoe Soe Kong dibangun akhir abad ke-17. Andries Teisseire, pedagang gula Belanda yang mencari komoditas sampai ke Tangerang, menulis adanya klenteng ini saat berkunjung ke Tanjung Kait tahun 1792.
Informasi resmi menyebutkan klenteng dibangun imigran dari Propinsi Anxi, Hokkian, Tiongkok Selatan. Semula, klenteng dibangun dengan sangat sederhana, dan menjadi daya tarik setelah mendapat banyak sumbangan benda-benda khas klenteng dari pedagang-pedagang Cina di Batavia.
Berbeda dari kebanyakan klenteng di pesisir Pulau Jawa, Klenteng Tjoe Soe Kong tidak dibangun untuk menghormati dewa, tapi seorang shinshe yang hidup di era Dinasti Song. Tjoe Soe Kong, nama tabib itu, berasal dari Propinsi Cuanciu, Propinsi Hokkian.
Selama hidup, Soe Kong mengabdikan diri untuk mengobati penduduk yang sakit. Ia mendatangi rumah-rumah penduduk yang sakit, mengobati, dan memberi obat, tapi tak pernah mau diberi imbalan. Versi lain menyebutkan Tjoe So Kong lahir saat Cina diperintah Kaisra Ren Cong dari Dinasti Song. Tahun 1083, wilayah Anxi dilanda kekeringan parah. Tjoe Soe Kong memimpin upacara meminta hujan, dan berhasil. Ia diminta menetap di Anxi, tepat di kaki Gunung Peng Lai. Setelah meningal, masyarakat Anxi yang petani tebu mendirikan klenteng untuk menghormati Tjoe Soe Kong.
Di Mauk, masyarakat Tionghoa -- yang juga menanam tebu dan membuat gula -- mendirikan klenteng yang sama. Semula, Klenteng Tjoe Soe Kong di Mauk berupa gubuk tapi menjadi bukti masyarakat yang mapan. Klenteng menjadi pusat pertemuan komunitas Tionghoa di Mauk dan kampung-kampung lain sepanjang pantai Tangerang.
[Baca juga : "Menjelajahi Pesona White Sand Island Bintan Yang Memukau"]
Tahun 1883, saat Gunung Krakatau meletus, Klenteng Tjoe Soe Kong adalah satu-satunya bangunan selamat dari tsunami. Rumah-rumah penduduk di sekitar klenteng tersapu air bah. Banyak keluarga kehilangan orang tercinta. Seorang seniman orkes gambang, saat itu gambang belum dikenal, mengabadikannya dalam lagu berjudul Kramat Karam atau Gambang Kramat.
Wirya Dharma, sesepuh warga Tionghoa Mauk dan generasi kelima imigran asal Anxi, mengatakan klenteng direnovasi tahun 1959 oleh Lim Tiang Pah -- anak Lim Tju Ban, anak Lim Tjeng Houw yang selamat dari tsunami karena berlindung di klenteng.
Kini, klenteng diperbesar, indah, dan menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang. Penduduk juga membangun altar untuk Hok Tek Ceng Sin, dewa bumi yang banyak dipuja penduduk Tionghoa di pesisir Pulau Jawa. Ada pula altar untuk Embah Rachman, Empe Dato, dan Dewi Neng. Bagian belakang klenteng adalah vihara Buddha. Pada hari-hari tertentu, klenteng menggelar acara yang dihadiri warga dari luar Tangerang.
Klenteng Tjoe Soe Kong juga saksi bisu Pembantaian Cina 1740 di Batavia. Saat itu, ratusan warga Tionghoa Batavia yang selamat melarikan diri ke Mauk. Sebagian menetap, dan lainnya melanjutkan pelarian sampai ke seberang Sungai Cisadane dan menetap di desa-desa di Kecamatan Panongan saat ini. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto onthehardway.blogspot.com)
...moreTentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata.
Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut.
Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya.
Carica Dieng Wonosobo
Sumber: Foto manfaat.co.id
Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi.
Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo.
Keripik Jamur
Sumber: Foto drakemedia.net
Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain.
Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen.
Kacang Dieng (Kacang Babi)
Sumber: Foto wisatadieng.com
Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini.
Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng.
Purwaceng
Sumber: Foto viva.co.id
Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu.
Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana.
Kaos Khas Dieng
Sumber: Foto shop.triptrus.com
Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan.
Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...moreTripTrus.Com - Membahas destinasi wisata terbaik di Kepulauan Riau tidak akan ada habisnya. Salah satu wisata terbaik yang ada di Kepulauan Riau adalah Pulau Bawah. Dari unggahan Instagram Ninjarod, Selasa (29/12/2020), Pulau Bawah merupakan pulau tersembunyi yang belum banyak diketahui orang Indonesia, tetapi namanya sudah terkenal di luar negeri.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nadya Capricorina (@neadyea)
Hal ini terbukti dari kunjungan wisatawan yang semakin hari semakin banyak datang ke Pulau Bawah yang disebut sebagai surga bagi turis asing, karena ekosistem dan habitatnya masih asli seperti zaman dulu. Pulau dengan luas 300 hektare tersebut berada di jantung Pulau Anambas, Kepulauan Riau dan hanya bisa diakses melalui jalur laut atau pesawat terbang yang bisa mendarat di laut. Dari Bandara Batam, membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 70 menit perjalanan.
Pulau Bawah memiliki tiga laguna dengan air yang bening hingga 13 pantai dengan pasir putih yang lembut. Menariknya, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawah dibatasi maksimal 70 orang untuk menjaga ekosistem yang ada. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa dilakukan di Pulau Bawah. Wisatawan bisa menjajal olahraga air hingga trekking ke hutan melihat satwa liar di habitat aslinya. Apalagi Pulau Bawah punya 13 pantai perawan yang indah.
[Baca juga : "Pelaku Usaha Wisata Minta Pariwisata Bali Dibuka Akhir Juli 2021"]
Harga yang ditawarkan cukup fantastis, yakni sekitar Rp30 juta. Namun, harga tersebut sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan seperti pemandangan alam dan bawah air yang menakjubkan. Jika pengunjung ingin menginap, ada sejumlah villa yang menawarkan fasilitas menginap.
Hanya saja, biaya menyewa villa di Pulau Bawah sangat mahal yakni 1.800 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp24 juta per kamar dan satu malam. (Sumber: Artikel inews.id Foto @elviraputriayu)
...morePapua dikenal memiliki beragam alat musik yang memiliki fungsinya masing-masing. Alat musik seperti tifa, krombi, menjadi beberapa nama alat musik yang berasal dari negeri berjuluk bumi cendrawasih tersebut. Selain dua nama tadi, ada satu alat musik tradisional khas Papua yang berfungsi untuk memanggil penduduk yaitu fuu.
Fuu merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup pada bagian yang berlubang atau terbuka. Selain digunakan untuk memanggil penduduk, alat musik ini juga biasa digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua khususnya masyarakat Suku Asmat, Kabupaten Merauke.
Bersama alat musik khas Papua lainnya seperti tifa dan kelambut, biasanya fuu dimainkan dan menjadi paduan harmonisasi yang memberikan warna tersendiri pada ciri khas musik Papua.
Fuu menjadi salah satu alat musik tradisional yang harus dilestarikan keberadaannya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Papua dan menjadi kearifan lokal dari identitas sebuah daerah.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, setelah kita gasin 8 event epic di batch 1, sekarang saatnya lanjut ke 9 event batch 2 yang siap bikin September 2025 lo makin hype! Dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, sampe Kalimantan, tiap festival bakal kasih vibes beda—dari budaya, seni, kuliner, sampe ritual tradisional. Jadi siapin kalender, outfit kece, kamera, dan energi positif karena gue bakal nemenin lo keliling festival paling hype bulan ini. Rasain, capture, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis!
Festival Pinisi – Bulukumba (11-13 September)
Bro-Sis, kalau lo doyan laut sekaligus budaya, Bulukumba wajib banget masuk list! Kapal Pinisi UNESCO hadir lengkap sama ritual adat seperti annyorong lopi, songka bala ribantilang, ammossi’, sampe andingingi. Lo bisa ikutan nyatu sama budaya lokal, dapetin konten meaningful, sambil santai di pantai. Ada juga UMKM lokal, fashion show, pameran pangan khas, film dokumenter, pasar murah, sunatan massal, lomba perahu, sampe MURI makan ikan terbanyak. Jadi lo bisa chill, peduli sama budaya, dan seru-seruan bareng vibes lokal sekaligus!
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) – Jakarta Pusat (12-21 September)
Dari laut ke kota metropolitan, Bro-Sis, JIPFest 2025 hadir di TIM Cikini, GRATIS! Lo bakal diajak explore gimana teknologi, medsos, dan AI nyatu sama hidup kita sehari-hari. Dengan tema “Coexistence”, lo bakal nemuin cara manusia dan teknologi jalan bareng tanpa kehilangan sisi humanis. Ada pameran foto, workshop, kuliah umum, diskusi kreatif, plus 50 bintang tamu. Jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke TIM, capture energi visualnya, dan dapetin konten yang estetik plus meaningful abis!
Gema Sulbar – Mamuju (14-22 September)
Bro-Sis, Sulawesi Barat punya Gema Sulbar yang GRATIS, cozy, dan penuh energi kreatif! Lo bisa keliling bazar ekonomi kreatif, nikmatin musik tradisional, kuliner unik, dan seni lokal yang otentik banget. Bisa ngobrol sama kreator lokal, explore fashion tenun, sampai nyobain kuliner kekinian khas Sulbar. Atmosfernya hangat, energik, dan bikin lo ngerasa connected sama budaya lokal. Perfect buat lo yang pengen konten legit dan pengalaman autentik, sekaligus dapet vibes positif dan meaningful!
Tubaba Art Festival – Tulang Bawang Barat (18-20 September)
Bro-Sis, kalau lo pengen seni yang dalem dan immersive, Tubaba Art Festival bakalan nge-hits banget buat lo! Dari tari, teater, musik, film, kriya, sampe sastra, semua nyatu bareng bazar kreatif warga. Lo bakal liat murid sekolah seni sampai seniman internasional kolaborasi total. Ada workshop, pameran, dan panggung live, bikin lo nggak cuma nonton, tapi jadi bagian dari ekosistem seni inklusif. Gratis, santai, tapi vibesnya penuh makna—perfect buat lo yang pengen deeper connection sama seni lokal!
Kenduri Riau – Pekanbaru (19-22 September)
Bro-Sis, Pekanbaru gak kalah hype, nih! Kenduri Riau ngajak komunitas, pengusaha, kreator, dan pariwisata kolaborasi sambil rayain budaya lokal. Lo bakal nemuin UMKM, seniman, dan brand lokal pamerin karya mereka, sambil nikmatin vibes kota yang makin kece. Acara ini bukan sekadar show, tapi pengalaman yang bikin lo jadi bagian ekosistem kreatif Riau. Dari community hangout, produk lokal, sampe atmosfer kota, semua nyatu jadi festival yang meaningful dan Instagrammable. Perfect buat lo yang pengen konten legit plus pengalaman autentik!
[Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"]
Seren Taun Kasepuhan Cisungsang – Lebak (22-29 September)
View this post on Instagram
A post shared by Hutan Sosial (@hutansosial)
Bro-Sis, siapin hati karena Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bakal jadi pengalaman spiritual dan seru sekaligus! Lo bisa ikut ritual panen padi, pantun, Bubuka, Balik Taun Rendangan, sampe prosesi Ngareremokeun. Rasain gotong royong, syukur, dan spiritualitas lewat seni tradisional. Outfit ala milenial tapi sopan wajib dibawa, plus kamera biar bisa capture momen otentik. Festival ini perfect buat lo yang pengen meaningful content sekaligus pengalaman budaya yang autentik dan memorable, bro-sis!
Balikpapan Fest – Balikpapan (24-28 September)
Bro-Sis, Balikpapan Fest ke-6 siap nyuguhin vibes “Harmoni Nusantara” yang unik! Budaya pesisir, pedalaman, dan keraton kolaborasi di panggung yang sama. Lo bisa nikmatin kuliner, tarian tradisional, musik daerah, plus kreasi kontemporer—semua dalam satu journey. Gratis dan penuh edukasi, festival ini bikin lo ngerasain miniatur Indonesia yang hidup, estetik, dan seru. Cocok banget buat lo yang pengen feed Instagram kece sekaligus pengalaman budaya yang lengkap!
Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar (24-28 September)
Bro-Sis, F8 Makassar ngumpulin 8 subsektor kreatif: Fusion Music, Fashion, Film, Fine Arts, Fiction Writers, Folks, Flora & Fauna, sampai Food & Fruit. Lo bakal masuk arena seni, fashion show, kuliner Nusantara, sampe talkshow seniman. Dengan tema “FUNtastic Eight”, tiap elemen punya highlight sendiri. Vibesnya fun, colorful, dan super contentable buat lo yang doyan pengalaman budaya lengkap dan memorable. Jangan cuma nonton, tapi gasin semua energi lo di sini, bro-sis!
Festival Salo Karajae – Parepare (27 September – 1 Oktober)
Bro-Sis, penutup September 2025 bakal epic banget lewat Festival Salo Karajae! Lomba tradisional gokil kayak dayung, tangkap bebek, tari kreasi, sampe lomba mancing bikin lo belajar kearifan lokal sambil fun bareng. Musik tradisional berpadu band indie & musisi ternama bikin vibe malam makin enerjik. Plus, ada pameran UMKM & kuliner lokal. Gratis dan terbuka buat semua, festival ini wajib lo datengin, capture vibes, dan bikin memories epic yang nggak bakal lo lupain!
Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan bulan biasa—ini bulan full festival, budaya, seni, kuliner, dan kreativitas dari Sulawesi, Lampung, Riau, Banten, Kalimantan, sampe Makassar. Lo bakal dapet pengalaman meaningful, feed-worthy, dan berkontribusi ke komunitas lokal. Jadi siapin tiket, kamera, outfit kece, dan energi positif karena tiap festival bakal kasih cerita dan vibe beda tapi epic abis! Datang langsung, rasain vibes, dan bikin memories yang nggak bakal lo lupain, bro-sis! (Sumber Foto @am1rpajjokka)
...more