TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah pernah denger belum soal Pulau Sabu (atau Savu) di NTT? Serius, pulau ini tuh hidden gem yang vibes-nya beda banget dari destinasi mainstream. Begitu lo nyampe, suasananya langsung kerasa magis: angin kencang dari laut, bentang alam kering tapi eksotis, bukit warna-warni yang kayak lukisan digital, sampai kampung adat yang masih memegang budaya leluhur dengan bangga. Penduduk lokalnya ramah banget, lo bakal ngerasa kayak lagi main ke rumah besar keluarga jauh yang super hangat. Pokoknya, Sabu tuh tempat dimana traveling bukan cuma soal foto-foto, tapi pengalaman hidup yang ngeselin — eh bukan, ngangenin maksud gue!
View this post on Instagram
A post shared by Agung Afif (@gungafif)
1. Kelabba Maja: Bukit Warna-warni yang Bikin Lo Ngelirik Dua Kali
Bro, kalau lo tipe yang suka nyari spot antimainstream, Kelabba Maja itu juaranya. Bayangin tebing-tebing warna marun, pink, abu-abu, coklat, bahkan biru, disusun alam secara random tapi estetik banget. Banyak yang bilang tempat ini kayak mini Grand Canyon versi Indonesia, tapi versi yang lebih halus dan vibes-nya lebih “sakral.” Penduduk lokal percaya kalau Kelabba Maja adalah tempat para dewa bersemayam, dan beneran berasa sih auranya. Lo jalan dikit aja serasa masuk level lain di video game petualangan. Pas kena cahaya matahari, warnanya berubah-ubah — bikin lo pengen foto tiap dua langkah. Serius, ini spot yang bakal bikin IG lo makin rame dan temen-temen lo pada nanya, “Bro, ini di mana? Kok keren banget?!”
2. Kampung Adat Namata: Tempat Lo Ngobrol Sama Sejarah yang Masih Hidup
Sis, kalau lo suka budaya lokal, di sinilah tempatnya: Kampung Adat Namata. Ini bukan kampung wisata yang dibuat-buat, tapi beneran kampung asli yang udah berdiri dari zaman para leluhur dulu. Rumah tradisionalnya masih dijaga, ada batu-batu megalitik yang gede-gede banget, dan atmosfernya bikin lo ngerasa mellow karena sejarahnya kerasa banget. Yang unik, tamu yang masuk biasanya dipakein kain tenun tradisional sebagai bentuk penghormatan. Lo bisa ngobrol sama tetua adat, denger cerita soal asal-usul suku, dan ngeliat gimana adat dipegang kuat bahkan di era digital kayak sekarang. Keren banget bro, kayak nonton film dokumenter tapi lo ikut jadi pemerannya.
3. Pantai Raemea: Surga Tenang Buat Lo yang Mau Healing Tanpa Drama
Kalau lo bro atau sis yang butuh suasana tenang buat rehat dari dunia yang ribut melulu, Pantai Raemea tuh cocok banget buat lo. Pantainya luas, pasirnya putih, dan air lautnya jernih kayak kaca. Ada hembusan angin adem yang bikin kepala langsung enteng. Enaknya lagi, pantai ini nggak penuh turis, jadi lo bisa leyeh-leyeh sambil denger suara ombak tanpa gangguan. Warga lokalnya juga friendly habis, mereka suka senyum-senyum dan ngajak ngobrol tanpa maksud macem-macem. Makanan lautnya? Wah, segar banget dan harganya manusiawi! Cocok buat lo yang suka nyari tempat healing tapi tetep aesthetic buat foto ala Gen Z.
4. Tradisi & Ritual Sabu: Budaya yang Beneran Hidup, Bukan Sekadar Pertunjukan
Bro-sis traveler, budaya Sabu tuh hidup banget dan masih jadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu ritual uniknya adalah upacara syukur yang dilaksanakan setelah bulan purnama. Warga bakal nurunin sesaji ke laut lewat perahu kecil sebagai bentuk terima kasih mereka. Setelah itu ada atraksi tradisional kayak adu ayam dan tarian kuda yang energinya bikin bulu kuduk lo merinding. Lo bakal ngerasa kayak balik ke masa lalu tapi dengan perasaan haru dan kagum. Ini bukan tontonan buat turis doang — lo bakal ngeliat masyarakat beneran menjalankan warisan leluhur dengan bangga.
[Baca juga : "Catat, Event Keren November 2025 Di Jabar Seru Abis"]
5. Tenun Sabu: Kain yang Nggak Cuma Indah, Tapi Punya Jiwa
Sis, kalau lo doyan fashion lokal, lo pasti jatuh cinta sama tenun khas Sabu. Motifnya unik banget, berwarna kuat tapi tetap elegan, dan masing-masing motif punya filosofi sendiri. Tenun-tenun ini dibuat dengan teknik tradisional, pakai pewarna alami, dan ditenun tangan oleh perempuan lokal yang udah belajar sejak kecil. Jadi kalau lo beli, itu bukan sekadar kain — itu karya seni, identitas budaya, dan wujud dedikasi yang panjang. Dipakai juga cakep banget, cocok buat foto-foto atau sekadar koleksi. Dijamin lo bakal sayang banget sama hasilnya!
6. Lanskap & Kehidupan Pulau Sabu: Kering, Kasar, Tapi Eksotis Abis
Pulau Sabu itu punya karakter unik: tanahnya kering, anginnya kencang, dan vegetasinya jarang — tapi justru itu yang bikin pemandangannya beda dari pulau lain. Ada area dataran rendah yang luas, ada bukit batu, ada padang rumput yang keliatan dramatis pas sore hari. Penduduknya banyak yang bekerja sebagai petani lahan kering atau nelayan, jadi lo bakal ngeliat sisi kehidupan yang sederhana tapi kuat. Alamnya liar, tapi indah. Kasar, tapi berkarakter. Untuk traveler yang suka tempat anti-mainstream, Sabu itu definisi nyata “beautifully raw.”
7. Tips Buat Lo yang Mau Trip ke Sabu ala Bro-Sis Traveler
Ambil waktu kunjungan pas musim kering biar jalanan lebih gampang dilewatin dan spot alam keliatan maksimal. Hormati adat saat masuk kampung tradisional — biasanya lo bakal diminta pakai tenun sebagai bentuk sopan santun.
Karena banyak spot yang masih alami, siapin stamina buat trekking kecil-kecilan. Ajak ngobrol warga lokal, mereka punya banyak cerita keren dan bikin pengalaman lo makin dalem.
Bro-sis traveler, Pulau Sabu itu bukan cuma destinasi buat liburan; ini tempat buat lo ngerasain budaya, alam, dan vibe yang beda dari kebanyakan pulau di Indonesia. Lo bakal pulang dengan foto keren, hati hangat, dan kepala penuh cerita seru. Jadi kalau lo mau eksplor NTT, jangan cuma main ke tempat yang rame — sempetin ke Sabu. Siapa tau, ini jadi trip paling gokil yang pernah lo alamin! (Sumber Foto @marcus_lindenlaub_photography)
...moreTripTrus.Com - Bocoran dari pemerintah NTB, khususnya Dinas Pariwisata, mereka baru aja ngelempar Calendar of Event NTB buat tahun ini. Ada 36 acara pariwisata yang siap banget ngeramein NTB sepanjang tahun, guys!
Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata NTB, ceritanya pas lagi ngeluncurin kalender itu di Desa Wisata Bilabante, Lombok Tengah, pada Selasa (2/1/2024), dia bilang, "Ada 36 event kita luncurkan, tapi ini bisa saja bertambah dan jumlahnya bisa lebih karena ada beberapa event juga belum masuk."
View this post on Instagram
A post shared by Tiara and Friends band (@tiarandfriends)
Nah, katanya sih kalender ini mencakup segala macam event, mulai dari yang bercorak budaya, olahraga, sampe yang religi gitu. Dia berharap para pebisnis pariwisata, kayak transportasi, hotel, tour guide, dan travel pariwisata, bisa siap-siap dengan baik.
"Jadi, nanti saat mereka ajak tamu, baik yang lokal atau turis internasional, pasti ada tempat keren buat dikunjungin atau acara seru yang bisa dinikmati," ujarnya semangat.
[Baca juga : "Liburan Seru Di Jogja 2024, Daftar Event Gokil Yang Harus Kamu Datengin!"]
Trus, dia berdoa banget sih tahun ini gak ada halangan kayak pandemi Covid-19 yang bikin ribet. Targetnya dari 36 event ini, Pemprov NTB mengharapkan sekitar 2,5 juta wisatawan bakal mampir dan merasakan pesona NTB.
"Semoga dengan kalender event ini, pariwisata NTB bisa makin melesat dan ngasih pengalaman seru buat setiap pengunjungnya," begitu harapannya. Seru, kan? Tunggu aja apa lagi yang bakal muncul di tahun ini! (Sumber Foto @insmedia_indonesia)
...moreTripTrus.Com - Pantai Banyu Tibo di Pacitan bisa dibilang salah satu hidden gem yang wajib banget lo masukin ke wishlist liburan. Di tengah banyaknya pantai keren di Indonesia, tempat ini punya daya tarik yang beda karena menghadirkan kombinasi unik antara laut dan air terjun dalam satu lokasi. Terletak di selatan Jawa Timur, tepatnya di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, pantai ini memang belum sepopuler destinasi lain seperti Pantai Klayar, tapi justru di situlah letak pesonanya—masih alami dan belum terlalu ramai.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Agus Rianto (@agusrianto_sh)
Kalau lo berangkat dari pusat Pacitan, jaraknya sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Sementara kalau dari Solo, perjalanan bisa memakan waktu 3 sampai 4 jam dengan jarak sekitar 100 kilometer. Perjalanan yang cukup jauh ini memang butuh effort, tapi tenang aja, semua bakal kebayar lunas begitu lo sampai di lokasi. Akses jalannya sekarang sudah cukup bagus, meskipun di beberapa titik, terutama menjelang area pantai, jalannya masih sempit dan perlu ekstra hati-hati, apalagi kalau lo bawa mobil. Makanya, banyak yang lebih nyaranin pakai motor biar lebih fleksibel.
Soal biaya, lo nggak perlu khawatir karena tiket masuk ke Pantai Banyu Tibo ini super ramah di kantong. Di hari biasa, anak-anak cuma dikenakan tarif sekitar dua ribu rupiah, sementara orang dewasa tiga ribu rupiah. Kalau weekend atau hari libur, harganya sedikit naik jadi tiga ribu untuk anak-anak dan lima ribu untuk dewasa. Parkir kendaraan juga murah, jadi nggak bakal bikin dompet lo jebol. Dengan harga segitu, lo udah bisa menikmati pemandangan yang nggak biasa dan pastinya Instagramable banget.
[Baca juga : "Bro-Sis Traveler: Surf Dan Chill Di Batu Karas, Bali-Nya Jawa Barat!"]
Hal paling ikonik dari Pantai Banyu Tibo adalah air terjunnya yang langsung jatuh ke arah pantai. Nama “Banyu Tibo” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “air jatuh”, sesuai dengan ciri khasnya. Air terjun ini berasal dari aliran sungai kecil dengan air yang jernih dan tetap mengalir meskipun musim kemarau. Buat sampai ke bawah, lo harus menuruni tangga yang cukup curam, tapi tenang, pemandangan yang nunggu di bawah bakal bikin lo lupa sama capeknya perjalanan.
Sesampainya di pantai, lo bisa langsung ngerasain sensasi mandi di bawah air terjun sambil ditemani suara deburan ombak khas pantai selatan yang cukup besar. Tapi inget ya, lo tetap harus waspada karena jarak antara air terjun dan bibir laut itu dekat banget. Kalau kondisi ombak lagi pasang, sebaiknya jangan nekat turun ke bawah dan cukup nikmati pemandangan dari atas tebing aja, yang nggak kalah keren buat foto-foto. Selain itu, buat lo yang hobi mancing, area sekitar karang juga cocok banget buat rock fishing karena banyak biota laut yang hidup di sana.
Meskipun pantai ini sebenarnya buka 24 jam, disarankan buat datang di pagi atau sore hari supaya lo bisa menikmati keindahannya dengan maksimal. Malam hari cenderung sepi dan minim penerangan, jadi kurang aman dan kurang seru juga. Secara keseluruhan, Pantai Banyu Tibo menawarkan pengalaman wisata yang beda dari pantai pada umumnya. Kombinasi air terjun, pasir putih, dan tebing yang mengelilingi area pantai bikin tempat ini terasa spesial dan layak banget buat lo eksplor. Jadi, kalau lo lagi cari destinasi yang anti-mainstream tapi tetap keren, Pantai Banyu Tibo ini jawabannya. (Sumber Foto @globe_gyspy)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah gak sih kepikiran buat eksplor kota yang gak terlalu rame tapi punya aura misterius dan vibe adem banget? Nah, Kudus nih, kota di Jawa Tengah yang sering dibilang kota santri, ternyata punya banyak hidden gem yang gak kalah sama destinasi viral lain. Sekali lo dateng, dijamin bakal ngerasa kayak balik ke masa lalu tapi tetep ada sentuhan modernnya. Bayangin aja: jalan kecil berhiaskan bangunan tua, suasana religi yang kental, dan orang-orangnya yang ramah abis. Ini kota bukan cuma buat ziarah, tapi juga cocok banget buat healing santai dan konten Instagram lo biar makin aesthetic. Jadi, siap-siap ya, bro-sis, kita bakal explore Kudus dengan gaya “lo-gue” yang santai tapi tetep berisi.
1 – Menara Kudus & Spot Religi yang Gokil Abis
View this post on Instagram
A post shared by مُحَمَّد بِلَال (@boonnttee)
Bro, kalo lo tipe traveler yang suka spot bersejarah dengan aura magis, Masjid Menara Kudus wajib masuk bucket list lo! Masjid ini dibangun sama Sunan Kudus sekitar abad ke-16, dan yang bikin mindblowing, arsitekturnya tuh campuran antara Hindu, Buddha, dan Islam. Serius, menaranya mirip candi, tapi pas lo masuk ke dalam, atmosfernya adem dan damai banget. Lo bakal ngerasa kayak “anjir, ternyata dulu budaya bisa nyatu tanpa ribet!”
Abis dari situ, lo bisa lanjut ke Makam Sunan Muria yang letaknya di pegunungan. Perjalanannya emang agak nanjak, tapi view di atas sana juara banget! Selain dapet ketenangan, lo juga bisa ngelihat pemandangan hijau sejauh mata memandang. Jangan lupa mampir ke Air Tiga Rasa Rejenu — katanya air di sini punya rasa yang beda di tiap pancurannya, dan banyak yang percaya air ini punya makna spiritual. Cuma inget, bro-sis, tetap sopan, jangan asal foto atau bercanda di tempat suci ya. Respect dulu baru konten!
2 – Kulineran Wajib: Dari Soto Kudus sampe Jenang Legit
Abis muter-muter tempat religi, perut pasti minta diisi. Nah, lo belum ke Kudus kalo belum nyobain Soto Kudus yang legendaris itu. Kuahnya bening, topping ayam suwirnya lembut, dan disajikan di mangkok kecil yang khas. Jangan kaget kalo lo pengen nambah dua kali, karena porsinya emang “nggoda tapi nanggung” buat yang doyan makan.
[Baca juga : "Siap Liburan Anti-Mainstream Ke Pulau-Pulau Kece Serang!"]
Abis itu, sempetin jajan Jenang Kudus buat oleh-oleh. Teksturnya legit banget, rasanya manis pas, dan varian rasanya banyak—dari pandan, durian, sampe cokelat. Buat lo yang pengen nongkrong santai sambil ngopi, ada beberapa kafe di sekitar pusat kota yang cozy banget. Banyak juga spot dengan konsep jadul tapi aesthetic, cocok buat foto OOTD atau reels TikTok lo. Pokoknya Kudus itu kombinasi sempurna antara cita rasa tradisional dan vibe chill kekinian.
3 – Kota yang Tenang Tapi Gak Ngebosenin
Lo pikir kota kecil kayak Kudus itu flat dan gak ada hiburannya? Wah lo salah besar, sis! Meskipun bukan kota yang “megah banget”, tapi suasananya tuh punya daya tarik tersendiri. Di Kudus lo bisa jalan sore di alun-alun sambil liatin aktivitas warga, beli jajanan kaki lima, atau sekadar nongkrong sambil ngobrol ngalor-ngidul sama warga lokal. Banyak juga spot mural dan bangunan heritage yang masih terjaga, jadi lo bisa dapet banyak angle foto keren tanpa harus rebutan kayak di tempat wisata mainstream.
Kalo lo suka hal yang slow tapi meaningful, Kudus tuh cocok banget buat recharge dari penatnya kerja atau kuliah. Banyak traveler muda yang bilang, “Kudus itu kota yang ngajarin lo buat berhenti sebentar dan nikmatin momen kecil.” Dan bener aja—karena makin lo santai, makin lo bisa ngerasain sisi autentik dari kota ini.
Nah, bro-sis traveler, itulah sekelumit cerita dari Kudus yang ternyata punya banyak kejutan. Sekali lo ke sini, lo bakal sadar kalo traveling gak melulu soal tempat hits atau destinasi fancy. Kadang yang lo butuhin cuma suasana sederhana, orang yang ramah, dan vibe yang bikin hati adem. Kudus punya semuanya: sejarah, kuliner, budaya, dan ketenangan yang sulit lo dapet di kota besar. Jadi, buat lo yang pengen short escape tapi tetep meaningful, Kudus tuh jawabannya. Jangan lupa siapin kamera, outfit kece, dan playlist chill biar trip lo makin maksimal. Gaskeun deh, bro-sis traveler! Kudus nunggu lo buat datang dan bikin cerita baru yang gak bakal lo lupain. 💫 (Sumber Foto @m.fardh)
...moreTripTrus.Com - Yang tinggal di Jakarta tentunya dapat mengingat arah dan nama jalan-jalan besar. Namun, dapat mengingat nama jalan bukan berarti mengenal kota Jakarta dengan baik. Berikut 5 fakta tentang Jakarta yang mungkin tidak kamu ketahui.
Pernahkah kamu mendengar tentang lidah api Monas? Atau fakta tentang mall di Jakarta? Nah, untuk sedikit membuka mata, simak fakta-fakta di bawah ini.
1. 13 Kali Ganti Nama
Jika kamu pikir Jakarta hanya pernah berganti nama sebanyak dua kali? Maka kamu salah besar. Dahulu, Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta.
Lalu, pemerintahan Belanda menduduki Jayakarta dan berganti nama menjadi Sta Batavia, yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.
Pada tahun 1942, pendudukan Jepang membuat nama Batavia dubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu setelah Jepang menyerah kepada sekutu, namanya menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Dan, pada 24 Maret 1950 diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta. Pada 18 Januari 1985 bernama Kota Praja Djakarta Raya.
Kemudian pada 1961 terbentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
2. Maskot Jakarta
Masih banyak orang yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas. Yang sebetulnya adalah Elang Bondol dan Salak Condet. Maskot ini diresmikan pada tahun 1989.
Mengapa elang bondol dan salak condet? Dahulu, Jakarta masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang. Karena kesejukannya, elang bondol kerap terlihat di langit Kota Jakarta. Sedangkan salak condet merupakan buah asli dari Jakarta yang tumbuh di kawasan Condet.
Jika kamu ingin melihat patung maskot DKI Jakarta, datanglah ke kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
3. Mitos Patung-Patung Di Jakarta
Jangan salah sangka, saya tak akan membicarakan tentang hal gaib ataupun mistis. Namun, ini cukup unik .
Lihatlah Monas. Apa kamu pernah menyadari kalau bentuk lidah api Monas menyerupai sosok perempuan yang sedang bersimpuh menghadap Istana Negara? Ya, hal tersebut benar adanya. Tapi tak ada jawaban pasti tentang siapa sosok perempuan ini.
Satu hal lagi yang harus kamu ketahui, bahwa patung yang berada di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, bukanlah bernama Patung Pancoran, melainkan Patung Dirgantara.
4. Mall Berjaya
Entah ini hal yang baik atau buruk. Namun, tahukah kamu bahwa Jakarta merupakan kota dengan mall terbanyak di dunia. Ditekankan, DI DUNIA!
5. Banyaknya Museum
Mengingat fakta di atas, jika kamu warga Jakarta yang tauladan, maka jangan hanya pergi ke mall saja dan kunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. Museum apa saja yang ada di Jakarta? Oh, banyak sekali! Terhitung ada 47 museum tersebar di ibukota Jakarta. (Sumber: Artikel jakartapunyacerita.com Foto jkt.life)
...moreKepala Bidang Objek dan Daya Tarik Wisata Disparbud Kota Yogya Budi Santoso mengatakan, tahun ini pihaknya menggulirkan program one village one hotel untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Yogyakarta. Program ini baru menyasar tiga kampung wisata sebagai percontohan. Ketiga kampung wisata tersebut aadala Rejowinangun, Muja Muju dan Pakualaman.
"Program ini muaranya untuk membangun kemitraan dengan hotel sebagai salah satu industri pariwisata. Ke depan sinergi itu bisa diperluas hingga menyasar seluruh kampung wisata," ujarnya, Ahad (4/9).
Melalui kemitraan tersebut, diharapkan perhotelan bisa menjadi bapak asuh bagi kampung wisata setempat. Pengelola kampung wisata membangun paket wisata yang kemudian dipasarkan oleh hotel bagi setiap tamu yang datang. Selain itu, berbagai agenda hotel diharapkan juga mampu digelar di kampung wisata.
Dengan pola itu juga kata dia, manajemen pengelolaan kampung wisata akan terus berbenah sesuai kebutuhan wisatawan. Tidak seperti saat ini, banyak pengelola yang kurang fokus sehingga terkesan tidak siap ketika ada kunjungan.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Kampung Wisata Kota Yogya Sigit Istiarto mengaku, Kota Yogyakarta saat ini sudah berdiri 17 kampung wisata . Namun dari jumlah itu baru lima kampung yang sudah mandiri. keberadaan paket wisata serta tingkat kunjungan yang sudah eksis. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto transmojo.blogspot.com)
...moreTRIPTRUS - Ini dia yang dinanti – nanti, setelah sekian lama sejak kehadiran AdiPutro Jetbus 2+ SDD di ajang GIIAS 2015 lalu, kini kembali Adi Putro merilis SDD yang merupakan pesanan dari PO Efisiensi. Ya, sebelumnya kita mengetahui bahwa Adi Putro berhasil menjual varian bus Double Deck ini ke PO asal Aceh yang sempat menghebohkan dunia per-bus-an Indonesia, Sempati Star.
Sumber: Taufik Iksan Wicaksono
Untuk unit yang dipesan oleh Efisiensi ini saat ini kabarnya sedang menjalani roadtest sebelum akhirnya diserah terima secara penuh kepada PO Efisiensi sebagai pemilik. Bus ini juga dikabarkan memiliki beberapa perbedaan dibandingkan SDD yang dibuat sebelumnya, di bagian mana sajakah?
Sumber: Rizky Ma’at
Sepintas, bila melihat dari detail, ini berbeda dengan bus milik Sempati Star yang penulis sempat review saat dipamerkan di ajang GIIAS. SDD milik Efisiensi ini memiliki letak pintu tengah yang posisinya berbeda dengan milik Sempati Star, pintu tengahnya lebih diposisikan ke depan untuk milik Efisiensi ini.
Sumber: Edgar S Mannopo
Dan sekilas bila dilihat secara detail, sepertinya ini agak sedikit lebih tinggi dari penampilan bus AP Jetbus SDD milik Sempati Star. Dan mengenai Chassis yang digunakan, apakah ini menggunakan Mercedes-Benz 2542 OC 500 RF, Scania K410 atau Golden Dragon XML6145D13 serta detail kedepannya apakah armada ini digunakan secara regular atau hanya sebagai bus pariwisata kita tunggu saja info dari media sosial dan komunitas yang berkembang. (Sumber: Artikel imotorium.com Foto Fandy Wira Hendra)
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang doyan keluyuran, Surabaya bulan ini bener-bener rame kayak pasar malam. Acara dari ujung ke ujung kota ada semua—dari festival, konser, sampe lomba lari juga ada. Pokoknya kalau lo stay di Surabaya atau sekadar mampir, kudu banget catet tanggal-tanggal penting ini. Jangan sampe lo cuma rebahan di hotel, rugi banget sih. Event-nya nggak cuma buat yang tua doang, yang muda, anak gaul, sampe emak-emak juga bisa ikutan. Lo bakal nemu yang seru, lucu, bahkan yang edukatif juga ada. Jadi siapin kalender lo, siapin outfit kece, dan siapin tenaga buat muter-muter kota!
1–31 Mei: Surabaya Shopping Festival – Surga Para Dompet Hunter!
Siap-siap, ini bukan belanja biasa coy, ini mah marathon belanja sebulan penuh! Dari mall elit sampe pusat grosir, semua diskonan tumpah ruah. Lo bisa dapet gadget, baju, sampe makanan dengan harga sadis. Buat lo yang suka ngerusak dompet sendiri (atau dompet gebetan, ups!), bulan ini waktunya balas dendam. Yang penting jangan sampe kartu ATM lo nangis.
4 Mei: Medic Air Run FK Unair – Lari Dapet Keringat & Jodoh?
Bukan cuma olahraga, ini tuh ajang cari jodoh juga bisa! Ada rute 5K, 10K, sampe Half Marathon. Start-nya di FK Unair, finish-nya? Bisa aja di hati dia. Sambil lari, sambil cuci mata, siapa tau nemu partner sefrekuensi. Abis finish, bisa healing dikit sambil stretching bareng stranger yang mendadak akrab.
6–10 Mei: Munaslub Apeksi VII – Pejabat Kumpul, Lo Bisa Numpang Narsis!
Oke, ini agak seriusan. Tapi serius bukan berarti boring. Di sini semua kepala daerah ngumpul buat bahas masa depan kota-kota di Indo. Lo dateng aja, siapa tau bisa selfie bareng walikota atau minimal numpang eksis di story temen.
8–10 Mei: Festival Kuliner Legendaris + Indonesia City Expo – Makan Enak, Liat Pembangunan!
Gaspol buat para perut lapar dan mata penasaran. Lo bisa nikmatin makanan khas Surabaya dari yang klasik sampe yang jarang ada. Rawon? Ada. Rujak cingur? Wajib. Plus sambil ngintip-ngintip perkembangan kota-kota di expo, siapa tau dapet ide buka bisnis di kampung lo.
9 Mei: Karnaval Budaya Apeksi – Tontonan yang Bikin Merinding Keren!
Lo suka budaya dan warna-warni? Wajib mampir ke parade ini. Kostum nyentrik, tarian daerah dari Sabang sampe Merauke, semuanya numplek jadi satu. Berasa nonton pembukaan Asian Games versi lokal, tapi vibes-nya tetep gokil.
9–11 Mei: Event Bertubi-tubi! – Dari Nikah, Komunitas, Sampai Healing Bareng Keluarga!
Weekend lo nggak bakal nganggur. Lo bisa ke Wedding Fair (buat yang baper atau nyari vendor), mampir ke Creative Community Days (buat cari inspirasi), atau ngajak bocil-bocil ke Dream Lake Graha Natura. Pilih aja sesuai mood lo, semuanya fun abis!
14 Mei: Cross Musea – Gabut Pintar di Museum Dr. Soetomo!
Lo yang ngerasa otaknya perlu di-charge budaya, cocok banget kesini. Museum dari berbagai daerah gabung jadi satu. Koleksi-koleksi sejarah, seni, sampe artefak unik bisa lo nikmatin sambil sok-sokan jadi anak artsy buat konten IG lo.
17–18 Mei: Festival Rujak Uleg + Lomba Perahu Layar – Tradisi & Kuliner dalam Sekali Gas!
Bayangin lo uleg rujak rame-rame sambil ketawa bareng stranger, terus lanjut nonton lomba perahu layar tradisional. Ini vibes-nya beneran Suroboyoan banget. Lo bakal ngerasain sensasi jadi bagian dari budaya asli kota ini.
21–23 Mei: Hospital Expo’25 – Medis, Tapi Tetep Estetik!
Buat lo yang ada di dunia medis, atau sekadar pengen liat alat-alat kesehatan canggih, ini ajang wajib. Lokasinya di Grand City Mall & Convex, jadi habis liat alat CT Scan, bisa langsung hunting kopi cantik buat istirahat otak.
24 Mei: Festival Musik Surabaya Hebat – Musik Lokal, Joget Total!
Musisi lokal naik panggung, lo tinggal dateng bawa badan dan mood asik. Dari genre akustik sampe beat kenceng, lo bisa party ringan tapi hati senang. Sambil joget, sambil dukung musisi lokal yang makin keren.
25 Mei: Surabaya Vaganza – Parade Kece di Jalanan Kota!
Tugu Pahlawan sampe Balai Pemuda jadi runway buat parade budaya dan kendaraan hias yang epic. Ini semacam fashion show tapi versi budaya Indonesia. Lo yang suka konten, siapin HP dan tripod lo, feed Instagram lo bakal naik level.
28 Mei – 1 Juni: Surabaya Pestapora – Anak Senja Merapat!
View this post on Instagram
A post shared by Surabaya Pestapora (@surabayapestapora)
Di THP Kenjeran, lo bakal nemuin vibes festival anak indie: musik chill, instalasi seni, dan crowd yang estetik. Dateng bareng temen, gebetan, atau sendiri juga oke—yang penting feel-nya dapet banget.
31 Mei: Penutup Spektakuler – Tiga Event, Satu Tanggal, Nggak Bisa Gak Dateng!
Di tanggal ini, lo bisa dapet tiga event sekaligus: Surabaya Tourism Awards (ngasih penghargaan buat pejuang pariwisata), Ruwatan & Wayang Kulit di Tugu Pahlawan (buat yang kangen nuansa tradisional), dan konser Hari Jadi Surabaya bareng NDX Aka—fix, nostalgia vibes-nya bikin mewek tipis-tipis.
[Baca juga : "Mei Gak Boleh Rebahan Doang! Ini Deretan Event Keren Buat Healing & Eksis"]
Abis puas keliling event, waktunya lo mikirin orang rumah. Surabaya punya banyak oleh-oleh yang wajib lo bawa, dari yang klasik sampe kekinian:
Spikoe Kuno – Lapis legit nostalgia, lembut dan manisnya pas.
Sambal Bu Rudy – Sambel legenda yang wajib dibawa pulang, cocok buat semua nasi.
Kue Kacang – Cemilan jadul tapi nagih, cocok buat ngopi.
Ikan Asap – Aroma khas dan rasa gurihnya nempel di lidah!
Kerupuk Ikan Kenjeran – Kriuknya parah, cocok buat ngunyah sambil Netflix-an.
Almond Crispy – Snack modern yang crunchy-nya bikin ketagihan.
Lapis Kukus Pahlawan – Oleh-oleh pemenang award, cocok buat semua kalangan.
Mei 2025 di Surabaya tuh bukan cuma rame, tapi juga berwarna. Lo bisa eksplor budaya, belanja gila-gilaan, nonton konser, sampe makan kuliner legend. Terus jangan balik ke kota lo tangan kosong—oleh-oleh khas Surabaya banyak yang wajib banget dibawa pulang. Jadi, siapin diri lo buat full experience di Kota Pahlawan. Let’s go jalan-jalan gaya lo, gaya gue, gaya kita semua! (Sumber Foto @kingcula)
...moreIndonesia menyimpan ribuan potensi wisata dan salah satu yang terkenal hingga ke mancanegara adalah Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional Way Kambas Adalah salah satu perwakilan ekosistem hutan dataran rendah, dimana di salah satu lokasinya ada tempat pelatihan gajah pertama di Indonesia.Gajah-gajah yang dilatih, ditempatkan di pusat latihan gajah. Dan dapat dijadikan gajah tunggang, atraksi, pengangkut kayu atau membantu membajak sawah. Pusat pelatihan gajah ini berdiri tahun 1985.Pengunjung juga dapat berkemah di lokasi perkemahan yang ada di dalam lokasi Taman Nasional Way Kambas.Menarik bukan? Jangan lupa mampir ke Way Kambas saat Anda berkunjung ke Lampung.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more