shop-triptrus



Danau Habema, Danau Di Atas Awan

TRIPTRUS - Danau Habema memang bisa dikatakan sebagai danau di atas. Walapun lokasinya di kaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua, danau ini merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Terletak di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, oleh Masyarakat Dani, penduduk Jayawijaya, danau itu dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan. Untuk mencapai Danau Habema, yang dalam bahasa setempat bernama Yuginopa berada di zona inti Taman Nasional Lorenz, Papua. Area Habema mempunyai luas kurang lebih sekitar 224,35 hektar dengan keliling 9.79 kilometer  Nama Habema diambil dari seorang perwira Belanda yang bernama Letnan D Habema, yang mengawal ekspedisi HA Lorentz untuk mencapai puncak  Ettiakup (sebutan masyarakat lokal untuk Gunung Trikora) pada tahun 1909. Pada masa pemerintahan Belanda, Gunung Trikora dikenal dengan nama Wilhelminatop. Baru pada 1963 namanya berubah menjadi Trikora (Tri Komando Rakyat) setelah perintah Presiden pertama Indonesia, Soekarno, untuk merebut Papua Barat. Dahulu, puncak Gunung Trikora dan sekitar Danau Habema dihiasi dengan salju. Tapi beberapa tahun terakhir, salju di Trikora menipis dan Habema juga tidak pernah lagi dihiasi salju di sekitarnya. Tetapi Danau Habema masih punya banyak keindahan lain yang bisa dinikmati. Mulai dari bentang pemandangan padang rumput yang terlihat sejauh mata memandang, embun di ujung dedaunan dan rerumputan, lalu air danau yang tenang, serta masih banyak lagi. Banyak pendaki Pegunungan Jayawijaya dan Cartenz mampir di danau ini sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak tujuan mereka. Dari kota Wamena, Danau ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jalur menuju Habema pun juga jadi tantangan tersendiri bagi para pengemudi kendaraan off-road. Jalan berliku yang sempit dan diapit oleh hutan jadi tantangan tersendiri bagi orang-orang penggemar olahraga pemacu adrenalin itu. Film Denias, Senandung di Atas Awan juga menggunakan indahnya Danau Habema sebagai salah satu lokasi syuting. Para penggemar kegiatan birdwatching juga pasti tidak akan menyesal datang ke Danau Habema. Area di sekitar Danau Habema adalah habitat bagi puluhan spesies burung endemik dan tentu saja burung kebanggaan sekaligus maskot Provinsi Papua, Burung Cenderawasih. Selain birdwatching, di sekitar Danau Habema kabarnya juga bisa ditemui anggrek hitam yang teramat sangat langka. Jika ingin mengunjungi Danau Habema, setelah mencapai gerbang checkpoint, berupa sebuah bangunan gardu sederhana, harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam lagi dengan melewati tanah yang penuh dengan lumpur, lumut dan kubangan air. Dan, jangan lupa mengenakan pakaian yang bisa melindungi dari udara dingin, karena suhu di sekitar Danau Habema rata-rata mencapai 7-8 derajat celcius. Bahkan bisa mencapai 4 derajat celcius. Brrrr!!
...more

Inilah Seven Summits Jawa Timur Yang Harus Kamu Daki

TripTrus.Com -  Pemandangan di Provinsi Jawa Timur keren banget dengan gunung-gunung yang menjulang tinggi dan menantang buat didaki.       View this post on Instagram A post shared by Danial (@danialardhana) Banyak pendaki yang sengaja datang saat musim pendakian buat menikmati panorama dari puncak-puncak gunung di Jawa Timur. Nih, 7 gunung tertinggi di Jawa Timur yang wajib banget lo tahu, dari yang paling tinggi: 1. Gunung Semeru (3.676 mdpl) Gunung ini adalah yang tertinggi di Jawa Timur, dengan ketinggian 3.676 mdpl. Puncaknya bernama Mahameru, dan kawahnya dikenal sebagai Jonggring Saloko. Semeru berada di wilayah Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan, dalam Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Ini gunungapi kuarter aktif berbentuk strato, sering ada letusan eksplosif dan aliran awan panas. Jalur pendakiannya ada beberapa, seperti lewat Pasar Tumpang dan Ranupani. Di lerengnya juga ada spot keren seperti Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, Kalimati, dan Arcopodo. 2. Gunung Arjuno (3.339 mdpl) Dengan ketinggian 3.339 mdpl, Arjuno jadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur. Puncaknya dinamain Ogal Agil. Lokasinya di perbatasan Malang, Pasuruan, dan Kota Batu. Jalur pendakian bisa lewat Lawang, Tretes, Batu, atau Karangploso. Di lerengnya ada wisata seperti Petung Sewu, Air Terjun Tretes, dan Air Terjun Watu Lumpang. 3. Gunung Raung (3.332 mdpl) Gunung ini punya ketinggian 3.332 mdpl, menjadikannya yang ketiga tertinggi di Jawa Timur. Lokasinya ada di Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Ini gunung strato dengan kawah kaldera. Jalur pendakiannya bisa lewat Desa Sumberwringin. Di lerengnya ada wisata religi, Pura Beji Antaboga. 4. Gunung Lawu (3.265 mdpl) Gunung Lawu punya tiga puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan yang tertinggi, Hargo Dumilah, dengan ketinggian 3.265 mdpl. Gunung ini masuk wilayah Magetan, Ngawi, dan Karanganyar (Jawa Tengah). Jalur pendakiannya lewat Cemorokandang, Cemorosewu, dan Candi Cetho. Di lerengnya ada candi sejarah seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, serta kompleks pemakaman Mangkunegaran. 5. Gunung Welirang (3.156 mdpl) Gunung ini tinggi banget, mencapai 3.156 mdpl, dan masuk wilayah Pasuruan, Mojokerto, dan Kota Batu. Gunungapi strato tipe A ini punya kawah belerang yang masih aktif ditambang. Jalur pendakian bisa lewat Desa Claket di Kecamatan Pacet, Mojokerto. [Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"] 6. Gunung Argopuro (3.008 mdpl) Dengan ketinggian 3.008 mdpl, Argopuro udah nggak aktif lagi. Lokasinya di Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Puncak paling terkenal adalah Puncak Rengganis. Jalur pendakiannya bisa lewat basecamp Baderan di Situbondo atau basecamp Bremi di Probolinggo. 7. Gunung Butak (2.868 mdpl) Gunung ini tinggi banget, mencapai 2.868 mdpl. Lokasinya di Malang dan Blitar. Jalur pendakian bisa lewat Panderman di Batu, Desa Gadingkulon di Dau, Gunung Kawi, atau Sirah Kencong di Blitar. Nah, itu dia tujuh gunung tertinggi di Jawa Timur yang siap buat lo jelajahi! (Sumber Foto @mataraung) 
...more

Inilah Tanda Kamu Sangat Butuh Liburan

TRIPTRUS - Semua orang perlu santai, perlu piknik istilah kerennya. Tetapi kadang pekerjaan yang padat serta jadwal aktivitas tidak dapat dihindari dan jadikan harimu sulit untuk tiba-tiba melaksanakan piknik. Padahal, kamu juga perlu mengistirahatkan otak juga tubuhmu. Apabila sudah begini, umumnya tubuh kamu akan protes sendiri dengan tidak kamu sadari. Ada beberapa tanda yang umumnya tubuh kamu berikan supaya kamu menyadari jika ternyata kamu perlu liburan. Tidak ingat kapan terakhir liburanSaat kamu telah lupa kapan terakhir liburan dan nampaknya telah lama sekali kamu tidak melakukannya, maka itu merupakan tanda pertama yang haris kamu perhatikan. Terasa buntuPikiranmu tidak lagi dapat diajak bekerja sama guna memikirkan ide baru yang segar juga unik. Kamu merasa sungguh stuck dan tidak dapat bekerja dengan benar. Kamu memaksa tersenyumsaat kamu merasakan stres, kamu tak akan tulus memberikan senyum. Saat kamu bahagia, senyum menjadi lebih mudah. Nah, makan saat kamu telah merasa lebih sering cemberut dan juga sulit senyum, mungkin kamu perlu liburan. Kamu stresKamu menyadari tuntutan kerja sangat mencekik dan menjadikanmu tidak tenang. Hal ini dapat memicu stres ataupun rasa tertekan yang malah bisa memperburuk kesehatan serta kinerja otak. Kamu lupa caranya bersenang-senangSeberapa pentingnya pekerjaan, jangan sampai kamu kehilangan kesempatan untuk bersenang-senang. Ini telah menjadi tahap yang memprihatinkan saat kamu terlalu serius dan tidak dapat menikmati hidup. Kurang kena sinar matahariTahukah kamu bahwa sinar matahari sangatlah berperan penting di dalam kesehatan fisik juga mental kamu? Sinar matahari dapat meningkatkan vitamin D di dalam tubuh dan menjadikanmu tetap waras. Kamu rindu kamu yang duluSaat kamu merasa tubuh kamu kuyu, tidak bertenaga dan juga bosan dengan rutinitas, kamu akan merasa sangat benci pada diri sendiri dan kondisi ketika ini. Kamu mau pergi atau lari dari semua ini, dan itu merupakan tanda kamu perlu berhenti sejenak. Nah, itulah beberapa tanda kamu sangat memerlukan hiburan. Jangan terlalu menyiksa diri Ladies. Manjakanlah dirimu! semoga bermanfaat! Sumber: Artikel rancahpost.co.id Foto @JKTjalanjalan
...more

Buat Para Jomblo, Ini 6 Tips Traveling Untuk Kalian

TripTrus.Com - Jomblo bukan akhir dari segalanya, cobalah untuk pergi traveling dan nikmatilah hidup. Siapa tahu anda menemukan pujaan hati dan jatuh cinta pada seseorang saat melakukan traveling. Bepergian seorang diri akan lebih mengasyikkan bila anda benar-benar bisa menikmati dan memanfaatkan setiap momen dalam kegiatan traveling yang anda lakukan. Berikut 6 Tips traveling bagi penyandang status Jomblo  :)  1. Pilih Tempat Liburan yang Asyik Setiap individu pasti mempunyai minat yang berbeda-beda dalam menentukan tempat tujuan wisata, agar tidak mati gaya pilihlah tempat tujuan wisata sesuai dengan minat dan selera anda seperti ke pantai, gunung, keliling kota wisata atau bahkan ke luar negeri. Tentukan, pilih dan nikmati liburan sobat wisesatravel meskipun sedang bepergian seorang diri. 2. Siapkan Pakaian yang Terbaik Dengan berpakaian dan berpenampilan yang oke tentunya akan menunjang rasa percaya diri sobat wisesatravel, untuk itu persiapkan pakaian dan aksesori yang terbaik dalam ransel atau koper agar bisa menunjang penampilan selama traveling. Namun jangan sampai berlebihan, berusahalah untuk menyesuaikan pakaian dengan tempat dan suasana tempat wisata tujuan anda, jangan malah menjadi bahan tertawaan karena memakai jas di teriknya sinar matahari pantai  :)3. Usahakan Menginap di Hotel Backpacker   Di beberapa kawasan wisata seperti Bali, banyak terdapat hotel maupun penginapan yang memang diperuntukkan bagi backpacker dari segala penjuru negeri ataupun luar negeri. Berusahalah membaur dengan mereka dengan menginap bersama sehingga memungkinkan anda untuk bertemu dan mengenal banyak orang. Karena biasanya hotel backpacker menyediakan kamar dormitory dengan banyak tempat tidur dalam satu kamar, siapa tahu cinta anda bisa bersemi dengan traveler dari luar negeri, bisa untung bukan? Namun faktor kewaspadaan harus tetap di jaga, karena bisa jadi ada beberapa traveler yang memanfaatkan kondisi seperti ini untuk melakukan kejahatan.   4. Ikuti Aktifitas dengan Banyak Orang Selama melakukan traveling usahakan melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dengan bertemu orang-orang baru jendela dunia anda akan terbuka, kesempatan untuk bertemu pujaan hati akan terbuka lebar. Ikutlah tur rombongan dalam jumlah yang besar untuk menikmati traveling sobat wisesatravel. Bila belum puas lakukan kegiatan-kegiatan outdor lain seperti rafting, cobalah untuk berkenalan dengan anggota rombongan rafting lainya    5. Bersikap Terbuka Biarkan pikiran positif sobat wisesatravel bekerja, dengan berpikiran positif akan membantu seorang jomblo menerima kedatangan orang-orang baru dalam hidupnya. Dengan pikiran terbuka akan lebih mudah menerima dan berkenalan dengan sosok baru selama melakukan aktifitas traveling, sehingga bisa di pastikan anda akan mempunyai banyak kenalan dan bisa menikmati kegiatan traveling meskipun pada awalnya hanya bepergian seorang diri.6. Menjadi Diri Sendiri Meskipun sedang menyandang status jomblo, selalu usahakan menjadi diri sendiri, jangan pernah merubah diri hanya untuk mengikuti tren supaya disukai banyak orang. Menjadi diri sendiri adalah modal terbaik dalam upaya merubah status jomblo para sobat wisesatravel. Lakukan apa yang anda suka selama itu tidak merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban umum. Hormati orang disekeliling anda, niscaya orang lain akan menaruh hormat kepada anda.   Dengan menikmati traveling yang sobat wisesatravel lakukan, sedikit banyak akan membuka peluang bagi para jomblo untuk mendapatkan kembali sesuatu yang telah lama hilang. Selamat berjuang dan tetaplah semangat.  (Sumber: Artikel wisesatravel.com, Foto kataalien.wordpress.com)
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Kudus - Part 1

TripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut. Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Langgar Dalem Masjid Langgar Dalem terletak di Desa Langgar Dalem, Kec. Kota Kudus. Masjid ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah pada masa awal perkembangan islam, khususnya di wilayah Kudus. Berdasarkan sengkalan memet yang dibaca trisula pinulet naga di perkirakan Masjid Langgar Dalem didirikan pada tahun 885 H atau 1480 M.  Berdirinya Masjid Langgar Dalem ini dihubungkan dengan Sunan Kudus yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama islam dan merupakan salah satu dari Walisango. Hal itu dibuktikan juga dengan  cerita rakyat yang dipercaya oleh masyarakat Kudus, yang menceritakan bahwa Masjid Langgar Dalem dibuat oleh para seniman dari Madura. Para seniman tersebut merupakan tawanan perang yang kemudian dibawah oleh Sunan Kudus untuk membangun kota Kudus. Dan jika dilihat secara sepitas, Ciri dari keunikan Masjid Langgar Dalem terletak pada bentuk atapnya yang berupa atap tumpang susun tiga yang dilengkapi dengan hiasan mustoko dipuncaknya. 2. Masjid Jami' Nganguk Wali Kramat       View this post on Instagram A post shared by Azkayra (@afnahaqy987) onJan 11, 2020 at 12:41am PST Masjid berukuran 25×20 meter ini ada kaitannya dengan Kyai Telingsing. Sang kyai adalah seorang keturunan Tionghoa yang bernama asli The Ling Sing (Tan Ling Sing/Tee Ling Sing). Disebut sebagai Masjid Nganguk Wali, karena konon masjid ini didirikan oleh para wali yang pengawasannya kemudian diserahkan kepada Kyai Telingsing. Pada blandar masjid terdapat tulisan yang berasal dari ajaran Kyai Telingsing, yaitu sholat sacolo saloho donga sampurna atau shalat adalah sebagai do’a yang sempurna, serta ada pula tulisan berbunyi lenggahing panggenan tersetihing ngaji yang bermakna menempatkan diri pada yang benar, suci dan terpuji. Salah satu yang membuat Masjid Nganguk Wali kini lebih menarik untuk dikunjungi adalah dinding tembok luar dan gapura paduraksa yang memisahkan pelataran luar dengan pelataran dalam yang lebih tinggi, dihubungkan sejumlah undakan. Pada lubang gapura terdapat struktur kayu yang diukir indah. Gapura ini belum lama dibuat, untuk mengembalikan bentuk bangunan aslinya. 3. Masjid Madureksan Masjid yang terletak di Dukuh Madureksan, Kel. Kerjasan, Kec. Kudus ini, dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1520 M. Masjid Madureksan dibangun oleh Sunan Kudus sebelum dibangunnya Masjid Menara Kudus. Pada masa itu, Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah dan dakwah oleh Sunan Kudus dan para santrinya. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat musyawarah berbagai permasalahan agama dan menyusun siasat perang. Selain Sunan Kudus, ada seorang tokoh yang mewarnai keberadaan Masjid Madureksan ini, ia adalah Kyai Telingsing. Ulama asal Tiongkok ini juga memiliki peranan besar dalam penyebaran Islam di Kota Kudus. Bergulirnya waktu, bangunan Masjid Madureksan mulai terpendam hingga kedalaman 70 sentimeter. Hal ini disebabkan bangunan jalan dan pemukiman sekitar yang lebih tinggi, menjadikan Masjid ini seperti terpendam. Sehingga pada tahun 1998, Masjid Madureksan dipugar total dan berdiri sebuah bangunan baru seperti yang masyarakat kenal saat ini. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 3"] 4. Masjid Menara Kudus (Al Aqsa)       View this post on Instagram A post shared by @mamotomo onApr 30, 2020 at 6:21pm PDT Masjid ini tergolong unik karena desain bangunannya, yang merupakan penggabungan antara Budaya Hindu dan Budaya Islam. Hal itu menjadi bukti, bagaimana sebuah perpaduan antara Kebudayaan Islam dan Kebudayaan Hindu telah menghasilkan sebuah bangunan yang tergolong unik dan bergaya arsitektur tinggi. Sebuah bangunan masjid, namun dengan menara dalam bentuk candi dan berbagai ornamen lain yang bergaya Hindu. Gaya arsitektur candi pada Menara Kudus menyerupai candi-candi di Jawa Timur, salah satunya seperti Candi Jago di Malang. Selain itu, bangunan masjid ini juga menyerupai Menara Kukul di Bali. Menurut sejarah, masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H atau 1549 M. Menurut cerita, Sunan Kudus membangun menara ini dengan cara menggosok-gosokkan batu bata yang satu dengan lain sehingga menjadi lengket. Selain itu, terdapat juga mustaka mirip atap tumpang pada masjid tradisional Jawa. Fungsi dari menara itu adalah untuk tempat mengumandangkan adzan. 5. Masjid Wali Loram Kulon (Jami At Taqwa) Nama resmi masjid ini adalah Masjid Jami At-Taqwa, namun masyarakat setempat lebih suka menyebutnya Masjid Wali Loram Kulon. Masjid ini berada di Desa Loram Kulon, Kec. Jati, Kab. Kudus. Seperti laiknya bangun masjid pada zaman dahulu, masjid ini dibuat dengan kayu jati yang telah dilengkapi dengan menara, sumur tempat berwudhu dan bedug. Bangunan asli masjid ini dibangun pada 1596-1597 oleh seorang Tionghoa Muslim asal Campa bernama Tjie Wie Gwan atas perintah Sultan Hadlirin. Namun seiring bertambahnya usia, masjid ini dilakukan pemugaran pada awal 1990-an. Bagian yang sama sekali tidak diubah pada bagian gapura paduraksa yang berada di depan masjid. Ada aksara arab berbunyi “Allhumma baariklana bil khoir” dan di bawahnya ada terjemahannya yang berbunyi “Ya Allah, berkahilah kebaikan kepada kami” yang tertera di gapura itu. Seperti Masjid Menara Kudus, Masjid Wali Loram Kulon ini juga berarsitektur Jawa Hindu dan mengkombinasikannya dengan gaya Timur Tengah. (Sumber: Artikel kemdikbud.go.id, isknews.com, situsbudaya.id, islamic-center.or.id, indonesiakaya.com, inibaru.id Foto instagram.com/artetaarie)
...more

Liburan Akhir Pekan di Pulau Sangiang yang Eksotis!

TripTrus.Com - Banten punya segudang destinasi wisata alam yang pas buat libur weekend ini. Pergilah ke Pulau Sangiang yang ramah nan eksotis. Dimulai dari Ujung Kulon di selatan Banten, menyeberanglah dari Pelabuhan Paku Anyer, Kabupaten Serang. Memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan perahu kecil. Merasakan ombak Selat Sunda menjadi tantangan tersendiri, apalagi dengan cuaca musim penghujan sekarang ini. Tapi tak usah khawatir, kapten kapal sudah biasa bolak-balik Anyer-Pulau Sangiang dan menjadi makanannya sehari-hari. Pulau Sangiang memang belum menjadi tujuan utama wisata di Banten. Masyarakat baik dari dan luar Banten biasanya memilih Anyer sebagai lokasi wisata untuk melepas penat setelah serius bekerja. Namun, tak ada salahnya jika berkunjung ke Pulau Sangiang untuk merasakan sensasi baru dalam berwisata. Sesampainya di dermaga kecil, keramahan warga Pulau Sangiang akan menyambut para wisatawan. Tak ada penginapan di sana, yang ada hanya rumah-rumah penduduk yang suatu saat bisa disinggahi untuk bermalam. Tak ada tiket masuk di sana, hanya saja, wisatawan dapat memberikan uang alakadarnya yang oleh warga disebut iuran swadaya.Jika sudah siap bertualang, traveler boleh meminta warga setempat untuk menjadi guide mengelilingi Pulau Sangiang. Sedikitnya ada 4 destinasi yang wajib dikunjungi seperti Puncak Harapan, Puncak Begal, dan Bukit Arjuna, tak ketinggalan Goa Kelelawar. Di Bukit Harapan, traveler bisa melihat betapa indahnya lautan Selat Sunda dilengkapi dengan bukit-bukit nan menawan. Jalanan naik-turun membuat wisatawan cukup berkeringat. Namun, keringat itu akan terbayar oleh pemandangan yang menakjubkan.Semilir angin saat tiba di Puncak Harapan dapat menghilangkan lelah setelah trekking sekitar 1 jam perjalanan. "Kalau di Goa Kelelawar ikan hiu itu kelihatan, kan di bawahnya itu ada air, jadi kelihatan tuh hiunya," kata salah seorang warga Pulau Sangiang, Lukman.Jika sudah puas menikmati keindahan dari bukit-bukit tersebut, kembalilah ke jalan awal mulai trekking. Mintalah guide untuk mengantarkan traveler ke pantai yang biasa dipakai untuk berkemah. Di sana Anda bisa menikmati sunset sambil bermain-main dengan ombak Selat Sunda. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto @jktjalanjalan)
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Kudus - Part 2

TripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut. Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid At Taqwa Sunan Kedu Pada tahun 1576 M Sunan Kedu sudah berada di Kudus dan sangat gigih menyebarkan syiar Islam dan pemerintahan mengingat pada saat itu Sunan Kedu dipercaya Kesultanan Demak menjadi Tumenggung/Wedono. Tahun 1599 M, Sunan Kedu mendirikan Masjid At–Taqwa bertepatan dengan hari Jumat Pahing dengan dibantu para santri dan juga Kanjeng Sunan Kudus selama 3 minggu. Dilengkapi batu alam yang dikenal ” Watu Kenong ” khusus bermunajat dan berdoa khusus Syeih Abdul Basir. Saat ini batu tersebut berada di belakang masjid. Sebagai tempat ibadah tempat itu juga dilengkapi sumber mata air kehidupan dan sebagai tempat berwudhlu yang dinamakan “Mbelik Sumber Joyo” atau menurut masyarakat sekitar disebut Mbelik Pundung. Keberadaan Sunan Kedu akhirnya beliau wafat pada tahun 1612 M dan dimakamkan di area masjid yang terletak di sebelah Barat. Lalu di sebelah Barat dari makam beliau adalah makan Siti Nadhiroh dan Dewi Maryam yang merupakan putri beliau. 2. Masjid Sunan Muria       View this post on Instagram A post shared by KUDUS JOURNEY🇮🇩 (@kudusjourney) onOct 31, 2019 at 10:43pm PDT Tidak banyak sumber yang menjelaskan tentang kapan Sunan Muria yang bernama asli Raden Umar Said ini lahir dan membangun masjidnya tersebut, karena di antara para Walisongo. Sunan Muria adalah wali yang paling sedikit penjelesan biografinya dalam catatan sejarah. Masjid ini diperkirakan dibangun pada masa hidup Sunan Muria yaitu sekira abad ke-15 hingga 16 M. Masjid menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria. Masjid yang menjadi salah satu situs penting sejarah Islam di Indonesia ini, berada di ketinggian 1.600 meter. Masjid ini telah dipugar beberapa kali, sehingga sudah tidak terlihat sebagai bangunan tua dan asli. Hanya beberapa bagian saja yang masih nampak asli sampai sekarang. 3. Masjid Wali Jepang (Al Makmur)       View this post on Instagram A post shared by edy kurniawan (@idiwaekey) onJul 8, 2016 at 5:15pm PDT Dahulu Desa Jepang adalah sebuah rawa yang besar, di rawa itu Aryo Penangsang sering menambatkan perahunya, setelah menempuh perjalanan dari Kadipaten Jipang (sekarang wilayah Kabupaten Blora) untuk menuju Pondok Pesantren Sunan Kudus untuk menimba ilmu agama. Sunan Kudus yang mengetahui kebiasaan dari muridnya tersebut, membuat Sunan Kudus iba dan kemudian mendirikan sebuah Masjid di lokasi itu, sebagai tempat ibadah dan istirahat sang murid. Proses pembangunan Masjid yang dilakukan Sunan Kudus, akhirnya dilanjutkan oleh Aryo Penagsang sekitar abada ke-16 M. Selanjutnya, Masjid yang dikerjakan guru dan murid itu diberi nama Masjid Wali karena memiliki Soko Papat (terbuat dari kayu utuh) seperti masjid-masjid yang dibangun oleh para wali. Selain itu, masjid Wali Al Makmur ini memiliki gapura seperti Masjid Menara Kudus. Berdasarkan prasasti yang ada, pemberian imbuhan nama Al Makmur oleh seorang Ulama dari Desa Karangmalang, yang benama Sayyid Dloro Ali pada tahun 1917 M. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 1"] 4. Masjid Jami' Manarul Huda Masjid Jami’ Manarul Huda adalah masjid tertua yang berdiri di Dukuh Baran-Kiringan Desa Samirejo Dawe. Sebuah warisan nenek moyang yang dibangun pada masa hidup Mbah Kyai Abdullah ‘Asyiq bin Abdussyakur atau lebih akrab masyarakat menyebutnya dengan julukan ‘Mbah Kyai Udan Panas’. Beliau diyakini sebagai orang pertama yang singgah di Desa Baran, pada waktu itu Beliua 'babat alas' tak kenal lelah walau saat teriknya panas matahari dan hujan sekalipun Beliau tetap tegar demi misinya menyebarkan agama islam diwilayah tersebut. Masjid Manarul Huda sendiri mempunyai icon menara yang khas tampak seperti bangunan kuno menyerupai menara pada Masjid Menara Kudus. Masjid ini berkali-kali mengalami pemugaran,dimana renovasi terahir dilakukan pada tahun 1993-1994 yang dicanangkan oleh KH. A. Musa Maulani MA dan diresmikan pada tahun 1995. Masjid ini mempunyai management yang cukup solid dan mengalami kemajuan pesat di era moderen ini. 5. Masjid Baitul Azis Hadiwarno Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan Walisongo yaitu Masjid Baitul Aziz. Kebaradaan Masjid ini menjadi bukti akan perjalan dakwah Walisongo dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. Pada masjid ini terdapat Gapuro Padurekso dengan panjang 3 m, lebar 176 cm, dan tinggi 270 cm. Ditengah gapuro terdapat pintu jati dan bagian atas pintu terukir Tri Sula Naga, Tri Sula Naga merupakan bahasa Sansekerta, dimana Tri berarti tiga, Sula berarti enam dan Naga berarti delapan atau secara keseluruhan diartikan sebagai tahun 836 Hijriah dalam kalender Islam. Gaya bangunan Padurekso merupakan campuran dari dua kebudayaan yaitu antara Hindu dan Islam. Arsitekturnya seperti Masjid Agung Demak, dimana tiap penyangga terdiri dari 4 soko dilandasi dengan umpak batu. (Sumber: Artikel isknews.com, alif.id, irmamadagroup.wordpress.com, hadiwarnokudus.blogspot.com Foto betanews.id)
...more

Pulau Ini Lebih Mahal dari Manhattan

Pulau Rhun adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda Indonesia. Pulau ini memiliki panjang 3 km dan lebar kurang dari 1 km. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Jarak pulau ini dari Bandaneira sekitar 1 setengah jam sampai 2 jam. Pulau ini sangat indah jika dilihat dari ketinggian atau dari atas. Dan harus kalian tahun bahwa pulau ini sekitar tahun 1665-1667 pernah ditukarkan dengan New Amsterdam yang sekarang bernama New York City. Sumber: Foto @nooneenine Pulau Rhun saat air meti atau surut, sangat terlihat jelas bahwa susunan karang yang timbul tenggelam membuat kapal-kapal yang ingin berlabu harus melewati sisi kanan kampung ketika menghadap ke arah rumah penduduk atau hanya berlabu di bagian luar. Ketika air surut selalu tenang dan di balik ketenangan ada kenyamanan dalam jiwa. Sumber: Foto @kaoslenganpanjang Mungkin kalau di Bandaneira sudah tidak asing lagi dengan jembatan jodoh, ya di Pulau Rhun juga terdapat jembatan jodoh yang bentuknya sama membentuk huruf T, namun bedanya kalau di Bandaneira di gunakan untuk orang-orang yang pergi mencari ikan atau sekedar berlabu kapal fiber kecil atau ketinting sedangkan di Pulau Rhun digunakan sebagai dermaga penumpang keluar masuk desa ini. Sumber: Artikel dan Foto barondamaluku.com
...more

7 Alasan Pentingnya Liburan Bersama Pasangan Tercinta

TripTrus.Com - Bagi Anda yang sudah memiliki pasangan, tentu keinginan untuk pergi traveling bersama selalu ada. Selain untuk melepaskan penat dari padatnya kegiatan sehari-hari, liburan bersama pasangan juga merupakan cara terbaik untuk semakin mengenal sifat pasangan Anda.   . Tak ada yang lebih indah selain dua orang yang bertemu karena saling dipertemukan, sama-sama berhenti sebab telah selesai mencari. . . . . . . . . . . . . . . . If: @mutiarapujipangestu_ @yovinda_pratama . 📷: @jonihepi . 📌: Top selfie, hutan pinus kragilan, Magelang, Jawa tengah. ========================================================== #exploremagelang#explorenusantara#explorejawatengah#topselfiekragilan#wisatamagelang#jatengkeren#ayodolan#demendolan#keluarbentar#friendzonetraveller#jogjajateng#zonafotografi#indotraveller#parapejalan#indoflashlight#lensajawatengah#coupletraveler#pesonajawatengah#wonderfullocation#folkindonesia#lifefolkindonesia#thisisindonesia#indopejalan#pesonamagelang A post shared by Yovinda Yoga P.F (@yovinda_pratama) onJan 2, 2018 at 7:38pm PST Saat liburan tentu Anda dan pasangan akan berada jauh dari rumah dan memiliki ketergantungan terbatas dengan orang lain. Sehingga, mau tidak mau Anda dan pasangan akan bergantung satu sama lain dan akan semakin terlihat sifat asli kepribadian masing-masing. "Jika Anda ingin hubungan Anda bersama pasangan semakin kuat, maka liburan bersama adalah salah satu jalan yang dapat Anda ambil untuk mengukur kecocokan sifat asli dari masing-masing individu. Berpergian jauh juga dapat membuat Anda dan pasangan menunjukkan kepribadian apa adanya." Dilansir dari huffingtonpost, inilah alasan mengapa liburan dengan pasangan sangat penting untuk dilakukan. 1. Memperkuat Ikatan Sebagai Pasangan Liburan adalah cara yang lebih baik untuk memperkuat ikatan antara Anda dan pasangan, dimana Anda dan pasangan benar-benar berada di luar zona aman. Anda dan pasangan akan belajar bagaimana menavigasi jalan untuk menuju tempat tujuan, lebih menghargai uang, berinteraksi dengan orang baru, melihat keragaman budaya baru, dan semua itu akan menciptakan ikatan kohesif diantara Anda dan pasangan juga hubungan asmara kalian. 2. Bersinergi dan Menjadi Pasangan Yang Kuat Dengan traveling, Anda akan belajar bagaimana menjadi sebuah tim yang solid. Anda akan belajar mengisi kekurangan masing-masing. Kerja tim dalam sebuah hubungan asmara adalah aspek yang sangat penting untuk mengukur seberapa kuat hubungan Anda dengan pasangan. Hal ini juga diperlukan saat akan mengambil keputusan penting bersama. 3. Kompromi Kompromi satu sama lain wajib dilakukan setiap pasangan. Terutama saat menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda. Liburan dan traveling bersama akan menunjukkan apakah pasangan Anda bersedia untuk kompromi dengan kondisi itu. 4. Tes Kesabaran Yang Sebenarnya Saat liburan sendiri adalah sebuah ujian kesabaran ketika hal-hal yang sudah Anda persiapkan tidak bekerja sebagaimana mestinya, seperti kehilangan koper di bandara, hingga penerbangan yang tertunda. Dengan pergi bersama-sama, Anda dapat melihat seberapa baik pasangan Anda untuk menanggapi masalah-masalah dan mencari jalan keluarnya bersama. 5. Mengetahui Apa Yang Dilakukan Pasangan Saat Keluar Dari Zona Nyaman Perbedaan bahasa, makanan, budaya akan membuat Anda dan pasangan harus beradaptasi. Anda akan melihat seberapa baik pasangan Anda, beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Saat traveling dan liburan, adaptasi adalah salah satu hal yang harus Anda dan pasangan hadapi. Anda akan melihat bagaimana cara pasangan Anda beradaptasi, dan menangani perubahan yang terjadi dengan hidupnya. 6. Melihat Bagaimana Pasangan Memperlakukan Orang Lain Kemungkinannya adalah, Anda dan pasangan akan berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda saat berpergian bersama-sama. Biasanya, interaksi ini mungkin tidak seperti yang biasa Anda lihat di rumah. Liburan memungkinkan Anda untuk melihat bagaimana pasangan Anda memperlakukan orang lain, terutama dalam kapasitasnya sebagai yang dilayani atau sebagai seorang pelanggan. Melihat bagaimana pasangan Anda menghargai orang-orang tanpa melihat latar belakangnya. Jika Anda melihat pasangan Anda melakukan sesuatu yang kasar atau bersifat sombong, kemungkinan besar itu adalah sifat alami dari pasangan Anda yang sebenarnya. 7. Mengetahui Bagaimana Pasangan Memperlakukan Uang Saat liburan dan traveling Anda dan pasangan akan lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan yang terbatas, apalagi jika Anda dan pasangan liburan di luar negeri dan tidak memiliki siapapun yang Anda dan pasangan kenal di negara tersebut. Itu akan memperlihatkan bagaimana cara pasangan Anda mengatur keuangan, serta kemampuan mengoptimalkan keuangan dan liburan menjadi menyenangkan. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto freepik.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...