Tari Gantar merupakan jenis tarian pergaulan antara muda mudi yang berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Tunjung di Kabupaten v, Kalimantan Timur.Tarian ini melambangkan kegembiraan dan juga keramah-tamahan suku Dayak dalam menyambut tamu yang datang ke Kalimantan Timur, baik sebagai wisatawan, investor, atau para tamu yang dihormati. Tamu-tamu bahkan diajak ikut menari bersama para penari.Gerakan-gerakan tari Gantar melukiskan orang yang sedang menanam padi. Tongkat menggambarkan kayu penumbuk untuk membuat lubang di tanah. Sementara bambu berisi biji-bijian melambangkan benih padi dan wadahnya. Tarian ini tidak hanya dikenal oleh suku Dayak Tunjung, namun dikenal juga oleh suku Dayak Benuaq. Tarian Gantar bisa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tari Gantar Rayatn, Gantar Busai, dan Gantar Senak atau Gantar Kusak.Kostum yang dipakai penari disebut Ulap Doyo, merupakan kain tenunan asli suku Dayak Benuaq yang diambil dari serat Doyo.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Riset-riset yang dilakukan di luar negeri menunjukkan bahwa bagi generasi milenial, jumlah "likes" merupakan mata uang sosial yang mendefinisikan status pergaulan di media sosial.
"Salah satu syarat untuk memperoleh banyak "likes" adalah foto yang memukau, sehingga banyak milenial berlomba memajang foto terbaik."
Kemarin kau campak aku, hari ini kau ludahi aku, esok mungkin kau akan memohon padaku. Kemarin kau puja aku, hari ini kau banggakan aku, esok mungkin kau akan memjatuhkanku. يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” [HR.Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792] . . . 📌Ranggon Hills, Taman Nasional Halimun Salak, Bogor. . . . #explorebogor #visitbogor #bogorpisan #bogohkabogor #welovebogor #gallerybogor #wonderfulindonesia #instabogor #instasunda #bogorzone #jalanjalan #keluarbentar #nature #ngabolang #bogor #surgabogor
A post shared by N I S A L U T F I A N A (@nisalutfianaa) onDec 27, 2017 at 9:41pm PST
Frame A Trip, perusahaan rintisan Indonesia di bidang fotografi liburan, melakukan riset tren "likes" dan perilaku konsumen Indonesia dari layanan fotografi liburan selama 2017. Mereka menemukan hasil yang serupa dengan riset global dengan demografi orang Indonesia."Data kami menunjukkan 50 persen pelanggan Frame A Trip ternyata berusia 25-34 tahun yang merupakan kaum milenial Indonesia," kata Dian Sastrowardoyo, pendiri Frame A Trip, dalam siaran pers. "Dari sampling kami juga menemukan jumlah 'likes' akan bertambah 96,9 persen jika unggahan foto di Instagram diambil oleh fotografer profesional," tambah dia. Selain itu, jasa fotografi untuk berlibur di Indonesia lebih diminati oleh kaum perempuan (86 persen). Jasa itu 67 persen digunakan untuk foto bersama keluarga, di mana 77 persen adalah foto keluarga dengan anak. Layanan ini juga digunakan untuk foto dengan teman (17 persen), dengan pasangan (13 persen) dan sisanya untuk foto sendiri (tiga persen). Hasil riset ini mengindikasikan kaum milenial Indonesia yang berkeluarga dominan menggunakan jasa fotografer profesional saat berlibur.Selama 2017, Frame A Trip melayani pasar wisatawan asal Indonesia dengan perjalanan liburan yang tujuannya didominasi wilayah benua Asia (71 persen). Tiga negara tujuan liburan terpopuler mereka Indonesia, Jepang dan Singapura.Secara lebih spesifik di tingkat kota, Bali menduduki urutan pertama, diikuti oleh Paris, Tokyo, London, serta Kyoto sebagai 5 kota destinasi paling favorit. Dari segi lokasi foto, foto luar ruangan di perkotaan paling disukai.Ketika dipotret oleh fotografer profesional, wisatawan Indonesia cenderung memilih foto luar ruangan dengan latar perkotaan (68 persen), di mana mayoritas mengambil latar perkotaan dengan obyek ciri khas dari kota destinasi wisata, seperti Menara Eiffel di Paris atau Big Ben di London. Hanya sepertiga yang suka foto luar ruangan berlatar suasana alam, di mana pantai (83 persen) jadi pilihan utama foto liburan, dalam hal ini yang terkenal pantai Melasti di Bali. (Sumber: Artikel antaranews.com Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Bicara soal pariwisata, Indonesia memiliki segudang potensi berupa kekayaan alam, budaya, suku, hingga ras di yang tidak akan pernah ada habisnya dan tersebar di berbagai penjuru wilayah Tanah Air yang bisa jadi daya tarik wisatawan. Menyadari hal tersebut, saat ini banyak desa-desa di Indonesia yang terus mengembangkan potensi parekraf mereka untuk menarik minat turis berkunjung dan mendapat pengakuan pemerintah.
Hal itu dibuktikan oleh 3 desa wisata di Indonesia ini yang berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang 'UNWTO Best Tourism Villages 2021', yang juga menyabet predikat 50 desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Ketiga desa wisata tersebut yaitu Desa Wisata Nglanggeran yang terletak di Gunung Kidul, DIY Yogyakarta; Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; dan Desa Wae Rebo yang berada di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ketiga desa ini siap beradu keindahan dengan desa wisata di berbagai belahan dunia lainnya yang sudah terkenal secara global seperti misal Murcia (Cehegin), Spanyol; Alonissos, Westerb Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani; serta desa wisata dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan masih banyak lagi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meapresiasi setinggi-tingginya kepada ketiga desa yang berhasil mewakili Indonesia di ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama dalam menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya dalam siaran pers yang diterima MNC Portal Indonesia. Lomba desa wisata bertaraf internasional ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia, sekaligus sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah global. Selanjutnya, Sandiaga mengajak wisatawan menelusuri keunggulan dari ketiga desa wisata tersebut. Berikut ulasannya.
1. Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh The GUNUNGKIDULike (@the_gunungkidulike)
Desa ini terletak di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY, tepatnya di kawasan Gunung Api Purba yang menjadi daya tarik terbesar dari desa wisata ini. Gunung Api Purba sendiri adalah bagian dari Geopark Gunung Sewu yang telah diakui oleh dunia.
Untuk menikmati kemegahan Gunung Api Purba, wisatawan bisa tracking dengan menaiki 100 anak tangga. Setibanya di atas, Anda bisa melihat gunung api purba yang membentang luas dengan keunikan bongkahan-bongkahan batu. Pengunjung juga akan disuguhkan pemandangan utuh geosite serta melihat keunikan Kampung Pitu, yakni satu kampung yang hanya boleh diisi 7 keluarga. Selain itu, terdapat pula Embung Nglanggeran. Objek wisata yang merupakan tampungan air seluas 0,34 hektare ini digunakan sebagai pengairan kebun warga.2. Desa Wisata Tetebatu, NTB
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa wisata tetebatu (@inside_tetebatu)
Desa Wisata Tetebatu memiliki magnet pemikat berupa wisata alam bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa Wisata Nglanggeran juga kaya akan potensi seni dan budaya yang masih tetap terjaga kelestariannya. Diantaranya Tarian Reog Nglanggeran, GejogLesung, Jathilan, Kenduri, Karawitan, dan Festival Kirab Budaya. Selain itu, ada pula potensi ekonomi kreatif seperti kerajinan batik topeng, olahan spa, dan deretan kuliner. Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki batik tulis motif gunung Api Purba dan cokelat, batik jumputan menggunakan kelereng dan batu, serta batik eco print yang memanfaatkan daun jati, papaya, singkong, dan kenikir.Dari Desa Wisata Tetebatu, wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet, di mana pengunjung bisa melihat monyet hitam endemik asli Tetebatu.
Bagi yang hobi tracking, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan pun bisa ikut menanam bibitnya jika musim tanam sedang berlangsung. Dengan mengunjungi Tetebatu, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Kitab suci umat Islam itu terbuat dari bahan kayu dan kulit onta dan konon katanya merupakan asli tulisan tangan.Alquran kuno itu disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur. Alquran tersebut kini diwariskan kepada Jinarim alias Sukirman yang mengaku mendapatkan benda bersejarah itu dari kakeknya secara turun-temurun.
3. Desa Wae Rebo, Flores, NTT
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh LABUAN BAJO | KOMODO | SUMBA (@jelajahnusa.id)
Desa Wae Rebo yang terletak di Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini disebut juga sebagai 'surga di atas awan' lantaran lokasinya yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl. Tak heran jika pemandangan yang disuguhkan begitu memukau layaknya lukisan. Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidaklah mudah karena posisinya yang berada di atas gunung. Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer. Wisatawan harus mempersiapkan kondisi tubuh yang bugar, karena di mulai awal pendakian, langsung disuguhkan dengan tanjakan yang tiada henti. Namun, setibanya di Desa Wae Rebo, rasa lelah itu akan terbayar!Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikon dari Desa Wae Rebo, yakni Mbaru Niang yang berbentuk kerucut. Selain itu, hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona wisata tersendiri sehingga memberikan kesan magis namun damai, tenang, dan sejahtera. Berbagai acara adat yang dilakukan setiap tahunnya juga menjadi satu keunggulan wisata tersendiri.
[Baca juga : "Kembali Pasarkan Wisata Indonesia Di Kancah Dunia"]
Salah satunya adalah upacara persembahan untuk roh yang menghuni tempat Wae Rebo yang dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Oktober. Selain itu, ada pula upacara pernikahan dan upacara kelahiran masyarakat setempat yang menarik untuk disaksikan secara langsung. Dengan eksotisme alam dan budaya Desa Wae Rebo, maka tak heran jika mereka mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012 silam. (Sumber: Artikel travel.okezone.com Foto @ntt_travelingservices)
...moreTripTrus.Com - Situs Lebak Kosala juga dikenal dengan Situs Lebak Sangka merupakan peninggalan tradisi megalitikum berbentuk punden berundak sebanyak lima undakan. Di setiap undakan terdapat menhir atau batu berbentuk tugu.
Dinamakan juga Situs Lebak Sangka karena terletak di Kampung Lebaksangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi situs mudah dicapai dengan akses jalan cukup baik. Perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung memakan waktu lebih kurang 4 jam. Akses jalan yang berliku, menanjak dan didominasi oleh turunan panjang dengan pemandangan alam yang indah menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar traveling dan touring.
Daerah ini berada dalam kawasan konservasi hutan lindung taman nasional Gunung Halimun-Salak yang membentang sepanjang 113.357 ha. Membelah 3 kabupaten dan 2 provinsi, Jawa Barat dan Banten yaitu kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi, dan kabupaten Lebak. Kawasan ini telah menjadi kawasan Konservasi sejak tahun 1929 setelah warga Belanda bernama Van Tricht melakukan penelitian.
Di pintu masuk, terpampang nama situs Lebak Kosala pada sebuah papan berukuran 1 x 2 meter. Suasana alam yang segar dan bebas polusi, menemani berjalan kaki sejauh 300 meter melewati pemukiman warga dan persawahan menuju lokasi.
Situs Lebak Kosala termasuk lengkap karena selain punden berundak, menhir, dan altar, juga ditemukan Arca Kolasa. Arca merupakan batu berbentuk patung setinggi 50 cm. Keberadaan batu-batu tersebut merupakan bagian dari media untuk pemujaan leluhur. Namun sayang, keberadaan arca sudah tidak ada, hilang sejak bebrapa tahun yang lalu seperti dijelaskan oleh Usup, salah seorang Juru Pelihara Situs yang mendampingi Wisnu Wirandi, Penggiat Budaya dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ada 6 orang yang bertugas sebagai Juru Pelihara Situs Lebak Kosala yaitu: Abah Murja, Asep, Usup, Nurhalim (mendapat SK dari Pemda Lebak) sedangkan Oding dan Nurmawati (mendapat SK dari Balai Pemeliharaan Cagar Budaya Provinsi Banten).
“Arca Kosala sudah hilang tidak diketahui keberadaannya dimana,” ucap Wisnu menirukan Juru Pelihara, beberapa waktu lalu di lokasi Situs Lebak Kosala.
Menhir-menihr di Situs Lebak Kosala berupa batu-batu menyerupai papan (slab stone) dengan permukaan cukup halus, dan juga batu-batu papan yang diatasnya terdapat batu-batu berbentuk bulat memiliki diameter 15-20 cm. Penduduk setempat menyebut batu-batu tersebut sebagai “Batu Pelor”.
Temuan-temuan batu tersebut membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Batu-batu yang dilapisi lumut tersebut pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji pada ritual kepercayaan. Situs ini terjaga dengan baik.
Konon, cerita yang beredar di masyarakat setempat susunan bebatuan itu merupakan bekas petilasan Prabu Kian Santang saat menyebarkan agama Islam di tanah Banten. Seperti dikisahkan dalam pupuh budaya Sunda, putra dari Prabu Siliwangi ini berusaha mengislamkan bumi Nusantara hingga ke tanah Banten dengan berbagai cara.
Namun kepercayaan warga setempat itu sempat terbantahkan ketika peneliti dari ITB mulai melakukan penelitian dan ekskavasi kawasan situs. Hasil kajian tersebut menjelaskan secara detail bahwa, kawasan situs Lebak Kosala pertama kali dibangun pada abad ke 4. Hal ini didasarkan pada penemuan berbagai barang pecah belah seperti keramik dan tembikar. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa kawasan ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan makam kuno karena ditemukan beberapa nisan dan kolam pemandian untuk penyucian diri.
Hingga saat ini, Situs Lebak Kosala menjadi wisata sejarah yang sering dikunjungi baik dari lokal maupun pengunjung dari luar kota. Bagi Anda ingin berwisata sejarah di Banten, situs Lebak Kosala biasa menjadi destinasi wisata dan masih banyak peninggalan tradisi megalitikum di Banten khususnya di Lebak salah satu yang banyak dikunjungi yaitu Situs Lebak Kosala ini. Kawasan situs juga menawarkan keindahan alam nuansa pegunungan. (Sumber: Artikel-Foto pelitabanten.com)
...moreTRIPTRUS- Di tengah Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, terhampar puluhan pulau indah yang membentuk gugus Kepulauan Togean. Pesona Kepulauan Togean tersebut membuat pemerintah menetapkan kawasan Togean sebagai taman nasional pada tahun 2004. Togean dikenal kaya akan keindahan alam bawah laut dan hamparan datarannya yang menakjubkan.
Jika selama ini traveler dari seluruh dunia terpesona dengan keindahan Raja Ampat (Papua Barat) dan Derawan (Kalimantan Timur), kini mata dunia mulai menatap Togean sebagai destinasi wisata bahari yang mulai jadi favorit para pejalan -- baik dari mancanegara maupun domestik.
Kepulauan Togean berada di bawah daerah administrasi Kabupaten Tojo Una-una dan merupakan bagian dari Taman Laut Kepulau Togean. Dari 66 pulau yang menjadi bagian dari rangkaiannya, Pulau Una-una, Batudaka, Togean, Talatakoh, Waleakodi dan Waleabahi merupakan beberapa pulau besar di Togean.
Sebagian besar pulau di Togean memiliki suasana yang teduh akibat lebatnya pepohonan yang tumbuh. Ini disebabkan oleh aktivitas vulkanis yang dulu membentuk kepulauan ini. Hal ini juga membuat Togean jadi bagian dari coral triangle - yang meliputi wilayah Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang, dan Australia -- dengan keanekaragaman berupa empat terumbu karang: karang tepi, karang penghalang, karang tompok, dan karang cincin.
Pasir putih yang mengkilat di pinggir pantainya menggoda para pejalan untuk berjemur dan bermain tanpa merasa bosan. Lalu bagi yang ingin menikmati keindahan alam bawah lautnya, beningnya air Togean dengan karang yang berwarna-warni membuat siapapun tak sabar ingin segera melompat masuk ke dalamnya.
Jika selama ini orang hanya mengenal Danau Kakaban yang memiliki keunikan berupa ubur-ubur yang tidak menyengat, ternyata di Togean juga ada. Tepatnya di Pulau Togean, pulau terbesar kedua di kepulauan ini. Di Danau Mariona ini, kamu bisa berenang di antara ribuan ubur-ubur tanpa harus takut tersengat. Dan sama seperti Danau Kakaban, Mariona juga memiliki air yang asin. Danau ini tidak seperti Kakaban yang mudah ditemukan, untuk mencapainya ada baiknya menggunakan pemandu lokal.
...moreTripTrus.Com - Anak muda zaman sekarang, ternyata cenderung lebih suka mengunggah selfie saat sedang berolahraga, ketika mereka sedang berlibur. Menurut sebuah survei, hal tersebut karena mereka terinspirasi oleh para selebriti yang sering mengunggah foto saat sedang berolahraga.
"Survei yang dilakukan oleh situs pemesanan akomodasi online Hotels.com itu menyatakan bahwa anak muda millennial lebih suka memajang foto di gym, dibandingkan foto di pantai saat sedang liburan."
When it’s -20 degrees Celsius outside, it’s hard not to think about last summer’s vacation on Maui! #family #familyvacation #snorkeling #maui #itscoldoutside #familytime #itsinmynature
A post shared by Heather (@heatherwilsonoutdoors) onDec 27, 2017 at 8:37pm PST
Dalam survei tersebut, diketahui bahwa 15 persen anak muda memilih mengunggah foto saat sedang berolahraga outdoor dan 10 persen yang mengunggah foto saat menggunakan pakaian renang (10 persen).
Survei terhadap 8.400 orang dewasa di 28 negara itu dilakukan oleh OnePoll pada 31 Maret sampai 21 Juni. Demikian dilansir dari Indian Express, Selasa 19 September 2017.
38 persen wisatawan muda mengaku bahwa mereka berolahraga untuk bertemu orang baru, 29,8 persen mereka ingin mencari alternatif tempat baru. Sementara itu, 55 persen di antaranya berolahraga, demi menjaga suasana hati dan 32,7 persen mengatakan mereka ingin menjaga berat badan saat liburan.
"Tak hanya itu, mereka juga ternyata memilih hotel, atau penginapan berdasarkan fasilitas kebugarannya."
“Menjaga kebugaran saat ini sangat penting, sehingga kaum millennial. Jadi, mereka memilih hotel berdasarkan bagaimana hotel tersebut akan membantu mereka tetap sehat saat liburan,” ujar Jessica Chuang, direktur Hotels.com. (Sumber: viva.co.id Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Lo lagi bosen liburan ke tempat yang itu-itu aja? Waktunya coba glamping, bro! Ini bukan camping biasa, tapi lo bisa nikmatin suasana alam tanpa harus ribet bawa perlengkapan kayak biasa. Bayangin, lo bisa tidur di tenda mewah, sambil dikelilingi pemandangan alam yang keren abis. Glamping itu bisa jadi pilihan tepat buat lo yang pengen liburan di spot-spot kece yang susah dijangkau, tapi tetep pengen feel ala hotel bintang lima. Penasaran di mana aja? Langsung aja cek 8 destinasi glamping kekinian buat liburan bareng keluarga!
1. Bali Beach Glamping, Tanah Lot
View this post on Instagram
A post shared by Escape Nomade | Luxury Tented Villas (@escapenomade)
Lo bisa langsung nikmatin pantai, guys! Glamping di Bali Beach ini bikin lo bisa nge-chill sambil dengerin deburan ombak. Tenda glampingnya nyaman banget, ditambah ada infinity pool yang ngadep laut, spa, dan restoran romantis yang langsung di pinggir pantai. Pasti seru banget buat liburan bareng keluarga atau pacar!
2. Kaldera Toba, Danau Toba
Buat lo yang pengen ngerasain glamping dengan vibe beda, coba ke Kaldera Toba! Di sini, tenda glampingnya tuh unik banget, berbentuk bubble transparan yang bikin lo bisa liat langit malam yang penuh bintang. Ditambah fasilitas kasur queen, sofa, dan meja kecil buat nongkrong santai. Pemandangan Danau Toba yang luas pastinya bikin liburan lo makin memorable.
3. Sang Giri Mountain Glamping, Bali
Bali gak cuma soal pantai, bro! Di Sang Giri Mountain Glamping yang ada di Desa Jatiluwih, lo bakal ngerasain glamping dengan tenda-tenda bergaya Afrika, lengkap dengan pemandangan hutan tropis dan pegunungan yang keren banget. Dijamin bikin lo betah!
4. The Highland Park, Bogor
Di sini lo bisa nikmatin pemandangan Gunung Salak yang kece, apalagi kalo malam bisa liat langit penuh bintang. Konsep glampingnya nggabungin budaya Barat dan Timur, ada pilihan tempat glamping kayak Apache Camps, Mongolia Camps, atau Tree House. Plus fasilitasnya lengkap banget, mulai dari TV, AC, mini zoo, sampai waterboom buat anak-anak. Jadi, buat yang bawa keluarga, ini pilihan tepat!
[Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"]
5. Jeeva Beloam Beach Camp Resort, Lombok
Lokasinya langsung di Pantai Beloam, lo bakal bangun tidur sambil dengerin suara ombak! Tenda-tendanya unik banget, bergaya rumah tradisional Suku Sasak dengan atap alang-alang. Ini glamping yang bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam, tapi tetap dengan kenyamanan yang top.
6. Glamping De Loano, Purworejo
Buat lo yang nyari ketenangan, tempat ini cocok banget! Glamping di tengah hutan pinus yang sepi banget, suara alam dan lampu kekuningan di malam hari bakal bikin suasana liburan lo jadi lebih hangat dan nyaman. Lo bisa nikmatin fasilitas lengkap kayak wifi dan colokan listrik, plus seru-seruan BBQ atau off-road bareng keluarga.
7. Glamping Songgolangit, Yogyakarta
Di tengah hutan pinus yang asri, Glamping Songgolangit di Yogyakarta punya spot foto yang kece banget! Lo bisa dapetin fasilitas lengkap kayak kasur empuk dan kamar mandi pribadi. Kalau lo suka tantangan, ada flying fox dan jeep tour yang seru banget. Jangan lupa foto di jembatan kayu panjang atau rumah Hobbit, pasti Insta-worthy!
8. Rancabali Glamping
Glamping di pinggir danau, dikelilingi hutan dan kebun teh, seru banget kan? Di sini, lo bisa pilih tenda dengan view langsung ke danau atau ke kebun teh. Jangan lupa makan di Pinisi Resto yang bentuknya kayak kapal, sambil nikmatin pemandangan danau yang indah. Lo juga bisa naik perahu keliling Situ Patenggang. Dijamin, liburan lo bakal berkesan!
Udah kebayang kan serunya glamping? Gak perlu jauh-jauh ke luar negeri, Indonesia punya banyak destinasi glamping yang gak kalah kece. Selain bisa nikmatin alam, lo juga tetep bisa dapetin kenyamanan kayak di hotel. Jadi, buruan pilih destinasi favorit lo dan ajak keluarga liburan bareng! Siap-siap bawa pulang kenangan indah yang gak bakal terlupakan! (Sumber Foto @whatsnewindonesia_official)
...moreTripTrus.Com - Bro, bulan Agustus nanti, Tanah Datar bakal diramein dengan lima event keren banget! Kabarnya sih, menurut Kadis Kominfo Tanah Datar, si Yusrizal, dia udah cerita ke media jurnalsumbar, tepatnya hari Rabu tanggal 2 Agustus di Batusangkar.
Nah, event wisata ini bakal digelar di beberapa tempat asyik, loh. Cekidot ya:
Ada Pacu Jawi di Jorong Koto Tuo Nagari Simabua Kecamatan Pariangan. Jadi, tanggal 5, 12, 19, dan 26 Agustus 2023, catet deh!
Ada juga Semarak Tanjung Barulak di Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Batipuh, tepatnya tanggal 8 dan 9 Agustus 2023. Pasti seru nih!
Nah, yang ketiga ada Tabek Ganggam Festival di Nagari Cubadak Kecamatan Lima Kaum. Kamu bisa dateng tanggal 12, 13, dan 14 Agustus 2023.
Jangan sampe ketinggalan Situmbuk Art and Culture di Nagari Situmbuk Kecamatan Salimpaung ya. Tanggal 19, 20, dan 21 Agustus 2023, catet bro!
Terakhir, ada Salasoa Festival di Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab. Bisa kamu datengin tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 2023.
[Baca juga : "Mantap! Ini Dia Libur Lima Hari Di Agustus 2023 Yang Bisa Kamu Nikmati!"]
Nah, si Yusrizal ini juga ngingetin kita yang doyan jalan-jalan, jangan sampe lupa deh tanggal dan tempat event-event keren ini. Jadi, jangan ketinggalan kesempatan buat ngerasain momen bersejarah yang kece abis! (Sumber Foto topsatu.com)
...moreTripTrus.Com - Kebumen salah satu daerah di Jawa Tengah yang terkenal memiliki tempat wisata keren, mulai dari wisata alam, sejarah hingga deretan pantai indahnya. Salah satu pantai tersembunyi di Kebumen bernama Pantai Watu Bale.
Pantai Watu Bale terbilang pantai yang cukup sempit dan memiliki pasir berwarna hitam, walaupun begitu Pantai Watu Bale cukup memikat hati wisatawan. Pesona Pantai Watu Bale adalah spot-spot fotonya yang disusun sedemikian rupa sehingga nampak kece. Pantai Watu Bale memiliki lebih dari 3 buah selfie Desk yang sudah disediakan agar wisatawan berfoto dengan background yang unik. Tiga spot itu adalah Tebing Titanic, Jembatan Segitiga, dan Rumah Pohon.
Salah satu spot selfie di Pantai Watu Bale adalah Bukit Titanic, yaitu sebuah bukit dengan bangunan berbentuk ujung kapal yang dibuat dari kayu. Sahabat Sporto akan melihat sebuah kapal titanic yang dibangun di atas tebing Watu Bale, menciptakan kesan seolah ada sebuah kapal yang berlayar melintasi samudra Hindia.
Selain Tebing Titanic, ada spot foto bernama Jembatan Segitiga, jembatan ini berbentuk segitiga yang instragamable. Jika ingin mendapatkan foto keren di jembatan segitiga Pantai Watu Bale, datanglah pada saat cuaca cerah dan langit yang biru agar hasil foto lebih berkesan.
Selain itu, Pantai Watu Bale meiliki rumah pohon dengan pemandangan laut yang biru dan luas. Untuk konsep rumah pohon ini hampir mirip dengan Kalibiru di Kulon Progo, bedanya adalah background yang didapat lautan bebas dengan karang di kiri kanan. Sahabat Sporto bisa melihat panorama alam yang luar biasa. Jadi selain bisa menikmati suasana semilir angin laut dengan suara deburan ombak yang menyapu karang, juga dapat mengambil foto dengan spot-spot yang memukau. (Sumber: Artikel sportourism.id Foto metrotvnews.com)
...more