TRIPTRUS - Indonesia sebagai salah satu negara produsen beras terbesar di dunia juga merupakan bangsa yang paling banyak mengonsumsi beras. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 135 kilogram (kg) beras dalam bentuk nasi per tahunnya. Angka ini jauh lebih besar dari Thailand yang rata-rata penduduknya menghabiskan 60-75 kg per tahunnya. Tapi ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki makanan pokok dalam bentuk lain.Salah satu makanan pokok di Indonesia adalah sagu. Makanan yang lebih sering terlihat dalam bentuk tepung ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi tapi memiliki kandungan lemak yang rendah, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes karena tidak cepat meningkatkan kadar glukosa di dalam darah. Makanan yang berasal dari pohon sagu ini pun ternyata berguna meningkatkan kekebalan tubuh karena dapat berfungsi sebagai prebiotik. Kadar serat yang tinggi dalam sagu juga cocok untuk yang sedang diet menurunkan berat badan, karena lebih cepat merasa kenyang saat memakan sagu.Di Indonesia, sagu diolah jadi berbagai macam makanan dan minuman , seperti cenil, ongol-ongol, cendol, Dan hal lain yang tidak banyak diketahui, sagu dinikmati oleh orang Indonesia mulai dari Aceh hingga ke Papua sebagai makanan pooko. TripTroops penasaran apa saja bagaimana cara menikmati sagu? Ayo lihat berbagai variasi menikmati hidangan khas sagu dari berbagai daerah di Indonesia.SimelueDi Kabupaten Simelue, Provinsi Aceh, Sagu biasanya dimakan seperti nasi. Sari pati sagu dimasak di dalam wajan tanpa minyak hingga berwarna kecoklatan. Sagu kering ini disantap dengan ikan bakar tanpa kuah saat masih panas. Meski rasanya tawar, tapi aroma wangi sagu yang dimasak akan membuatnya jadi sedap, apalagi jika ditambah sambal pedas dan ikan bakar yang baru dipanggang. Selain itu, ada beberapa masakan khas Simelue yang menggunakan sagu seperti Lompong Sagu, Sanggal Batouk, Martabak Tabbaha dan Tabbaha Longon.PalopoLangsung lompat ke Pulau Sulawesi. Di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sagu dinikmati dalam bentuk makanan bernama Kapurung. Kapurung adalah sagu dicampur dengan sayur berkuah yang ditambahkan ikan, udang daging (ayam atau sapi) dan bumbu kacang tanah yang digiling kasar. Makanan khas masyarakat daerah Luwu juga dikenal dengan nama Pugalu. Berbeda dengan Papeda dari Maluku dan Papua atau Sinonggi dari Kendari, bubur sagu dalam Kapurung dibentuk bulat-bulat sedikit lebih besar dari bakso. Kapurung yang dinikmati saat masih panas dengan kuah berasa asam dari perasan jeruk purut dan potongan cabai adalah makanan favorit masyarakat Luwu untuk makan siang. KendariDi Kendari, Sulawesi Tenggara, Sagu diolah menjadi Sinonggi, makanan khas Suku Tolaki. Meski tampilannya hampir mirip dengan Papeda, cara menikmati Sinonggi sedikit berbeda. Sinonggi disantap dengan mencampurkan bubur sagu langsung dengan kuah ikan, sayur dan sambal dabu-dabu. Penikmat Sinonggi bisa melahapnya dengan sayur bening atau sayur santan. Ditambah pula dengan kuah ikan atau kuah daging yang dimasak tawooloho. Tawooloho berarti dimasak dengan daun belimbing asam. Nama sinonggi sendiri berasal dari kata Posonggi, yaitu bahasa Tokaki yang berarti alat mirip sumpit yang digunakan untuk mendulang sinonggi dari wadahnya. Untuk memindahkan sinonggi dari wadah ke dalam piring harus membuat buntalan sinonggi dengan menggunakan sumpit yang disediakan.
Masyarakat Tolaki punya cara khas untuk menikmati sinonggi, yang disebut mosonggi, yaitu menyuap sinonggi dengan tangan, menyeruput kuah langsung dari piring atau mangkuk, sambil duduk di lantai. Enggak usah ja-im (jaga image) saat mosonggi, karena tradisi mosonggi biasa dilakukan pada saat makan bersama keluarga atau perayaan.Maluku dan PapuaDi Maluku dan Papua, Sagu merupakan makanan pokok karena dahulu beras sulit untuk ditemukan. Bubur sagu diberi nama papeda. Seperti Sinonggi, papeda juga diambil dari wadahnya menggunakan tongkat kayu mirip sumpit. Yang membuat papeda berbeda dari sinonggi adalah papeda biasanya dinikmati dengan kuah ikan dan tidak menggunakan daging. Ikan yang digunakan bisa berupa ikan tongkol, ikan gabus, kakap merah, bobara, hingga ikan kue. Papeda juga disertai dengan sayur ganemo yang terbuat dari daun melinjo muda dan bunga pepaya muda yang ditumis dengan tambahan cabai merah. Rasa kuah ikan yang asam dan segar bercampur sedikit rasa pahit dari bunga pepaya akan membuat pengalaman menikmati papeda jadi penuh dengan rasa yang berbeda.Photos courtesy of: Wikipedia
...moreTripTrus.Com - Bali tuh nggak cuma surga di darat, tapi juga di bawah laut, bro. Selain pantai berpasir emas dan sawah hijau yang memanjakan mata, di bawah ombaknya ada dunia bawah laut yang bikin lo ngiler. Bayangin aja, lo bisa ngeliat ikan-ikan warna-warni, terumbu karang yang ngejreng, manta ray, sampai penyu laut yang kalem berenang.
View this post on Instagram
A post shared by @_iiiiizzzz
Jadi, siapin masker snorkel lo, pegang sirip renang, dan siap-siap terjun ke laut biru bareng Bryony Holland, traveler keren yang doyan snorkeling.
1. Gili Meno
Gili Meno ini bener-bener tempat buat chill, bro. Pulau kecil ini super laid-back, cocok buat lo yang pengen santai di atas dan bawah air. Pantainya sepi, lo bisa langsung nyemplung ke laut yang tenang dan jernih buat lihat keindahan bawah lautnya. Di utara pulau, lo bisa ketemu sama 'Meno Wall', spot snorkeling yang bikin mimpi lo ketemu karakter 'Finding Nemo' jadi kenyataan! Penyu hawksbill sama leatherback lewat dengan santai, sementara stingray berwarna biru ngeluncur di antara karang-karang.
2. Tulamben
Nah, Tulamben ini nggak cuma desa nelayan yang sepi di pesisir timur laut Bali, tapi juga rumah dari bangkai kapal USAT Liberty! Kapal ini tenggelam di tahun 1942 dan sekarang jadi tempat sembunyi keren buat terumbu karang dan ikan-ikan. Lo bisa snorkeling di atas bangkai kapal ini yang udah diselimuti karang berwarna-warni dan ikan-ikan aneh kayak frogfish, lionfish, sampai moray eel. Serius deh, lo bakal ngerasa kayak lagi di dunia lain!
3. Nusa Penida
Nusa Penida ini gampang banget dicapai dari Bali. Di bawah permukaan lautnya yang bening, lo bakal nemuin parade ikan-ikan tropis yang nggak habis-habis. Salah satu spot keren di sini adalah Crystal Bay, di mana airnya bener-bener sejernih namanya. Coralnya subur, lengkap sama ikan-ikan neon, trigger fish, sampai penyu yang malas-malasan berenang. Kalau lo beruntung, lo bisa juga ngeliat manta ray yang super keren!
4. Padang Bai
Padang Bai terkenal banget sama Blue Lagoon-nya, bro! Pantai kecil yang tersembunyi ini airnya anget dan super bening, cocok buat snorkeling santai. Karang-karangnya bertebaran di sekitar pantai, dengan ikan-ikan lucu kayak cuttlefish, moorish idol, dan kadang-kadang penyu hawksbill juga. Selain Blue Lagoon, ada juga Bias Tugal sama Jepun, tempat snorkeling lain yang nggak kalah keren dan jauh dari keramaian turis.
[Baca juga : "Kapan Waktu Terbaik Buat Jalan-Jalan Berbagai Tempat Di Indonesia?"]
5. Amed
Amed tuh kayak Bali versi jadul, desa nelayan yang tenang di pesisir timur laut. Lo bisa snorkeling langsung dari pantai, dan Jemeluk Bay adalah tempat paling kece di sini. Coral-coralnya ngejreng, lengkap sama ikan trevally, parrotfish, sampai lionfish. Buat lo yang doyan eksplorasi, ada bangkai kapal Jepang yang cuma 7 km dari Jemeluk. Kapalnya kecil dan nggak seramai Tulamben, jadi lo bisa nikmatin suasana snorkeling yang lebih tenang.
6. Pulau Menjangan
Buat lo yang mau cari tempat snorkeling yang sepi dan alami, Pulau Menjangan jawabannya! Pulau kecil ini ada di barat laut Bali, bagian dari Taman Nasional Bali Barat. Airnya super jernih, penuh sama ikan tropis dan terumbu karang berwarna-warni. Lo bisa snorkeling sambil ngerasa kayak punya dunia bawah laut pribadi.
Jadi, kalo lo lagi cari spot snorkeling yang nggak cuma indah tapi juga penuh petualangan, Bali dan sekitarnya punya semuanya. Dari ketenangan Gili Meno sampai sejarah misterius di Tulamben, setiap tempat kasih pengalaman yang beda-beda tapi tetap bikin lo terpana. Udah siap belum buat explore surga bawah laut Bali yang nggak ada duanya ini? Jangan lupa bawa gear snorkeling lo dan siap-siap buat dapetin pengalaman seru yang nggak bakal lo lupain! (Sumber Foto @francesco_ansaloni)
...moreTripTrus.Com - Keindahan lokasi wisata terkadang dapat muncul dari mana saja, bahkan dari sisa-sisa kerusakan. Hal ini nampaknya terjadi di Sumatera Barat. Belakangan ini banyak muncul destinasi wisata di Sumbar yang ternyata merupakan sisa-sisa atau bekas tambang yang sudah tak terpakai dan di tinggalkan begitu saja. Cekungan di bukit dan darat, serta air yang terkumpul ternyata menciptakan sebuah danau atau bukit yang berbentuk unik.
Bermula dari satu orang mengunggah foto-fotonya di sosial media hingga menjadi viral. Akhirnya banyak wisatawan yang berdatangan ke lokasi tersebut tanpa memikirkan kondisi lokasi masih labil atau sudah aman. Tempat itu pun kemudian menjadi daya tarik untuk berfoto-foto, akhirnya jadi lokasi wisata dadakan. Berikut ini Langgam.id rangkum destinasi wisata di Sumbar yang merupakan bekas tambang.
1. Danau Biru, Sawahlunto
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Delvi Gustia Nasution (@delvigustia)
Danau Biru berlokasi di daerah Parambahan, Kota Sawahlunto dan tepat berada dalam lingkungan proyek tambang batu bara. Danau ini terbentuk dari bekas galian tambang batu bara.Untukmencapai lokasi ini berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota Sawahlunto.
Sebelum menuju lokasi, sebaiknya siapkan kondisi kendaran. Karena untuk melihat danau yang indah ini kamu harus melewati jalan yang berkerikil dan belum diaspal. Hal ini wajar, karena Danau Biru bukan lokasi wisata yang di kelola pemerintah. Jadi wajar jika jalan menuju lokasi belum memadai dan masih banyak ditemukan parkir liar.
2. Lubang Mbah Suro, Sawahlunto
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh FauzanMa'arij (@fauzanmrj)
Kota Sawahlunto merupakan kota bekas tambang batu bara terbesar di Sumatra. Sudah sepatutnya Sawahlunto menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata tambang.
Lubang Mbah Suro merupakan destinasi wisata edukasi di Sumbar dan sudah dikelola oleh Pemko Sawahlunto. Untuk memasuki lubang tambang Mbah Suro kita membayar kira-kira Rp. 5.000. Sebelum memasuki lubang tambang, kita akan diberikan perlengkapan keamanan dan pemandu yang akan menjelaskan sejarah dan fungsi lubang tambang Mbah Suro dahulu.
[Baca juga : "6 Objek Wisata Di Bandung Perpanjang Periode Tutup Sementara"]
3. Danau Hijau, Kabupaten Sijunjung
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Budi Ca'uih (@mr_cauih)
Danau Hijau terletak di di ujung Nagari Bukit Bual, kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Lokasi danau hijau ini cukup jauh dari pusat kota, kita-kira sekitar 15 menit dari Tanjung Ampalu, dan 45 menit dari Muaro Sijunjung.
Disebut danau hijau karena airnya memang berwarna hijau. Awalnya danau ini hanya sekadar genangan air di tengah bukit akibat galian bekas tambang. Danau Hijau ini tiba-tiba menjadi viral seiring dengan viral nya Danau Biru di Sawahlunto.
4. Gunung Harun, Kabupaten Pesisir Selatan
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhex Yha (@adhexyha)
Gunung Harun, merupakan tambang emas yang di masa kolonial dikenal sebagai tambang emas Salido. Konon, orang dari berbagai bangsa sampai ke puncaknya untuk mendapatkan emas. Hingga kini dipercaya masih ada beberapa orang yang rutin mencari emas di ketinggiannya. (Sumber: Artikel langgam.id Foto @velrones )
...moreTripTrus.Com - Yo, teman-teman, lagi cari tempat liburan yang kece, banyak spot foto, dan makanan enak? Malang bisa banget jadi opsi buat kalian, guys! Selain dinginnya udara, Malang juga bisa bikin hati kalian adem sendiri, nih.
View this post on Instagram
A post shared by amazingindonesiafood (@amazingindonesiafood)
Siap-siap kejebak sama pesona dan kesejukan kota Malang, ya! Jangan lupa mampir ke 5 tempat seru ini, guys.
1. Malang Night Paradise
Dengan lampu LED dan lampion yang bersinar, Malang Night Paradise adalah surganya teman-teman yang suka foto malam! Ini adalah tempat wisata malam terbesar di Jawa Timur, lho. Banyak spot foto yang unik dan menarik, cocok buat kalian yang suka bikin konten.
Ada beragam wahana di Malang Night Paradise, kayak Magic Journey 2, Roemah 147, Adventure land, dan Museum Ganesya. Harganya mulai dari Rp95.000,-, udah bisa dapetin gemerlap lampu yang bakal menerangi malam kalian, guys! Buka dari jam 5:45 sore sampe 11 malam.
2. Flora Wisata San Terra
Nggak perlu jauh-jauh ke luar negeri buat lihat taman bunga, guys. Di Flora Wisata San Terra Pujon, Malang, ada 700 jenis bunga cantik yang bisa bikin mata dan hati kalian senang!
Selain bunga, ada juga bangunan ala Korea dan Belanda yang oke banget buat spot foto Instagrammable. Harganya mulai dari Rp25.000,- buat anak-anak dan Rp30.000,- buat dewasa, buat kalian yang pengen lihat bunga sepuasnya. Buka dari jam 8 pagi sampe 5 sore, guys!
3. Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan udah jadi ikon wisata terkenal di Malang. Lokasinya juga gampang dicapai karena di tengah kota. Warna-warni bangunan di sini bisa bikin foto kalian jadi lebih seru dan estetik. Siapin outfit terbaik buat foto-foto di sini, ya!
Buka dari jam 7 pagi sampe 5 sore dengan biaya masuk Rp5.000,-. Tapi, inget ya, karena dekat sama pemukiman warga, tetep jaga perilaku yang baik, guys!
[Baca juga : "15 Tempat Instagrammable Di Bali Yang Harus Banget Dikunjungi!"]
4. Taman Rekreasi Selecta
Ada di Batu, Malang, Taman Rekreasi Selecta punya banyak wahana dan fasilitas buat kalian yang liburan sama keluarga. Mulai dari lihat taman bunga, main di wahana seru, sampe renang atau pemandian air panas, semuanya ada di sini! Cocok buat hangout di tengah cuaca sejuknya Batu.
Nggak perlu repot cari hotel, karena di Taman Rekreasi Selecta juga ada hotel. Buka dari jam 6 pagi sampe 5 sore dengan harga tiket Rp40.000,-.
5. Batu Flower Garden
Batu punya banyak taman bunga keren, salah satunya Batu Flower Garden! Cukup 30 menit dari pusat kota, kalian udah bisa lihat bunga-bunga cantik di sini.
Kalian suka bikin konten? Santai aja! Batu Flower Garden punya lebih dari 10 spot foto Instagrammable buat kalian. Selain taman bunga, kalian juga bisa mampir ke Air Terjun Coban Rais yang dekat dari Batu Flower Garden. Buka dari jam 8 pagi sampe 4 sore, dengan tiket mulai dari Rp37.500,-.
Jangan nyesel deh liburan di Malang, Jawa Timur! Banyak tempat keren, harganya juga pas di kantong. Cuacanya yang sejuk pasti bikin liburan kalian makin seru dan nyaman. Cek juga info destinasi #DiIndonesiaAja di Instagram @pesona.indonesia, guys! (Sumber Foto @adikhas27)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo semua udah denger belum kabar goks ini? Raja Ampat, si hidden gem dari ujung timur Indonesia, resmi masuk daftar “52 Places to Go in 2025” versi The New York Times, cuy! Gila gak tuh, satu panggung sama destinasi hits dunia kayak Galápagos, Lofoten, sampe museum kece di New York.
View this post on Instagram
A post shared by agnes sendjaja (@agnessendjaja)
Raja Ampat gak cuma cakep, tapi juga punya vibes alam yang gak ada lawan. Lo yang demen explore tempat anti-mainstream, ini sih next level banget! Lo gak cuma dapet view ciamik, tapi juga experience yang beneran unforgettable.
1. Alamnya? Bukan Kaleng-Kaleng, Bro! Bayangin lo berenang di air sebening kristal bareng ikan kotak kuning tutul, sambil nyelam bareng kipas laut gorgonian ungu yang elegan banget. Udah gitu, di darat lo bisa chill di pantai sunyi yang dikelilingin pohon kelapa atau trekking dikit ke hutan demi ngeliat burung cendrawasih Wilson yang warnanya nyentrik dan susah ditemuin di tempat lain. Raja Ampat tuh beneran kombinasi antara petualangan dan ketenangan, cocok buat lo yang butuh healing tapi juga haus tantangan.
2. Gak Cuma Cantik, Tapi Juga Peduli Alam! Yang bikin makin respek, Raja Ampat tuh bukan cuma mikirin pariwisata doang, tapi juga jago soal konservasi. Di saat tempat lain struggling jaga populasinya, di sini jumlah ikan pari manta malah naik, bro! Area konservasinya dijaga ketat, dan ada ratusan spesies burung, ratusan jenis pohon, sampe tanaman langka kayak kantong semar dan anggrek endemik. Gila gak sih? Lo healing sambil bantu jaga alam, kan keren!
[Baca juga : "Tradisi Idul Adha Nusantara, Dari Ngejot Sampai Manten Sapi, Seru Banget!"]
3. Pengakuan Dunia yang Bikin Bangga Jadi Anak Indo Masuknya Raja Ampat ke daftar The New York Times itu bukan cuma sekadar prestasi, tapi bukti kalo destinasi di Indonesia tuh bisa banget bersaing sama yang di luar negeri. Ini validasi kalau Indonesia punya pesona yang bisa bikin dunia melirik. Bukan cuma buat foto-foto doang, tapi juga punya impact nyata buat lingkungan dan masa depan wisata berkelanjutan. Lo bisa jadi bagian dari perjalanan keren ini, cuy.
4. Yuk, Cuss ke Timur di 2025 ini! Buat lo yang lagi nyusun itinerary liburan 2025, masukin Raja Ampat ke list paling atas, bro-sis! Biar gak nyesel, lo bisa mulai nabung dari sekarang dan riset spot-spot kece yang bisa lo explore. Ini bukan cuma destinasi, tapi petualangan hidup yang bakal lo inget terus. Jadi, daripada liburan lo gitu-gitu aja, kenapa gak coba yang luar biasa sekalian?
Bro-sis, Indonesia tuh punya banyak banget keindahan yang kadang kita sendiri suka lupa. Raja Ampat ini bukti nyata bahwa yang lokal bisa banget jadi bintang global. So, yuk jadi traveler yang bangga bawa nama Indonesia. Healing boleh, tapi jangan lupa juga buat jadi bagian dari pelestarian. Let’s go explore with heart and impact. 2025, we’re coming Raja Ampat! 💥🌊🌴 (Sumber Foto @pranabyatzaro)
...moreGua Cermin terletak di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Obyek wisata ini terletak di sebelah timur pelabuhan Labuan Bajo, berjarak sekitar empat kilometer dari pusat kota. Gua ini memiliki hutan di mana wisatawan bisa melihat kera ekor panjang dan babi hutan. Biasanya agen perjalanan menawarkan paket wisata ke Gua Cermin sebagai bagian dari program tur Kota Labuan Bajo.Gua yang ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda tersebut ternyata adalah sebuah gua yang di dalamnya terdapat sebuah batu yang apabila terkena sinar matahari akan berbentuk seperti cermin. Di samping stalagtit dan stalagmit, terdapat berbagai macam satwa seperti kelelawar, laba-laba, ular dan serangga di dalamnya.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Selain terkenal dengan sebutan daerah lumbung padi, ternyata Kabupaten Karawang juga kaya akan peninggalan sejarah.Di daerah lumbung padi Jabar ini, telah ditemukan sejumlah candi dan situs purbakala. Seperti, Situs yang ditemukan di kawasan Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya.
Menurut catatan sejarah, Situs purbakala tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1984. Awalnya, mereka melakukan penelitian di Cibuaya. Saat itu, ditemukanlah dua arca yang konon bernama Arca Wishnu. Benda tersebut, kemudian dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Dan akhirnya, sampai sekarang di simpan di Museum Jakarta.
[Baca juga : Wisata Edukasi Ke Rumah Sejarah Kalijati Di Subang Jawa Barat]
Penemuan dua arca itu, kemudian di dengar oleh sejumlah masyarakat Cibuaya. Kemudian, masyarakat tersebut memberitahu kepada para peneliti itu, bahwa di Kampung Sumur RT 11/04, Dusun Sumur Jaya, Desa Segaran banyak ditemukan benda seperti itu. Setelah datang ke Segaran, ternyata di desa itu terdapat banyak gundukan tanah (tanah duwur) yang di tumbuhi rumput dan ilalang.
Setahun kemudian, tepatnya 1985 para peneliti dari Fakultas Sastra UI tersebut, kembali lagi ke Segaran. Mereka, langsung melakukan penelitian dan gundukan-gundukan tanah itu pun mulai digali. Proses penggalian memakan waktu sampai 10 tahun.
Benar saja, saat penelitian ditemukan situs yang berbentuk batu, dengan luas lokasi 5X5 kilometer persegi. Kemudian, situs tersebut dibersihkan, diukur, digambar, dan di dokumentasikan. Setelah itu, di bawa ke Jakarta untuk di bahas di forum studi kelayakan.
Dari penelitian itu menyimpulkan, jika candi tersebut dibangun antara abad 4 sampai 5 Masehi. Bahkan, ada juga ahli sejarah yang menyebutkan candi tersebut se-zaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Namun, ada juga yang menyebutkan candi tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Dengan bukti, bangunannya merupakan batu berbentuk tegak (menhir) dan terdapat batu besar (dolmen).
Komplek percandian tersebut, berdasarkan topografi berada di dua desa dan kecamatan. Yaitu, sebagian masuk ke wilayah Desa Segaran Kecamatan Batujaya, dan sebagian lagi masuk ke Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya. Namun, masyarakat umum lebih mengenalnya komplek percandian Batujaya.
Lokasi tersebut, terletak pada koordinat 107:08:14,08-107:09:04,91 Bujur Timur, dan 06:05:21,86-06:06:30,31 Lintang Selatan. Candi tersebut, merupakan peninggalan ajaran Budha. Karena, di situs tersebut pada bagian atas kaki candi, terdapat susunan bata melingkar bentuknya membulat. Bentuk tersebut, diduga sebagai sisa susunan stupa.
Pada tahun 2005, pemerintah pusat melalui pejabat yang terkait, mendatangi lokasi penggalian situs bersejarah itu. Setahun kemudian, baru diadakan pemugaran sampai sekarang ini. Saat ini, sudah terlihat empat titik candi.
Bangga jadi orang karawang punya banyak sejarah didalamnya, eh ngomong ngomong aing kan orang Pebayuran bekasi😂keun lah karawang oge indonesia sarua wae indonesia, pokokna mah bangga jadi orang indonesia. . . . #explorekarawang #candibelandongan #candijiwa #sejarahindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Pratama Rizki (@rizki_pratama1996) onApr 5, 2018 at 5:57am PDT
Di antaranya, Candi Blandongan, Jiwa, Serut dan Pendopo. Ukuran Candi Blandongan, paling besar yakni 25X25 meter. Kemudian disusul Candi Jiwa, dengan ukuran 19X19 meter, Candi Serut diperkirakan ukurannya 12X12 meter, dan Candi Pendopo luasnya 5X6 meter.
Muralih (34), salah seorang juru pelihara BPCB Komplek Situs Candi Jiwa, mengatakan, sampai saat ini sudah ditemukan 40 situs candi. Namun, yang sudah dilakukan pemugaran baru empat candi. Sisanya, belum dilakukan pemugaran.
Muralih menjelaskan, sejumlah situs purbakala ini memiliki luas sekitar 500 hektare. Situs ini, berada di area persawahan milik warga setempat. Adapun candi yang sudah dipugar, masing-masing, Candi Serut, Blandongan, Jiwa dan Telagajaya 8.
“Dari empat situs yang telah dipugar itu, yang terluas yaitu Candi Blandongan. Untuk luas candinya saja mencapai 18 meter persegi. Akan tetapi, luas sama halamannya mencapai 1,5 hektare,”terang dia. Sedangkan, sambung dia, Candi Serut secara keseluruhan luasanya sekitar 7.000 meter. Kemudian, Candi Jiwa luasnya sekitar 2.000 meter. Sedangkan Candi Telagajaya 8, luasannya sekitar 5.000 meter.
Sementara itu, Nasri (50), pengelola museum Batujaya mengatakan, situs candi yang ada di wilayahnya menjadi salah satu destinasi wisata. Baik wisatawan lokal ataupun luar kota. Mayoritas, wisatawan yang berkunjung masih status pelajar dan mahasiswa. Selain situs, juga ada museumnya.
Candi Blandongan, masih satu area dengan candi batu jiwa Karawang. Tunggu kisahnya bersama Doel suka kelayaban. #karawang #candijiwa #candiblandongan #batujaya #sukakelayaban #candi #temple
A post shared by Nanang al batawie (@nanang_albatawie) onFeb 12, 2018 at 12:46am PST
“Setiap bulannya, lebih dari seribuan orang wisatawan yang datang ke museum. Tapi, yang mengunjungi situs sepertinya lebih dari seribu orang. Untuk masuknya, wisatawan hanya bayar se-ikhlasnya,” ujarnya. (Sumber: Artikel inilahkoran.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Bro, sis, lo semua wajib tahu nih! Ada kabar gokil dari dunia pariwisata Sumatera Utara. Empat event kece dari Sumut resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025! Ini bukti kalau pariwisata Sumut makin diakui, nggak cuma di Indo tapi juga di level internasional. Keren, kan?
View this post on Instagram
A post shared by @Morganda (@m.orgnda)
Gimana nggak, event-event ini emang nggak kaleng-kaleng! Nih, daftar lengkapnya:
🎭 Gelar Melayu Serumpun – Kota Medan Festival budaya Melayu yang bakal ngeramein Medan dengan seni dan budaya dari negara serumpun kayak Malaysia, Singapura, Thailand, sampe India. Budaya Melayu bersatu, bro!
🎸 Samosir Music International – Kabupaten Samosir Lo suka musik? Event ini bakal ngasih lo pengalaman beda! Musik tradisional Batak di-mix sama band internasional. Udah kebayang kan vibes-nya?
[Baca juga : "Jatim Gaspol! 11 Festival Kece Tembus Karisma Event Nusantara 2025"]
🌺 Festival Bunga dan Buah – Berastagi, Kabupaten KaroBerastagi bakal makin berwarna dengan festival ini! Pameran bunga dan buah lokal, plus parade mobil hias yang bakal bikin jalanan penuh warna. Cakep banget buat yang doyan foto-foto!
⚔️ Maniamolo Fest – Nias Selatan
Ini dia event yang nunjukin budaya khas Nias! Ada tarian perang, musik tradisional, sampe atraksi lompat batu yang bikin lo merinding saking keren dan ekstremnya.
Masuknya event-event ini ke KEN 2025 bukan cuma kebanggaan doang, tapi juga peluang gede buat pariwisata Sumut makin dikenal luas. So, yuk dukung dan ramaikan biar makin hits! Jangan lupa ajak bestie, keluarga, atau siapa aja buat dateng. Sumut punya segalanya, dan lo wajib jadi bagian dari keseruannya! 🚀🔥 (Sumber Foto @nurminta_13)
...moreTripTrus.Com - Berikut adalah jadwal acara di Palembang selama bulan Mei 2023 yang terdapat dalam Kalender Event setahun penuh di Palembang. Total terdapat 107 event wisata yang tersebar di seluruh Palembang sepanjang tahun 2023.
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Palembang (@pariwisata.palembang)
Simak daftar dan jadwal acara di Palembang pada bulan Mei dari 'Calendar of Event' 2023.
Rentak Batanghari 9 (16-17 Mei)
Sriwijaya Expo (24-28 Mei)
Food Bazaar Season 1 (26 Mei-4 Juni)
Liga Sepakbola Usia Anak U-12 , U-14 (Mei)
Lomba Fotografi: Budaya dan Seni Sumsel (Mei)
Ulang Tahun APEKSI (Mei)
National Polytechnic English Olympiad (NPEO) (Mei)
Pekan Olahraga Pariwisata Nasional (Mei)
Festival Anjungan Sumsel (Mei/Juni)
[Baca juga : "Berikut Ini Adalah Daftar Event Yang Akan Digelar Di Wonosobo Pada Bulan Mei 2023, Mulai Dari Pemili"]
Agus Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, mengatakan bahwa tujuan dari pengumuman Calender of Event 2023 Kabupaten Wonosobo adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan event di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2023. Ia juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan acara tersebut. (Sumber Foto @dessyshanty178)
...more