shop-triptrus



Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan

TripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta. Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok. [Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan] Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok. Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.   Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (金德院) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (观音亭). A post shared by Tommy 🐻 (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa. Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19. Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda. Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

5 Destinasi Wisata Paling Hits di Indonesia Timur

TripTrus.Com - Libur panjang pergantian tahun, selalu menjadi waktu yang paling diburu oleh masyarakat untuk menikmati waktu relaksasi. Tak sedikit dari mereka memilih untuk berlibur, dengan tujuan agar mereka lebih releks dalam menghadapi padatnya pekerjaan yang mendera selama setahun ke depan.  Liburan pun kini masih berlangsung, itu berarti Anda masih memiliki waktu untuk relaksasi dengan mengunjungi beberapa destinasi baik di dalam maupun di luar negeri. Jika Anda ingin menikmati waktu relaksasi yang tidak terlalu lama dan memakan waktu lama dalam perjalanan. Ada baiknya kalian mengunjungi beberapa destinasi domestik.  "Jika bosan dengan Bali, kami pun memiliki beberapa rekomendasi liburan di kawasan timur Indonesia yang menarik untuk dikunjungi." Berikut ini, lima destinasi di Indonesia Timur dari travel blogger Satya Winnie yang dilansir dari laman seasia: 1. Banda Neira   Kapan kesini? @adiikhsan07 @phyand_mn @91raka @rumoninjb @deessss12 @zhaly03 #explorebanda #bandaneira #exploreindonesia #i A post shared by Taufan tianotak " Umasugi " (@badai_t) onJan 4, 2018 at 12:50am PST Terletak di Kepulauan Banda Kabupaten Maluku Tengah, Banda Neira, dulu dikenal sebagai pusat perdagangan pala saat penjajahan Belanda. Jika Anda tertarik mengunjungi lokasi ini, Anda bisa mendatangi beberapa lokasi sisa-sisa reruntuhan zaman penjajahan Belanda seperti Belgica Fortress.  Tak hanya itu, bagi Anda para pecinta laut sempatkanlah untuk mengunjungi beberapa pulau cantik di Banada Neira seperti pulau Hatta, Nailaka dan Rhon yang diketahui memiliki pantai berpasir putih yang indah. Tak hanya itu, ketiga pulau tersebut pun diketahui sebagai lokasi snorkling dan diving terbaik di Banda Neira.  Selain menikmati kegiatan di pantai, Anda pun bisa menikmati keindahan panorama pulau tersebut dari ketinggian 650 meter dengan mendaki Gunung Banda. 2. Raja Ampat   🌎 Wayag Island - Raja Ampat, Indonesia 📷@goingepicplaces «Raja Ampat is a group of islands on the western tip of Papua in Indonesia, famous for its diving experience.» - See more: Backpackerstory.org Videos: @backpackerstory_org Contribute: Facebook.com/backpackerstory Travel blogger/Instagrammer: backpackerstory.org/contribute A post shared by Backpacker (@backpackerstory) onJan 1, 2018 at 8:01am PST Destinasi yang terletak di Papua Barat ini menjadi salah satu destinasi yang populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini tak lain, karena keindahan bawah lautnya yang menakjubkan dan masuk sebagai salah sati dari 10 tempat menyelam terbaik di dunia.  Bagi kalian yang ingin mengunjungi lokasi ini disarankan untuk datang secara berkelompok mengingat biaya transportasinya yang cukup mahal. Jika Anda datang secara berkelompok, setidaknya Anda akan memangkas sedikit biaya transportasi menuju Raja Ampat.  3. Ternate   Laguna hill ⛰🌋 #tarnate #explore #swing #laguna #northmaluku #ibelieveinthegoodthingscoming A post shared by Megan Tinius (@saltyseadogg) onDec 18, 2017 at 12:16am PST Terkenal dengan pemandangan Maitara dan Kepulaaun Tidore yang berada di uang kertas Rp1.000 Ternate menjadi salah satu destinasi yang bisa Anda kunjungi di kawasan Indonesia Timur. Banyak hal yang bisa Anda lakukan di pulau ini, mulai dari menikmati pemandangan dari lereng gunung Gamalama, menikmati keindahan Danau Tolire dan snorkling di perairan sekitar pulau.  Tak hanya itu, bagi Anda pecinta sejarah bisa mengunjungi beberapa benteng era kolonial seperti Kastela, Kota Janji dan Benteng Oranje.  4. Togean   Pulau Kabalutan, salah satu pulau di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, yang dihuni oleh masyarakat Bajau. Mereka praktis tinggal di atas laut, rumah-rumah papannya dibangun di atas batu-batu karang. Masyarakat di Kabalutan masih menyelam bebas menggunakan kacamata selam dari kayu untuk berburu ikan dan gurita. . Suku Bajau atau Suku Sama adalah suku bangsa yang tanah asalnya Kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Suku ini merupakan suku nomaden yang hidup di atas laut, sehingga disebut gipsi laut. Penjelajahan melalui lautan ratusan silam membawa suku Bajau ke lautan Sulawesi hingga Lombok dengan mendirikan kampung yang kini terkenal dengan nama Labuanbajo. Mengenai asal-usul suku Bajau sangat sedikit informasi yang didapat terutama dari orang tua dari suku tersebut mengingat kebiasannya yang selalu berpindah tempat. . Foto oleh Didi Kaspi Kasim @didikasim #natgeoindonesia #natgeotravelerid #natgeotraveler #kabalutan #bajau #togean #sulteng A post shared by National Geographic Indonesia (@natgeoindonesia) onNov 4, 2017 at 5:59am PDT Kepulauan Togean di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah ini menjadi lokasi snorkling dan diving terbaik, karena Togean merupakan rumah bagi taman laut indah yang dilengkapi dengan keanekaragaman terumbu karang dan biota laut yang dilindungi seperti paus raksasa, penyu hijau hingga pari manta.   5. Kepulauan Kei   Bunglon 🦎🦎 . . Re : dimanapun berada aku tetap bahagia 😂🙈 . . . . 📷 @joshentorlain 📍 adranan island, south east moluccas # # # # # # #kei #pulaukei #keiisland #tanahkei #vscokei #malukupunya #malukutenggara #explorekei #exploreindonesia #indonesiatimur #keiisland #kepulauankei #malukutenggara A post shared by intan widya nanda (@intanwidyananda) onJan 3, 2018 at 4:16am PST Terletak di sebelah tenggara Kabupaten Maluku, Kepulauan Kei memiliki pantai berpasir putih yang cantik. Selain menyelam dan snorkeling, wisatawan juga bisa memilih menyelam di Gua Hawang, yang terhubung dengan mata air alami bernama Evu.  Pulau-pulau ini juga merupakan rumah bagi pelikan yang bermigrasi dari Australia dan Papua Nugini. Bagi Anda pecinta sejarah, Anda bisa mengunjungi Gua Luvat yang merupakan gua dengan dinding yang dihiasi dengan lukisan prasejarah. (Sumber: Artikel viva.co.id, Foto butiktrip.com)
...more

Cerita Awal Mula Pulau Pahawang, Dari Nokoda Sampai Jadi Desa Wisata Seru!

TripTrus.Com - Ada cerita dari orang-orang sini, sejarah pulau ini dimulai pas Nokoda dateng tahun 1.700-an, terus ada juga Hawang yang keturunan Cina ikutan dateng. Hawang ini stay di pulau ini sampe punya anak cewek yang sering dipanggil Pok Hawang. Nah, pas Pok Hawang dipanggil Pok Hawang terus jadi nama pulau ini, namanya jadi Pulau Pahawang sekitar tahun 1850-an. Desa Pulau Pahawang mulai berkembang pas H.Muhammad bin H.Ibrahim hulubalang dari Kalianda dateng dan tinggal di Kalangan, sementara di Pulau Pahawang ada Ki Mandara dari Sulawesi Selatan yang dateng tahun 1920-an. Terus perkembangan berikutnya dimulai tahun 1930 pas Datuk Jahari dateng, dia stay dan nikah sama anak Ki Mandara di Penggetahan, juga ada H. Dulmalik dari Putih Doh yang stay di Suak Buah. Trus, ada beberapa orang dateng dan tinggal di Desa Pulau Pahawang, tapi tahunnya gak jelas. Mereka berasal dari berbagai tempat, ada yang dari Banten, seperti Jahari yang stay di dusun Penggetahan, Ruslan yang stay di Dusun Cukuh Nyai Jaralangan, dan ada juga Haji Dul Malik dari Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus - Lampung yang stay di Dusun Pulau Pahawang. Mereka dateng buat ngembangin kebun. [Baca juga : "Wah, Bali Jadi Hits Buat Pesepakbola! Sekarang Giliran Cuti Romero Dan Istri, Eksis Di Pulau Dewata"] Desa Pulau Pahawang punya 6 dusun, ada Dusun I Suak Buah, Dusun II Penggetahan, Dusun III Jeralangan, Dusun IV Kalangan, Dusun V Pahawang, dan Dusun VI Cukuh Nyai. Kalangan itu dusun yang ada di pulau Sumatera, terpisah sama laut dan bisa nyebrang cuma sekitar 1/4 jam naik perahu ketinting. Dulu Desa Pulau Pahawang statusnya kampung dan masuk wilayah Marga Punduh. Jadi, warganya Pulau Pahawang ikut aturan Marga Punduh buat urusan pemerintahan. Mandara yang pimpin urusan pemerintahan, dan H. Dul Malik yang pimpin urusan keagamaan. Tahun 1980, Pulau Pahawang secara resmi ditetapkan jadi desa. (Sumber Foto @ms.sarahvi) 
...more

8 Kue Tradisional Khas Lebaran dari Berbagai Daerah yang Hampir Terlupakan

TripTrus.Com - Seperti halnya kaset radio tape, sepertinya generasi milenial kurang famiiar dengan kue tradisional khas lebaran dari berbagai daerah. Bisa jadi kue-kue tradisional lebaran dari berbagai daerah ini hampir terlupakan. Padahal rasanya sangat khas terlebih memiliki nilai-nilai filosofis dibalik pembuatannya. 1. Kue Satru   Kue Satru atau kue satu adl makanan traditional dimana setiap daerah punya ciri khas sendiri2 dlm pembuatannya...ada yg dari tepung kcg hijau, ada yg dari tepung beras ketan, bahkan ada yg dari tepung buah asem...nah..di Ungaran, kue satru dibuat dari susu full cream..jadi kebayang kan lezaaat nya....dan pastinya disukai oleh berbagai kalangan..dari anak2 sampai dewasa.. yuk...yg belom nyicip..silahkan order...kami jamin..pasti bakalan suka dgn kue ini... #kuetradisional #jajanpasar #khassemarang #ungaran #kuesatru #kuesatrususu #kuesatu #kuekering #kopi #oleholehsemarang #lumpia #kuekering A post shared by Kue Satru Susu "NANA" (@kuesatrususu) onNov 15, 2017 at 8:27pm PST Kue kering yang satu ini masih kerap bisa kamu temui di warung-warung tradisional meskipun jumlahnya tak banyak. Kue Satru atau kue satu terbuat dari bahan tepung sagu yang disangrai dengan campuran kelapa parut. Rasanya bercampur di mulut. Rasa yang paling populer adalah rasa kacang hijau. Alasan dinamakan kue satru atau kue satu karena cara pencetakannya harus dilakukan satu persatu. Bentuknya bermacam-macam mulai dari bentuk bulat dengan ukiran di atasnya hingga bentuk bulan sabit. Dominan rasanya asin gurih sedikit manis. 2. Kue Kembang Goyang   #kuekembanggoyang #makanankhasindonesia A post shared by AquiLa Hdyt (@aquillahdyt) onMar 4, 2017 at 10:16pm PST Kue kambang goyang khas Betawi. Kenapa disebut dengan kembang goyang? Alasannya karena kue ini berbentuk kembang dan cara pembuatannya harus digoyang-goyang dari cetakannya sehingga bisa mekar di dalam wajan yang berisi minyak panas. Kue dengan bahan dasar tepung beras ini memiliki rasa manis dan kriuk sekali. Biasanya kue kembang goyang berwarna warni namun ada juga yang satu warna cokelat muda. 3. Kue Lidah Kucing   Bismillah 🙏 Kue Lebaran Murah Homemade, halal dan enak! . Kue Lidah Kucing Berat Isi : 500gram Harga 45k . Tidak Enak, Uang Kembali 100%! . Informasi dan Pemesanan : WA 089608075590 . #kue #kueenak #kuelebaran #kuelebaransurabaya #kuelebaranmurah #kuelebaranenak #kuelebaranhomemademurah #kuekering #kuekeringmurah #kuekeringsurabaya #kuekeringlebaran #kuepastel #pastelkering #kuepastelkering #pastelkeringsurabaya #kuesurabaya #paketkuekeringlebaran #paketkuekering #paketkuelebaran #kuekeringenak #kuesurabaya #lidahkucing #lidahkucingenak #lidahkucingsurabaya #kuelidahkucing A post shared by Kue Basah Surabaya Mulai 1500 (@pusatkuebasah) onMay 29, 2018 at 12:41pm PDT Kue lidah kucing rasanya manis. Alasan dinamakan kue lidah kucing karena bentuknya mirik seperti lidah kucing dengan terkstur sedikit kasar. Kue dengan bahan tepung terigu, gula, butter dan beberapa resep lainnya ini bakal membuat kamu ketagihan untuk cicip potongan selanjutnya. 4. Kue Putu Kacang   Yeahh...jadi pn...putu kacang.... #ProjekTahunIni #KuePutuKacang #ProjekRaya2016 A post shared by wahida (@norwahidahamzah) onApr 21, 2016 at 7:38am PDT Kue putu kacang berasal dari suku Bugis, Makassar. Kue ini berbahan dasar kacang hijau yang dihaluskan. Uniknya kue putu kacang ini terkenal hingga negeri Jiran. [Baca juga : Gembus Kuliner Khas Gombong Untuk Buah Tangan] 5. Kue Sagu Susu   #sagususu #kuesagususu #kuekampung #snacks #kuebetawi #kuesagumurah A post shared by nomnom7712 (@nomnom7712) onMay 24, 2017 at 11:00pm PDT Kue sagu susu kini punya beberapa varian rasa mulai dari rasa susu hingga rasa keju. Kue dengan bahan dasar sagu ini hampir mirip rasanya dengan kue satu. 6. Kue Kuping Gajah   #snack #kuekupinggajah Hari terakhir bebikinan, inem mau mudik, libur dulu baking cooking ya.. see ya after two months..😊 A post shared by sumitri almansoori (@mitry1708) onJun 25, 2016 at 6:06am PDT Bentuknya memang tak persis mirip seperti kupung gajah yang lebar, apalagi dengan warnanya yang berbentuk cokelat dengan pola spiral, sangat jauh dari gambaran kuping gajah. Kue dengan bahan dasar tepung terigu ini punya rasa manis dan menjadi sajian murah tapi enak untuk camilan kue lebaran. 7. Kue Leker   Leker yang ngangenin, bener gak? Cr. @anak.kuliner #wowkulinerjakarta follow juga @wowlaper PAKAI HASHTAG #WOWKULINER UNTUK SHARE MAKANANMU #leker #kulinerjakarta #kulinerindonesia #jajananindonesia #jajananpasar #kueleker A post shared by WOW Kuliner Indonesia (@wowkuliner) onNov 13, 2016 at 7:49pm PST Kalau kamu bertandang ke SD negeri di beberapa sudut Jakarta, jika beruntung terkadang masih bisa mendapatkan kue leker yang mulai sulit ditemui ini. Jajanan pasar khas Indonesia ini konon sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kue leker lebih populer di Jawa Tengah meskipun tak menutup kemungkinan bisa kamu dapati di Ibu kota. Kue ini berbentuk seperti martabak mini dengan rasa mais dan isian yang bervariasi seperti cokelat dan isian pisang. Kata leker menurut beberapa sumber disebut-sebut berasal dari bahasa Belanda “lekker” yang berarti enak atau lezat. 8. Kue Sagon   Varian rasa: -Original -Greentea -Moca . . Order? 📞id line: sagonbakartangsel A post shared by SAGON BAKAR (@leezatgroup) onJan 7, 2018 at 12:47am PST Kue olahan dari tepung beras ketan ini bisa kamu temui di daerah Jawa Tengah. Rasanya manis dan kental dengan gurihnya kelapa. Kue-kue kering tradisional kental dengan rasa manis dan nuansa renyah dan kriuk saat dinikmati. (Sumber: Artikel reservasi.com, Foto tokopedia.com)
...more

Ingin Jalan-Jalan ke Baduy? Ada Aturan Baru soal Sampah

TripTrus.Com - Baduy menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini karena Baduy sendiri masih memiliki keasrian alam dan kearifan lokal yang cukup kental. Tren dunia pariwisata Indonesia menunjukkan, banyak wisatawan yang memilih tempat dengan keaslian alam yang masih terjaga. Dengan tujuan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga melalui tradisi, kuliner, dan interaksi sosial dengan masyarakat Baduy. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mampir ke Baduy. Seiring dengan berkembangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Baduy, membuat kualitas lingkungan hidup di Baduy menjadi terancam. Sepanjang jalan dari dan menuju ke Baduy, dapat dengan mudah ditemukan sampah. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya. Ini menjadi sebuah keprihatinan di mana sampah ini tidak hanya akan memberikan pemandangan yang tidak sedap, tetapi juga mengancam kualitas air di Baduy. Padahal masyarakat Baduy sendiri kebanyakan masih menggantungkan hidupnya kepada alam. Aturan baru di Baduy soal sampah Untuk menanggulangi masalah tersebut, L Amri yang merupakan penggiat ecotourism Indonesia melakukan diskusi dengan kepala suku yang ada di Baduy, di mana akan memberlakukan aturan baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Baduy. "Setiap wisatawan yang masuk ke Baduy akan diperiksa berapa banyak dia membawa barang yang berpotensi menjadi sampah. Entah itu plastik maupun kertas. Kemudian mereka mengisi formulir yang isinya berapa botol yang dibawa, tissue yang dibawa, dan mie instan yang dibawa. Ketika selesai berwisata dan kembali ke pos pendaftaran akan dicek ulang. Jumlah sampah yang dibawa turun harus sama dengan yang dibawa naik," ujar Amri dalam press conference NES 3 Tahun Berkarya di Mitra Hadiprana, Jakarta. Perjalanan dari pintu masuk Baduy ke permukiman sendiri memakan waktu sekitar 6 jam. Jika Anda tidak membawa sampah sesuai yang Anda bawa sebelumnya, Anda akan diminta kembali naik ke atas dan mengambil sampah yang Anda tinggalkan di sana. Membenahi perilaku menyampah wisatawan Amri menambahkan, peningkatan wisatawan dari tahun ke tahun membuat isu sampah menjadi perhatian khusus. Tak hanya sekadar pengolahan yang menjadi fokus utama, melainkan juga perilaku menyampah itu sendiri. Amri merasa percuma jika sistem pengolahan sampahnya sudah baik, tetapi perilaku menyampahnya tidak dibenahi. Dengan diberlakukannya aturan ini, diharapkan mampu membenahi perilaku masyarakat khususnya wisatawan yang berkunjung ke Baduy tentang budaya menyampah. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto vakansinesia.com)
...more

TMII Makin Keren, Revitalisasi Selesai, Siap Bikin Gebrakan di 18 Agustus!

TripTrus.Com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bakal buka dengan full power pada tanggal 18 Agustus nanti! Asik banget, kan? Keren, kan? Mereka udah rampungin proses revitalisasi miniatur Indonesia ini, dan udah siap buat dinikmati sama kita semua bulan depan!       View this post on Instagram A post shared by Alli Sabil (@allisabil) TMII itu tempat keren yang luasnya 150 hektare dan baru aja direvitalisasi sama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), perusahaan BUMN nih. Biayanya sekitar Rp 1,2 triliun, dikerjain dari anggaran pemerintah, dan selesai dalam waktu setahun di tahun 2022. Makanya, Direktur Pemasaran, Pelayanan, dan Pengembangan Usaha PT TWC, Hetty Herawati, berharap TMII bisa jadi tempat alternatif yang seru buat masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Nah, gak cuma itu, Hetty juga bilang TMII bisa jadi destinasi yang beda dari yang lain buat kita semua biar bisa kenal lebih dekat sama budaya bangsa kita yang kaya banget. Pokoknya, TMII ini bukan cuma tempat wisata biasa, guys. Ini adalah tempat yang bisa menghadirkan segudang keragaman dan cerita tentang Indonesia, yang gak bakal ada habisnya, gitu kata Hetty pas dia ngeliat fasilitas di TMII pada Kamis (6/7/2023). TWC ini termasuk salah satu anggota holding BUMN pariwisata dan InJourney, dan mereka punya semangat tinggi banget buat merevitalisasi TMII ini karena mereka tahu potensinya besar dan sarat dengan sejarah. Maka dari itu, TMII sekarang dikelola dengan konsep yang baru, yang mengedepankan green tourism, digital based, edukasi, budaya, dan inklusif. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Claudia Ingkiriwang, Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia (anak perusahaan TWC), bilang mereka lagi siap-siap buat acara peresmian TMII yang bakal dihadiri sama Presiden Joko Widodo (Jokowi)! Wow, pasti seru banget tuh acaranya! Tanggal 18 Agustus itu bakal jadi hari bersejarah karena TMII bakal tampil beda banget! Kereta gantung, dancing fountain keren yang bikin air mancur berdansa di danau yang dipetakan kayak peta Indonesia, taman burung, museum Indonesia, museum kontemporer, dan anjungan-anjungan dari seluruh provinsi di Indonesia, semuanya bakal buka buat kita! Eh, gak cuma itu, guys! Nanti di bulan Desember juga bakal ada tambahan-tambahan lainnya, tapi tanggalnya masih rahasia. Nunggu aja kabar selanjutnya, ya! Seru banget, kan? Ayo, pada datang ke TMII dan rayain kebanggaan Indonesia kita! Mantap! (Sumber Foto @klikinisaja) 
...more

Pesona Pantai Sukamade

Rasakan pesona Pantai Sukamade dengan trip ke Taman Nasional Meru Betiri di: http://triptr.us/CW TRIPTRUS - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur punya sekeping surga dalam bentuk Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Pesanggran. Terletak kurang lebih 97 km ke arah barat daya Kota Banyuwangi, TNMB punya banyak sekali destinasi yang bisa dikunjungi oleh traveler.Salah satu daya tarik TNMB tentu saja adalah Pantai Sukamade. Pantai ini mulai terkenal sejak zaman penjajahan Belanda pada tahun 1927. Daerah di sekitar Pantai Sukamade pada saat itu dijadikan perkebunan berbagai tanaman komersil seperti karet, kopi, dan coklat. Pemerintah Indonesia sendiri baru menyatakan Meru Betiri sebagai taman nasional pada tahun 1997.Untuk mencapai TNMB, traveler bisa melalui Kabupaten Banyuwangi di timur, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 2-3 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Bisa juga melalui Kabupaten Jember di sebelah barat dengan waktu tempuh yang sedikit lebih lama. Hal ini disebabkan oleh jalur menuju TNMB cukup terjal dan tidak mulus. Beberapa jalur bahkan hanya dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua.Selama perjalanan menuju Sukamade ada banyak titik yang bisa dikunjungi. Sebelum mencapai Sukamade, ada baiknya mengunjungi Teluk Hijau. Teluk kecil ini mempunyai air yang berwarna hijau dari warna ganggang berpigmen hijau di air teluk itu. Pengunjung dapat mendatangi Goa Jepang di Pantai Bandealit, yang pada masa Perang Dunia II dijadikan tempat pertahanan tentara Jepang. Lalu, jika beruntung bisa juga melihat bunga Rafflesia zollingeriona di hutan TMNB. Perjalanan juga tidak akan sepi karena banyaknya monyet ekor panjang di hutan tersebut. Hutan TMNB merupakan habitat dari berbagai spesies fauna seperti banteng, macan tutul jawa, tupai terbang, dan dulunya TMNB merupakan habitat terakhir harimau jawa (Panthera tigris sondaica) - yang kini sudah punah. Selain itu, ada pula hutan mangrove (bakau) di dekat pantai Sukamade yang sering digunakan untuk kegiatan canoeing, berenang, berlatih selancar angin, hingga belajar berlayar dengan perahu kecil.Pantai Sukamade punya keunikan berupa sebagai habitat penyu bertelur. Dari tujuh spesies penyu yang tersisa di dunia, Indonesia merupakan tempat bertelur bagi enam spesies penyu. Dan empat dari spesies penyu itu bertelur di Pantai Sukamade. Keempat spesies tersebut adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae). Pantai Sukamade adalah tempat yang paling mudah untuk melihat penyu hijau bertelur.Dahulu, penyu di Sukamade sempat terancam keberadaannya karena diburu oleh masyarakat sekitar. Tapi kini ada penangkaran khusus penyu yang mengumpulkan telur yang ditanam untuk kemudian dilepaskan setelah anak-anak penyu (tukik) menetas. Untuk melihat penyu yang bertelur, pengunjung dapat mengikuti tur dengan pemandu yang dimulai pada malam hari -- karena biasanya para penyu mulai naik ke pantai sekitar pukul 19.30 dan kembali ke laut setelah pukul 24.00. Para peserta yang menyaksikan penyu bertelur dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu kilat untuk kamera dan tidak membuat gaduh. Ini disebabkan oleh karena penyu takut pada suara berisik dan cahaya. Penyu memilih tempat bertelur yang jauh dari jangkauan ombak karena telur penyu sulit menetas jika terkena air laut. Ratusan telur penyu yang dipendam kemudian dibawa ke tempat penangkaran. Setelah melalui waktu 60-75 hari telur-telur akan menetas dan setelah 2 minggu berlalu, tukik akan dilepaskan di pantai. Pengunjung juga bisa berpartisipasi melepaskan tukik ke pantai. Tukik-tukik itu pada nantinya akan kembali ke Pantai Sukamade untuk menyimpan telurnya. Tapi sayangnya, dari ribuan tukik yang dilepas, mungkin hanya sedikit jumlahnya yang mampu bertahan hingga dewasa dan kembali bertelur di Pantai Sukamade akibat banyak sekali predator alami di lautan maupun diburu oleh manusia. Photos taken from: commons.wikimedia.org, wwf.or.id
...more

Catat Tanggal Libur Nasional 2020 dan Tentukan Liburanmu!

TripTrus.Com - Pemerintah merevisi Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Hari Libur dan Cuti Bersama tahun 2020 terkait penambahan 4 hari untuk cuti bersama pada tahun 2020. Oleh karena itu tidak ada salahnya dari sekarang Anda mengecek jadwal tanggal merah itu untuk mempersiapkan liburan tahun ini. Catat hari libur nasional 2020 sekaligus sesuaikan dengan jadwal cuti kalian agar liburan lebih maksimal.       View this post on Instagram A post shared by TripTrus.Com (@triptrus) onMar 12, 2020 at 2:12am PDT Sangat penting untuk merencanakan liburan jauh-jauh hari sebelumnya agar kalian bisa memanfaatkan waktu menyusun detail rencana perjalanan yang sempurna. Dikarenakan, tidak semua orang bisa merencanakan liburan secara dadakan. Mulai dari merencanakan anggaran keuangan, memesan akomodasi penginapan serta transportasi yang efisien, kesiapan paspor, visa, asuransi dan hal lain sebagainya. [Baca juga : "Imbas Corona Covid-19, Tiga Destinasi Wisata Di Indonesia Ini Jadi Sepi"] Karena meningkatnya produktivitas dan efektivitas bekerja bisa didapatkan sekembalinya dari berlibur. Sayang sekalikan jika hari libur harus terlewat begitu saja tanpa memanfaatkan tanggal merah serta cuti untuk bersenang-senang dalam liburan. (Sumber: Artikel vakansinesia.com Foto lifeforstock)
...more

5 Kuliner Khas Kei yang Sangat Menggiurkan

Selain keindahan alamnya, Kei mempunyai banyak kuliner yang sangat menggugah selera.  Makanan khas masyarakat Kei sangat lekat dengan kondisi alamnya di mana singkong dan hasil laut menjadi bahan baku utama kuliner mereka. 5 kuliner khas Kei yang sangat menggiurkan adalah 1. Embal Merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Kei yang berasal dari singkong. Bentuk, rasa dan cara menikmatinya pun bermacam-macam, bisa dimakan dengan ikan asar, ikan kuah, sayur dll pada saat makan besar, bisa pula dimakan sebagai penganan dengan dicelup ke dalam teh. Ada embal yang berbentuk bubuk, goreng, embal swami dan embal busa (dicetak). Saat ini Embal juga sudah diproduksi oleh masyarakat sebagai oleh-oleh dengan berbagai rasa. 2. Lad Lad atau tumis rumput laut adalah makanan khas masyarakat Kei yang sangat lezat sebagai lauk pauk. Varian dari Lad adalah rumput laut segar ditumis singkat dengan bawang merah, bawang putih dan cabai atau dicampur dengan kelapa parut seperti urap. Masyarakat Kei bisa menyantap Lad dengan nasi, embal atau ketupat sebagai teman lauk utama berupa ikan. Rasa lezat rumput laut segar yang baru saja dipanen membuat selera makan kita menjadi bertambah. Rumput laut mempunyai kandungan protein tinggi.   3. Ikan Asar Proses pembuatan ikan asar Ini adalah salah satu menu utama masyarakat kuliner masyarakat Kei, yang berupa ikan yang diolah dengan cara diasap. Biasanya ikan asar berbahan baku ikan laut seperti ikan komo (tongkol), ikan sapuda (kakap), atau ikan semandar (baronang). Ikan asar dimakan dengan embal, sambal colo-colo dan sirsir atau lad. Rasa gurih ikan sangat terasa karena masyarakat Kei terbiasa memasak dengan bahan baku ikan yang masih segar. “Di sini ikannya hanya mati sekali,” seloroh mereka tentang kesegaran ikan-ikannya, “Bukan ikan yang mati 4 kali seperti di Jawa!”    4. Sirsir Sirsir, ikan asar, dan embal bubuk Sayuran khas Kei ini berupa tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan pukat. Sama seperti Lad, Sirsir dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadi sensasi sendiri bagi mereka yang menyantap menu tradisional ini. Keunikan rasa makanani ini membuat masyarakat Kei sampai mempunyai lagu tentang sirsir   5. Kue Langar Penganan khas Kei ini terbuat dari singkong yang disangrai setengah matang dan ketika masih hangat disiram dengan santan kemudian digumpal-gumpal dibentuk seperti anyaman kemudian digoreng dengan minyak panas. Langar sudah dibuat juga dalam bentuk stik dengan berbagai varian rasa seperti keju, cokelat, pandan dan rasa lainnya dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Kei. Hampir seluruh makanan tradisional masyarakat Kei tersebut dapat dengan mudah dijumpai dan dicicipi di Pasar Malam Kota Tua, di mana para penjualnya pun berjejer dengan menggunakan penerangan berupa pelita secara tradisional. Jejeran penjual makanan di Pasar Malam Kota Tual Jadi sudah saatnya kita kunjungi Kepulauan Kei, Maluku Tenggara dan  nikmati pesona alam serta kelezatan kuliner khas masyarakatnya.  
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...