shop-triptrus



5 Desa Wisata Keren Di Lombok Yang Bikin Pengen Balik Lagi!

TripTrus.Com - Event MotoGP di Sirkuit Mandalika emang jadi daya tarik baru buat para turis datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nggak cuma nonton balapan motor, tapi juga menikmati panorama alam yang kece banget. Tapi tunggu dulu, Lombok nggak cuma soal pantai cantik dan gunung doang, lho! Di sini lo juga bisa eksplorasi budaya yang keren abis! Buat lo yang suka wisata alam plus budaya, ada nih desa-desa wisata di Lombok yang nawarin pengalaman otentik yang beda banget. Yuk, intip 5 desa wisata yang wajib banget lo kunjungi! 1. Desa Sade Desa Sade ini rumahnya orang Sasak, suku asli Lombok, dan punya rumah tradisional yang atapnya unik banget, terbuat dari ilalang dan wajib diganti tiap 8 tahun sekali! Lantainya tanah liat yang dipoles pake kotoran kerbau atau sapi, biar nggak retak dan nggak berdebu. Di sini lo bisa ngeliat kehidupan sehari-hari warga lokal, dan yang nggak kalah keren, mereka bikin tenun ikat yang udah turun-temurun. Kalo lo mampir nonton MotoGP, wajib banget sempetin ke Desa Sade karena deket banget sama sirkuit Mandalika. 2. Desa Sukarara       View this post on Instagram A post shared by Sanggar Kayu Ulin (@sanggarkayuulin) Masih di sekitar Lombok Tengah dan nggak jauh dari Sirkuit Mandalika, ada Desa Sukarara, pusatnya kerajinan tenun ikat Lombok. Di sini lo bisa langsung ngeliat proses pembuatan tenun, mulai dari nyiapin benang sampe teknik tenun yang ribet. Jangan kaget kalo liat cewek-cewek di sini asyik menenun di depan rumahnya, karena ini emang aktivitas sehari-hari mereka. Lo juga bisa beli kain tenun keren sebagai upaya dukung budaya lokal yang masih lestari. 3. Desa Banyumulek Geser dikit ke Lombok Barat, tepatnya di Kecamatan Kediri, lo bisa kunjungi Desa Banyumulek yang terkenal sama kerajinan tembikarnya. Warga di sini udah lama banget produksi tembikar, dan lo bisa langsung ngeliat gimana proses pembuatannya. Mereka masih pake cara tradisional yang udah diwarisin turun-temurun. Mau liat proses pembakaran tembikar? Datengnya pagi-pagi ya, soalnya mulai dibakar jam 11-an. Selain itu, lo juga bisa beli tembikar yang udah jadi buat oleh-oleh. [Baca juga : "10 Spot Wisata Kece Di Lombok Buat Lo Yang Nonton Motogp Mandalika"] 4. Desa Tetebatu Di lereng Gunung Rinjani setinggi 700 MDPL, Desa Tetebatu nawarin pemandangan alam yang cakep banget, kayak sawah terasering dan hutan tropis. Tempat ini pas buat trekking sambil nikmatin suasana alam yang damai. Lo bisa ketemu petani lokal, belajar cara tradisional nanem padi, dan coba kopi khas Lombok. Desa Tetebatu ini juga sempet jadi wakil Indonesia di World Best Tourism Village UNWTO 2021, lho! 5. Desa Senaru  Kalo lo pengen naik Gunung Rinjani, Senaru adalah gerbang utama yang ada di sisi utara Lombok. Selain jadi titik awal pendakian, desa ini juga punya air terjun keren, Tiu Kelep dan Sendang Gile, yang airnya dari Danau Segara Anak. Udara seger banget di sini, dan warga lokalnya ramah. Lo juga bisa mampir ke Desa Adat Senaru yang punya rumah tradisional paling tua di Lombok, atap ilalang, pagar bambu anyam, dan lantai tanah. Jadi, kalo lo lagi nonton MotoGP di Mandalika, jangan cuma balik hotel doang ya! Luangin waktu buat main ke desa-desa wisata ini. Pengalaman lo bakal jadi lebih kaya dan nggak bakal gampang dilupain, karena bisa ngerasain langsung kehidupan Lombok yang autentik dan asik banget! (Sumber Foto @canafotografia) 
...more

Ini Alasan Mengapa Ibu Rumah Tangga Harus Pergi Berlibur!

TRIPTRUS - Siapa bilang ibu rumah tangga tidak perlu liburan? Justru ibu rumah tangga, terlebih ibu rumah tangga yang telah memiliki anak harus sering merasakan liburan. Tidak banyak orang yang tahu jika pekerjaan ibu rumah tangga itu juga berat dan penuh tanggung jawab. Ibu rumah tangga bekerja mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah rumah tangga mulai dari pagi sampai malam. Bisa dibayangkan bukan, betapa menjadi seorang ibu rumah tangga itu tidak mudah. Apalagi bila ia merangkap menjadi wanita yang bekerja sembari mencari uang tambahan. Kesibukan dan lelahnya bisa dua kali lipat rasanya. Liburan adalah moment yang sangat dinantikan oleh semua orang, terlebih ibu rumah tangga. Banyak hal yang menyenangkan yang akan dinikmati. Apalagi bila liburan dinikmati bersama orang-orang tersayang. Tentu saja liburan tersebut akan sangat spesial dan mengesankan. Semua orang bisa saja pergi liburan, tetapi yang biasa menjadi kendala adalah tidak punya waktu, sibuk, tidak ada teman berlibur dan belum punya dana yang cukup (itu pasti). Namun, bagi ibu rumah tangga apa yang menjadi kendalanya? Apa pun hambatannya, seorang ibu rumah tangga harus mempunyai waktu untuk berlibur. Hal ini sangat penting karena: 1. Liburan akan menghilangkan kejenuhan dan kebosanan Rutinitas pekerjaan yang monoton dan tidak pernah habis akan menimbulkan rasa bosan dan jenuh. Apalagi ibu rumah tangga, ia tidak memiliki batasan waktu bekerja dan hari libur seperti orang kantoran lainnya. Belum lagi dengan urusan untuk mengatur keuangan rumah tangga, ibu akan merasakan beban tersendiri. Itulah sebabnya, ibu rumah tangga juga perlu pergi liburan, paling tidak liburan bersama keluarga di akhir pekan akan menyegarkan kembali pikiran dan suasana hati yang sudah mulai jenuh. Bila pikiran dan hati ibu senang, tentu saja ia akan lebih semangat dalam mengurus rumah tangga. 2. Liburan dapat mempererat hubungan keluarga terlebih hubungan suami istri Dengan liburan otomatis quality time antara anggota keluarga akan tercipta, terlebih lagi hubungan suami istri. Hubungan yang mungkin sudah mulai hambar dan monoton, bisa kembali bergairah dengan adanya kebersamaan menikmati serunya waktu berlibur. Liburan dapat memperbaiki keadaan rumah tangga yang sedang renggang. 3. Liburan adalah saat indah bersama keluarga yang perlu diabadikan Saat indah nan menyenangkan bersama keluarga yang Anda cintai pasti merupakanmoment spesial yang wajib untuk diabadikan. Dengan liburan, Anda menciptakanmoment baru yang bisa Anda abadikan untuk bahan kenangan dan cerita bersama keluarga. 4. Liburan adalah saat Anda bisa bersantai, bermalas-malasan dan melakukan semua hal yang Anda sukai Saat liburan, ibu rumah tangga bisa melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu walaupun hanya sesaat. Saat liburan, ibu bisa menemukan jati dirinya lagi, melakukan apa saja yang disukai tanpa harus merasa terbebani dengan pekerjaan rumah, mengurus anak, melayani suami dan tugas-tugas lainnya. Saat liburanlah, ibu bisa bersantai dan bersenang-senang. 5. Liburan dapat mengembalikan romantisme pasangan Anda Seringkali orang menganggap romantisme hanya milik pasangan yang sedang berpacaran atau pasangan yang baru mengawali pernikahan. Tetapi justru, romantisme itu dibutuhkan saat hubungan pernikahan itu sudah berlangsung sekian lama. Tak dipungkiri, orang yang sudah menjalin pernikahan lama agak susah menciptakan dan mendapatkan romantisme antara suami istri. Terlebih lagi bila telah memiliki anak, kesempatan untuk berdua dengan pasangan pasti sangat kecil. Nah, saat liburanlah saat yang tepat Anda berdua-duan dengan pasangan, mengembalikan romantisme seperti dulu lagi. Sediakan waktu liburan bersama pasangan tanpa harus diganggu oleh anak-anak dan pekerjaan. Semua ibu rumah tangga sangat membutuhkan saat-saat seperti itu. 6. Liburan membuat Anda mendapatkan pengalaman dan hal-hal baru yang mungkin belum pernah Anda alami Memilih tujuan atau tempat berlibur juga sangat mempengaruhi. Carilah destinasi liburan yang tidak biasanya. Misalnya liburan ke luar negri, travelling ke tempat-tempat yang belum pernah Anda pijak, piknik ke alam terbuka dan tempat liburan lainnya yang diminati. Dengan begitu, pengalaman dan hal baru dapat Anda rasakan. Selain menambah pengalaman baru, wawasan dan pengetahuan ibu pun akan bertambah. Karena pengalaman-pengalaman seperti itu akan membekas di ingatan ibu. Tentu saja sebagai memori yang indah dan tak terlupakan. Sudahkah ibu pergi berlibur? (Sumber: Artikel keluarga.com Foto bintang.com) 
...more

Juli 2025 Gak Cuma Liburan, Ini Event Kece Buat Lo Keliling Indo!

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, siap-siap nih Juli 2025 bakal ramai event kece di seantero Indo! Ada festival budaya, lari pagi sehat, kuliner nostalgia, sampai konser malam di taman bumi—semuanya hits banget buat lo anak Gen Z atau milenial yang butuh konten fresh dan vibes liburan yang gak mainstream. Lo tinggal pilih: pingin jalan bareng topeng di Lampung, nostalgia kuliner Jogja, party lokal di Kaltim, seru-seruan gratis di Sukabumi, atau nonton gemerlap Geopark Night Specta di Gunungkidul. Siapkan DSLR, sneakers, dan dirimu yang hyped! 1. K-Fest Lampung – Festival Budaya & Olahraga (1–6 Juli) K-Fest ke-34 di Lampung ini menggila banget: ada Karnaval Topeng Lampung (5 Juli), Krakatau Run pagi-pagi (6 Juli), dan UMKM bazar penuh kuliner & kreasi lokal (1–6 Juli). Malam puncak-nya? Ada Mr. JONOJONI bikin ketawa plus pengumuman kontes topeng—pas banget buat lo yang pingin healing budaya sambil ngerasa Indonesia banget! 2. Kangen Dolan Teras Malioboro – Festival Kuliner Nostalgia Jogja (19–23 Juni) Lo yang kangen sama vibe Jogja, siap-siap balik ke masa lalu! “Kangen Dolan Teras Malioboro” hadir lagi—sajian gudeg, cenil, wedang uwuh, musik keroncong dan akustik, semua gratis! Ajak squad lo buat kulineran sore sampe malam, sambil baca spot Instagramable seantero Teras Malioboro. Nostalgia maksimal! 3. Sebuntal Fest 2.0 – Party & Kreativitas Lokal di Kutai Kartanegara (15–19 Juli) Sebuntal Fest kembali lagi di Marangkayu, Kutai Kartanegara. Ada musik, tarian, fashion show, lomba mewarnai, zumba party, plus 30+ tenant UMKM yang jualan jajanan dan produk lokal viral. Cocok buat lo yang pingin explore festival lokal yang fun, penuh warna, dan support bisnis kecil wilayah! [Baca juga : "Pulau Sangiang, Liburan Lo Gak Cuma Healing, Tapi Juga Nambah Cerita Mistis & Seru!"] 4. Geofest Sukabumi – Geopark Festival Gratis (5 Juli) Sukabumi juga gak mau ketinggalan nih! GeoFest 2025 free event di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terjadwal puncak 5 Juli. Acara ini dikemas edukatif banget: ada talkshow, edukamp, pameran, dan sambutan resmi Bupati Sukabumi. Cocok buat lo yang butuh liburan murah meriah plus belajar tentang kelestarian alam! 5. Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 – Simfoni Taman Bumi (18–19 Juli)       View this post on Instagram A post shared by JASA JAHIT GUNUNGKIDUL JOGJA (@elfata.fashion) Event malam spektakuler di Amphitheater Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Dimulai dengan lomba poster untuk pelajar DIY, tari tayub kolosal, bazar UMKM, talkshow coklat Nglanggeran, hingga konser gamelan orkestra plus bintang tamu. Masukannya gratis, atmosfernya epic, rekomended untuk culture-seeker! Bro-sis, lo liat gak? Juli 2025 ini bakal penuh event seru dan edukatif dari ujung barat ke timur Indo. Tinggal pilih vibes-nya—budaya, lari pagi, kuliner nostalgia, kreativitas lokal, atau keajaiban geopark malam hari. Semua low budget, sekali jalan bisa dapet konten & experience Instagram-worthy. Jadi, lo tim yang mana? Jangan tunggu “viral”, mending jalan duluan! (Sumber Foto @sanggarpakem)
...more

Kalender Event Wisata Jogja Bulan April 2022, Ada Sarkem Fest!

TripTrus.Com - Buat kamu yang hendak liburan ke Yogyakarta di bulan April 2022 ini, ada banyak event wisata yang digelar di Yogyakarta. Meski memasuki bulan puasa, bukan berarti kegiatan kesenian lantas mandek, loh, malah beberapa festival memang diadakan sebagai tradisi sambut Ramadan. Nah, berikut ini kalender event wisata Jogja pada April 2022. Catat tanggal dan tempatnya agar gak terlewat! 1. Festival Reog Jathilan - 1 April Bulan April dibuka dengan Festival Reog Jathilan yang rencananya akan digelar pada tanggal 1. Ini adalah atraksi kesenian tradisional yang menggabungkan antara tarian jathilan dan reog yang tentu akan menarik banyak pihak. Dan biasanya festival ini diadakan bergilir dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain di Yogyakarta dan kali ini direncanakan digelar di Gunung Kidul. 2. Malem Selikuran - 22 April Malam selikuran adalah tradisi menyambut malam lailatul qadar. Sesuai namanya, selikur yang berarti 21, tradisi ini dilakukan setiap 21 Ramadan yang dihitung menurut kalende Islam atau Jawa. Tradisi malem selikuran diadakan di Keraton Yogyakarta pada tanggal 22 April 2022. 3. Yogyakarta Simfony Orkestra - 23 April Buat yang suka musik, jangan sampai melewatkan festival Yogyakarta Simfony Orkestra! Acara ini menyajikan pertunjukan orkestra pop dengan menampilkan musisi-musisi lokal yang keren. Rencananya, akan digelar pada 23 April 2022 mendatang! 4. Numplak Wajik Tumplak wajik adalah tradisi yang dilakukan oleh Kraton Yogyakarta sebagai tanda mengawali proses pembuatan gunungan Grebeg Syawal. Gunungan ini adalah simbol sedekah raja kepada rakyatnya yang berisi wajik. Wajik yang dibuat dari ketan dan lengket memiliki makna persaudaraan yang selalu erat. 5. Festival Apeman Diadakan di Kraton Yogyakarta, apeman adalah tradisi masyarakat Jawa yang diadakan pada saat Ruwah atau menjelang puasa Ramadan. agenda festival apeman ini adalah membuat apem lengkap dengan ketan dan kolak yang memiliki makna pembersihan jiwa sebelum berpuasa Ramadan. 6. Kirab Budaya Ambengan Ageng Nawu Jagang Dan Sendang Seliran Setiap bulan April, masyarakat Kotagede punya acara wajib yang bernama kirab budaya ambengan ageng nawu jagang dan sendang seliran. Ini adalah acara kirab membawa gunungan yang dilakukan oleh juru kunci Kotagede menuju Masjid Gede dan Makam Raja. 7. Pisungsung Ruwahan Kadipaten Dalam sambut bulan Ramasan, warga kadipaten Yogyakarta gelar Pisungsung Ruwahan Kadipaten. Acara ini berupa kirab yang dilakukan dari Ndalem Kaneman sampai Kemantren Kraton. [Baca juga : "Ini 3 Masjid Bersejarah Di Jakarta"] 8. Sarkem Fest Selama ini citra Pasar Kembang tampak negatif karena dianggap sebagai tempat prostitusi. Hal ini mendasari dibentuknya Festival Pasar Kembang atau Sarkem Fest yang untuk mengubah citra negatif ini menjadi lebih berbudaya dengan menghadirkan pertunjukan musik sampai tarian. 9. Nyadran Agung Nyadran Agung adalah tradisi sambut Ramadan yang dilakukan oleh warga Kulon Progo. Nyadran Agung berupa kirab dengan membawa gunungan hasil bumi. Lalu setelahnya, gunungan ini akan diperebutkan oleh warga.  10. Merti Tuk Umbul Tradisi padusan jelang bulan Ramadan di Yogyakarta memang tak bisa dihilangkan, salah satu yang akan tetap berjalan saat pandemik adalah merti tuk ambal. Agenda ini dilakukan oleh warga Warungboto yang dimulai dengan arak-arakan berupa Bregada Wira Tirta dan Wira Tirta Pratiwi yang merupakan ikon upacara ini. Bagaimana, seru-seru ‘kan festival di Yogyakarta bulan April? Kental akan budaya dan tradisi sambut Ramadan, tentu gak akan kamu temui di kota lain. Segera yuk, agendakan ke Yogyakarta! (Sumber: Artikel jogja.idntimes.com Foto @joyodino) 
...more

Tiga Trofi Keren! Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di World Leisure Award 2023

TripTrus.Com - Nih, gank! Indo bawa pulang tiga trophy keren di World Leisure Award (WLA) 2023, yang diadain sama majalah tur China. Indo jadi "Destinasi Kepulauan Terbaik," Hotel Mulia Nusa Dua Bali diakui jadi "Hotel Mewah Tahun Ini," sama Viceroy Bali jadi "Resort Liburan Terbaik," kabar ini dateng dari KBRI Beijing, guys. WLA 2023 ini adalah penghargaan dari Majalah Travel and Leisure China buat negara-negara sama industri pariwisata top dunia. Mereka bagiin penghargaannya di Bibo Island, Jinhai Lake, Pinggu, Beijing, tanggal 21 September lalu. Ada 72 kategori penghargaan, dan 172 negara atau bisnis pariwisata dapet piala. Dulu, WLA namanya "Travel & Leisure Industry Awards" (TLIA) dan udah 20 tahun lebih ngasih penghargaan buat industri pariwisata. Dalam keterangannya, Dewi Avilila, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Beijing, bilang momen ini pas banget karena besoknya adalah libur panjang Hari Nasional China. "Mudah-mudahan, selama liburan itu, makin banyak turis China yang pilih Indo jadi destinasi utama liburan mereka," kata Dewi. [Baca juga : "5 Tempat Keren Buat Diving Di Indonesia Yang Bikin Kamu Terpesona!"] TLIA selama 20 tahun ini nentuin merek-merek keren di industri pariwisata global, kayak hotel, restoran, dan kapal pesiar, jadi acuan buat turis, khususnya turis China, buat milih tempat wisata mereka. Indo sendiri targetnya 253 ribu turis dari Negeri Tirai Bambu di 2023. Berdasarkan data BPS, sebelum pandemi COVID-19, di 2019, turis China ke Indo paling banyak, mencapai 2 juta kunjungan. Di 2020, angkanya drop jauh banget, cuma 239,768 turis. Di 2021, waktu Indo masih ketat banget soal wisman, China cuma kasih 54,713 kunjungan. Tapi di 2022, ada peningkatan, dari Januari sampai November, ada 114,513 kunjungan dari China. Mantap, Indo! 🇮🇩🎉 (Sumber Foto @cnnindonesia.com) 
...more

Mengenang Pertempuran Laskar Paling Heroik di Serpong

TripTrus.Com - Pertempuran  Serpong  yang terjadi pada 26   Mei  1946   merupakan pertempuran rakyat paling heroik  pada class I di daerah sekitar Jakarta.  Pasalnya,  inilah pertempuran laskar rakyat dengan modal semangat yang memakan waktu panjang. Dan korban dari kedua belah pihak yang cukup panjang. Pertempuran bermula dari informasi yang diterima laskar rakyat, bahwa Belanda telah mendarat dan mengusai daerah Serpong . Sekitar  300 tentara Belanda sudah menempati pos –pos strategis.  Salah satunya, mendirikan pos komando di pertigaan  Cilenggang  - Cisauk.      Mendengar  Belanda yang  mengedepankan tentara KNIL-nya sudah menduduki Serpong  23 Mei 1946 pasukan laskar dari Desa Sampeureun, Kecamatan Maja berangkat  dengan jalan kaki  menuju Serpong.   TMP Seribu Serpong, tempat peristirahatan 238 pejuang yang tewas saat melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang, tepatnya pada 25 Januari 1946. . . . . . #cagarbudaya #situssejarah #monumen #tamanmakampahlawan #TMPseribu #serpong #daanmogot #pahlawan #indonesia #exploretangsel #tangsel A post shared by Glorio Makaminan (@gloriogm) onJan 21, 2017 at 7:22pm PST Pasukan berkekuatan 400 orang dibawah pimpinan KH Ibrahim ini  sesampai di Tenjo pasukan bergabung dengan pasukan laskar dari Tenjo yang dipimpin oleh KH Harun, seorang ulama yang terkenal sebagai Abuya Tenjo. Laskar Tenjo berjumlah sekitar 290 orang. Alhasil, dengan bergabung lascar Tenjo, semangat pun makin berkobar. 25 Mei 1946 kedua pasukan tersebut dengan menggunakan senjata tajam terus berjalan kaki menuju Parung  Panjang, daerah yang terletak  di sebelah barat Serpong. Disepanjang perjalanan menuju sasaran pasukan bertambah terus , di antaranya bergabung  pasukan laskar dari Kampung Sengkol yang dipimpin  Jaro Tiking. Dan bergabung pula  pasukan dari Rangkasbitung pimpinan Mama Hasyim dan Pasukan Laskar pimpinan Nafsirin Hadi dan E.Mohammad Mansyur. [Baca juga : Candi Jiwa, Wisata Purbakala Di Pesisir Karawang] Pada  25 Mei 1946 malam, para pimpinan pasukan berunding di daerah Cisauk dan diteruskan di Cilenggang untuk mengatur siasat pertempuran. Esoknya, 26 Mei 1946  sekitar jam 08. 30 Serpong di serang. Pasukan Pimpinan KH Harun menyerang dari belakang sedangkan Pasukan Pimpinan KH Ibrahim, pasukan pimpinan Mama Hasyim dan pasukan pimpinan E.Mohammad Masyur menyerang dari depan dengan melalui jalan raya Serpong. Dalam gerakan menuju sasaran pasukan mengumandangkan takbir “Allahu Akbar”.  Pasukan laskar rakyat maju terus dengan mengumandakan takbir dan Pasukan Belanda gencar menembaknya sehingga korban berjatuhan. Suara Takbir lambat  terus berkumandang.  Pertempuran berlangsung seru. Banyak  anggota lascar yang berhasil merebut  senjata Belanda. Dan Senjata tersebut lalu ditembakan ke mereka. Banyak pasukan Belanda yang mati.  Pertempuran yang berlangsung hingga pukul 20.00  WIB  itu  membuat   sekitar 238 laskar gugur, termasuk KH Ibrahim dan Jaro Tiking. Sementara pihak Belanda sekitar 102 orang tewas.   Selamat Hari Pahlawan #haripahlawan #pahlawan #tamanmakampahlawan #tmpseribu #serpong #tangerang A post shared by Ibank Muhammad (@ibank_ant) onNov 9, 2017 at 4:36pm PST Setelah pertempuran yang sengit, pihak  laskar pun berunding dengan  pihak Belanda  untuk  menguburkan  jenazah rekan mereka . Kesepatan terjadi.  Hanya saja, Belanda hanya mengizinkan  empat orang yang bertugas  menguburkan. Tak heran  jika mereka dimakakam ditumpuk dalam dua lubang . Makam mereka terletak tak jauh dari pertigaan Cilenggang – Cisauk, Kelurahan Cilenggang, Serpong. Namun karena  perkembangan zaman, makan  mereka  dipindahkan   di Jalan Raya Puspiptek. Mereka dikuburkan satu kubur satu jenazah. Dan tempat pemakaman  tersebut diberi nama Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu. Letaknya di jalan Raya  Pahlawan Seribu , Kecamatan Setu, Tangsel tak jauh dari Taman Tekno di BSD City. Meski namanya “ TMP Seribu ”, bukan berarti ada 1.000 makam pahlawan yang ada di TMP yang memiliki luas 9.835 meter persegi ini.  Tapi hanya ada 238 makam pahlawan yang ada di sini, ditambah dua makam lagi, sehingga total semuanya adalah 240 makam. Dengan rincian 151 makam dengan nama. 87 pahlawan tanpa nama. Dengan tambahan   enam makam baru. (Sumber: Artikel cipasera.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Safari Seru Di Jakarta, Petualangan Kekinian Yang Nggak Boleh Dilewatkan!

TripTrus.Com - Jakarta, ibu kota Indonesia, terkenal banget di seluruh dunia. Dengan luas 6.392 kilometer persegi, Jakarta jadi kota terbesar di Indonesia dan pusat ekonomi, budaya, serta politik yang berpengaruh ke pasar Asia lainnya. Saking padatnya, Jakarta masuk urutan kedua sebagai wilayah urban terpadat di dunia, hanya kalah dari Tokyo. Nah, selain jadi pusat ekonomi, Jakarta juga punya identitas unik lewat safari-nya yang bikin pengalaman liburan lo makin berkesan. Safari di Jakarta jadi daya tarik utama buat wisatawan yang datang ke Indonesia, terutama yang pengen eksplorasi budaya dan agama. Ternyata, belakangan ini, jumlah wisatawan ke Jakarta terus meningkat! Selain kuil-kuil kuno, Indonesia juga punya beberapa safari keren yang udah dipromosiin sama pemerintah. Jakarta sering banget jadi tempat persinggahan buat turis yang mau nikmatin safari malam sebelum lanjut ke tujuan wisata lain, kayak Bali, Lombok, Pulau Komodo, dan Yogyakarta. Jungle safari di Jakarta itu pengalaman yang wajib banget lo coba minimal sekali seumur hidup! Jadi, jangan sampai ketinggalan, yuk ke Jakarta dan kunjungi tempat safari yang kece-kece berikut ini! 1. Puncak Highland       View this post on Instagram A post shared by Bogor & Jakarta Driver Guide (@bogorprivatetour) Puncak Highland berlokasi sekitar 68 km dari Jakarta. Tempat ini terkenal buat piknik, camping, dan berbagai kegiatan wisata alam. Puncak adalah safari terbaik di Jakarta, di mana lo bisa menikmati keindahan alam yang hijau banget, cocok banget buat bersantai. Ada kebun teh yang luas yang bikin tempat ini jadi surga buat para wisatawan. Lo bisa habisin seharian di safari park ini dan bawa pulang kenangan yang tak terlupakan! Cuma butuh dua jam berkendara dari Jakarta menuju Bogor. Ada bus reguler yang bisa lo naikin, atau bisa juga sewa mobil. 2. Taman Safari Taman Safari yang ada di Bogor ini latar belakangnya Gunung Salak yang megah. Tempat ini jadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna. Luas banget, sekitar 87 hektar, dan ada lebih dari 5.000 spesies pohon di sini. Keren banget, kan? Jangan sampai kelewatan! Dari Jakarta, sekitar satu jam perjalanan. Mobil sewaan gampang banget dicari. Kalau bisa, datang pas weekday biar nggak terlalu ramai. [Baca juga : "5 Tempat Wisata Kekinian Di Lebak Yang Wajib Lo Kunjungi"] 3. Pulau Rinca Pulau Rinca, yang juga dikenal sebagai Rindja Island, dekat dengan Pulau Komodo yang terkenal itu. Di sini ada komodo, babi hutan, kerbau, dan berbagai spesies burung. Trekking di Pulau Rinca bisa dimulai dari kantor tiket di Loh Buaya. Terdapat tiga jalur berbeda, dan yang tercepat cuma butuh 30 menit. Naik pesawat ke Bandara Labuan Bajo dari Bali atau Jakarta. Dari bandara, naik taksi ke kota cuma 10 menit. 4. Danau Sano Danau Sano Nggoang ini ada di ketinggian 757 meter di atas permukaan laut, dan merupakan salah satu danau vulkanik terbesar di Indonesia. Kedalamannya mencapai 500 meter, jadi salah satu yang terdalam di dunia. Cocok banget buat lo yang hobi birdwatching dan menikmati keindahan alam. Tergantung budget dan waktu, lo bisa pilih terbang atau naik kapal ke Danau Sano dari Jakarta. Durasi penerbangan sekitar 90 menit, ada penerbangan setiap hari. 5. Camp Leakey Camp Leakey ini terletak di tengah hutan hujan Borneo, dan jadi rumah bagi spesies orangutan. Tempat ini jadi lokasi riset yang buka cuma siang hari dengan tiket masuk yang dibatasi. Lo bisa lihat orangutan, tapi jangan kasih makan ya! Lo bisa terbang dari Jakarta ke Pangkalan Bun, terus naik mobil ke pelabuhan di Kumai. Lanjut naik klotok ke Camp Leakey, total perjalanan bisa memakan waktu sekitar 5 jam. Jakarta itu pusat budaya dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Provinsi ini dibagi jadi enam wilayah: Tengah, Utara, Selatan, Timur, Barat dan Kepulauan. Lo harus banget nikmatin safari-safari seru di Jakarta buat liburan yang beda dan keren di Indonesia. Selain itu, Jakarta juga kasih kesempatan buat lo menjelajahi keajaiban alam, baik di darat, langit, maupun laut. (Sumber Foto @jakartacityone) 
...more

Tari Rondang Bulan, Tari Keceriaan Khas Tapanuli Selatan

Gerakan tari yang lincah dan sedikit riang terlihat dari tarian yang satu ini. Mimik-mimik wajah penuh senyum tawa terlihat dari ekspresi wajah para penari yang menampilkan tari ini di atas panggung. Inilah tari rondang bulan, tarian khas dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Tari rondang bulan merupakan tarian yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis Mandailing. Ini terlihat dari ekspresi penari yang mencerminkan keceriaan sepanjang tarian. Di atas panggung para penari ini melakukan aksi gerakan-gerakan lenggak lenggok sambil sesekali membentuk lingkaran. Sambil mengitari lingkaran para penari ini menjentikan jari jemari dengan sesekali bertepuk tangan.  Tari rondang bulan di Tapanuli Selatan biasanya ditarikan dengan riang gembira di bawah pancaran sinar bulan purnama. Rondang Bulan sendiri dalam bahasa Tapanuli Selatan berarti terang bulan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Kudus - Part 1

TripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut. Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Langgar Dalem Masjid Langgar Dalem terletak di Desa Langgar Dalem, Kec. Kota Kudus. Masjid ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah pada masa awal perkembangan islam, khususnya di wilayah Kudus. Berdasarkan sengkalan memet yang dibaca trisula pinulet naga di perkirakan Masjid Langgar Dalem didirikan pada tahun 885 H atau 1480 M.  Berdirinya Masjid Langgar Dalem ini dihubungkan dengan Sunan Kudus yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama islam dan merupakan salah satu dari Walisango. Hal itu dibuktikan juga dengan  cerita rakyat yang dipercaya oleh masyarakat Kudus, yang menceritakan bahwa Masjid Langgar Dalem dibuat oleh para seniman dari Madura. Para seniman tersebut merupakan tawanan perang yang kemudian dibawah oleh Sunan Kudus untuk membangun kota Kudus. Dan jika dilihat secara sepitas, Ciri dari keunikan Masjid Langgar Dalem terletak pada bentuk atapnya yang berupa atap tumpang susun tiga yang dilengkapi dengan hiasan mustoko dipuncaknya. 2. Masjid Jami' Nganguk Wali Kramat       View this post on Instagram A post shared by Azkayra (@afnahaqy987) onJan 11, 2020 at 12:41am PST Masjid berukuran 25×20 meter ini ada kaitannya dengan Kyai Telingsing. Sang kyai adalah seorang keturunan Tionghoa yang bernama asli The Ling Sing (Tan Ling Sing/Tee Ling Sing). Disebut sebagai Masjid Nganguk Wali, karena konon masjid ini didirikan oleh para wali yang pengawasannya kemudian diserahkan kepada Kyai Telingsing. Pada blandar masjid terdapat tulisan yang berasal dari ajaran Kyai Telingsing, yaitu sholat sacolo saloho donga sampurna atau shalat adalah sebagai do’a yang sempurna, serta ada pula tulisan berbunyi lenggahing panggenan tersetihing ngaji yang bermakna menempatkan diri pada yang benar, suci dan terpuji. Salah satu yang membuat Masjid Nganguk Wali kini lebih menarik untuk dikunjungi adalah dinding tembok luar dan gapura paduraksa yang memisahkan pelataran luar dengan pelataran dalam yang lebih tinggi, dihubungkan sejumlah undakan. Pada lubang gapura terdapat struktur kayu yang diukir indah. Gapura ini belum lama dibuat, untuk mengembalikan bentuk bangunan aslinya. 3. Masjid Madureksan Masjid yang terletak di Dukuh Madureksan, Kel. Kerjasan, Kec. Kudus ini, dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1520 M. Masjid Madureksan dibangun oleh Sunan Kudus sebelum dibangunnya Masjid Menara Kudus. Pada masa itu, Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah dan dakwah oleh Sunan Kudus dan para santrinya. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat musyawarah berbagai permasalahan agama dan menyusun siasat perang. Selain Sunan Kudus, ada seorang tokoh yang mewarnai keberadaan Masjid Madureksan ini, ia adalah Kyai Telingsing. Ulama asal Tiongkok ini juga memiliki peranan besar dalam penyebaran Islam di Kota Kudus. Bergulirnya waktu, bangunan Masjid Madureksan mulai terpendam hingga kedalaman 70 sentimeter. Hal ini disebabkan bangunan jalan dan pemukiman sekitar yang lebih tinggi, menjadikan Masjid ini seperti terpendam. Sehingga pada tahun 1998, Masjid Madureksan dipugar total dan berdiri sebuah bangunan baru seperti yang masyarakat kenal saat ini. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 3"] 4. Masjid Menara Kudus (Al Aqsa)       View this post on Instagram A post shared by @mamotomo onApr 30, 2020 at 6:21pm PDT Masjid ini tergolong unik karena desain bangunannya, yang merupakan penggabungan antara Budaya Hindu dan Budaya Islam. Hal itu menjadi bukti, bagaimana sebuah perpaduan antara Kebudayaan Islam dan Kebudayaan Hindu telah menghasilkan sebuah bangunan yang tergolong unik dan bergaya arsitektur tinggi. Sebuah bangunan masjid, namun dengan menara dalam bentuk candi dan berbagai ornamen lain yang bergaya Hindu. Gaya arsitektur candi pada Menara Kudus menyerupai candi-candi di Jawa Timur, salah satunya seperti Candi Jago di Malang. Selain itu, bangunan masjid ini juga menyerupai Menara Kukul di Bali. Menurut sejarah, masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H atau 1549 M. Menurut cerita, Sunan Kudus membangun menara ini dengan cara menggosok-gosokkan batu bata yang satu dengan lain sehingga menjadi lengket. Selain itu, terdapat juga mustaka mirip atap tumpang pada masjid tradisional Jawa. Fungsi dari menara itu adalah untuk tempat mengumandangkan adzan. 5. Masjid Wali Loram Kulon (Jami At Taqwa) Nama resmi masjid ini adalah Masjid Jami At-Taqwa, namun masyarakat setempat lebih suka menyebutnya Masjid Wali Loram Kulon. Masjid ini berada di Desa Loram Kulon, Kec. Jati, Kab. Kudus. Seperti laiknya bangun masjid pada zaman dahulu, masjid ini dibuat dengan kayu jati yang telah dilengkapi dengan menara, sumur tempat berwudhu dan bedug. Bangunan asli masjid ini dibangun pada 1596-1597 oleh seorang Tionghoa Muslim asal Campa bernama Tjie Wie Gwan atas perintah Sultan Hadlirin. Namun seiring bertambahnya usia, masjid ini dilakukan pemugaran pada awal 1990-an. Bagian yang sama sekali tidak diubah pada bagian gapura paduraksa yang berada di depan masjid. Ada aksara arab berbunyi “Allhumma baariklana bil khoir” dan di bawahnya ada terjemahannya yang berbunyi “Ya Allah, berkahilah kebaikan kepada kami” yang tertera di gapura itu. Seperti Masjid Menara Kudus, Masjid Wali Loram Kulon ini juga berarsitektur Jawa Hindu dan mengkombinasikannya dengan gaya Timur Tengah. (Sumber: Artikel kemdikbud.go.id, isknews.com, situsbudaya.id, islamic-center.or.id, indonesiakaya.com, inibaru.id Foto instagram.com/artetaarie)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...