shop-triptrus



Mengajak Anak Muda Telusuri Keberagaman di Lasem

TripTrus.Com - Untuk  mengajarkan nilai luhur, maka anak muda dari berbagai daerah diajak untuk ikut telusuri keberagaman di Lasem. Setidaknya ada 10 anak muda dari berbagai daerah, akan ikut telusuri keberagaman di lasem, Jawa Tengah. Bagian dari pengenalan tentang harmonisnya kehidupan antar etnis, kepada generasi penerus. Program yang dibuat dengan nama “Lasem Pluralism Trail”, berlangsung dari 12–15 Oktober 2017, di Semarang dan Lasem. Para peserta yang lolos yang diadakan Ein Institut Semarang ini di antaranya Antonio Winatian, dari Medan; Dedy  Ibmar dari Riau; Fajar Tumanggor, dari Medan; Jenny Anggita dari Jakarta; Ni Luh Putu Juli Wirawati dari Yogyakarta. Selain itu ada anam Lintang Ayu Saputri daro Purwokerto; M Dalhar Sobri dari Jepara; Maria Nofianti perwakilan Purwokerto; Muhammad Arief Rahadian dari Jakarta dan Zulyan Epi perwakilan Surakarta. Direktur Ein Institut Ellen Nugroho mengatakan, program yang dijalankan itu untuk mempromosikan praktek hidup berdampingan dan keberagaman di kalangan anak muda. Agar bisa ditularkan ke penjuru negeri. “Setelah mencermati dan mendialogkan ratusan aplikasi yang masuk Komite Seleksi Bea Siswa Lasem Pluralism Trail, akhirnya sepakat memilih sepuluh anak muda sebagai penerima beasiswa. Mereka akan mengikuti kegiatan ini, ” ujarnya, Rabu, 11 Oktober 2017. Lebih lanjut, Ellen memaparkan,program ini menyediakan kesempatan bagi anak-anak muda untuk menimba pengalaman dan pengetahuan, mengasah keterampilan, berinteraksi serta membuka peluang berjejaring. “Diharapkan dengan kegiatan positif ini anak-anak muda dapat menjadi ujung tombak pemupus prasangka,” harap Ellen. Foto: youtube.com Selama mengikuti kegiatan “Lasem Pluralism Trail”, mereka akan terlibat secara aktif dalam lokakarya, diskusi dan juga tur mengelilingi Lasem, kota yang terkenal sebagai laboratorium kebhinekaan. Tempat berbaurnya berbagai etnis dan budaya, mengunjungi Klenteng Gie Yong Bio, Klenteng Cun An Kiong, pantai Bangun, Karang Jahe, Rumah Batik Sekar Kencana, Pabrik Tegel LZ, Susur Sungai Dasun–Pulau Gosong,Pabrik Roti Indonesia, Museum Batik Nyah Lasem dan wisata kuliner ke Kampung Tuyuhan. “Kami akan memfasilitasi anak-anak muda ini untuk beriteraksi dengan para tokoh agama, sejarawan, dan budayawan setempat. Kami juga menghadirkan pakar kajian agama dan peneliti sosial budaya.” (Sumber: Artikel indochinatown.com Foto pgsp.big.go.id)
...more

Panjat Tebing di Lembah Harau, Berani?

Lembah Harau terletak di dekat Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Walaupun namanya lembah, yang jadi atraksi utama di sini adalah tebing dengan tinggi mencapai 300 meter! Berani panjat tebing di sini? Berbalut udara segar, Lembah Harau punya pemandangan yang ampuh untuk mengusir penat. Terletak di ketinggian lebih dari 500 mdpl, lembah ini dikelilingi beberapa bukit seperti Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak, dan Bukit Tarantang. Lanskap yang hijau akan langsung menyergap sudut mata Anda. Ssst, keindahan lembah ini tak jarang membuat banyak wisatawan enggan pulang. Untungnya ada beberapa homestay yang bisa dijadikan tempat menginap. Dalam perjalanan ke lembah ini, mata Anda akan tercengang melihat tebing-tebing granit. Tingginya tak main-main, mulai dari 80 meter hingga 300 meter! Tak heran tebing-tebing ini jadi lokasi favorit olahraga panjat tebing. Eits, tapi hati-hati, hanya pemanjat tebing profesional yang boleh menaklukkan tebing-tebing ini. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak dekat dengan air terjun Sarasah Bunta menjadi bukti, lembah ini sudah dikunjungi turis dari zaman kolonial. Lembah seluas 270 hekar ini juga menjadi habitat bagi monyet ekor panjang. Dari atas tebing-tebing ini, mengalirlah empat air terjun yaitu Sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan Sarasah Aie Angek. Beberapa di antaranya bahkan membentuk kolam alami yang sangat cantik di bagian lereng tebing! Nah, kalau Anda mengaku pecinta olahraga adrenalin, tak ada salahnya mencoba panjat tebing di Lembah Harau. Setelah itu, basuhlah diri Anda dengan sejuknya air dari beberapa air terjunnya. Dijamin, Anda tak akan menyesali liburan kali ini.  Sumber: travel.detik.com pasaharau.com/panjat-tebing-di-lembah-harau-berani/ Foto:http://pasaharau.com
...more

Bandung Heboh Dengan Calender Of Event 2024, Pariwisata Dan Budaya Makin Keren, Braga Jadi Hits!

TripTrus.Com - "Guys, dengerin nih, tahun 2024 bakal jadi puncaknya acara seru di Kota Bandung! Pj Wali Kota kita, si Bambang Tirtoyuliono, bilang kita harus nge-boost potensi pariwisata dan kebudayaan. Makin kece, loh, karena sekarang Bandung udah punya infrastruktur pariwisata yang oke banget, ditambah ada event-event keren sepanjang tahun 2024 yang masuk dalam Calendar of Event (COE)!" Bambang cerita pas lagi mampir ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung. Dia bilang, "COE udah kita luncurin, bro. Ini harus sampe ke telinga banyak orang. Kita pengen tarik turis lokal dan internasional, COE ini keren abis!" Dia juga dorong Disbudpar bekerja sama sama Diskominfo buat terus nge-branding dan komunikasi publik yang oke tentang Bandung, supaya tingkat kunjungan wisata ke Kota Bandung makin naik.       View this post on Instagram A post shared by Zia & Dinda (@ziadinda_) "Kita harus informasin lebih banyak lagi soal destinasi wisata di Bandung, bro. Banyak yang cuma tau beberapa aja, padahal di Bandung banyak banget, kan? Kita coba explore potensi-potensi baru buat jadi pilihan wisata," tambahnya. Dia contohin Braga, tuh. Menurut dia, Braga harus di-makeover biar enak buat para wisatawan. "Gue pengen Braga jadi tempat yang bisa dinikmati sama orang Bandung dan luar Bandung. Jangan sampe rame kendaraan. Gue pengen Braga jadi objek wisata Bandung yang keren," ujar Bambang. Selain itu, Bambang bilang potensi budaya juga harus terus di-upgrade dengan ngasih lebih banyak ruang buat para budayawan. "Ada banyak gedung seni keren di Bandung, kayak Bandung Creative Hub, Padepokan Mayang Seni Sunda, Teras Sunda Cibiru, gitu. Trus taman-taman juga bisa dipake buat pertunjukan seni. Kebudayaan harus lebih bisa eksis dan beri nilai buat Bandung. Ada 1200 lingkungan seni dan 120 maestro yang harus kita dorong. Ada BCH, Mayang Sunda, kita harus rancang supaya temen-temen budayawan bisa ekspresi diri dengan maksimal," paparnya. [Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"] Dia berharap, dengan peningkatan kualitas wisata dan budaya, Bandung bisa jadi lebih keren lagi. "Ayo, kita wujudin visi misi Kota Bandung, bikin Bandung jadi lebih kece lagi!" serunya. Nah, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Arief Syaifudin, nambahin, "Kolaborasi itu kuncinya, guys, buat tingkatin potensi wisata dan budaya. Kita optimal banget di kerjaan ini, soalnya Bandung punya perusahaan-perusahaan besar buat promosi. Kita kerja sama sama perusahaan-perusahaan itu, contohnya Bandung Great Sale, bisa dapet uang sampai Rp69 miliar, lho!" Soal budaya juga lagi disiapin, guys. Disbudpar lagi ngerjain revisi Perda Cagar Budaya buat selesain masalah cagar budaya di Kota Bandung. "Kita lagi susun revisi perda, semoga bisa selesain urusan cagar budaya Bandung ke depannya," pungkasnya. Seru, ya, rencananya Kota Bandung! (Sumber Foto @dogdays_photolab) 
...more

Ngga Usah Bingung, Guys! Ini Dia 5 Destinasi Seru Buat Nge-Rayain Liburan Imlek 2024 Di Indonesia!

TripTrus.Com - Ngga usah bingung, Bro! Imlek 2024 udah di depan mata nih. Udah tau mau liburan di mana? Kalo masih kaga kepikiran, chill aja dulu. Masih ada waktu buat nyusun rencana liburan Imlek tahun ini. Tahun Baru Imlek tinggal sebentar lagi, dan komunitas Tionghoa udah sibuk-sibuknya persiapin rayainnya dengan semangat tinggi. Salah satu tradisi keren pas Imlek itu kumpul-kumpul sama keluarga, saling bagi kebahagiaan, dan bagi-bagi angpao, tentu aja.       View this post on Instagram A post shared by F A H A D (@fahada_hmd168) Kalo lo masih kaga yakin mau liburan ke mana, santai aja, masih bisa direncanain kok. Nih, biar Imlek tahun ini makin greget, tapi masih bingung mau ngapain, yuk cek 5 destinasi keren di Indonesia ini! 1. Semarang, Jawa Tengah Imlek di Semarang bisa jadi seru banget, Bro! Mampir deh ke Kelenteng Sam Poo Kong, tempat Laksamana Cheng Ho nyampe pertama kali. Pas Imlek, kelenteng-kelenteng di kota ini langsung jadi penuh warna dan rame banget. 2. Singkawang, Kalimantan Barat Kota "Seribu Kelenteng" ini heboh banget menjelang Imlek, Bro. Lo bisa nikmatin parade keren siang hari dan lampion-lampion keren malem hari. Singkawang bener-bener destinasi oke buat rayain Imlek dengan penuh kegembiraan. 3. Surabaya, Jawa Timur Surabaya punya nuansa Imlek yang beda di Kawasan Pecinan Tambak Bayan, Bubutan. Ada barongsai yang seru banget nih buat hibur lo di setiap gang. Komunitas Tionghoa di sini udah siapin segala sesuatunya buat menyambut Imlek. [Baca juga : "Target Ngebet, Indonesia Incar 1,5 Juta Turis Tiongkok Di 2024 Dengan 13 Penerbangan Super Gokil!"] 4. Jakarta, DKI Jakarta Jakarta, pusat bisnis Indonesia, punya keseruan sendiri buat sambut Imlek. Coba deh jalan-jalan di Kawasan Pecinan Glodok di Jakarta Barat, tempatnya rame banget dengan barang-barang khas Imlek. Kalo lo belanja keperluan Imlek lebih awal, pasti pengalaman belanjanya lebih nyaman. 5. Medan, Sumatera Utara Kota Medan selalu seru pas Imlek, Bro. Mampir deh ke Vihara Gunung Timur, rasain atmosfir Imlek yang khas. Kawasan Pecinan Medan juga punya berbagai kuliner menggoda. Banyak destinasi seru di Indonesia buat liburan Imlek tahun ini, pasti bakal jadi pengalaman yang nggak terlupakan. Jadi, udah pada kepikiran belom destinasi mana yang bakal jadi pilihan lo? Selamat merencanain liburan Imlek yang penuh kegembiraan! (Sumber Foto @fikryyas) 
...more

Meriahnya Perayaan Imlek di Berbagai Penjuru Nusantara

TripTrus.Com -  Februari selalu menjadi momen yang istimewa bagi banyak orang. Bukan hanya berkat kehadiran Hari Kasih Sayang atau Valentine, bulan depan kamu juga mesti bersiap buat merayakan Tahun Baru Imlek! Yup, budaya yang berasal dari Tiongkok ini telah menjelma menjadi bagian penting masyarakat Indonesia. Nggak heran jika di momen Imlek 2018 ini nanti, KLovers akan menjumpai aksesoris dan pernak-pernik berwarna merah yang menghiasi beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas umum.   warna warni hiburan rakyat festival imlek solo _ #streetphotography #everybodystreet #serikat_sp #serikat_fi #kotasolo #soloevent #festivalimlek A post shared by Bogi Ardana (@mase_boogie) onJan 23, 2017 at 8:52am PST "Menariknya, berkat keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, perayaan Imlek tiap daerah pun memiliki kekhasan tersendiri. Penasaran seperti apa? Ketahui lebih jauh, yuk!" 1. Solo Solo dikenal sebagai salah satu kota yang amat kental menjunjung tinggi budaya Jawa. Hal yang menarik terjadi tiap peringatan Imlek, di mana nuansa Jawa yang amat kental itu akan dipadukan dengan kemeriahan adat Tionghoa! Dalam acara yang bertajuk Grebeg Sudiro tersebut, kamu dapat menyaksikan gunungan kue keranjang dan aneka hasil bumi yang diarak oleh bapak-bapak berbusana lurik. Kemudian di belakangnya menyusul karnaval barongsai dan pertunjukkan dari berbagai komunitas dari berbagai suku bangsa di Indonesia. 2. Semarang Semarak perayaan Imlek di Semarang berpusat di kawasan Pecinan bernama Pasar Semawis. Di sini, kemeriahan Imlek dijamin bisa bikin kamu terharu. Jalanan dihiasi dengan lampion dan aksesori Imlek warna-warni. Ada pula sebuah panggung yang disediakan untuk aneka pertunjukkan seperti wayang potehi, barongsai, wushu, tambur, dan lain sebagainya. Makin menyenangkan karena di sana pun kamu bisa wisata kuliner! Puas-puasin deh menikmati aneka penganan khas Tionghoa yang dipadu dengan kuliner asli Semarang! 3. Singkawang Singkawang adalah sebuah kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Meskipun wilayahnya tak lebih besar dari kota-kota di pulau Jawa, tapi daerah yang berada sejauh 145 kilometer dari Pontianak itu dikenal sebagai penyelenggara Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila selama periode perayaannya, Singkawang bakal didatangi oleh ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang menarik, Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan kebudayaan setempat. Penasaran kan, gimana jadinya?  4. Jogja Jogja selalu menghadirkan keistimewaan dalam momen apapun, tak terkecuali saat Imlek. Untuk merayakan tahun baru etnis Tionghoa itu, di Kampung Ketandan Malioboro bakal diselenggarakan Pekan Budaya Tionghoa. Konten acaranya juga menarik banget. Beberapa yang nggak boleh kamu lewatkan di antaranya atraksi budya dan pameran kuliner Tionghoa, serta pawai puluhan barongsai! Jadi, kalau ingin traveling di Jogja yang ‘berbeda' di Jogja, datang pas perayaan Imlek, deh! (Sumber: Artikel kapanlagi.com, Foto Bennylin)
...more

7 Spot Eksotis di Wisata Pulau Sangiang, Wajib Eksplor!

TripTrus.Com - Wisata Pulau Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Sunda, yakni antara Jawa dan Sumatra, tepatnya di Kabupaten Serang. Secara administratif, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten. Dulu pulau ini di jadikan cagar alam. Namun seiring berjalannya waktu, pulau ini dijadikan taman wisata alam laut. Belum banyak yang tahu tentang pulau kebanggaan Kabupaten Serang tersebut. Terbukti dari sedikitnya wisatawan yang mengunjungi sehingga keindahan pulaunya masih terjaga sampai saat ini. Berikut adalah daftar beberapa spot menarik yang sayang untuk kamu lewatkan jika kebetulan berkunjung ke Pulau Sangiang seperti dikutip dari IDN Times.       View this post on Instagram A post shared by Jakarta Jalan Jalan (@jktjalanjalan) onMar 30, 2020 at 7:01pm PDT 1. Pemandangan nuansa hijau sebelum sampai di dermaga Spot indah yang pertama kali menyambut kedatangan wisatawan adalah nuansa hijau dari hutan bakau dan anak sungai menuju ke dermaga Pulau Sangiang, seperti sungai Amazon nuansa yang tergambar pada spot ini 2. Goa Kelelawar Bukan hanya Bali, di Pulau Sangiang kalian dapat menjumpai goa kelelawar dan menyaksikan ratusan kelelawar bermain – main dengan deburan ombak yang memasuki goa tersebut. Pada bagian ujung gua terlihat lubang sebagai tempat masuknya air. Wajar saja jika permukaan gua terendam oleh air laut. Ada satu yang unik dari terendamnya permukaan gua ini yakni ikan hiu datang untuk menunggu kelelawar yang jatuh untuk menjadi santapan. Namun untuk melihat peristiwa yang langka tersebut pengunjung harus menunggu momen yang pas. Biasanya pagi sampai siang hari di bulan Mei hingga Agustus menjadi waktu yang pas untuk melihat hiu melahap kelelawar yang jatuh dari langit-langit di Gua Kelelawar, Pulau Sangiang 3. Puncak Begal Pengalaman paling menarik dari Puncak Begal adalah wisatawan disuguhkan keindahan sunset di sore hari. Dan di Puncak Begal ini kalian dapat melihat pemandangan laut lepas serta sensasi ombak yang bertabrakan dengan tebing – tebing di sekitar serta memiliki pemandangan yang indah untuk jadi spot foto. [Baca juga : "2021, Pemkab Bogor Targetkan Geopark Pongkor Mendunia"] 4. Bukit Harapan Di spot ini kalian dapat beristirahat sejenak setelah melakukan perjalan dari spot sebelumnya. Bukit Harapan menyuguhkan pemandangan indah dan asri serta anginnya yang sepoi-sepoi dijamin bikin kalian betah berlama-lama di spot ini 5. Pantai Sangiang Di Pantai Sangiang sendiri kalian dapat menikmati pemandangan yang indah dari pasir putih dan biru laut serta hijau tebing. Tidak seperti pantai kebanyakan, Pantai Sangiang ini tidak begitu di penuhi wisatawan sehingga kalian bebas berfoto di spot ini tanpa terganggu keramaian orang berlalu-lalang. For your information, kalian bisa menginap di sekitar pantai dengan menggunakan tenda bersama teman – teman kalian Selain itu saat berwisata ke Pulau Sangiang, jangan lewatkan pemandangan bawah lautnya yang indah dengan cara melakukan snorkeling. Jika kamu tidak membawa alat snorkeling, jangan khawatir sebab banyak persewaan alat snorkeling di Pulau Sangiang. (Sumber: Artikel bantennews.co.id Foto jktjalanjalan)
...more

Lembah Harau

Lembah Harau merupakan lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Berada sekitar 138 km dari Padang dan sekitar 47 km dari Bukittinggi atau sekitar 18 km dari Kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Tempat ini dikelilingi batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Harau diyakini berasal dari kata ‘parau’, istilah lokal yang artinya suara serak. Dulu, penduduk yang tinggal di atas Bukit Jambu sering menghadapi banjir dan longsor sehingga menimbulkan kegaduhan dan kepanikan. Penduduknya sering berteriak histeris dan akhirnya menimbulkan suara parau. Dengan ciri suara penduduknya banyak yang parau didengar maka daerah tersebut dinamakan ‘orau’ dan kemudian berubah nama menjadi ‘Arau’ hingga akhirnya penyebutan lebih sering menjadi ‘harau’. Melakukan perjalanan sejauh 44 kilometer ke arah Pekanbaru dan Riau maka Anda akan berhenti di Lembah Harau dengan tebing batu granit curam setinggi 80-300 meter. Di Lembah Harau ini terdapat air terjun bernama Bunta Waterfall atau secara lokal disebut Sarasah Bunta. Air terjun ini mengalirkan air tawar segar dari dataran tinggi dengan tiga air terjun lainnya di lembah ini. Sarasah Bunta ini mempunyai air terjun yang berunta-unta indah apabila terpancar sinar matahari seperti bidadari yang sedang mandi sehingga dinamakan Sarasah Bunta. Lembah Harau sebenarnya merupakan cagar alam seluas 669 hektar. Hasil survei tim geologi asal Jerman tahun 1980 menemukan jenis batuan yang ditemukan di daerah ini identik dengan yang ditemukan di dasar laut berupa batuan breksi dan konglomerat. Legenda masyarakat Sarasah Aka Barayunjuga menceritakan bahwa di sekitar Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah laut. Lembah Harau ini terdiri dari tiga kawasan yaitu Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang. Resort Aka Barayun memiliki keindahan air terjun dan kolam renang ditambah nuansa alam yang asri. Selain itu juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan mampu memantulkan suara (echo). Di sini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay lengkap dengan fasilitasnya. Di sinilah penggemar olah raga panjat tebing seperti menemukan surganya. Dinding curam bukan hanya menjadi daya tarik bagi fotografer tetapi pemanjat tebing pun tertarik memanjat dinding di lembah ini dimana terdapat 300 lokasi panjat tebing. Di sisi lain, pagar tebing cadas yang curam telah menciptakan relief cantik sekaligus menantang terutama Anda yang menyukai olahraga panjat tebing. Kecuraman tebing di tempat ini mencapai 90 derajat dengan ketinggian yang mencapai 150 hingga 200 meter. Tak salah rasanya jika Lembah Harau menjadi surga bagi pecinta panjat tebing. Para pemanjat menjuluki lembah ini sebagai Yosemite-nya Indonesia. Bila anda tertarik dengan Lembah Harau, setiap tahunya pemerintah mengadakan festival Lembah Harau untuk info lebih lanjut silakan klik link dibawah ini http://www.triptrus.com/event/festival-lembah-harau-2018.  Sumber:http://travel.kompas.com/ Foto:https://www.lihat.co.id/wisata/lembah-harau-payakumbuh-sumbar.html    Kindly inform all of you we will have spectacular event on July, 13th to 15th 2018, these traditions of the Minangkabau will be presented at the Pasa Harau Art & Cultural Festival, the will be centered at the beautiful Harau Valley in Limo puluah koto Regency. Located about an hour’s drive from Bukittinggi city. The Harau Valley dubbed the Yosemite of Indonesia, has green rice fields hemmed in by huge granite rocks. Where refreshing waterfalls tumble down to irrigate the fields!!! ❀❀❀❀ Check it out and DON'T MISS IT!!!!! https://pasaharau.com/ Are you ready to find another heaven in Indonesia? Come on! #indonesia #pasaharau #pasaharauartandculturefestival #minangkabau #westsumatera #limopuluahkota #limapuluhkota #art #culture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #ayokeindonesia #welcometoindonesia #travelling #event #duniamenujuharau #roadtopasaharau2018 #beautifuldestinations A post shared by siska oktaviani (@chu8y) onApr 10, 2018 at 2:17am PDT
...more

15 Tempat Instagrammable Di Bali Yang Harus Banget Dikunjungi!

TripTrus.Com -  Siapa yang gak mau punya feed Instagram yang kece? Koleksi foto Sobat Pesona bakalan makin keren abis mengunjungi 15 tempat ini di Bali, guys!       View this post on Instagram A post shared by 𝐴𝐿𝐸𝑋𝐢𝐼𝑆_𝑆𝐴𝑁𝐢𝐻𝐸𝑍 (@alexcis_sanchez) 1. Air Terjun Banyumala Twin Nggak cuma terkenal, Banyumala Twin Waterfall juga masih alami banget. Lokasinya di pinggiran Munduk dan jalan menuju Denpasar. Susah payah mencapainya akan terbayar dengan pemandangan hijau, batuan, dan sungai yang asik. Cocok banget buat Santai Pesona! 2. Campuhan Ridge Walk Selain ombak, Bali punya alam indah banget, seperti Campuhan Ridge Walk di Ubud. Jalan di perbukitan sepanjang 9 km dengan view bukit yang stunning dan lembah hijau Sungai Wos. Bisa ketemu Gunung Agung kalau beruntung. Bikin liburan Sobat Pesona makin wow! 3. Pura Gunung Kawi Pura kuno ini punya relief di tebing batu yang unik. Dari sini, Sobat Pesona bisa nikmatin Sungai Pakerisan dan halaman Pura yang klasik. Sebelum masuk, ritual cuci tangan pake air suci wajib, loh! Pengalaman eksotis yang harus di-bucket-list, guys! 4. Taman Budaya GWK Buat yang suka budaya, Taman Budaya GWK pilihan banget! Ada tarian Bali, termasuk Kecak dan Legong yang keren abis. Kolam Teratai GWK bisa jadi spot foto kece sambil lihat patung Garuda Wisnu Kencana yang megah. Liburan Sobat Pesona bakalan nggak terlupakan! 5. Gerbang Handara Golf Course Gerbang ikonik ini hits banget buat foto Instagram. Pemandangan hijau dan damai bikin banyak turis mampir. Selain gerbang Bali yang eksotis, Sobat Pesona bisa foto dengan latar bukit hijau yang cantik. Bikin teman-teman iri dengan foto keren di Handara Golf Course Gate! 6. Pantai Kelingking Nusa Penida Pantai Kelingking bikin liburan Sobat Pesona makin epik! Tebing yang mirip T-Rex dan pantai indahnya bikin nganga. Perjalanan ke sini mungkin tantangannya tinggi, tapi pemandangan birunya laut yang membingkai tebing T-Rex bikin semua capek terbayar! 7. Pura Luhur Lempuyang Instagramable favorit selanjutnya, Pura Luhur Lempuyang. Pura gunung kuno di Bali Timur ini punya anak tangga lebih dari 1.700 buah. Bagi yang suka hiking dan situs arkeologi, ini tempatnya. Tapi yang nggak suka hiking juga bisa nikmati pemandangan dari bawah. Cocok buat liburan yang tak terlupakan! 8. Pura Ulun Danu Bratan Landmark yang cantik dan bersejarah, Pura Ulun Danu Bratan cocok buat Sobat Pesona yang suka foto. Berada di tengah jalan yang menghubungkan Bali Utara dan Selatan, pemandangan danau membuatnya terlihat melayang. Spot foto favorit buat banyak orang! 9. Tanah Lot Destinasi penting di Bali lainnya adalah Tanah Lot. Pura Hindu yang eksotis di atas karang dengan ombak yang keras. Dikenal sebagai tempat terbaik buat nonton matahari terbenam. Juga punya pasar suvenir buat bawa oleh-oleh Bali! 10. Terasering Tegalalang Di Ubud yang ramai, Terasering Tegalalang punya pemandangan persawahan megah. Cocok buat yang pengen nikmatin alam dan jauh dari keramaian kota. Pasti jadi kenangan indah! [Baca juga : "7 Tempat Keren Buat Nongkrong Sambil Nge-View Keindahan Danau Toba Yang Makin Oke"] 11. The Bali Swing The Bali Swing lagi ngetren banget buat foto Instagram. Ayunan di ketinggian dengan latar lembah palem dan sungai yang asik. Jangan lupa datang pas golden hour buat dapet foto kece! Selamat bergaya, Sob! 12. Tirta Empul Di Desa Manukaya, Tirta Empul punya mata air suci dan kompleks Pura yang keren. Cocok buat yang suka sejarah, mitos, dan legenda Bali. Momen upacara adat juga bisa jadi pengalaman seru! 13. Tirta Gangga Water Palace Taman air megah ini di desa Ababi punya spot foto yang estetik banget. Pemandangan dan arsitektur tradisional Bali bikin liburan Sobat Pesona lebih inspiratif. 14. Pura Uluwatu Pura Luhur Uluwatu adalah salah satu dari 6 Pura utama di Bali. Ada di tebing curam 70 meter di atas laut. Cocok buat nonton matahari terbenam sambil lihat pertunjukan tari Kecak yang seru. Pemandangan dan pertunjukan ini bikin feed Instagram Sobat Pesona makin asik! 15. Wanagiri Hidden Hills Lookout Destinasi di Utara Bali ini punya spot-spto foto keren, seperti sarang burung raksasa dan ayunan. Pemandangan danau dari atas bikin foto Sobat Pesona makin memorable. Pastikan datang sebelum matahari terbenam! Buat Sobat Pesona yang lagi cari spot foto Instagramable di Bali, tempat-tempat ini wajib masuk list! Ayo pesan tiket, liburan ke Bali pasti seru! Bali punya banyak destinasi keren buat Sobat Pesona yang suka foto-foto, jadi jangan ragu buat eksplorasi! πŸŒ΄πŸ“Έ #PesonaBali #LiburanSeru (Sumber Foto @zy_azizah) 
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Banten - Part 2

TripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M. Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat. Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Jami' Kalipasir       View this post on Instagram A post shared by Heru Santoso (@sirhumphreyappleby) onJan 5, 2019 at 7:22pm PST Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. Masjid Kali Pasir dibangun bersebelahan dengan Klenteng Boen Tek Bio yang saat itu sudah berdiri tegak. Masjid yang berukuran sekitar 288 meter persegi ini didirikan pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamit Wijaya yang berasal dari Kahuripan Bogor. Selain menjadi tempat ibadah dan syiar agama, Masjid Kali Pasir memiliki nilai sejarah yang tinggi. Masjid ini menjadi tempat akulturasi budaya dan saksi perjuangan anak bangsa melawan penjajah. 2. Masjid Agung Ar Rahman       View this post on Instagram A post shared by Idha Daffariz (@ida_nurwahida03) onMay 30, 2018 at 2:32am PDT Kabupaten Pandeglang sebagai kota santri memang sudah selayaknya memiliki masjid yang agung. Masjid Agung Ar-Rahman terletak di Jl. Masjid Agung No. 2 Kel Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kab. Pandeglang. Tepatnya berada di sebelah barat Alun-alun Pandeglang Tentu saja menjadi tempat cukup strategis sebagai tempat ibadah. Masjid Agung Ar-Rahman berdiri sejak tahun 1870 atas Tanah wakaf dari Raden Adipati Arya Natadiningrat atau Raden Alya atau Dalem Ciekek. Masjid Agung Ar-Rahman yang merupakan perpaduan gaya Hindu Jawa, Cina dan Eropa, dengan luas tanah 2.280 m2 dan luas bangunan 2.182 m2. Masjid Agung Pandeglang yang bernama Ar-Rahman ini memang tidak seramai masjid Banten Lama dalam sehari-harinya. 3. Masjid Kuno Kaujon       View this post on Instagram A post shared by indrasusenoSE (@indrasusenose) onOct 23, 2019 at 11:11pm PDT Masjid Kuno Kaujon terletak di Kaujon RT. 01 RW. 01 Kel. Serang, Kec. Serang, Kab. Serang. Menurut sesepuh yang ada di sekitar masjid ini, Masjid Kuno Kaujon jauh lebih tua dari usia jembatan Kaujon yang dibangun pada tahun 1875. Meski tidak seorang pun mengetahui kapan pendiriannya, masjid ini tergolong kuno karena masuk ke dalam daftar cagar budaya Provinsi Banten. Masjid Kuno Kaujon berdiri di atas pondasi masif yang tingginya 60 cm. Adapun luasnya adalah 703 m². Ruang utama yang berbentuk empat persegi dengan ukuran  10 m x 10 m, ditopang oleh empat buah tiang kayu /soko guru di bagian bawahnya terdapat empat buah umpak batu berbentuk labu. Mihrab terdapat pada dinding sebelah barat berupa ruang yang menjorok ke dalam. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 1"] 4. Masjid Salafiah Caringin       View this post on Instagram A post shared by ketan bintul (@ketan_bintul) onMar 17, 2018 at 8:26pm PDT Masjid Salafiah Caringin terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 31, Desa Caringin, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang. Masjid Salafiah Caringin menjadi peninggalan muslim Banten pada masa pemerintahan kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Hillem Daendels. Pada 1883 Desa Caringin ditinggalkan oleh penduduknya karena terjadi gempa bumi akibat Gunung Krakatau meletus. Keadaannya menjadi hancur dan gersang. Setelah setahun ditinggalkan akhirnya mereka kembali ke Caringin pada 1884. Sekembalinya mereka ke Caringin, tak lama kemudian ada seorang ulama yang bernama Syekh Asnawi bersama dengan penduduk secara gotong royong membangun masjid pada tahun 1884. Masjid ini diberi nama Masjid Caringin sampai sekarang. Syekh Asnawi adalah putra KH. Mas Abdurrahman (penghulu Caringin) dan ibunya Ratu Syafiah (keturunan Sultan Banten) yang lahir pada 1852. 5. Masjid Agung Carita (Al Khusaeni)       View this post on Instagram A post shared by Labuan Banten (@infolabuan) onMay 6, 2019 at 6:45pm PDT Di daerah wisata Pantai Carita lebih tepatnya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kec. Carita, Kab. Pandeglang, berdiri masjid tua peninggalan masa penjajahan. Masjid ini diberi nama Masjid Al-Khusaeni Carita. Menurut sejarah, pembangunan Masjid Al-Khusaeni Carita dipimpin oleh salah seorang murid Syekh Nawawi Al-Bantani, Al-Khusaeni. Ia mulai membangun masjid ini tahun 1889 selesai tahun 1895 masehi. Masjid Al Khusaeni ini memiliki arah hadap ke timur dengan empat serambi di setiap sisi mata angin. Pada bagian serambi ini, berdirilah tiang-tiang penyangga atap yang bentuknya berupa kolom seperti pada bangunan kolonial. i sisi barat masjid terdapat makam KHM Husein atau pendiri masjid beserta dengan keturunannya (4 makam) yang sudah diberikan atap dan berlantai keramik. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id Foto medcom.id)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...