TripTrus.Com - Bro-sis traveler, siap-siap nih Juli 2025 bakal ramai event kece di seantero Indo! Ada festival budaya, lari pagi sehat, kuliner nostalgia, sampai konser malam di taman bumi—semuanya hits banget buat lo anak Gen Z atau milenial yang butuh konten fresh dan vibes liburan yang gak mainstream. Lo tinggal pilih: pingin jalan bareng topeng di Lampung, nostalgia kuliner Jogja, party lokal di Kaltim, seru-seruan gratis di Sukabumi, atau nonton gemerlap Geopark Night Specta di Gunungkidul. Siapkan DSLR, sneakers, dan dirimu yang hyped!
1. K-Fest Lampung – Festival Budaya & Olahraga (1–6 Juli)
K-Fest ke-34 di Lampung ini menggila banget: ada Karnaval Topeng Lampung (5 Juli), Krakatau Run pagi-pagi (6 Juli), dan UMKM bazar penuh kuliner & kreasi lokal (1–6 Juli). Malam puncak-nya? Ada Mr. JONOJONI bikin ketawa plus pengumuman kontes topeng—pas banget buat lo yang pingin healing budaya sambil ngerasa Indonesia banget!
2. Kangen Dolan Teras Malioboro – Festival Kuliner Nostalgia Jogja (19–23 Juni)
Lo yang kangen sama vibe Jogja, siap-siap balik ke masa lalu! “Kangen Dolan Teras Malioboro” hadir lagi—sajian gudeg, cenil, wedang uwuh, musik keroncong dan akustik, semua gratis! Ajak squad lo buat kulineran sore sampe malam, sambil baca spot Instagramable seantero Teras Malioboro. Nostalgia maksimal!
3. Sebuntal Fest 2.0 – Party & Kreativitas Lokal di Kutai Kartanegara (15–19 Juli)
Sebuntal Fest kembali lagi di Marangkayu, Kutai Kartanegara. Ada musik, tarian, fashion show, lomba mewarnai, zumba party, plus 30+ tenant UMKM yang jualan jajanan dan produk lokal viral. Cocok buat lo yang pingin explore festival lokal yang fun, penuh warna, dan support bisnis kecil wilayah!
[Baca juga : "Pulau Sangiang, Liburan Lo Gak Cuma Healing, Tapi Juga Nambah Cerita Mistis & Seru!"]
4. Geofest Sukabumi – Geopark Festival Gratis (5 Juli)
Sukabumi juga gak mau ketinggalan nih! GeoFest 2025 free event di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terjadwal puncak 5 Juli. Acara ini dikemas edukatif banget: ada talkshow, edukamp, pameran, dan sambutan resmi Bupati Sukabumi. Cocok buat lo yang butuh liburan murah meriah plus belajar tentang kelestarian alam!
5. Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 – Simfoni Taman Bumi (18–19 Juli)
View this post on Instagram
A post shared by JASA JAHIT GUNUNGKIDUL JOGJA (@elfata.fashion)
Event malam spektakuler di Amphitheater Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Dimulai dengan lomba poster untuk pelajar DIY, tari tayub kolosal, bazar UMKM, talkshow coklat Nglanggeran, hingga konser gamelan orkestra plus bintang tamu. Masukannya gratis, atmosfernya epic, rekomended untuk culture-seeker!
Bro-sis, lo liat gak? Juli 2025 ini bakal penuh event seru dan edukatif dari ujung barat ke timur Indo. Tinggal pilih vibes-nya—budaya, lari pagi, kuliner nostalgia, kreativitas lokal, atau keajaiban geopark malam hari. Semua low budget, sekali jalan bisa dapet konten & experience Instagram-worthy. Jadi, lo tim yang mana? Jangan tunggu “viral”, mending jalan duluan! (Sumber Foto @sanggarpakem)
...moreTripTrus.Com - Indonesia memiliki banyak sekali pulau yang dibagi menjadi beberapa provinsi, sehingga tidak heran kalau negeri kita memiliki banyak sekali spot wisata yang menarik. Bahkan bukan hanya orang indonesia saja yang tertarik untuk pergi berwisata yang tersebar di berbagai daerah, orang barat pun juga sering kali mengunjungi negeri ini hanya untuk sekedar berlibur.
Tidak heran bila di beberapa tempat wisata menarik, sering sekali ditemui orang bule. Hal tersebut berlaku di manapun, termasuk di kota manado. Melansir dari indotimes.net manado itu salah satu kota yang memiliki banyak sekali tempat wisata yang wajib dikunjungi.
Manado sendiri merupakan kota yang terletak di provinsi sulawesi utara dimana kota ini memiliki sekitar 11 kecamatan yang terbagi menjadi 87 kelurahan dan desa.
Buat yang ingin berkunjung kesini berikut adalah beberapa destinasi wisata yang favorit menurut info yang membahas tempat wisata terbaik. Selain itu spot wisata di manado cukup kekinian dan Instagramable yaitu cocok untuk foto-foto dan di unggah ke dalam akun instagram. Kalau begitu simak yuk tempat wisatanya dimana saja.
1. Pulau Siladen
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Eunike Kartini (@tarinaminusta)
Ingin berlibur di sebuah pantai dengan panorama yang indah? Maka pulau siladen bisa jadi destinasi yang tepat. Karena pulau ini menawarkan nuansa pantai biru dengan pasir putihnya yang memukau. Untuk bisa mencapai pulau ini dibutuhkan sebuah perahu untuk menyeberang. Nanti saat berangkat para pengunjung bisa melihat keindahan terumbu karang dengan warna laut yang masih bersih dan bening.
2. Bunaken
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Paula (@pauladives)
Siapa sih yang belum mendengar spot wisata bunaken? Karena ini adalah salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi dan sangat terkenal dengan panorama keindahan lautnya. Sehingga bila pergi ke manado jangan lupa untuk mampir ke bunaken karena spot wisata satu ini punya lebih dari 2000 jenis ikan bahkan sebagian ikan langka dan hampir punah bisa ditemukan disini. Silahkan sewa perahu untuk menikmati keindahan taman laut satu dengan yang lainnya yang ada di bunaken.
3. Pulau Manado Tua
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh TurisIndo Official Account (@turisindocom)
Tidak jauh dari Bunaken terdapat pulau manado tua dimana pulau ini termasuk ke dalam gugusan pulau yang membentuk taman nasional bunaken yang begitu luas. Untuk bisa mencapai ke pulau ini setidaknya dibutuhkan perjalanan selama 1 jam menggunakan perahu motor. Terdapat panorama pegunungan hijau yang dikelilingi oleh lautan yang begitu indah.
Perairan yang ada di kepulauan ini pun masih being, sangat jernih serta bebas dari polusi. Sehingga buat yang gemar selfie akan membuat foto kamu menjadi lebih menarik karena Pulau Manado Tua memiliki banyak panorama yang bisa dijadikan sebagai latar belakang sebuah foto.
[Baca juga : "Ini Rekomendasi Destinasi Wisata Akhir Tahun Yang Wajib Dikunjungi"]
Apalagi disini para wisatawan juga bisa memburu sunset, berkeliling dengan sepeda sampai berjemur. Hanya saja di pulau ini tidak terdapat tempat untuk menginap sehingga ketika berlibur kesini harus menginap di Pulau Bunaken atau bisa juga di Pulau Siladen. Nah, itulah tiga spot wisata terbaik yang ada di manado. Sudahkah kamu berkunjung kesini? (Sumber: Artikel klikpositif.com/ Foto @ntl_21)
...moreTRIPTRUS - Ada 4 hal yang membuat traveler muslim berbeda dan istimewa. Apa saja?
Berbeda dengan wisatawan kebanyakan, wisatawan muslim memiliki beberapa kebutuhan dan pedoman penting yang wajib dipenuhi selama melakukan traveling jarak jauh. Inilah yang kemudian membuat traveler muslim menjadi lebih 'istimewa' ketimbang traveler pada umumnya.
Dilansir dari muslimtravelgirl.boardingarea.com, ada 4 hal yang membuat traveler muslim berbeda dan istimewa. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Salat
Ini adalah perbedaan terbesar yang dimiliki traveler muslim. Saat melakukan perjalanan antarnegara, traveler muslim akan selalu memikirkan kapan waktu salat dan tempat terbaik untuk melakukan salat.
Berbeda dengan traveler pada umumnya, traveler muslim diwajibkan untuk meluangkan waktu 5 kali sehari untuk melakukan salat meski sedang dalam perjalanan. Karena itu tak heran sering kita lihat banyak traveler muslim yang melakukan salat di tempat-tempat umum seperti lounge bandara, sudut stasiun kereta api dan tempat lainnya.
Sebaiknya sebisa mungkin traveler muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh tak meninggalkan kewajiban salat 5 waktu. Kalaupun kesulitan dalam mengejar waktu, para traveler dapat melakukan Jamak atau Qashar.
2. Makanan Halal
Kehalalan makanan menjadi salah satu perhatian utama para traveler muslim. Karena itu, saat sedang traveling ke negara-negara lain terutama negara nonmuslim biasanya traveler muslim akan sangat selektif dan berhati-hati dalam memilih makanan dan tempat makan.
Namun menariknya, kini banyak negara di berbagai belahan dunia yang telah menerapkan konsep wisata ramah muslim. Tengok saja Jepang dan Korea Selatan yang kini banyak menyediakan kuliner halal demi mengakomodir para traveler muslim.
3. Kegiatan
Meski sedang traveling atau liburan, ada batasan-batasan tertentu yang harus selalu dijaga dan diperhatikan oleh traveler muslim. Traveler muslim tak boleh melakukan aktivitas yang melanggar syariat, seperti minum alkohol atau menari di klub malam.
Traveler berhijab pun seringkali harus memperhitungkan fasilitas-fasilitas yang memisahkan antara bagian pria dan wanita saat sedang berlibur. Misalnya memilih kolam renang hotel atau fasilitas spa yang memisahkan wanita dan pria.
4. Waktu Bepergian
Waktu bepergian yang tepat selalu menjadi pertimbangan para traveler muslim. Misalnya selama bulan Ramadan, traveler muslim biasanya tak akan melakukan perjalanan menjelajahi dunia. Karena pada bulan ini traveler akan fokus berpuasa dan melakukan ibadah lainnya. Saat bulan Ramadan kebanyakan traveler muslim justru tertarik untuk melakukan perjalanan umrah ke Tanah Suci. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id Foto smartmeetings.com)
...moreTripTrus.Com - Wisata peninggalan sejarah atau wisata heritage semakin banyak diminati. Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta banyak jadi tujuan penggemar wisata heritage. Tapi selain 3 kota tersebut, kota-kota di bawah ini juga menyimpan kisah sejarah yang menarik untuk wisata heritage, baik dari segi bangunan maupun peninggalan lainnya.
1.Lasem
*update blog dulu ala-ala travel blogger* NEW BLOG POST: Kesengsem Lasem, Foto-foto Perjalanan Akhir Pekan di Tiongkok Kecil Jawa Tengah (link blog di bio). . Btw untuk foto-foto, vlog, dan artikel-artikel travel yang lama saya posting ulang di blog TRAVLESIA.COM . Silahkan follow atau sekedar scroll-scroll dan kasih double tap: @travlesia @travlesia @travlesia . Kapkhun khap! 🙏 . 📸 by mas @kermit_89 . #lasem #awesomelasem #kesengsemlasem #explorelasem #lasemkotatua #travelblog #travel #travelblogger #alexjourney #travlesia #indonesia
A post shared by Alex Zulfikar (@alexjourney.id) onMar 2, 2018 at 8:33pm PST
Kota Lasem terletak di Kabupaten Rembang. Wisata heritage Lasem menyuguhkan potret kehidupan pecinan di masa lampau dan percampurannya dengan budaya setempat. Klenteng Gie Yong Bo dan Klenteng Cu An Kiong terbuka bagi wisatawan untuk berkunjung dan mengambil foto. Setelahnya kamu harus mampir ke Omah Lawang Ombo, rumah tua yang pada abad 18 dulu digunakan sebagai gudang opium, lalu ke Masjid Jami’ Lasem yang di sekitarnya terdapat makam waliyullah dan banyak jadi tujuan ziarah.
Lasem punya sejarah yang panjang dalam pengelolaan keragaman budaya dan masyarakat. Bangunan-bangunan lama bergaya India-China bertebaran di penjuru Lasem dan jadi daya tarik tersendiri. Sebagai oleh-oleh, kamu bisa membeli batik Karangturi khas Lasem di rumah batik Bu Sutera yang teknik pembuatannya tradisional dan diwariskan turun-temurun.
[Baca juga : Menjelajah Lima Tempat Wisata Menarik Bernilai Sejarah Di Banten]
2. Cianjur
Tjiandjoer : Preanger Regentschappen. Tidak banyak yang tahu kalau dulunya Cianjur adalah ibukota Karesidenan Priangan. Dikarenakan letusan Gunung Gede, ibukota Karesidenan ini mulai tahun 1864 dipindahkan ke Bandung. Dengan masuknya Galuh (awal abad ke-19), wilayah Karesidenan Priangan bertambah menjadi 6 kabupaten; Cianjur, Bandung, Sumedang, Limbangan, Sukapura, dan Galuh. . . . #myheritagetrip #vakansinesia #photos #pic #pics #socialenvy #shopstemdesigns #picture #pictures #snapshot #art #beautiful #instagood #picoftheday #photooftheday #color #all_shots #exposure #composition #focus #capture #moment #hdr #hdrspotters #hdrstyles_gf #hdri #hdroftheday #hdriphonegraphy #hdr_lovers #awesome_hdr
A post shared by अदित्य (@adityaindi) onMar 24, 2018 at 6:13am PDT
Cianjur terkenal akan wisata heritage situs Gunung Padang yang bersejarah. Situs tersebut berupa kumpulan batuan megalitik yang banyak jadi objek penelitian. Di masa kolonial, Cianjur menjadi ibukota Karesidenan Priangan. Priangan atau Preanger lekat dengan sejarah VOC dan Preanger Stelsel, yang memerintahkan warga untuk menanam hasil bumi, terutama kopi. Setelah VOC bangkrut, Daendels membangun jalan raya Anyer-Panarukan yang melewati Cianjur. Makanya Cianjur kaya akan peninggalan sejarah yang bisa kamu telusuri.
Di tengah kota berdiri sebuah pendopo yang pernah hancur akibat gempa tahun 1779 dan dibangun lagi jadi bentuk sekarang pada tahun 1780. Pendopo ini dibangun dengan gaya campuran Eropa yang terlihat dari bentuk tiang-tiang dan terasnya. Tak jauh dari pendopo, kamu akan menemukan kantor pos tertua di Cianjur. Kantor pos ini dulu menjadi pusat persuratan dan telegram di seantero Priangan. Selanjutnya jika kamu mampir ke Jalan Shanghai, kamu akan melihat banyak bangunan khas Tionghoa yang bercampur dengan khas lokal seperti di kawasan pertokoan yang atapnya berbentuk pelana, bangunan klenteng, dan wihara.
3. Gombong
Klenteng Kong Hwie Kiong Kebumen dibangun th 1898, dibangun kembali th 1969 dikarenakan Kelenteng Kong Hwie Kiong mengalami kerusakan berat di tahun 48-49. Entah mengapa klenteng ini menggunakan pelindung Dewi Samudra seperti banyak kerabatnya di pantai Utara. Padahal klenteng Kebumen terletak di tengah kota.
A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onMar 10, 2018 at 3:46pm PST
Belum banyak yang mengetahui Gombong, sebuah kota kecil di Kabupaten Kebumen, sebagai tujuan wisata heritage . Bangunan tua khas kolonial tersebar di sejumlah sudut kota, seperti Benteng van der Wijck, kompleks rumah sakit militer, gedung Chung Hwa Chung Hwi, pabrik rokok klembak menyan, dan gedung-gedung sekolah ala Hindia Belanda. Beberapa bangunan sudah beralih fungsi, namun bentuk aslinya masih dipertahankan. Salah satunya adalah Roemah Martha Tilaar, sebuah rumah tua yang kini menjadi museum dan rumah budaya.
Tak jauh dari pusat kota, tersebar berbagai tempat ibadah yang letaknya saling berdekatan. Misalnya Gereja Katolik Santo Mikael yang dulunya adalah gedung societeit dan kini menjadi gereja tertua di Gombong, Masjid Kauman, dan Klenteng Hok Tek Bio yang bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Sedikit ke pinggiran kota, terdapat wihara yang juga menyediakan tempat bagi kamu yang ingin wisata spiritual atau bermeditasi. Bangunan-bangunan tersebut menjadi bukti keragaman kota Gombong yang terus dipertahankan sampai sekarang.
Menarik kan mengetahui ternyata kota-kota kecil pun punya cerita sejarah dan peninggalannya masing-masing. Tambahkan ketiga kota di atas dalam wishlist wisata heritage kamu ya! (Sumber: Artikel reservasiku.com, Foto Kermit Rachmadijaya)
...morePapua dikenal memiliki beragam alat musik yang memiliki fungsinya masing-masing. Alat musik seperti tifa, krombi, menjadi beberapa nama alat musik yang berasal dari negeri berjuluk bumi cendrawasih tersebut. Selain dua nama tadi, ada satu alat musik tradisional khas Papua yang berfungsi untuk memanggil penduduk yaitu fuu.
Fuu merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup pada bagian yang berlubang atau terbuka. Selain digunakan untuk memanggil penduduk, alat musik ini juga biasa digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua khususnya masyarakat Suku Asmat, Kabupaten Merauke.
Bersama alat musik khas Papua lainnya seperti tifa dan kelambut, biasanya fuu dimainkan dan menjadi paduan harmonisasi yang memberikan warna tersendiri pada ciri khas musik Papua.
Fuu menjadi salah satu alat musik tradisional yang harus dilestarikan keberadaannya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Papua dan menjadi kearifan lokal dari identitas sebuah daerah.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Pandeglang berada di bawah keresidenan Banten, sebagai ibukota dari wilayah Banten Tengah. Meskipun begitu, Pandeglang bukan merupakan sebuah kabupaten, tapi memiliki posisi sebagai daerah administratif yang menentukan dalam perpolitikan pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada saat itu (Dahlan dan Lasmiyati, 2007). Penetapan Pandeglang sebagai sebuah kabupaten terdapat dalam Staatblad Nomor 73 Tahun 1874, tentang pembagian daerah, dalam Ordonansi tanggal 1 April 1874. Dengan demikian, berdasarkan surat keputusan tersebut, Pandeglang merupakan kota yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Hal tersebut diperkuat dengan bukti tinggalan bangunan kolonial yang ada di Kota Pandeglang, yang mengindikasikan bahwa kota ini memiliki tata kota kolonial bentukan pemerintah Hindia Belanda pada masa lalu.
1. Gedung Lembaga Pemasyarakatan Pandeglang
Bangunan LP atau Penjara terletak di Jalan Letnan Bolang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, dengan jarak tempuh dari Ibu Kota Provinsi Banten berkisar 23 km. Bangunan penjara Pandeglang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 m2, luas bangunan 40 x 40 m2, dibangun sekitar tahun 1918, seiring berlakunya sistem kepenjaraan di Indonesia.
Sebelum tahun 1917 di Indonesia belum mengenal adanya pidana kurungan. Sistem ini diambil oleh pemerintah kolonial Belanda dari negara induknya, yakni Belanda. Hal ini sebenarnya merupakan cara pandang kaum liberalis sebagai perwujudan Revolusi Perancis yang sebelumnya memberlakukan hukuman pidana mati, potong tangan, dipukul, ditusuk dengan besi panas dan pidana buangan.
Keaslian bangunan masih tampak pada bangunan di dalam komplek. Hanya saja pada pintu gerbang yang terdapat di bagian depan telah terjadi perubahaan, mungkin penggantian ini dikarenakan pertimbangan keamanan karena komponen pintu tersebut sudah mulai lapuk.
2. Eks Gedung Sipir Belanda
Di antara bangunan bangunan kuno di sekitar Alun-Alun Menes, bekas gedung Sipir Belanda ini tampak unik dibandingkan bangunan yang sezaman. Bangunan ini termasuk bagian dari bangunan-bangunan kolonial yang masih tersisa yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848. Sisa-sisa dari keseluruhan bangunan masih dapat dilihat di bagian belakang yang masih luas ke belakang.
Kepurbakalaan ini berbentuk bujur sangkar dengan luas 20 m x 12 m. Pada bagian muka terdapat dua jendela dan satu buah pintu masuk. Kedua jendela mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yakni berbentuk persegi panjang dengan bentuk lubang angin seperti setengah lingkaran, yang terletak tepat di atas jendela dan di atas pintu masuk. Jendela diberi jeruji vertikal dan lubang angin berbentuk huruf “V” dan berbentuk setengah lingkaran.
Terdapat dua tiang semu (pilaster) pada sudut bangunan dan dua pilaster yang mengapit bagian pintu. Pilaster ini memiliki hiasan berupa pelipit-pelipit. Pilaster bentuknya mirip pilar sebenarnya, hanya keletakannya yang menyatu dan menjadi bagian dari dinding. Atap bangunan ditutup genting. Terdapat semacam canopy yang menaungi pintu. Bangunan ini berada di Jalan Alun-Alun Barat Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan Menes dengan jarak tempuh sekitar 51 km dari Ibu Kota Provinsi, atau kurang lebih 28 km apabila ditempuh dari Kota Pandeglang.
3. Eks Gedung Kewedanaan Labuan
Bangunan Gedung Kewedanaan Labuan terletak di Jalan Pegadean, Kelurahan Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Fungsinya sekarang adalah sebagai gedung serbaguna. Jarak tempuh untuk mencapai ke lokasi sekitar 64 km dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten dan hanya ditempuh 41 km dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang.
Bangunan ini berdiri di atas lahan ± 1000 m2. Luas bangunan 20 m x 22 m. Berbentuk bujur sangkar, yang merupakan salah satu ciri arsitektur masa kolonial, sehingga bila terlihat tampak muka, simetris yang kokoh. Denah simetris ini memberikan kemudahan untuk melakukan penambahan pada samping bangunan. Bentuk bangunan ini berbentuk sederhana bergaya joglo dan memiliki sudut lancip di tengahnya. Penutup atap terbuat dari genteng. Pada bagian badan terdapat jendela dan pintu berukuran besar. Pada setiap dua jendela kaca terdapat daun jendela yang terbuat dari susunan kayu horisontal (jalosie window) sebanyak 4 buah pada masing-masing sisi bangunan. Tiga perempat daun pintu berbentuk jalosie window, sementara seperempat bagian bawah dihias motif panel persegi empat.
4. Gedung Pendopo Kecamatan Menes
Bangunan yang terletak di Jalan Alun-alun Timur Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan menes, Kabupaten Pandeglang ini sekarang berfungsi sebagai gedung serba guna. Peruntukkan awal bangunan ini adalah untuk persiapan gedung dinas Bupati Caringin. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tua yang masih tersisa dari beberapa bangunan kolonial yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848.
Untuk menuju ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, dengan jarak dari Ibu Kota Provinsi Banten sekitar 51 km atau hanya sekitar 28 km dari Ibu Kota Kabupaten pandeglang.
Arsitektur bangunan bekas Kewedanaan Menes ini merupakan gabungan antara arsitektur lokal berupa bangunan pendopo dan arsitektur kolonial yang diwakili oleh tembok-tembok berukuran tebal dan tinggi. Bangunan ini memiliki ukuran luas 20 m x 22 m. Arsitektur lokal terlihat pada bentuk atapnya yang memanjang, yang biasa disebut dengan istilah limasan.
Bentuk atap seperti ini banyak ditemukan pada bangunan-bangunan berarsitektur jawa. Terdapat dua bangunan tambahan pada bagian depan, yakni bangunan serambi, dan yang kedua menyerupai bantuk seperti koridor dan menyatu dengan bangunan utama. bangunan ini didirikan pada pondasi yang kokoh dan masif, terdapat tiga terap tangga untuk naik ke bangunan ini. Sisi-sisi atap diberi lisplang yang berfungsi sebagai penutup tiris berbentuk mata tombak. Beberapa tiang ukuran kecil menopang atap bangunan.
Bangunan ini berfungsi sebagai gedung dinas Camat kecamatan Menes. Mempunyai kesamaan bentuk dan arsitektur yang terdapat pada gedung Pendopo Kecamatan Pandeglang, gedung pendopo Kawedanaan Menes dan gedung Pendopo Kecamatan Saketi. Luas kawasan Kecamatan Menes ini ± 500 m2.
Di depan bangunan utama terdapat sebuah bangunan berbentuk joglo bertiang dua belas buah tiang kecil. Bangunan ini tidak berdinding penuh, dinding terdapat pada tiap sudut bangunan yang masing-masing menempel pada tiga tiang. Sementara bangunan utama mempunyai empat persegi dan pada puncaknya terdapat limas. Bangunan ini mempunyai dinding pada setiap sisinya. Sebagian dinding bagian bawahnya diberi lapisan batu andesit. Sampai saat ini tanggal pendirian bangunan belum diketahui, karena belum ada sumber-sumber yang memadai. Tetapi diperkirakan sekitar tahun 1848, se zaman dengan bangunan pemerintahan kolonial yang ada di wilayah Menes.
5. Eks Gedung Pendopo Kewedanaan Menes
Bangunan yang terletak di Jalan Alun-alun Timur Menes, Kelurahan Purwaraja, Kecamatan menes, Kabupaten Pandeglang ini sekarang berfungsi sebagai gedung serba guna. Peruntukkan awal bangunan ini adalah untuk persiapan gedung dinas Bupati Caringin. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan tua yang masih tersisa dari beberapa bangunan kolonial yang diperkirakan dibangun sekitar tahun 1848.
Untuk menuju ke lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, dengan jarak dari Ibu Kota Provinsi Banten sekitar 51 km atau hanya sekitar 28 km dari Ibu Kota Kabupaten pandeglang.
Arsitektur bangunan bekas Kewedanaan Menes ini merupakan gabungan antara arsitektur lokal berupa bangunan pendopo dan arsitektur kolonial yang diwakili oleh tembok-tembok berukuran tebal dan tinggi. Bangunan ini memiliki ukuran luas 20 m x 22 m. Arsitektur lokal terlihat pada bentuk atapnya yang memanjang, yang biasa disebut dengan istilah limasan. Bentuk atap seperti ini banyak ditemukan pada bangunan-bangunan berarsitektur jawa. Terdapat dua bangunan tambahan pada bagian depan, yakni bangunan serambi, dan yang kedua menyerupai bantuk seperti koridor dan menyatu dengan bangunan utama. bangunan ini didirikan pada pondasi yang kokoh dan masif, terdapat tiga terap tangga untuk naik ke bangunan ini. Sisi-sisi atap diberi lisplang yang berfungsi sebagai penutup tiris berbentuk mata tombak. Beberapa tiang ukuran kecil menopang atap bangunan.
6. Gedung Kodim 0601 Pandeglang
Gedung Kodim 0601 Pandeglang terletak di jl. alun-alun No. 2 Pandeglang. Adapun ciri-ciri arsitektural kolonial yang dapat ditemui pada bangunan ini yang sudah menjadi ciri umum bangunan masa kolonial antara lain: model atap yang rendah, dengan satu buah pintu masuk depan dan komposisi vertikal, dibangun pada tahun 1918.
Bangunan ini mempunyai denah bujur sangkar dengan 4 terap anak tangga dan pondasi yang masif. Atap bangunan ini berbentuk atap limasan, namun iirisan gambar atapnya memiliki sudut lancip pada bagian atas dan luas atap hanya sedikit luas jika dibandingkan dengan luas dinding. Terdapat semacam atap tambahan yang menaungi bagian teras dan beberapa jendela, diduga bagian ini berfungsi sebagai pelindung dari tempias hujan. Pada bagian depan bangunan terdapat 4 buah pilar yan bergaya tuscan. di keempat sudut bangunan luar terdapat 4 pilar penopang. Secara umum dapat dikatakan bahwa bangunan ini bergaya arsitektur neo-klasik.
7. Eks Gedung Pendopo Kecamatan Saketi
Gedung ini beralamat di Jalan Raya Labuan, Kelurahan Purwasari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Jarak tempuh dari Ibu Kota Provinsi sekitar 42 km, sementara jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang ± 19 km.
Keadaan bangunan ini sudah tidak terawat dan sebagian sudah mulai mengalami kerusakan. Luas bangunan sekitar 12 m x 18 m persegi. Bentuk atap bangunan ini menyerupai bentuk atap gedung bekas pendopo Kecamatan Pandeglang, yaitu atap limasan. Bangunan ini dulu berfungsi sebagai kantor Kecamatan yang kini menghuni gedung baru.
Sebagai bangunan yang memiliki gaya yang khas pada masanya, bangunan ini menjadi penting artinya bagi ilmu pengetahuan. Tampaknya bentuk atap limasan pernah menjadi model arsitektur atap rumah pada sekitar tahun 1847-an, hal ini mungkin disesuaikan dengan keadaan iklim di Indonesia.
8. Eks Rumah Dinas Komisaris Polisi
Rumah ini terletak di jalan Alun-alun Barat Menes, Kelurahan Purwareja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Provinsi sekitar 51 km atau 28 km dari Ibu Kota kabupaten Pandeglang.
Semula berfungsi sebagai rumah Dinas Komisaris Polisi pada masa pemerintahan kolonial. Diperkirakan bangunan ini didirikan pada tahun 1848-an. Bangunan ini merupakan living monument dengan kondisi pemeliharaan cukup baik, sejak dibangun hingga sekarang belum mengalami perubahan maupun pemugaran yang sifatnya mendasar.
Luas tanah yang ditempati oleh bangunan ini seluas ± 400 m2. Sementara luas bangunan 14 m x 12 m. Sekarang bangunan ini masih dipergunakan untuk rumah tinggal Kepala POLSEK Kecamatan Menes. Bentuk denah bangunan ini bujur sangkar, dengan bentuk atap limasan. Pada bagian belakang terdapat beberapa bangunan tambahan yang tampaknya merupakan bangunan pelengkap. Jarak tempuh dari pusat Ibu Kota Provinsi sekitar 51 km atau 28 km dari Ibu Kota kabupaten Pandeglang.
9. Eks Gedung Pendopo Kecamatan Pandeglang
Bangunan yang langka dan unik ini merupakan bangunan pendopo Kecamatan Pandeglang. Terletak di Jalan Letnan Bolang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten untuk ke lokasi ini harus menempuh jarak sekitar 23 km, sedangkan jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Pandeglang 0,5 km.
Bangunan ini tampak menonjol dibandingkan dengan bangunan lain yang ada disekitarnya. Keunikan yang menonjol tampak dari bentuk atap bangunan yang berbentuk limasan dan mempunyai ukuran cukup besar. Bentuk atap seperti ini dipengaruhi oleh arsitektur venakular Jawa. Di bagian depan terdapat bangunan tambahan yang disangga oleh dua tiang polos. Bangunan yang berdiri di atas tanah seluas 500 meter persegi dengan luas bangunan ± 12 m x 18 m ini dibangun sekitar tahun 1848 dengan peruntukkan awal sebagai gedung dinas camat, sekarang dimanfaatkan sebagai kantor Dinas PU Pandeglang Bidang Kebersihan.
Keadaan bangunan relatif cukup baik dan terpelihara karena masih terus dipergunakan.
[Baca juga : "3 Bangunan Bersejarah Di Tangerang Yang Harus Dikunjungi"]
10. Eks Gedung Pendopo Kewedanaan Pandeglang
Letak gedung ini di jalan KH. Abdul Halim, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang tepat di pusat Kota Pandeglang, yang berjarak sekitar 23 km dari Pusat Ibu Kota Provinsi Banten.
Semula gedung ini digunakan sebagai gedung dinas wedana. Berdiri di atas lahan seluas ± 1500 m2 dengan luas bangunan ± 20 m x 10 m. Ditopang oleh pondasimasif setinggi 40 cm yang terbuat dari batu bata. Atap bangunan berbentuk limasan, terdapat bagian mirip entablatur di bagian atas. Pada bagian muka terdapat selasar yang diberi atap tambahan. Daun jendela dandaun pintu gedung ini berukuran besar dengan engsel dorong. Bangunan ini diperkirakan berdiri sekitar tahun 1848. Kini gedung yang telah direhabilitasi pada tahun 2004 berada dalam lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang beralih pusat sebagai Bale Budaya.
11. Masjid Jami Al Khusaeni Carita
View this post on Instagram
Bulit in 1889M #masjidalkhusaericarita
A post shared by Budi Hartono (@bharton88) onMay 11, 2018 at 5:24pm PDT
Ruang utama masjid ini dibatasi dinding pada keempat sisinya. Pintu terdapat pada sisi timur, utara dan selatan yang menghubungkan ruang utama dengan ruang serambi di sisi timur. Pada dinding sisi barat terdapat mihrab yang di sisi kanannya terdapat mimbar. Masjid Carita memiliki bentuk atap bertingkat atau tumpang yang berjumlah empat tingkatan. Atap tingkat keekmpat memiliki pagar langkan pada keempat sisinya. Puncak atap Masjid Carita ditutupi oleh sebuah mustoko. Seluruh kerangka atap ditutup oleh genting dan pada bagian lisplangnya terdapat deretan hiasan motif tumpal. Masjid Carita memiliki serambi pada keempat sisinya, yaitu serambi timur, utara dan selatan (serambi terbuka), sisi barat dan utara (serambi terbuka).
12. Masjid Salafiah Caringin
View this post on Instagram
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Photo : Masjid Agung Syekh Asnawi Sejarah : https://disbudpar.bantenprov.go.id/read/historic-mosque/626/MASJID-AGUNG-CARINGIN #pandeglang #explorepandeglang #explorebanten #banten
A post shared by Labuan & Sekitar (@infolabuan) onJun 6, 2016 at 11:41pm PDT
Didirikan sekitar tahun 1884 oleh penduduk Caringin secara bergotong royong yang dipimpin oleh Ulama Syekh Asnawi. Tidak jauh dari Masjid Caringin terdapat makam KH. Muhammad Asnawi (Syekh Asnawi bin Abdul Rohman) yang wafat pada tahun 1356 H (1937 M) yang terletak di tepi pantai, Desa Caringin , Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Dari Ibukota Privinsi Banten berjarak sekitar 66 km atau 43 km dari kota Pandeglang.
13. Menara Air Kota Pandeglang
Menara Air ini terletak di Jl. Ciwasiat, Kelurahan Pandeglang Kecamatan Pandeglang tidak jahu dari bangunan Mesjid Agung Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, jarak tempuh untuk mencapai ke lokasi ini sekitar 25 km dari pusat Ibu Kota Provinsi Banten, Serang.
Bangunan ini berbentuk slindrik yang berfungsi sebagai menara air (water tower) tinggi bangunan ini sekitar 25 meter dengan diameter 4 meter. Bangunan ini dibagi dua bagian, bagian bawah terbuat dari batu kali yang disusun sedemikian rupa terdapat pintu masuk yang terbuat dari besi dengan dua daun pintu yang dibingkai dengan lengkung sempurna.
Bagian atas berbentuk slindrik terbuat dari bahan semen. Bagaian atas digunakan untuk penampung air. Bangunan ini dibangun pada tahun 1884. (Sumber: Artikel humaspdg.wordpress.com Foto kabar-banten.com)
...moreTRIPTRUS - Meski lelah dan payah, mendaki gunung memiliki kenikmatan yang lengkap. Setiap hal kecil selama pendakian, masing-masing memiliki seni tersendiri yang ada sisi nikmatnya. Lumrah saja kalau banyak pendaki yang baru saja turun dari puncak masih terlihat lesu, dekil, dan berantakan, namun, jika ditanya pasti suatu saat akan mengulangi pendakiannya lagi. Andai bisa, dalam waktu yang dekat.Ngopi misalnya. Ngopi di rumah beda nikmatnya dengan ngopi di atas matras sembari menghirup hawa sejuk pegunungan dan memandang dengan bebas samudera awan yang mengumpal-gumpal. Makan juga sama. Sembarang makanan asal dimakannya di gunung bersama teman-teman semuanya akan terasa nikmat.Sensasi makan dan minum yang enak itu semestinya diimbangi denga kandungan nutrisi yang mumpuni. Mengingat naik gunung tak cuma butuh enak, tapi juga butuh sehat, seger, dan waras. Makanan-makanan berikut adalah makanan yang cocok untuk bekal mendaki yang omahpetualang.com rangkum dari pelbagai sumber:1. BiskuitSelain praktis, biskuit juga memiliki nutirisi yang seimbang sebagai cadangan energi selama pendakian. Biskuit adalah logistik paling tidak ribet dan bisa kapan saja dinikmati di jalur pendakian.2. MaduMadu sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuhmu. Nutrisi yang terkandung dalam madu sangat berguna bagi tubuh yang bekerja keras saat mendaki. Stamina yang kuat harus selalu dipertahankan untuk menghadapi situasi tak menentu di jalur pendakian. Untuk itulah madu ada.3. SerealSereal mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin, zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Membuatnya sangat mudah, hanya perlu diseduh dengan air panas sereal sudah siap dinikmati. S3real juga ringan dibawa.4. RotiRoti adalah pengganjal perut paling manjur ketika perut keroncongan saat mendaki. Roti bisa bermacam-macam yang dibawa bekal. Bergantung selera masing-masing. Bisa roti tawar, roti sisir, roti gandum, dll, dll, dll.5. Cokelat BarCoklat mengandung senyawa phenethylamine yang bisa meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih tenang dan rileks. Coklat juga mengandung cukup kalori dan mudah mengenyangkan perut. Tapi jika Anda memiliki sakit maag, coklat tidak direkomendasikan karena coklat justru akan memancing asam lambung makin naik.6. Bubur InstanBubur instan mudah ditemui di warung-warung. Harganya juga terjangkau. Bubur instan hampir serupa dengan sereal. Cara membikinnya juga sama. Cukup diseduh air panas.7. Mi InstanMi instan adaalah makanan paling populer di gunung. Rasanya enak, membuatnya mudah, dan harganya murah.8. BuahBuah memiliki kandungan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh. Buah juga dapat menyegarkan badan. Sebaiknya memilih buah yang tidak mudah busuk.Selain beberapa makanan yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa makanan sehat yang lain seperti telor, sayuran, beras, dan makanan kaleng. Namun beberapa pendaki mengaku teralu ribet dan membutuhkan manajemen tersendiri ketika memutuskan untuk memasak nasi dan sayur. (Sumber: Artikel omahpetualang.com Foto jalanpendaki.com)
...moreTripTrus.Com - Berikut adalah jadwal acara di Palembang selama bulan Mei 2023 yang terdapat dalam Kalender Event setahun penuh di Palembang. Total terdapat 107 event wisata yang tersebar di seluruh Palembang sepanjang tahun 2023.
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Palembang (@pariwisata.palembang)
Simak daftar dan jadwal acara di Palembang pada bulan Mei dari 'Calendar of Event' 2023.
Rentak Batanghari 9 (16-17 Mei)
Sriwijaya Expo (24-28 Mei)
Food Bazaar Season 1 (26 Mei-4 Juni)
Liga Sepakbola Usia Anak U-12 , U-14 (Mei)
Lomba Fotografi: Budaya dan Seni Sumsel (Mei)
Ulang Tahun APEKSI (Mei)
National Polytechnic English Olympiad (NPEO) (Mei)
Pekan Olahraga Pariwisata Nasional (Mei)
Festival Anjungan Sumsel (Mei/Juni)
[Baca juga : "Berikut Ini Adalah Daftar Event Yang Akan Digelar Di Wonosobo Pada Bulan Mei 2023, Mulai Dari Pemili"]
Agus Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, mengatakan bahwa tujuan dari pengumuman Calender of Event 2023 Kabupaten Wonosobo adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan event di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2023. Ia juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan acara tersebut. (Sumber Foto @dessyshanty178)
...moreTRIPTRUS - Era teknologi seperti sekarang ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh traveler. Salah satu caranya yaitu dengan menginstal beberapa jenis aplikasi traveling ke smartphone yang akan membantu traveler merencanakan liburan.Sebenarnya ada banyak sekali aplikasi yang bisa dicoba oleh traveler. Namun, 6 jenis aplikasi inilah yang paling populer. Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, inilah 6 jenis aplikasi traveling untuk lebih mudah merencanakan liburan.
1. Peta dan navigasi
Sumber: Foto tech.blorge.comJenis aplikasi pertama yang harus ada di gadget traveler adalah aplikasi peta dan navigasi, alias penunjuk arah. Ada beberapa aplikasi yang bisa traveler coba. Yang paling gampang dan cukup diandalkan adalah Google Maps, atau yang terbaru dan cukup ngetren adalah Waze.Interface Waze yang cukup menarik membuat traveler bisa dengan mudah mendapat arahan menuju destinasi yang ingin traveler datangi. Selain itu, Waze juga memungkinkan traveler mendapatkan informasi dari pengguna Waze lainnya untuk mengkalkulasi daerah-daerah macet dan menyediakan rute yang paling efisien untuk menuju tempat tujuan.Dengan aplikasi peta dan navigasi, traveler bisa merancang rencana perjalanan dengan akurat. Ketika sedang traveling, aplikasi ini juga membantu mobilitas traveler.2. Aplikasi pemesanan
Sumber: Foto shop.triptrus.comAda banyak aplikasi pemesanan yang bisa traveler coba, mulai dari Agoda sampai AirBnB, yang berasal dari luar negeri hingga Traveloka, TripTrus.com dan Tiket yang produk dalam negeri. Semuanya punya keunggulan masing-masing. Mulai dari pesan hotel, paket liburan, sampai pesan tiket pesawat.Aplikasi pemesanan paket liburan akan sangat membantu traveler dalam rangka merencanakan liburan impian. Apakah ingin liburan 3 hari 2 malam atau bahkan seminggu, semuanya bisa dipesan dari gadget yang berada di genggaman tangan Anda. Dari jauh-jauh hari sebelum liburan, hingga di detik terakhir hendak berangkat pun bisa!3. Konverter mata uang
Sumber: Foto direktconcept.comTak kalah penting dengan jenis aplikasi lainnya, aplikasi konverter mata uang juga wajib untuk traveler miliki di gadget pribadi. Saat keluar negeri, aplikasi ini sangat penting agar traveler tidak kena tipu money changer lokal. Misalnya ada aplikasi The Converted yang bisa traveler coba install.Seringnya karena kurang informasi, traveler diakali oleh pedagang yang curang. Namun setelah ada aplikasi The Converted, hal itu bisa diminimalisasi. Selain mata uang, The Converted juga bisa untuk mengonversi satuan yang tidak lazim seperti feet atau pon, menjadi satuan yang lebih familiar seperti meter atau kilogram.4. Social mediaSumber: Foto media4.onsugar.com
Inilah aplikasi yang paling populer sejagat raya. Meskipun bukan aplikasi khusus traveling, Facebook, Twitter, hingga baru-baru ini Path, menjadi patokan bagi traveler untuk berburu tiket pesawat murah, diskon hotel, hingga berbagai info menarik lainnya.Traveler bisa memanfaatkan momen istimewa ini dengan cara menjadi pengikut akun Twitter maskapai penerbangan atau hotel tertentu, guna mendapat info yang update mengenai potongan harga ataupun info menarik lainnya. Layak dicoba!Aplikasi social media juga membantu traveler memberikan informasi aktivitas kita kepada kerabat dan teman-teman. Saatnya eksis!5. Pembuatan itineraryUntuk pengguna iPhone, ada aplikasi Kayak Travel Pro yang bisa dijajal. Aplikasi ini akan menemani saat Anda sedang berpergian. Fiturnya pun terhitung cukup lengkap, ada pencarian hotel, tiket pesawat, rental mobil, hingga mengatur serta mengedit rencana perjalanan alias itenirari, semuanya bisa dilakukan di Kayak.Selain Kayak, ada pula TripIt, salah satu aplikasi terbaik untuk merencanakan perjalanan. Traveler hanya perlu masukan email atau bukti booking pemesanan, lalu Anda sudah bisa mendapatkan rencana perjalanan yang lengkap yang dirancang TripIt. Aplikasi ini mudah diakses dan itinerary ala TripIt ini pun bisa disebarkan ke keluarga ataupun teman anda. Seru bukan?6. PackingJenis aplikasi terakhir adalah aplikasi yang bisa membantu traveler dalam packing barang. Tak percaya? Coba saja pakai Packing Pro, niscaya kegiatan packing akan jadi lebih mudah dan tidak mendatangkan masalah.Tugas utama aplikasi ini adalah membantu traveler membuat daftar barang bawaan berdasarkan jumlah orang yang bepergian dan lama waktu bepergian. Aplikasi Packing Pro harus dimiliki bagi traveler yang pelupa karena akan sangat membantu dalam merencanakan liburan.
Sumber: Artikel detikTravel Foto jalansanasini.com
...more