shop-triptrus



5 Tempat Wisata Ramadhan Ini Selalu Banjir Pengunjung

TripTrus.Com - Tak Biasa, 5 Wisata Ramadhan di Indonesia ini Banjir Pengunjung – Bulan Ramadhan disambut oleh antusiasme umat muslim yang luar biasa. Bulan yang hanya datang satu bulan dalam setahun ini memang penuh kemuliaan, sehingga tidak mengherankan jika persiapan Ramadhan dilakukan secara maksimal. Salah satu cara untuk menghidupkan bulan Ramadhan selain berpuasa adalah dengan melakukan wisata Ramadhan. Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir dengan lokasi tempat wisata karena Mamikos akan memberikan referensi mengenai 5 Wisata Ramadhan di Indonesia yang banjir pengunjung. Selamat membaca. 1. Masjid Jogokariyan   Kampung Ramadhan Jogokariyan, Yogyakarta. . . . . . #ramadhan #rainbowumbrella #kampungramadhanjogokariyan #jogjaku #berandajogja #adzan #lampion #jogokaryan #masjidjogokariyan A post shared by fι∂Ρƒα αΠΈιΡ•α ❣ (@fdynsa) onMay 21, 2018 at 5:02am PDT Sudah bukan hal yang aneh lagi jika Masjid Jogokariyan selalu kebanjiran jamaah ketika bulan Ramadhan tiba. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan (KRJ) adalah event tahunan yang selalu dilaksanakan di masjid ini. Bahkan, sejak tahun 2004 acara KRJ tidak pernah sepi pengunjung. Jika kamu tinggal di Yogyakarta atau sekitarnya, cobalah menikmati suasana Ramadhan di Masjid Jogokariyan agar Ramadhan-mu lebih berkesan dan bermanfaat. Pada malam hari, dari jalan raya akan terlihat kerlap-kerlip lampu yang menandakan lokasi masjid sudah dekat. Selain itu, panitia Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga akan memasang baliho serta spanduk di sepanjang jalan agar masyarakat mengetahui berbagai macam agenda masjid. Persiapan panitia yang matang, bahkan memakan waktu hingga 4 bulan sebelum Ramadhan tiba ini memberikan hasil yang maksimal pula. Sebagai pembuka Kampoeng Ramadhan Jogokariyan, biasanya diselenggarakan Parade Bedug mengelilingi Yogyakarta. Lalu, apa saja hal yang bisa kamu dapatkan setelah memilih wisata Ramadhan di Masjid Jogokariyan? Agenda yang meriah dan menarik minat masyarakat adalah Pasar Sore di sepanjang Jalan Jogokariyan. Karena peminatnya sangat tinggi, kegiatan pasar sore seringkali membuat jalanan menjadi penuh dan macet. Tujuan diadakannya pasar sore adalah untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Tanpa pungutan biaya apapun, minat ratusan pedagang untuk berpartisipasi semakin tinggi. Jangan lewatkan kegiatan iktikaf di Masjid Jogokariyan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Kamu bisa memilih untuk menginap secara full dan membayar biaya pendaftaran yang sudah ditentukan pihak panitia. Fasilitas yang kamu dapatkan sangat beragam, seperti makan untuk sahur, sajian berbuka puasa, ilmu baru dari ustad yang kiprahnya di dunia dakwah sudah terkenal, makalah, tempat menginap, serta teman baru. Jika tertarik, segeralah mendaftar karena peminat kegiatan iktikaf selalu membludak, bahkan masyarakat dari luar kota banyak yang tertarik dengan kegiatan ini. Setiap sore di bulan Ramadhan, Masjid Jogokariyan sudah menyiapkan lebih dari 1000 porsi menu makan berbuka yang siap dinikmati para jamaah. Makanan berbuka tersebut disiapkan oleh ibu-ibu dasawisma sekitar Masjid Jogokariyan secara bergiliran. Tenang, lauk pauk yang disediakan akan bervariasi bergantung ibu-ibu yang memasak, kok. Bulan Ramadhan tidak akan lengkap tanpa adanya shalat tarawih ala Madinah di Masjid Jogokariyan. Jangan mundur dulu karena takut karena yang dimaksuda tarawih ala Madinah adalah shalat tarawih dengan menyelesaikan 1 juz ketika shalat 11 atau 23 rakaat (bergantung kesepakatan jamaah). Mulanya tarawih ala Madinah ini mendapatkan protes, namun lama kelamaan para jamaah merindukan suasana tarawih  yang khusyu karena bacaan merdu imam membuat shalat tarawih tidak terasa berat dan melelahkan. Selain menyediakan fasilitas tarawih ala Madinah, Kampoeng Ramadhan Jogokariyan juga menyediakan fasilitas tarawih ala Gaza. Apa bedanya? Tentu suasana shalat tarawih akan jauh berbeda dengan adanya imam syeikh yang berasal dari Palestina. Jadi, kamu bisa menjalin silaturahmi dengan muslimdari tanah jihad Palestina. Kamu tidak perlu takut konsentrasimu rusak karena shalat tarawih untuk anak-anak akan dibedakan dengan lokasi tarawih orang dewasa. Terdapat 8 lokasi tarawih yang sudah dibagi oleh koordinator tarawih. Anak-anak pun akan dilatih untuk rajin menabung serta dilatih berbagai macam kesenian, seperti musik religi, drama Islami, pertunjukan teater, dan latihan untuk takbir keliling. Jika kamu tinggal di sekitar Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu khawatir dengan menu makan sahur sekalipun kamu adalah anak kost yang sedang krisis uang. Kampoeng Ramadhan Jogokariyan memberikan subsidi sahur berupa sembako yang akan dibagikan pada masyarakay sekitar. Menjelang bulan Ramadhan, pihak panitia akan membagikan subsidi sahur ini berdasarkan data sensus masjid yang sudah dimiliki. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, lesehan sore yang memberikan agenda seperti nasyid, dongeng anak, serta ustad penceramah yang lucu. Jika datang ke Masjid Jogokariyan, kamu tidak perlu was-was dengan sandal bermerk yang dipakai. Panitia masjid memberikan garansi kehilangan sandal atau sepatu dengan merk yang sama jika kamu datang melapor. Ada pula acara angkringan Ramadhan yang dilaksanakan pada malam hari. Jangan bayangkan angkringan di Masjid Jogokariyan seperti angkringan pada umumnya karena saat Ramadhan tiba, akan ada tokoh-tokoh besar yang datang untuk bercengkerama. Suasana angkringan akan muncul pada sajian wedang anget dan cemilan lainnya. 2. Masjid Kubah Emas   a Muslim place of worship.. . . . #mosque #masjid #masjidkubahemas #muslimtravelers #cerah A post shared by Muhammad Zulfikar (@mzvkr) onApr 6, 2018 at 1:48am PDT Jika kamu seadang berada di Depok, cobalah untuk menikmati suasana Ramadhan di salah satu masjid yang cukup terkenal. Masyarakat sekitar Depok lebih mengenal Masjid Dian Al Mahri dengan sebutan Masjid Kubah Emas karena kubahnya memang berwarna emas. Selain menjadi lokasi ibadah umat muslim di wilayah Depok, Masjid Kubah Emas menjadi tujuan wisata dari berbagai wilayah di Indonesia. Area masjid yang cukup luas ditambah dengan fasilitas memadahi pun turut menjadikan Masjid Kubah Emas sebagai destinasi wisata Ramadhan yang patut dipertimbangkan. Masjid yang mendapat predikat sebagai masjid paling megah se-Asia Tenggara ini bisa kamu jadikan lokasi wisata Ramadhan. Dengan luas bangunan mencapai 8000 meter persegi, kamu tidak akan bosan menjelajahi setiap sudutnya. Gaya arsitektur bangunan masjid pun sangat Islami dengan adanya hiasan dekoratif serta bagian halaman dalam, gapura, dan minaret. Kamu juga tidak perlu khawatir akan berdesak-desakan dengan jamaah lain ketika waktu buka puasa tiba karena masjid ini mampu menampung hingga 20 ribu orang jamaah. Bangunan masjid yang megah dan sangat bagus didukung dengan kondisi di dalamnya. Kamu akan dibuat lebih nyaman karena tidak ada penjual makanan, pengamen, serta pengemis. Meskipun di sekitar masjid terdapat taman, namun jamaah tidak diperkenankan untuk memasuki area tersebut demi menjaga keindahan taman. Ingin menciptakan kenangan yang tidak terlupakan? Manfaatkan jasa tukang foto di depan masjid yang hasil pekerjaannya bisa langsung ditunggu. [Baca juga : Cara Menikmati Wisata Di Bulan Ramadhan] 3. Masjid Ka'bah Subang   #instagood #masjidkabah #kotabaruparahyangan #Jawabarat #exploringnusantara | jalan2 membuka wawasan A post shared by faisal_muhamad (@faisal_muhamad) onDec 22, 2014 at 4:22am PST Tempat tinggalmu masih terletak di sekitar Jawa Barat? Jika kamu tertarik, cobalah untuk melakukan wisata Ramadhan ke Masjid At-Toyibah yang dikenal dengan Masjid Kabah Subang. Arsitektur bangunan cukup unik karena dibuat menyerupai kakbah di Mekah. Jadi, ketika datang ke sana kamu akan disambut dengan suasana seperti sedang berada di tanah suci ketika melaksanakan haji atau umroh. Apa keunikan Masjid Kakbah sehingga kamu perlu datang kesana? Bangunan Masjid Kakbah seluas 2800 meter persegi tidak memiliki kubah karena desainnya memang dibuat semirip mungkin dengan kakbah yang terdapat di Mekah. Meskipun warna masjid sangat mirip seperti kakbah, namun tidak ada kain penutup kiswah di atasnya karena sudah diganti dengan cat tempok dan hiasan kaligrafi. Ada pula replika Hijr Ismail pada sudut bangunan masjid. Tidak mengherankan jika Masjid Kakbah Subang dikunjungi banyak orang. Suasana di dalamnya yang sangat tenang dengan dinding keramik serta lantai yang terbuat dari granit membuat orang-orang semakin betah. Masjid Kakbah Subang memang sengaja dibangun karena pemiliknya sangat rindu dengan Mekah. Tidak mengherankan jika untuk mengobati kerinduan tersebut bagian sekitar masjid juga dibuat semirip mungkin seperti suasana kakbah di Mekah. Terdapat miniature Bukit Shafa dan Marwah di kompleks masjid. Ada pula maqam Ibrahin serta pemandangan berbagai macam pohon palem. Rencananya, di sekitar kompleks masjid akan dibangun bimbingan manasik haji. Jadi, kamu bisa mengunjungi masjid ini sebagai destinasi wisata religi ketika Ramadhan nanti. 4. Masjid Raya Sumatera Barat   The other side of highway mosque western Sumatra. #masjidrayasumaterabarat #wonderfullindonesia Edit by snapseed #Fgstreet© #canonsx420is A post shared by Satriady (@satriady_) onAug 7, 2016 at 6:08am PDT Masjid Raya Sumatera Barat sekilas memiliki bangunan yang sangat mirip dengan rumah adat khas Minangkabau. Namun, siapa sangka masjid yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman, Alai Parak Kopi, Padang ini menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitarnya? Kegiatan Ramadhan berlangsung dengan baik di masjid, baik untuk pelaksanaan ibadah shalat wajib, shalat sunnah, buka bersama, kegiatan kajian, dan kegiatan lainnya. Jika kamu sedang berada di Padang, sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Raya Sumatera Barat untuk merasakan beribadah di tempat yang bangunannya mirip rumah adat ini. Sebagai masjid yang paling besar di Sumatera Barat, masjid ini bisa menampung hingga 20.000 orang jamaah. Lokasinya pun sangat strategis karena berada di pusat kota, sehingga kamu bisa menggunakan angkutan kota untuk bisa mencapai Masjid Raya Sumatera Barat. Jangan khawatir dengan gempa ketika sedang khusyu melakukan ibadah karena masjid ini mampu bertahan dari goncangan gempa hingga 10 SR. Bahkan, masjid yang tidak jauh dari Pantai Padang turut menjadi lokasi evakuasi tsunami dengan memanfaatkan lantai 2 dan 3 masjid. 5. Masjid Ampel Surabaya   [ jum'ah ] . Janganlah malas untuk berbuat kebaikan, tetaplah berbuat baik meskipun kau di curangi. Sabar dan ikhlas adalah salah satu kunci. #quotesoftheday . Ojok lali jumatan gawe seng muslim. _________ . Foto teko @yusufampelpart - - - #surabayapunyacerita #Jum'ah #ampel #masjidampel #masjidampelsurabaya #ampelsurabaya #Menujuramadhan A post shared by Surabaya Punya Cerita (@surabayapunyacerita) onApr 19, 2018 at 9:06pm PDT Kamu ingin mencoba untuk melakukan wisata Ramadhan di Surabaya? Jangan lupa menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu masjid yang cukup unik. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ampel Surabaya ini berlokasi di kawasan Embong Arab. Di tepat ini, terdapat pusat penjualan berbagai macam kurma, perlengkapan ibadah puasa, hingga perlengkapan umat muslim untuk menunjang peribadatan.  Masjid Ampel Surabaya akan dibanjiri jamaah pada saat Ramadhan tiba. Bahkan, jamaahnya hampir mencapai 7000 orang dari berbagai daerah dalam sehari. Masih terdapat berbagai macam bukti peninggalan bersejarah yang terjaga. Kamu bisa menyaksikan 16 tiang utama masjid sepanjang 17 meter dan diameter 60 sentimeter yang terbuat dari kayu jati. Meskipun kegiatan renovasi terus dilakukan, namun ciri khas masjid tetap dipertahankan hingga saat ini. Melalui desain bangunan masjid tersebut pun kamu bisa mengetahui bentuk akulturasi budaya lokal dengan agama Hindu dan Budha. Jika ingin melanjutkan ziarah makam wali, kamu bisa langsung mengunjungi makam Sunan Ampel beserta kerabatnya di sebelah masjid. (Sumber: Artikel mamikos.com, Foto bahaudinonline.blogspot.com)
...more

5 Tempat Liburan Akhir Tahun Murah di Indonesia

TripTrus.Com - Menikmati liburan akhir tahun tidak selalu harus menghabiskan banyak uang kok! Bagi Anda yang berkantong tipis masih tetap bisa berlibur dengan budget yang minim. Buang jauh harapan untuk berwisata ke luar negeri, sebab jika Anda tidak merencanakannya sejak jauh-jauh hari serta baru mulai melakukan pemesanan tiket kereta atau pesawat dan reservasi hotel bulan ini, maka dijamin Anda hanya akan dikenai tarif yang sangat mahal. Nah, daripada jauh-jauh ke luar negeri, tak ada salahnya untuk menjelajahi pesona yang dimiliki oleh negara kita sendiri. Di Indonesia ada banyak sekali destinasi liburan yang murah dan cocok untuk menyambut tahun baru 2017. Di mana saja? Simak ulasannya berikut ini! Yogyakarta   #explorejogja photo today by @nicanorgarcia taken at Taman Sari Yogyakarta. A post shared by YOGYAKARTA (@explorejogja) onOct 19, 2017 at 3:26am PDT Anda semua pasti setuju jika Jogja adalah kota paling eksotis dengan beragam tradisi dan kebudayaannya. Untuk menikmati pesona di Yogya, Anda mungkin hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 400 ribuan saja untuk makan serta jalan-jalan 3 hari 2 malam. Namun tentunya budget itu di luar pengeluaran untuk transportasi dan juga akomodasi ya! Bila ingin murah, Anda bisa berburu promo tiket kereta api atau pesawat dan juga memesan hotel kelas melati liwat agen-agen travel online. Bila sudah sampai di Yogyakarta, Anda dapat menghabiskan waktu di pusat keramaian seperti kawasan Tugu Yogya, Jl. Malioboro, Titik 0 Km, hingga Alun-Alun Utara dan Kidul. Biasanya ada juga konser musik dan pesta kembang api di sana. Malang   #exploremalang photo today by @ady_april taken at Selorejo, Malang A post shared by MALANG (@exploremalang) onDec 5, 2017 at 3:24pm PST Malang adalah salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di Provinsi Jawa Timur. Di sana ada beragam objek wisata menarik seperti Batu Night Spectacular, Jatim Park, Eco Green Park, dan masih banyak lagi. Selain itu fasilitas penginapan  kuliner, dan transportasi di Malang pun tarifnya begitu terjangkau di kantong. Bandung   Let @laderricks takes you to the journey of the most compelling and magical place of Kawah Putih. #explorebandung A post shared by BANDUNG (@explorebandung) onDec 4, 2017 at 7:11pm PST Bandung menjadi pilihan tempat terdekat bagi warga Ibu Kota yang ingin refreshing sejenak dari rutinitas. Ada banyak sekali destinasi yang bisa Anda kunjungi di Bandung mulai dari kawasan Puncak, Bukit Bintang, Tangkuban Perahu, Floating Market, dan lain-lain. Tak hanya itu, wisata kuliner di Bandung juga terkenal enak-enak! Bali   Looking to get close to Mt. Agung but not too close? πŸ™ˆ. @sweetescapebali is a new resort outside the danger zone that offers beautiful views of the volcano in its intermediate area 😍. Drink wine from palm trees. Watch the volcano from the restaurant. Enjoy an outdoor cinema. Experience the REAL balinese culture. Contact ➑@sweetescapebali β¬… for more info. A post shared by BALI (@explorebali) onDec 8, 2017 at 4:01am PST Pesona Pulau Dewata memang tak perlu dipertanyakan. Saat tahun baru, Bali tidak hanya dipenuhi oleh turis dalam negeri saja, tapi juga mancanegara. Bagi Anda yang berdana minim, setidaknya perlu menyediakan uang saku sekitar Rp 700 ribuan untuk melihat pesta kembang api di Ubud, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua, atau lainnya. Lombok   BNPB pastikan Bali tetap aman, walaupun Gunung Agung kembali terjadi erupsi. Namun, erupsi terjadi hanya sesaat, tidak terus menerus, dan volume abu vulkanik yang keluar dari kawah masih sangat sedikit. Lumpuhnya Bali akibat erupsi Gunung Agung mengungkap realita bahwa sektor pariwisata di Bali terganggu dan berimbas ke Lombok. Jadi bagi kalian yang sudah punya planning berakhir tahun di Lombok ga perlu khawatir karena aktivitas vulkanik Gunung Agung. Suasana Lombok tetap oke dan menyenangkan. Pelabuhan sudah normal, bandara pun demikian, penyebrangan dari Bali ke Gili juga sudah kembali normal. Isu-isu hoax yang beredar di media terkait dampak erupsi Gunung Agung di Lombok harus dilawan. Please share the truth. So, tidak ada alasan lagi untuk tidak berlibur ke Lombok. #lombokaman #baliaman The beautiful photo by @andreas_adventuring taken at Malimbu Hill. A post shared by Lombok (@explorelombok) onDec 11, 2017 at 3:28am PST Pulau Lombok memiliki keindahan yang tak kalah memukau dari Bali. Salah satu lokasi ang patut Anda kunjungi ketika libur tahun baru adalah Gili Trawangan. Di sana Anda bisa menikmati pemandangan pantai yang indah sembari diving atau snorkeling. Untuk sekadar atau belanja souvenir di sana memang terjangkau, namun yang cukup mahal adalah transportasi. Maklum saja, sebagian besar wilayah di sana tertutup oleh laut, jadi transportasinya pun cukup terbatas. Namun setidaknya Anda bakal terpuaskan oleh pemandangan indah saat sunset di sana. (Sumber: Artikel penginapan.net Foto pexel.com)
...more

Tradisi Wisata Nyentrik di Indo yang Bikin Lo Takjub dan Nggak Bisa Lupa!

TripTrus.Com - Lo tau nggak sih, Indonesia tuh gak cuma punya alam yang kece badai, tapi juga punya segudang tradisi wisata yang unik, bikin lo mikir, “Ini beneran ada?” Serius deh, tradisi-tradisi ini gak cuma soal budaya doang, tapi juga punya makna dalem yang kadang gak bisa lo temuin di tempat lain. Dari ujung barat sampai timur Indo, banyak banget upacara yang digelar tiap tahun dan bisa jadi daya tarik wisata juga. Bukan cuma buat warga lokal, turis mancanegara pun sampe takjub liatnya. Dan yang paling penting, semua ritual ini tuh kaya banget akan nilai sejarah, spiritualitas, dan tentunya, vibe lokal yang khas abis! 1. Rambu Solo, Toraja – Gengsi dalam Berkabung       View this post on Instagram A post shared by TORAJA STORY (@story___toraja) Nah, kalo lo ke Toraja, Sulawesi Selatan, jangan kaget kalo nemu pemakaman yang keliatannya kayak pesta gede. Ini namanya Rambu Solo. Seriusan, ini bukan pemakaman biasa. Orang-orang ngumpul, motong kerbau, terus ada upacara adat yang ribet tapi sakral. Gak heran kalo acara ini bisa makan waktu berhari-hari bahkan sampe berminggu-minggu. Emang sih, butuh biaya gede, tapi buat orang Toraja, ini bentuk penghormatan terakhir yang paling tinggi buat keluarga yang udah meninggal. Jadi, makin gede acaranya, makin tinggi juga status sosialnya. 2. Manene, Toraja – Reuni Keluarga Akhirat Masih dari Toraja nih, ada juga tradisi yang bisa bikin lo merinding tapi kagum. Namanya Manene. Di ritual ini, keluarga bakal buka kembali makam leluhur mereka, terus jenazahnya dibersihin dan dipakein baju baru. Iya lo gak salah baca, jenazahnya dikeluarin dan diperlakukan kayak masih hidup! Tapi tenang, ini bukan horor, ini bentuk rasa cinta dan hormat keluarga ke leluhur mereka. Bener-bener bikin lo mikir ulang soal hubungan keluarga dan kehidupan setelah mati. 3. Pasola, Sumba – Duel Kuda yang Penuh Makna Lanjut ke NTT, di Sumba tepatnya, ada atraksi yang seru abis dan memacu adrenalin. Namanya Pasola. Ini tuh semacam perang-perangan pake kuda, di mana dua kelompok saling lempar tombak sambil ngebut di atas kuda. Wah, kayak film action! Tapi ini bukan cuma soal adu kekuatan, Pasola adalah bagian dari tradisi panen dan ritual buat minta berkah ke leluhur. Jadi selain seru, tradisi ini juga punya sisi spiritual yang kuat banget. 4. Ngaben, Bali – Api, Arwah, dan Perjalanan ke Nirwana Kalo lo ke Bali, lo pasti pernah denger soal Ngaben. Ini tuh semacam pemakaman, tapi bukan yang suram gitu. Justru di Bali, kematian itu dirayakan karena dipercaya sebagai proses menuju kebebasan jiwa. Jenazah dibakar dengan upacara megah dan penuh warna. Musik, tarian, dan doa mengiringi arwah buat nyampe ke alam selanjutnya. Suasananya bisa campur aduk, antara haru dan meriah. Pokoknya, ini bukan pemakaman biasa, bro! [Baca juga : "Mei Seru Di Jabar: Liburan Lo Gak Bakal Garing!"] 5. Tabuik, Sumbar – Drama Lautan dan Makna Spiritual Kalo lo main ke Pariaman, Sumatera Barat pas bulan Muharram, siap-siap disambut sama tradisi Tabuik. Ini acara gede banget, kayak karnaval yang dipadukan sama spiritualitas tinggi. Puncaknya tuh pas "tabuik" alias menara raksasa yang udah dihias megah dilempar ke laut. Konon itu buat ngusir roh jahat dan sebagai simbol pelepasan duka. Warga rame-rame nangis, seneng, dan takjub dalam satu momen. Gokil kan? 6. Sekaten, Jogja & Solo – Dari Religi ke Festival Seru Sekaten tuh acara yang diadain buat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi dikemas dalam nuansa festival budaya. Lo bisa liat gamelan sekaten ditabuh, pasar malam rame, dan berbagai pertunjukan seni tradisional. Di Jogja dan Solo, vibe-nya tuh beda tapi sama-sama pecah. Banyak warga lokal dan turis numpuk buat nonton, beli jajanan, dan nikmatin suasana. Tradisi ini buktiin kalo agama dan budaya bisa nge-blend dengan harmonis. 7. Debus, Banten – Aksi Mistis yang Mind-Blowing Debus tuh salah satu tradisi Banten yang mistis tapi bikin lo penasaran. Lo bakal liat orang kerasukan, nusuk-nusuk diri pake benda tajam, tapi anehnya mereka gak kenapa-kenapa! Ini sebenernya ritual penyembuhan juga, dan diyakini punya energi spiritual gede. Lo bakal ngerasain atmosfer mistis yang kental banget. Seram, tapi menarik buat disimak, apalagi kalo lo suka hal-hal yang out of the box. 8. Bakar Batu, Papua – Hangatnya Tradisi di Tanah Timur Nah kalo di Papua, ada tradisi keren namanya Bakar Batu. Jadi warga ngumpul, bakar batu sampai panas, terus batu itu dipake buat masak bareng-bareng satu kampung. Momen ini biasanya buat ngerayain kelahiran, perdamaian, atau upacara adat lain. Yang bikin spesial tuh kebersamaannya, lo bisa liat orang-orang kerja sama, masak bareng, makan bareng, dan ngerayain hidup bareng-bareng. Simple tapi penuh makna! Intinya sih, tradisi-tradisi ini nunjukin kalo Indonesia tuh punya warisan budaya yang gak main-main. Setiap daerah punya cerita sendiri yang bikin lo mikir, “Gila, budaya kita sekaya ini ya?” Dari yang serem, nyentrik, sampe yang bikin haru, semuanya ada di negeri ini. Lo tinggal pilih, pengen jadi saksi sejarah di mana dulu nih? Tapi satu hal yang pasti, semua tradisi ini ngajarin kita buat lebih menghargai leluhur, alam, dan sesama. Siap jalan-jalan sambil belajar budaya? Yuk gaskeun! (Sumber Foto @jyikwa)
...more

Wisata Religi Islam di Masjid Lautze Jakarta

TripTrus.Com - Pesona nuansa heritage Islami muslim Tionghoa di Masjid Lautze yang merupakan masjid unik dan bersejarah yang berlokasi di Jakarta Pusat. Jakarta tidak hanya memiliki obyek wisata yang berisikan waha permainan, namun kawasan Ibukota indonesia ini memiliki obyek wisata heritage yang menarik dikunjungi yang menyebar di beberapa kawasan daerah bilangan sawah besar Pasar Baru Kota Jakarta. Menurut catatan sejarah, Pasar Baru merupakan suatu area pusat perbelanjaan di Jakarta, dan sebuah kawasan yang memiliki bangunan yang berdiri kokoh sejak jaman Belanda dengan nuansa khas Eropa dan Tiongko tempat wisata heritage yang berlokasi di kecamatan Sawah besar jakarta Pusat ini bukan hanya menjadi central perekonomian masyarakat Jakarta saja, namun memiliki kisah catatan sejarah panjang dari sisi-sisi keunikan bangunan yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Jakarta Konon, sejak dulu kala masyarakat Tionghoa terkenal dengan keuletannya. maka tidaklah heran jika usaha gula dan tebu semakin berkembang pada waktu itu masih bernama Batavia membuat masyarakat etnis Tionghoa lainnya untuk datang dan mengadu nasib di Batavia yang kini disebut dengan nama jakarta.       View this post on Instagram Pengalaman yg menarik sembahyang disini. Mereka putih putih, gw item. Mereka sipit sipit, gw belo. A post shared by @ daanandraan onMay 26, 2018 at 4:49am PDT Perbauran masyarakat membuat muslim Tionghoa kian hari kian bertambah dengan salah satu buktinya kita bisa melihat sebuah bangunan Masjid Lautze yang merupakan masjid muslim Tionghoa pertama di Jakarta yang berlokasi di Jalan lautze Sawah Besar, Jakarta Jejak muslim Tionghoa kini dapat kita temukan di kawasan Sawah Besar Jakarta yaitu Masjid Lautze yang menjadi pusat aktifitas muslim Tionghoa ini berdiri sejak tahun 1991 dan berada di bawah Yayasan Karim Oei yaitu seorang muslim Tionghoa yang berperan mengenalkan ajaran agama Islam di kalangan masyarakat etnis Tionghoa. Nama masjid ini merujuk pada alamat lokasi berdirinya bangunan masjid itu sendiri yaitu di jalan Lautze yang merupakan sebuah kawasan pecinan di jakarta Pusat. Nama Masjid Lautze ini juga mengingatkan kepada kita akan sebuah nama seorang tokoh yang bernama Lautze yaitu seorang yang bijak dari negeri Tiongko. Tidak hanya nama masjidnya yang unik, namun kegiatan di Masjid Lautze ini pun juga terbilang unik, karena masjid ini hanya dibuka pada waktu tertentu saja. Sekilas bangunan ini tidak terlihat seperti tampaknya bangunan masjid pada umumnya. Keberadaan masjid ini tidak lepas dari keteguhan pengelola untuk menegakan syiar Islam khususnya bagi warga keturunan Tionghoa yang tidak pernah tersentuh oleh para ustad atau kiyai. Nama “Lautze” dalam bahas Tiongkok yang berarti guru bagai penerang jiwa, sosok inspirasi penyebar dakwah Islam hdair dibawah naungan masjid. Beragam aktifitas keagamaan seperti tilawah berada di masjid ini.Mulai dari tilawah anak hingga tilawah biasa. Namun Masjid Lautze Pasa Baru jakarta ini berbeda dari masjid pada umum dimana masjid ini hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB hal ini menyesuaikan dengan katifitas jemaahnya dan kondisi lingkungan sekitar. Karena jemaah masjid ini sebagian berprofesi sebagai pedagang yang tidak lagi berkegiatan diatas pukul 17.00 sore hari. Kegiatan rutin positif di masjid ini biasa dimulai seusai kegiatan tilawah pada akhir pekan. Konon, informasi yang Direktori Wisata terima, tidak terhitung warga Tionghoa yang datang dan belajar tentang agama Islam di masjid ini. Selama bulan Ramadhan akhir pekan dipilih sebagai waktu silaturahmi jamaah masjid. Mulai dari kegiatan buka puasa bersama hingga sholat tarawih berjamaahyang dilakukan di masjid ini. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Bagi sahabat dan pembaca setia Direktori Wisata indonesia yang akan merasakan nuansa Islami sambil silturahmi dengan jamaah di sini bisa langsung datang menuju lokasi yang berada di dekatPasar Baru Jakarta yang dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan bermotor dan mobil menuju lokasi. Dari perjalanan wisata religi Islam di Masjid Lautze jakarta ini, kita bisa mengambil pembelajaran tentang arti kerukunan, kebersamaan bawa di mata Alloh SWT semua makhluk ciptaanNya adalah sama, dan yang hanya membedakannya hanya nilai ketaqwaannya saja. (Sumber: Artikel direktori-wisata.com Foto nusantaranews.co)
...more

Jelajah Wisata Sejarah Cagar Budaya Situs Lebak Kosala

TripTrus.Com - Situs Lebak Kosala juga dikenal dengan Situs Lebak Sangka merupakan peninggalan tradisi megalitikum berbentuk punden berundak sebanyak lima undakan. Di setiap undakan terdapat menhir atau batu berbentuk tugu. Dinamakan juga Situs Lebak Sangka karena terletak di Kampung Lebaksangka, Desa Lebak Gedong, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi situs mudah dicapai dengan akses jalan cukup baik. Perjalanan dari pusat kota Rangkasbitung memakan waktu lebih kurang 4 jam. Akses jalan yang berliku, menanjak dan didominasi oleh turunan panjang dengan pemandangan alam yang indah menjadi tantangan tersendiri bagi para penggemar traveling dan touring. Daerah ini berada dalam kawasan konservasi hutan lindung taman nasional Gunung Halimun-Salak yang membentang sepanjang 113.357 ha. Membelah 3 kabupaten dan 2 provinsi, Jawa Barat dan Banten yaitu kabupaten Bogor, kabupaten Sukabumi, dan kabupaten Lebak. Kawasan ini telah menjadi kawasan Konservasi sejak tahun 1929 setelah warga Belanda bernama Van Tricht melakukan penelitian. Di pintu masuk, terpampang nama situs Lebak Kosala pada sebuah papan berukuran 1 x 2 meter. Suasana alam yang segar dan bebas polusi, menemani berjalan kaki sejauh 300 meter melewati pemukiman warga dan persawahan menuju lokasi. Situs Lebak Kosala termasuk lengkap karena selain punden berundak, menhir, dan altar, juga ditemukan Arca Kolasa. Arca merupakan batu berbentuk patung setinggi 50 cm. Keberadaan batu-batu tersebut merupakan bagian dari media untuk pemujaan leluhur. Namun sayang, keberadaan arca sudah tidak ada, hilang sejak bebrapa tahun yang lalu seperti dijelaskan oleh Usup, salah seorang Juru Pelihara Situs yang mendampingi Wisnu Wirandi, Penggiat Budaya dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada 6 orang yang bertugas sebagai Juru Pelihara Situs Lebak Kosala yaitu: Abah Murja, Asep, Usup, Nurhalim (mendapat SK dari Pemda Lebak) sedangkan Oding dan Nurmawati (mendapat SK dari Balai Pemeliharaan Cagar Budaya Provinsi Banten). “Arca Kosala sudah hilang tidak diketahui keberadaannya dimana,” ucap Wisnu menirukan Juru Pelihara, beberapa waktu lalu di lokasi Situs Lebak Kosala. Menhir-menihr di Situs Lebak Kosala berupa batu-batu menyerupai papan (slab stone) dengan permukaan cukup halus, dan juga batu-batu papan yang diatasnya terdapat batu-batu berbentuk bulat memiliki diameter 15-20 cm. Penduduk setempat menyebut batu-batu tersebut sebagai “Batu Pelor”. Temuan-temuan batu tersebut membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Batu-batu yang dilapisi lumut tersebut pada masanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sesaji pada ritual kepercayaan. Situs ini terjaga dengan baik. Konon, cerita yang beredar di masyarakat setempat susunan bebatuan itu merupakan bekas petilasan Prabu Kian Santang saat menyebarkan agama Islam di tanah Banten. Seperti dikisahkan dalam pupuh budaya Sunda, putra dari Prabu Siliwangi ini berusaha mengislamkan bumi Nusantara hingga ke tanah Banten dengan berbagai cara. Namun kepercayaan warga setempat itu sempat terbantahkan ketika peneliti dari ITB mulai melakukan penelitian dan ekskavasi kawasan situs. Hasil kajian tersebut menjelaskan secara detail bahwa, kawasan situs Lebak Kosala pertama kali dibangun pada abad ke 4. Hal ini didasarkan pada penemuan berbagai barang pecah belah seperti keramik dan tembikar. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa kawasan ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan dan makam kuno karena ditemukan beberapa nisan dan kolam pemandian untuk penyucian diri. Hingga saat ini, Situs Lebak Kosala menjadi wisata sejarah yang sering dikunjungi baik dari lokal maupun pengunjung dari luar kota. Bagi Anda ingin berwisata sejarah di Banten, situs Lebak Kosala biasa menjadi destinasi wisata dan masih banyak peninggalan tradisi megalitikum di Banten khususnya di Lebak salah satu yang banyak dikunjungi yaitu Situs Lebak Kosala ini. Kawasan situs juga menawarkan keindahan alam nuansa pegunungan. (Sumber: Artikel-Foto pelitabanten.com)
...more

The Big Three Labuan Bajo: 3 Pulau Wajib Banget Lo Kunjungi

TripTrus.Com -  Kalau lo ngomongin Labuan Bajo, itu tuh bukan cuma sekadar destinasi wisata biasa, tapi udah level “bucket list wajib hidup sekali seumur hidup”, serius. Terletak di ujung barat Pulau Flores, kawasan ini jadi gerbang utama menuju Taman Nasional Komodo yang isinya literally kombinasi sempurna antara laut biru jernih, bukit eksotis, sampai biota bawah laut yang kelas dunia. Nggak heran sih kalau tempat ini jadi incaran turis lokal sampai mancanegara—vibes-nya tuh kayak dunia lain, bro. Nah, kalau lo main ke sini, ada tiga pulau “The Big Three” yang wajib banget lo datengin biar nggak cuma sekadar healing, tapi juga dapet pengalaman yang nempel di kepala lama banget. 1. Pulau Rinca — Spot Awal yang Bikin Deg-degan       View this post on Instagram A post shared by islamic.backpacker.id (@islamicbackpacker) Pertama ada Pulau Rinca. Ini biasanya jadi start awal buat banyak traveler. Perjalanan ke sini aja udah seru, sekitar dua jam naik kapal, dan paling enak emang pagi hari biar lautnya tenang dan view-nya dapet banget. Di sini lo bakal nemu savana luas dan komodo di habitat aslinya—iya, yang reptil purba itu. Ukurannya kadang lebih kecil dari yang di Pulau Komodo, tapi tetap aja bikin deg-degan. Plus, pantainya ada yang pasirnya agak kemerahan, unik banget dan nggak mainstream. 2. Pulau Padar — Ikon Instagramable Labuan Bajo Terus ada Pulau Padar, yang udah kayak selebnya Labuan Bajo. Kalau lo sering lihat foto pemandangan tiga teluk dari atas bukit di Instagram, itu hampir pasti di sini. Emang sih, lo harus nanjak sekitar 300 anak tangga, capeknya kerasa, tapi begitu sampai atas, auto speechless. View tiga teluk dengan pasir beda warna itu literally kayak wallpaper hidup. Musim kemarau bikin bukitnya cokelat keemasan, musim hujan jadi hijau segar—dua-duanya sama-sama aesthetic. Sunset di sini? Nggak usah ditanya, overpowered banget. [Baca juga : "Liburan Anti Mainstream? Gas Ke Pantai Klayar, Surganya Pacitan!"] 3. Pulau Komodo — Rumah Sang Legenda Hidup Terakhir, ada Pulau Komodo, rumah asli sang legenda hidup: komodo. Di sini ada lebih dari 3.000 komodo yang hidup bebas di alam liar. Tapi jangan coba-coba sok berani ya, karena mereka itu bukan hewan peliharaan—air liurnya beracun dan mereka bisa agresif. Makanya lo wajib didampingi ranger dan jaga jarak aman, minimal banget sesuai aturan. Bahkan ada juga kondisi tertentu yang bikin wisatawan perempuan disarankan ekstra hati-hati. Tapi selain itu, pulau ini punya savana luas dan pantai cantik yang bikin pengalaman lo tetap terasa epic banget. Jadi intinya, eksplor tiga pulau ini—Rinca, Padar, dan Komodo—itu bukan cuma sekadar liburan, tapi kayak masuk ke dunia lain yang real tapi magis. Dan itu belum termasuk spot lain di sekitar Labuan Bajo kayak Taka Makassar, Pink Beach, Pulau Kanawa, sampai Manta Point yang juga nggak kalah gila indahnya. Jadi ya, kalau lo nanya Labuan Bajo worth it atau nggak? Jawabannya jelas: worth it parah, dan mungkin bakal bikin lo pengen balik lagi. (Sumber Foto @ivani.liwe)
...more

Duit Rp465 Miliar Dari Bank Dunia Untuk Kampanye Sadar Wisata 2024!

TripTrus.Com - Nih, bro, ada info seru nih! Kampanye Sadar Wisata 5.0 baru aja umumin Desa Wisata yang juara. Gila, tahun 2024 ini, duitnya mencapai Rp465 miliar dari Bank Dunia! Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, bakal ngasih apresiasi buat desa-desa yang menang. Tujuannya? Supaya para pebisnis di desa wisata semangat bangun potensi daerahnya, bro! Katanya sih, malam penghargaan itu buat kasih semangat biar terus menggila dan promosiin produk desa mereka dengan presisi. Seru kan? Pemenangnya ada lima kategori. Ada desa-desa kece dari Yogyakarta sampe Sumatera Utara. Nama-namanya keren abis, kayak Kampung Wisata Sosromenduran dan Desa Wisata Lumban Suhi-suhi!       View this post on Instagram A post shared by Binuangsaiyo23 (@binuangsaiyo23) Nah, kategori kedua, Local Champion Terbaik. Mereka yang memimpin di sini adalah orang-orang hebat dari desa-desa kayak Candirejo, Kadipaten, Poncokusumo, Jerowaru, dan Papagarang. Keren banget, kan? Terus, ada juga yang dapet Diseminasi Sadar Wisata. Ini buat tiga desa juara, dari Wakatobi sampe Lombok Tengah. Bikin bangga deh! Yang keempat, Inovasi Produk dan Pemasaran. Juara pertamanya tuh dari Yogyakarta, Kampung Wisata Patehan. Ada juga juara dari Lumajang, Pasrujambe, dan Magelang, Kampung Wisata Mendut. Terakhir, kategori Kelembagaan. Kampung Wisata Purbayan di Yogyakarta bawa pulang juara pertama. Ada juga desa dari Malang dan Pulau Sibandang, Sumatera Utara, yang ikut jadi pemenang. Keren abis! Menurut Sandiaga Uno, desa-desa ini jadi pemain utama bangun Indonesia. Tahun depan, programnya bakal lebih gila lagi dengan stok sumber daya manusia yang oke! Dia bilang, program ini langkah nyata dari pemerintah buat sentuh langsung 45 juta orang di pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Mantap, kan? Tapi, ini nggak berhenti di sini. Ada langkah kolaboratif yang perlu dilakuin, katanya. Melibatkan institusi pendidikan, dunia usaha, pemerintah daerah, media, dan komunitas. Makanya, komunitas jadi tulang punggungnya! [Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"] Sandi juga ngomongin soal desa wisata yang akan diakui dunia suatu hari nanti. Udah masuk UNTWO, Organisasi PBB buat Pariwisata Dunia, loh! Keren banget! Nggak cuma itu, Bank Dunia juga ikutan meramaikan. Mereka setuju kucurin tambahan duit sekitar Rp465 miliar buat Kampanye Sadar Wisata 2024. Nggak main-main, kan? Selain dari Bank Dunia, Kemenparekraf juga siapkan duit tambahan. Mereka lagi ngebahas anggarannya, siapin semuanya dengan baik. Sandiaga pastiin nih, duitnya bakal bantu desa-desa wisata buat naikin SDM dan memperkuat kelembagaan. Biar hasilnya maksimal, pastinya harus diatur dengan baik, tepat sasaran, dan gak boleh telat. Pokoknya, acara ini seru banget, bro! Ada penghargaan, ada janji Bank Dunia, dan semangat buat bangun Indonesia lebih hebat lagi. Keren, kan? πŸ”₯ (Sumber Foto @jumpareni) 
...more

Bumi Ageung Cikidang, Rumah Museum Yang Bersejarah di Cianjur

TripTrus.Com - "Bumi Ageung Cikidang" yang berarti Rumah besar yang berada di daerah bernama Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja II.  Raden Adipati Aria Prawiradiredja II  merupakan Bupati Cianjur yang ke-9 yang menjabat selama periode 1862-1910 (48 tahun). Rumah cantik ini beliau bangun pada tahun 1886 sebagai rumah peristirahatannya. (Foto: tribunnews.com) Pada tahun 1910 Bumi Ageung diwariskan kepada putrinya bernama Raden Ayu Tjitjih Wiarsih, di masa kepemilikan beliau, rumah ini berperan penting dalam kemerdekaan, dikarenaKAN Bumi Ageung digunakan sebagai tempat perumusan pembentukan tentara PETA yang dipimpin oleh Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-45. Bumi Ageung direnovasi pertama kali pada tahun 1950 setelah nyaris hancur karena menjadi sasaran bom pasukan Jepang dan Belanda. Pada 9 Agustus 1949 Bumi Ageung juga menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur, selain itu sempat dijadikan tempat perlindungan manula, perempuan dan anak-anak keturunan pada saat terjadi kerusuhan etnis di Cianjur sekitar tahun 1962-1963.   (Foto: tribunnews.com) Beralamat di Jalan Mochamad Ali, Kelurahan Solokpandan, Cianjur, jalan yang konon dibuat Dandeles sebagai Jalan Raya Pos, Bumi Ageung dikelilingi oleh kawasan kota tua Cianjur yang tumbuh berkembang di era kolonial, seperti beberapa bangunan: Stasiun Cianjur, Pecinan, Pendopo (Rumah Dinas Bupati) Walaupun beberapa bagian dari Bumi Ageung sudah berganti rupa, Bumi Ageung tetap syarat dengan sejarah. Oleh karena itu pada tahun 2010 ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya Nasional bedasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Yang di mana Bumi Ageung sekarang diurus oleh Keluarga generasi ke-5 dan dijadikan sebagai rumah museum di Cianjur.   (Sumber: Artikel-Foto Rahmat Fajar dan Amieykha )
...more

Wisata Seru Di 2024, Pulau Sangalaki, Berau!

TripTrus.Com - Pulau Sangalaki di Kalimantan Timur emang jadi destinasi keren yang wajib masuk list liburanmu tahun depan. Pantainya? Gokil banget, pasir putihnya lembut abis. Lu bisa jalan di situ sambil menikmati keindahan ombak yang bikin hati adem. Nah, kata Sulaiman, seorang wisatawan asal Balikpapan, nggak cuma itu aja, bawah laut Pulau Sangalaki juga bikin nganga. Lu bakal keblinger liat kecantikannya.       View this post on Instagram A post shared by 𝐕.𝐎 β™˜ 🐣 (@viosaperiba) "Buat ngerasain pesona bawah laut, lu bisa coba menyelam di spot-spot keren, kayak Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Manta Avenue, Ridge, Light House, The Rockies, Channel Entrance, Coral Gardens, Town, dan Sandy Ridge," kata dia sambil nyengir. [Baca juga : "Target Makin Gede, NTB Incar Lima Juta Wisatawan Di 2024 Dengan Serangkaian Event Keren!"] Di pulau ini, banyak banget penyu, bro. Lu bisa dapet ilmu seputar binatang ikonik ini. Selain itu, lu juga bisa liat gimana mereka manggung buat ngeluarin anak penyu ke laut lepas. Keren, kan? Jadi, siap-siapin jadwal buat petualangan seru di Pulau Sangalaki, Berau! (Sumber Foto @noverasari) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
21 - 22 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
21 - 23 Aug 2026
Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
×

...