shop-triptrus



Ngabuburit, Cara Seru Jalan-Jalan di Bulan Puasa!

TRIPTRUS - Di bulan Ramadan, ada aktivitas yang selalu dilakukan orang Indonesia, yaitu ngabuburit ke berbagai tempat yang menjadi destinasi wisata. Ngabuburit memang cara paling asyik untuk jalan-jalan di bulan puasa.Tempat tujuan ngabuburit sering kali merupakan tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata. Ada taman kota, pantai, pusat perbelanjaan, pusat wisata kuliner, masjid dll. Menghabiskan hari sambil menunggu waktu berbuka puasa, memang menjadi kegiatan yang sering dilakukan umat muslim Indonesia.Ini sebabnya ngabuburit menjadi semacam kegiatan wisata jarak pendek yang dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Hal itu juga yang menjadi alasan, ngabuburit pasti seru dilakukan di berbagai daerah.Travel Highlight kali ini pun menyoroti kegiatan ngabuburit sebagai sebuah momen mengunjungi destinasi wisata di bulan Ramadan. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari kota dimana kita tinggal. Di Jakarta misalnya, ada Monas, Taman Suropati atau Taman Menteng dan destinasi wisata lain yang ramai untuk ngabuburit.Masjid-masjid bersejarah di berbagai kota juga menjadi tempat tujuan ngabuburit. Selain itu, pusat perbelanjaan seperti mal juga berusaha menarik pengunjung dengan aneka kegiatan Ramadan. Pun demikian dengan hotel, yang berusaha memikat tamu dengan aneka sajian makanan berkelas untuk berbuka puasa.Jika Anda sedang traveling ke berbagai kota di Indonesia, ini adalah kesempatan emas untuk bisa merasakan ngabuburit di sana. Di Yogyakarta, ngabuburit di Jl Malioboro pasti asyik. Atau, bergabunglah dengan warga lokal di Bundaran UGM atau di alun-alun keraton.Di Makassar juga seru untuk ngabuburit. Warga dan wisatawan meramaikan Pantai Losari menunggu matahari terbenam. Setelah itu parade wisata kuliner sudah menunggu mereka di kawasan itu. Di Surabaya, Jembatan Suramadu dan berbagai taman kota adalah tempat favorit untuk ngabuburit. Di Banda Aceh apalagi, dengan budaya Islam yang kuat, ngabuburit pun rasanya sangat berbeda.Jalan-jalan sore menjelang buka puasa, tidak hanya bisa dilakukan di negeri sendiri. Di Kuala Lumpur, Malaysia ngabuburit juga seru dilakukan di depan Menara Petronas, Dataran Merdeka atau ke kawasan pecinan di Petaling Street. Di Singapura, ngabuburit di Marina Bay bersama patung Merlion rasanya tiada dua.Bagaimana dengan para traveler di berbagai negara muslim nan jauh di Timur Tengah? Puasa yang lebih lama di musim panas menjadi tantangan mereka. Tapi kegiatan ngabuburitnya tetap seru untuk dilakukan. Semua orang mengakui, ngabuburit di Masjidil Haram, Mekkah adalah pengalaman terbaik sedunia.Traveling dan ngabuburit adalah dua hal yang saling melengkapi. Ngabuburit adalah bukti bahwa kegiatan traveling alias jalan-jalan, memang tidak mempermasalahkan waktu, tempat, jarak dan musim. Selamat jalan-jalan dan ngabuburit! (Sumber: Artikel travel.detik.com ; Foto travelmatekamu.com)
...more

Menyibak Keindahan Lembah Harau, The Yosemite Of Indonesia

Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk melepas lelah dan menghilangkan segala beban pikiran yang telah menumpuk selama beberapa hari. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan adalah dengan jalan-jalan, apalagi kalau ke Lembah Harau, yang karena keindahannya bahkan dijuluki sebagai The Yosemite of Indonesia. Bukan tanpa alasan julukan itu diberikan, karena memang keindahannya sebanding dengan Lembah Yosemite yang ada di Sierra Nevada, California, Amerika Serikat. Lembah Harau sendiri berada dalam wilayah administratif Kabupaten Limapuluh Kota atau berada ± 138 km dari Padang ± dan 47 km dari Bukittinggi atau sekitar ± 18 km dari Kota Payakumbuh dan ±2 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Lembah Harau merupakan sebuah lembah atau ngarai yang terbentuk dari patahan turun akibat peristiwa tektonik sehingga membentuk wilayah lembah yang datar dan diabit oleh dua dinding perbukitan dengan tebing yang curam. Dinding perbukitan di Lembah Harau inilah yang membuatnya dijuluki Yosemite of Indonesia karena bentuk dan warnanya mirip dengan dinding bukit di Lembah Yosemite. Bukit yang mengapit Lembah Harau memiliki ketinggian 100-500 meter dan sangat cocok dikembangkan untuk olahraga ekstrim panjat tebing. Setidaknya ada 300 lokasi panjat tebing di Lembah Harau yang menjadikannya salah satu surga bagi pecinta olahraga panjat tebing. Selain untuk olahraga panjat tebing, keindahan Lembah Harau dengan tebingnya yang kemerah-merahan menjadi surga tersindiri bagi para fotografer atau bagi Anda yang sekedar ingin menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Bila anda ingin membaca lebih detail tentang artikel ini silahkan klik website dibawah ini. Sumber:  http://pasaharau.com/menyibak-keindahan-lembah-harau-the-yosemite-of-indonesia/ Foto:http://pasaharau.com   Kindly inform all of you we will have spectacular event on July, 13th to 15th 2018, these traditions of the Minangkabau will be presented at the Pasa Harau Art & Cultural Festival, the will be centered at the beautiful Harau Valley in Limo puluah koto Regency. Located about an hour’s drive from Bukittinggi city. The Harau Valley dubbed the Yosemite of Indonesia, has green rice fields hemmed in by huge granite rocks. Where refreshing waterfalls tumble down to irrigate the fields!!! ❤❤❤❤ Check it out and DON'T MISS IT!!!!! https://pasaharau.com/ Are you ready to find another heaven in Indonesia? Come on! #indonesia #pasaharau #pasaharauartandculturefestival #minangkabau #westsumatera #limopuluahkota #limapuluhkota #art #culture #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #ayokeindonesia #welcometoindonesia #travelling #event #duniamenujuharau #roadtopasaharau2018 #beautifuldestinations A post shared by siska oktaviani (@chu8y) onApr 10, 2018 at 2:17am PDT
...more

Jelajah Keindahan Taman Nasional Komodo

Trip Pulau Komodo bisa kamu cari di: http://triptr.us/Bg. TRIPTRUS - Nama Komodo sudah pasti tidak asing bagi TripTroops. Spesies kadal terbesar di dunia -- yang punya nama latin varanus komodoensis ini -- punya habitat di Taman Nasional Komodo. Binatang yang disebut-sebut sebagai keturunan naga ini bersifat karnivora atau pemakan daging. Selain itu, air liur komodo juga penuh dengan bakteri mematikan. Taman Nasional Komodo sendiri didirikan pada tahun 1980 oleh pemerintah Indonesia dan dijadikan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Reptil unik ini mayoritas berhabitat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Namun, juga terdapat di Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau kecil lainnya -- yang semuanya adalah bagian dari Taman Nasional Komodo seluas 1920 kilometer persegi. Untuk berkeliling Pulau Komodo, TripTroops bisa memulainya dari Kampung Komodo, satu-satunya tempat berpenghuni manusia di Pulau Komodo. Penduduk Kampung Komodo kebanyakan berasal dari perantau dari Bugis, Sulawesi dan Sumba. Di sini, para penduduk hidup dekat dengan Komodo, bahkan anak-anak terbiasa bermain di dekat komodo. Kami tidak menyarankan untuk mencoba ini di rumah, tentunya. Jika TripTroops ingin berkeliling melihat habitat komodo, TripTroops bisa menggunakan jasa pemandu lokal yang cukup banyak di Pulau Komodo. Tidak hanya komodo saja, di TN Komodo TripTroops juga bisa melihat berbagai spesies lain seperti rusa Timor, monyet ekor panjang, musang, dan kalong buah. Selain itu, Pulau Komodo punya banyak hal lain untuk dinikmati. Di sisi timur Pulau Komodo ada Pink beach, satu dari tujuh pantai di seluruh dunia yang punya pasir berwarna merah muda! Warna pasir itu disebabkan oleh karang merah yang hancur di lepas pantai dan terbawa oleh ombak ke pantai. Buat TripTroops yang doyan masuk ke air untuk ke snorkeling atau diving, terumbu karang di Taman Nasional Komodo adalah salah satu yang terindah di dunia yang menjadi tempat tinggal bagi ribuan spesies ikan dan hewan laut seperti hiu paus, lumba-lumba, dugong (ikan duyung), dan lain-lain. Cukup dengan menyeberang ke Pulau Padar, TripTroops bisa menemukan dive spot yang keren dan seperti melihat hamparan warna yang memukau di bawah laut. Atau, kalau malas merendam diri di air, TripTroops bisa berkeliling dengan menggunakan kayak untuk meng-explore berbagai teluk kecil yang tersembunyi. Jadi, mulai packing dari sekarang dan masukkan ke agenda untuk nge-trip ke Taman Nasional Komodo.
...more

Kaya Bangunan Kuno, Gombong Diusulkan Jadi Cagar Budaya

TripTrus.Com - Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen memiliki ratusan buah gedung tua yang megah. Ada yang difungsikan sebagai obyek wisata, rumah tinggal, sekolah maupun kantor pemerintah. Namun sayang baru satu gedung yang sudah diproses untuk menjadi bangunan cagar budaya yaitu SMP Negeri I Gombong. "Padahal ditilik umur dan keunikan arsitekturnya, banyak yang layak jadi cagar budaya seperti rumah nenek pengusaha Martha Tilaar di Jalan SEmpor Lama Gombong yang kini tengah dipugar oleh ahli warisnya," ujar Sekretaris LSM Lembah Luk Ulo Kebumen, Ir Misbah Sukmadi, Selasa (01/10/2013). Berdasarkan kajian LSM Lembah Luk Ulo, sebagian besar gedung-gedung itu berumur diatas 100 tahun seperti Benteng Van der Wijck yang berumur 195 tahun karena berdiri tahun 1818. Di dekat nya, ada ratusan gedung tua yang masih dipertahankan bentuk aslinya dan difungsikan sebagai kompleks Sekolah Calon Tamtama TNI AD, rumah-rumah dinas anggota TNI, Rumah Sakit Umum DKT Gombong dan rumah-rumah pribadi warga masyarakat. Terpisah, Wakil Kepala SMPN I Gombong, Drs Dharmadi, menjelaskan bahwa proses pemberian status cagar budaya bagi gedung SMP Negeri I Gombong sudah dilakukan sejak 2005 lalu. Bahkan, gaung pemberian status cagar budaya sudah didengar oleh sejumlah kolektor barang antik. Diantaranya ada berniat membeli lantainya yang terbuat dari potongan-potongan batu granit hitam buatan Swedia dengan penawaran Rp 1,1 miliar. "Namun tawaran itu kami tolak karena kami ingin mempertahankan keaslian bangunan ini yang dibangun hampir bersamaan dengan Benteng van der Wijck dan RSU DKT Gombong. Saat ini kami tengah menunggu penyerahan Surat Keputusan (SK) tentang status cagar budaya dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala sehingga ada sumber anggaran untuk pemeliharaan gedung ini. Saat ini yang sudah keluar baru SK Juru Kunci Cagar Budaya untuk petugas penjaga sekolah," jelas Dharmadi. (Sumber: Artikel-Foto beritakebumen.info)
...more

Siap-siap, Indonesia Bakal Kedatangan Hujan Meteor Bulan Ini

TRIPTRUS - Setelah kedatangan Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Penumbra beberapa hari yang lalu, Indonesia bakal kembali kedatangan fenomena alam yang tak kalah indahnya, yaitu hujan meteor. Dilansir dari National Geographic, hujan meteor yang dinamakan hujan meteor Eta Aquarids dikabarkan akan terjadi selama sebulan penuh mulai pertengahan April mendatang, tepatnya mulai sekitar tanggal 20 April hingga 21 Mei. Waktu terbaik untuk melihat mereka antara tanggal 5 dan 7 Mei, ketika langit menjadi gelap selama bulan baru. Terlihat bintik-bintik, kamu akan melihat potongan-potongan kecil dari puing-puing dari Komet Halley yang menabrak atmosfer Bumi dan terbakar. Mereka disebut Eta Aquarids seperti yang muncul dari konstelasi Aquarius. Hujan meteor ini akan lebih terlihat di belahan bumi bagian selatan. Namun, orang-orang di belahan bumi utara dapat menangkapnya juga, terutama jika kamu dekat dengan garis khatulistiwa. Pada puncaknya, orang-orang di belahan bumi selatan dapat melihat hingga 30 meteor per jamnya. Bahkan, kalau kondisi cuaca menguntungkan, mereka yang berada di utara khatulistiwa masih bisa melihat 10 meteor setiap jam. Untuk melihat hujan meteor, lebih baik untuk pergi ke luar selama setengah jam sebelum mandi, agar mata kamu menjadi diaklimatisasi untuk melihat dalam cahaya rendah. Selain itu, meteor akan lebih jelas terlihat, kalau cahaya dari lampu-lampu kota dan lampu jalan dimatikan. Di Indonesia sendiri fenomena ini bisa disaksikan sekitar tanggal 15 hingga 25 April nanti, dengan puncaknya pada 22 sampai 23 April, hanya saja bukan hujan meteor Eta Aquarids, melainkan hujan meteor Lyrid. Hal ini disampaikan oleh Astronom dari Pusat Sain Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto. “Intensitasnya sekitar 12 meteor setiap jamnya. Hujan meteor itu bisa dilihat di wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Syaratnya kondisi langit bersih, sehingga bisa dilihat dengan jelas,” sebut Rhorom seperti dikutip dariGoRiaucom, Jumat (1/4/2016). Sumber: merdeka.com Ia menyampaikan, arah pancaran meteor ini ada di dekat rasi Lyra yang terbit sekitar jam 21.00 WIB. Ini termasuk hujan meteor langka yang terjadi sekali dalam 415 tahun. “Baru sekali diamati pada tahun 1861, tapi serpihan ekornya masih tersisa sebagai meteor stream hingga kini,” ulasnya. Perlu diketahui, lokasi pengamatan sangat menentukan hasil. Saran Rhorom, pilihlah suasana langit malam yang cerah dan tidak berawan, serta bebas dari polusi cahaya. “Misalnya di pinggiran kota. Itu juga tergantung prakiraan cuaca. Mungkin di Sumatera bagian utara atau daerah Nusa Tenggara berpeluang cerah,” sebut Rhorom. Jadi, sudah siap untuk melihat fenomena alam ini? (Sumber: Artikel jadiberita.com Foto beritabekasi.com)
...more

10 Tempat Wisata di Kebumen Yang Wajib Dikunjungi!!!

TRIPTRUS - Tempat wisata di kebumen.Kebumen, sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Di Kebumen ini ternyata memiliki berbagai macam lokasi wisata yang wajib di telusuri. Jadi apa aja lokasi wisatanya? pensaran? 1. Pantai Ayah  Pantai ini memiliki area yang cukup luas, dengan warung-warung di sekitar pantai yang sudah di pindah dan di tata rapi agar tidak menggangu keindahan pantai. Sehingga para penelusur bisa lebih asik dan puas menikmati pemandangan pantai. Di pantai ini para penelusur bisa menikmati sejuknya udara yang masih segar. Dan tidak hanya itu, di pantai ini para penelusur bisa bermain sepakbola, voli pantai, maupun hanya sekedar duduk-duduk santai menikmati keindahan alamnya. Setelah puas atau bosen dengan pantai, kita juga bisa juga bermain ke hutan yang berdekatan dengan pantai ayah ini. Sumber: Foto kebumenberiman24.blogspot.com 2. Goa Jatijajar Berada di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten kebumen yang terletak sekitar 42km di arah barat daya pusat kota kebumen ini mencakup luas kawasan seluas 5.5 hektare. Goa Jatijajar ini merupakan sebuah goa yang terbentuk dari batu kapur. Goa Jatijajar ini memiliki panjang dari pintu masuk utama ke pintu keluar adalah sepanjang 250 meter dengan lebar goa rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata di dalam goa ini adalah 12 meter. Sedangkan untuk ketebalan pada langit-langitnya rata-rata memiliki ketenalan 10 meter, dan ketinggian dari permukaan laut adalah 50 meter. Di goa ini kita bakal di suguhi macam-macam diorama yang menceritakan sejarah awal mula nama goa ini. Sumber: Foto id.wikipedia.org 3. Pantai Menganti Pantai Menganti ini berlokasi di Desa Karangduwur, kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Berlokasi kurang lebih 40km dari kecamatan Gombong. Di pantai ini para penelusur bisa menikmati syahdunya udara pantai yang masih segar. Dan bisa juga bercengkrama dengan para nelayan di atas pasir putih yang membentang sepanjang Pantai Menganti ini. Di sini juga terdapat juga mercusuar setinggi 20 meter yang bisa di pakai untuk memandangi keindaham seluruh pantai. Sumber: Foto travel.detik.com 4. Benteng Van Der Wijck Benteng Van Der Wijck adalah sebuah benteng yang di bangun oelh pemerintah Hindia-Belanda pada abad ke 18 sebagau sebuah benteng pertahanan. Lokasi benteng ini berada di sebelah barat pusat Kota Kebumen dengan jarak sekitar 35km. Nama benteng ini menurut kabar yang beredar merupakan sebuah nama yang di ambil dari nama komandan pada saat itu. Sekarang benteng ini di jadikan oleh Pemerintah Kebumen sebagai objek wisata sejarah. Sumber: Foto spadepicnic.wordpress.com 5. Gunung Pranji Gunung Pranji berada di perbatasan antara Desa Pengaringan dan Desa Watulawang. Pemandangan di Gunung Pranji ini malah lebih indah jika di liat pada waktu malam hari. Karena pada saat malam di atas puncak gunung seakan-akan bintang-bintang mengelilingi kita dan di tambah dengan lampu-lampu rumah penduduk sekitar yang membuat  suasana menjadi romantis.   Sumber: Foto blogspot.com 6. Pantai Lembupurwo Pantai Lembupurwo berada di Desa Lembupurwo yang lokasinya di bagian timur dari pusat kota Kebumen. Jalan untuk menuju lokasi ini sudah sangat bagus dan mudah unuk dilalui menggunakan kendaraan pribadi. Walaupun pantai ini berpasir hitam namun dengan air laut yang bersih akan membuat kita betah untuk bersantai-santai di pantai ini. Sambil menikmati hembusan angin yang sepoy-sepoy, kita bisa sambil makan tempe mendoan dengan rasa khas dari daerah sini. Serta ada juga Rempeyek undur-undur yang rasanya hampir mirip seperti udang. Sumber: Foto lintaskebumen.wordpress.com 7. Pantai Petanahan Pantai Petanahan berada di selatan dari pusat kota kebumen. Tepatnya berada pada kecamatan petanahan. Pasirnya putih dan dipadukan dengan ombak yang tidak terlalu besar bakal membuat para penelusur betah disini deh. Apalagi lokasi wisata ini masih belum ramai. Jadi sangat enak buat nyantai-nyantai menikmati semilirnya angin pantai yang segar. Sumber: Foto blogspot.com 8. Pantai Karangbolong Pantai Karangbolong berada di Kecamatan Cinangka Kebumen. Dengan pasirnya yang berwarna kelabu yang berukuran kasar dan halus. Di kawasan pantai karangbolong terdapat juga Gua Karangbolong yang terletak disisi timur. Gua ini sendiri berukuran panjang 30meter dan lebar 10meter serta memiliki tinggi 5 meter. Sumber: Foto blogspot.com 9. Gua Petruk  Berada di kawasan wisata eko-karst Gombong selatan yang tepatnya di Dukuh Mandayana Desa Candirenggo Kecamatan Ayah atau ke selatan sekitar 4.5 dari jati jajar. Gua Petruk ini memiliki 3 lantai gua, yang pertama adalah gua dasar ,gua hindu dan gua petruk. Gua dasar untuk wisata umum panjangnya hanya 100 meter,stalaktit dan stalakmitnya. Kalau ingin menelusuri hingga ujung harus dengan pemandu. Setelah sampai pada ujung gua para penelusur bisa mengunjungi pantai ataupun air terjun yang berada dekat di ujung gua Sumber: Foto cholidpoetra.wordpress.com 10. Arum Jeram Padegolan Wisata arum jeram ini bisa di mulai dari Desa Sendang Dalem, Kecamatan Prembun, kawasan Waduk Lintang Kebumen dan dengan lokasi finish berada du Bendungan Pejengkolan. Karateristik sungainya sendiri berkelok-kelok dengan dihiasi batu-batu besar dan arus yang lumayan deras bakal membuat adrenalin para penelusur naik! Sumber: Foto greensty.org Bagaimana? tertarik untuk liburan dan telusuri wisata di kebumen dengan berbagai macam keindahan dan keunikannya? Ayo ajak keluarga, teman, pacar, atau siapalah untuk kesini!! Ayo Kunjungi Indonesiamu!     Sumber: Artikel telusurindonesia.com Foto kebumeninda.blogspot.com
...more

Bali Bisa Jadi Destinasi Wisata Sepakbola

TRIPTRUS - "Kebanyakan klub luar negeri itu ingin bermain di Bali," kata Djohar. Sepakbola di Bali mulai kembali menggeliat. Ini tak lepas dari munculnya Bali United Pusam yang kini menjadi klub andalan Pulau Dewata.Sebelumnya, sepakbola di Bali terbilang "mati suri". Hanya empat tim yang pernah menghiasai sepakbola nasional, yaitu Gelora Dewata, Perseden Denpasar, PS Gianyar dan Bali Devata.Kehadiran Bali United Pusam pun memunculkan asa baru bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Induk organisasi sepakbola nasional ini punya mimpi Bali akan menjadi daerah wisata sepakbola.Untuk itu, PSSI berharap Bali memiliki stadion yang levelnya internasional. Ini agar mempermudah Indonesia mendatangkan klub luar negeri."Kebanyakan klub luar negeri itu ingin bermain di Bali. Jadi Bali kami harapkan punya stadion internasional sehinga memudahkan tim luar negeri untuk datang ke sana," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin."Jadi Bali bukan hanya jadi daerah wisata alam, tapi juga wisata sepakbola," tegas Djohar kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2015.Saat ini, Bali United Pusam tengah membangun stadion yang diharapkan bisa memenuhi standar internasional. Seperti diketahui, Stadion Kapten I Wayan Dipta tengah dipoles penampilannya.Stadion dengan kapasitas 25.000 tempat duduk ini akan direnovasi besar-besaran dari segi fasilitas. Bahkan, ruang ganti pemain diklaim memiliki konsep yang sama dengan ruang ganti Old Trafford, markas Manchester United.Dari sisi lampu penerangan juga diperbaiki secara luar biasa. Kini Stadion Dipta sudah bisa menggelar pertandingan malam karena punya total 96 lampu berkekuatan 192.000 watt. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto tribunnews.com)
...more

Mengenal Sejarah Masjid Al-Mustofa, Masjid Tertua di Kota Bogor

TripTrus.Com - Anda warga bogor sudah tahu apa masjid tertua yang ada di Kota Bogor? Jawabannya adalah Masjid Al Mustofa. Masjid tertua ini berada di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Masjid yang berwarna hijau ini berusia 711 tahun. Ini merupakan tempat bersejarah mengenai penyebaran Islam khususnya di Bogor. Menurut Mukti Natsir, selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mustofa, menjelaskan bahwa, masjid tersebut dulunya dibangun oleh dua orang penyebar Islam yang masih keturunan Wali Songo. Kedua orang itu bernama Tubagus H Mustofa Bakri yang berasal dari Banten dan Raden Dita Manggala yang berasal dari Cirebon. Mukti mengatakan, saat itu Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala bertemu, selanjutnya mereka membuat kampung. Kampung tersebut dinamakan Kampung baru. Pada awalnya masjid Al Mustofa ini dibuat untuk tempat beribadah bagi warga Kampung Baru. Sang penjaga masjid ini juga masih keturunan dari Tubagus H Mustofa Bakri ini mengatakan masjid ini mempunyai beberapa keunikan dibanding masjid-masjid lainnya.       View this post on Instagram A post shared by News & Traveling (@bogor.24) onMay 2, 2019 at 11:30pm PDT Seperti pada bagian badan masjid boleh dikatakan mulai dari bawah hingga ke atas bagian masjid itu temboknya masih terbuat dari batu kali. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kelurahan Bantarjati, aliran air yang dipakai jamaah masjid Al Mustofa untuk berwudu atau sebagainya berasal dari sumber mata air yang jaraknya tidak jauh dari letak masjid. Namun ada yang unik lagi yang ada di masjid ini, ketersediaan airnya yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Masjid yang didirikan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriyah ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai cagar budaya pada tahun 2011. Masjid yang berada di wilayah Kampung Bantarjati Kaum, Bogor Utara ini, mempunyai peninggalan benda bersejarah. Mulai dari Alquran dan buku khotbah Shalat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri. Alquran ini ditulis pada lembaran kulit. Kedua benda bersejarah tersebut di perkirakan usianya sama dengan usia masjid Al Mustofa. Tak hanya itu, Mukti menyampaikan makam Raden Dita Manggala, jaraknya berada 200 meter dari letak masjid. Sedangkan makam Tubagus Mustofa, ada di Makkah karena beliau wafat ketika sedang berada di Tanah Suci. [Baca juga : "Geopark Ciletuh, Kawasan Batuan Tertua Di Jawa"] Masjid ini awalnya berukuran tidak sebesar saat ini. Sejak berdirinya, baru pada tahun 2000 dilakukan renovasi dengan penambahan luas area masjid. Selain itu renovasi juga dilakukan juga pada 2015 dan 2018, yakni adanya pembuatan serta perluasan kamar mandi dan tempat wudhu masjid yang ada di sisi belakang bangunan. Masjid ini banyak dikunjungi oleh jamaah yang sengaja ingin tahu keberadaan masjid tertua di Kota Bogor. Peningkatan kunjungam jamaah terjadi dan cukup signifikan usai masjid Al Mustofa ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Bogor. Kunjungan dari berbagai kalangam tersebut hampir tiap hari ada. (Sumber: Artikel pojoksatu.id Foto heibogor.com)
...more

Imbas Corona Covid-19, Tiga Destinasi Wisata di Indonesia Ini Jadi Sepi

TripTrus.Com - Kebijakan travel ban atau larangan kunjungan dari negara-negara yang terdampak virus corona Covid-19 berdampak besar pada sektor pariwisata Tanah Air.  Hal tersebut membuat jumlah wisatawan mancanegara atau wisman juga mengalami penurunan, khususnya wisatawan dari China. Beberapa destinasi wisata merasakan imbasnya dengan berkurangnya jumlah wisman yang berkunjung dan membuat destinasi tersebut menjadi sepi. Dirangkum suara.com dari berbagai sumber, berikut tiga destinasi terdampak telak wabah virus corona Covid-19. 1. Yogyakarta       View this post on Instagram A post shared by Anton Hari Prasetio (@antonhariprasetio_) onMar 5, 2020 at 11:15pm PST Beberapa objek wisata di Yogyakarta mengalami penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Pantai Timang, Yogyakarta. Kondisi ini tak lepas dari merebaknya kasus virus corona yang terjadi di Asia, khususnya China. Wasiman, pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata per hari mencapai 600 hingga 700 orang. Namun sejak ramai kasus virus corona, jumlah kunjungan anjlok hingga 50 persen. "Penurunan kunjungan wisatawan mancanagera lebih dari 50 persen. Biro perjalanan banyak yang membatalkan agenda kunjungan. Kami hanya berharap kasus virus corona dapat ditangani, dan geliat wisata kembali pulih," kata Wasiman di Gunungkidul, Selasa (18/2/2020) seperti yang Suara.com lansir dari Antara. Ia mengatakan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Timang berasal dari Malaysia, Korea, China, dan kawasan Asia lainnya. Mereka ingin mencoba gondola dan jembatan ke pulau karang. Selain itu, kawasan Pantai Timang juga terkenal dengan olahan lobsternya. "Saat ini yang datang sebagian dari Melayu atau Malaysia," tutup Wasiman. 2. Bandung       View this post on Instagram A post shared by Putri Rahayu🌹 (@putrhy__) onMar 5, 2020 at 9:50pm PST Tempat wisatawa di Bandung juga merasakan imbas wabah corona Covid-10 salah satuynya kawasan Glamping Lake Side, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Menurut GM Glamping Lake Side, Endang Suherman, objek wisata Glamping Lake Side banyak diminati oleh wisatawan mancanegara khususnya Tiongkok dan Singapura. Adanya wabah corona menyebabkan kunjungan wisatawan menurun sampai 30 persen, seperti dikutip AyoBandung.com--jaringan Suara.com. "Sejak ada corona, wisatawan mancanegara turun 15 persen. Sebagian besarnya dari Tiongkok," tutur Endang, Selasa (25/2/2020). Rata-rata setiap bulan sekitar 6.000 wisatawan asal Tiongkok mengunjungi objek wisata yang terkenal dengan restoran kapal pinisi tersebut. Namun, saat ini kunjungan wisatawan dari negeri tirai bambu berkurang 50 persen. "Memang wisatawan mancanegara yang ke sini kebanyakan dari Tiongkok. Setelah ada corona otomatis terjadi penurunan, kan ada pembatasan juga kunjungan dari sana ke Indonesia," ujarnya. "Total penurunan keseluruhan, antara dampak corona dengan cuaca, mencapai 30 persen," tutup Endang. 3. Bali       View this post on Instagram A post shared by Adi Gusti (@gustiadi_1993) onMar 5, 2020 at 7:45pm PST Pulau Dewata Bali yang menjadi sumbu wisata Indonesia bisa jadi merupakan salah satu yang terdampak telak kabar mengenai wabah corona Covid-19. Media Inggris Daily Mail beberapa waktu lalu bahkan membagikan foto diduga Bandara I Gusti Ngurah Rai yang sepi dan menyebut Bali berubah dari kiblatnya para turis hingga menjadi kota hantu akibata larangan penerbangan dari dan ke China. "Bali berubah dari Makkah-nya para turis menjadi kota hantu setelah turis China dilarang karena menyebarnya Virus Corona," demikian bunyi headline Daily Mail seperti dikutip Suara.com. Akan tetapi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa membantah tudingan media asing yang menyebut Bali bak kota hantu karena sepi turis. Kata Putu Astawa, berita itu hoaks. [Baca juga : "9 Inilah Tempat Bersejarah Di Kudus"] Putu Astawa menegaskan memang terjadi penurunan jumlah wisatawan di Pulau Dewata namun hanya dari turis China saja. "Penurunan wisatawan memang terjadi, tapi itu khusus market Tiongkok saja, sekitar 25-27 persen, sementara market yang lain masin on schedule, belum ada yang cancel," kata Putu Astawa seperti dikutip dari Beritabali.com--jaringan Suara.com. Menurutnya kunjungan wisatawan ke Bali memang berkurang, karena adanya penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Dari sebanyak 6,3 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali, 1,185 juta di antaranya adalah wisatawan dari Tiongkok. (Sumber: Artikel suara.com Foto pixabay.com/iqbalnuril)
...more

ButikTrip.com
remen-vintagephotography
×

...