TripTrus.Com - Cilegon adalah salah satu daerah di Provinsi Banten yang menawarkan beberapa wisata kekinian. Meskipun terkenal sebagai daerah industri, wisata Cilegon mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah. Untuk memaksimalkan waktu berkunjung kamu ke Cilegon, simak rekomendasi objek wisata hits yang pantas dicoba berikut.
1. Pulau Merak Besar dan Kecil
View this post on Instagram
A post shared by Ani Triani (@ani_vaneza)
Bicara soal wisata Cilegon tidak akan terpisahkan dari Pulau Merak. Baik Pulau Merak Besar maupun Pulau Merak Kecil, keduanya sama-sama dapat diakses menggunakan perahu dari Pelabuhan Merak. Dengan perpaduan birunya air laut dan pasir pantai yang penuh pecahan terumbu karang kecil, kamu sudah bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan. Suasana yang teduh akan mendukung kamu berlama-lama liburan di sini.
Tidak hanya keindahan alamnya, kamu juga bisa menemukan situs sejarah di sini. Jika kamu meminta petunjuk warga lokal, kamu dapat menemukan situs tsunami Gunung Krakatau dan makam tokoh masyarakat. Jangan lupa juga untuk mencicipi keragaman kuliner di sana ya.
2. Pantai Anyer
View this post on Instagram
A post shared by Info #ExploreSerang (@explore_serang)
Objek wisata kedua yang juga tak kalah populer adalah Pantai Anyer dengan segala keindahannya. Pasir putih yang lebih lembut dibanding destinasi sebelumnya membuat kamu lebih leluasa jalan-jalan di bibir pantai tanpa alas kaki. Meski pemandangannya hampir sama dengan Pulau Merak, pantai ini menawarkan aktivitas seru yang lebih bervariasi. Mulai dari fasilitas snorkeling, banana boat, dan sebagainya. Sudah siapkah kamu dengan keseruan di Pantai Anyer?
3. Bukit Batu Gambir
View this post on Instagram
A post shared by ππ·π² ππΎπ΅ππͺπ·π² (@lyani_am)
Sesudah main ke pantai, saatnya kamu menjelajah ke pegunungan Cilegon. Bukit Batu Gambir adalah salah satu pegunungan yang terkenal di sini. Selain pemandangannya yang masih alami, jalur pendakian yang ada juga tidak akan membuat kamu bosan. Sesuai dengan namanya, kamu akan menemukan perbukitan dari batu yang keren sekali menjadi latar belakang swafoto bersama rombongan liburan. Karena perjalanan kesana membutuhkan stamina yang kuat, pastikan kamu dalam keadaan sehat, ya.
4. Situ Rawa Arum
View this post on Instagram
A post shared by Zona Wisata Banten | Indonesia (@bantennature)
Jika kamu mencari objek wisata yang menenangkan namun kurang menyukai pendakian, maka Situ Rawa Arum adalah solusinya. Menurut sejarah yang ada, lokasi danau ini terbentuk dari tsunami akibat letusan Gunung Krakatau ratusan tahun yang lalu. Di sekitar danau banyak ditumbuhi dengan tanaman teratai putih. Kalau kamu beruntung, kamu akan mencium harumnya bunga tersebut dari pinggir danau. Selain itu, kamu harus menambah koleksi foto dengan pemandangan danau dari atas tempat khusus yang sudah disediakan pengelola wisata.
5. Bukit Teletubbies
View this post on Instagram
A post shared by Info Wisata Banten (@wowbanten)
Bukit Teletubbies memiliki nama asli Bukit Kembang Kuning. Namun karena pemandangan yang ditawarkan mirip dengan bukit teletubbies yang terkenal itu, banyak wisatawan yang lebih mengenalnya dengan sebutan tersebut. Hamparan perbukitan dengan rerumputan hijau akan menyambut kamu ketika tiba di sana. Ketika musim kemarau, rumput-rumput tersebut akan dominan berwarna coklat. Meskipun begitu, udara yang ada disekitarnya masih bersih dan menyegarkan.
[Baca juga : "Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang"]
6. Cilegon Green Waterpark
View this post on Instagram
A post shared by Lis (@lisss.1607)
Setelah menikmati serangkaian acara festival yang semarak dan meriah, kamu mungkin akan membutuhkan wisata yang seru sekaligus menyegarkan. Cilegon Green Waterpark adalah objek wisata yang direkomendasikan jika kamu mengajak anak kecil. Menjadi tempat bermain air yang hits tidak membuat lokasi ini menuntut harga yang mahal untuk menikmati semua wahananya. Mulai dari kolam anak, kolam olimpik, seluncuran air yang menantang, hingga kolam arus siap untuk dicoba. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @anyer_1883)
...moreTripTrus.Com - Menelusuri destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti tidak pernah ada habisnya. Bukan hanya ada wisata pantai atau susur goa saja yang memang sudah terlebih dahulu moncer.
Kini di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen menyajikan wisata alam Air Terjun Gedad, yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter.
Kepala Desa Banyusoco, Sutiyono mengatakan Air Terjun Gedad kini didorong menjadi salah satu unggulan dari beberapa potensi wisata yang ada di Banyusoco. Saat ini pihaknya terus membenahi pengelolaan objek wisata tersebut agar dapat menarik perhatian para pelancong.
“Akses jalan sudah kami benahi, sepanjang 350 meter menuju lokasi sudah kami cor blok. Sementara fasilitas lain seperti kamar mandi untuk pengunjung juga sudah ada,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (9/7/2017).
Rencananya sejumlah sarana dan prasarana penunjang lain akan segera dibangun. Seperti halnya pembangunan irigasi untuk menjaga ailiran air, supaya debit air terjun tetap stabil. Dengan menggunakan irigasi, maka pada saat musim kemarau debit air tidak akan menurun.
Menurutnya jika debit air tetap stabil, air terjun akan semakin terjaga keindahannya. Dengan demikian semakin menarik minat wisatawan untuk datang. “Kalau tidak musim kemarau, pas debit airnya besar air terjunnya itu terlihat bagus sekali,” kata dia.
Kendati masih mengandalkan datangnya musim penguhujan, namun diakuinya pengunjung di Air Terjun Gedad cukup lumayan. Kemarin saja saat satu pekan libur lebaran, pengunjung mencapai 2.000 orang.
Menurutnya jumlah kunjungan tersebut sudah sangat lumayan. Karena jika dibandingkan pada hari biasa, pengunjung hanya mencapai 50-an orang.
Salah seorang wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah, Umi mengaku puas saat berkunjung ke Air Terjun Gedad. Suasananya yang masih asri dan udaranya yang sejuk membuatnya betah berlama-lama bermain di air terjun tersebut. “Suasananya enak banget, belum terlalu ramai jadi bebas di sini [Air Terjun Gedad],” kata dia.
Sama halnya dengan Umi, Novi yang juga wisatawan asal Klaten pun mangaku terkesan dengan keindahan Air terjun Gedad. Meskipun jarak tempuh menuju Air Terjun Gedad cukup jauh, namun hal itu terbayarkan dengan keindahan yang ada di Air Terjun Gedad.
“Tadi dari rumah [Klaten] ke sini sekitar dua jam lebih. Tapi capek di jalan langsung terobati begitu sampai sini,” ungkapnya. (Artikel: harianjogja.com Foto gunungkidulku.com)
...moreManokwari adalah ibukota Propinsi Papua Barat yang terletak di bagian kepala burung pulau Papua. Kota ini memiliki banyak sekali wisata menarik, terutama yang berhubungan dengan laut, karena memang Manokwari berhadapan langsung dengan samudera Pasifik. Wisata pantai, kepulauan, bahkan kuliner menjadi unggulan di Manokwari. Tidak hanya itu, berbagai tradisi dan kesenian pun merekah indah membawa kecantikan Papua ke tahap selanjutnya. Banyak sekali tradisi yang masih belum tergali sepenuhnya di Manokwari. Salah satunya adalah tradisi yang dimiliki masyarakat di sekitar pantai Bakaro, sekitar 5 kilometer ke arah barat kota Manokwari. Tradisi unik tersebut adalah prosesi pemanggilan ikan dari lautan lepas menuju bibir pantai. Langka dan sangat menarik, mengingat ikan yang dipanggil adalah ikan yang berasal dari lautan lepas dan bukan ikan peliharaan. Dikatakan tradisi karena keunikan ini sudah diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya oleh masyarakat Desa Bakaro hingga saat ini. Awalnya, pemanggilan ikan ini hanyalah sebuah kebiasaan warga desa yang begitu mencintai alamnya. Mereka beranggapan bahwa ikan-ikan di lautan yang begitu indah adalah anugerah dari Yang Mahakuasa dan harus dipelihara oleh manusia. Sebagai bagian dari tugas yang diberikan Tuhan untuk manusia, warga Bakaro percaya bahwa pemberian makanan adalah salah satu cara untuk mewujudkan tugas tersebut. Oleh karena itu, sebelum diberi makan, ikan-ikan di laut lepas perlu dipanggil layaknya ikan peliharaan di kolam atau penangkaran. Prosesi yang dilakukan untuk memanggil ikan ini diawali dengan tiupan peluit yang menjadi semacam kode bagi ikan-ikan di laut lepas untuk mendekat. Memang agak sulit mempercayai ikan akan mendengar kode ini, namun pada kenyataannya ketika peluit mulai ditiup ikan-ikan pun berdatangan. Setelah itu, seorang pawang ikan yang sudah mewarisi kemampuan berkomunikasi dengan ikan-ikan akan menepuk permukaan air sebagai penanda tempat ia akan memberikan makanan ikan-ikan tersebut. Makanan yang digunakan adalah sarang rayap yang sangat banyak terdapat di hutan sekitar Desa Bakaro. Menurut warga setempat, ikan-ikan di wilayah perairan Bakaro sangat menyukai makan ini dan mereka secara alami sudah tahu bahwa warga Bakaro senang memberi makanan. Sarang sayap ini dihancurkan dan dipecah-pecah, lalu disebar begitu saja ke wilayah perairan yang menjadi tempat pemanggilan ikan. Ikan yang umumnya ikan-ikan kecil pun akan berdatangan dan menghiasi beningnya air laut di Pantai Bakaro. Kini, pemanggilan ikan bukan lagi sekedar menjadi tradisi bagi warga Desa Bakaro. Kini, tradisi ini sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang begitu menarik untuk disaksikan. Bahkan, atraksi ini mampu memberikan penghasilan tambahan bagi warga Bakaro, terutama keluarga yang masih mewariskan kemampuan untuk memanggil ikan ini ke tradisi selanjutnya. Biasanya, pemanggilan ikan dilakukan dua kali sehari yaitu saat pagi hari dan menjelang sore pada saat air mulai pasang kembali. Hal ini sudah dilakukan sejak lama, bahkan ikan-ikan di sekitar pantai pun seolah tahu kapan saja waktu pemanggilan ikan ini. Pantai yang berkarang-karang begitu indah memanjakan mata yang memandangnya. Bakaro memberikan pesonanya bahkan pada saat air pasang dan surut. Keramahan warganya tidak pelu dipertanyakan, selain ramah mereka juga terampil dalam menjaga tradisi mereka. Atraksi pemanggilan ikan yang sangat unik dan langka sudah menjadi sebuah bukti, bagaimana warga Bakaro begitu mencintai alam dan berusaha merawatnya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sumber:http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Wazzup, peeps! Bosen kerja mulu? Yuk, jadwalin liburan ke Jogja di 2024! Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru aja rilis kalender acara buat tahun depan, judulnya "Journey to Wonderful Jogja." Niatnya biar liburan lo makin seru dan beragam, bro!
Liat dari situs resmi Dinas Pariwisata DIY, ada 126 event yang bakal digelar dari Januari sampe akhir 2024, mulai dari musik, budaya, seni, sampe olahraga, loh! Nah, ini dia daftar kalender event wisata Jogja yang mesti lo tau!
View this post on Instagram
A post shared by Visiting Jogja (@visitingjogja)
Januari 2024: Ada Pameran Temporer Keraton Yogyakarta buat merayakan ulang tahun Sultan Hamengku Bawono X yang ke-80, guys! Ada juga acara mangayubagya dengan pameran Lenggahing Harjuno di Komplek Kagungan Dalem Kedhaton. Oi, yang mau dateng, bisa mampir Selasa-Minggu, jam 9 pagi sampe 2 siang, loh. Tiketnya buat turis domestik 15 rebu, buat turis mancanegara 25 rebu.
Februari 2024: Ada Oriental Carnival, Sleman Imlek Fest, Labuhan Keraton Ngayogyakarta, Coast to Coast Night Trail Ultra, dan banyak lagi. Jangan sampe ketinggalan Pekan Budaya Tionghoa, JogjaVaganza 2024, Festival Kampung Wisata, Tour de Kotabaru, Wayang Wisata Istimewa, Kiskendha Mrahaswara, sama Pentas Atraksi Wisata Budaya!
Maret 2024: Nyadran Makam Sewu, Upacara Melasti, dan Jogja Otomotif Show #5 bakal seru banget. Ditambah lagi sama Sarkem Fest, Pasar Lebaran, Jogja Flower Festival, dan Pameran Ekonomi Kreatif.
April 2024: Jangan lupa Numplak Wajik, Garebeg Syawal, Bakda Mangiran, dan Beach and Run. Ada juga Festival Njeron Benteng sama Festival Kampung Wisata yang bakal seru!
Mei 2024: Ada Jogja Violin Festival, Ambarrukmo Volcano Run, dan Festival Van der Wijck. Nah, ini yang ditunggu-tunggu: Volcano Run, Hyatt Pink Ribbon Run, Gumbregah Culture Festival, Lomba Seni Suara Burung Perkutut Piala Paku Alam, Menoreh Food Festival, Pawai Alegoris Harmoni Jogja, Gama Trail Run, Mantra Kriya Festival, sama Jogja Noise Bombing!
Juni 2024: Sleman City Music Festival, Travel Fair, Jodhangan Goa Cerme, Numplak Wajik, Gerebeg Besar, Geopark Night Specta #6, Prosesi Agung Ganjuran, dan ART JOG. Makin seru sama Mandiri Marathon, Loka Collective Performance, Kangen Jogja, Kotabaru Avond Feest, Pemilihan Dimas Diajeng Kulon Progo, E-Sport Lokapala - Kasatria, Lomba Jemparingan Piala Paku Alam, Lomba Seni Suara Burung Derkuku Piala Hamengkubuwono.
[Baca juga : "Enam Event Jateng Keren Bikin Gegana Di 2024, Siap Menghibur Kamu Dari Culinary Hingga Tradisi Lokal"]
Juli 2024: Prambanan Jazz, Jenang Suran, Labuhan Pantai Goa Cemara, Jamasan Selo Gilang, Kirab Budaya Imogiri, Labuhan Nelayan Mina Bahari 45, Siraman Pusaka I dan II, Upacara Nguras Enceh, Peh Cun, Tour de Ambarrukmo, Upacara Hari Jadi Kabupaten Bantul, Keroncong Plesiran, Indonesia UFO Festival, Labuhan Hondodento, Jogja International Kite Festival. Nambahin Winongo Jogja River Fest 2024, Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Paku Alam, sama Jogja International Travel Mart.
Agustus 2024: Bantul Creative Expo dan Jelajag Wisata Geopark Trail, plus Paradancer, Pasar Kangen, Nandur Srawung, sama Cherrypop.
September 2024: Ada Rebo Pungkasan, Land of Leisures, Miyos Gongso, Sekaten Dinten I, Numplak Wajik, Kundur Gongso, Gerebeg Maulud, Gunungkidul Tourism Fest, Jogja Tourism Day, Puncak Gelar Potensi Desa Wisata. Jangan sampe ketinggalan Ngaran Kite Festival, Asia Tri Festival, Sewon Screening, Sound of Destination, Festival Kebudayaan Yogyakarta, Pekan Grafis Yogyakarta, Romansa Pansela, BOB Golf, Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Hamengkubuwono, Lomba Seni Suara Burung Perkutut Piala Hamengkubuwono, sama Lomba Seni Suara Burung Derkuku Piala Paku Alam.
Oktober 2024: Kustomfest, Wayang Jogja Night Carnival, dan Merti Bumi - Nyadran Sumber Air Tuk Suracala. Ada Pasar Wiguna, BOB Sunset Run, Menoleh ke Menoreh, Glagah Lagoon Festival, Jemparing Wisata, Rally Foto Konservasi, sama Festival Kopi. Udah tau banyak event keren di Jogja, kan? Skrg bisa atur liburan lo dengan mantep. Jangan solo, ajak temen atau gebetan biar makin asik. Selamat nyobain, guys! (Sumber Foto @regawan)
...moreTRIPTRUS - Bepergian ke sebuah tempat yang baru bersama pasangan yang belum menikah konon diyakini sebagai cara ampuh untuk saling mengenal karakter asli. Siapa yang tak ingin menikmati sensasi seru jalan-jalan di tempat yang indah dan romantis serta mencoba hal-hal seru bersama.Namun, menghabiskan waktu dengan pasangan lebih dari 24 jam, sekaligus menyesuaikan diri dalam lingkungan asing, ternyata tak mudah. Jika tak pandai-pandai berkompromi, liburan yang awalnya menyenangkan bisa berubah jadi mengerikan. Jangan sampai niat pergi berlibur dan bersenang-senang berduaan, malah membuat hubungan jadi runyam. Agar liburan Anda bersama kekasih lancar dan menyenangkan, ikuti beberapa tip berikut ini:1. Jangan bilang, “Terserah kamu, deh!”Pria umumnya lebih suka jika pasangannya memiliki sikap, apalagi ketika sedang berlibur bersama. Kedua belah pihak harus sama-sama senang. 2. Jangan memaksa traveling bersama kekasih, kalau belum terlalu yakin.Jika usia hubungan Anda masih seumur jagung, lebih baik tidak memaksakan untuk pergi ke tempat yang terlalu jauh selama berhari-hari. Kenali dulu kepribadiannya luar dan dalam, serta sifat dan kebiasaannya.3. Usahakan mengatur uang yang dititipkan pasangan dengan baik. Ini adalah salah satu usahanya untuk menguji apakah Anda pintar mengelola keuangan atau tidak. 4. Sebisa mungkin tidak membawa laptop dan pekerjaan.Kekasih pasti tak akan mau kalau Anda tetap sibuk di depan laptop. Kalau tak bisa karena mendadak mendapat pekerjaan tambahan sebelum cuti, komunikasikan dulu sebelum pergi kepada pasangan.5. Cari daerah wisata dan hiburan yang bisa dinikmati berdua.Hal ini untuk menghindari ada salah satu pihak yang merasa bosan atau tidak nyaman.6. Masing-masing harus membawa barang bawaan sendiri.Pria terkadang pusing melihat wanita yang menghambat pergerakannya dengan membawa terlalu banyak barang yang pada akhirnya tidak terlalu dibutuhkan.7. Ngambek itu tabu!Rugi besar jika berada di tempat yang menyenangkan, tapi tak bisa menikmatinya gara-gara ada salah satu pihak yang tak bisa menahan emosi. (Sumber: Artikel femina.co.id Foto kapanlagi.com)
...moreTripTrus.Com - Bulan April 2025 bakal rame banget, sob! Banyak festival kece yang digelar di berbagai kota di Indonesia. Lo yang suka jalan-jalan, kulineran, atau nonton seni budaya wajib banget catetin tanggalnya. Ini semua bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) yang siap manjain lo dengan vibe lokal yang autentik dan penuh warna. Mulai dari pesisir sampe tengah kota, tiap event punya ciri khas sendiri yang bikin lo makin cinta sama Indonesia. Yuk intip satu-satu, siapa tahu lo nemu destinasi weekend yang asik!
1. Palabuhanratu, Gak Cuma Pemandangan, Tapi Budaya Pesisir yang Kental Banget
Lo pengen nyobain vibe khas pantai dan ngerasain kehidupan nelayan? Cus ke Festival Hari Nelayan Palabuhanratu, bro! Dari tanggal 20 April sampe 31 Mei 2025, acara ini bakal ngisi harinya warga Sukabumi dan sekitarnya dengan budaya pesisir yang super otentik.
Lo bisa nonton Upacara Laut, Karnaval Adat, sampe lomba mancing Babalang. Seru abis! Ada juga jalan sehat sambil bersih-bersih pantai, pertunjukan Wayang Golek, sampe kulineran di Bazar Wisata. Event ini bukan cuma hiburan, tapi juga bukti nyata kontribusi warga nelayan buat pelestarian budaya dan pariwisata.
2. Bima Tampil Kece di Festival Rimpu Mantika, Lo Harus Coba Dateng!
View this post on Instagram
A post shared by Dinas Pariwisata Provinsi NTB (@lomboksumbawa.go)
Tanggal 24-26 April 2025, Kota Bima di NTB bakal penuh warna! Festival Rimpu Mantika bawa tema "Aesthetic of Bima" yang tujuannya ngajak lo semua buat lestarikan budaya Bima, tapi tetap keren dan kekinian.
Banyak pertunjukan seru kayak fashion show kain khas Bima, musik tradisional, sampe games anak-anak tempo dulu yang bikin nostalgia. Lo juga bisa cobain kuliner khas daerah lain yang kolaborasi di sini—dari Lombok sampe Sumatera dan Sulawesi pun ada. Gak usah bingung cari info, langsung gas ke IG @rimpu_mantika biar update terus.
3. Ngiler Parah di Makassar Culinary Night, Surga Buat Perut Lo!
Pecinta makanan wajib dateng ke Makassar Culinary Night tanggal 25-27 April 2025 di Monumen Mandala. Bayangin street food dari UMKM lokal berjejer—dari Coto Makassar, Pisang Epe, Pallubasa, sampe Mie Titi, semua ada.
Selain kenyang, lo juga bisa support para pelaku UMKM yang hadir langsung di acara ini. Kolaborasi bareng komunitas kuliner lokal bikin suasana makin hangat dan kekinian. Pokoknya cocok buat lo yang suka eksplor rasa. Jangan lupa follow @mnc_makassar biar gak ketinggalan update menu dan rundown acaranya!
[Baca juga : "April Party Time! Deretan Event Paling Pecah Buat Lo Yang Gak Mau FOMO Di 2025!"]
4. Solo Menari: Ketika Alam, Seni, dan Budaya Menyatu Dalam Satu Gerakan
Solo tuh emang juara kalo soal seni tari! Tahun ini, Solo Menari balik lagi tanggal 29 April 2025, sekaligus ngerayain Hari Tari Sedunia. Temanya “Daun Menari”—filosofis banget, bro. Simbol kehidupan yang mengalir dan penuh manfaat, kayak daun yang terus menari mengikuti angin.
Solo bukan cuma kota wisata, tapi juga kota kreatif yang diakui UNESCO. Lewat event ini, lo diajak buat ngeresapi seni sambil mikirin alam. Tariannya gak cuma keren, tapi juga punya pesan yang dalem soal lingkungan dan budaya. Kalo lo penasaran, langsung cek update-nya di @solo.menari, jangan sampe ketinggalan!
5. Klungkung Bali, Festival Semarapura, Paduan Tradisi dan Eco Friendly Life
Bali gak pernah absen kalo soal budaya. Dari 28 April sampe 1 Mei 2025, ada Festival Semarapura di Klungkung yang udah jalan tahun ketujuh! Temanya “Nayaka Maetala Udayana”—intinya sih tentang kebangkitan tanah kelahiran lewat pemimpin bijak, tapi dibawain dengan cara yang fun dan modern.
Lo bisa nikmatin tari Baris Jangkang yang legend banget, liat Fashion Show kain tenun Klungkung, dan jajan di Pesinggahan Culinary Show. Poin plus-nya? Acara ini bebas plastik sekali pakai! Jadi lo bukan cuma seneng-seneng, tapi juga bantu bumi jadi lebih bersih. Follow @klungkung_tourism buat info lengkapnya ya!
Lo Siap Ngegas April Ini? Biar Gak Cuma Scroll IG Tapi Ikutan Eksis di Lapangan!
Udah jelas kan, April 2025 ini gak bakal ngebosenin? Dari yang suka budaya, makanan, sampai fashion—semuanya ada di Karisma Event Nusantara. Lo tinggal pilih mana yang paling cocok sama vibe lo. Jangan cuma jadi penonton di medsos, tapi ikut hadir dan rasain langsung hype-nya. Yuk jadi bagian dari movement kece ini. Siapa tau lo bisa nemu inspirasi baru atau bahkan jodoh di festival. Cieee~ (Sumber Foto @ikmahb__)
...moreTripTrus.Com - Sob, tahun 2024 nih, ada destinasi keren banget buat liburan, yaitu Kali Biru Genyem di Papua! Tempat ini bener-bener keren, bikin nganga deh. Mulai dari gunung sampe pantai, Papua punya potensi pariwisata yang nggak main-main, geng!
Kali Biru Genyem, located di Berab, Nimbokrang, Jayapura, Papua, adalah spot alam yang lagi hits banget. Kolam alami dengan air biru jernih yang masih alami banget. Bahkan, banyak yang upload foto Kali Biru di media sosial, loh.
View this post on Instagram
A post shared by Papua Digital Media Kabupaten Jayapura (@pdmkabupatenjayapura)
Nggak cuma itu, di sini juga bisa lihat burung Cenderawasih, yang mana langka banget. Udah kayak masuk surga gitu, bisa nyemplung di kolam air jernihnya, tapi tetep harus hati-hati ya, karena kedalamannya sampe 5 meter.
Siang hari paling oke buat mampir ke Kali Biru Genyem, pas matahari bisa bikin airnya keliatan makin kece. Selain renang, bisa juga selfie ria dengan latar belakang alam Papua yang alami banget.
Tempatnya di kaki gunung, udaranya seger banget. Pemandangan sungai yang cantik plus udara sejuk, cocok banget buat refreshing dari rutinitas yang bikin bosen.
Uniknya lagi, Kali Biru Genyem ini di hutan lindung, jadi bisa sambil ngelihat burung langka Papua, terutama burung Cendrawasih. Kalau beruntung, bisa aja ketemu hewan langka ini lagi asyik-asyiknya di hutan lindung.
[Baca juga : "Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun"]
Gak cuma alamnya, di sini juga bisa lihat kebudayaan lokal di Kampung Berab Genyem. Penginapan juga ada, atau bisa ikutan paket wisata edukasi, misalnya belajar menganyam noken langsung dari masyarakat setempat.
Perjalanan dari Bandara Sentani ke Kali Biru Genyem memang agak jauh, sekitar dua jam lah. Tapi jangan khawatir, pemandangan alam Papua bakal nemenin perjalanan kamu, geng! Selama perjalanan, kamu bisa nikmatin pemandangan perbukitan dan pegunungan yang bikin hati adem.
Jadi, gimana? Pengen coba explore Kali Biru Genyem di Jayapura, Papua? Mantap, deh! Nggak bakal nyesel, pasti bakal dapet pengalaman liburan yang beda dari yang lain! (Sumber Foto @seto.buntel)
...morePacitan merupakan sebuah kabupaten, yang terletak di ujung barat daya Jawa Timur, lebih kurang sekitar 270 Km dari kota Surabaya. Untuk menuju Pacitan, akan memakan waktu sekitar 5 - 6 jam perjalanan. Secara geografis, Pacitan berbatasan dengan Samudera Hindia dan dikelilingi oleh pegunungan kapur (karst).
Pacitan juga memiliki daya tarik wisata alam yang menawan karena kontur wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan. Di sini, Anda akan menjumpai banyak pantai-pantai indah yang bisa Anda kunjungi. Selain itu juga terdapat goa-goa yang akan memberi kesan menarik dalam kunjungan wisata Anda. Memiliki goa yang berjumlah cukup banyak, Pacitan juga mempunyai julukan Kota 1001 Goa. Wisata alam Pacitan ini sangat cocok bagi Anda yang gemar menjelajah alam. Beberapa tempat wisata Pacitan diantaranya adalah:
1. Goa Gong
Goa gong merupakan objek wisata yang cukup terkenal di kawasan jawa timur. Goa ini terletak 37 km dari Pusat Kota Pacitan, tepatnya di desa bomo, kecamatan punung, pacitan, jawa timur. Untuk menuju ke Goa Gong dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Goa dengan stalagtit dan stalagmitnya yang dinominasikan sebagai goa terindah di Asia Tenggara ini mampu memukau setiap wisatawan baik domestik maupun mancanegara.Selain itu, Goa ini menjadi sangat menarik karena kondisinya yang sangat menakjubkan. Di goa ini para pengunjung dapat menikmati berbagai bentuk stalaktit dan stalakmitn yang tumbuh alami di dalam goa dengan panorama yang sangat cantik. Di dalam goa suasananya tidaklah gelap karena disetiap sisi goa terdapat lampu berwarna biru dan hijau yang semakin membuat kondisi goa sangat indah dengan perpaduan warna lampu yang menerangi setiap sudut goa.
2. Goa Tabuhan
Gua Tabuhan merupakan salah satu gua yang memiliki keunikan tersendiri. Gua Tabuhan diambil dari bahasa jawa tabuhan yang mempunya arti alat musik yang dimainkan. Gua Tabuhan dihiasi oleh stalaktit stalagmit batu kapur yang menghasilkan bunyi sesuai tangga nada ketika dipukul. Gua ini menjadi salah satu situs peninggalan purbakala dengan berbagai temuan fosil, termasuk gigi manusia yang masih menempel di dindingnya. Debur ombak atau kicauan burung merupakan musik alam yang sangat khas. Akan tetapi, di Gua Tabuhan, Anda akan mendengar alunan musik gamelan Jawa dari stalaktit dan stalagmit yang dimainkan para seniman. Letaknya berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Pacitan.
Begitu tiba di area gua yang berada kurang lebih 40 km dari Pacitan ini, mulut gua akan langsung menarik perhatian Anda. Lubang selebar 16 m di lereng kawasan karst ini dihiasi dengan puluhan stalaktit batu kapur berwarna putih. Stalaktit-stalaktit ini begitu kokoh, mengingatkan YogYES pada gigi-gigi taring raksasa yang sedang menguap. Rongga gua luas dan lebar, dengan beberapa ceruk gelap di pojok-pojoknya. Meski sebuah jalur setapak bersemen sudah dibangun di dalam gua, namun Anda harus tetap berhati-hati dalam melangkah. Beberapa stalaktit masih meneteskan air dan membuat licin di beberapa bagian.
3. Goa Lureng Jaran
Luweng Jaran merupakan goa terpanjang di Indonesia. Luweng Jaran terletak di desa Jlubang, Kec. Punung, Pacitan, Jawa Timur. Ditemukan pertama kali oleh penduduk setempat, kemudian di eksplorasi pertama kali oleh tim Ekspedisi Gabungan Anglo – Australian, yang didampingi oleh Penelusur Gua dari Indonesia pada tahun 1984.Goa Luweng Jaran ini memang tidak setenar Goa Gong dan Goa Tabuhan. Tapi, goa ini menawarkan sensai yang tidak dimiliki goa-goa lainnya. Disinilah kamu bisa menikmati petualangan menuju ke perut bumi. Goa Luweng Jaran ini punya lorong yang sangat panjang dan terhubung dengan goa lainnya. Konon,panjang lorong goa ini mencapai 48kilometer. Sepanjang goa, kamu bisa menikmati pemandangan ornamen-ornamen unik yang terbentuk secara alami.
4. Goa Song Terus
Masih di Kecamatan Punung, tepatnya di Desa Mendolo Lor, ada sebuah goa yang diyakini menjadi tempat tinggal manusia purba, yaitu Goa Song Terus. Sejak ditemukannya kerangka manusia purba berusia 10 ribu tahun pada 1999, goa ini menjadi destinasi utama para arkeolog untuk meneliti sejarah manusia purba.Tentu tidak ada yang tahu nama sebenarnya dari manusia purba ini. Namun, warga sekitar sepakat menamainya Mbah Sayem. Mbah Sayem sendiri adalah seorang laki-laki berusia sekitar 40-50 tahun. Ketika ditemukan, ia sedang menggenggam alat batu dan alat kerja dari tulang.
5. Pantai Taman
Pantai Taman berlokasi di Desa hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan tepatnya di teluk Pacitan. Anda dapat mencapai pantai ini dari arah solo, yogya dan surabaya melalui jalur lintas selatan. Posisi pantai ini tidak jauh dari jalur tersebut. Pantai yang membentang luas beradu dengan ombak pantai selatan yang besar memberikan pemandangan pantai yang indah. Tapi tidak hanya itu saja yang akan anda dapatkan di pantai Taman ini. Di pantai ini juga terdapat penangkaran penyu langka yang terbuka untuk umum. Jangan lupa untuk ikut mencoba Flying Fox terpanjang di Indonesia sepanjang 450 meter dari puncak bukit hingga Pantai Taman. Anda bisa melakukan wisata edukasi, kegiatan alam bebas dan wisata keluarga di satu tempat.
6. Pantai Teleng Ria
Pantai Teleng Ria ini berada di Teleng ria, Sidoharjo, Pacitan. Pantai ini berbentuk melengkung sempurna sebagai bibir teluk Pacitan. Pemandangan pantai yang indah semakin bertambah indah dengan hijaunya Gunung Limo yang mengelilingi pantai tersebut. Di pantai ini terdapat banyak gardu pandang yang dapat digunakan untuk bersantai bersama keluarga. Jangan lupa untuk bermain-main dengan pasir putih di sepanjang pantai. Untuk oleh-oleh, anda bisa membeli ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan yang ada di pantai ini. Berbagai fasilitas yang ada di pantai ini antara lain gardu pandang, kolam renang, penginapan, rumah makan, bumi perkemahan dan pemancingan. Anda bisa merencanakan banyak hal untuk berkunjung ke tempat wisata ini.
7. Pantai Srau
Tersembunyi dan masih alami, Pantai Srau bisa dibilang adalah salah satu pantai yang paling indah di Pulau Jawa. Letaknya diDesa Candi, Kecamatan Pringkuku, sekitar 25 km dari Pacitan.Saat berkunjung kemari, kamu tidak hanya disuguhi satu, melainkan tiga pantai yang punya kekhasannya sendiri.Di pantai pertama, pasir putih sehalus bedak berpadu dengan buih putih dari ombak besar khas pantai selatan. Pantai kedua, pasirnya lebih kasar dan dikelilingi jejeran batu karang sehingga kamu bisa bermain air dengan lebih aman. Pantai yang ketiga sedikit berbeda dengan dua pantai lainnya. Tanpa hamparan pasir, pantai ini berupa jejeran batu karang yang bisa kamu gunakan untuk duduk sembari menikmati pemandangan.
8. Pantai Klayar
Pantai Klayar ini terletak di Kecamatan Donorojo, sekitar 45 km dari kota Pacitan. Di sinilah kita bisa menemukan seruling laut, keunikan Pantai Klayar yang tidak akan kalian temui di pantai-pantai lainnya. Pantai Klayar memiliki air laut yang biru dan ombak yang sangat besar, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang. Bibir pantai dihiasi tumbuhan pohon kelapa dan gubug-gubug/lincak-lincak yang beratap daun kering, karang-karang diwilayah pasang surut juga masih terawat dengan alami.
Wisatawan juga bisa menyusuri karang-karang untuk menemukan kerang-kerangan Mollusca, dan bintang laut Echinodermata. Disamping itu juga di sepanjang batuan juga terdapat limpet dan rumput laut yang tumbuh disekitar bebatuan, Wisatawan bisa melihat langsung masyarakat setempat memanjat pohon kelapa guna diambil air deresan (bahan baku untuk pembuatan gula jawa) atau hanya untuk disuguhkan langsung kepada wisatawan sambil menikmati keeksotisan alam pantai Klayar.
9. Pantai Banyu Tibo
Pantai Banyu Tibo terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorejo, masih segaris dengan Pantai Klayar. Jika mau menikmati pantai ini, datanglah saat surut pada pagi atau sore hari. Jika pasang tiba, tempat ini tak akan bisa dinikmati karena pantainya tergolong sempit.
Banyu tibo mempunyai makna ‘air jatuh’.Ya, pantai berpasir putih ini dinamai demikian karena keberadaan air terjun mungil yang terletak tepat di bibir pantai.Meski di pantai, kamu tetap bisa menikmati segarnya air tawar yang tumpah dari air terjun. Ya, puas-puaskan bermain di pantai dan sebelum pulang ke rumah, basuh rasa lengket di tubuhmu dengan air terjun itu. Tak ingin berenang atau basah-basahan? Kamu cukup duduk di atas batu-batu karang di sekitar pantai sembari menikmati pemandangan.
10. Sungai Maron
Sungai Maron berada di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Sungai Maron mengalir bermuara menuju Pantai Ngiroboyo. Sungai Maron adalah sungai yang vital bagi Desa Dersono dan Desa Sendang. Makanya, sungai ini terlihat bersih dan asri karena menjadi sumber air dan habitat alami ikan air tawar yang bisa dimanfaatkan warga desa.
Yang menarik, di sungai ini sering diadakan lomba dayung setiap tahunnya. Lomba ini untuk senang-senang dan tertawa-tawa saja, bahkan banyak peserta yang ujung-ujungnya malah tercebur sungai dan bukannya berkonsentrasi untuk menaklukkan garis finish.
...moreTripTrus.Com - Ada rencana traveling ke Jawa Tengah, terutama ke kawasan Jepara dan Rembang? Pada Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April, tak ada salahnya mencoba menapak tilas Kartini di tanah kelahirannya.
Jepara dan Rembang erat kaitannya dengan Kartini. Ia lahir di Jepara namun kemudian menetap Rembang hingga tutup usia. Berikut obyek wisata yang berkaitan dengan Kartini di Jepara dan Rembang. Cocok sebagai alternatif liburan di akhir pekan.
1. Monumen Ari-ari Kartini
Di Desa Pelemkerep, Jepara, terdapat Monumen Ari-ari Kartini. Kartini lahir di desa ini. Walaupun rumah kelairannya sudah tidak ada, di bagian belakang masih tertanam tali pusar Kartini. Hal ini sesuai adat Jawa bahwa saat lahir, ari-ari sang bayi ditanam. Di tempat ari-ari Kartini ditanam, dibangun monumen berbentuk bunga teratai. Bunga teratai adalah bunga favorit Kartini.
2. Pendopo Kabupaten Jepara
sneakpeak photoshoot with jpc last year in #pendopojepara π#hijab #photosesion #jepara #ilovejepara #explorejepara
A post shared by Mila Alfiani (@milaamiliimiluu) onFeb 24, 2015 at 5:45pm PST
Kartini sempat tinggal di pendopo Kabupaten Jepara selama masa remaja. Bisa dibilang inilah tempat Kartini dibesarkan. Sebab, ayah Kartini adalah Bupati Jepara. Beberapa ahli sejarah menyebutkan banyak buah pikiran Kartini muncu di tempat ini. Lokasinya di Jalan RA Kartini, Panggang, Jepara.
3. Museum Kartini Jepara
Mengenal dan mengenang Raden Ajeng Kartini ππ #habisgelapterbitlahterang #museumkartinijepara #radenajengkartini #dolanjepara
A post shared by dewi (@diyah_puspasari) onDec 24, 2017 at 9:23pm PST
Ada dua museum Kartini, yaitu di Jepara dan di Rembang. Museum Kartini Jepara yang berlokasi di, menyimpan barang-barang milik Kartini semasa hidupnya. Tak hanya koleksi yang berkaitan dengan Kartini, beragam koleksi lainnya berkaitan dengan sejarah Jepara itu sendiri. Lokasinya di Alun-alun Nomor 1, Jepara.
4. Pantai Kartini
Jangan takut menengok ke belakang untuk sekedar menyapa masa lalu .. Berikan senyuman terindah dan katakan terimakasih .. . .. ... πΈ @mohargirofaa #pantaikartini #exploreindonesia #mytripmyadventure #tourpantai #indonesiaindah #jelajahindonesia
A post shared by Chrisputri Widianti (@chrisputri92) onApr 17, 2018 at 2:37am PDT
Pantai Kartini terletak di Jepara dan dekat dengan pendopo, kediaman Kartini saat ayahnya menjabat sebagai Bupati Jepara. Ia kerap melancong dan bermain di pantai ini saat masih anak-anak.
[Baca juga : 20 Tahun Terbengkalai, Pabrik Gula Colomadu Kini Jadi Destinasi Wisata Sejarah]
5. Museum Kamar Pengabadian Kartini Rembang
Berkunjung ke Museum R.A. KARTINI di Rembang, Jawa Tengah Museum ini dahulu adalah rumah Bupati Rembang yang juga suami dari R.A. Kartini. Lantai, dinding, atap, perabot, furnitur, sampai kamar mandi masih dalam bentuk asli, hanya dimodifikasi penggunaan ruang sebagai museum. Seperti kebanyakan museum di Indonesia, showcase nya terlihat gloomy, lusuh, berdebu, dan tidak terawat. Harusnya museum, apalagi untuk tokoh lengendaris seperti ini, bisa dibuat lebih menarik. Terima kasih untuk para guru sejarah dan film Kartini yang bisa memberikan sentuhan imajinasi sehingga bisa menikmati bukti sejarah dengan visual yang lebih indah. Sekedar info: harga tiket masuk Rp2000. Murah kan? Terima kasih untuk petugas museum yang mau bekerja saat libur (dan harusnya menurut jadwal, museum tutup hari minggu), karena banyak calon pengunjung yang datang π #museumkartini #museumkartinirembang #museum #museumindonesia #rembang #jawatengah #belajarsejarah
A post shared by MayDee Taskah (@m4ydee) onDec 30, 2017 at 9:57pm PST
Pada usia 24, Kartini menikah dengan Bupati Rembang. Ia pun pindah ke Rembang. Rumah tempat tinggal Kartini dan suaminya, Djojoadiningrat, kini menjadi Museum Kartini. Lokasinya di Jalan Gatot Subroto. Di salah satu kamar merupakan tempat Kartini kerap menulis surat yang memuat buah pikirannya mengenai perempuan untuk seorang sahabat. Surat-surat inilah yang dikumpulkan dalam buku legendaris "Habis Gelap, Terbitlah Terang". Di kamar itu pula, Kartini melahirkan anak tunggalnya. Selain itu, di dalam museum pengunjung bisa melihat aneka perkakas yang pernah dipakai Kartini sampai lukisan yang dilukisnya.
6. Makam Kartini
π #makamkartini
A post shared by Cahya Ula Widyana (@cahyaulawidyana) onFeb 8, 2018 at 8:08am PST
Di usia belia, Kartini meninggal dunia, yaitu saat masih berumur 25 tahun. Makam Kartini berada di sebua bukit yang dibangun oleh sang suami, tepatnya di Desa Bulu, Rembang. Bentuknya seperti Joglo dengan nisan marmer. Sangat mudah menemukan makam tersebut karena di bagian depan terdapat patung Kartini. Kartini digambarkan mengenakan busana adat Jawa dan memegang buku. (Sumber: Artikel travel.kompas.com, Foto vakansinesia.com)
...more