shop-triptrus



Pulau Ular Laut di Bima

TRIPTRUS - Dari ratusan spesies ular di seluruh dunia, spesies ular laut gelang (Laticauda colubrina) adalah salah satu ular yang bisanya paling kuat, bahkan lebih kuat dari ular King Cobra. Bahkan mendengar kata ular saja kebanyakan orang sudah bergidik ketakutan, apalagi berhadapan langsung dengan ular itu sendiri.Tapi di Bima, Nusa Tenggara Barat, ada sebuah pulau yang penuh dengan ular laut. Pulau yang terletak kurang lebih 500 meter dari pantai Oi Caba di Kecamatan Wera ini adalah sebuah pulau batu kecil yang tidak dihuni oleh manusia. Dengan menaiki perahu dari pantai, pulau ini dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 20 menit. Pulau ular ini oleh masyarakat sekitar diberi nama Nusa Nipa. Sedangkan warga Ende, Flores menjuluki pulau ini dengan nama Nuca Nepa Lale, atau pulau ular yang indah. Sementara, warga Manggarai memberi nama Nuha Ula Bungan, atau pulau ular yang suci. Bagi masyarakat sekitar, ular-ular di pulau ini bukanlah sesuatu yang ditakuti. Sejak pulau ular mulai dikenal dan dikunjungi, masyarakat sekitar mendapatkan rezeki dengan menjadi guide dan menyewakan kapal ke pulau itu. Masyarakat sekitar yang mendatangi pulau itu tidak merasa takut sedikitpun menyentuh ular-ular itu. Mereka bahkan dengan santai memasukkan tangan ke celah-celah tebing batu untuk mengambil ular yang bersembunyi. Ular laut di pulau ini juga bahkan mendatangi orang apabila dipanggil. Meskipun begitu, pengunjung dari daerah lain tidak bisa sembarang menyentuh ular begitu sampai di pulau itu. Kabarnya, ular di pulau harus terlebih dahulu dipegang oleh orang lokal, jika tidak bisa digigit oleh ular itu. Untuk memegang ular tidak perlu menggenggam dengan erat, cukup biarkan ular berkeliaran di tangan anda. Menurut cerita rakyat setempat, pulau ular ini sebenarnya adalah kapal dagang Portugis yang terkena kutukan. Para awak kapal berubah menjadi ular laut sementara kapalnya berubah menjadi pulau dan dua pohon Kamboja di pulau itu merupakan tiang kapalnya. Oleh karena itu, pengunjung dilarang membawa pergi ular dari pulau, karena dapat mendatangkan bencana.Ular laut memang termasuk tidak agresif seperti kebanyak spesies ular lainnya. Tapi bila mengunjungi pulau ular pengunjung diharapkan berhati-hati melangkah, karena ular yang terkejut apabila terinjak dapat menggigit untuk mempertahankan dirinya. Tiap tahun ada beberapa nelayan yang terpatuk ular laut saat ingin menyingkirkan ular dari jala. Jika berkunjung ke pulau ular, selain bisa "bermain" dengan ular yang ada di pulau itu, pengunjung juga dapat melihat pemandangan Gunung Sangiang yang berdiri tegar di kejauhan dengan puncaknya yang bermahkota kabut serta beberapa pulau karang yang indah di sekitar pulau ular.
...more

Tips Berpergian Ketika Ramadhan

TripTrus.Com - Bulan Ramadhan akan segera tiba, namun jangan biarkan momen ini menghalangi rencana perjalanan bisnis atau liburanmu. Walaupun berpergian saat sedang berpuasa dapat terasa melelahkan dan menguras energi karena kamu tidak makan dan minum sepanjang hari, namun itu bukanlah alasan untuk tidak pergi.       View this post on Instagram A post shared by R I F A R A F I D A (@rafidarifa) Jika kamu berencana untuk bepergian selama bulan Ramadhan, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar tetap nyaman dan sehat selama perjalanan. Berikut adalah beberapa tips untuk berpergian saat bulan Ramadhan: 1. Rencanakan perjalanan dengan matang Agar perjalananmu lancar, disarankan untuk merencanakan dengan matang termasuk memperhitungkan waktu berbuka dan shalat. Periksa jadwal shalat di tempat tujuanmu dan pastikan membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa. 2. Pilih waktu perjalanan yang tepat Sebaiknya dipilih waktu perjalanan yang tepat, seperti menghindari waktu menjelang berbuka puasa atau waktu shalat, agar perjalananmu tidak terlalu melelahkan dan tidak mengganggu ibadah. 3. Bawa makanan dan minuman yang cukup Agar terhindar dari kelaparan dan kehausan, penting untuk membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup untuk berbuka puasa dan sahur ketika sedang dalam perjalanan. Selain itu, jangan lupa untuk membawa camilan dan air minum untuk menjaga kecukupan cairan dalam tubuhmu. 4. Berdoa dan membaca Al-Quran Sebaiknya manfaatkan waktu perjalanan untuk berdoa dan membaca Al-Quran agar dapat menjaga fokus pada ibadah dan menghilangkan rasa lelah selama perjalanan. Hal ini dapat membantu memperkuat koneksi spiritual dan memberikan ketenangan pikiran. 5. Tetap berhati-hati Ketika melakukan perjalanan, terutama pada malam hari, sangat penting untuk tetap berhati-hati. Pastikan kamu berada di tempat yang aman dan terang benderang untuk menghindari risiko kejahatan dan bahaya lainnya. 6. Menghormati kebiasaan setempat Apabila melakukan perjalanan ke daerah yang memiliki budaya yang berbeda, pastikan selalu menghormati kebiasaan setempat dan menjaga sopan santun. Hal ini penting untuk mencegah konflik budaya dan menunjukkan rasa penghargaan terhadap keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. [Baca juga : "Maret 2023, Solo Full Event, Ini Sederet Acara Yang Akan Digelar"] 7. Bersabar Ketika melakukan perjalanan, penting untuk selalu bersabar, terutama ketika terjadi keterlambatan atau situasi yang tidak terduga. Ingatlah bahwa momen ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk beribadah dan meningkatkan keimanan. Dengan bersikap sabar, perjalananmu akan menjadi lebih tenang dan penuh berkah. Demikianlah beberapa tips yang dapat membantu kamu dalam berpergian selama bulan Ramadhan. Semoga tips yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat bagi kamu. Jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sampai jumpa di artikel kami berikutnya. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @sirozy) 
...more

Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1

TripTrus.Com - Bro-Sis traveler, September 2025 bakalan super ramai sama festival kece dari Sabang sampe Merauke (oke, versi fokus Sumatera & Jawa dulu nih!). Dari Muara Enim, Semarang, Solo, Gorontalo, Sawahlunto, sampe Wakatobi, tiap kota siap nge-boost vibes traveling lo dengan budaya, seni, kuliner, fashion, sampe adventure laut. Bayangin, lo bisa ngegas keliling Indonesia dalam satu bulan, dapet feed IG super aesthetic, sambil ngerasain tradisi autentik yang gak bakal lo nemuin di mall atau timeline sosmed biasa. Jadi, siapin kamera, outfit kece, dan open mind buat marathon festival paling hits tahun ini! Karang Asam Festival – Muara Enim (03-07 September 2025) Pertama-tama, Bro-Sis, kita mulai dari Sumsel dengan Karang Asam Festival 2025. Dengan tema “Labyrinth of Culture”, lo bakal diajak nyemplung ke perjalanan budaya yang super seru. Dari tradisi gotong royong sampe aksara lokal, semua dikemas kreatif abis. Lo gak cuma nonton, tapi ikut ngerasain vibe komunitas lokal yang hangat. Plus, festival ini mendukung UMKM dan ekonomi warga—jadi selain healing, lo juga ikut bantu masyarakat sekitar. Bayangin aja, feed IG lo auto kece sambil dapet ilmu soal budaya lokal yang jarang banget lo explore! Festival Kota Lama – Semarang (04-14 September 2025) Lanjut ke Semarang, Bro-Sis! Festival Kota Lama hadir dengan tema “Heritage in Diversity”, ngajak lo throwback ke masa lalu tapi tetep kekinian. Bayangin jalan di lorong kota tua yang hidup dengan musik jalanan, jazz performance, teater, sampai seni kontemporer. Semua gedung tua disulap jadi panggung kreatif, ditambah kuliner khas Pasar Sentiling yang bikin lo kenyang sambil ngerasain nostalgia rasa masa lalu. Dari fashion show tradisional + modern, sampe art installations, festival ini ngajarin lo kalau heritage bisa hidup bareng inovasi kekinian. Solo International Performing Arts (SIPA) – Surakarta (04-06 September 2025) Di Solo, Bro-Sis, ada SIPA 2025, festival seni internasional yang vibes-nya bener-bener global tapi rooted di budaya lokal. Di Pamedan Pura Mangkunegaran, lo bakal disuguhin musik, tari, dan teater kontemporer dari seniman lokal maupun internasional. Lo gak perlu ngerti bahasanya, karena seni itu bahasa universal—langsung nyampe ke hati. Plus, festival ini hybrid, jadi lo bisa dateng langsung atau ikutan online. SIPA bukan cuma nonton performance, tapi pengalaman seni yang bikin lo connect sama dunia dan budaya Indonesia sekaligus. Gorontalo Karnaval Karawo – Gorontalo (05-07 September 2025)       View this post on Instagram A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia) Bro-Sis, di Gorontalo, sulaman tradisional Karawo siap jadi spotlight fashion internasional. Karnaval Karawo 2025 bikin jalanan kota jadi runway raksasa, dengan model lokal dan masyarakat setempat pamerin outfit Karawo modern. Musik, tarian, dan parade bikin kota rame abis. Selain itu, UMKM lokal tampil juga, jadi lo bisa hunting produk autentik sambil support ekonomi kreatif masyarakat. Festival ini buktiin kalau budaya lokal bisa eksis, trendy, dan Instagramable sekaligus. [Baca juga : "Napak Tilas Ke TPU Karet Bivak, Dari Kebun Karet Ke Rumah Abadi Para Pahlawan Kemerdekaan"] Festival Payung Indonesia – Surakarta (05-07 September 2025) Masih di Solo, ada Festival Payung Indonesia yang bikin ribuan payung artistik jadi panggung seni visual. Lo bisa foto puas sambil nonton pertunjukan musik, tari, teater, bahkan fashion show yang semua dikaitin sama tema payung. Ada juga workshop kreatif buat lo yang pengen turun tangan bikin karya sendiri. Festival ini mempersatukan budaya dari berbagai daerah, bahkan tamu internasional hadir. Jadi lo gak cuma cuci mata, tapi juga connect sama komunitas kreatif Indonesia dan dunia. Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) – Sawahlunto (06-07 September 2025) Bro-Sis, Sumbar gak mau kalah, karena SISSCa 2025 siap ngebawa lo ke karnaval songket sepanjang 950 meter! Dari pameran UMKM, seminar pakar songket Asia Tenggara, lomba melukis payung, sampai fashion show designer nasional & internasional, semuanya gratis dan super Instagramable. Lo bakal jadi bagian dari legacy songket Silungkang, belajar filosofi motif, teknik tenun, dan dapet pengalaman budaya yang elegan plus hits abis. Festival ini buktiin kalau heritage bisa tetep trendy dan meaningful kalau dieksplore dengan gaya kekinian. Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi WAVE) – Wakatobi (09-14 September 2025) Bro-Sis, siapin diri buat vibes laut yang epic! Wakatobi Wave bikin laut biru jadi panggung parade kapal hias, tarian adat pesisir, sampai lomba diving underwater. Selain healing, festival ini jadi ajang promosi budaya maritim Indonesia ke dunia. Lo juga bisa jelajahin expo kuliner seafood, kerajinan tangan, dan produk UMKM lokal. Malamnya? Ada musik, tari modern + tradisi, dan lighting show yang bikin malam Wakatobi makin hidup. Ini paket lengkap: wisata bahari, budaya, kuliner, dan adventure sekaligus! Rang Solok Baralek Gadang – Solok (10-13 September 2025) Terakhir, Bro-Sis, ke Sumbar lagi buat RSBG 2025. Sawah hijau jadi panggung megah penuh warna untuk parade budaya, fashion show etnik, kuliner khas Minang, dan hiburan musik lokal. Lo bakal ngerasain vibes kebersamaan masyarakat Solok yang hangat, throwback ke akar budaya sambil tetep fun dan kekinian. Fashion show di sawah + kuliner tradisional bikin pengalaman lo unik banget. Ini bukan sekadar festival, tapi simbol syukur, kreatifitas, dan kebersamaan yang jarang lo temuin di tempat lain. Bro-Sis traveler, September 2025 tuh bukan sekadar bulan biasa—ini paket marathon festival Indonesia! Dari budaya, seni, fashion, kuliner, sampai adventure laut, semua nyatuin pengalaman unik yang bikin feed IG lo auto estetik dan hati lo penuh cerita. Jadi jangan cuma scroll timeline, gas langsung ke event-event ini, bikin memories, dan rasain sendiri vibes budaya, kreativitas, dan kebersamaan maksimal di negeri kita! (Sumber Foto @fendhy82)
...more

Yang Harus Diperhatikan Saat Cari Jodoh Waktu Liburan

TRIPTRUS - Liburan tak sekadar untuk melepas penat atau bersenang-senang. Liburan juga bisa jadi ajang traveler jomblo untuk mencari jodoh. Tapi sebelum 'terjun ke lapangan', berikut beberapa tips yang perlu disimak. Traveling sambil cari jodoh, kenapa tidak? Justru dengan begitu, Anda akan mendapatkan pasangan yang punya 1 hobi yakni traveling. Namun sebelum mencari, setidaknya ada 6 tips yang perlu Anda simak, berikut daftarnya:1. Pastikan Anda berada di tempat yang tepat Sah hukumnya jika Anda mencari jodoh saat sedang jalan-jalan di museum, atau kawasan Kota Tua, atau pinggir pantai. Tapi jangan sampai Anda mencari jodoh di tempat-tempat yang tidak sesuai seperti pura, kuil, atau tempat peribadatan lainnya.2. Kenali traveler yang pergi bareng pasangan Mencari jodoh saat traveling, boleh saja, asal jangan sampai merebut jodoh orang lain. Kenali traveler yang pergi bareng pasangan, entah itu berdua atau bersama rombongan. Jika mereka traveling bersama rombongan, biasanya 2 orang ini akan selalu berdekatan. Lebih baik, Anda cari traveler yang tampak sendirian atau pergi bersama teman-teman yang semuanya pria atau semuanya wanita.3. Kenali kewarganegaraan dan agamaJika Anda menginginkan hubungan serius, kewarganegaraan dan agama tak pelak jadi soal. Oleh karena itu kenali dulu kewarganeagaraannya, biasanya terlihat dari segi fisik. Soal agama, Anda bisa menerka-nerka agama mayoritas di negara tersebut. Jika hal itu tidak memberatkan, Anda boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya.4. Ajak ngobrolNah, ini dia bagian terpenting dari cari jodoh saat traveling. Mulailah mendekat dengan mengajaknya ngobrol. Beberapa pertanyaan 'mainstream' tapi efektif adalah dari mana asalnya, berapa lama dia traveling, ke mana akan melanjutkan perjalanan. Usai itu Anda bisa ceritakan agenda traveling Anda sendiri, siapa tahu, ada 1 hari yang kosong untuk Anda mengajaknya pergi bersama.5. Buat itinerary 1 hari bersamaJika responnya positif, ajaklah untuk pergi bersama. Entah hari itu, entah keesokan harinya. Anda dan gebetan bisa menyambangi tempat yang belum kalian datangi sebelumnya. Jika dia punya banyak waktu luang, Anda juga bisa mengajaknya ikut paket tur 1 hari.6. Bertukar nomor ponsel, email, dan media sosialNah, ini dia langkah terakhir yang wajib Anda lakukan. Bertukar nomor ponsel, email, dan media sosial. Ini memudahkan Anda untuk berkomunikasi terutama jika Anda dan gebetan berasal dari 2 negara berbeda. Anda dan si dia juga bisa merencanakan perjalanan ke satu negara lainnya dalam waktu dekat. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto JKTjalanjalan)
...more

Festival Raja Ampat 2023, Lebih Gokil dengan 3 Event dalam Satu!

TripTrus.Com - Pemkab Raja Ampat bakal bikin heboh dengan Festival Raja Ampat bulan Oktober 2023. Masalahnya, kita masih nunggu kabar resmi soal tanggal pastinya, nih. Ellen Risamasu, sang Kapten Pariwisata Raja Ampat, sempet cerita, "Festival Raja Ampat tahun ini ada, tapi tanggalnya masih sebatas rencana, bro."       View this post on Instagram A post shared by Arief Naufal (@arief.naufal) Nah, biasanya festival ini digelar tiap tanggal 18-21 Oktober, guys. Tapi, denger-denger, festival Raja Ampat kali ini bakal beda dari yang lain, guys. Kali ini, mereka bakal gabungin tiga event seru dalam satu keseruan besar. Ada Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur dalam satu paket! Ellen Risamasu ngejelasin, "Jadi, di event ini ada tiga festival, bro: Festival Raja Ampat, Festival Gemar Makan Ikan, dan Festival Suling Tambur. Seru, kan?" [Baca juga : "Party Bareng! Nusa Penida Festival 2023 Bikin Heboh Pulau Nusa Penida"] Kata Ellen, Festival Raja Ampat ini juga penting banget buat ngebantu Raja Ampat masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark. Jadi, gak cuma keren, tapi juga punya sejarah, nih! Terus, Ellen juga cerita kalo pariwisata Raja Ampat sempet tutup gara-gara pandemi COVID-19 dari 2020 sampe 2022. Makanya, sekarang mereka berusaha benerin niatan wisatawan buat mampir ke Raja Ampat, dengan bikin Festival Bahari ini. Keren, ya, upaya mereka! Jadi, siap-siap deh buat Festival Raja Ampat 2023 yang bakal bikin kita makin cinta sama keindahan alam Indonesia! (Sumber Foto @paula_cortez28) 
...more

Tempat Wisata Favorit Orang Indonesia Ternyata Bukan Hanya Bali!

TripTrus.Com - Berbeda dengan para wisatawan asing, orang Indonesia tidak mengunjungi Bali sebagai destinasi wisata yang paling populer. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan nusantara atau wisnus cenderung mengunjungi daerah-daerah di Pulau Jawa. Dari total 734,86 juta perjalanan yang dilakukan oleh wisnus sepanjang tahun 2022, sekitar 75,49% atau tiga dari empat perjalanan dilakukan ke Pulau Jawa.       View this post on Instagram A post shared by Rental Sewa Mobil Hiace Jogja | Rent Car & Tour Yogyakarta (@sewahiacejogja_insan) Kepala BPS, Margo Yuwono, mengungkapkan bahwa daerah yang paling banyak dikunjungi oleh wisnus pada tahun 2022 adalah Jawa Timur dengan total 200,55 juta perjalanan atau 27,29% dari total perjalanan wisnus. Selanjutnya, wisnus juga banyak mengunjungi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan jumlah perjalanan masing-masing sebesar 123,53 juta (16,81%) dan 110,35 juta (15,02%). DKI Jakarta, Banten, dan Yogyakarta juga termasuk dalam enam besar provinsi tujuan utama wisnus, namun seluruhnya berada di Pulau Jawa. Sedangkan untuk Bali, jumlah total perjalanan wisnus ke daerah tersebut sebanyak 14,26 juta atau sekitar 1,94% dari total perjalanan wisnus. Jumlah kunjungan wisman ke Bali pada tahun 2022 juga lebih banyak dibandingkan wisnus, yaitu sebanyak 3,29 juta kunjungan. [Baca juga : "Mengunjungi Taman Nasional Gunung Bromo Saat Libur Lebaran: Panorama Alam Yang Menakjubkan"] Pada tahun 2022, jumlah wisnus yang berpelesir di dalam negeri semakin meningkat. Total perjalanan wisnus mencapai 734,86 juta perjalanan, yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 (613,30 juta), tahun 2020 (524,57 juta), namun masih di bawah jumlah perjalanan wisnus pada tahun 2019 (712,16 juta). Margo Yuwono mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah wisnus pada tahun 2022 sangat menggembirakan, karena terjadi peningkatan sebesar 19,82% dibandingkan dengan tahun 2021 dan peningkatan 1,76% dibandingkan dengan masa sebelum tahun 2019. (Sumber Foto @hladchenko_ph) 
...more

Film-Film Indonesia Yang Membuat Ingin Traveling!

TripTrus.Com - Dengan menonton film, seseorang bisa memindahkan tubuhnya melalui visual yang dihadirkan fil tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa film dapat menginspirasi seseorang dalam hidupnya. Terlebih dala sebuah film traveling, seseorang akan menjadi lebih penasaran dengan sebuah destinasi yang tersajikan dan bisa menjadi inspirasi seseorang untuk memulai sebuah perjalanan. Berikut ini film-film Indonesia berlatar lokasi-lokasi cantik di Indonesia dan akan memikat kalian hingga menginspirasi untuk memulai sebuah perjalanan. 1. Laskar Pelangi (Foto: indonesianfilmcenter.com) Film yang tayang di tahun 2008 ini bisa dibilang sebagai film penggerak pariwisata di Indonesia. Film berisi tentang cita-cita anak-anak pulau yang penuh dengan pesan moral ini membuat Belitong menjadi primadona pariwisata Indonesia. Bahkan wisatawan berbondong-bondong untuk mengekslorasi Belitong. Beberapa objek wisata dan infrastruktur penunjang dibangun di pulau ini.Dengan daya pikat Sekolah Laskar Pelangi, Pantai Tanjung Tinggi hingga terkenalnya Mie Atep membuat wisatawan lokal dan mancanegara menjadikannya daftar destinasi yang harus dikunjungi. 2. Pendekar Tongkat Emas (Foto: anakfilm.com) Sebelum film ini tayang, banyak yang beranggapan bahwa Sumba hanya daerah yang gersang. Tapi anggapan itu tumbang setelah Film Pendengkar Tongkat Emas tayang di bioskop-bioskop. Keindahan Sumba tersaji dalam film ini, panorama alam yang indah, jernihnya aliran sungai, lautan yang menggoda dan rumah-rumah adata yang ikonik menambah daya pikat Sumba. Di sisi lain juga masyarakat Sumba dikenal sebagai penduduk yang ramah. Walau bukan sebagai film pariwisata, dengan latar belakang keindahan Sumba Film Pendekar Tongkat Emas ini bisa jadi ispirasi untuk traveling. 3. Mirror Never Lies (Foto: cinemapoetica.com) Film bercerita tentang seoarng gadis bernama Pakis yang berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika sedang melaut ini mengangkat keindahan laut Wakatobi dan kebiasaan sehari-hari Suku Bajo. Film drama The Mirror Never Lies dapat memvisualisasikan keindahan Wakatobi, sehingga film karya Kamila Andini membuat adanya ketertarikan lainnya di kalangan traveler. Keseharian Suku Bajo, pantai dan bawah laut yang indah menjadikannya semakin menawan untuk dikunjungi. 4. Denias: Senandung di Atas Awan (Foto: asiapacificscreenacademy.com) Film arahan sutradara Ari Sihasale ini mengambil latar belakang di Puncak Gunung Pikhe, Papua menceritakan seorang anak kecil bernama Denias yang berjuang keras meraih segala mimpinya untuk dapat bersekolah. Film berjudul Denias: Senandung di Atas Awan mengajak penontonnya untuk berlari-lari dan bermain di hamparan padang savanna yang luas. 5. Lost in Papua (Foto: chelemichelle.wordpress.com) Banyak unsur-unsur budaya lokal masyarakat tradisional Papua yang ditonjolkan di film ini Dan kisah ini diangkat dari fakta asli rakyat di Pedalaman Hutan Boven Digoel, Papua menjadi tempat bersejarah di mana dulu Bung Hatta dan teman-teman seperjuangannya pernah dibuang. Film yang menceritakan sekelompok anak muda yang mencoba menerobos rimba ujung timur pulau Papua, untuk mengungkap sebuah misteri yang berhubungan dengan suku-suku terasing. Film ini selain menawarkan alur cerita yang menarik juga mampu mengisi hiburan masyarakat dengan nuansa yang berbeda yaitu dengan keindahan hutan dan budaya-budaya suku di Papua. Penonton juga dapat dapat mengenal lebih jauh lagi tentang kondisi Papua dengan alamnya yang masih asri dan keragaman suku papua.Lost in Papua adalah sebuah film yang bertujuan untuk menunjukkan keindahan alam dan kekayaan wisata budaya di Papua Selatan serta segala misterinya yang belum pernah Anda lihat. Film ini memasukkan unsur-unsur lokal seperti pertunjukan budaya khas masyarakat tradisional Papua. 6. Rayya Cahaya di Atas Cahaya (Foto: youtube.com)Rayya, Cahaya Diatas Cahaya adalah film drama Indonesia yang akan dirilis pada 20 September 2012. Film ini disutradarai oleh Viva Westi. Film ini dibintangi oleh Titi Sjuman dan Tio Pakusadewo. Film ini bisa dibilang sebagai road film, di mana film melakukan perjalanan panjang dari Jakarta hingga Bali. Dalam perjalanan tersebut penonton bisa melihat bagaimana keindahan Indonesia di beberapa prongan scene di film ini. Film ini selain menyuguhkan latar belakang yang menarik juga membuat penonton terkagum-kagum dengan dialog-dialog cerdas pemerannya. (Sumber: Artikel amieykha Foto kapanlagi.com)
...more

Sehari di Kudus? Gaskeun Bro-Sis! Kota Religi yang Diam-Diam Aesthetic Banget

TripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo pernah gak sih kepikiran buat eksplor kota yang gak terlalu rame tapi punya aura misterius dan vibe adem banget? Nah, Kudus nih, kota di Jawa Tengah yang sering dibilang kota santri, ternyata punya banyak hidden gem yang gak kalah sama destinasi viral lain. Sekali lo dateng, dijamin bakal ngerasa kayak balik ke masa lalu tapi tetep ada sentuhan modernnya. Bayangin aja: jalan kecil berhiaskan bangunan tua, suasana religi yang kental, dan orang-orangnya yang ramah abis. Ini kota bukan cuma buat ziarah, tapi juga cocok banget buat healing santai dan konten Instagram lo biar makin aesthetic. Jadi, siap-siap ya, bro-sis, kita bakal explore Kudus dengan gaya “lo-gue” yang santai tapi tetep berisi. 1 – Menara Kudus & Spot Religi yang Gokil Abis       View this post on Instagram A post shared by مُحَمَّد بِلَال (@boonnttee) Bro, kalo lo tipe traveler yang suka spot bersejarah dengan aura magis, Masjid Menara Kudus wajib masuk bucket list lo! Masjid ini dibangun sama Sunan Kudus sekitar abad ke-16, dan yang bikin mindblowing, arsitekturnya tuh campuran antara Hindu, Buddha, dan Islam. Serius, menaranya mirip candi, tapi pas lo masuk ke dalam, atmosfernya adem dan damai banget. Lo bakal ngerasa kayak “anjir, ternyata dulu budaya bisa nyatu tanpa ribet!” Abis dari situ, lo bisa lanjut ke Makam Sunan Muria yang letaknya di pegunungan. Perjalanannya emang agak nanjak, tapi view di atas sana juara banget! Selain dapet ketenangan, lo juga bisa ngelihat pemandangan hijau sejauh mata memandang. Jangan lupa mampir ke Air Tiga Rasa Rejenu — katanya air di sini punya rasa yang beda di tiap pancurannya, dan banyak yang percaya air ini punya makna spiritual. Cuma inget, bro-sis, tetap sopan, jangan asal foto atau bercanda di tempat suci ya. Respect dulu baru konten! 2 – Kulineran Wajib: Dari Soto Kudus sampe Jenang Legit Abis muter-muter tempat religi, perut pasti minta diisi. Nah, lo belum ke Kudus kalo belum nyobain Soto Kudus yang legendaris itu. Kuahnya bening, topping ayam suwirnya lembut, dan disajikan di mangkok kecil yang khas. Jangan kaget kalo lo pengen nambah dua kali, karena porsinya emang “nggoda tapi nanggung” buat yang doyan makan. [Baca juga : "Siap Liburan Anti-Mainstream Ke Pulau-Pulau Kece Serang!"] Abis itu, sempetin jajan Jenang Kudus buat oleh-oleh. Teksturnya legit banget, rasanya manis pas, dan varian rasanya banyak—dari pandan, durian, sampe cokelat. Buat lo yang pengen nongkrong santai sambil ngopi, ada beberapa kafe di sekitar pusat kota yang cozy banget. Banyak juga spot dengan konsep jadul tapi aesthetic, cocok buat foto OOTD atau reels TikTok lo. Pokoknya Kudus itu kombinasi sempurna antara cita rasa tradisional dan vibe chill kekinian. 3 – Kota yang Tenang Tapi Gak Ngebosenin  Lo pikir kota kecil kayak Kudus itu flat dan gak ada hiburannya? Wah lo salah besar, sis! Meskipun bukan kota yang “megah banget”, tapi suasananya tuh punya daya tarik tersendiri. Di Kudus lo bisa jalan sore di alun-alun sambil liatin aktivitas warga, beli jajanan kaki lima, atau sekadar nongkrong sambil ngobrol ngalor-ngidul sama warga lokal. Banyak juga spot mural dan bangunan heritage yang masih terjaga, jadi lo bisa dapet banyak angle foto keren tanpa harus rebutan kayak di tempat wisata mainstream. Kalo lo suka hal yang slow tapi meaningful, Kudus tuh cocok banget buat recharge dari penatnya kerja atau kuliah. Banyak traveler muda yang bilang, “Kudus itu kota yang ngajarin lo buat berhenti sebentar dan nikmatin momen kecil.” Dan bener aja—karena makin lo santai, makin lo bisa ngerasain sisi autentik dari kota ini. Nah, bro-sis traveler, itulah sekelumit cerita dari Kudus yang ternyata punya banyak kejutan. Sekali lo ke sini, lo bakal sadar kalo traveling gak melulu soal tempat hits atau destinasi fancy. Kadang yang lo butuhin cuma suasana sederhana, orang yang ramah, dan vibe yang bikin hati adem. Kudus punya semuanya: sejarah, kuliner, budaya, dan ketenangan yang sulit lo dapet di kota besar. Jadi, buat lo yang pengen short escape tapi tetep meaningful, Kudus tuh jawabannya. Jangan lupa siapin kamera, outfit kece, dan playlist chill biar trip lo makin maksimal. Gaskeun deh, bro-sis traveler! Kudus nunggu lo buat datang dan bikin cerita baru yang gak bakal lo lupain. 💫 (Sumber Foto @m.fardh)
...more

Meriahnya Perayaan Imlek di Berbagai Penjuru Nusantara

TripTrus.Com -  Februari selalu menjadi momen yang istimewa bagi banyak orang. Bukan hanya berkat kehadiran Hari Kasih Sayang atau Valentine, bulan depan kamu juga mesti bersiap buat merayakan Tahun Baru Imlek! Yup, budaya yang berasal dari Tiongkok ini telah menjelma menjadi bagian penting masyarakat Indonesia. Nggak heran jika di momen Imlek 2018 ini nanti, KLovers akan menjumpai aksesoris dan pernak-pernik berwarna merah yang menghiasi beberapa pusat perbelanjaan dan fasilitas umum.   warna warni hiburan rakyat festival imlek solo _ #streetphotography #everybodystreet #serikat_sp #serikat_fi #kotasolo #soloevent #festivalimlek A post shared by Bogi Ardana (@mase_boogie) onJan 23, 2017 at 8:52am PST "Menariknya, berkat keanekaragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, perayaan Imlek tiap daerah pun memiliki kekhasan tersendiri. Penasaran seperti apa? Ketahui lebih jauh, yuk!" 1. Solo Solo dikenal sebagai salah satu kota yang amat kental menjunjung tinggi budaya Jawa. Hal yang menarik terjadi tiap peringatan Imlek, di mana nuansa Jawa yang amat kental itu akan dipadukan dengan kemeriahan adat Tionghoa! Dalam acara yang bertajuk Grebeg Sudiro tersebut, kamu dapat menyaksikan gunungan kue keranjang dan aneka hasil bumi yang diarak oleh bapak-bapak berbusana lurik. Kemudian di belakangnya menyusul karnaval barongsai dan pertunjukkan dari berbagai komunitas dari berbagai suku bangsa di Indonesia. 2. Semarang Semarak perayaan Imlek di Semarang berpusat di kawasan Pecinan bernama Pasar Semawis. Di sini, kemeriahan Imlek dijamin bisa bikin kamu terharu. Jalanan dihiasi dengan lampion dan aksesori Imlek warna-warni. Ada pula sebuah panggung yang disediakan untuk aneka pertunjukkan seperti wayang potehi, barongsai, wushu, tambur, dan lain sebagainya. Makin menyenangkan karena di sana pun kamu bisa wisata kuliner! Puas-puasin deh menikmati aneka penganan khas Tionghoa yang dipadu dengan kuliner asli Semarang! 3. Singkawang Singkawang adalah sebuah kota yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Meskipun wilayahnya tak lebih besar dari kota-kota di pulau Jawa, tapi daerah yang berada sejauh 145 kilometer dari Pontianak itu dikenal sebagai penyelenggara Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila selama periode perayaannya, Singkawang bakal didatangi oleh ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Yang menarik, Cap Go Meh di Singkawang telah berakulturasi dengan kebudayaan setempat. Penasaran kan, gimana jadinya?  4. Jogja Jogja selalu menghadirkan keistimewaan dalam momen apapun, tak terkecuali saat Imlek. Untuk merayakan tahun baru etnis Tionghoa itu, di Kampung Ketandan Malioboro bakal diselenggarakan Pekan Budaya Tionghoa. Konten acaranya juga menarik banget. Beberapa yang nggak boleh kamu lewatkan di antaranya atraksi budya dan pameran kuliner Tionghoa, serta pawai puluhan barongsai! Jadi, kalau ingin traveling di Jogja yang ‘berbeda' di Jogja, datang pas perayaan Imlek, deh! (Sumber: Artikel kapanlagi.com, Foto Bennylin)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...