TripTrus.Com - Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan. Termasuk pilihan destinasi wisata banyak orang ketika berlibur. Wisatawan kini lebih suka berlibur dan mencari tempat terbuka dan destinasi yang menawarkan pemandangan alam terbuka.
Andhini Putri, VP Marketing Transport & Financial Services Traveloka mengatakan wisatawan domestik lebih memilih destinasi wisata yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Dikutip dari ANTARA, minat masyarakat untuk berwisata pun semakin tinggi. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kerinduan akan bepergian.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nehemia Evan Gavrilla (@youka_and_picko_dog)
"Kita kan ada banyak banget ya di Indonesia yang menawarkan keindahan alam. Jadi memang secara minat lebih tinggi dan trennya selain destinasi yang menawarkan banyak kegiatan outdoor, orang juga banyak yang roadtrip," kata Andhini dalam peluncuran program "#PromoTengahTahun Traveloka" pada Rabu.
Selama satu tahun belakangan, ada perubahan tren kenaikan wisatawan untuk melakukan roadtrip. Ini karena dengan roadtrip wisatawan bisa berhenti ke sejumlah destinasi dalam satu kali jalan. "Dari sisi akomodasi ada tren staycation, jadi berlibur dalam kota tuh jadi sesuatu yang kita lihat di 2021. Kalau kita bandingin di 2019, tren ini naiknya dua kali lipat," ujar Andhini.
Sementara itu, Amalia Yaksa, Vice President Marketing & Distribution Channel, PT Citilink Indonesia mengatakan rute penerbangan menuju Bali dan Yogyakarta masih menjadi primadona untuk orang berlibur, khususnya selama pandemi COVID-19.
"Terus sekarang yang lagi naik daun itu Labuan Bajo, orang pengin lihat pulau, pengin ngerasain pantai di tempat lain," ujar Amalia.
Seperti diketahui, Citilink, maskapai bertarif rendah (low-cost carrier) yang juga merupakan anak perusahaan maskapai BUMN Garuda Indonesia menggandeng Traveloka dengan memberikan promosi tengah tahun di lima kota Indonesia guna memulihkan geliat industri pariwisata Tanah Air yang terdisrupsi pandemi COVID-19.
[Baca juga : "Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi Dengan Prokes"]
Program tersebut dapat ditemukan melalui produk Tiket Pesawat yang ada di aplikasi Traveloka. #PromoTengahTahun menawarkan harga khusus untuk "regular zone section" dengan potongan harga 20 persen untuk periode booking dari tanggal 16-27 Juni 2021.
Promo ini berlaku untuk rute keberangkatan dari Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya atau Makassar ke seluruh destinasi domestik. (Sumber: Artikel suara.com Foto @sukawisata )
...moreTRIPTRUS - Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota apabila ingin menghabiskan akhir pekan tanpa banyak biaya. Salah satu alternatif liburan keluarga yang seru dan mengasyikkan adalah camping atau berkemah. Di Indonesia, ada banyak sekali area yang dijadikan bumi perkemahan. Berikut ini TripTrus akan menampilkan beberapa bumi perkemahan dari seluruh Indonesia.1. Bumi Perkemahan Seulawah Scout CampJika melewati jalan darat ke Kota Banda Aceh, hampir tidak mungkin tidak melihat gerbang besar Bumi Perkemahan Scout Camp di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Area yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 November 2010 ini mempunyai luas 120 hektar (ha) dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan berkemah dan pramuka. Tapi sayangnya, hampir tiga tahun setelah diresmikan, kini Seulawah Scout Camp terbengkalai akibat kurangnya pendanaan untuk operasional area itu.2. Bumi Perkemahan SibolangitArea perkemahan di Kabupaten Deli Serdang ini adalah tempat dilaksanakannya Jambore Nasional Pramuka ke-2 pada tahun 1977 oleh Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Sibayak ini membuat pemandangan alam yang melatari bumi perkemahan ini jadi salah satu tempat wisata favorit masyarakat Sumatera Utara. Salah satu daya tarik di bumi perkemahan yang jaraknya sekitar 75 km dari Kota Medan ini adalah Air Terjun Dua Warna yang terletak sekitar 3 jam jalan kaki area perkemahan. Dua warna air yang mengalir disebabkan oleh satu aliran yang mengandung belerang (sulfur) dari Gunung Sibayak dan sumber air di hutan yang berwarna biru muda.3. Bumi Perkemahan Danau Teluk GelamBuat yang tinggal di Sumatera Selatan, bumi perkemahan di Ogan Komering Ilir (OKI) ini pasti sudah tidak asing. Area yang menjadi lokasi Jambore Nasional Pramuka pada tahun 2011 ini letaknya tidak jauh dari obyek wisata Danau Teluk Gelam dan memiliki luas 65 ha ditambah area danau seluas kurang lebih 400 ha. Bumi perkemahan ini diresmikan pada tahun 2011 sebelum berlangsungnya Jambore Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mencapai Buper Danau Teluk Gelam diperlukan waktu kurang lebih 3 jam untuk durasi perjalanan normal.4. Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka Cibubur Kawasan seluas 210 ha yang terletak di pinggir tol Jagorawi KM 13 ini sudah pasti dikenal oleh hampir seluruh penduduk Jabodetabek. Area yang diresmikan pada tahun 1973 ini beberapa kali dijadikan sebagai lokasi Jambore Nasional Pramuka. Jika ingin berkemah tapi tidak memiliki tenda, di Buperta Cibubur juga tersedia penyewaan berbagai ukuran kemah dan peralatan camping lainnya. Selain itu, di Buperta Cibubur juga terdapat kawasan rekreasi wisata air di Danau Situ Baru dan Sarana Outbound.5. Bumi Perkemahan SukamantriSekitar 10 km dari pusat Kota Bogor, terdapat aeral hutan seluas 5 hektar yang dijadikan bumi perkemahan. Awalnya, kawasan ini adalah milik Perum Perhutani, yang sejak tahun 1980-an dibuka untuk jadi kawasan wisata berkemah. Kawasan dengan ketinggian rata-rata 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini memiliki kontur bukit yang bergelombang dan kawasan hutan yang asri. Sukamantri juga dikenal oleh para penggemar olahraga bersepeda sebagai salah satu jalur favorit untuk memacu sepeda gunung mereka, mengingat jalurnya yang tidak terlalu sulit untuk dilalui tetapi cukup menantang. Area perkemahan yang terletak di Kecamatan Ciapus ini mampu menampung sampai sekitar 30 tenda dan saat malam hari menampilkan pemandangan indah kelap-kelip lampu di Kota Bogor.6. Bumi Perkemahan Letjen (Purn) DR. (HC) MashudiKabupaten Sumedang, Jawa Barat tidak cuma ngetop dengan jajanan tahu saja. Di Kecamatan Sukasari, terdapat sebuah kawasan perkemahan yang baru diresmikan pada 12 Juni 2013. Bumi perkemahan yang juga dikenal dengan nama Kiarapayung ini mengambil nama dari salah satu tokoh Pramuka di Jawa Barat, Letjen (Purn) Dr. (HC) Mashudi, Kepala Kwartir Nasional Pramuka pada tahun 1978 sampai 1993. Area seluas 66 ha itu berada tidak jauh dari kawasan Jatinangor dan memiliki area perkemahan yang mampu menampung ratusan kemah dan dilengkapi dengan fasilitas umum yang cukup memadai serta berbagai fasilitas pendukung kegiatan petualangan seperti jalur bersepeda dan kegiatan outbound.7. Bumi Perkemahan MandalawangiDi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, terdapat sebuah kawasan perkemahan bernama Mandalawangi di daerah Cibodas, Jawa Barat. Bumi perkemahan yang bersebelahan dengan Kebun Raya Cibodas ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk berkemah bersama teman atau keluarga. Selain area perkemahan, di Mandalawangi juga terdapat danau, air terjun buatan, kolam renang alam dan berbagai fasilitas untuk kegiatan para pekemah. Dan tentunya, pemandangan indah Gunung Gede dan Gunung Pangrango akan membuat pengalaman berkemah jadi lebih mengesankan. Kalau ingin kegiatan yang lebih menantang, dari Mandalawangi cuma perlu trekking sekitar 1-2 jam untuk mencapai Air Terjun Cibereum. Area seluas 39,5 ha ini sebenarnya adalah hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani dan dikembangkan menjadi bumi perkemahan. Dengan ketinggian 1100 mdpl bisa dibayangkan sejuknya berkemah di Mandalawangi.8. Bumi Perkemahan CikoleTidak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, ada satu bumi perkemahan yang cukup populer sebagai tempat wisata alam untuk keluarga. Dengan jarak yang hanya 30 kilometer dari Kota Bandung, bumi perkemahan yang dikelola oleh Perum Perhutani ini memiliki luas 10 ha dan memiliki beberapa kompleks perkemahan yang masing-masing mampu menampung 50 kemah. Awalnya, daerah ini merupakan hutan produksi pinus, maka tidak heran jika pohon pinus tersebar di seluruh area bumi perkemahan Cikole. Selain pinus, di sini juga dapat ditemui pohon aghatis dan kaliandra. Selain menyediakan penyewaan perlengkapan berkemah, di Cikole juga terdapat fasilitas outbound, jogging track, dan banyak fasilitas lainnya. Area perkemahan pun tidak jauh dari tempat parkir kendaraan sehingga tidak perlu berjalan jauh setelah sampai di bumi perkemahan yang berada di ketinggian 1300 mdpl ini.9. Bumi Perkemahan BlahkiuhSuasana indah Pulau Dewata tidak hanya pantai saja, di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, sekitar 19 km dari Kota Denpasar ada sebuah area perkemahan unik. Bumi Perkemahan Blahkiuh dahulu merupakan tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan Mengwi. Maka itu tidak heran jika di tengah area ini ada sebuah kolam dan pancuran pemandian kuno. Suasana yang tenang, udara yang segar serta sejuk, ditambah lokasinya yang dekat dengan obyek wisata Taman Ayun dan Sangeh, membuat Blahkiuh jadi tujuan alternatif di Bali. Di sini juga terdapat sumber air alam yang airnya mengalir ke pancuran pemandian kuno dengan ukiran khas Bali. 10. Wana Wisata BaturradenHawa sejuk dari Gunung Slamet, gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa, langsung terasa dalam perjalanan menuju kawasan wisata yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini. Dari ketinggian 670 mdpl, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Purwokerto, Pulau Nusa Kambangan, dan pantai di Cilacap yang terlihat di kejauhan. Wana Wisata ini juga menyediakan area perkemahan yang berjarak 2 kilometer dari kawasan wisata Baturaden. Bagi keluarga yang berwisata ke Baturaden juga dapat mengunjungi Taman Britanin yang mengoleksi banyak tanaman langka. Di tahun 2001, Wana Wisata Baturaden menjadi tempat pelaksanaan Jambore Nasional Pramuka ke-7. Di Baturaden juga terdapat beberapa air terjun seperti Pancuran Pitu dan Pancuran Telu yang airnya mengandung belerang dan kabarnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Di bulan November nanti, tepatnya tanggal 8-10 November, para petualang dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Baturaden untuk mengikuti Festival Petualang Nusantara #3. Untuk bergabung dengan event ini, kamu juga bisa mendaftarkan diri di TripTrus.
...moreTripTrus.Com - 7 Summits of Java yang Bikin Gak Sabar Buat Mendaki. Ingat, Puncak Itu Bonus, Pulang dengan Selamat Tujuan Utama Buat kamu yang suka naik gunung pasti udah gak asing lagi sama istilah "seven summits" atau tujuh puncak tertinggi di dunia. Indonesia juga punya versi keren nih, namanya "Seven Summits of Indonesia" bahkan "Seven Summits of Java".
View this post on Instagram
A post shared by Abdurahman (@abd.rahmaan_)
Nah, seven summits of Java ini adalah tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa. Penasaran apa aja? Yuk, cek ulasannya!
1. Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Secara administratif, Gunung Semeru terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang, serta masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Semeru punya lima danau yang dikenal sebagai ranu, yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Tompe, dan Ranu Darungan. Ranu Kumbolo adalah yang paling terkenal dan romantis di antara semua.
2. Gunung Slamet (3.428 mdpl)
Gunung Slamet adalah gunung berapi tidur yang terletak di Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang. Ada beberapa jalur buat mencapai puncaknya, seperti Bambangan, Guci, Tegal, atau Kaliwadas. Mendaki Gunung Slamet bisa dibilang sulit karena medan ekstrem dan sulitnya menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian. Selain itu, kabut sering banget berubah-ubah. Jalur favorit pendaki adalah Bambangan, dan dari puncak Surono, kamu bisa menikmati indahnya kawah Segara Wedi.
3. Gunung Sumbing (3.372 mdpl)
Gunung Sumbing, yang berada di Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo), punya dua puncak: puncak Buntu (3362 mdpl) dan puncak Sejati (3371 mdpl). Ada tiga jalur untuk mendaki Gunung Sumbing: via Garung Wonosobo, Cepit Parakan di Wonosobo, dan Bowongso di Wonosobo. Jalur Bowongso cukup ramah buat pendaki pemula karena treknya gak terlalu curam. Jadi, kalau kamu pendaki pemula, bisa coba jalur ini.
4. Gunung Arjuno (3.339 mdpl)
Gunung Arjuno adalah gunung berapi kerucut yang terletak di Kota Batu, Malang, dan Pasuruan. Gunung ini dikelola oleh Taman Hutan Raya Radan Soerjo dan bisa didaki via jalur Lawang, Tretes, atau Batu. Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang dan tidak memiliki kawah, jadi asap putih yang sering terlihat berasal dari Gunung Welirang. Puncak Arjuno, yang disebut puncak Ogal Agil (3.399 mdpl), menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah.
5. Gunung Raung (3.332 mdpl)
Gunung Raung, gunung api kerucut yang terletak di Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur, adalah destinasi favorit pendaki dengan trek menantangnya. Kalau kamu suka tantangan, wajib coba nih! Puncak sejati Gunung Raung menawarkan pemandangan kaldera besar dengan kepulan asap tipis di atasnya. Berani coba mendaki Gunung Raung?
[Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"]
6. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Gunung Lawu, terletak di perbatasan Wonogiri, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur, punya tiga puncak: Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Hargo Dumling. Puncak Hargo Dumilah adalah yang tertinggi (3.265 mdpl). Ada tiga jalur untuk mendaki Gunung Lawu: jalur selatan via Cemoro Sewu, jalur barat via Cemoro Kandang, dan Srambang. Jalur Srambang jarang dilewati pendaki.
7. Gunung Welirang (3.156 mdpl)
Gunung Welirang, yang dijuluki kembaran Gunung Arjuna, terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto. Kata "Welirang" berarti belerang dalam bahasa Jawa, sesuai dengan puncaknya yang selalu diselimuti asap putih dan mengeluarkan belerang. Gunung ini punya trek menantang dan pemandangan memukau. Dari puncak Welirang, kamu bisa melihat indahnya Gunung Semeru dan Gunung Arjuna. Kamu bisa mendaki lewat jalur Desa Jubel, Kecamatan Pacet, Mojokerto atau Tretes.
Nah, itu dia tujuh gunung yang termasuk dalam seven summits of Java. Jadi, kapan mau mendaki? (Sumber Foto @putusimbah_)
...moreTRIPTRUS - Meski lelah dan payah, mendaki gunung memiliki kenikmatan yang lengkap. Setiap hal kecil selama pendakian, masing-masing memiliki seni tersendiri yang ada sisi nikmatnya. Lumrah saja kalau banyak pendaki yang baru saja turun dari puncak masih terlihat lesu, dekil, dan berantakan, namun, jika ditanya pasti suatu saat akan mengulangi pendakiannya lagi. Andai bisa, dalam waktu yang dekat.Ngopi misalnya. Ngopi di rumah beda nikmatnya dengan ngopi di atas matras sembari menghirup hawa sejuk pegunungan dan memandang dengan bebas samudera awan yang mengumpal-gumpal. Makan juga sama. Sembarang makanan asal dimakannya di gunung bersama teman-teman semuanya akan terasa nikmat.Sensasi makan dan minum yang enak itu semestinya diimbangi denga kandungan nutrisi yang mumpuni. Mengingat naik gunung tak cuma butuh enak, tapi juga butuh sehat, seger, dan waras. Makanan-makanan berikut adalah makanan yang cocok untuk bekal mendaki yang omahpetualang.com rangkum dari pelbagai sumber:1. BiskuitSelain praktis, biskuit juga memiliki nutirisi yang seimbang sebagai cadangan energi selama pendakian. Biskuit adalah logistik paling tidak ribet dan bisa kapan saja dinikmati di jalur pendakian.2. MaduMadu sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuhmu. Nutrisi yang terkandung dalam madu sangat berguna bagi tubuh yang bekerja keras saat mendaki. Stamina yang kuat harus selalu dipertahankan untuk menghadapi situasi tak menentu di jalur pendakian. Untuk itulah madu ada.3. SerealSereal mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin, zat-zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Membuatnya sangat mudah, hanya perlu diseduh dengan air panas sereal sudah siap dinikmati. S3real juga ringan dibawa.4. RotiRoti adalah pengganjal perut paling manjur ketika perut keroncongan saat mendaki. Roti bisa bermacam-macam yang dibawa bekal. Bergantung selera masing-masing. Bisa roti tawar, roti sisir, roti gandum, dll, dll, dll.5. Cokelat BarCoklat mengandung senyawa phenethylamine yang bisa meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih tenang dan rileks. Coklat juga mengandung cukup kalori dan mudah mengenyangkan perut. Tapi jika Anda memiliki sakit maag, coklat tidak direkomendasikan karena coklat justru akan memancing asam lambung makin naik.6. Bubur InstanBubur instan mudah ditemui di warung-warung. Harganya juga terjangkau. Bubur instan hampir serupa dengan sereal. Cara membikinnya juga sama. Cukup diseduh air panas.7. Mi InstanMi instan adaalah makanan paling populer di gunung. Rasanya enak, membuatnya mudah, dan harganya murah.8. BuahBuah memiliki kandungan vitamin yang sangat dibutuhkan tubuh. Buah juga dapat menyegarkan badan. Sebaiknya memilih buah yang tidak mudah busuk.Selain beberapa makanan yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa makanan sehat yang lain seperti telor, sayuran, beras, dan makanan kaleng. Namun beberapa pendaki mengaku teralu ribet dan membutuhkan manajemen tersendiri ketika memutuskan untuk memasak nasi dan sayur. (Sumber: Artikel omahpetualang.com Foto jalanpendaki.com)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan tiga kegiatan festival yang akan digelar pada tahun ini untuk menarik minta kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh 江 • 🌻 (@lechiinx)
"Festival yang akan kami gelar yaitu pertama Festival Budaya dan Parade Pesona Pariwisata yang dijadwalkan pada April-Juni 2022," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende Martinus Satban ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu.
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata di Kabupaten Ende pada 2022. Ia menyebutkan kegiatan kedua yaitu Festival Kelimutu yang dijadwalkan akan digelar pada Agustus. Selain itu, Festival Paralayang yang akan digelar pada Oktober-November.
Martinus menjelaskan kegiatan festival ini dihadirkan untuk mempromosikan kekayaan pariwisata sekaligus menarik minat kunjungan wisatawan ke Ende. Kegiatan dalam bentuk festival, kata dia, juga berlangsung lama sehingga diharapkan dapat mendorong lama tinggal wisatawan di Ende.
[Baca juga : "Kalender Event Wisata Jogja Bulan April 2022, Ada Sarkem Fest!"]
"Semakin lama wisatawan di Ende tentu ada belanja yang bisa berdampak pada berbagai sektor ekonomi di masyarakat," katanya. Ia mengatakan waktu pelaksanaan beberapa festival ini masih bersifat tentatif karena disesuaikan dengan situasi di lapangan, salah satunya terkait kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.
Martinus menambahkan selain festival pariwisata, pihaknya juga menata dan merancang destinasi wisata yang sudah dibangun pemerintah daerah setempat untuk menunjang kunjungan wisatawan. "Kami juga mendampingi desa wisata untuk berinovasi menjadi desa wisata berbasis komunitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," katanya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto @florestourism)
...moreTripTrus.Com - Liburan memang suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, apalagi ditambah jika berlibur dengan pasangan tercinta. Suasana romantis akan menambah erat jalinan kamu dengan pasanganmu. Namun tahukah anda, liburan dengan pasangan ini tidak boleh juga sembarangan loh.
Do not need the perfect person to be with me, all I need is you, who know my shortcomings but still want to be with me 😙😘😗 . . . . . #cinta #kasihsayang #ove #pasanganhidup #coupletraveler #couplestyle #temantapimenikah #sukapiknik #sukafoto #asalpinik #fotolama #semilirbadai #likefoto #likethis #instamag #instafoto #likeforlike #like4like #pendakicouple #lfl #lff
A post shared by Etik (@meisyaetik) onJan 2, 2018 at 6:16am PST
Kenapa begitu? karena jika kamu sembarangan mempersiapkan, bukan malah membuat liburan yang menyenangkan namun malah sebaliknya.
Nah untuk kamu yang masih bingung atau baru pertama kali ingin liburan dengan pasangan, ada tipsnya nih, tentang bagaimana membuat liburan menjadi berkesan dengan pasanganmu. Penasaran seperti apa? Berikut ini ulasan lengkapnya.
1. Tempat Liburan Yang Tepat Adalah Kunci Utama
Hal pertama yang harus kam lakukan adalah mencari tempat yang pas untuk kamu dan pasanganmu. Pastinya kamu tau kan apa hal yang paling disukai pasanganmu, nah itu bisa jadi bahan pertimbangan untuk mencari tempat liburan yang pas untuk berdua.
Misalnya saja, jika kamu berdua suka dengan alam, berkemah akan membuat suasanya yang romantis. Selain itu bisa juga dengan menyusuri tempat wisata yang memang belum banyak orang tau.
2. Berani Mencoba Hal Baru
Untuk tips yang kedua adalah berani mencoba hal yang baru. Jika ingin memberi kesan yang tak kan terlupakan, bisa saja dengan travelling dan berbaur dengan masyarakat sekitar, ditambah mengenal budaya mereka. Hal ini akan membuat kenagan yang tak kan terlupakan untuk kamu dan pasanganmu.
3. Ekplorasi Wisata Bersama Pasangan
Eksplorasi wisata adalah pilihan ketiga. Kamu bisa memilih wisata dengan banyak spot yang asik untuk di eksplorasi dengan pasangan anda. Misalnya saja ke pantai, banyak sekali pantai di Indonesia yang menyajikan view yang menarik, ditambah lagi banyak spot yang berdekatan antara satu pantai dengan yang lainya. Jadi eksplorasi pantai saat liburan bersama pasangan akan sangat menyenangkan dan tentunya berkesan.
4. Persiapkan Segala Kebutuhan
Untuk yang terakhir adalah persiapan segala kebutuhan liburan bersama pasangan. Salah satu yang tidak boleh lupa adalah tentang biaya yang diperlukan. Diskusikan dengan pasangan kamu tentang biaya ini. Sesuaikan dengan tingkat kemampuan.
Selain itu, sesuaikan kebutuhan pokok ketika akan berkunjung ketempat wisata yang dipilih, misalnya saja liburan ke gunung, hal yang terpenting adalah membawa jaket tebal atau yang lainya untuk menghalau udara dingin yang ada disana. Tidak mau bukan, saat liburan besama pasangan malah kedinginan karena kurang persiapan. (Sumber: Artikel piknikdong.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, siap-siap nih Juli 2025 bakal ramai event kece di seantero Indo! Ada festival budaya, lari pagi sehat, kuliner nostalgia, sampai konser malam di taman bumi—semuanya hits banget buat lo anak Gen Z atau milenial yang butuh konten fresh dan vibes liburan yang gak mainstream. Lo tinggal pilih: pingin jalan bareng topeng di Lampung, nostalgia kuliner Jogja, party lokal di Kaltim, seru-seruan gratis di Sukabumi, atau nonton gemerlap Geopark Night Specta di Gunungkidul. Siapkan DSLR, sneakers, dan dirimu yang hyped!
1. K-Fest Lampung – Festival Budaya & Olahraga (1–6 Juli)
K-Fest ke-34 di Lampung ini menggila banget: ada Karnaval Topeng Lampung (5 Juli), Krakatau Run pagi-pagi (6 Juli), dan UMKM bazar penuh kuliner & kreasi lokal (1–6 Juli). Malam puncak-nya? Ada Mr. JONOJONI bikin ketawa plus pengumuman kontes topeng—pas banget buat lo yang pingin healing budaya sambil ngerasa Indonesia banget!
2. Kangen Dolan Teras Malioboro – Festival Kuliner Nostalgia Jogja (19–23 Juni)
Lo yang kangen sama vibe Jogja, siap-siap balik ke masa lalu! “Kangen Dolan Teras Malioboro” hadir lagi—sajian gudeg, cenil, wedang uwuh, musik keroncong dan akustik, semua gratis! Ajak squad lo buat kulineran sore sampe malam, sambil baca spot Instagramable seantero Teras Malioboro. Nostalgia maksimal!
3. Sebuntal Fest 2.0 – Party & Kreativitas Lokal di Kutai Kartanegara (15–19 Juli)
Sebuntal Fest kembali lagi di Marangkayu, Kutai Kartanegara. Ada musik, tarian, fashion show, lomba mewarnai, zumba party, plus 30+ tenant UMKM yang jualan jajanan dan produk lokal viral. Cocok buat lo yang pingin explore festival lokal yang fun, penuh warna, dan support bisnis kecil wilayah!
[Baca juga : "Pulau Sangiang, Liburan Lo Gak Cuma Healing, Tapi Juga Nambah Cerita Mistis & Seru!"]
4. Geofest Sukabumi – Geopark Festival Gratis (5 Juli)
Sukabumi juga gak mau ketinggalan nih! GeoFest 2025 free event di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terjadwal puncak 5 Juli. Acara ini dikemas edukatif banget: ada talkshow, edukamp, pameran, dan sambutan resmi Bupati Sukabumi. Cocok buat lo yang butuh liburan murah meriah plus belajar tentang kelestarian alam!
5. Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 7.0 – Simfoni Taman Bumi (18–19 Juli)
View this post on Instagram
A post shared by JASA JAHIT GUNUNGKIDUL JOGJA (@elfata.fashion)
Event malam spektakuler di Amphitheater Embung Nglanggeran, Gunungkidul. Dimulai dengan lomba poster untuk pelajar DIY, tari tayub kolosal, bazar UMKM, talkshow coklat Nglanggeran, hingga konser gamelan orkestra plus bintang tamu. Masukannya gratis, atmosfernya epic, rekomended untuk culture-seeker!
Bro-sis, lo liat gak? Juli 2025 ini bakal penuh event seru dan edukatif dari ujung barat ke timur Indo. Tinggal pilih vibes-nya—budaya, lari pagi, kuliner nostalgia, kreativitas lokal, atau keajaiban geopark malam hari. Semua low budget, sekali jalan bisa dapet konten & experience Instagram-worthy. Jadi, lo tim yang mana? Jangan tunggu “viral”, mending jalan duluan! (Sumber Foto @sanggarpakem)
...moreTripTrus.Com - Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut.
Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid Langgar Dalem
Masjid Langgar Dalem terletak di Desa Langgar Dalem, Kec. Kota Kudus. Masjid ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah pada masa awal perkembangan islam, khususnya di wilayah Kudus. Berdasarkan sengkalan memet yang dibaca trisula pinulet naga di perkirakan Masjid Langgar Dalem didirikan pada tahun 885 H atau 1480 M. Berdirinya Masjid Langgar Dalem ini dihubungkan dengan Sunan Kudus yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama islam dan merupakan salah satu dari Walisango. Hal itu dibuktikan juga dengan cerita rakyat yang dipercaya oleh masyarakat Kudus, yang menceritakan bahwa Masjid Langgar Dalem dibuat oleh para seniman dari Madura. Para seniman tersebut merupakan tawanan perang yang kemudian dibawah oleh Sunan Kudus untuk membangun kota Kudus. Dan jika dilihat secara sepitas, Ciri dari keunikan Masjid Langgar Dalem terletak pada bentuk atapnya yang berupa atap tumpang susun tiga yang dilengkapi dengan hiasan mustoko dipuncaknya.
2. Masjid Jami' Nganguk Wali Kramat
View this post on Instagram
A post shared by Azkayra (@afnahaqy987) onJan 11, 2020 at 12:41am PST
Masjid berukuran 25×20 meter ini ada kaitannya dengan Kyai Telingsing. Sang kyai adalah seorang keturunan Tionghoa yang bernama asli The Ling Sing (Tan Ling Sing/Tee Ling Sing). Disebut sebagai Masjid Nganguk Wali, karena konon masjid ini didirikan oleh para wali yang pengawasannya kemudian diserahkan kepada Kyai Telingsing. Pada blandar masjid terdapat tulisan yang berasal dari ajaran Kyai Telingsing, yaitu sholat sacolo saloho donga sampurna atau shalat adalah sebagai do’a yang sempurna, serta ada pula tulisan berbunyi lenggahing panggenan tersetihing ngaji yang bermakna menempatkan diri pada yang benar, suci dan terpuji. Salah satu yang membuat Masjid Nganguk Wali kini lebih menarik untuk dikunjungi adalah dinding tembok luar dan gapura paduraksa yang memisahkan pelataran luar dengan pelataran dalam yang lebih tinggi, dihubungkan sejumlah undakan. Pada lubang gapura terdapat struktur kayu yang diukir indah. Gapura ini belum lama dibuat, untuk mengembalikan bentuk bangunan aslinya.
3. Masjid Madureksan
Masjid yang terletak di Dukuh Madureksan, Kel. Kerjasan, Kec. Kudus ini, dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1520 M. Masjid Madureksan dibangun oleh Sunan Kudus sebelum dibangunnya Masjid Menara Kudus. Pada masa itu, Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah dan dakwah oleh Sunan Kudus dan para santrinya. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat musyawarah berbagai permasalahan agama dan menyusun siasat perang. Selain Sunan Kudus, ada seorang tokoh yang mewarnai keberadaan Masjid Madureksan ini, ia adalah Kyai Telingsing. Ulama asal Tiongkok ini juga memiliki peranan besar dalam penyebaran Islam di Kota Kudus. Bergulirnya waktu, bangunan Masjid Madureksan mulai terpendam hingga kedalaman 70 sentimeter. Hal ini disebabkan bangunan jalan dan pemukiman sekitar yang lebih tinggi, menjadikan Masjid ini seperti terpendam. Sehingga pada tahun 1998, Masjid Madureksan dipugar total dan berdiri sebuah bangunan baru seperti yang masyarakat kenal saat ini.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 3"]
4. Masjid Menara Kudus (Al Aqsa)
View this post on Instagram
A post shared by @mamotomo onApr 30, 2020 at 6:21pm PDT
Masjid ini tergolong unik karena desain bangunannya, yang merupakan penggabungan antara Budaya Hindu dan Budaya Islam. Hal itu menjadi bukti, bagaimana sebuah perpaduan antara Kebudayaan Islam dan Kebudayaan Hindu telah menghasilkan sebuah bangunan yang tergolong unik dan bergaya arsitektur tinggi. Sebuah bangunan masjid, namun dengan menara dalam bentuk candi dan berbagai ornamen lain yang bergaya Hindu. Gaya arsitektur candi pada Menara Kudus menyerupai candi-candi di Jawa Timur, salah satunya seperti Candi Jago di Malang. Selain itu, bangunan masjid ini juga menyerupai Menara Kukul di Bali. Menurut sejarah, masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H atau 1549 M. Menurut cerita, Sunan Kudus membangun menara ini dengan cara menggosok-gosokkan batu bata yang satu dengan lain sehingga menjadi lengket. Selain itu, terdapat juga mustaka mirip atap tumpang pada masjid tradisional Jawa. Fungsi dari menara itu adalah untuk tempat mengumandangkan adzan.
5. Masjid Wali Loram Kulon (Jami At Taqwa)
Nama resmi masjid ini adalah Masjid Jami At-Taqwa, namun masyarakat setempat lebih suka menyebutnya Masjid Wali Loram Kulon. Masjid ini berada di Desa Loram Kulon, Kec. Jati, Kab. Kudus. Seperti laiknya bangun masjid pada zaman dahulu, masjid ini dibuat dengan kayu jati yang telah dilengkapi dengan menara, sumur tempat berwudhu dan bedug. Bangunan asli masjid ini dibangun pada 1596-1597 oleh seorang Tionghoa Muslim asal Campa bernama Tjie Wie Gwan atas perintah Sultan Hadlirin. Namun seiring bertambahnya usia, masjid ini dilakukan pemugaran pada awal 1990-an. Bagian yang sama sekali tidak diubah pada bagian gapura paduraksa yang berada di depan masjid. Ada aksara arab berbunyi “Allhumma baariklana bil khoir” dan di bawahnya ada terjemahannya yang berbunyi “Ya Allah, berkahilah kebaikan kepada kami” yang tertera di gapura itu. Seperti Masjid Menara Kudus, Masjid Wali Loram Kulon ini juga berarsitektur Jawa Hindu dan mengkombinasikannya dengan gaya Timur Tengah. (Sumber: Artikel kemdikbud.go.id, isknews.com, situsbudaya.id, islamic-center.or.id, indonesiakaya.com, inibaru.id Foto instagram.com/artetaarie)
...moreTripTrus.Com - Nih, ada acara keren banget, Stipram International Tourism Seminar (SITS) judulnya Tourism Trends 2023-2024 di kampus Stipram Jogja, tepatnya Sabtu (27/5/2023). Para ahli nih, mereka bilang, manfaatin banget nih waktunya endemi buat akselerasi, buka pintu lebih gede gitu.
Ada beberapa ahli yang jadi pembicara, kayak I Putu Astawa dari Politeknik Negeri Bali, Profesor Sugiarto dari Stipram, Felina Co Young dari Phillipine Woman University, Andre Lim dari Hotel School The Hague Netherlands, sama Oratai Krutwaysha dari Rajamangala University of Technology Lanna Chiang Mai Thailand. Mereka cerita soal peluang pariwisata setelah WHO resmi cabut status darurat Pandemi Covid-19.
View this post on Instagram
A post shared by WisataGunungKidul | ExploreGunungkidul | Wonosari | Yogyakarta (@gunungkidul.scenery)
Damiarsih, Ketua SITS 2023 dan ahli pariwisata, bilang tujuannya undang ahli dari mana-mana biar pandangan tentang masa depan pariwisata kita jadi beragam. Gitu kan, jadi bisa jadi panduan buat kembangin pariwisata, nggak cuma di tingkat nasional, tapi juga DIY.
Salah satu pokok pembahasannya adalah soal momen pandemi yang sekarang udah jadi endemi setelah dicabutnya status darurat pandemi oleh WHO. Nah, menurut dia, ini kesempatan bagus buat pariwisata buat buka peluang sebanyak-banyaknya, jangan sampe terlewat.
"Dulu waktu pandemi, pariwisata tuh yang pertama lesu, tapi yang pertama bangkit juga justru pariwisata. Momen endemi ini jangan dilewatkan, harus diangkat tanpa batas biar bisa maju. Kita teriakin aja, 'ayo semua mampir ke Indonesia, Jogja nih asik banget loh,'" katanya.
[Baca juga : "Destinasi Wisata Solo Traveling & Healing 2024, Pilihan Anti-Mainstream!"]
Si Wakil Ketua Stipram ini juga dorong semua pihak manfaatin baik-baik situasi yang sekarang udah nggak dianggep pandemi sama pemerintah. Industri pariwisata diperkirakan tetap naik terus dengan tren positif ke depan, termasuk di 2024, dan bakal berdampak ke sektor lain, kayak industri sampe budaya.
"Semua sektor mesti tumbuh dan saling bersinergi. Tapi harapannya sih, pariwisata jadi motor penggerak buat semua sektor, dari industri sampe budaya, semuanya harus bangkit. Soalnya sekarang udah reda dan jadi endemi," kata dia.
Ngomongin pentingnya juga, kata dia, layanan pariwisata mesti adaptasi sama zaman digital sekarang. Dengan menerapkan teknologi digital, bisa cepet banget nih kembangin suatu daerah. Apalagi digitalisasi udah nyampe ke mana-mana sekarang. Lewat digital juga bisa jadi edukasi buat masyarakat buat tetep ngerawat Jogja sebagai kota wisata dan pendidikan.
“Gara-gara era digital udah merajalela dari anak ke dewasa, jadi kita harus pintar-pintar milih yang bagus dan nggak. Jogja sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata harus tetep jadi tempat yang edukatif buat masyarakat,” ujarnya. (Sumber Foto @marthasela09)
...more