TripTrus.Com - Yang tinggal di Jakarta tentunya dapat mengingat arah dan nama jalan-jalan besar. Namun, dapat mengingat nama jalan bukan berarti mengenal kota Jakarta dengan baik. Berikut 5 fakta tentang Jakarta yang mungkin tidak kamu ketahui.
Pernahkah kamu mendengar tentang lidah api Monas? Atau fakta tentang mall di Jakarta? Nah, untuk sedikit membuka mata, simak fakta-fakta di bawah ini.
1. 13 Kali Ganti Nama
Jika kamu pikir Jakarta hanya pernah berganti nama sebanyak dua kali? Maka kamu salah besar. Dahulu, Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta.
Lalu, pemerintahan Belanda menduduki Jayakarta dan berganti nama menjadi Sta Batavia, yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.
Pada tahun 1942, pendudukan Jepang membuat nama Batavia dubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu setelah Jepang menyerah kepada sekutu, namanya menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Dan, pada 24 Maret 1950 diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta. Pada 18 Januari 1985 bernama Kota Praja Djakarta Raya.
Kemudian pada 1961 terbentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
2. Maskot Jakarta
Masih banyak orang yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas. Yang sebetulnya adalah Elang Bondol dan Salak Condet. Maskot ini diresmikan pada tahun 1989.
Mengapa elang bondol dan salak condet? Dahulu, Jakarta masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang. Karena kesejukannya, elang bondol kerap terlihat di langit Kota Jakarta. Sedangkan salak condet merupakan buah asli dari Jakarta yang tumbuh di kawasan Condet.
Jika kamu ingin melihat patung maskot DKI Jakarta, datanglah ke kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
3. Mitos Patung-Patung Di Jakarta
Jangan salah sangka, saya tak akan membicarakan tentang hal gaib ataupun mistis. Namun, ini cukup unik .
Lihatlah Monas. Apa kamu pernah menyadari kalau bentuk lidah api Monas menyerupai sosok perempuan yang sedang bersimpuh menghadap Istana Negara? Ya, hal tersebut benar adanya. Tapi tak ada jawaban pasti tentang siapa sosok perempuan ini.
Satu hal lagi yang harus kamu ketahui, bahwa patung yang berada di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, bukanlah bernama Patung Pancoran, melainkan Patung Dirgantara.
4. Mall Berjaya
Entah ini hal yang baik atau buruk. Namun, tahukah kamu bahwa Jakarta merupakan kota dengan mall terbanyak di dunia. Ditekankan, DI DUNIA!
5. Banyaknya Museum
Mengingat fakta di atas, jika kamu warga Jakarta yang tauladan, maka jangan hanya pergi ke mall saja dan kunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. Museum apa saja yang ada di Jakarta? Oh, banyak sekali! Terhitung ada 47 museum tersebar di ibukota Jakarta. (Sumber: Artikel jakartapunyacerita.com Foto jkt.life)
...moreTripTrus.Com - Wazzup, traveler squad! Nih, gue bakal ngeshare info kece tentang destinasi solo traveling yang juga bisa jadi obat buat healing alias nyantai, tapi yang anti-mainstream lho, tahun 2024!
Berdasarkan data Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024, tren liburan sambil healing lagi hits banget, nih. Gak cuman buat seru-seruan, tapi juga buat nge-boost well-being. Jadi, kalo lo lagi stres abis bekerja, mending nyobain solo traveling sambil healing deh!
View this post on Instagram
A post shared by Sinta Situmorang (@pojokjendela)
Gak perlu takut, brosis, karena banyak banget destinasi keren yang bisa jadi tempat lo buat cabut sejenak.
[Baca juga : "Kemenpar Dan Ekraf Ambisius Di 2024! Serta Disparbud Jabar Siap Geber Destinasi Baru"]
Yuk, kita liat 5 destinasi solo traveling sambil healing yang gak biasa abis:
1. Kintamani, Bali
Selain ke Ubud yang udah pada tau, lo bisa solo traveling sambil healing di Kintamani. Pemandangan alam dan suasana Bali banget di sini bikin liburan jadi lebih chill.
Mulai hari lo dengan nontonin sunrise di puncak Gunung Batur, trus jalan-jalan ke Danau Batur. Bisa juga naik perahu, atau mampir ke Pura Ulun Danu yang katanya bisa bantu nyari ketenangan.
2. Desa Wisata Rejowinangun, Yogyakarta
Kalo bosen liburan ke Malioboro, coba deh solo traveling ke Desa Wisata Rejowinangun. Di sini, lo bisa meresapi budaya dan tradisi bikin jamu yang turun-temurun dari masyarakat setempat.
Ada Klaster Herbal yang bau rempah-rempahnya khas banget. Setelah coba jamu, lo bisa eksplor seni, kerajinan, dan kuliner keren di desa ini.
3. Tawangmangu, Jawa Tengah
Ternyata, Tawangmangu punya vibe healing buat solo traveler. Gak cuman duduk manis nikmatin sawah dan udara sejuk di Gunung Lawu, tapi lo juga bisa kunjungi Rumah Atsiri.
Di sana, lo bakal nemuin bermacam bunga cantik, plus bisa mampir ke museum essential oil buat tau sejarah minyak atsiri. Bahkan, lo bisa bikin produk perawatan tubuh alami sendiri!
4. Labuan Bajo, NTT
Sebagai Destinasi Super Prioritas, Labuan Bajo punya daya tarik buat solo traveling sambil healing. Salah satunya, mampir ke Desa Adat Wae Rebo. Meski trekkingnya 3-4 jam dari Desa Denge, tapi indahnya alam dan budayanya dijamin bikin kagum.
Lo bisa nyobain hidup dan tidur di rumah tradisional Mbaru Niang. Selain nikmatin pemandangan, lo bisa belajar menenun dan nonton pertunjukan budaya adat yang asyik banget.
5. Pulau Kolorai, Maluku Utara
Pulau Kolorai di Maluku Utara punya alam yang super indah, jadi wajar aja kalo banyak solo traveler yang ke sini. Selain liat gunung, lo bisa healing sambil snorkeling buat explore keindahan bawah laut Kepulauan Maluku.
Selain terumbu karang dan ikan-ikan warna-warni, lo juga bisa nemuin peninggalan sejarah Perang Dunia 2. Kalo berani, mampir ke Mitita Shark Point buat berenang bareng hiu sirip hitam!
Jadi, udah siap mampir ke mana, bro? Solo traveling sambil healing itu yang lagi ngehits, nih! (Sumber Foto @fajarrudin16)
...moreTripTrus.Com - Bulan puasa tuh nggak cuma soal ibadah dan ngabuburit doang, tapi juga surga buat para pecinta kuliner! Ada banyak makanan khas yang cuma muncul pas Ramadan, terus mendadak jadi primadona. Dari yang manis, gurih, sampai yang unik banget, semua wajib lo cobain biar momen buka puasanya makin afdol! Siapa tahu ada yang jadi favorit baru buat lo tahun ini.
1. Getuk Kicak – Takjil Manis dari Jogja
Kalau lo lagi di Jogja pas Ramadan, jangan lupa cari getuk kicak! Makanan legend ini udah ada sejak tahun 70-an. Bahan dasarnya ketan yang dicampur kelapa parut dan nangka, jadi manisnya tuh legit banget! Biasanya bisa lo temuin di Kampung Kauman yang rame banget pas ngabuburit.
2. Gulai Siput – Makanan Gurih dari Kepulauan Riau
View this post on Instagram
A post shared by FB Noor Hafiza Mohamad (@zazathevogue)
Unik dan beda! Di Kepulauan Riau, ada gulai siput alias cipuik/langkitang. Ini keong sawah yang dimasak pake bumbu gulai dan daun ubi jalar. Katanya sih bisa balikin tenaga lo abis seharian puasa. Lo bisa nemuin ini di Batam, Tanjung Pinang, dan Karimun.
3. Sate Susu – Jajanan Hits dari Bali
Pernah denger sate susu? Ini bukan susu yang lo minum, tapi bagian payudara sapi yang diolah jadi sate! Disajikan bareng sambal plecing yang pedesnya nampol. Selain enak, gizinya juga tinggi, makanya jadi favorit buat buka puasa. Lo bisa nemuin ini di Kampung Jawa, Bali, dan harganya murah, cuma Rp2.000-an per tusuk.
4. Pakkat – Lalapan Anti Mainstream dari Sumut
Buat yang suka lalapan, wajib coba pakkat dari Sumatera Utara. Ini pucuk rotan muda yang dibakar dulu sebelum disajikan. Biasanya dimakan bareng lauk pas buka puasa atau sahur. Selain di Ramadan, makanan ini juga sering muncul di acara adat Mandailing dan Tapanuli Selatan.
5. Ketan Bintul – Kuliner Legendaris dari Banten
Udah eksis sejak abad ke-16, ketan bintul dulunya makanan favorit Sultan Banten! Ketan ini disajikan bareng serundeng dan biasanya dicocol pake kuah semur. Makin mantap kalau dimakan bareng empal daging. Wah, buka puasa lo bakal berasa jadi bangsawan!
[Baca juga : "10 Event Paling Kece Di Karisma Event Nusantara 2025! Lo Wajib Merapat!"]
6. Bongko Kopyor – Jajanan Pesisir dari Gresik
Kalau lo lagi di Gresik, wajib cobain bongko kopyor! Isinya nangka, kelapa kopyor, pisang, santan, dan roti tawar. Teksturnya lembut, rasanya manis, dan pastinya nyegerin buat buka puasa.
7. Toge Panyabungan – Minuman Seger dari Sumut
Buka puasa harus ada yang seger-seger! Nah, kalau lo di Mandailing Natal, cobain toge panyabungan. Isinya lengkap banget: ketan merah, tape, candil, lupis, santan, dan gula merah. Manisnya pas buat balikin energi lo setelah seharian puasa.
8. Bingke Berendam – Kue Manis dari Pontianak
Pontianak punya kue khas Ramadan yang namanya bingke berendam. Bentuknya kaya bunga mekar dengan lapisan gula dan putih telur di atasnya. Varian rasanya juga banyak, ada keju, kentang, sampai durian!
9. Asida – Dodol Versi Maluku
Kalau lo pecinta dodol, lo pasti suka asida! Ini makanan khas Maluku yang teksturnya mirip dodol, tapi lebih lembut. Dibuat dari tepung terigu, gula merah, kapulaga, pandan, dan kayu manis. Cocok buat lo yang doyan takjil manis-manis legit.
10. Mi Glosor – Kuliner Ramadan dari Bogor
Nggak lengkap kalau ngomongin kuliner Ramadan tanpa mi glosor! Mi khas Bogor ini dibuat dari tepung singkong, makanya teksturnya licin dan gampang ditelen. Biasanya disajikan bareng sambal kacang dan gorengan. Warnanya kuning alami dari kunyit, jadi nggak cuma enak tapi juga sehat!
Udah pernah nyobain yang mana? Atau ada makanan khas Ramadan dari daerah lo yang harusnya masuk daftar ini? Gas, kasih tahu di kolom komentar! Siapa tahu bisa jadi referensi buat yang lain. (Sumber Foto @fitrrafitruu)
...moreTripTrus.Com - Nih, bro, kabar terkini dari Kaltara! Dinas Pariwisata Kalimantan Utara nyelenggarain acara seru banget, loh, di Penta City Shopping Venue, Balikpapan, Minggu kemaren. Mereka rilis kalender wisata 2024 alias Calendar of Event (CoE) yang keren abis! Ada 30 event keren yang bakalan bikin Kaltara makin asyik tahun depan, guys!
Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Dr Njau Anau, bilang, "Ada 30 kegiatan keren di CoE 2024, dan ada yang masuk level nasional nih, seperti Top 100 Kharisma Event Nusantara dari Kemenparekraf RI, gitu." Dia cerita juga, tahun ini ada tiga event Kaltara yang masuk dalam Top 100 Kharisma Event Nusantara, geng! Mulai dari Musik Alam Fest 2K23 di Bulungan, Irau Tengkayu, sampe Gelar Adat Budaya Dumud di Tarakan.
"Ini positif banget, harus kita tingkatkan terus biar Pariwisata Kaltara makin dikenal," ujar Njau Anau semangat.
View this post on Instagram
A post shared by Amadea Theresia • MAMIMO (@amadeatheresia)
Ini dia beberapa event seru yang masuk dalam CoE Kaltara 2024, bro: Ziarah Akbar 22 Wali Allah, Open Trail Gunung Rian, Karnival Budaya Malinau Kota, Festival Dedur Bulungan, sampe Kicau Mania Kaltara dan Irau Tana Tidung. Beneran, banyak pilihan seru abis!
[Baca juga : "Target Makin Gede, NTB Incar Lima Juta Wisatawan Di 2024 Dengan Serangkaian Event Keren!"]
Gak cuma itu, dalam acara peluncuran CoE Kaltara 2024, ada juga pameran UMKM dari Kaltara, guys! Mereka nunjukin produk keren daerahnya masing-masing biar makin banyak turis yang mampir ke Kaltara.
Ada 24 booth UMKM dan agen travel yang ikutan nampilin produk dan destinasi keren dari Kaltara. Njau Anau berharap, kehadiran Top 30 CoE Kaltara 2024 bisa ngeboost ekonomi daerah, jadi masyarakat juga bisa merasakan langsung dampak positifnya.
Buat mewujudkan harapan ini, Pemprov Kaltara bakal terus ngembangin potensi pariwisatanya. Mereka bakal kolaborasi sama pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. "Gue yakin, dengan kerjasama yang oke, Kaltara bisa jadi destinasi pariwisata yang keren abis!" seru Njau Anau semangat. Yuk, kita tunggu aja kehadiran event keren di Kaltara tahun depan! (Sumber Foto @aping10.08)
...moreTripTrus.Com - Kian banyak yang menyampaikan ide-ide membangun Indonesia melalui sektor pariwisata. Salah satunya, Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Dia melihat tahun 2018 nanti sebagai ajang promosi besar-besaran bagi Bali dan Indonesia. Forum tahunan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Annual Meeting 2018, di Bali, bulan Oktober 2018 nanti adalah momentum istimewa. Saat yang paling tepat mendongkrak pariwisata, karena orang-orang penting dunia bakal kumpul di Pulau Dewata Bali. Annual Meeting yang akan diadakan pada 8-14 Oktober 2018 itu, akan dihadiri sekitar 15.000 peserta dari berbagai negara. Belum lagi pelaksanaan Asian Games berselang satu bulan sebelumnya (18 Agustus - 2 September 2018), yang digelar di Palembang Sumsel dan DKI Jakarta. "Tahun 2018 akan menjadi tahun yang betul-betul dengan tingkat kesibukan yang tinggi, karena juga akan ada pilkada jumlahnya 171 pilkada," ujar Pramono Anung. Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas persiapan pertemuan tahunan IMF - World Bank 2018, di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/5). Karenanya dalam rapat tersebut, Jokowi meminta persiapan yang telah dilakukan dipaparkan secara detil. Termasuk yang berkaitan dengan Asian Games dan Pilkada Serentak.Pramono menilai kesibukan itu tidak hanya sebagai tantangan, tapi juga ajang mempromosikan sektor pariwisata unggulan. Sehingga, semua harus betul-betul dipersiapkan secara baik. "Pemerintah dalam hal ini akan mempersiapkan secara baik termasuk menyiapkan destinasi-destinasi untuk liburan, serta wisata bagi peserta IMF meeteng dan World bank," kata dia. Soal Annual Meeting itu, Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi sudah melakukan peninjauan langsung dan rapat koordinasi di Bali. Termasuk ke Pelindo III Bali yang sudah mulai banyak dikunjungi cruise.
Soal sampah yang menggunung, menjadi PR yang harus dituntaskan tahun ini. Juga soal kemacetan di Bali, yang sudah diputuskan untuk membuat flyover di dua titik, yakni patung Ngurah Rai dekat bandara internasional, dan Ubung. Menpar Arief Yahya juga sudah menyiapkan paket-paket pariwisata, yang akan dipromosikan secara meluas melalui media digital, TripAdvisor. Diantaranya Paket Bali, untuk mengeksplorasi destinasi nomor 1 di dunia pilihan travellers itu. Lalu Paket One Day Cruise di Bali dan sekitarnya. Ada paket beyond Bali, seperti Lombok, Labuan Bajo Komodo, Jakarta, dan Borobudur Joglosemar. Yang bisa ditempuh dengan sekali flight. Lalu Paket Toraja Sulsel dan Danau Toba Sumut. "Setiap hari rata-rata Bali didatangi 14-15 ribu wisman, nanti akan ditambah 15-18 ribu delegasi IMF-World Bank, jadi akan ada 30 ribu wisman," kata Menteri Pariwisata. Saat itulah, Bali and Beyond akan hidup dan dikunjungi wisatawan. Dan itu kesempatan emas untuk mempromosikan destinasi lain yang juga hebat alam dan budayanya. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto Thomas Depenbusch)
...moreTripTrus.Com - Sudah jelas bahwa Bali merupakan sebuah pulau wisata yang keindahannya berada di tiap sudutnya. Mulai dari pantai sampai pura, tempat ibadah umat Hindu yang berdiri di tiap sisi kotanya memberikan keindahan dan ciri khas tersendiri bagi Bali. Sampai-sampai Bali mendapat predikat sebagai museum hidup.
Berikut ini ada tujuh objek wisata religi di Bali yang masing-masing menyajikan suatu aspek spiritual tersendiri. Bagi Anda wisatawan yang ingin mengetahui dan merasakan atmosfirnya, silahkan berkunjung ke objek wisata religi berikut ini, jangan lupa untuk tetap hening, sopan, dan bersikap anggun ya!
1. Klenteng Ling Li Miao
Klenteng merupakan tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang menganut kepercayaan Konghucu. Di Bali, ada sebuah klenteng bernama Klenteng Ling Li Miao yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai tempat berkumpul masyarakat Tionghoa di Bali untuk membahas banyak hal. Yang unik, di dalam klenteng ini Anda bisa menjumpai sebuah pura.
Alamat
Tanah Kilap, Pemogan, Denpasar Selatan
Akses
Anda bisa melalui Jl. Griya Anyar sampai ke tujuan Anda di kota Denpasar
2. Pura Paluang
Di Pura Paluang tidak hanya pura sebagai sebuah tempat ibadah yang dapat Anda jumpai. Tapi ada yang istimewa dari pura tersebut, yakni keberadaan pelinggih menyerupai mobil Volkswagen Beetle dan Jimny. Keunikan pelinggih mobil ini mendatangkan rasa ingin tahu di kalangan wisatawan mancanegara seperti Spanyol, Perancis, Australia, Inggris, dan lain-lain. Anda penasaran juga? Segera datangi lokasinya secara langsung.
Alamat
Dusun Karang Dawa, Pulau Nusa Penida, Bali
Akses
Anda harus menyeberang melalui Pelabuhan Pantai Sanur, dengan menggunakan Speed Boat menuju pelabuhan di Nusa Penida
Harga
Menggunakan jukung Rp 40.000,- per orang, atau speed boat berkisar Rp 90.000,- per orang
3. Pura Rambut Siwi
Pura Rambut Siwi juga merupakan pura terbesar di Bali. Pura Rambut Siwi juga tergolong sebagai Pura Puncak karena letaknya pun juga berada di ketinggian yang lebih tinggi dari Pura Segara dan Pura Penataran. Di Pura Rambut Siwi Anda bisa menapaki tangga yang jumlahnya puluhan untuk mencapai pintu gerbangnya, sebelum itu, di sisi kanan dan jalan menuju pintu gerbang, Anda akan disambut oleh patung penjaga yang mirip dengan singa. Mau tahu lebih banyak? Langsung saja meluncur ke Denpasar Bali.
Alamat
Di Jalan Denpasar—Gilimanuk, Desa Yehembang, Kec. Mendoyo, Jembrana
Akses
Anda bisa menjangkaunya dari pelabuhan Gilimanuk, hanya dengan melalui Jalan Denpasar—Gilimanuk, mampirlah sebelum melanjutkan perjalanan ke tempat lain
4. Pura Ulun Mumbul
Pura Ulun Mumbul berada di area Taman Mumbul. Taman tersebut sangat hijau dan asri, udaranya masih bersih dan sejuk. Sedangkan pura berada di tengah danau di antara Taman Mumbul tersebut. Bagi masyarakat sekitar, Taman Mumbul dan Pura Ulun Mumbul merupakan sebuah kawasan suci. Tempat ini memang sering dipergunakan sebagai tempat Upacara Melasti. Selain itu, danau di tengah-tengah taman juga menjadi sumber air bagi masyarakat Desa Sangeh, untuk mengairi sawah dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya.
Alamat
Kawasan desa wisata Sangeh, Abiansemal, Badung
Akses
Kurang lebih 1 km dari Desa Sangeh, dapat dijangkau dari kota Denpasar dalam waktu kurang lebih 60 menit
5. Pura Dalem Balingkang
Dengan berkunjung ke Pura Dalem Balingkang, Anda tidak hanya dapat memberi penghormatan pada Ida Dalem Kepogan saja. Anda bisa menyaksikan bangunan-bangunan lain seperti Paruman Agung sebagai stana Ida Bhatara Sami dan melihat pelinggih Ratu Ayu Subandar. Ada juga bangunan peribadatan khas Tionghoa di kompleks Pura Dalem Balingkang. Oleh karena itu, di tempat ini Anda bisa merasakan multikultural yang kental.
Alamat
Desa Pakraman Pinggan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli
Akses
Anda bisa menjangkaunya melalui Pura Pucak Penulisan menuju Banjar Paketan di Desa Pakraman Sukawan, Anda akan melalui jalan turun dan naik nan berliku sebelum sampai di Pura Dalem Balingkang
6. Pura Mekah
Mendengar nama Mekah, Anda pasti teringat Makkah yang ada di Arab Saudi ya? Mekah yang satu ini adalah sebuah pura di Bali yang dipergunakan oleh pemeluk agama Islam untuk ibadah. Di depan pura, Anda bisa melihat dua ekor naga berada di sisi kanan dan kiri pura. Bentuknya tinggi menjulang, bernama Ratu Gede Dalem Mekah dan ada Pura Dalem Mekah Kukuh. Ingin tahu seperti apa? Lihat saja langsung wujud akulturasi budaya masyarakat Bali dengan kepercayaan Islam tersebut.
Alamat
Desa Kubutambahan, Buleleng
Akses
Dari terminal Bus Ubung, Anda bisa menjangkau lokasi saat menuju Singaraja. Kedua pura ada di sisi jalan raya, sehingga Anda bisa langsung mampir
7. Pura Catur Lokapala
Pura ini dibangun dengan konsep sebagai pelindung dan menjaga rasa aman dan nyaman bagi empat alam yang dikuasai oleh empat pemuka Dewa. Di sekitar Pura, Anda bisa merasakan sejuknya danau buatan yang berukuran kecil, serta kesejukan wilayah sekitar Pura. Suasana syahdu akan mengantarkan Anda pada kedamaian ditambah lagi pepohonan rindang yang tumbuh di sekeliling pura menambah kenyamanan wisatawan.
Alamat
Desa Besakih, Kec. Rendang, Kab. Karangasem
Akses
Dari Denpasar, lokasi dapat dijangkau melalui Jl. Prof. Ida Bagus Mantra dan Jl. Raya Besakih
Begitu banyak aspek religi yang ada di Pulau Dewata, Anda bisa mengabadikan salah satunya atau semuanya bila waktu liburan mencukupi. Selamat berjalan-jalan! (Sumber: Artikel bali.panduanwisata.id Foto pixabay.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-Sis traveler, lo tau nggak, Pulau Bintan itu semacam hidden paradise yang deket banget ama Singapura sama Johor Bahru, cuy—tapi kerasa jauh banget vibes-nya. Pulau terbesar di Kepulauan Riau ini, bener-bener bisa jadi pilihan liburan lo selanjutnya yang anti mainstream. Dari pantai pasir putih yang nyaris kayak Maldives, hidden gem yang masih sepi, sampai kolam laguna biru buatan yang Instagrammable banget—semua ada di sini. Jadi, siap-siap catet spot-spot epic buat isi feed lo dan bikin temen-temen lo auto mupeng!
1. Pantai Trikora
View this post on Instagram
A post shared by GenPI BINTAN (@genpi_bintan)
Bro, lo pasti bakal langsung nge-fall sama Pantai Trikora yang punya pasir putih ngebayangin Maldives tuh, karena memang vibe-nya mirip banget! Lo bisa ngarah ke Pantai Trikora 3 yang paling kapok terkenal di kalangan warga Tanjungpinang. Jaraknya sekitar 27 km atau satu jam motoran sambil dengar lagu favorit—pas sampe, lo disuguhi view tenang, ada gazebo buat chill, toilet dan kelapa muda yang ready stock. Selfie? Bebas. Santai? Juara.
2. Pantai Pengudang
Nah, kalau lo cari spot yang bener-bener “private”, Pantai Pengudang ini surga tersembunyi beneran. Di sini lo bisa liat perkawinan indah pasir putih, ilalang, bukit, dan juga karang-karang keren yang ditaro alam dengan epic. Atmosfernya tenang abis, cocok banget buat healing atau content buat feed lo. Nuansa lokalnya dapet, tapi tetap aesthetic dan worth banget untuk lo datengin biar feed lo tambah artsy.
3. Pantai Senggiling
Bro-Sis, kalau lo demen pantai yang masih virgin—Pantai Senggiling kudu masuk list. Pasirnya seputih kapas, air jernih kehijauan yang bikin adem di mata, dan sekelilingnya masih rapat hutan. Lo juga bakal disapa sama batu granit gede-gede yang nge-add drama ke latar foto lo. Atmosfernya tenang, almost private, pokoknya tempatnya perfect buat lo yang pengen mood reset tapi tetep looking fly.
4. White Sands Island (Pulau Beralas Pasir)
Cuy, ini nih spot eksklusif yang sayang banget kalo dilewatkan—White Sands Island alias Pulau Beralas Pasir. Lo mesti naik boat dari Pantai Trikora buat nyampe ke pulau pasir putih ini—mini heaven banget. Bisa snorkel nonton biota laut warna-warni, bikin feed full warna cerah. Mau chill aja? Siap. Mau staycation di resort? Bisa juga. Pokoknya vibes lo bener-bener on-point.
5. Lagoi Bay
Lo bisa pacaran sama sunrise sunrise vibes di Lagoi Bay, area pantai yang nggak cuma mewah tapi juga ada yang gratis alias buat umum bisa main di situ tanpa bayar. Fasilitasnya udah mantul: toilet, area parkir dan tempat sholat aman. Mau staycation? Banyak resort kece sekitar sana—coba aja Four Points by Sheraton Bintan—tapi kalau cuma mau hangout santuy, lo bisa aja main-main di Lagoi Bay doang.
6. Treasure Bay – Crystal Lagoon
Ini yang paling wow: Crystal Lagoon di Treasure Bay, kolam air laut buatan terbesar di Asia Tenggara gais. Luasnya sampe 6,3 hektar, airnya biru muda bening banget—bikin mata lo langsung adem. Ada wahana Bumper Boat, Pirates Adventure, Choo Choo Train buat lo yang mau main seru bareng temen-temen. Tiketnya mulai sekitar Rp120 ribu. Cakep buat lo yang nyari liburan fun dan membawa vibes mewah tapi ga bikin kantong bolong.
[Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"]
7. Bukit Pasir Busung & Danau Biru
Bro-Sis yang demen eksplor—coba mampir ke Bukit Pasir Busung & Danau Biru. Dulu bekas tambang, sekarang jadi gurun mini yang pasirnya keemasan dan dibentendi danau biru cantik—kontras banget! Cocok banget buat lo yang cari tempat foto estetik, editing minimal tapi hasil maksimal. Instagram lo auto aesthetic vibes—plus, sensasi middle-of-nowhere-nya dapet banget, serasa jadi traveller sejati.
8. Pulau Penyengat
Yoi, spot heritage di Pulau Penyengat ini bakalan kasih lo flashback ke zaman kerajaan Melayu. Cuma butuh sekitar 15 menit naik kapal dari Tanjungpinang. Lo bisa jelajah Masjid Raja Riau Penyengat, Benteng Bukit Kursi, Balai Adat sampai makam-makam bersejarah. Estetika bangunan klasik dan aura sejarahnya kental—instagram story lo bakal jadi edukatif sekaligus estetik. Sip banget buat lo yang suka travel sekaligus belajar budaya.
9. Vihara Patung Seribu
Bosen sama pantai? Bro, lo bisa cek Vihara Patung Seribu yang dramatis abis. Ada sekitar 580 patung manusia setinggi 1,7–2 meter, masing-masing beda ekspresi dan detail bajunya. Atmosfernya kayak masuk film oriental—semua megah dan unik. Tiket lokal cuma sekitar Rp5.000—murah banget untuk suasana spiritual plus visual yang epic buat kabarin ke temen lo "gue main ke vihara pas ramai patung tuh".
10. Kampung Wisata Panglong
Bro-Sis yang pengen blend sama budaya lokal, Kampung Panglong jawabannya. Di sini ada rumah arang tradisional—mirip igloo tapi dari bata—dibuat sama Suku Laut, masyarakat nelayan asli. Lo bisa lihat aktivitas harian mereka, dapur arang, sampai ritual tradisional mereka. Atmosfer autentik abis, membawa lo ke sisi Bintan yang jarang diangkat di feed—antique vibes tapi tetep kekinian!
11. Bintan Mangrove
Kalau lo demen alam dan adventures—hutan bakau alias mangrove di Bintan bisa jadi opsi kece. Naik boat keliling mangrove sambil lewatin dedaunan rimbun dikelilingin air hijau tenang, suasana sejuk abis. Cocok buat lo yang mau kabur dari hiruk-pikuk kota tapi tetep pengen tetap belle sama alam. Feed lo juga bakal dapet cerita "eksplorasi mangrove".
12. Air Terjun Gunung Bintan
View this post on Instagram
A post shared by Pringadi Abdi Surya (@pringadisurya)
Last but not least: Air Terjun Gunung Bintan. Lo cuma perlu naik mobil sekitar 35 menit dari Tanjungpinang terus sampe di spot air terjun yang dikelilingi pepohonan! Suaranya gemericik dan airnya dingin bikin lo langsung seger. Plus, energinya pas buat yang mau hiking dulu, lalu treat-nya mandi air alami. Atmosfer rainforest tropis dapet; cocok banget buat stories “gue lagi di hutan tropis, kayak film”.
Duh, bro & sis traveler, abis baca ini gue yakin lo udah kebayang-gayang pengen packing ini-itu buat meluncur ke Bintan. Dari pantai glam abis kayak Trikora dan White Sands, spot hidden keren kayak Pengudang dan Senggiling, sampai kolam laguna insta-famous dan heritage vibes di Penyengat sama Vihara Patung Seribu—semua seru-seru! Ditambah lagi vibes lokal di Kampung Panglong, petualangan hijau di mangrove, dan kesegaran alami di air terjun—Bintan tuh lengkap banget buat berbagai mood liburan lo. Jadi, kapan lo siap ngegas ke Bintan? Nih bocoran biar feed, hati, dan vibe lo langsung overjoy! (Sumber Foto @win_wahyush)
...moreSelain dikenal dengan objek wisata jam gadang, Sumatera Barat juga ternyata memiliki satu destinasi eko-wisata yakni Pusat Konservasi Penyu di Kota Pariaman. Di sini, kita dapat melihat bagaimana penyu-penyu yang hidup di kawasan Pariaman dipelihara dalam sebuah penangkaran.
Untuk bisa menuju pusat konservasi yang terletak di Jalan Syeh Abdul Arif, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, tidaklah begitu sulit. Dari Pusat Kota Pariaman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai ke destinasi ini.
Begitu sampai di pusat konservasi ini, aneka jenis tukik seperti menyambut keberadaan kita. Ada beberapa jenis tukik yang bisa kita lihat di sini seperti penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Setelah melewati masa penangkaran, sebagian besar tukik-tukik tersebut kemudian dilepaskan ke laut.
Untuk dapat lebih dekat dan bahkan ingin menyentuh tukik-tukik ini, UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi pengunjung seperti, ruang inkubasi peneluran penyu, hacthery, dan ruang karantina. Pengelola juga menyediakan ruang informasi untuk pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai tukik-tukik yang ada di pusat konservasi ini.
Selain berfungsi sebagai pusat konservasi, saat ini UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman juga menjadi salah satu objek eko-wisata. Tidak hanya wisatawan dari Pariaman dan Padang pada umumnya, namun wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi wisata ini sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi ketika berada di Pariaman.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreSebuah gedung tua peninggalan kolonial Belanda terlihat berdiri tegak di jantung kota. Gelap. Kosong. Eksotis sekaligus mistis. Angker. Kesan itulah yang terpancar dari Lawang Sewu, nama bangunan tua yang berada di dekat Bundaran Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini bergaya art deco dan memiliki begitu banyak pintu yang berderet. Secara harfiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, meski sebenarnya jumlah pintunya tidak sebanyak itu. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904–1907, dan awalnya dipakai sebagai kantor pusat perusahaan kereta api regional wilayah Jawa Tengah yang dikelola oleh Belanda, yaitu Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Namun setelah Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini pun diambil alih dan ruang bawah tanahnya dijadikan sebagai saluran pembuangan air dan juga ruang tahanan sekaligus penyiksaan.Penjara bawah tanah ini menjadi saksi atas penyiksaan dan pembantaian terhadap orang-orang Indonesia, yang dilakukan oleh tentara Jepang pada saat diberlakukannya kerja paksa atau romusha. Suasana di tempat ini membuat bulu kuduk berdiri, apalagi saat memasuki salah satu sudut ruang sempit yang berbentuk seperti kolam-kolam kecil yang dulu dijadikan tahanan. Setelah Indonesia merdeka hingga tahun 1994, tempat ini sempat berubah fungsi menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Sempat juga digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Namun setelah itu, bangunan ini dibiarkan kosong dan tidak terurus.Dulu, kesan angker dan mistis menyertai bangunan ini, tetapi setelah dipugar dan dijadikan pusat kerajinan Indonesia di Jawa Tengah, diharapkan kesan itu perlahan hilang. Semoga cagar budaya ini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan, bukan sebagai bangunan angker, tapi karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more