TripTrus.Com - Kota Tua sebagai salah satu landmark kota Jakarta menyimpan sejuta pesona bagi siapa saja yang mengunjunginya. Setiap akhir pekan, kawasan ini selalu saja ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangunan-bangunan tempo dulu zaman Kolonial Belanda adalah salah satu suguhan wisata yang enak dipandang. Selain itu, ternyata Kota Tua masih memiliki objek wisata lainnya yang siap mencuri perhatian banyak wisatawan. Berikut adalah 6 tujuan wisata Kota Tua yang sayang jika Anda lewatkan!
1. Museum Fatahillah
Ber #commuterline kita ke #museumfatahillah #kotatuajakarta #museumwayangjakarta 😍😍
A post shared by @ bettyardi onJun 13, 2018 at 3:12am PDT
Museum Fatahillah ini dikenal juga dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Pada zaman pendudukan Belanda, gedung ini merupakan balai kota, pengadilan, sekaligus penjara bawah tanah. Tapi kini, bangunan berwarna putih yang terlihat klasik ini beralih fungsi menjadi sebuah museum yang menyimpan beragam barang antik, mulai dari furnitur antik zaman Belanda, prasasti dan arca, hingga alat musik Gambang Kromong. Sedangkan pada bagian luar gedung terhampar sebuah lapangan yang dikenal dengan Lapangan Fatahillah. Pada akhir pekan lokasi ini ramai pengunjung. Biasanya mereka melakukan aktifitas bersepeda ontel, fotografi atau duduk santai sambil menikmati WiFi gratis.
Jam operasional : Hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB
Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa dan Rp. 1.000,- untuk anak
Alamat : Jalan Taman Fatahillah No 2, Jakarta Barat.
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Kota kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki hingga Museum Fatahillah.
2. Museum Bank Indonesia
JalanJalanZeru🤩 #museumbankindonesia
A post shared by @ anugrah.christine onJun 23, 2018 at 6:02am PDT
Di masa Indonesia baru merdeka, Museum Bank Indonesia menjadi pusat pengendali ekonomi dan moneter. Awalnya bangunan ini adalah sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospital. Kemudian dalam perjalanannya dialihfungsikan menjadi sebuah bank yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Kemudian sejak tahun 1962, bangunan ini sudah tidak lagi difungsikan menjadi kantor pusat Bank Indonesia dan beralihfungsi menjadi sebuah museum. Meskipun demikian, kondisi bangunannya hingga kini masih terlihat sangat kokoh dengan perpaduan antara bangunan klasik dan modern. Museum Bank Indonesia menggunakan teknologi multimedia, panel statistik, display elektronik, dan diorama untuk mengisahkan peranan Bank Indonesia dalam perekonomian bangsa. Selain itu, pengunjung dapat juga melihat berbagai koleksi menarik seperti uang rupiah dari masa ke masa.
Jam operasional : Selasa-Kamis 08.30-14.30, Sabtu-Minggu 09.00-16.00, Jumat 08.30-11.00 WIB
Harga : Gratis
Alamat : Jalan Pintu Besar Utara No.4, Kota Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat.
[Baca juga : Menyusuri Budaya Tionghoa Tangerang]
3. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik. 2007 #wonderfulindonesia #museum #museumsenirupadankeramik #arsitekturphotography #jakarta #streetphotographyindonesia #streetphotographerscommunity #streetphotographyinternational #aboutstreetphotography #lensculture #visionofpictures #bnw_demand #bnwphotography #noiretblancphotographie #blackandwhitephotography #magnumphotos #maklumfoto #architecture #jakarta
A post shared by Aran Kulow (@arankulow) onJun 6, 2018 at 2:40pm PDT
Tampak luar, Museum Seni Rupa dan Keramik terlihat mewah dengan corak arsitektur Eropa yang dilengkapi dengan pilar-pilar besar. Dan ketika memasuki bagian dalam, keindahan museum semakin bertambah. Pengunjung dapat menyaksikan sekitar 350 lukisan dan 1350 jenis keramik, baik dari nusantara, Asia, hingga Eropa. Bagi Anda yang menyukai karya seni lukis dan kerajinan tangan berbentuk keramik, tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk menambah pengetahuan. Di tempat ini, pengunjung juga dapat mempelajari tentang cara membuat keramik.
Jam operasional : Selasa – Minggu mulai pukul 9.00 – 15.00 WIB
Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa, Rp. 1.000,- Mahasiswa, Rp. 600,- anak dan pelajar
Alamat : Jalan Pos Kota No.2, Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Museum Fatahillah.
4. Toko Merah
Hei! serunya di jakarta.. ada banyak cerita.. macet dienakin aja.. • • • #tokomerah #kotatua #jakarta #indonesia #whpgetlost
A post shared by Aditya Dharma Putranto (@aditjaws) onJun 23, 2018 at 3:09am PDT
Jika sedang berada di wilayah Kali Besar, tidak jauh dari tempat itu ada sebuah bangunan yang berwarna merah yang dikenal dengan sebutan Toko Merah. Warnanya yang merah menyala memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melewati tepi sungai Ciliwung. Tapi sayangnya, Toko Merah adalah salah satu tempat di kawasan wisata Kota Tua yang tidak terbuka untuk publik luas. Pengunjung yang ingin bertandang ke tempat ini diharuskan mengurus perizinan yang diperlukan terlebih dahulu.
Alamat : Jalan Kali Besar Barat 17, Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat.
5. Jembatan Kota Intan
Minggu ini traveling ku gak jauh jauh cukup di ibu kota yang kata orang sangat bising dan macet. Tapi nyata nya ada juga tempat yang sepi dan nyaman buat bersantai. Sudah bertahun tahun aku di Jakarta tapi baru sekali ini aku bisa main ke tempat ini. Dan keturutan juga keinginan ku berfoto di tempat ini. Ada yang bertanya foto dimana itu? Nah aku kasih tau sekarang, itu lokasinya di kota tua dan tempat itu nama nya Jembatan Kota Intan Sunda Kelapa. Sejarahnya Jembatan ini sebenarnya sering mengalami pergantian nama sesuai pergantian zaman. Dan yang terakhir ini setelah Kemerdekaan nama nya Jembatan Kota Intan. Photo by @siska_endarwati #jakarta #wisatajakarta #kotatua #jembatankotaintan #traveling #traveler #instagram #tourismindonesia #like4like
A post shared by TRAVEL AND LEISURE (@veronika.desi) onMar 18, 2018 at 4:48am PDT
Jembatan yang satu ini merupakan satu-satunya jembatan sisa peninggalan zaman Kolonial Belanda yang ada di Jakarta. Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Singkat cerita, pada tahun 1938 fungsi jembatan inipun diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Hingga kini Jembatan Kota Intan masih berdiri dengan kokoh dan berfungsi sebagai objek wisata. Jika akhir pekan, tempat ini banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Harga : Gratis
Alamat : Ancol, Pademangan, Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota.
6. Pelabuhan Sunda Kelapa
The fisherman. • • • • #pelabuhansundakelapa #fisherman #sundakelapaharbour #harbour #boat #ship #instagram
A post shared by Buddy Trisatyo (@buddy.trisatyo) onJun 24, 2018 at 7:48pm PDT
Pelabuhan Sunda Kelapa usianya lebih tua dari kota Jakarta. Pelabuhan ini sudah ada jauh sebelum Kota Jakarta terbentuk. Karena tempatnya yang strategis, sejak abad ke-12 pelabuhan ini sudah digunakan sebagai tempat persinggahan banyak kapal mancanegara yang datang untuk perdagangan. Selain itu, karena usianya inilah, Pelabuhan Sunda Kelapa udah mengalami lintas penguasa, mulai dari kerajaan Pajajaran, Portugis, Kerajaan Demak, dan Belanda. Sore hari ketika matahari mulai tenggelam adalah saat dimana pelabuhan ini terlihat begitu indah dan cantik. Tergambar jelas siluet kapal-kapal yang sedang bersandar di bibir dermaga.
Harga : Gratis
Alamat : kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota dan dilanjutkan dengan menggunakan taxi. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Sentul emang punya sumber daya alam yang kece banget, bro! Ada hutan, sungai/leuwi, air terjun/curug, sampe goa gitu. Pemandangannya yang bikin mata melek bikin Sentul jadi jagoan baru buat ngilangin penat. Dan yang paling asik, deket dari Jakarta dan Bogor, jadi wisatawan pada mantep dan gak mikir dua kali buat kesini. Nah, kalo mau bahas curug atau air terjun, ada yang tau curug mana yang aman buat anak-anak?
1. Curug Putri Kencana
Bro, di Sentul banyak banget Curug, salah satunya Curug Putri Kencana. Tempatnya tuh di kawasan Sentul City, kecamatan Babakan Madang. Curug ini asli cantik alaminya dan udaranya segar banget, bro. Spot foto di sini juga kece abis. Makanya, banyak banget turis yang dateng dari luar mau kesini, soalnya Curug Putri Kencana ini banyak spot foto keren dan batu-batu gede banget.
Nah, yang seru lagi, Curug Putri Kencana ini paling deket sama tempat tinggal orang. Jaraknya dari loket masuk juga cuma sekitar 500-600 meter, udah nyampe deh. Biasanya, banyak keluarga yang suka kesini. Ya karena lokasinya deket parkirannya dan jalannya juga gak terlalu curam, jadi gampang buat jalan-jalan ke sini.
2. Curug Love
Di Sentul ada banyak banget curug asik yang bisa kamu kunjungi, salah satunya curug Love. Konon katanya, curug ini bisa ngebantu kamu dapetin jodoh. Tempatnya ada di Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang. Banyak turis dari luar kota yang pengen liburan ke curug ini, bro. Awalnya namanya Curug Meledug, tapi seiring waktu berubah jadi Curug Love. Namanya Curug Love karena airnya yang ngalir diapit batu gede yang bentuknya mirip love. Makanya, curug ini juga dikenal dengan sebutan curug love oleh pengunjungnya.
Kalo kamu mau ke Curug Love, bisa minta bantuan pemandu wisata buat ditemenin. Nah, kamu bisa pilih rute yang mau kamu lewatin. Buat yang baru pertama kali ke curug ini, biasanya pada lewatin jalur yang gampang, cuma jalan sekitar 2,5 kilometer dari pos bawah, kurang lebih 2 jam perjalanan. Jalurnya lumayan nanjak dan banyak batu dan tanah merah. Jadi, buat kamu yang mau ke Curug Love, sebaiknya pake sepatu gunung atau sendal gunung biar nyaman jalan-jalannya. Buat pecinta alam yang belum pernah ke sini, sangat direkomendasikan buat mampir dan nikmatin serunya main-main di Curug Love. Jalannya seru banget, banyak lewatin curug-curug lain dan keindahan alam lainnya. Curug ini juga punya kedalaman 1,8 meter dan airnya jernih banget pas musim kemarau, pastinya menyegarkan banget, bro.
[Baca juga : "5 Gunung Mistis Di Indonesia, Padahal Sering Jadi Favorit Para Pendaki, Loh!"]
3. Curug Leuwi Hejo
Lagi ngehits nih, curug alam Curug Leuwi Hejo. Kabarnya, tempat wisata tersembunyi ini mirip banget sama keindahan Green Canyon versi Indonesia, Moms. Ini tuh air terjun tinggi yang ada di tengah perhutanan gitu. Leuwi sendiri dalam bahasa Sunda artinya kolam atau relungan, lho. Nah, hejo artinya hijau. Jadi, air terjun ini terkenal banget dengan perairannya yang jernih kayak 'Green Canyon', Moms.
Salah satu yang bikin tempat ini beda adalah pegunungan batu yang megah banget di sekitarnya. Tebing curam dengan batu-batuan ini bikin wisata air terjun ini jadi banyak digemari wisatawan akhir-akhir ini. Bahkan, di sekitar sini juga banyak curug lain yang gak kalah indah buat dinikmati. Jadi, kalo lagi pengen wisata alam seru, mampir aja ke Curug Leuwi Hejo dan eksplorasi curug-curug lainnya yang deket sini. (Sumber Foto @fadilfadiru)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo udah pernah denger soal kawasan Banten Lama belum? Kalau belum, fix lo harus catet destinasi ini di bucket list lo! Tempat ini bukan cuma spot healing yang adem dan tenang, tapi juga sarat banget sama nilai sejarah era Kesultanan Banten. Jadi lo bisa liburan sambil nambah insight, apalagi buat lo yang demen vibes klasik dan budaya lokal yang kental. Yuk kita bahas spot-spot kece di sini!
1. Masjid Agung Banten: Ikonik Banget, Bro!
View this post on Instagram
A post shared by Rangga El Haris Fatin (@rangga_elharis)
Lo bakal langsung ngerasa vibes kesultanan pas nginjekin kaki di Masjid Agung Banten. Arsitekturnya tuh klasik Jawa banget, tapi ada sentuhan Belanda dan Tiongkok juga, hasil kolaborasi multikultur zaman dulu. Didirikan tahun 1566, masjid ini jadi saksi sejarah penting Kesultanan Banten. Menaranya ikonik dan bisa lo panjat buat liat view sekitar yang bikin hati adem. Wajib foto-foto di sini buat feed lo makin classy.
2. Benteng Speelwijk: Sisa Kolonial yang Masih Berdiri Gagah
Buat lo yang suka hunting foto dengan nuansa vintage, Benteng Speelwijk ini surganya! Dulu benteng ini dibangun sama Belanda buat ngadepin Kesultanan Banten, tapi sekarang jadi spot keren buat belajar sejarah dan nikmatin arsitektur kolonial yang megah. Lo bakal nemuin sisa-sisa bangunan bata merah yang makin estetik kalau difoto pas sunset. Bawa outfit vintage lo, terus explore deh!
3. Keraton Surosowan: Bekas Istana Raja, Sekarang Jadi Tempat Ngedate Sejarah
Nah ini dia, bro-sis, bekas pusat pemerintahan Kesultanan Banten yang vibe-nya masih kerasa sampe sekarang. Walaupun cuma tinggal puing-puing fondasi, Keraton Surosowan tetap punya daya tarik misterius yang kuat. Lo bisa bayangin gimana megahnya kerajaan ini dulu. Cocok juga buat lo yang pengin ngedate sambil ngobrolin sejarah, romantis plus intelek gitu deh.
4. Vihara Avalokitesvara: Toleransi Itu Nyata, Bro!
Lo kira kawasan Banten Lama cuma buat religi Islam doang? Nope! Di sini juga ada Vihara Avalokitesvara yang kece banget dan vibe-nya tenang parah. Vihara ini jadi bukti nyata toleransi dan keberagaman sejak zaman dulu. Banyak patung-patung keren dan arsitektur ala Tiongkok yang bikin lo ngerasa kayak lagi di film kolosal Asia. Respect banget buat nilai keberagaman di sini.
[Baca juga : "Trip Nostalgia Sejarah Dan Mistis: Jelajah Tiga Pulau, Tiga Cerita, Tiga Vibes!"]
5. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama: Belajar Tanpa Bosan
Buat lo yang pengin dapet konteks sejarah lebih deep, mampir ke museum ini deh. Di sini lo bisa liat koleksi benda-benda peninggalan zaman Kesultanan, mulai dari keramik, senjata, sampe artefak yang bikin lo amazed. Jangan takut bosen, bro-sis, karena penataannya udah cukup modern dan informatif. Worth it banget buat lo yang demen sejarah atau pengin ngerti akar budaya lokal.
6. Danau Tasikardi: Nyantai Sambil Flashback ke Zaman Sultan
Danau Tasikardi tuh dulunya dipakai buat tempat penampungan air buat keluarga Kesultanan. Tapi sekarang jadi spot piknik yang super chill. Lo bisa sewa perahu, duduk di tepi danau sambil nyemil dan ngobrol-ngobrol santai. Sambil menikmati pemandangan, lo juga bisa ngebayangin gimana kehidupan bangsawan Banten zaman old. Healing sambil belajar sejarah? Gaskan aja!
7. Makam Sultan Maulana Hasanuddin: Wisata Religi Bikin Hati Tenang
Ini nih, spot yang cocok banget buat lo yang pengin dapet ketenangan batin. Makam Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten, selalu ramai didatengin buat ziarah. Tempat ini dijaga banget kesuciannya, dan suasananya bikin lo refleksi diri. Jalan-jalan religi emang beda feels-nya, bro-sis. Selain wisata hati, lo juga bisa belajar banyak soal perjuangan dakwah Islam di Nusantara.
8. Menara Masjid Agung: Panjat Dikit, View-nya Goks!
Menara masjid ini tuh ikonik banget dan jadi spot wajib buat lo yang mau dapet view kota tua dari ketinggian. Desainnya unik, mirip mercusuar, dan lo bisa naik ke atas buat ngeliat keseluruhan area Banten Lama. Wajib bawa kamera atau HP lo full baterai, karena spot ini fotogenik abis. Dijamin story lo makin keren dan edukatif!
Bro-sis traveler, jangan cuma jadi penonton di sosmed liat orang healing ke tempat-tempat bersejarah. Sekali-kali, lo juga harus ngerasain vibes keren di Banten Lama. Selain dapet konten kece, lo juga bisa nambah ilmu dan rasa cinta ke sejarah negeri sendiri. Seru, mendidik, plus bisa jadi ajang quality time bareng keluarga atau temen. Yuk, ajak yang lain juga buat explore bareng! (Sumber Foto @tmidaliu_)
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat.
Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_)
“Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021.
[Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"]
Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021.
“Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 )
...moreTripTrus.Com - Selama ini tembakau diketahui sebagai bahan utama pembuat rokok. Tidak heran bila banyak orang yang berpandangan negatif terhadap tanaman tersebut, karena rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit. Akan tetapi, lebih dari itu, tembakau sebenarnya memiliki banyak manfaat.
[Baca juga : "Peunayong, Kampung Pecinan Di Aceh Yang Berbenah"]
Tembakau sering digunakan dalam bidang medis untuk mengobati penyakit tertentu. Sebut saja penyakit kulit, sakit gigi, gigitan serangga, ular berbisa, pilek, dan pasta gigi. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui manfaat tembakau. Dengan begitu tanaman tersebut bisa diolah lebih positif.
Apabila Anda ingin mencari tahu lebih lanjut tentang tembakau, Anda bisa mengunjungi objek wisata yang berkaitan dengan tanaman tersebut. Berikut tempat wisata tembakau yang telah Okezone rangkum:
1. Wisata Kebun Tembakau, Jember
View this post on Instagram
Menurut sejarah tembakau produksi Jember memilki kualitas tinggi sehingga tidak kalah dari tembakau Amerika bahkan Kuba sekalipun. Sejak dahulu tembakau produksi Jember ini diekspor ke Jerman. Bahan baku yang diekspor tersebut digunakan sebagai bahan pembalut, pengikat, hingga sebagai pengisi bagian dalam dari cerutu berkualitas tinggi. _______________________________________________ Lokasi Foto Ambulu Jember Taken By @nikonindonesia D3300 Nyawah Bareng @yovi_prasetyo _______________________________________________ #dunphomalang #malangrayalandscaper #ci_malang #instamalang #geomalang #natgeo #nature #sawah #tembakau #jember #jemberpunya #jemberbanget #explorejember #pesonajember #tembakaujember #mbonglembongjember #fyi #indophoto_landscape #indonesia_photography #iamindonesia #nikonindonesia #d3300 #landscape #landscaperid #landscapelover #lanscape_captures #landscape_photography #daylight #pesonaindonesia
A post shared by Thohir Al Bahar (@thohir_albahar) onJul 17, 2018 at 4:17am PDT
Sejak zaman penjajahan, Jember sudah menjadi salah satu daerah penghasil tembakau. Perkebunan tembakau pertama kali didirikan oleh George Bernie di Jenggawah. Saat itu tembakau yang ditanam adalah BNO (Besuki Na Oogst). Pada 1996 usaha perkebunan tembakau semakin maju dan tanaman itu seakan menjadi ikon kota Jember.
Saat ini, daun tembakau dari hasil PT Perkebunan Nusantara X menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan tembakau dari kebun tersebut telah diekspor hingga ke Eropa. Di Kota Tembakau itu masyarakat bisa mengunjungi perkebunan tembakau untuk melihat secara langsung rupa daun tersebut.
2. Museum Tembakau, Jember
View this post on Instagram
Yuk selagi masih libur sekolah, sempatkan berkunjung ke @museumtembakau 🍂 . Satu-satunya museum tembakau di dunia, siapapun pasti betah dan mendapatkan ilmu yang tak terkira. Terima kasih bapak @sunitonito yg dg ramah menyambut kita, memberikan penjelasan yg menarik dan menyediakan video tentang tembakau. Ternyata asap rokok bisa dijadikan obat lho. Berkesan sekali pengalaman hari ini. Tiap sudut museum ini patut diabadikan dan menakjubkan. Dijamin betah dan nyaman di dalamnya. Besok2 pasti akan kembali lagi ke sana. Oia, di dalamnya jg ada perpustakaan lho,, it's so much fun #museumtembakau #lembagatembakau #tembakau #jember #museumtembakaujember #banggajadiwargajember
A post shared by @ niafia11 onJul 1, 2018 at 11:39pm PDT
Selain terkenal dengan perkebunan tembakaunya, di Jember juga terdapat Museum Tembakau. Museum ini dikelola oleh UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Jember sejak 2014.
Museum ini terletak di Jalan Kalimantan No.1, Jember, Jawa Timur dan buka setiap hari Senin - Jumat. Tak hanya untuk sekadar memamerkan jenis-jenis tembakau, museum ini juga diperuntukkan menguji kualitas tembakau agar menjadi komoditas unggulan.
Museum Tembakau ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi koleksi daun tembakau jenis VO (Voor-Oogst) dan NO (Na-Oogst) yang telah dikeringkan, koleksi alat-alat pembuat rokok atau cerutu kuno, mesin ketik, serta berbagai perlengkapan yang digunakan oleh petani.
Lalu ada pameran yang memperlihatkan bila tembakau bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan parfum, antibiotik, pestisida, pupuk, sabun, dan kosmetik. Sedangkan di lantai dua merupakan perpustakaan yang berisi informasi lebih lanjut mengenai tembakau. (Sumber: Artikel okezone.com Foto sunsetonbali.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Pulau Komodo, destinasi keren abis di Indonesia, lagi ngehits buat jadi tempat liburan favorit buat turis dari seluruh dunia. Gak mau ketinggalan, pemain timnas Argentina dan Lyon, Nicolás Tagliafico, juga ikutan santai di pulau eksotis ini setelah pertandingan melawan timnas Indonesia semalem. Serunya aktivitas Tagliafico selama liburan dijamin bikin gregetan, yang pasti keliatan banget di Instagram Story-nya yang bikin fans heboh.
Tagliafico, yang jago banget main di posisi bek kiri dan punya skill tingkat tinggi, berbagi momen asyik selama petualangannya di Pulau Komodo lewat Instagram Story. Kayanya pemandangan keren dan keanekaragaman hayati Pulau Komodo berhasil bikin Tagliafico betah di sana. Liburan di Pulau Komodo bukan cuma buat Tagliafico buat santai dan nikmatin alamnya yang indah, tapi juga buat refreshing pikiran setelah pertandingan seru melawan timnas Indonesia. Pilihan dia buat liburan ke pulau ini nunjukin minatnya sama wisata alam dan pengen eksplor tempat baru di luar lapangan sepak bola.
[Baca juga : "Curug Di Sentul Emang Asyik Buat Anak-Anak, Bro!"]
Enggak bisa dipungkiri, kunjungan Nicolás Tagliafico ke Pulau Komodo udah nambahin pengalaman seru banget dan ninggalin kesan mendalam. Aktivitas-aktivitas menarik yang dia bagikan di Instagram Story-nya jadi inspirasi buat banyak fans dan turis lainnya buat mau jelajah kekayaan alam Indonesia, khususnya Pulau Komodo.
Dengan gabungan keindahan alam yang nggak ada duanya dan aktivitas seru, kunjungan Nicolás Tagliafico ke Pulau Komodo jadi bukti bahwa olahraga dan petualangan alam bisa saling melengkapi. Semoga kunjungannya ini bisa jadi inspirasi buat pemain sepak bola lainnya dan ajak lebih banyak orang buat eksplor kekayaan alam Indonesia yang bikin melongo. (Sumber Foto Nicolas Tagliafico)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis traveler, lo lagi pengen liburan yang beda, anti-mainstream, tapi tetep nggak jauh dari Jakarta? Tenang aja, Banten punya deretan pulau kece yang wajib banget lo jelajahi. Dari Pulau Dua yang jadi surga burung migran, Pulau Tiga yang Instagramable banget, sampai Pulau Tunda yang masih alami dan sepi, semua bakal bikin feed IG lo makin hype. Nggak cuma sekadar liburan, bro-sis, tapi pengalaman alam yang bikin hati adem dan pikiran fresh. Jadi, siapin kamera, sunscreen, dan temen-temen lo, karena pulau-pulau ini bakal bikin lo betah berlama-lama!
1. Pulau Dua: Surga Burung Migran & Cagar Alam Kekinian
View this post on Instagram
A post shared by Viriya Singgih (@viriyasinggih)
Bro-sis, Pulau Dua tuh bener-bener unik! Lokasinya di Teluk Banten, Desa Sawah Luhur, Kota Serang, jadi rumah lebih dari 100 jenis burung migran dari Asia, Australia, bahkan Afrika. Lo bisa dateng Maret-Agustus buat liat atraksi burungnya yang super keren. Selain buat foto-foto kece, pulau ini juga jadi penahan abrasi dan gelombang tsunami. Vegetasinya masih asli, ada pepohonan hijau, satwa liar, sama pantai alami. Jadi, sambil liburan, lo bisa belajar soal ekosistem burung yang unik. Jangan cuma lewat, nikmati tiap sudutnya karena scenery-nya bikin mata refreshing abis!
2. Pulau Tiga & Pamujan Besar: Spot Foto & Aktivitas Seru
Pulau Tiga alias Pulau Pamujan Besar cuma sekitar 37,5 km dari Serang, bro-sis, dan bisa dicapai 1 jam naik kapal dari Pelabuhan Karangantu. Sesampainya di sana, lo bakal disambut jembatan kayu estetik, saung minimalis, sama air laut super bening. Cocok banget buat selfie, OOTD, atau chill vibes tropis. Banyak aktivitas seru kayak snorkeling, banana boat, atau nongkrong di jembatan cinta yang hits. Medannya banyak karang, jadi alas kaki nyaman wajib, bro-sis. Dijamin liburan lo penuh momen seru dan pengalaman nggak bakal terlupakan!
3. Pulau Tunda: Surga Tersembunyi & Destinasi Anti-Mainstream
Bro-sis, Pulau Tunda nggak kalah kece! Pulau kecil di Laut Jawa ini letaknya utara Teluk Banten, luasnya sekitar 300 hektare, dihuni sekitar 3.000 jiwa. Lo bisa snorkeling, diving, susur pantai, jungle trekking, bahkan ikut program konservasi mangrove dan terumbu karang. Suasananya tenang banget, cocok buat lo yang pengen jauh dari keramaian. Homestay lokal ada, tapi listrik terbatas cuma jam 6-10 malam. Jadi siapin perlengkapan, kamera, dan power bank cadangan, bro-sis, biar liburan makin nyaman!
4. Pulau Panjang: Santai & Instagramable
Pulau Panjang cocok banget buat lo yang pengen liburan santai tapi tetap fotoable. Pantainya masih alami, pasir putih lembut, sama air yang jernih banget. Lo bisa sekadar jalan santai sambil nikmatin sunset, atau snorkeling di spot-spot terumbu karang. Pulau ini juga sepi, jadi cocok buat lo yang pengen me time atau quality time bareng temen-temen. Dijamin vibesnya chill dan bikin lo betah berlama-lama di pulau ini, bro-sis!
[Baca juga : "Jelajah Pulau-Pulau Kece Di Kepulauan Seribu: Snorkeling, Sunset & Island Hopping Kekinian!"]
5. Pulau Lima: Surga Alam & Spot Selfie
Pulau Lima punya vibe tropis yang bikin feed IG lo makin kece. Vegetasi hijau dan pantai bersih jadi spot selfie yang wajib. Lo bisa camping, piknik santai, atau sekadar jalan-jalan keliling pulau. Selain itu, pulau ini juga punya spot snorkeling yang oke buat liat ikan-ikan warna-warni. Buat lo yang suka eksplor alam tapi tetep pengen vibe santai, Pulau Lima tuh pilihan pas banget, bro-sis!
6. Pulau Sangiang: Eksplor Alam & Petualangan Seru
Pulau Sangiang masih alami banget, bro-sis. Di sini lo bisa trekking keliling hutan kecil, main di pantai sepi, atau snorkeling di perairan jernihnya. Pulau ini cocok buat lo yang suka adventure dan pengen liburan beda dari yang lain. Bawa alas kaki nyaman, kamera, dan semangat jelajah, karena tiap sudut pulau ini punya pemandangan yang Instagramable abis dan pastinya bikin pengalaman liburan lo makin epic.
7. Pulau Pamujan Kecil & Besar: Kombinasi Kece & Aktivitas Seru
Selain Pulau Tiga (Pamujan Besar), ada juga Pamujan Kecil yang nggak kalah menarik. Lo bisa hopping antar pulau, snorkeling, atau sekadar duduk santai di pantai berpasir putih. Pamujan Kecil lebih sepi, cocok buat me time, sementara Pamujan Besar punya semua spot foto kece dan fasilitas minimalis yang bikin liburan lo gampang dan seru. Gabungin keduanya, lo bakal dapet pengalaman liburan yang lengkap, bro-sis!
8. Pulau Kalih: Hidden Gem yang Instagramable
Pulau Kalih masih jarang dikunjungi, tapi punya potensi wisata yang keren. Pantainya bersih, air jernih, dan spot sunset-nya bikin mata lo adem. Lo bisa snorkeling atau sekadar foto-foto dengan background alam yang natural banget. Cocok buat lo yang pengen jauh dari keramaian tapi tetap pengen vibe tropis ala pulau. Ini destinasi yang pas buat lo yang pengen liburan anti-mainstream, bro-sis!
Tips Liburan Kece ke Pulau-Pulau Banten
Transportasi: Sewa kapal dari Pelabuhan Karangantu buat ke semua pulau.
Waktu Terbaik: Pulau Dua, Maret-Agustus; Pulau Tunda saat musim kemarau.
Perlengkapan: Sunscreen, topi, alas kaki nyaman, kamera wajib, power bank cadangan.
Aktivitas: Snorkeling, diving, foto OOTD, camping, atau ikut program konservasi.
Ikutin tips ini dijamin liburan lo aman, seru, dan tetap kece abis!
Bro-sis traveler, dari Pulau Dua yang jadi surga burung migran, Pulau Tiga & Pamujan Besar yang penuh spot foto dan aktivitas seru, Pulau Tunda yang sepi dan alami, sampai Pulau Panjang, Lima, Sangiang, dan Kalih yang hidden gem banget, semua pulau ini wajib masuk bucket list lo. Jadi siapin temen, kamera, dan semangat jelajah keindahan pulau-pulau Banten yang masih alami ini. Dijamin liburan lo bakal epic, beda dari yang lain, dan feed IG lo makin hype, bro-sis! (Sumber Foto @aychoty)
...moreTripTrus.Com - Lombok tuh kayak lawan dari Bali yang sibuk, semuanya lebih santai dan adem ayem. Lo bisa eksplor pake sepeda, motor, atau jalan kaki, nikmatin air terjun, sawah-sawah hijau, dan desa-desa suku tradisional. Pantai-pantainya emang gak mulus kayak di brosur, pasirnya dari abu gunung berapi gitu.
Tapi, pemandangan Gunung Rinjani yang megah bikin semua itu worth it. Kalo lo nyari pasir emas buat nyelupin jari-jari lo, langsung cabut ke Gili Islands. Gili Meno dan Air yang deket sama Lombok emang cocok banget buat lo yang pengen liburan total relax, sementara Gili Trawangan lebih pas buat lo yang mau vibes party non-stop.
View this post on Instagram
A post shared by CANRO SIMARMATA (@canro.simarmata)
Kalo lo doyan mendaki, Gunung Rinjani nih spot yang pas buat lo. Lo bakal liat spiral asap dari Lembah Sembalun di kaki gunung. Di sana, sawah-sawah basah dan kebun sayuran bertebaran, dari stroberi sampai bawang putih.
Buat orang Sasak, lereng-lereng yang tertutup hutan hujan itu sakral banget, dan udah jadi trek favorit komunitas pendaki. Tapi jangan kira gampang ya, mendaki ke puncak kawah Rinjani butuh perjuangan. Ini gunung tertinggi kedua di Indonesia loh, dengan trek 25 kilometer yang licin dan curam. Siap-siap ngos-ngosan deh!
[Baca juga : "Bali, Lebih Dari Sekadar Pantai, Yuk Eksplor Sisi Lainnya!"]
Nah, buat lo yang suka suasana pantai, Gili Islands bakal jadi surga lo. Duduk santai di pasir putih Gili Meno, liatin awan-awan lewat di atas Laut Bali aja udah bikin lo rileks. Lo bisa snorkeling, berenang, atau cuma chill di bar tepi pantai sambil nunggu sunset.
Gili Trawangan emang tempatnya para backpacker yang doyan pesta, tapi kalo lo nyari ketenangan, masih ada kok spot-spot eksklusif di sana, tinggal pilih pantainya. Gilis Meno dan Air? Ini tempatnya buat lo yang mau bener-bener leyeh-leyeh, pas banget buat honeymoon atau liburan keluarga yang pengen total santai. Kalo lo suka yang kayak gini, Lombok dan Gilis ini liburan yang wajib lo coba! (Sumber Foto @heyiosononico)
...moreTripTrus.Com - Banyuwangi tuh emang nggak ada matinya! Buat lo yang suka jalan-jalan sambil nikmatin pantai-pantai kece, Banyuwangi wajib banget masuk list! Di sini ada banyak pantai tersembunyi yang nggak kalah keren sama yang udah terkenal. Selain Ijen yang hits, lo bakal dikejutkan sama keindahan alam yang jarang orang tahu. Check this out, 7 pantai rahasia yang bisa bikin lo speechless!
1. Pantai Pulau Merah (Red Island)
Lo doyan sunset? Pantai Pulau Merah wajib banget di-check! Lokasinya di Desa Sumberagung, Pesanggaran, sekitar 2,5 jam dari pusat kota Banyuwangi. Pasir pantainya unik, merah bercampur putih, dan ada pulau kecil yang bisa lo jelajahi pas air laut lagi surut. Buat yang suka surfing, ombaknya pas banget buat latihan, tapi hati-hati, ombaknya kenceng!
2. Pantai Wedi Ireng
Pantai yang satu ini punya pasir hitam vulkanik yang khas, ditambah dengan pasir putih yang bikin lo betah lama-lama di sini. Lokasinya di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, sekitar 2-3 jam perjalanan dari Banyuwangi. Bisa berenang atau snorkeling di sini, tapi jangan lupa hati-hati sama ombaknya yang kadang cukup besar. Lo juga bisa naik perahu lokal ke pulau dekat situ, lo harus coba deh!
3. Pantai Sukamade
View this post on Instagram
A post shared by BANYUWANGI PUNYA (@banyuwangipunya)
Mau liat penyu bertelur? Di Pantai Sukamade, lo bisa banget nemuin penyu-penyu hijau bertelur di malam hari! Lokasinya di Sarongan Village, Meru Betiri National Park, sekitar 3-4 jam perjalanan dari Banyuwangi. Jangan lupa, lo bisa nginep di penginapan lokal dan bantu penyu kecil ke laut. Dijamin pengalaman yang nggak bisa lo lupain!
4. Pantai Teluk Hijau
Kalo lo suka pantai yang asri dengan pemandangan menawan, Teluk Hijau jawabannya. Pasir putih, air laut biru toska, dan hutan hijau di sekitar pantai bikin lo bener-bener serasa di surga. Bisa dikelilingi monyet juga lho, yang kadang nongol di sekitar pantai. Akses ke sini bisa lewat darat pakai kendaraan off-road, atau naik perahu tradisional dari Rajegwesi Beach.
[Baca juga : "Pantai Banyuwangi Buat Semua Jenis Peselancar!"]
5. Pantai Senggrong
Suka snorkeling? Senggrong di Alas Purwo National Park wajib dicoba. Banyak banget terumbu karang dan ikan warna-warni yang bakal bikin lo betah di dalam air. Tapi, pantainya agak terpencil, jadi lo harus berangkat pagi banget buat ngeburu sunrise dan menikmati keindahan bawah laut sebelum ombak tinggi datang.
6. Pantai Parang Ireng
Pantai ini punya pemandangan yang unik banget. Di sebelah kiri ada pasir kasar kayak merica, sebelah kanan ada batu karang hitam hijau, dan di tengah ombak biru yang gila banget! Lokasinya di Alas Purwo National Park, dan karena tempatnya tersembunyi, lo bisa nanya sama warga lokal atau petugas taman nasional buat sampai ke sana.
7. Pantai Plengkung (G-Land)
Untuk lo yang suka surfing, G-Land pasti udah nggak asing lagi. Pantai yang ada di Alas Purwo National Park ini terkenal dengan ombaknya yang besar banget, sampai jadi tempat favorit para surfer internasional. Bisa diakses lewat Bali atau lewat darat, perjalanan agak berat tapi sebanding sama ombak dan pemandangan yang bakal lo dapetin.
Jadi, siap-siapin kamera dan packing barang lo! Banyuwangi siap buat lo jelajahi, dan lo bakal ngerasain petualangan yang nggak bakal lo lupain. Jangan lupa jaga kebersihan ya, biar pantai-pantai kece ini tetap bisa dinikmati generasi berikutnya! (Sumber Foto @riiieen_)
...more