Berwisata ke kepulauan tentu sudah biasa di negara kita yang terdiri dari 17.000 pulau. Tapi kepulauan yang seluruhnya adalah atol, cuma ada satu di Indonesia. Kepulauan ini mempunyai kawasan terumbu karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa lho! Namanya Taka Bonerate, yang dalam bahasa Bugis mempunyai arti “hamparan karang di atas pasir”. Taka Bonerate terletak di Laut Flores bagian utara, sebelah tenggara Pulau Selayar, Sulawesi Selatan.
Berkeliling kawasan Taka Bonerate terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, serta 21 buah pulau kecil yang terbentuk dari endapan pasir dan pecahan terumbu karang. Luas total area dari atol di Taka Bonerate ini mencapai 220.000 Ha. Hanya tujuh pulau di Taka Bonerate yang berpenghuni, yaitu Rajuni Besar, Rajuni Kecil, Tarupa Besar, Latondu Besar, Jinato, Pasitallu Tengah, dan Pasitallu Timur. Penduduknya terdiri dari dua etnis utama, yaitu Bajo dan Bugis. Karena keragaman biota bawah lautnya yang harus dilindungi, kawasan Taka Bonerate ditetapkan sebagai Taman Nasional.
Di Taka Bonerate, banyak hamparan pasir timbul yang biasanya dikenal sebagai ‘gusung’, namun disebut sebagai ‘bungin’ di sana. Bungin ini akan muncul apabila air sedang surut, dan tenggelam saat air pasang. Karakteristik pulau-pulaunya sama, yaitu berpasir putih. Tidak semua pulau bisa disinggahi, karena ada beberapa pulau yang termasuk dalam zona inti, yaitu zona yang kondisinya masih asli dan belum terganggu manusia, sehingga perlu dilindungi dan dihindarkan dari berbagai macam akivitas.
Potensi terumbu karang yang cukup luas menjadikan Taka Bonerate sebagai surga penyelam. Kawasan ini mempunyai puluhan dive spot yang tersebar di seluruh kawasan. Beberapa dive spot andalan yaitu di perairan Tinabo Kecil, Pulau Tinanja, serta wall reef di Latondu dan Jinato. Petugas Taman Nasional rutin mengadakan reef check serta observasi spot-spot diving baru. Salah satu spot yang unik adalah “sumur ikan” di Taka Lamungan, berupa lubang di dalam laut dengan ratusan ikan berenang keluar masuk di dalamnya.Tidak hanya snorkeling atau diving, karena di Taka Bonerate kita juga bisa berpartisipasi dalam melestarikan lingkungannya. Ada beberapa program, seperti penanaman pohon di Pulau Tinabo, transplantasi terumbu karang, serta ikut serta dalam pelepasan penyu ke laut. Kita akan diminta memberikan donasi dalam jumlah tertentu jika ingin mengikuti program-program tersebut. Donasinya tentu saja akan digunakan demi kelestarian alam Taka Bonerate.
Pulau Tinabo
Letak Pulau Tinabo cukup strategis, yaitu di tengah kawasan Taka Bonerate. Pulaunya kecil, dan dikelilingi oleh pantai berpasir putih serta air laut yang jernih. Karena itulah Pulau Tinabo menjadi pusat wisata di kawasan Taka Bonerate, dan satu-satunya pulau yang memiliki fasilitas resort serta dive centre. Dermaga dan resort di Tinabo menghadap ke arah barat, sehingga pengunjung disuguhi oleh pemandangan sunset yang cantik setiap harinya. Mau lihat sunrise? Tinggal jalan saja 5 menit ke bagian belakang pulau yang menghadap ke arah timur.
Tinggal di Tinabo yang definitely in the middle of nowhere dan tidak berpenghuni, bakal bikin kamu serasa punya pulau pribadi. Butuh waktu kurang dari satu jam untuk mengelilingi pulau ini. Pulau tetangga yang berpenghuni jaraknya sekitar 45 menit dengan kapal motor. Karena enggak ada polusi dan minim cahaya, kalau malam hari bintang-bintang dan milky way kelihatan sangat jelas. Stargazing is a must!
Bagi penikmat pemandangan bawah laut, kita bisa melakukan beach entry untuk diving ataupun snorkeling di halaman depan pulau. Di sekeliling Pulau Tinabo ini ada beberapa titik penyelaman, seperti Ibel Orange yang mempunyai gundukan karang membentuk bukit di bawah laut, Softcoral Point yang didominasi oleh soft coral, serta Kampung Nudi yang terkenal sebagai tempat ngumpulnya si imut nudibranch. Selain itu, hanya di Tinabo kita bisa bermain-main dengan puluhan baby shark yang berenang bebas di pinggir pantai depan resort!
Pulau Selayar
Selayar biasa dijadikan tempat transit bagi yang mau berkunjung ke Taka Bonerate. Tapi jangan hanya transit tanpa ke mana-mana, karena Selayar punya pantai-pantai dan dive spot yang ciamik! Coba menyeberang ke Pulau Pasi Gusung di sebelah barat Selayar. Di pulau tersebut ada beberapa dive spot serta pantai pasir putih, seperti Pantai Liang Tarusu, Pantai Liang Kareta, dan Pantai Je’neiya. Bahkan di salah satu dive spot-nya kita bisa menemukan dugong lho!
Pantai Bonetappalang dan Pantai Pinang di sisi timur Selayar malah punya dive spot yang lebih oke dari pantai barat. Tapi jika ingin berkunjung ke pantai timur Selayar harus memperhatikan musim, karena jika sedang angin timur, akses ke sana ditutup. Selain pantai, wisata sejarah di Selayar pun bisa. Seperti ke Jangkar Raksasa, Gong Nekara, atau Perkampungan Tua Bitombang, yaitu perkampungan penduduk asli yang sudah berusia ratusan tahun.
AksesUntuk mencapai Taka Bonerate memang bukan hal yang mudah dan memakan banyak waktu. Pertama, kita harus menuju Pulau Selayar terlebih dahulu. Ada dua cara untuk menuju Selayar, yaitu dengan pesawat atau bus. Rute pesawat ke Selayar bisa dicapai dari Makassar, yaitu dari Bandara Sultan Hasanuddin. Dua maskapai yang melayani rute Makassar – Selayar PP adalah Aviastar dan Wings Air. Perjalanannya memakan waktu sekitar 45 menit. Sedangkan jika menggunakan bus, perjalanan memakan waktu sekitar 10 jam dari Terminal Bus Malengkeri Makassar menuju Kota Benteng, Selayar.
Dari Kota Benteng, kita masih harus melakukan perjalanan darat selama 1.5 jam menuju Pelabuhan Pattumbukang yang terletak di ujung selatan Pulau Selayar. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan kapal kayu yang menempuh sekitar 4 – 5 jam untuk menuju Taka Bonerate, tepatnya ke Pulau Tinabo. Untuk menuju Pelabuhan Pattumbukang serta kawasan Taka Bonerate, kita harus menyewa mobil dan kapal sendiri, karena enggak ada angkutan umum serta kapal reguler untuk menuju ke sana. Mahal memang. Oleh karena itu disarankan bersama rombongan, atau ikut trip gabungan yang diatur oleh agen wisata.
AkomodasiPenginapan di kawasan Taka Bonerate hanya ada di Pulau Tinabo, yaitu Tinabo Island Resort. Jangan bayangkan resort mewah dengan berbagai fasilitas ya, karena penginapannya hanya berupa bungalow kayu dengan 3 kamar dan 1 shared bathroom di dalamnya. Juga tidak ada restoran dan warung dengan berbagai menu. Jadi untuk urusan makan, lebih baik pesan sepaket dengan penginapannya, dan bawa snack yang bisa dibeli sejak di Selayar.Meskipun tidak berfasilitas super lengkap, tapi resort di Tinabo ini cukup nyaman. Harganya juga cukup bersahabat, yaitu Rp. 200 ribu per malam, belum termasuk makan 3 kali. Selain itu, resort ini juga dilengkapi dengan dive centre. Para backpacker yang budgetnya mepet, bisa saja kok numpang tidur di beberapa gazebo kecil atau membangun tenda di sekeliling pulau ini.
Telepon Penting:Balai Taman Nasional Taka BonerateJl. S. Parman no. 40 Benteng, Kab. Kepulauan Selayar – Sulawesi Selatan 92812Telp. / Fax : 0414 – 21565Email : infotntakabonerate@gmail.comWebsite : www.tntakabonerate.com
Tips:
Jadwal pesawat menuju Selayar sering berubah-ubah. Jadi, sering-sering saja cek ulang ke agen maskapai yang bersangkutan.
Di Kota Benteng, jangan lupa untuk mengisi formulir dan membayar biaya perizinan masuk kawasan di Kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Karcis masuk pengunjung sebesar Rp 5.000/hari. Ditambah karcis untuk kegiatan snorkeling Rp 15.000/hari, serta kegiatan diving Rp 25.000/hari.
Musim kunjungan terbaik ke Taka Bonerate adalah bulan April – Juni dan bulan Oktober – Desember.
Aktivitas utama di Taka Bonerate adalah snorkeling dan diving. Jika tidak membawa alat sendiri, bisa menyewa di Selayar atau di Pulau Tinabo.
Untuk diving, per dive-nya sekitar Rp. 350 ribu sudah termasuk dengan alat.
Di Pulau Tinabo ada sinyal hp, tapi enggak ada sinyal internet. So, bye bye social media.
Listrik di Tinabo menyala hanya 12 jam dalam sehari, yaitu dari jam 18.00 hingga jam 06.00.
Bawa uang tunai dan perbekalan sejak dari Makassar atau Selayar, karena di Taka Bonerate enggak ada mini market apalagi ATM!
Profile Berangan Trip:
Bring you to awesome destinations in Indonesia
Bingung karena gak ada teman jalan? Atau terlalu repot buat ngurusin semuanya sendiri? Budget yang terbatas? Itu bukan masalah kalau kamu pergi bersama kami. Yang jelas, destinasi keinginanmu enggak hanya sekedar menjadi angan-angan. Join trip-nya BERANGAN yuk! Kami bakal membawa kamu ke berbagai tempat di Indonesia.
Website: http://berangan.com/
Twitter: @Berangan_Trip
Facebook: Berangan Trip
...moreTripTrus.Com - Negeri ini memang terkenal dengan alamnya yang keren dan tempat-tempat wisata yang oke banget. Enggak cuma destinasi yang sudah pada tahu, tapi ada juga tempat kece yang masih tersembunyi dengan pemandangan ciamik, terselip di berbagai sudut Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
Pemerintah juga lagi semangat banget buat ramein pariwisata. Mereka udah tentuin 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (atau bisa disebut 10 Bali Baru). Nah, buat kalian yang suka jalan-jalan dan pengen eksplorasi tempat baru, nih ada 10 destinasi keren buat kalian cekidot!
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Ini dia danau vulkanik terbesar di dunia, bro! Selain danau keren, di sekitarnya masih ada banyak tempat asik lainnya. Ada Desa Paropo yang punya pemandangan bikin adem, Air Terjun Situmurun yang keren abis, juga Bukit Simarjarunjung dan Siadtaratas yang nggak kalah bikin mata melotot.
2. Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
Dulu daerah ini sepi, sekarang jadi KEK alias Kawasan Ekonomi Khusus. Tempat ini punya banyak surga tersembunyi buat kalian, seperti Pulau Kepayang dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Batu Berlayar yang punya batu eksotis banget, dan Pulau Lengkuas yang cantik abis.
3. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Candi ini salah satu candi Buddha tergede di dunia, sudah terkenal banget. Di sini selain ngeliatin candi yang megah, kalian bisa nikmatin sunrise yang bikin mata terbelalak. Setelah puas liat candi, bisa juga mampir ke museum sekitar candi atau mampir ke Desa Wisata Wanurejo buat kenalan sama budaya lokal.
4. Bromo, Jawa Timur
Bromo udah jadi andalan pariwisata di Jawa Timur. Gunung ini punya kawah, padang pasir, dan bukit-bukit yang bikin kagum. Banyak aktivitas seru, seperti jalan-jalan naik mobil jip, hunting matahari terbit, eksplorasi pasir berbisik, sampe nonton tradisi Suku Tengger.
5. Likupang, Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara ada surga yang nggak ada duanya, namanya Likupang. Pantai Likupang aja udah bikin mata melek dengan pasir putihnya yang bersih, air lautnya yang jernih, dan pulau-pulau cantik di sekitarnya. Ada juga banyak resor dan spot instagramable yang enggak boleh dilewatin.
6. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Wakatobi tuh surga bawah laut di Sulawesi. Banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke sini. Di Wakatobi, kalian bisa snorkeling atau menyelam di Taman Nasional Wakatobi, liat lumba-lumba di Pulau Kapota, kunjungi Desa Liya Togi, atau nikmatin pemandangan di Puncak Khayangan.
7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Mandalika namanya lagi naik daun berkat MotoGP 2022. Ini tempat punya banyak pantai keren. Pantai Mawun punya pasir putih yang memanjakan mata, Pantai Semeti punya tebing batu dengan laut biru, dan Pantai Mawi jadi favorit para surfer.
[Baca juga : "Pesona Indonesia Bikin Pesohor Dunia Kepincut Liburan!"]
8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo jadi pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo. Selain cantik, Labuan Bajo punya banyak kegiatan seru, kayak main ke Pink Beach, trekking ke Pulau Padar, explore Goa Rangko, dan tentu aja ketemu langsung sama komodo.
9. Morotai, Maluku Utara
Morotai di Timur Indonesia ini surga tersembunyi yang cocok buat yang pengen liburan beda. Pantainya indah banget dengan terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Ada Pulau Dodola yang bisa kalian jalan kaki menyeberangi lautnya, dan Pulau Kokoya dengan pasir putih, laut biru, dan pepohonan hijau yang memikat.
10. Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat adalah rajanya gugusan pulau-pulau yang punya keindahan tanpa tandingan. Udah banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini buat nikmatin pemandangan, ketenangan, dan kedamaian. Ada banyak destinasi wisata dan resor mewah, jadi pasti ada yang sesuai buat kalian.
Jadi, itu dia 10 tempat keren buat liburan kalian. Indonesia emang kaya akan tempat wisata yang oke banget. Sebelum berangkat, jangan lupa vaksin booster dan selalu patuhi protokol kesehatan, ya! Have fun, Sobat Pesona! (Sumber Foto @oceanic.society)
...moreTripTrus.Com - Kalian pasti tahu apa itu istilah Chinatown atau Pecinan, bukan? Chinatown atau Pecinan adalah merujuk pada kawasan di mana para penduduk keturunan Tiong Hoa tinggal ataupun mendirikan usaha di sebuah kawasan kecil di luar negeri.
Tentunya Chinatown atau Pecinan tersebar dibeberapa kota di negara-negara di seluruh dunia (bukan di Cina sendiri).
※※※ Istilah Chinatown atau Pecinan merujuk pada kawasan di mana para penduduk keturunan Tionghoa tinggal, bekerja, dan menjalankan bisnis. Kawasan Chinatown ini kemudian banyak dijadikan sebagai kawasan wisata di kota-kota besar di berbagai penjuru dunia. Begitu juga di Jawa Barat banyak nyaris setiap kota tua di Jawa Barat punya kawasan pecinan, beberapa diantaranya sudah dimaksimalkan untuk kawasan wisata. Keberadaan China Town di seluruh dunia. 1.Havana, Cuba 2. Calcutta, India 3. Bangkok Thailand 4. Manila, Filipina 5. Johannesburg, Afrika Selatan 6. Melbourne Australia 7. Vancouver, Kanada 8. San Fransisco, Amerika Serikat 9. London, Inggris 10. Bandung, Indonesia Explore Further #HayuKaJabar #lunarnewyear2018 Design by @cichacichuy _____ Lokasi : Jawa Barat Indonesia _____ @pesonajawabaratku @genpikuningan @genpi_pangandaran @genpi.bogor @genpisukabumi @genpiciamis @genpicianjur @genpicirebon @genpipriangantimur _____ @genpi_id @genpinews @genpiaceh @genpisumbar @genpisumsel @genpijabar @genpijateng @genpijatim @genpilomboksumbawa @genpimaluku @genpi.kepri @genpijogja @genpibanten @genpi_lampung @genpi_bali @genpi_ntt @kemenpar @pesonaid_travel _ @genwi_thailand @genwi_malaysia @genwitiongkok @genwi.singapura @genwi_int @ind.travel __ #GenPI #GenPIJabar #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia
A post shared by GenPI Jawa Barat (@genpijabar) onFeb 7, 2018 at 4:12am PST
Kawasan Chinatown atau Pecinan seringkali dijadikan sebuah kawasan wisata di banyak kota besar di berbagai belahan dunia. Kota-kota seperti New York, San Fransisco, Bangkok dan Manila pun memiliki kawasan Chinatown atau Pecinan yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Tak terkecuali di Indonesia, terletak di kota Bandung, kota yang dikenal dengan julukan Kota Kembang ini juga memiliki kawasan Chinatown atau Pecinan yang terletak di Jl. Cibadak dan Jl. Kelenteng. (Sumber: Artikel @Amieykha, Foto Danny Nicholson)
...moreTripTrus.Com - Tangerang Selatan adalah kota satelit warga komuter. Tapi di sana ada jejak sejarah perjuangan Daan Mogot yang harus disayang warganya.Adalah Monumen Palagan Lengkong, atau yang sering disebut Monumen Lengkong di Tangerang Selatan. Bangunan ini dibuat pada tahun 1993, untuk mengenang peristiwa Lengkong yang menewaskan 34 taruna dan 3 perwira, yakni Mayor Daan Mogot, Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo.Di sebelah monumen, ada sebuah rumah kecil yang terlihat tua. Di depannya, terlihat tulisan 'Cagar Budaya Palagan Lengkong'. Lengkap dengan logo Pemda Tangerang dan sejarah mengenai tempat tersebut.
View this post on Instagram
Untuk mengenang Peristiwa Lengkong ada dua tempat bersejarah yang pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) taruna yang bertempat di Jl. Daan Mogot (JL. Raya Jakarta-Serang) KM 24,5 dan yang kedua adalah monumen Lengkong yang berada di wilayah Serpong Tangerang. Monumen yang dibangun berdampingan dengan Taman Daan Mogot itu berdiri tahun 1993 di atas lahan seluas 500 meter persegi. Pada dinding prasasti monumen terukir nama-nama taruna dan perwira yang gugur pada peristiwa pertempuran Lengkong. Sedangkan di dalam museumnya, terpampang foto-foto perjuangan para taruna militer di Indonesia berserta akademinya. . Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Bahkan, keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer. Hal itu dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005. [#paskibra2k18 #paskibrapeduli #pembarismuda #peristiwalengkong #sejarahlengkong #monumenlengkong #abouttng]
A post shared by Paskibra MTsN 3 Kab.Tangerang (@paskibraksatriaarjuna) onFeb 11, 2018 at 2:27am PST
Sayang seribu sayang, monumen yang berlokasi di sebuah taman bernama Taman Daan Mogot ini sepi pengunjung. Bahkan, saat detikTravel berkunjung, hanya ada petugas kebersihan.
Di rumah kecil tua itu, setiap harinya tertutup dan terkunci. Menurut Hamdan, petugas kebersihan, kunci itu dipegang oleh anggota TNI."Rumah ini setiap harinya terkunci, kuncinya punya anggota (Militer). Jadi nggak terbuka setiap hari," ujarnya pada detikTravel. Menurut Hamdan, rumah itu tidak berisi. Namun, dari luar lingkungannya sering dibersihkan. "Nggak ada isinya. Coba aja melongok, kosong," tambahnya.
Hamdan menambahkan, rumah tersebut memang terbuka di saat-saat tertentu. Seperti pada peringatan peristiwa Lengkong 21 Januari. "Kalau bulan Januari itu suka diletakkan foto-foto, dibuka untuk beberapa orang-orang penting. Nah, kalau itu baru ramai suka ada acara," ucapnya.Dalam beberapa referensi yang ditelusuri detikTravel, rumah ini adalah bekas markas tentara Jepang yang dilucuti senjatanya oleh pasukan Daan Mogot pada 25 Januari 1946. Namun ada insiden senjata yang berujung dengan baku tembak. Daan Mogot dan pasukannya gugur.
Meskipun sepi pengunjung saat didatangi, tetapi menurut Hamdan biasanya ada sejumlah traveler yang berasal dari Jakarta mengunjungi monumen Palagan Lengkong. Lokasi Monumen Palagan Lengkong sebenarnya cukup strategis. Di jantung kota BSD, dekat Mc Donald's BSD Plaza tepatnya Jalan Raya Pagedagan, Lengkong Kulon BSD.
[Baca juga : "Indahnya Telaga Saat, Danau Eksotis Di Puncak Tertinggi Bogor"]Padahal, ini bisa jadi potensi pariwisata yang ada di tengah kota Mandiri BSD City. Sudut wilayah tersebut terkenal dengan bangunan-bangunan modern yang asyik untuk rekreasi. Jika saja, lebih dikemas dengan baik dan promosi yang mumpuni, pasti bisa jadi wisata sejarah akhir pekan yang seru. (Sumber: Artikel travel.detik.com Foto megapolitanpos.com)
...moreTripTrus.Com - Selain terkenal dengan sebutan daerah lumbung padi, ternyata Kabupaten Karawang juga kaya akan peninggalan sejarah.Di daerah lumbung padi Jabar ini, telah ditemukan sejumlah candi dan situs purbakala. Seperti, Situs yang ditemukan di kawasan Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya.
Menurut catatan sejarah, Situs purbakala tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1984. Awalnya, mereka melakukan penelitian di Cibuaya. Saat itu, ditemukanlah dua arca yang konon bernama Arca Wishnu. Benda tersebut, kemudian dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Dan akhirnya, sampai sekarang di simpan di Museum Jakarta.
[Baca juga : Wisata Edukasi Ke Rumah Sejarah Kalijati Di Subang Jawa Barat]
Penemuan dua arca itu, kemudian di dengar oleh sejumlah masyarakat Cibuaya. Kemudian, masyarakat tersebut memberitahu kepada para peneliti itu, bahwa di Kampung Sumur RT 11/04, Dusun Sumur Jaya, Desa Segaran banyak ditemukan benda seperti itu. Setelah datang ke Segaran, ternyata di desa itu terdapat banyak gundukan tanah (tanah duwur) yang di tumbuhi rumput dan ilalang.
Setahun kemudian, tepatnya 1985 para peneliti dari Fakultas Sastra UI tersebut, kembali lagi ke Segaran. Mereka, langsung melakukan penelitian dan gundukan-gundukan tanah itu pun mulai digali. Proses penggalian memakan waktu sampai 10 tahun.
Benar saja, saat penelitian ditemukan situs yang berbentuk batu, dengan luas lokasi 5X5 kilometer persegi. Kemudian, situs tersebut dibersihkan, diukur, digambar, dan di dokumentasikan. Setelah itu, di bawa ke Jakarta untuk di bahas di forum studi kelayakan.
Dari penelitian itu menyimpulkan, jika candi tersebut dibangun antara abad 4 sampai 5 Masehi. Bahkan, ada juga ahli sejarah yang menyebutkan candi tersebut se-zaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Namun, ada juga yang menyebutkan candi tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Dengan bukti, bangunannya merupakan batu berbentuk tegak (menhir) dan terdapat batu besar (dolmen).
Komplek percandian tersebut, berdasarkan topografi berada di dua desa dan kecamatan. Yaitu, sebagian masuk ke wilayah Desa Segaran Kecamatan Batujaya, dan sebagian lagi masuk ke Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya. Namun, masyarakat umum lebih mengenalnya komplek percandian Batujaya.
Lokasi tersebut, terletak pada koordinat 107:08:14,08-107:09:04,91 Bujur Timur, dan 06:05:21,86-06:06:30,31 Lintang Selatan. Candi tersebut, merupakan peninggalan ajaran Budha. Karena, di situs tersebut pada bagian atas kaki candi, terdapat susunan bata melingkar bentuknya membulat. Bentuk tersebut, diduga sebagai sisa susunan stupa.
Pada tahun 2005, pemerintah pusat melalui pejabat yang terkait, mendatangi lokasi penggalian situs bersejarah itu. Setahun kemudian, baru diadakan pemugaran sampai sekarang ini. Saat ini, sudah terlihat empat titik candi.
Bangga jadi orang karawang punya banyak sejarah didalamnya, eh ngomong ngomong aing kan orang Pebayuran bekasi😂keun lah karawang oge indonesia sarua wae indonesia, pokokna mah bangga jadi orang indonesia. . . . #explorekarawang #candibelandongan #candijiwa #sejarahindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia
A post shared by Pratama Rizki (@rizki_pratama1996) onApr 5, 2018 at 5:57am PDT
Di antaranya, Candi Blandongan, Jiwa, Serut dan Pendopo. Ukuran Candi Blandongan, paling besar yakni 25X25 meter. Kemudian disusul Candi Jiwa, dengan ukuran 19X19 meter, Candi Serut diperkirakan ukurannya 12X12 meter, dan Candi Pendopo luasnya 5X6 meter.
Muralih (34), salah seorang juru pelihara BPCB Komplek Situs Candi Jiwa, mengatakan, sampai saat ini sudah ditemukan 40 situs candi. Namun, yang sudah dilakukan pemugaran baru empat candi. Sisanya, belum dilakukan pemugaran.
Muralih menjelaskan, sejumlah situs purbakala ini memiliki luas sekitar 500 hektare. Situs ini, berada di area persawahan milik warga setempat. Adapun candi yang sudah dipugar, masing-masing, Candi Serut, Blandongan, Jiwa dan Telagajaya 8.
“Dari empat situs yang telah dipugar itu, yang terluas yaitu Candi Blandongan. Untuk luas candinya saja mencapai 18 meter persegi. Akan tetapi, luas sama halamannya mencapai 1,5 hektare,”terang dia. Sedangkan, sambung dia, Candi Serut secara keseluruhan luasanya sekitar 7.000 meter. Kemudian, Candi Jiwa luasnya sekitar 2.000 meter. Sedangkan Candi Telagajaya 8, luasannya sekitar 5.000 meter.
Sementara itu, Nasri (50), pengelola museum Batujaya mengatakan, situs candi yang ada di wilayahnya menjadi salah satu destinasi wisata. Baik wisatawan lokal ataupun luar kota. Mayoritas, wisatawan yang berkunjung masih status pelajar dan mahasiswa. Selain situs, juga ada museumnya.
Candi Blandongan, masih satu area dengan candi batu jiwa Karawang. Tunggu kisahnya bersama Doel suka kelayaban. #karawang #candijiwa #candiblandongan #batujaya #sukakelayaban #candi #temple
A post shared by Nanang al batawie (@nanang_albatawie) onFeb 12, 2018 at 12:46am PST
“Setiap bulannya, lebih dari seribuan orang wisatawan yang datang ke museum. Tapi, yang mengunjungi situs sepertinya lebih dari seribu orang. Untuk masuknya, wisatawan hanya bayar se-ikhlasnya,” ujarnya. (Sumber: Artikel inilahkoran.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTRIPTRUS - Pembenahan taman nasional itu menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membenahi 7 taman nasional untuk mengoptimalkan aset hutan dan taman sebagai atraksi destinasi wisata yang memikat."Hutan tropis dan taman nasional memiliki nilai lebih buat 'Wonderful Indonesia' dalam pelestarian alam," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/3/2016).Menpar menyebutkan kerja sama sejak Oktober tahun lalu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu membenahi 7 taman nasional yakni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Rinjani, dan Taman Nasional Gunung Tambora.Pembenahan taman nasional itu, menurut Arief Yahya, menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata Dunia (UNWTO).
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Tachrir Fathoni mengatakan bahwa langkah konkret pembenahan taman-taman nasional itu adalah membuat koneksi dalam tiga klaster, yakni klaster pertama Lampung dan Jawa, khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta, klaster dua daerah Jawa Timur, dan klaster tiga di Nusa Tenggara Barat.
Dalam ketiga klaster tersebut, lanjut Tachrir, harus ada satu integrasi antara alam, budaya, dan atraksi buatan lainnya.Tachrir menyebutkan empat strategi yang akan digunakan.Pertama, penguatan terhadap destinasi wisata alam yang ada dengan membuat konsep klaster guna memperoleh manfaat yang tinggi dengan pelayanan kenyamanan dan kemewahan bagi pengunjung dengan tetap mengendepankan faktor konservasi serta mengembangkan konektivitas berbagai lokasi dalam klaster yang berbatas menjadi satu kesatuan destinasi.
Kedua, menciptakan destinasi wisata alam yang baru untuk mengembangkan konektivitas berbagai lokasi destinasi alam di dalam klaster.Ketiga, mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis. Keunikan spesifikasi taman nasional dan taman wisata alam dikemas serta didesain sesuai dengan segmen pasar yang ingin dikembangkan dan terintegrasi dalam desain kawasan strategis nasional (KSN).Keempat, mewujudkan 3P (public private partnership) dalam pengembangan wisata alam. (Sumber: Artikel kompas.com Foto: dephut.go.id)
...moreTripTrus.Com - Wohoo! Nih, Jateng siap bikin heboh di 2024 dengan enam event keren yang bakal jadi bahan obrolan kita! Gak kalah nih sama kalender kegiatan Jakarta!
Gini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah udah nentuin enam event seru banget buat Jawa Tengah Calendar of Events (Jtcoe) bulan Januari 2024. Solo juga bakal jadi tuan rumah satu acara keren, loh!
View this post on Instagram
A post shared by Magelang Travel Photografer (@badrikaaa)
Ini dia daftarnya yang bisa lo samperin di awal tahun 2024:
Festival Durian di Kabupaten Pekalongan, Januari 2024. Khusus buat pecinta durian yang doyan sensasi kuliner unik, loh!
Sadran Lepen Lamuk Gunung di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Januari 2024. Acara tradisional yang bakal nampilin tarian dan musik khas Jawa Tengah. Betah deh pasti!
Haul Syekh Sjangkung di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, 27 Januari 2024. Momen keagamaan yang penuh makna, bro!
Haul Sunan Prawoto di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Januari 2024. Ini acara sakral buat ngumpul, doa-doa, dzikir, dan serangkaian kegiatan keagamaan lainnya.
Grebeg Sudiro di kawasan Pasar Gede, Solo, 28 Januari 2024. Solo bakal rame dengan karnaval budaya yang pamerin kekayaan tradisional dan seni khas Jawa Tengah.
Perayaan Ta’sis Menara di Desa Kauman, Kudus, 30 Januari 2024. Ritual perayaan yang penuh makna dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, pasti seru!
Nah, ini baru awalnya, bro! Peluncuran Jawa Tengah Calendar of Events tahun 2024 jadi tanda dimulainya rangkaian event keren di sini.
Jtcoe 2024 bakal hadirin 220 event seru, tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini gak cuma soal seni pertunjukan dan festival, tapi juga ada event olahraga dan MICE, lho!
[Baca juga : "Surabaya, Ngeventnya Makin Seru, Delapan Event Asyik Di Januari 2024"]
Jateng juga punya event unggulan yang masuk nominasi Karisma Event Nusantara 2024. Ada Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur.
Gak cuma itu, Jateng juga siap bikin kita kagum dengan event olahraga dan kreatif berskala nasional dan internasional, kayak Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (Fespin), Borobudur Marathon, Tour De Borobudur, dan Mesastila 100.
Jadi, prepare diri lo buat dihibur dan kagum sama kekayaan budaya, olahraga, dan kreativitas Jawa Tengah lewat rangkaian event spektakuler sepanjang tahun 2024! Let's get the party started! (Sumber Foto @solonyaman)
...moreTripTrus.Com - Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mencapai target 4,4 juta lapangan kerja pada 2024, Karisma Event Nusantara (KEN) 2023 mengadakan beragam festival di berbagai daerah. Dalam event KEN 2023, terdapat festival tradisi, seni budaya, dan kuliner unik dari setiap daerah, sehingga dapat menjadi motor kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan sambil mengenal keragaman budaya Indonesia, KEN 2023 menyediakan berbagai event dan festival menarik. Terutama pada bulan Mei, ada beberapa festival dalam KEN 2023 yang tak boleh dilewatkan.
View this post on Instagram
A post shared by imut_Zr📷 (@imutzrphotograph)
Berikut adalah daftar festival KEN 2023 yang akan diadakan pada bulan Mei:
Festival Budaya Isen Mulang
Di bulan Mei, Festival Budaya Isen Mulang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu festival yang paling dinanti. Festival budaya ini akan diadakan pada tanggal 27 Mei 2023 dan dalam bahasa Dayak, Isen Mulang berarti "Pantang Mundur". Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempopulerkan kembali keanekaragaman budaya Kalimantan Tengah dalam bentuk karnaval budaya. Lomba menghias perahu khas Suku Dayak, yang disebut Jukung Hias, menjadi daya tarik utama. Para peserta akan bersaing dalam menghias perahu semenarik mungkin dan perahu hias tersebut akan dipamerkan di Sungai Kahayan dan Jembatan Kahayan.
Bali Rockin Blues
Konser musik rock dan blues yang tak kalah menarik di bulan Mei 2023 adalah Bali Rockin Blues. Acara ini direncanakan akan digelar pada tanggal 5-6 Mei 2023 di Mertasari, Sanur, Bali. Sejak tahun 2015, festival musik ini diadakan sebagai wadah bagi para musisi di Bali dalam meningkatkan kreativitas mereka.
Bali Rockin Blues akan menampilkan beberapa band ternama dari dalam dan luar negeri, seperti Power Metal, Gugun & Joling Kribo, Quino Big Mountain, Bali Guitar Mob, Ball Breakers, dan Arya X Project. Tak hanya itu, juga terdapat food truck dan pameran motor klasik yang siap memeriahkan acara di pantai Mertasari.
Gelar Melayu Serumpun
Yang berencana liburan ke Medan bisa menikmati sajian budaya khas Melayu dalam Festival Gelar Melayu Serumpun. Festival budaya ini masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara 2023 dan akan digelar pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2023 di halaman Istana Maimun, Kota Medan. Gelar Melayu Serumpun sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan dimeriahkan dengan beberapa pertunjukkan seni kebudayaan khas Melayu seperti pentas lagu Melayu, berbalas pantun, dan tari zapin yang diikuti oleh ratusan penari.
Festival Rujak Uleg
Dijadwalkan akan digelar pada 6 Mei 2023 di Surabaya. Festival ini terbilang unik karena melibatkan banyak warga lokal dan wisatawan dalam membuat rujak uleg khas Surabaya dengan ciri khas penggunaan petis. Selain itu, festival ini makin meriah karena para peserta diharuskan mengenakan pakaian unik seperti nelayan, tokoh pewayangan, hingga seragam tentara. Jawa Timur dikenal akan kuliner yang enak, dan Festival Rujak Uleg 2023 ini akan menjadi bukti lain dari kekayaan kuliner Indonesia. Festival ini juga masuk dalam Kalender Karisma Event Nusantara 2023.
Festival Salo Karajae
Festival budaya selanjutnya yang akan diselenggarakan pada bulan Mei 2023 adalah Festival Salo Karajae. Festival ini termasuk dalam KEN 2023 dan akan diadakan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada tanggal 31 Mei hingga 4 Juni 2023. Festival Salo Karajae merupakan festival pesisir sungai terbesar di Sulawesi Selatan dan akan berlangsung untuk kali ke-10.
Festival ini akan menampilkan panggung musik di atas sungai, bazar kuliner, perlombaan perahu hias di Sungai Karajae, serta water projection mapping yang akan membuat acara semakin meriah.
[Baca juga : "Peran Penting Generasi Muda Dalam Mencapai Target Kunjungan Wisatawan Nusantara 1,4 Miliar Di 2023"]
Hari Nelayan Palabuhanratu
Festival Hari Nelayan Palabuhanratu akan diselenggarakan pada 21 Mei 2023 di Sukabumi untuk menyambut Hari Nelayan ke-63. Festival ini akan menampilkan rangkaian acara budaya dan olahraga seperti labuh saji, pertunjukan wayang golek, voli, bulu tangkis, memancing, gerobak ikan, dan egrang. Selain itu, festival yang masuk dalam KEN 2023 ini juga akan mengundang asosiasi chef se-Indonesia untuk memecahkan rekor MURI dalam pembuatan tumpeng terbesar di Indonesia. Harapannya, festival ini dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara melalui acara budaya yang unik dan menarik.
Apakah kalian sudah siap merasakan keragaman budaya melalui festival-festival yang digelar pada bulan Mei? (Sumber Foto @bwpapiliohotel)
...moreSelain dikenal dengan objek wisata jam gadang, Sumatera Barat juga ternyata memiliki satu destinasi eko-wisata yakni Pusat Konservasi Penyu di Kota Pariaman. Di sini, kita dapat melihat bagaimana penyu-penyu yang hidup di kawasan Pariaman dipelihara dalam sebuah penangkaran.
Untuk bisa menuju pusat konservasi yang terletak di Jalan Syeh Abdul Arif, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, tidaklah begitu sulit. Dari Pusat Kota Pariaman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai ke destinasi ini.
Begitu sampai di pusat konservasi ini, aneka jenis tukik seperti menyambut keberadaan kita. Ada beberapa jenis tukik yang bisa kita lihat di sini seperti penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Setelah melewati masa penangkaran, sebagian besar tukik-tukik tersebut kemudian dilepaskan ke laut.
Untuk dapat lebih dekat dan bahkan ingin menyentuh tukik-tukik ini, UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi pengunjung seperti, ruang inkubasi peneluran penyu, hacthery, dan ruang karantina. Pengelola juga menyediakan ruang informasi untuk pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai tukik-tukik yang ada di pusat konservasi ini.
Selain berfungsi sebagai pusat konservasi, saat ini UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman juga menjadi salah satu objek eko-wisata. Tidak hanya wisatawan dari Pariaman dan Padang pada umumnya, namun wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi wisata ini sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi ketika berada di Pariaman.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more