TripTrus.Com - Baraya Kujang Pajajaran (BKP) menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk turun tangan menyelamatkan warisan alam dan cagar budaya di kawasan Gunung Karst (kapur), Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea.
Ketua BKP Ahmad Fahir berharap agar Bupati Bogor Nurhayanti, memperhatikan kekayaan alam dan cagar budaya yang tersimpan di kawasan Gunung Karst. Dengan menyelamatkannya dari ancaman kepunahan.
“Gunung Karst Ciampea menyimpan banyak file sejarah purba nusantara. Gunung ini di ambang kehancuran akibat penambangan,” katanya.
View this post on Instagram
Goa ac #gunungkapurciampea #penggiatalam #caving #bogorpisan #bogorjuara #fhotograper @bang_beler @po2rose #po2rose_adventure #pendakidekil #pendakikusam #pendakimiskin #pendakikucel #petzel #petzelgallery
A post shared by m.purqon_patoni (@m_alpharizy_al_purkon) onAug 17, 2018 at 8:17am PDT
Apalagi, sehari sebelumnya, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), BKP melakukan ekpedisi ke puncak Gunung Karst Ciampea. Menerjunkan 15 orang, yang dipimpin Gatut Susanta selaku pembina BKP.
Menurut Fahir, Gunung Karst memiliki sekitar 25 gua vertikal dan horizontal. Salah satunya Gua AC yang terletak di puncak gunung. “Gua vertikal ini diberi nama AC, karena selalu mengeluarkan angin. Memiliki kedalaman 60 meter, dengan ukuran dasar seluas dua kali lapangan futsal, dan bisa menampung ratusan orang,” sebutnya.
Fahir menjelaskan, di atas gua vertikal terdapat punden berundak warisan peradaban purba. Diduga merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 Masehi atau kerajaan purba Sunda yang sebelumnya yang pernah eksis di Bogor.
[Baca juga : "Puncak Terhits Berburu Sunrise Di Bogor, Kunjungi Bukit Batu Roti"]
Ditemukan pula beberapa arca. Diantaranya ada Arca Gajah yang kini disimpan di SDN Ciampea 02 dalam kondisi rusak berat. “Lokasi gua vertikal dan kawasan Gunung Kars hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Situs Purbakala Prasasti Tapak Gajah Prabu Purnawarman di Muara Cianten, Cibungbulang,” terang Fahir.
Diperkirakan usia cagar budaya Gunung Karst sekitar 1.600 tahun, sezaman dengan Situs Tapak Gajah Ciaruteun, atau bahkan lebih kuno, mengingat peradaban megalitikum Salaka Domas yang berusia 5.000 tahun juga terdapat di wilayah Ciampea. Tepatnya di Cibalay, Gunung Salak, Kecamatan Tenjolaya yang baru dimekarkan dari Ciampea pada 2004 silam.
“Gunung Karst memiliki fungsi ekologis. Di bawahnya terdapat urat mata air, yang menjadi sumber ketergantungan air bagi puluhan ribu warga Kecamatan Ciampea dan Cibungbulang,” pungkasnya. (Sumber: Artikel bogor.pojoksatu.id Foto bogordaily.net)
...moreTripTrus.Com - Festival Cap Go Meh yang dihelat di Singkawang, Kalimantan Barat dijamin seru. Pasalnya terdapat lima sub event yang akan digelar. Lima sub event yang akan digelar terdiri dari live musik, expo, hingga parade seni budaya dengan aroma mistis kuat. Semuanya diramu untuk menghadirkan experience berbeda bagi wisatawan.
View this post on Instagram
Cap Go Meh 2018 Singkawang 十五。元宵节。 #capgomeh #capgomehsingkawang2018 #capgomehsingkawang
A post shared by Yuan Wu (@nyian_ng) onMar 2, 2018 at 2:40am PST
Venuenya tersebar di beberapa spot Kota Singkawang. Mulai Lapangan Kridasana hingga Pusat Kota Singkawang. Deretan terbaiknya terdiri, pentas seni dan budaya, live musik dari artis nasional, atraksi tatung, expo Cap Go Meh, hingga replika 12 naga.“Cap Go Meh ini festival luar biasa. Dengan eksotisme yang ditawarkan, event ini selalu sukses menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar. Apalagi, Cap Go Meh memiliki daya tarik berupa Tatung yang selalu menunjukan berbagai keajaiban,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Selasa.Pada 2018, Festival Cap Go Meh mampu menghadirkan banyak wisatawan. PHRI Kota Singkawang sampai menghitung tingkat okupansi hotel dan kunjungan restoran naik 200%. Mereka terhanyut oleh keunikan yang ditawarkan Festival Cap Go Meh. Dan, pesona terbaik ini terus berlanjut di tahun 2019.
[Baca juga : "Catat! Ini Jadwal Wisata Budaya Nusantara Sepanjang Februari 2019"]Menjadi satu paket dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570, Festival Cap Go Meh 2019 akan dibuka 3 Februari. Selang sehari berikutnya, Pentas Festival Seni dan Budaya hingga Expo di sajikan di Lapangan Kridasana. Kemeriahan ini bisa dinikmati 17 hari full mulai 4-20 Februari 2019. Ada 80 stand Expo Cap Go Meh akan menyajikan beragam produk UMKM unggulan yang dimiliki Singkawang.“Pastikan parade seni dan budaya tidak terlewatkan. Sebab, ada beragam tarian yang akan ditampilkan di sana. Panggung ini juga menampilkan keindahan budaya dari daerah lain. Hal ini pun menjadi bukti tingginya toleransi di Singkawang. Mereka tetap merawat keberagaman hingga menjadi kekuatan yang positif,” terang Menpar lagi.Menegaskan eksotisnya, adrenalin festival mulai dinaikan 17 Februari 2019. Ritualnya dimulai prosesi Buka Mata Replika 12 Naga. Lokasinya ada di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Pusat Kota Singkawang. Pada 2018, festival menyertakan 9 Replika Naga. Waktu itu, 9 Replika Naga ini pun memecahkan rekor MURI. Ada juga pertunjukan Barongsai dengan pemain dari etnis Dayak, Melayu, Jawa, dan lainnya.Setelah ritual Buka Mata Replika 12 Naga dilakukan, kemeriahan dilanjutkan Festival Pawai Lampion. Lazim digelar malam hari, Festival Pawai Lampion ini menjadi fenomena dengan keindahan warnanya. Dikemas dalam konsep Festival Lampion, rekor MURI pun kembali diraih. Jumlah lampoin dihadirkan mencapai 20.067 buah.Usai menikmati warna warni lampion, wisatawan diajak menikmati nuansa religi di Kota Singkawang. Prosesi Tolak Bala oleh para Rohaniawan atau Tatung diberikan, 18 Februari 2019. Berikutnya, ada prosesi Sembahyang Dewa Langit (Ket Sam Thoi). Kedua sub event ini digelar di Kota Singkawang. Nuansa religi ini juga ikut menegaskan status Singkawang sebagai Kota Seribu Kelenteng.“Kota Singkawang ini sangat menginspirasi. Sebab, kota ini juga sangat riligius. Masyarakatnya bebas beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Nuansa ini tentu selalu menjadi daya tarik wisata,” tutur Menteri asal Banyuwangi tersebut.Perayaan puncak festival akan digelar 19 Februari 2019. Festival Cap Go Meh menyajikan aksi-aksi unik dari para Tatung. Aksi ini bisa dinikmati di sepanjang jalan utama Kota Singkawang. Ada juga Altan & Lelang, lalu prosesi ditutup dengan pembakaran Replika 12 Naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong). Menpar menambahkan, aksi Tatung menjadi bagian ritual yang paling ditunggu.“Aksi dari para Tatung ini yang paling dinanti. Wisatawan tertarik dengan keajaiban yang ditawarkan oleh para Tatung. Aksi mereka khas dan sangat unik. Yang jelas, Festival Cap Go Meh Singkawang 2019 ini jangan sampai terlewatkan. Segera atur perjalanan ke sana karena semuanya terbaik,” lanjutnya lagi.Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitas luar biasa ditawarkan oleh Singkawang. Aksesibilitas menuju ke Kota Singkawang juga sangat mudah. Bila melalui jalur darat, wisatawan pun bisa menggunakan bus Damri dari Bandara Supadio, Pontianak. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp100 Ribu per trip. Bagi para wisatawan asal Malaysia maka aksesibilitasnya jauh lebih sederhana. Mereka bisa menempuh jalur darat langsung dari Kuching menuju Singkawang melalui pintu PLBN Aruk di Sambas, Kalbar. Staf Khusus Menteri Bidang Multikultural Kemenpar Esthy Reko Astuti menerangkan, Festival Cap Go Meh 2019 ini menawarkan beragam kemudahan aksesibilitas.
“Festival Cap Go Meh ini venue terbaik untuk berlibur. Daya tarik yang ditawarkan sungguh luar biasa. Selain atraksinya, wisatawan juga bisa menikmati beragam kuliner khas Singkawang. Sebab, festival ini juga memiliki stand kuliner Singkawang. Untuk aksesibilitas, jalan menuju Singkawan ini sangat bagus. Jalannya lebar dan mulus. Ini memang sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo,” kata Esthy.Lalu, bagaimana dengan amenitas. Ada beragam hotel yang ditawarkan Kota Singkawang. Sebut saja Hotel Swiss-Belinn Singkawang dengan rate Rp800 Ribu semalam. Harga ramah pun ditawarkan Airy Singkawang Tengah Salam Diman 129 dengan banderol Rp261 Ribu per malang. Untuk hotel dengan harga di bawah Rp200 Ribu diantaranya, Wahana Inn, Astina Graha, juga Airy Graha Wahana.“Mengingat anemo besar publik terhadap Festival Cap Go Meh ini, lebih baik segera pesan kamar hotel dari sekarang. Harapannya, bisa mendapatkan hotel sesuai dengan kriteria yang paling diinginkan. Jadi, segera pesan juga tiket pesawat menuju Pontianak sebagai kota transit menuju Singkawang lebih awal,” tutup Esthy. (Sumber: Artikel gatra.com Foto indonesia-heritage.net)
...moreTripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengklaim Indonesia yang mengandalkan pariwisata alam bakal lebih 'aman' dalam penyebaran Covid-19. Utamanya jika dibandingkan dengan negara-negara yang mengandalkan pariwisata dari sisi modernitas.
"Di era pandemi covid-19 ini. Ke depan salah satu yang paling diuntungkan adalah wisata alam. Karena wisata alam risikonya sangat rendah dan kebetulan Indonesia dalam hal ini dibandingkan negara-negara lain, kita memang kekuatannya adalah salah satu dalam wisata alam. Seperti kita lihat di Danau Toba, di Bali dan tempat-tempat lain," kata Wishnutama diskusi virtual Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Rabu.
Dengan karakteristik wisata alam yang melimpah ruah dari ujung timur ke barat, Indonesia diklaim bakal diuntungkan. Nasib berbeda disebut Wishnutama justru berpotensi akan dialami oleh negara-negara lain.
"Kalau wisata yang sifatnya kota itu kurang diuntungkan dalam kondisi pandemi Covid-19, misalnya seperti Hong Kong, Singapura atau Sydney atau itu kota-kota tersebut cenderung beresiko tinggi untuk dikunjungi oleh wisatawan dalam kondisi covid-19," jelasnya.
Dengan keyakinan Indonesia memiliki peluang lebih aman dalam karakteristik berwisata, maka pemerintah ke depan bakal lebih mengutamakan quality tourism dibanding pariwisata.
Namun, Wishnutama mengaku banyak masyarakat yang salah persepsi dengan pariwisata berkualitas. Alhasil, stigma yang ada justru mengarah kepada hal yang negatif. Padahal, menurut Wishnutama, pariwisata ini akan menjadi tren baru usai pandemi covid-19.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 3"]
"Persepsi orang-orang pada saat kita bicara quality tourism itu seperti Dubai, Singapura, yang gedung bertingkat tinggi dan lain sebagainya. Sebetulnya menurut kami quality tourism yang tidak melulu harus seperti tidak melulu harus seperti gedung pencakar langit hotel dan lain sebagainya," katanya.
Ia mengambil contoh beberapa lokasi seperti Bhutan, Maldives, Ko Samui, Halong Bay. Semua lokasi itu menawarkan pengalaman yang berbeda. Indonesia sangat mempunyai potensi yang luar biasa ke arah quality tourism. (Sumber: Artikel cnbcindonesia.com Foto instagram.com/ghofiru.rifqi12)
...moreTRIPTRUS - Kapankah itu? Cobalah keberuntungan Anda saat peak season . Pilih bulan April, Mei, awal Juni, September, atau awal Oktober yang bisa dikatakan sebagai masa-masanya pergantian musim antara peak dan off season. Datang pada periode ini justru menguntungkan buat Anda. Berikut adalah alasan-alasan masuk akal yang membuat Anda merencanakan liburan lebih awal.
1. Tidak ada lagi kerumunan
Anda tidak akan merasa tenggelam dalam lautan manusia yang justru bisa menyesakkan liburan Anda. Waktu Anda akan dihabiskan dengan kebingungan berpikir harus pergi ke arah mana karena (hampir) semua tempat dipenuhi oleh antrean, mulai dari taman bermain, tempat pertunjukkan, pasar oleh-oleh, resto, kafe, bar, pantai....
2. Cuaca masih cukup ramah
Pergantian iklim dan musim membuat suhu pada bulan-bulan ini tidak terlalu drastis. Anda tetap bisa merasakan hangatnya matahari siang dan sejuknya udara malam. Panas dan dingin tidak terlalu menyengat kulit Anda.
3. Hari-hari terasa lebih panjang
Jumlah orang di sekitar memicu rasa sibuk dalam diri Anda. Makin banyak orang membuat Anda merasa makin terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Bukankah Anda mengambil liburan untuk lari dari kesibukan? Saat jumlah turis berkurang, Anda bisa lebih santai dan tenang untuk menikmati pemandangan. Anda tidak perlu antre dan 'berperang' saat beli oleh-oleh.
4. Industri wisata lokal masih semangat untuk menyambut dan menghibur Anda
Liburan belum sepenuhnya berakhir. Jadi, masih banyak objek wisata lokal yang bisa Anda kunjungi. Ditambah lagi, kesempatan Anda bertemu warga lokal lebih besar saat off season. Biasanya– sama seperti Anda – saat peak season, warga lokal pun lebih memilih liburan keluar kota. (Sumber: Artikel cleo.co.id Foto sewavilladibali.com)
...moreKunjungi surga bawah laut Taka Bonerate dengan mengikuti trip: http://triptr.us/Bq
TRIPTRUS - Dari sekian banyak atol di seluruh dunia, Indonesia adalah lokasi dari atol ketiga terbesar di dunia setelah Atol Kwajalein di Kepulauan Marshals dan Atol Suvadiva di Maladewa. Atol itu adalah Taka Bonerate, atol terbesar di Indonesia yang berada di Laut Flores dan merupakan bagian dari Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Atol itu merupakan bagian dari Taman Nasional Taka Bonerate yang mempunyai luas lebih dari 530 ribu hektar, dengan luas atol sekitar 220 ribu hektar dan meliputi 21 pulau karang di daerah itu.Taka Bonerate sendiri berarti "pulau karang di atas pasir", kawasan ini terkenal sebagai surga bawah laut yang menjadikannya tempat idaman para penggemar diving dan snorkeling. Untuk mencapai Taka Bonerate, bisa menggunakan bus atau pesawat ke Selayar, lalu meneruskan perjalanan dengan kapal laut selama beberapa jam. Tapi perjalanan ke sana tidak akan membosankan. Pemandangan yang menakjubkan dapat dilihat baik di lautan maupun di pulau-pulau dalam kawasan TN Taka Bonerate.Salah satu pulau favorit pengunjung TN Taka Bonerate adalah Pulau Tinabo. Meski tidak terlalu banyak tempat penginapan di pulau ini, tapi pemandangan di Tinabo benar-benar mengagumkan. Bahkan tanpa harus masuk ke dalam air pun kita dapat melihat sekilas pemandangan bawah laut yang sangat indah. Untuk memasuki TN Taka Bonerate, diperlukan izin bagi tiap pengunjung, termasuk izin untuk membawa kamera. Tapi harga yang dibayarkan untuk izin bisa dibilang worth it untuk menangkap keindahan Taka Bonerate ke dalam kameramu.Ada banyak sekali dive spot di Taka Bonerate yang tersebar dari Pulau Tinabo hingga ke berbagai pulau-pulau lainnya. Kalau tidak ingat waktu, bisa-bisa seluruh kulit tubuh jadi keriput karena terlalu lama berada di dalam air. Dive spot yang terkenal di Taka Bonerate adalah di sekitar Pulau Tinabo Kecil, Pulau Tinanja, serta di Pulau Jinato dan Pulau Latondu serta di Kahabia, Belang-Belang, dan Taka Lamungan. Kurang lebih 260 spesies karang, 295 spesies ikan dan 24 spesies moluska akan menemani para penyelam, karena Taka Bonerate adalah salah satu kawasan bawah laut dengan keaneka ragaman hayati terbesar di dunia.
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang udah ngidam trip ke Baduy Dalam, santai dulu! Mulai 1 Februari sampai 3 Maret 2025, kawasan ini resmi ditutup buat wisatawan. Bukan tanpa alasan, mereka lagi masuk masa Kawalu, ritual sakral yang wajib dihormatin.
View this post on Instagram
A post shared by Isanty Maina Ignatea (@antynotaunty)
"Kawalu ini waktu kita buat puasa adat, bersihin diri, dan bersyukur atas hasil panen," kata Imam Rismahayadin, Kepala Disbudpar Lebak. Makanya, jangan nekat masuk, ya! Baduy Dalam full tertutup buat orang luar.
Jangan sedih dulu! Lo masih bisa mampir ke Baduy Luar, kayak Kampung Kaduketug, Lebak Jeruk, atau Gajeboh. Masih bisa ngerasain vibes budaya Baduy tanpa harus ngelanggar aturan adat mereka.
[Baca juga : "Calendar Of Events 2025 Bali, 56 Acara Keren Bikin Turis Betah Nongkrong Di Pulau Dewata!"]
Pemerintah Kabupaten Lebak juga udah ngumumin soal penutupan ini lewat surat resmi dari Pemerintah Desa Kanekes, yang ditandatangani langsung sama Jaro Oom, Kepala Kanekes sekaligus Tetua Adat. Jadi, info ini resmi dan gak bisa ditawar-tawar!
FYI, Kawalu ini bukan sekadar ritual sehari dua hari doang. Ada tahapan panjang, mulai dari Ngalanjakan, Kawalu, sampe Ngalaksa, sebelum akhirnya ditutup sama upacara Seba Baduy. Nah, pas Seba Baduy, masyarakat adat bakal turun gunung buat silaturahmi ke Bupati Lebak di Rangkasbitung dan Gubernur Banten di Serang.
Jadi, buat lo yang pengen main ke sana, tahan dulu, ya! Hormatin adat mereka, jangan sotoy maksain masuk ke Baduy Dalam. Kalau masih mau explore, Baduy Luar tetap bisa lo kunjungin kok! ✌️😎 (Sumber Foto @a.4rapp)
...moreTripTrus.Com - Deretan destinasi wisata mini Eropa yang bisa dikunjungi yang terletak di berbagai daerah di Indonesia. Di tempat-tempat ini kamu bisa melihat miniatur landmark-landmark terkenal di dunia seperti miniatur menara Eiffel, Arc de Triompe hingga kawasan Venice. Dilansir berbagai sumber, Tribun Travel merangkum 5 destinasi wisata mini Eropa yang bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia.
1. Merapi Park, Yogyakarta
View this post on Instagram
Belanda cabang Jogja 😊 . #Merapipark #Sleman #Yogyakarta . #Yogyakartacity Credit to @anitamae11 : Jogja have it all 😍
A post shared by YOGYAKARTA CITY (@yogyakartacity) onJun 23, 2018 at 10:32pm PDT
Di Merapi Park, Yogyakarta kamu bisa melihat replika sejumlah landmark ternama Eropa, mulai dari menara Eiffel di Paris, menara Pisa hingga kincir angin khas Belanda.
Lokasi: Jalan Kaliurang KM. 22, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam buka: Dari Rabu-Senin, mulai 09.00-17.00.
Harga tiket: 15,000 IDR per orang.
2. Little Venice, Bogor
View this post on Instagram
Tempat yang lagi hits niih. Ajak keluarga, sahabat, atau mantan kamu kesini 😀 #destinasinusantara today by @deejase at Little Venice, Kota Bunga, Cianjur #littlevenicebogor #littlevenicecianjur
A post shared by NUSANTARA DESTINATION (@destinasinusantara) onDec 2, 2016 at 4:21pm PST
Di Little Venice, Bogor kamu bisa bergondola menyusuri kanal-kanal seperti berada Kota Venezia, Italia.
Lokasi: Batulawang, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.30-18.00.
Harga Tiket: 25,000 IDR untuk dewasa dan 20,000 IDR untuk anak-anak di hari biasa, 40,000 IDR untuk dewasa dan 30,000 IDR untuk anak-anak di hari libur.
[Baca juga : "Lima Sub Event Dirilis Dalam Cap Go Meh Singkawang 2019"]
3. Little Europe, Lampung
View this post on Instagram
Jika kehidupan adalah suatu sajak yang berirama, aku hidup pada bait ketiga di mana tak banyak orang yang bisa membacanya. Mereka hanya menerka tanpa tahu seperti apa aku sebenarnya. . . . #quotesoftheday #alonequotes #quotesaboutlife #strongman #distance #myself #romantic #life #lifestory #happyquotes #life #smile #streetstyle #str #son #littleeurope #citragarden #citragardenlampung
A post shared by RA Ferza Rusdiansyah Isuades (@ferzarusdiansyahisuades) onApr 6, 2018 at 10:55pm PDT
Little Europe di Lampung mempunyai gaya arsitektur seperti berada di Eropa yang juga mempunyai banyak spot untuk berfoto yang apik.
Lokasi: Perumahan Citra Garden, Negeri Olok Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung
Jam buka: Setiap hari, mulai 08.00-23.00.
Harga tiket: Gratis.
4. Kota Mini Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Life move so fast, so stop and look around or you could just miss it 🎡 Here’s a snap of one of my favorite spots in Bandung, just because I’m missing this beautiful city already. Gotta say hello in the upcoming month 👋🏻 Couldn’t wait to explore more and immerse in the beauty of nature . . . . . #placetogo #explorebandung #wonderfulindonesia #travel #artofvisuals #bandungphotography #hellonusantara #kotaminilembang #floatingmarket #traveldestination #bandung #fujifilmid #bandunginframe #beautybloggerindonesia #styleblogger #whatiwore #fashion #beauty #clozetteid #ulzzang #summerstyle #인스타패션 #얼스타그램 #패션스타그램 #셀스타그램 #팔로우 #오오티디 #패션
A post shared by Ghina Aulia Megaputri (@ghinaaulia) onJan 8, 2019 at 2:52am PST
Kota Mini Lembang, Bandung juga mempunyai pemandangan seperti kota-kota yang ada di Eropa dengan nuansa khas Eropa yang mirip.
Lokasi: Jl. Grand Hotel No.33, Lembang, Bandung, Jawa Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 15,000 IDR per orang untuk hari biasa, 20,000 IDR per orang untuk akhir pekan dan hari libur.
5. Farmhouse Lembang, Bandung
View this post on Instagram
Kali ini kita jalan2 ke @farmhouselembang bersama keluarga di bandung. Alhamdulillah anak2 seneng bgt muter2 disana, walaupun lokasi menuju farmhouse lumayan macet padat merayap. Bisa make baju ala2 none belanda keliling farmhouse skalian foto2 cantik di spot2 yg kueceee. . . #bandung #farmhouselembang #farmhouselembangbandung #bandungdestination #bandungdestinations
A post shared by Zulhan Hanafiah aka Dehan (@dehancolding) onFeb 14, 2019 at 3:13am PST
Sama-sama di Lembang, Bandungm Farmhouse juga menjadi satu destinasi dengan nuansa Eropa yang khas. Kamu bisa melalukan selfie di banyak spot seperti bangunan dengan gaya Art Deco, kamu juga bisa mencoba mengenakan kostum khas Belanda.
Lokasi: Jl. Raya Lembang No.108, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat
Jam buka: Setiap hari, mulai dari 08.00-20.00.
Tiket: 25,000 IDR per orang, kamu akan mendapatkan welcome drink susu dengan rasa pilihan. (Sumber: Artikel travel.tribunnews.com Foto cybertokoh.com)
...moreTripTrus.Com - Pertempuran Serpong yang terjadi pada 26 Mei 1946 merupakan pertempuran rakyat paling heroik pada class I di daerah sekitar Jakarta. Pasalnya, inilah pertempuran laskar rakyat dengan modal semangat yang memakan waktu panjang. Dan korban dari kedua belah pihak yang cukup panjang.
Pertempuran bermula dari informasi yang diterima laskar rakyat, bahwa Belanda telah mendarat dan mengusai daerah Serpong . Sekitar 300 tentara Belanda sudah menempati pos –pos strategis. Salah satunya, mendirikan pos komando di pertigaan Cilenggang - Cisauk.
Mendengar Belanda yang mengedepankan tentara KNIL-nya sudah menduduki Serpong 23 Mei 1946 pasukan laskar dari Desa Sampeureun, Kecamatan Maja berangkat dengan jalan kaki menuju Serpong.
TMP Seribu Serpong, tempat peristirahatan 238 pejuang yang tewas saat melakukan perlawanan terhadap tentara Jepang, tepatnya pada 25 Januari 1946. . . . . . #cagarbudaya #situssejarah #monumen #tamanmakampahlawan #TMPseribu #serpong #daanmogot #pahlawan #indonesia #exploretangsel #tangsel
A post shared by Glorio Makaminan (@gloriogm) onJan 21, 2017 at 7:22pm PST
Pasukan berkekuatan 400 orang dibawah pimpinan KH Ibrahim ini sesampai di Tenjo pasukan bergabung dengan pasukan laskar dari Tenjo yang dipimpin oleh KH Harun, seorang ulama yang terkenal sebagai Abuya Tenjo. Laskar Tenjo berjumlah sekitar 290 orang. Alhasil, dengan bergabung lascar Tenjo, semangat pun makin berkobar. 25 Mei 1946 kedua pasukan tersebut dengan menggunakan senjata tajam terus berjalan kaki menuju Parung Panjang, daerah yang terletak di sebelah barat Serpong.
Disepanjang perjalanan menuju sasaran pasukan bertambah terus , di antaranya bergabung pasukan laskar dari Kampung Sengkol yang dipimpin Jaro Tiking. Dan bergabung pula pasukan dari Rangkasbitung pimpinan Mama Hasyim dan Pasukan Laskar pimpinan Nafsirin Hadi dan E.Mohammad Mansyur.
[Baca juga : Candi Jiwa, Wisata Purbakala Di Pesisir Karawang]
Pada 25 Mei 1946 malam, para pimpinan pasukan berunding di daerah Cisauk dan diteruskan di Cilenggang untuk mengatur siasat pertempuran. Esoknya, 26 Mei 1946 sekitar jam 08. 30 Serpong di serang.
Pasukan Pimpinan KH Harun menyerang dari belakang sedangkan Pasukan Pimpinan KH Ibrahim, pasukan pimpinan Mama Hasyim dan pasukan pimpinan E.Mohammad Masyur menyerang dari depan dengan melalui jalan raya Serpong.
Dalam gerakan menuju sasaran pasukan mengumandangkan takbir “Allahu Akbar”. Pasukan laskar rakyat maju terus dengan mengumandakan takbir dan Pasukan Belanda gencar menembaknya sehingga korban berjatuhan. Suara Takbir lambat terus berkumandang. Pertempuran berlangsung seru. Banyak anggota lascar yang berhasil merebut senjata Belanda. Dan Senjata tersebut lalu ditembakan ke mereka. Banyak pasukan Belanda yang mati. Pertempuran yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB itu membuat sekitar 238 laskar gugur, termasuk KH Ibrahim dan Jaro Tiking. Sementara pihak Belanda sekitar 102 orang tewas.
Selamat Hari Pahlawan #haripahlawan #pahlawan #tamanmakampahlawan #tmpseribu #serpong #tangerang
A post shared by Ibank Muhammad (@ibank_ant) onNov 9, 2017 at 4:36pm PST
Setelah pertempuran yang sengit, pihak laskar pun berunding dengan pihak Belanda untuk menguburkan jenazah rekan mereka . Kesepatan terjadi. Hanya saja, Belanda hanya mengizinkan empat orang yang bertugas menguburkan. Tak heran jika mereka dimakakam ditumpuk dalam dua lubang . Makam mereka terletak tak jauh dari pertigaan Cilenggang – Cisauk, Kelurahan Cilenggang, Serpong.
Namun karena perkembangan zaman, makan mereka dipindahkan di Jalan Raya Puspiptek. Mereka dikuburkan satu kubur satu jenazah. Dan tempat pemakaman tersebut diberi nama Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu. Letaknya di jalan Raya Pahlawan Seribu , Kecamatan Setu, Tangsel tak jauh dari Taman Tekno di BSD City.
Meski namanya “ TMP Seribu ”, bukan berarti ada 1.000 makam pahlawan yang ada di TMP yang memiliki luas 9.835 meter persegi ini. Tapi hanya ada 238 makam pahlawan yang ada di sini, ditambah dua makam lagi, sehingga total semuanya adalah 240 makam. Dengan rincian 151 makam dengan nama. 87 pahlawan tanpa nama. Dengan tambahan enam makam baru. (Sumber: Artikel cipasera.com, Foto vakansinesia.com)
...moreTripTrus.Com - Bro-sis, gue bocorin nih daftar event paling hits yang lagi ngegas banget di Jogja Januari 2026! Di awal tahun ini, Jogja tuh bener-bener hidup lagi dan siap manjain lo semua yang doyan jalan, olahraga, nonton konser sampe ngulik seni serta edukasi kece abis! Pokoknya dari yang suka lari-lari santai, teater keren, sampe pameran sejarah yang edukatif—semua ada, dan cocok banget buat lo jadikan alasan buat liburan asik atau sekedar staycation sambil seru-seruan bareng squad. Jadi kalo lo lagi nyusun itinerary buat traveling ke Jogja, jangan skip event-event gokil di bawah ini karena tiap acara punya vibe masing-masing yang bikin feed lo makin on point! Dari lanskap alam kece buat trail run sampai panggung musik penuh energi, semua nunggu buat lo sambangi!
1. Kulon Progo Trail Run – Lari Bareng Alam Sermo yang Epic!
View this post on Instagram
A post shared by Allen Pradyta (@allprasc)
Bros & sis yang suka ngegas, siapin sepatu lari lo buat Kulon Progo Trail Run 2026 tanggal 11 Januari! Ini bukan sekadar lari biasa, tapi lo bakal diajak ngeksplor Waduk Sermo yang pemandangannya juara banget, sambil ngelewatin jalur perbukitan Menoreh yang asik buat hunting konten pake drone atau handphone lo. Total jaraknya 11K, cocok buat lo yang suka tantangan fisik plus butuh feel alam yang beda dari kota besar. Selain itu, ada hadiah total sampai Rp10 juta yang bikin semangat lo makin membara! Gila sih, bro-sis, ini kombinasi olahraga & exploration yang kudu banget lo masukin bucket list traveling lo tahun ini biar instagram lo makin kece abis!
2. MKN UII Run 7K – Rayain Anniversary Bareng Komunitas Fun!
Bro-sis yang doyan event komunitas dan suka vibe santai tapi tetep fun, MKN UII Run 7K tanggal 17 Januari ini pas banget buat lo! Jadi ini tuh acara lari santai 7 kilometer yang diselenggarain buat ngerayain 10 tahun Magister Kenotariatan UII. Rutenya asik banget ngeliling area Fakultas Hukum UII, cocok buat lo yang pengen olahraga sambil nongkrong bareng temen, tuker story Instagram, atau sekedar cari vibe baru di Jogja. Lo yang daftar juga bakal dapet race pack eksklusif selain kesempatan buat rebut total hadiah sampe Rp6 juta. Pokoknya event ini tuh yang balance antara performance sama fun vibes bareng komunitas yang kekinian banget!
3. GMC Fun Run 2025 – Jogging Santai Komunitas Sehat!
Nah kalo lo cari sesuatu yang chill tapi tetep sehat, GMC Fun Run 2025 tanggal 18 Januari ini bakal jadi momen yang pas banget. Event ini tuh bagian dari perayaan 25 tahun Gadjah Mada Medical Center, jadi suasananya bukan kompetitif tapi lebih ke ajang silaturahmi dan gaya hidup sehat bareng komunitas. Lo cukup bayar Rp150 ribu aja buat join, dan udah dapet fasilitas kece plus suasana yang nyaman buat jalan-jalan santai sambil nikmatin pemandangan Jogja. Cocok banget buat lo yang baru mulai olahraga atau pengen quality time bareng keluarga & temen sambil nyari vibe hidup sehat!
4. JEC Fun Run – Lari Seru Buat Keluarga & Squad Lo!
Bro sis, tutup rangkaian olahraga Januari ini dengan JEC Fun Run tanggal 25 Januari! Ini event lari santai kategori 3K dan 5K yang friendly banget buat semua umur, jadi lo bisa ajak keluarga atau squad lo ikutan bareng. Acara ini juara banget buat lo yang cari hangout sehat sambil dapetin medali finisher lucu dan kesempatan menang doorprize kece di garis finish! Emang sih lari santai, tapi vibes yang tercipta di Jogja Expo Center tuh rame, penuh semangat, dan bener-bener bikin lo ngerasa bagian dari gaya hidup aktif yang kekinian banget!
5. Pelatnas Metronom: Mukti Entutz – Komika Bikin Ketawa PeDe!
Kalo lo butuh hiburan yang beda dari yang lain, Pelatnas Metronom: Mukti Entutz tanggal 17 Januari di Taman Budaya Embung Giwangan siap ngebuat lo ngakak! Ini bukan lari, bukan konser musik, tapi pertunjukan komedi cerdas yang nge-satir dunia sepakbola—ya bro sis, lo kira sepakbola cuma bola doang? Di acara ini, Mukti Entutz bakal bawain jokes yang relate banget buat traveler kekinian yang ngerti meme dan kultur sepakbola masa kini. Tiketnya affordable dari Rp100 ribu sampai Rp350 ribu, jadi worth banget buat lo pecinta komedi & penikmat hiburan yang beda!
[Baca juga : "8 Event Kece Buat Lo Yang Hobi Jalan Juga Nyantai"]
6. Pementasan Teater “Air” – Seni Kontemporer yang Bikin Lo Ngelam!
Sis & bro yang suka art vibe, markirin tanggal 23 Januari karena Pementasan Teater “Air” di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta tuh acara yang kudu lo datengin. Ini produksi dari Unit Studi Sastra dan Teater UNY, dan tiketnya cuma mulai Rp20 ribu yang super ramah di kantong anak muda. Selain nambah wawasan, lo bakal ngerasain seni pertunjukan kontemporer yang elegan banget buat konten estetis di feed lo. Cocok buat lo yang lagi cari inspirasi baru atau sekedar liat sisi seni Jogja yang gak kalah keren dari musik atau olahraga!
7. Pameran Pangastho Aji – Belajar Sejarah Kerajaan Jogja!
Bro sis yang suka sejarah, jangan lewatkan Pameran Pangastho Aji yang berlangsung sampai 24 Januari di kompleks Keraton Yogyakarta. Lo bisa ngulik cerita kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII lewat artefak autentik dan arsip sejarah yang jarang banget lo liat di tempat lain. Ini bukan sekadar pameran biasa, tapi pengalaman edukatif yang bisa lo share di TikTok atau Reels sambil nge-tag lokasi yang bernilai budaya tinggi. Pokoknya event ini bikin lo makin #CultureSmart kalau lo beneran pengen explore sisi lain Jogja!
8. Awalan Fest – Punk Rock Vibes di Maguwoharjo!
Lo fans musik alternatif? Awalan Fest tanggal 24 Januari di Stadion Maguwoharjo kudu banget lo sambangi! Deretan headliner kayak Superman Is Dead, The Jeblogs, dan Rebellionrose siap nge-drop energi panggung yang liar abis! Tiket presale udah tersedia mulai Rp125 ribu, jadi worth banget buat lo yang pengen ngerasain vibes konser musik punk rock langsung dan nge-capture momen live buat konten lo. Ini tuh event yang pas banget buat lo yang nganggep musik sebagai lifestyle!
9. Padzchestra – Orkestra & Pop Fusion yang Elegan!
Bro sis yang pengen ngerasain sisi lain dari musik, Padzchestra juga tampil tanggal 24 Januari di Auditorium Dwiyarkara. Kolaborasi klasik & pop modern bareng Kunto Aji bakal ngehasilin sound yang unik banget! Tiketnya mulai dari Rp140 ribu sampai Rp248 ribu, dan cocok buat lo yang suka estetika musik yang classy sekaligus kekinian. Cocok banget buat lo pamerin di story sambil dengerin not musik yang nendang!
10. Study Abroad Expo IDP – Kuliah di Luar Negeri? Cus!
Dan buat bro sis yang lagi mikir soal masa depan, Study Abroad Expo IDP tanggal 29 Januari di Sahid Raya Hotel & Convention tuh acara kece yang gratis! Lo bisa dapetin info langsung dari institusi pendidikan mancanegara tanpa keluarin uang, networking bareng senior, dan nanya soal beasiswa yang bikin peluang lo makin terbuka lebar. Event ini tuh opsi edukatif yang gak kalah penting sama konser atau olahraga.
Bro-sis traveler, Jogja awal Januari 2026 tuh udah siap banget manjain lo dengan beragam event yang nge-blend banget antara olahraga, musik, seni, sejarah, sampai edukasi beasiswa! Pokoknya lo punya banyak pilihan buat nambah pengalaman liburan yang beda dari biasanya, dari yang bener-bener aktif sampe yang santai tapi penuh konten kece buat feed lo. Jangan lupa catet tanggalnya, ajak squad atau keluarga lo, dan siapin kamera buat capture momen tak terlupakan di Jogja! (Sumber Foto @deeahprasetyo)
...more