TripTrus.Com - Pulau Bintan? Mungkin di antara kita masih belum terlalu familiar dengan pulau ini. Pulau Bintan berada di Provinsi Kepulauan Riau. Beribukota di Tanjung Pinang, keindahan Pulau Bintan membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan jika berlibur ke Kepulauan Riau. Pulau Bintan juga memiliki Bandara Internasional yang diberi nama Bandara Raja Haji Fisabilillah yang sebelumnya bernama Bandara Kijang. Asal nama Bandara ini diambil dari nama tokoh pahlawan nasional kelahiran Riau.
Dengan kehadiran bandara bertaraf internasional, bisa dibilang bahwa Pulau Bintan menjadi pesaing Pulau Batam. Bukan tanpa alasan, Pulau Bintan juga dipenuhi dengan banyak tempat wisata keren dan juga resort mewah. Bahkan di sekitar Pulau Bintan terdapat kurang-lebih 3ribuan pulau-pulau kecil lainnya. Jadi, Pulau Bintan bisa dijadikan daftar tempat liburan kalian.
Berikut ini tempat-tempat menarik di Pulau Bintan yang bisa kalian jelajahi:
1. Pulau Penyengat
Pulau ini dulunya bagian dari Kesultanan Johor. Di Pulau ini berdiri dengan megah Masjid Raya Sultan Riau. Menurut mitos, Masjid ini mampu menampung berapapun jamaah yang akan beribadah. Sebelum perahu bersandar, Masjid ini sudah terlihat jelas karena bewarna kuning dan hijau. Pembangunan Masjid memakan waktu hingga 40tahun dan menggunakan perekat yang terbuat dari putih telur.
Selain terdapat masjid Raya Sultan Riau, di Pulau Penyengat juga terdapat makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, gudang mesiu, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.
2. Pantai Trikora
Bisa dibilang Pantai Trikora mirip dengan pantai-pantai di Pulau Belitung dengan bebatuan besarnya. Pantai Trikora merupakan pantai dengan garis terpanjang di pesisir timur Pulau Bintan. Batu-batu granit yang terhampar bisa menjadi objek foto yang bagus. Sejumlah pondok-pondok kecil bisa menjadi tempat melepas lelah sembari memandangi keindahan Pantai Trikora.
3. Treasure Bay
Kalau ada yang bertanya di mana kolam renang terbesar di Asia Tenggara, kalian boleh menjawab dengan bangga “di Bintan”. Ya, kolam renang seluas 6.3hektar ini didesain tidak menyerupai kolam renang biasanya. Lebih mirip dengan lanskap tepi pantai dengan tepian yang landai. Dan tak sedikit yang bilang bahwa kolam renang ini adalah pantai buatan karena diisi dengan air laut.
Selain berenang, kalian juga bisa menikmati aktifitas lain di Treasure bay seperti: Kayaking, Paddle Boarding, Speed Boat, Flyboard, Segway, Skuter Listrik dan masih banyak yang bisa dinikmati di sini. Treasure Bay juga memiliki petugas penyelamat yang siap siaga ketika dibutuhkan.
4. Vihara Avalokitesvara
Selain memiliki kolam renang terbesar se-Asia Tenggara, Pulau Bintan juga memiliki Vihara terbesar se-Asia Tenggara loh. Katanya Pulau Bintan memiliki warga keturunan Tionghoa terbesar di Indonesia, jadi maklum kalau di Pulau Bintan sangat mudah dijumpai Vihara-vihara.
Belasan patung Buddha akan menyambut ketika memasuki halaman Vihara. Selain itu, yang membuat Vihara ini istemewa adalah adanya patung Dewi Kuan Yin Phu Sha di dalam ruangan, berlapis emas dan diperkirakan seberat 40ton. Infonya, Vihara ini menjadi pusat belajar para Biksu yang datang dari Negara tetangga Malaysia dan SIngapura bahkan dari China.
5. Komplek Vihara Dharma Sasana
Komplek Vihara yang dulunya dibangun oleh imigran dari China ini memiliki empat banguna utama. Ada 3 bangunan yang merupakan klenteng (Klenteng Fu De Zheng Shen, Kllenteng Tian Hou Sheng Mu, Klenteng Yuan Tien Shang) menghadap laut, dan bangunan ke-4 adalah Vihara Dharma Sasana itu sendiri.
Selain patung Buddha, Dewi Kuan Im dan patung naga, yang unik dari Komplek Vihara Dharma Sasana adalah terdapatnya diorama Biksu Tong Samcong beserta murid-muridnya, Sun Go Kong (Kera Sakti), Wu Jing dan Cu Pat Kay. Kebanyakan pengunjung Komplek Vihara Dharma Sasana berasal dari Malaysia dan Singapura.
6. Tugu Pensil
Sebuah tugu yang dibuat sebagai simbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan untuk Kepulauan Riau yang berhasil membebaskan daerahnya dari buta huruf. Untuk mempercantik Tugu Pensil, Pemerintah Kota Tanjung Pinang menyediakan berbagai fasilitas seperti: lapangan voli, jogging track, arena fitness, arena olahraga, kios kuliner, tulisan 'Tugu Pensil' besar dengan prasasti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, gazebo, dermaga kecil, arena bermain, toilet, akses langsung menuju pantai, dan taman. Tugu Pensil terletak di Jalan Haji Agus Salim ini berada di tepian pantai. Meskipun tidak memiliki tepian pantai berpasir, Tugu Pensil merupakan spot terbaik menikmati sunset di Kota Tanjung Pinang.
7. Akau Potong Lembu
Banyak orang bilang, berkunjung ke kota lain tidak lengkap tanpa mengunjungi pusat kuliner dan menikmati kulinernya. Pulau Bintan memiliki Akau Potong Lembu, menjadi tujuan kuliner warga lokal maupun wisatawan luar kota. Entah untuk sekedar nongkrong minum kopi atau makan berat. Di Akau Potong Lembu tersedia beraneka ragam kuliner, dari yang halal dan tidak halal. Akau Potong Lembu memiliki ciri khas yakni menawarkan sajian makanan seafood segar, seperti ikan bakar, sop ikan, cumi-cumi dan Gong Gong. Jam operasionalnyapun terbilang singkat, dari jam 5 sore hingga 11 malam, dan disarankan tidak berkunjung pada saat hujan, karena area kuliner ini terbuka, tidak di dalam gedung.
Menarikkan ke Pulau Bintan? Tunggu apalagi, jadikan Pulau Bintan sebagai destinasi liburan kalian selanjutnya!(Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Yo, Desember udah di depan mata nih, bulan paling rame buat jalan-jalan di Indo! Banyak banget acara seru, dari tradisi unik sampai konser musik keren, bikin akhir tahun lo makin pecah. Nah, gue udah rangkumin nih beberapa event kece yang sayang banget kalo dilewatin. Yuk, simak biar lo bisa atur liburan lo sekarang juga!
View this post on Instagram
A post shared by W Stage Picture (@wstagepict)
1. Katastrop 2024 (2 Desember) Suka sastra atau teater? Langsung gas ke Ekspresi Sastra 2024 dari anak Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma. Lokasinya di Auditorium Driyarkara, Kampus II USD, mulai jam 5 sore. Serius, ini GRATIS bro!
2. Jelajah Ruang Menoreh Geo Heritage Run & Walk (7 Desember) Olahraga sekalian healing? Lo kudu banget ikutan event ini di Kawasan Geo Heritage. Dapet jersey, medali, voucher UMKM, plus vibes udara segar! Kombo parah, kan?
3. Gelegar Musik Prambanan (7 Desember) Mau karaoke bareng ribuan orang? Dateng ke konser ini! Mahalini, Juicy Luicy, sampe Yura Yunita bakal manggung epic di depan Candi Prambanan. Tiketnya? Langsung sikat di PLN Mobile. Jangan sampe telat!
4. Closing Ceremony JAFF ke-19 (7 Desember) Buat pecinta film, festival ini bakal nutup acara dengan vibes gokil. Empire XXI jadi saksi kolaborasi Jogja Hip Hop Foundation, dan lo bisa nikmatin GRATIS!
5. Saemen Fest 2024 (14 Desember) Lagi galau abis putus? Atau butuh lagu healing? Dateng ke Saemen Fest di Stadion Mandala Krida. Pamungkas, Tulus, sampe Bernadya bakal bikin lo nyanyi sampe lupa patah hati.
[Baca juga : "Desember Penuh Warna, Festival Asik Buat Liburan Lo Di 2024"]
6. Bantul Culture Run (15 Desember) Lari sambil nostalgia sejarah? Gaskeun di Bantul Culture Run. Start di Alun-alun Wukirsari, Imogiri. Hadiahnya? Gokil sih, bisa dapet mobil atau kambing! Siapa tau hoki lo lagi on fire.
7. Amikom Fest (21 Desember) Event anak muda banget, bro! Stadion Mandala Krida bakal rame sama Braves Boy, Rumah Sakit, dan lainnya. Tiketnya cuma 65 ribu. Worth it parah buat malem minggu lo.
8. Sasi Kiruna (22 Desember) Buat lo yang demen lari, Sasi Kiruna wajib masuk agenda. Rutenya di Embung Giwangan bikin mata adem, plus doorprize kece. Cuma modal 200 ribu, lo bisa sekalian ketemu komunitas lari Jogja.
9. Swara Prambanan (31 Desember) Tutup 2024 lo di Swara Prambanan! Ada Raisa, Mocca, Nadin Amizah, sampe JKT48 bikin countdown lo makin epik. Tiketnya mulai dari 250 ribu, bro. Jangan sampai kelewatan vibes keren ini!
Jadi, lo mau rebahan doang akhir tahun ini atau mau gas ke Jogja? Biar gak FOMO, buruan atur itinerary, siapin outfit keren, ajak bestie lo, dan pastiin tiket udah aman di tangan. Yuk, tutup 2024 lo dengan vibe yang gak bakal lo lupain! See you in Jogja! 🎉 (Sumber Foto @ferandy_ardhianto)
...moreTripTrus.Com – Sepanjang wilayah Pantai Utara Timur dari Demak-Kudus hingga ke Jawa Timur dikenal sebagai daerah-daerah persinggahan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam. Tak heran, jika budaya dan sisa-sisa peninggalan sejarah Islam masih melekat di daerah tersebut.
Seperti di Kota Kudus, terdapat makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, sebagai penyebar agama Islam yang sampai sekarang makamnya banyak dikunjungi peziarah. Dengan kehadiran dua tokoh tersebut, banyak meninggalkan kisah dan artefak kebudayaan Islam yang masih dapat dijumpai di sejumlah tempat. Salah satunya peninggalan masjid-masjid yang memiliki sejarah panjang. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Kudus yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini.
1. Masjid Jami' Kaujon
View this post on Instagram
A post shared by RIZKY AJHARIE (@rizky_ajharie) onJun 28, 2017 at 7:01am PDT
Langgardalem, adalah sebuah desa yang konon dulunya adalah tempat tinggal Sunan Kudus. Di desa ini terdapat delapan dukuh, yang masing-masing dukuh itu memiliki masjid sendiri. Di dukuh Kaujon ada sebuah masjid yang berada di atas kontur tanah yang tinggi, Kaujon pula namanya. Nama yang sama dengan dukuhnya dikarenakan tidak ada yang tahu kapan dan oleh siapa masjid ini dibangun. Masjid ini dulunya kecil, dan tanah sekeliingnya kala itu adalah milik Nitisemito. Kemungkinan masjid ini sudah ada sejak zaman Nitisemito. Luas bangunan masjid awalnya hanya 70 m2. Masjid Kaujon direnovasi pertama kali pada tahun 1989 dengan diprakarsai oleh K.H. Ma’ruf Irsyad yang kala itu menjadi nadhir masjid dan H. Mukhlis, BA yang menjadi wakil nadhir. Pelebaran hingga teras depan dilakukan karena semakin banyaknya jamaah. Hingga sekarang, luas masjid sekitar 345 m2 dan dapat menampung 800 jamaah. Dengan daya tampung tersebut, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terbesar di desa Langgardalem.
2. Masjid Agung Kudus
View this post on Instagram
A post shared by KUDUS (@sekitarkudus) onMay 18, 2018 at 1:26am PDT
Pada awalnya masjid ini tidak seperti sekarang. Masjid ini dulunya bernama Masjid Kriyan yang letaknya ada di belakang “Toko Sidodadi”5 . Berdasarkan cerita, keberadaan Masjid Kriyan sebenarnya masih ada, akan tetapi jalur akses untuk menuju ke lokasi sudah tidak bisa. Pada tahun 1991 Masjid Kriyan ini dipindahkan ke lokasi Masjid Agung Kudus yang sekarang ini. Berdirinya Masjid Agung Kudus, merupakan salah satu dari beberapa syarat yang harus ada dalam keberadaan pemerintahan. Pada zaman kolonial syarat adanya pusat pemerintahan harus mencakup tiga komponen, (Tiga Adat Jawa) yaitu: 1. Pendapa Kabupaten (dulu Kadipaten), 2. Adanya alun-alun dan 3. Adanya pohon besar yang terletak bersebelahan dengan kadipaten atau 1. Masjid, 2. Pendopo dan 3. Pembinaan Umat. Atas dasar tersebut, oleh prakarsa dari Muhammad Idris atau Raden Tumenggung Aryo Condro Negoro ke-IV (Bupati Kudus ke-4) pada tahun 1853 M/1274 H pembangunan Masjid mulai berlangsung.
3. Masjid Al-Firdaus
Masjid Al-Firdaus merupakan masjid Muhammadiyah terbesar se-Kabupaten Kudus. masjid dominan warna merah marun itu dibangun sekitar tahun 1925. Masjid terakhir mulai direnovasi pada tahun 2012, hingga sekarang sudah hampir tujuh tahun mengalami perbaikan, biaya pembangunan diambil dari hasil swadaya masyarakat. Masjid berdiri di atas tanah luas sekitar 2 ribu meter persegi. Sebelum direnovasi, masjid dulu berdiri seluas tanah 100 meter persegi. Masjid yang terletak di Jl. Raya Sudimoro, Desa Gribig, Kec. Gebog, ini memiliki dua buah menara yang menjulang tinggi. Menara tersebut mengapit kubah berwarna merah berkombinasi putih. Di bagian depan masjid, terdapat kubah-kubah kecil berwarna emas mengelilingi halaman masjid sebagai pagar. Dua buah menara di bagian depan mengadopsi desain dari Masjid Nabawi di Madinah. Di ruang utama masjid bagian dalam kubah bertuliskan lafal Ayat Kursi yang melingkar seirama bentuk kubah. Depan masjid dan bagian imam, tertuliskan lafal Allah dan Muhammad.
[Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Kudus - Part 2"]
4. Masjid Kyai Telingsing
View this post on Instagram
A post shared by M.Sholachudin.AL_AYUBI (@al_ayubi.54) onJun 10, 2019 at 9:06am PDT
Menurut H.J. De Graff & Th. Pigeaud (1985:108-122) Sunan Kudus merupakan salah satu imam masjid Kerajaan Demak pada akhir masa Sultan Trenggana, dan pada awal masa Sultan Prawata. Kyai Telingsing sebagai Guru Sunan Kudus dalam hal ilmu kanuragan atau kasekten adalah mubalig yang berasal dari Yunnan, Tiongkok Selatan. Selain menjadi mubalig, beliau juga seorang pedagang, serta pelukis terkenal dengan motif lukisan Dinasti Sung dari Tiongkok. Setelah datang ke Kudus untuk menyebarkan Islam, ia kemudian mendirikan Masjid Kyai Telingsing dan pesantren di Kampung Nganguk. Masjid yang diyakini sebagai tempat syiar agama untuk orang-orang yang nyantri pada Kiai Telingsing. Hanya saja, bangunan masjid itu tampak modern, jauh dari kesan kuno. Konon, dulu bangunnaya dari kayu jati berbentuk panggung. Di depan masjid, ada bangunan berbentuk Joglo Pencu, ciri arsitektural rumah di Kudus. Ada teras yang luas. Jejak lain sang kiai yang bisa dijumpai makam yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid.
5. Masjid Darussalam
Masjid yang dibangun pada tahun 1938, berlokasi di Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, RT. 05 RW. 04, Kaliwungu. Masjid ini memiliki luas tanah 925 m2 , luas bangunan 2.700 m2 dengan status tanah Wakaf. Jumlah daya tampungnya 50 - 100 jamaah. Semenjak terakhir direnovasi, halaman masjid jadi terlihat lebih luas dan bangunan masjidnya juga jadi lebih bagus. (Sumber: Artikel sknews.com, betanews.id, kemdikbud.go.id, lokadata.id, dkm.or.id Foto instagram.com/al_ayubi.54)
...moreTripTrus.Com - Baluran, bro, yang jadi destinasi alam di ujung timur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bakal tutup sebentar nih, mulai 15 Januari sampe 15 Februari 2024.
Kata Joko Mulyono, si juru bicara Taman Nasional Baluran, mereka harus benahin area wisata ini, abis kena serbuan pengunjung yang dateng pas libur Natal dan Tahun Baru 2024. Gila aja, bro, pengunjungnya sampe 23.600 orang!
View this post on Instagram
A post shared by Ayu Utami Saraswati (@ayuutamis)
Kabar penutupan ini keluar lewat surat edaran dari Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Johan Setiawan. Mereka tutup sekaligus buat ngecek dan evaluasiin kunjungan wisata.
Selama bulan penutupan, tim pengelola bakal ngasih perbaikan dan pemeliharaan buat tempat-tempat di Taman Nasional Baluran, terutama yang ada di sepanjang jalur dari Batangan ke Padang Sabana (Bekol) dan dari Bekol ke Pantai Bama.
[Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"]
Cek juga nih, mereka bakal bangun dan rawat tempat buat usaha kecil menengah di dunia pariwisata, kayak yang di jalur Batangan-Pantai Bama. Katanya sih, dari pintu utama sampe Pantai Bama ditutup, tapi dari Watunumpuk ke Pantai Merak tetep buka.
Mudah-mudahan, setelah diperbaikin, Baluran bisa makin keren dan ramah buat pengunjung, gitu kata Joko Mulyono. (Sumber Foto @adiantooooo)
...moreTripTrus.Com - Buat ngejagain vibe pariwisata, Pemprov Jateng udah ngegulirin Jawa Tengah Calender of Event 2024, loh. Nggak tanggung-tanggung, bakal ada 220 event seru yang bakal digelar di tahun depan!
Agung Hariyadi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, ngebahas rencana jagoan ini di Rakor Sinergitas Program Tahun 2024 dan Launching Jawa Tengah Calender of Event 2024 di Solo, Selasa kemaren.
View this post on Instagram
A post shared by KULINER SEMARANG ESTETIK / JOURNAL / HOBY / REVIEW / STORY (@ujestory)
Dia bilang, tanpa ada serunya acara atau festival, destinasi kita bakal sepi pengunjung, bro. Makanya, mereka meracik banyak kegiatan yang diharapkan bisa jadi pemicu bagi pengunjung buat mampir ke Jawa Tengah.
Mereka pun berharap, dengan usaha itu, tahun depan bisa dapetin 55 juta wisatawan yang ngunjungin Jawa Tengah, termasuk 600 ribu di antaranya turis mancanegara. Angka ini naik 10 persen dibandingin sama tahun ini, loh.
Katanya, ada sepuluh acara yang bakal jadi andalan tahun depan, di antaranya Dieng Culture Festival, Festival Arak-arakan Cheng Ho, Festival Kota Lama, Festival Gunung Slamet, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, Grebeg Sudiro, International Mask Festival, Java Balloon Attraction, dan Moro Borobudur.
[Baca juga : "Liburan Gokil! 5 Destinasi Keren Di Indonesia Buat Ngelewatin Tahun Baru 2024"]
Ngga cuma itu, bakal ada juga rangkaian event olahraga, musik, dan kreatif berskala internasional, seperti Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Payung Indonesia (FESPIN), Borobudur Marathon, dan Tour de Borobudur.
Dari dunia maya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Sujarwanto Dwi Atmoko, nyamperin dan bilang kalo mereka komit buat support lewat fasilitasi pelayanan acara. "Total anggarannya udah sampe Rp112,115 miliar," ujarnya.
Intinya, buat mantepin pariwisata, mereka siap geber ratusan event seru di Jateng. Cuss, siap-siap ngubek Jawa Tengah di tahun 2024! 🎉 (Sumber Foto @iqbalxpangestu)
...moreMasih ingat heboh penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir yang menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik Jawa Timur itu memang dikenal luas di Singapura dan Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal-kapal mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi Orang Boyan dan Kampung Boyan.
Sebagian besar penduduk laki2nya memang melanglang buana untuk bekerja di Malaysia, Australia dan Singapura. Tidak mengherankan jika wajah kemakmuran terlihat hampir di seluruh penjuru pulau karena penghasilan para TKI itu terhitung di atas rata2 penghasilan orang Indonesia.Di sudut2 dusun bangunan rumah megah adalah hal yang lumrah. Luas Bawean sekitar 194 km2 terdiri dari 2 kecamatan yakni Sangkapura dan Tambak dengan jumlah penduduk 70 ribu jiwa yang kebanyakan bekerja sebagai petani dan nelayan. Terdapat dua kecamatan di pulau ini yakni Sangkapura dan Tambak.
Peta Bawean
MENUJU BAWEAN
Pulau yang jaraknya hanya 120 km dari Pelabuhan Gresik itu memiliki kontur daratan yang berbukit-bukit sehingga bisa memandang lepas jauh kelautan. Sangat mempesona berada di ketinggian pulau ini sambi lmemandang cakrawala jingga saat senja. Padahal waktu tempuh menuju pulau yang juga dijuluki sebagai Pulau Putri ini hanya 3,5 jam dengan kapal cepat atau 8 jam dengan kapal ferry dari dermaga Gresik. Harga tiket kapal cepat terhitung murah untuk sekali jalan, kelas ekonomi Rp 130 000, kelas eksekutif Rp 150 000 dan kelas VIP Rp 160 000.
Kapal Cepat Express Bahari - Penyeberangan ke Bawean
Sedangkan menumpang kapal ferry harga tiketnya hanya Rp 70.000 dengan fasilitas tempat tidur di barak tanpa AC. Jika ingin lebih nyaman, bisa bernegosiasi dengan Anak Buah Kapal untuk menempati kamar tidur mereka yang berAC, kamar mandi bersih, sofa dan bunk bed. Mobil pun bisa masuk ke dalam kapal ferry ini dengan membayar Rp 800 000 sekali jalan dari dan ke Bawean. Pelabuhan Lamongan menjadi alternatif untuk keberangkatan dan kedatangan kapal ferry ini, terutama di saat laut bergelombang tinggi menuju atau dari Pelabuhan Gresik.
KEUNIKAN
Gelombang tinggi dan cuaca yang terkadang kurang bersahabat memang menjadi kendala utama untuk menjadikan Bawean sebagai salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Kendati pulau tersebut mempunyai potensi wisata yang luar biasa untuk dijadikan tempat berlibur. Pantai pasir putih seperti Pantai Kuta Bali, pemandangan bawah laut yang menakjubkan seperti Bunaken Sulawesi Utara, danau air tawar yang eksotis karena bisa berubah warna sesuai musim, pulau-pulau gosong yang cantik karena hamparan pasir putih dikelilingi air laut jernih, pemandangan sunset yang spektakuler di berbagai sudut pulau, pemandian air panas yang masih alami ala kampung orang kepulauan, air terjun yang masih alami dan yang terpenting adalah bagaimana lidah dan perut kita dimanjakan oleh beragam jenis makanan ala Bawean. Seperti martabak, kocok2 alias fish cake, baso ikan dan sambal Bawean yang sedap luar biasa.
Selain itu pulau Bawean juga dikenal mempunyai jenis rusa asli yakni Rusa Bawean (Axis kuhlii) yang merupakan fauna endemik. Satwa yang dilindungi dalam Cagar Alam Pulau Bawean ini jumlahnya semakin menyusut setiap tahun karena perubahan hutan hujan menjadi hutan jati, sehingga ketersediaan makanan bagi satwa pemakan tanaman semak ini juga semakin berkurang. Saat ini jumlah rusa Bawean yang hidup liar diperkirakan tinggal 400-600 ekor. Belum lama ini pemerintah mengelola sebuah tempat penangkaran rusa di Desa Pudakit Timur, berjarak kira-kira 6 km dari Pelabuhan Bawean. 37 ekor rusa hidup dalam penangkaran yang letaknya terpencil di sebuah lembah. Terpencil karena rusa-rusa tersebut memang sangat peka terhadap suara. Sehingga saat menyambangi penangkaran tersebut pengunjung diminta untuk berbicara pelan, tidak berisik dan memotret tanpa lampu kilat. Lokasi yang tersembunyi dan sunyi menjadi obat tersendiri menyaksikan rusa penghuni asli Pulau Bawean itu.
Rusa Bawean di Penangkaran
Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini.
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2
Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...moreTripTrus.Com - Buat lo yang doyan keluyuran, Surabaya bulan ini bener-bener rame kayak pasar malam. Acara dari ujung ke ujung kota ada semua—dari festival, konser, sampe lomba lari juga ada. Pokoknya kalau lo stay di Surabaya atau sekadar mampir, kudu banget catet tanggal-tanggal penting ini. Jangan sampe lo cuma rebahan di hotel, rugi banget sih. Event-nya nggak cuma buat yang tua doang, yang muda, anak gaul, sampe emak-emak juga bisa ikutan. Lo bakal nemu yang seru, lucu, bahkan yang edukatif juga ada. Jadi siapin kalender lo, siapin outfit kece, dan siapin tenaga buat muter-muter kota!
1–31 Mei: Surabaya Shopping Festival – Surga Para Dompet Hunter!
Siap-siap, ini bukan belanja biasa coy, ini mah marathon belanja sebulan penuh! Dari mall elit sampe pusat grosir, semua diskonan tumpah ruah. Lo bisa dapet gadget, baju, sampe makanan dengan harga sadis. Buat lo yang suka ngerusak dompet sendiri (atau dompet gebetan, ups!), bulan ini waktunya balas dendam. Yang penting jangan sampe kartu ATM lo nangis.
4 Mei: Medic Air Run FK Unair – Lari Dapet Keringat & Jodoh?
Bukan cuma olahraga, ini tuh ajang cari jodoh juga bisa! Ada rute 5K, 10K, sampe Half Marathon. Start-nya di FK Unair, finish-nya? Bisa aja di hati dia. Sambil lari, sambil cuci mata, siapa tau nemu partner sefrekuensi. Abis finish, bisa healing dikit sambil stretching bareng stranger yang mendadak akrab.
6–10 Mei: Munaslub Apeksi VII – Pejabat Kumpul, Lo Bisa Numpang Narsis!
Oke, ini agak seriusan. Tapi serius bukan berarti boring. Di sini semua kepala daerah ngumpul buat bahas masa depan kota-kota di Indo. Lo dateng aja, siapa tau bisa selfie bareng walikota atau minimal numpang eksis di story temen.
8–10 Mei: Festival Kuliner Legendaris + Indonesia City Expo – Makan Enak, Liat Pembangunan!
Gaspol buat para perut lapar dan mata penasaran. Lo bisa nikmatin makanan khas Surabaya dari yang klasik sampe yang jarang ada. Rawon? Ada. Rujak cingur? Wajib. Plus sambil ngintip-ngintip perkembangan kota-kota di expo, siapa tau dapet ide buka bisnis di kampung lo.
9 Mei: Karnaval Budaya Apeksi – Tontonan yang Bikin Merinding Keren!
Lo suka budaya dan warna-warni? Wajib mampir ke parade ini. Kostum nyentrik, tarian daerah dari Sabang sampe Merauke, semuanya numplek jadi satu. Berasa nonton pembukaan Asian Games versi lokal, tapi vibes-nya tetep gokil.
9–11 Mei: Event Bertubi-tubi! – Dari Nikah, Komunitas, Sampai Healing Bareng Keluarga!
Weekend lo nggak bakal nganggur. Lo bisa ke Wedding Fair (buat yang baper atau nyari vendor), mampir ke Creative Community Days (buat cari inspirasi), atau ngajak bocil-bocil ke Dream Lake Graha Natura. Pilih aja sesuai mood lo, semuanya fun abis!
14 Mei: Cross Musea – Gabut Pintar di Museum Dr. Soetomo!
Lo yang ngerasa otaknya perlu di-charge budaya, cocok banget kesini. Museum dari berbagai daerah gabung jadi satu. Koleksi-koleksi sejarah, seni, sampe artefak unik bisa lo nikmatin sambil sok-sokan jadi anak artsy buat konten IG lo.
17–18 Mei: Festival Rujak Uleg + Lomba Perahu Layar – Tradisi & Kuliner dalam Sekali Gas!
Bayangin lo uleg rujak rame-rame sambil ketawa bareng stranger, terus lanjut nonton lomba perahu layar tradisional. Ini vibes-nya beneran Suroboyoan banget. Lo bakal ngerasain sensasi jadi bagian dari budaya asli kota ini.
21–23 Mei: Hospital Expo’25 – Medis, Tapi Tetep Estetik!
Buat lo yang ada di dunia medis, atau sekadar pengen liat alat-alat kesehatan canggih, ini ajang wajib. Lokasinya di Grand City Mall & Convex, jadi habis liat alat CT Scan, bisa langsung hunting kopi cantik buat istirahat otak.
24 Mei: Festival Musik Surabaya Hebat – Musik Lokal, Joget Total!
Musisi lokal naik panggung, lo tinggal dateng bawa badan dan mood asik. Dari genre akustik sampe beat kenceng, lo bisa party ringan tapi hati senang. Sambil joget, sambil dukung musisi lokal yang makin keren.
25 Mei: Surabaya Vaganza – Parade Kece di Jalanan Kota!
Tugu Pahlawan sampe Balai Pemuda jadi runway buat parade budaya dan kendaraan hias yang epic. Ini semacam fashion show tapi versi budaya Indonesia. Lo yang suka konten, siapin HP dan tripod lo, feed Instagram lo bakal naik level.
28 Mei – 1 Juni: Surabaya Pestapora – Anak Senja Merapat!
View this post on Instagram
A post shared by Surabaya Pestapora (@surabayapestapora)
Di THP Kenjeran, lo bakal nemuin vibes festival anak indie: musik chill, instalasi seni, dan crowd yang estetik. Dateng bareng temen, gebetan, atau sendiri juga oke—yang penting feel-nya dapet banget.
31 Mei: Penutup Spektakuler – Tiga Event, Satu Tanggal, Nggak Bisa Gak Dateng!
Di tanggal ini, lo bisa dapet tiga event sekaligus: Surabaya Tourism Awards (ngasih penghargaan buat pejuang pariwisata), Ruwatan & Wayang Kulit di Tugu Pahlawan (buat yang kangen nuansa tradisional), dan konser Hari Jadi Surabaya bareng NDX Aka—fix, nostalgia vibes-nya bikin mewek tipis-tipis.
[Baca juga : "Mei Gak Boleh Rebahan Doang! Ini Deretan Event Keren Buat Healing & Eksis"]
Abis puas keliling event, waktunya lo mikirin orang rumah. Surabaya punya banyak oleh-oleh yang wajib lo bawa, dari yang klasik sampe kekinian:
Spikoe Kuno – Lapis legit nostalgia, lembut dan manisnya pas.
Sambal Bu Rudy – Sambel legenda yang wajib dibawa pulang, cocok buat semua nasi.
Kue Kacang – Cemilan jadul tapi nagih, cocok buat ngopi.
Ikan Asap – Aroma khas dan rasa gurihnya nempel di lidah!
Kerupuk Ikan Kenjeran – Kriuknya parah, cocok buat ngunyah sambil Netflix-an.
Almond Crispy – Snack modern yang crunchy-nya bikin ketagihan.
Lapis Kukus Pahlawan – Oleh-oleh pemenang award, cocok buat semua kalangan.
Mei 2025 di Surabaya tuh bukan cuma rame, tapi juga berwarna. Lo bisa eksplor budaya, belanja gila-gilaan, nonton konser, sampe makan kuliner legend. Terus jangan balik ke kota lo tangan kosong—oleh-oleh khas Surabaya banyak yang wajib banget dibawa pulang. Jadi, siapin diri lo buat full experience di Kota Pahlawan. Let’s go jalan-jalan gaya lo, gaya gue, gaya kita semua! (Sumber Foto @kingcula)
...moreTripTrus.Com - Keindahan panorama serta budayanya yang agung membuat Indonesia dilirik banyak sineas film luar negeri.
Beberapa dari mereka bahkan pernah menjadikan destinasi-destinasi wisata di Indonesia sebagai tempat syuting film mereka. Berikut tempat wisata di Indonesia yang pernah muncul di film-film Hollywood.
Hutan mangrove di Kalimantan ternyata pernah dijadikan latar tempat untuk film populer Anaconda - The Hunt of Blood Orchid. Film yang dibintangi oleh Johnny Messner dan KaDee Strickland ini menampilkan hutan belantara di Kalimantan dan kehidupan hewan-hewan di dalamnya.
Candi Prambanan, Yogyakarta
Keagungan Candi Prambanan pernah muncul di film The Philosophers pada tahun 2013 lalu. Film yang dibintangi Cinta Laura dan Bonnie Wright ini memiliki genre fiksi ilmiah. Tidak hanya Candi Prambanan saja, destinasi wisata lain seperti Pulau Belitung dan Gunung Bromo juga menjadi tempat syuting film ini.
Ubud, Bali
Bali menjadi tempat wisata di Indonesia yang paling populer bagi turis mancanegara. Beberapa tempat eksotis di Bali bahkan pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood seperti Desa Ubud. Desa Ubud pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh aktris ternama Julia Roberts.
Karangasem, Bali
Tidak hanya Ubud saja yang berhasil menarik perhatian sineas film Hollywood, Karangasem ternyata juga pernah menjadi lokasi syuting film Hollywood berjudul Alex Cross. Film yang disutradari oleh Rob Cohen ini menampilkan panorama indah Karangasem yang dikelilingi pegunungan dan pantai. (Sumber: Artikel-Foto teen.co.id)
...moreTripTrus.Com - Selama ini tembakau diketahui sebagai bahan utama pembuat rokok. Tidak heran bila banyak orang yang berpandangan negatif terhadap tanaman tersebut, karena rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit. Akan tetapi, lebih dari itu, tembakau sebenarnya memiliki banyak manfaat.
[Baca juga : "Peunayong, Kampung Pecinan Di Aceh Yang Berbenah"]
Tembakau sering digunakan dalam bidang medis untuk mengobati penyakit tertentu. Sebut saja penyakit kulit, sakit gigi, gigitan serangga, ular berbisa, pilek, dan pasta gigi. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui manfaat tembakau. Dengan begitu tanaman tersebut bisa diolah lebih positif.
Apabila Anda ingin mencari tahu lebih lanjut tentang tembakau, Anda bisa mengunjungi objek wisata yang berkaitan dengan tanaman tersebut. Berikut tempat wisata tembakau yang telah Okezone rangkum:
1. Wisata Kebun Tembakau, Jember
View this post on Instagram
Menurut sejarah tembakau produksi Jember memilki kualitas tinggi sehingga tidak kalah dari tembakau Amerika bahkan Kuba sekalipun. Sejak dahulu tembakau produksi Jember ini diekspor ke Jerman. Bahan baku yang diekspor tersebut digunakan sebagai bahan pembalut, pengikat, hingga sebagai pengisi bagian dalam dari cerutu berkualitas tinggi. _______________________________________________ Lokasi Foto Ambulu Jember Taken By @nikonindonesia D3300 Nyawah Bareng @yovi_prasetyo _______________________________________________ #dunphomalang #malangrayalandscaper #ci_malang #instamalang #geomalang #natgeo #nature #sawah #tembakau #jember #jemberpunya #jemberbanget #explorejember #pesonajember #tembakaujember #mbonglembongjember #fyi #indophoto_landscape #indonesia_photography #iamindonesia #nikonindonesia #d3300 #landscape #landscaperid #landscapelover #lanscape_captures #landscape_photography #daylight #pesonaindonesia
A post shared by Thohir Al Bahar (@thohir_albahar) onJul 17, 2018 at 4:17am PDT
Sejak zaman penjajahan, Jember sudah menjadi salah satu daerah penghasil tembakau. Perkebunan tembakau pertama kali didirikan oleh George Bernie di Jenggawah. Saat itu tembakau yang ditanam adalah BNO (Besuki Na Oogst). Pada 1996 usaha perkebunan tembakau semakin maju dan tanaman itu seakan menjadi ikon kota Jember.
Saat ini, daun tembakau dari hasil PT Perkebunan Nusantara X menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Bahkan tembakau dari kebun tersebut telah diekspor hingga ke Eropa. Di Kota Tembakau itu masyarakat bisa mengunjungi perkebunan tembakau untuk melihat secara langsung rupa daun tersebut.
2. Museum Tembakau, Jember
View this post on Instagram
Yuk selagi masih libur sekolah, sempatkan berkunjung ke @museumtembakau 🍂 . Satu-satunya museum tembakau di dunia, siapapun pasti betah dan mendapatkan ilmu yang tak terkira. Terima kasih bapak @sunitonito yg dg ramah menyambut kita, memberikan penjelasan yg menarik dan menyediakan video tentang tembakau. Ternyata asap rokok bisa dijadikan obat lho. Berkesan sekali pengalaman hari ini. Tiap sudut museum ini patut diabadikan dan menakjubkan. Dijamin betah dan nyaman di dalamnya. Besok2 pasti akan kembali lagi ke sana. Oia, di dalamnya jg ada perpustakaan lho,, it's so much fun #museumtembakau #lembagatembakau #tembakau #jember #museumtembakaujember #banggajadiwargajember
A post shared by @ niafia11 onJul 1, 2018 at 11:39pm PDT
Selain terkenal dengan perkebunan tembakaunya, di Jember juga terdapat Museum Tembakau. Museum ini dikelola oleh UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau (PSMB-LT) Jember sejak 2014.
Museum ini terletak di Jalan Kalimantan No.1, Jember, Jawa Timur dan buka setiap hari Senin - Jumat. Tak hanya untuk sekadar memamerkan jenis-jenis tembakau, museum ini juga diperuntukkan menguji kualitas tembakau agar menjadi komoditas unggulan.
Museum Tembakau ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berisi koleksi daun tembakau jenis VO (Voor-Oogst) dan NO (Na-Oogst) yang telah dikeringkan, koleksi alat-alat pembuat rokok atau cerutu kuno, mesin ketik, serta berbagai perlengkapan yang digunakan oleh petani.
Lalu ada pameran yang memperlihatkan bila tembakau bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan parfum, antibiotik, pestisida, pupuk, sabun, dan kosmetik. Sedangkan di lantai dua merupakan perpustakaan yang berisi informasi lebih lanjut mengenai tembakau. (Sumber: Artikel okezone.com Foto sunsetonbali.blogspot.com)
...more