shop-triptrus



Wisata Religi di Lasem, Ini Tiga Kelenteng Tua yang Bisa Dikunjungi

TripTrus.Com - Lasem, sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah penuh dengan jejak peninggalan budaya China. Hingga kini, peninggalan seperti rumah berciri khas China Hindia bisa dengan mudah diliihat di Desa Karangturi. Arsitektur ala selatan Tiongkok bisa ditemukan pada bangunan yang masih kokoh berdiri. Tak hanya itu, tempat-tempat ibadah seperti kelenteng juga meramaikan kota mungil berjuluk "China Kecil" itu. Sumber: Foto klikhotel.com Ada tiga kelenteng tua yang bisa dikunjungi di Lasem. Ada Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Poo An Bio, dan Kelenteng Gie Yong Bio. Masing-masing terletak di desa berbeda. KompasTravel beberapa waktu lalu sempat mengunjungi tiga kelenteng di Lasem itu. Berikut ulasan singkat tentang ketiganya. 1. Klenteng Cu Ang Kiong Kelenteng Cu Ang Kiong berada di Desa Dasun, Lasem. Dari Jalan Raya Lasem, Kelenteng Cu Ang Kiong terletak sekitar 100 meter.  Dari halaman kelenteng terlihat ukiran-ukiran aksara China, dua buah naga di bagian gerbang, atap bangunan ekor walet. Sebuah tiang besi mirip tiang dek kapal yang masih berdiri menjulang di halaman kelenteng. Tiang dengan bendera kecil segitiga itu menjadi penanda dewa yang berhubungan dengan laut, yaitu Dewi Ma Zu (sering disebut Mak Co), atau dalam bahasa Hokkian dikenal sebagai Thian Siang Sing Bo yang berarti Sang Dewi Samudra atau Dewi Laut asal Fujian. Di dalam kelenteng, terdapat altar utama penyembahan Dewi Mak Co. Di dekat Mak Co, ada juga patung dari Fude Zhengshen (Dewa Bumi dan Kekayaan) dan Jialan Ye. Di dalam kelenteng juga terdapat batu-batu prasasti dan papan bertulis dalam bentuk melintang dan membujur. Di samping kiri dan kanan bagian dalam bangunan kelenteng terdapat beberapa mural. 2. Kelenteng Gie Yong Bio  Kelenteng lainnya di Lasem adalah Gie Yong Bio. Kelenteng ini terletak di Jalan Babagan No 7, Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Kelenteng ini terletak di sebelah kanan jalan. Jika dibandingkan dengan Kelenteng Cu Ang Kiong, Kelenteng Gie Yong Bio berukuran lebih kecil. Di Kelenteng Gie Yong Bio terdapat altar yang berisi patung Fude Zhengshen dan Confusius. Klenteng ini juga memiliki arsitektur berlanggam Fujian, China Selatan. Atap bangunan kelenteng Gie Yong Bio berbentuk ekor walet. Dari luar, kelenteng Gie Yong Bio punya gerbang pintu masuk yang berukirkan aksara China. Kelenteng Gie Yong Bio juga memiliki mural seperti di Kelenteng Cu Ang Kiong. Mural-mural tua itu masih bisa terlihat dengan cukup jelas. 3. Kelenteng Poo An Bio Kelenteng Poo An Bio terletak di Jalan Karangturi VII/13, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem. Kelenteng Poo An Bio ini disebut-sebut tertua di Lasem meski tak ada bukti-bukti tertulis terkait pembangunannya. Kelenteng ini disebut sebagai persembahan kepada Kwee Sing On (Guo Shen Wang). Kwee Sing Ong adalah dewa yang kelenteng aslinya berada di Desa Baijiao, Kabupaten Zhangzhou, Provinsi Fujian, China Selatan. Di bagian luar kelenteng, ada gerbang yang bertuliskan aksara China. Sementara di bagian dalam kelenteng, ada juga altar tempat patung penyembahan dan mural-mural seperti di dua kelenteng lainnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...more

Tahun Ini, Cap Go Meh Run 2018 Sapa Singkawang

TripTrus.Com -  Anda ingin merayakan Imlek 2569? Berlibur sambil menikmati budaya Tionghoa beserta sport tourismnya? Datang saja ke Festival Cap Go Meh 2018 di Singkawang, Kalimantan Barat. Dari mulai 15 Februari sampai 3 Maret 2018, Anda bisa menyaksikan sembilan event Imlek seru di Singkawang. Edisi 2018 ini dijamin bakal lebih seru. Lebih fun. Wisman dan wisnus nantinya tak hanya menyaksikan parade budaya, aneka perlombaan serta pasar rakyat seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, ada juga sport tourism yang ikut ditawarkan. “Festival Cap Go Meh tahun ini dikemas lebih menarik. Tidak monoton. Banyak hal baru yang kami tawarkan,” ungkap Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Selasa (16/1).   Semangat, Keceriaan dan Kebersamaan. Capgomeh Singkawang 2017. Photo by @marsuki_nhi #bestphoto #fototerbaik #bestphotografer #wisatasingkawang #capgomehsingkawang A post shared by Tanjung Bajau Singkawang (@tanjungbajausingkawang) onApr 7, 2017 at 2:22am PDT Yang dimaksud Tjhai Chui Mie adalah Cap Go Meh Run Singkawang 2018. Nantinya, peserta akan diajak berlari di tengah kemeriahan perayaan Cap Go Meh. Selain berlari menyusuri eksotismenya kota Singkawang, peserta bisa selfie. Bisa nge-vlog. Dan semua, bisa dilakukan di tengah balutan bangunan bergaya Tionghoa dan klenteng di Singkawang. “Start dan finish ada di Singkawang Grand Mall. Coba bayangkan saja keseruan dari event ini. Sambil berlari, mereka bisa menikmati arsitektur bangunan-bagunan di sini yang klasik. Silakan ambil bagian 25 Februari  2018 nanti,” jelas Tjhai. Bagi yang ingin ambil bagian, silakan pilih kategori yang Anda minati. Mau pilih kelas 10K? 5K? Semua ada. Bahkan anak-anak 6-12 tahun pun bisa ikut berpartisipasi di kategori Kids Dash. Biaya pendaftarannya pun  relatif murah. Dengan kocek Rp.100 ribu hingga Rp.150 ribu, Anda sudah bisa tampil di kelas 5K dan 10 K. Sementara untuk anak-anak, hanya dikenakan tarif Rp.50 ribu. “Proses pendaftaran juga mudah, tinggal klik di www.capgomehrun.com,” tambahnya. Hadiahnya? Dijamin oke. Total hadiah puluhan juta rupiah plus medali sudah disiapkan panitia. Komentar Menpar Arief Yahya pun sangat positif. Sebagai atraksi, kehebohan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, diyakini bisa menjadi atraksi budaya yang tiada duanya di Asia. “Perayaan Cap Go Meh. Singkawang, Kalimantan Barat selalu menjadi pusat perhatian turis karena terbesar dan menjadi terheboh di Asia. Kalau sudah dipromosikan, lalu akses menuju ke Singkawang makin banyak flight, bisa menjadi tontonan unik pasar Tiongkok," ujar Arief Yahya. Berikut ini kalender Festival Cap Go Meh 2018 Singkawang Pameran Seni Budaya dan UKM, Lokasi Lapangan Kridasana, Tanggal 15. Hias Rumah, Lokasi Kota Singkawang, Tanggal 15 Februai-Maret 2018. Lomba Atraksi Barongsai, Lokasi Lapangan Kridasana, Tanggal 23-22. Pemilihan Hakka Ako Amoi Singkawang, Lokasi Singkawang Grand Mall. Cap Go Meh Run, Lokasi Singkawang Grand Mall, Tanggal 25 Februari 2018. Lomba Karaoke Pop Mandarin, Lokasi Singkawang Grand Mall, 26-27 Februari 2018. Pawai Lampion, Lokasi Kota Singkawang, Tanggal 28 Februari 2018. Altar & Lelang Cap Go Meh, Lokasi Kota Singkawang, 2 Maret 2018. Festival Tatung Cap Go Meh, Lokasi Kota Singkawang, 2 Maret 2018. Demikan beberapa rangkaian acara Festival Cap Go Meh 2018 di Singkawang, semoga bisa menjadi salah satu agenda liburan kalian! (Sumber: Artikel indopos.co.id, Foto Paul Hessels)
...more

Libur Lebaran 2021, Tempat Wisata Boleh Beroperasi dengan Prokes

TripTrus.Com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tempat wisata lokal di dalam wilayah aglomerasinya masing-masing tetap beroperasi saat larangan Lebaran 6 sampai 17 Mei 2021. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan disiplin dan ketat. Sandiaga Uno menegaskan pemerintah melarang masyarakat mudik saat libur Lebaran 2021, guna mencegah penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19. Sandiaga mengatakan, untuk mengisi waktu liburan saat mudik dilarang, maka objek wisata lokal diperbolehkan buka dengan protokol kesehatan ketat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Jogja Malam Hari (@jogjamalam_) “Keputusan pemerintah untuk meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu dan Nataru (Natal dan Tahun Baru), jumlah peningkatan kasus (COVID-19) saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru mencapai 70 persen,” kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin 19 April 2021. [Baca juga : "3 Daerah Di Bali Siap Jadi Kawasan Wisata Bebas COVID-19"] Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti membatasi kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal itu untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat karena tidak melakukan mudik saat lebaran 2021. “Kita perlu antisipasi masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah pemerintah daerah dan Satgas COVID setempat, jika terjadi peningkatan jumlah COVID-19 di daerah tersebut, keputusan untuk menutup destinasi wisata ada di tangan daerah setempat,” ujarnya. (Sumber: Artikel okezone.com Foto saiul038 ) 
...more

Candi Jiwa, Wisata Purbakala di Pesisir Karawang

TripTrus.Com - Selain terkenal dengan sebutan daerah lumbung padi, ternyata Kabupaten Karawang juga kaya akan peninggalan sejarah.Di daerah lumbung padi Jabar ini, telah ditemukan sejumlah candi dan situs purbakala. Seperti, Situs yang ditemukan di kawasan Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya. Menurut catatan sejarah, Situs purbakala tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1984. Awalnya, mereka melakukan penelitian di Cibuaya. Saat itu, ditemukanlah dua arca yang konon bernama Arca Wishnu. Benda tersebut, kemudian dibawa ke Jakarta untuk diteliti. Dan akhirnya, sampai sekarang di simpan di Museum Jakarta. [Baca juga : Wisata Edukasi Ke Rumah Sejarah Kalijati Di Subang Jawa Barat] Penemuan dua arca itu, kemudian di dengar oleh sejumlah masyarakat Cibuaya. Kemudian, masyarakat tersebut memberitahu kepada para peneliti itu, bahwa di Kampung Sumur RT 11/04, Dusun Sumur Jaya, Desa Segaran banyak ditemukan benda seperti itu. Setelah datang ke Segaran, ternyata di desa itu terdapat banyak gundukan tanah (tanah duwur) yang di tumbuhi rumput dan ilalang. Setahun kemudian, tepatnya 1985 para peneliti dari Fakultas Sastra UI tersebut, kembali lagi ke Segaran. Mereka, langsung melakukan penelitian dan gundukan-gundukan tanah itu pun mulai digali. Proses penggalian memakan waktu sampai 10 tahun. Benar saja, saat penelitian ditemukan situs yang berbentuk batu, dengan luas lokasi 5X5 kilometer persegi. Kemudian, situs tersebut dibersihkan, diukur, digambar, dan di dokumentasikan. Setelah itu, di bawa ke Jakarta untuk di bahas di forum studi kelayakan. Dari penelitian itu menyimpulkan, jika candi tersebut dibangun antara abad 4 sampai 5 Masehi. Bahkan, ada juga ahli sejarah yang menyebutkan candi tersebut se-zaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Namun, ada juga yang menyebutkan candi tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Dengan bukti, bangunannya merupakan batu berbentuk tegak (menhir) dan terdapat batu besar (dolmen). Komplek percandian tersebut, berdasarkan topografi berada di dua desa dan kecamatan. Yaitu, sebagian masuk ke wilayah Desa Segaran Kecamatan Batujaya, dan sebagian lagi masuk ke Desa Telagajaya Kecamatan Pakisjaya. Namun, masyarakat umum lebih mengenalnya komplek percandian Batujaya. Lokasi tersebut, terletak pada koordinat 107:08:14,08-107:09:04,91 Bujur Timur, dan 06:05:21,86-06:06:30,31 Lintang Selatan. Candi tersebut, merupakan peninggalan ajaran Budha. Karena, di situs tersebut pada bagian atas kaki candi, terdapat susunan bata melingkar bentuknya membulat. Bentuk tersebut, diduga sebagai sisa susunan stupa. Pada tahun 2005, pemerintah pusat melalui pejabat yang terkait, mendatangi lokasi penggalian situs bersejarah itu. Setahun kemudian, baru diadakan pemugaran sampai sekarang ini. Saat ini, sudah terlihat empat titik candi.   Bangga jadi orang karawang punya banyak sejarah didalamnya, eh ngomong ngomong aing kan orang Pebayuran bekasi😂keun lah karawang oge indonesia sarua wae indonesia, pokokna mah bangga jadi orang indonesia. . . . #explorekarawang #candibelandongan #candijiwa #sejarahindonesia #wonderfulindonesia #pesonaindonesia A post shared by Pratama Rizki (@rizki_pratama1996) onApr 5, 2018 at 5:57am PDT Di antaranya, Candi Blandongan, Jiwa, Serut dan Pendopo. Ukuran Candi Blandongan, paling besar yakni 25X25 meter. Kemudian disusul Candi Jiwa, dengan ukuran 19X19 meter, Candi Serut diperkirakan ukurannya 12X12 meter, dan Candi Pendopo luasnya 5X6 meter. Muralih (34), salah seorang juru pelihara BPCB Komplek Situs Candi Jiwa, mengatakan, sampai saat ini sudah ditemukan 40 situs candi. Namun, yang sudah dilakukan pemugaran baru empat candi. Sisanya, belum dilakukan pemugaran. Muralih menjelaskan, sejumlah situs purbakala ini memiliki luas sekitar 500 hektare. Situs ini, berada di area persawahan milik warga setempat. Adapun candi yang sudah dipugar, masing-masing, Candi Serut, Blandongan, Jiwa dan Telagajaya 8. “Dari empat situs yang telah dipugar itu, yang terluas yaitu Candi Blandongan. Untuk luas candinya saja mencapai 18 meter persegi. Akan tetapi, luas sama halamannya mencapai 1,5 hektare,”terang dia. Sedangkan, sambung dia, Candi Serut secara keseluruhan luasanya sekitar 7.000 meter. Kemudian, Candi Jiwa luasnya sekitar 2.000 meter. Sedangkan Candi Telagajaya 8, luasannya sekitar 5.000 meter. Sementara itu, Nasri (50), pengelola museum Batujaya mengatakan, situs candi yang ada di wilayahnya menjadi salah satu destinasi wisata. Baik wisatawan lokal ataupun luar kota. Mayoritas, wisatawan yang berkunjung masih status pelajar dan mahasiswa. Selain situs, juga ada museumnya.   Candi Blandongan, masih satu area dengan candi batu jiwa Karawang. Tunggu kisahnya bersama Doel suka kelayaban. #karawang #candijiwa #candiblandongan #batujaya #sukakelayaban #candi #temple A post shared by Nanang al batawie (@nanang_albatawie) onFeb 12, 2018 at 12:46am PST “Setiap bulannya, lebih dari seribuan orang wisatawan yang datang ke museum. Tapi, yang mengunjungi situs sepertinya lebih dari seribu orang. Untuk masuknya, wisatawan hanya bayar se-ikhlasnya,” ujarnya. (Sumber: Artikel inilahkoran.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Puncak Terhits Berburu Sunrise di Bogor, Kunjungi Bukit Batu Roti

TripTrus.Com - Selalu saja ada hal menarik ketika Anda memilih Bogor sebagai tujuan destinasi untuk berlibur. Mulai dari danau, pegunungan, hingga wisata alamnya selalu menjadi daya tarik wisatawan.       View this post on Instagram Moment sunrise memang paling ditunggu untuk di nikmati, bnyak tempat bagus untuk melihat sunrise tak terkecuali di puncak batu roti ini, tepatnya berada di ciampea bogor, pemandangan yg super indah ini, ingin rasanya kembali ksini. . 📍 Puncak batu roti, gunung kapur, ciampea, bogor . 📷 @rahmancosta92_ A post shared by M Bista Ilham (@bistailham_) onMay 22, 2018 at 4:13am PDT Salah satu destinasi yang menarik dan tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi bukit batu roti. Ini merupakan gunung kapur di Ciampea Bogor. Berada di atas puncak roti, Anda akan melihat lanskap tercantik di Bogor. Pemandangan alamnya terlihat memesona, ditambah struktur bebatuan di puncaknya menarik untuk dijadikan background untuk Anda berswafoto. Bogor tak hanya memiliki gunung Pangrango. Kota hujan ini juga memiliki bukit kapur yang kerap diincar wisatawan. Bukit Kapur memiliki tiga puncak yang memiliki pemandangan yang sama indahnya. Bukit yang didominasi oleh tanah dan karst berketinggian tidak lebih dari 400 mdpl ini memberikan sensasi yang berbeda. [Baca juga : "Lokasi Wisata Bogor Dengan Spot Underwater Yang Keren Abis"] Salah satu puncak yang paling diincar wisatawan untuk berburu sunrise adalah puncak batu roti. Puncak yang dikenal dengan karstnya yang membentuk seperti roti jika dilihat dari bawah. Bisa dibilang Puncak Batu Roti adalah salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Bogor Barat. Ditunjang dengan puncak karst yang mengerucut, membuat Anda dapat memandang ke sekelilingnya 180 derajat tanpa terhalang apa pun. (Sumber: Artikel inews.id Foto payungrimba.blogspot.com)
...more

Tinjil Vibes: Maldives-nya Banten yang Penuh Monyet & Sunset Goals

TripTrus.Com - Bro, lo pasti udah sering denger istilah “Maldives-nya Indonesia” atau “Maldives-nya Banten”, kan? Tapi serius deh, kalau lo pengen yang lowkey tapi tetep dreamy vibes, lo harus kenalan sama Pulau Tinjil. Pulau kecil ini ada di Pandeglang, Banten, dan cuma selangkah dari daratan Jawa, tapi langsung nyemplung ke Samudra Hindia. Luasnya emang mini, sekitar 5,9 km² aja, tapi jangan salah — pesonanya out of this world, Bro.       View this post on Instagram A post shared by M U F T I (@m_aprizan) Dari pantai ke laut, Tinjil tuh udah kayak postcard hidup. Pasir putih bersih, air biru kehijauan, dan lautnya bening parah. Banyak yang bilang, “Bro, ini Maldives banget, bukan di Banten!” Lo bisa snorkelling, diving, atau sekadar chill rebahan sambil nikmatin sunset. Instagrammable parah, no cap. Kalau lo mau feed medsos lo hits, sini tempatnya. Tapi, wait — Pulau Tinjil nggak cuma soal pantai & laut kece. Pulau ini juga rumah buat ribuan monyet ekor panjang alias Macaca fascicularis. Sejak 1988, pulau ini dijadiin area breeding semi-natural sama PSSP IPB University. Tujuannya? Edukasi, research, plus conservation. Jadi, selain liburan, lo juga bisa belajar cara alam & satwa coexist dengan aman. [Baca juga : "Hidden Gem Vibes: Pantar, The Real Off-Grid Paradise"] Makanan monyet-monyet di Tinjil juga dapet perhatian serius. Vegetasi pulau ini lengkap banget — banyak pohon yang buahnya bisa jadi makanan, tempat berlindung, dan pastinya bikin monyet-monyet bisa survive dengan nyaman tanpa gangguan. Jadi vibes-nya tuh eco-friendly & chill, bro. Tapi hey, sebelum lo gas ke Tinjil, ada hal penting yang kudu lo tau: karena ini area konservasi & penelitian, pengunjung nggak bisa asal dateng. Lo mesti izin dulu, termasuk pemeriksaan kesehatan, biar monyet-monyet aman dari penyakit kayak TBC atau virus. Plus, transportasinya juga nggak via jalur umum — lo kudu naik perahu nelayan dari Banten. Plan well + respect nature, itu kuncinya. Jadi buat lo yang tinggal di Jakarta, Bandung, atau mana aja deket Banten, Pulau Tinjil bisa jadi getaway beda banget. Lo nggak cuma dapet pantai kece & laut jernih, tapi juga pengalaman dekat sama alam & satwa. As long as lo bener-bener ngehargain, Tinjil bakal kasih lo memories yang susah dilupain. Next trip? Bisa kita bahas cara izin + travel plan biar liburan tetap fun & eco-conscious.  (Sumber Foto @ga.yuusuf)
...more

Menyentuh Titik Terbarat Indonesia di Pulau Weh

Ikuti trip ke Sabang / Pulau Weh di: http://triptr.us/Bd TRIPTRUS - Tepat di ujung barat daya Pulau Sumatera, terdapat Pulau Weh yang terletak 17 kilometer dari utara Banda Aceh. Pulau ini dapat dicapai dengan waktu tempuh kurang satu jam menggunakan speedboat. Bagi yang belum tahu, di Pulau Weh ini ada monumen yang menandakan bahwa Pulau Weh adalah bagian paling Barat dari Indonesia. Monumen itu terletak di Titik Ba’U, di lokasi paling Barat dan Utara dari Pulau Weh dan dinamakan “Monumen Kilometer Nol Indonesia“. Meskipun begitu, sebenarnya titik paling barat Indonesia ada di Pulau Breuh, sebuah pulau di kelompok Kepulauan Aceh yang berlokasi 20 mil laut sebelah barat Pulau Weh. Namun sayangnya titik terbarat Indonesia ini terletak di tempat yang sulit dijangkau. Tidak jauh dari Pulau Weh, ada pula titik paling utara Indonesia di Pulau Rondo yang berlokasi sekitar 10 mil laut dari Pulau Weh. Tapi ini bukan berarti berkunjung ke Pulau Weh jadi tidak istimewa. Pulau Weh terkenal dengan pemandangan alam yang mengagumkan. Pulau Weh juga terkenal dengan alam bawah lautnya yang jadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta olahraga menyelam dan snorkeling. Sebut saja nama-nama seperti Pantai Iboih yang kejernihan airnya bagai di akuarium. Dari sini, TripTroops bisa menyeberang ke Pulau Rubiah, salah satu titik snorkeling paling ngehits di Pulau Weh. Lalu ada juga Pantai Gapang dan Pantai Sumur Tiga yang pemandangan bawah lautnya membuat kita sedikit berharap bisa tinggal terus di bawah air. Tapi, tidak hanya wisata menyelam saja yang bisa ditemukan di Pulau Weh. Di Kota Sabang, kota terbesar di Pulau Weh. TripTroops bisa keliling-keliling kota dan menikmati berbagai makanan khas Aceh, dan favorit TripTrus adalah sate gurita! Kalau sudah puas di Sabang, TripTroops bisa melihat air terjun Pria Laot di tengah Pulau Weh. Lalu, ada juga Gunung berapi Jaboi dan Danau Anok Laeut (Anak Laut). Danau itu adalah sumber air tawar bagi Pulau Weh. Pokoknya, TripTroops tidak akan bosan di Pulau Weh, dengan banyaknya tujuan yang bisa dikunjungi di sekitar pulau di ujung barat Indonesia ini.   Photos courtesy of: Flickr.com
...more

Bintan Vibes, Dari Pantai Hits sampe Spot Hidden Gem yang Bikin Lo Auto Healing

TripTrus.Com - Bro-Sis traveler, lo tau nggak, Pulau Bintan itu semacam hidden paradise yang deket banget ama Singapura sama Johor Bahru, cuy—tapi kerasa jauh banget vibes-nya. Pulau terbesar di Kepulauan Riau ini, bener-bener bisa jadi pilihan liburan lo selanjutnya yang anti mainstream. Dari pantai pasir putih yang nyaris kayak Maldives, hidden gem yang masih sepi, sampai kolam laguna biru buatan yang Instagrammable banget—semua ada di sini. Jadi, siap-siap catet spot-spot epic buat isi feed lo dan bikin temen-temen lo auto mupeng! 1. Pantai Trikora       View this post on Instagram A post shared by GenPI BINTAN (@genpi_bintan) Bro, lo pasti bakal langsung nge-fall sama Pantai Trikora yang punya pasir putih ngebayangin Maldives tuh, karena memang vibe-nya mirip banget! Lo bisa ngarah ke Pantai Trikora 3 yang paling kapok terkenal di kalangan warga Tanjungpinang. Jaraknya sekitar 27 km atau satu jam motoran sambil dengar lagu favorit—pas sampe, lo disuguhi view tenang, ada gazebo buat chill, toilet dan kelapa muda yang ready stock. Selfie? Bebas. Santai? Juara. 2. Pantai Pengudang Nah, kalau lo cari spot yang bener-bener “private”, Pantai Pengudang ini surga tersembunyi beneran. Di sini lo bisa liat perkawinan indah pasir putih, ilalang, bukit, dan juga karang-karang keren yang ditaro alam dengan epic. Atmosfernya tenang abis, cocok banget buat healing atau content buat feed lo. Nuansa lokalnya dapet, tapi tetap aesthetic dan worth banget untuk lo datengin biar feed lo tambah artsy. 3. Pantai Senggiling Bro-Sis, kalau lo demen pantai yang masih virgin—Pantai Senggiling kudu masuk list. Pasirnya seputih kapas, air jernih kehijauan yang bikin adem di mata, dan sekelilingnya masih rapat hutan. Lo juga bakal disapa sama batu granit gede-gede yang nge-add drama ke latar foto lo. Atmosfernya tenang, almost private, pokoknya tempatnya perfect buat lo yang pengen mood reset tapi tetep looking fly. 4. White Sands Island (Pulau Beralas Pasir) Cuy, ini nih spot eksklusif yang sayang banget kalo dilewatkan—White Sands Island alias Pulau Beralas Pasir. Lo mesti naik boat dari Pantai Trikora buat nyampe ke pulau pasir putih ini—mini heaven banget. Bisa snorkel nonton biota laut warna-warni, bikin feed full warna cerah. Mau chill aja? Siap. Mau staycation di resort? Bisa juga. Pokoknya vibes lo bener-bener on-point. 5. Lagoi Bay Lo bisa pacaran sama sunrise sunrise vibes di Lagoi Bay, area pantai yang nggak cuma mewah tapi juga ada yang gratis alias buat umum bisa main di situ tanpa bayar. Fasilitasnya udah mantul: toilet, area parkir dan tempat sholat aman. Mau staycation? Banyak resort kece sekitar sana—coba aja Four Points by Sheraton Bintan—tapi kalau cuma mau hangout santuy, lo bisa aja main-main di Lagoi Bay doang. 6. Treasure Bay – Crystal Lagoon Ini yang paling wow: Crystal Lagoon di Treasure Bay, kolam air laut buatan terbesar di Asia Tenggara gais. Luasnya sampe 6,3 hektar, airnya biru muda bening banget—bikin mata lo langsung adem. Ada wahana Bumper Boat, Pirates Adventure, Choo Choo Train buat lo yang mau main seru bareng temen-temen. Tiketnya mulai sekitar Rp120 ribu. Cakep buat lo yang nyari liburan fun dan membawa vibes mewah tapi ga bikin kantong bolong. [Baca juga : "Festival Nusantara September 2025, Gaskeun Explore Budaya & Kreativitas Lo! Batch 1"] 7. Bukit Pasir Busung & Danau Biru Bro-Sis yang demen eksplor—coba mampir ke Bukit Pasir Busung & Danau Biru. Dulu bekas tambang, sekarang jadi gurun mini yang pasirnya keemasan dan dibentendi danau biru cantik—kontras banget! Cocok banget buat lo yang cari tempat foto estetik, editing minimal tapi hasil maksimal. Instagram lo auto aesthetic vibes—plus, sensasi middle-of-nowhere-nya dapet banget, serasa jadi traveller sejati. 8. Pulau Penyengat Yoi, spot heritage di Pulau Penyengat ini bakalan kasih lo flashback ke zaman kerajaan Melayu. Cuma butuh sekitar 15 menit naik kapal dari Tanjungpinang. Lo bisa jelajah Masjid Raja Riau Penyengat, Benteng Bukit Kursi, Balai Adat sampai makam-makam bersejarah. Estetika bangunan klasik dan aura sejarahnya kental—instagram story lo bakal jadi edukatif sekaligus estetik. Sip banget buat lo yang suka travel sekaligus belajar budaya. 9. Vihara Patung Seribu Bosen sama pantai? Bro, lo bisa cek Vihara Patung Seribu yang dramatis abis. Ada sekitar 580 patung manusia setinggi 1,7–2 meter, masing-masing beda ekspresi dan detail bajunya. Atmosfernya kayak masuk film oriental—semua megah dan unik. Tiket lokal cuma sekitar Rp5.000—murah banget untuk suasana spiritual plus visual yang epic buat kabarin ke temen lo "gue main ke vihara pas ramai patung tuh". 10. Kampung Wisata Panglong Bro-Sis yang pengen blend sama budaya lokal, Kampung Panglong jawabannya. Di sini ada rumah arang tradisional—mirip igloo tapi dari bata—dibuat sama Suku Laut, masyarakat nelayan asli. Lo bisa lihat aktivitas harian mereka, dapur arang, sampai ritual tradisional mereka. Atmosfer autentik abis, membawa lo ke sisi Bintan yang jarang diangkat di feed—antique vibes tapi tetep kekinian! 11. Bintan Mangrove Kalau lo demen alam dan adventures—hutan bakau alias mangrove di Bintan bisa jadi opsi kece. Naik boat keliling mangrove sambil lewatin dedaunan rimbun dikelilingin air hijau tenang, suasana sejuk abis. Cocok buat lo yang mau kabur dari hiruk-pikuk kota tapi tetep pengen tetap belle sama alam. Feed lo juga bakal dapet cerita "eksplorasi mangrove". 12. Air Terjun Gunung Bintan       View this post on Instagram A post shared by Pringadi Abdi Surya (@pringadisurya) Last but not least: Air Terjun Gunung Bintan. Lo cuma perlu naik mobil sekitar 35 menit dari Tanjungpinang terus sampe di spot air terjun yang dikelilingi pepohonan! Suaranya gemericik dan airnya dingin bikin lo langsung seger. Plus, energinya pas buat yang mau hiking dulu, lalu treat-nya mandi air alami. Atmosfer rainforest tropis dapet; cocok banget buat stories “gue lagi di hutan tropis, kayak film”. Duh, bro & sis traveler, abis baca ini gue yakin lo udah kebayang-gayang pengen packing ini-itu buat meluncur ke Bintan. Dari pantai glam abis kayak Trikora dan White Sands, spot hidden keren kayak Pengudang dan Senggiling, sampai kolam laguna insta-famous dan heritage vibes di Penyengat sama Vihara Patung Seribu—semua seru-seru! Ditambah lagi vibes lokal di Kampung Panglong, petualangan hijau di mangrove, dan kesegaran alami di air terjun—Bintan tuh lengkap banget buat berbagai mood liburan lo. Jadi, kapan lo siap ngegas ke Bintan? Nih bocoran biar feed, hati, dan vibe lo langsung overjoy! (Sumber Foto @win_wahyush)
...more

4 Event Keren di Sumut Masuk Karisma Event Nusantara 2025! Gaskeun!

TripTrus.Com - Bro, sis, lo semua wajib tahu nih! Ada kabar gokil dari dunia pariwisata Sumatera Utara. Empat event kece dari Sumut resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025! Ini bukti kalau pariwisata Sumut makin diakui, nggak cuma di Indo tapi juga di level internasional. Keren, kan?       View this post on Instagram A post shared by @Morganda (@m.orgnda) Gimana nggak, event-event ini emang nggak kaleng-kaleng! Nih, daftar lengkapnya: 🎭 Gelar Melayu Serumpun – Kota Medan Festival budaya Melayu yang bakal ngeramein Medan dengan seni dan budaya dari negara serumpun kayak Malaysia, Singapura, Thailand, sampe India. Budaya Melayu bersatu, bro! 🎸 Samosir Music International – Kabupaten Samosir Lo suka musik? Event ini bakal ngasih lo pengalaman beda! Musik tradisional Batak di-mix sama band internasional. Udah kebayang kan vibes-nya? [Baca juga : "Jatim Gaspol! 11 Festival Kece Tembus Karisma Event Nusantara 2025"] 🌺 Festival Bunga dan Buah – Berastagi, Kabupaten KaroBerastagi bakal makin berwarna dengan festival ini! Pameran bunga dan buah lokal, plus parade mobil hias yang bakal bikin jalanan penuh warna. Cakep banget buat yang doyan foto-foto! ⚔️ Maniamolo Fest – Nias Selatan Ini dia event yang nunjukin budaya khas Nias! Ada tarian perang, musik tradisional, sampe atraksi lompat batu yang bikin lo merinding saking keren dan ekstremnya. Masuknya event-event ini ke KEN 2025 bukan cuma kebanggaan doang, tapi juga peluang gede buat pariwisata Sumut makin dikenal luas. So, yuk dukung dan ramaikan biar makin hits! Jangan lupa ajak bestie, keluarga, atau siapa aja buat dateng. Sumut punya segalanya, dan lo wajib jadi bagian dari keseruannya! 🚀🔥 (Sumber Foto @nurminta_13)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...