TripTrus.Com - Anda bisa banget tetap traveling di bulan puasa, bedanya sekarang destinasinya disesuaikan dengan nuansa ramadhan. Nah, berikut ini 4 kota yang cocok buat didatangi kalau Anda ingin melakukan wisata ramadhan.
1. Aceh
Siapa yang tak kenal Negeri Serambi Mekkah ini? Aceh memang terkenal dengan budaya Islamnya yang sangat kental. Bahkan, para wanita yang berada di Aceh dianjurkan memakai jilbab jika berada di luar rumah.
Tapi, Aceh memang menjadi salah satu kota yang sangat cocok untuk Anda yang ingin melakukan wisata ramadhan atau religi. Bagaimana tidak? Di sini terdapat sebuah masjid megah, yang bahkan saat terjadi bencana tsunami, pun tetap berdiri kukuh.
Masjid Raya Baiturrahman terletak di Kota Banda Aceh. Masjid yang pertama kali dibuka pada tahun 1881 ini memang memiliki arsitektur yang sangat menawan. Selain wisata ke masjid-masjid bersejarah di Aceh, kita juga bisa menikmati beragam kuliner lokal yang dijamin halal dan lezat.
2. Palembang
Kini Palembang semakin mengembangkan dirinya sebagai salah satu destinasi religi di Indonesia. Salah satunya adalah Kampung Al-Munawar, sebuah kampung Arab yang berada di wilayah 13 Ulu. Begitu tiba di kampung yang berada di tepi Sungai Musi ini, Anda akan terkagum-kagum dengan bangunan rumah tua di sini.
Rumah-rumah di Kampung Al-Munawar diperkirakan sudah berusia ratusan tahun, sejak awal bangsa Arab menetap di Palembang. Nah, kalau kamu berkesempatan ke sini, kamu akan disambut dengan Pertunjukan Gambus yang dipadu dengan Tari Zapin, perpaduan antara budaya Timur Tengah dan Indonesia.
Anda juga bisa mencicipi kuliner ala munggahan yang sangat lezat, tentu saja masakannya bercitarasa campuran antara Timur Tengah dan Indonesia.
Selain itu, Anda juga bisa mampir ke masjid yang sangat unik di Kota Palembang. Masjid Cheng Hoo namanya. Masjid ini bernuansa merah, sekilas justru terlihat seperti klenteng. Ada lagi Al-quran Al-Akbar, yaitu Alquran raksasa yang diukirkan pada lembaran kayu besar.
3. Semarang
Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini memiliki banyak destinasi untuk wisata ramadhan. Tapi, wisatanya lebih spesifik, misalnya mengunjungi Makam Wali Songo. Lalu di mana saja Makam Wali Songo yang berada di Jawa Tengah? Jawabannya tiga, yaitu di Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak.
Di Kudus Anda bisa mengunjungi Makam Sunan Kudus, yang terletak tepat di belakang Masjid Menara Kudus. Keduanya memang menjadi destinasi religi yang tak terpisahkan. Masjid Menara Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 dan menggunakan batu Baitul Maqdis dari Palestina sebagai batu pertama.
Di Jepara terdapat Makam Sunan Muria yang berada di puncak Gunung Muria. Anda memang perlu mendaki untuk mencapainya, tapi katanya sekarang sudah ada tukang ojek yang siap mengantar ke atas.
Di Demak terdapat Makam Sunan Kalijaga yang terkenal, tapi lokasinya agak ke pinggiran Kota Demak. Selain makam, wilayah Demak terkenal karena dahulu merupakan lokasi Kerajaan Islam Demak. Anda bisa banget napak tilas Wali Songo di sini!
4. Makassar
Siapa bilang Anda tak bisa melakukan wisata ramadhan di Makassar? Pergilah ke wilayah Pantai Losari. Di sana Anda akan menemukan masjid terapung pertama yang dibangun di Indonesia. Namanya Masjid Amirul Mukminin.
Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi Masjid Cheng Hoo yang berada di Jalan Metro Tanjung Bunga. Ini merupakan Masjid Cheng Hoo kedua belas di Indonesia. Uniknya, kubah masjid ini bentuknya menyerupai pagoda, yang memang menandakan perpaduan budaya Makassar dan Tionghoa. Masjid yang dibangun pada tahun 2013 ini selesai dibangun pada tahun 2015. (Sumber: Artikel jalanjalanmen.com Foto Flickr)
...moreTripTrus.Com - Banda Neira tak hanya menjadi jalur perdagangan rempah saat masa VOC menjajah Indonesia. Tetapi, juga menjadi surga bawah laut yang punya terumbu karang nan melimpah. Jika hendak menyebur dan merasakan sensasi menyelamnya, Anda maka wajib banget datang ke lava flow sebuah spot penyelaman terbaik di Maluku. Anda akan bermanja ria melihat indahnya terumbu karang di sana.
Lava Flow ini bahkan sudah terkenal di dunia, sudah banyak penyelam Internasional lalu lalang, dan merasakan kenikmatan serta pesonanya. Tak hanya terumbu karang, ikan cantik pun akan bisa ditemukan ketika berada di sana. Terumbu karang ini terbentuk setelah meledaknya gunung Api di tahun 1988. Sejak saat itu, terumbu karang mulai tumbuh di lahar yang dingin hingga kini.
Hanya saja, bagi Anda yang belum ahli menyelam atau snorkeling disarankan untuk menggunakan pelampung jangan sampai terumbu karang Anda injak dan merusaknya. Sebab, menumbuhkan terumbu karang sehat dan bagus itu membutuhkan waktu hingga ratusan tahun lamanya.
Untuk menyelam sendiri harga yang ditawarkan mulai Rp1 juta hingga Rp5 juta sesuai dengan kru penyelaman. Sedangkan snorkeling, Anda hanya perlu Rp100 ribuan untuk melihatnya dari permukaan saja. (Sumber: Artikel lifestyle.okezone.com Foto youtube.com)
...moreTripTrus.Com - Secara geologi merupakan daerah yang khas dan langka, berasal dari dasar samudera yang terangkat. Ciletuh menjadi bukti awal munculnya Pulau Jawa, karena di sinilah terjadinya tumpukan lempeng samudera dan benua pada 60 juta tahun yang lalu.
Kawasan Ciletuh, Sukabumi berjarak sekitar 135 km Dari Kota Sukabumi. Kontur jalan yang naik turun, menikung, ditambah sempitnya jalan dan kerusakan di sejumlah titik, membuat waktu tempuh dari Kota Sukabumi ke Ciletuh baru dapat dicapai sekitar 6 hingga 7 jam. Namun, perjalanan panjang itu akan terbayarkan saat kita sudah tiba dan melihat keindahan alam di kawasan tersebut.
View this post on Instagram
A post shared by Danang Dwi 🔝 (@dnng.dwi) onApr 6, 2020 at 11:47pm PDT
Secara geologi Ciletuh merupakan daerah yang khas dan langka. Di kawasan ini terdapat kelompok bebatuan berumur paling tua di Pulau Jawa. Keberadaan taman bumi (geopark) menjadikan daerah ini sangat unik dan langka secara geologi. Selain di kawasan Ciletuh, masih ada dua tempat serupa di Pulau Jawa. Yakni di Karangsambung, Kebumen yang telah diresmikan sebagai cagar alam geologi serta di Bayat, Klaten, Jawa Tengah.
Di kawasan Geopark Ciletuh, ada sekitar 13 air terjun yang bisa dinikmati wisatawan yang datang, diantaranya Curug Awang plus gua yang banyak burung waletnya, curug ini memiliki tinggi 40 meter dengan lebar sekitar 60 meter yang mirip dengan niagara. Selain itu, ada pula Curug Tengah yang memiliki ketinggian 5 meter dengan dua undak air terjun pendek, dan Curug Puncakmanik yang memiliki tinggi 100 meter.
Selain itu, Sobat Pesona juga dapat mengunjungi Puncak Darma. Dari atas puncak ini, atasnya kita bisa melihat garis keseluruhan Pantai Palangpang yang berbentuk tapal kuda. Sobat Pesona juga bisa menikmati Amfiteater alam raksasa Ciletuh dapat terlihat utuh dari Tebing Panenjoan. Dinding tebing setengah lingkaran yang menghadap Laut Selatan seakan melindungi persawahan, perbukitan, serta perkampungan warga di bawahnya. Titik pandang ini berada di pinggir jalan, Desa Taman Jaya, dengan ketinggian 300-an mdpl.
Karena memiliki warisan geologi, dilihat dari kandungan fosil, batu-batuan di pinggir-pinggir pantai Ciletuh diduga berasal dari dasar samudera yang terangkat. Ciletuh menjadi bukti awal munculnya Pulau Jawa, karena disinilah terjadinya tumpukan lempeng samudera dan benua pada 60 juta tahun yang lalu. Tumpukan itu terus berproses sampai muncul ke permukaan dan menjadi Pulau Jawa. Hal inilah yang menjadikan UNESCO mengakui Ciletuh sebagai UNESCO Global Geopark.
[Baca juga : "Cagar Alam Rawa Danau, Hutan Rawa Air Tawar Terbesar Di Jawa"]
Tak hanya itu, kawasan Ciletuh juga memiliki keanekaragaman kondisi geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati atau mahluk hidup (biodiversity), dan keanekaragaman budaya sekitar (culture diversity). Terlebih lagi, kawasan Ciletuh juga memiliki keunikan fenomena alam yang dapat dijadikan destinasi wisata. Hal-hal tersebut pula lah yang menjadikan kawasan Ciletuh menjadi UNESCO Global Geopark.
Geopark Ciletuh meliputi sejumlah desa, seperti Tamanjaya, Ciwaru, Mekarsari, Mandrajaya, dan Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Artikel-Foto pesona.travel)
...moreTripTrus.Com - Selain si Tagliafico sama istrinya yang milih Pulau Komodo buat liburan, sekarang giliran Guido Rodriguez sama istrinya yang nyelonong ke Pulau Dewata, Bali. Kabar mereka berdua dateng ke sana terkuak lewat unggahan istastory dan postingan Instagram sang istri yang bikin penggemar melek.
Guido Rodriguez, pemain timnas Argentina yang juga ngoyo di klub bola terkenal asal Spanyol, Real Betis, nunjukkin banget cintanya sama Pulau Dewata dengan mengabadikan moment seru selama jalan-jalan mereka. Dari pemandangan alam yang bikin nganga sampe keunikan budaya Bali, semua terekam jelas di unggahan mereka di sosmed.
Gak heran sih Pulau Dewata jadi pilihan favorit buat pasangan ini. Bali terkenal banget sama pantainya yang eksotis, pura-puranya yang adem ayem, dan kehidupan malam yang bikin semangat. Moment mereka menikmati kehangatan Bali, semuanya diabadikan dalam istastory dan postingan Instagram yang bikin penggemar iri.
Kunjungan mereka ke Pulau Dewata gak cuma buat santai dan menikmati keindahan alamnya, tapi juga buat ngerasain kehangatan budaya Bali yang pekat.
[Baca juga : "Nicolas Tagliafico, Pemain Timnas Argentina Dan Lyon, Asyik Liburan Di Pulau Komodo, Nih!"]
Kehadiran Guido Rodriguez dan istrinya di Pulau Dewata juga bikin pariwisata Bali makin heboh. Lewat unggahan mereka, banyak penggemar yang terinspirasi buat ke sana dan mengeksplorasi kekayaan alam serta budaya Bali. Bali yang jadi tujuan populer di Indonesia semakin kece di mata internasional berkat kunjungan mereka berdua.
Mudah-mudahan kunjungan Guido Rodriguez dan istrinya ke Pulau Dewata ini jadi momen yang gak terlupakan buat mereka dan bikin banyak orang kepingin jelajahi keindahan alam dan budaya Indonesia. Pulau Dewata, dengan pesonanya yang luar biasa, terus jadi incaran wisatawan dunia dan destinasi liburan yang gak bisa dilupain. (Sumber Foto @wandaramon)
...moreTripTrus.Com - Kepala Dinas Pariwisata Medan, Yuda Setiawan, bilang begini nih, guys, mereka bakal bikin pameran keren banget buat perusahaan-perusahaan start up, yang judulnya "Medan Start Up Exhibition" bulan Oktober 2023. "Nih, tanggalnya, insyaallah, 24 Oktober 2023," kata Yuda ke ANTARA di Medan, hari Rabu kemarin.
Dia ngejelasin, acara ini buat ngumpulin anak-anak muda yang lagi ngerintis start up, yang berhubungan sama ekonomi kreatif Medan. Yuda lanjutin lagi, salah satu target mereka adalah anak-anak yang lagi ngerintis start up di kampus-kampus di Medan nih.
Mereka bakal diajak ketemu sama pemilik start up yang udah sukses biar bisa tukeran cerita dan ilmu. "Kita juga bakal undang pengusaha start up kawakan dari Medan dan sekitarnya. Biar bisa bagi-bagi rahasia kesuksesan," ucap Yuda.
Sekarang, Dinas Pariwisata Medan lagi fokus banget nih buat bikin acara seru, dari yang skala nasional sampe internasional, buat bikin ekonomi kreatifnya Medan makin kuat dan buat nambahin wisatawan yang dateng ke Medan.
[Baca juga : "Sumbar Gelar FWBTb, Festival Keren Warisan Budaya Tanpa Batas Di Kota Payakumbuh!"]
Selain pameran perusahaan start up, Yuda bilang mereka bakal bikin macem-macem acara keren lainnya, kayak Anugerah Musisi Medan, festival makanan enak, dan acara yang nampilin pesona keberagaman budaya Medan.
Nah, buat ngadain acara-acara kaya gitu, Dinas Pariwisata Medan bakal kerja sama sama penyelenggara acara yang udah jago-jago di Medan. Buat pertunjukan budaya, kaya yang pesona multietnis, Yuda ngerasa ini penting banget, guys, soalnya di Medan kan banyak banget suku-suku yang tinggal di sini.
Pemerintah Kota Medan juga ngerasa kalo melestarikan budaya itu penting banget. "Pasti buat ngadain acara kaya gini, kita bakal koordinasi sama temen-temen yang peduli budaya di Medan," ujar Yuda. (Sumber Foto @antaranews.com)
...moreMau lihat langsung keindahan bawah laut Gorontalo? Klik di: http://triptr.us/Bl
TRIPTRUS - Di bagian utara Sulawesi, banyak sekali keindahan yang bawah laut untuk dinikmati. Contoh saja Taman Laut Bunaken, Wakatobi, atau Togean yang keindahannya sudah dikenal oleh dunia. Di provinsi Gorontalo, ada dua taman laut yang tidak kalah indahnya dengan nama-nama itu.
Taman Laut Olele dan Taman Laut Bilitia, adalah gerbang tersembunyi yang menyimpan pemandangan bawah air yang menakjubkan. Kedua taman laut ini terletak di Teluk Tomini, di arah selatan Gorontalo. Oleh karena itu tidak mengherankan jika kedua taman laut ini punya pemandangan bawah air yang sama indahnya.
Taman Laut Olele terletak di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Dengan menempuh sekitar kurang lebih 1 jam dari Gorontalo dengan kendaraan darat, atau sekitar 30 menit jika menaiki speedboat dari Gorontalo. Sebelum menceburkan diri ke Taman Laut Olele, kita sudah bisa menghela nafas lega melihat sebaran pasir putih dan pemandangan birunya air laut yang seakan-akan mengundang kita untuk segera mengenakan tabung oksigen atau snorkel dan segera melihat pemandangan bawah air yang bisa membuat love at first sight.
Salah satu hal yang unik yang bisa ditemui di Taman Laut Olele adalah banyakknya bunga karang besar bernama Salvador Dali sponge (Petrosia lignosa) yang tersebar di sekitar Taman Laut Olele. Spon itu diberi nama karena bentuknya yang mengingatkan orang pada lukisan maestro aliran surealisme, Salvador Dali.
Jajaran berbagai jenis terumbu karang dengan beragam warna, ratusan spesies laut yang berenang di antara para penyelam. Ada sembilan dive spot di Olele yang punya keunggulan dan keunikan masing-masing. Bagi penyelam pemula Taman Laut Olele adalah tempat yang pas untuk belajar menyelam atau snorkeling. Suasana pantai yang sepi dan air laut yang tenang sangat ideal untuk belajar menguasai peralatan olahraga bawah air.
Pesona Taman Laut Olele membuat banyak penyelam yang lebih senang terdiam menikmati pemandangan di depan mereka, sehingga seringkali terjadi kemacetan karena serombongan penyelam akan terhambat oleh penyelam lain yang sedang asyik menikmati pemandangan di hadapan mereka.
Pemerintah Gorontalo menetapkan kawasan Olele sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) sejak tahun 2006, setelah setahun sebelumnya menetapkan Desa Olele sebagai kawasan wisata. Di Olele juga mulai banyak muncul rumah-rumah penduduk yang ditawarkan sebagai tempat menginap bagi para pengunjung.
Sementara itu, di seberang Pantai Botuhuwato, Desa Kramat, Kecamatan Managgu, terdapat Pulau Bitilia - dengan Taman Laut Bitilia - yang secara pesat mulai dijadikan incaran para wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai destinasi olahraga menyelam dan snorkeling. Untuk mencapai Pulau Bitilia diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan perahu motor dari Botuhuwato atau dari Pantai Boleamo Indah.
Sama seperti Olele, Taman Laut Bitilia juga memiliki daya tarik yang tidak henti-hentinya membuat para penyelam berdecak kagum. Tapi tidak seperti Olele, Ombak di Bitilia sedikit lebih besar, tapi relatif tidak akan menyulitkan kegiatan menyelam atau snorkeling.
Membayangkan keindahan bawah air Taman Laut Olele dan Taman Laut Bitilia rasanya tidak cukup jika tidak merencanakan untuk suatu hari, kalau bisa dalam waktu dekat, mengunjungi keduanya.
Photos courtesy of: indonesia.travel, fllickr.com, vivanews.co.id, murexdive.com
...moreTripTrus.Com - Pulau Sangalaki di Kalimantan Timur emang jadi destinasi keren yang wajib masuk list liburanmu tahun depan. Pantainya? Gokil banget, pasir putihnya lembut abis. Lu bisa jalan di situ sambil menikmati keindahan ombak yang bikin hati adem. Nah, kata Sulaiman, seorang wisatawan asal Balikpapan, nggak cuma itu aja, bawah laut Pulau Sangalaki juga bikin nganga. Lu bakal keblinger liat kecantikannya.
View this post on Instagram
A post shared by 𝐕.𝐎 ♘ 🐣 (@viosaperiba)
"Buat ngerasain pesona bawah laut, lu bisa coba menyelam di spot-spot keren, kayak Manta Run, Sherwood Forest, Manta Parade, Manta Avenue, Ridge, Light House, The Rockies, Channel Entrance, Coral Gardens, Town, dan Sandy Ridge," kata dia sambil nyengir.
[Baca juga : "Target Makin Gede, NTB Incar Lima Juta Wisatawan Di 2024 Dengan Serangkaian Event Keren!"]
Di pulau ini, banyak banget penyu, bro. Lu bisa dapet ilmu seputar binatang ikonik ini. Selain itu, lu juga bisa liat gimana mereka manggung buat ngeluarin anak penyu ke laut lepas. Keren, kan? Jadi, siap-siapin jadwal buat petualangan seru di Pulau Sangalaki, Berau! (Sumber Foto @noverasari)
...moreTripTrus.Com - Guys, lo pada pernah denger gak nih, ada makam keren abis di Megamendung, Bogor, yang katanya punya kisah unik dari masa "N*zi" Jerman? Lokasinya keren banget, deh, di Jalan Pasir Muncang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Jadi gini, ada sepuluh makam tentara Kriegsmarine Jerman yang nyempil di sana. Tempatnya tuh di kaki Gunung Pangrango, setinggi 3.019 mdpl, jadi bener-bener atas awan gitu. Mantap, kan?
Nah, kalo lo lagi asik-asik jalan dari Tol Gadog, Bogor ke Puncak, pasti lo bakal nemuin papan penunjuk di kanan jalan yang nyebutin 'Situs Makam Jerman'. Udah tau, kan, lo udah deket banget sama tempat seru ini.
View this post on Instagram
A post shared by Alexander Agung (@alexander79agung)
Di ujung makam ada tugu keren namanya 'Deutsch-Ostasiatische Kreuzergeschwader 1914', yang menghormati Armada Penjelajah Asia Timur Jerman. Mereka berperang di Kepulauan Falkland/Malvinas pada 8 Desember 1914, loh.
Trus, ada tulisan 'ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926' di papan nama bawah. Dulu, dua saudara Jerman, Emil dan Theodor Hellferich, punya tanah luas di sana. Mereka bikin pabrik teh dari untung perkebunan mereka dengan kabel khusus angkut daun teh. Saudara mereka yang paling tua, Karl Helfferich, bahkan jadi wakil perdana menteri di Kekaisaran Jerman-Austria.
Makanya, mereka berdua bangun monumen buat mengenang Armada Jerman Asia Timur yang dipimpin oleh Admiral Graf Spee, dan akhirnya tenggelam gara-gara serangan Inggris.
Di monumen itu, ada tulisan Jerman yang artinya kurang lebih: 'Untuk kru Armada Jerman Asia Timur yang berani pada tahun 1914. Dibangun abis oleh Emil dan Theodor Helfferich'.
Lo tau gak, dulu pas perang, ada aksi heroik dari pejuang Indonesia yang ngehadang tentara Jerman era N*zi. Nah, ini bukan sembarang tentara Jerman, guys, tapi tentara Belanda yang bersekongkol dengan Jerman. Jadi, ada sekitar 250 serdadu Jerman yang diterjunkan ke Indonesia pake kapal selam pas perang udah mau kelar. Di waktu yang sama, Indonesia lagi berantem keras sama Belanda dalam Perang Kemerdekaan.
Waktu itu, beberapa dari serdadu Jerman ini bikin masalah. Ada yang dikira tentara Belanda, akhirnya tiga perwira dari mereka dimaki-maki dan dibinasain sama orang Indonesia. Ada juga yang either sakit parah atau kena tembak pas lagi naik kereta dari Bandung ke Jakarta. Jadi, delapan orang Jerman ini ngehadap maut, bro. Yang lainnya ada yang akhirnya selamat dan ngumpet di pulau Onrust sebelum akhirnya dipulangkan ke Jerman tahun 1946. Ada juga yang cabut ke Bogor buat ngindarin tentara Belanda, niatnya mau bantuin pejuang Indonesia. Kece, kan?
Di Deutscher Soldatendriedhof, ada 10 makam nih. Ada nama-nama keren macam Leutnant z.s W. Martens, Obergefreiter Willi Petschow, Oberleutnant zur See Willi Schlummer, dan lain-lain. Ceritanya, masing-masing dari mereka punya kisah dari masa perang dulu.
[Baca juga : "Deretan Event Seru 2024 Di Jawa Timur, Mode, Musik, Dan Kuliner Nusantara"]
Di depan situ ada dua makam yang namanya ilang ke mana. Mungkin lagi sibuk main kelereng di alam sana, siapa tahu. Tapi, kalau lo tengok nisan-nisan lainnya, ada nama, pangkat, jabatan, pokoknya komplit deh. Makam tanpa label itu punya nama keren, 'Grabmal des unbekannten Soldaten,' alias kuburan prajurit yang misterius gitu.
Cerita lainnya, di depan makam ada dua patung keren, Budha di kanan dan Ganesha serta Kala di kiri. Meski banyak yang heran, sebenernya gak ada hubungan sama mayat-mayat di sini. Katanya, dua saudara, Helfferich, beli patung itu dari tukang patung pinggir jalan setelah trip ke Candi Prambanan dan Borobudur di Yogyakarta. Jadi, di tempat ini, mayat-mayat misterius, patung Buddha, Ganesha, dan Kala.
Lanjut lagi, Deutscher Soldatenfriedhof di Megamendung ini pernah jadi spot uji nyali di salah satu stasiun TV keren di Indo. Tahun 2014, Citra Prima sama Rudi Kawilarang jadi host di acara seru. Mereka syuting di malam Arca Domas, serem banget deh. Nah, ada peserta yang kesurupan, dan kagetnya dia pake Bahasa Jerman pas kesurupan. Kayaknya yang di sana pada heboh banget tuh!
Makam tentara Jerman ini sampai sekarang masih ramai pengunjung, banyak yang penasaran gitu. Bahkan tiap tahun, orang dari Kedutaan Besar Jerman di Indo masih mampir ke sini. Seru banget, kan? (Sumber Foto @iwanskamah)
...moreTripTrus.Com - Ceritanya nih, ada serial terbaru di Netflix yang lagi hits abis, judulnya "Gadis Kretek." Eh, ramai dibicarain lho di medsos semenjak muncul tanggal 2 November kemarin. Nah, ini ceritanya fokus ke industri kretek gitu. Jadi, di Gombong, ada pabrik rokok keren banget yang punya "Gadis Kretek" zaman old sampe sekarang masih berjuang, meski udah masuk umur senja. Kalo lo penasaran sama kisah para mbah-mbah yang bikin rokok ini, bisa jadi tujuan wisata heritage, loh.
Gombong, guys! Sebuah kota keren di Kebumen, Jawa Tengah, yang sayangnya banyak yang belum pada tau. Padahal, Gombong itu punya cerita budaya seru banget, nggak kalah sama daerah-daerah lain. Salah satunya, ada rokok klembak menyan khas Gombong yang legendaris banget, mereknya Sintren. Udah jualan sejak zaman 1950-an, lo, dan sampe sekarang masih ada!
Pabrik rokok keren ini punya pendiri, yaitu pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati). Mereka berdua pengusaha Tionghoa yang meneruskan tradisi keluarga. Nah, sekarang, anaknya, Edi Hartanto, yang jadi bos. Generasi kedua yang tetep berjuang di dunia rokok. Bangunan pabriknya masih berdiri megah di Jl. Puring, Kel. Wonokriyo, Kec. Gombong. Mantap, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Frisco Marendra (@friscomarendra)
Lu tau nggak, bro, pabrik rokok ini bikin rokok siong. Rokok siong ini sebenernya rokok klembak menyan. Bahannya tembakau jadi bahan utama, dicampur klembak dan sejimpit menyan. Terus dibalut pake kertas (papir), jadilah rokok keren.
Klembak ini katanya jagoan, bisa ngurangin risiko kanker. Edi Hartanto, bosnya, bilang gitu. Dan klembak ini juga jadi bahan penting di pengobatan ala Tionghoa. Nah, si Edi biasanya ambil bahan dari mana aja, klembak dari Wonosobo sama Magelang, menyan dari Tapanuli, dan tembakau dari Mutilan, Magelang. Kertas buat lilit-lilit rokoknya biasanya dari Malang. Keren, ya?
Gak cuma Sintren, pabrik rokok ini juga bikin merk keren lainnya, kayak Togog dan Bangjo. Setiap merk punya pasar sendiri. Togog biasa dijual di Purbalingga, Magelang, Wonosobo, sama Jawa Barat. Nah, Bangjo dijual di Purwokerto, Banyumas, Cilacap, Sidareja, Majenang, Aji barang, sama Sumatra, terutama Jambi. Harganya Rp 52.000,- buat 200 batang rokok. Asyik, kan?
Ceritanya di tahun 1987, Edi Hendrawanto lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi di Untar Jakarta. Trus, dia disuruh nge-handle Pabrik Rokok Sintren. Ditarbiyahin sama bokapnya selama 2 tahun, baru setelah itu dia beneran pegang kendali Pabrik Rokok Sintren.
Edi ini punya dua adek, Budi Susanto yang urus bahan bakunya dan Adi Hartanto yang urus kertas rokok plus saus rokoknya. Bertiga mereka brainstorming buat tetep jalanin pabrik ini biar tetep bisa bikin rokok klembak menyan. Yang bikin deg-degan bukan cuma gulung tikar, tapi karena udah susah nyari pekerja muda yang mau ngurusin produksi rokok ini. Banyak yang udah pensiun karena tua bahkan meninggal dunia.
[Baca juga : "Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Makin Ngegas Di 2024"]
Pabrik Rokok Sintren Gombong dulu ngehits banget, bro, sekitar 1970-an sampe 1980-an. Waktu itu, karyawannya sampe 1200 orang, dan pasar rokoknya nggak cuma di Jawa, tapi sampe pelosok lainnya. Tapi, zaman terus berubah, ya. Rokok juga ikutan alur zaman, dari kretek sekarang sampe vapor.
Jadi, produksinya agak merosot karena zaman yang makin ke depan. Meski banyak yang bilang rokok klembak menyan ini ada nuansa mistisnya, tapi ternyata banyak yang suka. Mungkin karena wanginya yang khas dan rasanya yang nendang banget.
Pas lagi ngerokok, bau kemenyan yang keluar kayak manggil makhluk halus gitu, bro. Di beberapa daerah, misalnya Kebumen, rokok klembak menyan ini bahkan jadi bagian dari kesenian Ebleg, loh.
Bungkusnya simpel, cuma kertas minyak yang dilipat-lipat plus rokok yang ujungnya kayak pengeras suara. Ukurannya lebih panjang dari rokok pabrikan biasa, dan buat ngisep satu batang bisa sampe 15 menit, bro. Menarik, kan?
Yang kerja di pabrik ini bukan anak muda-muda, tapi nenek-nenek dan kakek-kakek usia 65-90 tahun. Mereka bekerja dari zaman rokok Sintren berdiri sampe sekarang, gak pensiun, yang penting sehat terus dan masih bisa bekerja. Pake baju kebaya, jarit, dan penutup rambut khas nenek-nenek jaman dulu, tanpa seragam kaya di pabrik modern. Karyawan kurang dari 50 orang, dan jumlahnya makin berkurang karena ada yang meninggal dan gak pernah ada rekrutan baru.
Yang bikin kagum, yang pegang alat potong kertas, urus bahan baku, keuangan, sampe yang ngerokok udah bungkuk-bungkuk, kulit kriput, rambut udah putih semua. Kerja dari pagi jam 6 pagi sampe jam 1 siang. Gak ada target kerja harian atau bulanan, boleh pulang kalo udah lelah, sesuai kemampuan masing-masing.
Wasiat dari Ortu Pak Edi bilang, jangan pecat para karyawan di sini. Katanya, udah banyak bantuan dari mereka. Legend, kan? (Sumber Foto @vakansinesia)
...more