shop-triptrus



9 Inilah Tempat Bersejarah di Kudus

TripTrus.Com - Kota Kudus, dikenal sebagai kota yang mempunyai banyak tempat bersejarah. Karna dengan adanya dua walisongo, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, serta terkenal dengan sebutan Kota Kretek dan banyaknya peninggalan saat penjajahan Belanda, Kudus banyak menyimpan sejarah di dalamnya. Berikut tempat-tempat bersejarah di Kota Kudus : 1. Menara Kudus       View this post on Instagram Assalamualaikum calon imam A post shared by Fadila (@fadila_wahyuni) onApr 3, 2019 at 4:26pm PDT Sebagai salah satu tempat awal penyebaran Islam di Pulau Jawa, Kota Kudus banyak menyimpan peninggalan sejarah Islam. Salah satu yang terpenting adalah Masjid Menara Kudus yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid tersebut telah menjadi salah satu tempat bersejarah yang penting bagi umat Islam di Jawa. 2. Gapura Masjid Menara Selain menara, masih banyak elemen unik lainnya yang bisa ditemukan pada kompleks masjid dan makam ini. Jika ditelusuri, terdapat banyak elemen bangunan yang berulang di berbagai tempat. Itulah gerbang yang bentuknya juga menunjukkan kaitan sangat kuat dengan seni bangunan zaman pra-Islam. Gerbang-gerbang itu menandai dan memberi batas makna ruang profan dan sakral. Komposisi tata letaknya sungguh memberikan urutan sangat menarik. 3. Masjid Wali Loram       View this post on Instagram Biar ga kaget aja sih @kiftihislami πŸ˜‹πŸ˜„ A post shared by Ayuuu 🎡 (@diayuu.s) onJan 19, 2018 at 3:30pm PST Meski tak sepopuler Masjid Menara Kudus, atau Masjid Muria, namun Masjid Wali, Loram Kulon adalah salah satu masjid yang usianya cukup tua di Kudus. Masjid yang hingga kini masih berdiri kokoh di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati tersebut, ko­non juga didirikan pada masa wali. Kekunoan masjid ini de­ngan mudah terlihat dari gapura kuno yang berdiri kokoh di depan masjid. Gapura dengan nama ‘Padureksan’ ini mirip dengan candi-candi semasa Hindu-Budha dan masih terawat baik. Sebagaimana me­nara Kudus yang terkenal, ga­pura ini terbuat dari bata me­rah yang tersusun rapi me­nyerupai candi. Selain itu, beberapa pe-ning­galan kuno lain seperti mihrab, dan sumur tua tempat wudlu peninggalan wali, yang hingga kini masih dipertahankan meski sudah banyak mengalami pemugaran. 4. Masjid Wali Jepang         View this post on Instagram Ketika kita merasa benar, orang lain belum tentu salah. . . . . . . . #outdoors #outdoorphotography #outdoorphotoshoot #landscape #phonephotography #zenfonephoto #zenfonephotography_indonesia #sengajaphoto #masjidwali #sekitarkudus #kudushits #kuduskotakretek #explorekudus #kudusexplore #jelajahkudus #masjidwalijepang #landscapephotography #bluesky #buildings #architecture #culture #aculturation #kudustoday A post shared by Erika Sulistya Nugraha (@ernugraha) onNov 26, 2018 at 7:00pm PST Masjid Wali Jepang Kudus yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-16 itu konon dibangun Arya Penangsang dengan bantuan Sunan Kudus. Masjid digunakan sebagai tempat istirahat dan salat setelah ia menempuh perjalanan dari Jipang di daerah Cepu, Blora, sebelum menghadap Sunan Kudus. 5. Langgar Bubrah       View this post on Instagram ...LANGGAR BUBRAH-salah satu situs peninggalan sejarah penyebaran Islam di Nusantara oleh Walisongo dhi oleh Sunan Kudus - banyak mitos didalamnya - berada sekitar 100 m dari Komplek Masjid Menara Kudus... #langgarbubrah #menara #menarakudus #kudus #indonesia #jawatengah #instaphoto #instahistory #gowes #sepeda #sepedaan A post shared by Bambang Soetono (@bambangsoetono) onJul 4, 2017 at 11:25pm PDT Dikisahkan bahwa Langgar Bubrah ini dibangun pada abad XV sekitar tahun 953 H/1533 M oleh Pangeran Pontjowati dari Majapahit. Pangeran Pontjowati pada zaman dahulu diberi sebuah tanah perdikan di area Kota Kudus oleh Majapahit. Kemudian beliau membangun sebuah tempat ibadah yang dahulu dikenal dengan sebutan Bancik-an atau tempat pemujaan pada masa kejayaan Hindu di Kudus. Tempat tersebut adalah Langgar Bubrah. Pada masa kejayaan Hindu, bangunan Langgar Bubrah digunakan sebagai tempat pemujaan atau beribadah bagi umat Hindu. Setelah masuknya Islam ke Kudus yang dibawa oleh Sunan Kudus dan masyarakat sudah memeluk agama Islam, kemudian tempat itu dijadikan sebagai tempat pertemuan para Wali. 6. Masjid Baitul Aziz Desa Hadiwarno memiliki cagar budaya berupa masjid peninggalan wali yaitu Masjid Baitul Aziz. Masjid tersebut dibangun pada abad ke-16 M zaman wali, terbuat dari batu bata merah kuno dengan luas bangunannya yaitu 150m persegi. Masjid ini termasuk peninggalan masa sunan Kudus ketika beliau sedang berada di Kudus. 7. Rumah Kembar 3 Bal Kota Kudus menjadi penting dalam dunia kretek karena seorang Nitisemito. Nitisemito adalah pribumi terkaya di Indonesia. Pengusaha rokok paling sukses di Hindia Belanda yang hampir menguasai seluruh distribusi rokok di Hindia Belanda bahkan menyeberang sampai ke negeri Belanda. Dinamakan Rumah Kembar karena Nitisemito membangunkan rumah untuk anaknya, yang terletak di sebelah Barat dan Timur sungai Kaligelis. [Baca juga : "Mengunjungi Situs Arca Domas Cibalay"] 8. Waduk Lawang Songo       View this post on Instagram Dulu beberapa orang selalu bilang foto backlight itu kurang oke. Tetapi entahlah, saya malah menikmati foto dengan teknik melawan matahari seperti ini. Walau sederhana, namun begitu nyaman di mata. . . Bagiku, foto melawan matahari adalah tentang bagaimana kamera mampu menghadirkan nuansa berbeda akan tempat yang kita tuju. . . Namanya Waduk Gembong. Sebuah tempat yang menurutku cukup bagus bila digarap serius oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pati. Bukan hanya sebuah tempat berkumpul anak muda yang dimabuk asmara, namun tempat antar pemuda berbagi karya. Bertukar cerita. . . Dari saya yang jauh, dan rindu akan kata pulang untuk mencium tangan Ibu dan Bapak di rumah. Kenangan tentang sudut-sudut kota selalu menyenangkan untuk diceritakan. . . #geonusantara #instanusantara A post shared by Not Lost Just undiscovered (@bukanrastaman) onNov 24, 2018 at 3:08pm PST Waduk Lawang Songo ini terletak di Kabupaten Kudus, tepatnya di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dan berbatasan dengan Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Bangunan peninggalan Belanda ini di bangun sekitar tahun 1908-1916 dan mulai dioperasikan sekitar tahun 1918. Bangunan ini mempunyai fungsi utama sebagai pengatur irigasi pertanian dan pembagi pintu banjir di wilayah sekitar undaan Kudus. Bangunan ini merupakan pembagi pintu banjir yang bertujuan melindungi daerah Demak, Kudus dan Grobogan dari Banjir. 9. Tugu Identitas       View this post on Instagram Kelihatan gagah dr bawah. Tapi dari samping tenggelam dg bangunan sekitar, Hypermart. Seolah Tugu Identitas Kudus dan tamannya menjadi taman Hypermart Kudus. #tuguidentitas #tuguidentitaskudus #taman #hypermartkudus #architecture #cloudy #day #panoramic #unsquared A post shared by ulin.arjunanuha (@ulin.arjunanuha) onMar 12, 2019 at 8:45pm PDT Bangunan tugu ini dibangun di lokasi sejarah yang menjadi saksi perjuangan para pahlawan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan. Tugu ini dibangun pada tanggal 25 Mei 1986 dan diresmikan pada tanggal 28 September 1987. Pada dasarnya, Tugu Identitas Kudus ini merupakan stabilisasi dari menara Kudus yang sudah menjadi ciri khas dari Kabupaten Kudus. Bangunan ini memiliki berbagai makna, seperti pada ketinggiannya yaitu 27 meter yang memiliki makna dari angka 2 dan 7 yang apabila dijumlahkan akan berjumlah 9 yaitu bermakna adanya Walisongo. (Sumber: Artikel isknews.com Foto id.wikipedia.org)
...more

10 Destinasi Menarik Pulau Morotai

TripTrus.Com - Sebagai sebuah negara kepulauan, tentu tidak mengherankan jika sampai detik ini, Indonesia ternyata masih menyimpan berbagai misteri keindahan alam yang menunggu untuk ditemukan. Dan salah satunya adalah Pulau Morotai, yang berlokasi di sisi utara Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara. Bahkan, banyak juga yang bilang kalau keindahan Morotai sebanding, atau bahkan lebih indah jika dibandingkan dengan Raja Ampat yang sudah lebih dulu terkenal. Apakah Anda sudah berencana untuk berpetualang jauh dari rumah dan masih mencari-cari ide destinasi wisata yang wajib dikunjungi? Kalau iya, maka wisata Morotai jelas adalah jawaban yang jangan sampai Anda lewatkan. Berikut ini adalah berbagai destinasi menarik serta hal-hal seru yang bisa anda temukan hanya di Pulau morotai! Penasaran? Simak ulasannya berikut ini! 1. Pulau Dodola       View this post on Instagram Pulau Dodola Morotai... πŸ˜πŸ’•πŸπŸ–πŸŒŠ #dodola #pulaudodola #dodolaisland #morotai #morotaiisland #pulaumorotai #exploremorotai #maluku #indonesia #pantaimorotai #beach #beachlover #mylife #mytrip #myadventure #doctorlife #pantai #pantaiindonesia #wonderfullindonesia #wonderfulindonesia #indonesiaindah #djispark #drone #dji #djiamazing #myholiday #lovebeach #loveislove #lovemylife #adventure A post shared by Jesslyn Sanusi, dr, SpOG (@jesslyn_sanusi) onAug 29, 2018 at 8:56am PDT Seperti yang sudah Anda ketahui, Maluku sebagai sebuah propinsi kepulauan memiliki berbagai pulau dan masing-masing sama-sama wajib dikunjungi minimal sekali seumur hidup. Tak terkecuali Morotai, yang juga dikelilingi oleh berbagai pulau kecil yang bisa Anda kunjungi dengan mudah menggunakan perahu. Salah satunya adalah Pulau Dodola, yang terbagi jadi Dodola Besar dan Dodola Kecil, dan terpisahkan jarak sejauh 500 meter saja. Tapi, ketika kondisi air laut sedang surut, kedua pulau ini akan terlihat seolah jadi satu! Pantai pasir putih yang menyebar di pesisir pulau adalah daya tarik utamanya. Dan tentunya, lokasi ini sangat jauh dari keramaian jadi suasananya dijamin berbeda! Anda juga bisa menikmati hiburan air menaiki jetski atau menghabiskan waktu sambil snorkeling atau menyelam. Yang hobi memancing juga akan dimanjakan di sini! 2. Pulau Sumsum Salah satu wisata Morotai yang satu ini bukan hanya indah, tapi juga punya nilai sejarah. Konon, dulu Pulau Sumsum adalah markas peristirahatan Jenderal Douglas MacArthur, pemimpin pasukan sekutu di area Asia Pasifik. Karena itulah Pulau Sumsum juga dikenal di dunia dengan nama Zum-Zum McArthur Island. Di sini, Anda bisa temukan pantai cantik berpasir putih serta berbagai situs bersejarah lainnya, seperti bekas rumah tinggal Jenderal MacArthur, Monumen MacArthur, dan tempat pendaratan tank amfibi. 3. Pulau Kolorai       View this post on Instagram Anak-Anak Pulau Kolorai . Hidup mereka, disini.. Disini, mereka bahagia.. . . . #AnakPantai #AnakPulau #PulauKolorai #Morotai #KabupatenPulauMorotai #MalukuUtara #NorthMaluku #KoloraiIsland #MorotaiIsland #EastIndonesia #Indonesia #VisitIndonesia A post shared by Yosef Frista Hans Bertiyan (@yosef_hans_bertiyan) onJul 22, 2018 at 1:20am PDT Satu lagi pulau cantik yang juga jadi salah satu wisata Morotai andalan yang wajib Anda kunjungi. Di sini, Anda bisa menikmati tenangnya nuansa pantai yang sepi dengan angin sepoi-sepoi yang menemani dan deburan ombak yang tenang. Jadi, Anda bisa berenang di laut dengan nyaman, atau ber-snorkeling ria bersama teman atau keluarga. Pulau ini juga merupakan pulau di mana para nelayan Morotai tinggal, sehingga Anda juga bisa berinteraksi dengan warga lokal maupun mengamati aktivitas para nelayan saat akan melaut atau pulang dari laut. Kalau memungkinkan, kunjungi Pulau Kolorai ketika Festival Kolorai diadakan! Sebab, para wisatawan bisa mengikuti berbagai kegiatan festibal, seperti Susiru, Tikar Adat, dan Kabilano. 4. Air Kaca Morotai       View this post on Instagram Air Kaca pada masa Perang Dunia II merupakan sumber mata air yang sangat penting bagi pasukan AS. Mata air ini juga sering digunakan Jenderal Mac Arthur untuk mandi dan menurut cerita ketika Mac Arthur mandi di tempat ini, dia dapat melihat ramalan dalam berperang nanti. Wisata Air Kaca adalah salah satu objek wisata yang dapat Anda temukan di Kab. Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. - The air kaca in the days of world war II the main source of water that is essential for us forces. Springs this general mac arthur also often used to wash and the story when mac arthur a bath in this place, he could see oracle in fight later. The air kaca tourism is one of objects tours that you can find in the morotai island district, north maluku province. - #morotai #morotaiisland #morotaidaloha #morotaitrip #morotaiindah #morotaihits #morotaisantai #morotaibeach #morotaiselatan #morotaiofficial #morotaiscooterclub #instagram #ternate #maluku #malukuutara #northmaluku #hopping #hoppingisland #hoppingislandmorotai #exploremorotai #pesonamorotai #morotaitourism #wonderfulmorotai #barondamorotai #museumswadaya #museum #airkaca #airkacamorotai #wisataairkaca #wisatasejarah A post shared by danny be πŸ”΅ (@terdalam_) onJul 9, 2018 at 4:53pm PDT Inilah salah satu objek wisata Morotai yang paling terkenal. Lokasi ini sebenarnya adalah sebuah sumber mata air, yang saking jernihnya sampai menyerupai kaca. Konon, sumber mata air ini juga dimanfaatkan sebagai tempat mandi Jenderal MacArthur, sehingga lokasi ini juga dikenal dengan nama Mata Air MacArthur. Sampai sekarang, sumber mata air ini masih dipergunakan oleh warga lokal untuk kebutuhan mereka sehari-hari. 5. Pulau Kokoya       View this post on Instagram Repost from @sistalukito #malukuislands_indonesia_repost . . Can never get enough of Morotai D'aloha! Back at this island for the third time, this time for my surface interval between divings with a group of sharks and ship wreck. Loc : Pulau Kokoya, Morotai - Halmahera Utara . . πŸ“· @galuhkartikad . . Silahkan kunjungi dan follow @sistalukito untuk melihat galeri keiindahan nusantara yang lainya . . #pulaukokoya #morotai #halmaherautara #malukuislands A post shared by Explore Maluku πŸ‡²πŸ‡¨ (@malukuislands_indonesia) onSep 22, 2017 at 2:46am PDT Pulau cantik berikutnya yang dapat Anda kunjungi ketika masih di Morotai adalah Pulau Kokoya, yang juga menawarkan keindahan pantai berpasir putih dan lembut sebagai tempat bersantai. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya, Pulau Kokoya tidak berpenghuni, sehingga Anda dijamin akan merasa seolah sedang berada di pulau pribadi! Untuk pergi ke Kokoya, Anda bisa naik kapal cepat yang erangkat dari Kota Duraba. Dan setibanya di sana, Anda bisa menikmati berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, snorkeling, dan diving. Dan karena banyaknya terumbu karang yang tersebar mengelilingi pulau, Anda bisa menikmati pemandangan ikan-ikan cantik dan hamparan terumbu karang yang masih alami. [Baca juga : "6 Tempat Wisata Di Banda Neira"] 6. Pantai Rorasa       View this post on Instagram Seperti ombak menghempas pantai kemudian kembali ke laut kembali lagi ke tepi menghempas pantai yang sama. Namun, Air yang kembali tidak sama seperti rasa yang muncul dalam diri menghempas pikiran memunculkan emosi namun sebenarnya rasa dan riak yang terjadi tidak pernah sama. πŸ“Pantai Rorasa - Morotai, Indonesia πŸ‡²πŸ‡¨#morotai #morotaiisland #pesonaindonesia #genpimorotai #pesonamorotai #pantairorasa #beach #likebeach #beautifulbeach A post shared by Efrid. Claudya .Wangka (@efrid_photo) onJan 13, 2019 at 1:04am PST Sebagai salah satu destinasi wisata Morotai paling populer, maka jangan heran jika pulau yang satu ini lebih ramai jika dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Tapi, Anda masih bisa menikmati suasana Pantai Rorasa yang lebih sepi jika Anda datang pada hari biasa, bukan saat akhir pekan. Untuk bisa menjangkau Pantai Rorasa, Anda bisa berangkat dari berbagai kota di Morotai, termasuk Kota Daruba dan pergi menuju Desa Buho Buho. 7. Museum Perang Dunia II       View this post on Instagram Dari sini sejarah Perang Dunia ke II di mulai, jejaknya begitu nyata, seakan baru kemarin peristiwa besar itu terjadi. Konon dari sini bom atom Sekutu di bawa dan di jatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima Jepang. Jika benar, tidak salah adagium Tanpa Morotai Indonesia bukan Indonesia. Eh... Bisa bekerja sambil liburan di satu waktu, kurang greget apa coba πŸ˜πŸ˜€ Masih banyak yang belum di jelajahi dari alam Morotai. Balik lagi di satu kesempatan. Nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan. #morotai #museumperangduniaii A post shared by Hendra Kasim (@hend_kasim) onNov 10, 2018 at 6:33pm PST Seperti yang sudah Anda ketahui, kawasan Pasifik menjadi salah satu lokasi penting berlangsungnya Perang Dunia II. Dan karena alasan itulah mengapa tentara Jepang datang dan menjajah Indonesia. Karena itu, tidak mengherankan jika Anda bisa menemukan lokasi bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa penting ini, seperti Museum Perang Dunia II. Apalagi Morotai menjadi lokasi terjadinya Battle of Morotai. Di sini, Anda bisa menemukan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa peperangan tersebut. Ada juga benda-benda yang dulunya merupakan koleksi pribadi para warga sebelum disumbangkan ke museum. Dan selain wisatawan domestik, Anda juga bisa bertemu dengan para wisatawan mancanegara, terutama para veteran perang yang datang dari Amerika dan Australia. 8. Air Terjun Bunga Kokota Bukan hanya pantai, masih ada berbagai jenis keindahan alam yang jadi destinasi wisata Morotai populer. Salah satunya adalah Air Terjung Bunga Kokota yang berlokasi di Desa Mira yang ada di kawasan lereng Gunung Bakulu. Anda juga bisa menemukan sebuah gua sedalam 4 menetr di salah satu titik air terjun yang ada di lokasi ini, sehingga Anda juga bisa berpetualang memasuki gua. Akan tetapi, tentu jangan lupa untuk perhatikan dan jaga keselamatan diri, ya! 9. Tanjung Gorango       View this post on Instagram #tanjunggorango#morotai A post shared by Baiq Dian Zoelaeha (@dizetland) onDec 25, 2018 at 12:20am PST Tak perlu diragukan lagi, berkunjung ke Morotai bisa diibaratkan seperti surge bagi Anda penggemar wisata pantai. Salah satunya adalah Tanjung Gorango yang menawarkan keindahan pasir pantai putih dan deburan ombak yang tenang. Bongkahan karang dan jajaran tebing memberikan sentuhan keindahan alam tersendiri, sehingga lokasi ini jelas wajib Anda abadikan ke dalam foto dan diunggah kea kun media sosial Anda. Teman-teman Anda yang melihat foto-foto tersebut dijamin akan merasa iri! 10. Pulau Tabailenge       View this post on Instagram Surga Dari Desa Bere-bere adalah Pulau Tabailenge....πŸπŸ–Sebuah Pulau yg begitu Bersih dan Asri di kelilingi Indahnya Pasir Putih yg begitu halus Keindahan Bawah lautnya membuat kita Tak Mau berhenti bermain dengan Laut. #100CoEWonderfull2019 #10CoEpilihanNetizen β™‘#PulauDodola β™‘#PulauMitita β™‘#PulauTabailenge β™‘#PulauTelur/Pasirputih β™‘#pulauKoloray β™‘#Tanjung Gurango β™‘#Tanjung Sopi β™‘#Air Terjun Raja β™‘#Gua Popogu β™‘#Museum Swadaya #CoE2019PropinsiMalukuUtara #GenpiMorotai #Repost A post shared by IkHa Bilo (@ikha_bilo) onJan 21, 2019 at 3:58pm PST Berlokasi di sisi timur Morotai, Pulau Tabailenge adalah destinasi wisata Morotai lainnya dengan hamparan pantai berpasir putih yang dikontras dengan jajaran pepohonan hijau nan subur dan bentangan air laut berwarna biru jernih. Untuk mencapai Pulau Tabailenge, Anda bisa berangkat naik kapal selama 15 menit dari Desa Bere-Bere. Itulah daftar berbagai lokasi wisata Morotai yang wajib Anda kunjungi minimal sekali seumur hidup! Bagi Anda yang sudah pernah berkunjung ke Morotai, mana destinasi wisata yang sudah Anda kunjungi dan jadi favorit Anda? (Sumber: Artikel gotravelly.com Foto indonesia.travel)
...more

Ini Deretan Event Keren Buat Kamu yang Mau Nge-Trip ke Sumatra Barat Pas Bulan Agustus 2023

TripTrus.Com - Bro dan sis yang lagi kepikiran buat jalan-jalan ke Sumatra Barat (Sumbar) pas Agustus 2023, lu pada mesti tau nih, ada banyak banget event seru yang bakal digelar di bulan itu. Jadi nggak cuma asyik ngerasain alam kece dan nyobain makanan enak di Ranah Minang, tapi juga bisa nonton dan merasakan langsung event-event kece yang ada di Sumbar.       View this post on Instagram A post shared by Puti Akhmallia (@putiakmla) Nah, dari info yang gue dapet dari situs https://visitbeautifulwestsumatra.id/ pas hari Kamis (27/7/2023), ada 12 event seru yang bakal diadain pas Agustus nanti di berbagai kabupaten dan kota di Sumbar. Cekidot deh, berikut ke-12 event tersebut: Festival Marandang Nah, buat lu yang doyan kuliner, wajib banget nih dateng ke Festival Marandang. Ini festival khusus buat ngejaga dan ngasih penghormatan buat makanan khas Minang yang udah terkenal banget sampe ke mancanegara. Tempatnya di Pantai Cimpago, Kota Padang, tanggal 5-6 Agustus 2023. Jadi siap-siap ngebul mulai dari makanan, view, sampe keseruan lainnya! Multikultural Ini dia buat lu yang suka ngeliat perpaduan budaya dari berbagai suku. Event Multikultural ini bakal digelar di Kota Padang, dari tanggal 12 sampe 20 Agustus 2023. Mau tau betapa keren dan bervariasinya budaya yang ada di Sumbar? Jangan sampe ketinggalan, ya! Pendakian Gunung Talang dan Camp Bersih Bro dan sis, buat yang hobi mendaki dan peduli lingkungan, Pendakian Gunung Talang dan Camp Bersih ini cocok banget buat lu. Ini ekspedisi gunung yang nggak cuma seru buat mendaki, tapi juga buat nyumbang kebersihan. Lokasinya di Gunung Talang, Kabupaten Solok, tanggal 16-18 Agustus 2023. Jadi sambil merdekaan, juga bisa meresapi keindahan alam sambil jaga alam, kan? Mentawai Internasional Pro Surf Competition Calling all surfer dudes and babes! Buat lu yang gila ombak, jangan sampai ketinggalan Mentawai Internasional Pro Surf Competition. Kompetisi surfing tingkat internasional ini udah digelar sejak tahun 2013 loh. Lokasinya di Lances Right, Kabupaten Kepulauan Mentawai, tanggal 21-29 Agustus 2023. Siapin tenaga buat nge-dive ke ombak! Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Ini event buat lu yang penyayang binatang. Mereka bakal bagi-bagi vaksin gratis ke masyarakat. Tempatnya di Kota Padang, tanggal 26 Agustus 2023. Jadi selain liburan, juga bisa berkontribusi buat kesehatan hewan, keren kan? Festival Siti Nurbaya Buat yang ngefans sama seni dan budaya Minangkabau, Festival Siti Nurbaya ini wajib masuk dalam list liburan lu. Temanya semua tentang seni dan budaya Sumatra Barat, khususnya Kota Padang. Diadain di Kota Padang, tanggal 26-27 Agustus 2023. Siap-siap buat ngerasain kekayaan budaya yang nggak boleh terlewat! Selaju Sampan Ini nih buat lu yang pengen ngalamin sensasi unik. Festival Selaju Sampan ini digelar di saluran irigasi di Alinia Farm & Park Jorong Lawai, Nagari Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, tanggal 26-27 Agustus 2023. Nggak biasa kan liburan sambil ngerasain sensasi alam yang beda? Bazar Merah Putih Event keren ini bakal diadain di Kota Padang. Tanggalnya belum diumumin, tapi pastinya bakal seru banget! Festival Pamalayu Buat yang penasaran sama kekayaan budaya Sumbar, Festival Pamalayu ini wajib banget buat lu. Diadain di Kabupaten Dharmasraya, bulan Agustus 2023. Lu bakal banyak dapet insight tentang budaya yang bikin Sumbar jadi istimewa. Zero Waste Mountain Kalo lu suka mendaki dan peduli lingkungan, Zero Waste Mountain di Gunung Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, bulan Agustus 2023 ini cocok banget buat lu. Selain nge-daki, lu juga ikut menjaga kebersihan gunung dan lingkungan sekitar. Jadi bisa liburan sambil bantu pelestarian alam. Pacu Jawi Batali Sikek Nah, ini nih buat lu yang demen sama balapan sapi, Pacu Jawi Batali Sikek wajib masuk agenda lu. Digelar di Kota Payakumbuh di bulan April, Agustus, November, dan Desember 2023. Asyiknya, lu bisa merasakan sensasi nonton sapi-sapi kece pada beradu cepat, bro! Pacu Itiak Kamu ada di Kota Payakumbuh pas Agustus sampe Desember? Jangan lupa nih saksikan Pacu Itiak, di mana itik-itik bakal diadu kecepatan. Seru banget nih buat nemenin liburan lu! [Baca juga : "Wohoo! Event Seru Di Jawa Tengah Agustus 2023 Yang Gak Boleh Lu Lewatin, Bro!"] Jadi, buat lu yang mau liburan seru ke Sumbar pas Agustus 2023, ada banyak pilihan event-event seru yang bakal nambah seru liburan lu. Jadi, jangan sampe terlewat ya! (Sumber Foto @agusnadeas) 
...more

4 Tips Pertama Kali Ajak Anak Balita Anda Traveling

TripTrus.Com - Sebagai seorang penggila traveling, travel blogger Nila Tanzil ingin menularkan hobinya kepada sang buah hati. Tidak heran jika Nila sudah memboyong putri pertamanya Sienna Tanzil Petersen berpergian jauh sejak masih berusia tiga bulan.    Enjoying the view of Mount Cook after a heavy hike 600m uphill... someone did it sleeping... #babycarrier #ergobaby A post shared by reizenmetspuitluiers (@reizenmetspuitluiers) onJan 3, 2018 at 12:42am PST Bahkan beberapa bulan lalu, pendiri Taman Bacaan Pelangi itu mengajak Sienna yang 1 Desember mendatang genap berusia setahun berkeliling sejumlah negara di Eropa. Sering bolak-balik Jakarta - Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk memantau taman bacaannya, Nila pun pergi bersama putrinya.  "Besok aku ke Labuan Bajo lagi. Ini perjalanan keenam Sienna ke sana," ujar Nila saat ditemui Wolipop di sela Nutrifood Leadership Award beberapa waktu lalu. "Menurut wanita yang sudah berkunjung ke 32 negara itu, mengenalkan traveling sedini mungkin kepada anak adalah bagian dari proses pembentukan karakternya." "Anak bisa belajar beradaptasi dengan cepat ketika dewasa kelak. Semakin sering traveling, anak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar," kata wanita yang bercita-cita diving di lautan Galaspagos, Amerika Selatan, itu.  Nila sendiri juga sudah terbiasa traveling bersama kedua orangtuanya sejak kecil. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai fotografer sehingga kerap berpergian jauh untuk berburu objek-objek unik dan cantik.  Meski usia Sienna belum segenap setahun, Nila merasa tidak kewalahan mengurus putrinya selama berpelesir, terutama ketika pertama kalinya Sienna berpergian jauh. Padahal, ia melancong tanpa pengasuh. Bagaimana bisa?  Menurut wanita berkulit eksotis ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua yang ingin mengajak anak balitanya berpergian jauh untuk kali pertama dengan atau tanpa pengasuh.  1. Santai, Jangan Cemas Berlebihan Wajar bila orangtua merasa cemas mengingat ini perjalanan jauh pertama bagi buah hati mereka. Entah itu cemas soal kesehatan, persediaan makanan dan minuman, atau pakaian mereka. "Santai saja, jangan terlalu cemas. Soalnya anak peka dan bisa merasakannya. Kalau orangtua panik, anak pasti akan ikut rewel," ujar wanita yang lebih senang berwisata sendiri alias solo traveling itu. 2. Light Traveling,  Bawalah barang seperlunya. Jangan terlalu membebani beban Anda dengan barang yang terlalu berlebihan. Utamakan perlengkapan seperti pakaian, selimut, sepatu, obat-obatan, baby carrier seperti kereta bayi (stroller) dan rompi penggendong, serta mainan untuk menghibur buah hati.  "Pakaian juga secukupnya karena masih bisa dicuci. Kalau makan dan minuman juga bisa dibeli selama perjalanan," kata Nila yang juga berbagi tips traveling aman dan nyaman bersama anak di akun Instagram @Siennalittleeplorer.3. Wajib Bawa Selimut  Bagi Nila, benda yang satu ini sangat multifungsi sehingga wajib dibawa. Selain menghangatkan tubuh dari hawa dingin, selimut juga berfungsi sebagai alas tidur di kala tempat tidur kurang memadai. Kaus kaki dan topi juga masuk dalam daftar wajibnya.4. Gunakan Baby Carrier yang Tepat Saat menelusuri jalan pedesaan yang berbatu tentunya Anda akan kesulitan menggunakan stroller atau kereta bayi. Maka kenali medan sebelum berpergian untuk menggunakan baby carrier yang tepat. Stroller cocok untuk jalanan berpermukaan rata. Jika medannya kasar, rompi penggendong bayi bisa jadi pilihan. Pastikan Anda juga membewa gendongan yang diselempangkan untuk bayi. (Sumber: Artikel detik.com, Foto freepik.com)
...more

Saksi Bisu dari Bangka

TRIPTRUS - Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda kembali menduduki Indonesia lewat Agresi Militer II dengan menggempur serta menduduki ibukota Indonesia pada saat itu, Yogyakarta. Tidak lama setelah agresi militer, para pemimpin Indonesia diasingkan jauh dari ibukota.22 Desember 1948, Bung Karno tiba di Muntok atau Mentok, sebuah desa yang kini menjadi kecamatan di Kabupaten Bangka Barat. Di Mentok, Bung Karno di ditempatkan di Wisma Ranggam (juga dikenal dengan nama Pesanggrahan Muntok), sementara dua bulan kemudian, tanggal 6 Februari 1949 Bung Hatta beserta KH Agus Salim tiba di Mentok dan ditempatkan di di Pesanggrahan Menumbing. Sebelumnya, Bung Hatta dan KH Agus Salim diasingkan di Sumatera Utara. Namun atas permintaan Bung Karno, agar lebih mudah berkonsultasi dengan Bung Hatta, mereka dipindah ke Muntok.Di Wisma Ranggam, Bung Karno tinggal bersama KH Agus Salim , Ali Sastro Amidjojo dan M Roem. Bung Karno dan Agus Salim menempati dua kamar yang berada di bangunan utama, sementara M Roem dan Ali Sastro Amidjojo menempati dua ruangan di sayap bangunan. Kamar yang ditempati oleh Bung Karno juga bukanlah kamar mewah. Presiden pertama Republik Indonesia itu bahkan menempati kamar berukuran 5x5,4 m, lebih kecil dari kamar utama di sebelahnya yang ditempati oleh Agus Salim. Wisma Ranggam sendiri awalnya adalah rumah peristirahatan bagi pegawai perusahaan Bangka Tien Winning dari Belanda hasil rancangan Y Lokalo pada tahun 1827. Di Wisma Ranggam ini dimulai lahirnya pembahasan isi perjanjian Roem-Royen yang mengatur perdamaian antara Indonesia dan Belanda. Dan di sini pula Bung Karno menyerahkan surat kuasa kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX tentang pengembalian pusat kekuasaan pemerintahan Republik Indonesia, dari Yogyakarta kembali ke Jakarta.Di Pesanggarahan Menumbing, yang letaknya kurang lebih 11 kilometer dari Pesanggrahan Mentok, Bung Hatta ditempatkan bersama Sekretaris Negara AG Pringgodigdo, Mr. Assa'at dan Komodor Udara Suryadarma. Gedung yang terletak di atas Bukit Menumbing ini sempat dijadikan hotel sampai tahun 2005. Kini Pesanggarahan Menumbing hanya ditempati oleh orang-orang yang memesan saja. Meski begitu, sampai saat ini kamar yang pernah ditempati Bung Hatta tidak boleh dipakai menginap. Di Pesanggrahan Menumbing, Bung Hatta juga merumuskan isi Perjanjian Meja Bundar di kamarnya. Beberapa surat-surat Bung Karno juga masih dipajang di Pesanggrahan Menumbing.Selama tinggal di Bangka, Bung Karno tidak mengurung diri saja di dalam Wisma Ranggam. Beliau kerap terlihat berjalan-jalan bersama masyarakat menyusuri pantai dari Pesanggrahan Mentok - yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan - hingga ke menara mercu suar di Tanjung Kalian. Selama di Bangka, Bung Karno mendirikan PORI (Persatuan Olah Raga Indonesia) yang kini menjadi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan Angkatan Pemuda Indonesia (API). Kedua organisasi itu dibuat sebagai cara mempersatukan masyarakat Bangka lewat olahraga dan kegiatan bagi para pemuda, karena di masa pengasingan, organisasi politik tidak diperbolehkan oleh Belanda.Pada tanggal 5 Juli 1949, diumumkan bahwa pusat pemerintahan Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta. Dan sehari sesudahnya, tanggal 6 Juli 1949, Bung Karno, Bung Hatta, dan para tokoh nasional meninggalkan Bangka untuk kembali ke Yogyakarta. Untuk mengenang Bangka dan Wisma Ranggam, Mr. Mohammad Roem mengatakan, "van Bangka begint de Victorie" (dari Bangka datangnya kemenangan). Tapi sayangnya, di Wisma Ranggam sudah tidak ada lagi benda-benda bersejarah atau furniture yang dulu dipakai oleh Bung Karno dan para tokoh nasional lainnya. Meskipun begitu, bentuk bangunan Wisma Ranggam tidak berubah. Kini bangunan kosong itu tidak punya bukti lain selain bentuk fisik dan jadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa kita.   Ikuti trip ke Belitung untuk melihat saksi sejarah dari Muntok ini: http://triptr.us/Bs
...more

Puncak Terhits Berburu Sunrise di Bogor, Kunjungi Bukit Batu Roti

TripTrus.Com - Selalu saja ada hal menarik ketika Anda memilih Bogor sebagai tujuan destinasi untuk berlibur. Mulai dari danau, pegunungan, hingga wisata alamnya selalu menjadi daya tarik wisatawan.       View this post on Instagram Moment sunrise memang paling ditunggu untuk di nikmati, bnyak tempat bagus untuk melihat sunrise tak terkecuali di puncak batu roti ini, tepatnya berada di ciampea bogor, pemandangan yg super indah ini, ingin rasanya kembali ksini. . πŸ“ Puncak batu roti, gunung kapur, ciampea, bogor . πŸ“· @rahmancosta92_ A post shared by M Bista Ilham (@bistailham_) onMay 22, 2018 at 4:13am PDT Salah satu destinasi yang menarik dan tak boleh dilewatkan adalah mengunjungi bukit batu roti. Ini merupakan gunung kapur di Ciampea Bogor. Berada di atas puncak roti, Anda akan melihat lanskap tercantik di Bogor. Pemandangan alamnya terlihat memesona, ditambah struktur bebatuan di puncaknya menarik untuk dijadikan background untuk Anda berswafoto. Bogor tak hanya memiliki gunung Pangrango. Kota hujan ini juga memiliki bukit kapur yang kerap diincar wisatawan. Bukit Kapur memiliki tiga puncak yang memiliki pemandangan yang sama indahnya. Bukit yang didominasi oleh tanah dan karst berketinggian tidak lebih dari 400 mdpl ini memberikan sensasi yang berbeda. [Baca juga : "Lokasi Wisata Bogor Dengan Spot Underwater Yang Keren Abis"] Salah satu puncak yang paling diincar wisatawan untuk berburu sunrise adalah puncak batu roti. Puncak yang dikenal dengan karstnya yang membentuk seperti roti jika dilihat dari bawah. Bisa dibilang Puncak Batu Roti adalah salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit di Bogor Barat. Ditunjang dengan puncak karst yang mengerucut, membuat Anda dapat memandang ke sekelilingnya 180 derajat tanpa terhalang apa pun. (Sumber: Artikel inews.id Foto payungrimba.blogspot.com)
...more

Wae Rebo: Kampung Adat yang Mengglobal

Anda tak akan menyangka jika di pedalaman Flores, tepatnya di kabupaten Manggarai  akan menemukan sebuah “kampung internasional”, yang mana Anda akan menyaksikan orang dari berbagai negara bertemu dalam satu lokasi yang sama, tidur, dan makan dalam satu atap Mbaru Niang, demikianlah nama untuk rumah kerucut Wae Rebo. Semenjak mendapatkan anugerah Award of Excellence dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik. Kampung Adat Wae Rebo setidaknya telah dikunjungi tiga ribu lima ratus pengunjung yang menjadi angka penutup di penghujung tahun 2014. Katarine misalnya, seorang turis asal Firlandia, meninggalkan moment Natal bersama keluarga untuk traveling ke Flores untuk mengunjungi Kampung yang namanya mulai tersehor di daratan Eropa sejak penetapan UNESCO. Begitu juga dengan para pengunjung dari berbagai Negara, mereka menganggap Wae Rebo seperti magnet yang baru muncul yang energinya mulai menarik para pengunjung di seluruh dunia. Kampung adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo mempunyai makna "mata air". Wae Rebo secara fisik terdiri atas tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang, berbentuk kerucut yang mempunyai diameter 12-15 meter, dengan ketinggian 8-10 meter. Bagian atap yang menjuntai hingga menutupi sebagian besar bangunan ini dibuat dari rumput khusus dengan dilapisi ijuk agar lebih kuat jika diterjang angin dan air hujan. Kampung ini  juga dibangun di atas Pegunungan Pocoroko dengan ketinggian 1100 mdpl yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Selain unik dari sisi arsitek dan pemilihan lokasinya, pola susun rumah adat Wae Rebo juga unik, karena polanya melingkar dan tepat di tengah-tengahnya terdapat batuan yang disusun membentuk persegi. Pada bagian persegi itu terdapat semacam altar yang terbuat dari bambu untuk meletakan sesembahan para leluhur. Susunan batuan itu disebut sebagai Compang untuk upacara adat. Bentuk rumah adat ini selalu dikaitkan dengan bentuk sarang laba-laba yang juga terjadi dalam pola pembagian sawah yang ditanami padi oleh Suku Manggarai. Pola pembagian sawah ini juga menyerupai sarang laba-laba yang mengerucut dibagian tengah, dengan alur pembagian seperti petak-petak yang dibuat oleh laba-laba untuk menjerat mangsanya. Anda dapat menemukan sawah yang berbentuk sarang laba-laba ini di Lembor dan Cancar, saat perjalanan menuju Kota Ruteng. Masyarakat Wae Rebo percaya bahwa nenek moyang mereka yang bernama Maro berasal dari Minangkabau, yang kemudian belayar menuju ke selatan dan akhirnya menemukan Pulau Flores. Setelah itu mereka mencari lokasi, pertama kali Mereka pindah ke Liho Dari Liho, kemudian pindah ke Ndara, Golo Damu, dan Golo Pandu, setelah itu pindah ke pegunungan Poncoroko. Kedekatan budaya mereka dengan Suku Minang dapat dilihat dari bentuk rumah dan tradisi pernikahan mereka yang hampir sama. Jika Anda mengunjungi kampung adat Wae Rebo, banyak hal yang akan Anda dapatkan, di antaranya adalah nikmatnya kopi yang dibuat secara tradisional oleh penduduk setempat, selain itu juga perpaduan antara rumah adat dan hijaunya hutan bagaikan permadani  menyelimuti kokohnya gunung-gunung yang mengelilingi kampung Wae Rebo.  Perpaduan ini menjadi sebuah kolaborasi apik yang akan memanjakan mata Anda di sana. BAGAIMANA KE SANA? Wae Rebo dapat di tempuh dengan start perjalanan udara dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Labuan Bajo, yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat. Selanjutnya  Anda harus menempuh perjalanan darat selama 4 jam menuju Kota Ruteng, sebuah kota kecil di Kabupaten Manggarai Tengah. Selama perjalanan Anda dapat menikmati sawah yang berbentuk sarang laba-laba di Lembor atau Cancar. setelah itu perjalanan dapat dilanjutkan menuju Desa Denge yang merupakan desa terakhir sebelum trakking selama empat jam menuju Wae Rebo.    Profile Campa Tour: Create awareness of history by traveling all around the world. Discover the hidden treasures and enjoy cross-century experience. We aim to take our customer into unforgettable journey when they are taken out of their comfort zones, discover new stories, reveal the truth about ancient history, experience land before times and traditional culture, and find their true selves. Website: http://www.campatour.com/ Twitter: @CampaTour      
...more

Tradisi Ojung Meneteskan Darah Untuk Hujan

Di setiap akhir musim kemarau, Desa Tapen, Kecamatan Bondowoso, Jawa Timur, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan ritual Ojung. Ritual ini dilakukan sebagai permohonan turunnya hujan kepada Tuhan. Seperti apa ritual Ojung ini? Baca terus di sini.Ritual Ojung yang unik ini tidak hanya dilakukan di Bondowoso saja. Ritual ini juga dilakukan di Pulau Madura dan di Tengger, Gunung Bromo. Yang membedakan antara ritual Ojung di Bondowoso dan Madura dengan yang di Tengger adalah waktu pelaksanaannya. Di Bondowoso dan Madura, Ojung dilakukan untuk mengundang turunnya hujan setelah musim kemarau, sementara di Tengger, Ojung diadakan tiap perayaan hari raya Karo. Dalam Ojung, dua orang pria berhadapan dengan bertelanjang dada sambil menggenggam erat sebatang rotan. Saat musik dimainkan, kedua pria tersebut bergoyang mengikuti alunan musik. Tidak hanya itu saja, rotan yang dipegang kemudian digunakan untuk saling menyabet lawan. Dari luka yang meneteskan darah, diharapkan akan dapat mengundang turunnya hujan. Untuk memulai ritual Ojung, diperlukan dua orang pria, satu orang wasit, satu orang pendamping untuk tiap petarung Ojung, dan dua orang yang akan menandai luka akibat sabetan rotan. Di Madura, para petarung Ojung harus mengenakan pelindung muka dan kepala yang terbuat dari sabut kelapa. Tapi di Bondowoso, petarung Ojung hanya mengenakan kopiah dan odheng (ikat kepala) yang diikatkan di pinggang. Meskipun begitu, ada larangan untuk menyabetkan rotan ke bagian muka atau kepala. Daerah target sabetan hanyalah bagian leher, dada, perut, lengan atas, dan punggung.Tiap pertandingan Ojung terdiri dari tiga ronde. Tiap ronde para petarung harus berusaha mendaratkan sebanyak-banyaknya pukulan rotan ke tubuh lawannya. Tiap luka yang timbul akan segera diberi tanda oleh kedua orang yang bertugas. Setelah tiga ronde berakhir, peserta yang menyabetkan luka paling banyak dinyatakan sebagai pemenang. Ritual Ojung ini juga dianggap sebagai tanda keberanian mental dan kejantanan para pesertanya. Namun, meski bersifat Ojung bersifat keras dan para petarungnya saling melukai, tiap selesai satu pertandingan kedua peserta harus tetap bergoyang dan bersalaman untuk menunjukkan tidak adanya permusuhan atau dendam setelah acara ini selesai.Ojung biasanya dilaksanakan tiap bulan kedelapan penanggalan Madura, yaitu bulan Rebbe. Di bulan ini masyarakat Madura dan Bondowoso mengadakan slametan desa yang dinamakan Gadhisa. Acara ini dilakukan untuk menjaga desa dari bencana atau hal-hal yang tidak diinginkan. Sehari setelah Gadhisa, para penduduk baru mengadakan ritual Ojung. Jika dulu Ojung hanya boleh diikuti oleh peserta berumur 21-50 tahun, kini banyak peserta berumur 10-20 tahun yang mengikuti Ojung.Jangan lupa masukkan ini sebagai salah satu agenda tujuan trip kamu.
...more

Liburan Santuy Di Lombok Dan Gili, Relax, Party, Atau Mendaki?

TripTrus.Com - Lombok tuh kayak lawan dari Bali yang sibuk, semuanya lebih santai dan adem ayem. Lo bisa eksplor pake sepeda, motor, atau jalan kaki, nikmatin air terjun, sawah-sawah hijau, dan desa-desa suku tradisional. Pantai-pantainya emang gak mulus kayak di brosur, pasirnya dari abu gunung berapi gitu. Tapi, pemandangan Gunung Rinjani yang megah bikin semua itu worth it. Kalo lo nyari pasir emas buat nyelupin jari-jari lo, langsung cabut ke Gili Islands. Gili Meno dan Air yang deket sama Lombok emang cocok banget buat lo yang pengen liburan total relax, sementara Gili Trawangan lebih pas buat lo yang mau vibes party non-stop.       View this post on Instagram A post shared by CANRO SIMARMATA (@canro.simarmata) Kalo lo doyan mendaki, Gunung Rinjani nih spot yang pas buat lo. Lo bakal liat spiral asap dari Lembah Sembalun di kaki gunung. Di sana, sawah-sawah basah dan kebun sayuran bertebaran, dari stroberi sampai bawang putih. Buat orang Sasak, lereng-lereng yang tertutup hutan hujan itu sakral banget, dan udah jadi trek favorit komunitas pendaki. Tapi jangan kira gampang ya, mendaki ke puncak kawah Rinjani butuh perjuangan. Ini gunung tertinggi kedua di Indonesia loh, dengan trek 25 kilometer yang licin dan curam. Siap-siap ngos-ngosan deh! [Baca juga : "Bali, Lebih Dari Sekadar Pantai, Yuk Eksplor Sisi Lainnya!"] Nah, buat lo yang suka suasana pantai, Gili Islands bakal jadi surga lo. Duduk santai di pasir putih Gili Meno, liatin awan-awan lewat di atas Laut Bali aja udah bikin lo rileks. Lo bisa snorkeling, berenang, atau cuma chill di bar tepi pantai sambil nunggu sunset. Gili Trawangan emang tempatnya para backpacker yang doyan pesta, tapi kalo lo nyari ketenangan, masih ada kok spot-spot eksklusif di sana, tinggal pilih pantainya. Gilis Meno dan Air? Ini tempatnya buat lo yang mau bener-bener leyeh-leyeh, pas banget buat honeymoon atau liburan keluarga yang pengen total santai. Kalo lo suka yang kayak gini, Lombok dan Gilis ini liburan yang wajib lo coba! (Sumber Foto @heyiosononico) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
17 - 19 Apr 2026
Open Trip Dieng Plateau
24 - 26 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
24 - 26 Apr 2026
×

...