TripTrus.Com - Wilayah DKI Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia akan disuguhkan sebuah fenomena alam yang sangat jarang terjadi. Tepatnya pada malam hari ini, Rabu 31 Januari 2018, masyarakat Tanah Air bakal bisa menyaksikan gerhana bulan total yang disebut-sebut membuat tatanan langit menjadi lebih "cantik".
Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DKI Jakarta, Rabu 31 Januari 2018, gerhana bulan total akan berbarengan dengan fenomena supermoon dan blue moon yang terjadi mulai pukul 19.51 hingga 21.07 WIB. Ketika itu posisi bumi berada di antara matahari dan bulan di satu garis lurus yang sama.
Jangan lewatkan fenomena langka ‘Super Blue Blood Moon’ Rabu (31/1/2018) malam. Super Blue Blood Moon pernah terjadi 152 tahun lalu (13 Maret 1866). Saksikan secara Live Streaming hanya di Okezone.com, pukul 18.15 WIB. #okezone #okezonedotcom #infographic
A post shared by Okezone.com (@okezonecom) onJan 30, 2018 at 4:35pm PST
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati mengatakan, guna menindaklanjuti instruksi Gubernur Anies Rasyid Baswedan, pihaknya telah menyiapkan tujuh lokasi pengamatan untuk warga Ibu Kota yang ingin menyaksikan secara langsung fenomena alam yang terakhir terjadi 150 tahun lalu itu.
Tempat-tempat itu berada di Planetarium Taman Ismail Marzuki, Monumen Nasional, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Taman Fatahillah Kota Tua, Kepulauan Seribu, Taman Mini Indonesia Indah, dan Taman Impian Ancol.
Ia menambahkan, dari setiap lokasi pengamatan gerhana bulan total tersebut, pihaknya telah menyiapkan sebuah penanggung jawab untuk melayani warga yang hendak berdatangan ke lokasi. Masyarakat bisa datang ke sana guna menyaksikan kejadian alam itu sejak pukul 17.00 hingga pukul 23.00 WIB.
Berikut ini ketujuh lokasi pengamatan gerhana bulan total di DKI Jakarta disertai nama penanggung jawabnya:
1. Planetarium Taman Ismail Marzuki dan Plaza Teater Jakarta (gratis)
Kontak: Pak Eko (08128563352)
2. Monumen Nasional, Kawasan Monas (gratis) dan Tugu Monas (membayar tiket masuk)
Kontak: Bu Ratih (0817876862) dan Pak Budi (0811984200)
3. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan (gratis)
Kontak: Bu Rofiqoh (081282354360)
4. Taman Fatahillah Kota Tua (gratis)
Kontak: Pak Norvi (08159929011)
5. Kepulauan Seribu (gratis)
Kontak: Bu Neneng (082298765661)
6. Taman Mini Indonesia Indah (membayar tiket masuk)
Kontak Protokol TMII: Ibu Lis (0813 982 691 91)
Kontak Anjungan dan Graha Wisata: Fitri (021-8400418)
7. Taman Impian Ancol (membayar tiket masuk)
Kontak: Ancol Contact Center (021-29222222)
Demikianlah 7 lokasi di Jakarta untuk warga Ibu Kota yang ingin menyaksikan secara langsung fenomena alam yang terakhir terjadi 150 tahun lalu itu. (Sumber: Artikel okezone.com)
...moreSekitar setengah jam dari Atambua, ibukota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, terdapat sebuah kolam alami yang bernama Kolam Susuk. Kabarnya, kolam ini adalah yang menginspirasi grup legendaris Koes Plus untuk menciptakan lagu Kolam Susu. Lagu itu juga mengingatkan Timor Timur yang menyatakan integrasi dengan Republik Indonesia pada tahun 1975.Kata "Susuk" sebenarnya berarti sarang nyamuk. Selain karena memang di Kolam Susuk terdapat banyak nyamuk, nama itu didapat saat Raja Lifao dari Oecusse mengirimkan tujuh putrinya untuk membersihkan diri di kolam itu. Untuk menjaga agar para putrinya tetap waspada dan tidak tertidur di pinggiran kolam, sang raja mengirimkan nyamuk untuk mengganggu mereka jika tertidur. Kolam Susuk memang dipenuh dengan nyamuk. Ini pula yang menginspirasikan masyarakat setempat untuk memulai budidaya ikan bandeng dan udang. Ikan bandeng yang dipelihara di Kolam Susuk akan menjaga populasi nyamuk di kolam itu dengan memakan larva nyamuk. Sampai saat ini, di Kolam Susuk para pengunjung dapat menikmati ikan bandeng bakar yang baru ditangkap. Mungkin ini pula yang menginspirasi Koes Plus untuk bercerita tentang ikan dan udang yang datang menghampiri kail.Sebuah sekolah dasar (SD) bahkan dibangun di tepian kolam itu sebagai tanda mata dari Koes Plus. Sekolah itu dibangun agar para anak di wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak dapat mengenyam pendidikan dasar. Kini, kolam yang terletak di atas bukit itu dikenal sebagai salah satu tujuan wisata masyarakat setempat pada tiap akhir pekan dan hari libur.Tapi Kakuluk Mesak tidak cuma punya Kolam Susuk saja. Tidak jauh dari Kolam Susuk, sekitar 3 kilometer, terdapat sebuah pelabuhan bernama Teluk Gurita. Teluk ini sejak zaman dahulu kala merupakan pelabuhan alam. Para pedagang dari berbagai negara menyandarkan kapalnya di teluk itu untuk mendapatkan cendana dan damar. Teluk ini juga mempunyai nama lain, yaitu Kuit Namon. Konon, ketika sebuah kapal pedagang Spanyol berlabuh di teluk itu, sebuah Kuit atau gurita raksasa melilit dan menenggelamkan kapal beserta awak kapalnya. Sampai saat ini reruntuhan kapal itu beserta isinya-yang telah menjadi fosil-masih dapat ditemukan di dasar Teluk Gurita. Pada masa Perang Dunia II, tentara Jepang menggunakan Teluk Namon sebagai pelabuhan untuk kepentingan perang. Ketika Jepang menyatakan menyerah dari tentara sekutu, semua peralatan perang Jepang dimusnahkan di Teluk Gurita. Di Teluk Gurita, wisatawan dapat memancing di sekitar teluk atau dari pinggiran pantainya. Bisa juga menggunakan perahu untuk memancing di Danau Konkas yang berhubungan dengan Teluk Gurita.Kabupaten Belu, yang berbatasan dengan Timor Leste ini juga punya beberapa destinasi wisata yang indah berupa tiga pantai, yaitu Pantai Pasir Putih yang terletak di jalur Atambua-Mota'ain (kota perbatasan dengan Timor Leste), Pantai Moladikin yang berada di Kecamatan Malaka Tengah-sekitar 80 kilometer dari Atambua-dengan pemandangan yang hijau dan sejuknya, dan Pantai Sukaer Laran dengan pasir putih serta air yang jernih dan ombak yang tenang.
Photos courtesy of: commons.wikimedia.org, belouan.wordpress.com, picassa
...moreSebuah gedung tua peninggalan kolonial Belanda terlihat berdiri tegak di jantung kota. Gelap. Kosong. Eksotis sekaligus mistis. Angker. Kesan itulah yang terpancar dari Lawang Sewu, nama bangunan tua yang berada di dekat Bundaran Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini bergaya art deco dan memiliki begitu banyak pintu yang berderet. Secara harfiah, Lawang Sewu berarti seribu pintu, meski sebenarnya jumlah pintunya tidak sebanyak itu. Bangunan ini dibangun pada tahun 1904–1907, dan awalnya dipakai sebagai kantor pusat perusahaan kereta api regional wilayah Jawa Tengah yang dikelola oleh Belanda, yaitu Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Namun setelah Jepang berkuasa di Indonesia, gedung ini pun diambil alih dan ruang bawah tanahnya dijadikan sebagai saluran pembuangan air dan juga ruang tahanan sekaligus penyiksaan.Penjara bawah tanah ini menjadi saksi atas penyiksaan dan pembantaian terhadap orang-orang Indonesia, yang dilakukan oleh tentara Jepang pada saat diberlakukannya kerja paksa atau romusha. Suasana di tempat ini membuat bulu kuduk berdiri, apalagi saat memasuki salah satu sudut ruang sempit yang berbentuk seperti kolam-kolam kecil yang dulu dijadikan tahanan. Setelah Indonesia merdeka hingga tahun 1994, tempat ini sempat berubah fungsi menjadi kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Sempat juga digunakan sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Namun setelah itu, bangunan ini dibiarkan kosong dan tidak terurus.Dulu, kesan angker dan mistis menyertai bangunan ini, tetapi setelah dipugar dan dijadikan pusat kerajinan Indonesia di Jawa Tengah, diharapkan kesan itu perlahan hilang. Semoga cagar budaya ini semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan, bukan sebagai bangunan angker, tapi karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Subang, salah satu kabupaten di bagian utara Jawa Barat menjadi saksi sejarah penting di Indonesia. Terdapat museum berbentuk rumah yang menjadi saksi bisu kejadian penting pada masa itu. Di mana rumah tersebut menjadi lokasi penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang di Indonesia.
Biasa ke Kalijati (Subang) sesuka hati sih kalau lagi mumet banget. Tapi berasa seperti pecinta sejarah yang jahat karena selalu nggak punya waktu buat datang ke sini. Ini padahal nggak jauh amat dari rumah uwak sendiri -_- #RumahSejarahKalijati #8Maret1942
A post shared by Fajar Muhammad Rivai (@fajar.reconquista96) onSep 13, 2016 at 6:23pm PDT
Sebagaimana kita tahu, Belanda telah menjajah Indonesia selama 350 tahun lamanya. Dan tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda kemudian menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang. Rumah Sejarah Kalijati sendiri diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986.
Rumah Sejarah Kalijati dibangun untuk mengenang kejadian penting pada masa itu. Agar pengunjung yang datang dan mengunjungi lokasi tersebut mengetahui dengan jelas seperti apa kejadian dan bisa melihat foto-foto sejarah yang ada disana.
[Baca juga : 4 Wisata Sejarah Dan Edukasi Di Bogor Ini Cocok Untuk Liburan]
Berlokasi di kawasan Pangkalan Udara TNI AU Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Rumah Sejarah Kalijati cukup mudah diakses dan mudah ditemukan keberadaannya. Perjalanan yang ditempuh baik dari Bandung maupun dari Jakarta kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan darat.
Rumah Sejarah Kalijati berada dibawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Subang. Rumah yang menjadi museum ini berbentuk seperti rumah biasa pada umumnya yang terdiri atas beberapa ruangan dan terpajang foto maupun keterangan cerita kronologis peristiwa penting yang terjadi di rumah tersebut.
Beberapa ruangan yang ada didalamnya juga menjelaskan miniatur kejadian yang terjadi saat penyerahan kekuasaan Belanda terhadap Jepang. Dimana terdapat ruangan yang ada seperangkat kursi dan di atas kursi tersebut ada keterangan nama-nama tokoh yang melakukan perundingan di masa itu.
Pengunjung yang datang akan dipandu oleh petugas yang bertugas menjaga dan memandu pengunjung disana. Rumah yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal Perwira ini kini masih dalam kondisi terawat. Karena ada 3 petugas juga yang bertugas untuk menjaga dan membersihkan Rumah Sejarah Kalijati.
Dengan mengunjungi museum Rumah Sejarah Kalijati, pengunjung merasa terbawa suasana masa lalu. Selain itu pengunjung bisa lebih mengenal sejarah dan kejadian penting yang terjadi saat itu. (Sumber: Artikel purwasuka.id, Foto tempatangker.com)
...moreSiapa yang tidak mengetahui Gunung Bromo, pesona tempat wisata di Malang ini sangat memikat wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari mancanegara. Apalagi pemandangan matahari terbenam (sunset) diGunung Bromo menjadi daya tarik paling memukau.
Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.
Satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2-20 derajat Celcius. Kondisi ini adalah bagian unik yang ada di tempat wisata di Malang ini. Selain itu, di puncak Gunung Bromo, Anda bisa menyaksikan kawah berdiameter 600 m, sebuah pemandangan yang menawan.
Hamparan pasir yang begitu luas seperti gurun terlihat sungguh mengagumkan di Bromo. Gunung Bromo, wisata di Malang ini juga menawarkan kegiatan seperti berkuda di atas hamparan pasir luas. Anda juga bisa menyewa mobil jeep untuk dapat mengunjungi beberapa tempat wisata Gunung Bromo.
Sumber: Foto shop.triptrus.com
Waktu terbaik untuk mengambil perjalanan wisata di Malang yakniGunung Bromo adalah pada medio Juni–Oktober. karena pada periode bulan ini di daerah Gunung Bromo sedang kemarau.
Untuk dapat tiba di Gunung Bromo, maka Anda harus tiba di bandara udara Juanda Surabaya, Jawa Timur. Ini jika Anda memang menempuh perjalanan udara. Dari bandara tersebut, Anda dapat memesan kendaraan yang akan mengantarkan Anda ke kawasanwisata di Malang ini. Anda akan menmpuh rute perjalanan keGunung Bromo, dimulai dari Surabaya – Pasuruan – Wonokitri – Gunung Bromo. Perjalanaan ini membutukan waktu 2–3 jam.
Sumber: Foto shop.triptrus.com
Jika And aingin menghabis beberapa hari untuk berlibur di tempatwisata di Malang ini, kawasan wisata Gunung Bromo telah difasilitasi dengan akomodasi yang baik. Tersedia penginapan, hotel, restoran, dan kios-kios souvenir di sana. Ada sejumlah guesthouse dan hotel murah di seputaran Bromo, tempat wisata Malang.
Sumber: Artikel indonesiana.merahputih.com Foto tasrangsel.blogspot.com
...moreSillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Secara administratif, perkampungan ini masuk ke wilayah Desa Sillanan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Perkampungan yang struktur tanahnya berbatu-batu ini dihuni oleh penduduk yang bekerja sebagai petani kopi, dan terletak sekitar 35 kilometer ke arah selatan Rantepao. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia. Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja yaitu “tongkon” yang berarti duduk. Disebut tongkon karena memang bangunan ini berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan adat. Tongkonan bukanlah rumah pribadi perseorangan tetapi diwariskan secara turun temurun oleh keluarga atau marga suku Toraja. Di rumah adat inilah, keluarga Toraja biasanya berkumpul untuk berdiskusi ataupun bertukar pendapat. Tidak semua Tongkonan dapat dikunjungi, kecuali Tongkonan yang memang secara khusus dijadikan obyek wisata. Sementara Tongkonan milik keluarga Tana Toraja hanya boleh dikunjungi oleh anggota keluarga saja. Wisatawan bisa menanyakan tetua adat atau penduduk mengenai Tongkonan mana yang boleh dikunjungi. Tongkonan terbuat dari kayu dan memiliki atap yang terbuat dari daun nipa atau kelapa. Bangunan adat ini selalu dibangun menghadap ke utara, arah yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Jika dilihat dari bagian samping, bentuk atap Tongkonan akan mirip seperti tanduk kerbau. Di kehidupan masyarakat Toraja, kerbau memang dijadikan simbol status sosial. Ketika keluarga Toraja menyelenggarakan upacara adat pemakaman, mereka akan menyembelih kerbau yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga penyelenggara adat. Setelah disembelih, tanduk-tanduk kerbau dipasang pada Tongkonan milik mereka. Semakin banyak jumlah tanduk kerbau pada Tongkonan, berarti semakin tinggi pula status sosial pemiliknya di kalangan masyarakat Toraja. Rumah adat Toraja ini berbentuk rumah panggung, dan kolong rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Di depannya terdapat lumbung padi, yang disebut ‘alang‘. Tiang-tiang lumbung terbuat dari batang pohon palem (‘bangah‘) yang licin, sehingga tikus tidak dapat memanjat masuk ke dalam lumbung. Di bagian depan lumbung terdapat berbagai ukiran bergambar ayam dan matahari, yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara. Orang Toraja menganggap tongkonan sebagai simbol ‘ibu‘, sedangkan alang sebagai ‘bapak‘. Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah tinggal, tetapi juga sebagai tempat mengadakan kegiatan sosial, upacara adat, serta membina kekerabatan. Bagian dalam rumah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian utara, tengah dan selatan. Bagian utara atau ‘tengalok’ berfungsi sebagai ruang tamu, ruang tidur anak-anak, dan juga tempat meletakkan sesaji. Bagian tengah yang disebut ‘sali‘ berfungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, tempat menyemayamkan orang mati, dan juga sebagai dapur. Dan bagian selatan disebut ‘sumbung‘, merupakan ruangan untuk kepala keluarga. Rumah adat Toraja memiliki beberapa ornamen ukiran khas Toraja yang terbuat dari tanah liat, biasanya menggunakan empat warna dasar yakni hitam, merah, kuning, serta putih. Bagi suku Toraja, keempat warna itu memiliki makna tersendiri. Warna hitam melambangkan kematian, kuning menjadi simbol anugerah dan kekuasaan Illahi, putih lambang warna daging dan tulang yang berarti suci, sementara merah menjadi simbol warna darah yang melambangkan kehidupan manusia. Sama halnya dengan jumlah tanduk kerbau, jumlah ornamen di dalam Tongkonan juga melambangkan tingkat kemewahan. Desa Sillanan juga menawarkan pemandangan alam yang indah dan agrowisata kopi dan sayur mayur. Sillanan dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum Makale – Mebali. Lalu perjalanan bisa dilanjutkan dengan angkutan Mebali -Sillanan, naik ojek atau berjalan kaki. Di sekitar perkampungan ini, terdapat juga pemondokan untuk wisatawan. Sementara enam kilometer dari Sillanan,ada hotel bintang tiga.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTRIPTRUS – WWF Indonesia mengajak masyarakat luas untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih rahmah lingkungan, dengan bijak memilih produk dan jasa wisata yang baik dengan mendukung kampanye #BeliYangBaik. Kampanye #BeliYangBaik diluncurkan pada tanggal 5 November 2015, yang bertepatan denga peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN).
Melalui Kampanye #BeliYangBaik, konsumen diajak memilih produk-produk wisata bahari yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan membuat aksi nyata untuk menghentikan dampak negatif tersebut. Untuk mendukung Kampanye #BeliYangBaik, WWF Indonesia meluncurkan Panduan Seri Mengamati dan Berinteraksi dengan Satwa Laut.
Lewat acara ini WWF memperkenalkan cara mengamati & berinteraksi dg satwa laut utk wisata bahari yg ramah lingkungan. Indonesia memiliki kekayaan laut yang potensial untuk dijadikan wisata bahari. Namun, kondisi ekosistem laut Indonesia terancam rusak, salah satunya akibat sampah. Ancaman pada ekosistem laut lainnya adalah praktik wisata bahari yg salah sehingga menganggu satwa laut. Para penyedia jasa wisata dan wisatawan dianggap memiliki peran yang penting dalam membantu pelestarian destinasi wisata. WWF Indonesia juga menginisiasi program bertajuk “Signing Blue” sebagai inovasi dan wadah bagi penyedia jasa pariwisata dan wisatawan untuk ikut serta melindungi sumber daya alam. Klik link berikut ini untuk mengunduh Panduan Seri Mengamati & Berinteraksi Dengan Satwa Laut.
...moreTRIPTRUS - "Kebanyakan klub luar negeri itu ingin bermain di Bali," kata Djohar. Sepakbola di Bali mulai kembali menggeliat. Ini tak lepas dari munculnya Bali United Pusam yang kini menjadi klub andalan Pulau Dewata.Sebelumnya, sepakbola di Bali terbilang "mati suri". Hanya empat tim yang pernah menghiasai sepakbola nasional, yaitu Gelora Dewata, Perseden Denpasar, PS Gianyar dan Bali Devata.Kehadiran Bali United Pusam pun memunculkan asa baru bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Induk organisasi sepakbola nasional ini punya mimpi Bali akan menjadi daerah wisata sepakbola.Untuk itu, PSSI berharap Bali memiliki stadion yang levelnya internasional. Ini agar mempermudah Indonesia mendatangkan klub luar negeri."Kebanyakan klub luar negeri itu ingin bermain di Bali. Jadi Bali kami harapkan punya stadion internasional sehinga memudahkan tim luar negeri untuk datang ke sana," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin."Jadi Bali bukan hanya jadi daerah wisata alam, tapi juga wisata sepakbola," tegas Djohar kepada wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2015.Saat ini, Bali United Pusam tengah membangun stadion yang diharapkan bisa memenuhi standar internasional. Seperti diketahui, Stadion Kapten I Wayan Dipta tengah dipoles penampilannya.Stadion dengan kapasitas 25.000 tempat duduk ini akan direnovasi besar-besaran dari segi fasilitas. Bahkan, ruang ganti pemain diklaim memiliki konsep yang sama dengan ruang ganti Old Trafford, markas Manchester United.Dari sisi lampu penerangan juga diperbaiki secara luar biasa. Kini Stadion Dipta sudah bisa menggelar pertandingan malam karena punya total 96 lampu berkekuatan 192.000 watt. (Sumber: Artikel viva.co.id Foto tribunnews.com)
...moreTripTrus.Com - Hamparan lebih dari 17000 pulau di Indonesia tentunya menjadi surga bagi para pecinta travelling. Bukan hanya di telinga wisatawan lokal, kekayaan tempat wisata Indonesia juga menjadi perbincangan di antara wisatawan dunia dan menjadi destinasi wajib mereka. Ingin tahu mana sajakah daerah yang masuk ke dalam daftar tempat wisata Indonesia yang menjadi favorit wisatawan asing? Temukan inspirasi bagi perjalanan Anda dari daftar berikut, yuk!
1. Raja Ampat
#rajaampat #indonesia β«οΈ”Viajar sirve para ajustar la imaginación a la realidad, y para ver las cosas como son en vez de pensar cómo serán” (Samuel Johnson). No sabéis la cantidad de veces que nos imaginamos este momento y aún así la emoción de estar allí superó nuestras expectativas de largo π • βͺοΈ”The use of travelling is to regulate imagination by reality, and instead of thinking how things may be, to see them as they are” (Samuel Johnson). We dreamed with this moment several times, but we have to confess that the reality was more exciting than we expected π • #asia #travelasia #southeastasia #travel #luxurytravel #beautifulseasia #beautifuldestinations #bali #nowdiscovering #instagood #travelblogger #thetraveltag #speechlessplaces #indonesia_photography #passionpassport #iamtb #lugaresimperdibles #backpackerstory #lifestyleblogger #wonderful_places #travelcouple #intravelist #picoftheday #darlingescapes #exploreindonesia #visitindonesia #travelandleisureasia #iatiporelmundo
A post shared by Marta & Juanjo | Travel Couple (@justwotravel) onAug 20, 2018 at 12:30pm PDT
Bagian timur Indonesia memiliki caranya sendiri untuk memikat hati para wisatawan. Hamparan kepulauan hijau nan memukau menjadi sebuah tempat wisata Indonesia yang bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga sulit untuk dilupakan. Ya, Kepulauan Raja Ampat memang menjadi sebuah tempat wisata Indonesia yang menjadi destinasi berlibur kelas dunia.
Manjakanlah mata Anda dengan pemandangan gugusan pulau karang yang kecil dan ditumbuhi pepohonan di Kepulauan Wayag yang terletak di Desa Waigeo Barat. Setelah itu, kunjungi Pulau Misool, satu dari empat pulau terbesar di Raja Ampat yang berbatasan dengan Laut Seram dan perairan lepas dan menjadi jalur lintas hewan besar seperti ikan paus. Berbicara mengenai biota laut, Anda pun dapat menyapa pari manta, hewan cantik yang senang bersolek. Sebagai sebuah tempat wisata Indonesia yang menghadirkan paket lengkap mulai dari pemandangan eksotis dan juga kuliner yang menarik, sebaiknya Anda tidak pulang sebelum menikmati makanan khas di sana yang dapat dibilang cukup ekstrem. Penduduk di Raja Ampat dapat menyajikan Anda hidangan dengan ulat sagu yang dibakar seperti sate atau bahkan mengajak Anda untuk ngemil insonem (cacing laut). Seru, bukan? 2. Bali
Might be one of the best beaches in Bali, what do you think guys? What's your favorite beach? @balilife @dekdeoka β β Follow -@balilifefood - Best places to eat in Bali π° -@balilifeliving - Best places to stay in Bali π β β β #Balilife #bali #ΠΠ°Π»ΠΈ #bali2018 #balimodel #balibeach #semester #balangan #baliisland #baliearthquake #baliswing #balanganbeach #canggu #giliislands #seminyak #balivlog #explorebali #reisen #lembongan #ubud #lombokearthquake #beautifuldestinations #bestvacations
A post shared by Bali Life - The Best Life (@balilife) onAug 22, 2018 at 12:42pm PDT
Menyebutkan tempat wisata Indonesia yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing, Bali adalah tempat yang harus masuk ke dalam daftar Anda. Bagaimana tidak? Keindahan Pulau Dewata telah terkenal hingga ke penjuru dunia dan keberadaannya menjadi destinasti wajib yang harus dikunjungi oleh wisatawan asing. Sebagai sebuah pulau yang terbilang lebih kecil dibandingkan dengan pulau-pulau lain di Indonesia, Bali menghadirkan sebuah wisata yang lengkap.
Mulailah perjalanan Anda dari gunung yang indah seperti keberadaan Gunung Batur dengan kalderanya yang memikat. Lalu, nikmati juga kehidupan dataran tinggi nan menenangkan di Ubud dan beri makna perjalanan Anda dengan wisata religi, historis, dan budaya di tempat wisata Indonesia, Bali. Setelah itu, manjakan mata Anda dengan sunset menawan di puluhan pantai di Bali yang masih cukup sepi dikunjungi wisatawan. Jangan lupa menyertakan wisata kuliner dan rasakan spa khas ala Bali yang dapat menenangkan. Tidak perlu khawatir dengan biayanya, berbagai pilihan harga ditawarkan di sana. Bahkan, wisatawan asing pun kerap mengunjungi tempat wisata Indonesia ini dengan cara backpacking, lho!
3. Wakatobi
π #tomia#sunset#wakatobi#tomiaisland
A post shared by Aulia Imam (@auliaimam) onAug 22, 2018 at 6:31am PDT
Bagi Anda yang minat dengan desir ombak dan lautan nan cantik, Wakatobi adalah destinasi yang dapat menghadirkan pengalaman bahari yang menyenangkan. Anda dapat mengisi waktu liburan di Wakatobi dengan kegiatan-kegiatan seru seperti berenang, snorkeling, memancing, dan tentunya menikmati keindahan bawah laut dengan diving. Tempat wisata Indonesia yang satu ini terdiri dari 141 pulau eksotis dengan empat pulau utama yakni Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Dengan keindahan kehidupan bawah lautnya, Wakatobi akrab dikenal sebagai oleh para penyelam kelas dunia. Saat berada di sana, sempatkanlah berkunjung ke Taman Laut Nasional Kepulauan Wakatobi, spot taman laut yang mempunyai beragam spesies dari 25 gugusan terumbu karang yang tersebar di seluruh daerah Wakatobi. Meskipun pesona bawah lautnya yang terkenal, Anda pun akan disajikan dengan seni dan budaya yang kaya, misalnya berbagai tarian seperti tarian perang suku Buton. Tinggal di Desa suku Bajo, yakni perumahan di atas laut juga akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
[Baca juga : "Cara Menghindari Penipuan Berkedok Open Trip Dan Tour Leader"] Terletak di daerah yang jauh dari kota besar, bukan berarti Anda harus kesulitan mengunjungi destinasi yang terkenal dengan Pantai Seratus Mata Air atau Molii Sahatu dan Pantai Wakatobi ini. Untuk mencapainya, berbagai moda transportasi bisa menjadi pilihan Anda. Jika memiliki waktu yang cukup lama, alternatif transportasi laut dengan kapal cepat dari Makassar atau Kendari menuju Wangi Wangi. Sementara itu, jika waktu yang dimiliki cukup terbatas, sejumlah maskapai penerbangan telah menyediakan perjalanan udara dengan rute menuju Makassar atau Kendari yang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pesawat perintis menuju Wangi Wangi. Jangan lupa, saat mengunjungi daerah seperti Wakatobi ini, kenyamanan dalam berwisata tetap menjadi prioritas. 4. Kalimantan
π #tomia#sunset#wakatobi#tomiaisland
A post shared by Aulia Imam (@auliaimam) onAug 22, 2018 at 6:31am PDT
Pulau terbesar di Indonesia ini punya caranya sendiri untuk memikat para wisatawan. Kunjungan Anda ke sana justru akan memakan waktu yang cukup lama, sebab kekayaan alam dan budaya yang sangat banyak jumlahnya menarik untuk dinikmati satu per satu. Pada bagian barat Kalimantan, Danau Sentarum misalnya, menjadi tempat yang perlu dikunjungi. Bagaimana tidak? Danau ini memiliki kekhasan yakni tampak seperti kumpulan air yang merendam hutan. Namun, cobalah datang di musim kemarau, danau tidak Anda temukan. Justru, hutan dan padanglah yang akan terlihat.
Dengan berkunjung ke Kalimantan, Anda pun akan mulai menghargai alam dengan melihat konservasi orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Selain itu, rasakan juga seurnya berbelanja di atas jukung atau perahu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berbicara mengenai tempat wisata Indonesia, tidak lengkap tanpa menyebutkan pantai-pantai cantik. Kalimantan pun memiliki berbagai destinasi pantai yang tentunya tidak ingin Anda lewatkan seperti Pulau Beras Basah, Pantai Tanah Merah Samboja, dan Kepulauan Derawan. Jangan lupa, ambil juga gambar terbaik dari liburan Anda di danau nan cantik di Danau Labuan Cermin, Biduk Biduk.
5. Yogyakarta
More temples to explore #prambanan #yogyakarta #java #indonesia #asia #travel #temple #hinduism #culture
A post shared by Arne (@arne_on_bali) onAug 22, 2018 at 8:14pm PDT
Sebuah kota di selatan Pulau Jawa ini begitu ramai dikunjungi oleh wisatawan asing setiap harinya. Keramahan Yogyakarta yang juga dikenal dengan nama pendeknya, Jogja, ini selalu menjanjikan wisata yang menyenangkan bagi para wisatawan. Mungkin, bagi Anda yang belum tahu, liburan di Yogyakarta adalah wisata kuliner dan berbelanja di sepanjang Jalan Malioboro. Namun, bukan hanya itu. Yogyakarta pun menyajikan berbagai keindahan seperti pantai-pantai yang memukau di selatan dan daerah Gunung Kidul dan juga dataran tinggi serta gunung yang memukau.
Sebagai kota yang penuh dengan budaya, kesenian, dan anak muda, berbagai festival pun kerap dilaksanakan di kota ini seperti Festival Kesenian Yogyakarta dan juga Artjog setiap tahunnya. Jangan bersedih bila Anda berkunjung saat tidak ada festival, sebab berbagai tempat wisata Indonesia yang merupakan peninggalan sejarah seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan serta museum-museum yang menyajikan edukasi juga bisa menjadi destinasi Anda berlibur. (Sumber: Artikel dbs.com Foto flickr.com)
...more