TripTrus.Com - Kalau selama ini lo mikir museum itu cuma tempat pajangan benda tua yang bikin ngantuk, fix lo harus buang jauh-jauh anggapan itu. Di Rangkasbitung, ada satu spot yang justru bikin banyak anak muda penasaran karena nyimpen cerita cinta yang nggak kalah sedih dari film-film romantis zaman sekarang.
Namanya Museum Multatuli. Tapi tunggu dulu, daya tarik tempat ini bukan cuma soal bangunan bersejarah atau koleksi lawas. Ada satu kisah yang bikin banyak pengunjung langsung penasaran sejak pertama kali masuk: cerita Saidjah dan Adinda. Buat yang belum tahu, Saidjah dan Adinda adalah dua tokoh legendaris yang kisah cintanya dikenal luas lewat novel Max Havelaar karya Multatuli. Bukan cerita cinta ala happy ending yang penuh bunga-bunga. Justru sebaliknya, hubungan mereka dipenuhi penderitaan, perpisahan, sampai tragedi yang bikin hati nyesek
View this post on Instagram
A post shared by Instagramers Media Banten (@im.banten)
Menariknya, kisah yang dulu cuma hidup dalam lembaran buku sekarang bisa lo rasain atmosfernya secara langsung di Museum Multatuli. Begitu masuk area museum, lo bakal nemuin berbagai representasi tentang perjalanan hidup masyarakat Lebak pada masa kolonial. Di sinilah cerita Saidjah dan Adinda seolah dihidupkan kembali sebagai simbol penderitaan rakyat kecil yang terjebak dalam sistem penjajahan.
Banyak pengunjung datang awalnya cuma buat foto-foto. Tapi begitu mulai baca cerita dan melihat instalasi yang ada, suasananya langsung berubah. Lo jadi sadar kalau kisah cinta mereka bukan sekadar drama romantis, melainkan gambaran kerasnya kehidupan masyarakat pribumi saat itu.
Yang bikin museum ini beda dari kebanyakan museum lain adalah konsepnya. Museum Multatuli nggak cuma ngomongin sejarah kolonialisme, tapi juga mengajak pengunjung memahami bagaimana ketidakadilan pernah terjadi dan bagaimana perlawanan terhadap kolonialisme tumbuh dari berbagai lapisan masyarakat. Tema besar yang diangkat memang anti-kolonialisme, jadi pengalaman yang lo dapet bukan cuma jalan-jalan, tapi juga refleksi sosial.
[Baca juga : "Senja Paling Gila Di Labuan Bajo: 5 Spot Sunset Yang Bikin Lo Nggak Mau Pulang"]
Di area luar museum, ada monumen interaktif yang menampilkan figur Multatuli, Saidjah, dan Adinda. Spot ini jadi salah satu lokasi favorit pengunjung buat berfoto sekaligus mengenal lebih dekat tokoh-tokoh yang selama ini mungkin cuma mereka dengar dari pelajaran sejarah atau literatur klasik.
Nggak heran kalau Museum Multatuli dan Perpustakaan Saidjah-Adinda sekarang makin sering masuk daftar destinasi wisata edukatif yang wajib dikunjungi saat mampir ke Kabupaten Lebak. Lokasinya strategis, aksesnya gampang, dan yang paling penting, pengalaman yang lo dapet nggak sekadar buat konten media sosial, tapi juga nambah perspektif tentang sejarah yang jarang dibahas dengan cara menarik.
Di tengah tren wisata yang serba estetik dan instagramable, ternyata masih ada tempat yang bisa bikin lo pulang bukan cuma bawa foto, tapi juga cerita. Dan jujur aja, setelah tahu bagaimana akhir perjalanan Saidjah dan Adinda, kemungkinan besar lo bakal lebih menghargai arti perjuangan, cinta, dan kebebasan. Jadi kalau suatu hari lo lagi nyari destinasi yang beda dari sekadar cafe hopping atau staycation, mungkin ini saatnya mampir ke Museum Multatuli. Karena kadang, cerita paling berkesan justru datang dari masa lalu yang hampir terlupakan. (Sumber Foto @mfauzanozn)
...moreTripTrus.Com - Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Indonesia. Kota Metropolitan Ini katanya Jakarta menjadi Kota dengan Mall terbanyak di Dunia. Tapi perlu diingat, Jakarta enggak hanya Mall dan gedung-gedung pencakar langit, banyak tempat-tempat menarik yang ada di Kota ini. Jadi jangan keliling Jakarta hanya singgah di Mall, kalian wajib mengunjungi tempat ini:
1. Museum di Tengah Kebun
Pada mulanya Museum di Tengah Kebun merupakan sebuah rumah tinggal yang akhirnya digunakan sebagai ruang pameran koleksi sang pemilik. Museum yang berada di tengah keramaian Kota Jakarta tepatnya di Jl, Kemang Timur Raya No. 66, Jakarta Selatan ini menyimpan +-4.000 koleksi seni dan sejarah Indonesia dan Luar Negeri. Tedapat 17 ruangan penyimpanan sesuai dengan jenis koleksi. Secara pribadi museum ini dimiliki oleh Sjahrial Djalil salah satu tokoh periklanan Indonesia.
2. Art Mon Decor
Museum yang terletak di Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3, Sawah Besar – Jakarta Pusat ini awal mulanya adalah sebuah galeri seni yang didirikan pada tahun 1983 oleh Martha Gunawan. Sempat berlokasi di Plaza Senayan, Wisma Mulia hingga Grand Indonesia Shopping Town. Dengan bertambahnya koleksi dan untuk memamerkan karya seni yang lebih banyak maka pada tahun 2011 maka dibukalah Art Mon Décor yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 8 menit dari Stasiun Rajawali. Jika anda penikmat karya seni, Art Mon Décor wajib masuk daftar kunjungan anda.
3. Yayasan Buddha Tzu Chi
Bangunan megah bewarna keabu-abuan tampak jelas di Kawasan Pantai Indah Kapuk merupakan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Bergerak dalam amal dan social ini berasal dari Taiwan, hingga kini telah memiliki ribuan relawan di Indonesia. Berdiri diatas lahan 10 ha ini terdiri dari 3 gedung utama yaitu: Gan En Lou (Gedung Gan En), Aula Jing Si, dan Daai Lou (Gedung Daai). Masih banyak lagi sisi indah dari Yayasan Buddha Tzu Chi ini. Kalian bisa datang langsung ke Yayasan Buddha Tzu, Setiap harinya, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi siap membawa anda tour keliling.
Sumber: Foto panoramio.com
4. Galeri Nasional Indonesia
Cikal bakal berdirinya Galeri Nasional Indonesia sudah dirintis tahun 1960an, tapi baru pada tahun 1995 Ibu Prof. Edi Sedyawati (Direktur Jendral Kebudayaan, pada masa itu) memperjuangkan berdirinya Galeri Nasional Indonesia. Dan pada tanggal 8 Mei 1999 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Yuwono Sudharsono meresmikan operasionalnya. Di Galeri Nasional Indonesia, kalian bisa menjumpai karya seni rupa seperti lukisan,sketsa ,grafis,patung,keramik,fotografi,seni kriya dan seni instalasi. Ada sekitar 1785 koleksi karya seniman baik dari Indonesia maupan Mancanegara. Kegiatan lainnya Galeri Nasional Indonesia yaitu: melaksanakan pameran (permanen, temporer, keliling), melaksanakan preservasi (konservasi, restorasi), akuisisi dan dokumentasi, seminar, diskusi, workshop, performance art, pemutaran film / video ( screening) , festival, lomba, dan lain-lain yang berkenan dengan peningkatan pemahaman, keterampilan dan apresiasi seni rupa.
Sumber: Foto museumindonesia.com
Mungkin 4 tempat diatas cukup menggambarkan kalau Jakarta enggak hanya Mall. Masih banyak tempat yang bisa membuat kamu keliling Jakarta bukan hanya untuk belanja. Tertarik untuk dating dan mengunjungi salah satu tempat diatas? Jadwalkanlah bersama orang-orang tersayang (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - Woi, 53 tahun udah berlalu, tapi cerita tentang Nasi Goreng Pete Guan Tjo di Bogor tetep kenceng banget! Ada Lo Kan Tjiong, Lo Kan Wat, dan Pak Oo, ketiga sahabat jadul yang berjuang keras dalam dunia kuliner. Lu bayangin aja, di balik kelezatan nasi goreng pete legendaris ini, ada kisah seru yang sayang buat dilewatkan.
View this post on Instagram
A post shared by JenzCorner | Food Blog (@jenzcorner)
Yuk, kita bahas sosok-sosok utamanya:
Lo Kan Tjiong: Nah, yang punya ide genial nasi goreng pete ini adalah Lo Kan Tjiong, koki berbakat yang jadi otak di balik menu legendaris itu.
Lo Kan Wat: Lo Kan Wat, pakar bikin bubur kacang ijo yang bikin ketagihan, juga punya peran besar di dalam kisah kuliner mereka.
Pak Oo: Jangan lupakan Pak Oo, penjual sate daging dan sumsum sapi yang punya nama besar. Dia juga jadi bagian kisah keren ini.
Awalnya, mereka berjualan dari gerobak makanan kecil di sudut kota. Meski tempatnya pindah-pindah, semangat mereka gak pernah padam. Dan hasilnya? Kini Bogor punya warisan kuliner yang bikin ketagihan!
Guan Tjo bukan cuma soal makanan enak, tapi juga tentang persahabatan dan semangat berwirausaha. Nama Guan Tjo buat warga Bogor bukan cuma sekadar tempat makan, tapi simbol rasa kenyang dan persahabatan yang tahan banting.
[Baca juga : "Woles, Bro! Pariwisata 2024 Makin Naik, Ahli Bilang: Jangan Abaiin Waktu Endemi!"]
Dan loe tau gak, selama beralih dari satu generasi ke generasi berikutnya, rasa unik nasi goreng pete Guan Tjo ini berhasil bikin hati orang-orang dari segala penjuru terpikat. Gak heran sih, kelezatan dan aromanya itu loh, beneran bikin nagih!
Dan tentunya, Guan Tjo punya menu beragam buat semua selera. Mulai dari sate yang gurih sampe bubur ayam yang menghangatkan, semuanya ada di sini. Jadi, mampir ke sini bukan cuma buat nasi goreng pete, tapi buat ngelarutin semua selera kuliner loe.
Kalo loe emang mau merasakan kelezatan kuliner khas Bogor, wajib banget mampir ke Nasi Goreng Guan Tjo di Jl. Suryakencana No.193, Babakan Ps., Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16123.
Gimana, penasaran kan sama cerita unik dan makanan lezat dari Nasi Goreng Pete Guan Tjo di Kota Bogor? Langsung aja, dateng dan nikmati sendiri! 53 tahun gak bohong, ini emang legendaris! (Sumber Foto @vonnyeyd)
...moreTripTrus.Com - Tak terasa sebentar lagi 2022 akan segera usai. Dengan semakin dekatnya liburan akhir tahun, semakin besar pula antusias masyarakat untuk melepas penat setelah bergelut dengan persoalan di tahun 2022 belakangan. Rencana dan list liburan kamu sudah siap? Yuk persiapkan. Liburan bisa menyegarkan kembali pikiranmu untuk mempersiapkan tahun depan, lho.
Tren Wisata Akhir Tahun yang Murah Meriah
Liburan akhir tahun tidak harus selalu mahal. Ada beberapa opsi liburan bagi kamu serta keluarga dan kerabat yang tetap menyenangkan tapi juga ramah di kantong.
1. Wisata Alam
Untuk menenangkan pikiran, membersihkan hati, seperti suasana alam yang asri akan menjadi tujuan yang cocok untuk kamu. Indonesia yang kaya akan limpahan alamnya memiliki sangat banyak destinasi asri yang worth untuk dijelajahi.
Dari jejeran pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga kepulauan Maluku dan Papua serta pulau-pulau besar lainnya, kamu bisa kunjungi dari puncak gunung hingga pantai berpasir putih.
2. Wisata Budaya dan Sejarah
Selain alam, Indonesia juga dikaruniai oleh keragaman budaya serta bahasa. Tidak ada salahnya kamu liburan melepas penat sembari belajar kebudayaan dan menambah pengetahuan baru.
Kamu bisa mengunjungi museum-museum yang memamerkan kebudayaan Indonesia dari zaman kerajaan-kerajaan kuno seperti Museum Gajah di Jakarta. Selain itu, kamu juga bisa pergi langsung ke tempat-tempat bersejarah seperti lokasi-lokasi bekas peninggalan penjajah, candi-candi, bangunan keraton, kampung adat, dan lain-lain.
3. Piknik
Liburan yang paling aman untuk budget di kantong adalah piknik di taman. Sekarang ini sudah banyak fasilitas kota yang ditingkatkan oleh pemerintah, salah satunya adalah taman kota. Lahan hijau dengan bunga-bunga cantik biasanya menjadi tempat yang cocok untuk duduk-duduk dan mengobrol bersama keluarga serta kerabat. Kamu bisa bawa kudapan sendiri dari rumah, atau membeli dari penjual terdekat.
Tren Wisata Akhir Tahun untuk Anak-anak Muda
Anak muda zaman sekarang biasanya memiliki prefensi tersindiri untuk pilihan liburan akhir tahun. Sudah lelah bekerja dan kuliah, rasanya ingin sekali menggila dan menikmati momen yang datang setahun sekali, liburan akhir tahun. Untuk itu, kamu bisa memilih beberapa opsi berikut untuk tujuan liburan kamu:
1. Wellness Tourism
Istilah ini kerap mengundang tanda tanya bagi sebagian orang. Namun, seiring dengan terbukanya masyarakat saat ini dengan kesehatan mental, maka muncullah satu tren ini.
Singkatnya, wellness tourism adalah destinasi wisata yang menawarkan kedamaian jiwa dan raga. Misalnya seperti yoga, meditasi, dan spa.
2. Staycation
Tren staycation hingga saat ini masih menjadi tren tertinggi dikalangan anak-anak muda usia di bawah 30 tahun. Apalagi semenjak wabah COVID-19 menyerang Indonesia, villa dan hotel banyak menjadi sasaran anak muda yang ingin healing dari kepentan sehari-hari. Staycation sendiri merujuk pada liburan dalam kota atau sekedar di sekitar tempat tinggal. Jadi kamu bisa memangkah biaya transportasi dengan liburan di hotel atau villa.
Untuk kamu yang masih harus kerja, kamu juga bisa memanfaatkan jadwal work from home kamu dengan staycation.
3. Wisata Kuliner
Wisata kuliner tradisional, ada Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Padang dan masih banyak lagi. Untuk kamu yang ingin mencoba menu-menu yang berbeda, saat ini sudah banyak beredah café-café yang menyediakanhidangan-hidangan internasional seperti dari Italia, Prancis, Turki, serta negara lainnya. Selain menikmati hidagan yang ada, kamu juga bisa foto-foto di café yang instagramable untuk kenang-kenangan.
[Baca juga : "Liburan Akhir Tahun? Ini Dia Rekomendasi Tempat Wisata Manado Terbaik"]
4. Menonton Konser
Belakangan ini ada banyak konser-konser musik yang digelar oleh artis-artis baik luar negri maupun dalam negri untuk memeriahkan akhir tahun 2022 di Indonesia. Apalagi dengan meredanya pandemi COVID-19 dan orang-orang sudah mulai berkumpul bersama lagi, tentunya hal ini menjadi tren baru untuk bersukaria dengan musik yang keras. Beberapa konser mendatang yang akan digelar di Indonesia di Desember 2022.
Semakin memuncaknya penghujung tahun 2022, akan semakin banyak pula akomodasi liburan yang akan memakan banyak biaya. Untuk itu, kamu harus cepat-cepat ambil kesempatan untuk mendapat tiket liburan yang murah sebelum spot kamu diambil orang. (Sumber: Artikel radarpekalongan.co.id/ Foto @hsnaamliaa_)
...more
TripTrus.Com - Liburan tahun baru sudah berakhir, kini saatnya menyongsong 2018 dengan semangat baru dan segudang rencana baru. Sebagian dari kamu mungkin telah menyiapkan rencana traveling ke luar kota seperti Bali, Malang, Medan, Yogyakarta dan lain-lain.
Tak hanya itu saja, ada beberapa kota lainnya di Indonesia yang diprediksi akan banyak dikunjungi oleh para wisatawan di 2018. Di mana saja? Simak ulasannya di sini:
1. Danau Toba, Sumatera Utara dan Sabang, Aceh
Dari sudut manapun danau toba memang sangat indah .. Horas halak hita #bataknesia #halakhita #horas #hitsbatak #danautoba #indonesia #zonabatak
A post shared by HITS BATAK (@hitsbatak70) onJan 2, 2018 at 10:17pm PST
"Destinasi wisata di Aceh dan Sumatera Utara diprediksi akan semakin naik daun pada 2018. Pasalnya, terminal Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada 24 November 2017 lalu dan menyediakan penerbangan langsung dari Singapura."
Otomatis, bandara itu akan memudahkan akses traveler yang ingin menyambangi Danau Toba, Aceh dan sekitarnya.Selain itu, acara Sail Sabang juga menarik banyak wisatawan pada 2017 lalu sehingga tak menutup kemungkinan Sail Sabang 2018 mendatang akan lebih ramai lagi. Event ini berhasil mendongkrak jumlah wisatawan di Aceh dan sekitarnya.
2. Palembang, Sumatera Selatan
Pulo Kemaro dengan pagodanya setinggi 40 meter di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan. Pulau ini mempunyai luas sekitar 24 hekatare di dalamnya juga terdapat Klenteng Hok Tjing Bio. Pulau ini berjarak sekitar enam kilometer dari Jembatan Ampera. . Di pagoda terdapat relief yang mengisahkan legenda Siti Fatimah dan Tan Bun An, yaitu sepasang pengantin baru yang menceburkan diri ke Sungai Musi dan tak pernah kembali. . Foto oleh Marti Karina PS @mkarinaps #natgeoindinesia #natgeotraveler #natgeotravelerid #pulokemaro #palembang #sumsel
A post shared by National Geographic Indonesia (@natgeoindonesia) onJul 21, 2017 at 12:38am PDT
Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia punya kesempatan emas untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Palembang yang menjadi kota penyelanggara akan merasakan dampak langsung meroketnya jumlah wisatawan pada 2018.
Mulai dari atlet hingga supporter dari penjuru Asia akan memenuhi Palembang saat Asian Games digelar. Satu yang jelas, pempek diprediksi akan menjadi kuliner yang semakin populer.
3. Lombok, Nusa Tenggara Barat
Dikarenakan habis hujan , gagal deh dapet air yang berwarna biru . Tapi , tidak masalah yang penting masih bisa selfie . thanks abang @_ayyif udah mau jadi fotografer aku 😊⛰🌧#waterfall #mangkusaktiwaterfall #nature #views #lomboktrip #explorelombok #vacation
A post shared by Gaby (@0313_gaby) onJan 2, 2018 at 10:59pm PST
Lombok Mandalika memang selalu ramai oleh traveler sepanjang tahun. Namun sejak Kawasan Ekonomi Khusus Lombok Mandalika diresmikan pada 20 Oktober 2017 lalu, jumlah wisatawan diprediksi akan terus melonjak naik pada 2018 ini.
Lombok juga mengantongi tiga penghargaan dalam World Halal Tourism Awards pada 2016 lalu. Bisa jadi popularitas Lombok segera menyaingi Bali.
4. Banyuwangi, Jawa Timur
Kehidupan yang baik belum tentu membuatmu bahagia, tapi jika kamu bahagia maka kehidupanmu akan menjadi baik. #alaspurwo #pancur
A post shared by Nando™ itsuki (@ernandamufc) onJan 1, 2018 at 8:38am PST
Dengan slogan ‘Majestic Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Jawa ini makin getol mempromosikan pariwisatanya. Apalagi sejak 22 Desember 2017 lalu, Bandara Banyuwangi telah resmi dioperasikan oleh Angkasa Pura II (Persero). Operator bandara tersebut berambisi untuk menaikkan jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi menjadi dua kali lipat.
Dengan bertambahnya jumlah penerbangan langsung dari Jakarta-Banyuwangi, tentu akan memudahkan traveler bertandang ke destinasi itu. Banyuwangi juga punya sejuta pesona seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Red Island, dan lain-lain.
5. Sumba, Nusa Tenggara Timur
Tanjung Mareha- with outlook to Bwanna beach #sumba #travel #wonderfulindonesia
A post shared by winta (@wintawati) onDec 30, 2017 at 2:25pm PST
Dinas Pariwisata NTT juga sedang giat menarik perhatian wisatawan pencinta suasana eksotis. Salah satu yang menjadi andalan adalah Sumba. Selama ini Sumba terkenal dengan padang savana di mana kita bisa melihat kuda berlarian bebas
Padang savana itu rencananya akan dibuat wisata ternak. Pemandangan galaksi milky way di langit malam Sumba juga yang terbaik di Nusantara. Oleh karena itu Sumba diprediksi akan makin naik daun pada 2018. (Sumber: Artikel kumparan.com, Foto flickr.com/JohnsonRingo)
...moreTRIPTRUS - Anda penggemar kopi dan suka jalan-jalan? Mungkin ini bisa dijadikan tantangan baru saat merencanakan perjalanan. Jika biasanya hanya mencicipi kuliner khas suatu tempat, mungkin kini Anda bisa berburu sesuatu yang lebih spesifik, kopi. Sebagai penghasil kopi nomor empat dunia, Indonesia pasti memiliki sentra-sentra produksi kopi di berbagai daerah.
Ada beberapa jenis kopi yang ditanam petani Indonesia, sejak masa penjajahan Belanda. Dua jenis yang paling terkenal adalah kopi Arabika, dan Robusta. Dua lainnya adalah kopi Liberika dan Ekselsa, yang memiliki cita rasa berbeda. Belakangan, terdapat penggolongan baru yakni kopi Luwak, yang merupakan kopi sisa pembuangan Luwak. Kopi yang banyak terdapat di Jawa dan Sumatera ini, terkenal sangat enak dan mahal harganya.
Tanaman kopi hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, sehingga tentu saja banyak obyek wisata yang juga bisa dinikmati di daerah asal kopi berikut:
1. Kopi Gayo
Memiliki aroma dan kenikmatan yang khas. Hal ini terbentuk dari letak dataran tinggi Gayo, Aceh, dan beberapa unsur lingkungan sekitarnya. Kopi Arabica Gayo memiliki peringkat premium dan banyak diekspor ke negara-negara Eropa selain ke Amerika Serikat dan Asia. Sebagian besar komoditas kopi arabika Gayo tersebut dikembangkan di tiga Kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Nah, Anda tentu saja bisa berwisata ke tempat lain di Aceh, serta menikmati kuliner khas lainnya seperti mie Aceh.
2. Kopi Sidikalang
Ini adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Udara yang sejuk dan dingin, dengan tanah pegunungan yang kaya mineral di kawasan Bukit Barisan menghasilkan biji kopi Sidikalang yang bermutu tinggi. Kopi Sidikalang sangat terkenal akan kenikmatan cita rasanya, bahkan telah diakui mampu bersaing dengan kopi Brazil. Kopi Sidikalang kerap disebut sebagai ikonnya Kopi Sumatra. Komoditas ini istimewa karena tumbuh di dataran tinggi vulkanis. Wisata lainnya yang bisa Anda kunjungi saat ke Sumatera Utara, tentu saja ada Danau Toba, dan kuliner di Medan yang enak-enak.
3. Kopi Arang
Kopi ini diolah secara unik di Jember. Salah satu kopi terbaik di Jawa, berasal dari daerah Jawa Timur yang terkenal dengan nama Java Jampit. Kopi ini diproses dengan cara digosongkan. Uniknya, setelah diseduh air panas, akan tercium sedikit aroma cabe. Wisata lainnya yang bisa dinikmati di Jawa Timur, melimpah ruah dari gunung hingga ke pantai.
4. Kopi Toraja
Komoditi yang juga mendunia adalah Kopi Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi Toraja juga mempunyai rasa yang khas yaitu ada perpaduan rasa tanah. Kopi Toraja terdiri dari 2 macam yakni Arabika dan Robusta. Kandungan asamnya rendah serta memiliki body yang berat. Beberapa jenis kopi meninggalkan rasa pahit cukup lama di mulut, namun tidak dengan Kopi Toraja, rasa pahitnya langsung hilang. Sebelum ke Toraja, Anda bisa mampir di Makassar dan menikmati keindahan alam serta kuliner. Sedangkan di Tana Toraja, Anda bisa menikmati wisata alam dan budaya yang unik.
5. Kopi Kintamani
Selain Kopi Gayo, gerai kopi tersohor ‘Starbucks’ ternyata menggunakan Kopi Kintamani sebagai bahan bakunya. Kintamani yang terletak di Bangli, Bali, merupakan sebuah kawasan yang terkenal akan hawa pegunungannya yang sejuk dan juga jenis anjingnya. Memiliki aroma yang lembut dan manis, kopi ini diperoleh dari perkebunan yang menggunakan sistem pengairan subak. Wisata lainnya yang bisa dinikmati di sana rasanya tak perlu dijelaskan lagi. Hampir tak ada pelancong yang tak mengenal Bali dan keindahan alam serta busayanya.
6. Kopi Flores
Kopi yang satu ini dinikmati pasar di Amerika. Kopi Flores berbiji besar, warna berkilau, aroma coklat yang kuat serta menyajikan rasa berat di lidah dengan tingkat keasamaan yang tinggi. Kopi arabika ini berasal dari kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Wisata lainnya yang bisa dinikmati di Flores dan sekitarnya adalah pesona pantai yang masih tak terjamah.
7. Kopi Wamena
Wamena adalah sebuah kota kecil yang terletak di lembah pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Iklimnya sangat dingin berkisar 15 derajat celcius. Kopi Arabika Wamena tumbuh di lembah Baliem, tanpa menggunakan pupuk kimia. Meski pengolahannya organik dan tradisional, namun para petani sangat memperhatikan kualitas dari kopi tersebut. Wisata lainnya di Papua tentu saja meliputi pemandangan alam dan wisata budayanya. (Sumber: Artikel indonesiana.tempo.co Foto wisataindonesia.biz)
...moreTripTrus.Com - Kalo lo lagi nyari tempat buat healing dengan gaya ala film ‘Eat, Pray, Love’ yang dibintangi Julia Roberts, Bali bisa jadi pilihan yang pas banget. Film ini bikin Bali jadi magnet wisata gratis yang bikin orang-orang kepincut buat berkunjung. Lo juga bisa niru gaya Gilbert di film itu dengan mengunjungi tempat-tempat kece di Bali. Nah, ini dia 7 spot yang bisa jadi referensi healing lo di Pulau Dewata!
1. Eksplor Pantai
Pantai Padang-padang di Uluwatu jadi lokasi pertama Gilbert party di Bali. Pantai ini terkenal dengan pemandangan yang dramatis, dikelilingi oleh tebing-tebing curam dan laut biru yang luas. Sayangnya, bar yang ada di film itu cuma dibangun untuk syuting aja, jadi lo gak bakal nemuin bar beneran di sini. Namun, di sekitar Uluwatu banyak tempat kongko lainnya yang bisa lo coba, dengan pemandangan lautan yang gak kalah keren. Kalau lo mau nikmatin suasana pantai, siap-siap aja capek karena banyak anak tangga yang harus lo naiki untuk sampai ke pesisir. Jangan lupa bawa alas kaki yang nyaman!
2. Gowes Santai
View this post on Instagram
A post shared by 🎥🎬 Sarai (@saraispain)
Di film ‘Eat, Pray, Love’, Gilbert sering terlihat bersepeda menjelajahi Ubud. Aktivitas ini bukan cuma seru, tapi juga cara yang asyik untuk menikmati pemandangan hijau di sekitar Ubud. Lo bisa menjelajahi area persawahan Tegallalang yang terkenal atau mencari lokasi persawahan lain yang juga menawarkan pemandangan yang mempesona. Pastikan sepedanya dalam kondisi baik dan nyaman untuk digunakan, karena lo bakal banyak berputar-putar. Ingat, meskipun jalanan di Ubud sering kali sepi, tetap waspada terhadap kendaraan yang melintas, terutama di jalan-jalan utama.
3. Vila Santai di Sawah
Kalau lo pengen merasakan pengalaman menginap ala Gilbert, coba deh sewa vila di Ubud yang dikelilingi sawah. Vila ini punya desain khas rumah Bali yang bikin lo berasa bener-bener nyemplung dalam suasana lokal. Lo bisa cek tempat ini di AirBnB. Perlu diingat, vila ini telah didandani khusus untuk film, jadi jangan kaget kalau penampilannya agak berbeda dari yang lo lihat di layar. Tapi tenang aja, Ubud juga punya banyak pilihan penginapan lainnya yang menyajikan pemandangan sawah atau sungai, dengan fasilitas yang nyaman seperti dapur dan bar 24 jam. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan lo, apakah lo mau tinggal di tempat yang sepi atau yang dekat dengan keramaian Ubud.
4. Jelajah Pasar Lokal
Pasar Ubud adalah tempat yang wajib dikunjungi buat lo yang mau merasakan suasana lokal. Setiap hari pasar ini dipenuhi dengan warga lokal dan wisatawan yang berburu barang unik. Lo bisa menemukan berbagai kerajinan tangan Bali, mulai dari perhiasan hingga tekstil yang berwarna-warni. Jangan lupa bawa duit tunai yang cukup, karena meskipun beberapa toko menerima tawar-menawar, tetap lebih baik untuk bandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya. Kalau lo malas bawa-bawa oleh-oleh berat, minta aja penjual untuk mengemas barang yang lo beli dan mengirimkannya ke rumah lo.
5. Trekking di Gunung
Mendaki gunung bisa jadi pengalaman yang bikin lo tak terlupakan. Dalam film, Gilbert mendaki Gunung Batur untuk menikmati matahari terbit. Gunung ini terkenal dengan pemandangan sunrise-nya yang menakjubkan, jadi pastikan lo siap bangun pagi-pagi banget untuk menikmati keindahan alam ini. Selain Gunung Batur, lo juga bisa coba trekking di tempat lain seperti Taman Nasional Bali Barat atau Campuhan Ridge Walk. Banyak agen perjalanan yang menawarkan paket trekking dengan pemandu, jadi lo bisa pilih sesuai kemampuan fisik lo. Trekking adalah cara yang asik buat menghilangkan penat dan menikmati keindahan alam Bali dari sudut pandang yang berbeda.
[Baca juga : "Kalender Event Bali 2024, Ada Nusa Penida Festival, UWRF, Dan Denpasar Film Festival"]
6. Temukan Tempat "Penyembuhan"
Bali, terutama Ubud, dikenal dengan berbagai tempat spa dan yoga yang menawarkan pengalaman penyembuhan holistik. Di film tersebut, Gilbert mengunjungi rumah Ketut Liyer dan klinik herbal Wayan Nuriasih. Meskipun Ketut Liyer sudah meninggal, masih banyak tempat penyembuhan tradisional lainnya yang bisa lo kunjungi, seperti Cokorda Rai atau Ibu Jero. Sebelum pergi, pastikan lo booking tempat terlebih dahulu dan tanyakan soal tarifnya agar gak ada kejutan saat tiba. Lo juga bisa bertanya kepada penduduk lokal mengenai tempat-tempat penyembuhan terbaik yang mereka rekomendasikan.
7. Kuliner Khas Bali
Liburan ke Bali rasanya belum lengkap kalau lo gak mencicipi makanan khasnya. Selain restoran dan kafe internasional, coba deh lo makan di tempat makan tradisional Bali yang menyajikan hidangan autentik. Ada banyak tempat makan legendaris yang bisa lo temukan, dan beberapa di antaranya bahkan bisa lo pesan lewat layanan antar. Kalau lo malas keluar, buka aja aplikasi ojek online untuk menemukan restoran lokal yang populer di kalangan warga. Selain itu, jangan lupa untuk mencoba buah-buahan lokal yang segar dan eksotis yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional saat musim panen.
Jadi, siap-siap deh buat healing dan bersenang-senang ala Gilbert di Bali. Dengan spot-spot kece ini, lo bisa ngerasain langsung pengalaman seru yang bikin lo makin betah di Pulau Dewata. Selamat liburan dan semoga healing lo makin maksimal! (Sumber Foto @filmdudeau)
...moreKepala Bidang Objek dan Daya Tarik Wisata Disparbud Kota Yogya Budi Santoso mengatakan, tahun ini pihaknya menggulirkan program one village one hotel untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Yogyakarta. Program ini baru menyasar tiga kampung wisata sebagai percontohan. Ketiga kampung wisata tersebut aadala Rejowinangun, Muja Muju dan Pakualaman.
"Program ini muaranya untuk membangun kemitraan dengan hotel sebagai salah satu industri pariwisata. Ke depan sinergi itu bisa diperluas hingga menyasar seluruh kampung wisata," ujarnya, Ahad (4/9).
Melalui kemitraan tersebut, diharapkan perhotelan bisa menjadi bapak asuh bagi kampung wisata setempat. Pengelola kampung wisata membangun paket wisata yang kemudian dipasarkan oleh hotel bagi setiap tamu yang datang. Selain itu, berbagai agenda hotel diharapkan juga mampu digelar di kampung wisata.
Dengan pola itu juga kata dia, manajemen pengelolaan kampung wisata akan terus berbenah sesuai kebutuhan wisatawan. Tidak seperti saat ini, banyak pengelola yang kurang fokus sehingga terkesan tidak siap ketika ada kunjungan.
Sementara Ketua Forum Komunikasi Kampung Wisata Kota Yogya Sigit Istiarto mengaku, Kota Yogyakarta saat ini sudah berdiri 17 kampung wisata . Namun dari jumlah itu baru lima kampung yang sudah mandiri. keberadaan paket wisata serta tingkat kunjungan yang sudah eksis. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto transmojo.blogspot.com)
...moreTripTrus.Com - Nah, di Sungai Musi ada tradisi lomba perahu yang keren banget, namanya perahu bidar. Biasanya sih lomba ini digelar tiap tahun buat ngerayain Hari Jadi Kota Palembang pada 17 Juni dan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Sayangnya, tahun 2020 nggak ada lomba ini gara-gara pandemi COVID-19.
View this post on Instagram
A post shared by Muhammad Naufal (@mnaufallf)
Lomba perahu bidar di Sungai Musi ini ternyata udah lama banget, lho. Katanya sih, pertama kali diadain pas ulang tahun Ratu Wilhelmina dari Belanda pada tahun 1898 di Palembang, Sumatera Selatan. Sejak itu, lomba ini rutin diadain buat ngerayain Hari Jadi Kota Palembang dan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bidar itu artinya "perahu perang". Bentuknya tuh kayak perahu pencalang yang panjang tapi nggak ada tutupnya. Pencalang itu dalam bahasa Melayu artinya cepat melaju atau cepat pergi. Sejarawan bilang, perahu pencalang ini dipake prajurit di zaman Kedatuan Sriwijaya atau Kerajaan Palembang buat perang, abis turun dari kapal utama mereka.
Perahu bidar biasanya dibuat dari kayu, biasanya dari pohon rengas. Ada beberapa jenis perahu bidar, kayak Bidar Kecik (mini) yang pendayungnya 5-11 orang, Bidar Pecalangan sekitar 35 pendayung, dan Bidar Besak (besar) yang bisa angkut 57-58 pendayung. Perahu Bidar Besak itu panjangnya sekitar 26 meter, lebar 1,37 meter, dan tinggi 70 sentimeter di bagian tengahnya.
[Baca juga : "7 Summits Of Java"]
Terlepas dari sejarahnya yang panjang, tradisi perahu bidar ini selalu dinantikan masyarakat Palembang tiap tahun. Ada kampung namanya Kampung Keramasan, di Sungai Keramasan, anak Sungai Musi. Dari dulu, Keramasan terkenal menghasilkan pendayung-pendayung handal yang sering disewa sama pemerintah, organisasi, atau perusahaan buat ikut lomba perahu bidar.
Selain Kampung Keramasan, ada juga Kampung Kertapati dan 1 Ulu di tepi Sungai Ogan, juga anak Sungai Musi, yang menghasilkan pendayung perahu bidar hebat. Banyak atlet dayung Sumatera Selatan yang lahir dari masyarakat kampung-kampung ini yang punya tradisi kuat di bidang ini.
Pendayung-pendayung ini lahir secara alami, nggak ada pendidikan khusus. Mereka cuma dapet pelatihan dari pendayung sebelumnya. Tradisi turun-temurun ini bikin mereka jadi pendayung yang andal. (Sumber Foto palembang.go.id)
...more