TripTrus.Com - Talk show tentang wisata di kawasan Pecinan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, ternyata menarik perhatian pengunjung Astindo Fair 2017. Tentu saja, itu di luar potongan harga yang menjadi daya tarik utama travel fair tersebut.
Apa yang istimewa dari wisata Lasem ini? Reporter dan fotografer Kompas.com, Wahyu Adityo Prodjo dan Garry, menceritakannya dengan gamblang caemnya (keindahan) Lasem pada talk show ini. "Kalau di Jakarta ada kawasan Pecinan Glodok, kalau di Rembang ada kawasan Pecinan Lasem. Lasem ini lebih luas dari segi wilayah dan budaya Tionghoa-nya daripada Pecinan Glodok," kata Wahyu memberi kata pembuka pada talk show yang diadakan di main stage JCC, Jumat (24/3/17).
Sumber: Foto latitudes.nu
Menurut Wahyu, banyak atraksi dan destinasi yang bisa dikunjungi di sana. Misalnya, wisata sejarah, wisata kuliner, hingga wisata religi misalnya klenteng Konfusianisme atau Konghucu dan Masjid Jami Lasem. "Arsitektur bangunan di sana masih banyak yang bergaya Tiongkok Selatan dan Tiongkok - Hindia. Kelenteng di Lasem juga berbeda dengan arsitektur bangunan klenteng di Glodok dan Cirebon, di Lasem tembok-temboknya lebih ramai dengan mural yang mengandung cerita masa lalu," ujar Wahyu.
Bangunan klasik bergaya Tiongkok Selatan ini sangat unik dan bahkan instagramable untuk dijadikan latar foto. "Kalau yang suka fotografi, Lasem memberikan ruang bagi Anda untuk berkreasi dengan berbagai latar bangunan sejarah ataupun warga lokal di sana. Di Lasem, bangunan pos kamling pun terlihat 'wah' dengan arsitektur khas Tionghoa-nya," ujar Garry, seraya menujukkan hasil jepretannya di layar.
"Patut diingat, kalau mau mengambil gambar biasakan izin terlebih dahulu kepada penjaga atau pemilik bangunan/kuil, karena ada salah satu bagian yang tidak boleh diambil gambarnya," saran dia.
Lalu bagaimana mengenai transportasi, akomodasi dan kuliner di sana?
"Lasem bisa dijangkau dari Semarang menggunakan bus. Jadi yang ingin ke Lasem, bisa melalui Semarang. Semarang bisa dilalui oleh pesawat terbang, bus dan kereta api dari kota-kota lainnya di Indonesia," ujar Wahyu. Lasem juga kaya dengan wisata kulinernya. Ada lontong tuyuhan sebagai makanan yang wajib dicoba. Dipadu dengan ayam kampung yang diolah rempah yang kaya, lontong tuyuhan bisa dinikmati dengan harga hanya Rp 10.000.
"Coba juga durian khas Lasem yang rasanya manis-pahit. Harganya juga murah," kata dia Wahyu.
Untuk akomodasi di Lasem, ungkap Wahyu, harga per harinya relatif terjangkau. Ada penginapan dengan biaya Rp 390.000, ada juga penginapan ala backpacker dengan biaya hanya Rp 50.000 per malamnya. Menurut dia, waktu terbaik untuk mengunjungi Lasem sebenarnya ketika perayaan Cap Go Meh. Namun, karena perayaan Cap Go Meh diadakan pada awal tahun, biasanya wisatawan yang berkunjung akan sedikit direpoti oleh hujan.
"Dengan bujet Rp 500.000 sebenarnya sudah bisa kita berpetualang di Lasem selama 3 hari 2 malam. Harga tersebut sudah termasuk akomodasi, transportasi, wisata kuliner, bahkan untuk beli oleh-oleh," kata Wahyu lagi. "Untuk oleh-oleh, Anda bisa membeli batik tulis khas Lasem yang mempunyai corak dan pola yang unik," ujarnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...moreTripTrus.Com - Pantai Banyu Tibo di Pacitan bisa dibilang salah satu hidden gem yang wajib banget lo masukin ke wishlist liburan. Di tengah banyaknya pantai keren di Indonesia, tempat ini punya daya tarik yang beda karena menghadirkan kombinasi unik antara laut dan air terjun dalam satu lokasi. Terletak di selatan Jawa Timur, tepatnya di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, pantai ini memang belum sepopuler destinasi lain seperti Pantai Klayar, tapi justru di situlah letak pesonanya—masih alami dan belum terlalu ramai.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Agus Rianto (@agusrianto_sh)
Kalau lo berangkat dari pusat Pacitan, jaraknya sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Sementara kalau dari Solo, perjalanan bisa memakan waktu 3 sampai 4 jam dengan jarak sekitar 100 kilometer. Perjalanan yang cukup jauh ini memang butuh effort, tapi tenang aja, semua bakal kebayar lunas begitu lo sampai di lokasi. Akses jalannya sekarang sudah cukup bagus, meskipun di beberapa titik, terutama menjelang area pantai, jalannya masih sempit dan perlu ekstra hati-hati, apalagi kalau lo bawa mobil. Makanya, banyak yang lebih nyaranin pakai motor biar lebih fleksibel.
Soal biaya, lo nggak perlu khawatir karena tiket masuk ke Pantai Banyu Tibo ini super ramah di kantong. Di hari biasa, anak-anak cuma dikenakan tarif sekitar dua ribu rupiah, sementara orang dewasa tiga ribu rupiah. Kalau weekend atau hari libur, harganya sedikit naik jadi tiga ribu untuk anak-anak dan lima ribu untuk dewasa. Parkir kendaraan juga murah, jadi nggak bakal bikin dompet lo jebol. Dengan harga segitu, lo udah bisa menikmati pemandangan yang nggak biasa dan pastinya Instagramable banget.
[Baca juga : "Bro-Sis Traveler: Surf Dan Chill Di Batu Karas, Bali-Nya Jawa Barat!"]
Hal paling ikonik dari Pantai Banyu Tibo adalah air terjunnya yang langsung jatuh ke arah pantai. Nama “Banyu Tibo” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “air jatuh”, sesuai dengan ciri khasnya. Air terjun ini berasal dari aliran sungai kecil dengan air yang jernih dan tetap mengalir meskipun musim kemarau. Buat sampai ke bawah, lo harus menuruni tangga yang cukup curam, tapi tenang, pemandangan yang nunggu di bawah bakal bikin lo lupa sama capeknya perjalanan.
Sesampainya di pantai, lo bisa langsung ngerasain sensasi mandi di bawah air terjun sambil ditemani suara deburan ombak khas pantai selatan yang cukup besar. Tapi inget ya, lo tetap harus waspada karena jarak antara air terjun dan bibir laut itu dekat banget. Kalau kondisi ombak lagi pasang, sebaiknya jangan nekat turun ke bawah dan cukup nikmati pemandangan dari atas tebing aja, yang nggak kalah keren buat foto-foto. Selain itu, buat lo yang hobi mancing, area sekitar karang juga cocok banget buat rock fishing karena banyak biota laut yang hidup di sana.
Meskipun pantai ini sebenarnya buka 24 jam, disarankan buat datang di pagi atau sore hari supaya lo bisa menikmati keindahannya dengan maksimal. Malam hari cenderung sepi dan minim penerangan, jadi kurang aman dan kurang seru juga. Secara keseluruhan, Pantai Banyu Tibo menawarkan pengalaman wisata yang beda dari pantai pada umumnya. Kombinasi air terjun, pasir putih, dan tebing yang mengelilingi area pantai bikin tempat ini terasa spesial dan layak banget buat lo eksplor. Jadi, kalau lo lagi cari destinasi yang anti-mainstream tapi tetap keren, Pantai Banyu Tibo ini jawabannya. (Sumber Foto @globe_gyspy)
...moreTripTrus.Com - Pernah menikmati pemandangan lembah hijau yang luas membentang? Jika belum, mengunjungi wisata alam Rawa Danau yang terletak di Kampung Panenjoan, Desa Luwuk Kecamatan Gunung Sari kabupaten Serang adalah tempatnya. Dari namanya saja mungkin Anda dapat menebak bahwa objek wisata ini merupakan objek wisata alam berbentuk rawa.
Anda tepat, wisata alam Rawa Danau ini merupakan sebuah tempat wisata alam yang didominasi dengan rawa-rawa dengan sebuah danau. Wisata alam Rawa Danau awalnya merupakan kepundan gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Seiring berjalannya waktu, tempat ini berubah menjadi sebuah danau dan akhirnya menjadi rawa-rawa di atas danau.
View this post on Instagram
A post shared by Informasi Banten (@goodbanten) onJan 25, 2020 at 12:47pm PST
Pemandangan lembah Bukit Hijau Rawa Danau dapat dilihat dari Pos Terpadu yang berada di ketinggian 300 meter diatas permukaan laut. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya “Paninjauan”. Ditempat ini, anda bisa melihat pemandangan Kawasan Cagar Alam Rawa Danau dari ketinggian. Selain Rawa Danau, dari sini juga terlihat deretan pegunungan yang berada di Kabupaten Pandeglang. Kerap kali dijumpai sekumpulan Monyet Hutan yang berkumpul diatas pohon dan juga hewan lainnya seperti Burung Elang dan juga Musang.
Cagar Alam Rawa Danau mempunyai kawasan konservasi endemis seluas 2.500 hektar. Ini merupakan rawa pegunungan satu-satunya yang masih tersisa di Pulau Jawa. Mengapa disebut Rawa Danau? Rawa atau danau ini merupakan kepundan gunung berapi yang sudah mati kemudian berubah menjadi danau. Lalu Seiring jalannya waktu danau tersebut berubah menjadi rawa-rawa. Oleh karena itulah disebut Rawa Danau.
Pada tanggal 16 November 1921 Gubernur Jenderal Belanda menetapkan kawasan ini sebagai cagar alam sesuai dengan GB Nomor 60 Stbl. Hingga kini Rawa Danau masih dalam pengawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Serang.
Objek wisata Cagar Alam Rawa Danau merupakan tempat yang sering dikunjungi masyarakat Serang, Cilegon dan sekitarnya karena selain untuk menikmati keindahan alam, kasawan ini juga memiliki udara yang segar dan cukup sejuk karena masih banyak ditumbuhi pepohonan rindang.
Kecamatan Mancak terkenal sebagai sentra Kelapa, Melinjo, dan Durian. Dari perkebunan rakyat menghasilkan antara lain Kelapa, Kopi, Cengkeh, Lada dan Jambu Mete. Selain itu daerah ini juga menghasilkan beraneka ragam buah-buahan antara lain Pisang, Mangga, Kecapi, Rambutan, Jambu Air, Jambu Batu, Salak, Nanas, Pepaya, Kacang Tanah, Ubi Jalar, Singkong dan lain-lain.
[Baca juga : "7 Spot Eksotis Di Wisata Pulau Sangiang, Wajib Eksplor!"]
Cagar Alam Rawa Danau memang memikat wisatawan. Selain pemandangannya yang alami serta udaranya yang segar, tidak jarang pengunjung sengaja datang untuk menikmati Durian khas Mancak yang diperoleh langsung dari kebunnya. Di sepanjang jalan di kawasan ini banyak dijumpai durian dengan harga yang murah. Tersedia banyak pilihan tempat karena durian yang dijual tersebut rata-rata berasal dari kebun di sekitar lokasi yang pohonnya dapat anda lihat. Tidak perlu khawatir jika tidak sedang musim durian. Karena durian asal Palembang, Lampung dan wilayah lainnya juga dijual disini. Selain durian, buah rambutan dan kecapi juga populer disini.
Untuk perjalanan pulang, Anda tinggal meneruskan perjalanan sambil mengikuti plang penunjuk jalan ke arah Cilegon untuk menuju ke pintu tol. Anda tidak akan tersesat karena jalan yang dilalui tidak terlalu banyak persimpangan. Disamping itu plang penunjuk jalan pun cukup jelas. Jadi, jangan ragu untuk mampir di Cagar Alam Rawa Danau. Selamat berlibur. (Sumber: Artikel dispar.bantenprov.go.id Foto pesona.travel)
...moreTripTrus.Com - Idul Fitri, atau Lebaran, atau bisa juga disebut hari kemenangan adalah salah satu momen paling penting bagi umat muslim di seluruh di dunia, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Di Indonesia, Lebaran merupakan salah satu perayaan yang dirayakan secara besar-besaran oleh umat muslim yang tersebar di pelosok pelosok daerah. Dimana setiap daerah tersebut memiliki tradisi unik sendiri dalam rangka menyambut datangnya Lebaran.
Tradisi Lebaran ini sudah menyatu dengan budaya budaya daerah tersebut tanpa meninggalkan akidah ajaran agama Islam. Lantas, tradisi Lebaran apa saja yang paling unik di Indonesia? Penasaran? Berikut ulasannya
1. Meugang – Aceh
Di Aceh ada sebuah tradisi Lebaran yang selalu dilakukan setiap tahunnya saat menjelang Idul Fitri, namanya adalah Meugang. Meugang adalah tradisi memasak dan memakan bersama untuk dibagikan pada kaum dhuafa sebagai bentuk saling berbagi di bulan Ramadhan.
Umumnya, semua warga di sebuah kampung akan berkumpul di masjid untuk memasak daging dan memakan bersama-sama, serta tidak lupa membagikan sebagian makanan tersebut kepada orang tidak mampu.
Selain itu, tradisi Meugang tidak hanya dilakukan saat menjelang Lebaran saja, tapi selalu dilakukan juga saat perayaan Idul Adha.
2. Festival Meriam Karbit – Pontianak
Festival Meriam Karbit adalah tradisi Lebaran yang dilakukan oleh warga Pontianak, Kalimantan Barat. Tradisi ini sudah dilakukan sejak 200 tahun mengunakan meriam yang terbuat dari bambu besar dan diletakan di pinggir sungai kapuas.
Saat menjelang malam takbiran, warga pontianak akan berkumpul di sekitar pinggir sungai Kapuas di Pontianak untuk menyalakan meriam meriam besar tersebut sebagai tanda datangnya hari kemenangan.
3. Ronjok Sayak – Bengkulu
Warga Bengkulu yakin dan percaya bahwa api adalah penghubung antara manusia dengan leluhur mereka. Kepercayaan inilah yang melahirkan tradisi Lebaran bernama Ronjok Sayak atau Bakar Gunung api.
Tradisi Ronjok Sayak sudah dilakukan selama ratusan tahun oleh Suku Serawai, dimana tradisi ini dilakukan saat malam takbiran, tepatnya setelah sholat Isya. Warga Bengkulu, terutama suku Serawai akan menyusun batok kelapa menjulang tinggi keatas, kemudian dibakar didepan rumah mereka masing-masing.
4. Pukul Sapu – Maluku Tengah
Pada hari ke tujuh Lebaran, warga desa Morella dan desa Mamala, Leihitu, Maluku Tengah selalu berkumpul di halaman masjid besar. Mereka ingin melihat tradisi Pukul Sapu yang biasanya dilakukan antara perwakilan pria dari masing-masing ke dua desa tersebut.
Dalam tradisi ini, mereka akan saling menyabetkan lidi dari pohon enau ke badan lawannya. Tradisi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menitan ini biasa bisa menyebabkan kulit sobek sampai berdarah-darah.
5. Batobo – Riau
Warga Riau yang mudik ke kampung halamannya, bukan hanya disambut oleh keluarganya saja, tapi mereka juga akan mendapatkan sambutan yang meriah seperti artis ibu kota oleh warga desa dengan diarak dan diiringi rebana menuju ke tempat buka bersama.
Selain sebagai tempat saling melepas rindu dan mempererat silahturahmi, tradisi Batobo juga diisi dengan pengajian dan lomba baca Al Quran, dimana hadiahnya berasal dari para pemudik yang pulang kampung tersebut.
6. Grebek Syawal – Yogyakarta
Di Yogyakarta, usai Idul Fitri, ada tradisi Lebaran yang selalu ditandai dengan perayaan Grebeg Syawal. Tradisi ini juga bisa didapati di beberapa daerah di Jawa Tengah. Sejatinya, Grebek Syawal adalah tradisi keraton untuk menyambut 1 Syawal.
Dalam tradisi ini, warga Yogyakarta akan mengarak bermacam-macam hasil bumi yang disusun rapi berbentuk kerucut dan berukuran besar dari Pagelaran Keraton menuju halaman masjid Agung Kauman. Setelah didoakan hasil bumi tadi akan diperebutkan oleh warga yang hadir.
7. Bedulang – Bangka
Setelah bersilahturahmi dan bermaaf-maafan, warga Bangka punya tradisi yang unik menikmati kebersamaan mereka. Nama tradisinya yaitu makan Begawa yang berarti makan bersama, tapi karena penyajiannya mengunakan tudung saji sehingga disebut juga makan Bedulang.
Dalam tradisi makan Bedulang ini tidak diperbolehkan memakai sendok, harus mengunakan tangan, dimana diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu dengan aturan orang paling tua terlebih dulu sedang yang muda mendapat giliran paling terakhir.
8. Ngejot – Bali
Bali memang dikenal sebagai pulau dengan penduduknya yang sebagian besar beragama Hindu, tapi saat lebaran, Bali juga cukup ramai dengan tradisi Ngejot-nya. Dimana dalam tradisi ini, umat muslim di Bali akan membagi-bagikan makanan kepada semua warga tanpa membedakan agama yang dianutnya.
Tradisi ini dilakukan setiap tahunnya yang bertujuan menciptakan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bali. Selain itu, tradisi ini juga sering dilakukan oleh umat Hindu di Bali saat mereka merayakan hari besar agama Hindu.
9. Perang Topat – Lombok
Sama dengan tradisi Lebaran di Bali, tradisi ini juga bertujuan mempererat hubungan antara umat beragama di Lombok. Perang Topat berarti perang ketupat yang dilakukan pada hari keenam Lebaran.
Tradisi ini dilakukan oleh suku Sasak yang merupakan suku asli di Lombok. Pertama-tama, mereka akan mengarak hasil bumi, kemudian akan berlanjut dengan saling lempar ketupat. Mereka percaya, dengan melempar ketupat semua doa dan permohonan mereka akan segera terkabul.
10. Festival Tumbilotohe – Gorontalo
estival Tumbilotohe adalah tradisi Lebaranyang unik sekaligus terlihat indah di Gorontalo. Warga Gorontalo akan menyalakan lampu yang berbahan dari minyak tanah yang menerang sepanjang jalan di Gorontalo.
Dulu, tujuannya menyalakan lampu ini untuk menerangi jalan agar warga desa mudah lewat saat membagi-bagikan zakat. Tapi sekarang tradisi ini jadi keindahan tersendiri di suduk kota Gorontalo. Selain itu tradisi ini juga dimeriahkan dengan tabuhan bedug dan meriam dari bambu.
11. Tellasan – Madura
Tellasan merupakan tradisi masyarakat Madura dalam menyambung tali silaturahmi tak hanya dengan sanak saudara tetapi juga dengan tetangga dan sesepuh kampung. Dalam tellasan, perempuan Madura akan ter’ater (mengantar sebuah hantaran makanan) kepada tetangga dan orang yang dianggap sepuh di kampung itu.
Uniknya, saat mengantar hantaran, perempuan Madura menggunakan talam/nampan yang ditaruh diatas kepala. Hantaran biasanya berupa nasi pettok (nasi putih yang dibungkus daun pisang), ayam adun (opor ayam)/ayam bumbu bali, kue-kue tradisional, dan tapai (tape ketan). Menariknya dalam tellasan, tidak ada ketupat. Ketupat ada saat tellasan petto (lebaran hari ke-7). (Sumber: Artikel wowasiknya.com dan inspiratorfreak.com Foto kreditgogo.com)
...moreTentunya anda tidak akan meninggalkan yang satu ini ketika datang ke Kota Wonosobo, oleh oleh khas Dieng baik itu cemilan, makanan ringan, hingga makanan khas selalu dicari ketika pengunjung datang ke sebuah tempat wisata.
Di Kota Wonosobo banyak oleh oleh khas Dieng diminati oleh wisatawan, diantaranya yang memang khas adalah manisan carica, keripik jamur, keripik kentang, kacang dieng. Makanan inilah yang menjadi raja khas oleh oleh di kota tersebut.
Kerajinan tangan dari masyarakat Wonosobo begitu banyak, kreatifitas dan ide unik dari masyarakat selalu muncul didukung oleh kerja cepat pemerintah dalam membantu perkembangan industri rumah tangga di Kota Wonosobo dalam meningkatkan perekonomian Kota Wonosobo, kota ini terkenal akan wisata alam terutama Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Wadaslintang, Menjer, Sikunir dan masih banyak lagi, dari faktor inilah dapat menarik banyak kerajinan tangan dan kreatifitas masyarakat yang menghasilkan produk unik sebagai buah tangan maupun oleh oleh khas Dieng Wonosobo. Apa saja oleh-oleh khas Dieng Wonosobo? berikut beberapa contohnya.
Carica Dieng Wonosobo
Sumber: Foto manfaat.co.id
Carica memang menjadi makanan atau jajanan oleh oleh khas yang utama di wonosobo, buah yang hanya tumbuh di dataran tinggi dieng ini memang menarik banyak wisatawan. buah carica di olah menjadi berbagai makanan ringan dan minuman, seperti manisan carica atau carica in syrup, keripik carica dan masih banyak lagi.
Carica Dieng memiliki rasa yang unik, untuk produk olahan yang paling banyak dicari oleh wisatawan adalah carica in syrup, irisan atau potongan buah carica dimasukan ke dalam larutan gula dan dikemas menghasilkan produk makanan yang nikmat dan membuat ketagihan orang yang mengkonsumsinya. Dalam perkembangannya produk carica sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri, sebagai ikon oleh-oleh utama dari Kota Wonosobo pemerintah terus memperhatikan pelaku home industry dari carica untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Wonosobo.
Keripik Jamur
Sumber: Foto drakemedia.net
Keripik jamur juga menjadi tren oleh oleh khas daerah, karena begitu banyaknya produksi keripik jamur dan varian dari jajanan ini membuat produk ini banyak digemari para tourist. Keripik jamur khas Dieng Wonosobo memiliki variasi tersendiri, dari berbagai macam jamur yang diolah diantaranya jamur kuping, jamur tiram dan yang lain.
Peminat dari oleh oleh khas Dieng ini begitu banyak, masyarakat juga mulai kreatif akan pengemasan yang menarik, varian rasa seperti rasa original, rasa pedas, rasa keju dll. Produksi dari keripik jamur sendiri juga lumayan besar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen.
Kacang Dieng (Kacang Babi)
Sumber: Foto wisatadieng.com
Kacang Dieng yang merupakan kacang unik dari dataran tinggi dieng, oleh masyarakat sekitar biasa disebut kacang babi karena ukurannya yang besar dan gemuk seperti babi. Kacang ini mempunyai rasa asin gurih dan renyah enak di lidah yang wajib anda cicipi dari oleh oleh khas wonosobo ini.
Kacang Dieng atau sering disebut kacang babi pada awal mula merupakan hasil olahan kelompok masyarakat yang dikumpulkan dan dipasarkan bersama, kini jika anda mengunjungi Wonosobo dan menemukan kacang berukuran besar yang dikemas sebagai cemilan itulah kacang Dieng.
Purwaceng
Sumber: Foto viva.co.id
Purwaceng merupakan salah satu oleh oleh khas Dieng Wonosobo biasa disebut antanan gunung memiliki nama latin Pimpinella pruatjan merupakan tumbuhan khas Dieng biasa diolah menjadi serbuk untuk minuman, hasil olah purwaceng hanya dapat ditemukan di Dieng Wonosobo, purwaceng biasa dicampurkan kedalam kopi ataupun susu.
Khasiat dan manfaat purwaceng sendiri diantaranya untuk peningkatan efek seksualitas pada pria, seperti yang diteliti oleh tim dari IPB jika sebagian tumbuhan purwaceng dapat digunakan sebagai obat herbal dan yang paling baik adalah pada akarnya, jadi jika anda datang ke Wonosobo jangan heran jika terdapat purwaceng disana.
Kaos Khas Dieng
Sumber: Foto shop.triptrus.com
Selain makanan di atas, kaos juga bisa menjadi alternatif oleh-oleh yang menarik untuk sanak keluarga. Kawasan Wisata Dieng Plateau dikenal oleh para penganut agama Hindu sebagai rumah para Dewa karena letaknya yang berada di ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Kawasan Candi Arjuna di Dieng dipercaya sebagai salah satu pusat pendidikan bagi para pendeta Hindu pada zaman kerajaan Majapahit. Candi-candi yang berada di Kompleks Candi Arjuna diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ketujuh hingga akhir abad kedelapan.
Sumber: Artikel oafindo.com Foto tempo.com
...moreTripTrus.Com -Traveling saat ini sudah berubah menjadi life style setiap orang. Hampir semua orang dari setiap lapisan sosial membutuhkan kegiatan bersenang-senang ini untuk memanjakan dirinya. Dengan gaya low budget atau high budget, traveling dilakukan hampir di setiap hari libur nasional dengan beragam tujuan, mulai dari dalam hingga luar negeri. Namun kadang keraguan juga datang menghampiri beberapa orang sehingga rencananya untuk traveling selalu menemui jalan buntu. Mungkin juga karena informasi yang mereka dapatkan dari beragam media akhirnya membuat mereka khawatir untuk pergi dan akhirnya munculah mitos-mitos yang selalu menghambat rencana traveling. Apa saja kira-kira mitos traveling yang sering dipikirkan oleh traveler, berikut daftarnya.
Mitos 1: Traveling Itu Mahal
Traveling mewah itu akan sangat bagus untuk orang-orang yang sudah pensiun, menikmati ragam fasilitas mewah, makanan serba mahal, juga berwisata dengan gaya. Beruntungnya Anda tidak harus menunggu untuk pensiun untuk melakukan itu semua. Dengan gaya low budget tentu Anda bisa traveling kemanapun dan kapanpun.
Mitos 2: Dunia Itu Berbahaya
Bahkan ketika Anda berada di rumah atau kota tempat tinggal saja juga selalu ada bahaya. Namun hal-hal baik di luar sana ternyata bisa lebih banyak ditemui. Sudahlah, matikan televisi Anda yang sering memberitakan hal-hal buruk yang membuat khawatir. Asalkan dipersiapkan dengan benar dan Anda berhati-hati ketika traveling, semua akan menjadi aman-aman saja.
Mitos 3: Mustahil Mencari Kerja Di Luar Negeri
Orang Indonesia memang rata-rata menginginkan Anda hadir ke kantor ketika kerja. Tapi jika Anda bisa bernegosiasi dengan atasan Anda dan bertanggung jawab dengan setiap pekerjaan Anda, harusnya pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Atau jika memang tidak berhasil, cari saja pekerjaan di luar negeri. Cari sebuah forum dan dapatkan kesempatan itu. Lumayan untuk menambah biaya perjalanan Anda.
Mitos 4: Orang-Orang Terlalu Khawatir
Mungkin terlalu jauh dan biasanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Larangan untuk tidak pergi dari anggota keluarga atau teman Anda ini sebenarnya wajar-wajar saja, tapi dengan memberikan pengertian kepada mereka Anda pasti akan mendapatkan restu. Atasi rasa khawatir mereka dengan memberikan jadwal dan rute perjalanan Anda, nama hotel, dan informasi lainnya agar mereka juga bisa mengontrol.
Mitos 5: Menghambat Karier
Memang kadang Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda dan segala rutinitas hidup, tapi traveling itu benar-benar memberi manfaat. Bepergian ke tempat baru tentu Anda akan mendapatkan hal-hal baru bahkan membuat Anda jadi lebih kreatif. Untuk hal ini kami berani kasih garansi.
Mitos 6: Hilang Kontak Dengan Teman
Pemikiran yang salah besar, karena dengan traveling justru komunikasi Anda dengan teman akan kembali terbangun. Coba saja upload foto-foto perjalanan Anda ke sosial media, selanjutnya mereka pasti akan bertanya sedang di mana dan tentu saja “Jangan lupa oleh-oleh, ya.”
Mitos 7: Harus Mengikuti Buku Petunjuk
Pada dasarnya buku petunjuka hanya digunakan untuk panduan. Pergi ke suatu destinasi yang disarankan buku bukanlah suatu kewajiban, jadi jangan terlalu kaku dan sesuaikan saja dengan perjalanan Anda. Jika Anda punya rencana lain yang lebih seru dan bermanfaat, kenapa tidak untuk dilakukan?
(Sumber: Artikel maximindonesia.co.id)
...moreTripTrus.Com - Negeri ini memang terkenal dengan alamnya yang keren dan tempat-tempat wisata yang oke banget. Enggak cuma destinasi yang sudah pada tahu, tapi ada juga tempat kece yang masih tersembunyi dengan pemandangan ciamik, terselip di berbagai sudut Indonesia.
View this post on Instagram
A post shared by Wonderful Indonesia (@wonderfulindonesia)
Pemerintah juga lagi semangat banget buat ramein pariwisata. Mereka udah tentuin 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (atau bisa disebut 10 Bali Baru). Nah, buat kalian yang suka jalan-jalan dan pengen eksplorasi tempat baru, nih ada 10 destinasi keren buat kalian cekidot!
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Ini dia danau vulkanik terbesar di dunia, bro! Selain danau keren, di sekitarnya masih ada banyak tempat asik lainnya. Ada Desa Paropo yang punya pemandangan bikin adem, Air Terjun Situmurun yang keren abis, juga Bukit Simarjarunjung dan Siadtaratas yang nggak kalah bikin mata melotot.
2. Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
Dulu daerah ini sepi, sekarang jadi KEK alias Kawasan Ekonomi Khusus. Tempat ini punya banyak surga tersembunyi buat kalian, seperti Pulau Kepayang dengan keindahan bawah lautnya, Pulau Batu Berlayar yang punya batu eksotis banget, dan Pulau Lengkuas yang cantik abis.
3. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Candi ini salah satu candi Buddha tergede di dunia, sudah terkenal banget. Di sini selain ngeliatin candi yang megah, kalian bisa nikmatin sunrise yang bikin mata terbelalak. Setelah puas liat candi, bisa juga mampir ke museum sekitar candi atau mampir ke Desa Wisata Wanurejo buat kenalan sama budaya lokal.
4. Bromo, Jawa Timur
Bromo udah jadi andalan pariwisata di Jawa Timur. Gunung ini punya kawah, padang pasir, dan bukit-bukit yang bikin kagum. Banyak aktivitas seru, seperti jalan-jalan naik mobil jip, hunting matahari terbit, eksplorasi pasir berbisik, sampe nonton tradisi Suku Tengger.
5. Likupang, Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara ada surga yang nggak ada duanya, namanya Likupang. Pantai Likupang aja udah bikin mata melek dengan pasir putihnya yang bersih, air lautnya yang jernih, dan pulau-pulau cantik di sekitarnya. Ada juga banyak resor dan spot instagramable yang enggak boleh dilewatin.
6. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
Wakatobi tuh surga bawah laut di Sulawesi. Banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke sini. Di Wakatobi, kalian bisa snorkeling atau menyelam di Taman Nasional Wakatobi, liat lumba-lumba di Pulau Kapota, kunjungi Desa Liya Togi, atau nikmatin pemandangan di Puncak Khayangan.
7. Mandalika, Nusa Tenggara Barat
Mandalika namanya lagi naik daun berkat MotoGP 2022. Ini tempat punya banyak pantai keren. Pantai Mawun punya pasir putih yang memanjakan mata, Pantai Semeti punya tebing batu dengan laut biru, dan Pantai Mawi jadi favorit para surfer.
[Baca juga : "Pesona Indonesia Bikin Pesohor Dunia Kepincut Liburan!"]
8. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Labuan Bajo jadi pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo. Selain cantik, Labuan Bajo punya banyak kegiatan seru, kayak main ke Pink Beach, trekking ke Pulau Padar, explore Goa Rangko, dan tentu aja ketemu langsung sama komodo.
9. Morotai, Maluku Utara
Morotai di Timur Indonesia ini surga tersembunyi yang cocok buat yang pengen liburan beda. Pantainya indah banget dengan terumbu karang dan ikan-ikan cantik. Ada Pulau Dodola yang bisa kalian jalan kaki menyeberangi lautnya, dan Pulau Kokoya dengan pasir putih, laut biru, dan pepohonan hijau yang memikat.
10. Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat adalah rajanya gugusan pulau-pulau yang punya keindahan tanpa tandingan. Udah banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke sini buat nikmatin pemandangan, ketenangan, dan kedamaian. Ada banyak destinasi wisata dan resor mewah, jadi pasti ada yang sesuai buat kalian.
Jadi, itu dia 10 tempat keren buat liburan kalian. Indonesia emang kaya akan tempat wisata yang oke banget. Sebelum berangkat, jangan lupa vaksin booster dan selalu patuhi protokol kesehatan, ya! Have fun, Sobat Pesona! (Sumber Foto @oceanic.society)
...moreTRIPTRUS - Pembenahan taman nasional itu menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membenahi 7 taman nasional untuk mengoptimalkan aset hutan dan taman sebagai atraksi destinasi wisata yang memikat."Hutan tropis dan taman nasional memiliki nilai lebih buat 'Wonderful Indonesia' dalam pelestarian alam," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/3/2016).Menpar menyebutkan kerja sama sejak Oktober tahun lalu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu membenahi 7 taman nasional yakni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Rinjani, dan Taman Nasional Gunung Tambora.Pembenahan taman nasional itu, menurut Arief Yahya, menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan sesuai rujukan dari Badan PBB untuk Pariwisata Dunia (UNWTO).
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Tachrir Fathoni mengatakan bahwa langkah konkret pembenahan taman-taman nasional itu adalah membuat koneksi dalam tiga klaster, yakni klaster pertama Lampung dan Jawa, khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta, klaster dua daerah Jawa Timur, dan klaster tiga di Nusa Tenggara Barat.
Dalam ketiga klaster tersebut, lanjut Tachrir, harus ada satu integrasi antara alam, budaya, dan atraksi buatan lainnya.Tachrir menyebutkan empat strategi yang akan digunakan.Pertama, penguatan terhadap destinasi wisata alam yang ada dengan membuat konsep klaster guna memperoleh manfaat yang tinggi dengan pelayanan kenyamanan dan kemewahan bagi pengunjung dengan tetap mengendepankan faktor konservasi serta mengembangkan konektivitas berbagai lokasi dalam klaster yang berbatas menjadi satu kesatuan destinasi.
Kedua, menciptakan destinasi wisata alam yang baru untuk mengembangkan konektivitas berbagai lokasi destinasi alam di dalam klaster.Ketiga, mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis. Keunikan spesifikasi taman nasional dan taman wisata alam dikemas serta didesain sesuai dengan segmen pasar yang ingin dikembangkan dan terintegrasi dalam desain kawasan strategis nasional (KSN).Keempat, mewujudkan 3P (public private partnership) dalam pengembangan wisata alam. (Sumber: Artikel kompas.com Foto: dephut.go.id)
...moreTRIPTRUS - Berbagai makanan tradisional tentunya tidak lepas dari uniknya bulan suci ini. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas tradisional sebagai makanan untuk berbuka puasa. Berikut beberapa makanan tradisional tersebut.
1. Sate Susu
Sate susu ini terbuat dari kulit susu sapi. Cara pembuatannya tak berbeda dengan sate pada umumnya. Kulit susu sapi dipotong kecil-kecil, lalu dilumuri bumbu kemudian dibakar. Untuk bumbunya sendiri ada dua macam, yakni bumbu khas Bali atau diberi bumbu kuning seperti Sate padang. Saat Ramadhan, penjual sate susu banyak terlihat di Kampung Jawa, Bali.
Satu porsi Sate Susu berisi 10 tusuk. Harganya berkisar antara Rp 15.000 – 20.000. Jika Anda penggemar sate, tak ada salahnya sekali-kali merasakan Ramadhan di Bali agar bisa mencicipi Sate Susu sebagai menu berbuka puasa. Jangan lupa pesan lontong agar ritual bersantap Anda terasa lebih lengkap!
2. Ketan Bintul
Ketan Bintul merupakan olahan ketan yang menjadi menu favorit warga Serang, Banten pada bulan puasa. Beras ketan dikukus bersama santan dan garam. Setelah matang, ketan dipotong berbentuk persegi dan diberi alas daun pisang.
Santap ketan yang sudah matang dengan menaburi bubuk serundeng yang terbuat dari parutan kelapa yang diberi bumbu parutan bawang merah, bawang putih, lengkuas, gula, garam, dan daun salam, kemudian disangrai hingga berwarna kecokelatan. Rasa ketan bintul perpaduan antara gurih, manis, dan bahkan pedas.
Ketan bintul diperkirakan populer menjadi santapan khas Ramadhan sejak abad ke-15. Kabarnya para sultan juga menjadikan makanan ini sebagai santapan favorit berbuka puasa. Masyarakat percaya, bila seseorang berbuka puasa dengan ketan bintul maka seakan-akan menghargai dan menghormati para sultan.
Harga ketan bintul di pasaran sekitar Rp 2.000 per potong.
3. Jongkong
Anjuran berbuka puasa dengan yang manis sepertinya dituruti oleh warga Medan, Sumatera Utara. Hal itu terlihat dari salah satu makanan khas Ramadhan di kota ini, yaitu jongkong.
Jongkong terbuat dari tepung beras yang dicampur air, lalu dimasak sambil terus diaduk hingga mengental. Saat memasak, daun pandan turut dimasukkan untuk memberikan warna hijau dan aroma wangi pada jongkong. Setelah matang, jongkong dibiarkan hingga dingin dan mengental, lalu dimasukkan ke dalam daun pisang dan diberi santan, parutan kelapa muda, gula merah, dan sedikit gula pasir. Setelah bahan dimasukkan semua, jongkong dimasak kembali dengan cara dikukus. Setelah itu, jongkong siap disantap.
Kondisi perut yang kosong karena berpuasa sehari penuh akan sulit mencerna makanan yang terlalu padat, sehingga jongkong cocok menjadi hidangan berbuka puasa karena teksturnya yang lembut. Jongkong dijual dengan harga berkisar antara Rp 3.000 – 5.000 per buah. Sebaiknya jongkong langsung dimakan hari itu juga karena tidak tahan lama.
4. Bubur Kampiun
Kalau kolak biasa kita hanya bisa merasakan satu jenis bahan makanan saja, maka kita bisa mencicipi beragam jenis bahan makanan dalam Bubur Kampiun. Hidangan khas Sumatera Barat yang kerap kita jumpai ini berisi beberapa campuran, antara lain bubur sumsum, kolak ubi, pisang, candil, bubur delima, dan ketan. Seluruh bahan tersebut kemudian disiram santan dan gula merah cair.
Di daerah asalnya, Bubur Kampiun biasa disebut Bubua Kampiun. Asal mula nama bubur ini cukup unik. Sekitar tahun 1960-an, pasca perang PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, 1958-1961), para tokoh adat mengadakan berbagai acara untuk menghilangkan trauma para warga, seperti lomba layang-layang, lomba sepakbola, lomba membuat pecal, dan lomba kreasi bubur.
Salah satu peserta lomba kreasi bubur adalah seorang nenek bernama Amai Zona. Ia terlambat datang, sehingga tak sempat membuat dari awal dan hanya memasukkan bubur-bubur yang tak habis ia jual pada pagi harinya. Di akhir acara, para juri mengumunkan bahwa yang menjadi juara (champion) pada lomba kreasi bubur adalah nenek tersebut. Saat ditanya nama bubur kreasinya, Amai Zona spontan menjawab Bubua Kampiun. Sejak saat itulah bubur campur aduk miliknya menjadi populer, dan kerap dijumpai saat Ramadhan.
Harga semangkuk Bubur Kampiun berkisar antara Rp 9.000 – 12.000.
5. Pisang Ijo
Jangan salah kira. Es Pisang Ijo khas Makassar ini bukan dibuat dari pisang berwarna hijau, melainkan pisang raja atau pisang kepok biasa. Hanya saja, pisang tersebut dibungkus oleh lembaran dadar yang terbuat dari adonan tepung terigu yang diberi pewarna hijau dari air daun suji atau pandan.
Cara membuat Pisang Ijo tergolong mudah. Pisang yang sudah dibungkus dadar hijau diiris tipis-tipis, lalu diberi tambahan bubur sum-sum, es serut, kuah santan, dan sirup coco pandan atau frambozen. Sensasi dingin es serut dan perpaduan rasa gurih dan manis Pisang Ijo akan melepas dahaga kita usai berpuasa sehari penuh.
Pisang Ijo dijual dengan harga berkisar antara Rp 7.000 – Rp 10.000.
6. Kue Bingka
Kue Bingka adalah salah satu santapan khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kue ini biasa dibuat dalam bentuk bunga berkelopak enam. Bentuk yang menarik ini biasanya segera menarik perhatian calon pembeli. Di daerah asalnya, Suku Banjar biasa menyantap kue ini sebagai hidangan berbuka puasa.
Tekstur Kue Bingka lembut, dan rasanya manis. Ada pula yang bervariasi dengan membuat berbagai rasa baru, seperti pandan, nangka, cokelat, dan keju. Bahan utama pembuat Kue Bingka antara lain tepung terigu, santan, gula pasir, dan garam
Harya seloyan Kue Bingka bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 50.000, tergantung ukuran dan bahan yang digunakan. Di luar bulan puasa, Kue Bingka laris sebagai oleh-oleh bahkan hingga ke luar negeri seperti Australia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
Nah, bagaimana dengan daerah anda? Apa nama makanan khas traditional yang selalu menjadi favorit untuk buka puasa? Bagi anda yang ingin mengetahui Bali lebih jauh, bisa daftar Promo Paket Liburan Bali Ramadhan Juni 2015. (Sumber: Artikel wisatabaliaga.com Foto wego.com)
...more