TripTrus.Com - Minitrip paket wisata Heritage on Wheels yang diselenggarakan oleh Milangkori ini sangat menarik untuk diikuti.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Milangkori Tour Travel (@milangkoriofficial)
Paket wisata berbasis budaya, sejarah serta potensi lokal ini unik karena menggunakan moda transportasi bus klasik dengan kunjungan ke situs- situs heritage kawasan perkotaan Purworejo dan Kutoarjo.
[Baca juga : "Nikmati Sensasi Off Road Di Hutan Wisata Punti Kayu Hanya Rp80 Ribu"]
Rute pertama yang sudah diuji coba mulai dari Pendopo Kabupaten Purworejo, eks HKS atau SMAN 7 Purworejo, Pendopo eks Kabupaten Kutoarjo, dan Rumah Kolekturan Kutoarjo. (Sumber: Artikel dinparbud.purworejokab.go.id Foto @milangkoriofficial )
...moreTRIPTRUS - Ini dia yang dinanti – nanti, setelah sekian lama sejak kehadiran AdiPutro Jetbus 2+ SDD di ajang GIIAS 2015 lalu, kini kembali Adi Putro merilis SDD yang merupakan pesanan dari PO Efisiensi. Ya, sebelumnya kita mengetahui bahwa Adi Putro berhasil menjual varian bus Double Deck ini ke PO asal Aceh yang sempat menghebohkan dunia per-bus-an Indonesia, Sempati Star.
Sumber: Taufik Iksan Wicaksono
Untuk unit yang dipesan oleh Efisiensi ini saat ini kabarnya sedang menjalani roadtest sebelum akhirnya diserah terima secara penuh kepada PO Efisiensi sebagai pemilik. Bus ini juga dikabarkan memiliki beberapa perbedaan dibandingkan SDD yang dibuat sebelumnya, di bagian mana sajakah?
Sumber: Rizky Ma’at
Sepintas, bila melihat dari detail, ini berbeda dengan bus milik Sempati Star yang penulis sempat review saat dipamerkan di ajang GIIAS. SDD milik Efisiensi ini memiliki letak pintu tengah yang posisinya berbeda dengan milik Sempati Star, pintu tengahnya lebih diposisikan ke depan untuk milik Efisiensi ini.
Sumber: Edgar S Mannopo
Dan sekilas bila dilihat secara detail, sepertinya ini agak sedikit lebih tinggi dari penampilan bus AP Jetbus SDD milik Sempati Star. Dan mengenai Chassis yang digunakan, apakah ini menggunakan Mercedes-Benz 2542 OC 500 RF, Scania K410 atau Golden Dragon XML6145D13 serta detail kedepannya apakah armada ini digunakan secara regular atau hanya sebagai bus pariwisata kita tunggu saja info dari media sosial dan komunitas yang berkembang. (Sumber: Artikel imotorium.com Foto Fandy Wira Hendra)
...moreUNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang bernaung di bawah organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1972 mendirikan World Heritage Committee (WHC) yang menentukan berbagai tempat di dunia yang dianggap layak untuk masuk ke dalam World Heritage Sites (Situs Warisan Dunia). Dan ada 8 Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ditetapkan oleh World Heritage Committee.
Tiap tahun, komisi ini mengadakan pertemuan untuk memilih keajaiban alam atau buatan manusia yang membutuhkan perlindungan dan menganggap tempat-tempat itu sebagai area yang harus dilestarikan. Sejak daftar situs warisan dunia disusun lebih dari 40 tahun yang lalu, kini sudah ada 980 situs dari 160 negara di seluruh dunia. TripTroops mau tahu apa saja tempat-tempat itu yang ada id Indonesia? Baca terus.
1. Komplek Candi Borobudur
Wajar saja jika candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia. Candi Borobudur merupakan tempat pemujaan terbesar bagi para penganut agama Buddha. WHC menetapkan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon masuk ke dalam satu komplek candi Borobudur. Ketiga candi tersebut berada dalam satu tarikan garis lurus yang menyimbolkan bahwa ketiga candi itu memiliki hubungan khusus, meski tidak dibangun dalam waktu yang bersamaan. Komplek Candi Borobudur masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991.
2. Taman Nasional Komodo
Situs Warisan Dunia di Indonesia yang ini juga masuk ke dalam daftar pada tahun 1991. Taman Nasional Komodo yang memiliki luas 1.733 kilometer persegi (603 meter persegi merupakan daratan), di dalamnya juga termasuk Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, dan 26 pulau kecil lainnya. Taman nasional yang didirikan pada tahun 1980 ini awalnya hanya dijadikan sebagai tempat pelestarian hewan Komodo (Varanus komodoensis), tapi kini juga melestarikan hewan lain, termasuk hewan laut. Habitat Komodo sendiri dibatasi di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, dan Flores. Komodo dapat tumbuh hingga mencapai panjang 3 meter dan berat mencapai 70 kilogram.
3. Komplek Candi Prambanan
Satu lagi candi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991 adalah Komplek Candi Prambanan yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Prambanan merupakan candi agama Hindu terbesar yang dibangun untuk memuja Dewa Shiwa, Wishnu, dan Brahma di Indonesia. Selain tiga bangunan utama candi, di sekitar Prambanan juga terdapat ratusan candi-candi lain seperti Candi Ratu Boko yang dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang, termasuk pula Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung.
4. Taman Nasional Ujung Kulon
Di ujung barat pulau Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, terdapat area seluas 1.206 km persegi yang menjadi bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon adalah satu-satunya suaka bagi Badak Jawa, yang saat ini diperkirakan tinggal berjumlah kurang lebih cuma 35 ekor. Taman nasional ini juga merupakan tempat pelestarian 57 spesies tumbuhan langka, 35 spesies mamalia termasuk Banteng, Lutung Budeng, Owa Jawa, Macan Tutul Jawa, dan Pelanduk Jawa. Di taman nasional ini juga tercatat ada sekitar 72 spesies reptil dan amfibi, serta 240 spesies burung dan unggas. Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, dan Pulau Peucang di Selat Sunda juga termasuk ke dalam area Taman Nasional Ujung Kulon. Pada tahun 2005, kawasan ini juga dinobatkan sebagai Taman Warisan ASEAN.
5. Sangiran
Situs Warisan Dunia yang satu ini bisa dibilang cukup unik dan amat penting bagi dunia arkeologi dan antropologi, TripTroops. Di Sangiran, Jawa Tengah, ada area seluas 56 km2 yang oleh para arkeolog dunia dianggap sebagai situs terpenting untuk mempelajari fosil manusia. Situs Sangiran ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1883. Tapi baru pada tahun 1936 sampai 1941, diawali oleh antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, ditemukan leluhur pertama manusia -- yaitu Phitecanthropus erectus. Fosil yang dikenal dengan nama Manusia Jawa ini kemudian mendapatkan nama Homo Erectus. Selain itu, ditemukan pula fosil manusia berukuran besar yang disebut Meganthropus. Pemerintah Indonesia pada tahun 1977 menetapkan area Sangiran sebagai daerah cagar budaya dan UNESCO menetapkan Sangiran sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1996.
6. Taman Nasional Lorentz
Di ujung Timur Indonesia, area Taman Nasional Lorentz dimasukkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1999. Taman Nasional Lorentz seluas 2,35 juta hektar merupakan area perlindungan terluas di Asia Tenggara. Kawasan ini merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Saking luasnya taman nasional ini, masih banyak daerah yang belum dieksplorasi dan dipetakan. Di sini juga terdapat Gunung Cartenz dengan Puncak Jaya-nya yang merupakan gunung tertinggi ke-9 di dunia. Lorentz juga dianggap sebagai salah satu taman nasional dengan ekologi paling beragam di dunia. Dengan 630 spesies burung, 123 spesies mamalia, serta ratusan spesies ikan, maka tidak heran kalau Lorentz patut untuk dijaga dan dilestarikan.
7. Hutan Hujan Tropis di Sumatera
Tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menjadi bagian dari daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2004. Area dengan total luas 25.951 kilometer persegi ini mewakili area hutan yang penting keberadaannya bagi Pulau Sumatera, karena keanekaragaman hayati, serta hutan dataran dan pegunungan. Selain itu ketiga area ini merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan dan berbagai keindahan alam di dalamnya, seperti Danau Gunung Tujuh (danah tertinggi di Asia Tenggara) dan Gunung Kerinci menambah pentingnya area hutan hujan tropis ini. Di ketiga taman nasional ini di dalamnya terdapat sekitar 50% dari total varietas tanaman di Sumatera. Dan di ketiga area ini terdapat bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi) dan bunga tertinggi di dunia (Amorphallus titanium).
8. Sistem Subak di Bali
Nama resmi Situs Warisan dunia yang baru masuk ke daftar UNESCO pada tahun 2012 ini adalah Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy (Lansekap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Perwujudan Filosofi Tri Hita Karana). Sistem irigasi Subak yang sudah digunakan di Bali sejak lebih dari 1.000 tahun yang lalu merupakan sistem ekologi tradisional yang membuat masyarakat agraris di Bali tidak melupakan Tri Hita Karana, yaitu hubungan antara manusia, bumi, dan para dewa.
...moreTripTrus.Com - Cilegon adalah salah satu daerah di Provinsi Banten yang menawarkan beberapa wisata kekinian. Meskipun terkenal sebagai daerah industri, wisata Cilegon mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah. Untuk memaksimalkan waktu berkunjung kamu ke Cilegon, simak rekomendasi objek wisata hits yang pantas dicoba berikut.
1. Pulau Merak Besar dan Kecil
View this post on Instagram
A post shared by Ani Triani (@ani_vaneza)
Bicara soal wisata Cilegon tidak akan terpisahkan dari Pulau Merak. Baik Pulau Merak Besar maupun Pulau Merak Kecil, keduanya sama-sama dapat diakses menggunakan perahu dari Pelabuhan Merak. Dengan perpaduan birunya air laut dan pasir pantai yang penuh pecahan terumbu karang kecil, kamu sudah bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan. Suasana yang teduh akan mendukung kamu berlama-lama liburan di sini.
Tidak hanya keindahan alamnya, kamu juga bisa menemukan situs sejarah di sini. Jika kamu meminta petunjuk warga lokal, kamu dapat menemukan situs tsunami Gunung Krakatau dan makam tokoh masyarakat. Jangan lupa juga untuk mencicipi keragaman kuliner di sana ya.
2. Pantai Anyer
View this post on Instagram
A post shared by Info #ExploreSerang (@explore_serang)
Objek wisata kedua yang juga tak kalah populer adalah Pantai Anyer dengan segala keindahannya. Pasir putih yang lebih lembut dibanding destinasi sebelumnya membuat kamu lebih leluasa jalan-jalan di bibir pantai tanpa alas kaki. Meski pemandangannya hampir sama dengan Pulau Merak, pantai ini menawarkan aktivitas seru yang lebih bervariasi. Mulai dari fasilitas snorkeling, banana boat, dan sebagainya. Sudah siapkah kamu dengan keseruan di Pantai Anyer?
3. Bukit Batu Gambir
View this post on Instagram
A post shared by ππ·π² ππΎπ΅ππͺπ·π² (@lyani_am)
Sesudah main ke pantai, saatnya kamu menjelajah ke pegunungan Cilegon. Bukit Batu Gambir adalah salah satu pegunungan yang terkenal di sini. Selain pemandangannya yang masih alami, jalur pendakian yang ada juga tidak akan membuat kamu bosan. Sesuai dengan namanya, kamu akan menemukan perbukitan dari batu yang keren sekali menjadi latar belakang swafoto bersama rombongan liburan. Karena perjalanan kesana membutuhkan stamina yang kuat, pastikan kamu dalam keadaan sehat, ya.
4. Situ Rawa Arum
View this post on Instagram
A post shared by Zona Wisata Banten | Indonesia (@bantennature)
Jika kamu mencari objek wisata yang menenangkan namun kurang menyukai pendakian, maka Situ Rawa Arum adalah solusinya. Menurut sejarah yang ada, lokasi danau ini terbentuk dari tsunami akibat letusan Gunung Krakatau ratusan tahun yang lalu. Di sekitar danau banyak ditumbuhi dengan tanaman teratai putih. Kalau kamu beruntung, kamu akan mencium harumnya bunga tersebut dari pinggir danau. Selain itu, kamu harus menambah koleksi foto dengan pemandangan danau dari atas tempat khusus yang sudah disediakan pengelola wisata.
5. Bukit Teletubbies
View this post on Instagram
A post shared by Info Wisata Banten (@wowbanten)
Bukit Teletubbies memiliki nama asli Bukit Kembang Kuning. Namun karena pemandangan yang ditawarkan mirip dengan bukit teletubbies yang terkenal itu, banyak wisatawan yang lebih mengenalnya dengan sebutan tersebut. Hamparan perbukitan dengan rerumputan hijau akan menyambut kamu ketika tiba di sana. Ketika musim kemarau, rumput-rumput tersebut akan dominan berwarna coklat. Meskipun begitu, udara yang ada disekitarnya masih bersih dan menyegarkan.
[Baca juga : "Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang"]
6. Cilegon Green Waterpark
View this post on Instagram
A post shared by Lis (@lisss.1607)
Setelah menikmati serangkaian acara festival yang semarak dan meriah, kamu mungkin akan membutuhkan wisata yang seru sekaligus menyegarkan. Cilegon Green Waterpark adalah objek wisata yang direkomendasikan jika kamu mengajak anak kecil. Menjadi tempat bermain air yang hits tidak membuat lokasi ini menuntut harga yang mahal untuk menikmati semua wahananya. Mulai dari kolam anak, kolam olimpik, seluncuran air yang menantang, hingga kolam arus siap untuk dicoba. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @anyer_1883)
...moreSalah satu candi peninggalan bersejarah agama Hindu dari abad ke-17 terdapat di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namanya Candi Cangkuang, yang di dalamnya terdapat patung Siwa Hindu. Candi ini berdiri di sebuah pulau kecil yang berada di tengah-tengah Situ Cangkuang. Wisatawan yang akan mengunjungi candi harus menyewa rakit yang tersedia di pinggir situ. Harga sewanya Rp. 4.000,- untuk orang dewasa, dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak.
Nama Cangkuang berasal dari nama pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang memang banyak tumbuh di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad, tokoh penyebaran agama Islam di daerah ini. Arif Muhammad adalah seorang tentara Kerajaan Mataram yang pada abad ke-17 datang bersama rombongannya ke daerah ini untuk menyerang Belanda.
Penyerangan itu gagal, namun Arif Muhammad tetap berada di tempat ini untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar, tepatnya di Kampung Pulo yang kini menjadi tempat tinggal keturunannya. Jadi, Situ dan Candi Cangkuang menjadi salah satu bagian dari sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia. Konon, menurut cerita masyarakat setempat, Arif Muhammad dan teman-temannya jugalah yang membendung daerah ini hingga menjadi sebuah situ atau danau.
Candi Cangkuang dibangun pada abad ke-8, yang kemudian ditemukan lagi pada tanggal 12 Desember 1966. Setelah ditemukan, candi ini kemudian digali dan diteliti pada tahun 1967 – 1968, dan dipugar pada tahun 1974 – 1976. Obyek wisata ini berada sekitar 16 kilometer ke arah utara Jota Garut atau 48 kilometer dari Bandung.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Desa Poopoh terletak di Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombariri. Desa tersebut pernah dikukuhkan sebagai role model Desa Ekowisata pada 17 Agustus 2018 silam. Namun desa ini seakan tenggelam oleh ingar bingar Taman Laut Bunaken di ranah pariwisata lokal maupun internasional.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Desa Poopoh Kec. Tombariri (@desa_poopoh)
Padahal, bagian pesisir wilayah penyangga di Taman Nasional Bunaken, khususnya Poopoh seharusnya diproyeksikan sebagai Desa Ekowisata. Inilah yang menjadi salah satu agenda dari Asosiasi Pariwisata DPD IPI Sulut & GenPI Sulut untuk kembali mengangkat pariwisata Sulut, khususnya Poopoh sebagai Desa Ekowisata.
Berbagai macam kegiatan dilaksanakan pada 19 Februari 2022 lalu. Mulai dari kegiatan pembersihan pantai bersama-sama dengan para pejabat desa, juga dilakukan kegiatan promosi melalui akun-akun sosial media para anggota DPD IPI Sulut & GenPI Sulut maupun akun resmi dari GenPI sendiri. Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini juga termasuk di dalamnya diving dan snorkeling di pantai Tanjung Kelapa yang juga terkenal akan spot diving dan snorkeling yang tak kalah dengan Taman Laut Bunaken.
[Baca juga : "5 Wisata Paralayang Terbaik Di Indonesia, Wajib Dikunjungi"]"Dengan adanya kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di daerah Minahasa yang belum tersentuh seperti potensi wisata yang ada di Desa Poopoh agar lebih dikenal oleh masyarakat luas," harap Kepala Seksi 2 BTNB, Hendriks A Rundengan yang turun langsung bersama dengan DPD IPI Sulut dan GenPI Sulut pada acara tersebut.
Bahkan, kata Hendriks, Poopoh akan didukung penuh oleh BTNB untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno. "Semangat Poopoh, semangat kita semua. Mari kita bersama-sama mewujudkan Poopoh sebagai sustainable ecotourism yang bisa mengangkat pariwisata Desa Poopoh dan bisa memberdayakan masyarakat pesisir," ucap Hendrik. (Sumber: Artikel sulut.inews.id Foto @debrytiwow)
...moreSiapa yang sudah pernah jalan-jalan di kota Pekalongan? Tahukah kamu bahwa Pekalongan punya kawasan kota tua? Seperti halnya kota tua di Jakarta atau Semarang, di kawasan Jetayu yang merupakan kota tuanya Pekalongan juga memiliki bangunan-bangunan khas kolonial. Jetayu adalah nama jalan di Pekalongan Utara. Dalam perkembangannya, Jetayu meliputi sejumlah wilayah yang bentuknya mirip alun-alun di sekitar jalan tersebut. Jika kamu tertarik menjelajah Pekalongan, ada baiknya dimulai dari kawasan ini. Mengapa? Di sinilah titik nol pulau Jawa dan asal muasal kota Pekalongan dimulai. Ada apa saja di kawasan Jetayu Pekalongan?
1. Lapangan Jetayu
(Foto ohelterskelter.com)
Yang pertama kali saya ketahui dari Jetayu adalah lapangannya. Bukan lapangan bola atau lapangan badminton ya, lapangan jetayu adalah tanah lapang yang merupakan titik tengah dari kawasan ini. Bisa dibilang, lapangan jetayu merupakan salah satu landmark kota Pekalongan. Jangan lupa berfoto di ikon huruf B A T I K ya…kalau main ke sini. Penataan lapangan jetayu masih belum tertata rapi memang. Pedagang kaki lima, parkir di bahu jalan, tapi tetap menarik lho untuk disambangi. Jika malam datang, kamu bisa menyewa becak hias dan berkeliling kawasan jetayu.
2. Tugu MyPaal
(Foto alvianfoto.wordpress.com)
Di pinggiran lapangan Jetayu sebelah selatan, terdapat tugu kecil setinggi kurang lebih 1 meter. Di tugu ini terdapat tulisan Mypaal yang konon adalah titik nol pulau jawa (tepat di tengah pulau jawa).
3. Museum Batik
(Foto kota-kreatif.blogspot.com)
Ikon kota Pekalongan lain di kawasan jetayu adalah museum batik. Ada apa saja di sini? Ada koleksi batik dari berbagai daerah di tanah air, tidak hanya Pekalongan. Koleksi batik para tokoh penting di negeri ini juga ada lho. Yang menarik dari museum batik adalah bagian workshop membatiknya. Pengunjung berkesempatan untuk membatik secara langsung dengan arahan instruktur secara gratis.
Jam operasional museum sampai pukul 3 sore saja ya, paling pas memang pagi ke sininya. Masuknya bayar? Iya, cukup 5000 saja. Seluruh area museum dilengkapi CCTV, jangan macam-macam deh hehhe. Ada aturan kamu tidak boleh memotret di dalam ruang pamer museum, jadi sebaiknya sembunyikan kameramu *ups.
4. Masjid Al-ikhlas
(Foto wikimasjid.wordpress.com)
Tepat di samping museum batik Pekalongan, ada masjid yang cukup menarik perhatian. Kubah emas dan desainnya benar-benar mirip di almanak. Toilet, kamar mandi, tempat wudhu, dan tempat sholatnya nyaman lho. Jangan lupa tetap waspada menjaga barang-barang pribadi saat beribadah.
5. Gereja Kristen Indonesia
(Foto stpetruspekalongan.blogspot.com)
Di sebelah utara lapangan Jetayu, ada bangunan berpilar tinggi warna putih. Itulah GKI Pekalongan yang menurut saya arsitektur luarnya tak bolehi dilewatkan untuk difoto. Untuk memasuki area gereja kita perlu ijin terlebih dahulu ke petugas keamanan.
6. Kantor Pos Pekalongan
(Foto kbmahadislam.blogspot.com)Lokasinya di arah barat lapangan jetayu. Bangunan yang berdesain art deco ini masih digunakan lho untuk kantor pos besar Pekalongan.
7. Pabrik Limun
(Foto akberpekalongan.wordpress.com)Soda kampung alias limun alias orson masih establised lho di Pekalongan. Lokasi pabriknya di belakang museum batik. Berjalan kaki saja lewat sebelah utara museum dan 100m ke depan kami akan menemukan bangunan khas jaman dulu yang menarik perhatian.
Bukan cuma minumannya yang otentik dari jaman dulu, tempatnya pun demikian. Kaya akan nuansa heritage. Sudah siap menjelajah kawasan kota tua Jetayu Pekalongan? Yuk…mari.....!!! (Sumber: Artikel pekalongankita.wordpress.com Foto lifestyle.liputan6.com)
...moreTripTrus.Com - 7 Summits of Java yang Bikin Gak Sabar Buat Mendaki. Ingat, Puncak Itu Bonus, Pulang dengan Selamat Tujuan Utama Buat kamu yang suka naik gunung pasti udah gak asing lagi sama istilah "seven summits" atau tujuh puncak tertinggi di dunia. Indonesia juga punya versi keren nih, namanya "Seven Summits of Indonesia" bahkan "Seven Summits of Java".
View this post on Instagram
A post shared by Abdurahman (@abd.rahmaan_)
Nah, seven summits of Java ini adalah tujuh puncak tertinggi di Pulau Jawa. Penasaran apa aja? Yuk, cek ulasannya!
1. Gunung Semeru (3.676 mdpl)
Gunung Semeru, dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Secara administratif, Gunung Semeru terletak di Kabupaten Malang dan Lumajang, serta masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Semeru punya lima danau yang dikenal sebagai ranu, yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Tompe, dan Ranu Darungan. Ranu Kumbolo adalah yang paling terkenal dan romantis di antara semua.
2. Gunung Slamet (3.428 mdpl)
Gunung Slamet adalah gunung berapi tidur yang terletak di Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang. Ada beberapa jalur buat mencapai puncaknya, seperti Bambangan, Guci, Tegal, atau Kaliwadas. Mendaki Gunung Slamet bisa dibilang sulit karena medan ekstrem dan sulitnya menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian. Selain itu, kabut sering banget berubah-ubah. Jalur favorit pendaki adalah Bambangan, dan dari puncak Surono, kamu bisa menikmati indahnya kawah Segara Wedi.
3. Gunung Sumbing (3.372 mdpl)
Gunung Sumbing, yang berada di Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo), punya dua puncak: puncak Buntu (3362 mdpl) dan puncak Sejati (3371 mdpl). Ada tiga jalur untuk mendaki Gunung Sumbing: via Garung Wonosobo, Cepit Parakan di Wonosobo, dan Bowongso di Wonosobo. Jalur Bowongso cukup ramah buat pendaki pemula karena treknya gak terlalu curam. Jadi, kalau kamu pendaki pemula, bisa coba jalur ini.
4. Gunung Arjuno (3.339 mdpl)
Gunung Arjuno adalah gunung berapi kerucut yang terletak di Kota Batu, Malang, dan Pasuruan. Gunung ini dikelola oleh Taman Hutan Raya Radan Soerjo dan bisa didaki via jalur Lawang, Tretes, atau Batu. Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang dan tidak memiliki kawah, jadi asap putih yang sering terlihat berasal dari Gunung Welirang. Puncak Arjuno, yang disebut puncak Ogal Agil (3.399 mdpl), menawarkan pemandangan alam yang luar biasa indah.
5. Gunung Raung (3.332 mdpl)
Gunung Raung, gunung api kerucut yang terletak di Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur, adalah destinasi favorit pendaki dengan trek menantangnya. Kalau kamu suka tantangan, wajib coba nih! Puncak sejati Gunung Raung menawarkan pemandangan kaldera besar dengan kepulan asap tipis di atasnya. Berani coba mendaki Gunung Raung?
[Baca juga : "Inilah Seven Summits Jawa Barat Yang Harus Kamu Daki"]
6. Gunung Lawu (3.265 mdpl)
Gunung Lawu, terletak di perbatasan Wonogiri, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur, punya tiga puncak: Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Hargo Dumling. Puncak Hargo Dumilah adalah yang tertinggi (3.265 mdpl). Ada tiga jalur untuk mendaki Gunung Lawu: jalur selatan via Cemoro Sewu, jalur barat via Cemoro Kandang, dan Srambang. Jalur Srambang jarang dilewati pendaki.
7. Gunung Welirang (3.156 mdpl)
Gunung Welirang, yang dijuluki kembaran Gunung Arjuna, terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto. Kata "Welirang" berarti belerang dalam bahasa Jawa, sesuai dengan puncaknya yang selalu diselimuti asap putih dan mengeluarkan belerang. Gunung ini punya trek menantang dan pemandangan memukau. Dari puncak Welirang, kamu bisa melihat indahnya Gunung Semeru dan Gunung Arjuna. Kamu bisa mendaki lewat jalur Desa Jubel, Kecamatan Pacet, Mojokerto atau Tretes.
Nah, itu dia tujuh gunung yang termasuk dalam seven summits of Java. Jadi, kapan mau mendaki? (Sumber Foto @putusimbah_)
...moreTripTrus.Com - Berkunjung ke Lasem, Anda akan disambut oleh suasana kampung Pecinan dan menarik kita ke abad 16. Sebagai kota yang kerap disebut sebagai “Tiongkok kecil”, Lasem hadir dengan peninggalan kelenteng serta rumah – rumah berarsitektur Tionghoa dan Indis. Salah satu bangunan kuno yang menarik untuk jadi destinasi Anda saat mengunjungi Lasem adalah Rumah Tegel. Bangunan tua di Jalan Raya Lasem ini terletak di samping Masjid Jami Lasem. Untuk masuk ke rumah ini kita harus melalui lorong menuju halaman belakang Rumah Tegel Lasem.
Foto: bayuwinata.wordpress.com
Menjejak kaki di rumah ini Anda akan merasakan suasana asri nan rindang dengan taman yang luas. Rumah berarsitektur Indis ini dulunya milik seorang Kapitan Lasem bernama Lie Thiam Kwie, yang merupakan seorang pengusaha tegel. Di halaman belakang terdapat pabrik yang telah berdiri sejak tahun 1910. Di sisi selasar belakang rumah masih terdapat beberapa contoh tegel yang diproduksi oleh Rumah Tegel serta furnitur – furnitur antik yang mempercantik ruangan. Terpajang juga foto mendiang pemilik pabrik tegel, Lie Thiam Kwie. Semua pernak - pernik yang terpajang di sini seolah menjadi narasi kejayaan pabrik ini.
Rumah Tegel Lasem dahulu sangat terkenal dan kerap mengirimkan tegel-tegel ke wilayah Rembang, Juwana, Pati, Blora, Surabaya, Semarang dan Kudus. Stasiun Lasem pun menggunakan pabrik hasil produksi dari Rumah Tegel Lasem. Pabrik tegel ini menggunakan mesin yang didatangkan langsung dari Leipzig, Jerman. Oleh sebab itu, merek dagang dari pabrik Lie Thiam Kwie adalah LZ.
Foto: tumblr.com
Seiring berjalannya waktu, permintaan untuk tegel kian berkurang. Kondisi pabrik pun kian memprihatinkan. Kini, pabrik tegel legendaris dari Lasem ini harus beralih fungsi menjadi pabrik paving block karena kalah bersaing dengan keramik. Rumah Tegel Lasem hadir untuk mewakili sisa kejayaannya di masa lampau. (Sumber: Artikel suara.com Foto hellosemarang.com)
...more