shop-triptrus



Siap-siap, Indonesia Bakal Kedatangan Hujan Meteor Bulan Ini

TRIPTRUS - Setelah kedatangan Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Penumbra beberapa hari yang lalu, Indonesia bakal kembali kedatangan fenomena alam yang tak kalah indahnya, yaitu hujan meteor. Dilansir dari National Geographic, hujan meteor yang dinamakan hujan meteor Eta Aquarids dikabarkan akan terjadi selama sebulan penuh mulai pertengahan April mendatang, tepatnya mulai sekitar tanggal 20 April hingga 21 Mei. Waktu terbaik untuk melihat mereka antara tanggal 5 dan 7 Mei, ketika langit menjadi gelap selama bulan baru. Terlihat bintik-bintik, kamu akan melihat potongan-potongan kecil dari puing-puing dari Komet Halley yang menabrak atmosfer Bumi dan terbakar. Mereka disebut Eta Aquarids seperti yang muncul dari konstelasi Aquarius. Hujan meteor ini akan lebih terlihat di belahan bumi bagian selatan. Namun, orang-orang di belahan bumi utara dapat menangkapnya juga, terutama jika kamu dekat dengan garis khatulistiwa. Pada puncaknya, orang-orang di belahan bumi selatan dapat melihat hingga 30 meteor per jamnya. Bahkan, kalau kondisi cuaca menguntungkan, mereka yang berada di utara khatulistiwa masih bisa melihat 10 meteor setiap jam. Untuk melihat hujan meteor, lebih baik untuk pergi ke luar selama setengah jam sebelum mandi, agar mata kamu menjadi diaklimatisasi untuk melihat dalam cahaya rendah. Selain itu, meteor akan lebih jelas terlihat, kalau cahaya dari lampu-lampu kota dan lampu jalan dimatikan. Di Indonesia sendiri fenomena ini bisa disaksikan sekitar tanggal 15 hingga 25 April nanti, dengan puncaknya pada 22 sampai 23 April, hanya saja bukan hujan meteor Eta Aquarids, melainkan hujan meteor Lyrid. Hal ini disampaikan oleh Astronom dari Pusat Sain Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto. “Intensitasnya sekitar 12 meteor setiap jamnya. Hujan meteor itu bisa dilihat di wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Riau. Syaratnya kondisi langit bersih, sehingga bisa dilihat dengan jelas,” sebut Rhorom seperti dikutip dariGoRiaucom, Jumat (1/4/2016). Sumber: merdeka.com Ia menyampaikan, arah pancaran meteor ini ada di dekat rasi Lyra yang terbit sekitar jam 21.00 WIB. Ini termasuk hujan meteor langka yang terjadi sekali dalam 415 tahun. “Baru sekali diamati pada tahun 1861, tapi serpihan ekornya masih tersisa sebagai meteor stream hingga kini,” ulasnya. Perlu diketahui, lokasi pengamatan sangat menentukan hasil. Saran Rhorom, pilihlah suasana langit malam yang cerah dan tidak berawan, serta bebas dari polusi cahaya. “Misalnya di pinggiran kota. Itu juga tergantung prakiraan cuaca. Mungkin di Sumatera bagian utara atau daerah Nusa Tenggara berpeluang cerah,” sebut Rhorom. Jadi, sudah siap untuk melihat fenomena alam ini? (Sumber: Artikel jadiberita.com Foto beritabekasi.com)
...more

Menangkap Berkah Bau Nyale

Pilih trip yang kamu inginkan ke Lombok di TripTrus: http://triptr.us/Bw TRIPTRUS - Pada bulan Februari atau Maret tiap tahunnya, bertepatan dengan tanggal 20 bulan ke-10 penanggalan Suku Sasak, orang-orang berkumpul di Pantai Seger, Lombok, untuk melakukan ritual Bau Nyale. Bau Nyale sendiri berarti menangkap (Bau) cacing laut (Nyale). Tradisi ini dilakukan untuk menyambut musim panen padi yang akan dilakukan tidak lama setelah Bau Nyale. Tradisi Bau Nyale dimulai dari legenda masyarakat Lombok mengenai seorang putri bernama Putri Mandalika. Alkisah dari cerita rakyat Lombok, Putri Mandalika, anak dari Raja Tonjang Beru, memiliki wajah yang amat cantik dan disayangi oleh rakyatnya. Karena itu, puluhan pangeran datang untuk melamar Putri Mandalika. Untuk menunjukkan kehebatan diri mereka, para pangeran itu berperang satu sama lain yang mengakibatkan korban berjatuhan. Berita itu pun sampai ke telinga Mandalika. Sang putri meminta izin ayahnya untuk bertapa demi mendapatkan petunjuk dari para dewa. Dari pertapaannya, Mandalika mendapatkan petunjuk untuk mengakhiri peperangan itu. Satu cara adalah dengan memilih salah satu pangeran yang akan menjadi suaminya, atau mengorbankan dirinya agar tidak ada pemenang dan tidak ada yang merasa iri pada pilihan Mandalika. Putri Mandalika mengumpulkan para pangeran di pinggir Pantai Seger Kuta pada hari ke 20, bulan ke 10. Putri Mandalika meminta para pangeran untuk hadir sebelum matahari terbit, sehingga beberapa pangeran sudah tiba di pantai itu dua hari sebelumnya. Pantai Seger Kuta pada hari itu dipenuhi oleh para pangeran yang ingin mempersunting Mandalika serta para rakyat yang ingin mengetahui pilihan Putri yang mereka sayangi itu. Mandalika tiba dengan menggunakan kereta kuda dan mengenakan pakaian terbaiknya. Sambil berdiri di atas batu karang, Mandalika pun mengumumkan keputusannya. Mandalika mengumumkan bahwa dia memilih untuk mengorbankan dirinya untuk mengakhiri peperangan yang terjadi karena dirinya. Tidak lama setelah itu, Mandalika pun terjun ke dalam laut. Orang-orang yang hadir pun dikerahkan oleh raja untuk menemukan Putri Mandalika, tetapi mereka tidak dapat menemukan sang putri. Yang mereka temukan hanya ribuan nyale dengan berbagai warna di pinggir pantai. Sejak saat itu, orang-orang meyakini bahwa Putri Mandalika telah berubah menjadi nyale dan hingga kini keyakinan itu masih dipegang oleh Suku Sasak. Kini, perayaan Bau Nyale dilakukan untuk mengenang Putri Mandalika dan meramalkan panen yang akan datang. Orang-orang yang berpartipasi harus hadir sebelum matahari terbit dan mulai mengumpulkan nyale pada saat air laut surut, yaitu sekitar pukul 3 sampai 5 di sore hari. Para peserta yang menangkap nyale menyanyikan lagu dan pantun suku Sasak. Seorang pemuka adat lalu melihat jumlah nyale yang berhasil dikumpulkan. Semakin banyak nyale yang berhasil ditangkap, itu berarti panen padi akan semakin berlimpah. Nyale yang ditangkap kemudian akan dimasak menjadi bermacam hidangan atau bahkan dimakan mentah-mentah. Di seberang Lombok, di Pulau Sumba, tradisi Bau Nyale juga dilakukan sebelum melakukan Pasola, sebuah ritual yang juga dirayakan untuk menyambut panen padi. Photos courtesy of: Wikipedia
...more

Yuk ke Kudus, Lihat Museum Jenang Pertama di Indonesia

TripTrus.Com - Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia. Selain dikenal sebagai kota Kretek dan wisata religi, diam-diam Kudus juga mempunyai Museum Jenang. Namanya " Museum Jenang Kudus" . Museum yang dibangun oleh pabrik jenang Mubarok Food di Jalan Sunan Muria Kudus, Desa Glantengan, Kecamatan Kota itu adalah yang pertama di Indonesia. Dari alun-alun arah utara sekitar 300 meter. Museum Jenang meneguhkan bahwa Kudus juga kota penghasil jenang terbesar di Jawa Tengah. Ini melengkapi destinasi sebelumnya yaitu makam Syeh Ja'far Shodiq atau Sunan Kudus dan Raden Umar Said atau Sunan Muria.   #museumjenangkudus# A post shared by Octa Kiem Ing (@octakieming) onMay 1, 2018 at 12:43am PDT Museum Jenang tepatnya di lantai dua, gedung dan showroom Mubarok Food Cipta Delicia Kudus. Direktur Utama Mubarok Food Cipta Delicia, Muhammad Hilmy mengatakan, museum yang dibuatnya itu, menggambarkan suasana di wilayah Kabupaten Kudus. Selain itu, menceritakan aktvitas masyarakat setempat pada tahun 1930-an, di Pasar Bubar Menara, sebagai pasar pertama jenang Kudus. [Baca juga : 4 Kuliner Khas Kudus Yang Siap Bikin Perut Anda Kenyang] " Museum Jenang ini satu-satunya dan pertama di Indonesia, kita ingin mengangkat citra Kudus melalui produk jenang," kata Hilmy, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 23 Juni 2017. Pria ini menjelaskan, di dalam Museum Jenang disajikan berbagai kisah Kudus tempo doeloe, awal adanya pembuatan jenang. Kemudian menggambarkan suasana komplek Masjid Menara dan makam Sunan Kudus yang tersusun rapi di dalam maket dan sebuah kitab Alquran besar di sampingnya. Tidak hanya itu. Di sebuah ruangan yang cukup luas tersebut, juga berdiri sebuah rumah adat khas Kudus. Selain itu, miniatur menara setinggi lima meter dan kisah perjalanan Mubarok Food Cipta Delisia dari masa ke masa. " Di sini bertemunya seni, budaya, bisnis, pariwisata, ekonomi dan berbagai aspek lainnya. Maka kami dedikasikan Mubarok Food sentra bisnis dan budaya," tandasnya. Menurut Hilmy, jika wisatawan ingin melihat peta wilayah Kudus, secara garis besar bisa melihat Musem Jenang. Sejarah produk jenang, sampai ramainya pengunjung di komplek menara dan masjid Al Quds serta makam Sunan Kudus juga tergambar lengkap. Adapun cerita jenang Khas Kudus, katanya, dimulai dari produk milik H Mabruri dan istrinya Hj Alawiyah. Pasangan suami istri tersebut memulai bisnisnya membuat jenang. Jenang tersebut dijual di Pasar Bubar Menara pada tahun 1930. " Awalnya belum ada merk, kemudian seiring jalannya waktu akhirnya dinamai Sinar 33. Nomor itu diambil dari nomor rumah, yang juga sebagai tempat produksi. Kini namanya Mubarok Food," imbuhnya.   setelah hampit 1,5th walk uot dari tempat kerja ini, dan sekarang kembali lagi jebule apik setengah kaget ora percoyo lek iki biyen aq melu gawe ngasi 80% walaupun akhire dipecat πŸ˜‚ #museumjenangkudus A post shared by yocky (@yockyjs) onMay 29, 2018 at 10:37pm PDT Menurut Hilmy, jumlah pengunjung Musem Jenang sampai saat ini cukup lumayan. Kebanyakan merupakan wisatawan yang ingin berbelanja jenang. Lalu penasaran mampir dan masuk. Mereka senang karena bisa mengetahui sejarah jenang sambil berfoto selfie secara gratis. " Jumlah pengunjung meski belum banyak, sudah lumayan, tujuan utamanya membeli oleh-oleh. Museum ini kami sediakan secara gratis untuk siapa saja yang ingin berkunjung," terangnya. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id, Foto youtube.com)
...more

5 Destinasi Wisata Bangunan Bersejarah di Jakarta Yang Instagramable Banget!

TripTrus.Com - Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu magnet tersendiri untuk dikunjungi oleh para traveller. Di kota metropolitan ini, kamu tak hanya bisa menikmati pemandangan gedung gedung pencakar langit saja, namun kamu juga bisa menikmati ragam wisata yang ada. Seperti salah satunya wisata bangunan bersejarah yang sangat seru untuk dijelajahi. "Selain bersejarah, bangunan bersejarah ini pun terkenal sebagai destinasi yang murah dan mempunyai spot yang Instagramable banget." Jadi, kamu nggak perlu takut isi dompet akan terkuras dan tentunya masih tetap bisa mengabadikan momen dengan background yang ciamik. Penasaran dengan destinasi tersebut? Berikut 5 destinasi wisata bangunan bersejarah di Jakarta yang Instagramable! 1. Museum Fatahillah   Hari ini berkunjung ke museum Fatahila dengan tiket masuk 5K untuk dewasa 2K untuk pelajar atau anak anak kita dapat melihat sejarah Batavia Ayo jelajah museum #arch #architecture #bangunanbersejarahindonesia #cityscape #iphoneography #iphonephotography #instacanvas #hdr #hdrama #hdrphoto #jakarta #jakartaphotoclub #kotatua #museum #museumfatahillah #snapseed #urbanlandscape #urbanphotography A post shared by Pri A (@pria16) onJan 6, 2018 at 8:55pm PST Museum Fatahillah yang memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta, merupakan sebuah museum yang terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung yang awalnya adalah balai kota Batavia ini dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan Van Hoorn dan menyerupai Istana Dam yang berada di Amsterdam. Museum ini terdiri atas bangunan utama dan beberapa bagian lainnya yang mempunyai fungsi masing-masing pada masanya. Dan kini, Museum Fatahillah dijadikan sebagai museum bersejarah yang memiliki banyak acara reguler serta acara lainnya untuk menghidupkan kembali kehidupan serta aktivitas-aktivitas di sekitarnya. Mulai dari menampilkan banyak tarian, peragaan busana, parade mobil vintage, festival makanan, dan lain-lain. Tak hanya itu, di sini kamu juga bisa menemukan banyak spot foto terbaik dengan bertemakan old & vintage. Banyak dari masyarakat Jakarta atau luar Jakarta yang datang untuk foto pre-wedding, foto buku tahunan, atau sekedar berfoto dan bermain di museum ini. 2. Museum Bahari   Kids loves to seek unusual knowledge, they love the museum #maritimemuseum #kotatuajakarta A post shared by Diana Marcella (@marcella_diana) onJan 4, 2018 at 3:46pm PST Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Marauke. Museum ini berlokasi di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Bangunan ini dulunya adalah gudang yang berfungsi untuk menyimpan, memilih dan mengepak hasil bumi, seperti rempah-rempah yang merupakan komoditi utama VOC yang sangat laris di pasaran Eropa. Museum Bahari menyimpan 126 koleki benda-benda sejarah kelautan. Terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur, foto-foto dan biota laut lainnya. Buat kamu yang tertarik dengan wisata bahari, rasanya kamu wajib ke sini untuk mengenal sejarah bahari lebih dalam. Dan tentunya kamu masih bisa berfoto-foto dengan banyaknya spot yang instagramable! 3. Galangan VOC   Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat . ----------- ----------- πŸ“· by : me if. ka @tamagraph thks to @kitaina.id and @jktgoodguide πŸŽ‰ . . . . #shotoniphone #explorejakarta A post shared by #CANGKIRSEBE (@madmusss) onSep 29, 2017 at 6:38am PDT Galangan VOC masih ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di dekat Pelabuhan Sunda Kelapa. Bangunan yang pernah digunakan sebagai kantor pusat kegiatan perusahaan dagang Hindia Belanda, VOC ini diperkirakan dibangun pada tahun 1628. Dulunya, galangan kapal ini dijadikan tempat menyimpan dan memperbaiki kapal-kapal besar yang akan berlayar ke perairan terbuka selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Selain kapal besar, terdapat pula kapal-kapal kecil yang dibuat di sini. Pada masanya, Galangan VOC menjadi suatu bandar terpenting di Asia dan pendukung bagi jaringan niaga sedunia yang menggunakan kapal layar. Galangan VOC sempat direncanakan ingin dirubuhkan, namun rencana tersebut tidak terlaksana karena bangunan ini merupakan cagar budaya. Dan konon katanya, bangunan ini sekarang jadi restoran. Penasaran dengan setiap sudut bangunan ini? Langsung aja kunjungi dan cari spot terbaik untuk foto! 4. Pelabuhan Sunda Kelapa   kalo jalan sama anak lakik ya gini, manjat manjat πŸ˜†πŸ˜† . . . . . . . . . in frame: @carlosteezo @axel_naga @kevinsinaga7 . . . . . . . #harbour#harbourlife#harbourcity#port#citylife#dock#coast#jakarta#jakartaphotography#portrait#lifeportrait#harbourviews#travel#explorejakarta#enjoyjakarta#whywhiteworks#InfoJakarta#scenery#urbancity#instajakarta#urbanphotography#urbanstyle#urbanexploring#urbanscape#streetphotography#container#petikemas#instajakarta#instadaily#pelabuhansundakelapa A post shared by Lulu Napitupulu (@carouselcaroline) onJan 7, 2018 at 7:48am PST Layaknya pelabuhan pada umumnya, di Pelabuhan Sunda Kelapa kamu dapat menikmati sisi bahari Indonesia. Pasalnya selain dapat mengambil foto dengan background laut maupun kapal-kapal yang bersandar, kamu juga bisa melihat aktivitas dan kegiatan nelayan serta warga sekitar yang sedang bekerja. Pelabuhan Sunda Kelapa memang menjadi daya tarik utama para traveller yang mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta. Selain mendapat wisata bangunan bersejarah, di pelabuhan ini kamu juga bisa menyewa jasa sampan milik para nelayan. Dengan sampan yang disewakan ini, kamu dapat berkeliling sembari menikmati suasana yang ditawarkan Pelabuhan Sunda Kelapa. Biaya sewanya pun tergolong murah, sekitar 50 ribu rupiah saja. Dan kalau kamu pintar mengambil angle foto, kamu dapat mendapatkan banyak foto menarik, mulai dari suasana pantai utara Jawa, sisi unik kapal pinisi hingga aktivitas bongkar muat barang yang terjadi di sini. 5. Gedung Arsip Nasional   "Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi " - Bung Hatta - Like this quote #begrateful #godisgood #indonesiahebat #indonesianheritage #budayaindonesia #respectandhonor #iloveournation #iloveindonesia #museumarchitecture #gedungarsipnasional #unityindiversity #indonesiaberkarya #kitaindonesia #pedulibangsaku #portraitphotography #vintage #vintagephotography #indonesiantourism #artphotography #streetstyle #meninstyle #fashionman #instavsco A post shared by anggaborne (@anggaborn) onOct 18, 2017 at 4:38am PDT Gedung Arsip Nasional dibangun pada tahun 1760 oleh Reiner de Klerk (1710-1750), selain sebagai arsitek gedung ini Reiner de Klerk juga tercatat sebagai gubernur jendral VOC pada tahun 1777. Awalnya sebelum dijadikan museum, gedung ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan Reyner de Klerk. Seiring berjalannya waktu, Gedung Arsip Nasional silih berganti fungsinya, mulai dari panti ashuan, Departemen Pertambangan, sampai yang terakhir dijadikan museum. Bahkan tak sedikit yang menjadikan Gedung Arsip Nasional sebagai tempat resepsi dan akad pernikahan. Dengan interior dan benda-benda antik di dalamnya, Gedung Arsip Nasional patut menjadi cagar budaya sejarah Indonesia. Dan tentunya, buat kamu yang hobi foto-foto bergaya old & vintage, gedung ini merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata bangunan bersejarah yang wajib kamu kunjungi. (Sumber: Artikel goersapp.com, Foto Amieykha)
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Banten - Part 2

TripTrus.Com - Terdapat beberapa teori tentang kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara. Ada yang mengatakan bahwa Islam datang dari Gujarat bersama pedagang India muslim pada abad ke-13 M, ada yang mengatakan Islam datang oleh pedagang Arab dari Timur Tengah pada abad ke-7 M, serta yang terakhir mengatakan bahwa Islam datang dari pedagang asal Persia pada sekitar abad ke-13 M. Wisata religi Banten banyak diminati oleh pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Misalnya kawasan Banten Lama yang merupakan ibu kota Kesultanan Banten, di utara Banten ini peninggalan Islam sangat lekat. Tidak hanya di Banten Lama, beberapa masjid yang dahulu menjadi pusat penyebaran Islam masih dapat dikunjungi bahkan masih dipergunakan untuk beribadah. Berikut 5 masjid tua bersejarah di Banten yang bisa menjadi pengingat dan bahan pelajaran generasi saat ini. 1. Masjid Jami' Kalipasir       View this post on Instagram A post shared by Heru Santoso (@sirhumphreyappleby) onJan 5, 2019 at 7:22pm PST Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Pajajaran. Masjid ini berada di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di tengah pemukiman warga Tionghoa kelurahan Sukasari. Bangunannya pun bercorak China. Masjid tertua di Tangerang ini mencerminkan kerukunan umat beragama pada masanya. Hingga kini masjid yang sudah berusia ratusan tahun tersebut masih digunakan sebagai tempat beribadah. Namun, masjid ini tidak lagi digunakan untuk salat Jumat. Masjid Kali Pasir dibangun bersebelahan dengan Klenteng Boen Tek Bio yang saat itu sudah berdiri tegak. Masjid yang berukuran sekitar 288 meter persegi ini didirikan pada tahun 1700 oleh Tumenggung Pamit Wijaya yang berasal dari Kahuripan Bogor. Selain menjadi tempat ibadah dan syiar agama, Masjid Kali Pasir memiliki nilai sejarah yang tinggi. Masjid ini menjadi tempat akulturasi budaya dan saksi perjuangan anak bangsa melawan penjajah. 2. Masjid Agung Ar Rahman       View this post on Instagram A post shared by Idha Daffariz (@ida_nurwahida03) onMay 30, 2018 at 2:32am PDT Kabupaten Pandeglang sebagai kota santri memang sudah selayaknya memiliki masjid yang agung. Masjid Agung Ar-Rahman terletak di Jl. Masjid Agung No. 2 Kel Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kab. Pandeglang. Tepatnya berada di sebelah barat Alun-alun Pandeglang Tentu saja menjadi tempat cukup strategis sebagai tempat ibadah. Masjid Agung Ar-Rahman berdiri sejak tahun 1870 atas Tanah wakaf dari Raden Adipati Arya Natadiningrat atau Raden Alya atau Dalem Ciekek. Masjid Agung Ar-Rahman yang merupakan perpaduan gaya Hindu Jawa, Cina dan Eropa, dengan luas tanah 2.280 m2 dan luas bangunan 2.182 m2. Masjid Agung Pandeglang yang bernama Ar-Rahman ini memang tidak seramai masjid Banten Lama dalam sehari-harinya. 3. Masjid Kuno Kaujon       View this post on Instagram A post shared by indrasusenoSE (@indrasusenose) onOct 23, 2019 at 11:11pm PDT Masjid Kuno Kaujon terletak di Kaujon RT. 01 RW. 01 Kel. Serang, Kec. Serang, Kab. Serang. Menurut sesepuh yang ada di sekitar masjid ini, Masjid Kuno Kaujon jauh lebih tua dari usia jembatan Kaujon yang dibangun pada tahun 1875. Meski tidak seorang pun mengetahui kapan pendiriannya, masjid ini tergolong kuno karena masuk ke dalam daftar cagar budaya Provinsi Banten. Masjid Kuno Kaujon berdiri di atas pondasi masif yang tingginya 60 cm. Adapun luasnya adalah 703 m². Ruang utama yang berbentuk empat persegi dengan ukuran  10 m x 10 m, ditopang oleh empat buah tiang kayu /soko guru di bagian bawahnya terdapat empat buah umpak batu berbentuk labu. Mihrab terdapat pada dinding sebelah barat berupa ruang yang menjorok ke dalam. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Banten - Part 1"] 4. Masjid Salafiah Caringin       View this post on Instagram A post shared by ketan bintul (@ketan_bintul) onMar 17, 2018 at 8:26pm PDT Masjid Salafiah Caringin terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 31, Desa Caringin, Kec. Labuan, Kab. Pandeglang. Masjid Salafiah Caringin menjadi peninggalan muslim Banten pada masa pemerintahan kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Herman Hillem Daendels. Pada 1883 Desa Caringin ditinggalkan oleh penduduknya karena terjadi gempa bumi akibat Gunung Krakatau meletus. Keadaannya menjadi hancur dan gersang. Setelah setahun ditinggalkan akhirnya mereka kembali ke Caringin pada 1884. Sekembalinya mereka ke Caringin, tak lama kemudian ada seorang ulama yang bernama Syekh Asnawi bersama dengan penduduk secara gotong royong membangun masjid pada tahun 1884. Masjid ini diberi nama Masjid Caringin sampai sekarang. Syekh Asnawi adalah putra KH. Mas Abdurrahman (penghulu Caringin) dan ibunya Ratu Syafiah (keturunan Sultan Banten) yang lahir pada 1852. 5. Masjid Agung Carita (Al Khusaeni)       View this post on Instagram A post shared by Labuan Banten (@infolabuan) onMay 6, 2019 at 6:45pm PDT Di daerah wisata Pantai Carita lebih tepatnya di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kec. Carita, Kab. Pandeglang, berdiri masjid tua peninggalan masa penjajahan. Masjid ini diberi nama Masjid Al-Khusaeni Carita. Menurut sejarah, pembangunan Masjid Al-Khusaeni Carita dipimpin oleh salah seorang murid Syekh Nawawi Al-Bantani, Al-Khusaeni. Ia mulai membangun masjid ini tahun 1889 selesai tahun 1895 masehi. Masjid Al Khusaeni ini memiliki arah hadap ke timur dengan empat serambi di setiap sisi mata angin. Pada bagian serambi ini, berdirilah tiang-tiang penyangga atap yang bentuknya berupa kolom seperti pada bangunan kolonial. i sisi barat masjid terdapat makam KHM Husein atau pendiri masjid beserta dengan keturunannya (4 makam) yang sudah diberikan atap dan berlantai keramik. (Sumber: Artikel gpswisataindonesia.info, wikipedia.org, situsbudaya.id Foto medcom.id)
...more

KEN 2025, List Event Paling Kece Buat Liburan Lo!

TripTrus.Com - Bro, sis! Udah siap buat trip seru tahun ini? Kementerian Pariwisata baru aja ngerilis daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, nih! Setelah proses seleksi yang lumayan ribet, akhirnya ada 110 event kece dari 37 provinsi di Indonesia yang masuk daftar ini. Gokil, kan? Buat yang belum ngeh, KEN tuh semacam ajang buat ngebantu promosiin pariwisata Indonesia biar makin hits. Kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Pemda, dan para pelaku industri pariwisata ini bukan cuma buat seru-seruan doang, tapi juga buat ngebangkitin sektor pariwisata yang sempet ketahan gara-gara pandemi. Nah, lo pasti penasaran dong, event apa aja yang masuk tahun ini? Langsung aja cek listnya, bro!       View this post on Instagram A post shared by Ni Putu Frida O. W. (@fridaokta) Buat lo yang demen eksplor budaya, musik, seni, sampe kuliner, KEN 2025 punya segudang event kece yang sayang banget buat dilewatin. Dari Aceh sampe Papua, semuanya ada! Beberapa event seru yang wajib masuk bucket list lo, di antaranya: Di Aceh, ada Aceh Ramadhan Festival di Banda Aceh dan Aceh Perkusi di Lhokseumawe. Kalau lo pengen ngerasain vibes Melayu yang kental, mampir ke Gelar Melayu Serumpun di Medan atau Samosir Music Internasional di Samosir, Sumatra Utara. Di Sumatra Barat, jangan lewatkan Festival Siti Nurbaya di Padang dan Rang Solok Baralek Gadang di Solok yang dijamin bikin lo makin cinta sama budaya Minang. Geser dikit ke Riau, ada Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir yang super ikonik. Festival Krakatau di Lampung Selatan juga jadi salah satu event paling ditunggu di Sumatra. Kalau lo anak Jaksel, pasti udah ga asing sama event kece di Jakarta, kayak Semasa Piknik, Indonesian Contemporary Art and Design, dan Jakarta Dessert Week yang penuh kreativitas. Di Jawa Barat, ada West Java Festival di Bandung yang selalu meriah. Asia Africa Festival di Bandung juga wajib lo datengin buat ngerasain suasana internasional yang unik. Jawa Timur punya Jember Fashion Carnaval di Jember dan Banyuwangi Ethno Carnival di Banyuwangi, event yang selalu ditunggu-tunggu karena konsepnya yang out of the box. [Baca juga : "4 Event Keren Di Sumut Masuk Karisma Event Nusantara 2025! Gaskeun!"] Kalau lo tim pantai dan senja, Bali pastinya selalu masuk wishlist! Ada Pesta Kesenian Bali di Denpasar, Ubud Open Studios di Gianyar, dan Nusa Penida Festival di Klungkung yang bikin liburan lo makin aesthetic. NTT juga gak kalah keren, dengan Festival Golo Koe Labuan Bajo di Manggarai Barat dan Festival Rote Malole di Rote Ndao yang bakal kasih lo pengalaman budaya yang beda dari yang lain. Buat lo yang doyan festival besar, Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) di Sulawesi Selatan bisa jadi pilihan terbaik! Festival Pinisi di Bulukumba juga recommended buat lo yang suka laut dan budaya bahari. Papua juga punya event kece, kayak Festival Biak Munara Wampasi di Biak Numfor dan Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya, yang bakal kasih lo pengalaman seru dengan budaya asli Papua. Dari 110 event yang ada, ini dia TOP 10 event paling keren yang wajib banget lo datengin: πŸ”₯ Cap Go Meh Singkawang – Singkawang, Kalimantan Barat πŸ”₯ Pesta Kesenian Bali – Denpasar, Bali πŸ”₯ Semasa Piknik – Jakarta πŸ”₯Makassar International Eight Festival & Forum (F8 Makassar) – Makassar, Sulawesi Selatan πŸ”₯ Jember Fashion Carnaval – Jember, Jawa Timur πŸ”₯ Festival Golo Koe Labuan Bajo – Manggarai Barat, NTT πŸ”₯ Festival Payung Indonesia – Surakarta, Jawa Tengah πŸ”₯ Wayang Jogja Night Carnival – Yogyakarta πŸ”₯ Indonesian Contemporary Art & Design – Jakarta πŸ”₯ Ngayogjazz – Bantul, Yogyakarta Dari ratusan acara yang ada, pasti ada dong yang bikin lo penasaran? Yuk, siapin itinerary liburan lo dari sekarang! Jangan lupa ajak bestie atau keluarga biar makin seru. Event mana nih yang paling lo tunggu-tunggu? πŸš€πŸ”₯ (Sumber Foto @jxboard)
...more

Wih, Pulau Mansinam Di Papua Katanya Bakal Dirombak Jadi Tempat Wisata Religi Yang Keren Abis Tahun

TripTrus.Com - Nah, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, lagi gencar-gencarnya menggarap Pulau Mansinam jadi destinasi budaya dan wisata religi tahun depan, guys! Si Bupati Manokwari, Hermus Indou, cerita kalau mereka punya rencana ambisius buat Pulau Mansinam. Mulai dari bikin pulau itu jadi pusat budaya religi di Papua sampe jadi destinasi wisata religi yang kelas dunia gitu, loh.       View this post on Instagram A post shared by Habema Buzeleck (@habema_buseleck) "Pulau Mansinam bakal diubah total jadi pusat budaya religi di Tanah Papua dan destinasi wisata religi yang nggak kalah sama yang lain," ujar Hermus sambil nyengir. Diketahui, Pulau Mansinam itu pertama kali disinggahi dua misionaris, Carl Willhem Ottow dan Johan Gottlob Geissler, tahun 1855. Mereka berdua ngajak warga setempat ke jalan Kristen Protestan, dan sejak saat itu, agama Kristen jadi dominan di Papua. [Baca juga : "Liburan Gokil Di Biak! Dispar Siapkan Destinasi Keren Buat Tahun Baru 2024, Ada Yang Baru Nih!"] Gara-gara sejarah itu, Pemkab Manokwari pengin banget ngegantikan Pulau Mansinam jadi tempat ziarah dan wisata rohani, bahkan bukan cuma di Papua tapi di seluruh Indonesia! Katanya lagi, nanti bakal dibangun Ottow Geissler International Convention Center (OGICC) yang megah banget di Pulau Mansinam. Gokil, kan? Proyek pengembangan Pulau Mansinam dimulai dengan bikin jalan lingkar sepanjang 10 kilometer. Nah, dana buat jalan itu bakal disupport sama Kementerian PUPR. Keren juga ya, ada support dari pusat! “Setelah jalan selesai, kita langsung bikin event keren, kayak lomba lari 10 km, sepeda santai, sampe lomba balap motor di Mansinam. Biar Pulau Mansinam jadi ramai dan asyik lagi!” seru Hermus semangat. So, prepare diri buat liburan religi yang seru nih, guys! (Sumber Foto @yolanda_duwiri) 
...more

Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan

TripTrus.Com - Berpergian jauh memang seringkali menjadi aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar orang, bahkan ketika sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Islam memberikan keringanan bagi orang yang sedang dalam perjalanan jauh untuk tidak berpuasa dan dapat meng-qadha' puasa tersebut di luar bulan Ramadan.       View this post on Instagram A post shared by Mr.H (@mr.kc_3563) Meskipun begitu, masih banyak umat muslim yang tetap berniat untuk berpuasa selama perjalanan jauh seperti saat mudik, silaturahmi, atau berlibur ke tempat wisata, baik sendirian maupun bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Agar perjalananmu menjadi lebih menyenangkan dan tidak melelahkan, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu bawa ketika berpergian selama bulan Ramadan: 1. Makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur Sebelum memulai perjalanan yang memakan waktu yang lama selama bulan Ramadan, penting untuk memastikan bahwa Anda membawa persediaan yang cukup untuk berbuka puasa dan sahur. Oleh karena itu, pastikan untuk mempersiapkan makanan dan minuman yang mudah disimpan dan dimakan selama perjalanan, seperti roti, kue, kurma, dan air minum yang aman dan cukup. Dengan membawa persediaan yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki energi dan kekuatan yang cukup untuk menjalankan kegiatan dan tugas sehari-hari tanpa merasa lapar atau kelelahan karena tidak makan atau minum yang cukup. Dalam hal ini, selalu ingat bahwa kesehatan dan keamanan Anda selama bulan suci Ramadan harus menjadi prioritas utama, dan membawa persediaan yang tepat dapat membantu Anda mencapai tujuan ini dengan mudah dan nyaman. 2. Obat-obatan Sebelum memulai ibadah puasa di bulan Ramadan, sangat penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda membawa obat-obatan yang biasa Anda konsumsi untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan Anda. Pastikan untuk membawa persediaan obat-obatan yang dapat meredakan sakit kepala, obat flu, atau obat untuk kondisi medis tertentu yang mungkin Anda alami selama berpuasa. Selain itu, penting juga untuk membawa obat-obatan yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan atau kondisi kesehatan lainnya yang mungkin timbul selama bulan Ramadan, seperti obat maag atau obat untuk mengatasi gangguan lambung. Dengan membawa persediaan obat-obatan yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa Anda tetap sehat dan nyaman selama berpuasa tanpa mengganggu ibadah puasa Anda. Selain itu, pastikan juga untuk membawa obat-obatan dengan dosis yang tepat dan bawa dokumen medis yang relevan jika diperlukan. Dengan demikian, Anda dapat merasa aman dan siap menghadapi tantangan kesehatan apa pun yang mungkin Anda alami selama bulan suci Ramadan. 3. Pakaian yang sesuai Sangat penting untuk memilih dengan teliti pakaian yang akan Anda pakai untuk perjalanan Anda, terutama jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu yang lama dalam perjalanan tersebut. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar Anda memilih pakaian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sesuai dengan iklim tempat tujuan yang akan Anda kunjungi. Memilih pakaian yang tepat dapat memberikan manfaat besar bagi kenyamanan dan kesehatan Anda selama perjalanan, karena pakaian yang cocok dapat membantu Anda menghindari masalah seperti dehidrasi atau kelelahan yang disebabkan oleh cuaca yang tidak sesuai. Karenanya, pastikan untuk mempertimbangkan dengan matang jenis pakaian yang akan Anda bawa serta kondisi cuaca yang akan Anda hadapi selama perjalanan. 4. Al-Quran dan perlengkapan ibadah Sangat disarankan untuk membawa Al-Quran serta perlengkapan ibadah seperti sajadah dan tasbih selama perjalanan Anda. Hal ini akan memudahkan Anda untuk melaksanakan ibadah shalat dan membaca Al-Quran di mana saja, terutama ketika Anda sedang berada di tempat yang sulit untuk mencari tempat ibadah atau tidak ada tempat ibadah yang tersedia. Dengan membawa perlengkapan ibadah, Anda tidak perlu khawatir tentang mencari tempat ibadah yang sesuai atau terganggu oleh keadaan sekitar ketika melakukan ibadah. Selain itu, membawa Al-Quran dan perlengkapan ibadah juga dapat membantu Anda mempertahankan rutinitas ibadah Anda selama perjalanan. Oleh karena itu, pastikan untuk menyediakan dan membawa perlengkapan ibadah yang diperlukan agar Anda dapat dengan mudah melaksanakan ibadah shalat dan membaca Al-Quran di mana saja dan kapan saja selama perjalanan. 5. Power bank atau charger Sebelum memulai perjalanan selama bulan suci Ramadan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membawa peralatan yang diperlukan untuk menjaga ponsel Anda tetap terisi daya. Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah membawa power bank atau charger agar Anda dapat mengisi daya ponsel Anda selama perjalanan. Terutama jika Anda mengandalkan ponsel untuk membaca Al-Quran atau menemukan jadwal shalat selama bulan Ramadan, Anda akan membutuhkan daya baterai yang cukup untuk menjalankan aplikasi dan fungsi ponsel Anda. Dalam hal ini, pastikan untuk memilih power bank atau charger yang dapat mengisi daya ponsel Anda dengan cepat dan efisien. Selain itu, pastikan juga untuk membawa kabel USB yang kompatibel dengan ponsel Anda. Dengan membawa peralatan pengisian daya yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa ponsel Anda selalu siap digunakan saat Anda membutuhkannya selama perjalanan Anda. Dalam kesimpulannya, membawa peralatan pengisian daya yang cukup adalah suatu hal yang sangat penting selama perjalanan, terutama jika Anda bergantung pada ponsel untuk berbagai keperluan selama ibadah di bulan Ramadan. 6. Uang tunai dan kartu kredit Sebelum memulai perjalanan selama bulan suci Ramadan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membawa uang tunai dan kartu kredit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan. Pastikan untuk membawa jumlah uang tunai yang cukup untuk membeli makanan dan minuman selama berpuasa atau kebutuhan lainnya yang mungkin Anda butuhkan selama perjalanan. Selain itu, pastikan juga untuk membawa kartu kredit atau kartu debit yang dapat digunakan untuk transaksi keuangan lainnya yang mungkin Anda perlukan, seperti membeli tiket transportasi atau menginap di hotel. Dalam hal ini, pastikan untuk memeriksa saldo rekening bank Anda dan batas transaksi kartu kredit sebelum perjalanan, dan pastikan bahwa Anda membawa kartu dengan batas yang cukup untuk kebutuhan selama perjalanan. Selain itu, pastikan juga untuk menyimpan uang tunai dan kartu Anda di tempat yang aman dan terpisah untuk menghindari risiko kehilangan atau pencurian. Dengan membawa uang tunai dan kartu kredit yang cukup dan disimpan dengan aman, Anda dapat merasa tenang dan nyaman selama perjalanan dan dapat memenuhi kebutuhan finansial Anda dengan mudah dan efisien. 7. Dokumen penting Sebelum memulai perjalanan selama bulan suci Ramadan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membawa dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan selama perjalanan. Pastikan untuk membawa tiket perjalanan Anda, baik tiket pesawat, kereta api, atau bus, dan simpan di tempat yang aman agar tidak hilang. Selain itu, pastikan juga untuk membawa paspor atau kartu identitas yang masih berlaku, terutama jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan internasional. Pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa dokumen Anda sebelum perjalanan, dan pastikan untuk memperpanjang atau memperbarui jika diperlukan. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau perlu menjalani perawatan medis selama perjalanan, pastikan untuk membawa surat keterangan medis atau resep obat dari dokter Anda. Ini akan membantu memudahkan jika ada situasi darurat atau jika Anda membutuhkan perawatan medis selama perjalanan. Dalam hal ini, pastikan untuk membawa dokumen-dokumen tersebut dalam tas atau dompet yang mudah diakses, namun tetap aman dan terlindungi dari kerusakan atau kehilangan. Selain itu, pastikan juga untuk membuat salinan dokumen penting Anda dan simpan di tempat yang terpisah, seperti di email atau di cloud storage, untuk menghindari risiko kehilangan atau pencurian. Dengan membawa dokumen-dokumen penting yang diperlukan selama perjalanan, Anda dapat memastikan bahwa perjalanan Anda berjalan dengan lancar dan Anda siap menghadapi situasi darurat atau keadaan yang tidak terduga selama perjalanan. [Baca juga : "Tips Berpergian Ketika Ramadhan"] Setelah membaca beberapa tips penting yang harus dibawa ketika berpergian selama bulan suci Ramadan, diharapkan dapat membantu Anda mempersiapkan diri secara optimal sebelum berangkat. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa daftar perlengkapan yang diperlukan dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan perjalanan dan kebutuhan individu. Namun, dengan mempersiapkan diri dengan baik dan membawa perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan, Anda dapat menikmati bulan suci Ramadan dengan tenang dan nyaman, serta menjalankan ibadah dengan optimal. Terakhir, semoga tips dan informasi yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat bagi Anda dan membantu Anda dalam merencanakan perjalanan selama bulan suci Ramadan. Kurang lebihnya kami mohon maaf, sampai jumpa di artikel-artikel lainnya. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @alaniadita) 
...more

Tips Berlibur Saat Ramadhan

TripTrus.Com - Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, bukan berarti menghentikan segala aktivitas yang biasa dilakukan seperti traveling. Traveler, tetap bisa berlibur dengan nyaman di bulan puasa ini, dengan menerapkan beberapa tips agar kondisi kesehatan tetap fit juga ibadahTraveler tetap lancar selama berlibur.   Pertahankan kearifan lokal.. A post shared by kholidzaim (@kholidzaim) onMay 26, 2018 at 8:06am PDT Agar liburan dan ibadah Traveler di Bulan Ramadhan ini berjalan dengan lancar, ada berebarapa tips berlibur saat puasa yang bisa diikuti, antrala lain: Dimulai dari pada saat sahur, konsumsilah makanan yang memiliki nutrisi dan gizi yang tinggi. Jangan lupa juga untuk mengkonsumsi vitamin, tujuannya untuk menjaga stamina Traveler selama menjalankan ibadah puasa di perjalanan. Jadi, Traveler tetap sehat bugar mengunjungi tempat-tempat wisata yang telah dijadwalkan untuk dikunjungi selama liburan. Bawa pelengkapan ibadah, tentunya hal ini sangat penting. Agar Traveler bisa tetap lancar beribadah di destinasi tujuan, selalu siapkan dan bawa peralatan ibadah di dalam tas Traveler. Traveler bisa membawa Al-Qur’an berukuran saku dan peralatan shalat (mukenah atau sarung). Bawa air mineral, fungsinya sebagai penghilang dahaga dan untuk membatalkan puasaTraveler, jika terpaksa berbuka puasa dalam perjalanan menuju destinasi atau tempat wisata. Pilih kegiatan wisata yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan, misalnya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata yang memiliki nilai religi. Traveler juga bisa mengikuti kegiatan Ramadhan yang ada di tempat tujuan wisata. Jadi, Traveler bisa berlibur sambil menambah pengetahuan mengenai Agama Islam. Jangan pilih kegiatan wisata yang terlalu melelahkan fisik. Karena Traveler dalam keadaan berpuasa, maka pastikan kegiatan yang dilakukan tidak menghabiskan energi dan melelahkan fisik. Hal ini akan membuat Traveler dehidrasi karena kurangnya asupan cairan pada saat berpuasa, dapat berakibat kurang fit nya kondisi tubuh sehingga Travelertidak maksimal dalam menjalankan ibadah puasa atau bahkan bisa membatalkannya. Jangan lupa bersedekah dan menolong sesama, tujuannya untuk menambah pahala di Bulan suci ini. Selalu bersedekah dan menolong sesama yang membutuhkan yang dijumpai selama perjalanan menuju destinasi. Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis terlebih dahulu, untuk menggantikan energi yang telah terbuang selama seharian di perjalanan. Beribadah dan beristirahatlah sejenak sebelum Traveler kembali melakukan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya. [Baca juga : 6 Cara Menikmati Libur Lebaran Dengan Efektif] Terapkan tips berlibur saat puasa di atas, maka liburan dan ibadah Traveler akan senantiasa lancar. Selalu rencanakan perjalanan Traveler dari beberapa saat sebelum hari keberangkatan.  (Sumber: Artikel nusatrip.com, Foto vakansinesia.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
22 - 24 May 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
22 - 24 May 2026
Open Trip Baduy
23 - 24 May 2026
Open Trip Baduy
27 - 28 May 2026
Open Trip Dieng Plateau
29 - 31 May 2026
×

...