shop-triptrus



Kampung Cina di Cianjur

TripTrus.Com - Keberadaan warga keturunan etnis Cina di Cianjur merupakan salah satu ragam heterogenitas penduduk kota Cianjur. Dari perjalanan panjang sejarah kota Cianjur, warga Cianjur keturunan Cina memiliki jasa yang cukup besar dalam perekonomian Cianjur. Berbagai peninggalan bersejarah dari masa kolonial Belanda yang dibangun oleh warga keturunan Cina banyak tersebar di Cianjur, terutama di wilayah ibukota Cianjur. Hingga kini, masih dapat dikenal sebutan Jalan Shanghai, untuk salah satu lokasi perempatan di pusat kota Cianjur. Gedung Wisma Karya yang kini digunakan sebagai gedung olah raga tenis meja oleh KONI Cianjur juga merupakan salah satu bangunan peninggalan warga Cina yang memiliki berbagai fungsi. Tempat peribadatan berupa Vihara (klenteng), di Jl. Mangun Sarkoro pun menjadi saksi bisu eksistensi warga Cianjur keturunan Cina dari masa ke masa. [Baca juga : Strategi Untuk Berlibur Dengan Hemat Saat Lebaran] Kehadiran orang-orang Cina di Cianjur dimulai sekitar awal abad ke-19. Hal ini ditandai oleh didirikannya Kampung Cina di Cianjur berdasarkan besluit tanggal 9 Juni 1810. Pada saat itu Kabupaten Cianjur dipimpin oleh Raden Noh atau Raden Wiranagara, yang lebih dikenal dengan gelar Raden Adipati Wira Tanu Datar VI. Dengan didirikannya Kampung Cina pada waktu itu, diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan tanah-tanah kosong yang ada serta menanaminya dengan tanaman seperti tembakau, indigo atau kapas. Pendirian Kampung Cina di Cianjur, waktunya juga bersamaan dengan pendirian kampung Cina di kabupaten-kabupaten lain yang ada di wilayah Priangan, seperti Bandung, Parakanmucang, Sumedang, Sukapura, Limbangan, dan Galuh. Salah satu pertimbangan penting yang dijadikan dasar pendirian kampung Cina adalah keberhasilan orang-orang Cina dalam meningkatkan kesejahteraan dan perdagangan di daerah Kedu dan daerah vorstenlanden lainnya.   Senang sekali bertemu dengan teman-teman baru yang seruu 😁 Weekend kemarin kami mendapat kunjungan dari #vakansinesia, rencananya sudah dari jauh-jauh hari dan Alhamdulillah bisa terealisasi.. kegiatan kami selama dua hari kemarin mengunjungi beberapa tempat bersejarah di kota Cianjur, tak lupa wisata kuliner di beberapa tempat yang hits πŸ˜‹πŸ˜‹ dan konon sudah pernah diliput oleh beberapa stasiun tv swasta πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ» Sampaiii jumpaa di lainn waktu yaa manteman πŸ˜„πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» #winepunyacerita #heavenonearth #heavenlywine #teman A post shared by WineNoviaR (@winenoviar) onDec 11, 2017 at 3:44am PST Lokasi Kampung Cina di Cianjur terutama terdapat di wilayah ibukota Cianjur. Hal ini ditandai dengan populasi warga Cianjur keturunan Cina yang berpusat di Cianjur kota. Ciri lainnya yang menjadi tanda lokasi Kampung Cina, adalah bangunan ruko (rumah toko) dengan arsitektur khas yang banyak ditemukan di wilayah Cianjur kota. (Sumber: Artikel cianjur-heritage.blogspot.com, Foto vakansinesia.com)
...more

Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan

TripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta. Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok. [Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan] Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok. Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.   Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (金德陒) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (θ§‚ιŸ³δΊ­). A post shared by Tommy 🐻 (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa. Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19. Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda. Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

Menarik Dikunjungi Nih, 5 Wisata Seru di Kota Gombong

TripTrus.Com - Para traveler tentu akan merencanakan tujuan wisatanya jauh-jauh hari. Apalagi Indonesia memiliki destinasi wisata yang banyak sekali dari Sabang hingga Merauke. Meski tak sepopuler kota lainnya di Jawa Tengah, Gombong, kecamatan di wilayah kabupaten Kebumen rupanya menyimpan banyak tempat wisata menarik. Tak hanya alam, tapi beberapa bangunan kuno yang masih berdiri tegak. Bahkan beberapa di antaranya masih dimanfaatkan hingga saat ini. Bangunan kuno itu menjadi tempat tujuan wisata yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Berikut ini beberapa tempat wisata seperti dirangkum dari buku Jelajah Pusaka, yang merupakan salah satu program Roemah Martha Tilaar, yang bisa dikunjungi untuk berlibur. 1. Benteng Van Der Wijck       View this post on Instagram Ya, sudah sepatutnya kita berbangga menjadi orang Indonesia sendiri, dengan ciri khasnya sendiri, keramah tamahan, adat istiadat yang penuh dengan nilai luhur yang banyak di sukai para turis serta berbagai macam budaya yang wajib kita jaga supaya bisa berkelanjutan dan tidak punah karena itu merupaka aset wisata dan menjadi daya tarik tersendiri. Rasa bangga bisa kita wujudkan khususnya buat orang Gombong dengan terus menimba ilmu dan berkarya supaya bisa menjadi generasi yang cerdas dan kreatif yang mampu melahirkan ide ide baru untuk dunia, termasuk untuk dunia pariwisata. . Regrann from @vanderwijc . #kebumenzone #kebumenindah #bentengvanderwijck #kebumenkeren #kebumenhits #wisatakebumen #wisatajateng #tamansejarah #dolankebumen #explorekebumen #visitkebumen #plesirkebumen A post shared by kebumenzone (@kebumenzone) onJun 25, 2018 at 9:06am PDT Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. 2. Waduk Sempor       View this post on Instagram This is kebumen 😎 #waduksempor #kebumenkeren #jelajahkebumen #kebumenexplore #piknik #kembaranvillage #renokartikasewamobilkebumen A post shared by Adi Kencleng33 (@adi_kencleng33) onFeb 22, 2019 at 7:50pm PST Berjarak 7 kilometer dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serba guna yang mendukung daerah sungai Cincingguling atau yang biasa disebut sebagai sungai Sempor yang mengalir dari utara kaki Gunung Serayu Selatan. Pada tahun 1967, sempat terjadi peristiwa memilukan di waduk ini. Saat itu waduk jebol dan memakan korban jiwa hingga 127 orang. Nama-nama korban lalu diabadikan dalam monumen Sempor yang berdiri hingga saat ini. Air dari waduk itu banyak digunakan untuk irigasi sawah-sawah penduduk dan pembangkit listrik tenaga air. Pemandangan yang indah dan suasana yang tenang, membuat tempat ini kerap dijadikan tujuan wisata masyarakat lokal atau luar daerah. 3. Pabrik Rokok Sintren       View this post on Instagram Simbah masih tetap setia nglinting rokok klembak menyan dari jaman masih gadis. #rokoksintrenklembakmenjan #gombongheritage #pesonaindonesia A post shared by Ade CS (@adecsetyawan) onJan 7, 2017 at 6:54am PST Pabrik rokok ini diawali dari pasangan suami istri The Tjoan (Agus Subianto) dan Tjo Goe Nio (Setiawati) yang memproduksi rokok klembak menyan merek Sintren, Togog dan Bangjo. Saat ini usaha tersebut masih dijalankan oleh tiga anak dari sembilan anak keturunannya. Pabrik rokok ini terletak di daerah Wonokriyo, Gombong. [Baca juga : "10 Destinasi Menarik Pulau Morotai"] 4. Klenteng Hok Tek Bio       View this post on Instagram Selamat malam semoga kita tidak menjadi orang yang sibuk mengurusi moral orang lain. Have a good day aheadπŸ˜„ #explorekebumen #kebumenkeren #klentenghoktekbiogombong A post shared by wiw (@prtwirhm_) onFeb 6, 2019 at 8:45am PST Klenteng ini berada di tepi sungai Gombong, di kawasan Pecinan Kedung Ampel, Gombong. Sebagai tuan rumah atau dewa pelindung adalah Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi. Klenteng ini disebut juga Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD), karena di sini dilakukan juga ibadah dari tiga aliran agama, Kong Hu Chu, Tao dan Buddha. Klenteng ini sendiri berdiri tahun 1950-an. 5. Kerkhof (Makam Belanda)       View this post on Instagram lonely broken angel..... Gombong Dutch cemetery.... A post shared by sigit asmodiwongso rmt (@sigit_rmt) onOct 20, 2017 at 5:55am PDT Merupakan kelengkapan dari kompleks militer Belanda. Di kompleks makam ini masih terdapat makam Letnan C.F.H Campen yang dibunuh di salah satu jalanan Gombong pada 23 Januari 1886. Campen sendiri ditempatkan di Gombong untuk menjadi salah satu instruktur di Pupillenschool. Terletak di desa Sidayu, kecamatan Gombong, benteng berbentuk heksagonal ini merupakan peninggalan kolonial Belanda pada abad 19. Melihat dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih berfungsi sebagai pos logistik dan bukan sebagai benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran (menempatkan orang atau sekelompok orang di suatu tempat tinggal tertentu dan mengasingkannya), tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer.  (Sumber: Artikel viva.co.id Foto brobali.com)
...more

Gaskeun, 7 Festival Paling Gokil 2025 Buat Lo Healing, Hunting & Explore!

TripTrus.Com - Yo bro-sis traveler! Tahun 2025 udah kayak panggung raksasa buat lo yang demen jalan-jalan plus eksplor budaya lokal. Gak cuma sekadar ngumpulin likes dari foto liburan, tapi beneran lo bisa ngerasain vibe asli dari tiap tempat. Mulai dari ujung timur Papua sampe Lampung, dari laut sampe gunung, dari bunga sampe buah—semuanya kece banget dan pastinya ready buat jadi itinerary lo. Nih gue acak-acak dulu ya, biar makin greget bacanya! 1. Krakatau 2025: Epic, Serem, dan Spooky Tapi Seru Banget       View this post on Instagram A post shared by Parekraf Lampung Barat (@pariwisata_lampungbarat) Lo udah pernah nonton letusan gunung dari deket belum? Di Festival Krakatau, bro-sis bakal disajiin pengalaman yang beneran ngena! Dari naik kapal ke tengah laut, dengerin sejarah meletusnya Krakatau, sampe momen puncaknya—liat letusan mini yang nyala di kegelapan malam. Ditambah lagi ada musik tradisional, ritual budaya, dan jajanan laut yang fresh banget. Vibes-nya tuh antara serem, sakral, tapi juga eksotis. Cocok buat lo yang doyan tantangan dan konten beda dari yang lain. Trust me, ini festival bukan kaleng-kaleng! 2. Festival Bunga dan Buah Karo: Biar Feed Lo Warna-Warni! Sis, lo yang pengen liburan penuh warna wajib mampir ke Karo, Sumatera Utara. Di sana, Festival Bunga dan Buah tuh literally kaya taman surga. Ladang bunga celosia dan mawar sepanjang mata memandang, ditambah buah-buah tropis kayak jeruk, alpukat, sampe pisang khas Karo—semuanya bisa lo foto, makan, dan jadi konten kece. Lo juga bisa ikutan demo masak, merangkai bunga, bahkan hunting budaya lokal. Dijamin fresh banget suasananya, apalagi udaranya adem dan sejuk. Perfect buat lo yang pengen healing dengan gaya stylish! 3. Danau Lindu: Ketika Alam dan Tradisi Bersatu Bro, lo mesti cobain nginep dan festivalan di Danau Lindu, Sulawesi Tengah. View-nya kayak lukisan, dan vibe-nya super tenang. Ada lomba perahu tradisional, tur ke gua-gua dan air terjun, sampe night fishing pake cara lokal yang unik. Musik etnik dan makanan khas daerahnya juga nambahin suasana makin syahdu. Tempat ini pas banget buat lo yang pengen santai, connect sama alam, dan ngobrol-ngobrol bareng warga lokal. Satu kata: damai! 4. Penglipuran Village: Feel Bali yang Beda dari Biasanya Kalau lo bosan sama Bali yang ramai banget, yuk cabut ke Kampung Penglipuran. Di Festival Penglipuran lo bisa explore kampung yang bener-bener terjaga kearifan lokalnya. Jalan kaki keliling gang batu, ikut workshop masak dan tenun, sampe nikmatin atraksi seni kayak tari kecak dan gamelan. Suasananya tenang, hijau, dan bersih banget—kayak healing dengan bonus pelajaran budaya. Feed Instagram lo bakal classy dan deep. Nggak cuma travel, tapi juga nambah wawasan. [Baca juga : "Juli 2025 Gak Cuma Liburan, Ini Event Kece Buat Lo Keliling Indo!"] 5. Gunung Slamet: Naik Gunung Gak Cuma Buat Capek-capekan Buat lo yang anak alam banget, Festival Gunung Slamet bisa jadi pilihan epic. Ada pendakian bareng, kompetisi foto alam, sampe workshop pelestarian hutan dan hidup ala survival. Yang seru, lo bisa nikmatin sunrise dari puncak bareng komunitas hiking sambil dengerin live musik akustik di pos pendakian. Nggak cuma naik gunung, tapi juga jadi lebih deket sama alam dan punya kesadaran lingkungan yang naik level. Plus, momen lo disana bakal super keren buat dijadiin konten! 6. Festival Batanghari: Ngopi-ngopi Manja di Pinggir Sungai Bayangin lo naik kapal tradisional sambil nikmatin kuliner lokal kayak pangek ikan lais, lapis legit, atau soto khas Jambi. Di Festival Batanghari ini, lo bakal diajak chill di pinggiran sungai sambil liat seni dan musik Melayu, plus bisa ngobrol-ngobrol santai sama warga. Vibenya tuh tropical chill tapi tetap kental sama budaya. Pas banget buat lo yang pengen nikmatin suasana tenang tapi tetep dapet sensasi traveling yang meaningful. 7. Biak Munara Wampasi: Tradisi Khas Papua yang Anti-Mainstream Last but not least, Festival Biak Munara Wampasi di Papua adalah pengalaman travel yang gak bisa lo dapetin di tempat lain. Lo bakal diajak liat langsung tradisi snap mor—anak-anak muda nangkep ikan rame-rame di laut pake tangan kosong! Terus lanjut bakar batu bareng warga, parade budaya, dan tarian adat. Healing di pantai Bosnik dan diving di pulau Padaido juga bisa jadi bonus. Full experience yang lo dapetin dari budaya, alam, dan masyarakat lokal yang ramah abis! Bro-sis traveler, semua festival ini tuh nggak cuma seru, tapi juga penuh makna. Lo bisa nikmatin budaya, makan enak, dapet konten keren, dan pastinya ngerasa lebih hidup. Lo tinggal pilih: mau suasana pantai, pegunungan, danau, atau kota adat—semuanya ada! Pokoknya, jangan sampe tahun ini lo cuma scroll medsos liat orang lain yang jalan-jalan. Yuk, bareng-bareng kita bikin tahun 2025 jadi paling memorable! LOSSS, gaskeun itinerary lo sekarang juga! (Sumber Foto @ruraltrips)
...more

6 Kuliner Khas Perayaan Imlek

TripTrus.Com - Tahun Baru Cina atau dikenal juga dengan nama perayaan Imlek punya 6 kuliner khas perayaan Imlek yang tidak boleh ketinggalan jadi hidangan. Perayaan Imlek dirayakan oleh bangsa Cina dan keturunan Cina di seluruh dunia tiap tahunnya. Dari mulai sebelum malam tahun baru hingga 15 hari berikutnya, rumah-rumah dihiasi dengan berbagai dekorasi berwarna merah dan emas untuk mendatangkan keberuntungan, rejeki dan menolak mara bahaya. 1. Teh Tradisi minum teh sudah dilakukan oleh bangsa Cina sejak ribuan tahun yang lalu. Menjelang Imlek, tiap pagi teh tawar tanpa gula harus disajikan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Penyajian te merupakan tanda penghormatan kepada orang tua dan leluhur. 2. Yee SangHidangan ini merupakan makanan pembuka saat jamuan makan malam Tahun Baru Cina. Yee Sang terbuat dari serutan beberapa jenis sayuran seperti beberapa jenis lobak, rebung, jahe, ketimun, wortel dan jeruk bali. Selain itu diberikan saus serta potongan daging dan ikan mentah sebagai pelengkap. Hidangan khas Imlek ini merupakan lambang berlimpahnya rejeki, kemakmuran, dan kekuatan. Untuk menikmati Yee Sang, tiap orang yang ada di meja makan harus bergotong royong mengaduk Yee Sang dengan sumpit. Tidak perlu takut jika Yee Sang tumpah dari piring saji, karena ini berarti rejeki yang datang akan tumpah ruah. 3. Mie Panjang umurMie merupakan simbol untuk panjang umur bagi yang merayakan Imlek. Untuk memakannya pun ada aturannya sendiri, yaitu mie tidak boleh terputus saat diambil dengan menggunakan sumpit. Jika mie terputus, maka dianggap rejeki dan umur akan cepat habis. Sumpit digunakan untuk melambangkan pribadi penuh kesabaran dan tidak serakah maupun iri hati. Lalu, mie yang diambil harus dimasukkan ke mulut dengan cara diseruput. 4. IkanIkan bandeng yang dikukus secara utuh mempunyai arti rejeki yang tersisa atau keberuntungan, karena ikan dalam bahasa Mandarin mempunyai bunyi yang mirip dengan kata kehidupan. Sementara, warna ikan bandeng yang mengkilap melambangkan keberuntungan. Cara menghidangkannya pun punya aturan sendiri, ikan harus disajikan sebagai hidangan terakhir, lalu bagian kepala harus menghadap orang tua atau tamu. Selain itu, ikan tidak boleh dihabiskan, terutama bagian kepala dan ekornya. Ini melambangkan rejeki yang berlimpah di awal dan akhir tahun. Ikan juga mulai dimakan dari bagian dekat kepala hingga ke bagian dekat ekor. Selain bandeng, ikan lele juga dapat dihidangkan karena dianggap melambangkan rejeki yang berlebih. 5. Kue KeranjangMeski namanya adalah Kue Keranjang (Nian Gao), tapi tekstur kue ini yang kenyal dan legit lebih mirip dengan dodol. Kue keranjang juga dijadikan sajian bagi Dewa Dapur. Kue Keranjang disajikan untuk mengundang kemakmuran dari tahun ke tahun. Kue keranjang bisa awet hinga beberapa bulan. Menikmatinya pun bisa dengan berbagai cara, baik dimakan begitu saja, dikukus terlebih dahulu agar lunak, digoreng dengan tepung atau digoreng dengan telur. 6. Pangsit Pangsit yang direbus atau digoreng disajikan untuk melambangkan kekayaan. Pangsit biasanya dibuat seperti bentuk bongkahan emas dan merupakan salah satu makanan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Pangsit dimakan dengan kubis dan lobak, karena dipercaya dapat membuat kulit sehat.
...more

5 Desa Wisata Keren Di Lombok Yang Bikin Pengen Balik Lagi!

TripTrus.Com - Event MotoGP di Sirkuit Mandalika emang jadi daya tarik baru buat para turis datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nggak cuma nonton balapan motor, tapi juga menikmati panorama alam yang kece banget. Tapi tunggu dulu, Lombok nggak cuma soal pantai cantik dan gunung doang, lho! Di sini lo juga bisa eksplorasi budaya yang keren abis! Buat lo yang suka wisata alam plus budaya, ada nih desa-desa wisata di Lombok yang nawarin pengalaman otentik yang beda banget. Yuk, intip 5 desa wisata yang wajib banget lo kunjungi! 1. Desa Sade Desa Sade ini rumahnya orang Sasak, suku asli Lombok, dan punya rumah tradisional yang atapnya unik banget, terbuat dari ilalang dan wajib diganti tiap 8 tahun sekali! Lantainya tanah liat yang dipoles pake kotoran kerbau atau sapi, biar nggak retak dan nggak berdebu. Di sini lo bisa ngeliat kehidupan sehari-hari warga lokal, dan yang nggak kalah keren, mereka bikin tenun ikat yang udah turun-temurun. Kalo lo mampir nonton MotoGP, wajib banget sempetin ke Desa Sade karena deket banget sama sirkuit Mandalika. 2. Desa Sukarara       View this post on Instagram A post shared by Sanggar Kayu Ulin (@sanggarkayuulin) Masih di sekitar Lombok Tengah dan nggak jauh dari Sirkuit Mandalika, ada Desa Sukarara, pusatnya kerajinan tenun ikat Lombok. Di sini lo bisa langsung ngeliat proses pembuatan tenun, mulai dari nyiapin benang sampe teknik tenun yang ribet. Jangan kaget kalo liat cewek-cewek di sini asyik menenun di depan rumahnya, karena ini emang aktivitas sehari-hari mereka. Lo juga bisa beli kain tenun keren sebagai upaya dukung budaya lokal yang masih lestari. 3. Desa Banyumulek Geser dikit ke Lombok Barat, tepatnya di Kecamatan Kediri, lo bisa kunjungi Desa Banyumulek yang terkenal sama kerajinan tembikarnya. Warga di sini udah lama banget produksi tembikar, dan lo bisa langsung ngeliat gimana proses pembuatannya. Mereka masih pake cara tradisional yang udah diwarisin turun-temurun. Mau liat proses pembakaran tembikar? Datengnya pagi-pagi ya, soalnya mulai dibakar jam 11-an. Selain itu, lo juga bisa beli tembikar yang udah jadi buat oleh-oleh. [Baca juga : "10 Spot Wisata Kece Di Lombok Buat Lo Yang Nonton Motogp Mandalika"] 4. Desa Tetebatu Di lereng Gunung Rinjani setinggi 700 MDPL, Desa Tetebatu nawarin pemandangan alam yang cakep banget, kayak sawah terasering dan hutan tropis. Tempat ini pas buat trekking sambil nikmatin suasana alam yang damai. Lo bisa ketemu petani lokal, belajar cara tradisional nanem padi, dan coba kopi khas Lombok. Desa Tetebatu ini juga sempet jadi wakil Indonesia di World Best Tourism Village UNWTO 2021, lho! 5. Desa Senaru  Kalo lo pengen naik Gunung Rinjani, Senaru adalah gerbang utama yang ada di sisi utara Lombok. Selain jadi titik awal pendakian, desa ini juga punya air terjun keren, Tiu Kelep dan Sendang Gile, yang airnya dari Danau Segara Anak. Udara seger banget di sini, dan warga lokalnya ramah. Lo juga bisa mampir ke Desa Adat Senaru yang punya rumah tradisional paling tua di Lombok, atap ilalang, pagar bambu anyam, dan lantai tanah. Jadi, kalo lo lagi nonton MotoGP di Mandalika, jangan cuma balik hotel doang ya! Luangin waktu buat main ke desa-desa wisata ini. Pengalaman lo bakal jadi lebih kaya dan nggak bakal gampang dilupain, karena bisa ngerasain langsung kehidupan Lombok yang autentik dan asik banget! (Sumber Foto @canafotografia) 
...more

5 Gunung Seru Buat Hiking Tahun Baru, Bisa Jadi Opsi Buat Lo yang Mau Lari dari Keramaian!

TripTrus.Com - Yo, tahun baru udah deket nih! Gimana kalo lo nggak ikut-ikutan nonton kembang api atau makan malam biasa aja? Coba deh tahun ini coba ngerayainnya dengan cara yang beda, kayak naik gunung! Lo nggak perlu jadi pendaki pro kok, ada banyak gunung kece yang bisa lo jajakin, apalagi buat yang masih newbie. Gue udah siapin 5 rekomendasi gunung seru buat lo yang pengen punya pengalaman tahun baru yang nggak biasa. Yuk, simak! 1. Gunung Andong Lo yang baru pertama kali mau coba hiking, Gunung Andong di Magelang bisa jadi pilihan pas banget. Ketinggiannya 1.726 mdpl dan jalurnya tuh nggak terlalu susah. Lo bakal dapet pemandangan keren banget, apalagi pas sunrise. Dijamin, bakal bikin lo merasa seperti di dunia lain! 2. Gunung Sikendil       View this post on Instagram A post shared by Irfan (@muhamadirfan_01) Sunrise di Gunung Sikendil ini juara banget, bro! Ketinggiannya cuma 1.800 mdpl, jadi buat lo yang belum berpengalaman mendaki, pasti nggak bakal kesulitan. Selama perjalanan, lo bakal disuguhi pemandangan pegunungan yang keren banget, apalagi kalo lo lagi liburan tahun baru di sana. Bener-bener, deh, suasananya bikin hati adem! 3. Gunung Prau Gue rekomendasiin banget buat lo yang pengen liat sunrise kece, Gunung Prau harus banget ada di list lo. Ketinggiannya 2.590 mdpl, dan jalurnya tuh gampang banget! Pendakian nggak bakal makan waktu lama, jadi cocok buat pemula yang pengen nyobain tantangan pertama naik gunung. Ditambah lagi, sunrise di sini tuh paling killer, bro! [Baca juga : "5 Tips Biar Liburan Akhir Tahun Lo Lancar Dan Aman Di Jalan!"] 4. Gunung Bismo Gunung Bismo yang ada di Wonosobo ini punya ketinggian 2.365 mdpl, dan cocok banget buat lo yang pengen hiking sambil nikmatin udara segar dan kesejukan. Jalur pendakian lewat Sikunang cuma butuh sekitar 2 jam, jadi nggak terlalu berat buat lo yang baru nyoba. Sepanjang perjalanan, lo bakal dimanjain dengan pepohonan rindang, bikin suasana makin adem! 5. Gunung Pakuwaja Kalo lo pengen liat pemandangan keren perbukitan Dieng, Gunung Pakuwaja di Wonosobo bisa jadi spot yang kece banget. Dengan ketinggian 2.421 mdpl, pendakian menuju puncak cuma butuh 1,5 jam. Selain pemandangan Dieng yang hijau, lo juga bisa liat gunung-gunung besar kayak Sindoro dan Slamet dari kejauhan. Ini bakal jadi momen tahun baru lo yang nggak terlupakan! Gue yakin lo nggak bakal nyesel deh ngerayain tahun baru dengan cara yang beda kayak gini. Naik gunung nggak cuma seru, tapi juga bisa bikin lo merasa lebih dekat sama alam dan dapet pengalaman yang bener-bener beda. Jadi, udah siap ngajakin temen-temen atau keluarga buat merayakan tahun baru di puncak gunung? Buruan pilih gunung yang lo suka, dan rasain sensasi liburan yang nggak bakal terlupakan! (Sumber Foto @ryanf_jr) 
...more

Berikut Ini Adalah Daftar Event Yang Akan Digelar Di Wonosobo Pada Bulan Mei 2023, Mulai Dari Pemili

TripTrus.Com - Berbagai festival menarik akan digelar di Wonosobo pada Bulan Mei 2023 setelah sukses dengan Festival Mudik 2023 pada bulan April kemarin.       View this post on Instagram A post shared by A Z A M M O H D S H I D I D (@azam_mohdshidid) Terdapat 51 event lokal dan nasional yang akan diselenggarakan di Wonosobo sepanjang tahun 2023, termasuk Java Ballon Attraction 2023, rangkaian Hari Jadi Wonosobo, event kesenian, olahraga, dan konser musik termasuk konser musik Denny Caknan. Beberapa event tersebut telah berlangsung sejak bulan Februari dan berakhir pada bulan Desember 2023. Berikut ini daftar lengkap event yang akan digelar di Wonosobo pada bulan Mei 2023. 1. Festival Ultah Monyet (Kethek) 2. Festival Pendidikan (2-3 Mei 2023) 3. Festival Gendhing Bogowonto (6-7 Mei 2023) 4. Festival Jiwa Muda Berbudaya dan Pemilihan Mas-Mbak Duta Wisata (12 Mei 2023) 5. Dieng Orientering Race 2023 (19 Mei 2023) 6. Festival Air Wadaslintang 7. Festival Desa Wadaslintang [Baca juga : "Semarak Budaya Indonesia, Salah Satu Dari Jadwal Event Di Solo Pada Mei 2023"] Agus Wibowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, mengatakan bahwa tujuan dari pengumuman Calender of Event 2023 Kabupaten Wonosobo adalah memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan event di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2023. Ia juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan acara tersebut. (Sumber Foto @mohamadwicak) 
...more

Lokasi Wisata Bogor dengan Spot Underwater yang Keren Abis

TripTrus.Com - Bogor memang memiliki banyak tempat wisata yang bisa kamu eksplore, apalagi jarak Kota Hujan ini tidak jauh dengan ibukota. Berbicara tentang wisata Bogor, Curug memang menjadi primadona. Salah satunya yakni Curug Ciampea dan Green Lagoon. Dua lokasi wisata di Bogor ini memang tak bisa dipisahkan, lokasinya sendiri berada di lereng barat laut Gunung Salak dengan alamat Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mungkin banyak diantara kalian yang belum mengetahui, lokasi ini sebenarnya berdekatan dengan Curug Luhur, Curug Cipeuteuy, serta Curug Sawer.       View this post on Instagram Ingatan tak seperti memory card yg bisa kita pilih bagian baik dan kita hapus bagian buruknya. Ingatan adalah rangkaian kenangan manis,asam,asin&pahit. Ikhlas kan karena itu konsekuensi atas pilihan2 kita di masa lalu, &sebagai cermin pembanding untuk lebih baik lagi di masa yg akan datang. #greenlagoon #greenlagoonbogor #halfunderwater #underwater #underwaterphotography #gopro #domeport #wisatabogor #curugbogor #indoflashlight #indoflashlightbogor #zonafotografi #keluarbentar #indotravellers #explorebogor #instagram #instagood #instapic #instalike #like4likes #like4follow #followforfollowback A post shared by Deri Sukmagar E.P (@deri_sukmagar) onAug 1, 2018 at 7:38pm PDT Dan yang menjadi terkenal salah satunya curug Ciampea yang akan kita bahas ini. Airnya super segar dan super bening di kolam sangat pas untuk dilakukan underwater photography. Kolam atau disebut juga dengan Green Lagoon ini memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Anda bisa bebas melalukan freediving tanpa takut terantuk bebatuan di bawahnya. Apalagi kesejukan airnya sudah bukan rahasia lagi. Airnya memang terlihat berwarna hijau, padahal ini hanyalah pantulan warna dari daun-daun yang berada di pohon sekitar lokasi. Green Lagoon sebenarnya adalah bongkahan lava membeku dari letusan Gunung Salak. [Baca juga : "Spot Favorit Menikmati Keindahan Kota Bogor Dari Gunung Kapur Ciampea"] Kalau ingin menyelam atau berkunjung ke sini, pastikan saat cuaca sedang bagus. Debit air akan normal dan arus air masih bisa terkendali. Namun jika datang saat cuaca buruk atau curah hujan tinggi, ada baiknya tidak melakukan penyelaman. Ini karena ancaman air bah bisa saja muncul. Nah buat kalian yang ingin menyelam dan mendapatkan foto keren jangan lupa membawa kamera underwater kamu. Untuk harga tiket sendiri kalian akan dikenakan biaya sebesar Rp20.000. (Sumber: Artikel bogor.pojoksatu.id Foto rumahmimpi05.blogspot.com)
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...