TripTrus.Com - Lo tau gak sih, Karawang di Jawa Barat itu bukan cuma soal rumah pengasingan Bung Karno sama Bung Hatta aja, tapi juga ada spot-spot wisata sejarah yang gak kalah keren. Misalnya, ada Monumen Kebulatan Tekad yang dibangun tahun 1950, dulunya markas PETA, nih. Monumen ini bukan cuma jadi tempat buat foto-foto, tapi juga bikin lo nambah ilmu sejarah, apalagi ada relief yang ceritain perjuangan para pahlawan pas masa perang dulu. Kece abis, kan?
Gak cuma itu, ada juga Monumen Perjuangan Rawagede sama Taman Makam Pahlawan (TMP) Sampurnanaga yang berada di Desa Balongsari. Di sana, lo bisa ngeliat makam para pahlawan yang diatur super rapi, lengkap dengan nama-nama mereka di tiap petak makam. Serius deh, tempat ini jadi salah satu destinasi favorit buat orang-orang yang pengen napak tilas perjuangan bangsa.
Nah, kalau lo pengen ngeliat peninggalan masa kolonial, mampir deh ke Bendung Walahar yang udah ada sejak tahun 1923. Ini tempat keren banget buat liat gimana Belanda dulu bangun bendungan yang sampai sekarang masih difungsikan buat irigasi sawah luas. Lo juga bisa sekalian jalan-jalan ke SDN Pisangsambo 1 yang masih berdiri kokoh walaupun dibangun sejak tahun 1912. Uniknya, bangunan sekolah ini awalnya dibangun di Dusun Kutaampel, tapi karena sering kebanjiran, akhirnya dipindahin ke Desa Pisangsambo tahun 1928.
View this post on Instagram
A post shared by PWI Kabupaten Karawang (@pwikarawang)
Jangan lupa juga buat mampir ke Tugu Bojong Rengasdengklok yang berbentuk tiga buah tangan. Tugu ini sering banget dijadiin tempat upacara peringatan Hari Kemerdekaan dan napak tilas sejarah. Gak heran sih, soalnya tugu ini emang dibangun buat memperingati Proklamasi Kemerdekaan di depan Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
[Baca juga : "Banda Neira, Pulau Pala Dan Jejak 4 Rumah Pengasingan Dalam Sejarah Indonesia"]
Jadi, buat lo yang demen sejarah Buddha, jangan lupa mampir ke Kompleks Percandian Batujaya, bro! Di sini ada empat candi Buddha kece, yaitu Candi Jiwa, Candi Blandongan, Candi Serut, dan Candi Telagajaya. Lokasinya dulu sih merupakan danau atau rawa, dan candi-candinya dibangun di tepian. Tempat ini bener-bener mantap buat nambah wawasan sejarah dan spiritual lo!
Kalau udah puas muterin tempat bersejarah, langsung aja deh cicipin kuliner khas Karawang. Karawang emang dikenal kota industri, tapi jangan salah, bro! Di sini banyak banget kuliner legendaris yang udah ada dari dulu dan rasanya tuh unik banget. Ada Sorabi Kuntilanak atau Sorabi Hijau M. Kasim Rengasdengklok yang wajib dicoba. Nama Sorabi Kuntilanak diambil dari lokasinya yang deket banget sama Tempat Pemakaman Umum, tapi jangan khawatir, sorabinya tuh bikin nagih! SUdah eksis sejak 1995 dan jadi salah satu kuliner legendaris Karawang. Keunikan dari sorabi ini adalah pembuatannya yang masih tradisional tanpa tambahan zat perasa atau gula buatan. Dijamin lo bakal ketagihan!
Selain itu, jangan lewatkan Pepes Walahar H. Dirja yang udah terkenal banget. Kedai ini udah ada sejak 1986, awalnya jualan ikan jambal dari Sungai Citarum, sekarang udah jadi bisnis pepes yang sukses besar. Menu andalannya tentunya pepes ikan jambal yang rasanya bikin lo ketagihan!
Jadi, kalau lo lagi di Karawang, pastiin mampir ke tempat-tempat ini. Lo nggak cuma dapet pengalaman wisata, tapi juga bisa nambah wawasan sejarah yang bikin lo makin cinta sama Indonesia! Plus, jangan lupa foto-foto biar trip lo makin keren dan hits! (Sumber Foto @nugroho_ajo)
...moreTripTrus.Com - Talk show tentang wisata di kawasan Pecinan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, ternyata menarik perhatian pengunjung Astindo Fair 2017. Tentu saja, itu di luar potongan harga yang menjadi daya tarik utama travel fair tersebut.
Apa yang istimewa dari wisata Lasem ini? Reporter dan fotografer Kompas.com, Wahyu Adityo Prodjo dan Garry, menceritakannya dengan gamblang caemnya (keindahan) Lasem pada talk show ini. "Kalau di Jakarta ada kawasan Pecinan Glodok, kalau di Rembang ada kawasan Pecinan Lasem. Lasem ini lebih luas dari segi wilayah dan budaya Tionghoa-nya daripada Pecinan Glodok," kata Wahyu memberi kata pembuka pada talk show yang diadakan di main stage JCC, Jumat (24/3/17).
Sumber: Foto latitudes.nu
Menurut Wahyu, banyak atraksi dan destinasi yang bisa dikunjungi di sana. Misalnya, wisata sejarah, wisata kuliner, hingga wisata religi misalnya klenteng Konfusianisme atau Konghucu dan Masjid Jami Lasem. "Arsitektur bangunan di sana masih banyak yang bergaya Tiongkok Selatan dan Tiongkok - Hindia. Kelenteng di Lasem juga berbeda dengan arsitektur bangunan klenteng di Glodok dan Cirebon, di Lasem tembok-temboknya lebih ramai dengan mural yang mengandung cerita masa lalu," ujar Wahyu.
Bangunan klasik bergaya Tiongkok Selatan ini sangat unik dan bahkan instagramable untuk dijadikan latar foto. "Kalau yang suka fotografi, Lasem memberikan ruang bagi Anda untuk berkreasi dengan berbagai latar bangunan sejarah ataupun warga lokal di sana. Di Lasem, bangunan pos kamling pun terlihat 'wah' dengan arsitektur khas Tionghoa-nya," ujar Garry, seraya menujukkan hasil jepretannya di layar.
"Patut diingat, kalau mau mengambil gambar biasakan izin terlebih dahulu kepada penjaga atau pemilik bangunan/kuil, karena ada salah satu bagian yang tidak boleh diambil gambarnya," saran dia.
Lalu bagaimana mengenai transportasi, akomodasi dan kuliner di sana?
"Lasem bisa dijangkau dari Semarang menggunakan bus. Jadi yang ingin ke Lasem, bisa melalui Semarang. Semarang bisa dilalui oleh pesawat terbang, bus dan kereta api dari kota-kota lainnya di Indonesia," ujar Wahyu. Lasem juga kaya dengan wisata kulinernya. Ada lontong tuyuhan sebagai makanan yang wajib dicoba. Dipadu dengan ayam kampung yang diolah rempah yang kaya, lontong tuyuhan bisa dinikmati dengan harga hanya Rp 10.000.
"Coba juga durian khas Lasem yang rasanya manis-pahit. Harganya juga murah," kata dia Wahyu.
Untuk akomodasi di Lasem, ungkap Wahyu, harga per harinya relatif terjangkau. Ada penginapan dengan biaya Rp 390.000, ada juga penginapan ala backpacker dengan biaya hanya Rp 50.000 per malamnya. Menurut dia, waktu terbaik untuk mengunjungi Lasem sebenarnya ketika perayaan Cap Go Meh. Namun, karena perayaan Cap Go Meh diadakan pada awal tahun, biasanya wisatawan yang berkunjung akan sedikit direpoti oleh hujan.
"Dengan bujet Rp 500.000 sebenarnya sudah bisa kita berpetualang di Lasem selama 3 hari 2 malam. Harga tersebut sudah termasuk akomodasi, transportasi, wisata kuliner, bahkan untuk beli oleh-oleh," kata Wahyu lagi. "Untuk oleh-oleh, Anda bisa membeli batik tulis khas Lasem yang mempunyai corak dan pola yang unik," ujarnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)
...moreTripTrus.Com - Bro, traveling pas puasa tuh emang PR banget! Lo harus tahan laper, haus, plus tetep fit biar perjalanan tetep asik. Tapi santai, ada cara biar lo gak loyo meskipun lagi road trip atau jalan-jalan di bulan Ramadan. Nih, simak tipsnya biar lo tetep strong dan puasanya lancar!
View this post on Instagram
A post shared by ROAM (@experiencesbyroam)
1. Bawa Bekal Sendiri, Jangan Ngandelin Takdir!
Gak semua tempat yang lo datengin jual makanan yang cocok buat sahur atau buka. Makanya, lo wajib bawa bekal sendiri! Pilih makanan yang banyak proteinnya, serat, dan lemak sehat biar tenaga lo tahan lama.
Kalau ribet bawa makanan berat, lo bisa sedia camilan sehat kayak kurma, kacang-kacangan, atau granola. Praktis, gampang dibawa, dan bikin lo tetep bertenaga sampai magrib!
2. Minum yang Cukup, Jangan Sampai Kekeringan!
Dehidrasi pas puasa itu nyiksa banget, apalagi kalau lo lagi di perjalanan jauh. Solusinya? Maksimalin asupan cairan pas sahur dan buka.
Hindarin kopi atau teh berlebihan, soalnya bikin badan makin kering. Mending pilih air putih, infused water, atau air kelapa biar elektrolit lo tetep seimbang.
[Baca juga : "10 Event Paling Kece Di Karisma Event Nusantara 2025! Lo Wajib Merapat!"]
3. Jangan Maksa! Kurangin Aktivitas Berat
Emang sih, traveling itu bikin pengen jalan-jalan terus. Tapi inget, lo lagi puasa! Jangan kebanyakan jalan kaki atau aktivitas yang bikin energi lo cepet abis.
Kalau bisa, pilih transportasi yang nyaman biar gak gampang capek. Mau ngebolang ke tempat wisata? Atur jadwalnya setelah buka puasa biar lo tetep bisa enjoy tanpa harus ngos-ngosan!
4. Makan yang Sehat Pas Buka, Jangan Kalap!
Pas azan magrib berkumandang, jangan langsung hajar makanan manis berlebihan! Lonjakan gula darah bisa bikin lo makin lemes.
Pilih makanan yang seimbang, kayak karbo kompleks, protein, dan lemak sehat biar tenaga lo tetep stabil. Kalau susah cari makanan sehat di perjalanan, bawa cadangan kayak sup instan bergizi atau makanan kemasan tinggi protein dan serat. Praktis dan tetep sehat!
5. Batasi Minuman Manis, Jangan Ketipu!
Gue tau banget, pas buka tuh suka kepengen minum es teh manis atau soda. Tapi hati-hati, kebanyakan gula malah bikin badan makin drop!
Mending pilih minuman yang bikin badan lo tetep fresh, kayak jus buah asli tanpa gula tambahan, teh herbal, atau cukup air putih aja. Badan lo bakal lebih segar dan gak gampang capek!
Jadi gitu, guys! Traveling pas puasa emang butuh trik biar tetep strong dan gak gampang KO. Yang penting, jaga pola makan, minum yang cukup, dan atur ritme biar lo bisa tetep jalan-jalan tanpa ganggu ibadah puasa. Siap ngebolang meskipun lagi Ramadan? (Sumber Foto @canva.com)
...moreTripTrus.Com - Gue kasih update tentang outlook 2025 deh. Jadi, Kementerian Pariwisata udah bikin target untuk turis mancanegara yang bener-bener high quality spender, yang artinya mereka yang bakal ngabisin duit lebih banyak dan stay lebih lama di Indonesia. Targetnya sih sekitar 14-16 juta turis masuk ke Tanah Air, naik 2 juta dibanding tahun kemarin. Optimis banget, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Khas Parapat Hotel (@khasparapat_hotel)
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, bilang mereka bakal fokus ke quality tourism alias pariwisata berkualitas, dengan menambahin pengalaman yang lebih baik dan mempertahankan kualitas yang udah ada. Bahkan, tahun ini nggak bakal ada pembangunan destinasi wisata baru, guys! Semua perhatian langsung ke 5 kota yang udah ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas (DSP) di bawah pimpinan Sandiaga Uno. Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata, bilang kalau mereka lebih milih untuk mempercepat daya saing destinasi ini di mata dunia. Lima kota yang dimaksud itu ada di Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, semuanya punya potensi gede buat tarik investasi dan dukung ekonomi lokal.
Kemenpar juga nggak cuma fokus ke kota-kota besar, tapi juga ngembangin desa wisata. Ada 6.057 desa wisata yang tersebar di Indonesia, guys! Di sini bakal ada pelatihan buat tingkatin potensi lokal, kayak kuliner, wisata laut, atau wellness tourism. Nggak cuma itu, mereka juga naikin standar kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan buat narik turis yang high quality spender. Dengan begini, harapannya devisa bisa naik dan ekonomi Indonesia tumbuh lebih pesat.
[Baca juga : "Grebek Sudiro, Tradisi Jawa-Tionghoa Yang Gokil Abis Di Solo!"]
Menurut pengamat dari Asita, Budi Ardiansjah, target 14-16 juta turis bisa tercapai, apalagi di tahun politik kemarin aja sudah ada 12,66 juta wisatawan yang datang ke Indonesia. Tapi, meskipun begitu, sektor pariwisata kayaknya belum bisa balik lagi ke angka sebelum pandemi yang sempet tembus 16 juta turis.
Kemenpar juga bakal ngeboost pemasaran lewat program digitalisasi yang lagi hits, yaitu Tourism 5.0. Salah satu program utamanya adalah bikin website baru dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang nantinya bisa bantu turis buat lebih ngerti tentang wisata Indonesia dan bikin mereka lebih tertarik buat booking. Jadi, nggak cuma pencarian aja, tapi bisa langsung booking hotel atau visa juga, guys!
Selain itu, Kemenpar bakal bikin event-event internasional yang bisa menarik turis, kayak MotoGP di Mandalika dan Kejuaraan Dunia Aquabike di Danau Toba. Tapi menurut Budi, masih kurang kalau cuma ngandelin dua event besar ini doang. Idealnya sih, satu bulan harus ada minimal satu event yang gede, entah itu MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition) atau konser internasional.
Walaupun ada pemangkasan anggaran, Ni Luh Puspa bilang kalau target 14-16 juta turis tetap bisa tercapai. Emang sih, anggarannya turun sekitar 53 persen, tapi Kemenpar tetap optimis karena mereka bakal kolaborasi sama swasta dan asosiasi untuk bikin promosi yang lebih gila-gilaan.
Jadi, intinya pemerintah udah siap banget buat ningkatin kualitas pariwisata, fokus ke destinasi yang udah ada, dan nggak ragu buat kolaborasi demi mencapai target yang ambisius ini! (Sumber Foto @jems_mts)
...moreTripTrus.Com - Moseleum Van Motman terletak di kota Bogor dan merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik dengan sejarah dan misteri yang menakjubkan. Meskipun terbengkalai dan terabaikan, moseleum ini masih memiliki daya tarik dan pesona yang unik bagi pengunjung yang mencari petualangan dan eksplorasi.
Moseleum Van Motman, yang juga dikenal sebagai Makam Van Motman, adalah kompleks makam yang dibangun pada masa kolonial Belanda. Dahulu, tempat ini digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi keluarga Van Motman yang berasal dari Belanda. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, moseleum ini mengalami pengabaian dan kondisinya semakin memprihatinkan.
View this post on Instagram
A post shared by ꫀρ 🍒 (@wandaepi15)
Meskipun terbengkalai, Moseleum Van Motman tetap menawarkan daya tarik yang memikat. Bangunan kolonial Belanda yang menjulang tinggi dengan arsitektur klasiknya memberikan kesan yang megah dan misterius. Meskipun terdapat kerusakan dan kurangnya pemeliharaan, bangunan ini masih mampu memberikan gambaran tentang kejayaan masa lalu dan kehidupan kolonial di Bogor.
Ketika mengunjungi Moseleum Van Motman, pengunjung akan merasakan aura misteri yang mengelilingi tempat ini. Suasana hening dan terbengkalai menciptakan atmosfer yang menarik bagi para petualang dan pecinta sejarah. Menelusuri setiap sudut moseleum yang berdebu dan berkerut adalah seperti melakukan perjalanan waktu ke masa lalu.
Selain bangunan utama, kompleks moseleum ini juga dilengkapi dengan pemakaman keluarga Van Motman yang memancarkan kesan mistis. Makam-makam yang sudah lapuk dan terlantar memberikan nuansa misteri dan kedamaian yang tak tergantikan. Mengamati setiap detail makam, memahami lambang-lambang dan ornamen-ornamen yang tersisa, akan memberikan pengalaman yang menggetarkan dan menyentuh.
Namun, penting untuk diingat bahwa Moseleum Van Motman adalah tempat yang terbengkalai dan kurang terawat. Kondisinya mungkin tidak memenuhi ekspektasi wisatawan yang mengharapkan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Pengunjung harus siap menghadapi bangunan yang rapuh dan terabaikan.
[Baca juga : "Menyaksikan Keindahan Alam Di Wisata PLTA Kracak Leuwiliang"]
Bagi para petualang dan pecinta sejarah, Moseleum Van Motman adalah destinasi wisata yang menarik untuk dijelajahi. Pengalaman unik dan eksplorasi di tengah kondisi terbengkalai akan memberikan perspektif yang berbeda tentang sejarah dan kehidupan di masa lalu. Namun, tetaplah berhati-hati dan menghormati tempat yang telah terlupakan ini.
Jika Anda tertarik untuk mengunjungi Moseleum Van Motman, pastikan untuk membawa perlengkapan yang sesuai, seperti alas kaki yang nyaman dan pakaian yang sesuai dengan cuaca. Selain itu, jangan lupa membawa air minum dan makanan ringan. Tetaplah menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan sekitar.
Moseleum Van Motman di Bogor adalah destinasi wisata yang menarik dan sarat misteri. Meskipun terbengkalai, keindahannya yang memikat dan sejarah yang terkandung di dalamnya masih dapat dinikmati oleh para petualang yang berani. Jadi, jangan ragu untuk memasuki dunia misterius Moseleum Van Motman dan temukan keajaiban yang tersembunyi di dalamnya. (Sumber Foto @raynardthanpontoh)
...moreIkuti trip ke Semarang dan Jawa Tengah untuk melihat peninggalan Cheng Ho: http://triptr.us/Bp
TRIPTRUS - Lebih dari enam ratus tahun yang lalu, tepatnya tanggal 11 Juli 1405, 317 kapal yang diawaki oleh lebih dari 28 ribu awak kapal memulai perjalanan mereka yang bernama "Ekspedisi Harta Karun" yang ditujukan untuk menunjukkan kekuatan Kekaisaran Cina kepada dunia. Di bawah komando seorang laksamana Kekaisaran Cina bernama Cheng Ho, armada kapal itu mengelilingi Asia dan sekitarnya, dan berkali-kali mengunjungi Indonesia, bahkan membantai habis kawanan bajak laut di Palembang.
Salah satu jejak peninggalan perjalanan armada Laksamana Cheng Ho dapat dikunjungi di Simongan, Semarang - yaitu Kuil Sam Poo Kong. Kuil megah yang mempunyai julukan "Gedong Batu" ini bentuknya merupakan sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah buki batu. Meski Cheng Ho sendiri memeluk agama Islam, tapi tempat itu juga digunakan sebagai tempat pemujaan masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia atau wisatawan dari Cina. Banyak pula warga muslim dari Cina yang mengunjungi kuil ini. Nama Cheng Ho sendiri sudah terkenal di dunia lewat pelayarannya. Meski dia adalah seorang kasim (pelayan istana), tetapi Cheng Ho menyandang gelar Laksamana dan merupakan orang kepercayaan Kaisar Yongle - yang menduduki tahta Dinasti Ming pada saat itu.
Bangunan kuil Sam Poo Kong ini mengambil nama dari julukan Cheng Ho, Sam Poo Tay Djien. Cheng Ho dan armadanya mengadakan enam kunjungan ke Jawa, dari tujuh kali ekspedisinya ke seluruh Asia. Kuil Sam Poo Kong sendiri awalnya dipercaya sebagai markas armada Cheng Ho saat sedang berlayar melewati Laut Jawa dan terpaksa berhenti karena salah satu orang kepercayaannya jatuh sakit. Cheng Ho pun menggunakan gua batu itu untuk bersembahyang, lalu sebelum meninggalkan Jawa, ia membangun masjid di gua itu. Masjid itulah yang kini dikenal sebagai Kuil Sam Poo Kong.
Ada lima kompleks kuil di Sam Poo Kong yang arsitekturnya merupakan perpaduan arsitektur Cina dan Jawa. Kelima bangunan itu adalah Sam Poo Kong, Tho Tee Kong, Kuil Kyai Juru Mudi, Kuil Kyai Jangkar, dan Kuil Kyai Cundrik Bumi. Dan satu tambahan lagi, yaitu Mbah Kyai Tumpeng. Semua bangunan itu terletak di area seluas 3,2 hektar.
Photos taken from: Wikipedia
...moreTRIPTRUS - Ada 4 hal yang membuat traveler muslim berbeda dan istimewa. Apa saja?
Berbeda dengan wisatawan kebanyakan, wisatawan muslim memiliki beberapa kebutuhan dan pedoman penting yang wajib dipenuhi selama melakukan traveling jarak jauh. Inilah yang kemudian membuat traveler muslim menjadi lebih 'istimewa' ketimbang traveler pada umumnya.
Dilansir dari muslimtravelgirl.boardingarea.com, ada 4 hal yang membuat traveler muslim berbeda dan istimewa. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Salat
Ini adalah perbedaan terbesar yang dimiliki traveler muslim. Saat melakukan perjalanan antarnegara, traveler muslim akan selalu memikirkan kapan waktu salat dan tempat terbaik untuk melakukan salat.
Berbeda dengan traveler pada umumnya, traveler muslim diwajibkan untuk meluangkan waktu 5 kali sehari untuk melakukan salat meski sedang dalam perjalanan. Karena itu tak heran sering kita lihat banyak traveler muslim yang melakukan salat di tempat-tempat umum seperti lounge bandara, sudut stasiun kereta api dan tempat lainnya.
Sebaiknya sebisa mungkin traveler muslim yang sedang melakukan perjalanan jauh tak meninggalkan kewajiban salat 5 waktu. Kalaupun kesulitan dalam mengejar waktu, para traveler dapat melakukan Jamak atau Qashar.
2. Makanan Halal
Kehalalan makanan menjadi salah satu perhatian utama para traveler muslim. Karena itu, saat sedang traveling ke negara-negara lain terutama negara nonmuslim biasanya traveler muslim akan sangat selektif dan berhati-hati dalam memilih makanan dan tempat makan.
Namun menariknya, kini banyak negara di berbagai belahan dunia yang telah menerapkan konsep wisata ramah muslim. Tengok saja Jepang dan Korea Selatan yang kini banyak menyediakan kuliner halal demi mengakomodir para traveler muslim.
3. Kegiatan
Meski sedang traveling atau liburan, ada batasan-batasan tertentu yang harus selalu dijaga dan diperhatikan oleh traveler muslim. Traveler muslim tak boleh melakukan aktivitas yang melanggar syariat, seperti minum alkohol atau menari di klub malam.
Traveler berhijab pun seringkali harus memperhitungkan fasilitas-fasilitas yang memisahkan antara bagian pria dan wanita saat sedang berlibur. Misalnya memilih kolam renang hotel atau fasilitas spa yang memisahkan wanita dan pria.
4. Waktu Bepergian
Waktu bepergian yang tepat selalu menjadi pertimbangan para traveler muslim. Misalnya selama bulan Ramadan, traveler muslim biasanya tak akan melakukan perjalanan menjelajahi dunia. Karena pada bulan ini traveler akan fokus berpuasa dan melakukan ibadah lainnya. Saat bulan Ramadan kebanyakan traveler muslim justru tertarik untuk melakukan perjalanan umrah ke Tanah Suci. (Sumber: Artikel travel.dream.co.id Foto smartmeetings.com)
...moreTripTrus.Com - Punya hobi menikmati wisata sejarah? Tak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota untuk bisa memuaskan minat Anda. Sebab, Jakarta punya banyak sekali destinasi menarik yang bisa dikunjungi untuk melakukan trip tersebut.
"Selain bersejarah, tempat wisata Jakarta ini pun terkenal sebagai destinasi murah meriah. Jadi, tak perlu takut isi dompet akan terkuras saat ingin mengunjungi destinasi wisata ini."
Berikut daftar tempat wisata sejarah murah meriah yang bisa Anda kunjungi di waktu liburan akhir pekan, seperti:
1. Kawasan Kota Tua
History of Djakarta #batavia #jakarta #old #kotatua #oldcity #bw #black #history #2018 #camera #
A post shared by Freelense Photography (@old_lense) onJan 7, 2018 at 7:47pm PST
Kalau yang satu ini tentulah sudah tahu. Ya, Kawasan Kota Tua Jakarta memang jadi peninggalan kolonial Belanda yang masih bertahan hingga saat ini. Jejak-jejak masa lampau sangat terasa ketika Anda melihat berbagai macam bangunan tua yang berdiri kokoh di sana. Arsitektur bernuansa Eropa klasik yang kental bisa membuat Anda seperti berada di masa lampau. Berwisata sejarah makin seru karena di tempat ini terdapat berbagai atraksi wisata menarik, mulai dari trip museum, sewa sepeda ontel, tempat wisata kuliner, hingga beragam keseruan lainnya.
2. Kepulauan Seribu
Berwisata ke pulau kelor, cipir, dan onrust. Pulau2 yang menjadi saksi sejarah perjalanan panjang dari Batavia sampai Jakarta. Pulau yang menjadi garda terdepan pertahanan Batavia sekaligus pengasingan bagi narapidana bahkan yang terjangkit penyakit. Tempat yang terkesan mengisolasi manusia ini pun pernah digunakan sebagai asrama haji bagi mereka kaum muslim yang akan pergi haji dengan kapal. Pertanyaan yang menarik yang kemudian muncul adalah, mengapa Belanda mengurusi haji? Padahal kita tau Belanda adalah kerajaan kristen.
A post shared by kholidzam (@kholidzaim) onNov 26, 2017 at 5:00am PST
Selain menikmati keindahan pulau dan pantai yang cantik, Anda pun bisa berwisata sejarah saat masuk ke kawasan Kepulauan Seribu dengan mendatangi Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust yang dijadikan sebagai cagar budaya. Di pulau-pulau ini terdapat bangunan bersejarah seperti Benteng Martello, reruntuhan gedung tua, museum, hingga makam Kartosuwirjo. Kalau ingin datang ke sana, Anda bisa ikut open trip yang diselenggarakan jasa agen travel. Rata-rata biaya yang diperlukan berkisar Rp 150-300 ribu untuk tur sejarah satu hari penuh.
3. Monumen Nasional
Jangan hanya suka dengan profesi mu, cintai profesi mu semua yang terasa ringan seberat apapun cobaannya. . . . #HappyMonday #GoodMorning #Jakarta #ThePowerOfSilent #MancungDikit
A post shared by Surya Darma (@suryaceh) onJan 7, 2018 at 3:41pm PST
Monumen Nasional atau biasa disebut Monas adalah salah satu ikon wisata Indonesia yang sudah dikenal dunia. Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat melawan penjajahan Belanda. Saat berada di Monas jangan lupa kunjungi Museum Sejarah Nasional dan Ruang Kemerdekaan untuk melihat beragam diorama yang bercerita tentang gigihnya para pahlawan mengusir bangsa kolonial.
4. Monumen Pancasila Sakti
Sabtu belajar sejarah. #Jakarta #museum #ayokemuseum #history
A post shared by travellie (@travellie__) onSep 9, 2017 at 8:03am PDT
Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang wafat dalam tragedi G30S/PKI. Selain monumen, daya tarik utama di sini tentunya adalah Sumur Lubang Buaya, tempat jenazah tujuh pahlawan revolusi dibuang dulu. Ada juga Museum Pengkhianatan PKI, Museum Paseban, rumah sederhana yang dulu dijadikan dapur umum, pos komando, dan rumah penyiksaan.
5. Museum Bahari
Selamat pagi, cuaca mendung diiringi rintik hujan yang turun dari langit yang menandakan berkah di pagi hari ... tetap semangat kawan-kawan ... #museumbahari #menara #syahbandar #enjoyjakarta #newyear2018 #ayokemuseum
A post shared by Museum Kebaharian Jakarta (@museumkebaharianjkt) onJan 3, 2018 at 5:02pm PST
Museum Bahari dulunya adalah gudang rempah-rempah VOC yang berada di tepi Teluk Jakarta yang merupakan pusat perniagaan penting pada masanya. Nuansa sejarah sangat terasa saat berada di dalam museum ini. Pasalnya, arsitektur yang digunakan masih mempertahankan keaslian bangunannya. Bisa dilihat dari tiang penyangga gedung yang terbuat dari kayu ulin berdiri kokoh hingga saat ini. Anda bisa mendapatkan banyak informasi menarik tentang dunia bahari Indonesia di sini. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto Amieykha)
...moreTripTrus.Com - "Guys, dengerin nih, tahun 2024 bakal jadi puncaknya acara seru di Kota Bandung! Pj Wali Kota kita, si Bambang Tirtoyuliono, bilang kita harus nge-boost potensi pariwisata dan kebudayaan. Makin kece, loh, karena sekarang Bandung udah punya infrastruktur pariwisata yang oke banget, ditambah ada event-event keren sepanjang tahun 2024 yang masuk dalam Calendar of Event (COE)!"
Bambang cerita pas lagi mampir ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung. Dia bilang, "COE udah kita luncurin, bro. Ini harus sampe ke telinga banyak orang. Kita pengen tarik turis lokal dan internasional, COE ini keren abis!" Dia juga dorong Disbudpar bekerja sama sama Diskominfo buat terus nge-branding dan komunikasi publik yang oke tentang Bandung, supaya tingkat kunjungan wisata ke Kota Bandung makin naik.
View this post on Instagram
A post shared by Zia & Dinda (@ziadinda_)
"Kita harus informasin lebih banyak lagi soal destinasi wisata di Bandung, bro. Banyak yang cuma tau beberapa aja, padahal di Bandung banyak banget, kan? Kita coba explore potensi-potensi baru buat jadi pilihan wisata," tambahnya.
Dia contohin Braga, tuh. Menurut dia, Braga harus di-makeover biar enak buat para wisatawan. "Gue pengen Braga jadi tempat yang bisa dinikmati sama orang Bandung dan luar Bandung. Jangan sampe rame kendaraan. Gue pengen Braga jadi objek wisata Bandung yang keren," ujar Bambang.
Selain itu, Bambang bilang potensi budaya juga harus terus di-upgrade dengan ngasih lebih banyak ruang buat para budayawan. "Ada banyak gedung seni keren di Bandung, kayak Bandung Creative Hub, Padepokan Mayang Seni Sunda, Teras Sunda Cibiru, gitu. Trus taman-taman juga bisa dipake buat pertunjukan seni. Kebudayaan harus lebih bisa eksis dan beri nilai buat Bandung. Ada 1200 lingkungan seni dan 120 maestro yang harus kita dorong. Ada BCH, Mayang Sunda, kita harus rancang supaya temen-temen budayawan bisa ekspresi diri dengan maksimal," paparnya.
[Baca juga : "Bro, NTB Nyemplungin 36 Event Keren Buat Tahun 2024 Nih!"]
Dia berharap, dengan peningkatan kualitas wisata dan budaya, Bandung bisa jadi lebih keren lagi. "Ayo, kita wujudin visi misi Kota Bandung, bikin Bandung jadi lebih kece lagi!" serunya.
Nah, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Arief Syaifudin, nambahin, "Kolaborasi itu kuncinya, guys, buat tingkatin potensi wisata dan budaya. Kita optimal banget di kerjaan ini, soalnya Bandung punya perusahaan-perusahaan besar buat promosi. Kita kerja sama sama perusahaan-perusahaan itu, contohnya Bandung Great Sale, bisa dapet uang sampai Rp69 miliar, lho!"
Soal budaya juga lagi disiapin, guys. Disbudpar lagi ngerjain revisi Perda Cagar Budaya buat selesain masalah cagar budaya di Kota Bandung. "Kita lagi susun revisi perda, semoga bisa selesain urusan cagar budaya Bandung ke depannya," pungkasnya. Seru, ya, rencananya Kota Bandung! (Sumber Foto @dogdays_photolab)
...more