shop-triptrus



Menelusuri Kawasan Glodok Sebagai Kota Pecinan

TripTrus.Com - Pemukiman Tionghoa atau biasa disebut Pecinan (China Town) terdapat hampir di berbagai kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Kawasan Pecinan, dalam sejarahnya selalu menjadi penopang sekaligus jantung yang menggerakan detak perekonomian. Diantara denyut kehidupan, kawasan pecinan bernama Glodok di Jakarta Barat, terdapat jejak sejarah warga etnis Tionghoa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Jakarta. Glodok biasa warga Jakarta mengenalnya. Pada siang hari daerah ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan, sedangkan pada malam hari berubah menjadi pusat hiburan baik legal maupun ilegal. Konon nama Glodok bermula dari bunyi air “grojok-grojok” di daerah itu karena semula merupakan tempat pemberhentian dan pemberian minum kuda–kuda penarik beban. Namun menurut Mariah Waworuntu, seorang pemerhati sejarah dari Universitas Indonesia, nama Glodok berasal dari kata grobak, tempat membawa dan menjual air dari pancoran, yaitu glodok. [Baca juga : Melihat Sisi Sejarah Dari Jembatan Kota Intan] Dalam sejarahnya, jauh sebelum Belanda membangun Batavia tahun 1619, orang-orang Tiongkok sudah tinggal di sebelah timur muara Ciliwung tidak jauh dari pelabuhan. Mereka menjual arak, beras dan kebutuhan lainnya termasuk air minum bagi para pendatang yang singgah di pelabuhan. Namun, ketika Belanda membangun loji di tempat itu, mereka pun diusir. Baru, setelah terjadinya pembantaian orang Tionghoa di Batavia pada 9 Oktober 1740, orang-orang Tionghoa ditempatkan di kawasan Glodok. Dikawasan Glodok inilah terdapat beberapa bukti sejarah perjalanannya seperti, De Groot Kanaal (Kali Besar), Toko Merah, Jalan Perniagaan, Gang Kali Mati, Toko Obat Lay An Tong, SMUN 19, Rumah Keluarga Souw, gedung kantor Harian Indonesia, Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio) dan Gereja Santa Maria Fatima.   Located in the Chinatown of Jakarta - Glodok. This temple is originally named Kim Tek Ie (金德院) was completed in 1650 (368 years as of 2018), making it the oldest temple in Jakarta. . Fun fact: The Indonesian word for temple (“klenteng”) originated from one of the hall in this temple, the Kwan Im Teng (观音亭). A post shared by Tommy 🐻 (@hwangtommy) onMay 10, 2018 at 10:25am PDT Yang pertama adalah De Groot Kanaal (Kali Besar). Sekitar tahun 1950-an sebelum air sungai tercemar seperti sekarang, digunakan sebagai tempat mencuci dan mandi. Kedua adalah Toko Merah. Tidak jauh dari Kali Besar, di salah satu sisinya terdapat bangunan dengan bata merah. Orang mengenalnya dengan sebutan “Toko Merah” yang dibangun oleh Gustaff Baron Van Imhoff tahun 1730. Sepuluh tahun kemudian, bangunan ini menjadi saksi peristiwa pembantaian semua keturunan Tionghoa beserta keluarga, bayi, pasien rumah sakit dan lanjut usia atas perintah Gubenur Jendral Adrian Valckenier. Ketiga adalah Jalan Perniagaan. Sebelum bernama Jalan Perniagaan, jalan ini dikenal juga dengan sebutan Patekoan. Patekoan berarti delapan buah poci. Konon, dahulu ada seorang Kapiten Tionghoa bernama Gan Djie yang mempunyai istri orang Bali yang sangat baik hati. Tiap hari dia menyediakan delapan poci berisi air teh di jalanan itu, agar masyarakat yang melintas dapat mereguk air dengan gratis apabila mereka kehausan. Angka delapan merupakan angka keberuntungan masyarakat Tionghoa. Keempat adalah Gang Kali Mati, sekarang bernama Pancoran V banyak terdapat pedagang yang menjual makanan khas Tionghoa. Kelima adalah Toko Obat Lay An Tong. Meskipun bangunan ini sudah tidak digunakan sebagai toko obat lagi, namun bangunan tua ini masih terjaga keasliannya dari lantai sampai dinding dan atapnya yang belum mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Keenam adalah SMUN 19. Bangunan ini merupakan tempat pertama kali berdirinya sebuah organisasi Tionghoa bernama Tionghoa Hwee Kuan (THHK) atau Perhimpunan Tionghoa pada 17 Maret 1900. Satu tahun kemudian, THHK mendirikan sekolah modern pertama yang disebut Tiong Hoa Hak Tong. Gedung ini kini ditempati oleh SMUN 19. Ketujuh adalah Rumah Keluarga Souw. Tidak jauh dari SMUN 19, rumah ini dibangun tahun 1816 dan hingga kini masih menjadi milik keluarga tersebut. Rumah milik keluarga kaya raya ini masih terjaga keasliannya, meskipun sudah terlihat kusam dan tua. Kedelapan adalah gedung kantor Harian Indonesia. Gedung yang terletak di Toko Tiga Seberang adalah kantor harian berbahasa mandarin pertama di Indonesia, yaitu Harian Indonesia. Saat ini gedung kantor itu tidak difungsikan dan dipagar tinggi karena sekarang kegiatan kantor harian ini dipindahkan ke daerah Gajah Mada, satu gedung dengan harian kantor Republika Kesembilan adalah Kelenteng Toa Se Bio (Hong San Bio), disebut juga dengan Kelenteng Duta Besar, untuk menghormati dewa yang dipuja yaitu Toa Se Kong atau Paduka Duta Besar. Kesepuluh adalah Gereja Santa Maria Fatima, letaknya tidak jauh dari Kelenteng Toa Se Bio. Gereja ini khusus bagi warga Tionghoa. Awalnya gereja ini merupakan kediaman seorang Luitenant der Chinezenbermarga Tjioe. Oleh karena itu gereja ini kental dengan arsitektur yang diperuntukkan bagi pejabat Tionghoa masa pemerintahan Hindia-Belanda. Untuk menjangkau kawsan Glodok dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Glodok. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto flickr.com)
...more

Berwisata ke Tempat Asal 7 Kopi Terbaik di Indonesia

TRIPTRUS - Anda penggemar kopi dan suka jalan-jalan? Mungkin ini bisa dijadikan tantangan baru saat merencanakan perjalanan. Jika biasanya hanya mencicipi kuliner khas suatu tempat, mungkin kini Anda bisa berburu sesuatu yang lebih spesifik, kopi. Sebagai penghasil kopi nomor empat dunia, Indonesia pasti memiliki sentra-sentra produksi kopi di berbagai daerah. Ada beberapa jenis kopi yang ditanam petani Indonesia, sejak masa penjajahan Belanda. Dua jenis yang paling terkenal adalah kopi Arabika, dan Robusta. Dua lainnya adalah kopi Liberika dan Ekselsa, yang memiliki cita rasa berbeda. Belakangan, terdapat penggolongan baru yakni kopi Luwak, yang merupakan kopi sisa pembuangan Luwak. Kopi yang banyak terdapat di Jawa dan Sumatera ini, terkenal sangat enak dan mahal harganya. Tanaman kopi hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, sehingga tentu saja banyak obyek wisata yang juga bisa dinikmati di daerah asal kopi berikut: 1. Kopi Gayo Memiliki aroma dan kenikmatan yang khas. Hal ini terbentuk dari letak dataran tinggi Gayo, Aceh, dan beberapa unsur lingkungan sekitarnya. Kopi Arabica Gayo memiliki peringkat premium dan banyak diekspor ke negara-negara Eropa selain ke Amerika Serikat dan Asia. Sebagian besar komoditas kopi arabika Gayo tersebut dikembangkan di tiga Kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Nah, Anda tentu saja bisa berwisata ke tempat lain di Aceh, serta menikmati kuliner khas lainnya seperti mie Aceh. 2. Kopi Sidikalang Ini adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Udara yang sejuk dan dingin, dengan tanah pegunungan yang kaya mineral di kawasan Bukit Barisan menghasilkan biji kopi Sidikalang yang bermutu tinggi. Kopi Sidikalang sangat terkenal akan kenikmatan cita rasanya, bahkan telah diakui mampu bersaing dengan kopi Brazil. Kopi Sidikalang kerap disebut sebagai ikonnya Kopi Sumatra. Komoditas ini istimewa karena tumbuh di dataran tinggi vulkanis. Wisata lainnya yang bisa Anda kunjungi saat ke Sumatera Utara, tentu saja ada Danau Toba, dan kuliner di Medan yang enak-enak. 3. Kopi Arang Kopi ini diolah secara unik di Jember. Salah satu kopi terbaik di Jawa, berasal dari daerah Jawa Timur yang terkenal dengan nama Java Jampit. Kopi ini diproses dengan cara digosongkan. Uniknya, setelah diseduh air panas, akan tercium sedikit aroma cabe. Wisata lainnya yang bisa dinikmati di Jawa Timur, melimpah ruah dari gunung hingga ke pantai. 4. Kopi Toraja Komoditi yang juga mendunia adalah Kopi Toraja, Sulawesi Selatan. Kopi Toraja juga mempunyai rasa yang khas yaitu ada perpaduan rasa tanah. Kopi Toraja terdiri dari 2 macam yakni Arabika dan Robusta. Kandungan asamnya rendah serta memiliki body yang berat. Beberapa jenis kopi meninggalkan rasa pahit cukup lama di mulut, namun tidak dengan Kopi Toraja, rasa pahitnya langsung hilang. Sebelum ke Toraja, Anda bisa mampir di Makassar dan menikmati keindahan alam serta kuliner. Sedangkan di Tana Toraja, Anda bisa menikmati wisata alam dan budaya yang unik. 5. Kopi Kintamani Selain Kopi Gayo, gerai kopi tersohor ‘Starbucks’ ternyata menggunakan Kopi Kintamani sebagai bahan bakunya. Kintamani yang terletak di Bangli, Bali, merupakan sebuah kawasan yang terkenal akan hawa pegunungannya yang sejuk dan juga jenis anjingnya. Memiliki aroma yang lembut dan manis, kopi ini diperoleh dari perkebunan yang menggunakan sistem pengairan subak. Wisata lainnya yang bisa dinikmati di sana rasanya tak perlu dijelaskan lagi. Hampir tak ada pelancong yang tak mengenal Bali dan keindahan alam serta busayanya. 6. Kopi Flores Kopi yang satu ini dinikmati pasar di Amerika. Kopi Flores berbiji besar, warna berkilau, aroma coklat yang kuat serta menyajikan rasa berat di lidah dengan tingkat keasamaan yang tinggi. Kopi arabika ini berasal dari kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Wisata lainnya yang bisa dinikmati di Flores dan sekitarnya adalah pesona pantai yang masih tak terjamah. 7. Kopi Wamena Wamena adalah sebuah kota kecil yang terletak di lembah pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Iklimnya sangat dingin berkisar 15 derajat celcius. Kopi Arabika Wamena tumbuh di lembah Baliem, tanpa menggunakan pupuk kimia. Meski pengolahannya organik dan tradisional, namun para petani sangat memperhatikan kualitas dari kopi tersebut. Wisata lainnya di Papua tentu saja meliputi pemandangan alam dan wisata budayanya. (Sumber: Artikel indonesiana.tempo.co Foto wisataindonesia.biz)
...more

5 Destinasi Wisata Bahari Terbaik di Indonesia yang Wajib Lo Kunjungi pada Bulan Juli

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari destinasi liburan yang bisa bikin pikiran fresh sekaligus memanjakan mata, wisata bahari di Indonesia jelas nggak pernah gagal. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia punya deretan pantai, pulau eksotis, hingga surga bawah laut yang diakui dunia. Nah, bulan Juli jadi salah satu waktu paling ideal buat menjelajahi keindahan tersebut. Memasuki puncak musim kemarau, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia cenderung cerah, ombak lebih bersahabat, dan air laut terlihat jauh lebih jernih. Jadi, buat lo yang hobi snorkeling, diving, island hopping, atau sekadar rebahan santai di pantai, sekarang saatnya mulai menyusun rencana liburan.       View this post on Instagram A post shared by Alvin Bromo™ (@alvinalhuda) 1. Kepulauan Derawan Salah satu destinasi yang wajib masuk bucket list adalah Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur. Gugusan pulau ini terkenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di Indonesia. Saat Juli tiba, kondisi laut biasanya sedang prima dengan visibilitas yang sangat baik sehingga aktivitas snorkeling maupun diving terasa makin maksimal. Salah satu pengalaman yang paling unik adalah berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban. Selain itu, Pulau Maratua dan Pulau Sangalaki juga menawarkan panorama bawah laut yang penuh warna dengan terumbu karang yang masih terjaga. Buat penyelam berpengalaman, Barracuda Point menjadi lokasi favorit karena sering menghadirkan fenomena barracuda tornado yang spektakuler. 2. Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air Kalau lo lebih suka suasana tropis yang lengkap dengan kafe, pantai cantik, dan kehidupan malam yang seru, trio Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air di Lombok bisa jadi pilihan yang tepat. Ketiga pulau ini punya karakter yang berbeda. Gili Trawangan cocok buat lo yang ingin menikmati suasana ramai dan berbagai aktivitas seru. Sebaliknya, Gili Meno menawarkan atmosfer yang tenang sehingga pas untuk honeymoon atau healing tipis-tipis. Sementara itu, Gili Air berada di tengah-tengah, memadukan suasana santai dengan sentuhan kehidupan lokal yang masih terasa kental. Selama Juli, air laut di kawasan ini begitu jernih sehingga snorkeling bersama penyu di Turtle Point atau menyelam di berbagai dive site menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Kalau lagi santai, lo juga bisa mengelilingi pulau menggunakan sepeda karena kendaraan bermotor hampir tidak ada. 3. Pulau Weh Di ujung paling barat Indonesia, Pulau Weh di Sabang juga menyimpan pesona bahari yang luar biasa. Banyak orang mengenalnya sebagai lokasi Titik Nol Kilometer Indonesia, padahal keindahan bawah lautnya nggak kalah memikat. Saat musim kemarau, kondisi laut di sekitar Pulau Weh sangat tenang sehingga cocok untuk snorkeling maupun diving. Pantai Iboih dan Pulau Rubiah menjadi lokasi favorit bagi wisatawan yang baru pertama kali menyelam karena airnya tenang dan biota lautnya sangat beragam. Sementara itu, penyelam berpengalaman bisa mencoba tantangan drift dive di Arus Balee atau mengeksplorasi bangkai kapal bersejarah Sophie Rickmers yang kini menjadi habitat berbagai jenis ikan dan terumbu karang. Setelah puas bermain air, jangan lupa mampir ke Monumen Nol Kilometer untuk mengabadikan momen di titik paling barat Indonesia. [Baca juga : "Nggak Cuma Healing, Di Sini Bisa Ngerasain Kisah Cinta Paling Tragis Yang Pernah Ada Di Tanah Lebak"] 4. Pulau Karimunjawa Kalau lo tinggal di Pulau Jawa dan ingin liburan tanpa harus terbang terlalu jauh, Karimunjawa di Jawa Tengah bisa menjadi destinasi yang nggak kalah menarik. Gugusan pulau ini menawarkan kombinasi pantai berpasir putih, laut biru yang bening, serta kehidupan bawah laut yang masih alami. Bulan Juli menjadi waktu terbaik untuk berkunjung karena ombak relatif tenang sehingga perjalanan antarpulau terasa lebih nyaman. Aktivitas island hopping menjadi agenda wajib, terutama menuju Pulau Menjangan Kecil dan Pantai Tanjung Gelam yang terkenal dengan panorama matahari terbenamnya. Selain snorkeling dan diving, Karimunjawa juga memiliki penangkaran hiu yang memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dari jarak dekat. Kabar baiknya lagi, destinasi ini masih ramah di kantong sehingga cocok buat lo yang ingin menikmati liburan berkualitas tanpa harus menguras tabungan. 5. Pulau Belitung Pilihan berikutnya adalah Belitung, destinasi yang memiliki ciri khas berupa batu-batu granit raksasa yang berpadu indah dengan air laut berwarna biru kehijauan. Pemandangan seperti ini sulit ditemukan di tempat lain sehingga Belitung punya daya tarik tersendiri. Pantai Tanjung Tinggi menjadi salah satu ikon wisata yang semakin populer setelah muncul dalam film Laskar Pelangi. Sementara itu, Pantai Tanjung Kelayang menjadi titik awal favorit untuk menjelajahi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Lo bisa mampir ke Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar tua peninggalan kolonial atau singgah di Pulau Pasir yang hanya muncul ketika air laut surut. Setelah puas menjelajah, jangan lupa mencicipi aneka hidangan laut segar khas Belitung yang terkenal lezat dan cocok dinikmati sambil melihat panorama pantai. Bukan tanpa alasan Juli disebut sebagai salah satu musim terbaik untuk wisata bahari di Indonesia. Cuaca yang lebih stabil membuat perjalanan laut menjadi lebih nyaman, sementara air yang jernih menghadirkan pengalaman menyelam dan snorkeling yang jauh lebih memuaskan. Pemandangan bawah laut terlihat semakin jelas, warna terumbu karang tampak lebih hidup, dan kesempatan bertemu berbagai biota laut juga lebih besar dibandingkan saat musim hujan. Jadi, kalau lo masih bingung mau liburan ke mana bulan Juli nanti, lima destinasi bahari ini layak banget masuk daftar perjalanan. Mulai dari Derawan yang eksotis, trio Gili yang selalu bikin rindu, Pulau Weh dengan keindahan bawah lautnya, Karimunjawa yang tenang, hingga Belitung yang terkenal dengan batu granit ikoniknya, semuanya menawarkan pengalaman berbeda yang sama-sama berkesan. Tinggal pilih destinasi yang paling sesuai dengan gaya liburan lo, ajak keluarga atau sahabat, lalu siap-siap menikmati pesona laut Indonesia yang nggak pernah gagal bikin gue dan lo pengin balik lagi. (Sumber Foto @baliautrement)
...more

Pengaruh Pertandingan FIFA Matchday Indonesia Vs Argentina Terhadap Pariwisata Menurut Sandiaga

TripTrus.Com -   Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa pertandingan uji coba FIFA match day antara timnas Indonesia melawan Argentina akan berdampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif. Laga antara Indonesia dan Argentina akan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada tanggal 19 Juni 2023. Dalam Weekly Brief with Sandi Uno secara virtual, Sandiaga mengungkapkan, "Kita melihat bahwa pergerakan wisatawan nusantara pasti akan sangat tinggi karena minat terhadap sepakbola sangat besar." Sandiaga berharap bahwa acara olahraga bergengsi ini dapat membantu mencapai target pemerintah untuk mencapai 1,4 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan lima destinasi wisata super prioritas yang akan dikunjungi oleh tim juara dunia tersebut, antara lain Danau Toba, Bali, dan Labuan Bajo. Sandiaga menambahkan, "Ini adalah destinasi baru yang banyak menarik perhatian dunia." Selain pariwisata, sektor kuliner juga akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, terutama dari mancanegara. Makanan khas Indonesia, seperti sate dan nasi goreng, sudah dikenal di seluruh dunia. Sandiaga juga menyatakan bahwa selain timnas Argentina, wisatawan mancanegara lainnya juga akan datang ke Indonesia untuk menonton pertandingan sepak bola antara Argentina dan Indonesia. Hal ini juga akan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusantara. [Baca juga : "Daftar Acara Menarik Untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan Juni 2023 - Part 2"] Sebelumnya, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan bahwa Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan uji coba melawan Argentina dalam FIFA Match Day pada tanggal 19 Juni 2023. Sandiaga mengucapkan selamat kepada Erick Thohir dan timnya yang berhasil menghadirkan Messi dan rekan-rekannya dalam pertandingan tersebut. (Sumber Foto @cityzens_reports) 
...more

Gembus Kuliner Khas Gombong Untuk Buah Tangan

TripTrus.Com - Ada satu jenis makanan khas yang unik dan dijumpai di daerah Gombong Kabupaten Kebumen. Mungkin banyak orang yang belum tahu dan tentu saja belum pernah mencicipinya.  Di daerah Gombong atau tepatnya daerah wonokriyo perempatan kalitengah yakni dari Gombong ke selatan, maka dapat dijumpai satu makanan yang disebut Gembus. Gembus sebenarnya makanan yang relatif cukup enak, khususnya jika dimakan saat malam dan masih hangat selepas digoreng. Makanan ini berasal dari ubi singkong dengan rasa yang tidak kalah dengan makanan-makanan kota. Gembus berbentuk untingan macam klanthing tapi berukuran lebih besar. Kalau klanthing digoreng sampai kering, maka geblek ini tidak sampai kering sehingga masih terasa liat saat digigit. [Baca juga : Yuk Ke Kudus, Lihat Museum Jenang Pertama Di Indonesia] Saya sendiri belum pernah melihat proses pembuatannya tapi mendengar dari cerita bapak penjualnya. Jadi proses pembuatannya mulai dari pengupasan singkong, kemudian dicuci dan diparut dengan mesin. Setelah itu parutan singkong diberi bumbu dan dikukus untuk dijadikan adonan. Dengan ditambah sedikit tepung maka adonan ini kemudian dibentuk menjadi berbentuk panjang dan melingkar seperti cincin. Gembus ini siap untuk digoreng dan dimakan. Jadi biasanya Gembus disiapkan oleh penjualnya dalam bentuk siap goreng seperti itu.   Belajarlah menyalahkan diri sendiri, karena menyalahkan orang lain tak perlu belajar. #gembus #pagiku A post shared by DiDotc (@dotcfreakz) onMar 9, 2018 at 1:34pm PST Penjual Gembus biasa berjualan dengan menggunakan angkringan yang dipanggul. Satu bagian untuk wadah Gembus siap goreng. Bagian yang lainnya untuk tempat anglo dan wajan penggorengan. Untuk menggoreng Gembus ini digunakan anglo tanah liat dengan bahan bakar arang. Tetapi kalau sekarang lebih banyak penjual Gembus yang menggunakan kompor minyak tanah atau kompor gas. Setelah di lokasi, kemudian mulai menggoreng Gembus ini dan disajikan di tempat dasaran dari bambu. Gembus digoreng dalam minyak yang cukup panas sehingga diperoleh Gembus matang dan tidak keras. (Sumber: Artikel kabarkebumen.com, Foto catatanalamat.blogspot.com)
...more

Menguak Tirai Pantai Sekongkang

TRIPTRUS - Nama Pantai Sekongkang mungkin belum akrab didengar oleh orang-orang di Indonesia. Tapi, pantai yang terletak di Desa Sekongkang Bawah, letaknya cukup tersembunyi maka wajar jika banyak tidak diketahui. Desa Sekongkang Bawah terletak di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dahulu, Sekongkang terisolir dan digunakan sebagai tempat pembuangan pemberontak atau tawanan perang. Sekongkang baru dapat diakses dengan mobil pada tahun 1984, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Sekongkang Bawah dan Sekongkang Atas. Pembangunan Sekongkang semakin pesat setelah PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mulai beroperasi di Sumbawa. Para penduduk Sekongkang yang dulu lebih banyak bekerja sebagai petani, mulai didominasi dengan bekerja di pertambangan Newmont. Hanya kaum tua saja yang masih bercocok tanam, sementara kaum muda lebih memilih bekerja di sektor pertambangan. Ini juga alasan yang membuat potensi wisata Sekongkang jadi kurang digali oleh masyarakat setempat.  Untuk mencapai pantai Sekongkang bisa dibilang tidak mudah. Jalanan penuh kelokan sekitar 55 km, yang tidak rata dan berlubang akan membuat pengunjung bisa hampir kehilangan harapan. Tapi sesampainya di lokasi, pasir putih Pantai Sekokang seolah menjadi penghapus dahaga mata akan keindahan alam. Air yang biru kehijauan dan pemandangan bukit-bukit hijau di sekitar pantai memberikan kesan bahwa Pantai ini seperti menyembunyikan diri di balik kabut. Banyak peselancar yang tidak bisa melupakan kenikmatan mengendarai ombak di Pantai Sekongkang. Selain di situ, dua pantai lain -- Pantai Maluk dan Pantai Njlenga -- menjadi bagian dari segitiga emas yang wajib dikunjungi oleh para peselancar yang ingin menguji nyali dan kelihaian menaiki ombak. Menginap di Sekongkang tidaklah sulit. Tidak jauh dari Pantai Sekongkang ada resort indah yang bisa jadi alternatif menginap. Resort ini terletak di Pantai Tropical. Meski tidak menyediakan ombak seindah Pantai Sekongkang, di dekat Pantai Sekongkang juga ada Pantai Rantung yang juga menjadi tempat peselancar mengempos adrenalin saat mereka berburu ombak di lautan. Lalu bergeser sedikit, ada pula Pantai Lawar dan Pantai Tropical yang dikejar oleh para peselancar. Tapi jangan kecewa dulu, TripTroops. Di Sekongkang juga tidak hanya ideal untuk peselancar, PT Newmont Nusa Tenggara juga membuka beberapa area untuk dikunjungi. Di pertambangan itu terdapat tiga lubang raksasa yang digali untuk mendapatkan emas dan tembaga.Pengunjung dapat berdiri di atas platform yang disediakan dan melihat kegiatan pertambangan di Newmont. Dan di sini TripTroops juga bisa bergaya di depan truk angkut yang diameter rodanya berukuran 3 meter. Dan truk-truk pengangkut berukuran super besar ini tidak hanya dikemudikan oleh kaum pria saja, tapi juga ada beberapa perempuan yang menjadi supirnya. Wow! Di Sekongkang Bawah juga terdapat air terjun Perpas yang bisa jadi tujuan untuk trekking. Keunikan Air Terjun Perpas adalah konturnya yang mirip dengan tangga, dengan air terjun tertinggi sekitar 50 meter. TripTroops bisa bersantai menikmati pemandangan yang mengagumkan, atau lompat ke dalam air lalu berenang. Lalu sekitar 1 kilometer dari Pantai Lawar, TripTroops bisa mengunjungi Kebun Kering yang memiliki beragam tanaman dan terdapat rumah yang khusus untuk menanam jamur. Pengunjung Kebun Kering juga dapat belajar cara memanen jamur dengan panduan dari guide di kebun itu. Photos taken from: visitsekongkang.com, kookspretzel.com, panoramioo.com
...more

Bali Kecil di Jawa Barat

Lihat sendiri Bali kecil di Jawa Barat dengan ikut trip ke Batu Karas: http://triptr.us/CX TRIPTRUS - Sekitar 40 kilometer dari Pantai Pangandaran, terdapat sebuah kawasan yang terkenal dan jadi salah satu favorit bagi penggemar olahraga selancar, yaitu Batu Karas. Pantai yang terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini bahkan mendapatkan julukan sebagai "Little Bali" (Bali Kecil) berkat pemandangan pantainya yang mirip dengan pantai-pantai di Bali tapi tidak seramai di Bali.Jika selama ini TripTroops cuma bermimpi ingin belajar berselancar, maka di Batu Karas adalah tempat yang cocok. Ukuran teluk yang relatif tidak besar membuat para peselancar tidak harus mengayuh terlalu jauh untuk mencapai garis ombak. Ada tiga titik yang terkenal sebagai tempat berselancar di Batu Karas. Untuk para pemula, Legok Pari dengan ombaknya yang tenang dan tidak terlalu besar adalah tempat favorit untuk belajar berselancar. Sepanjang pantai ini pun banyak tempat penyewaan papan selancar dan tempat belajar berselancar. Sementara, arus pasang di Karang lebih cocok untuk yang sudah lebih mahir berselancar. Terakhir adalah Bulak Benda, dengan ombak tinggi yang digemari oleh peselancar profesional. Ombak di Bulak Benda biasanya membentuk tembok air atau gulungan ombak berbentuk pipa yang menantang untuk ditaklukkan oleh para peselancar.Tapi Batu Karas bukan cuma sekadar tempat berselancar saja. Ada banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan di sana. Mulai dari berenang - mengingat ombak yang cukup tenang - di pinggiran pantai, menaiki jet ski atau banana boat adalah beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Batu Karas. Di sana juga terdapat beberapa kawasan dengan jalur hiking, trekking dan kawasan untuk berkemah. Jika ke Batu Karas, jangan lupa ke Karang Nunggal, sebuah pantai kecil dengan pemandangan yang menakjubkan dengan karang tinggi di pinggiran pantainya. Pemandangan matahari terbenam di Batu Karas akan membuat kunjungan ke sana jadi lebih lengkap dan berkesan. Oleh situs 'Lonely Planet', Batu Karas dinobatkan sebagai salah satu pantai terindah di Asia pada tahun 2012. Pemandangan pantai yang indah dengan pasir hitamnya, tebing yang menghijau serta ombak yang menantang membuat Batu Karas jadi destinasi yang harus dikunjungi untuk nge-trip.
...more

Beginilah Kisah Kawasan Pecinan Temanggung

TripTrus.Com - Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebut memiliki tingkat toleransi tinggi. Betapa tidak, hampir di seluruh kota/kabupaten dari Sabang sampai Merauke terdapat berbagai etnis yang hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat pribumi. Tak terkecuali etnis Tionghoa. Ratusan tahun sudah mereka bermukim di bumi pertiwi dan hidup berdampingan secara rukun dengan masyarakat pribumi. Berbagai sendi kehidupan mulai perekonomian hingga kebudayaan menjadi hal yang tak dapat lagi dipisahkan dari kedua belah pihak. Sejarah panjang tersebut tampaknya masih membekas sampai detik ini. Berbagai bangunan bergaya oriental masih dapat kita jumpai di seluruh tempat. Masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah “Pecinan”. Khusus di Kabupaten Temanggung, komplek Pecinan masih dapat dijumpai di Kecamatan Parakan, wilayah yang disinyalir menjadi pusat aktifitas etnis Tionghoa kala itu. [Baca juga : "Kopi Aren Organik Sumut Jadi Kawasan Agro Wisata"] Tembok-tembok tua nan kokoh lengkap dengan jendela serta daun pintu berbahan kayu berwarna memudar menjadi penanda jejak sejarah bahwa mereka telah lama menyatu dengan penduduk setempat. Sejarah menyebut, pada tahun 1700 ada beberapa pendatang yang membuat bangunan rumah tinggal dengan gaya arsitektur Cina di pemukiman tersebut. Mulai dari Siek Kian Ing pada tahun 1700, Tiong Tiam Tjing (1703), Go Hong Ging (1790) dan Seik Siang I (1793). Ada pula rumah keluarga Lie yang dibangun pada tahun 1870 dan sekarang ditempati oleh generasi ketujuh.       View this post on Instagram They can imitate you, but they can't duplicate you Coz you got something spesial -dessert,dawin- ----------------------------- 🏡 Rumah keluarga Li, atau dulu disebut rumah OBL temanggung 📷 xiaomi redmi2 by @sthopesofia #jelajahsejarah #rumahobl #exploretemanggung #kotatoeamagelang #komunitasktm #explorejateng #hijabtraveller #mytripwithhijab #capgomeh #jelajahpecinantemanggung #pecinantemanggung A post shared by Rahma Setiani, SIP (@setianirahma) onFeb 28, 2016 at 6:12pm PST “Di kawasan Pecinan Parakan juga terdapat sebuah rumah milik etnis Tionghoa yang kami anggap sebagai situs istimewa dan masuk ke dalam inventarisasi Kota Pusaka di Temanggung. Selain bentuk fisik bangunan yang masih asli, tempat yang telah berusia lebih dari dua abad ini juga pernah dikunjungi oleh keturunan dinasti asal Tiongkok langsung,” beber Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Woro Andijani. Terpisah, Lidya Samsetyagraha, salah seorang warga keturunan bahkan memberikan bukti nyata lain bahwa selama ini telah terjadi akulturasi kebudayaan asli Tiongkok dengan masyarakat setempat. Seperti tercermin pada sajian kuliner yang biasa terhidang saat perayaan Imlek di banyak lokasi. Yakni lontong cap go meh. Sebenarnya di dalam tatanan budaya masyarakat Tionghoa sendiri, makanan ini sama sekali tidak ada. Akan tetapi justru menjadi salah satu sajian khas pada rangkaian perayaan cap go meh oleh warga keturunan yang tinggal di Indonesia. “Makanan ini merupakan bukti nyata adanya asimilasi dengan kebudayaan lokal sekaligus kesetaraan kami yang telah membumi layaknya penduduk lain di negara ini,” pungkasnya. (Sumber: Artikel merdeka.com Foto  Klenteng Kong Ling Bio)
...more

Nongkrong Seru di Danau Toba! Nikmatin Pinisi Kenzo, Wisata Unik dan Kekinian!

TripTrus.Com - Eh, udah pernah nge-danau Toba di Sumatera Utara, guys? Kalo udah ato belom, kayaknya kudu banget deh mampir ke spot wisata terkenal Indonesia ini. Gak cuma pesona alamnya yang bikin baper, sebentar lagi bakal ada pinisi wisata pertama di Danau Toba nih. Namanya Pinisi Kenzo, rencananya bakal operasi mulai Agustus 2023.       View this post on Instagram A post shared by Kenzo Toba 2 by Tora Toba Indah (@phinisitoba.kenzo2) Pak Sandiaga Salahuddin Uno, seneng banget dengan hadirnya Pinisi Kenzo ini, loh. "Jadi, ini bakal jadi pinisi pertama yang mangkal di kawasan wisata Danau Toba. Asyik kan, kaya live on board di beberapa tempat wisata lain," ungkap Sandiaga pas dia lagi tinjauin Ruang Terbuka Publik di Pantai Parapat. Sandiaga berharap Pinisi Kenzo ini bisa bawa rasa aman dan nyaman buat para wisatawan yang jalan-jalan di Danau Toba. "Demi keamanan dan kenyamanan para wisatawan, kita pastiin nih kalau Pinisi ini dibangun dengan bener pake kearifan lokal, ada ukiran khas Batak Toba dan ornamen yang melambangkan delapan kabupaten/kota," tambah Sandiaga. Kehadiran pinisi di Danau Toba yang dikelola profesional juga diharapkan bisa bantu capai target kunjungan wisman sebesar 8,5 juta. "Bayangin aja, nanti Pinisi Kenzo ini bisa buka paket wisata yang nginep di atas kapal. Pasti bakal ngeliat peluang usaha dan lapangan kerja tambahan banget, khususnya di sektor pariwisata. Lagian, tambah variasi transportasi ke Samosir dan pelabuhan lain yang udah dibangun pemerintah," jelas Sandiaga. Punya Anthony Sitorus, Pinisi Kenzo ini rencananya beroperasi mulai Agustus 2023. Buat kamu yang mau ikut, bisa coba paket wisata berkeliling Danau Toba dan bermalam di atas kapal ini. [Baca juga : "Museum Multatuli Rangkasbitung, Destinasi Wisata Sejarah Yang Keren Abis!"] Pinisi Kenzo punya fasilitas keren, ada 4 kamar tidur lengkap sama kamar mandi, ada juga 2 kamar mandi di luar. Plus, ada bar buat nyantai. Buat yang suka petualangan, di sini juga ada kegiatan kayak canoeing, paddling, sampe mancing ikan. "Dalam satu trip, Pinisi ini bisa bawa 11 wisatawan. Ada paket full day buat jalan pagi sampe sore, makan siang, dan snack, harganya 20 juta rupiah. Atau ada yang 2 hari 1 malam seharga 35 juta rupiah, udah termasuk sarapan, makan siang, makan malam, dan semua aktivitas yang seru abis," papar Anthony. Ngikutin acara Menparekraf, Jimmy Bernando juga ikutan dampingin dalam kesempatan itu. Wah, seru banget nih, makin banyak opsi buat nge-danau Toba dengan gaya yang beda. Jadi, siap-siap ajak temen-temen buat liburan yang gak bakal terlupakan di Danau Toba! (Sumber Foto @phinisitoba.kenzo2) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
31 Jul - 01 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
31 Jul - 02 Aug 2026
Open Trip Pulau Pahawang Lampung
31 Jul - 02 Aug 2026
×

...