shop-triptrus



Menikmati Eksotisnya Pulau Samalona di Bumi Makassar

Nusantara mempunyai beribu-ribu pulau yang indah. Pulau-pulau tersebut berderet dari Sabang hingga Merauke dalam kesatuan negara Republik Indonesia. Salah satu pulau terindah yang dimiliki Indonesia adalah Pulau Samalona. Pulau tersebut berada dalam wilayah Indonesia timur, tepatnya di kawasan administrasi pemerintahan Kota Makassar, Sulawesi Selatan.Untuk menuju Pulau Samalona, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 2 km dengan menggunakan perahu motor. Jasa sewa perahu motor bisa ditemukan di dermaga Kota Makassar yang letaknya tidak jauh dari Pantai Losari. Lalu lintas di dermaga tersebut selalu sibuk. Pasalnya, dermaga ini tidak hanya melayani wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau, tapi juga melayani lalu-lintas warga dan para pedagang.Harga sewa perahu motor bervariasi, tergantung tujuan dan sifat penyewaan. Terdapat dua sifat penyewaan perahu motor, yakni bersifat pribadi atau umum. Yang dimaksud pribadi di sini perahu motor disewa secara penuh dan akan menemani wisatawan sampai kunjungan selesai. Harga sewa perahu secara pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp500.000 – akan lebih murah jika pengunjung pandai menawar harga. Sedangkan jika bersifat umum, wisatawan akan bergabung dengan penumpang lain yang satu tujuan dan kembali sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Tentu dengan harga sewa yang berbeda.Dari dermaga Kota Makassar, perjalanan menuju Pulau Samalona dengan menggunakan perahu motor memerlukan waktu sekitar 30 menit. Ketika tiba di Pulau Samalona, pengunjung akan disambut hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Saking jernihnya, pengunjung dapat melihat indahnya terumbu karang langsung dari atas perahu.Luas Pulau Samalona semakin menyusut dari tahun ke tahun. Di penghujung 2012, luas pulau ini hanya sekitar 2 hektare. Walau kecil, pulau ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti penginapan, kamar bilas, dan kedai. Jika pengunjung ingin melihat keindahan bawah laut, juga tersedia jasa sewa alat-alat diving dan snorkeling lengkap dengan pemandu jika diinginkan. Harga sewa alat-alat snorkeling Rp50.000-Rp100.000, tergantung kepandaian pengunjung dalam menawar harga.Pamandangan bawah laut Pulau Samalona terkenal hingga penjuru dunia. Tidak heran jika setiap hari selalu ada wisatawan baik lokal maupun asing yang menyempatkan diri untuk datang ke pulau ini. Jika bosan bermain air, silakan merapat ke kedai. Di kedai ini, tersedia olahan masakan khas daerah pesisir, seperti ikan dan kepiting bakar.Pulau Samalona merupakan kekayaan milik nusantara yang harus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai promosi wisata yang sedang digencarkan justru semakin merusak kealamian pulau ini. Apalagi banyak yang percaya bahwa Pulau Samalona yang luasnya selalu menyusut dari tahun ke tahun ini diyakini akan tenggelam di tahun 2020. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Gerakan Wajib Halal Oktober 2024, Transformasi Pariwisata Indonesia Yang Ramah Muslim

TripTrus.Com - Elo tau nggak sih? Di seluruh Indonesia, ada 3000 destinasi wisata yang barengan bikin gerakan Wajib Halal! Di Kabupaten Mamasa, Satgas dan stakeholder semangat banget nih, pasang spanduk di tempat umum, sambil bagi-bagi brosur buat pengunjung dan pelaku UMKM lokal. Gokil banget, ini cara buat kasih edukasi dan informasi penting soal wisata halal. Usama Majid, Ketua Satgas, bilang dengan antusias kalau program self-declare di 3000 desa wisata ini udah bawa perubahan besar. Mereka full komitmen buat bikin semua destinasi wisata wajib halal mulai Oktober 2024. “Elo mesti liat deh, program ini keren banget! Kita nggak cuma ngejar pertumbuhan ekonomi lokal, tapi juga bikin pariwisata jadi makin ramah buat umat Muslim,” jelas Usama. Nggak heran kalo inisiatif ini jadi tren positif di mana-mana. Wisata sekarang bukan cuma soal liburan, tapi juga tempat yang asik dan aman buat traveler Muslim. Dampaknya nggak cuma bikin ekonomi lokal tumbuh, tapi juga ningkatin kesadaran lingkungan dan pemberdayaan sosial di banyak daerah. Ini beneran langkah keren buat pariwisata Indonesia ke depannya. Program ini juga bikin potensi pariwisata Indonesia makin naik kelas. Apalagi, dampaknya signifikan buat kesejahteraan masyarakat lokal. Wisata halal ini bikin Indonesia makin kuat posisinya sebagai destinasi wisata dunia. Dan ini nggak cuma buat pasar lokal, tapi internasional juga. Makanya, UMKM kita punya kesempatan gede banget buat ngegas produk mereka ke pasar global. [Baca juga : "10 Spot Kece Di Blitar Yang Wajib Kamu Kunjungi!"] Di Kabupaten Magelang, program ini dilaksanain di Desa Wisata 'Pasar Tani Morosuko' di Kecamatan. Gerakan Wajib Halal Oktober 2024 bakal ngerambah 3000 desa wisata. Di Magelang misalnya, program ini dilaksanain di Desa Wisata 'Pasar Tani Morosuko', Borobudur. Semua pihak, dari pemerintah sampe pelaku UMKM, pada antusias banget. Yang lebih keren lagi, ada kesempatan buat dapet sertifikasi halal gratis buat produk mereka! Khoironi Hadi, Ketua Satgas Halal Magelang, bilang, “Kita bakal pastiin wisatawan dapet produk halal, khususnya makanan. Jadi, gue minta perangkat desa buat dorong UMKM di wilayahnya buat daftar sertifikasi halal sebelum 18 Oktober 2024!” Ini kesempatan emas, jangan sampe kalah sama produk asing yang udah duluan dapet sertifikasi halal. Kolaborasi dari berbagai pihak bikin program ini jadi momen penting dalam transformasi pariwisata Indonesia. Dengan kerja bareng dan semangat juang, Wajib Halal Oktober 2024 bakal ningkatin kualitas produk lokal sekaligus ngebawa pariwisata Indonesia ke level yang lebih tinggi! (Sumber Foto portallnews.id) 
...more

5 Masjid Tertua Dan Bersejarah di Jakarta - Part 4

TripTrus.Com - Ditengah hingar-bingar DKI Jakarta, masih banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid. Berikut ini beberapa Masjid tua dan bersejarah yang masih kokoh berdiri di tengah angkuhnya ibu kota : 1. Masjid Langgar Tinggi, Pekojan       View this post on Instagram Memotret kerusakan pada bangunan cagar budaya Mesjid Langgar Tinggi di Pekojan lalu hrs ke pusat konservasi. Matahari lagi terik2nya. Untung persediaan masker bengkoang masih ada.😬😬 #masjidlanggartinggi #cagarbudaya #pekojan A post shared by Tukang Foto Pemalas (@gemalaputri) onJul 19, 2018 at 4:41pm PDT Pada papan di atas pintu masuk masjid ditulis bahwa Masjid Langgar Tinggi didirikan pada tahun 1249 H/1829 M. Namun menurut Adolf Heuken, seorang sejarawan yang banyak meneliti sejarah kota Jakarta, tahun 1249 H itu berbetulan dengan 1833 atau 1834 M, dan bukan 1829 M. Sehingga jika tahun Hijriyah yang dijadikan pedoman, maka paling jauh masjid itu didirikan pada 1833 M. Dari namanya, kemungkinan masjid ini semula hanyalah sebuah langgar atau musala (musholla, tempat shalat; surau), yang terletak di atas sebuah rumah penginapan di tepi Kali Angke. Pada abad ke 19, kali ini masih merupakan jalur pengangkutan dan perdagangan yang sibuk. Adalah Abu Bakar Shihab, seorang saudagar muslim asal Yaman, yang kemudian mendirikan tempat penginapan ini dengan langgar di bagian atasnya. Pada November 1833 Masjid Langgar Tinggi diperbaiki oleh Syekh Sa’id Na’um (Sa’id bin Salim Na’um Basalamah), seorang saudagar kaya asal Palembang yang kemudian menjabat sebagai Kapitan Arab di wilayah Pekojan. Kapitan Arab ini diserahi kewenangan untuk mengurus tanah yang diwakafkan oleh Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi, yakni lahan tempat Masjid Langgar Tinggi berdiri dan tempat pemakaman umum di Tanah Abang(kini menjadi lokasi Rumah Susun Tanah Abang di Kebon Kacang). Makam Syarifah Mas’ad Barik Ba’alwi ini berada di dekat Masjid Pekojan. Setelah masa itu Masjid Langgar Tinggi mengalami beberapa kali renovasi. Kini bagian bawah masjid tidak lagi difungsikan sebagai penginapan, melainkan sebagai kediaman pengurus masjid dan ruang toko. Demikian pula, dengan semakin dangkalnya Kali Angke dan semakin kotor airnya, pintu ke arah sungai –yang dahulu kemungkinan dipakai sebagai akses langsung pelancong sungai ke penginapan dan ke masjid– kini ditutup. 2. Masjid Jami At Taibin, Senen       View this post on Instagram A post shared by a̾ᏞR͟ȏwΜ«aΜΎíᏞYΝ†ΜΊ (@abaady11_77) onAug 9, 2015 at 1:24pm PDT Masjid Jami At Taibin didirikan oleh sejumlah pedagang sayur di Pasar Senen dan penduduk setempat sekitar 1815 namun baru tercatat di peta Batavia tahun 1918. Pembangunannya atas prakarsa mereka sendiri dan dari dana swadaya. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Kampung Besar Kemudian berganti nama menjadi Masjid Imroni’ah dan baru pada tahun 1970-an, namanya diganti lagi menjadi At Taibin hingga saat ini. Dalam perjalanan sejarahnya, masjid ini menjadi saksi dukungan dari para pedagang di pasar senen terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dengan memberi dukungan logistik kepada para pejuang yang dikumpulkan di masjid ini. Masjid ini juga menjadi tempat menyusun strategi menghadapi kekuatan belanda. Khususnya dalam pertempuran Senen, Tanah Tinggi dan Keramat. Di masjid ini pula para pejuang berkumpul dan mendapat siraman rohani. Tak heran, setelah keluar dari masjid ini, semangat juang mereka semakin menyala-nyala. Pada tahun 1980-an, atau sekitar dua abad setelah berdirinya, masjid ini berhasil diselamatkan dari pembongkaran Segi Tiga Senen. Ketika masayarakat muslim melakukan perlawanan dan penolakan. Alhamdulillah, Gubernur saat itu secara diplomatis mendukung langkah kami. Dia mengatakan boleh dibongkar asal disetujui oleh alim ulama setempat. Kini, ditengah gencar berubahnya wajah kota Jakarta, Mesjid Jami Attaibin seakan tenggelam oleh gemerlap gedung-gedung pencakar langit di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Meski begitu, kesejukan masjid ini kian terasa. Di sinilah para pegawai gedung-gedung itu sembahyang. Lingkungannya yang asri, menambah kekhusukan ibadah. Selain tempat beribadah, Masjid At Taibin juga memiliki sejumlah fasilitas sosial lain seperti lembaga pendidikan sederhana untuk anak-anak, baitul mal, dan koperasi simpan pinjam. 3. Masjid Agung Matraman, Matraman       View this post on Instagram #masjidagungmataram A post shared by Bôbby SeRvë (@enjoythedifferent) onOct 22, 2015 at 10:12pm PDT Masjid Agung Matraman memang tak lepas dari aktivitas bekas pasukan Sultan Agung dari Mataram yang menetap di Batavia. Nama wilayah Matraman pun disinyalir karena dahulunya merupakan tempat perkumpulan bekas pasukan Mataram. Untuk menjalankan aktivitas keagamaan bekas pasukan Mataram mendirikan sebuah Masjid di kawasan tersebut. Masjid Jami’ Matraman semula merupakan gubuk kecil tempat pasukan Sultan Agung menjalankan sholat. Terletak di bekas kandang burung milik Belanda yang digunakan oleh orang Mataram sebagai pos komando panglima Mataraman. Pada tahun 1837 dua orang generasi baru keturunan Mataram yang lahir di Batavia, H. Mursalun dan Bustanul Arifin (keturunan Sunan Kalijaga) memelopori pembangunan kembali tempat ibadah itu. Setelah selesai pembangunannya, dahulu masjid ini diberi nama Masjid Jami’ Mataraman Dalem. Yang artinya masjid milik para abdi dalem (pengikut) kerajaan Mataram. Dipilihnya nama itu dimaksudkan sebagai penguat identitas bahwa masjid itu didirikan oleh masyarakat yang berasal dari Mataram. Namun seiring perubahan zaman dan perbedaan dialek, nama Masjid Mataram pun berubah nama menjadi Masjid Jami Matraman. Bangunan masjid masih berupa tumpukan batu batako Kemudian dibangun lagi oleh sekelompok warga Matraman yang diketuai orang Ambon yang bernama Nyai Patiloy (1930). H. Agus Salim juga pernah menjadi ketua pembangunan masjid ini. Belanda tidak setuju dengan pembangunan masjid yang berada di pinggir jalan dan memerintahkan supaya dibangun lebih ke dalam. Mereka berjanji akan membantu biaya sebesar 10.000 gulden. Usul dari Belanda ini mendapat pertentangan dari pengurus pembangunan masjid bahkan sampai dipermasalahkan pada sidang Gemeenteraad. Masjid ini juga pernah mendapat bantuan dari Saudi Arabia (1940). Moh. Hatta, Bapak Proklamasi RI, dulu setiap Jumat selalu bersembahyang di masjid Jami Matraman dan di akhir hayatnya juga disembahyangkan di mesjid ini. Masjid Jami Matraman pertama kali dipugar pada tahun 1955-1960 dan dilanjutkan pada tahun 1977. [Baca juga : "5 Masjid Tertua Dan Bersejarah Di Jakarta - Part 3"] 4. Masjid Jami Al-Ma'mur, Cikini       View this post on Instagram Masjid Al Ma'mur Cikini . . #masjid #mosque #building #oldarchitecture #streetphotography #cityscape #jakarta #canon #canonindonesia A post shared by Antonius W (@haryocahyo) onJan 16, 2019 at 4:02am PST Sejarah Masjid Jami Al-Ma'murdimulai pada tahun 1860, Raden Saleh dan masyarakat sekitar membangun sebuah surau disamping kediamannya (kini menjadi asrama perawat RS Cikini). Akibat kedekatan pelukis kondang ini dengan umat Islam setelah ia menikah kembali dengan wanita keturunan Kraton Yogyakarta ia dituduh terlibat dalam kerusuhan di Tambun (Kabupaten Bekasi). Kerusuhan tersebut digerakkan kelompok Islam yang menentang pemerintah kolonial Belanda. Meskipun tuduhan itu tidak terbukti, tapi Belanda tetap mengenakan tahanan rumah kepadanya. Berdasarkan data yang dikeluarkan Yayasan Masjid Al Ma’mur, sesudah Raden Saleh meninggal dunia (1906), tanah itu dimiliki Sayed Abdullah bin Alwi Alatas, yang pemilikannya diperkuat oleh Keputusan Pengadilan Negeri No 694 tanggal 25 Juni 1906, sebagai suatu kelanjutan dari Keputusan Pengadilan Negeri No 145 tanggal 7 Juli 1905. Tanah itu dibeli melalui sebuah pelelangan. Tanah yang sangat luas ini kemudian oleh Sayed Abdullah Bin Alwi Alatas, salah satu tokoh gerakan Pan Islam dijual kepada ‘Koningen Emma Stichingi’ (Yayasan Ratu Emma – yang bernaung di bawah Pemerintah Kolonial Belanda) dengan harga 100 ribu gulden. Tapi karena yayasan ini ingin membangun rumah sakit, harganya dikurangi menjadi 50 ribu gulden dengan penegasan bahwa masjid (surau) yang ada di sana tidak boleh dibongkar. Keaslian Masjid Jami CIkini masih terkonservasi hingga kini, sebagai benda cagar budaya, Masjid Jami Cikini memang dirawat ke-asliannya termasuk tulisan nama masjid dalam huruf arab berikut dengan lambang Syarikat Islam di fasad depannya. 5. Masjid Baitul Mughni, Gatot Subroto       View this post on Instagram Masjid Baitul Mughni . Masjid Baitul Mughni berdiri megah di tepian jalan Gatot Subroto, Jakarta, gambar masjid ini seakan akan tercetak pada diding kaca gedung Menara Global yang terletak di sebelahnya. Posisinya yang tak terlalu jauh dengan perempatan Kuningan membuatnya sering disebut Masjid Kuningan. Masjid Baitul Mughni, Jakarta, menempati areal 6.000-an meter persegi di lokasi amat strategis di Kavling 26 Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan. Selain terdapat masjid tiga tingkat di komplek masjid ini juga berdiri megah dua gedung Sekolah Islam Al-Mughni, masing-masing lima lantai, Pusat Kajian Hadis, dan Al-Mughni Islamic Center. . Masjid Baitul Mughni merupakan wakaf dari Guru Mughni, ulama kondang Betawi tahun 1940-an, masjid tiga lantai ini kii dikepung pusat perkantoran dan sentra bisnis segitiga emas Jakarta: Gatot Subroto, Sudirman-Thamrin, dan Rasuna Said. Menara Jamsostek, Gedung Telkom, Hotel Kartika Chandra, Wisma Argo Manunggal, serta pusat bisnis Mega Kuningan mengelilingi kompleks Al-Mughni. . Sejarah Masjid Baitul Mughni dimulai sejak tahun 1901. Ketika itu Guru Mughni baru pulang dari tanah Suci, kembali ke Batavia. Ia membeli lahan dan langsung mendirikan sebuah masjid kecil berukuran 13 x 13 meter yang pada awal pendiriannya belum memilki nama. Bahan bangunannya terdiri dari batu bata pada bagian dindingnya, lantainya berubin warna merah dengan beratapkan genteng . . ==================================== @masjidinfo 🌎 gudang informasi masjid di Nusantara dan mancanegara. 🌎 informasi dunia Islam. Baca artikel masjid menarik di blog kami : πŸ‘‰ bujangmasjid.blogspot.co.id πŸ‘‰ bujanglanang.blogspot.co.id πŸ‘‰ singgahkemasjid.blogspot.co.id . Tag @masjidinfo for repost (no selfie please) . ==================================== #masjidinfo A post shared by masjidinfo (@masjidinfo) onAug 1, 2017 at 12:04am PDT Sejarah Masjid Baitul Mughni dimulai sejak tahun 1901. Ketika itu Guru Mughni baru pulang dari tanah Suci, kembali ke Batavia. Ia membeli lahan dan langsung mendirikan sebuah masjid kecil berukuran 13 x 13 meter yang pada awal pendiriannya belum memilki nama. Bahan bangunannya terdiri dari batu bata pada bagian dindingnya, lantainya berubin warna merah dengan beratapkan genteng. Bentuk masjid itu adalah empat persegi dengan mihrab di depan sebagai tempat imam memimpin shalat. Meski demikian, jika dibandingkan dengan bangunan yang ada di wilayah lain saat itu, bangunan masjid ini tergolong bangunan mewah. Dengan bertambahnya jumlah jamaah, ukuran masjid ini pun diperluas, bagian belakangnya ditambah dengan bahan bangunan dari anyaman bambu. Bagian belakang ini dimanfaatkan sebagai tempat mengaji dan bermalam bagi murid-murid Guru Mughni yang datang dari tempat tempat yang jauh. Belum ada menara masjid pada waktu itu. Baru menjelang Guru Mughni wafat dibuat menara. Setelah itu menyusul renovasi demi renovasi berikutnya. satu-satunya peninggalan masjid lamanya ya pilar masjid bekas tiang penyangga masjid di sebelah dalam. Sejak pertama pendiriannya, Masjid Baitul Mughni berfungsi tak hanya sebagai tempat ibadah namun juga sebagai tempat pendidikan dan penyebaran ilmu-ilmu agama, bahkan saat itu masjid ini juga sebagai pusat informasi Ru’yatul Hilal (penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal) bagi masyarakat Jakarta Selatan. Ketika itu, masjid ini melahirkan seorang tokoh ahli ilmu falak yakni K.H. Abdullah Suhaimi, yang juga menantu Guru Mughni sendiri. Ketika itu bisa dibilang masjid ini merupakan masjid rujukan bagi masjid-masjid kecil di sekitarnya. Seperti untuk menentukan kapan waktunya azan, biasanya masjid-masjid lainnya berpatokan pada masjid ini. Mereka tidak akan azan sebelum mendengar suara azan dari masjid ini. (Sumber: Artikel situsbudaya.id Foto jakarta-tourism.go.id)
...more

Ini 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Tahun 2021

TripTrus.Com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) terus mengembangkan destinasi wisata prioritas demi menaikkan kembali industri pariwisata yang melemah sejak adanya pandemi COVID-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan dan sertifikasi CHSE, berikut adalah 5 destinasi super prioritas yang dipilih untuk menjadi ikon pariwisata Indonesia di panggung dunia.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Christie Lienata (@christielienata) 1. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Walaupun terkenal dengan keunikan wisata komodo di Taman Nasional Komodo serta Pink Beach, di sini Anda bisa menyaksikan matahari terbenam di Bukit Sylvia karena daerah ini terkenal dengan istilah seribu sunset, trekking Pulau Padar dan Kanawa, kemudian merasakan pengalaman bawah laut penuh pesona di beberapa titik selam seperti Batu Bolong, Castle Rock dan Manta Point. 2. Mandalika, Nusa Tenggara Barat Hilangkan penat dan lelah dengan mengunjungi Permata Tersembunyi NTB. Tidak hanya menyuguhkan keindahan pantai alami dengan berselancar seperti Pantai Gerupuk, Pantai Kuta, Pantai Seger, atau Tanjung Aan, tetapi juga menawarkan wisata budaya bernilai untuk dipelajari. Yang paling terkenal adalah Festival Bau Nyale (sebuah acara lokal di Mandalika di mana masyarakat berkumpul untuk berburu cacing tanah). Sebagai salah satu destinasi super prioritas Indonesia, Kemenparekraf juga hendak mengembangkan reputasi dan infrastruktur Mandalika agar siap menjadi tuan rumah wisata olah raga (sports tourism). Ke depannya, Mandalika akan memiliki sirkuit MotoGP dengan dibangunnya Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar yang terdiri dari Sirkuit Balap Skala Internasional, Convention Center, dan 7 hotel mewah seiring dengan rancangan pengelolaan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika – sebuah kawasan berbasis pariwisata dari pemerintah Indonesia. 3. Danau Toba, Sumatera Utara Kemenparekraf menunjuk Danau Toba sebagai ikon baru pariwisata Indonesia berbasis keindahan alam. Sebagai keajaiban dunia yang menakjubkan, danau kawah ini begitu besar dan di tengah danau ada sebuah pulau yang ukurannya hampir sebesar Singapura. Dengan luas lebih dari 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, Danau Toba sebenarnya lebih mirip lautan. Ini adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia. Nikmati pengalaman berkayak di Danau Toba dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau (Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara). Kemudian, segarkan pikiran dengan menikmati suasana danau sejuk dengan glamping (kemah mewah) di The Kaldera Toba Nomadic Escape yang terletak di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. 4. Likupang, Sulawesi Utara Likupang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Nama daerah ini menjadi perbincangan hangat di tahun 2020 karena pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai salah satu destinasi super prioritas. Artinya pemerintah akan memaksimalkan pembangunan pariwisata dari berbagai aspek. Daerah ini juga sedang dipersiapkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dengan jarak tempuh dua jam perjalanan mobil dari Manado, terdapat banyak pantai eksotis yang dapat menjadi pilihan, yaitu Pantai dan Bukit Pulisan, Pantai Paal, Pantai Lihaga, hingga Pulau Gangga. [Baca juga : "4 Tren Wisata Di Tahun 2021"] 5. Borobudur, Jawa Tengah Salah satu warisan budaya dunia UNESCO, Candi Borobudur, sering dianggap berada di Kota Yogyakarta, padahal sebenarnya berada Magelang, tepatnya di Jalan Badrawati dengan akses mudah karena terletak di pinggir jalan. Bagi masyarakat yang menjadikan kunjungan ke Candi Borobudur sebagai salah satu impian teratas, maka harus juga memasukkan beberapa lokasi wisata sekitar Candi Borobudur ke dalam rencana perjalanan yaitu Punthuk Setumbu, Bukit Rhema Gereja Ayam, Pemandian Candi Umbul, Pinus Kragilan, Candi Ratu Boko, hingga Tebing Breksi. (Sumber: Artikel rctiplus.com Foto freepik.com/wirestock) 
...more

Delapan Kuliner Khas Purwokerto

TRIPTRUS - Kalau TripTroops berencana mampir ke Kota Purwokerto, jangan lupa untuk mencicipi beberapa kuliner khas Purwokerto. Ingin tahu apa saja delapan makanan yang bisa dinikmati di Purwokerto? Scroll ke bawah untuk infonya!1. Mendoan Salah satu produk turunan yang paling terkenal dari biji kedelai adalah tempe. Penganan yang terbuat dari kedelai ini tinggi kandungan protein dan seratnya. Purwokerto terkenal sebagai kota asal mendoan dan mendoan dapat ditemukan di seluruh penjuru kota. Mendoan dibuat dari tempe yang dipotong tipis dan dibalut dengan adonan tepung berbumbu lalu digoreng sebentar dengan minyak panas. Paling enak kalau dinikmati saat masih panas dengan cocolan kecap atau saus sambal atau cabe rawit. 2. Soto Di sebuah daerah bernama Sokaraja terdapat Yang membedakan Soto Sokaraja dengan soto-soto lainnya adalah digunakannya kuah kacang serta kerupuk dengan berbagai warna yang membuat tampilan soto jadi cerah. Soto yang dimakan dengan menggunakan ketupat ini diseduh dengan kuah kaldu kental yang gurih serta manis dan tentunya membuat pelanggan ingin segera menambah satu porsi lagi. Satu tempat lagi untuk menikmati soto adalah di Jalan Bank. Kabarnya, Presiden SBY juga pernah makan soto ini, lho. Harganya juga relatif terjangkau sehingga tidak akan membuat kantong menjerit. Ada dua jenis soto yang dapat dinikmati, yaitu dengan daging ayam atau daging sapi. Kenapa harus memilih? Sikat saja dua-duanya! 3. Lumpia Kalau di Semarang lumpia dikenal sebagai makanan ringan, di Purwokerto lumpia bisa juga dijadikan lauk. Dan lumpia di sini berbeda dengan lumpia di Semarang. Lumpia di Purwokerto diberi nama Lumpia Bom. Nama itu diberikan karena ukurannya yang besar, sekitar 15-20 cm dengan diameter sekitar 4-6 cm. Lumpia disajikan beserta nasi dan lalapan serta ditemani oleh sambal yang pedas. Isinya juga bukan  rebung, tetapi menggunakan berbagai sayuran segar yang dicampur bahan-bahan lain seperti telur, daging, atau sea food. Kalau makan satu porsi tidak kenyang, tidak usah malu-malu untuk menambah satu porsi lagi. 4. Gethuk Goreng Tenang, bukan salah ketik, kok. Kalau biasanya gethuk yang terbuat dari umbi-umbian dan diolah dengan cara direbus, di Purwokerto ada gethuk yang digoreng. Gethuk goreng juga terbuat dari singkong atau ketela dicampur dengan gula jawa. Paling nikmat dinikmati dalam keadaan masih panas saat sore hari sambil minum teh atau kopi. 5. Lanting Sekilas bentuknya mirip onion ring, tetapi cemilan khas Purwokerto ini terbuat dari tepung yang digoreng dan berbentuk cincin. Harga sebungkus lanting bervariasi, tapi relatif tidak mahal dan bisa jadi teman yang asik sambil bengong atau sambil berkumpul dengan teman.6. Keripik Tempe Satu lagi makanan berbahan baku tempe yang dibuat di Purwokerto, yaitu keripik tempe. Jika mendoan dibuat dari potongan tempe yang agak tebal, keripik tempe dibuat dari potongan tipis tempe yang dibalut tepung dan digoreng hingga garing. Adonan tepung yang membalut keripik tempe tidak menggunakan jintan, tetapi tidak mengurangi kerenyahan dan kenikmatannya. Mau untuk cemilan? Bisa! Mau untuk menambah lauk makan? Juga bisa!7. Bakmi Yang membuat Bakmi Purwokerto berbeda dengan tempat lainnya adalah mie lebar yang digunakan. Mie lebar yang mirip dengan kwetiauw dimasak bersama bahan dan bumbu di atas tungku arang yang memberikan aroma tambahan dan menambah kenikmatan bakmi. Bakmi yang dipesan bisa berupa bakmi goreng, bakmi rebus, atau versi nyemek, yaitu bakmi goreng dengan kuah. Jangan lupa tambahkan sambal pedas biar lebih nendang.8. Serabi Serabi Purwokerto juga berbeda dengan Surabi Bandung atau Serabi Solo. Meski serabi Purwokerto terbuat dari bahan yang sama dengan dua saudaranya. Tapi yang membedakan adalah adonan manis yang berada di tengah serabi. Jadi, bayangkan serabi dengan pinggiran putih serta bagian tengah berwarna coklat yang manis dan gurih. Lalu bayangkan memakannya perlahan-lahan dari pinggirannya yang berwarna putih belum melahap bagian tengahnya yang berwarna coklat. Hmmm....Sudah selesai mengelap air liurnya, TripTroops? Kalau gitu segera daftar Festival Petualang Nusantara #3 di sini (http://triptr.us/uW) lalu mampir di Purwokerto sebelum atau sesudah FPN untuk mencicipi semua makanan ini!
...more

Panduan Seri Mengamati & Berinteraksi Dengan Satwa Laut

TRIPTRUS – WWF Indonesia mengajak masyarakat luas untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih rahmah lingkungan, dengan bijak memilih produk dan jasa wisata yang baik dengan mendukung kampanye #BeliYangBaik. Kampanye #BeliYangBaik diluncurkan pada tanggal 5 November 2015, yang bertepatan denga peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Melalui Kampanye #BeliYangBaik, konsumen diajak memilih produk-produk wisata bahari yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan membuat aksi nyata untuk menghentikan dampak negatif tersebut. Untuk mendukung Kampanye #BeliYangBaik, WWF Indonesia meluncurkan Panduan Seri Mengamati dan Berinteraksi dengan Satwa Laut. Lewat acara ini WWF memperkenalkan cara mengamati & berinteraksi dg satwa laut utk wisata bahari yg ramah lingkungan. Indonesia memiliki kekayaan laut yang potensial untuk dijadikan wisata bahari. Namun, kondisi ekosistem laut Indonesia terancam rusak, salah satunya akibat sampah. Ancaman pada ekosistem laut lainnya adalah praktik wisata bahari yg salah sehingga menganggu satwa laut. Para penyedia jasa wisata dan wisatawan dianggap memiliki peran yang penting dalam membantu pelestarian destinasi wisata. WWF Indonesia juga menginisiasi program bertajuk “Signing Blue” sebagai inovasi dan wadah bagi penyedia jasa pariwisata dan wisatawan untuk ikut serta melindungi sumber daya alam. Klik link berikut ini untuk mengunduh Panduan Seri Mengamati & Berinteraksi Dengan Satwa Laut.
...more

5 Hal Kecil Yang Bikin Ngetrip Jadi Gak Oke

TripTrus.Com - Kita semua ingin trip yang sempurna. Apalagi, dengan waktu dan uang yang kita habiskan, liburan yang enggak bisa dinikmati membuat ngetrip jadi terasa sia-sia. TripTrus dan ZAP punya solusi untuk 5 hal kecil yang bikin ngetrip kurang oke jadi mengesankan. 1. Cuaca Tidak Mendukung Pasti pada enggak mau kan kalo sampai di tempat ngetrip terus seharian hujan, atau ada badai yang bikin kita gak bisa ke mana-mana? Sebenarnya tidak susah buat menghindari kejadian ini. Sebelum ngetrip, cek dulu ramalan cuaca daerah yang mau dikunjungi. Bikin juga tujuan alternatif yang bisa dikunjungi meskipun hujan. Jangan lupa bawa payung dan jas hujan untuk menghindari tubuh dari air hujan. 2. Kondisi Badan Tidak Fit Bayangkan begini, kamu ngetrip ke destinasi impian tapi begitu di sana kondisi badan ngedrop. Wah, jadi percuma repot-repot nabung dan bikin jadwal kunjungan ke sana-sini. Untuk itu, persiapkan kondisi tubuh sebelum ngetrip. Hindari deh yang namanya kurang tidur, beraktivitas yang berlebihan, makan-makanan yang bisa bikin pencernaan bermasalah. Bawa juga suplemen penambah tenaga dan cemilan sehat buat isi perut selama ngetrip. Jangan lupa minum air putih yang cukup ya. 3. Foto Ngetrip Kurang Oke Kamu pasti gak mau dong kalau foto-foto ngetrip kamu ternyata buram, tidak fokus, atau kena photobomb (ada penampakan yang tidak diinginkan di foto). Kalau yang ini bisa diatasi dengan cari tahu terlebih dulu cara menggunakan kamera kamu, baca berbagai tips dari para fotografer kawakan buat cara ambil foto-foto yang keren. Sebelum ambil foto, lihat juga keadaan sekeliling, untuk menghindari kejadian kayak gambar di atas. 4. Kurang Informasi Tujuan Ngetrip Pernah sampai di tempat ngetrip tapi enggak tahu mau ke mana atau apa yang mau dilakukan di sana? Kalau yang ini bisa diatasi dengan mengumpulkan informasi sebelum ngetrip. Cari tahu obyek-obyek yang bisa dikunjungi, tanya ke penduduk setempat dan traveler lain mengenai apa yang bisa dilakukan di sana. Atau, kalau mau nekad, langsung saja jalan. Kadang, sedikit nyasar malah bisa memberikan kita pengalaman ngetrip yang tak terlupakan. Kalau mau lebih gampang, ikutan ngetrip yang diadakan oleh trip operator yang handal. 5. Tumbuh Bulu di Area yang Tidak Diinginkan Tumbuhnya bulu di area yang tidak diinginkan adalah masalah umum yang hampir dimiliki oleh semua orang, apalagi wanita. Banyak cara untuk menghilangkan bulu yang tidak diinginkan tersebut, namun, mana yang terbaik. Selama ini kaum wanita menghilangkan bulu dengan cara mencukur atau waxing, bahkan ada yang mencabut bulu. Tapi dengan Treatment Hair Removal dari ZAP bulu-bulu yang tidak diinginkan bisa hilang secara permanen. Bandingkan saja dengan teknik mencukur atau waxing yang hanya bersifat sementara dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Dengan Permanent Hair Removal dari ZAP, bulu-bulu akan tercabut sampai ke akarnya dan iritasi sangat jarang terjadi. Ini bisa dimungkinkan karena teknologi yang digunakan oleh ZAP telah memiliki sertifikasi nasional dan ZAP sendiri sudah sangat berpengalaman. Jadi, sebelum ngetrip, datang deh ke ZAP yang ada di sembilan lokasi (Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta). Atau, telepon ke 08 7878 927 927 untuk layanan ZAP Home Service di Jabodetabek dan Bandung yang memungkinkan kamu melakukan treatment di rumah.
...more

Mengenal 5 Klenteng dan Vihara Tua di Tangerang

TripTrus.Com - Menurut kitab sejarah Sunda yang berjudul Tina Layang Parahyang (Catatan dari Parahyangan), keberadaan komunitas Tionghoa di Tangerang dan Batavia sudah ada setidak-tidaknya sejak 1407 NI.  Kitab itu menceritakan tentang mendaratnya rombongan pertama dari dataran Tiongkok yang dipimpin Tjen Tjie Lung alias Halung di muara Sungai Cisadane, yang sekarang berubah nama menjadi Teluk Naga. "Oleh karena itu, Tangerang tidak mungkin dapat dipisahkan dengan kebudaya Tionghoa-nya. Kebudayaan yang berkembang di sana sejak berabad-abad lalu." Maka tidak mengherankan jika wilayah Tangerang Raya (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang) memiliki beberapa klenteng dan vihara tua yang bersejarah. 1. Klenteng Beon Hay Bio   Chinese New Year 270117 A post shared by Kemala D. Larasati (@k_larasati) onJan 27, 2017 at 9:46am PST Klenteng Boen Hay Bio yang terletak di Jl. Pasar Lama Serpong, Desa Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan informasi dari pengurus, Klenteng tertua di Serpong ini berdiri tahun 1694 atau sudah berusia tiga ratus tahun. Pada saat hari jadi Klenteng yang diperingati tanggal 24 bulan keenam penanggalan Cina, biasanya Klenteng dipadati pengunjung yang datang untuk berdoa. Selain itu untuk memeriahkan acara hari jadi, Klenteng Boen Hay Bio juga sering dimeriahkan dengan berbagai atraksi pertunjukan barongsai, gambang kromong, serta lenong. 2. Vihara Boen Tek Bio   #VIHARABOENTEKBIO #VIHARA #PASARLAMA #PEI76ETC A post shared by Sri Rezeki Tjandra (@tjansriki) onNov 26, 2016 at 6:56am PST Vihara Boen Tek Bio diperkirakan mulai dibuat pada akhir abad ke-17, hal tersebut berasalan dikarenakan ukiran kayu yang terdapat pada langit-langit dibuat awal tahun 1800. Vihara yang terletak di Jl. Bhakti No. 14, Pasar Lama, Kota Tangerang ini memiliki pengaruh besar pada perkembangan budaya Cina di Tangerang. Yang menasrik dari Vihara Boen Tek Bio adalah beberapa artfeak kuno yang dimiliki oleh Vihara, seperti: patung singa penjaga klenteng (Ciok-say), lonceng tua yang berasal dari tanah Tiongkok tahun 1835, tempat batang hio yang terbuat tahun 1805 dan juga tempat pembakaran yang berasal dari abad ke-19. 3. Vihara Boen San Bio   Vihara boen san bioπŸ™ note : viharaboensanbio atau Klenteng Boen San Bio dibangun oleh pedagang asal Tiongkok yang bernama Lim Tau Koen. Klenteng ini dibangun sebagai tempat untuk menempatkan patung Dewa Bumi (Kim Sin Khongco Hok Tek Tjeng Sin) yang dibawa pedagang tersebut dari Banten. Secara harfiah, “boen san bio” berarti kebajikan setinggi gunung. #viharaboensanbio #viharatangerang #vihara #viharadewikwanim #kelenteng A post shared by Enjoy Your LifeπŸ—½ (@travelmania7550) onOct 19, 2017 at 11:30pm PDT Vihara Boen San Bio atau yang dikenal juga sebagai Vihara Nimmala. Vihara yang berasitektur mewah ini dibuat tahun 1689. Vihara yang terletak di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini digunakan sebagai tempat ibadah baik oleh penganut Kong Hu Chu, Taoisme dan Budha (Tri Dharma). Selain memiliki nilai sejarah, Vihara Boen San Bio juga terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Di bagian atap terdapat patung sepasang burung fenghuang atau hong (phoenix) yang mengapit sebuah mutiara jagat, di bagian depan pengunjung disambut oleh megahnya patung dewa bumi yang dahulu dibawa Lim Tau Koen dari Banten dan banyak lagi oranamen-orname lain yang menjadi daya tarik lain untuk dikunjungi. 4. Klenteng Sampo Tay Jin   #temple #dragonandliondance #semarang #centraljava #sampotayjin #culturalfestival #2017 A post shared by Tio Januar (@januartio) onJul 23, 2017 at 6:55am PDT Tempat ibadah etnis Tionghoa yang terletak di salah satu Gang Jl. Otto Iskandardinata, Kota Tangerang ini bernama Klenteng Sampo Tay Jin. Konon keberadaan klenteng ini erat kaitannya dengan laksamana besar Cina yang memimpin pelayaran pada abad ke-15 dengan kekuatan 300 kapal, yaitu Laksamana Ceng Ho (Sampo Tay Jin). Meskipun bertolak belakang dengan fakta, bahwa Laksamana Ceng Ho adalah seorang muslim, di Klenteng Sampo Tay Jin terdapat altar utama yang menjadikan Laksamana Ceng Ho sebagai dewa utama Klenteng tersebut. Dan uniknya lagi, meskipun tidak memeluk agama Islam, pemuja Laksamana Ceng Ho juga tidak mengkonsumsi daging babi. 5. Klenteng Tjo Soe Kong   πŸ‘ΌπŸ‘ΌπŸ‘Ό . . . . . #temple #vihara #tjosoekong #tanjungkait #tangerang #indonesia #pray A post shared by Aldieka | #sydika #sydikastore (@sy.dika) onDec 10, 2016 at 8:02pm PST Terletak di pesisir utara Kabupaten Tangerang, terdapat bangunan bersejarah etnis Tioanghoa. M asyarakat sekitar klenteng percaya bahwa klenteng itu dibuat tahun 1792 atau berusia tiga abad. Klenteng tersebut bernama Tjo Soe Kong. Pada musibah tsunami akibat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, Klenteng ini berhasil selamat meskioun terletak di bibir pantai. Klenteng yang berlokasi di Dusun Tanjung Anom, Desa Tanjung Kait, Mauk, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Tangerang juga dikenal dengan nama Klenteng Tanjung Kait atau Klenteng Qing Shui Zhu Sui. Untuk memperingati tradisi Cina sekaligus menghibur masyarakat sekitar, Klenteng Tjo Soe Kong kerap menggelar event tahunan dengan berbagai pertunjukan, seperti: pertunjukan wayang Po Te Hi, Tari Naga, dan kesenian barongsai. Tertarik mengenal lebih jauh Klenteng dan Vihara tua bersejarah di Tangerang? Silakan ajak teman-teman kalian untuk menjelajahinya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more

Kunjungi 7 Tempat Wisata Cilegon

TripTrus.Com - Cilegon adalah salah satu daerah di Provinsi Banten yang menawarkan beberapa wisata kekinian. Meskipun terkenal sebagai daerah industri, wisata Cilegon mampu menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah. Untuk memaksimalkan waktu berkunjung kamu ke Cilegon, simak rekomendasi objek wisata hits yang pantas dicoba berikut. 1. Pulau Merak Besar dan Kecil       View this post on Instagram A post shared by Ani Triani (@ani_vaneza) Bicara soal wisata Cilegon tidak akan terpisahkan dari Pulau Merak. Baik Pulau Merak Besar maupun Pulau Merak Kecil, keduanya sama-sama dapat diakses menggunakan perahu dari Pelabuhan Merak. Dengan perpaduan birunya air laut dan pasir pantai yang penuh pecahan terumbu karang kecil, kamu sudah bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan. Suasana yang teduh akan mendukung kamu berlama-lama liburan di sini. Tidak hanya keindahan alamnya, kamu juga bisa menemukan situs sejarah di sini. Jika kamu meminta petunjuk warga lokal, kamu dapat menemukan situs tsunami Gunung Krakatau dan makam tokoh masyarakat. Jangan lupa juga untuk mencicipi keragaman kuliner di sana ya. 2. Pantai Anyer       View this post on Instagram A post shared by Info #ExploreSerang (@explore_serang) Objek wisata kedua yang juga tak kalah populer adalah Pantai Anyer dengan segala keindahannya. Pasir putih yang lebih lembut dibanding destinasi sebelumnya membuat kamu lebih leluasa jalan-jalan di bibir pantai tanpa alas kaki. Meski pemandangannya hampir sama dengan Pulau Merak, pantai ini menawarkan aktivitas seru yang lebih bervariasi. Mulai dari fasilitas snorkeling, banana boat, dan sebagainya. Sudah siapkah kamu dengan keseruan di Pantai Anyer? 3. Bukit Batu Gambir       View this post on Instagram A post shared by 𝓐𝓷𝓲 π“œπ“Ύπ“΅π”‚π“ͺ𝓷𝓲 (@lyani_am) Sesudah main ke pantai, saatnya kamu menjelajah ke pegunungan Cilegon. Bukit Batu Gambir adalah salah satu pegunungan yang terkenal di sini. Selain pemandangannya yang masih alami, jalur pendakian yang ada juga tidak akan membuat kamu bosan. Sesuai dengan namanya, kamu akan menemukan perbukitan dari batu yang keren sekali menjadi latar belakang swafoto bersama rombongan liburan. Karena perjalanan kesana membutuhkan stamina yang kuat, pastikan kamu dalam keadaan sehat, ya. 4. Situ Rawa Arum       View this post on Instagram A post shared by Zona Wisata Banten | Indonesia (@bantennature) Jika kamu mencari objek wisata yang menenangkan namun kurang menyukai pendakian, maka Situ Rawa Arum adalah solusinya. Menurut sejarah yang ada, lokasi danau ini terbentuk dari tsunami akibat letusan Gunung Krakatau ratusan tahun yang lalu. Di sekitar danau banyak ditumbuhi dengan tanaman teratai putih. Kalau kamu beruntung, kamu akan mencium harumnya bunga tersebut dari pinggir danau. Selain itu, kamu harus menambah koleksi foto dengan pemandangan danau dari atas tempat khusus yang sudah disediakan pengelola wisata. 5. Bukit Teletubbies       View this post on Instagram A post shared by Info Wisata Banten (@wowbanten) Bukit Teletubbies memiliki nama asli Bukit Kembang Kuning. Namun karena pemandangan yang ditawarkan mirip dengan bukit teletubbies yang terkenal itu, banyak wisatawan yang lebih mengenalnya dengan sebutan tersebut. Hamparan perbukitan dengan rerumputan hijau akan menyambut kamu ketika tiba di sana. Ketika musim kemarau, rumput-rumput tersebut akan dominan berwarna coklat. Meskipun begitu, udara yang ada disekitarnya masih bersih dan menyegarkan. [Baca juga : "Jelajahi 6 Destinasi Wisata Subang"] 6. Cilegon Green Waterpark       View this post on Instagram A post shared by Lis (@lisss.1607) Setelah menikmati serangkaian acara festival yang semarak dan meriah, kamu mungkin akan membutuhkan wisata yang seru sekaligus menyegarkan. Cilegon Green Waterpark adalah objek wisata yang direkomendasikan jika kamu mengajak anak kecil. Menjadi tempat bermain air yang hits tidak membuat lokasi ini menuntut harga yang mahal untuk menikmati semua wahananya. Mulai dari kolam anak, kolam olimpik, seluncuran air yang menantang, hingga kolam arus siap untuk dicoba. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @anyer_1883) 
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...