Selain dikenal dengan objek wisata jam gadang, Sumatera Barat juga ternyata memiliki satu destinasi eko-wisata yakni Pusat Konservasi Penyu di Kota Pariaman. Di sini, kita dapat melihat bagaimana penyu-penyu yang hidup di kawasan Pariaman dipelihara dalam sebuah penangkaran.
Untuk bisa menuju pusat konservasi yang terletak di Jalan Syeh Abdul Arif, Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Sumatera Barat, tidaklah begitu sulit. Dari Pusat Kota Pariaman hanya memerlukan waktu 10 menit untuk sampai ke destinasi ini.
Begitu sampai di pusat konservasi ini, aneka jenis tukik seperti menyambut keberadaan kita. Ada beberapa jenis tukik yang bisa kita lihat di sini seperti penyu lekang, penyu hijau dan penyu sisik. Sejak 2009 tempat penangkaran penyu ini telah melakukan penangkaran kurang lebih 30.000 ekor tukik. Setelah melewati masa penangkaran, sebagian besar tukik-tukik tersebut kemudian dilepaskan ke laut.
Untuk dapat lebih dekat dan bahkan ingin menyentuh tukik-tukik ini, UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman ini memiliki beberapa fasilitas yang dapat dikunjungi pengunjung seperti, ruang inkubasi peneluran penyu, hacthery, dan ruang karantina. Pengelola juga menyediakan ruang informasi untuk pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai tukik-tukik yang ada di pusat konservasi ini.
Selain berfungsi sebagai pusat konservasi, saat ini UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman juga menjadi salah satu objek eko-wisata. Tidak hanya wisatawan dari Pariaman dan Padang pada umumnya, namun wisatawan mancanegara juga menjadikan destinasi wisata ini sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi ketika berada di Pariaman.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Nih, brosis! Ada kabar seru nih buat kamu yang kangen naik Gunung Semeru. Cekidot! Jadi, rencananya pendakian ke gunung ikonik ini mau dibuka lagi oleh pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mereka nggak main-main nih, soalnya udah dua tahun lamanya pendakian ke sana tutup gara-gara si virus Covid-19 dan aktivitas gunung yang lagi ribut.
View this post on Instagram
A post shared by πππΆπππΆ ππΎππΆ πππΎπ»πΎπ π«ππππΎ (@clarradina)
Kepala Bagian Tata Usaha di Balai Besar TNBTS, si Septi Eka Wardhani, ceritanya mereka lagi persiapin segala sesuatunya buat nge-buka pendakian lagi. Salah satu persiapan keren yang mereka lakuin adalah nge-train para Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Nggak sembarang pemandu, harus yang udah terdaftar dan udah siap betul buat jadi guider. Nih, kata Septi Eka Wardhani, para PPGST ini harus dikasih pelatihan dulu biar nanti pas pendakian bener-bener smooth.
Katanya sih, “Para PPGST ini harus siap terlebih dahulu sebelum pendakian Gunung Semeru resmi dibuka nantinya,” kan kece?
Kemaren-kemaren, tepatnya tanggal 2-3 Agustus 2023, Balai Besar TNBTS udah ngadain bimbingan teknis (Bimtek) buat sekitar 200-an orang PPGST. Ini penting banget, bro, biar mereka tau kawasan konservasi, ekosistem Gunung Semeru, cara pertolongan medis, sampe etika yang harus dipegang pas pendakian.
[Baca juga : "Seru Abis! Tiga Event Keren Di Bali Yang Wajib Kamu Kunjungi!"]
“BBTNBTS masih akan mengadakan Bimtek satu kali lagi. Tapi masih belum kami jadwalkan untuk tanggal pastinya kapan,” ujar mereka.
Nah, di sisi lain, Balai Besar TNBTS dan beberapa komunitas lain lagi usaha keras buat ngembaliin jalur pendakian Gunung Semeru jadi lebih baik lagi. Soalnya masih ada beberapa bagian yang rusak, ada yang ringan, ada yang agak berat. Makanya, gak bisa dipastikan kapan persisnya pendakian ke sana bakal dibuka lagi.
Lagi pula, Yadi Yuliandi, si petugas di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Semeru, ngasih tau kalo status gunung ini masih level III alias siaga. Jadi, kita mesti tetep waspada, bro, kalo mau petualangan ke sana.
Intinya, buat kamu yang pengen naik Semeru, sabar-sabar ya! Kita doain aja semuanya lancar dan aman pas udah dibuka lagi. (Sumber Foto @zhera_s)
...moreTripTrus.Com - Pernah ngebayangin nonton musisi favorit lo, tapi tempatnya bukan venue biasa? Di festival musik outdoor ini, lo nggak cuma nikmatin musik, tapi juga bisa dapet vibes alam yang keren abis! Dari suasana gunung berkabut, aliran sungai yang jernih, sampe ombak pantai yang berdebur, lo bakal ngerasain sensasi yang beda banget dan pastinya memorable.
View this post on Instagram
A post shared by tohpati (@tohpati)
Festival-festival outdoor ini lagi hits banget di Indonesia, tiap festival punya konsep unik dengan vibes yang beda-beda, bikin lo makin nyatu sama alam. Buat yang suka musik sekaligus pengen healing, list festival ini wajib banget lo masukin ke bucket list. Gimana, udah siap kan buat ngerasain serunya konser sambil nikmatin view alam Indonesia?
1. Jazz Gunung Bromo
Bayangin lo duduk santai di tengah gunung Bromo, ditemenin jazz keren dari musisi lokal dan internasional. Panorama pegunungan Bromo yang cakep abis makin syahdu pas digabung sama musik jazz yang bikin merinding! Event tahunan ini bener-bener kudu lo coba minimal sekali dalam hidup kalau ngaku pecinta jazz sejati.
2. Jazz Pinggir Kali Purbalingga (Festival JazzGirLi)
Di Purbalingga, jazz nggak cuma jadi hiburan, tapi juga punya misi mulia buat ngebangkitin cinta sama alam, khususnya sungai. Lo bisa camping tiga hari dua malam, belajar soal sungai, tanem pohon di pinggir kali, sampe nonton konser jazz dengan alat musik yang sebagian dibikin dari sampah daur ulang. Bener-bener eco-friendly dan asik banget, kan?
3. Beach Jazz Festival Banyuwangi
Buat lo yang pengen ngerasain jazz di pinggir pantai, Beach Jazz Festival di Banyuwangi bisa jadi pilihan. Acara ini juga sekalian buat promosiin keindahan kota Banyuwangi, jadi nggak cuma nonton konser, tapi lo juga bisa explore kota ini. Banyak musisi lokal top kaya Tulus, Raisa, dan White Shoes & the Couples Company yang pernah manggung di sini.
4. Mahakam Jazz Fiesta Samarinda
Jazz di pinggir Sungai Mahakam, Samarinda? Kenapa nggak! Mahakam Jazz Fiesta ini bikin lo bisa nikmatin alunan jazz sambil liat sungai yang cantik. Event ini udah jadi salah satu daya tarik Samarinda, dan tentunya banyak musisi jazz, baik lokal maupun internasional, yang tampil di sini.
[Baca juga : "Jalan Santuy Keliling Museum Di Kota Tua, Gak Butuh Ongkos Tapi Tetap Seru!"]
5. Jazz Atas Awan Dieng
Jazz Atas Awan di Dataran Tinggi Dieng ini punya nuansa magis yang bikin banyak turis lokal dan mancanegara penasaran. Lo bisa nonton konser jazz di ketinggian sambil nikmatin dinginnya udara pegunungan Dieng yang terkenal. Festival ini biasanya jadi bagian dari Dieng Culture Festival yang digelar tiap bulan Juli atau Agustus.
6. Moker Camp Pontianak
Ini dia, buat lo yang doyan camping dan musik indie. Moker Camp di Pontianak punya konsep konser yang mirip camping trip, dimana lo bisa nginep di tenda, makan bareng, nanem mangrove, sampe bikin api unggun sambil ditemenin band indie Pontianak. Lokasinya juga keren, di pantai Pulau Temajo, cocok banget buat yang pengen ngilangin stress.
7. Eco Music Camp
Terakhir, ada Eco Music Camp di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Bogor. Di sini, lo bisa nikmatin berbagai genre musik dari religi sampai jazz sambil camping tiga hari. Selain konser, ada juga workshop, diskusi, dan screening film buat lo yang haus akan ilmu. Kombinasi antara musik dan alam yang bener-bener bikin rileks!
Nah, gimana? Udah kebayang kan serunya? Dari gunung sampai pantai, dari jazz sampai indie, festival outdoor ini bakal kasih lo pengalaman nonton musik yang lebih dari sekadar dengerin lagu. Nggak cuma hiburan, tapi juga refreshing sambil bikin momen yang nggak bakal lo lupain. Jadi, siapa tau kita bisa ketemu di salah satu festival ini, ya kan? (Sumber Foto @eventjawatimur)
...moreTripTrus.Com - Pemerintah Daerah Provinsi Bali tengah bersiap mengembangkan Zona Hijau Bebas COVID-19 yang akan dijadikan Free Corridor COVID-19. Daerah wisata yang masuk ke dalam zona ini, nantinya boleh dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan ada 3 daerah yang telah diusulkan menjadi Zona Hijau Bebas COVID-19 yakni Ubud di Kabupaten Gianyar, Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua di Kabupaten Badung dan Sanur di Kota Denpasar. Adapun penetapan tiga wilayah tersebut sebagai zona hijau tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan.
Sebagai langkah awal, untuk memastikan kedua wilayah tersebut 100% aman maka akan dilakukan vaksinasi massal COVID-19 bagi orang yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan tersebut. Penanggung jawab diserahkan kepada Wali Kota/Bupati daerah masing-masing. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, secara keseluruhan vaksinasi akan diberikan kepada 151.603 ribu orang. Dengan dua kali penyuntikan maka butuh sekitar 303.206 ribu dosis vaksin COVID-19.
“Populasi yang akan diberikan vaksin di 3 zona itu warga yang berdomisili di daerah zona, pekerja yang berasal dari daerah zona, dan pekerja dari luar daerah zona.” Kata Gubernur Bali I Wayan Koster dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wali Kota/Bupati se-Bali di Jaya Sabha, Kota Denpasar pada Jumat (12/3).
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Kadek Jaya (@sugiartajaya)
Selain data vaksinasi, persiapan lain yang telah dilakukan oleh Pemda adalah menerbitkan ketentuan pelaksanaan protokol kesehatan yang mencakup mobilitas orang, transportasi, serta infrastruktur kesehatan. Aturan ini wajib diberlakukan bagi daerah yang menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19.
“Jadi semua orang yang akan beraktivitas di sana (kawasan zona hijau) harus mengikuti ketentuan ini, tetapi kalau hanya lewat saja maka diperbolehkan,” imbuhnya. Aspek lainnya seperti Sumber Daya Manusia Kesehatan, logistik maupun sarana dan prasarana pun telah disiapkan.
Pada kesempatan yang sama, Menkes menyatakan siap mendukung upaya Bali untuk menerapkan Zona Hijau Bebas COVID-19. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali di dunia internasional, sehingga Bali bisa menjadi sebagai contoh destinasi wisata yang aman dan sehat.
“Ini menjadi contoh destinasi wisata dunia, jadi orang datang merasa aman, tidak takut apapun karena demikian disiplinnya kita menjaga kesehatan,” tutur Menkes.
Untuk meyakinkan dunia bahwa Bali merupakan kawasan wisata yang aman dan sehat, Menkes menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional. Upaya ini tentunya harus didukung oleh penerapan protokol kesehatan yang ketat.
“Agar ini tidak hanya menjadi destinasi wisata lokal tapi harus menjadi destinasi wisata dunia. Untuk itu, ajak berbagai lembaga internasional untuk membantu dan mengawal ini. Kita buktikan bahwa kita bisa, sehingga dunia yakin bahwa Bali siap menjadi lokasi wisata yang aman. Saya yakin kita bisa kok,” terang Menkes.
Dia menekankan untuk mewujudkan Zona Hijau Bebas COVID-19, maka daerah yang terpilih harus 100% aman dan sehat. Menkes mendorong agar pelaksanaan vaksinasi di dua kawasan itu dilakukan sesegera mungkin supaya pemulihan ekonomi juga bisa dipercepat. “Saya setuju semua disuntik vaksin di dua daerah itu, kalau bisa suntikan pertamanya kita mulai segera. Saya pingin Maret bisa harus sudah mulai,” tutur Menkes.
Selain vaksinasi, pihaknya juga menekankan pergerakan masyarakat maupun trasnportasi yang keluar masuk kawasan benar-benar dipantau, penerapan 3T dilakukan secara masif sesuai standar WHO serta penyediaan infrastruktur seperti RS maupun lab PCR yang bagus.
“Harus ada Lab PCR di sekitar Kawasan Wisata Ubud agar efisien, kalau bisa diatas 500 spesimen per hari. Dan itu ngak boleh lama, selesainya paling lama 24 jam. Oleh karenanya butuh infrastruktur yang prima untuk memastikan seluruh daerah itu aman dan bersih,” terangnya.
[Baca juga : "Ini 5 Destinasi Wisata Super Prioritas Tahun 2021"]
Untuk mewujudkan zona ini, Menkes menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral termasuk melibatkan sektor swasta. Karena dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah dan swasta, harapannya bukan hanya mewujudkan wisata Bali yang sehat namun juga sophisticated.
Merespon apa yang disampaikan oleh Menkes, Gubernur Bali berharap rencana penerapan Zona Hijau Bebas COVID-19 bisa tercapai, dan industri pariwisata di Bali bisa segera normal kembali. Untuk itu, Wayan berkomitmen penuh terlibat langsung di seluruh prosesnya.
“Saya akan pimpin langsung ini, untuk memastikan berhasil. Kalau sudah berhasil kita lanjutkan di lokasi lain” pungkasnya. (Sumber: Artikel sehatnegeriku.kemkes.go.id Foto permataayungprivateestate)
...moreTripTrus.Com - Bocoran dari pemerintah NTB, khususnya Dinas Pariwisata, mereka baru aja ngelempar Calendar of Event NTB buat tahun ini. Ada 36 acara pariwisata yang siap banget ngeramein NTB sepanjang tahun, guys!
Jamaluddin Malady, Kepala Dinas Pariwisata NTB, ceritanya pas lagi ngeluncurin kalender itu di Desa Wisata Bilabante, Lombok Tengah, pada Selasa (2/1/2024), dia bilang, "Ada 36 event kita luncurkan, tapi ini bisa saja bertambah dan jumlahnya bisa lebih karena ada beberapa event juga belum masuk."
View this post on Instagram
A post shared by Tiara and Friends band (@tiarandfriends)
Nah, katanya sih kalender ini mencakup segala macam event, mulai dari yang bercorak budaya, olahraga, sampe yang religi gitu. Dia berharap para pebisnis pariwisata, kayak transportasi, hotel, tour guide, dan travel pariwisata, bisa siap-siap dengan baik.
"Jadi, nanti saat mereka ajak tamu, baik yang lokal atau turis internasional, pasti ada tempat keren buat dikunjungin atau acara seru yang bisa dinikmati," ujarnya semangat.
[Baca juga : "Liburan Seru Di Jogja 2024, Daftar Event Gokil Yang Harus Kamu Datengin!"]
Trus, dia berdoa banget sih tahun ini gak ada halangan kayak pandemi Covid-19 yang bikin ribet. Targetnya dari 36 event ini, Pemprov NTB mengharapkan sekitar 2,5 juta wisatawan bakal mampir dan merasakan pesona NTB.
"Semoga dengan kalender event ini, pariwisata NTB bisa makin melesat dan ngasih pengalaman seru buat setiap pengunjungnya," begitu harapannya. Seru, kan? Tunggu aja apa lagi yang bakal muncul di tahun ini! (Sumber Foto @insmedia_indonesia)
...moreTripTrus.Com - Keindahan lokasi wisata terkadang dapat muncul dari mana saja, bahkan dari sisa-sisa kerusakan. Hal ini nampaknya terjadi di Sumatera Barat. Belakangan ini banyak muncul destinasi wisata di Sumbar yang ternyata merupakan sisa-sisa atau bekas tambang yang sudah tak terpakai dan di tinggalkan begitu saja. Cekungan di bukit dan darat, serta air yang terkumpul ternyata menciptakan sebuah danau atau bukit yang berbentuk unik.
Bermula dari satu orang mengunggah foto-fotonya di sosial media hingga menjadi viral. Akhirnya banyak wisatawan yang berdatangan ke lokasi tersebut tanpa memikirkan kondisi lokasi masih labil atau sudah aman. Tempat itu pun kemudian menjadi daya tarik untuk berfoto-foto, akhirnya jadi lokasi wisata dadakan. Berikut ini Langgam.id rangkum destinasi wisata di Sumbar yang merupakan bekas tambang.
1. Danau Biru, Sawahlunto
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Delvi Gustia Nasution (@delvigustia)
Danau Biru berlokasi di daerah Parambahan, Kota Sawahlunto dan tepat berada dalam lingkungan proyek tambang batu bara. Danau ini terbentuk dari bekas galian tambang batu bara.Untukmencapai lokasi ini berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota Sawahlunto.
Sebelum menuju lokasi, sebaiknya siapkan kondisi kendaran. Karena untuk melihat danau yang indah ini kamu harus melewati jalan yang berkerikil dan belum diaspal. Hal ini wajar, karena Danau Biru bukan lokasi wisata yang di kelola pemerintah. Jadi wajar jika jalan menuju lokasi belum memadai dan masih banyak ditemukan parkir liar.
2. Lubang Mbah Suro, Sawahlunto
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh FauzanMa'arij (@fauzanmrj)
Kota Sawahlunto merupakan kota bekas tambang batu bara terbesar di Sumatra. Sudah sepatutnya Sawahlunto menjadi salah satu destinasi favorit untuk wisata tambang.
Lubang Mbah Suro merupakan destinasi wisata edukasi di Sumbar dan sudah dikelola oleh Pemko Sawahlunto. Untuk memasuki lubang tambang Mbah Suro kita membayar kira-kira Rp. 5.000. Sebelum memasuki lubang tambang, kita akan diberikan perlengkapan keamanan dan pemandu yang akan menjelaskan sejarah dan fungsi lubang tambang Mbah Suro dahulu.
[Baca juga : "6 Objek Wisata Di Bandung Perpanjang Periode Tutup Sementara"]
3. Danau Hijau, Kabupaten Sijunjung
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Budi Ca'uih (@mr_cauih)
Danau Hijau terletak di di ujung Nagari Bukit Bual, kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Lokasi danau hijau ini cukup jauh dari pusat kota, kita-kira sekitar 15 menit dari Tanjung Ampalu, dan 45 menit dari Muaro Sijunjung.
Disebut danau hijau karena airnya memang berwarna hijau. Awalnya danau ini hanya sekadar genangan air di tengah bukit akibat galian bekas tambang. Danau Hijau ini tiba-tiba menjadi viral seiring dengan viral nya Danau Biru di Sawahlunto.
4. Gunung Harun, Kabupaten Pesisir Selatan
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhex Yha (@adhexyha)
Gunung Harun, merupakan tambang emas yang di masa kolonial dikenal sebagai tambang emas Salido. Konon, orang dari berbagai bangsa sampai ke puncaknya untuk mendapatkan emas. Hingga kini dipercaya masih ada beberapa orang yang rutin mencari emas di ketinggiannya. (Sumber: Artikel langgam.id Foto @velrones )
...moreTripTrus.Com - Traveling bersama keluarga tentunya keinginan semua orang. Terutama untuk Anda yang tinggal di kota besar, rutinitas pekerjaan pasti membuat Anda penat dan jenuh. Selain berlibur menikmati wisata, traveling bersama keluarga juga bisa dijadikan moment untuk mendekatkan anggota keluarga satu sama lain.
Hari sabtu nya kitahhhh.... π . . #thelodgemaribaya#liburankita #liburankeluargabesar #ibusayanganak #ibukekinian #anak #sayangkeluarga #lembangbandung#nissan
A post shared by Desy Napilah (@desynapilah) onAug 7, 2017 at 6:46am PDT
Tapi, ada hal yang perlu dipikirkan sebelum Anda berangkat traveling, yakni uang. Tidak mau kan setelah Anda berlibur, Anda kehabisan uang?
Untuk mencegah hal tersebut, berikut ini SCOOP akan menginformasikan “7 Tips Merencanakan Traveling Hemat Bersama Keluarga”.
1. Beli Tiket Promo
Banyak cara mendapatkan tiket promo, misalnya Anda membelinya saat travel fair, early bird, atau promo–promo lain dari maskapai penerbangan.
2. Cari Akomodasi Dengan Harga Miring
Menginaplah di budget hotel, service apartment, atau guest house. Pastikan penginapan yang Anda pilih bisa menerima tamu anak–anak, karena ada beberapa penginapan yang memberlakukan batasan usia.
3. Makan Makanan Lokal atau di Restoran Fast Food
Makanlah apa yang dimakan penduduk setempat, jika tidak cocok lebih disarankan untuk makan di restoran fast food. Jangan mencari makanan Indonesia ketika traveling di luar negeri kecuali di Singapura dan Malaysia, karena harga makanan Indonesia di luar negeri cukup mahal.
4. Ajari Anak Traveling, Bukan Shopping
Hindarkan anak–anak menjadi konsumtif dengan membatasi apa yang mereka beli selama traveling. Banyak ilmu yang bisa diambil ketika traveling, bukan hanya berkeliling dari satu mal ke mal lain di sepanjang perjalanan.
5. Naik Transportasi Lokal atau Jalan Kaki
Selain menghemat biaya, mengajak keluarga naik transportasi lokal atau berjalan kaki akan menciptakan kesan tersendiri sekaligus mengajari anak belajar berinteraksi dengan penduduk setempat. Membiarkan anak membeli tiket sendiri dan mengantre akan membuat anak belajar mandiri dan disiplin.
6. Diskusi Keluarga Sebelum Berangkat
Diskusi sebelum berangkat traveling amatlah penting. Dalam diskusi tersebut, Anda bisa menentukan biaya yang akan dikeluarkan selama berpergian, seperti alokasi belanja, tempat–tempat yang akan dikunjungi, sampai perlu tidaknya Anda membawa stroller. Diskusi di awal akan menghindarkan kesalahpahaman saat traveling. Jangan sampai family travel yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi ajang perselisihan.
7. Buat Itinerary, Budget Planning, dan Packing Yang Teliti
Setelah selesai berdiskusi, susunlah itinerary dan perkiraan budget. Jadwal perjalanan dan perkiraan pengeluaran akan membuat traveling lebih terencana dalam hal waktu dan uang. Ketelitian packing juga penting agar tidak ada barang bawaan yang tertinggal, terutama perlengkapan untuk anak.
Ayo, segera ajukan cuti! Dan, selamat menikmati liburan hemat bersama keluarga! Enjoy your trip! (Sumber: Artikel gramedia.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Gokil, Sumut makin hits nih! Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara baru aja ngeluarin Kalender Event 2025 yang bakal seru abis! Tema besarnya, "Discover North Sumatra: The Heart of Indonesia," jadi bukti kalo Sumut itu pusatnya Indonesia banget, cuy.
View this post on Instagram
A post shared by BUMI SIGUPAI ABDYA (@bumi_abdya)
Pj Gubsu, Agus Fatoni, bilang bakal ada 24 event kece yang dihelat sepanjang tahun 2025, dari yang skala nasional sampai internasional. Kata dia, ini pertama kalinya Sumut ngerilis Kalender Event, dan siap-siap aja banyak banget acara dari budaya, seni, sampai alam yang keren banget, bahkan ada desa wisata juga buat para wisatawan lokal dan mancanegara.
Menurut Fatoni, acara ini tuh bakal jadi media buat ngenalin potensi wisata Sumut yang udah terkenal banget, mulai dari alam yang bikin nganga, keberagaman budaya, sampai tradisi yang masih kental. “Sumut tuh emang jantungnya Indonesia. Kami pengen orang-orang makin sadar kalo Sumut itu nggak cuma punya keindahan alam, tapi juga kaya akan budaya,” kata Fatoni di peluncurannya di Pos Bloc Medan.
[Baca juga : "Mataram Bikin 15 Event Kece Buat Tarik Wisatawan 2025!"]
Selain itu, Kadis Budparekraf Sumut, Zumri Sulthony, juga ngejelasin kalo jumlah wisatawan ke Sumut udah naik signifikan. “Wisatawan mancanegara dan domestik udah banyak yang dateng ke sini, bahkan sampai November 2024, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 229.013 orang. Ini udah ngalahin target 200.000,” ungkap Zumri.
Yang lebih keren lagi, Kalender Event 2025 ini bukan cuma hasil kerja keras pemerintah aja, tapi ada sinergi antara Pemprov Sumut, pemerintah daerah, dan para pelaku wisata yang udah barengan bikin acara yang bakal ngeboost ekonomi lokal. Zumri juga percaya, dengan banyaknya event yang digelar, posisi Sumut bakal makin kuat jadi destinasi wisata utama.
“Kalender event ini bakal ngasih lebih dari 50 acara sepanjang tahun 2025, tersebar di seluruh daerah Sumut. Ini bakal jadi momentum buat explore semua pesona yang ada di Sumut, dari alam sampe sejarah yang nggak bakal terlupakan,” tutup Zumri. So, buat lo yang suka traveling, jangan sampe ketinggalan deh! (Sumber Foto @ridhotoyotamedan)
...moreTripTrus.Com - Banten kaya akan potensi wisata sejarah dan religi. Tidak ada yang memungkiri fakta itu. Tetapi, potensi saja, tanpa dikembangkan dengan penuh komitmen, hanya akan berdiam di dalam pikiran orang. "Karena itu, jika ingin berlari cepat maju, maka tidak ada pilihan lain, kecuali implementasikan dengan baik, semua konsep percepatan pariwisata di Banten," kata Menpar Arief Yahya.
Wisata budaya dan religi itu mensyaratkan ada atraksi. Akan menjadi hidup dan berkembang jika disediakan akses yang baik dari originasi atau marketnya, serta amenitas, fasilitas agar customers atau wisatawan merasa nyaman dan kerasan tinggal lebih lama di Banten.
Oleh sebab itu, pemerintah pusat yang diwakili Kemenpar dan pemerintah daerah, serta pengelola tempat wisata sejarah di Provinsi itu berembuk untuk membicarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi di Hotel Horison Forbis, Cilegon pada tanggal 22-24 Maret.
Hadir dalam acara itu antara lain Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Lokot Ahmad Enda, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Pengelola Kesultanan Agung Tirtayasa A Wahid, Pengelola Kesultanan Maulana Yusuf TB Faidz, serta tokoh MUI Banten HS Usman.
Lokot mengatakan, wisata sejarah di Banten menarik karena dari sudut pandang sejarah kawasan itu pernah berjaya karena letaknya yang strategis membuat kapal-kapal pedagang melewati wilayah ini dan menjadikannya pelabuhan terbesar di Indonesia. Selain itu, Kesultanan Banten yang mengatur wilayah Banten merupakan kerajaan maritim yang mengandalkan perdagangan sebagai sektor utama perekonomiannya. Walhasil,Banten menjadi jalur niaga bagi pedagang dari negara Persia, India, Cina, Vietnam, Filipina dan Jepang.
Meski Kesultanan Banten resmi dihapus pada 1813 oleh pemerintah Kolonial Inggris dengan memaksa Sultan Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin turun dari tahta, namun jejak-jejak peninggalannya masih tampak berdiri kokoh hingga saat ini. Beberapa peninggalan sejarah dan religi tersebut antara lain Menara Masjid Agung Banten, Jejak Sultan Ageng Tirtayasa, Benteng Speekwijk, Keraton Surowowan, Keraton Kaibon serta Vihara Avalokitesvara.
"Namun, faktanya kini pariwisata bukanlah sektor utama dalam pengembangan ekonomi propinsi Banten meskipun sektor hotel dan restoran menyumbang kurang lebih 1 triliun rupiah setiap tahunnya," ujar Lokot.
Beberapa faktor menjadi penyebab masih mandegnya pengembangan pariwisata Banten. Eneng mengungkapkan revitalisasi Benda Cagar Budaya menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pengelola hingga kini. Hal itu berdampak pada rendahnya minat dan tingkat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Banten. Sejatinya hal ini sangat ironis sebab Bandar Udara International Sukarno Hatta terletak di Provinsi Banten.
Selain itu, kurang tertatanya pengembangan wisata sejarah dan religi di Provinsi Banten juga menyebabkan rendahnya minat wisatawan untuk berkunjung.
"Para pengelola wisata sejarah dan religi di Provinsi Banten membutuhkan bantuan teknis dan pendanaan untuk merevitalisasi Benda Cagar Budaya yang ada," ujar Eneng.
Lokot mengatakan, story telling dan pola perjalanan juga menjadi aspek penting yang secepatnya perlu dikembangkan di Provinsi Banten. Salah satu rute perjalanan yang potensial untuk dikembangkan sebagai pola perjalanan wisata sejarah dan religi di Banten adalah rute Tangerang – Anyer –Labuan
Selain itu, untuk mendukung pengembangan wisata sejarah dan religi di Banten, pemerintah akan menyelenggarakan beberapa even baik yang berskala lokal dan nasional. Even-even itu antara lain Seba Baduy 2017 pada pertengahan April, Gebyar Wsata Banten yang akan dilakukan bersamaan dengan Gebyar Wisata Nusantara pada bulan Mei 2017 di Jakarta Convention Center, Serentaun pada Agustus/September 2017, Banten Beach Festival pada Oktober 2017, serta Cilegon Ethnic Carnival bersamaan dengan Golok Day Festival dan Sail Krakatau pada 27 – 30 April 2017. (Sumber: Artikel indopos.co.id Foto radarbanten.co.id)
...more