shop-triptrus



Pariwisata Aceh Siap Bangkit, 101 Event dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 Diluncurkan

TripTrus.Com - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh meluncurkan sebanyak 101 event wisata selama tahun 2022. Peluncuran itu digelar di gedung Amel Convention Hall, Banda Aceh. 101 event wisata yang dikemas dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 itu meliputi wisata berbasis alam, budaya dan sejarah. Dengan jumlah event yang terbilang banyak ini diharapkan bisa memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan di Indonesia. Dari jumlah itu, tiga event wisata unggulan Aceh masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kemenparekraf, yakni Aceh Festival Ramadhan, Aceh Culinary Festival, dan Aceh Perkusi.        Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Lasqi Aceh Official (@dpw.lasqiaceh) Salah satunya terpilih dalam Top Ten KEN 2022, yakni Aceh Culinary Festival yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin meyakini semakin banyak atraksi wisata, akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Rencong. Apalagi atraksi wisata tersebut juga akan dikemas dengan semenarik mungkin, agar wisatawan bisa betah dan bertahan lama di Aceh.  "Tahun ini Khazanah Piasan Nanggroe akan menampilkan 101 event wisata dan budaya yang merupakan hasil kurasi event-event berkualitas pengajuan dari 23 kabupaten/kota," kata Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, selaku ketua panitia kegiatan. Menurut Jamaluddin, peluncuran Khazanah Piasan Nanggroe dan Festival The Light Of Aceh hari ini sebagai momentum kebangkitan industri dan promosi pariwisata di Aceh untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Sebelumnya, Khazanah Piasan Nanggroe 2022 atau yang selama ini dikenal sebagai Kalender of Event (CoE) merupakan kolaborasi Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh dan pemerintah kabupaten/kota serta instansi lainnya. “Event Khazanah Piasan Nanggroe dilandasi pada prinsip pembangunan keberlanjutan yakni meningkatkan kunjungan wisatawan, memberdayakan ekonomi lokal, dan memberikan dampak positif pada ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan,” katanya. Aktivitas penyelenggaraan event dalam masa pandemi ini, kata Jamaluddin harus dilakukan dengan kombinasi online dan offline, adaptif dan inovatif, mengedepankan protokol kesehatan serta menerapkan CHSE atau 4K, yakni kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. “Semakin banyak jumlah atraksi wisata akan semakin berkembang destinasi baru di Aceh, dan semakin terbukanya Aceh kepada wisatawan sebagai destinasi yang aman dan nyaman,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyambut baik agenda wisata di Aceh setelah sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Meskipun sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan, Gubernur Nova yakin, tahun ini semangat wisata Aceh kembali bergeliat.  Untuk itu, Pemerintah Aceh bergerak cepat menyusun event wisata semenarik mungkin agar mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara untuk bisa berkunjung ke Aceh.  [Baca juga : "Pengamat: Pariwisata Indonesia Perlahan Bangkit Seiring Libur Lebaran"] “Aktivitas wisata kita sempat mengalami penurunan akibat pandemi, namun kita harus yakin, tahun ini pandemi bisa mereda dan geliat wisata kembali bergeliat dan normal,” ujar Gubernur saat memberikan sambutan. Pembangunan pariwisata di Aceh, kata Gubernur, juga mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui tiga komponen yaitu Aksesbilitas, Amenitas dan Atraksi. Ia berharap masyarakat dunia bisa mengambil momentum ini untuk bisa mengenal lebih dekat wisata, seni dan budaya Aceh.  “Ini seperti perintah Presiden, kita harus melakukan pemulihan ekonomi nasional melalui pintu-pintu industri pariwisata,” ujar Gubernur Aceh, sekaligus meluncurkan Khazanah Piasan Nanggroe 2022 dan Festival The Light Of Aceh. (Sumber: Artikel acehprov.go.id Foto @riza_azhari) 
...more

5 Destinasi Anti Mainstream di Indonesia untuk Liburan Akhir Tahun

TripTrus.Com - Akhir tahun tidak sampai satu bulan lagi. Pada momen ini, biasanya kamu akan mulai mencari destinasi-destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bagi kamu yang berjiwa petualang dan menyukai sesuatu yang baru, pilihan tempat untuk liburan akhir tahun boleh jadi adalah destinasi yang baru atau tidak biasa.Liburan ke destinasi anti mainstream bisa membuat kamu merasakan pengalaman yang baru dan berbeda. Tapi, kamu tentu perlu mempersiapkan diri lebih, karena destinasi-destinasi anti mainstream itu dapat memberikan kamu suasana atau kondisi yang berbeda dari biasanya.Berikut rekomendasi 5 destinasi anti mainstream di Indonesia untuk liburan akhir tahun, seperti dilansir Pegipegi. 1. Pantai Pulau Merah, Banyuwangi       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Sinta Waty (@sinta_waty.1570) Kamu bisa menikmati pemandangan laut lepas yang cantik dan memesona di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur. Daya tarik pantai ini adalah panorama matahari terbenamnya yang berwarna merah. Kamu juga bisa surfing dan camping di area Pantai Pulau Merah.Lokasi pantai ini masih sekitar 67 kilometer dari Kota Banyuwangi dan lewat jalur darat biasanya ditempuh selama 90 menit. Namun akses jalannya sudah cukup baik, sehingga memudahkan perjalanan menuju ke Pantai Pulau Merah.2. Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Martin Juan (@martinjuan645) Jika kamu pernah mendengar sebutan 'Negeri di Atas Awan dari Timur Indonesia', Desa Wae Rebo ini lah tempatnya. Lokasinya berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di sini kamu bisa merasakan pemandangan yang begitu asri dengan udara sejuk dan segar,.Kabut akan menyelimuti desa ini setiap pagi dan sore. Kamu juga bisa melihat rumah khas Desa Wae Rebo berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang yang tampak berjejer. Kamu juga bisa merasakan menginap di rumah tersebut. Untuk sampai ke Desa Wae Rebo, kamu perlu menyewa motor atau mobil dari Labuan Bajo dan waktu tempuhnya sekitar 5-11 jam, tergantung kendaraan dan rute jalan yang dipilih.3. Kawah Putih Tinggi Raja, Simalungun       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Oky Syeiful Harahap (@oky.harahap) Kota Medan bisa jadi pilihan liburan akhir tahun kamu, dengan berkunjung ke Kawah Putih Tinggi Raja yang terletak di Dolok Marawa, Silau Kahean, Kabupaten Simalungun. Kamu bisa menyaksikan kombinasi panorama indah antara bukit kapur berwarna putih dengan danau berwarna biru kehijauan.Air danaunya berasal dari sumber mata air panas yang ada di sekitar bukit tersebut. Kawah Putih Tinggi Raja menghadirkan ketenangan berkat nuansanya yang sangat alami dan udaranya yang segar. Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini sekaligus menjadi bentuk keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun.Terdapat tiga rute yang biasa dilalui pengunjung untuk sampai ke area ini. Pertama, rute Medan-Lubuk Pakam-Galang-Banun Purba-Dolok Tinggi Raja. Kedua, rute Medan-Lubuk Pakam-Galang-Dolok Tinggi Raja. Dan ketiga, rute Masihul-Nagori Dolok-Dolok Tinggi Raja.4. Bukit Tanarara, Sumba Timur, NTT       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Rensia Erlyana Majid (@rensimajid) Bukit Tanarara di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pernah menjadi lokasi syuting film Marlia Si Pembunuh dalam Empat Babak. Jika sudah pernah menonton film itu, kamu pasti sadar betapa indahnya Bukit Tanarara. Hamparan savana yang begitu luar serta warnanya yang dapat berubah sesuai musim akan membuat wisatawan terkagum-kagum.Kamu bisa duduk sejenak di suatu titik dan saksikanlah perpaduan bukit-bukit yang membentuk pola kesatuan yang sangat indah. Karena letaknya juga di ketinggian, kamu bisa menikmati proses matahari terbit dan terbenam. Berkunjung ke Bukit Tanarara ketika akhir tahun juga pilihan yang tepat.Jarak bukit ini dari Kabupaten Sumba Timur sekitar 19 kilometer. Perjalanan Anda tidak akan membosankan karena melewati hamparan savana yang indah dan sesekali bertemu dengan gerombolan hewan yang sedang menyeberangi jalan. [Baca juga : "5 Destinasi Wisata Horor Di Indonesia, Mana Yang Paling Seram?"] 5. Desa Pinggan, Kintamani       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Alex.wm (@alex.wm20) Kalau kamu tetap memilih Bali sebagai destinasi liburan akhir tahun, bisa menjajal berkunjung ke Desa Pinggan, Kintamani untuk wisata anti mainstream. Dijamin kamu akan memperoleh suasana Bali dari sudut pandang yang berbeda. Pemandangan Desa Pinggan yang berkabut dikarenakan lokasinya di ketinggian.Desa ini juga berlatar pengunungan indah. Kamu bisa juga mengabadikan foto dengan latar matahari terbit yang mengagumkan. Apabila kamu melihat ke bawah, akan tampak area persawahan yang begitu asri meski berbalut kabut. Oleh karena itu, pastikan Anda memakai baju atau jaket tebal karena suhu di desa ini sangat dingin.Untuk bisa sampai ke Desa Pinggan, kamu bisa berkendara lewat jalur darat selama 2 jam 15 menit dari Denpasar. Di Desa Pinggan juga masih beoum ramai didatangi wisatawan. (Sumber: Artikel cnnindonesia.com Foto @harsgarden) 
...more

Hal Yang Harus Dibawa Ketika Berpergian Ketika Ramadhan

TripTrus.Com - Berpergian jauh memang seringkali menjadi aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar orang, bahkan ketika sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Islam memberikan keringanan bagi orang yang sedang dalam perjalanan jauh untuk tidak berpuasa dan dapat meng-qadha' puasa tersebut di luar bulan Ramadan.       View this post on Instagram A post shared by Mr.H (@mr.kc_3563) Meskipun begitu, masih banyak umat muslim yang tetap berniat untuk berpuasa selama perjalanan jauh seperti saat mudik, silaturahmi, atau berlibur ke tempat wisata, baik sendirian maupun bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Agar perjalananmu menjadi lebih menyenangkan dan tidak melelahkan, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu bawa ketika berpergian selama bulan Ramadan: 1. Makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur Sebelum memulai perjalanan yang memakan waktu yang lama selama bulan Ramadan, penting untuk memastikan bahwa Anda membawa persediaan yang cukup untuk berbuka puasa dan sahur. Oleh karena itu, pastikan untuk mempersiapkan makanan dan minuman yang mudah disimpan dan dimakan selama perjalanan, seperti roti, kue, kurma, dan air minum yang aman dan cukup. Dengan membawa persediaan yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki energi dan kekuatan yang cukup untuk menjalankan kegiatan dan tugas sehari-hari tanpa merasa lapar atau kelelahan karena tidak makan atau minum yang cukup. Dalam hal ini, selalu ingat bahwa kesehatan dan keamanan Anda selama bulan suci Ramadan harus menjadi prioritas utama, dan membawa persediaan yang tepat dapat membantu Anda mencapai tujuan ini dengan mudah dan nyaman. 2. Obat-obatan Sebelum memulai ibadah puasa di bulan Ramadan, sangat penting bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda membawa obat-obatan yang biasa Anda konsumsi untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan Anda. Pastikan untuk membawa persediaan obat-obatan yang dapat meredakan sakit kepala, obat flu, atau obat untuk kondisi medis tertentu yang mungkin Anda alami selama berpuasa. Selain itu, penting juga untuk membawa obat-obatan yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan atau kondisi kesehatan lainnya yang mungkin timbul selama bulan Ramadan, seperti obat maag atau obat untuk mengatasi gangguan lambung. Dengan membawa persediaan obat-obatan yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa Anda tetap sehat dan nyaman selama berpuasa tanpa mengganggu ibadah puasa Anda. Selain itu, pastikan juga untuk membawa obat-obatan dengan dosis yang tepat dan bawa dokumen medis yang relevan jika diperlukan. Dengan demikian, Anda dapat merasa aman dan siap menghadapi tantangan kesehatan apa pun yang mungkin Anda alami selama bulan suci Ramadan. 3. Pakaian yang sesuai Sangat penting untuk memilih dengan teliti pakaian yang akan Anda pakai untuk perjalanan Anda, terutama jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu yang lama dalam perjalanan tersebut. Oleh karena itu, sangat dianjurkan agar Anda memilih pakaian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga sesuai dengan iklim tempat tujuan yang akan Anda kunjungi. Memilih pakaian yang tepat dapat memberikan manfaat besar bagi kenyamanan dan kesehatan Anda selama perjalanan, karena pakaian yang cocok dapat membantu Anda menghindari masalah seperti dehidrasi atau kelelahan yang disebabkan oleh cuaca yang tidak sesuai. Karenanya, pastikan untuk mempertimbangkan dengan matang jenis pakaian yang akan Anda bawa serta kondisi cuaca yang akan Anda hadapi selama perjalanan. 4. Al-Quran dan perlengkapan ibadah Sangat disarankan untuk membawa Al-Quran serta perlengkapan ibadah seperti sajadah dan tasbih selama perjalanan Anda. Hal ini akan memudahkan Anda untuk melaksanakan ibadah shalat dan membaca Al-Quran di mana saja, terutama ketika Anda sedang berada di tempat yang sulit untuk mencari tempat ibadah atau tidak ada tempat ibadah yang tersedia. Dengan membawa perlengkapan ibadah, Anda tidak perlu khawatir tentang mencari tempat ibadah yang sesuai atau terganggu oleh keadaan sekitar ketika melakukan ibadah. Selain itu, membawa Al-Quran dan perlengkapan ibadah juga dapat membantu Anda mempertahankan rutinitas ibadah Anda selama perjalanan. Oleh karena itu, pastikan untuk menyediakan dan membawa perlengkapan ibadah yang diperlukan agar Anda dapat dengan mudah melaksanakan ibadah shalat dan membaca Al-Quran di mana saja dan kapan saja selama perjalanan. 5. Power bank atau charger Sebelum memulai perjalanan selama bulan suci Ramadan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membawa peralatan yang diperlukan untuk menjaga ponsel Anda tetap terisi daya. Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah membawa power bank atau charger agar Anda dapat mengisi daya ponsel Anda selama perjalanan. Terutama jika Anda mengandalkan ponsel untuk membaca Al-Quran atau menemukan jadwal shalat selama bulan Ramadan, Anda akan membutuhkan daya baterai yang cukup untuk menjalankan aplikasi dan fungsi ponsel Anda. Dalam hal ini, pastikan untuk memilih power bank atau charger yang dapat mengisi daya ponsel Anda dengan cepat dan efisien. Selain itu, pastikan juga untuk membawa kabel USB yang kompatibel dengan ponsel Anda. Dengan membawa peralatan pengisian daya yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa ponsel Anda selalu siap digunakan saat Anda membutuhkannya selama perjalanan Anda. Dalam kesimpulannya, membawa peralatan pengisian daya yang cukup adalah suatu hal yang sangat penting selama perjalanan, terutama jika Anda bergantung pada ponsel untuk berbagai keperluan selama ibadah di bulan Ramadan. 6. Uang tunai dan kartu kredit Sebelum memulai perjalanan selama bulan suci Ramadan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membawa uang tunai dan kartu kredit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan. Pastikan untuk membawa jumlah uang tunai yang cukup untuk membeli makanan dan minuman selama berpuasa atau kebutuhan lainnya yang mungkin Anda butuhkan selama perjalanan. Selain itu, pastikan juga untuk membawa kartu kredit atau kartu debit yang dapat digunakan untuk transaksi keuangan lainnya yang mungkin Anda perlukan, seperti membeli tiket transportasi atau menginap di hotel. Dalam hal ini, pastikan untuk memeriksa saldo rekening bank Anda dan batas transaksi kartu kredit sebelum perjalanan, dan pastikan bahwa Anda membawa kartu dengan batas yang cukup untuk kebutuhan selama perjalanan. Selain itu, pastikan juga untuk menyimpan uang tunai dan kartu Anda di tempat yang aman dan terpisah untuk menghindari risiko kehilangan atau pencurian. Dengan membawa uang tunai dan kartu kredit yang cukup dan disimpan dengan aman, Anda dapat merasa tenang dan nyaman selama perjalanan dan dapat memenuhi kebutuhan finansial Anda dengan mudah dan efisien. 7. Dokumen penting Sebelum memulai perjalanan selama bulan suci Ramadan, sangat penting untuk memastikan bahwa Anda membawa dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan selama perjalanan. Pastikan untuk membawa tiket perjalanan Anda, baik tiket pesawat, kereta api, atau bus, dan simpan di tempat yang aman agar tidak hilang. Selain itu, pastikan juga untuk membawa paspor atau kartu identitas yang masih berlaku, terutama jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan internasional. Pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluwarsa dokumen Anda sebelum perjalanan, dan pastikan untuk memperpanjang atau memperbarui jika diperlukan. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau perlu menjalani perawatan medis selama perjalanan, pastikan untuk membawa surat keterangan medis atau resep obat dari dokter Anda. Ini akan membantu memudahkan jika ada situasi darurat atau jika Anda membutuhkan perawatan medis selama perjalanan. Dalam hal ini, pastikan untuk membawa dokumen-dokumen tersebut dalam tas atau dompet yang mudah diakses, namun tetap aman dan terlindungi dari kerusakan atau kehilangan. Selain itu, pastikan juga untuk membuat salinan dokumen penting Anda dan simpan di tempat yang terpisah, seperti di email atau di cloud storage, untuk menghindari risiko kehilangan atau pencurian. Dengan membawa dokumen-dokumen penting yang diperlukan selama perjalanan, Anda dapat memastikan bahwa perjalanan Anda berjalan dengan lancar dan Anda siap menghadapi situasi darurat atau keadaan yang tidak terduga selama perjalanan. [Baca juga : "Tips Berpergian Ketika Ramadhan"] Setelah membaca beberapa tips penting yang harus dibawa ketika berpergian selama bulan suci Ramadan, diharapkan dapat membantu Anda mempersiapkan diri secara optimal sebelum berangkat. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa daftar perlengkapan yang diperlukan dapat berbeda-beda tergantung pada tujuan perjalanan dan kebutuhan individu. Namun, dengan mempersiapkan diri dengan baik dan membawa perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan, Anda dapat menikmati bulan suci Ramadan dengan tenang dan nyaman, serta menjalankan ibadah dengan optimal. Terakhir, semoga tips dan informasi yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat bagi Anda dan membantu Anda dalam merencanakan perjalanan selama bulan suci Ramadan. Kurang lebihnya kami mohon maaf, sampai jumpa di artikel-artikel lainnya. (Sumber: Artikel Shalahudin Hikam Al Ayubi Foto @alaniadita) 
...more

Pesona Kelembutan Pasir Putih Pantai Bandengan

Selain dikenal sebagai kota ukiran, Jepara juga dikenal dengan wisata pantainya. Ada beberapa pantai indah nan eksotis di kota kelahiran R.A. Kartini ini. Salah satunya adalah Pantai Bandengan yang memiliki pesona pasir putih yang lembut. Pantai Bandengan berada dekat dengan pusat Kota Jepara. Diperlukan sekitar 30 menit dari pusat kota untuk bisa merasakan nikmatnya suasana Pantai Bandengan. Hembusan angin pantai yang sejuk, mendengar suara deburan ombak, dan memandang laut lepas yang indah merupakan pesona yang bisa Anda dapatkan di sini. Putihnya pasir dengan teksturnya yang lembut membuat Anda betah berlama-lama bermain dengan hamparan pasir di pantai yang terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara.Selain menikmati pemandangan pantai, Anda dapat pula mencoba olahraga air seperti jetski. Kapal karet yang biasa digunakan untuk berarum jeram di sungai juga dapat Anda coba untuk bersenang-senang menikmati arus ombak di pantai ini. Keasyikan bermain perahu karet di laut lepas dengan deburan ombak yang menghantam perahu akan memberikan kesenangan yang berbeda ketika Anda menghabiskan waktu di Pantai Bandengan. Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...more

Pulau Bawean: Antara Legenda Dan Keindahan Alam - 2

Masih ingat  heboh  penamaan KRI Usman Harun? Tak dinyana si pemberani Harun Thohir  yang  menuai kontroversi karena namanya dipakai sebagai nama kapal perang itu adalah orang Bawean. Ya, pulau yang berada di Laut Jawa dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik JawaTimur itu memang dikenal luas di Singapura dan  Malaysia sebagai tanah asal para pelaut yang bekerja di kapal2 mereka. Orang Bawean dan kawasan pemukiman mereka di kedua negara jiran itu mendapat julukan sebagi  Orang Boyan dan Kampung Boyan. LEGENDA AKSARA JAWA Dari dusun  penangkaran  rusa perjalanan  dilanjutkan  dengan  mengendarai  sepeda motor  ke  arah  barat  pulau, kira-kira  berjarak  7 km,  terdapat  sebuah  Pantai  Kubur Panjang  (Jherat Lanjheng)  yang sarat  dengan  legenda  kelahiran  aksara  jawa.  Makam  yang  panjangnya  sekitar  11 meter  itu  dipercayai  sebagai  makam  pembantu  setia  Aji  Saka,  tokoh  utama  Babad Tanah Jawa,  Doro  dan  pedang pusakanya.  Pemandangan  yang  luar  biasa  saat  sang  surya  perlahan turun  terpampang megah  di kawasan  ini.  Bias  jingga,  langit  biru  dan  hamparan  karang karena laut surut  mempesona  indah.  Tetapi tak bisa berlama-lama  di pantai ini, selain karena sepi tidak ada hunian dan warung  makanan,  faktor  jalan rusak dan gelap juga memicu rasa khawatir untuk berlama-lama di kawasan tersebut. Kuburan Panjang (Jherat Lanjeng) Segenap  lelah  bisa  dibasuh dengan mandi  air panas di Dusun Kebun Daya, Desa Sawah Mulia, yang berjarak sekitar 3 km dari  pelabuhan.  Tempat mandi umum ini berukuran sekitar 2,5 X 3 meter  dan dipakai bergantian oleh kaum pria dan perempuan.  Semakin  malam  semakin  banyak  warga  Bawean yang mandi, kendati  hanya diterangi  sebuah lampu dan sekelilingnya sawah, namun tidak menyurutkan niat  merendam  badan dalam suhu sekitar 34 derajat Celsius ini.  Orang Bawean mempunyai 2 tempat pemandian air panas yang sumbernya belum diketahui, karena airnya tidak mengeluarkan bau menyengat seperti bau sulfur.   SUNSET, SUNSET DAN SUNSET Hari berikutnya, Pantai  Selayar, Danau Kastoba, Pantai Labuan dan bukit tempat  lapangan udara sedang dibangun adalah tujuan kami.  Dari pantai Selayar bisa ke Pulau Selayar dengan berjalan kaki atau naik motor  jika air laut  surut.  Pulau tak berpenghuni  itu nampak asri  dan nyaman untuk dipakai sebagai  tempat piknik sambil menikmati bekal  dan kelapa  muda  yang dipetik langsung dari  pohon ditepi  pantai.  Air jernih  semata kaki  dan  pasir putih mengundang minat  berjalan kaki  hingga ke batas  laut biru  sambil memotret  kemolekan alam sekitar  pantai Selayar.  Pulau dan Pantai Selayar Sedangkan kecantikan  alami  Danau  Kastoba  bisa dinikmati sambil  makan siang  karena  hanya sekitar 45 menit jaraknya  dari  Pantai  Selayar.  Lelah  mendaki  bukit  setinggi  sekitar 500 meter  segera  terbayar  begitu  melihat  teduh dan tenangnya Danau Kastoba.  Penduduk Bawean  biasanya  suka berpiknik  rombongan dan membakar ikan di tepi danau. Kekuatiran kami adalah sisa api yang ditinggalkan bisa memicu kebakaran  hutan di Cagar Alam Bawean ini.  Terlebih pada musim kemarau yang membuat tumbuhan kering dan meranggas.  Saat kami berkunjung ke Danau Kastoba, sekelompok orang meninggalkan api sisa bakar ikan dan harus dipadamkan hingga benar2 tidak ada asap.  Seharusnya sebagai  kawasan  Cagar Alam yang dilindungi  pemerintah, danau  dan  kawasan sekitarnya dijaga ketat dari kemungkinan pengrusakan alam baik yang disengaja  maupun  tidak. Pemandangan Danau Kastoba Lewat tengah hari  adalah  waktu yang tepat  untuk  beranjak  ke  lokasi  wisata  berikutnya,  yakni  pantai  Labuan.  Pantai  ini  tempat  berlabuh  kapal2 besar  agar  terlindung  dari  terjangan  ombak  dan  gelombang  laut  tinggi.  Menikmati  secangkir  kopi,  makan  baso  ikan  di warung sederhana  tepi  pantai  merupakan  keasyikan  tersendiri.  Di kejauhan tampak  bukit  kecoklatan yang disiapkan untuk  lapangan terbang  perintis.   Sore hari di Pantai Labuan Hanya 15 menit  bermotor untuk mencapai  kawasan bandara Pulau Bawean yang telah dibangun sejak 2-3 tahun lalu. Bandara ini masih jauh dari  rapi.  Pembangunan  infrastruktur, sarana dan prasarana untuk sebuah lapangan udara yang siap didarati pesawat  perintis sekalipun  masih  jauh  dari  sempurna. Jika diprosentase bisa dibilang baru sekitar 45 % saja.  Landasan pacu masih belum diaspal  dan yang sudah diaspal  pun sudah  mulai  rusak lapisannya.  Infrastruktur  jalan  masih  sangat  minim, baik di dalam kawasan bandara  maupun  dari atau ke  pusat  kota   kecamatan  Sangkapura  atau  dari  dan ke arah kota  pelabuhan.  Padahal  lapangan  udara  ini bisa menjadi  tumpuan harapan  untuk membuka Pulau Bawean  sebagai destinasi  kunjungan wisata utama  di  Jawa  Timur. Klik rangkaian artikel tentang Pulau Bawean di bawah ini. Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 1 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 2 Pulau Bawean: Antara Legenda dan Keindahan Alam - 3
...more

Lasem, Pecinan di Pantura Yang Instagramable!

TripTrus.Com - Generasi millennial, dikenal sebagai generasi yang lebih memilih menghabiskan uang untuk berlibur dibandingkan membeli rumah. Demi memperoleh pengalaman liburan yang sedang tren, mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit. "Jelas bukan sembarangan destinasi liburan, generasi millennial memiliki beberapa kriteria tertentu yang dijadikan pertimbangan layak atau tidaknya mereka mengunjungi destinasi wisata."   Selain berjuta misteri masa lampau, Lasem memiliki Batik motif yang sangat khas. Dikarenakan motif Batik Lasem tercipta dari berbagai unsur, seperti: Sejarah, Alam dan Budaya perpaduan antara Jawa dengan Tionghoa. Coraknyapun menggambarkan falsafah hidup dan moral. Serta warnanya yang memiliki cirri khas serupa merah darah ayam atau dalam bahasa Jawa “abang getih pitik”. Setidaknya setelah UNESCO pada tahun 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, batik Lasem mengalami perkembangan. Usaha batik di Lasem memang semakin menggeliat, berbagai showroom, workshop batik baru tumbuh dan menjadi salah satu tujuan turis ke Lasem. Setidaknya ada satu hal yang mesti diperhatikan, yaitu regenerasi pembatik yang memasuki usia senja. Karena hal tersebut menjadi kunci keberlangsungan Batik Lasem. Regram 📷@iwetramadhan A post shared by Vakansi Indonesia (@vakansinesia) onJan 8, 2018 at 5:28pm PST Destinasi berkarakter instagramable merupapak salah satu kriteria generasi millennial menentukan destinasi liburan.  Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan travel Expedia, studi pada traveler muda usia 18-34 menemukan bahwa 2 dari 3 responden mengatakan, Instagrammability sebuah lokasi adalah faktor penting sebelum mereka memesan tiket. Bagi generasi millennial, Lasem bisa dimasukkan ke dalam salah satu detinasi liburan mereka. Berbagai sudut Lasem sangat instagramable., dikarenakan begitu banyak bangunan tua bergaya Cina Hindia, yang masih berdiri kokoh. Aksen bangunan seperti jendela dan pintu  berbagai warna menjadi pemanis dalam bingkai foto.  Beberapa workshop batik dan juga beberapa klenteng bisa menjadi latar untuk berfoto. Selain berkarakteristik instagramable, Lasem juga bisa memberikan berbagai pengetahuan bagi generasi millennial.  Karena Lasem sendiri dikenal sebagai Tiongkok Kecil yang memiliki sejarah serta budaya yang menarik untuk diketahui. Tunggu apalagi? Siapkan perlengkapan berfotomu sebelum berkunjung ke Lasem ya! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)
...more

Calendar of Events 2025 Bali, 56 Acara Keren Bikin Turis Betah Nongkrong di Pulau Dewata!

TripTrus.Com - Bali gak ada matinya, bro! Dinas Pariwisata Bali baru aja nge-launch Calendar of Events 2025 yang bakal nge-hype banget. Ada 56 acara kece yang bakal bikin turis, baik lokal maupun asing, makin betah dan pengen lama-lama di Bali. Event-event ini bakal diselenggarain dari Februari sampai Desember 2025, mulai dari 5th Multilateral Naval Conference di Pelabuhan Benoa, Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar, sampai Mekotek di Desa Munggu, Badung. Ada juga Pesta Kesenian Bali XLVII di Denpasar, Penglipuran Village Festival di Desa Penglipuran, dan Festival Taman Sukasada Ujung di Karangasem.       View this post on Instagram A post shared by Adi Prayogo (@adi_py) Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Bali, bilang kalau acara-acara ini tujuannya biar wisatawan bisa stay lebih lama. Soalnya, Bali tuh nggak cuma terkenal karena wisata budaya, tapi juga event-event keren yang bakal selalu rame. "Kami harap acara-acara ini bisa bikin wisatawan betah dan ingin datang lagi," ujarnya. [Baca juga : "Sumut Gaskeun! Kalender Event 2025 Siap Bikin Wisatawan Ketagihan"] Meskipun beberapa event udah ada sebelumnya, tahun ini bakal ada beberapa yang baru, dan Tjok berharap dampaknya lebih besar dari sebelumnya. Tjok juga bilang kalau event-event ini selalu laku banget di kalangan turis, baik yang datang dari luar negeri maupun dalam negeri. "Kami minta pengelola acara buat nyatet gak cuma jumlah transaksi, tapi juga seberapa banyak orang asing yang dateng dan pengen balik lagi. ASITA juga jadi andalan buat jualin event-event ini ke calon wisatawan," lanjutnya. Tjok percaya banget kalau Calendar of Events 2025 bisa ningkatin kunjungan turis ke Bali. Targetnya sih, 6-6,5 juta turis asing dan 10-10,5 juta turis domestik datang ke Bali sepanjang tahun ini. Tapi, ada tantangan juga nih. Masalah jalan macet, sampah, dan alih fungsi lahan masih jadi PR, tapi Dispar Bali udah siap nge-solve itu. "Kami udah punya peta masalah, tinggal ditindaklanjuti," kata Tjok. Ngomong-ngomong, Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, bilang buat capai target kunjungan turis 2025, perlu strategi. Salah satunya dengan nambahin direct flight bareng airline dan promosi bareng buat ngenalin event-event internasional yang bakal rame banget! (Sumber Foto @dekz_chotz11)
...more

6 Tempat Wisata Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Semarang

TripTrus.Com -  Semarang menjadi salah satu kota di Indonesia yang menjadi saksi perjuangan rakyat melawan penjajah. Tidak heran, di kota lumpia ini banyak ditemui bangunan bekas zaman kolonial yang masih berdiri kokoh. "Tak jarang pula, kawasan bersejarah di Semarang menjadi objek wisata yang kerap dikunjungi turis lokal maupun mancanegara yang ingin mengetahui soal sejarah bangsa Indonesia." Jika Anda berkesempatan mengunjungi Semarang, jangan lewatkan tempat wisata bersejarah berikut ini: 1. Lawang Sewu   Upload foto lama... #kangen #semarang #lawangsewu #fotolama A post shared by bibilombok (@bibibolang) onJan 3, 2018 at 6:40am PST Cerita tentang kisah-kisah mistis yang terjadi di Lawang Sewu justru menjadi daya tarik tersendiri. Tempat ini dulunya dibangun saat Belanda masih menduduki Indonesia, dan difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api saat itu. Disebut Lawang Sewu karena bangunan ini memiliki jumlah pintu yang sangat banyak – sewu dalam bahasa Jawa berarti seribu. Jika tertarik merasakan nuansa yang lebih mencekam, Anda bisa menjelajahi Lawang Sewu di malam hari dengan dampingan pemandu. 2. Masjid Besar Kauman   "Gerbang Masjid Agung Kauman Semarang" #smg470 #semaranghebat #semarang #oudestad #oldtown #kotalamasemarang #arsitekturindonesia #arsitektur #architecture #architecturephotography #masjidindonesia #masjid #masjidagungsemarang #masjidkaumansemarang #mosque #mosqueindonesia A post shared by Suwito (@suwitowito21) onMay 28, 2017 at 11:00pm PDT Dilihat dari bentuk bangunanya, Masjid Besar Kauman memang tidak lagi memiliki rupa yang sama dengan saat awal didirikan. Namun, masjid ini masih menjaga cerita sejarah sebagai masjid tertua yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan prasasti yang tertulis dalam bahasa Belanda di gerbang masuk, Masjid Besar Kauman dibangun pada abad ke-18, tepatnya di tahun 1750. 3. Kota Lama Semarang   "Walk" . Tentang pejalan . . . . #streetphotography#photography#photohunt#mind#street#streetphoto#streetphotographyindonesia#hunting#ig_street#snapseed#street#mobilephotography#urbanlife#photograph#insta_pic#instagood#instaphoto#dimension#humaninterest#humaninterestphotography#portrait#urban#semarang#jawatengah A post shared by angga (@noviannuliangga) onAug 14, 2017 at 5:21am PDT Sama seperti di beberapa kota besar di Indonesia lainnya, Semarang juga memiliki wisata kota tua yang menarik untuk dikunjungi. Di kawasan Kota Lama, Anda akan menjumpai puluhan gedung-gedung kuno dengan arsitektur khas Eropa klasik yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Di sekitarnya juga terdapat kanal-kanal air yang sampai sekarang masih terjaga kondisinya. Turis yang datang lebih sering berfoto dengan latar bangunan kuno tersebut. 4. Gereja Blenduk   Jon Cuan Quotes: "Karena hidup butuh cuan dan liburan!" A post shared by Dhayan Amiey (@amieykha) onAug 1, 2017 at 4:09am PDT Salah satu landmark di kawasan Kota Lama Semarang adalah Gereja Blenduk. Uniknya, tempat ibadah umat Kristiani ini tidak dibangun dengan menara-menara yang menjulang seperti gereja lain pada umumnya. Sebaliknya, bangunannya memiliki kontur fisik yang memiliki kubah, dan sangat menonjol. Dengan gaya artsitektur neo-klasik, gereja yang dibangun pada tahun 1753 ini masih difungsikan sebagai tempat ibadah sampai saat ini. 5. Gedung Kesenian Sobokartti   Blue hour #bluehour #sobokartti #eos #eosm #canon📷 A post shared by Tjahjono Rahardjo (@tjahjonorahardjo) onSep 27, 2017 at 2:48pm PDT Bagi pencinta seni dan sejarah, tempat ini wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda di Semarang. Gedung Kesenian Sobokartti didirikan oleh Herman Thomas Karsten di tahun 1929 karena kecintaannya terhadap budaya Jawa. Sampai saat ini, gedung teater masih sering menampilkan pertunjukan kesenian berupa pedalangan, tari tradisional, membatik, membuat wayang, serta pentas karawitan. 6. Kelenteng Sam Poo Kong   Panas bener . . . . #vsco #sampookong A post shared by qonita izza (@kntazza) onJan 3, 2018 at 8:09pm PST Dibangun di atas lahan seluas 3,7 hektare, Klenteng Sam Poo Kong menjadi magnet wisata di kota Semarang. Bangunan kuno ini pertama kali didirikan pada tahun 1724 oleh masyarakat Tionghoa di Semarang. Meski telah banyak mengalami perubahan bentuk bangunan, masih banyak turis yang datang untuk melakukan wisata religi. Itulah beberapa tempat wisata bersejarah yang bisa Anda kunjungi di Semarang. Untuk menjelajahinya, tentu dibutuhkan waktu lebih dari sehari. Karena itulah, memilih akomodasi terbaik saat berwisata menjadi prioritas untuk kenyamanan liburan Anda. (Sumber: Artikel bisnis.com, Foto vakansinesia.com)
...more

4 Mitos Tentang Solo Traveling yang Tak Boleh Anda Percaya

TripTrus.Com - Salah satu cara untuk menantang diri sendiri adalah dengan melakukan solo traveling. Berpetualang menyusuri tempat baru seorang diri akan memberikan banyak hal positif untuk Anda. Mulai dari kepercayaan diri dan keberanian yang bertambah, lebih mengenal siapa Anda sebenarnya, hingga punya banyak kenalan baru. Sayangnya, keinginan untuk bersolo traveling seringkali tertunda karena mitos-mitos sepele yang membuat Anda enggan untuk melakukannya. Kira-kira apa saja ya? Dirangkum dari notable.ca, Rabu berikut ini mitos tentang solo traveling yang tak boleh Anda percaya. 1. Solo Traveling Membosankan Selama melakukan solo traveling Anda tentu akan pergi ke tempat-tempat menarik seperti objek wisata atau cafe bukan? Perasaan bosan tak akan menghantui Anda saat mengunjungi destinasi seperti ini. Ditambah lagi canggihnya teknologi bisa membuat Anda bertemu dan berkenalan dengan traveler lain dari penjuru dunia dengan mudah. Anda bisa berkomunikasi dengan teman baru dan momen traveling pun jadi lebih menyenangkan. 2. Solo Traveling Tidak Aman Tak ada tempat yang aman di dunia ini. Tapi, kalau terus dihantui dengan pikiran kalau solo traveling tidak aman, justu tak akan membuat Anda maju. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan selama perjalanan liburan seperti berpakaian seperti cari informasi tempat wisata, penduduk lokal, dan masih banyak lagi. 3. Solo Traveling Tidak Menyenangkan Traveling sendirian adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan baik untuk jiwa Anda. Sensasi yang berbeda pun bakal Anda rasakan selama melakukan kegiatan ini. Hal membahagiakan yang dapat dirasakan adalah Anda bisa menantang sejauh mana keberanian yang dimiliki serta lebih mengenal diri sendiri. Anda pasti akan merasa bangga akan pencapaian ini. 4. Solo Traveling Bukan Hal yang Keren Keren mana jadi mandiri atau bergantung dengan orang lain saat traveling? Anda tentu setuju kalau bisa berkeliling dan menjelajah tempat baru seorang diri adalah hal yang membanggakan. Anda tak perlu merepotkan teman, kekasih, atau keluarga. Selain itu, banyak hal yang bisa Anda dapatkan selama melakukan kegiatan ini. Pengalaman ini pasti akan jadi sesuatu yang tak akan terlupakan seumur hidup Anda. Jadi, tunggu apalagi. Lakukan solo traveling selagi Anda bisa. (Sumber: Artikel liputan6.com)  
...more

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Treaking Gunung Papandayan
21 - 22 Aug 2026
Open Trip Dieng Plateau
21 - 23 Aug 2026
Open Trip Pulau Pari
22 - 23 Aug 2026
×

...