TripTrus.Com - Wazzup, peeps! Bosen kerja mulu? Yuk, jadwalin liburan ke Jogja di 2024! Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru aja rilis kalender acara buat tahun depan, judulnya "Journey to Wonderful Jogja." Niatnya biar liburan lo makin seru dan beragam, bro!
Liat dari situs resmi Dinas Pariwisata DIY, ada 126 event yang bakal digelar dari Januari sampe akhir 2024, mulai dari musik, budaya, seni, sampe olahraga, loh! Nah, ini dia daftar kalender event wisata Jogja yang mesti lo tau!
View this post on Instagram
A post shared by Visiting Jogja (@visitingjogja)
Januari 2024: Ada Pameran Temporer Keraton Yogyakarta buat merayakan ulang tahun Sultan Hamengku Bawono X yang ke-80, guys! Ada juga acara mangayubagya dengan pameran Lenggahing Harjuno di Komplek Kagungan Dalem Kedhaton. Oi, yang mau dateng, bisa mampir Selasa-Minggu, jam 9 pagi sampe 2 siang, loh. Tiketnya buat turis domestik 15 rebu, buat turis mancanegara 25 rebu.
Februari 2024: Ada Oriental Carnival, Sleman Imlek Fest, Labuhan Keraton Ngayogyakarta, Coast to Coast Night Trail Ultra, dan banyak lagi. Jangan sampe ketinggalan Pekan Budaya Tionghoa, JogjaVaganza 2024, Festival Kampung Wisata, Tour de Kotabaru, Wayang Wisata Istimewa, Kiskendha Mrahaswara, sama Pentas Atraksi Wisata Budaya!
Maret 2024: Nyadran Makam Sewu, Upacara Melasti, dan Jogja Otomotif Show #5 bakal seru banget. Ditambah lagi sama Sarkem Fest, Pasar Lebaran, Jogja Flower Festival, dan Pameran Ekonomi Kreatif.
April 2024: Jangan lupa Numplak Wajik, Garebeg Syawal, Bakda Mangiran, dan Beach and Run. Ada juga Festival Njeron Benteng sama Festival Kampung Wisata yang bakal seru!
Mei 2024: Ada Jogja Violin Festival, Ambarrukmo Volcano Run, dan Festival Van der Wijck. Nah, ini yang ditunggu-tunggu: Volcano Run, Hyatt Pink Ribbon Run, Gumbregah Culture Festival, Lomba Seni Suara Burung Perkutut Piala Paku Alam, Menoreh Food Festival, Pawai Alegoris Harmoni Jogja, Gama Trail Run, Mantra Kriya Festival, sama Jogja Noise Bombing!
Juni 2024: Sleman City Music Festival, Travel Fair, Jodhangan Goa Cerme, Numplak Wajik, Gerebeg Besar, Geopark Night Specta #6, Prosesi Agung Ganjuran, dan ART JOG. Makin seru sama Mandiri Marathon, Loka Collective Performance, Kangen Jogja, Kotabaru Avond Feest, Pemilihan Dimas Diajeng Kulon Progo, E-Sport Lokapala - Kasatria, Lomba Jemparingan Piala Paku Alam, Lomba Seni Suara Burung Derkuku Piala Hamengkubuwono.
[Baca juga : "Enam Event Jateng Keren Bikin Gegana Di 2024, Siap Menghibur Kamu Dari Culinary Hingga Tradisi Lokal"]
Juli 2024: Prambanan Jazz, Jenang Suran, Labuhan Pantai Goa Cemara, Jamasan Selo Gilang, Kirab Budaya Imogiri, Labuhan Nelayan Mina Bahari 45, Siraman Pusaka I dan II, Upacara Nguras Enceh, Peh Cun, Tour de Ambarrukmo, Upacara Hari Jadi Kabupaten Bantul, Keroncong Plesiran, Indonesia UFO Festival, Labuhan Hondodento, Jogja International Kite Festival. Nambahin Winongo Jogja River Fest 2024, Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Paku Alam, sama Jogja International Travel Mart.
Agustus 2024: Bantul Creative Expo dan Jelajag Wisata Geopark Trail, plus Paradancer, Pasar Kangen, Nandur Srawung, sama Cherrypop.
September 2024: Ada Rebo Pungkasan, Land of Leisures, Miyos Gongso, Sekaten Dinten I, Numplak Wajik, Kundur Gongso, Gerebeg Maulud, Gunungkidul Tourism Fest, Jogja Tourism Day, Puncak Gelar Potensi Desa Wisata. Jangan sampe ketinggalan Ngaran Kite Festival, Asia Tri Festival, Sewon Screening, Sound of Destination, Festival Kebudayaan Yogyakarta, Pekan Grafis Yogyakarta, Romansa Pansela, BOB Golf, Lomba Seni Suara Burung Berkicau Piala Hamengkubuwono, Lomba Seni Suara Burung Perkutut Piala Hamengkubuwono, sama Lomba Seni Suara Burung Derkuku Piala Paku Alam.
Oktober 2024: Kustomfest, Wayang Jogja Night Carnival, dan Merti Bumi - Nyadran Sumber Air Tuk Suracala. Ada Pasar Wiguna, BOB Sunset Run, Menoleh ke Menoreh, Glagah Lagoon Festival, Jemparing Wisata, Rally Foto Konservasi, sama Festival Kopi. Udah tau banyak event keren di Jogja, kan? Skrg bisa atur liburan lo dengan mantep. Jangan solo, ajak temen atau gebetan biar makin asik. Selamat nyobain, guys! (Sumber Foto @regawan)
...moreTripTrus.Com - Heritage on Wheels adalah wisata sehari (one day trip) dengan destinasi kawasan bersejarah di Purworejo-Kutoarjo menggunakan bus klasik Dodge D Series.
Sensasi menumpang bus klasik mungkin bisa jadi pengalaman berbeda bagi para penggemar bus. Hal ini yang coba ditawarkan PO Sumber Alam dengan menggelar paket wisata open trip bertajuk Heritage on Wheels pada 21 Maret ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sita Ratih Pratiwi (@sita_ratih)
Heritage on Wheels adalah wisata sehari (one day trip) dengan destinasi kawasan bersejarah di Purworejo-Kutoarjo menggunakan bus klasik Dodge D Series.
Meeting pointnya di Pool Bus Sumber Alam, Kutoarjo dengan durasi tur sekitar 7 jam, yakni pukul 08.00 – 15.00. Ada empat Situs Heritage dan Kawasan Kota Lama yang dikunjungi. Di antaranya Hogere Kweek School, Alun2 Purworejo, Gereja Santa Maria, Pendapa eks Kabupaten Kutoarjo dan Hotel Kencana.
[Baca juga : "Nikmati Sensasi Off Road Di Hutan Wisata Punti Kayu Hanya Rp80 Ribu"]
Dalam pengumuman via akun Instagramnya, Sumber Alam menyediakan paket tur ini dengan biaya Rp 275 ribu per orang. Jika Anda dari Jakarta, bisa ikut paket perjalanan seharga Rp 600 ribu yang sudah termasuk tiket PP Jakarta - Kutoarjo bersama bus Sumber Alam.
Fasilitas dalam tur ini antara lain bus vintage Dodge D Series dengan kapasitas seat maksimal 18 orang. Snack dan makan siang menu lokal. Serta merchandise kerajinan lokal dan pemandu sejarah. (Sumber: Artikel bus-truck.id Foto @sigit_asmodiwongso )
...moreBerwisata ke kepulauan tentu sudah biasa di negara kita yang terdiri dari 17.000 pulau. Tapi kepulauan yang seluruhnya adalah atol, cuma ada satu di Indonesia. Kepulauan ini mempunyai kawasan terumbu karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa lho! Namanya Taka Bonerate, yang dalam bahasa Bugis mempunyai arti “hamparan karang di atas pasir”. Taka Bonerate terletak di Laut Flores bagian utara, sebelah tenggara Pulau Selayar, Sulawesi Selatan.
Berkeliling kawasan Taka Bonerate terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, serta 21 buah pulau kecil yang terbentuk dari endapan pasir dan pecahan terumbu karang. Luas total area dari atol di Taka Bonerate ini mencapai 220.000 Ha. Hanya tujuh pulau di Taka Bonerate yang berpenghuni, yaitu Rajuni Besar, Rajuni Kecil, Tarupa Besar, Latondu Besar, Jinato, Pasitallu Tengah, dan Pasitallu Timur. Penduduknya terdiri dari dua etnis utama, yaitu Bajo dan Bugis. Karena keragaman biota bawah lautnya yang harus dilindungi, kawasan Taka Bonerate ditetapkan sebagai Taman Nasional.
Di Taka Bonerate, banyak hamparan pasir timbul yang biasanya dikenal sebagai ‘gusung’, namun disebut sebagai ‘bungin’ di sana. Bungin ini akan muncul apabila air sedang surut, dan tenggelam saat air pasang. Karakteristik pulau-pulaunya sama, yaitu berpasir putih. Tidak semua pulau bisa disinggahi, karena ada beberapa pulau yang termasuk dalam zona inti, yaitu zona yang kondisinya masih asli dan belum terganggu manusia, sehingga perlu dilindungi dan dihindarkan dari berbagai macam akivitas.
Potensi terumbu karang yang cukup luas menjadikan Taka Bonerate sebagai surga penyelam. Kawasan ini mempunyai puluhan dive spot yang tersebar di seluruh kawasan. Beberapa dive spot andalan yaitu di perairan Tinabo Kecil, Pulau Tinanja, serta wall reef di Latondu dan Jinato. Petugas Taman Nasional rutin mengadakan reef check serta observasi spot-spot diving baru. Salah satu spot yang unik adalah “sumur ikan” di Taka Lamungan, berupa lubang di dalam laut dengan ratusan ikan berenang keluar masuk di dalamnya.Tidak hanya snorkeling atau diving, karena di Taka Bonerate kita juga bisa berpartisipasi dalam melestarikan lingkungannya. Ada beberapa program, seperti penanaman pohon di Pulau Tinabo, transplantasi terumbu karang, serta ikut serta dalam pelepasan penyu ke laut. Kita akan diminta memberikan donasi dalam jumlah tertentu jika ingin mengikuti program-program tersebut. Donasinya tentu saja akan digunakan demi kelestarian alam Taka Bonerate.
Pulau Tinabo
Letak Pulau Tinabo cukup strategis, yaitu di tengah kawasan Taka Bonerate. Pulaunya kecil, dan dikelilingi oleh pantai berpasir putih serta air laut yang jernih. Karena itulah Pulau Tinabo menjadi pusat wisata di kawasan Taka Bonerate, dan satu-satunya pulau yang memiliki fasilitas resort serta dive centre. Dermaga dan resort di Tinabo menghadap ke arah barat, sehingga pengunjung disuguhi oleh pemandangan sunset yang cantik setiap harinya. Mau lihat sunrise? Tinggal jalan saja 5 menit ke bagian belakang pulau yang menghadap ke arah timur.
Tinggal di Tinabo yang definitely in the middle of nowhere dan tidak berpenghuni, bakal bikin kamu serasa punya pulau pribadi. Butuh waktu kurang dari satu jam untuk mengelilingi pulau ini. Pulau tetangga yang berpenghuni jaraknya sekitar 45 menit dengan kapal motor. Karena enggak ada polusi dan minim cahaya, kalau malam hari bintang-bintang dan milky way kelihatan sangat jelas. Stargazing is a must!
Bagi penikmat pemandangan bawah laut, kita bisa melakukan beach entry untuk diving ataupun snorkeling di halaman depan pulau. Di sekeliling Pulau Tinabo ini ada beberapa titik penyelaman, seperti Ibel Orange yang mempunyai gundukan karang membentuk bukit di bawah laut, Softcoral Point yang didominasi oleh soft coral, serta Kampung Nudi yang terkenal sebagai tempat ngumpulnya si imut nudibranch. Selain itu, hanya di Tinabo kita bisa bermain-main dengan puluhan baby shark yang berenang bebas di pinggir pantai depan resort!
Pulau Selayar
Selayar biasa dijadikan tempat transit bagi yang mau berkunjung ke Taka Bonerate. Tapi jangan hanya transit tanpa ke mana-mana, karena Selayar punya pantai-pantai dan dive spot yang ciamik! Coba menyeberang ke Pulau Pasi Gusung di sebelah barat Selayar. Di pulau tersebut ada beberapa dive spot serta pantai pasir putih, seperti Pantai Liang Tarusu, Pantai Liang Kareta, dan Pantai Je’neiya. Bahkan di salah satu dive spot-nya kita bisa menemukan dugong lho!
Pantai Bonetappalang dan Pantai Pinang di sisi timur Selayar malah punya dive spot yang lebih oke dari pantai barat. Tapi jika ingin berkunjung ke pantai timur Selayar harus memperhatikan musim, karena jika sedang angin timur, akses ke sana ditutup. Selain pantai, wisata sejarah di Selayar pun bisa. Seperti ke Jangkar Raksasa, Gong Nekara, atau Perkampungan Tua Bitombang, yaitu perkampungan penduduk asli yang sudah berusia ratusan tahun.
AksesUntuk mencapai Taka Bonerate memang bukan hal yang mudah dan memakan banyak waktu. Pertama, kita harus menuju Pulau Selayar terlebih dahulu. Ada dua cara untuk menuju Selayar, yaitu dengan pesawat atau bus. Rute pesawat ke Selayar bisa dicapai dari Makassar, yaitu dari Bandara Sultan Hasanuddin. Dua maskapai yang melayani rute Makassar – Selayar PP adalah Aviastar dan Wings Air. Perjalanannya memakan waktu sekitar 45 menit. Sedangkan jika menggunakan bus, perjalanan memakan waktu sekitar 10 jam dari Terminal Bus Malengkeri Makassar menuju Kota Benteng, Selayar.
Dari Kota Benteng, kita masih harus melakukan perjalanan darat selama 1.5 jam menuju Pelabuhan Pattumbukang yang terletak di ujung selatan Pulau Selayar. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan kapal kayu yang menempuh sekitar 4 – 5 jam untuk menuju Taka Bonerate, tepatnya ke Pulau Tinabo. Untuk menuju Pelabuhan Pattumbukang serta kawasan Taka Bonerate, kita harus menyewa mobil dan kapal sendiri, karena enggak ada angkutan umum serta kapal reguler untuk menuju ke sana. Mahal memang. Oleh karena itu disarankan bersama rombongan, atau ikut trip gabungan yang diatur oleh agen wisata.
AkomodasiPenginapan di kawasan Taka Bonerate hanya ada di Pulau Tinabo, yaitu Tinabo Island Resort. Jangan bayangkan resort mewah dengan berbagai fasilitas ya, karena penginapannya hanya berupa bungalow kayu dengan 3 kamar dan 1 shared bathroom di dalamnya. Juga tidak ada restoran dan warung dengan berbagai menu. Jadi untuk urusan makan, lebih baik pesan sepaket dengan penginapannya, dan bawa snack yang bisa dibeli sejak di Selayar.Meskipun tidak berfasilitas super lengkap, tapi resort di Tinabo ini cukup nyaman. Harganya juga cukup bersahabat, yaitu Rp. 200 ribu per malam, belum termasuk makan 3 kali. Selain itu, resort ini juga dilengkapi dengan dive centre. Para backpacker yang budgetnya mepet, bisa saja kok numpang tidur di beberapa gazebo kecil atau membangun tenda di sekeliling pulau ini.
Telepon Penting:Balai Taman Nasional Taka BonerateJl. S. Parman no. 40 Benteng, Kab. Kepulauan Selayar – Sulawesi Selatan 92812Telp. / Fax : 0414 – 21565Email : infotntakabonerate@gmail.comWebsite : www.tntakabonerate.com
Tips:
Jadwal pesawat menuju Selayar sering berubah-ubah. Jadi, sering-sering saja cek ulang ke agen maskapai yang bersangkutan.
Di Kota Benteng, jangan lupa untuk mengisi formulir dan membayar biaya perizinan masuk kawasan di Kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Karcis masuk pengunjung sebesar Rp 5.000/hari. Ditambah karcis untuk kegiatan snorkeling Rp 15.000/hari, serta kegiatan diving Rp 25.000/hari.
Musim kunjungan terbaik ke Taka Bonerate adalah bulan April – Juni dan bulan Oktober – Desember.
Aktivitas utama di Taka Bonerate adalah snorkeling dan diving. Jika tidak membawa alat sendiri, bisa menyewa di Selayar atau di Pulau Tinabo.
Untuk diving, per dive-nya sekitar Rp. 350 ribu sudah termasuk dengan alat.
Di Pulau Tinabo ada sinyal hp, tapi enggak ada sinyal internet. So, bye bye social media.
Listrik di Tinabo menyala hanya 12 jam dalam sehari, yaitu dari jam 18.00 hingga jam 06.00.
Bawa uang tunai dan perbekalan sejak dari Makassar atau Selayar, karena di Taka Bonerate enggak ada mini market apalagi ATM!
Profile Berangan Trip:
Bring you to awesome destinations in Indonesia
Bingung karena gak ada teman jalan? Atau terlalu repot buat ngurusin semuanya sendiri? Budget yang terbatas? Itu bukan masalah kalau kamu pergi bersama kami. Yang jelas, destinasi keinginanmu enggak hanya sekedar menjadi angan-angan. Join trip-nya BERANGAN yuk! Kami bakal membawa kamu ke berbagai tempat di Indonesia.
Website: http://berangan.com/
Twitter: @Berangan_Trip
Facebook: Berangan Trip
...moreKarapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, bagi kebanyakan masyarakat Madura karapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun. Tetapi karapan sapi bagi masyarakat Madura adalah bentuk symbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura, karena sapi yang digunakan untuk pertandingan merupakan sapi sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula.Pulau Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga penghasil sapi sapi pacuan yang berkualitas sangat baik. Tidak jarang sang pemilik sapi mempersiapkan sapi pacuannya dengan memberikan pijatan khusus dan makanan tidak kurang dari 80 butir telur setiap harinya, agar stamina dan kekuatan sapi sapi tersebut terjaga. Bahkan perlakuan istimewa sapi sapi tersebut dibeberapa rumah terlihat ada yang menghiasi garasi bukan kendaraan mobil tetapi malah sapi tersebut yang berada digarasi rumah. Maklum saja karena untuk sapi yang memenangkan pertandingan dapat mencapai harga Rp 75 juta per ekornya.Dalam perayaan karapan sapi ini, harga diri para pemilik sapi dipertaruhkan. Kalau mereka dapat memenangkan pertandingan, selain hadiah uang didapat biasanya hadiah dari pertaruhan juga mereka dapatkan. Kalau mereka kalah dalam pertandingan ini, harga diri pemilik jatuh dan mereka habis uang yang tidak sedikit untuk karapan sapi ini. Karena perawatan sapi – sapi sebelum pertandingan mahal, dan biasanya mereka menyewa dukun agar menjaga sapinya selamat dari serangan jampi-jampi musuh mereka.Perayaan besar karapan sapi ini diadakan 1 kali dalam setahun, tetapi untuk menuju final harus memenuhi beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada dua macam perayaan karapan sapi di Madura, yang pertama adalah Presiden Cup dan Bupati Cup. Untuk Bupati cup biasanya diadakan 2 kali dalam setahun, para pemenang dari bupati cup ini biasanya akan melanjutkan pertandingannya ke Presiden cup, untuk para fotografer momen yang bagus adalah pada saat Bupati Cup. Karena Bupati Cup biasanya diadakan dipinggiran kota, garis pembatas hanya terbuat dari anyaman bambu yang membuat acara ini semakin tradisional, tetapi faktor keamanan karapan sapi Bupati Cup ini sangat kurang jadi berhati hatilah pada saat mengambil momen foto. Yang meriah setelah bupati cup adalah Presiden Cup, acara ini sangat meriah dan ramai. Karena sebagian besar yang mengikuti Presiden Cup ini biasanya adalah para pemenang di Bupati Cup, acara besar ini diselenggarakan di kota Bangkalan dan perayaannya antara bulan September atau Oktober.Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Setelah bertanding sapi tersebut diberikan beberapa waktu agar luka itu sembuh, tetapi sapi yang dipertandingan dikarapan ini hanya 2 sampai dengan 3 kali saja diberikan pertandingan dan tidak boleh lebih.Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sampai dengan 2 detik saja, dan hal ini terkadang membuat pihak yang kalah memprotes. Tetapi mereka diberikan kesempatan untuk bertanding lagi dengan yang kalah, dan saat yang membahagiakan bagi para pemenang. Selain mendapat hadiah, biasanya hadiah taruhan jg mereka dapatkan. Selain harga sapi pemenang dapat membumbung tinggi harganya.Karapan Sapi di Madura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini. Semoga kedepannya semakin meriah dan ajang taruhan yang menghiasi karapan sapi tersebut bisa hilang. Kalau Anda mampir ke Surabaya, tidak ada salahnya melihat jadwal dan menonton karapan sapi tersebut.
Sumber: http://www.indonesiakaya.com
...moreTripTrus.Com - Ministry of Tourism and Creative Economy/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) ngasih support buat acara 1st Indonesia Mountain Tourism Conference (IMTC) buat nunjukin potensi wisata gunung yang keren banget di Indonesia.
Nah, buat yang gak tau, acara ini digelar pas hari Pariwisata Dunia, yakni tanggal 27 September nanti. Info ini kita dapet dari "The Weekly Brief With Sandi Uno" yang diadain di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada Senin (18/9/2023).
Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf/Baparekraf yang akrab disapa Itok Parikesit cerita kalo konferensi keren ini bakal diadain di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan ini juga jadi salah satu side event keketuaan Indonesia di ASEAN.
Dalam pembicaraannya, Itok ngarepin banget konferensi ini bisa jadi kesempatan buat ngerangkul semua pihak di Indonesia buat ngegali potensi wisata gunung yang keren abis. Tau gak, Indonesia punya banyak banget destinasi wisata gunung yang bisa bikin mata kita melek.
"Itu nih, Indonesia punya gunung lebih banyak dari negara lain di dunia, tapi masalah pengelolaan atraksi dan pengunjungnya masih rada ribet. Nah, di konferensi ini, kita bakal undang semua orang penting buat diskusiin cara mengembangkan wisata gunung di Indonesia," kata Itok.
[Baca juga : "Efek Wisata Halal, Jumlah Hotel Syariah Di Indonesia Melejit 500%"]
Nia Niscaya, si Ahli Utama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dari Kemenparekraf/Baparekraf, nambahin juga kalo selain membahas potensi wisata gunung, konferensi ini juga bakal ngebahas aturan-aturan yang harus diikutin sama para penggemar wisata gunung. Soalnya, wisata gunung jadi favorit banget buat para wisatawan selama pandemi COVID-19, dan trennya masih terus berlanjut.
"Di event ini, kita juga bakal bahas apa yang boleh dan nggak boleh dilakuin sama wisatawan dan pihak-pihak terkait. Semua itu buat bikin wisata gunung jadi sesuatu yang bisa berlanjut terus," kata Nia. (Sumber Foto @infopublik.id)
...moreTripTrus.Com - Selain berguna untuk merekatkan kembali hubungan keluarga yang merenggang akibat rutinitas keseharian, liburan keluarga juga menjadi momen yang tepat untuk mengajarkan anak tentang segala hal yang ada di alam terbuka.
"Namun, alih-alih ingin bersenang-senang, banyak keluarga yang justru kesulitan saat traveling bersama keluarga."
Sisa kemaren.... meskipun air terjunnya setenga alami... tp bagi anak" ketemu air itu sangat mengasikan... #liburanawaltahun #liburankeluargabesar #lahat #tanggemanik
A post shared by Ayin Warika (@ayin_warika) onJan 1, 2018 at 5:57pm PST
Seperti disusun tim Liputan6.com, berikut beberapa tips agar aktivitas wisata bersama keluarga menjadi menyenangkan dan meninggalkan kesan yang mendalam.
1. Booking di AwalMembayar segala sesuatunya di awal akan membantu Anda agar tidak perlu repot saat sedang di perjalanan maupun saat sampai di lokasi tujuan wisata. Jangan sampai anak-anak Anda tidur di rumah ibadah atau di pelataran stasiun karena Anda kehabisan tempat penginapan.
2. Perhatikan IklimTerdengar sederhana memang. Namun tahu lebih awal mengenai iklim dan cuaca selama di perjalanan dan di tempat tujuan wisata, akan membantu orang tua untuk memilihkan pakaian yang tepat dan nyaman bagi anak-anak. Dengan semua perlengkapan pakaian yang tersedia, tidak ada alasan bagi anak untuk berpakaian yang sama pada cuaca dan iklim normal.
3. Libatkan AnakMelibatkan anak dalam memilih tempat wisata yang akan dituju, lebih baik ketimbang harus berlama-lama di depan monitor dengan perangkat browsing. Mengetahui lebih awal kehendak dan minat anak, dapat meminimalisasi kebosanan anak saat berada di tempat tujuan wisata, dan tentu menjadikan perjalanan wisata bersama mereka menjadi sangat menyenangkan.
4. Beri Mereka KameraIni tidak berlebihan. Bagi anak-anak setelah balita, pemberian kamera saat berwisata akan mendorong mereka mengamati lingkungan dari sudut pandang mereka sendiri. Anda akan terkejut dengan hasil jepretan mereka, sudut pandang anak-anak terhadap suatu kejadian akan memudahkan Anda untuk memetakan minat mereka saat dewasa.
5. Buat Jurnal PerjalananBiasakan untuk mengajak mereka menggambar atau menulis segala hal yang telah mereka lihat saat berwisata, baik pemandangan alam, keindahan fauna, maupun makanan yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Ajaklah mereka untuk menulis apapun yang pernah mereka lihat, di balik kartu pos bergambar tujuan wisata yang Anda kunjungi, akan menjadi kenangan liburan keluarga yang tak akan terlupakan saat mereka dewasa kelak. (Sumber: Artikel liputan6.com, Foto freepik.com)
...moreTripTrus.Com - Bro, nih kabar dari Kemenpar dan Ekraf. Mereka ngincer 12-14 juta turis asing tahun 2024, loh! Beda jauh dari target 2023 yang cuma 8,5 juta. Turis lokal dijagain juga, targetnya 1,2 miliar - 1,4 miliar orang tahun 2024. Duh, makin rame aja.
Disparbud Jawa Barat juga siap-siap, nge-gebet program pariwisata dan bakal bangun tempat baru di 2024. Apalagi, libur nasional dan cuti bersama tahun depan lebih banyak, 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama. Enak, kan?
View this post on Instagram
A post shared by Agesta B. Pratama (@lee_ghestaemin)
Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar, bilang harus ngambil kesempatan itu buat ngejer jumlah turis yang masuk Jabar kayak 2022, yang tembus 74 juta orang. Katanya, dari sekarang mesti cari dan kembangin tempat wisata baru atau yang udah ada.
Dia juga mau ngadain rapat sama penyelenggara pariwisata, termasuk buat kembangin destinasi di Cirebon Raya dan Jabar Selatan. Ada rencana bikin event pas libur nasional juga. Akhir bulan ini mau survey lokasi. Kayaknya bakal rame nih.
[Baca juga : "Cek This Out, Bro! 10 Acara Keren Di Bandung Buat Tahun 2024, Jangan Ketinggalan!"]
Benny juga ngomong, harus perbaiki fasilitas pariwisata, biar orang seneng dan betah. Akomodasi, kebersihan, sampe masalah sampah harus diatasi. Disparbud Jabar bakal terus kejar potensi wisata Jabar dan ngegandeng investor buat bikin yang baru.
Kalo cerita The Lodge di Bandung Barat yang sering ngeluarin atraksi baru, bikin pengunjungnya selalu rame deh. Mantap, kan? Traveling ke Jabar tahun depan kayaknya seru nih! (Sumber Foto @intanlutf)
...moreUntuk trip ke Green Canyon dan Pangandaran, klik di: http://triptr.us/Bb
TRIPTRUS - Terletak di dekat Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Green Canyon jadi salah satu primadona wisata Provinsi Jawa Barat. Sejak mulai dibuka sebagai obyek wisata pada tahun 1991, Green Canyon tidak pernah sepi dari pengunjung. Green Canyon sendiri bukanlah nama asli daerah itu, melainkan Cukang Taneuh (jembatan tanah). Wisatawan asing yang berkunjung mempopulerkan nama lembah yang hijau ini menjadi Green Canyon.
Untuk mencapai Pantai Pangandaran, Anda dapat menggunakan bus dari Bandung dan menghabiskan waktu perjalanan selama kurang lebih empat jam. Dari Pantai Pangandaran, Anda dapat menyewa perahu yang akan membawa Anda menuju Green Canyon. Perjalanan 20 menit menuju Green Canyon tidak akan membosankan. Pemandangan Sungai Cilujang yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan perahu akan membuat Anda berdecak kagum.
Beberapa tempat yang bisa dikunjungi saat berwisata di Green Canyon adalah Gua Kelelawar, yang oleh masyarakat setempat diberi nama Gua Lalay atau Gua Bau. Gua ini adalah tempat beristirahat para kelelawar yang akan beterbangan keluar saat malam hari tiba. Selain itu ada juga Kolam Putri, yang terletak di atas salah satu tebing Green Canyon. Airnya yang berwarna biru kehijauan kabarnya bisa membuat orang yang mandi di situ cepat mendapatkan jodoh. Dan yang paling tidak boleh dilewatkan adalah serunya lompat dari atas Batu Payung. Batu yang tingginya sekitar 5 meter ini jadi tempat yang seru untuk para wisatawan yang berkunjung ke Green Canyon.
Photos taken from: imgur.com
...moreTripTrus.Com - Kota Tua sebagai salah satu landmark kota Jakarta menyimpan sejuta pesona bagi siapa saja yang mengunjunginya. Setiap akhir pekan, kawasan ini selalu saja ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangunan-bangunan tempo dulu zaman Kolonial Belanda adalah salah satu suguhan wisata yang enak dipandang. Selain itu, ternyata Kota Tua masih memiliki objek wisata lainnya yang siap mencuri perhatian banyak wisatawan. Berikut adalah 6 tujuan wisata Kota Tua yang sayang jika Anda lewatkan!
1. Museum Fatahillah
Ber #commuterline kita ke #museumfatahillah #kotatuajakarta #museumwayangjakarta 😍😍
A post shared by @ bettyardi onJun 13, 2018 at 3:12am PDT
Museum Fatahillah ini dikenal juga dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Pada zaman pendudukan Belanda, gedung ini merupakan balai kota, pengadilan, sekaligus penjara bawah tanah. Tapi kini, bangunan berwarna putih yang terlihat klasik ini beralih fungsi menjadi sebuah museum yang menyimpan beragam barang antik, mulai dari furnitur antik zaman Belanda, prasasti dan arca, hingga alat musik Gambang Kromong. Sedangkan pada bagian luar gedung terhampar sebuah lapangan yang dikenal dengan Lapangan Fatahillah. Pada akhir pekan lokasi ini ramai pengunjung. Biasanya mereka melakukan aktifitas bersepeda ontel, fotografi atau duduk santai sambil menikmati WiFi gratis.
Jam operasional : Hari Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 – 15.00 WIB
Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa dan Rp. 1.000,- untuk anak
Alamat : Jalan Taman Fatahillah No 2, Jakarta Barat.
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M – Kota dan turun di halte Kota kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki hingga Museum Fatahillah.
2. Museum Bank Indonesia
JalanJalanZeru🤩 #museumbankindonesia
A post shared by @ anugrah.christine onJun 23, 2018 at 6:02am PDT
Di masa Indonesia baru merdeka, Museum Bank Indonesia menjadi pusat pengendali ekonomi dan moneter. Awalnya bangunan ini adalah sebuah rumah sakit bernama Binnen Hospital. Kemudian dalam perjalanannya dialihfungsikan menjadi sebuah bank yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Kemudian sejak tahun 1962, bangunan ini sudah tidak lagi difungsikan menjadi kantor pusat Bank Indonesia dan beralihfungsi menjadi sebuah museum. Meskipun demikian, kondisi bangunannya hingga kini masih terlihat sangat kokoh dengan perpaduan antara bangunan klasik dan modern. Museum Bank Indonesia menggunakan teknologi multimedia, panel statistik, display elektronik, dan diorama untuk mengisahkan peranan Bank Indonesia dalam perekonomian bangsa. Selain itu, pengunjung dapat juga melihat berbagai koleksi menarik seperti uang rupiah dari masa ke masa.
Jam operasional : Selasa-Kamis 08.30-14.30, Sabtu-Minggu 09.00-16.00, Jumat 08.30-11.00 WIB
Harga : Gratis
Alamat : Jalan Pintu Besar Utara No.4, Kota Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat.
[Baca juga : Menyusuri Budaya Tionghoa Tangerang]
3. Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik. 2007 #wonderfulindonesia #museum #museumsenirupadankeramik #arsitekturphotography #jakarta #streetphotographyindonesia #streetphotographerscommunity #streetphotographyinternational #aboutstreetphotography #lensculture #visionofpictures #bnw_demand #bnwphotography #noiretblancphotographie #blackandwhitephotography #magnumphotos #maklumfoto #architecture #jakarta
A post shared by Aran Kulow (@arankulow) onJun 6, 2018 at 2:40pm PDT
Tampak luar, Museum Seni Rupa dan Keramik terlihat mewah dengan corak arsitektur Eropa yang dilengkapi dengan pilar-pilar besar. Dan ketika memasuki bagian dalam, keindahan museum semakin bertambah. Pengunjung dapat menyaksikan sekitar 350 lukisan dan 1350 jenis keramik, baik dari nusantara, Asia, hingga Eropa. Bagi Anda yang menyukai karya seni lukis dan kerajinan tangan berbentuk keramik, tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk menambah pengetahuan. Di tempat ini, pengunjung juga dapat mempelajari tentang cara membuat keramik.
Jam operasional : Selasa – Minggu mulai pukul 9.00 – 15.00 WIB
Harga : Rp. 2.000,- untuk dewasa, Rp. 1.000,- Mahasiswa, Rp. 600,- anak dan pelajar
Alamat : Jalan Pos Kota No.2, Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Museum Fatahillah.
4. Toko Merah
Hei! serunya di jakarta.. ada banyak cerita.. macet dienakin aja.. • • • #tokomerah #kotatua #jakarta #indonesia #whpgetlost
A post shared by Aditya Dharma Putranto (@aditjaws) onJun 23, 2018 at 3:09am PDT
Jika sedang berada di wilayah Kali Besar, tidak jauh dari tempat itu ada sebuah bangunan yang berwarna merah yang dikenal dengan sebutan Toko Merah. Warnanya yang merah menyala memang menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melewati tepi sungai Ciliwung. Tapi sayangnya, Toko Merah adalah salah satu tempat di kawasan wisata Kota Tua yang tidak terbuka untuk publik luas. Pengunjung yang ingin bertandang ke tempat ini diharuskan mengurus perizinan yang diperlukan terlebih dahulu.
Alamat : Jalan Kali Besar Barat 17, Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 12 jurusan Pluit – Tanjung Priok dan turun di halte Kali Besar Barat.
5. Jembatan Kota Intan
Minggu ini traveling ku gak jauh jauh cukup di ibu kota yang kata orang sangat bising dan macet. Tapi nyata nya ada juga tempat yang sepi dan nyaman buat bersantai. Sudah bertahun tahun aku di Jakarta tapi baru sekali ini aku bisa main ke tempat ini. Dan keturutan juga keinginan ku berfoto di tempat ini. Ada yang bertanya foto dimana itu? Nah aku kasih tau sekarang, itu lokasinya di kota tua dan tempat itu nama nya Jembatan Kota Intan Sunda Kelapa. Sejarahnya Jembatan ini sebenarnya sering mengalami pergantian nama sesuai pergantian zaman. Dan yang terakhir ini setelah Kemerdekaan nama nya Jembatan Kota Intan. Photo by @siska_endarwati #jakarta #wisatajakarta #kotatua #jembatankotaintan #traveling #traveler #instagram #tourismindonesia #like4like
A post shared by TRAVEL AND LEISURE (@veronika.desi) onMar 18, 2018 at 4:48am PDT
Jembatan yang satu ini merupakan satu-satunya jembatan sisa peninggalan zaman Kolonial Belanda yang ada di Jakarta. Jembatan Kota Intan ini awalnya adalah jembatan biasa yang dibangun pada tahun 1628 yang bernama Jembatan Engelse Brug atau Jembatan Inggris. Jembatan kayu ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,43 meter. Jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara benteng Belanda (VOC) dan Inggris (IEC) yang saat itu berseberangan dan dibatasi oleh Kali Besar. Singkat cerita, pada tahun 1938 fungsi jembatan inipun diubah menjadi jembatan gantung. Tujuannya agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Hingga kini Jembatan Kota Intan masih berdiri dengan kokoh dan berfungsi sebagai objek wisata. Jika akhir pekan, tempat ini banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Harga : Gratis
Alamat : Ancol, Pademangan, Jakarta Barat
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota.
6. Pelabuhan Sunda Kelapa
The fisherman. • • • • #pelabuhansundakelapa #fisherman #sundakelapaharbour #harbour #boat #ship #instagram
A post shared by Buddy Trisatyo (@buddy.trisatyo) onJun 24, 2018 at 7:48pm PDT
Pelabuhan Sunda Kelapa usianya lebih tua dari kota Jakarta. Pelabuhan ini sudah ada jauh sebelum Kota Jakarta terbentuk. Karena tempatnya yang strategis, sejak abad ke-12 pelabuhan ini sudah digunakan sebagai tempat persinggahan banyak kapal mancanegara yang datang untuk perdagangan. Selain itu, karena usianya inilah, Pelabuhan Sunda Kelapa udah mengalami lintas penguasa, mulai dari kerajaan Pajajaran, Portugis, Kerajaan Demak, dan Belanda. Sore hari ketika matahari mulai tenggelam adalah saat dimana pelabuhan ini terlihat begitu indah dan cantik. Tergambar jelas siluet kapal-kapal yang sedang bersandar di bibir dermaga.
Harga : Gratis
Alamat : kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara
Untuk menjangkau tempat ini dari terminal Blok M naik bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok m – Kota dan dilanjutkan dengan menggunakan taxi. (Sumber: Artikel jakarta.panduanwisata.id, Foto vakansinesia.com)
...more