shop-triptrus


Sep/14


Festival Lamaholot

TripTrus.Com - Dari sekian banyak upacara adat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, salah satunya adalah festival budaya Lamaholot. Selama empat hari, Pemkab Flores Timur menggelar festival budaya Lamaholot ini di dua tempat. Festival Lamaholot berlangsung di Desa Bantala, Lewolema pada 11 dan 12 September, serta di Desa Kiwang Ona dan Karing Lamalouk pada 14-15 September 2019.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ventus Ola Lp (@_bottee) Festival kali ini mengajak kita semua untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung yang dijaga dengan ritus-ritus dan janji adat sejak zaman lampau. Ritus-ritus pemersatu seperti Um Baja, Seni Lado, Leon Tenada, Hedung, Sole Oha dan syarat lainnya memuat nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh nenek moyang kita. Karena itu nilai-nilai yang ada sudah semestinya dijaga dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya Melalui ritus-ritus tersebut, manusia diingatkan bagaimana seharusnya masyarakat bergotong-royong, saling menolong, saling menghargai satu sama lain dan menjunjung silahturahmi. Sekaligus menjaga tradisi sastra lisan berupa petuah yang disampaikan dalam lantunan pantun dalam tarian Sole dengan berbagai ragamnya seperti Oha, Menolu Aho Bele, Kedari, Lili, Lia-Namang dan lain-lain. Festival seni budaya Lamaholot, Flores merepresentasi secara prinsip esensi kelamaholotan yakni Pai taan Tou atau Mari Bersatu. Pemkab Flores Timur memilih Desa Bantala, Lewo Kakang (kampung induk) atau pusat bagi kelompok etnis Lewolema sebagi lokus pembukaan festival Lamaholot. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. [Baca juga : "Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja"] Lewolema adalah etnis yang cukup tua di Lamaholot yang masih memiliki warisan budaya asli, seperti ritual-ritual, atraksi-atraksi seni budaya. Pada suatu masa, kebudayaan Lewolema diberangus dalam tanda petik oleh Pemerintah dan Gereja akibat situasi politik paska G-30 S PKI. Festival ini berusaha mengangkat kembali warisan budaya yang sudah mulai punah. Dan menguatkan kembali rekatan sosial antar lewo dalam etnis Lewolema.  (Sumber: Artikel mediaindonesia.com Foto  @newstitian ) 
...more

Sep/09


Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja

TripTrus.Com - Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) akan menggelar Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja pada 9-12 September 2022. Rencana awalnya, festival ini digelar Juli mendatang, namun karena Juli merupakan bulan trauma bagi orang Sabu atas peristiwa tenggelamnya kapal Tenggiri pada 27 Juli 1965 yang menewaskan banyak warga Sabu, jadi ditunda ke September.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh davidson rohi hunga (@davidsonrohi) Festival Jelajah Pesona Kelabba Madja sebagai event untuk memotivasi masyarakat agar tidak menunggu lengkap dulu baru melakukan sesuatu. [Baca juga : "Festival 3 Gunung"] Festival jelajah Kelabba Madja , akan diawali dengan kunjungan ke pesona wisata lain yang dimiliki Sabu Raijua, lalu puncaknya ke Kelabba Madja yang menyimpan keindahan yang luar biasa dengan batu warnanya. batu warna itu akan lebih indah ketika kena matahari pada pukul 15.00 Wita. Setiap titik kunjungan akan disuguhkan atraksi seni budaya, termasuk peiu manu (sabung ayam adat) yang menggunakan pisau, tapi tidak ada perjudian atau taruhan. Kaki ayam saat disabung, agar manusia tidak boleh baku bunuh tapi diganti dengan ayam biarkan berdarah hingga mati. (Sumber: Artikel tribunnews.com Foto  @arnols.riscky ) 
...more

Agt/26


Lomba Pacuan Kuda

TripTrus.Com - Kuda merupakan hewan yang sering kali digunakan sebagai alat transportasi lokal yang handal dan guna menunjang kelancaran transportasi ke tempat tunjuan. Tradisi memelihara dan mencintai kuda semakin berkembang, sehingga kini kuda memasuki kelas yang bergengsi dan modern, di era sekarang sering kali diadakan event Lomba Pacuan Kuda, tentunya event seperti ini menggugah rasa ketertarikan bagi pecinta kuda.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ihyaul Ulum (@ihyaul.qmo) Pacuan kuda merupakan olahraga berkuda yang saling bersaing antar peserta berpacu menuju garis akhir (Finish). Untuk mepertahankan olahraga Pacuan Kuda sebagai sebuah budaya minat khusus yang baru tumbuh, maka Pemerintah Kab. Kupang tepatnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat peduli dan antusias dalam event lomba Pacuan kuda sebagai atraksi promosi dan daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di Kab. Kupang. [Baca juga : "Festival Songke & Ranaka"] Lomba Pacuan Kuda merupakan event tetap yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kab. Kupang, bekerja sama dengan pihak PORDASI NTT dan Kabupaten Kupang, kegiatan perlombaan ini merebutkan piala Bupati Kupang dengan diikuti peserta dari berbagai daerah se NTT.  Diharapkan arena atau lapangan pacuan kuda ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik oleh pemerintah setempat bersama-sama dengan masyarakat pecinta pacuan kuda, dan khususnya seluruh masyarakat Kab. Kupang pada umumnya. (Sumber: Artikel pariwisatakabkupang.org Foto  @adhie.rizwandi) 
...more

Agt/26


Festival 3 Gunung

TripTrus.Com - Lembata merupakan sebuah pulau sekaligus kabupaten yang termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dulunya, Lembata menjadi bagian dari Kabupaten Flores Timur, sebelum menjadi kabupaten otonom sejak 1999. Lembata dikenal akan tradisi berburu pausnya yang terdapat di Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni. Namun, tidak hanya itu, Lembata juga dianugerahi pemandangan yang eksotis sejauh mata memandang jika kita berada di Bukit Cinta Lembata, yang kini menjadi kawasan wisata andalan Kabupaten Lembata yang berada di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan. BCL menjadi salah satu spot terbaik bagi wisatawan untuk menikmati keindahan saat matahari terbenam.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Ditjen PPDT Kemendesa (@ditjen_ppdt) Dan pada tahun ini, Festival Tiga Gunung Lembata kembali digelar untuk tahun kedua. Berlangsung pada 26-31 Agustus 2019, festival itu diharapkan bisa menjadi ajang promosi Lembata sebagai destinasi wisata yang potensial. Diberi nama Festival Tiga Gunung Lembata, karena Lembata memiliki tiga gunung yang memiliki keunikannya masing-masing. Pertama, Ile Werung atau Gunung Werung, merupakan salah satu gunung berapi dengan karakteristik kawah yang dalam dengan dinding batu terjal bekas letusan. Kedua, Ile Lewotolok atau Gunung Lewotolok, memiliki keunggulan hamparan kawah yang sangat luas serta udaranya yang sejuk serta panorama alam yang indah di kawasan itu. Terakhir, Ile Batutara atau Gunung Batutara, yang keunikannya gunung berapi ini meletup setiap 20 menit dengan menyemburkan asap serta bunga api sehingga akan memperlihatkan pesona keindahan gunung api. Selain disuguhkan keunikan tiga gunung tersebut, selama penyelenggaraan Festival Tiga Gunung Lembata, kita dapat menjelajahi Lembata dengan segala keunikannya. Selama pelaksanaan festival, setiap sorenya para wisatawan akan disuguhkan pementasan tarian pemersatu suku dan agama atau Sole Oha sebagai tanda toleransi antar sesama masyarakat di Lembata. Tarian ini akan dibawakan bergantian dari desa-desa yang terdapat di Lembata. Wisatawan dapat ikut serta dalam tarian ini dengan mengikuti gerakan dan syair yang dibawakan bergantian oleh penari. Tidak jauh dari BCL, terdapat kawasan wisata rohani yang diberi nama Taman Doa Watomiten, Riangdua, di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan. Di taman doa ini terdapat Patung Bunda Maria setinggi 7 meter yang menghadap laut di depan Gunung Boleng, Pulau Adonara. Selama Festival Tiga Gunung Lembata, kita juga dapat menyaksikan atraksi Hadok atau tinju tradisional. Tinju adat ini cukup terkenal di daratan Lembata. Di luar tanah asalnya Hadok sering disuguhkan sebagai sebuah atraksi budaya. Hadok biasanya dimainkan pada saat panen kebun sebagai ungkapan rasa syukur. [Baca juga : "Lomba Pacuan Kuda"] Hadok memiliki aturan mainnya sendiri. Dua petarung yang bertinju hanya boleh memukul ke arah wajah musuh, dilarang saling memeluk, tidak boleh menggunakan kaki, menggigit lawan dan memukul dari atas kepala. Sasarannya hanya bagian wajah saja. Selama berlangsungnya duel, terdapat pelerai yang tugasnya memperhatikan setiap gerakan dari para petinju. Sedangkan masyarakat lainnya melantunkan syair-syair lagu penyemangat bagi para petinju. Dalam Festival Tiga Gunung Lembata, yang berlangsung selama enam hari, juga menghadirkan atraksi paramotor yang akan melayang-layang di atas BCL. Selain itu, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti Jalan Santai Lembata Sunset Trail Family Fun Running Race, suguhan Lembata Youth Music dan Film BCL Festival, parade komunitas motor dan sepeda, pameran produk UKM dan kuliner, serta NTT Fashion Carnaval Festival Tiga Gunung Lembata. (Sumber: Artikel sindonews.com Foto  @lucydarmadi ) 
...more

Agt/20


Festival Songke & Ranaka

TripTrus.Com - Komunitas Ca Nai bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, Flores-Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal menggelar Festival Songke dan Festival Ranaka. Kegiatan Festival ini rencananya digelar selama dua hari dimulai pada 20 Agustus 2022.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Encis Rodriques (@enciisrodriques) Ada beberapa tujuan festival tersebut. Pertama, mengembalikan rasa cinta generasi muda terhadap budayanya sendiri sebagai pembentuk identitas jati diri. Kedua, mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa di mana kearifan lokal dapat diwariskan bahkan memiliki kekayaan nilai bersifat universal. Ketiga, untuk memperkaya keberagaman budaya sehingga tidak hanya dilestarikan tapi dikembangkan menjadi ekonomi kreatif berbasis budaya dan bernilai ekonomis. [Baca juga : "Festival Danau Kelimutu"] Tujuan lain dari festival itu adalah mendukung promosi wisata di Kabupaten Manggarai untuk mewujudkan tujuan pembangunan pariwisata dan kebudayaan nasional khususnya dalam mendukung serta memperkuat destinasi wisata Manggarai. Dengan melibatkan berbagai komunitas meliputi; komunitas pengrajin, sanggar seni budaya, petani kopi, pelaku kuiliner, penggiat seni dan kerajinan serta komunitas lainnya. (Sumber: Artikel seputar-ntt.com Foto  tajukflores.com) 
...more

Agt/07


Festival Danau Kelimutu

TripTrus.Com - Pandemi Covid-19 membuat dunia pariwisata lesu. Tempat-tempat wisata yang dulunya ramai berubah jadi sepi. Akibatnya, pendapatan asli daerah (PAD) turun drastis. Pelaku usaha gulung tikar. Mirisnya lagi, angka pengangguran bertambah, imbas dari pemutusan hubungan kerja (PHK), dan lain sebagainya.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh UniBRIDGE Project (@unibridge.project) Kondisi di atas tentunya juga dialami Pemerintah Kabupaten Ende. Sebab, Danau Kelimutu, salah destinasi wisata andalan daerah itu, tidak lagi menyumbangkan PAD dengan angka yang hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sama seperti destinasi wisata lainnya, danau yang terletak di Desa Pemo Kecamatan Kelimutu itu sepi pengunjung akibat pandemi. Ditambah lagi dengan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). [Baca juga : "Pacuan Kuda Cross Border"] Suasana Danau Kelimutu yang biasanya ramai dengan suara riuh rendah para pengunjung, terlebih di akhir pekan, sirna sekejap. Tidak ada banyak warna untuk menambah kesan indah tentang danau tiga warna itu. Beruntung, tren Covid-19 di Ende terus menurun, sehingga status PPKM di Ender kini berada di level 2. Itu artinya, destinasi wisata sudah bisa dibuka dengan pembatasan 25 persen dengan tetap menerapkan prokes. Kini, Pemkab Ende kembali menggelar Festival Danau Kelimutu dan Kelimutu Expo yang sempat tertunda akibat melonjaknya kasus Covid-19. (Sumber: Artikel pikiran-rakyat.com Foto  @lechiinx) 
...more

Agt/01


Pacuan Kuda Cross Border

TripTrus.Com - Pacuan Kuda Cross Border akan digelar di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama empat hari. Kepala Bidang Industri Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten TTU Jose Affat mengatakan, kegiatan pacuan kuda berlangsung pada 18-21 Oktober 2018.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh John Bana (@john.bana24) Peserta yang akan mengikuti pacuan kuda ini, lanjut Jose, berasal dari beberapa kabupaten dan kota di NTT, termasuk juga dari negara tetangga Timor Leste. [Baca juga : "Festival Komodo"] Kegiatan ini akan berlangsung di arena pacuan kuda Kilometer 9 jurusan Kupang, yang berdekatan dengan Kampus Universitas Timor (Unimor) Kefamenanu. Kegiatan cross border ini merupakan agenda kerja Kementerian Pariwisata. (Sumber: Artikel kompas.com Foto  @john.bana24) 
...more

Jul/16


Festival Tarian Caci

TripTrus.Com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadikan Festival Caci di Kabupaten Manggarai sebagai agenda tahunan wisata budaya.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Erwin Masyhur (@erwin_masyhur) Tarian Caci di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur sudah terjadwal kegiatannya, yaitu setelah panen dan tahun baru, menjadi agenda tahunan pariwisata untuk menarik minat pengunjung. Setiap kabupaten di NTT memiliki kekhasan seni budaya sendiri-sendiri yang bisa dijadikan sebagai agenda tahunan. Festival Caci ini adalah bagian dari kebudayan masyarakat Manggarai. Ini telah menjadi agenda tahunan seni dan budaya. Tarian itu dimainkan oleh dua penari laki-laki yang menari dan saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya. Tari Caci ini juga merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di Pulau Flores, NTT. Tarian ini sering ditampilkan pada berbagai acara, seperti saat syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), dan berbagai upacara adat lainnya. [Baca juga : "Parade Sandelwood & Festival Tenun Ikat"] Menurut sumber sejarah yang ada, Tari Caci ini berawal dari tradisi masyarakat Manggarai yaitu para laki-laki saling bertarung satu lawan satu untuk menguji keberanian dan ketangkasan mereka dalam bertarung. Tarian ini kemudian berkembang menjadi sebuah kesenian terdapat gerak tari, lagu, dan musik pengiring untuk memeriahkan acara. Nama Tari Caci sendiri berasal dari kata "ca" berarti "satu" dan "ci" yang berarti "uji", sehingga caci dapat diartikan sebagai uji ketangkasan satu lawan satu. (Sumber: Artikel republika.co.id Foto  @muliadonan) 
...more

Jul/11


Parade Sandelwood & Festival Tenun Ikat

TripTrus.Com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya mengangkat Tenun Ikat Sumba ke ranah yang lebih luas lagi. Upaya ini tersirat dari akan digelarnya Festival Tenun Ikat Sumba yang akan berlangsung pada 11 hingga 12 Juli 2022 mendatang di Kabupaten Sumba Barat Daya.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh ♡Irsl♡ (@setya_rasih) Perlu dibangun kesadaran bagi masyarakat Sumba maupun masyarakat luas akan potensi, prospek serta upaya pelestarian dan pengembangan sehingga bukan saja menjadi nilai budaya, tetapi dapat menjadi nilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Festival Tenun Ikat Sumba selain untuk melestarikan dan mengembangkan keunikan warisan budaya pun turut melestarikan sekaligus mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Ende. [Baca juga : "Festival E'tu"] Penyelenggaraan festival budaya ini merupakan destinasi kelas dunia karena memiliki ikon Komodo, Danau Kalimutu, dan Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai destinasi prioritas dikembangkan sebagai Bali Baru. (Sumber: Artikel wartaevent.com Foto  @wiemessah) 
...more

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Gowesata Kebumen
28 - 29 May 2022
Lasem Heritage
28 - 29 May 2022
×

...