TripTrus.Com - Bro-Sis Traveler, siap-siap ya karena gue punya rekomendasi festival yang gak cuma kekinian buat feed tapi juga nyentuh jiwa: Seren Taun Kasepuhan Cisungsang! Event ini diselenggarain tanggal 22–29 September 2025 di Lebak, Banten, dan gratis! Atmosfernya sakral tapi seru—kombinasi antara rasa syukur atas panen padi, tradisi turun-temurun, sama hiburan budaya yang bikin lo ngerasa deep banget sama akar lokal. Jadi, siapin outfit ala milenial tapi tetep sopan, bawa kamera buat capture momen emas, dan siapin hatimu buat nyatu sama budaya Sunda yang asli. Vaseline? Gak perlu—baper sama Seren Taun udah pasti!
Bro-Sis, bayangin deh: lo dateng ke Seren Taun terus langsung dibawa “berkelana” lewat ritual tradisional yang gak biasa! Pertama, ada Rasul Pare di Leuit, momen sakral saat padi indung disimpen di lumbung adat, jadi simbol awal kelangsungan pangan masyarakat. Terus, lo bakal ngedenger pantun tradisional dan Bubuka, yang bukan cuma hiburan, tapi touch-nya deep banget—bikin lo merasa ikut ngetuain tradisi.
[Baca juga : "Rang Solok Baralek Gadang 2025"]
Gak cuma itu, ada juga Balik Taun Rendangan, yakni ketua adat nerima laporan panen dari kelompok masyarakat, terus ada prosesi Ngareremokeun—ritual penghormatan buat Dewi Sri pakai nyanyian pujian yang syahdu. Terakhir, padi dimasukin ke lumbung sebagai penanda siklus baru pertanian dimulai. Semua seremoninya make kesenian Sunda kaya angklung buhun, dogdog lojor, wayang golek, karinding, silat, sampai pantun—yang bikin festival ini bukan sekadar tontonan, tapi pengalaman spiritual yang full cultural immersion! Lo beneran jadi bagian cerita, bukan pengunjung pasif.
Bro-Sis Traveler, Seren Taun Kasepuhan Cisungsang bukan sekadar event festival biasa—melainkan ritual budaya yang ngasih lo kesempatan buat ngerasain bagaimana rasa syukur, gotong royong, dan spiritualitas bercampur dengan kebersamaan masyarakat adat Sunda. Lo gak cuma duduk manis nonton, tapi diajak terlibat, apresiasi setiap proses adat, dan bawain pulang cerita yang beda dari biasanya. Dating ke sana artinya lo support identitas budaya yang autentik, sekaligus buat diri sendiri dapat perspektif baru. Jadi, siap gak jadi traveler yang gak cuma selfie, tapi juga meaningful? Seren Taun lagi nungguin lo, Bro-Sis! (Sumber Foto: @irwan_gamoz)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.