TripTrus.Com - Bro-Sis, pasang sabuk pengaman karena F8 Makassar—alias Makassar International Eight Festival & Forum—siap ngegas budaya dari Sabang sampai Merauke, langsung di pantai kece Makassar! Festival tahunan ini udah jalan sejak 2016 dan masuk top 10 event nasional beberapa kali—sebenernya semacam Lebaran-nya para pelaku ekonomi kreatif, artis, UMKM, sama pecinta budaya. Bayangin deh, di satu venue lo bisa nikmatin fashion, musik, film, food, seni rupa, sastra, flora-fauna bahkan folk dance—all dalam satu festival yang vibes-nya fun dan meaningful!
Gue aja sampai speechless pas tau F8 Makassar ngumpulin delapan subsektor kreatif dalam satu panggung—iya lo denger bener, mulai dari Fusion Music, Fashion, Film, Fine Arts, Fiction Writers, Folks, Flora & Fauna, sampai Food & Fruit. Lo gak cuma datang buat nonton, tapi diajak masuk ke arena seni yang kaya warna: ada karnaval, pameran kerajinan tangan, kuliner Nusantara yang legit banget, sampe talkshow sama seniman dan praktisi budaya.
[Baca juga : "Balikpapan Fest 2025"]
Festival ini gak cuma mau entertain lo, tapi lebih ke bikin lo ngerasa bangga sama persatuan budaya Indonesia—dengan tema tahun ini yang fun banget: “FUNtastic Eight”—ngasih highlight setiap F punya ciri khas sendiri.
Bro-Sis, F8 Makassar itu lebih dari sekadar festival—dia adalah panggung budaya nusantara yang dikemas super relatable dan fun. Lo gak perlu milih antara musik, fashion, kuliner, atau seni: semuanya ada dan jalan bareng dalam satu experience yang bikin lo semangat banget—apalagi vibe-nya asik banget buat dijadiin content feed atau sekadar memorable journey. Jadi, kapan lagi lo bisa ngegas ke event yang ngumpulin semua kreativitas bangsamu dalam satu hari? Siapin calendar lo, karena F8 Makassar siap jadi destination highlight lo tahun ini! (Sumber Foto: @stiv_photoi)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.