Sep/04
TripTrus.Com - Lo pasti mikir payung cuma barang biasa yang sering kelewat di pojokan kamar atau baru dicari pas hujan turun, kan? Eits, tahan dulu judgment lo, karena di Festival Payung Indonesia (FESPIN) 2026, payung disulap jadi karya seni megah yang estetis parah. Memasuki gelaran ke-13, event budaya paling hits ini siap balik lagi buat nemenin weekend lo dari tanggal 4 sampai 6 September 2026. Berlokasi di ruang terbuka yang adem banget, Taman Balekambang Solo, festival ini dijamin bakal jadi spot paling instagramable yang wajib banget masuk ke daftar kunjungan lo.
View this post on Instagram
A post shared by Wiwik W Wijaya (@wiwikwwijaya)
[Baca juga : "Festival Way Kambas 2026"]
Tahun ini, FESPIN membawakan tema "Catra Padi – Sepayung Dewi Sri". Jadi, gak cuma sekadar buat cuci mata atau pamer konten di media sosial, gue mau cerita kalau festival ini punya filosofi yang dalem banget. Mereka mengangkat isu ketahanan pangan sekaligus mengingatkan kita semua tentang betapa krusialnya peran padi dalam sejarah dan peradaban bangsa. Semua pesan bernilai itu dibungkus ciamik lewat instalasi seni payung tradisional yang bakalan memanjakan mata lo.
Yang bikin makin seru, FESPIN 2026 gak cuma ajang pameran biasa. Acara ini merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas seni lokal, pelaku ekonomi kreatif, aktivis lingkungan, sampai influencer favorit lo buat ngeramaiin suasana. Tambahan lagi, festival ini udah berskala internasional karena menjalin kerja sama sister-festival bareng Bosang Umbrella Festival yang legendaris dari Chiang Mai, Thailand. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan amankan tiket perjalanan lo ke Solo dan rasain sendiri keseruan kolaborasi budaya yang super epik ini! (Sumber Foto @kemenpar.ri)
...moreSep/04
TripTrus.Com - Buat lo yang lagi bingung weekend mau ke mana atau butuh tempat healing pas liburan, mendingan langsung catet tanggalnya! Dari tanggal 4 sampai 20 September 2026, Semarang bakal ngadain acara tahunan yang seru banget, yaitu Festival Kota Lama (FesKoLa) 2026. Selama sepuluh hari penuh, kawasan bersejarah yang sering dijuluki "Little Netherland" ini bakal disulap jadi perayaan budaya yang super ramai. Lo bisa ngerasain vibes bangunan heritage kuno yang dipadu sama sentuhan seni modern, instalasi ruang kota yang keren, sampai pertunjukan kelas dunia. Jujur, atmosfernya dijamin bikin lo betah nongkrong seharian!
View this post on Instagram
A post shared by SEMARANG (@wisatasemarang)
[Baca juga : "Festival Payung Indonesia 2026"]
Selain cuci mata sama arsitektur kota tua yang estetik, ada banyak banget hiburan seru yang nggak boleh lo lewati. Mulai dari pameran cagar budaya, panggung musik jazz yang syahdu, parade lampion yang romantis, sampai kolaborasi budaya internasional yang bakalan ramai banget. Buat lo para pecinta outfit of the day, banyak banget spot foto Instagramable di setiap sudutnya. Nggak cuma itu, lidah lo juga bakal dimanjain sama deretan kuliner otentik khas Semarang dan pameran wastra nusantara.
Nah, kabar paling indahnya lagi, lo bisa masuk dan jalan-jalan di kawasan Kota Lama Semarang ini secara gratis alias tanpa dipungut biaya entry. Tapi inget ya, beberapa acara atau program tematik tertentu tetap punya sistem tiket khusus yang bisa lo cek langsung di situs resminya festivalkotalama.com atau media sosial mereka. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan atur jadwal sama temen-temen lo buat main ke Semarang dan rasain sendiri keseruannya! (Sumber Foto promediateknologi.id)
...moreSep/04
TripTrus.Com - Kalau lo mikir kain tradisional itu cuma cocok dipakai pas kondangan atau acara formal yang kaku, siap-siap pikiran lo bakal terbantai habis! Pemerintah Kota Sawahlunto lagi siap-siap bikin gebrakan spektakuler lewat gelaran Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2026. Gak main-main, sebanyak 72 peserta siap unjuk gigi dan bikin arena karnaval bergetar dengan kreativitas tanpa batas. Event budaya tingkat internasional ini hadir buat membuktikan kalau Songket Silungkang—salah satu warisan budaya unggulan kebanggaan Indonesia—bisa tampil super mewah, trendi, dan relevan banget sama selera anak muda zaman now.
View this post on Instagram
A post shared by maulana ibrahim (@maulana_ibrahim31)
[Baca juga : "Festival Kota Lama Semarang 2026"]
Mengusung tema ciamik “Songket Innovation in Luxury”, SISSCa 2026 bakal menyuguhkan perpaduan ciamik antara nilai estetika tradisi dan sentuhan modernisasi. Di sini, lo gak cuma bakal terpukau sama parade kostum-kostum megah nan futuristik berbahan dasar tenun songket, tapi juga bisa menyaksikan langsung bagaimana para pengrajin lokal memamerkan keahlian menenun secara tradisional di tempat. Buat lo yang ngaku anak konten dan suka berburu spot visual estetik, festival ini dijamin bakal jadi surga tersembunyi yang bikin feed Instagram maupun video TikTok lo banjir penonton!
Keseruan acara yang berlangsung dari tanggal 4 sampai 6 September 2026 di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat ini dipastikan gak bakal bikin lo bosan. Mulai dari ajang fashion show karya desainer ternama skala lokal hingga nasional, keseruan lomba melukis payung kote, sampai ajang unjuk kebolehan buat para fotografer lewat lomba fotografi, semuanya dikemas apik dan penuh warna. Gak lupa, ada pameran UMKM di Sawahlunto Ekonomi Kreatif Expo buat lo yang mau belanja produk lokal berkualitas, serta seminar internasional yang bakal mengupas tuntas masa depan inovasi wastra nusantara. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan atur jadwal liburan lo, ajak kawan-kawan lo, dan jadilah saksi kemilau Songket Silungkang yang mendunia! (Sumber Foto @muhammad_noli)
...moreSep/04
TripTrus.Com - Buat lo yang lagi nyari vibes liburan beda dan pengen rehat sejenak dari rutinitas, pas banget nih! Kabupaten Cirebon siap ngerayain Festival Budaya Cai Diraga 2026 yang bakal berlangsung dari tanggal 4 sampe 6 September 2026. Acara tahunan garapan Yayasan Midang Waringin Jati bareng warga lokal dan pemda setempat ini udah nembuis tahun ke-7, bahkan resmi masuk dalam kalender gengsi Karisma Event Nusantara 2026. Highlight utamanya tuh Tradisi Larung Cai, ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya berkah alam sekaligus pengingat pentingnya ngerawat lingkungan.
View this post on Instagram
A post shared by Fiqi Achmad (@fiq0510)
[Baca juga : "Festival Kota Lama Semarang 2026"]
Rangkaian acaranya dijamin keren parah dan penuh makna. Lo bakal ngeliat langsung prosesi sakral pengarakan air yang diambil dari sembilan sumber mata air berbeda, dimulai dari Kawedanan Ciledug sampe ke titik temu Sungai Cijangkelok dan Cisanggarung. Enggak cuma ritual adat aja, festival ini juga dimeriahin sama beragam pertunjukan seni tradisional dan kearifan lokal khas Jawa Barat yang estetik banget buat lo abadiin di sosmed. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung set alarm dan agendain bareng circle lo buat meluncur ke Cirebon awal September ini! (Sumber Foto indonesia.travel)
...moreSep/01
TripTrus.Com - Kalau lo lagi nyari agenda liburan yang nggak cuma estetik buat di-story-in tapi juga bermakna, siap-siap karena Festival Way Kambas 2026 di Kabupaten Lampung Timur bakal segera digebyar! Acara tahunan yang super ikonik ini siap menyuguhkan kombinasi pas antara petualangan seru, selebrasi budaya lokal, dan aksi nyata buat kelestarian alam. Buat kita para milenial dan Gen Z yang makin peduli sama isu lingkungan, gelaran ini jelas jadi momen paling tepat buat membuktikan bahwa bersenang-senang dan menjaga bumi itu bisa banget berjalan berdampingan secara harmonis.
View this post on Instagram
A post shared by A Muhaimin Iskandar (@cakiminow)
Nggak tanggung-tanggung, festival ini dirancang buat memanjakan ragam minat lo. Buat lo yang suka tantangan fisik sambil menikmati udara segar, ada agenda fun run dengan rute berlatar alam yang memanjakan mata. Puas berolahraga, lo bisa langsung wisata kuliner buat manja-manjain lidah dengan aneka hidangan khas Lampung yang otentik. Nggak cuma itu, kemeriahan panggung seni tradisional dan deretan bazar UMKM lokal juga siap menyapa. Selain bikin vibes liburan makin terasa hidup, belanja di bazar ini juga jadi bentuk dukungan langsung kita untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
[Baca juga : "Nyaneut Festival 2026"]
Daya tarik utama yang bikin festival ini makin istimewa tentu saja adalah keberadaan Taman Nasional Way Kambas itu sendiri. Di sini, festival bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan media edukasi yang mengangkat misi penting: memperkuat kepedulian publik terhadap konservasi Gajah Sumatra yang semakin langka. Melalui serangkaian kegiatan interaktif, gue dan lo bakal diajak buat lebih memahami pentingnya menjaga ruang hidup satwa dilindungi ini agar tetap aman dan lestari di habitat aslinya.
Nah, biar rencana traveling lo berjalan mulus tanpa kendala, ada satu hal penting yang wajib lo perhatikan baik-baik terkait jadwal pelaksanaannya. Mengingat sempat ada beberapa versi informasi tanggal yang beredar—seperti 1 September dan 24 Oktober 2026—sangat disarankan buat lo untuk rajin memantau pengumuman resmi dari pihak penyelenggara atau Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Jangan sampai salah tanggal ya! Yuk, langsung atur cuti, ajak bestie lo, dan persiapkan diri buat merasakan pengalaman seru yang tak terlupakan di Festival Way Kambas 2026! (Sumber Foto @palagansukodano)
...moreJul/30
TripTrus.Com - Kalau menurut lo ngeteh cuma sekadar aktivitas santai di sore hari, Nyaneut Festival 2026 bakal bikin pandangan itu berubah. Di Garut, tradisi minum teh khas Sunda Priangan yang dikenal dengan sebutan nyaneut hadir sebagai perayaan budaya yang menggabungkan cita rasa, kesenian, dan kebersamaan dalam satu pengalaman yang hangat dan berkesan. Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya teh Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun.
View this post on Instagram
A post shared by infogarut (@infogarut)
Berlokasi di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, pada Kamis, 30 Juli 2026, festival ini mengajak pengunjung menikmati suasana sejuk kaki pegunungan sambil menyeruput teh lokal berkualitas. Yang bikin suasananya makin autentik, puluhan meja lesehan disiapkan untuk menampung ratusan peserta yang ingin merasakan tradisi nyaneut secara langsung. Di sini, gue yakin lo bakal merasakan sensasi kebersamaan yang jarang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
Tradisi nyaneut sendiri identik dengan kebiasaan menikmati teh hangat yang ditemani aneka kudapan sederhana khas pedesaan. Pengunjung dapat mencicipi singkong rebus, gula merah, serta berbagai olahan umbi-umbian yang menjadi pasangan sempurna bagi secangkir teh Priangan. Meski sederhana, perpaduan rasa tersebut justru menghadirkan pengalaman kuliner yang kaya makna dan sarat nilai budaya.
Tak hanya menyuguhkan pengalaman kuliner, Nyaneut Festival juga menghadirkan beragam rangkaian acara budaya yang menarik. Mulai dari Prosesi Nyaneut dan Prosesi Mapag Cai yang sarat filosofi, hingga Pasar Budaya yang menampilkan berbagai produk lokal dan kreativitas masyarakat setempat. Pengunjung juga dapat menikmati Kidung dan Rajah, Sawala Budaya, Gelar Teh Nusantara, serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang memperlihatkan kekayaan budaya Sunda.
[Baca juga : "Festival Cisadane 2026"]
Suasana festival semakin meriah dengan hadirnya Musik Kolaborasi Etnik, pertunjukan Geprak Tongkat, dan penampilan spektakuler dari 100 Penari Karatagan Cigedug yang siap memukau para pengunjung. Sebagai puncak hiburan, grup Samba Sunda akan tampil membawakan pertunjukan khas yang memadukan unsur tradisional dan modern sehingga mampu menghadirkan energi baru bagi para penikmat seni budaya.
Lebih dari sekadar festival, Nyaneut Festival 2026 menjadi upaya untuk memperkuat pasar budaya sekaligus mempromosikan teh Priangan sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali menghargai tradisi lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya Sunda.
Jadi, kalau lo lagi mencari pengalaman wisata budaya yang berbeda, Nyaneut Festival 2026 bisa jadi pilihan yang wajib masuk agenda. Ajak keluarga, sahabat, atau teman nongkrong lo untuk menikmati hangatnya secangkir teh, merasakan keramahan masyarakat Sunda, serta menyaksikan beragam pertunjukan budaya dalam suasana yang penuh makna. Siap ngeteh dengan cara yang lebih seru dan berkesan? (Sumber Foto disparbud.jabarprov.go.id)
...moreJul/22
TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.
View this post on Instagram
A post shared by TANGERANG (@exploretangerang)
Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
[Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"]
Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju.
Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan.
Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)
...moreJun/13
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...moreJun/09
TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.
View this post on Instagram
A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing)
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan.
Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)
...more