shop-triptrus

Lovina Festival 2025


When
: 18 - 23 Jul 2025
Location
: Kab. Buleleng, Bali
Short URL
: http://triptr.us/nQZ9

TripTrus.Com BroSis traveler, lo udah pernah denger soal Lovina Festival di Bali Utara belum? Nah, tahun ini Lovina Festival balik lagi nih tanggal 18–23 Juli 2025 di Buleleng, Bali. Acaranya makin kece dan pastinya up to date banget sama gaya hidup lo yang eco chill dan suka explore tempat kece tapi tetap peduli sama lingkungan. Temanya nggak main-main: “Buleleng Ecotourism Going to Quality and Sustainable Tourism”—keren kan? Pemerintah Bali bareng Kemenparekraf bener-bener all out dukung acara ini biar makin ngehits dan jadi ajang promosi ekonomi lokal yang berkesan banget buat lo yang datang, baik dari dalam negeri maupun yang traveling jauh-jauh dari luar negeri.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Mochamad Takdis (@takdos)

1. Musik, Lomba, dan Aktivitas Seru

Lo yang suka aktivitas seru, sini merapat! Lovina Festival tahun ini full vibes aktif dan seru. Dari pagelaran musik yang gokil, sampai lomba Stand Up Paddle yang bikin lo uji keseimbangan. Belum lagi VW tour, beach volley, flair juggling sampai cooking class dan yoga on the beach. Ada juga aksi bersih-bersih laut alias underwater clean up yang makin nunjukin kalau traveling tuh harus ada dampak positifnya. Semua kegiatan dikemas fun dan instagramable—feed lo dijamin makin aesthetic!

2. Eco Action & Workshop Inspiratif

Gak cuma senang-senang doang, Lovina Festival juga ngajak lo buat mikir ke depan bro-sis. Ada eco action kayak bersihin pantai dan laut bareng-bareng. Terus lanjut ke seminar kece soal sustainable tourism. Ada juga demo kriya, workshop kriatif dan forum-forum keren lainnya. Jadi selain jalan-jalan, lo juga pulang bawa ilmu. Ini nih yang bikin traveling lo makin meaningful, bukan sekadar liburan biasa!

3. Hari Penutup: Fishing, Fun Run & Zumba Party

Nah, masuk hari terakhir acaranya makin pecah! Ada fishing tournament buat lo yang suka tantangan, terus lanjut VW tour yang seru parah, Fun Run buat lo yang suka jogging sambil lihat sunrise, sampai zumba party rame-rame di pantai. Eits, ada juga Hari Anak Nasional dan diskusi film lho! Semua ditutup dengan vibes penuh energi dan semangat positif. Bener-bener party-nya anak traveler zaman now!

[Baca juga : "Geopark Night Specta 2025"]

4. Parade Budaya & Seni Keren

Bro-sis, lo wajib liat parade budaya di Lovina! Ada pameran seni tradisional khas Bali, lengkap dengan fashion show dan penampilan wayang wong Tejakula yang epic abis. Nuansa tradisionalnya kerasa banget tapi tetap dikemas modern, cocok banget buat lo yang mau eksplor budaya lokal tanpa takut boring. Ini momen pas buat nambah pengetahuan budaya plus dapet foto-foto aesthetic buat di-upload!

5. Kuliner Lokal & Pameran UKM

Nah buat lo yang doyan jajan dan suka eksplor karya lokal, Lovina Festival punya bazar kuliner yang nawarin makanan khas Bali sampe jajanan kekinian. Ada juga pameran UKM, kriya lokal dan pasar murah. Serius deh, ini bukan cuma tempat wisata, tapi juga tempat lo support ekonomi lokal langsung dari sumbernya. Produk kriya dari Buleleng ini bahkan udah jadi subsektor unggulan yang wajib lo lirik!

BroSis traveler, Lovina Festival 2025 tuh bukan sekadar festival tahunan biasa. Ini tuh kayak paket lengkap antara fun, edukasi, budaya, dan kesadaran lingkungan. Lovina ngajak lo buat traveling dengan gaya yang lebih sadar—lebih peduli, lebih chill, tapi tetep seru. Harapannya, festival ini bisa ngangkat Buleleng jadi kota ekonomi kreatif kelas dunia dan dapet pengakuan dari UNESCO. So, kalo lo cari destinasi baru yang hits, vibes-nya eco, dan bisa ngasih lo pengalaman berkesan, langsung catet Lovina di list jalan-jalan lo. Sampai ketemu di Bali Utara ya! (Sumber Foto: @arya.pictures)

   

Other Event

May/28 | Ubud Food Festival 2026

TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.       View this post on Instagram A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe) Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan. Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream. Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang. [Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"] Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah. Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan. Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal. Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.

May/23 | Surabaya Vaganza Festival of Lights 2026

TripTrus.Com - Surabaya lagi-lagi bikin lo dan gue susah move on dari kemeriahannya lewat event tahunan yang super ikonik, yaitu Surabaya Vaganza. Festival yang udah eksis sejak 2004 ini bukan sekadar parade biasa, tapi ajang pamer kreativitas warga kota yang dikemas dalam bentuk mobil hias penuh bunga, kostum tematik, sampai parade budaya yang vibes-nya dapet banget. Bayangin aja, rutenya panjang lebih dari 2 km, mulai dari Tugu Pahlawan sampai Balai Pemuda, dan sepanjang jalan lo bakal disuguhi visual yang estetik, rame, dan pastinya Instagrammable abis.       View this post on Instagram A post shared by Love Suroboyo (@lovesuroboyo) Nah, di tahun 2026 ini, konsepnya makin naik level, nggak cuma soal mobil hias doang. Ada sentuhan modern kayak light show, lampion warna-warni, parade kostum fantasi yang nyentrik, sampai festival kuliner dan UMKM yang bikin perut sama dompet lo ikut bahagia. Gue sih ngerasa event ini tuh kayak paket lengkap—hiburan dapet, budaya dapet, konten juga dapet. Apalagi ditambah pertunjukan musik yang bikin suasana makin hidup, jadi bukan cuma nonton, tapi juga ikut ngerasain euforianya. [Baca juga : "Semarang Night Carnival 2026"] Yang bikin makin keren, peserta parade ini nggak main-main. Mulai dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, universitas, sampai perusahaan swasta ikut turun tangan buat nampilin karya terbaik mereka. Ditambah lagi komunitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang tinggal di Surabaya, jadi nuansanya tuh kaya banget dan beragam. Setiap tahun temanya beda, jadi selalu ada hal baru yang bisa lo eksplor. Intinya, Surabaya Vaganza bukan cuma festival biasa, tapi juga bentuk nyata gimana sebuah kota ngerayain identitas dan budayanya dengan cara yang seru dan kekinian. Event ini sukses bikin Surabaya makin dilirik, nggak cuma sama wisatawan lokal, tapi juga mancanegara. Jadi, kalau lo lagi nyari alasan buat ke Surabaya tanggal 16 Mei 2026, ini dia jawabannya—dateng, nikmatin, dan siap-siap takjub bareng gue. (Sumber Foto @ideakreasi)...
more.

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Baduy
27 - 28 May 2026
Open Trip Dieng Plateau
29 - 31 May 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
29 - 31 May 2026
Open Trip Baduy
30 - 31 May 2026
×

...