Secara tradisi orang Pamona, jenazah diletakkan di dalam peti kayu yang kemudian disimpan di dalam gua hingga tinggal kerangkanya. Cara penguburan zaman dulu oleh masyarakat Pamona ini, sama seperti yang dilakukan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tradisi ini baru berakhir pada sekitar abad ke-19 Masehi, setelah para penginjil dari Belanda menyebarkan agama Kristen di wilayah tersebut. Di gua Latea inilah kita bisa menyaksikan Sisa-sisa tradisi suku Pamona dalam memakamkan anggota keluarganya. Gua tersebut terdiri atas dua kamar utama.