shop-triptrus

Trips n Tips

Mengungkap Daya Tarik Wisata di Lasem yang Caem

Lasem, Rembang - Jawa Tengah

TripTrus.Com - Talk show tentang wisata di kawasan Pecinan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, ternyata menarik perhatian pengunjung Astindo Fair 2017. Tentu saja, itu di luar potongan harga yang menjadi daya tarik utama travel fair tersebut.

Apa yang istimewa dari wisata Lasem ini? Reporter dan fotografer Kompas.com, Wahyu Adityo Prodjo dan Garry, menceritakannya dengan gamblang caemnya (keindahan) Lasem pada talk show ini. "Kalau di Jakarta ada kawasan Pecinan Glodok, kalau di Rembang ada kawasan Pecinan Lasem. Lasem ini lebih luas dari segi wilayah dan budaya Tionghoa-nya daripada Pecinan Glodok," kata Wahyu memberi kata pembuka pada talk show yang diadakan di main stage JCC, Jumat (24/3/17).

Sumber: Foto latitudes.nu

Menurut Wahyu, banyak atraksi dan destinasi yang bisa dikunjungi di sana. Misalnya, wisata sejarah, wisata kuliner, hingga wisata religi misalnya klenteng Konfusianisme atau Konghucu dan Masjid Jami Lasem. "Arsitektur bangunan di sana masih banyak yang bergaya Tiongkok Selatan dan Tiongkok - Hindia. Kelenteng di Lasem juga berbeda dengan arsitektur bangunan klenteng di Glodok dan Cirebon, di Lasem tembok-temboknya lebih ramai dengan mural yang mengandung cerita masa lalu," ujar Wahyu.

Bangunan klasik bergaya Tiongkok Selatan ini sangat unik dan bahkan instagramable untuk dijadikan latar foto. "Kalau yang suka fotografi, Lasem memberikan ruang bagi Anda untuk berkreasi dengan berbagai latar bangunan sejarah ataupun warga lokal di sana. Di Lasem, bangunan pos kamling pun terlihat 'wah' dengan arsitektur khas Tionghoa-nya," ujar Garry, seraya menujukkan hasil jepretannya di layar.

"Patut diingat, kalau mau mengambil gambar biasakan izin terlebih dahulu kepada penjaga atau pemilik bangunan/kuil, karena ada salah satu bagian yang tidak boleh diambil gambarnya," saran dia.

Lalu bagaimana mengenai transportasi, akomodasi dan kuliner di sana?

"Lasem bisa dijangkau dari Semarang menggunakan bus. Jadi yang ingin ke Lasem, bisa melalui Semarang. Semarang bisa dilalui oleh pesawat terbang, bus dan kereta api dari kota-kota lainnya di Indonesia," ujar Wahyu. Lasem juga kaya dengan wisata kulinernya. Ada lontong tuyuhan sebagai makanan yang wajib dicoba. Dipadu dengan ayam kampung yang diolah rempah yang kaya, lontong tuyuhan bisa dinikmati dengan harga hanya Rp 10.000.

"Coba juga durian khas Lasem yang rasanya manis-pahit. Harganya juga murah," kata dia Wahyu.

Untuk akomodasi di Lasem, ungkap Wahyu, harga per harinya relatif terjangkau. Ada penginapan dengan biaya Rp 390.000, ada juga penginapan ala backpacker dengan biaya hanya Rp 50.000 per malamnya. Menurut dia, waktu terbaik untuk mengunjungi Lasem sebenarnya ketika perayaan Cap Go Meh. Namun, karena perayaan Cap Go Meh diadakan pada awal tahun, biasanya wisatawan yang berkunjung akan sedikit direpoti oleh hujan.

"Dengan bujet Rp 500.000 sebenarnya sudah bisa kita berpetualang di Lasem selama 3 hari 2 malam. Harga tersebut sudah termasuk akomodasi, transportasi, wisata kuliner, bahkan untuk beli oleh-oleh," kata Wahyu lagi. "Untuk oleh-oleh, Anda bisa membeli batik tulis khas Lasem yang mempunyai corak dan pola yang unik," ujarnya. (Sumber: Artikel-Foto travel.kompas.com)

...more

Gombong, Kota Pusaka Yang Terlupakan!

Gombong, Kebumen – Jawa Tengah

TripTrus.Com - Gombong merupakan sebuah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Kebumen. Dalam tata ruang dan kota, Gombong masuk dalam kawasan perkotaan karena sebagian besar penghidupan masyarakatnya dari sumber-sumber sekunder (usaha dan jasa). Dalam sejarahnya, memang Gombong dikenal sebagai pusat perdagangan. Berdasarkan catatan keluarga Liem Siauw Lam, sejak tahun 1830an di wilayah Gombong sudah terbentuk komunitas Tionghoa. Selain itu juga ada komunitas saudagar dari para Bangsawan Kalang. Kedua elemen kelompok ini membentuk karakter Gombong yang kental dengan suasana perniagaan.

Dalam segi budaya, Gombong merupakan tempat berbagai unsur budaya bersatupadu. Pertama unsur budaya Banyumasan yang berpadu dengan budaya Yogyakarta, kedua unsur Tionghoa dan ketiga unsur-unsur asli dari Gombong. Semua hal tersebut menjadikan Gombong sebuah daerah yang unik, khas dan memiliki berbagai potensi menarik untuk dijelajahi.

Berikut ini beberapa destinasi yang wajib kamu kunjungi ketika di Gombong:

1. Benteng Van Der Wijck

(Sumber: telusurindonesia.com)

Benteng yang terletak di Desa Sidayu, Kecamatan Gombong merupakan benteng peninggalan kolonial Belanda pada abad 19 yang berbentuk hexagonal. Jika diperhatikan dari bentuk bangunannya, benteng ini lebih difungsikan sebagai pos logistik daripada sebuah benteng pertahanan. Dalam perjalanan waktu, benteng ini sempat menjadi sekolah anak-anak Euroasia, interniran tawanan perang dan markas beberapa kesatuan militer. Masih banyak fakta sejarah tentang Benteng Van Der Wijck yang belum terungkap, termasuk tahun pendiriannya yang masih menimbulkan polemik, namun terlepas dari itu benteng ini merupakan aset pusaka budaya penting yang dimiliki oleh Gombong dan wajib dijaga kelestariannya.

2. Waduk Sempor

(Sumber: tripadvisor.com)

Berlokasi hanya 7km dari sebelah utara Kecamatan Gombong, waduk ini merupakan bendungan serbaguna yang mendukung aktifitas sungai Cincingguling atau yang lebih dikenal sungai Sempor, yang mengalir dari utara di kaki Gunung Serayu Selatan. Air dari Waduk Sempor banyak digunakan untuk irigasi pertanian penduduk dan juga pembangkit listrik tenaga air. Dengan potensi pemandangan yang bagus dan suasana yang tenang, maka Waduk Sempor dijadikan destinasi wisata baik bagi masyarakat lokal ataupun luar daerah. Pada tahun 1967, pernah terjadi tragedi memilukan, di mana Waduk Sempor jebol dan memakan korban hingga 127 jiwa dan nama-nama para korban lantas diabadikan dalam monumen Sempor.

3. Legenda Rokok Klembek Menyan

(Sumber: iqbalkautsar.com)

Gombong sebagai sebuah kota perdagangan pada masanya, memiliki beberapa komoditi unggulan. Salah satunya tembakau yang diolah menjadi rokok siong di berbagai industri pabrik kecil ataupun rumahan. Yang menjadi ciri khas dari rokok siong Gombong adalah campuran klembak dan kemenyan. Hal tersebut membuat rokok siong Gombong memiliki aroma khas yang sangat kuat, bahkan kerapkali dihubung-hubungkan dengan aura mistis. Masa kejayaan rokok klembak menyan berlangsung dari tahun 40 hingga 60an, dan secara perlahan tergusur oleh rokok kretek yang datang dari luar daerah. Pada era kejayaan rokok klembek menyan bermunculan berbagai merk rokok klembek menyan yang terkenal, diantaranya: Togog, Sinden, Bangjo dan Sintren. Pada saat ini kejayaan rokok klembek menyan telah berlalu, yang tersisa hanya rokok bermerk Sintren. Masih diproduksi di pabrik berperalatan kuno dan dikerjakan oleh pekerja yang berusia lansia.

4. Gedung Cung Hwa Tsung Hwi

(Sumber: @kebumenmuda)

Sejak awal abad 19 pendatang Tionghoa diperkirakan sudah ada di Gombong. Ketika pendatang Tionghoa mulai banyak, mereka membentuk perkumpulan yang bernama Cung Hwa Tsung Hwi. Atsa dasar itu dibangunlah gedung perkumpulan yang berlokasi di kawasan pecinan Gombong yaitu di Jalan Sempor Lama. Sempat dijadikan sebuah sekolah Tionghoa pada tahun 40 hingga 60an. Meskipun fisik gedung ini banyak mengalami perubahan, masih banyak kisah menarik yang terkandung di dalamnya. Gedung ini merupakan saksi sejarah dinamika Tionghoa di tanah Gombong. Presiden Soekarno sempat mengeluarkan PP 10 tahun 1950 tentang pengaturan domisili etnis Tionghoa di Indonesia, gedung ini sempat dijadikan tempat penampungan. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai sekertariat Yayasan AGH yang memberikan pelayanan kematian bagi masyarakat Tionghoa di Gombong. Di gedung tersebut juga kita bisa belajar aspek budaya Tionghoa dalam kematian dan proses pemakaman. Bahkan kita masih bisa melihat “peti kembang cengkeh” yang berharga mahal.

5. Roemah Martha Tilaar

(Sumber: tribunnews.com)

Inisiatif membangun Roemah Martha Tilaar ini dimulai berawal dari keinginan Ibu Martha Tilaar untuk memberikan kontribusi bagi Kota kelahirannya Gombong. Beralamat di Jalan Sempor Lama no. 28, Roemah Martha Tilaar menempatkan museum sebagai konteks dan aktivitas sebagai konten dan berinformasi tentang perjalanan hidup Ibu Martha Tilaar saat di Gombong. Roemah Martha Tilaar Gombong diperkirakan sudah berdiri sejak tahun 1920-an. Merupakan rumah keluarga Liem yang dikenal sebagai keluarga Tionghoa kaya pada waktu itu. Liem Siaw Lan kepala keluarga Liem merupakan seorang pengusaha dan mempunyai bisnis yang beragam, salah satunya adalah mengelola peternakan yang mensupply daging dan susu ke tangsi Belanda Van Der Wijk. Pada masa revolusi Indonesia rumah keluarga Liem digunakan sebagai dapur umum dan tempat perawatan tentara Indonesia yang terluka akibat pertempuran dengan tentara NICA. (Sumber: Artikel Rumah Martha Tilaar dan  Amieykha Foto Amieykha)

...more

Film-Film Indonesia Yang Membuat Ingin Traveling!

Jakarta, Indonesia

TripTrus.Com - Dengan menonton film, seseorang bisa memindahkan tubuhnya melalui visual yang dihadirkan fil tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa film dapat menginspirasi seseorang dalam hidupnya. Terlebih dala sebuah film traveling, seseorang akan menjadi lebih penasaran dengan sebuah destinasi yang tersajikan dan bisa menjadi inspirasi seseorang untuk memulai sebuah perjalanan.

Berikut ini film-film Indonesia berlatar lokasi-lokasi cantik di Indonesia dan akan memikat kalian hingga menginspirasi untuk memulai sebuah perjalanan.

1. Laskar Pelangi

(Foto: indonesianfilmcenter.com)

Film yang tayang di tahun 2008 ini bisa dibilang sebagai film penggerak pariwisata di Indonesia. Film berisi tentang cita-cita anak-anak pulau yang penuh dengan pesan moral ini membuat Belitong menjadi primadona pariwisata Indonesia. Bahkan wisatawan berbondong-bondong untuk mengekslorasi Belitong.

Beberapa objek wisata dan infrastruktur penunjang dibangun di pulau ini.Dengan daya pikat Sekolah Laskar Pelangi, Pantai Tanjung Tinggi hingga terkenalnya Mie Atep membuat wisatawan lokal dan mancanegara menjadikannya daftar destinasi yang harus dikunjungi.

2. Pendekar Tongkat Emas

(Foto: anakfilm.com) Sebelum film ini tayang, banyak yang beranggapan bahwa Sumba hanya daerah yang gersang. Tapi anggapan itu tumbang setelah Film Pendengkar Tongkat Emas tayang di bioskop-bioskop. Keindahan Sumba tersaji dalam film ini, panorama alam yang indah, jernihnya aliran sungai, lautan yang menggoda dan rumah-rumah adata yang ikonik menambah daya pikat Sumba. Di sisi lain juga masyarakat Sumba dikenal sebagai penduduk yang ramah.

Walau bukan sebagai film pariwisata, dengan latar belakang keindahan Sumba Film Pendekar Tongkat Emas ini bisa jadi ispirasi untuk traveling.

3. Mirror Never Lies

(Foto: cinemapoetica.com) Film bercerita tentang seoarng gadis bernama Pakis yang berusaha menemukan sang ayah yang hilang ketika sedang melaut ini mengangkat keindahan laut Wakatobi dan kebiasaan sehari-hari Suku Bajo. Film drama The Mirror Never Lies dapat memvisualisasikan keindahan Wakatobi, sehingga film karya Kamila Andini membuat adanya ketertarikan lainnya di kalangan traveler. Keseharian Suku Bajo, pantai dan bawah laut yang indah menjadikannya semakin menawan untuk dikunjungi.

4. Denias: Senandung di Atas Awan

(Foto: asiapacificscreenacademy.com) Film arahan sutradara Ari Sihasale ini mengambil latar belakang di Puncak Gunung Pikhe, Papua menceritakan seorang anak kecil bernama Denias yang berjuang keras meraih segala mimpinya untuk dapat bersekolah. Film berjudul Denias: Senandung di Atas Awan mengajak penontonnya untuk berlari-lari dan bermain di hamparan padang savanna yang luas.

5. Lost in Papua

(Foto: chelemichelle.wordpress.com) Banyak unsur-unsur budaya lokal masyarakat tradisional Papua yang ditonjolkan di film ini Dan kisah ini diangkat dari fakta asli rakyat di Pedalaman Hutan Boven Digoel, Papua menjadi tempat bersejarah di mana dulu Bung Hatta dan teman-teman seperjuangannya pernah dibuang. Film yang menceritakan sekelompok anak muda yang mencoba menerobos rimba ujung timur pulau Papua, untuk mengungkap sebuah misteri yang berhubungan dengan suku-suku terasing.

Film ini selain menawarkan alur cerita yang menarik juga mampu mengisi hiburan masyarakat dengan nuansa yang berbeda yaitu dengan keindahan hutan dan budaya-budaya suku di Papua. Penonton juga dapat dapat mengenal lebih jauh lagi tentang kondisi Papua dengan alamnya yang masih asri dan keragaman suku papua.Lost in Papua adalah sebuah film yang bertujuan untuk menunjukkan keindahan alam dan kekayaan wisata budaya di Papua Selatan serta segala misterinya yang belum pernah Anda lihat. Film ini memasukkan unsur-unsur lokal seperti pertunjukan budaya khas masyarakat tradisional Papua.

6. Rayya Cahaya di Atas Cahaya

(Foto: youtube.com)Rayya, Cahaya Diatas Cahaya adalah film drama Indonesia yang akan dirilis pada 20 September 2012. Film ini disutradarai oleh Viva Westi. Film ini dibintangi oleh Titi Sjuman dan Tio Pakusadewo. Film ini bisa dibilang sebagai road film, di mana film melakukan perjalanan panjang dari Jakarta hingga Bali. Dalam perjalanan tersebut penonton bisa melihat bagaimana keindahan Indonesia di beberapa prongan scene di film ini.

Film ini selain menyuguhkan latar belakang yang menarik juga membuat penonton terkagum-kagum dengan dialog-dialog cerdas pemerannya. (Sumber: Artikel amieykha Foto kapanlagi.com)

...more

10 Tempat Wisata Populer Untuk Liburan Akhir Tahun

Jakarta, Indonesia

TripTrus.Com - Kamu berencana untuk liburan akhir tahun ini ? Namun masih binggung tujuan wisata mana saja yang paling populer di akhir tahun? Daftar tujuan wisata terpopuler di Indonesia pada akhir tahun ini. Untuk tempat wisata di Indonesia, tahun ini masih tetap didominasi oleh tujuan-tujuan traveling di Pulau Bali.

Penentuan tempat ini didasarkan pada banyaknya komentar, review dan share dari pengguna TripAdvisor mengenai destinasi yang dimaksud. Di urutan pertama bertengger nama Ubud, Bali sebagai tempat paling populer untuk dikunjungi tahun ini. BerikutIni 10 Tempat Wisata Populer Di Indonesia Yang Cocok Di Jadikan Destinasi Liburan Akhir Tahun Anda.

1. Ubud

(Foto: beautifulbalitours.com)

Di puncak daftar masih bertengger nama Ubud, kawasan pedesaan di Pulau Bali. Ubud bukan sembarang desa, tapi ini adalah desa yang dikemas untuk wisata eksklusif. Pusat spa terbaik di Indonesia dan salah satu yang terbaik di dunia berada di Ubud. Keren bukan?

Di sana juga terdapat cagar alam yang menjadi rumah aneka satwa khususnya monyet. Tak ketinggalan pula bahwa Ubud adalah rumah bagi villa-villa dengan pemandangan super keren bak di surga.

2. Jakarta

(Foto: deakincollege.edu.au)

Daftar di urutan kedua ini sebenarnya paling mengagetkan dimana menempatkan ibukota Jakarta sebagai salah satu tujuan yang paling populer tahun 2016. Padahal kota ini terkenal sesak, macet dan banjir serta tak ketinggalan polusi udaranya. Tapi jika kita melihat dan menilik lebih dalam maka wajar jika Jakarta menjadi salah satu kota yang paling banyak dikunjungi dan populer.

Jakarta adalah salah satu pintu gerbang wisatawan asing sebelum menjelajahi daerah lain di Indonesia. Kota ini pun tak melulu identik dengan macet dan bising, jauh di utara Jakarta ada Kepulauan Seribu yang sangat tenang dengan banyak gugusan pulau kecil bak di Maladewa. Di dalam kota juga banyak tempat keren mulai dari kawasan Kota Tua, TMII, Ancol dan masih banyak lagi. Ada pula kafe-kafe kece di Jakarta yang cocok di jadikan untuk hangout dan bersantai di akhir liburan anda .

3. Yogyakarta

(Foto: blog.hulaa.com)

Yogyakarta memang layak menyandang predikat istimewa karena setiap traveler yang sudah berkunjung ke sana pasti suatu hari ingin kembali ke sana lagi. Kota ini penuh dengan arsitektur mengagumkan dan suasana spiritual yang kental.

Destinasinya pun beragam dari pantai hingga bangunan kuno peninggalan zaman kerajaan. Jogja merupakan pusat kebudayaan di Indonesia.

4. Bukit Lawang

(Foto: klimbingkoreanmountains.wordpress.com)

Bukit Lawang mungkin masih sedikit asing di telinga traveler namun tempat ini mampu bertengger di posisi 4 sebagai tujuan wisata paling populer tahun ini versi TripAdvisor Travelers’ Choice. Bagi yang belum tahu, Bukit Lawang adalah destinasi wisata populer yang berlokasi di ujung Taman Nasional Gunung Leuser.

Sedangkan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) adalah kawasan konservasi flora dan fauna yang terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di sini terdapat konservasi dari hewan langka seperti orangutan dan harimau Sumatera.

5. Senggigi

(Foto: toptourist.com)

Siapa sih yang tidak kenal Pantai Senggigi, pantai ini sama terkenalnya dengan Pantai Kuta di Bali hanya saja lokasinya berada di pulau seberang timur Pulau Dewata tepatnya di Pulau Lombok. Senggigi adalah salah satu spot menyelam terfavorit para traveler dunia.

Di kawasan Senggigi ini traveler akan menemukan Pura Batu Bolong, sebuah kuil Hindu yang dibangun di atas lengkung batu nan dramatis. Yang tidak kalah kerennya di Senggigi adalah fenomena sunsetnya. Semua traveler yang datang berlibur pasti akan dibuat kagum dengan matahari terbenam di Senggigi, bahkan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

6. Magelang

(Foto: radarjogja.co.id)

Selain Jogja untuk menikmati budaya Jawa yang begitu kental bisa juga didapatkan traveler dengan berkunjung ke Magelang. Kabupaten ini sangat terkenal dengan Candi Borobudurnya yang begitu gagah dan menjadi satu-satunya candi Buddha terbesar di dunia.

Magelang tidak hanya memiliki destinasi wisata Candi Borobudur saja, kabupaten di Jawa Tengah yang bertetanggaan dengan Yogyakarta ini juga memiliki segudang destinasi wisata keren diantaranya rafting sungai Progo dan Elo, trekking Gunung Merapi, dan menikmati budaya Jawa yang kental.

7. Bandung

(Foto: sofianaaustralia.com)

Bandung sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia yang letaknya cukup dekat dengan Jakarta menjadi tujuan wisata terpopuler berikutnya. Daerah ini menawarkan pilihan wisata lengkap mulai dari wisata belanja, kuliner hingga wisata alam yang menggoda. Sungguh sangat lengkap !

Akhir-akhir ini Bandung memang tengah populer dengan pilihan wisata alam yang sangat banyak. Kini Bandung telah memiliki taman botani yang indah, perkebunan teh yang luas, lapangan golf hingga pemandangan apik via Tebing Keraton.

8. Labuan Bajo

(Foto: komodotour.co.id)

Di posisi delapan ada Labuan Bajo sebuah desa nelayan kecil yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Di tempat ini terdapat pelabuhan yang menjadi pintu gerbang wisatawan yang ingin pergi ke Pulau Komodo dan gugusan pulau kecil lainnya.

Di samping itu perairan di Labuan Bajo juga terkenal sangat jernih dengan pemandangan yang indah di permukaan maupun di dalam lautnya. Tak heran jika daerah ini kini menjadi buruan para traveler baik dari dalam maupun luar negeri.

9. Kuta

(Foto: edysmiletour.com)

Tidak perlu memperkenalkan kawasan Kuta di Bali. Pasalnya daerah ini sudah sangat terkenal hingga ke penjuru dunia, bahkan traveler yang belum pernah datang ke sanapun pasti sudah familiar dengan nama daerah ini. Pantai Kuta begitu terkenal dan menjadi pusat konsentrasi wisatawan dunia yang berlibur di Bali.

Di pantai ini traveler bisa menyaksikan sunset yang sempurna selain berenang, berselancar, atau berjemur di pantainya yang indah. Kalau mau warga sekitar ada yang menawarkan jasa pijat di pinggir pantai atau mengepang rambut seperti gaya rege.

10. Surabaya

(Foto: picodio.com)

Surabaya selain menjadi ibukota provinsi Jawa Timur juga dikenal sebagai kota industri yang modern, pusat ekonomi dan perdagangan. Di kota ini pula terdapat markas bagi TNI Angkatan laut Indonesia. Jika diperhatikan kota ini memang kurang pas untuk dijadikan destinasi wisata alam karena hampir seluruh wilayahnya diisi penuh bangunan bertingkat seperti Jakarta.

Pun demikian di kota terbesar kedua setelah DKI Jakarta ini masih mempunyai sudut-sudut cantik yang layak dikunjungi seperti hutan bambu dan hutan mangrove. Destinasi lain yang cocok untuk wisata adalah Museum Sampoerna, Monumen Kapal Selam hingga Taman Bungkul yang digadang-gadang sebagai taman kota terbaik se-Asia. (Sumber: Artikel BeritaOnline24 Foto Amieykha)

...more

Destinasi Liburan Akhir Tahun Bersama Anak-Anak

Indonesia

TripTrus.Com - Akhir tahun hampir tiba, itu berarti saatnya kita untuk merencanakan liburan bersama anak-anak. Untuk mempermudah perencanaan, bisa dibaca rekomendasi destinasi berikut ini.

1. Lombok

Tentunya banyak alasan untuk kita berkunjung ke Lombok. Tepi pantai yang berpasir lembut, air lautnya yang jernih hingga udara yang masih bagus selalu memanjakan mata dengan langit birunya. Pulau yang semakin hari semakin popular ini cocok menjadi destinasi wisata untuk keluarga. Dikarenakan Lombok memiliki destinasi unggulan pantai pasti akan dipastikan anak-anak menyukainya bermain pasir dan air. Di Lombok kita juga tidak akan bingung memlilih tempat untuk istirahat, berbagai macam penginapan menyajikan penawaran yang beragam seperi di Mataram, Senggigi dan Gili Trawangan.

2. Aceh

Aceh juga bagus direkomendasikan untuk destinasi liburan akhir tahun bersama anak-anak. Setelah tsunami meluluhlantakan Aceh, Aceh mulai bangkit dan mulai kembali menata pariwisata mereka. Selain terkenal dengan Pulau Weh yang memiliki titik 0 kilometer Indonesia dan pantai-pantai eksotisnya, Aceh juga memiliki Museum Tsunami, Kapal Apung Lampulo, PLTD Apung. Untuk kuliner juga beragam, kita bisa santai di kafe-kafe untuk sekedar mengopi atau menikmati mie aceh hingga ayam tangkap.

3. Yogyakarta

Kota Gudeg ini sudah tidak diragukan lagi keramahannya. Menjadi kota wisata dengan segala kemudahan dan kemurahannya, Yogyakarta menawarkan banyak hal kepada setiap pengunjungnya. Selain menjadi destinasi kuliner, kota ini juga memiliki garis pantai yang panjang yang menghadirkan berbagai pantai-pantai yang cantik dan sepi. Juga ada Komplek Candi Prambanan yang bisa diekspore dari Candi Plaosan, Candi Barong, Candi Ijo, Candi Sojiwan dan lainnya.

4. Bali

Pernah merasa bosan ke Bali? Tentu tidak. Meskipun setiap akhir tahun Bali selalu penuh sesak oleh pengunjungnya, Bali jangan dihapus dari agenda liburan akhir tahun. Banyak destinasi untuk memanjaka anak-anak, mereka bisa diajak berkunjung ke Taman Burungm Taman Kupu-Kupu hingga beriteraksi dengan binatang di Bali Safari and Marine Park atau ke Uluwatu yang asri dan dipastikan kita akan kena jahil kera-kera liar di sana. Kalau urusan pantai, Bali memiliki banyak alternative seperti Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Dreamland dan pantai-pantai lainnya. Kita juga mengunjungi Pulau Menjangan yang berlokasi di Bali Barat, di sana kita bisa bersnorkeling hingga berinteraksi dengan hewan Menjangan (sejenis rusa). Tapi jika berkunjung ke Pulau Menjangan mohon untuk tidak berisik, karena dipastikan banyak warga Bali yang beribadah. (Sumber: Artikel Amieykha Foto parenting.co.id)

...more

Gairah Pariwisata di Ranah Sepak Bola!

Jakarta, Indonesia

TripTrus.Com - Di Negara-negara Eropa, sepak bola sudah menjadi sebuah industri besar. Bahkan di beberapa negara Eropa lain, sepak bola sudah menjadi daya tarik pariwisata yang bernilai miliar dollar. Banyak peminat sepak bola menjadikan ajang berpergian ke luar negeri memasukan aktifitas berkunjung ke stadion untuk sekedar berfoto atau menonton pertandingan, berburu merchandise di toko resmi klub dan mendatangi museum klub tersebut.

Hal senada di Indonesia, di balik carut-marutnya liga sepak bola, antusias penikmat sepak bola sangat tinggi. Industri inipun mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Supporter klub-klub lokal menonton pertandingan di stadion mempunyai gengsi tersendiri, terlebih jika mereka melakukan “away days” ke kandang lawan. Bagi kebanyakan supporter, kandang lawan adalah tempat untuk mengukur jati diri sebuah kelompok supporter.

Berbagai cara dilakukan suporter untuk melakukan away days, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi hingga transportasi umum (bus, kereta, kapal laut dan pesawat). Bisa dibayangkan pengeluaran supporter untuk menyaksikan klub kebanggaan dari kota ke kota lain untuk satu musim liga. Belum lagi kalau TimNas Indonesia sedang berlaga, supporter dari berbagai kota berdatangan ke kota berlangsungnya pertandingan. Terlebih atmosfer penikmat sepak bola terasa lebih bergairah dengan turnamen seperti AFF.

Dan beberapa supporter juga memanfaatkan momen away days ini sebagai ajang rekreasi ke kota tujuan. Bisa ditarik kesimpulan bahwa sepak bola merupakan industri yang menarik dan bisa disinergikan dengan industri pariwisata. Akankah Industri Sepak Bola dan Industri Wisata di masa yang akan datang menjadi industri yang menjanjikan? Dan yang terpenting kota-kota yang memiliki klub sepak bola juga harus memiliki destinasi wisata yang menjadi daya tarik lainnya selain pertandingan yang tersajikan. (Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)

...more

Jangan Tunda ke Pulau Tunda!

Pulau Tunda, Serang - Banten

TripTrus.Com - Jika kalian berkunjung ke Provinsi Banten, tidak ada salahnya untuk mencoba berlibur di Pulau Tunda. Pulau kecil yang terletak di Laut Jawa ini terletak di sebelah utara Teluk Banten dan secara administratif dalam wilayah Kabupaten Serang. Dengan luas sekitar 300 hektare, Pulau Tunda terdapat 1 Desa (Desa Wargasara) dan terbagi dalam 2 Dusun (Kampung Barat dan Kampung Timur).

Sumber: Foto Amieykha

Dulu, Pulau Tunda lebih dikenal sebagi lokasi untuk memancing. Tapi beberapa tahun terkahir, Pulau Tunda mulai dikenal di kalangan Backpacker sebagai destinasi wisata. Potensi keindahan pantai dan bawah lautnya, Wisatawan bisa mengeksplore dengan snorkeling ataupun diving. Bagian timur hingga tenggara Pulau Tunda memiliki kondisi arus yang besar sehingga terkenal dengan Drift Diving-nya.

Sumber: Foto Komar Uchiha

Menurut berbagaii informasi dari Nelayan sekitar, Pulau ini merupakan lintasan Lumba-lumba, jadi jangan heran bila nanti suatu saat kalian bisa melihat kawanan Lumba-lumba di perairan Pulau Tunda. Seperti namanya, Pulau Tunda ini memiliki berbagai fasilitas yang tertunda sepeti: Listrik dan Sinyal. Tetapi kalian akan sedikit terbantukan oleh listrik tenaga surya yang beroperasional dari pukul 18.00 hingga 22.00.

Kalian bisa menuju Pulau Tunda dari Pelabuhan Karangantu, Serang. Perjalanan yang dibutuhkan 1,5 hingga 2 jam. Alangkah baiknya jika kalian menuju Pulau Tunda di pagi hari, bukan tanpa alasan. Selain udaranya yang dapat memanjakan tubuh, mata kalian juga akan dimanjakan oleh kemilau sunrise di atas laut. Jadi tunggu apalagi? Jangan Tunda ke Pulau Tunda! (Sumber: Artikel-Foto Amieykha)

...more

5 Fakta Unik Jakarta Yang Mungkin Tidak Banyak Diketahui

Jakarta, Indonesia

TripTrus.Com - Yang tinggal di Jakarta tentunya dapat mengingat arah dan nama jalan-jalan besar. Namun, dapat mengingat nama jalan bukan berarti mengenal kota Jakarta dengan baik. Berikut 5 fakta tentang Jakarta yang mungkin tidak kamu ketahui.

Pernahkah kamu mendengar tentang lidah api Monas? Atau fakta tentang mall di Jakarta? Nah, untuk sedikit membuka mata, simak fakta-fakta di bawah ini.

1. 13 Kali Ganti Nama

Jika kamu pikir Jakarta hanya pernah berganti nama sebanyak dua kali? Maka kamu salah besar. Dahulu, Jakarta hanya berupa sebuah pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta.

Lalu, pemerintahan Belanda menduduki Jayakarta dan berganti nama menjadi Sta Batavia, yang kemudian berubah lagi menjadi Gemeente Batavia pada 1905.

Pada tahun 1942, pendudukan Jepang membuat nama Batavia dubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Lalu setelah Jepang menyerah kepada sekutu, namanya menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

Selang beberapa lama, Jakarta diduduki oleh pemerintahan NICA, namanya pun kembali seperti dulu, Stad Gemeente Batavia. Dan, pada 24 Maret 1950 diubah kembali menjadi Kota Praja Jakarta. Pada 18 Januari 1985 bernama Kota Praja Djakarta Raya.

Kemudian pada 1961 terbentuklah Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.

2. Maskot Jakarta

Masih banyak orang yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas. Yang sebetulnya adalah Elang Bondol dan Salak Condet. Maskot ini diresmikan pada tahun 1989.

Mengapa elang bondol dan salak condet? Dahulu, Jakarta masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang. Karena kesejukannya, elang bondol kerap terlihat di langit Kota Jakarta. Sedangkan salak condet merupakan buah asli dari Jakarta yang tumbuh di kawasan Condet.

Jika kamu ingin melihat patung maskot DKI Jakarta, datanglah ke kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

3. Mitos Patung-Patung Di Jakarta

Jangan salah sangka, saya tak akan membicarakan tentang hal gaib ataupun mistis. Namun, ini cukup unik .

Lihatlah Monas. Apa kamu pernah menyadari kalau bentuk lidah api Monas menyerupai sosok perempuan yang sedang bersimpuh menghadap Istana Negara? Ya, hal tersebut benar adanya. Tapi tak ada jawaban pasti tentang siapa sosok perempuan ini.

Satu hal lagi yang harus kamu ketahui, bahwa patung yang berada di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan, bukanlah bernama Patung Pancoran, melainkan Patung Dirgantara.

4. Mall Berjaya

Entah ini hal yang baik atau buruk. Namun, tahukah kamu bahwa Jakarta merupakan kota dengan mall terbanyak di dunia. Ditekankan, DI DUNIA!

5. Banyaknya Museum

Mengingat fakta di atas, jika kamu warga Jakarta yang tauladan, maka jangan hanya pergi ke mall saja dan kunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. Museum apa saja yang ada di Jakarta? Oh, banyak sekali! Terhitung ada 47 museum tersebar di ibukota Jakarta. (Sumber: Artikel jakartapunyacerita.com Foto jkt.life)

...more

Awesome Lasem!

Lasem, Rembang - Jawa Tengah

TripTrus.Com - Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Meskipun sebuah kecamatan, Lasem bisa dibilang sebuah kota terbesar kedua setelah kota Rembang. Lasem merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa, maka dari itu terdapat banyak sekali perkampungan tionghoa yang tersebar di Lasem, oleh karena itu Lasem dikenal sebagai “Tiongkok Kecil”.

 

Pembatik Batik Tulis Lasem

A post shared by Almer (@almer_katili) onSep 25, 2017 at 12:11am PDT

Memiliki luas sekitar 45,04 km² dan terdiri dari 20 desa, Lasem kental dengan sejarah panjang terkait etnis tionghoa. Bukan hanya itu, Lasem juga dikenal sebagai kota santri karena banyaknya pondok pesantren di kota ini. Hal tersebut membuat Lasem semakin unik oleh kemajemukan dan kulturasi budaya yang saling berbaur.

Lasem merupakan kota penghasil hasil laut seperti: garam dan terasi, selain itu Lasem juga sebagai penghasil jambu, mangga dan tembakau. Ciri khas Lasem lainnya adalah Batik Lasem, sangat terkenal karena cirinya sebagai batik pesisir yang indah dengan pewarnaan yang berani. Konon Batik Lasem dipengaruhi oleh unsur-unsur seni dari Tiongkok dan Campa. Karena tradisi membatik yang sudah turun temurun, di Lasem memiliki seni lelet. Seni lelet merupakan seni membatik dengan media sebuah batang rokok yang menggunakan tinta dari lethekan kopi lelet (ampas kopi yang dicampur dengan susu krimer).

Hal-hal di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa Lasem memiliki potensi wisata yang sangat besar, karena jenis-jenis wisata yang ditawarkan bervariasi: Wisata Alam, Wisata Batik, Wisata Belanja, Wisata Religi dan Wisata Sejarah. Dengan demikian menjadi tugas kita bersama untuk mempopulerkan Lasem sebagai destinasi wisata yang menarik dan menjaga segala keunikannya, agar kelak keanekaragaman Lasem dapat menjadi buah bibir traveler dalam negeri bahkan luar negeri yang ingin mengunjunginya. Awesome Lasem! (Sumber: Artikel-Foto @Amieykha)

...more

Fakta Tentang Gunung Bromo

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

TripTrus.Com - Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terkenal dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang sangat eksotis, serta pemandangan matahari terbit (Bromo Sunrise Tour) yang sangat indah.

Kawasan Wisata Bromo terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di himpit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang. Berikut ini mimin akan membahas mengenai 7 fakta unik dan menarik tentang gunung Bromo yang mungkin belum kalian ketahui.

1. Sejarah Terbentuknya Gunung BromoMenurut sejarah, terbentuknya Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang saling berhimpitan satu sama lain. Gunung Tengger (4.000 m dpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada waktu itu. Kemudian terjadi sebuah letusan kecil, materi vulkanik terlempar ke tenggara sehingga membentuk lembah besar dan dalam.Kemudian terjadi letusan dahsyat yang menciptakan kaldera dengan diameter lebih dari 8 km. Karena dalamnya kaldera, materi vulkanik letusan gunung tersebut tertumpuk di dalam dan sekarang menjadi lautan pasir dan di duga dulu kala pernah terisi oleh air.Aktivitas lanjutan dari letusan gunung tersebut memunculkan lorong magma ditengah kaldera sehingga muncul gunung - gunung baru antara lain Lautan pasir, Gunung Widodaren, Gunung watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo. 2. Komplek Pegunungan Tengger

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang berada di Komplek Pegunungan Tengger. Pada hamparan pasir yang sangat luas (Laut Pasir) dengan gunung-gunung di tengahnya yaitu: G. Bromo (2.392 m dpl), G. Batok ( 2.440 m dpl), G. Widodaren (2.614 m dpl), G. Watangan (2.601 m dpl) dan G. kursi (2.581 m dpl). 

Dinding kaldera yang mengelilingi laut pasir sangat terjal dengan kemiringan ±60-80 derajat dan tinggi berkisar antara 200-600 meter. Di keliling kaldera Tengger terdapat beberapa gunung diantaranya adalah G. Penanjakan (2.770 m dpl.), G. Cemorolawang, G. Lingker (2.278m dpl.), G. Pundak Lembu (2.635 m dpl.), G. Jantur (2.705 m dpl.),G. Ider-ider (2.527 m dpl.) serta G. Mungal (2.480 m dpl.).  3. Menikmati Matahari Terbit  Salah satu keindahan yang paling menarik dan di tunggu di atas Gunung Bromo adalah Matahari terbit. Gumpalan awan yang menutup langit perlahan - lahan tembusoleh bola putih kekuning - kuningan. Cahaya merah merona diufuk timur perlahan - lahan timbulah temberang yang kian membesar hingga membentuk setengah lingkaran sang surya yang merah menyala.  Berangsur - angsur warnanya berubah menjadi keemasan. Udara sekitar yang mulanya sejuk mulai menerang. Mulailah suaau hari dan kehidupan yang baru. Semuanya mengingatkan kita akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Kecuali di puncak Bromo, keindahan matahari terbit bisa di lihat di Puncak Pananjakan. 4. Upacara Kasada Gung Bromo Pada tanggal 14 dan 15 bulan 12 (tahun Jawa) atau bulan Desember/Januari (tahun Masehi) diadakan upacara Kasada. Dalam upacara ini dikorbankan sebagian hasil sawah, ladang dan ternak masyarakat sekitar dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain Upacara Kasodo juga di kenal Upacara Karo Dan Ayak-ayak. 5. Perjalanan Menuju Gunung Bromo Bila dari arah Probolinggo, kita naik bis menuju Sukapura, kemudian kita terus ke Ngadisari. Dari Ngadisari naik kuda atau berjalan kaki menuju Cemoro lawang ± 3 km. Di Cemoro lawang kita dapat bermalam di hotel atau losmen. Besok paginya kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawah Gunung Bromo, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kuda yang disewakan oleh masyarakat setempat.6. Sejarah letusan Gunung BromoSelama abad ke-20 gunung yang terkenal sebagai tempat wisata menarik itu meletus sebanyak tiga kali, dengan jarak waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2004. Sejarah letusan Bromo: 2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.Gunung Bromo ini merupakan anugrah tuhan yang diturunkan di indonesia, sungguh harus disyukuri akan keindahan alamnya di Bromo ini. (Sumber: Artikel awas-aja.com Foto javafantastictrip.com)
...more
ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
01 - 03 May 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
01 - 03 May 2026
Open Trip Dieng Plateau
08 - 10 May 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
08 - 10 May 2026
×

...