shop-triptrus

Wolobobo Ngada Festival


When
: 28 - 30 Jun 2023
Location
: Kab. Ngada, Nusa Tenggara Timur
Short URL
: http://triptr.us/nvG9

TripTrus.Com -Bro, akhir Juni 2023 nanti Pemerintah Daerah Ngada bakal ngadain Festival Wolobobo yang keren banget, loh!

Dikutip dari portal.ngadakab.go.id pada Kamis, 15 Juni 2023, katanya sih biar Festival Wolobobo 2023 ini sukses, Pemda Ngada udah ngadain rapat koordinasi di aula Setda Ngada pada Rabu, 14 Juni 2023. Asisten III Setda Ngada, Dra. Idju Maria Albina, dan Asisten II Setda Ngada, Christian Haning, yang memimpin rapatnya. Keren abis, kan?

Ada juga yang ikut rapat, seperti Kabag Ops Polres Ngada AKP Bambang Hartoyo, Perwakilan Kodim 1625 Ngada, Kadis Pariwisata Ivan Botha, Kadis Lingkungan Hidup Selly Siwe, Kadis Koperasi Paskalis Wale Bai, Sekertaris Dinas Kominfo Yohanes Nahak, Perwakilan Dinas PMD-P3A, dan Perwakilan Camat dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Ngada. Wah, seru banget!

Dalam rapat itu, Asisten III Setda Ngada, Iju Maria Albina, bilang kalo Festival Wolobobo Ngada 2023 kali ini bakal jadi momen spesial buat mengangkat potensi Ngada, bro.

Di tahun 2023 ini, festivalnya bakal ngangkat tema Kopi, Tenun, dan Bambu, serta bakal ada acara keren buat memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kabupaten Ngada. Ada tiga tema yang dipilih, yaitu Kopi, Bambu, dan Tenun, sebagai branding keren buat daerah Ngada.

Bambu, Kopi, dan Tenun tuh adalah bagian dari kekayaan budaya yang bikin Kabupaten Ngada dikenal di tingkat Nasional dan Internasional, bro. Mantap, kan?

Asisten III berharap semua pihak bisa kerja sama dengan baik, siapin semua agenda acaranya biar bisa sukses dan bermanfaat buat masyarakat.

Sementara itu, Direktur Festival, Ivan Botha, cerita kalo Festival Wolobobo Ngada bakal diadain selama dua hari, mulai dari tanggal 28 sampai 30 Juni 2023. Seru banget!

Festival ini bakal ngemas hal-hal unggulan dari Kabupaten Ngada, kayak pagelaran tarian Ja'i massal pake kain tenun dengan koreografi yang indah. Seribu petani kopi, tamu undangan, dan masyarakat juga bakal ikut berpartisipasi, bro. Keren abis!

Acara puncaknya juga sekaligus pembukaan Festival Wolobobo Ngada 2023, dengan serangkaian kegiatan keren. Ada Pameran Kopi, Tenun, Bambu, Pameran Kerajinan UKM dan Kuliner, Workshop Kopi, Fashion Show, Pagelaran Live Music, dan hiburan seru lainnya. Mantul banget, kan?

Tanggal 28-29 Juni juga bakal ada kegiatan di Kampus Bambu Turetogo. Bakal ada Bambu Camping, Api Unggun, Show Music Bambu dan Akustik, Pameran dan Pasar Bambu, serta Talk Show yang asik.

Oh iya, tanggal 30 Juni, bakal ada Wolobobo Mountain Walking, bro. Kita bakal jalan-jalan keliling Kebun Raya Wolobobo sambil menikmati pemandangan yang masih hijau, indah, dan menawan. Pastinya para pencinta jalan kaki bakal terpesona sama Gunung Inerie yang megah. Selain itu, juga bakal ada penanaman kopi dan pohon lokal. Keren abis, kan?

[Baca juga : "Festival Sriwijaya"]

Festival Wolobobo Ngada juga jadi kesempatan buat mengangkat karya kreatif dari para pegiat UMKM dan wirausaha di bidang tani, ternak, nelayan, pariwisata, dan kekayaan alam di Kebun Raya Wolobobo. Semua bakal dikumpulin dan dipamerin di festival ini. Keren banget, kan?

Tujuannya ngadain Festival Wolobobo Ngada ini adalah buat jadi ruang inspirasi dan kreatif buat masyarakat Ngada. Mereka pengen Ngada jadi daerah wisata yang inovatif, bisa ngikutin perkembangan zaman, dan mendorong kolaborasi antara masyarakat, institusi, dan komunitas dalam menghidupin pariwisata Ngada. Festival ini juga jadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) dengan tetap menjaga budaya dan alam, dan berdampak ekonomi buat masyarakat terutama di sektor kopi, tenun, dan bambu. Wah, mantap banget!

Jadi, jangan sampe kelewatan Festival Wolobobo Ngada, bro. Tanggal 28-30 Juni 2023, langsung aja merapat ke sana. Seru banget buat ngeliat kekayaan alam dan budaya Ngada, serta nyobain acara-acara keren yang nggak boleh dilewatin! (Sumber Foto: @mensi_sarung) 

   

Other Event

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Apr/29 | Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)...
more.

Apr/26 | Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna. [Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"] Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.       View this post on Instagram A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia) Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)  ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...