TripTrus.Com - Jadi, ritual unggah-unggahan di Desa Adat Bonokeling, Pekuncen, Jatilawang, Banyumas, ini biasanya seru banget, gengs. Setiap tahun, sebelum Ramadan, masyarakat adat Bonokeling pada ngejalanin tradisi ziarah kubur dan selamatan buat leluhur mereka. Cuma, karena ada imbauan dari pemerintah tahun ini, acara ini gak sebesar biasanya, loh. Tahun 2025, cuma ada 12 tetua adat yang terlibat, kayak kunci (pemimpin) dan bedogol (tetua Bonokeling). Nggak ada kerumunan massa kayak tahun-tahun sebelumnya.
Walaupun begitu, ritual ini tetep dijalanin dengan serius. Pada Jumat terakhir di bulan Ruwah (Syaban), para penganut Kejawen dari Banyumas dan Cilacap pada dateng ke makam Bonokeling. Mereka harus pake pakaian adat Jawa, loh! Cewek pake kemben sama selendang putih, sementara cowok pake kain jarit dan iket. Pantes aja keliatan tradisional banget, tapi tetap keren.
[Baca juga : "Kirab Pusaka Banyumas 2025"]
Setelah prosesi ziarah ke makam, mereka jalan kaki bareng-bareng dari Cilacap ke Pekuncen, bawa hasil bumi buat dimasak bareng-bareng. Gak cuma buat makan, tapi juga buat ngerayain kebersamaan dan kekeluargaan antar "anak putu" Bonokeling, yang ikutan ritual ini. Walaupun sekarang udah banyak yang modern, tradisi ini tetep hidup dan gak pernah pudar.
Jadi, meskipun gak se-gede dulu, tetep aja sih, tradisi unggah-unggahan Bonokeling ini masih keren dan jadi ajang ngumpul keluarga. Tradisi yang udah turun temurun ini makin terasa penting, apalagi buat generasi sekarang yang masih ngejaga warisan budaya. (Sumber Foto: @teguh_seetyadi)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.