TripTrus.Com - Lo tahu gak? Dandangan itu tradisi lama di Kudus yang masih hype sampai sekarang! Asalnya dari bunyi bedug Masjid Menara Kudus yang berbunyi "Dhang! Dhang!" buat tandain awal puasa. Bedug pertama dipukul biar rame kumpul, terus bedug kedua abis Isya jadi tanda resmi Ramadan dimulai. Dulu sih Sunan Kudus yang ngumumin langsung tanggal 1 Ramadan, sambil mukul bedug dua kali. Keren, kan?
Sekarang, Dandangan gak cuma soal spiritual, tapi juga jadi pasar malam penuh vibe seru! Lo bisa jajan, belanja kebutuhan Ramadan, sampai nyari camilan hits. Acara tahunan ini dijadwalin dari 19–28 Februari 2025, dan bakal ada 450 lapak pedagang yang bakal ngisi area sepanjang Jalan Sunan Kudus sampe perempatan Jember. Pedagang lokal diprioritasin biar bisa ngenalin produk mereka ke lebih banyak orang.
Imam Prayitno, Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kudus, bilang pendaftaran lapak udah ditutup sejak 16 Januari 2025. Total ada 173 lapak di Kaligelis ke barat, dan 277 lapak dari Jembatan ke timur sampe alun-alun. Semua udah disusun rapi biar pengunjung dan pedagang sama-sama nyaman. "Ini gak sekadar tradisi, tapi juga boost ekonomi lokal," kata Imam.
Lo juga perlu tahu, Dandangan udah ada sejak abad ke-14 lho! Sunan Kudus make cara dakwah yang chill dan relatable banget buat nyebarin Islam. Bahkan, komunitas Tionghoa, Hindu, dan berbagai etnis lainnya juga ikut gabung buat jualan. Respect banget, kan? Dandangan jadi ajang multikultural dan saling menguntungkan.
[Baca juga : "Tradisi Unggahan Bonokeling 2025"]
Bazar Dandangan gak sekadar jualan barang biasa. Ini cara buat stabilin harga kebutuhan pokok jelang Ramadan. Jadi, masyarakat bisa fokus ibadah tanpa mikirin harga yang gak jelas. Filosofi Gusjigang—bagus, pinter ngaji, dan jago dagang—juga diajarin di sini. Kombinasi spiritualitas dan ekonomi jadi lebih balance.
Yang bikin tradisi ini makin spesial, Kudus tuh kota toleransi tinggi. Islam yang diajarkan di sini itu damai, ramah, dan terbuka sama perbedaan. Lo bisa lihat sendiri gimana semua latar belakang etnis dan agama berbaur dalam satu event besar ini.
Di era modernisasi sekarang, Dandangan tetep jadi ikon budaya yang harus dijaga. Gak cuma simbol agama, tapi juga refleksi sosial yang harmonis dan membawa manfaat buat semua pihak. Dandangan ngajarin kita bahwa hidup itu soal keseimbangan antara ibadah, sosial, dan ekonomi. Sunan Kudus bener-bener visioner dalam ngajarin harmoni dalam keberagaman.
So, yuk bareng-bareng lestarikan Dandangan! Tetap vibe seru, tetap berakar pada budaya, dan bikin hidup lebih meaningful. 🎉 (Sumber Foto: @tourism.kuduskab.go.id)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.