shop-triptrus

The 5th Mataraman Cultural Archery Festival Jemparingan Paku Alams Cup


When
: 27 Feb 2022
Location
: Yogyakarta
Short URL
: http://triptr.us/mUA9

TripTrus.Com - The 5th Mataraman Cultural Archery Festival Jemparingan Paku Alam’s Cup atau Lomba Jemparingan Mataraman Paku Alam Cup merupakan salah satu event tahunan yang dilaksanakan di Kota Yogyakarta, yang juga merupakan rangkaian memperingati Hadeging Kadipaten Pura Pakualaman. Para wisatawan yang berasal dari luar Yogyakarta dapat mencoba tradisi panahan kuno asala Mataram yang menjadi ikon khusus di Yogyakarta. Untuk merasakan sensasinya dapat mengunjungiacara Mataraman Cultural Archery Festival Jemparingan Paku Alam’s Cup, bisayanya dilaksanakan di Lapangan Panahan Jalan Kenari, Yogyakarta.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh irhash surya prajana (@irhash_surya)

[Baca juga : "JogjaVaganza 2022"]

The Jemparingan Mataraman Paku Alam Cup Competition is one of the annual events held in the city of Yogyakarta, which is also a series of commemorating the ‘Hadeging Kadipaten Pura Pakualaman’. Tourists from outside Yogyakarta can try the ancient archery tradition from Mataram which has become a special icon in Yogyakarta. To feel the sensation, you can visit the Mataraman Cultural Archery Festival Jemparingan Paku Alam's Cup, usually held at the Archery Field, Jalan Kenari, Yogyakarta. (Sumber: Artikel pariwisata.jogjakota.go.id Foto @irhash_surya ) 

   

Other Event

May/22 | Festival Parade Pesona Kebangsaan

TripTrus.Com - Ende, kota besar yang berada di sebelah pesisir selatan Flores menyimpan destinasi wisata menarik untuk dijelajahi. Tak hanya panorama alamnya yang dapat memikat wisatawan. Traveler yang berada di Ende juga dapat menikmati budaya hingga festival.Salah satunya Festival Parade Pesona Kebangsaan. Festival Parade Pesona Kebangsaan ini digelar pada 22 Mei - 1 Juni 2022, di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Menariknya, FPPK menjadi momentum untuk mengenang Ende sebagai kota sejarah lahirnya nilai-nilai Pancasila. Festival yang masuk dalam top 100 kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata itu diselenggarakan dengan kerja sama Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan Dinas Pariwisata Kabupaten Ende.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Sao Ria Wisata Bungalow (@sao.ria.wisata_kelimutu) [Baca juga : "Festival Dugong"] FPPK tahun ini akan diisi oleh berbagai kegiatan menarik seperti Lomba Etnik Fashion, Pagelaran Budaya Nusantara, Pelayaran Nusantara, Parade Darat, dan Festival Kopi di Kabupaten Ende, NTT. Hal yang tak kalah menarik, akan ada Ende Culture Expo yang menampilkan kerajinan tangan (suvenir) berupa tenun ikat, busana, dompet, tas, kipas, topi, dasi, asbak rokok, tempat tisu, alas gelas, hiasan dinding, dan lain-lain, yang dibuat dari bahan lokal setempat dengan harga terjangkau. Bagi para pencinta kopi dapat mengikuti Festival Kopi yang juga digelar di tempat dan waktu yang sama. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para petani kopi, para peracik, dan para penikmat kopi untuk mengangkat dan mengenalkan kopi ke publik yang lebih luas. (Sumber: Artikel inews.id Foto sao.ria.wisata_kelimutu) ...
more.

Jun/06 | Festival Rekka Lamak

TripTrus.Com - Kegiatan Rekka Lamak merupakan sebuah tradisi makan bersama ala adat di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT. Makan adat ini biasanya dilakukan setiap tahun pada momentum Lebaran, usai masyarakat Lamahala melaksanakan sholat ied. Semua masyarakat Lamahala datang membawa nasinya dari rumah masing-masing dan akan diberikan lauk pauk, biasanya berupa sup daging sapi, oleh para Raja (pembesar/ Ata Kebelen/ Bela Tello). Mekanisme pelaksanaan Rekka Lamak ini dilakukan dengan cara, setiap isteri atau anak perempuan Lamahala menjunjung nampan atau dulang besar dari rumahnya berisi dua tiga piring nasi sesuai jumlah anggota keluarga. Mereka berangkat dari rumah dipimpin oleh suaminya atau Ayahnya masing-masing menuju rumah suku untuk berkumpul bersama seluruh anggota suku lalu berjalan menuju rumah Kapitan (kumpulan beberapa suku). Dari rumah kapitan rombongan kapitan berjalan menuju Bela (Raja) masing-masing. Dari rumah raja (ada 3 raja di Lamahala) mereka berjalan menuju Bale Adat. Sesampai di Bale Adat, makanan digelar di hadapan suami atau Ayah mereka, setelah itu Raja memerintahkan anak dan isterinya untuk memberikan kuah atau sup daging sapi kepada seluruh rakyat. [Baca juga : "Festival Parade Pesona Kebangsaan"] Beberapa nilai budaya yang dapat dipetik dari pelaksanaan kegiatan ini, yakni: 1) Kakan kerun, arin baki. Secara sempit berarti Kakak mendamaikan dan menenteramkan adik. Nilai budaya di sini yakni bahwa sebagai Kakak (Raja) wajib melindungi, menjaga, dan mensejahterakan rakyatnya. Hal ini terlihat pada saat Raja memberikan lauk pauk bagi rakyatnya. 2) Puin taan uin tou, gahan taan kahan ehan. Paham ini mengandung nilai adanya rasa persatuan dan kesatuan dalam pelaksanaan upacara ini. Hal ini tampak dalam kebersamaan yang dibangun selama pelaksanaan kegiatan. Bahwa semua unsur terkecil sampai terbesar saling menguatkan untuk menyukseskan acara. 3) Tekan tabe gike hukut, tenu tabe lobo luan. Filosofi ini mengandung arti sedikit pun makanan atau minuman mari sama dirasa. Hal ini ditandai dengan pembagian lauk pauk yang sama rata, mulai dari ukuran, rasa, dan jenis. Kesemuanya ini menjadi ciri bahwa keadilan akan menimbulkan kesejahteraan. Rekka Lamak dilakukan di saat Lebaran karena momen Lebaran adalah momen saling maaf memaafkan. Ketika makan bersama maka semua rasa benci dan dendam hilang dengan sendirinya dan berganti saling memaafkan dan cinta kasih. (Sumber: Artikel reinha.com Foto diah_sarmiyati ) ...
more.

Jul/02 | Festival Inerie

TripTrus.Com - Pelaksanaan Festival Inerie yang akan berlangsung sejak tanggal 2 hingga 10 Juli 2022 merupakan momentum promosi pariwisata Kabupaten Ngada. Menurut Bupati Soliwoa, pariwisata menjadi bagian penting dari pembangunan Ngada. Pembangunan Pariwisata dilakukan mulai dari potensi yang ada. Di Ngada, potensi itu seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata itu sendiri.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Dindra Nashriyah Putri (@dindranashriyah) Menurut dia, masyarakat Kabupaten Ngada harus dengan gegap gempita menyambut festival ini dan memberikan dukungan bagi penyelenggaraan kegiatan. Selain terlibat dalam berbagai kegiatan, masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan dan keamanan baik sebelum, selama, maupun sesudah kegiatan tersebut. [Baca juga : "Festival Rekka Lamak"] Paulus menjelaskan, kegiatan mempromosikan budaya Ngada akan merangsang iklim usaha bagi kelompok penenun di Ngada. Oleh karena itu, pihaknya juga melakukan pagelaran musik tradisional dari bambu dan sejumlah kegiatan lain yang didukung kelompok seni di Kabupaten Ngada. Semua kegiatan besar ini tentu membutuhkan kerja keras semua pihak agar dapat berjalan dengan baik dan sukses. (Sumber: Artikel ekorantt.com Foto  leni_lol) ...
more.

Comment

ButikTrip.com
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Gunung Raung
19 - 22 May 2022
Pulau Peucang Ujung Kulon
20 - 22 May 2022
Open Trip Pulau Pahawang
20 - 22 May 2022
Open Trip Krakatau Lampung
20 - 22 May 2022
×

...