TripTrus.Com - Buat lo yang demen seni, budaya, atau sekadar cari tempat healing dengan vibes syahdu, Solo Menari 2025 wajib banget masuk bucket list lo! Tahun ini, event kece ini bakal digelar 26-27 April 2025 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan yang paling penting: GRATIS! 🎉
Tema: "Daun Menari", Bukan Cuma Estetik, Tapi Penuh Makna!
Kenapa Daun Menari? Karena daun itu simbol kehidupan—selalu ngasih manfaat, selalu ada buat bumi, dan selalu bergerak mengikuti alam. Lewat tema ini, kita diajak buat lebih peduli sama lingkungan sekaligus ngerayain Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April.
🎠Tari-tarian Spektakuler
Lo bakal disuguhin berbagai pertunjukan tari yang terinspirasi dari alam, mulai dari tarian tradisional khas Solo sampai kreasi kontemporer yang bikin lo makin bangga sama budaya Indonesia.
🎶 Musik & Suasana Syahdu
Nonton tariannya sambil ditemenin musik yang bikin suasana makin magis? Fix, ini pengalaman yang gak bisa lo dapetin di tempat lain!
[Baca juga : "Makassar Culinary Night 2025"]
📸 Spot Instagramable Dimana-mana!
Buat lo yang doyan konten, siapin outfit terbaik lo! Banyak banget spot aesthetic yang bakal bikin feed lo makin kece.
🌎 Solo Naik Level ke Kancah Dunia!
Solo sekarang resmi diakui UNESCO sebagai Kota Kreatif di bidang Craft & Folk Art, bro! Event ini jadi salah satu cara buat ngenalin potensi wisata & ekonomi kreatif Solo ke dunia internasional.
Kenapa Lo Harus Dateng?
✔ Bisa healing sambil nikmatin seni & budaya
✔ Belajar & ngerasain vibes Solo yang super chill
✔ Dukung gerakan peduli lingkungan lewat seni
✔ Nonton pertunjukan kelas dunia secara GRATIS!
So, udah gak ada alasan buat gak dateng, kan? Save the date, ajak bestie lo, dan siapin kamera buat Solo Menari 2025! Let’s dance with nature! (Sumber Foto: @sanggarjawajawijava)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.