TripTrus.Com - Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-470 Kota Semarang, tahun 2017, tepatnya 7 Mei 2017 akan digelar dan dirayakan kembali Semarang Night Carnival. Festival yang pertama kali diadakan pada tahun 2011 yang lalu ini memiliki banyak sekali rangkaian acara yang akan diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari pelajar, komunitas, pekerja seni dan masih banyak lagi.
Hal yang paling menarik dari Semarang Night Carnival adalah seluruh kostum yang dikenakan peserta dalam karnaval ini menggunakan berbagai macam hiasan yang unik seperti lampu dan lampion. Lampu dan lampion ini juga telah menjadi ciri khas dari Semarang Night Carnaval. Para peserta yang turut memeriahkan acara ini hampir semua berdandan maksimal dengan kostum yang mereka kenakan. Mereka juga untuk memoles wajah mereka dengan make up yang meriah dan dipenuhi dengan glitter serta beragam hiasan yang dapat menarik perhatian para pengunjung yang melihatnya.
Semarang Night Carnival biasanya dimulai pukul 19.00 waktu setempat dan akan berkeliling ke sepanjang jalan Kota Semarang sekaligus menyusuri bangunan-bangunan yang bersejarah yang ada di Kota Semarang. Jika kamu sudah pernah datang ke festival ini sebelumnya, pasti kamu tidak akan kaget jika melihat hampir seluruh jalan ramai dipadati oleh para pengunjung yang sangat antusias untuk menyaksikan karnaval yang diselenggarakan hanya setahun sekali di Semarang ini.
Uniknya, dalam Semarang Night Carnival ini terdapat Warak Ngendog yang seringkali diangkat menjadi tema pada salah satu pagelaran sekaligus menjadi ikon atau perwakilan dari akulturasi budaya di Semarang. Warak Ngendog itu sendiri adalah binatang imajiner yang cukup melegenda di Semarang.
Pada Mei 2016 lalu, Semarang Night Carnival memiliki konsep ramah lingkungan yang kemudian membuat para peserta yang mengikuti acara ini harus membuat kostum dengan bahan dasar atau material yang juga ramah lingkungan dan berasal dari alam seperti biji-bijian, bambu, bunga, hingga daun kering. Ada kurang lebih sekitar 500 peserta yang ikut meramaikan Semarang Night Carnival pada Mei 2016 lalu. Peserta yang mengikuti Semarang Night Carnival tidak hanya sebatas berdandan atau berkostum heboh saja, melainkan mereka juga diajari berbagai tarian dan koreografi untuk mengisi pagelaran yang ada di Semarang Night Carnival. (Sumber: Artikel reservasi.com Foto johansurya.com)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.