TripTrus.Com - Bro, tiap tahun warga Desa Wonosoco punya ritual kece, namanya Resik-Resik Sendang Dewot & Sendang Gading. Ini bukan sekadar bersihin sendang, tapi juga bentuk rasa syukur sama alam dan Sang Pencipta. Air di dua sendang ini gak pernah habis, makanya dikeramatin banget sama warga.
Jadwalnya? Dari 28 Februari - 31 Maret 2025, sebulan sebelum Ramadan. Jadi sebelum masuk bulan suci, sendang udah bersih, siap kasih berkah buat warga.
Serunya, acara ini dimulai dengan kirab hasil bumi keliling kampung sebelum akhirnya menuju sendang. Ada gunungan hasil bumi, wayang dari susunan jagung, wayang klithik khas Kudus, sampai tokoh pewayangan yang ikut meramaikan. Warga juga pada ngumpul buat doa bareng, motong hewan kurban, terus ditutup sama pertunjukan wayang klithik.
[Baca juga : "Festival Pring Pethuk 2025"]
Yang bikin makin sakral, air Sendang Dewot dipercaya bisa nyembuhin penyakit. Makanya banyak orang dari luar yang bela-belain datang buat ambil airnya!
Acara ini digelar dari siang sampai sore, dan gak cuma buat bersih-bersih sendang doang. Ini juga bentuk usaha warga buat lestarikan budaya dan ngejaga warisan leluhur. Soalnya, dari mata air sendang ini, warga bisa tetap dapet suplai air buat kebutuhan sehari-hari.
Yang bikin bangga, warga Wonosoco ini solid abis! Mereka sampai kepikiran buat ngeusulin desa ini jadi desa adat dan budaya biar akar tradisinya makin kuat. Gak cuma ritual doang, tapi juga bukti nyata kalau mereka peduli sama alam dan tradisi yang udah turun-temurun. So, kalau lo penasaran sama budaya lokal yang masih kental dan sakral, wajib banget mampir ke Wonosoco pas momen ini!🔥 (Sumber Foto: @betanews.id)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.