shop-triptrus

Gili Festival 2025


When
: 18 - 20 Aug 2025
Location
: Kab. Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
Short URL
: http://triptr.us/nRk9

TripTrus.Com Bro sis traveler, siap-siap deh buat trip lo yang paling pecah tahun ini, karena Gili Festival bakal balik lagi tanggal 18-20 Agustus 2025 di Lombok Utara! Tapi ini bukan sekadar festival biasa ya, ini tuh vibes-nya gokil abis—diadakan di pasir putih Gili yang cakepnya kebangetan, lo bisa ikutan ritual tradisi, nyaksiin art performance yang unik, sambil chill bareng komunitas lokal yang super ramah. Yang paling ditunggu? Momen Mandi Safar alias Rebo Bontong, di mana semua orang kudu nyemplung ke laut bareng-bareng, gak peduli lo siapa. Dari yang stylish sampe yang santai, semua wajib basah! Lo bakal dapet pengalaman spiritual dan sosial yang langka banget, apalagi dengan kombinasi laut, seni, dan budaya lokal yang ngena banget ke hati. Yuk siapin outfit kece lo dan stay tune buat pengalaman yang bakal lo ceritain ke cucu nanti!

💦 Poin 1: Tradisi Mandi Safar yang Bikin Lo Basah Tapi Bahagia

Bro dan sis, lo belum sah ikut Gili Festival kalau belum ngerasain Mandi Safar—tradisi lokal yang cuma ada pas Rebo terakhir bulan Safar. Acara diawali dengan sarasehan, lanjut begibung alias makan bareng, terus larung sesaji ke laut. Nah abis itu, siap-siap lo bakal digotong rame-rame terus diceburin ke laut bareng orang-orang dari segala kalangan. Mau lo anak jaksel, anak motor, anak indie, semua kudu nyemplung! Nggak ada kasta, nggak ada jaim-jaiman. Ini momen langka buat lo bener-bener ngerasain jadi bagian dari budaya Gili Tramena yang udah turun-temurun dijaga. Pokoknya lo bakal ngerasa kayak warga lokal sesaat—seru, rame, dan penuh kebersamaan. Lo gak cuma main air, tapi lo nyatu sama tradisi yang punya makna spiritual juga.

🎭 Poin 2: Art Performance & Exhibition yang Bikin Lo Mupeng Foto-foto

Lo pikir festival ini cuma soal ritual doang? Salah besar, bro sis! Lo bakal disuguhin pertunjukan seni yang vibes-nya gak kalah dari festival musik ternama. Ada Gendang Beleq yang gebukannya bikin jantung deg-degan, terus ada peresean—pertarungan stick tradisional yang bikin tegang tapi seru, belum lagi dance etnik yang warnanya rame banget. Visualnya epic, apalagi kalau lo suka konten buat feed IG. Selain itu ada juga pameran seni visual dan barang-barang lokal hasil karya anak daerah yang dijamin unik dan susah ditemuin di tempat lain. Lo bisa hunting foto, belanja kreatif product UMKM, dan pastinya chill dengan alunan musik tradisional yang dikemas kekinian banget. Gak heran kalau tempat ini jadi surganya konten kreator dan penikmat seni lokal.

[Baca juga : "Festival Perahu Bidar Tradisional 2025"]

🍢 Poin 3: Kulineran, Jajanan Lokal & Games yang Bikin Nostalgia

Lapar mata dan perut? Santai bro sis, di festival ini lo bakal nemuin bazar UMKM dan spot kuliner lokal yang gak cuma enak tapi juga punya cerita. Mulai dari sate rembiga, ayam taliwang, sampai es kelapa muda yang segernya bikin lo pengen nambah terus. Gak cuma makan, lo juga bisa main games tradisional yang super fun kayak tarik tambang, egrang, dan lomba-lomba ala kampung halaman. Sambil ngunyah jajan lokal, lo bisa ngobrol sama penjualnya yang ramah-ramah, dan dengerin kisah-kisah lokal yang autentik. Ini bukan cuma makan dan main biasa, tapi lo bener-bener ngerasain langsung vibes dan denyut ekonomi kreatif warga lokal. Perfect combo buat lo yang doyan explore, tapi tetep peduli sama budaya asli.

Nah bro sis, Gili Festival Agustus 2025 ini bukan festival kaleng-kaleng. Lo dapet ritual sakral, vibes kekeluargaan, performance arts yang aesthetic, plus makanan yang legit—all in one place! Lo gak perlu bayar tiket mahal, tinggal dateng bawa semangat, outfit kece, dan hati yang terbuka buat nikmatin semuanya. Gili Festival bukan cuma soal wisata, tapi soal experience yang bakal ngena ke hati lo. Serunya bisa lo rasain bareng ribuan traveler lain, nyatu tanpa batas, dan bikin memori yang susah dilupain. Jadi, buruan masukin tanggalnya ke planner lo, siapin power bank buat foto-foto epic, dan pastiin lo gak sendirian—ajak bestie lo juga! Let's go basah-basahan bareng, bro sis! ✨🌊 (Sumber Foto: @aknightstales)

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
10 - 12 Jul 2026
Treaking Gunung Papandayan
10 - 11 Jul 2026
Open Trip Pulau Pari
11 - 12 Jul 2026
Open Trip Pulau Tidung
11 - 12 Jul 2026
×

...