TripTrus.Com - Dengan semakin populernya Kepulauan Maluku, industri pariwisata benar-benar berusaha untuk mempromosikan festival lokal dan hal-hal yang harus dilakukan. Penduduk lokal Maluku menikmati pertunjukan dan pameran publik, dengan acara-acara di Festival Teluk Ambon 2019 menjadi sangat penting.
Festival Teluk Ambon 2019 dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 18 - 20 Agustus 2019. Festival ini diadakan di Maluku di mana kebiasaan tradisional ditampilkan. Kompetisi memancing adalah tradisi. Balapan perahu tradisional yang disebut Manggurube Arumbae (kapal perang di masa lalu) juga merupakan keharusan dalam festival ini. Selain itu, ada juga lomba perahu Semang. Perempuan dengan kostum tradisional dapat terlihat berjaga di kapal Semang yang memiliki cadik tradisional Maluku. Setelah itu, Anda juga dapat menyaksikan lomba berenang estafet dari titik Martafons / Teluk Ambon ke Galala di Ambon selatan.
Manggarube Arumbae adalah kompetisi perahu tradisional yang berlangsung selama festival. Kapal itu terdiri dari 31 orang. Selain itu, ada juga kompetisi perahu untuk wanita mengenakan pakaian tradisional.
[Baca juga : "Sandeq Race Festival 2019"]
Daya tarik lain yang menarik adalah Bambu Gila. Ini adalah tarian tradisional di mana arwah dipanggil untuk merasuki bambu. Beberapa pria memegang bambu sementara seorang pria berperan sebagai pawang. Bambu yang dirasuki bergerak secara agresif dengan irama musik. Itu juga menjadi lebih berat. Di akhir tarian, pawang menjinakkan bambu dan menenangkan semangat.
Festival Teluk Ambon) adalah acara tahunan yang diadakan di Teluk Ambon dan di seluruh Kabupaten Seram Barat, Maluku. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata nasional dan internasional hingga Kepulauan Maluku. Festival serupa telah diselenggarakan sejak tahun 2006. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto ambonmanise.com)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.