shop-triptrus

Festival Tangkeno


When
: 10 - 12 Oct 2022
Location
: Desa Wisata Tangkeno, Sulawesi Tenggara
Short URL
: http://triptr.us/njw9

TripTrus.Com Kalendar perjalananmu bulan depan masih belum terisi? Bingung mau explore #DiIndonesiaAja bagian mana lagi? Pssst, kamu harus segera agendakan buat mengunjungi Sulawesi Tenggara pada bulan Oktober ini. Pasalnya, bakal ada sesuatu yang spektakuler di salah satu wilayahnya, yakni Kabupaten Bombana.

Sebutlah Festival Tangkeno 2022, sebuah gelaran meriah yang akan mengajak kamu untuk mengetahui secercah seni budaya yang ada di Sulawesi Tenggara. Selain itu, kamu juga bisa merasakan sensasi negeri di awan yang pasti belum pernah kamu coba sebelumnya.

Eits, mulai penasaran? Simak dulu serba-serbi Festival Tangkeno 2022 yang harus kamu tahu pada artikel ini, ya!

Sebagai informasi, Kabupaten Bombana masih dihuni oleh kerabat kita yang setia memegang teguh kearifan lokal, yakni Suku Moronene. Mereka melestarikan beragam adat istiadat dan kebiasaan yang sudah dijalankan sejak nenek moyang. Salah satu yang menonjol dari tradisi yang Suku Moronene punya ialah proses adat perkawinan antar warganya. Penasaran apa yang istimewa? Temukan jawabannya di Festival Tangkeno 2022, ya!

Usut punya usut, Dewi Sri yang terkenal sebagai dewi kesuburan dan pertanian pernah menginjakkan kaki di Desa Taubonto yang masih termasuk wilayah bagian Kabupaten Bombana juga lho. Itulah alasan kenapa ada istilah “Negeri Dewi Padi” yang melegenda. Nah itu juga jadi salah satu landasan kepercayaan syukur atas nikmat melimpahnya sawah yang membentang di daerah ini. Wih, pasti sangat asri, ya!

Yes, kamu enggak salah baca. Bak negeri di atas awan, Desa Tangkeno mengajak kamu buat merasakan pengalaman tinggal di 650 MDPL. Pada beberapa waktu, desa ini bakal diselimuti oleh awan yang dipadukan dengan masih asrinya wilayah ini bakal buat kamu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama! Apalagi eksotisme Desa Tangkeno juga didukung dengan udara segar yang bikin siapa pun bakal berhasil refreshing.

Pada tahun ini, Festival Tangkeno 2022 yang diadakan tanggal 10 hingga 12 Oktober 2022 mendatang bakal jadi perhelatan ke-10 kali dari pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bomba. Memperhatikan ketat protokol kesehatan CHSE yang tepat, gelaran ini bakal mengusung konsep full luring untuk menunjukkan sisi seni budaya jempolannya!

Selain bisa mengetahui bagaimana keseharian masyarakat Bombana yang berbeda jauh dari masyarakat perkotaan pada umumnya, kamu bisa manfaatkan momen ini untuk mengenali hingga berpartisipasi pada tradisi kebudayaan yang mereka percaya turun-temurun. Bahkan, kamu juga bisa menikmati suguhan warisan budaya bermakna seperti Tarian Lumense dan Tarian Lulo Ayu, lho. Kebayang enggak gimana serunya?

Produksi kerajinan tangan dari pandan hutan jadi salah satu hal yang sakral di Kabupaten Bombana. Tradisi yang menghasilkan berbagai barang multifungsi seperti tikar, loyang, keranjang, dan lainnya ini dianggap menjadi pemersatu masyarakat dalam beragam kegiatan adat yang rutin mereka lakukan. Beragam benda yang dibuat ini juga punya peran penting tersendiri lho ketika upacara adat. Wih, ajaib ya!

[Baca juga : "EventMesaStila 100 2022"]

Usai dibuat takjub dengan uniknya seni budaya #DiIndonesiaAja yang ada di Festival Tangkeno 2022, ini waktunya kamu buat jajal destinasi wisata menarik di sekitarnya. Pulau Kondo jadi salah satu tempat yang enggak boleh kamu lewatkan. Pasalnya menikmati hamparan pasirnya yang putih dan jernihnya air di sini akan jadi momen memorable buat siapa pun yang berkunjung. Selain itu, tempat ini juga cocok buat kamu yang mau sekadar berenang hingga snorkeling, lho!

Gimana? Sudah siap jadi saksi syahdunya acara Festival Tangkeno 2022 dan jelajah destinasi wisata di sekitarnya? Yuk sambil menunggu hari, pastikan dulu vaksinmu sudah lengkap supaya perjalananmu tenang dan aman. Dan jangan lupakan juga penerapan prokes 6M-nya, ya! (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @tangkeno_negeridiawan) 

   

Other Event

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Apr/29 | Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)...
more.

Apr/26 | Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna. [Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"] Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.       View this post on Instagram A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia) Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)  ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...