TripTrus.Com - Lo pasti gak mau ketinggalan, nih! Festival Siti Nurbaya bakal balik lagi di Kota Padang pada 7-9 Februari 2025. Setelah sukses tiap tahun, event kece ini bakal ngadain banyak acara seru buat lo semua. Beberapa waktu lalu, rapat persiapan buat festival ini udah dihelat di Kantor Dinas Pariwisata Kota Padang.
Dengan tema "Culture, Literasi, dan Future," festival ini bakal berlangsung tiga hari penuh di kawasan Kota Tua Padang, dari Jembatan Siti Nurbaya sampe ujung Kota Tua. Jadi, siap-siap aja buat acara keren yang gak cuma seru, tapi juga penuh makna!
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, bilang kalau festival tahun ini bakal ngulik lebih dalam tentang makna cerita legendaris Siti Nurbaya, gak cuma soal kisah cinta yang tak sampai yang biasa lo denger, tapi juga sisi-sisi mendalam yang jarang dipikirin orang. "Kita bakal ngupas makna-makna yang ada di cerita Siti Nurbaya, nggak cuma kasih tak sampai aja yang orang sekarang tau, tapi lebih dalam lagi," kata Rina.
[Baca juga : "Hajad Dalem Labuhan 2025"]
Gak cuma itu, Festival Siti Nurbaya 2025 juga bakal ngegabungin sastra dan pariwisata Kota Padang. Jadi, budaya dan wisata di Padang yang emang gak bisa dipisahin bakalan di-highlight di sini. "Kita bakal ngulik gimana sastra di Kota Padang, apalagi cerita Siti Nurbaya itu berasal dari sastra, jadi kita pengen mengangkat itu semua," tambahnya.
Dengan festival ini, diharapin anak muda bisa dapet pemahaman lebih dalam soal cerita Siti Nurbaya dan bisa ngeliat keindahan budaya serta pariwisata Kota Padang. Jadi, lo siap gak buat jadi bagian dari acara keren ini? (Sumber Foto: @genre_kotapadang)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.