shop-triptrus

Festival Rote Malole 2025


When
: 13 - 14 Aug 2025
Location
: Kab. Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
Short URL
: http://triptr.us/nRi9

TripTrus.Com Bro sis traveler, siapin koper lo dari sekarang karena Festival Rote Malole 2025 bakalan jadi trip gokil yang lo dan gue nggak boleh skip! Bayangin deh, dua hari seru-seruan dari tanggal 13 sampai 14 Agustus 2025 di Stadion Christian Nehemia Dillak, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Di sana lo bakal ketemu sama vibes tradisi lokal yang dikemas dengan cara kekinian, cocok buat lo yang doyan konten estetik dan suka eksplor budaya otentik. Tema “Pariwisata Maju, Rote Ndao Makmur dan Berdaulat” tuh bukan cuma quotes manis doang, tapi semacam misi besar yang ngebawa semangat biar Rote makin keren dan maju lewat pariwisata yang mandiri. Dan FYI ya, “Malole” itu artinya “baik” dalam bahasa Rote. Udah kebayang dong gimana positifnya energi festival ini — dari kuliner lokal, pertunjukan budaya, sampe UMKM yang siap go nasional.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Kelvin Thonak (@kelvinrenaldy470)

🔥 1. Tema & Makna Festival yang Bikin Makin Paham Budaya Lokal

Bro sis, lo pernah mikir nggak sih kalau festival tuh bisa jadi cara healing sambil belajar? Nah, di Rote Malole 2025 ini, lo bukan cuma diajak buat seneng-seneng doang, tapi juga nyelam lebih dalam ke budaya lokal yang punya makna dalam. Tema “Pariwisata Maju, Rote Ndao Makmur dan Berdaulat” tuh nyentil banget soal pentingnya ngebangun daerah lewat wisata yang berkelanjutan. Kata “malole” yang berarti “baik” bukan sekadar nama, tapi jadi simbol harapan buat perubahan yang positif. Lo bakal lihat sendiri gimana warga lokal bener-bener totalitas ngelestariin adat, ningkatin kualitas SDM, sampai mendorong ekonomi kreatif lewat UMKM. Jadi festival ini tuh bukan acara seremonial doang, tapi platform keren buat promosiin nilai lokal dengan cara yang kekinian.

📍 2. Lokasi dan Tanggalnya Jangan Sampai Lo Skip!

Oke bro sis, langsung tandain di kalender lo: 13–14 Agustus 2025. Tempatnya di Stadion Ch. Nehemia Dillak, Rote Ndao. Tapi jangan kira ini cuma event biasa ya, karena format acaranya tuh all-out banget. Ada lomba main sasando yang suaranya adem banget, syair-syair klasik berbahasa daerah, sampai parade budaya dari berbagai etnis. Dan yang nggak kalah kece, bakal ada fashion show tradisional yang bisa jadi inspirasi outfit lo kalau mau tampil etnik tapi tetap stylish. Buat lo yang pengusaha muda, ada juga pameran UMKM dan IKM lokal — lebih dari 75 pelaku usaha bakal pamerin produk kece mereka. Intinya, lo bisa nikmatin sisi tradisional dan modern Rote dalam satu event yang padet banget vibes-nya.

[Baca juga : "Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2025"]

💃 3. Pesertanya Banyak dan Beda-Beda, Tapi Tetep Kompak!

Bro sis, lo bakal amazed liat gimana festival ini jadi ruang temu buat berbagai suku dan etnis di Rote Ndao. Ada lebih dari 80 peserta lomba budaya dari banyak komunitas lokal, plus 75-an pelaku UMKM/IKM yang siap nawarin produk otentik mereka. Nah, ada juga sekitar 30 kelompok etnis yang turun langsung di karnaval kebangsaan — jadi lo bakal liat parade budaya dari ujung ke ujung, warna-warni, rame, dan pastinya Instagrammable! Festival ini tuh gabungan antara hiburan, edukasi, dan dukungan ekonomi buat warga lokal. Jadi selain seneng-seneng, lo juga bisa support produk lokal dan ikut ngerasain semangat gotong royong yang kerasa banget di tiap penampilan.

Jadi bro sis traveler, udah jelas dong kalau Festival Rote Malole 2025 ini bukan sekadar festival biasa? Ini tuh kayak one-stop cultural trip yang cocok banget buat lo yang pengen liburan beda dari biasanya. Lo bisa nikmatin keindahan budaya, kuliner lokal yang maknyus, sampai kreatifitas anak muda Rote yang nggak kalah kece. Semua dikemas buat ngenalin Rote Ndao sebagai destinasi wisata yang bukan cuma indah, tapi juga mandiri dan berdaulat secara budaya dan ekonomi. Nah, kalau lo udah mulai nyari destinasi unik buat liburan, apalagi pas bulan Agustus, langsung masukin festival ini ke dalam wishlist lo. Yuk bro sis, bareng-bareng kita geber budaya Rote yang “malole” banget ini dan tunjukin kalau traveling juga bisa punya makna yang dalam!  (Sumber Foto: @wan_balukh)

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
10 - 12 Jul 2026
Treaking Gunung Papandayan
10 - 11 Jul 2026
Open Trip Pulau Pari
11 - 12 Jul 2026
Open Trip Pulau Tidung
11 - 12 Jul 2026
×

...