shop-triptrus

Festival Pesona Mentawai 2025


When
: 02 - 04 Oct 2025
Location
: Kab. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat
Short URL
: http://triptr.us/nY69

TripTrus.Com Bro-sis traveler, siapin ransel dan mental petualangan lo karena Festival Pesona Mentawai 2025 bakal jadi ajang seru yang wajib banget masuk bucket list lo! Event kece ini bukan cuma festival biasa, tapi kombinasi vibes budaya, alam, dan seni yang bakalan bikin lo ngerasa lagi “time traveling” ke akar tradisi suku Mentawai. Di sini lo bakal nemuin ritual sakral, tarian adat, tato tradisional yang sarat makna, plus pemandangan alam yang super eksotis. Bayangin deh, dalam tiga hari penuh lo bisa nyelam ke dunia yang kaya filosofi sekaligus dapet feed Instagramable buat pamer ke temen-temen.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Lia Adiani (@liaadiani)

Nah, catet tanggalnya bro-sis: Festival Pesona Mentawai bakal digelar 2–4 Oktober 2025 di Desa Wisata Mapaddegat, Tuapeijat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Lokasinya emang agak jauh, tapi worth it banget buat lo yang pengen dapetin sensasi alam tropis yang belum banyak tersentuh. Bayangin suasana pantai, suara ombak, dan hutan lebat yang jadi latar semua pertunjukan—kayak lagi ada di film petualangan versi nyata. Jadi, ga ada alasan buat lo skip festival kece ini, apalagi kalau lo generasi milenial atau Gen Z yang doyan eksplor budaya unik.

Festival ini udah eksis sejak 2016 dan tiap tahun makin hits karena sukses ngejaga kearifan lokal biar tetep hidup di era modern. Tujuan utamanya simpel tapi dalem banget, yaitu ngenalin tradisi Mentawai ke dunia luar supaya ga cuma jadi cerita sejarah. Lo bakal ketemu sama tato tradisional yang konon salah satu yang tertua di dunia, lengkap dengan filosofi hubungan manusia dan alam. Selain itu ada ritual Sikerei, yaitu upacara penyembuhan yang dipimpin dukun suku dan dipercaya punya kekuatan spiritual. Semua atraksi ini bakal dikemas dalam pawai budaya, pertunjukan musik bambu, tarian adat, dan pameran seni yang bisa lo saksikan dari jarak deket.

[Baca juga : "Festival Salo Karajae 2025"]

Yang bikin festival ini makin gokil, banyak aktivitas interaktif yang bisa lo ikutin langsung. Mau belajar bikin tato tradisional (tentu versi aman), nyicipin kuliner khas Mentawai, atau nyobain lomba tradisional kayak lomba dayung dan panahan? Semuanya ada! Bahkan lo bisa ikutan workshop kriya dan ngobrol langsung sama penduduk lokal yang ramah. Buat lo yang hobi jalan-jalan alam, ada juga paket ekowisata ke pantai, hutan, dan desa adat sekitar festival. Jadi selain nonton pertunjukan, lo juga bisa ngerasain sendiri sensasi jadi bagian dari budaya Mentawai yang autentik.

Selain jadi ajang petualangan lo, festival ini juga punya dampak positif buat masyarakat lokal. Ekonomi warga sekitar naik karena banyak produk kerajinan, kuliner, dan jasa wisata yang laku keras. Anak muda Mentawai juga dilibatkan dalam acara ini, bikin mereka bangga sama identitas budaya mereka sendiri. Jadi dengan lo dateng, lo ga cuma seneng-seneng tapi juga ikut bantu ngelestarikan budaya Mentawai supaya tetep eksis di masa depan. Ini baru namanya traveling yang punya nilai lebih, bukan sekadar jalan-jalan doang.

Biar trip lo makin mantap, ada beberapa tips yang wajib lo perhatiin. Pesan transportasi dan penginapan jauh-jauh hari karena akses ke Mentawai lumayan menantang. Jangan lupa bawa perlengkapan penting kayak kamera, power bank, sunblock, dan obat-obatan pribadi. Hormati adat setempat, jangan asal ambil foto atau ikutan ritual tanpa izin. Terakhir, siapin fisik lo karena beberapa spot bakal butuh jalan kaki atau trekking lumayan jauh. Dengan persiapan matang, lo bisa maksimalin setiap momen tanpa drama.

Jadi bro-sis traveler, tunggu apa lagi? Festival Pesona Mentawai 2025 adalah kesempatan emas buat lo yang pengen dapet pengalaman traveling beda dari biasanya. Dari tato tradisional yang penuh filosofi, ritual sakral Sikerei yang mistis, sampai keindahan alam Mentawai yang bener-bener mind-blowing—semua bakal jadi cerita keren yang bisa lo bawa pulang. Gaskeun sekarang, siapin hati dan kamera lo, karena Mentawai udah nunggu lo buat jadi saksi pesona budaya yang ga bakal terlupakan! (Sumber Foto: @dewinurcahyani)

   

Other Event

Apr/29 | Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)...
more.

Apr/08 | Aceh Culinary Festival 2026

TripTrus.Com - Aceh Culinary Festival 2026 (ACF26) balik lagi, dan kali ini vibes-nya makin niat, makin fresh, dan pastinya makin bikin lo ngiler, gue jamin. Dengan tema “Celebrating The Authenticity of Aceh’s Living Culinary Heritage,” festival ini nggak cuma soal makan enak, tapi juga ngerayain warisan kuliner khas Aceh yang hidup dan terus berkembang sampai sekarang. Lo bakal nemuin konsep baru yang disebut Foodscape Jalur Rasa, di mana kuliner dari 23 kabupaten/kota di Aceh sampai 10 provinsi di Sumatra dikurasi jadi satu pengalaman rasa yang super lengkap. Ditambah lagi ada 6 Pulau Kuliner dan 6 pameran tematik kekinian yang bikin festival ini terasa lebih immersive, bukan sekadar event makan biasa. [Baca juga : "Festival Adat Dan Budaya Lom Plai 2026"] Yang bikin ACF26 makin beda, mereka juga ngegabungin konsep Digital Gastronomy, jadi pengalaman kuliner lo nggak cuma analog tapi juga digital-savvy, cocok banget buat lo yang doyan konten dan update sosmed. Ada juga masterclass bareng chef kece sampai pengalaman eksklusif kayak Secret Dinner yang berasa fancy tapi tetap relate. Nggak cuma itu, festival ini juga makin peduli lingkungan, jadi lo bakal nemuin water station, sistem pemilahan sampah, dan campaign #BawaBotolSendiri—simple tapi impactful, bro.       View this post on Instagram A post shared by Valensia Harumi E. / Varumi (@valedgina) Terus, yang nggak kalah seru, ada Khanduri Aceh 23 Belanga yang vibes-nya tradisional tapi dikemas dengan cara yang lebih engaging, plus flashmob Seudati yang bikin suasana makin hidup. Bahkan pengunjung juga diajak ikut co-creation konten, jadi lo bukan cuma penonton, tapi juga bagian dari cerita. Setelah event selesai pun nggak langsung hilang gitu aja, karena bakal ada output lanjutan kayak buku kuliner, foto, sampai podcast yang makin nge-push posisi ACF sebagai ikon gastronomi Aceh. Jadi ya, kalau lo nanya ini festival worth it atau nggak—jawabannya: jelas banget iya, gue aja pengen banget ke sana. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Mar/20 | Festival Adat dan Budaya Lom Plai 2026

TripTrus.Com - Festival Adat dan Budaya Lom Plai bukan sekadar perayaan panen biasa, tapi refleksi mendalam tentang hubungan manusia, alam, dan leluhur yang masih dijaga erat oleh masyarakat adat Wehea di Muara Wahau. Di balik kemeriahannya, tersimpan makna filosofis yang kuat—bahwa hasil panen bukan cuma soal kerja keras, tapi juga bentuk harmoni antara manusia dan semesta. Makanya, saat puncak acara Embob Jengea digelar, seluruh warga tanpa terkecuali ikut larut dalam suasana yang sakral sekaligus hangat, dari anak-anak sampai para tetua adat, seakan semua generasi disatukan dalam satu napas tradisi yang sama. Lo bisa ngerasain kalau ini bukan event yang dibuat-buat, tapi benar-benar hidup dan tumbuh dari akar budaya mereka sendiri. [Baca juga : "Solo Menari 2026"] Dimulai dari dentuman gong sakral yang dipukul oleh keturunan raja, momen itu bukan cuma seremoni pembuka, tapi simbol izin sekaligus panggilan spiritual untuk memulai rangkaian ritual. Dari situ, gotong royong berjalan bukan sebagai kewajiban sosial semata, tapi sebagai bentuk kesadaran kolektif yang udah mendarah daging. Gue ngeliat Lom Plai ini kayak pengingat keras di tengah dunia yang makin individualistis—bahwa kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam itu bukan hal yang bisa diganti teknologi atau tren apa pun. Tradisi ini jadi semacam “ruang pulang” buat identitas mereka.       View this post on Instagram A post shared by Pesona Indonesia (@pesona.indonesia) Sejak Nehas Liah Bing ditetapkan sebagai Desa Adat dan Konservasi pada 2006, Lom Plai memang makin dikenal luas, bahkan jadi daya tarik wisata budaya. Tapi menariknya, di tengah eksposur itu, esensi sakralnya tetap dijaga, nggak berubah jadi sekadar tontonan. Justru di situlah letak kekuatannya—lo nggak cuma datang buat lihat budaya, tapi diajak untuk memahami cara hidup yang lebih selaras dan penuh makna. Jadi kalau lo pikir ini cuma festival buat konten atau estetika, jujur aja lo bakal ketinggalan inti paling pentingnya: ini adalah cerita tentang identitas, keberlanjutan, dan cara manusia menghargai hidup itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
03 - 05 Apr 2026
Open Trip Dieng Plateau
03 - 05 Apr 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
03 - 05 Apr 2026
Open Trip Pulau Pari
04 - 05 Apr 2026
Open Trip Pulau Tidung
04 - 05 Apr 2026
×

...