shop-triptrus

Festival Keraton Kesultanan Buton 2019


When
: 12 - 17 Oct 2019
Location
: Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara
Short URL
: http://triptr.us/lQ69

TripTrus.Com - Festival Keraton Kesultanan Buton akan menampilkan kebudayaan Suku Buton yang mengalami perpaduan dengan kebudayaan suku lainnya, yang singgah di Kesultanan Buton. Acaranya akan dimeriahkan oleh pameran benda pusaka Kesultanan Buton, prosesi adat, lomba dayung perahu, berbagai pagelaran seni, dan pameran produk unggulan daerah.

 
 
 
View this post on Instagram

Malige/mahligai merupakan istana bagi sultan yg memerintah pada masanya, biasanya satu sultan mempunyai satu maligeMALIGE . Malige adalah Istana yang dibangun oleh Yang Mulia Sultan La Ode Muhammad Hamidi Qaimuddin gelar Oputa Yi Malige beliau adalah Sultan Buton ke-37, memerintah dari tahun 1927 sd 1937 M. . Pada dasarnya Malige ini tidak berbeda jauh dengan Malige ataupun Kamali lainnya di Negeri Buton yakni sebagai Istana atau tempat tinggal dan rumah dinas bagi Sultan, bangunan Malige terdiri dari empat tingkat, didirikan hanya dengan saling mengait tanpa menggunakan tali maupun paku, dibuat dari kayu pilihan dan berdiri kokoh di atas umpak batu yang menjadi pijakannya. . Malige dalam penataan struktur bangunannya didasarkan konsep kosmologis sebagai wujud keseimbangan alam dan manusia, serta kaya akan makna filosofis melalui pemaknaan lambang dan simbol yang terpajang dan terukir pada bangunannya. Semisal Naga yang melambangkan Titah para penguasa Buton yang memiliki darah Mongol serta Nenas yang melambangkan kearifan lokal. . . . #kesultananbuton #kamalikara #kamali #visitbuton #wonderfulbuton #visitwakatobi2019 #wonderfulindonesia . . Foto by @xaverius_endro #fotokeren# #malige# #mahligai# #miana #mianabutuni #toginayikolipuna

A post shared by Ahmad saad Lessy (@tjong_celebess) onMay 1, 2019 at 10:45pm PDT

Menghadiri Festival Keraton Buton harus dilengkapi dengan mampir ke Benteng Keraton Buton di Kota Bau Bau. Benteng Keraton Buton merupakan bekas ibukota Kerajaan Buton dan dari tempat ini kita bisa menikmati pemandangan kota Bau Bau. Tujuan selanjutnya adalah Pantai Nirwana di Kelurahan Sula, selain menikmati keindahan pantai, disini turis juga dapat menyelam.

Ikan Parende adalah kuliner khas Buton yang harus dicoba, dan karena terletak di tepi laut, maka makanan laut seperti berbagai jenis ikan bakar juga layak dicoba. Selain itu ada pula kudapan buton yang terbuat dari singkong, namanya adalah Kasuami dan Tuli-tuli.

[Baca juga : "Pesona Festival Danau Tektonik Poso 2019"]

Kota Bau Bau dapat dijangkau dari ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari melalui jalur udara atau melalui laut dengan menumpang kapal cepat yang dioperasikan oleh PT Pelni. (Sumber: Artikel-Foto wartawisata.id)

   

Other Event

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Apr/29 | Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)...
more.

Apr/26 | Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna. [Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"] Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.       View this post on Instagram A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia) Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)  ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...