shop-triptrus

Festival Gunung Slamet 2025


When
: 04 - 06 Jul 2025
Location
: Kab. Purbalingga, Jawa Tengah
Short URL
: http://triptr.us/nQS9

TripTrus.Com Bro-sis traveler! Lo udah pernah ngerasain vibes magis di kaki gunung sambil nikmatin budaya lokal? Kalau belum, lo wajib gas ke Festival Gunung Slamet VIII yang bakal digelar tanggal 4–6 Juli 2025 di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah! Event kece ini udah masuk program nasional Karisma Event Nusantara (KEN), jadi udah nggak kaleng-kaleng, bro! Tema tahun ini keren abis: “Melestarikan Alam, Menjaga Tradisi Budaya”. Cocok buat lo para Gen Z & milenial yang peduli lingkungan tapi juga pengen chill, ngulik tradisi, dan jajan kuliner khas yang susah ditemuin di tempat lain. Serius, ini paket lengkap banget buat liburan lo!

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by qi (@qi.boski)

1. D’LAS Trail Run & Go Green – Lari Sehat, Alam Tetap Keren

Siapin tenaga lo, bro! Di hari ketiga (6 Juli), ada event seru D’LAS Trail Run – lo bisa lari santai di lereng Gunung Slamet sambil ngeliat pemandangan alam yang cakep parah. Bukan cuma itu, lo juga bisa ikutan aksi Go Green, mulai dari bersih-bersih desa, ngumpulin sampah plastik, sampe edukasi lingkungan bareng warga lokal. Jadi nggak cuma jalan-jalan doang, lo juga berkontribusi buat bumi. Keren banget gak sih?

2. Air Sakral, Lodong, dan Tradisi Ruwat Bumi – Mistis Tapi Penuh Makna

Lo pernah denger tentang Air Sikopyah? Nah, di FGS VIII ini lo bakal lihat sendiri gimana ribuan orang jalan bawa lodong bambu buat ambil air suci dari mata air Tuk Sikopyah. Ada prosesi Ruwat Bumi yang vibes-nya mistis tapi sacred banget. Airnya nanti disemayamkan terus dibagiin ke warga. Ini ritual lama yang penuh filosofi, bukti nyata tradisi masih hidup dan dijaga baik oleh masyarakat lokal. Lo yang spiritual vibes-nya tinggi, pasti bakal ngerasa merinding takjub!

3. Pawai Budaya, Lengger, Rebana, sampe Mangan Takir Bareng Bupati!

Lo doyan nonton seni budaya? Di sini lo bakal dimanjain abis. Ada kirab gunungan hasil bumi, festival rebana, MTQ, lengger, ebeg/kuda lumping, wayang kulit semalam suntuk, sampe makan bareng bupati pakai takir (makanan tradisional dari daun pisang). Semua dikemas full vibes lokal tapi tetap fun dan Instagrammable. Lo bakal terkesima gimana seni dan agama bisa nyatu harmonis, terus lo bisa belajar banyak tanpa ngerasa digurui.

[Baca juga : "Penglipuran Village Festival 2025"]

4. Perang Tomat & Akustik Kabut Lembut – Pecah Tapi Adem

Ini dia bagian paling ditunggu: Perang Tomat! Tapi tenang, bro-sis, tomat yang dipake bukan buat dimakan – ini tomat busuk yang udah nggak layak jual, jadi ramah lingkungan juga. Seru-seruan lempar tomat rame-rame sambil ketawa ngakak. Abis capek, lo bisa chill di sesi Akustik Kabut Lembut, nikmatin suara penyanyi lokal & nasional yang bakal nemenin malam lo dengan vibes romantis dan menyentuh. Cocok buat lo yang pengen healing tapi tetep edgy.

FYI, bro-sis, tahun lalu FGS VII berhasil narik 43 ribu pengunjung dan bikin omzet UMKM lokal tembus di angka Rp4,2–9 Miliar cuma dalam 3 hari. Gokil, kan? Tahun ini ditargetin bisa tembus 60 ribu orang, dan itu artinya makin banyak warga sekitar yang bisa ngerasain manfaatnya. Desa-desa sekitar juga ikutan dilibatkan, mulai dari penginapan, homestay, makanan, sampe kerajinan tangan. Lo dateng = lo bantu roda ekonomi lokal jalan. Win-win solution banget!

Nah bro-sis, kalau lo bosen liburan yang gitu-gitu aja, cobain deh FGS VIII ini. Lo bisa olahraga, spiritual experience, budaya, sampai party tomat & musik akustik – semuanya dikemas jadi satu. Mobilisasi dari Jakarta udah mulai juga, lo bisa cek open trip bareng Atourin yang udah siapin paket lengkap: transport, homestay, sampai guide lokal. Tiga hari di Desa Serang bakal jadi memori epic buat lo post di feed, dan yang paling penting, lo ikut jadi bagian dari pelestarian alam + budaya lokal Purbalingga. Yuk, jangan sampe kelewatan! (Sumber Foto: @instambanjarnegara)

   

Other Event

Jul/22 | Festival Cisadane 2026

TripTrus.Com - Buat lo yang lagi cari agenda seru di bulan Juli, Festival Cisadane 2026 wajib banget masuk daftar. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menghadirkan salah satu festival budaya terbesar yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya. Mengusung tema "Flowing Heritage, Growing Courage", perhelatan ini bakal berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di kawasan ikonik Jembatan Kaca Berendeng yang berada di bantaran Sungai Cisadane.       View this post on Instagram A post shared by TANGERANG (@exploretangerang) Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan. Festival Cisadane 2026 ingin menggambarkan bagaimana warisan budaya terus mengalir dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan melangkah menghadapi tantangan zaman. Filosofi Sungai Cisadane pun diangkat sebagai simbol perjalanan sejarah sekaligus keberanian warga dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menjelaskan bahwa festival tahun ini dikemas dengan konsep yang lebih bermakna. Menurutnya, Festival Cisadane bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya dan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas Kota Tangerang serta mendorong kebangkitan ekonomi lokal setelah melewati berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir. [Baca juga : "Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026"] Yang bikin festival ini makin menarik, penyelenggara juga memberikan ruang besar bagi pelaku UMKM untuk ikut berkembang. Ratusan stan bakal meramaikan area festival dengan beragam produk kuliner, kerajinan, hingga karya kreatif lokal. Jadi, selain bisa menikmati pertunjukan seni dan budaya, lo juga bisa berburu aneka produk khas sekaligus mendukung pelaku usaha lokal agar semakin maju. Festival Cisadane juga dirancang sebagai ruang kolaborasi yang terbuka bagi berbagai kalangan. Mulai dari pegiat budaya, seniman, komunitas, hingga masyarakat umum bakal terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang kepada wisatawan. Kalau lo belum punya agenda di akhir Juli nanti, nggak ada salahnya mampir ke Festival Cisadane 2026. Selain menikmati suasana meriah di tepian Sungai Cisadane, lo juga bisa merasakan langsung perpaduan antara tradisi, kreativitas, hiburan, dan semangat baru yang menjadi identitas Kota Tangerang. Supaya nggak ketinggalan informasi terbaru mengenai jadwal maupun rangkaian acaranya, gue saranin buat terus pantau akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. (Sumber Foto @desy_yuss)...
more.

Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026

TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.       View this post on Instagram A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle) Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya. Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata. Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau. Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream. Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm) ...
more.

Jun/09 | Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari pengalaman wisata budaya yang bukan sekadar buat foto-foto estetik, Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2026 wajib masuk daftar agenda lo. Festival yang digelar pada 9–11 Juni 2026 di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali ini menghadirkan pengalaman autentik untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali Aga, salah satu komunitas tertua di Bali yang masih mempertahankan tradisi leluhur sejak masa pra-Majapahit.       View this post on Instagram A post shared by Kain Antik Gringsing Tenganan (@antique_fabrics_gringsing) Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung diajak menyelami berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Desa Tenganan Pegringsingan. Salah satu atraksi yang paling ditunggu tentu saja Perang Pandan (Mekare-kare), tradisi unik yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus persembahan kepada Dewa Indra. Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bagian penting dari nilai-nilai kehidupan masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Bukan cuma menyaksikan tradisi ikonik, lo juga bisa ikut berbagai kegiatan interaktif yang bikin pengalaman festival terasa lebih dekat dan personal. Melalui Workshop Kain Geringsing, pengunjung berkesempatan mengenal teknik menenun serta proses pewarnaan tradisional yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Kain Geringsing sendiri dikenal sebagai salah satu kain tenun paling langka dan memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam budaya Bali. [Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"] Bagi lo yang suka eksplorasi sejarah dan cerita lokal, tersedia pula program Storytelling & Heritage Tour. Dalam sesi ini, pengunjung dapat mendengarkan kisah tentang sejarah Desa Tenganan Pegringsingan, memahami makna filosofis di balik Perang Pandan, hingga mengenal proses pembuatan kain Geringsing secara lebih mendalam. Aktivitas ini menjadi cara yang seru untuk belajar budaya tanpa terasa membosankan. Festival ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Kabupaten Karangasem kepada masyarakat yang lebih luas. Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, keberadaan acara seperti Tenganan Pegringsingan Culture Festival menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap bisa relevan, menarik, dan dekat dengan generasi muda. Jadi, kalau lo pengin ngerasain langsung vibes budaya Bali yang autentik, sekaligus menambah wawasan dengan cara yang asyik, festival ini bisa jadi destinasi yang pas buat lo datangi tahun 2026. (Sumber Foto @agusguntur)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
17 - 19 Jul 2026
Treaking Gunung Papandayan
17 - 18 Jul 2026
Open Trip Pulau Pari
18 - 19 Jul 2026
×

...