shop-triptrus

Festival Gendang Melayu 2022


When
: 17 - 20 Oct 2022
Location
: Mapolres Lubuklinggau, Sumatera Selatan
Short URL
: http://triptr.us/njH9

TripTrus.Com - Menurut kamu, definisi event budaya yang seru, tuh, yang kayak gimana? Kalau jawabanmu adalah yang menampilkan banyak hiburan, dilengkapi dengan berbagai lomba seru, dan kuliner enak, Festival Gendang Melayu 2022 cocok buat kamu. Pesta rakyat yang diadakan dalam rangka merayakan hari jadi Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, ini bahkan punya karnaval di malam hari, lho.

Mulai penasaran? Yuk, yuk, langsung kita spill aja agenda lengkapnya plus inspirasi aktivitas yang bisa kamu lakukan kalau datang ke event hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nizarfauzi Norlie (@nizarfauzie)

Masing-masing daerah #DiIndonesiaAja selalu punya festival untuk melestarikan kearifan lokal. Namun, kalau kamu mau nonton yang khusus menyoroti budaya Melayu, Festival Gendang Melayu 2022 adalah jawabannya. Gelaran akbar ini akan menampilkan ragam seni dan budaya yang hidup dan berkembang baik di Lubuklinggau maupun di daerah lain di Sumatera Selatan.

Pssst, menurut bocoran, utusan dari negara-negara rumpun Melayu juga bakal ikut serta. Wah, pasti bakal makin meriah, nih! Yuk, tandai kalendermu biar enggak kelupaaan. Event ini akan dilaksanakan pada 17 hingga 22 Oktober 2022. 

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-9, Festival Gendang Melayu 2022 juga siap menjadi alternatif destinasi buat kamu yang mau nyari hiburan di malam hari. Event ini akan menggelar Silampari Night Carnival yang siap membius kamu dengan warna-warni kostum dan atraksi-atraksi seru. Nah, pawai ini rencananya akan dimulai dari Mapolres Lubuklinggau dan berakhir di Taman Kurma.

Penyuka band dan musik kekinian, mana suaranya? Panggung Festival Gendang Melayu 2022 ternyata akan diguncang oleh sederet band papan atas Indonesia. Dua di antaranya adalah Goliath dan Five Minutes. Seru, kan? Kamu bisa nonton konser dan nyanyiin lagu-lagu hits mereka bareng dengan penyanyi aslinya.

Oh iya, pada penyelenggaraan yang lalu, band yang hadir di Festival Gendang Melayu memberi kejutan dengan membawakan lagu dari Lubuklinggau. Contohnya, The Rain yang nyanyi lagi "Ayo Ngelong" dan bikin para penonton ikut larut dalam suka cita. Apakah tahun ini bakal ada kejutan serupa? Tungguin aja sampai hari-H.

Selain menjadi penonton, Festival Gendang Melayu 2022 juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Caranya dengan mengadakan banyak lomba adu kreasi dan bakat. Buat yang jago desain dan bikin kerajinan tangan, kamu bisa ikutan Lomba Pembuatan Cendera Mata Khas Kota Lubuklinggau.

Siapa yang suka bikin video keren kalau lagi liburan? Karyamu itu bisa coba diikutkan dalam Lomba Film Pariwisata dengan durasi 10 menit, lho. Pada saat datang dan menikmati seluruh rangkaian acara di Festival Gendang Melayu 2022, jangan lupa abadikan momen-momen kerennya, karena selain bisa jadi kenang-kenangan, bisa sekaligus didaftarkan dalam Lomba Foto. 

[Baca juga : "Festival Meti Kei 2022"]

Eits, itu baru sebagian aja! Festival ini juga tetap menjadikan kesenian Melayu sebagai bintang dengan mengajak komunitas, pelajar, hingga sanggar untuk memeriahkan Lomba Kuliner Tradisional, Lomba Nyanyi Dendang Melayu, Lomba Perkusi, dan Lomba Tari Kreasi Daerah. Untuk syarat dan cara ikutan lomba, kamu bisa cek detailnya di Instagram @disparllg.

Serba-serbi budaya yang dimiliki Kota Lubuklinggau sudah ditampilkan di Festival Gendang Melayu 2022. Nah, pengalaman itu bakal lebih sempurna kalau kamu menutup liburanmu kali ini dengan mampir ke Air Terjun Temam yang indah. Suasana yang asri dan sejuk berpadu dengan suara gemericik air pas untuk jadi destinasi healing favorit kamu yang baru!

Dari apa yang udah di-spill di atas, kamu sudah bisa membayangkan bukan betapa semaraknya festival tahunan ini? Yang enggak kalah penting, dari setiap agenda yang akan dilaksanakan, terselip harapan untuk memulihkan ekonomi melalui bangkitnya sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. (Sumber: Artikel indonesia.travel Foto @nizarfauzie) 

   

Other Event

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Apr/29 | Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)...
more.

Apr/26 | Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna. [Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"] Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.       View this post on Instagram A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia) Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)  ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...