TripTrus.Com - Festival Festival Rimpu Mantika 2026 bakal jadi salah satu momen paling hype yang nggak cuma seru, tapi juga penuh makna budaya, bro. Digelar dari tanggal 23 sampai 25 April 2026 di Bima, Nusa Tenggara Barat, event ini hadir dengan tema “Preserving Culture and History” yang intinya ngajak kita buat tetap ngejaga warisan tradisi leluhur biar nggak hilang ditelan zaman. Jadi bukan sekadar festival biasa, tapi juga bentuk nyata rasa cinta terhadap identitas daerah.
Di sini, lo nggak cuma bisa liat Pawai Rimpu yang ikonik banget, tapi juga berbagai pertunjukan seni budaya yang autentik dan bikin merinding saking kerennya. Yang lebih menarik lagi, ada deretan kuliner khas Bima yang jarang banget muncul di acara umum—kayak utambeca sako, karawiti, sampai pangaha bunga. Biasanya makanan ini cuma ada di momen sakral, jadi pas lo nyobain di festival ini, rasanya tuh kayak dapet pengalaman eksklusif yang beda dari yang lain.
[Baca juga : "Jong Race Festival 2026"]
Selain vibes budaya yang kental, festival ini juga jadi wadah buat ngedorong ekonomi kreatif lokal. Jadi secara nggak langsung, lo dan gue yang datang ke sana juga ikut support UMKM dan pariwisata halal di Kota Bima. Keren kan? Apalagi konsepnya juga ramah lingkungan, jadi makin relate sama gaya hidup anak zaman sekarang yang mulai peduli sustainability.
Nggak heran kalau festival ini terus naik level dan masuk dalam jajaran event unggulan di Nusa Tenggara Barat. Harapannya sih, ke depan Festival Rimpu Mantika bisa makin dikenal luas dan jadi bagian penting dari Karisma Event Nusantara. Jadi, kalau lo lagi nyari pengalaman budaya yang autentik tapi tetap kekinian, ini event wajib banget masuk bucket list lo, gue jamin nggak bakal nyesel. (Sumber Foto indonesia.travel)
Jun/13 | Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026
TripTrus.Com - Kalau ngomongin festival budaya paling ikonik di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali jelas masuk daftar teratas. Event tahunan yang udah jadi kebanggaan masyarakat Bali ini bukan cuma sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai tradisi, adat, dan warisan budaya yang terus dijaga lintas generasi. Melalui semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali, PKB hadir sebagai bentuk nyata upaya melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan seni budaya Bali agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
View this post on Instagram
A post shared by Dartha Sii Muggle (@dartha_muggle)
Tahun ini, Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026 kembali digelar di Kota Denpasar dan siap menyuguhkan pengalaman budaya yang lebih meriah, kreatif, dan penuh warna. Mengusung tema “Atma Kerthi – Jiwa Sidha Parisudha”, festival ini mengajak masyarakat untuk memuliakan jiwa menuju kesempurnaan melalui seni, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Bali. Bukan cuma buat pecinta budaya, acara ini juga cocok banget buat lo yang ingin melihat sisi autentik Bali yang mungkin belum pernah lo temui sebelumnya.
Selama penyelenggaraannya, PKB menjadi panggung bagi beragam ekspresi seni, mulai dari seni klasik, tradisi Bali Aga, hingga karya-karya kontemporer dari para maestro dan seniman muda berbakat. Format acaranya pun super lengkap, mulai dari pawai budaya, parade seni, pergelaran, lomba, pameran, lokakarya, sampai diskusi budaya yang seru dan inspiratif. Nggak heran kalau banyak orang menyebut PKB sebagai “monumen hidup” kebudayaan Bali karena terus berkembang tanpa kehilangan akar tradisinya.
[Baca juga : "Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI Dan Grebeg Suro 2026"]
Menariknya lagi, festival ini bukan hanya menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal, tetapi juga jendela budaya bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sini, lo bisa melihat langsung berbagai kesenian yang berasal dari desa-desa di seluruh Bali, lengkap dengan karakter dan keunikan masing-masing daerah. Pengalaman ini bikin pengunjung bisa merasakan esensi budaya Bali yang asli, jauh lebih dekat daripada sekadar melihatnya di media sosial atau brosur wisata.
Rangkaian kemeriahan PKB 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan spektakuler yang sayang banget untuk dilewatkan. Pada 5–7 Juni 2026, masyarakat dapat menikmati beragam pementasan seni tradisional di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana dan Areal Taman Bung Karno, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai. Berbagai penampilan seperti Joged, Angklung Kebyar, hingga Gong Kebyar mebarung siap menghidupkan suasana dengan energi dan dinamika khas Bali yang bikin penonton terpukau.
Nggak cuma suguhan seni pertunjukan, area festival juga diramaikan oleh berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Bali. Jadi setelah puas menikmati pertunjukan, lo bisa lanjut berburu makanan tradisional, produk UMKM kreatif, hingga karya kerajinan lokal yang unik dan estetik. Cocok banget buat lo yang suka eksplor budaya sambil berburu konten Instagram atau TikTok yang anti-mainstream.
Digelar di Denpasar, Bali, pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026, PKB menjadi momentum penting untuk merayakan harmoni antara tradisi dan inovasi. Festival ini membuktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan identitas yang terus hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan generasi masa kini. Jadi, kalau lo lagi cari pengalaman yang nggak cuma seru tetapi juga penuh makna, PKB 2026 adalah destinasi yang wajib masuk bucket list lo tahun ini. (Sumber Foto @dickyyanuarrm)
...
more.