TripTrus.Com - Bro-sis traveler, siap-siap deh buat ngerasain vibe festival yang nggak cuma seru, tapi juga penuh makna! Festival Danau Poso 2025 bakal jadi momen yang nggak boleh lo lewatin. Kenapa? Karena tahun ini, festival yang udah jadi ikon budaya Indonesia ini hadir dengan konsep yang lebih segar dan kekinian.
Dengan tema "Irama Keberagaman dalam Matia Ndano" atau "Mutiara Danau", festival ini ngangkat keberagaman budaya yang ada di sekitar Danau Poso. Matia Ndano sendiri berarti "Mutiara Danau" dalam bahasa Pamona, yang mencerminkan betapa berharganya keberagaman budaya di sana. Lewat tema ini, festival nggak cuma jadi ajang hiburan, tapi juga sarana untuk ngedeketin budaya lokal dengan cara yang modern dan relatable buat generasi milenial dan Gen Z.
[Baca juga : "Nusa Penida Festival 2025"]
Yang bikin festival kali ini makin kece adalah konsep Festival Kota yang diusung. Seluruh kawasan Kota Tentena bakal jadi panggung besar, dengan memanfaatkan ruang publik dan situs sejarah yang ada. Lo bakal nemuin panggung seni, karnaval budaya, pameran foto lawas, area UMKM, dan kuliner tradisional yang tersebar di berbagai titik strategis. Konsep ini bikin suasana festival jadi lebih hidup dan mudah dijangkau, serta ngasih kesempatan buat lo ngerasain vibe kota yang penuh keberagaman.
Festival Danau Poso 2025 nggak cuma tentang hiburan, tapi juga tentang memperkuat identitas budaya lokal dan menjadikan Kota Tentena serta Danau Poso sebagai destinasi wisata budaya yang membanggakan. Dengan dukungan dari Kemenparekraf, festival ini jadi salah satu event prioritas yang terus digelar dan dikembangkan. Jadi, buat lo yang pengen ngerasain pengalaman budaya yang unik dan seru, Festival Danau Poso 2025 adalah pilihan yang tepat! (Sumber Foto: @akbarsafari31)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.