shop-triptrus

Festival Biak Munara Wampasi 2025


When
: 01 - 04 Jul 2025
Location
: Kab. Biak Numfor, Papua
Short URL
: http://triptr.us/nQO9

TripTrus.Com Bro-sis traveler, coba deh bayangin: lo lagi nari bareng warga lokal di pinggir pantai Papua sambil nikmatin sunset, trus malamnya nonton atraksi jalan di atas batu panas! Gak cuma itu, lo juga bisa icip-icip kuliner tradisional yang rasanya bisa bikin lo lupa sama diet. Nah, semua itu bisa lo rasain langsung di Festival Biak Munara Wampasi (FMNW) 2025, yang bakal digelar 1–4 Juli 2025 di Biak Numfor, Papua. Catet tanggalnya ya! Jangan sampe lo cuma liat dari story orang lain doang.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Donny Irawan (@donnyirawanbiak)

1. Tema “Biak Istimewa”: Lebih dari Sekadar Festival

Tahun ini, festival kece ini ngusung tema “Biak Istimewa”—yang bukan cuma keren secara nama, tapi juga maknanya dalem banget, bro-sis. Gak cuma buat seru-seruan doang, tapi juga jadi momentum buat nge-blend budaya, sosial, dan ekonomi. Jadi bisa dibilang ini tuh festival plus-plus: lo seneng, UMKM jalan, pariwisata lokal naik, dan masyarakat Biak makin cuan! Ini bukan cuma tentang nonton doang, tapi juga ikut ngangkat ekonomi lokal lewat pariwisata yang berkelanjutan.

2. Aksi Lokal yang Bikin Lo Takjub

Yang bikin FMNW makin epic tuh atraksi budayanya, cuy. Bayangin lo liat langsung tarian suku Biak, musik Wor yang magis, dan Yosim Pancar yang bikin lo pengen goyang. Dan yang paling wah: tradisi snap mor, alias tangkap ikan saat laut surut, plus atraksi Apen Beyeren—yaitu jalan di atas batu panas. Bro, ini bukan sulap bukan sihir, tapi beneran budaya lokal yang masih dijaga sampe sekarang. Asli, lo bakal speechless nontonnya.

[Baca juga : "Festival Rakik-Rakik 2025"]

3. UMKM Lokal Bukan Kaleng-Kaleng

Lo tau gak sih, semua barang, makanan, dan karya seni di festival ini WAJIB dari pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Ada sekitar 100-an stand yang bisa lo jajal! Dari kuliner khas Biak, kerajinan tangan, sampai produk fashion etnik yang kece abis. Jadi selain jajan, lo juga bantu naikin pendapatan asli daerah (PAD) lewat belanja lo. Nggak cuma healing, tapi juga giving back ke komunitas lokal. Lo keren banget kalo bisa support kayak gini.

4. Masuk Agenda Nasional, Bro!

FYI nih, FMNW 2025 resmi terpilih masuk ke agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf. Dari ratusan event se-Indonesia, cuma 37 yang lolos, dan Biak salah satunya! Artinya, festival ini udah naik kelas—udah bukan lokal-lokal lagi. Ini jadi ajang buat ngenalin Biak ke level nasional bahkan internasional. Jadi lo juga ikutan jadi bagian dari gerakan besar buat angkat budaya Papua ke panggung dunia!

So, bro-sis traveler, ini saatnya lo keluar dari zona nyaman lo. Festival ini tuh bukan cuma buat dinikmatin, tapi juga buat dijalanin. Lo bisa ikut ritual syukur laut, explore spot-spot epic di Biak, atau sekadar chill sambil foto-foto aesthetic buat feed Instagram lo. Outfit? Gaskeun pake yang paling nyala! Kamera? Full baterai! Hati? Buka buat pengalaman baru!

Yuk, tandain kalender lo sekarang dan siapin diri buat #ExploreBiak. Ini bukan festival biasa—ini perjalanan yang bakal lo kenang seumur hidup. (Sumber Foto: @fresscoffee)

   

Other Event

May/28 | Ubud Food Festival 2026

TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.       View this post on Instagram A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe) Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan. Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream. Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang. [Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"] Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah. Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan. Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal. Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.

May/23 | Surabaya Vaganza Festival of Lights 2026

TripTrus.Com - Surabaya lagi-lagi bikin lo dan gue susah move on dari kemeriahannya lewat event tahunan yang super ikonik, yaitu Surabaya Vaganza. Festival yang udah eksis sejak 2004 ini bukan sekadar parade biasa, tapi ajang pamer kreativitas warga kota yang dikemas dalam bentuk mobil hias penuh bunga, kostum tematik, sampai parade budaya yang vibes-nya dapet banget. Bayangin aja, rutenya panjang lebih dari 2 km, mulai dari Tugu Pahlawan sampai Balai Pemuda, dan sepanjang jalan lo bakal disuguhi visual yang estetik, rame, dan pastinya Instagrammable abis.       View this post on Instagram A post shared by Love Suroboyo (@lovesuroboyo) Nah, di tahun 2026 ini, konsepnya makin naik level, nggak cuma soal mobil hias doang. Ada sentuhan modern kayak light show, lampion warna-warni, parade kostum fantasi yang nyentrik, sampai festival kuliner dan UMKM yang bikin perut sama dompet lo ikut bahagia. Gue sih ngerasa event ini tuh kayak paket lengkap—hiburan dapet, budaya dapet, konten juga dapet. Apalagi ditambah pertunjukan musik yang bikin suasana makin hidup, jadi bukan cuma nonton, tapi juga ikut ngerasain euforianya. [Baca juga : "Semarang Night Carnival 2026"] Yang bikin makin keren, peserta parade ini nggak main-main. Mulai dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, universitas, sampai perusahaan swasta ikut turun tangan buat nampilin karya terbaik mereka. Ditambah lagi komunitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang tinggal di Surabaya, jadi nuansanya tuh kaya banget dan beragam. Setiap tahun temanya beda, jadi selalu ada hal baru yang bisa lo eksplor. Intinya, Surabaya Vaganza bukan cuma festival biasa, tapi juga bentuk nyata gimana sebuah kota ngerayain identitas dan budayanya dengan cara yang seru dan kekinian. Event ini sukses bikin Surabaya makin dilirik, nggak cuma sama wisatawan lokal, tapi juga mancanegara. Jadi, kalau lo lagi nyari alasan buat ke Surabaya tanggal 16 Mei 2026, ini dia jawabannya—dateng, nikmatin, dan siap-siap takjub bareng gue. (Sumber Foto @ideakreasi)...
more.

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography

Upcoming Trips

Open Trip Dieng Plateau
29 - 31 May 2026
Open Trip Sebesi Krakatau
29 - 31 May 2026
Open Trip Baduy
30 - 31 May 2026
Open Trip Dieng Plateau
05 - 07 Jun 2026
×

...