TripTrus.Com - Eh bro, tau nggak? Buat ngerayain 619 tahun kedatangan Laksamana Zheng He, bakalan ada Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2024. Acara keren ini diadain sama Yayasan Klenteng Agung Sam Poo Kong buat nginget momen kedatangan Laksamana Cheng Ho di Pantai Simongan, yang sekarang udah jadi Klenteng Agung Sam Poo Kong.
Nggak cuma itu doang, festival ini juga masuk agenda Nasional Pariwisata Indonesia dan ngenalin kearifan lokal kita ke dunia luar. Bakal rame banget nih acara, ada Ritual Sembahyangan buat syukuran kedatangannya Laksamana Cheng Ho ke Indonesia, terus ada Pertunjukan Seni dan Hiburan yang nyampurin budaya Tiongkok dan Jawa.
Selain itu, ada juga Arak-arakan Patung Dewa (Kimsien) dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong, Bazar Kuliner, dan banyak lagi yang seru-seru. Sebuah acara musik dan budaya juga bakal digelar di Lokasi Wisata Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, awal Agustus 2024 nanti.
[Baca juga : "Tubaba Art Festival 2024"]
Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2024 ini bakal berlangsung dari tanggal 2 sampai 4 Agustus 2024. Bakal dimeriahkan oleh penampilan spesial dari artis lokal dan nasional kayak Gildcoustic, Dikta Wicaksono, Pagiboeta, Soegi Bornean, Jepang Jowo, dan Pertelon Koplo. Nggak cuma musik aja, ada juga Pesta Kembang Api, Akrobatik Barongsai, Arak-Arakan Cheng Ho, dan Bazaar UMKM. Ini juga jadi ajang buat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) buat pamerin produk mereka.
Pengunjung bisa nemuin berbagai produk lokal mulai dari kuliner, kerajinan tangan, sampai fashion di bazaar UMKM yang berlangsung selama festival. Buat yang pengen dateng, informasi tiket bisa ditemukan lewat media sosial resmi di akun @wisata.sampookong. Jangan lewatkan kesempatan seru ini, ajak keluarga dan teman-teman buat nikmatin rangkaian acara yang menarik dan seru abis! (Sumber Foto: @inews.co.id)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.