shop-triptrus

Buleleng Festival 2019


When
: 02 - 06 Aug 2019
Location
: Singaraja, Buleleng, Bali
Short URL
: http://triptr.us/lo39

TripTrus.Com - Pantai utara Bali yang biasanya sunyi akan dipenuhi dengan musik dan tarian ketika Buleleng Festival (Bulfest) 2019 berlangsung dari tanggal 2 - 6 Agustus 2019 dipusatkan di Monumen Singa Ambara Raja, Puri Kanginan, dan Pusat Budaya Sasana Budaya, di Kabupaten Buleleng. Untuk mengisi acara ini akan ada puluhan kelompok seni yang akan menampilkan tarian mereka diiringi oleh gamelan dan musik khas Bali Utara yang benar-benar akan menunjukkan kekuatan sebenarnya dari Kabupaten Buleleng.

Tahun ini, tidak kurang dari 52 grup budaya dari kabupaten dan seluruh Bali utara akan tampil di festival ini. Di antara banyak pertunjukan, akan ada kolaborasi Bondres dan Genjek, Balet Ramayana, Gong Kebyar, Tari Janger Menyali, dan banyak lagi. Akan ada juga pertunjukan musik dari band-band Rock terkenal Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram

Keseruan hari kedua Buleleng Festival 2017 #Bulfest2017 #ThePowerOfBuleleng

A post shared by Buleleng Festival Official (@buleleng_festival) onAug 4, 2017 at 1:49pm PDT

Buleleng Festival (Bulfest) 2019 akan dimulai dengan parade seni Baleganjur massal yang akan menampilkan tidak kurang dari 500 pemain perkusi tradisional dari kabupaten ini. Parade luar biasa akan berlangsung di sepanjang jalan Ngurah Rai tepat melewati panggung utama.

[Baca juga : "Jember Fashion Carnaval 2019"]

Ibukota Kabupaten Buleleng adalah kota Singaraja. Sebelum kemerdekaan Indonesia, - dan sebelum penerbangan komersial -, Singaraja adalah gerbang masuk ke Bali, pelabuhan utama  untuk penumpang dan kapal pesiar. Charlie Chaplin yang legendaris dikatakan telah mengunjungi Bali dengan kapal pesiar, tiba lebih dulu di Singaraja. Di sebelah barat Singaraja, Pantai Lovina menawarkan pengalaman unik pertemuan dengan lumba-lumba di habitat aslinya.

Lebih jauh ke barat di sepanjang pantai utara Bali, kabupaten Buleleng juga memiliki Pantai Pemuteran yang tenang. Fitur yang paling menarik di antara keindahan bawah laut Pemuteran adalah taman kuil bawah laut yang mempesona yang luar biasa memadukan keindahan alam dengan karya seni yang mengesankan. Masih di Buleleng, yang terletak di titik paling barat daya Bali, Taman Nasional Bali Barat adalah rumah bagi lebih dari seratus spesies satwa liar. Namun, taman nasional ini dikenal sebagai tempat perlindungan Jalak Bali yang eksotis, burung ikon endemik di pulau para dewa. Taman nasional ini juga berfungsi sebagai gerbang menuju surga bawah laut Pulau Menjangan. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto lampungpro.com)

   

Other Event

May/22 | Festival Budaya Napak Sire 2026

TripTrus.Com - Festival Budaya Napak Sire jadi salah satu event budaya yang bukan cuma estetik buat lo upload di feed, tapi juga punya makna dalem yang relate banget sama identitas lokal, khususnya di Kepulauan Bangka Belitung. Digelar sekitar April sampai Juni 2026 di kawasan Tanjung Pendam, festival ini ngebawa vibe tradisi Melayu yang dikemas kekinian, jadi lo nggak bakal ngerasa “kuno banget”, malah seru dan interaktif. Di sini, gue bisa lihat langsung gimana budaya menyirih—yang dulu mungkin kita anggap biasa aja—ternyata punya filosofi kuat tentang penghormatan, persahabatan, dan cara orang zaman dulu membangun relasi sosial. [Baca juga : "Festival Tidore 2026"] Nggak cuma sekadar pameran doang, festival ini juga diisi pertunjukan seni, workshop budaya, sampai pengalaman interaktif yang bikin lo makin paham arti “Sekapur Sirih” sebagai simbol penerimaan dan kehangatan.       View this post on Instagram A post shared by Dewa Made Putra (@dewacuit_) Tujuan utamanya jelas, biar generasi muda kayak gue dan lo nggak kehilangan jati diri budaya sendiri, sekaligus bikin Bangka Belitung makin dikenal, nggak cuma di Indonesia tapi juga sampai mancanegara. Jadi ya, ini tuh bukan cuma festival biasa—lebih ke ajang buat reconnect sama akar budaya, tapi dengan cara yang santai, fun, dan tetap relevan sama gaya hidup milenial dan Gen Z sekarang. (Sumber Foto indonesia.travel)...
more.

Apr/29 | Solo Menari 2026

TripTrus.Com - Kalau lo lagi cari event budaya yang vibes-nya beda tapi tetap relate sama zaman sekarang, Solo Menari 2026 ini wajib banget masuk radar lo. Festival tari yang digelar sehari penuh di Kota Solo ini hadir buat ngerayain Hari Tari Dunia, tapi bukan sekadar seremoni biasa—ini tuh semacam ruang bebas buat para penari mengekspresikan diri dengan cara yang fresh, kreatif, dan tentunya tetap berakar pada budaya Nusantara. Tahun ini, temanya “Aku Kipas (Aha Pankha)”, yang terinspirasi dari perjalanan panjang kipas tangan dan kipas lipat yang udah eksis sejak ribuan tahun lalu dan jadi elemen penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia. [Baca juga : "Gendhing Budaya 2025"] Menariknya, konsep “kipas” di sini nggak cuma dilihat sebagai properti tari doang, tapi juga sebagai simbol yang lebih dalam—kayak berbagi manfaat, menyebarkan energi positif, dan menghubungkan satu sama lain lewat gerak dan rasa. Jadi, para penari diajak buat ngeksplorasi kreativitas mereka sebebas mungkin, menciptakan karya-karya inovatif yang tetap nyambung sama akar budaya lokal. Bisa dibilang, Solo Menari ini jadi wadah di mana tradisi dan modernitas ketemu, terus di-mix jadi sesuatu yang relevan buat generasi sekarang—baik lo yang milenial, Gen Z, atau siapa pun yang pengin ngerasain seni dengan cara yang lebih hidup dan dekat.       Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Deffry Adyatama (@deffryadyatama) Dengan atmosfer yang terbuka untuk publik, festival ini juga jadi ajang buat masyarakat luas buat lebih dekat sama dunia tari. Nggak harus jadi penari profesional dulu kok buat menikmati—cukup datang, lihat, dan rasakan sendiri gimana energi budaya itu “hidup” di tengah kota. Jadi ya, kalau lo pengin ngerasain experience budaya yang nggak kaku dan justru penuh warna, Solo Menari 2026 ini bisa jadi jawaban yang lo cari. (Sumber Foto @kam.maula)...
more.

Apr/26 | Gebyar Pesona Budaya Garut 2026

TripTrus.Com - Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) tuh bukan sekadar festival biasa, bro—ini semacam panggung gede yang ngerangkum vibe tradisi sampai sentuhan modern dalam satu helaran yang estetik dan penuh makna. Digelar tiap tahun sama Pemerintah Kabupaten Garut, event ini jadi wadah buat para seniman lokal unjuk gigi, sekaligus bikin lo dan gue makin sadar kalau budaya itu bukan cuma buat dilestarikan, tapi juga bisa dikemas keren dan relevan buat generasi sekarang. Dari pagelaran seni tradisional yang autentik sampai karya inovatif yang siap bersaing di level global, semuanya nyatu di sini, bikin suasana makin hidup dan berwarna. [Baca juga : "Festival Festival Rimpu Mantika 2026"] Menariknya lagi, GPBG juga nggak cuma ngomongin seni doang—ada sisi ekonomi kreatif yang ikut terdongkrak. Produk lokal jadi punya panggung buat dikenal lebih luas, bahkan sampai ke pasar internasional.       View this post on Instagram A post shared by Generasi Pesona Indonesia (@genpiindonesia) Jadi, sambil nikmatin festival, lo juga secara nggak langsung support UMKM dan pelaku kreatif daerah. Diselenggarakan pada 26–27 April 2026 di Garut, acara ini jadi momen strategis buat ningkatin citra pariwisata sekaligus ngenalin kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Intinya, ini festival yang bukan cuma seru, tapi juga punya impact—buat lo, gue, dan tentunya Garut itu sendiri. (Sumber Foto indonesia.travel)  ...
more.

Comment

ButikTrip.id
remen-vintagephotography
×

...