Atraksi perang antara beberapa suku di Papua akan dikemas dalam sebuah festival menarik bertajuk Festival Lembah Baliem 2016. Tahun ini festival tersebut kembali digelar pada 8-10 Agustus 2016 di Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Ini adalah kesempatan Anda untuk melihat semua ragam suku di Dataran Tinggi Wamena dan Lembah Baliem berkumpul untuk merayakan festival tahunan bersama. Suku-suku tersebut akan melakukan atraksi perang dengan tujuan menjaga kelincahan dan kesiapan mereka untuk mempertahankan desa.
Walaupun perang ini hanyalah skenario namun tetap menghasilkan suasana yang menegangkan karena benar-benar terlihat adegan saling lempar tombak dan berteriak antar suku. Pengunjung akan tetap aman karena sudah disediakan tempat duduk khusus untuk menonton acara ini.
Festival ini diselenggarakan oleh Kabupaten Jayawijaya untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai serta budaya suku tradisional Lembah Baliem. Selain pertunjukan perang, Anda juga dapat menyaksikan tari-tarian tradisional Papua, balapan babi, lontar rotan, panahan, sikoko dan masih banyak lagi lainnya.
Lembah Baliem merupakan lembah indah di bentangan Pegunungan Jayawijaya. Suku Dani, Suku Yali dan Suku Lani adalah beberapa suku yang tercatat tinggal di sini. Untuk dapat sampai ke Lembah Baliem, pengunjung harus melewati bandara utama Provinsi Papua, yakni Bandara Sentani. Bandara Sentani dapat diakses menggunakan maspakai penerbangan dari Jakarta, Surabaya, maupun Manado. Setibanya di Bandara Sentani diteruskan dengan pesawat jenis Hercules maupun Twin Otter menuju Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya. (Sumber: Artikel pesona.indonesia.travel Foto puteriputeri.com)
Agustus 2016 akan menjadi bulan pelaksanaan festival Mentaram di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam event ini akan ditampilkan berbagai kesenian daerah tradisional dari suku Sasak, Sumbawa, Mbojo, Bali dan suku-suku lainnya yang mendiami kota Mataram. (Sumber: Artikel mbolangyuk.com foto lombokpost.net)
Empat kabupaten dan 1 kota se-Nias berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata mengembangkan sektor kepariwisataan Pulau Nias. Upaya tersebut salah satunya adalah dengan menggelar Pesta Ya'ahowu dan surfing internasional yang akan berlangsung di Kabupaten Nias Selatan dan Kota Gunung Sitoli pada 6-8 Agustus 2016.
Pembukaan Pesta Yaahowu 2016 akan berlangsung di Kabupaten Nias Selatan pada 6 Agustus dan penutupannya bertempat di Gunung Sitoli pada 8 Agustus mendatang.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan sejumlah atraksi budaya, lomba surfing internasional di Pulau Tello, Nias Selatan, upacara adat Nias, atraksi budaya lokal Kepulauann Nias, atraksi tari perang, atraksi lompat batu, kuliner dan pameran kerajinan Kepulauan Nias. Malam puncak penutupan festival budaya yang dimeriahkan oleh artis nasional dan lokal, serta pelepasan 1.000 lampion ke udara.
Dua kegiatan tersebut digelar dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Nias, sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia mewujudkan target rahun ini yaitu 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Nias incorporated di dalamnya selain ada unsur pemerinth 4 kabupaten dan 1 kota, juga ada Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMN) yang tentu ada wakil dari unsur pelaku usaha, akademisi, komunitas dan media tau Penta Helix.
"Kekompakan seluruh unsur dalam Penta Helix ini akan mempercepat pembangunan kepariwisataan Nias dalam mewujudkan pulau impian yang banyak dikunjungi wisatawan," katanya.
Bupati Nias, Sokhoiatulo Laoli, mengatakan bahwa potensi yang dimiliki Nias sangat besar di pariwisata, hanya saja infrastrukturnya masih harus dikembangkan lagi. Rencananya, di tahun 2016, Bandara Binaka di Nias akan mengalami perbaikan runway sehingga di tahun 2017, pesawat-pesawat yang lebih besar seperti Bombardier CJR 1000 berkapasitas 100 penumpang dapat mendarat di sini.
"Perlu sinergitas antara kabupaten/kota se-Nias untuk mengembangkan pariwisata. Kami memiliki banyak sekali potensi, kami akan memilih yang terbaik untuk kemudian diajukan ke Kementerian Pariwisata agar bisa masuk ke program pengembangan pariwisata nasional," jelas Sokhoiatulo Laoli pada acara launching Nias Pesona Pulau Impian 2016 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Kamis (3/6).
Potensi Nias berupa bentang alam (nature), budaya (culture) dan buatan manusia (manmade) antara lain lokasi surfing kelas dunia, panorama bahari yang menawarkan pantai berpasir putih, serta keunikan atraksi budaya lompat batu di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Nias Selatan. Namun, menurut Menteri Arief Yahya, potensi ini belum dikembangkan secara maksimal karena jumlah kunjungan wisman dan wisnus ke Nias per tahun masih kurang dari 25.000, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB daerah pun masih rendah.
"Apabila landasan pacu di Nias sudah ditambah, kita proteksikan wisatawan akan meningkat jadi 100 ribu orang atau empat kali lipat pada 2019 mendatang," kata Arief Yahya. (Sumber: Artikel pesona.indonesia.travel Foto wartaevent.com)
Keseruan kegiatan Tour de Singkarak (TDS) 2016 kemabli hadir di Provinsi Sumatera Barat. Kali ini perpaduan sport tourism tersebut akan dijadwalkan berlangsung pada 6-14 Agustus dengan opening dan titik start di Danau Singkarak Kabupaten Solok, serta finish di Kota Padang. Ajang balap sepeda internasional ini akan digelar lebih profesional dan disebut-sebut sebagai TdS terakbar yang pernah diselenggarakan.
Raseno Arya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, mengatakan bahwa TdS 2016 akan jadi TdS spektakuler yang pernah ada. Dalam penyelenggaraan tahun ini, untuk pertama kalinnya TdS juga akan dimeriahkan dengan festival kuliner yang dilaksanakan di Padang pada 3-4 Agustus.
"Festival Kuliner diadakan pada tanggal tersebut karena tim luar negeri baru tiba di Padang. Jadi kita curi kesempatan untuk mempromosikan kuliner Minang," kata Raseno Arya.
Penyelenggaraan TdS 2016 ditangani oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan tim teknis dari Malaysia yang juga merupakan anggota Union Cyclist International (UCI). Rencananya, TdS akan dilaksanakan dalam 8 etape melewati 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Total jarak yang ditempuh adalah 1.100 km, diikuti oleh 25 tim dari Indonesia dan internasional.
Berikut ini adalah jadwal lengkap 8 etape yang dilombakan.
Etape 1 - 6 Agustus, dari Kabupaten Solok ke Kota Payakumbuh (96,6 km)
Etape 2 - 7 Agustus, dari Kota Limpuluh ke Tanah Datar (119,5 km)
Etape 3 - 8 Agustus, dari Pasaman ke Pasaman Barat (122,8 km)
Etape 4 - 9 Agustus, dari Padang Panjang ke Agam (150 km)
Etape 5 - 10 Agustus dari Pesisir Selatan ke Kota Pariaman (152,6 km)
Etape 6 - 11 Agustus dari Padang Pariaman ke Sawahlunto (149 km)
Etape 7 - 12 Agustus dari Sijunjug ke Dharmasraya (133,4 km)
Etape 8 - 14 Agustus dari Bukittinggi ke Padang (146,5 km)
Pada Sabtu, 13 Agustus, tidak ada jadwal balap karena semua peserta akan berpartisipasi dalamcity tour ke beberapa atraksi yang paling menarik di Bukittinggi. Namun pada etape-etape sebelumnya, peserta juga sudah disuguhkan oleh keindahan Danau Singkarak, Lembah Harau, Danau Maninjau, kota tambang tua Sawahlunto, serta tidak lupa senyum ramah para penduduk yang menyambut kehadiran para peserta.
Keistimewaan TdS juga diberikan di etape Kabupaten Padang Pariaman. Untuk pertama kalinya peserta akan start di Pantai Tiram menyajikan keindahan wisata bahari Padang Pariaman.
Setelah bertahun-tahun penyelenggaraan Tour de Singkarak, ada dampak ekonomi positif yang tersebar di seluruh Provinsi Sumatera Barat. Tour de Singkarak telah mendorong perbaikan infrastruktur jalan dan membuka peluang untuk investasi serta pariwisata. Selain itu, industri kreatif lokal juga dihidupkan kembali di daerah-daerah yang dilalui oleh Tour de Singkarak. (Sumber: Artikel pesona.indonesia.travel Foto jawapos.com)
TRIPTRUS - Dieng Culture Festival atau sering juga disingkat DCF yang tahun 2016 ini menginjak tahun ke 7 bermula dari sebuah Tradisi rutin prosesi pencukuran bocah rambut Gimbal Dieng yang telah diadakan sejak nenek moyang dulu.
Atas prakarsa Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa, Sejak tahun 2010 Acara Tradisi ini kemudian dikemas secara berbeda dengan tujuan untuk lebih menjaga, mengentalkan dan melestarikan tradisi warisan budaya ini di lingkup masyarakat Dieng pada khususnya, sekaligus sebagai ajang mengenalkan budaya daerah Dieng pada masyarakat Indonesia serta Dunia. (Sumber: Artikel diengfuntrip.com Foto diengculturefestival2016.blogspot.com)
Buleleng Festival IV dengan tema "Masterpiece of Buleleng" akan dihelat pada 2-6 Agustus 2016 di Tugu Singa Ambaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Acara tersebut akan mempromosikan potensi pariwisata Buleleng dengan menyajikan kombinasi antara seni, budaya, pendidikan dan lingkungan sosial.
Parade tari joged akbar khas Buleleng akan ditampilkan 100 orang penari. Atraksi utama dari Buleleng tersebut sudah dipersiapkan selama tiga bulan. Selain itu, festival ini juga akan memperkenalkan kuliner unggulan khas Buleleng.
Buleleng memiliki tari-tarian yang memiliki banyak fungsi dalam masyarakat, termasuk tarian sakral. Dalam Buleleng Festival IV ini ada zona-zona pemanfaatan yang disesuaikan dengan karakter tari tersebut. Tarian yang sakral dipusatkan di Puri, sementara yang diluar bersifat sakral dipentaskan di Sasana Budaya dan panggung.
Buleleng Festival dimulai tahun 2013 lalu. Acara ini digelar berdasarkan ide melestarikan, mendokumentasikan, serta mempromosikan budaya lokal di Kabupaten Buleleng. Buleleng Festival yang kini menjadi sebuah festival tahunan di Buleleng, diharapkan menjadi daya tarik khusus wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.
Kabupaten dengan Singa Ambara Raja sebagai ikonnya ini tidak seperti Kuta, Seminyak ataupun Legian, Buleleng jauh dari hingar bingar Pulau Bali. Oleh karenanya, inilah tempat yang tepat untuk menggapai suasana tentram. Kabupaten Buleleng merupakan daerah utara Bali yang memiliki topografi berbukit serta beberapa gunung berapi dan gunung mati. Di sini pun terdapat danau dan pantai sehingga Kabupaten Buleleng menyediakan wisata alam yang lengkap. (Sumber: Artikel pesona.indonesia.travel Foto bulelengfestival.com)
Berlangsung selama bulan Agustus hingga September 2016, bulan budaya Lombok Sumbawa akan menjadi bentuk peningkatan sektor pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah akan bekerja sama dengan para seniman dan budayawan dan pihak promotor pariwisata daerah untuk menampilkan aneka seni budaya dari suku Sasak di Lombok, Mbojo dari Bima, Samawa dari Sumbawa. Akan ada banyak kegiatan adat pada festival ini seperti: Peresean, pameran kesenian, parade kesenian dan pertunjukan serta sarasehan adat.(Sumber: Artikel mbolangyuk.com foto infokuberita.com)
Pantai wisata Senggigi akan menjadi tempat Sumbawa Pearl Festival ke-6 di bulan Juni 2016 nanti. LSPF ini bertujuan untuk mensukseskan progam Visit Lombok yang dicanangkan oleh Pemerintah Nusa Tenggara Barat sekaligus memperkenalkan Lombok sebagai daerah penghasil mutiara dengan taraf standar internasional. (Sumber: Artikel mbolangyuk.com foto nationalgeographic.co.id)
Festival Teluk Jailolo merupakan sebuah festival rakyat Halmahera Barat yang melibatkan atraksi budaya yang dikombinasikan dengan kekayaan serta keindahan alam. Festival Teluk Jailolo diadakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat. Memasuki tahun ke-8, Festival Teluk Jailolo kembali eksis untuk membawa nama Halmahera Barat menjadi lebih besar lagi. Pentingnya festival ini telah membuat Halmahera Barat menjadi salah satu destinasi utama di Indonesia Timur.
Untuk itu, pada tahun 2016 ini, Festival Teluk Jailolo kembali mengundang Anda ke dalam Pesona Budaya Kepulauan Rempah. Bagi Anda, para pelancong yang cinta petualangan dan penikmat keanekaragaman budaya, ayo berpartisipasi dalam salah satu pagelaran terbesar di Indonesia timur. Di sini, Anda dapat menangkap keindahan Jailolo, baik di atas maupun bawah laut, juga bergabung dalam hangatnya masyarakat setempat dengan keramahan dan keberagaman kebudayaannya
Ini waktunya Anda membuktikan eksotisme budaya dan kekayaan alam di Kepulauan Rempah! Cari tahu mengenai program acara Festival Teluk Jailolo 2016 di sini. (Sumber: Artikel jailolofest.com Foto beritasatu.com)
Acara budaya tahunan kota baja Cilegon yaitu Cilegon Ethnic Carnival (CEC), akan diselenggarakan untuk keempat kalinya di halaman kantor Walikota Cilegon, Banten. Acara ini digelar dengan tujuan memfasilitasi pagelaran seni dan budaya serta etnik yang berasal dari daerah Nusantara.
Dengan mengangkat tema "Ethnic Multi Cultural in Harmony", CEC 2016 akan menggelar parade sekaligus lomba kostum dengan konsep Kerajaan Nusantara. Peserta yang turut serta dapat berupa perwakilan dari sekolah/sanggar ataupun perorangan. Pendaftaran bagi peserta dimulai pada 15 Januari-22 Februari 2016.
Nama CEC sendiri dibuat untuk menggantikan nama Festival of Krakatau yang juga digunakan untuk acara budaya di Lampung. CEC diharapkan dapat menjadi obyek wisata buatan yang mampu menarik perhatian banyak pihak sehingga ke depannya mampu berkembang menjadi kalender event nasional.
Sesuai dengan nama yang dibawanya, CEC akan menampilkan berbagai macam kebudayaan dan etnik yang berkembang di Kota Cilegon tanpa menghilangkan budaya asli kota ini. Keragaman adat budaya warga yang tinggal di Cilegon memang menjadi kekuatan baru untuk membuat kota ini menjadi Kota Metropolis, namun tetap menjunjung adat budaya dan peduli akan lingkungan.
Kota Cilegon dikenal sebagai Kota Baja mengingat kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia Tenggara, Cilegon terletak di ujung barat laut Pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota ini menaungi berbagai macam obyek vital negara, seperti Pelabuhan Merak dan Kawasan Industri Krakatau Steel.
Topografi wilayah Gerem-Merak di Cilegon yang berupa hamparan pegunungan membentuk semacam pintu selamat datang untuk menyambut pendatang. Dari sini pula, pengujung akan melihat hamparan pesisir barat Kota Cilegon dari Gunung Batu Lawang. Selain itu, terdapat Gunung Batur yang merupakan salah satu tujuan wisata argo, hingga Krakatau Country Club yang dibangun dengan berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan rekreasi keluarga dan ekspatriat.
Sumber: indonesia.travel Foto bantenpos.com