TripTrus.Com - Jika Anda ingin meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan Anda atau menemukan kedamaian batin, Anda mungkin menemukan jawabannya di Ubud. Kota kecil yang tenang di jantung budaya Bali ini akan menyelenggarakan Bali Spirit Festival ke-12 tahun 2019 yang akan berlangsung dari tanggal 24 hingga 31 Meret 2019 yang berpusat di Pusat Seni Purnati Bali Purnati. Festival ini dianggap sebagai salah satu festival yoga, kesehatan, tarian dan musik tahunan terbesar di Asia Tenggara.
[Baca juga : "Horas Samosir Fiesta 2019"]
Bali Spirit Festival 2019 menawarkan ruang bagi keluarga untuk berkumpul bersama dalam perayaan sakral, melakukan pekerjaan luar-dalam dari penyembuhan dan transformasi pribadi. Ketika Anda mengambil waktu dan ruang untuk menyelaraskan kembali melalui yoga, gerakan, tarian dan musik, Anda menyempurnakan keseimbangan batin Anda dan meremajakan tubuh Anda.
Bali Spirit Festival 2019 menemukan inspirasi dengan para guru, lokakarya, ceramah kebijaksanaan dan seminar terkenal di dunia, menemukan jalan baru menuju keharmonisan batin, penyembuhan dan kesejahteraan kolektif. Dalam penjelajahan ini, akan mengesampingkan gangguan digital demi koneksi jiwa-ke-jiwa, menjalin pertemanan baru, merangkul ide-ide baru, dan memperluas kebijaksanaan. Ada ruang untuk berbagi dari hati, peluang untuk terhubung secara mendalam, dan tempat-tempat yang harus direnungkan sendirian.
Festival tahun ini akan kembali menghadirkan guru yoga populer seperti Shiva Rea, Tymi Howard, Jeffrey Armstrong, Ronan Tang, Danny Paradise, Gwyn Williams dan banyak lainnya di BaliSpirit Festival 2019! Selain itu, akan disambut juga dengan presenter internasional baru Chester Tan, Anshu Singh, Brian Siddharta, Deva Dwabha dan banyak lagi. (Sumber: Artikel pedomanwisata.com Foto redseason.com)
May/28 | Ubud Food Festival 2026
TripTrus.Com - Ubud bakal kembali jadi surga buat para pecinta kuliner lewat gelaran Ubud Food Festival 2026 yang berlangsung mulai 28 sampai 31 Mei 2026 di kawasan Gianyar, Bali. Festival tahunan ini bukan cuma sekadar acara makan-makan cantik buat isi feed Instagram lo, tapi juga jadi ajang kumpulnya chef ternama, petani lokal, kreator makanan, sampai food enthusiast dari berbagai negara. Selama empat hari penuh, Ubud bakal dipenuhi aroma rempah, suara dapur yang sibuk, dan suasana hangat khas Bali yang bikin siapa pun betah nongkrong dari siang sampai malam.
View this post on Instagram
A post shared by janetdeneefe (@janetdeneefe)
Tahun ini, tema yang diangkat cukup meaningful, yaitu “Farmers: Guardians of Land and Sea.” Jadi spotlight-nya nggak melulu soal chef terkenal atau plating estetik, tapi juga tentang para petani, nelayan, dan pelaku pangan lokal yang selama ini jadi fondasi utama dunia kuliner Indonesia. Di tengah tren sustainability dan gaya hidup mindful yang makin ramai dibahas Gen Z dan milenial, festival ini terasa relate banget. Lo nggak cuma datang buat nyobain makanan enak, tapi juga diajak ngerti perjalanan panjang sebuah hidangan dari laut dan tanah sampai akhirnya tersaji di meja makan.
Area utama festival bakal berpusat di Taman Kuliner Ubud yang terkenal super ramai dan vibrant. Di sini, pengunjung bisa eksplor berbagai tenant makanan artisan, jajanan khas Nusantara, kopi lokal, dessert kekinian, sampai menu tradisional dari berbagai daerah Indonesia. Vibes-nya tuh kayak pasar kuliner premium yang dipadukan dengan nuansa budaya Bali. Cocok buat lo yang hobi kulineran sambil cari pengalaman baru yang lebih autentik dan nggak mainstream.
Selain food market, ada juga sederet acara eksklusif yang wajib masuk wishlist. Mulai dari intimate dinner, chef collaboration, masterclass, cooking demo, sampai sesi Food Talks yang ngobrolin soal budaya makan, fermentasi, bahan pangan lokal, dan masa depan kuliner Indonesia. Banyak event yang konsepnya intimate dan limited seat, jadi biasanya cepet sold out. Makanya kalau lo emang niat datang, better siapin itinerary dari sekarang.
[Baca juga : "Klaten International Cycling Festival 2026"]
Deretan chef yang hadir tahun ini juga nggak main-main. Nama-nama internasional seperti Kate Reid dari Melbourne bakal hadir membawa energi pastry modern khas Lune Croissanterie. Ada juga Ben Devlin yang dikenal dengan konsep coastal cooking berbasis hasil bumi dan laut. Sementara dari Asia Tenggara, chef-chef keren dari Thailand, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, sampai Indonesia bakal kolaborasi menciptakan pengalaman makan yang penuh cerita, asap dapur, dan ledakan rasa rempah.
Yang bikin festival ini beda dari event kuliner biasa adalah atmosfernya. Lo bisa duduk santai di bawah langit Ubud sambil menikmati hidangan multi-course, terus beberapa meter dari sana ada demo masak tradisional atau live music yang bikin ambience makin syahdu. Bahkan ada sesi santai seperti makan dumpling sambil main mahjong bareng yang vibes-nya lebih chill dan intimate. Jadi bukan cuma soal makanan mahal atau fancy dinner, tapi soal menikmati momen dan koneksi antarmanusia lewat makanan.
Buat banyak traveler, Ubud Food Festival 2026 jadi alasan tambahan buat balik lagi ke Bali di akhir Mei nanti. Festival ini seperti reminder kalau cerita Bali nggak cuma tentang beach club, sunset, atau villa estetik semata. Ada budaya, rasa, tradisi, dan orang-orang lokal yang menjaga semuanya tetap hidup sampai sekarang. Dan lewat makanan, semua cerita itu terasa lebih dekat, hangat, dan personal.
Kalau lo berencana liburan ke Bali akhir Mei 2026, siap-siap kosongin agenda karena event ini bakal jadi salah satu culinary experience paling seru tahun depan. Untuk informasi lengkap dan pembelian tiket, lo bisa cek langsung di website resmi Ubud Food Festival. (Sumber Foto @aldi_pradana)...
more.